Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Hari kunjungan anak asuh,
Banyak orang baru telah mengunjungiku selama ini,
Banyak pula yang menanyakan namaku,
Tapi tak ada seorang pun yang mengingatnya,
Apalagi memanggil dan mengadopsiku.
Itulah yang selalu aku rasakan..
Tiap ada kunjungan anak asuh.
Selama ini juga,
Aku terbiasa hidup sendiri.
Tetapi,.
Tetap tak ada seorang pun yang mengingatku.
Aku lelah hidup seperti ini terus.
Ya?
Biaya sewa mau dinaikan lagi?
Memangnya yang lain, apa sudah setuju?
Yang lain itu urusanku, pokoknya kalau kau tidak mau bayar kau boleh pergi dari sini,
Lagian, kau sendiri gimana hah?
Kalau bulan ini kau tidak bisa bayar uang bulanan..
Biaya bulanan sudah 20 dollar,
Mau dinaikan menjadi 40 dollar.
Sebenarnya tempat ini dihargai, 20 dollar saja sudah tidak layak.
Orang ini pasti tidak mau dinaikan harganya.
Apa-apaan ini?
Hei!!
Tuan!
Kalau mau bunuh diri, lakukan, ditempat, lain saja!
Jangan disini!
Kau baik-baik saja? Tuan? Tuan!?
Ughh..
Ayo naikkan!
Sadarlah! Tuan, tuan!
Disana!
Lihat disana ada lagi!
Disana!
Ahhh...
Putar perahunya.
Aku tidak pernah berbuat jahat,
Apakah aku akan ke surga?
Aku pasti.... akan ke surga.
Dadah~
HELLO GHOST
Lagi-lagi aku gagal bunuh diri.
Bahkan untuk mati saja aku tidak diterima.
Wow..
Pak..
Aku yakin di rumah sakit tidak boleh merokok.
Apa anda tahu, kalau di rumah sakit tidak boleh merokok?
Tidak pernah dalam hidupku...
Mendapatkan perawatan seperti ini..
Tetapi...
Hei perawat..
Apa dia akan mengikuti kita terus?
[Kim Ji Kyung, PSIKIATER]
Apa saya seperti... pasien gangguan jiwa?
Kami rasa, ini hanya efek setelah percobaan bunuh diri anda saja.
Itu hal yang biasa.
Begitu ya..
Sejak kapan anda sudah mencoba bunuh diri?
Baru-baru ini saja.
Bisa anda dijelaskan, mengapa?
Ya.. saya merasa tidak sanggup melanjutkan hidup ini.
Apakah sekarang anda masih ingin mati?
Kalau bisa, kenapa tidak?
Sebenarnya... nafas anda sudah sempat berhenti.
Oh... jadi aku pernah mati.
Tapi anda jangan khawatir. Ngomong-ngomong...
Tadi anda bilang anda mempunyai teman?
Apa "teman" anda ini, yang meminta anda bunuh diri?
Hah?
Oh, tidak.. tidak..
Saya baru bertemu dengannya di Rumah Sakit ini.
Lalu adakah teman yang lain?
Tidak ada.
S.. S.. Siapa itu, yang menangis?
Ah.. jadi ada temanmu lagi yang sedang menangis saat ini.
(Teman Hayalan 1 -dicoret- 2 )
Lalu... Siapa, yang merokok di ruangan tadi?
Wow.. wow..
Apa yang sedang kau lakukan di sini?
Maafkan aku..
Aku yang dari tadi menangis di sini.. maaf..
Wanita ini...
Kenapa dia menangis disini?
Halo? Tolong segera bawa pasien ini keluar dari sini.
Kenapa wanita ini menangis disini?
Katanya ada yang menangis di sini,
Tolong bawa dia keluar dari sini.
Apa kau yang menyembunyikannya di sini?
Perawat! Perawat!
Kalau ada orang yang mencurahkan ceritanya padamu,
Seharusnya kau tidak boleh memperlakukannya seperti ini!
Dokter itu seharusnya menyembuhkan penyakit, bukan justru memperparah!
Tolong tenanglah,
Apa kau tetap akan menyembunyikannya disana?
Apa yang mau kau pegang?!!
Keluarlah! Jangan diam saja, cepat keluarlah!
Wow...wow.
A.. aku rasa kalian bukan manusia..
Kalian ini...
Ada keperluan apa denganku?
Mulai sekarang,
Kami akan meminjam tubuhmu.
Hah ?
Apa yang akan dipakai bersama-sama?
Tubuhmu..
Oh..
Jadi...
1, 2, 3. Kalian bertiga...
....tubuhku...
Kalian bertiga mau meminjam tubuhku? Kalian bertiga sekaligus?
Ya ampun...
Aduuhh...
Tiba-tiba aku, merasa pusing.
Apa tidur anda nyenyak?
Ranjangnya keras dan lantainya empuk ya?
Tentu tidak, yang empuk itu ranjang.
Ada anak kecil di sana...
Aku sepertinya nyaris mati,
Aku bisa melihat hantu padahal sebelumnya tidak.
Terlebih lagi, hantunya ada empat.
Apa kau akan mengikutiku terus?
Setiap hari?
Kemanapun?
Hei...
Kau sedang menggodaku ya?
-PARANORMAL-
Kau harus membuka dirimu untuk arwah-arwah ini.
Apa?
Kau sudah memanggil mereka tanpa melewati ritual.
Kalau kau bilang kau sempat mati suri,
Jadinya kau jadi bisa berkomunikasi dengan arwah yang tadinya disekitarmu.
Kalau begitu, lebih baik mati saja dong?
Tidak..
Kau tidak akan bisa mati sebelum urusan mereka selesai. Kau mengerti?
Kenapa?
Apa kau pernah merasakan ada hal yang mengganjal dalam hidupmu?
Dulu ada, tapi sekarang sudah tidak lagi.
Kalau begitu harusnya kau tahu,
Apa kau pikir dengan melupakan hal itu, kau bisa meninggal dengan tenang?
Jadi, aku biarkan saja, mereka meminjam tubuhku?
Biarkan mereka menggunakan tubuhmu secara bergantian,
Tapi tergantung dari kebiasaan setiap hantunya itu,
Tingkah laku dan cara bicaramu akan berubah total tahu.
Ya ampun.. banyak sekali hantunya.
Kok ada ya orang yang bisa tinggal di tempat seperti ini?!
Padahal saya sudah sering menyuruhnya membuang sampah-sampah ini loh!
Kalau dibiarkan begini terus,
Orang ini bisa membuat apartemen ini jadi terlihat semakin kumuh saja.
Dia itu ambeien ya?
Kenapa jalannya seperti itu?
Kali ini, saya akan memarahinya habis-habisan.
Hei, kau ini kan masih muda kenapa hidupmu seperti ini?
Ibu-ibu, saya juga tidak mau hidup seperti ini..
Kalau begitu, mati saja kau!
Iya, saya akan mengusahakannya.
Ya ampun...
Apa ada mainan disini?
Ini pertama kalinya ada orang yang mengunjungiku
Meski aku berharap, mereka manusia sungguhan.
Kau tidak punya bir ya?
Aku ini orang yang mementingkan kesehatanku.
Aku bahkan tidak pernah minum-minuman keras.
A.. apa yang kau lakukan disitu?
Ah...
Ya ampun, keterlaluan...
Apa kau lihat-lihat!
Aku bahkan tidak suka makanan yang terlalu manis.
Aku juga belum pernah merokok sekali pun.
Walaupun selama ini aku selalu merasa kesepian,
Tapi tak pernah sekalipun aku berpikir..
Untuk menangis.
Maaf jika aku.. selama ini.. telah..
Belakangan ini banyak orang memakai gas beracun untuk bunuh diri..
Mengunci pintu mobil, dan...
Oh, aku mau ke kamar mandi.
Biasa aja dong!
Kalian ini apa-apaan sih!
Aku ini orang yang selalu mementingkan kesehatanku!
Kalau hidup dengan kalian, aku mana bisa hidup sehat?!
Apa tidak ada orang selain aku yang bisa kalian ganggu?
Kenapa kalian datang padaku?! Apa salahku?!
Sial sekali aku!!
Kau tahu...
Apa kau pernah merasa kedinginan dan merinding bulu kudukmu?
Itu karena kau sedang berpapasan dengan arwah gentayangan.
Tubuhmu yang kedinginan itu menandakan kalau arwah itu berusaha mengganggumu.
Kalau begitu aku mohon,
Tolong usir mereka, bagaimana pun caranya tolonglah.
Setelah mereka berhasil kau usir, baru aku coba bunuh diri lagi.
Tidak bisa.
Kenapa tidak bisa?
Karena arwah ini berasal dari atas sana, bukan arwah gentayangan biasa.
Jadi apa yang harus aku lakukan?!
Turuti keinginan mereka.
Hah?
Kalau mereka ingin melakukan sesuatu, kabulkan keinginan mereka
Kau tidak akan mungkin bisa melawan mereka.
Mereka harus pergi dengan keinginan mereka sendiri.
Me.. memangnya apa salahku?
Sampai aku tidak diijinkan mati dan dijadikan mainan oleh mereka,
Mereka sudah cukup mengerjaiku. Kenapa aku harus menuruti mereka lagi?
Aku tidak bisa! Aku tidak mau!
Hidupku selama ini sudah SANGAT sulit.
Ditambah lagi kehadiran kalian, hidupku makin kacau.
Dan aku baru saja dikeluarkan dari perkerjaanku.
Hidupku sudah sangat berantakan,
Aku mohon.. apa kalian bisa meninggalkanku sendiri?
Begini saja, katanya kalian ingin menyelesaikan urusan kalian kan?
Coba kalian katakan padaku...
Apa masalah kalian itu. Tapi satu persatu ya.
Aku tahu, ada sesuatu yang masih membebani pikiran kalian.
Kalau kalian mau beritahu aku,
Aku pasti akan BERUSAHA untuk...
Membantu kalian apapun. APAPUN itu.
Bagaimana menurut kalian?
Baiklah kalau kau bilang begitu...
Aku sedang mencari kameraku. Apa kau bisa bantu aku?
Aku mau duluan.
Dasar bocah tidak kenal tata krama.
Oh, hanya karena kau paling tua...
Ingin yang paling duluan, apakah tidak kekanak-kanakan?
Dasar kau!
Hei...
Kalian...
Bagaimana kalau kalian tentukan siapa yang duluan,
Tapi setelah aku memenuhi permintaan kalian,
Apakah kalian bisa pergi?
Aku benar-benar...
Lelah sekali tahu tidak?
Ayah!
Kenapa ribut? Hanya karena orang yang meninggal,
Mereka tahu mereka akan meninggal. makanya mereka kesini, kan?
Apa?
Sialan Kau. Siapa Kau?!
Apa pedulimu...
Setidaknya kau mengunjunginya saat dia meninggal,
Jeong Won apa tidurmmu nyenyak?
Coba sini,
Wah, detak jantungmu bagus sekali hari ini,
Ya ampun... apa-apaan ini.
Sudahlah nikmati saja, semakin kau lama di sini,
Kau tidak akan bisa lagi bersenang-senang.
Jika ayah terus bertingkah seperti ini, Aku akan memindahkanmu ke tempat lain.
Ayah seperti ini karena ayah tahu, umur ayah tidak akan lama lagi.
Apa ada tempat lain yang mau menerimaku?
Apakah itu kau, Anakku?
Ini ayah,
Apa yang kau bicarakan. Jika kau sibuk, tidak apa-apa jika tidak bisa datang.
Oh iya...
Apakah cucuku sudah tumbuh?
Apa? Dia sudah bisa melompat-lompat?
Eh tunggu...
Apakah Dae Woo dapat hari libur?
Apa?
Dia dipecat?
Hei tungu...
Carikan kamera yang aku maksud, lalu kembalikan pada pemiliknya.
Balikkan,
Bukan yang ini,
Yang itu?
Ughh!!
Oh!
Padahal kan katamu kameranya sama!
Kita sudah pergi ke tiap toko!!
Siapa yang bilang kamera itu ada di toko?
Kita mencari seseorang. Orang yang memiliki kameranya.
Siapa orangnya?
Kau mengenalnya?
Tentu saja.
Di Choon Chun.
Kenapa kau tidak bilang dari tadi??
Kau tidak bertanya sih,
Apa kau pikir, kami bisa menjawab semua hal yang kau pikirkan?
Banyak orang berpikir kalau hantu seperti kami tahu segalanya.
Bagaimana coba kalau nanti kami salah menebaknya?
Kau harusnya bilang dari tadi!
Jika kau tidak mau mencarinya untukku. Ya sudah..
Aku bisa mengikutimu selamanya dan tidak akan membiarkanmu mati.
Yasudah!
Jika ada di Choon Chung, berarti tidak jauh dari sini
Hah..
Hei, hei, hei, kau ini benar-benar...
- Okay... - Kembalikan kameraku, dasar bodoh.
- Kau mengenalnya? - Tidak.
Hei kau kembalikan kameraku!!
Ada di laci ke dua..
Apa kau mau berikan atau tidak?
Apa kau yakin tidak mau mengembalikannya padaku?
Siapa kau?!
Kau mengenalku?!
Aku belum pernah lihat orang dengan wajah yang menyedihkan sepertimu.
Aku rasa cara seperti ini tidak akan berhasil.
Aku sudah melihatnya.
Terimalah... saya tahu kalau agak aneh tiba-tiba datang begitu saja.
Tuan, kameranya...
Huh?
Oh!
Oh ada orang lain, halo.
Aku tidak bisa pergi.
Kemana...?
Hei!
Jangan kemari!
Sana! Pergilah!
Hey! Tangkap dia!
Apakah dia penjahat?
Hei!!! Apa kau tahu, sudah berapa lama kami mengejar orang itu?
Maafkan saya, karena saya sedang mencari kamera itu.
Ahhh!!!
Aku tidak tahu jika....
Ini...
Apa yang dia lakukan?
Kita bisa memesannya,
Aku tidak membawa makan setiap hari ini kok,
Ayo semuanya makan dulu,
Ayo cepat...
Terima kasih..
Itulah yang namanya pernikahan,
Bukan suatu hal yang sederhana,
Benar kan?
Tapi orang itu menyedihkan sekali.
Kau mengambil kamera itu...
Kau berniat menjualnya, tapi kau ingin terlihat baik di mata kekasihmu...
Jadi kau tidak menjualnya,
Untuk apa? Kau akan menikahi orang lain...
Dia bicara apa?
Kau yakin....
Tidak mau mengembalikan kamera itu padaku?
Siapa ya nama wanita itu.....
Sayang! Sayang!
Ini, makan dulu kimbap-nya.
Saya bukannya mau kimbap, tuan..
Dia bilang di laci ke dua...
Tolong, penuhi saja permintaan saya.
Pan Su...
Lihat sini, Pan Su..
Koo Pan Su?
Jika kau minum seperti itu pada usiamu,
Kau akan kehilangan semua gigimu.
Dulu juga kau suka minum-minum, tapi...
Kau tidak kehilangan gigimu.
Siapa mereka? Apa mereka sedang minum-minum?
Siapa kau ini sebenarnya, dan...
Kenapa kau mencariku?
Kakek, silahkan nikmati makanannya.
Kau tidak sedang minum-minum kan?
Kau tidak seharusnya minum-minum.
Kenapa kau lama sekali?
Kau kenal orang itu?
Aku tidak kenal.
Hei, ada apa?
Dari tadi kau melihat kearahku terus....
Sebenarnya yang kau perhatikan, aku atau kakek tua itu?
Apa?
Ya ampun... kenapa kau tidak bilang sedang melihatiku saja?
Padahal aku sudah menyiapkan diriku untuk tidak gila saat melihat matamu.
Hari ini cerah sekali ya.
Bagaimana kalau kita ke cafe dan minum teh?
Sambil makan telur rebus, yang disediakan di sana.
Apa kau mau menerima ajakanku?
Apa kau selalu merayu setiap wanita seperti itu?
Memang kenapa? Apa kau takut dia tidak menyukaimu?
Bukan begitu maksudku..
Sudahlah, aku sudah tahu.
Aku bukan orang yang seperti itu,
Sudahlah mengaku saja!
Wow!!
Ahh Apa-apaan sih ini?
Sejak kapan kau disitu?
Ahh...
Setidaknya buka jendelanya dulu..
Benar-benar ini...!
Sial!
Ternyata benar dia tidak menyukaiku.
Waduh...waduh...
Hei bocah...
Katakan permintaanmu..
TAEKWON V
Jadi permintaanmu mau menonton ini?
Enak kah?
Wanita yang waktu itu.
Kita masuk sekarang?
Halo...
Sepertinya kau menyukai film kartun ya.
Ya.
Selamat menonton ya.
Ayo.
Tunggu!
Berapa, harga permen itu di jaman sekarang?
Apa?
Harganya masih 10 sen atau berapa?
Harganya 1 dollar per satu buah.
Sebenarnya permintaanmu ada berapa banyak sih?
Bibi mau ke toilet, tunggu sebentar ya.
Hei, berikan padaku.
Beri aku satu!
Cuma ini?
Masa cuma ini?
Apa yang kau lakukan?
Bibi, aku lapar.
Oh, kau mau makan apa?
Jjajangmyun.
Baiklah, ayo kita makan Jjajangmyun.
Aku pesan dua ya..
Ayo makan.
Tolong 1 mangkuk lagi..
Bibi,
Paman itu makannya banyak sekali.
Paman,
Apa paman bisa makan 1 mangkuk lagi?
Kau menantangku ya? Aku masih bisa makan 3 mangkuk lagi lho.
Wah... Paman memang hebat!
Pelayan...
Tambah 1 mangkuk lagi ya..
Maaf ya...
Jeong Won dalam masa pengobatan dan dia tidak bisa makan banyak-banyak.
Dia senang lihat orang bisa makan banyak.
Oh.. tidak apa-apa kok.
Aku sendiri tidak sadar kalau bisa makan sebanyak itu.
Tapi aku senang, kalau bisa membuatnya senang.
Ternyata jajanan seperti itu masih ada juga..
Putar. Putar. Sayang sekali, belum berhasil.
Cobalah sekali lagi.
Ini...
Oh jangan... jangan... tidak usah..
Ayo cobalah sekali...
Ayo mulai..
Terus putar.. putar...
Wahh!
Paman memang hebat.
Selamat ya.
Garisnya sekecil itu.
Wahh..
Paman, apa kau akan makan itu sekarang?
Apa kau mau?
Apa...?
Benarkah?
Ya buatmu saja.
Tunggu sebentar ya.
Kenapa dia membuat permen sebesar ini, padahal kan buat anak-anak.
Dia memerintahku seenak hatinya.
Kau ini kenapa sih?
Apa?
Permen ini kan aku yang dapatkan. Kenapa kau mau kasih ke orang lain?
Ayolah... mereka tidak dapat satu hadiah pun,
Kita berikan saja pada mereka ya?
Tidak, aku tidak mau.
Tapi..
Tidak baik makan jajanan permen seperti ini.
Sudahlah, untuk mereka saja.
Kenapa aku tidak boleh memakannya?
Itu permen kesukaanku....permen ini nanti cepat meleleh di mulut kok.
Jadi maksudmu, aku harus makan permen sebesar ini?
Permen sebesar ini habisnya bisa berhari-hari!
Kalau begitu sih sama saja kau yang senang, aku yang sengsara.
Permennya untukmu saja,
Tidak apa-apa kok.
Apa paman itu bisa menghabiskan semuanya?
Ya, sepertinya bisa.
Paman itu memang hebat.
Kau kan sudah mendapatkan mainannya,
Harusnya kau berikan ini untuknya. Jadi anak tidak boleh serakah.
Memangnya kau pikir, mainan dan makanan itu sama?
Kau tahu persamaan orang mati dan orang yang mau mati?
Apa itu?
Sudah kita sudah tidak boleh serakah lagi.
Apakah orang mati butuh barang seperti ini?
Kalau begitu, kau jangan mati juga.
Memangnya kau pikir hidup ini mudah?
Memangnya kau pikir kalau mati, sudah pasti enak?
Kenapa?
Apa kau mau beli sesuatu? Tadi kau yang bilang jangan serakah.
Dia bilang dia suka film kartun.
Mau masuk?
Iya....
Nanti, bibi belikan untukmu ya?
Apa aku bisa menemui paman itu lagi?
Paman tukang makan itu?
Baiklah. Nanti kita temui dia lagi ya..
Kau agak telat.
Hari ini kau senang tidak?
Apakah hari ini ada masalah?
Ayahmu..
Mencarimu tadi..
Kakak!
Kau yakin ini tempatnya?
Jika ini sulit bagimu...
Aku bisa tunggu lebih lama...
Sambil merokok di pinggir sana.
Tidak, tidak...
Aku bisa melakukannya, Aku bisa membukanya....
Aku bisa membukanya.
Yang seperti ini disebut...
Mencuri.
Apa-apan ini...
Kau ini kan hantu, kenapa penakut sekali?
Kau tidak tahu saja, ada makhluk yang lebih menakutkan dari hantu.
Kau tahu siluman ekor 9?
Mahluk itu benar-benar menakutkan.
Oh, gelapnya...
Suara anginnya.
Mobilnya seperti apa?
Wow. Banyak sekali.
Sinari ke tempat yang lain.
Apa mobil yang itu?
Sedan... mobil sedan?
Ada orang.
Apa kau manusia?
Kalau kau?
Hah?
Apa kau juga mau ambil mobil ini?
Hah?
Kenapa kau tahu aku mau ambil mobil?
Kenapa?
Apa kau mau bilang, kau mau mengendarainya bersama Istrimu?
Diam disitu! Biar kutabrak kau!
Tidak... tidak.. jangan...
Kau bocah brengsek!
Aku akan menyiksamu!!
Kenapa begini?! Apa yang kau inginkan dariku?!
Berhenti kau!!
Dasar sialan!!
Berhenti!!
Berhenti kau!
Kenapa selalu jadi begini?
Aku bilang berhenti kau bocah brengsek!
Aku akan mati sekarang.
Kenapa Istriku meninggalkanku sendirian?
Apa karena aku tidak kaya?.
Istriku.. kenapa kau meninggalkanku sendiri..
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Apa kau yakin?
Sebenarnya...
Aku bisa melihat hantu..
Ada 4 hantu disini..
Oleh karena itu... Aku...
Aku mempunyai kekuatan supernatural.
Ayo kau lakukan sesuatu..
Aku dengar, teknologi sekarang sudah makin canggih.
Tuan tolong bantulah aku,
Aku juga akan membantumu menemui Istrimu lagi.
Aku tidak butuh uang... aku hanya ingin.. mobilnya...
Kau tahu kemana dia pergi?
Tentu saja aku tahu.
- Lalu untuk apa kita membuntutinya? - Berapa kali Aku harus bilang sih?
Kami para hantu, tidak mungkin langsung memberitahu kalau tidak ditanya.
Ya sudah, ayo...
Jika kau sebelumnya tanya...
Kita tidak usah melakukan hal seperti intu tadi..
Anak muda kok pikirannya buntu.
Pantas kau selalu dibodohi orang terus.
Di dunia ini sudah banyak orang licik.
Mengecewakan... Mengecewakan...
Apa anda sudah bicarakan ini dengan keluarga anda?
Mengenai penambahan perawatan anda itu?
Apakah menurutmu, aku mampu bertahan selama 5 bulan lagi?
Peralatan di Klinik ini tidak memadai untuk memastikan itu.
Apa wanita itu akan meninggal?
Katamu dia sudah punya anak?
Dia baru saja hamil.
Hamil?
Lalu bagaimana, nasib anaknya?
Anaknya selamat.
Jadi jika anaknya hidup,
Dia tidak akan punya ibu.
Apa kau kenal Ibu yang tadi?
Kau harusnya juga berhenti merokok.
Dia terkena Kanker paru-paru,
Dia bilang suaminya perokok aktif,
Kami tidak yakin apakah anaknya akan selamat,
Tapi Ibu itu bilang, akan menolak perawatannya demi calon bayinya.
Jika begitu, anaknya pasti hidup.
Aku rasa Jeong Won senang bermain denganmu.
Aku Jung Hyun Soo.
Aku Kang Sang Man.
Tuan, istrimu sedang sekarat,
Dan masalahnya bukan karena kau tidak punya uang,
Kebiasaan merokok mu ini.
Istrimu mengidap kanker paru-paru.
Demi kehidupan anakmu, ia rela berhenti melakukan pengobatannya.
Semoga hari anda menyenangkan.
Iya, terima kasih.
Aku...
Kenapa Kau tidak bilang padaku?
Kau, seharusnya tetap melakukan pengobatan!
Daripada aku yang hidup,
Sudah kewajiban seorang Ibu untuk menyelamatkan nyawa anaknya kan.
Kita ini sudah dewasa,
Anak kita juga perlu merasakan bagaimana rasanya dewasa.
Apakah permintaanmu hanya..
Bisa mengendarai mobil ini lagi?
Kau tidak akan mengendari mobil ini dengan wanita cantik.
Memangnya kenapa?
Masih berapa jauh lagi tujuan kita?
Dengar!
Itu suara anginnya.
Masih jauh tidak?
Baiklah, ayo kita ngebut.
Disini?
Iya.
Ini pertama kalinya aku ke pantai.
Kau sudah menikah selagi masih hidup?
Kau punya anak?
Ya.
Bagaimana rasanya menikah?
Jangan salah paham ya,
Aku tidak berencana untuk menikah.
Aku hanya penasaran saja.
Saat kita menikah itu artinya, kita menggabungkan dua manusia yang berbeda.
Bagaimana saat kau mempunyai anak?
Itu artinya di rumah jadi tambah orang.
Kalau itu aku juga tahu.
Kau senang?
Tentu.
Coba kau bayangkan, tadinya kau sendiri, kemudian hidupmu ditemani orang lain.
Memang agak sulit,
Tapi begitulah hidup, hidup itu memang sulit.
Tapi saat aku sudah berkeluarga, aku jadi menikmati hidup ini.
Bukannya beban hidup kita jadi bertambah ya?
Saat sudah merasa sulit,
Itu artinya kau harus mulai berpikir menambah anggota keluarga baru.
Kalau begitu, sama saja menambah beban hidupmu lagi.
Kau ini bodoh ya?
Kedengarannya memang sulit tapi..
Saat ada orang-orang yang menyemangati, hidupmu akan terasa mudah tahu.
Bagaimana kalau kita berenang?
Kau ini gila ya? Airnya dingin.
Berenang di laut juga salah satu permintaan terakhirku.
Apa anak itu yang menyuruhmu melakukan ini?
Pergi ke pantai, lalu berenang di sini,
Apa kalian boleh saling titip permintaan? Memangnya boleh ya?
Ini pasti permintaan anak itu, kita diminta jauh-jauh pergi ke pantai ini.
Masalahnya, aku tidak bisa berenang!
Ini pertamanya aku pergi ke pantai dan aku belum pernah atau belajar caranya berenang.
Kenapa? Apa?
Kau tidak sendirian kok.
Aku bilang aku tidak mau.
Aku tidak bisa.
Hentikan. Jangan dibuka! Hei jangan dibuka!
Kau tidak akan mati.
Kau sih bisa tenang, kau kan sudah mati.
Kenapa kau meminjam tubuhku untuk melakukan ini?
Ya ampun! Tolong, aku akan tenggelam!
Gerakkan tanganmu!
Kakiku juga kedinginan!
Oh, aku kedinginan! Aku akan tenggelam!
Kenapa kita harus ke pantai?!
Sangat dingin! Asin sekali!
Tenanglah, Ok?
Kalau kau tenang, kau jadi lebih mudah mengambang.
Tenanglah.
Ok?
Ini pertama kalinya aku pergi ke pantai.
Udaranya begitu dingin dan airnya asin sekali.
Ternyata,
Laut itu begitu luas,
Tetapi sangat indah.
Oh, asin.
Anginnya sejuk kan?
Nikmatnya...
Disini... nyaman juga ya.
Mataharinya sudah terbenam,
Ayo kita makan dan minum-minum.
Ternyata bermain seharian belum cukup ya..
Oh, aku lapar.
Ini pertama kalinya aku bersama dengan orang lain,
Tapi sebenarnya, aku berharap mereka ini masih hidup.
Rasanya...
Manis sekali.
Sepertinya,
Aku ingin pergi berbelanja.
Apa kau berhenti merokok?
Kenapa?
Kenapa sekarang jadi memperhatikan kesehatanku?
Apa kau meninggal karena kanker paru-paru juga?
Tidak.
Jadi?
Kecelakaan mobil.
Waktu mengendarai mobil?
Iya.
5783.
Tolong segera menepi ke pinggir jalan.
Kau mengerti?
Tadi anda membuang rokok ke jalanan kan?
Wah, kau sungguh cermat sekali, pak.
Perlihatkan SIM anda.
Oh SIMku ya?
Aku tidak punya SIM.
Apa kau punya kepribadian ganda?
Kayaknya dia itu gila.
Apa yang kau lakukan, kenapa kau tidak segera hubungi kelargamu?
Aku berpikir untuk segera berhenti merokok..
Tapi dia tetap mau merokok terus.
Maksudmu, siapa yang menyuruh siapa untuk berhenti merokok?
Memang kalau saya beritahu, kalian akan percaya?
Kenapa orang seusiamu, masih belum punya SIM?
Aku sudah punya SIM kok..
Aku supir taksi. Aku juga pernah jadi supir pribadi.
Welcome guest. Good bye. Sayonara) (Selamat datang. Sampai jumpa, Selamat tinggal.)
Tidak punya SIM tapi jadi supir taksi?
Apa sih yang kau bicarakan.
Saya takut dengan mobil.
Karena itul sampai sekarang saya tidak mau membuat SIM.
Sudah, hentikan. Kau mau apa lagi?
Tapi aku kan bisa mengemudi, kau juga tahu itu.
Hentikan. Hentikan. Sudah Hentikan.
Aku memang tidak punya SIM.
Aku tidak punya SIM. Karena aku takut dengan mobil.
Ah, ah, tunggu... tunggu,
Keluargamu akan datang?
Setelah kejadian ini,
Saya jadi sering datang ke kantor polisi. Padahal dulu belum pernah sama sekali.
Sudah berhenti bertingkah aneh lagi, dan cepat panggil keluargamu!
Seusia ini, apa saya tidak bisa menjamin diri saya sendiri?
Sebenarnya bisa, tapi sepertinya mentalmu tidak stabil..
Itulah kenapa kau tidak kami ijinkan menjamin dirimu sendiri.
Cepat panggil kerluargamu saja sana.
Jika saya tidak punya keluarga, Apa kalian akan menahan saya?
Kau ini.. kami juga ingin mengeluarkanmu dari sini secepatnya,
Kenapa? Apa tidak ada seorang pun yang akan datang?
Lalu selama ini kau hidup dengan siapa?
Kenapa kau minum-minum lagi?!
Ayo! Cepat!
Kau tahu disaat kapankah banyak orang ingin melakukan bunuh diri?
Kebanyakan orang ingin bunuh diri,
Saat ada, perayaan hari raya.
Karena saat itu, orang akan merasa kalau hidupnya benar-benar kesepian.
Disaat hari raya, orang lain merayakannya dengan gembira.
Disaat itulah aku berpikir,
Oh, hanya aku yang merasa kesepian seperti ini.
Hanya aku yang hidupnya menderita,
Sebenarnya aku sempat memiliki harapan,
Setelah aku berhasil dengan perkerjaanku,
Aku ingin menikahi wanita yang aku suka, dan ingin memiliki beberapa orang anak,
Lalu membentuk sebuah keluarga.
Namun, bagi orang yang awalnya sudah tidak mempunyai keluarga sepertiku,
Sangat sulit untuk mewujudkan impian itu.
Dari dulu aku berusaha keras agar tidak hidup sendirian.
Bahkan waktu aku kecil,
Aku sempat berpikir, apakah ada jasa yang menyewakan sebuah keluarga?
Apakah keluarga bisa aku pilih satu-persatu?
Jika kau lihat fotoku, semuanya hanya foto diriku sendiri.
Dulu, aku sering berkhayal, kalau di foto itu juga ada keluargaku.
Sebuah keluarga yang tidak bisa kulihat dan kurasakan keberadaannya.
Aku juga jadi sering berkhayal, menjadi seorang Ayah dan Ibu...
Aku melakukannya sendirian, Memalukan sekali.
Ada keperluan apa anda kemari?
Hyun Soo-ssi.
Apa yang kau lakukan?
Tadi kau bilang merasa kesepian, sekarang mungkin kalian bisa saling mengerti.
Kau ingat, apa yang kau ceritakan tentang keluarga barusan?
Kalau boleh memilih, aku justru ingin dilahirkan tanpa keluarga.
Itu yang aku rasakan.
Sampai sini saja ya,
Ohh..
Apa kau mau ini?
Jangan meminta dari anak-anak lagi ya!
Ini.
Aku pulang dulu..
Ohya..
Barang yang itu?
Tolong tunggu dulu!
Ini untukmu,
Karena kau bilang kau suka film kartun,
Jadi ini untukmu saja..
Ini video koleksiku.
Tapi, kenapa kau memberikannya padaku?
Ohh itu..
Karena, aku masih punya banyak film kartun lainnya.
Masih banyak sekali dirumah.
Baiklah kalau begitu.
Iya..
Harusnya kau yang bawakan barangnya tahu.
Hei! Tunggu! Pak supir!
Pak supir!
Tunggu Pak!!!
Kenapa tadi, saat di Kantor Polisi, Kau tiba-tiba, melakukan itu?
Oh itu,
Maaf ya,
Itu kebiasaanku dari kecil dulu,
Aku sering penasaran, ingin mendengar detak jantung seseorang.
Bagaimana kondisi jantungku?
Kondisi jantungmu sangat baik sekali.
Sepertinya orang tuamu memberimu jantung yang sehat padamu.
Kalau begitu..
Bolehka jika aku...
Maaf ya... supaya adil saja...
Hah?
Wah detak jantungmu cepat sekali,
Deg... deg... deg... deg... begitu..
Terdengar jelas sekali.
Dan aku juga bisa mendengar, suara nafasmu.
Aku berhenti disini ya,
Cepatlah..
Pasien Jung Joon Hwa..
Aku kan sudah bilang, ini hanya main-main saja.
Jika kalian kau melakukannya lagi, aku akan panggil seseorang untuk mengawasimu.
Apa kau habis bertemu dengan seseorang?
Kau lebih cantik dengan pakaian itu dibanding pakaian perawatmu.
Jika sepatumu diganti, kau pasti terlihat lebih cantik lagi.
Aku..
Dia ini, yang terakhir.
Permintaanku hanya...
Ingin membuatkan makan malam lagi,
Aku ingin memasak makan malam untuk....
Pasti, untuk orang yang kau sayang..
Kalau begitu, ayo kita pergi mencarinya.
Orang yang kusayang?
Ohh.....
Jika kau tanya orang yang aku sayangi..
Apa orang itu sudah tidak ada?
Maaf aku tidak bisa memberitahumu..
Bisakah hanya kita berdua saja yang makan?
Kalau ada orang lain yang ingin kau ajak,
Kau katakan saja nanti.
Ahh...
Tidak usah..
Ayo kita makan berdua saja.
Jadi aku tidak perlu, mencari orang yang kau sayangi itu?
Ohh!
Bisakah kita ajak 1 orang lagi?
Wahh.. Bagusnya..
Dimana belinya ya?
Aku Lupa
Tubuhku sedang dirasuki olehnya.
Aku ada keperluan dekat-dekat sini.
Jepit rambutmu...
Apa itu pacarmu?
Aku Ayahnya Hyun Soo..
Ohh..
Salam kenal pak..
Bisa dibilang... hubungan saya, dengan Hyun Soo masih...
Kembalilah ke kamar Ayah nanti kubawakan obatnya.
Belum lama ini, aku pergi bertemu peramal,
Peramal itu bilang, kalau sebentar lagi anakku ini akan segera menikah.
Apa kau akan menikahinya?
A..a..apa?
Me...me..menikah??
Ah.. itu..
Tentu saja saya ingin menikah.
Saya berharap bisa memiliki dua orang anak.
Sudah kembalilah ke kamar Ayah.
Sekarang.
Aku sudah tidak bisa menunggunya lebih lama lagi...
Aku ingin segera melihatnya menikah.
Aku bilang, segera kembali ke kamar Ayah!
Hyun Soo-ssi, kenapa kau seperti itu...
terhadap ayahmu?
Memangnya apa haknya Sang Man-ssi mangatur bagaimana aku bersikap terhadap ayahku?
Eh... karena aku pikir, itu..
Apa kau tahu masa laluku dengannya?
Kau tahu apa yang pernah dia lakukan padaku?
Hyun Soo-ssi... tapi yang namanya keluarga tetaplah...
Sang Man-ssi selalu bilang tentang keluarga,
Dan karena kau belum pernah punya keluarga, makanya bilang enak kalau punya keluarga,
Tapi aku berbeda pendapat denganmu.
Karenanya, aku jadi takut berkeluarga.
Maafkan aku sebelumnya Sang Man-ssi...
Aku hanya tidak mau kau ikut campur dalam urusanku.
Sebentar lagi musim dingin kan,
Nanti aku jahitkan saja yang berlubang agar bisa kau pakai lagi,
Oh, sayang sekali!
Aku rasa kau masih bisa memakainya,
Kalau masih bisa digunakan.. lebih baik jangan dibuang.
Kau akan membuangnya juga?
Yang aku buang milikku sendiri, kenapa kau yang repot?
Tenang saja, aku tidak akan bunuh diri sebelum permintaanmu selesai..
Tapi kau jangan menghalangi aku..
Oh, ini tetangga kita yang lain.
Apa kau.. bisa menyampaikan pesan terakhirku untuknya?
Hyun Soo-ssi..
Ehh...
Aku......
Mungkin ini sulit dipercaya,
Sebenarnya aku bisa melihat orang yang sudah meninggal,
Aku tahu kalau ini sulit dipercaya tapi...
Ayahmu datang padaku... dan dia memintaku...
Untuk memberitahumu, kalau dia ingin meminta maaf.
Dulu, aku sering memeriksa jantung Ibuku.
Aku berharap jantung Ibuku sehat seperti orang lain.
Walaupun saat itu aku masih kecil, tapi aku tahu..
Bahwa detak jantungnya kian melemah...
Dan pada suatu saat nanti aku tidak akan bisa mendengarnya lagi.
Saat itu aku sangat ketakutan, karena aku hanya tinggal berdua dengan Ibuku.
Aku tidak sempat berpikir untuk membawanya ke rumah sakit,
Saat itu aku hanya berharap kalau Ayahku akan segera pulang.
Dan dia akan datang secepatnya.
Tapi yang kuingat,
Saat itu Ayahku bahkan tidak pulang kerumah.
Maafkan Aku. Aku tinggal dulu ya.
Perawat Hyun Soo,
Kau jangan,
Terus memikirkan masa lalu.
Cobalah jalani hidupmu,
Dengan orang pilihanmu.
Selama ini kau merasa kesepian kan?
Tolong kau berikan kamera itu padanya..
Aku sudah tidak kuat untuk jalan kesana.
Kau ini kenapa selalu menangis?
Aku merasa menyesal sekali.
Kau bilang ingin makan malam bersama,
Ayo,
Kita ke pasar untuk membeli semua keperluannya.
Apa yang akan kita masak ya? Menunya apa saja ya?
Apa saja bahan untuk Japche? Tunggu, ayo lihat kesini.
Pasti berat ya...
Oh ini Minari (seledri) kah?
Wah, seledri ini segar..
Berapa harganya ya bu?
Aku datang untuk mengantarkan ini.
Oh,
Apa kau, sedang ada tamu?
Tidak.. tidak.. aku hanya sendirian,
Bukan. Maksudku.. aku memang dengan seseorang..
Maksudnya...
A.. apakah kau..
Mau makan malam denganku?
Rupanya seperti ini rasanya, makan bersama keluarga.
Orang lain beruntung sekali bisa merasakan ini setiap hari.
Apa kau, sering masak seperti ini?
Memasak?
Jika ada orang yang kau sukai, kau pasti akan memasak untuknya setiap hari!
Sungguh beruntungnya kau..
Jika bisa makan bersama dengan orang yang kau sukai itu.
Aku tidak tahu apa ini sesuai seleramu,
Tapi cobalah ini juga.
Aku berharap bisa memasaknya setiap hari untukmu...
Maafkan aku jika tidak bisa memasaknya tiap hari...
Oh, Sang Man-ssi,
Apa kau sudah berhenti merokok?
Memangnya masih ada yang mau merokok di jaman seperti ini?
Sebagai calon kepala keluarga, dia harus mementingkan kesehatan keluarganya kan..
Kau pasti sangat menysukai permen ya?
Mau bermain lagi?
Aku sangat hebat bermain roda putar lohh,
Jika nanti aku dapat lagi, aku akan memberikannya padamu.
Sang Man-ssi,
Sang Man-ssi, kau ingat waktu itu sempat bicara tentang ayahku?
Kau juga pernah bilang, kau bisa melihat orang yang sudah meninggal.
Apa kau yakin, itu bukan sekedar imajinasimu saja?
Atau kau masih mau bilang kalau kau ini memang bisa melihat hantu?
Ketika kau masih kecil,
Dia bilang, kau sangat menyayanginya,
Dan dia merasa senang bisa selalu bersamamu hingga akhir hayatnya.
Dia merasa sangat bersyukur.
Ada sesuatu yang ingin dia berikan padamu,
Dia simpan ditempat kalian biasa bertemu.
Jadi maksudnya, kau masih mau bilang kau bisa melihat orang yang sudah meninggal?
Apakah sekarang, mereka disini?
Di tempat kerjaku,
Tiap hari aku melihat ada orang yang meninggal.
Tapi kau, Sang Man-ssi, kau bilang kau bisa melihat arwah mereka,
Dan berbicara dengan mereka,
Kau juga bilang kau melihat arwah ayahku.
Coba kau pikirkan lagi baik-baik,
Aku saja anaknya yang sedang berduka tidak bisa melihatnya.
Aku rasa cukup sampai disini saja,
Aku pulang dulu.
Apa salahku ini?
Aku rasa percuma juga bertanya pada kalian.
Aku telah memenuhi permintaan kalian... Apa kalian akan pergi?
Hei bocah,
Kau sudah nonton. Kau akan pergi?
Kau kakek mesum,
Aku telah menemukan kameramu. Kau akan pergi?
Kau juga pak,
Gara-gara kau, aku jadi sering keluar masuk kantor polisi.
Kau belum puas?
Apa kau akan pergi?
Hei wanita cengeng.
Kita sudah makan malam bersama, kau juga sebaiknya pergilah..
Karena semua permohonannya sudah terpenuhi,
Artinya kalian sudah tidak membutuhkanku lagi,
Jadi sekarang kumohon..
Pergilah.
Belakangan ini,
Bunuh diri dengan gas beracaun sedang populer.
Jeong Won!
Jeong Won! Ini Ibu! Ibu!
Jeong Won!!! Jeong Won.... Oh Jeong Won!
Perawat Hyun Soo..
Apa kau sudah makan siang?
Jika belum makan,
Ayo makan siang bersamaku.
Seseorang bisa hilang ingatan, setelah orang itu mengalami trauma.
Jeong Won lupa pada keluarganya, karena dia terlalu takut akan kondisi kesehatannya.
Sampai akhir hidupnya, dia tidak mengingat ke dua orang tuanya.
Maafkan sikapku kemarin,
Aku tidak bermaksud seperti itu.
Oh... oh tidak apa-apa... lagipula mereka..
Maksudku hantu-hantu itu sudah pergi,
Aku juga tidak menyukai mereka,
Dari yang merokok, alkohol, makan permen dan menangis. Itu sangat menggangguku.
Akhirnya sekarang mereka sudah pergi,
Aku sekarang, bukan orang yang seperti itu lagi.
Apa benar begitu?
Aneh,
Terasa ada yang menyadarkanku, saat mau mencoba bunuh diri lagi.
Setelah aku tersadar, aku merasa dimarahi olehnya.
Gas beracunnya sudah menyebar didalam mobil,
Tapi dalam mobil itu, aku merasa melihat sesuatu,
Aku bisa melihat,
Wajah Hyun Soo.
Baru kali ini,
Aku berusaha bertahan hidup,
Untuk Hyun Soo.
Wah sepatumu bagus.
Dalam Video yang kau berikan padaku, masa ada video pornonya juga.
Apa?
Kamu pasti suka melihatnya ya?
Ah.. itu.. itu bukan milikku..
Tapi film kartunnya lucu-lucu.
Tapi sejak malam itu aku jadi penasaran..
Biasanya orang-orang mengisi kimbap menggunakan bayam,
Tapi kau malah mengisinya dengan seledri.
Oh itu..
Dulu karena, Ibuku sering bilang, seledri itu bagus untuk peredaran darah.
Jadi dia lebih suka menggunakan seledri dibanding bayam.
Seledri itu bagus untuk peredaran darah, baik untukmu.
Sang Man kapan besarnya ya?
Supaya Ibu bisa menggandeng tanganmu ketika sedang berbelanja..
Sang Man-ssi,
Sang Man-ssi,
- Kau mau serahkan uangnya tidak? - Aku butuh uang ini!!
Dasar Kau!
Hyung : Sebutan Kakak laki-laki dari adik laki-laki Hyung janji suatu saat, pasti akan mengajakmu nonton film itu.
TAEKWON V
Sayang!
Sayang! Ayah!
Mulai sekarang, aku sudah resmi jadi supir taksi.
Bagusnya...
Bagaimana kalau kita ajak anak-anak ke pantai?
Sekarang?
Kalau begitu, aku akan pinjam kameranya Koo Pan Su dulu ya untuk foto-foto disana.
Aku akan kembalikan sebelum aku mati!
Hei!! Kembalikan itu?!
Ayah akan membawamu ke pantai dan akan mengajarimu berenang di sana.
Wah, bensinnya habis..
Seseorang bisa hilang ingatan, setelah orang itu mengalami Trauma.
Dimana Kalian? Dimana Kalian?
Kumohon kembalilah..
Kenapa kalian pergi begitu saja setelah permintaan kalian terpenuhi?
Kenapa kalian tidak pamit padaku dulu? Kenapa kalian langsung pergi begitu saja?
Jangan pergi begitu saja..
Jangan seenaknya pergi begitu saja!
Jangan pergi. Jangan pergi. Jangan pergi...
Hyung?
Sang Man, kalau kau menangis lalu tertawa, nanti bokongmu tumbuh ekor loh.
Hyung berikan itu untukmu,
Kau boleh memilikinya. Hyung tidak suka, karena itu kekanak-kanakan.
Kau kan suka tuh, mainan yang seperti itu.
Jangan kasih ke orang lain ya.
Kau harus memainkannya!
Sudah kau nyatakan padanya?
Tidak ada satu hal pun yang membuat wanita tertarik padamu...
Hanya kejujuranlah..
Kau sudah besar ya, anakku..
Jangan merokok lagi ya..
Kau kan yang mengajariku..
Bukan "Kau",
Tapi "Ayah".
Belajarlah mengemudi seperti ayah,
Ayah akan mengajarimu,
Agar kau tidak mengalami kecelakaan,
Ayah akan selalu berada disampingmu,
Ayah akan mengemudi bersamamu.
Nak...
Ayah ini supir yang handal lohh..
Kau tahu itu kan?
Aku tahu..
Ayah..
Maafkan aku..
Ibu..
Apa aku boleh ikut denganmu?
Maafkan Ibu ya..
Karena Ibu sudah meninggalkan Sang Man sendirian..
Maafkan Ibu,
Ibu benar-benar minta maaf,
Walaupun selama ini kau menganggap dirimu selalu kesepian..
Sebenarnya Ayah, Ibu,
Kakek dan Kakakmu...
Selalu berada di dekatmu.
Jangan coba bunuh diri lagi, ya?
Mengerti kan?
Wanita itu cantik juga..
Apa dia suka kimbap buatan Ibu?
Oh, iya.
Selama ini Ibu sangat khawatir..
Ibu takut kau tidak akan mengingat Ibu lagi..
Terima kasih ya, karena kau masih mengingat Ibu..
Terima kasih juga, kau sudah bertahan selama ini.
Nah cucuku, bagaimana kalau kita berfoto bersama?
SEBELUMNYA
Lihat dia, apa dia mau bunuh diri? Banyak sekali.
Nak, hentikan..
Kau akan memakan semuanya?
Muntahkan, ayo muntahkan!
Menantuku. Air minum itu.
Ketika Ayah seusiamu, Ayahku..
Maksudku, Kakekmu..
Adalah seorang pengemudi taksi yang hebat tau.
Bukan.
Pesawat, kau tahu pesawat kan..
Kakekmu adalah pengemudi pesawat yang hebat,
Oh, ya, pilot,
Apa yang sedang kau lakukan? ayo makan sini..
Ya tunggu sebentar..
Aku sedang melihat foto-fotomu waktu dulu.
Foto?
Oh, makan, makan,
Semuanya sudah dipindahkan kan?
Jjajangmyunnya enak, kan?
Ayah..
Mereka itu siapa?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.