Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Begitu, ya.
Kalau gadis yang ini?
Dia Chelsea.
Dia teman terbaikku.
Kau kenal di mana?
Di taman dekat sini, aku sering lihat dia jalan-jalan sambil bawa anjing.
Apa kau suka anjing?
Tapi, setiap kali aku tiba-tiba gugup saat mau elus bulunya, aku malah digonggong.
Isla banget, ya!
Aduh, duh!
Maaf!
\h\hMenarik Chelsea\h\h
Jadi, kau sendiri yang tarik Chelsea, ya?
Ya.
Ternyata masih banyak kenanganmu yang belum kuketahui, ya.
Hari ini, hari terakhir kita bersama, ya?
kumpulkan cahaya
hikari wo atsumete
tinggalkan kenangan
sayonara no omoide wo
seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh
hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku
gelembung ingatan yang jadi rusak
kowarete shimau utakata no Memory
kelembutan air mata yang kesepian
samishisa no namida sotto fukou
ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan
nobashita te ha kanransha yasashiku toraete
bangkitkan kepingan ingatan
mezamesou na kioku no kakera
menunduk berharap 'tuk menghilang
utsumuite kiete hoshii to inoru kedo
namun kautemukan suaraku
kimi ga mitsukete kureta kono koe wo
jarum jam mulai berdetak
ugokidashita tokei no hari
dunia pun jadi penuh warna
sekai ha yagate irodzuite
hati plastik yang bersinar
Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo
takkan kulupakan dan ingatlah
wasurenai de oboete ite
hingga suatu hari kita kan bertemu
itsuka mata meguriaeru hi made
Kuharap Suatu Hari Nanti, Kau Akan Dipertemukan Kembali
Bagianmu bagaimana? Mau kugantikan?
Tenang saja. Serahkan padaku-
Isla!
Tsukasa, pipimu banyak debunya.
Kau juga.
Kalau begitu...
Alasan kau ajak mandi bareng,
karena kau mau lakukan itu, ya?
Mau kusiram sekali lagi?
Enggak.
Sekarang giliranku!
Isla, kau jahil banget, sih!
Hentikan!
Semuanya sudah siap?
Ya, sudah.
Kalau begitu, ayo berangkat.
Kalian...
Pagi, Kazuki.
Selamat pagi!
Dasar.
Mbak Kazuki tumben datang pagi banget.
Padahal biasanya selalu telat.
Aku punya firasat enggak enak, makanya datang lebih awal, dan ternyata betul.
Kenapa kalian hari ini malah ke kantor?
Kazuki, meski sekarang hari terakhirku, aku masih tetap karyawan Terminal Service.
Oh, begitu, ya?
Kau tanpa ini,
hanyalah Giftia, 'kan?
Kembalikan!
Enggak mau!
Kazuki curang. Dari dulu enggak pernah berubah.
Sudah sifat bawaan lahir, sih!
Enggak dikembalikan?
Ya.
Betulan?
Ya.
Baiklah.
Kazuki, aku betul-betul senang bisa bekerja di sini.
Ke-Kenapa jadi formal begitu?
Meski ada saat-saat jatuh bangun,
tapi ada juga banyak hal yang menyenangkan.
Kau ini,
padahal biangnya bikin masalah.
Mbak Kazuki?
Kuserahkan dia padamu, Tsukasa.
Sana! Pergi!
Cepat pergi dari sini!
Kalau mau bertemu mereka, aku sudah mengusirnya.
Sudah pergi, ya?
Mereka sudah pergi, ya.
Kalian repot-repot datang pagi begini cuma buat lihat mereka?
Kalian pada kurang kerjaan, ya.
Betul. Kau juga salah satunya.
Kenapa kita harus sembunyi segala, sih?
Padahal aku berharap seenggaknya bisa ucapkan selamat tinggal sama dia.
Kalau begitu, nanti malah buat mereka jadi beban pikiran.
Kita masih punya banyak waktu, ya?
Baiklah, mumpung masih banyak waktu, kita jalan-jalan yuk!
Apa ada tempat yang mau kaukunjungi?
Kalau Tsukasa?
Ke mana, ya?
Oh!
Kalau begitu, saat aku ucapkan "Tu, wa", terus kita bilang tempatnya sama-sama, ya?
Lalu, kalau tempat yang kita ucapkan sama, berarti kita ke sana.
Siap?
Tu, wa...
Taman hiburan!
Kau mau ke sana juga, Isla?
A-Aku enggak pengin, kok.
Enggak perlu.
Masa? Betulan?
Sini.
Tsukasa?
Ada apa?
Bukan apa-apa, kok.
Ayo, masih banyak yang harus kita jelajahi, lo!
Sebelum kita coba semua wahananya, kita enggak boleh berhenti, ya?
Ah, kita juga harus cicipi semua jajanan di setiap kiosnya!
Ayo kita jelajahi semuanya sampai selesai!
Ayo!
Kau capek?
Enggak, kok.
Hari ini badanku lagi fit banget!
Kalau Isla sendiri bagaimana? Sudah capek, belum?
Belum.
Soalnya aku lagi bareng denganmu.
Kali ini, aku enggak bakal demam terus tiba-tiba pingsan lagi kayak waktu itu, jadi jangan khawatir.
Semua orang tersenyum.
Kau pernah bilang kalau kau suka ke sini karena lihat banyak senyuman orang-orang, 'kan?
Ya.
Pada saat siang dan menjelang sore, senyuman mereka pun berbeda-beda.
Saat siang hari, mereka begitu antusias dan senyumannya terlihat begitu gembira.
Eh?
Dan saat menjelang sore,
mereka mulai terlihat sedikit gelisah.
Terus, kalau malam ini bagaimana?
Sedikit sedih.
Tapi, meski terlihat sedih, masih banyak dari mereka yang tunjukkan senyuman lepasnya.
Karena mereka bisa bawa pulang kenangan indahnya itu.
Isla.
Sebentar lagi tamannya akan ditutup.
Kami nantikan kunjungan Anda berikutnya,
dengan sepenuh hati.
Terima kasih atas kunjungannya hari ini.
Tsukasa, tamannya mau tutup.
Waktu kita sebentar lagi.
Ayo.
Ayo ke mana?
Aku sudah dapat izin.
Izin?
Kita boleh menaikinya.
Meski sebentar lagi tamannya tutup,
tapi petugasnya bilang bakal tunggu kita.
Aku mau naik bersamamu, Tsukasa.
Kayak baru kemarin kita bertemu, ya?
Aku berharap bisa bersenang-senang lebih lama lagi bersamamu.
Ya, aku juga.
Mulai sekarang, kau bakal jalani hidup tanpa aku, ya?
Ya, begitulah.
Aku penasaran sama kau di masa depan nanti.
Kira-kira, kau bakal terus bekerja di Terminal Service enggak, ya?
Ya, mungkin.
Tapi, cabang kita selalu buat masalah, mungkin saja nanti malah dibubarkan.
Betul juga, ya.
Tapi, kau pasti baik-baik saja.
Di mana pun kau bekerja, kau pasti bakal lakukan yang terbaik. Aku percaya itu.
Ya.
Beberapa tahun ke depan, aku yakin kau bakalan dapat pacar baru.
Maaf.
Tadi kayaknya omonganku keterlaluan.
Enggak.
Eh.
Apa yang kausuka dariku, Tsukasa?
Kalau aku, ada banyak hal yang kusuka darimu, lo.
Misalnya...
Saat kau sedang baca buku panduan dengan serius.
Oke, aku sudah ceritakan satu hal yang kusuka darimu.
Sekarang giliranmu.
Ayo, cepat!
Saat kau tersandung, mungkin?
Oke, sekarang giliranku.
Tulisanmu yang rapi.
Gantian.
Sikapmu yang kikuk.
Nasi omelet makanan kesukaanmu.
Tubuhmu yang mungil.
Dari tadi yang jelek melulu.
Tapi, memang itulah yang kusuka darimu.
Saat kau bilang tehku enak.
Itu karena kaunya yang pandai buat teh.
Tanganmu yang besar.
Sifatmu yang penakut.
Kau yang suka tahan air mata terus tetap tegar,
dan berusaha menutupinya dengan senyuman.
Senyumanmu yang begitu manis,
tapi aku sedikit khawatir.
Isla.
Aku bahagia.
Eh, Tsukasa.
Aku betul-betul bahagia.
Sudah waktunya mimpi ini berakhir.
Aku mau mengakhirinya di sini.
Sebelum bianglala ini berhenti berputar,
ya?
Isla.
Aku...
Ini pertama kalinya kau menangis di depanku, ya?
Kau pasti sudah menahannya sejak lama, ya?
Karena memang begitulah sifatmu.
Terima kasih.
Terima kasih sudah menangis untukku.
Kuharap suatu hari nanti, kau bisa bertemu kembali dengan orang yang kaucintai.
Wajah dia terlihat bahagia, ya.
Ya.
Kau sudah berusaha keras sampai saat terakhir.
Saat kalian baca ini,
kurasa aku sudah tidur terlelap.
Aku selalu mengira kalau Terminal Service hanyalah sekadar pekerjaan hapus kenangan seseorang,
dan enggak bakal pernah dapatkan imbalan apa pun.
Bahkan enggak layak buat dapatkan ucapan terima kasih.
Tapi anehnya, ternyata banyak yang ucapkan terima kasih sama aku.
Dan di saat waktu hidupku dekati akhir,
aku pun akhirnya mengerti.
Karena orang-orang di Terminal Service No. 1 begitu baik sampai-sampai buatku terharu.
Mereka adalah orang-orang yang luar biasa.
Mereka senantiasa menerimaku apa adanya.
Sudah sewajarnya aku berterima kasih sama mereka.
Aku sangat senang bisa bekerja dengan kalian semua.
Aku bangga bisa bekerja di Terminal Service.
Kazuki.
Enam tahun jadi mitramu, bagiku juga merupakan kenangan yang indah, lo.
Tsukasa.
Aku sangat senang bisa bersamamu sampai akhir.
Terima kasih.
Untuk semuanya juga.
Terima kasih.
hagureta kimi wo sagashiteta yo\h\h\h\h\h\h\h ku mencarimu yang telah kehilangan arah
yobikaketa koe kakikesarete\h\h\h\h\h\h\h tenggelamkan suara yang memanggilku
boku ga nigirishimeta sono te ha tangan yang kugenggam erat itu
furueteita ne\h telah tergetar
futari no omoi ga modosenai jikan\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h yang terpikirkan hanya waktu yang takkan pernah kembali
dakishime takaku tondeku yo\h\h\h\h\h\h kan kita rangkul dan terbangkan tinggi
mangekyou sora ni kirameite\h\h\h\h\h kaleidoskop yang berkelip di angkasa
kimi nanikochinaku hohoendete dan kau tersenyum tanpa ragu\h
itoshisa afureteyuku\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h kupenuh dengan cinta dan kasih sayang
hikari ga toketeku sono mae ni\h sebelum cahaya ini kian meredup
kokoro kara negaunda\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h ku kan mohon dari lubuk hati terdalam
kono shunkan wo towa ni wasurenai you ni to\h\h\h\h\h\h\h\h tuk jangan pernah lupakan momen ini sampai kapan pun
Seandainya rentang usia hidupku
sudah ditentukan dari awal, aku bakal bereaksi kayak apa, ya?
Aku bakal manfaatkan waktu hidupku yang terbatas ini
dengan jalani hidup sepenuhnya.
Bagaimana dengan program pelatihannya?
Sangat bermanfaat. Banyak hal yang kupelajari.
Sembilan bulan, ya?
Terasa begitu cepat, ya.
Mulai hari ini, aku bakal kembali kerja di sini. Mohon kerja samanya.
Oh, kebetulan sekali. Biar aku perkenalkan.
Tsukasa, dia adalah mitra barumu.
Salam kenal.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.