Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Belum jelas?
Tim kalian dibubarkan.
Lah? Kok tiba-tiba?
Tolong jelaskan alasannya!
Alasannya karena...
Hubungan percintaan di kantor itu dilarang.
Eh? Aku enggak pernah dengar ada peraturan begitu.
Pokoknya, aku bakal ambil alih Isla.
Tsukasa, mulai besok kau bakal satu tim sama Constance, paham?
Ta-Tapi...
Baiklah.
Kami mengerti.
Isla.
kumpulkan cahaya
hikari wo atsumete
tinggalkan kenangan
sayonara no omoide wo
seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh
hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku
gelembung ingatan yang jadi rusak
kowarete shimau utakata no Memory
kelembutan air mata yang kesepian
samishisa no namida sotto fukou
ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan
nobashita te ha kanransha yasashiku toraete
bangkitkan kepingan ingatan
mezamesou na kioku no kakera
menunduk berharap 'tuk menghilang
utsumuite kiete hoshii to inoru kedo
namun kautemukan suaraku
kimi ga mitsukete kureta kono koe wo
jarum jam mulai berdetak
ugokidashita tokei no hari
dunia pun jadi penuh warna
sekai ha yagate irodzuite
hati plastik yang bersinar
Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo
takkan kulupakan dan ingatlah
wasurenai de oboete ite
hingga suatu hari kita kan bertemu
itsuka mata meguriaeru hi made
Meski tadi bilang begitu...
Bukan Mitra Kerja Lagi
Tapi, sekarang bagaimana, ya?
Omong-omong, Constance mana?
Hoi, Constance!
Constance!
Bisa keluar sebentar enggak, buat mengobrol?
Kalau mau, kau boleh perlihatkan trik sulapmu, lo.
\h\hKazuki\h\h
Hoi! Dengar enggak, sih?
Jangan pura-pura enggak dengar! Cepat keluar, dong!
Kazuki.
\h\hAku lagi pergi memancing sama bos.\h\h \h\hMalam ini aku enggak pulang.\h\h \h\hSampai ketemu besok.\h\h \h\h- Constance\h\h
"Aku lagi memancing sama bos. Malam ini aku enggak pulang.
Constance."
Apa-apaan ini? Dia pasti berbohong!
Aku enggak pernah dengar dia punya hobi memancing!
Apa dia sudah tahu kalau aku bawa Isla ke sini?
Dasar kacamata.
Kalau sudah begini...
Yang sudah terjadi, biarlah terjadi!
Pagi.
Ya.
Pa-Pagi.
Itu...
Kau enggak ingat?
Sama sekali.
Lihat saja ke terminal.
Meski sudah tiga tahun, ternyata kau masih saja lemah sama alkohol.
Eh, bagaimana hubunganmu sama Tsukasa selanjutnya?
Kalau menurutku-
Kurasa berpisah kayak begini adalah jalan yang terbaik buat kami berdua.
Demi kebaikan kalian berdua, ya?
Hubungan percintaan di kantor dilarang?
Mbak Kazuki bilang begitu?
Aku baru dengar.
Aku juga.
Ya, 'kan?
Aku dengar mbak Kazuki pernah lakukan hubungan percintaan di kantor.
Eh?
Tapi, itu cuma gosip, sih.
Apa Sherry tahu sesuatu soal gosip itu?
Kurasa dia tahu sesuatu.
Tolong, ceritakan sama aku.
Mungkin saja ini ada hubungannya dengan pelarangan itu.
Enggak mau.
Ini demi jaga nama baik Kazuki.
Pagi!
Selamat pagi.
Begitulah, kalian harus hati-hati.
Apa ada yang mau ditanyakan?
Satu hal lagi.
Aku tahu ini mendadak, tapi mulai hari ini, aku dan Tsukasa bakal bertukar mitra.
Eh? Kau harus minta persetujuan dulu dariku.
Maaf, Constance, memang harus begitu, tolong ya.
Tak bisa seenaknya.
Baik.
Selesai.
Mbak Kazuki.
Aku enggak mau pisah mitra sama Isla.
Bubar!
Tsukasa tetap di sini.
Aduh.
Suatu hari aku yakin mereka bakal mengerti betapa hebatnya Bos.
Apa kau khawatir?
Tolong kasih tahu aku.
Bagaimana caranya biar aku bisa kembali jadi mitranya Isla?
Bagaimana, ya?
Mau kembali, katamu? Lagi pula, semua ini juga salahmu nyatakan cinta, makanya jadi begini.
Maaf! Maaf!
Tapi, aku enggak mau hubunganku sama dia berakhir begini!
Larangan hubungan percintaan di kantor itu cuma kebohonganku saja.
Eh?
Melihatnya saja aku jadi enggak tega.
Kalau aku tetap biarkanmu bareng Isla,
beban padanya bakal tambah berat.
Itu enggak betul.
Jangan pikir kau bisa bodohiku.
Pagi ini, Isla bilang begini sama aku:
"Berpisah sama Tsukasa adalah jalan yang terbaik."
Dasar, aku enggak habis pikir.
Isla bilang begitu?
Kau sudah siap terima risikonya, 'kan?
Ya.
Kalau begitu, serahkan saja masalah ini sama aku.
Aku bakal perbaiki kepribadian jeleknya itu dan berinya pelajaran tanpa ampun!
A-Apa itu bakal baik-baik saja?
Barusan dia bilang apa?
"Serahkan masalah Isla sama aku."
Apa tadi dia bilang mau berikan pelajaran sama dia?
Ya.
Wah, sudah kuduga!
Mbak Kazuki betul-betul serius dengan masalah ini!
Isla mungkin enggak bakal selamat lagi!
Dia itu orangnya enggak kenal ampun!
Michiru dulu juga pernah alami hal itu, ya?
Sejak kejadian itu, berat badanku turun 10kg dalam sebulan.
Tsukasa, apa kau baik-baik saja?
Sikap keras kepalanya Kazuki bikin repot, ya?
Seperti hari ini.
Duh, perutku kambuh lagi.
Hati-hati, lo.
Kazuki itu kalau sangkut masalah Isla, dia jadi sensitif.
Ya.
Tahun lalu, waktu aku lagi bicarakan masalah kayak begini, dia tiba-tiba memukulku
dengan botol alkohol.
Eh?
Memang sulit dipercaya, tapi dulunya dia itu gadis yang manis dan polos.
Botol alkohol.
Tsukasa, apa kau sudah dengar soal pertukaran kamar?
Eh?
Itu, lo.
Spotter dan marksman tinggal bareng, 'kan?
Karena rapat hari ini, aku harus konfirmasi siapa yang bakal pindah.
Bisakah ditunda beberapa hari lagi?
Eh?
Apa Kazuki yang bilang begitu?
Kalau itu...
Betul.
Kazuki berpesan begitu.
Eh?
Begitu, ya.
Baiklah!
Semoga berhasil.
Constance, anu...
Santai saja.
Omong-omong, sekarang waktunya kita kerja.
Tolong siap-siap.
Eh?
Terkadang cowok juga bisa akrab, 'kan?
Lagian, sekarang kita juga mitra.
Sasaran penarikan kita adalah Sarah.
Pemiliknya bernama Antonio Horizon.
Kakek tua ini bisa dibilang seorang bos mafia.
Tergantung apa kasusnya nanti, mungkin dia bakal bikin kita repot.
Aku sudah baca dari laporan Tsukasa.
Sekarang kau juga ikut ambil peran, 'kan?
Serahkan sama aku.
Setiap lihat wajahmu yang begitu,
aku jadi ingat dirimu dulu yang payah.
Bercanda, kok.
Mungkin pekerjaan ini memang cocok buatmu.
Kalau begitu, sampai ketemu minggu depan.
Sampai ketemu lagi, Dik Louis.
Terima kasih, Kak Tsukasa, Kak Constance.
Constance hebat, ya.
Aku malah enggak lakukan apa-apa.
Tsukasa juga, kau bisa luluhkan hati anak itu.
Itu hal yang patut dipuji.
Begitu, ya?
Sebentar lagi waktunya makan siang, ya.
Apa kau khawatir soal masalah Kazuki?
Eh?
Ah, enggak.
Sedikit.
Apa kau sudah tahu?
Kalau cara penarikan kita itu beda dengan cabang Terminal Service lainnya.
Ya.
Saat aku bekerja sama Andie kemarin, rasanya kayak dipaksakan.
Dia sama sekali enggak peduli dengan keadaan sasaran penarikan.
Sebaliknya di cabang kita,
sebisa mungkin kita harus bisa tanggapi perasaannya.
Metode itu pertama kali yang sarankan adalah Isla.
Benarkah?
Karena biayanya yang mahal dan makan banyak waktu,
kebijakan perusahaan enggak setujui metode itu.
Aku dengar Kazuki juga enggak setuju dengan metode yang disarankan Isla.
Tapi, sehabis dia putuskan hubungan mitranya sama Isla,
Kazuki mulai bicarakan masalah itu sama yang lainnya.
Kalau dia mau coba gunakan metode itu.
Berarti...
Ya.
Itulah seberapa besar perasaan Kazuki sama Isla.
Tenanglah! Tenanglah diriku!
Kau sendiri yang mau ubah Isla, 'kan?
Awas saja kalau mereka buat Isla menangis, enggak bakal kumaafkan!
Kalau sampai menangis, enggak bakal kumaafkan! Kalau sampai menangis, enggak bakal kumaafkan!
Jadi ingat dulu, suka gugup begini.
Dulu juga sering kayak begini.
Ada banyak orang di luar sana yang mau membunuhku.
Dia sudah jadi pengawalku selama beberapa tahun.
Karena itu, dia tak pernah rasakan kehidupan normal.
Maka dari itu, aku punya permintaan untukmu, gadis kecil.
Apa boleh?
Aku bakal lakukan sebisaku.
Di waktunya yang tersisa,
aku ingin kau jadi teman mainnya.
Tapi, Tuan, aku tak punya waktu untuk bermain.
Dengan senang hati.
Terima kasih.
Begitulah.
Nikmatilah waktumu yang tersisa.
Baik, Tuan.
Sebagai gantinya...
Kau enggak apa-apa?
Sebagai gantinya...
Aku ingin Anda juga ikut.
Aku ikut juga?
Karena bersama dengan orang yang dicintainya, merupakan hal yang paling buatnya bahagia.
Apa kau sadari perubahan Isla?
Perubahan?
Misalnya,
coba ingat kembali waktu pertama kali kalian baru jadi satu tim.
Dia pendiam banget.
Waktu pertama kali tinggal satu asrama, saat kuajak bicara, dia selalu cuek sama aku.
Ya.
Waktu lagi kerja juga, entah dia lagi gugup atau apa, tiba-tiba dia suka diam kayak patung.
Kazuki bilang itu karena dampak dari kelelahan kebanyakan bekerja.
Tepat sebelum Kazuki bubarkan mitranya sama Isla,
kayaknya Isla sudah lebih dulu tutup hatinya.
Kalau enggak begitu, dia pasti bakal menolaknya.
Jadi, maksudmu metode penarikan yang disarankan Isla itu terlalu membebaninya?
Bisa dibilang Isla terlalu paksakan dirinya sendiri.
Tapi, belakangan ini,
Isla tampak lebih ceria kayak dulu.
Dan itu buat Kazuki senang.
Mungkin karena Isla sudah terbiasa sama aku.
Itu merupakan perubahan yang luar biasa.
Dibanding tiga tahun yang lalu, Isla suka tutup dirinya dari siapa pun.
Sekalipun kami ajak bicara,
dia cuma berikan jawaban yang singkat.
Begitu, ya.
Kazuki berharap banget padamu.
Dia bilang, "Aku bisa percayakan Isla sama dia."
Silakan.
Terima kasih.
Bersama dengan orang yang dicintainya, ya?
Kau sendiri mau bagaimana?
Kau yang bilang sendiri, 'kan?
"Bersama dengan orang yang dicintainya, merupakan hal yang paling buatnya bahagia."
Jadi, karena itu kau serahkan pekerjaan ini sama aku?
Bagaimana denganmu?
Kau selalu egois! Dari dulu sifatmu begitu.
Mungkin sudah sifat bawaan lahir.
Kenangan yang kaubuat sama dia...
Bukankah kau mau dia mengingatnya?
Pekerjaan kita enggak butuhkan imbalan.
Karena itu merupakan balasan bagi mereka yang sudah hapus kenangan seseorang.
Apa betul itu yang kauinginkan?
Kau juga saat ini
merupakan sasaran penarikan, tahu!
Aku sudah jelaskan tadi pagi!
Aku bakal menjauh dari Tsukasa!
Itulah jalan yang terbaik buat kami berdua!
Dasar, kau ini merepotkan banget, ya!
Ke-Kenapa, sih?
Sudah kubilang jangan keras kepala, dasar anak batu!
Kau lakukan ini demi Tsukasa, 'kan?
Tiga tahun yang lalu...
Aku bubarkan tim kita karena kupikir itu jalan yang terbaik.
Aku pikir melakukannya demi dirimu.
Tapi, aku salah.
Salah besar!
Lakukan hal itu enggak bakal hasilkan apa-apa.
Kalau kau jauhi Tsukasa sekarang,
yang tersisa di dalam dirinya, cuma kenangan pahit bersamamu!
Begitulah sifat manusia.
Kami bakal menyesal dan terus salahkan diri sendiri.
Apa kau mau berakhir begitu?
Aku juga pernah berpikiran buat lupakan semua kenangan indahku bareng Kazuki.
Yang kudapat hanyalah penyesalan.
Bahkan sekalipun aku punya banyak kenangan indah.
Tsukasa.
Aku...
Sekarang bukan waktunya buat grogi.
Pergi sana.
Tsu-Tsukasa.
Isla? Ada apa?
A-Ada hal penting yang mau kubicarakan denganmu!
Eh?
Se-Sekarang? Di sini?
Baiklah.
Aku...
Aku...
Saat kau nyatakan cinta sama aku,
aku berpikir enggak bakal lagi buat kenangan bersamamu!
Karena kita bakal berpisah.
Karena menurutku, cuma bakal buat perpisahan kita jadi lebih menyakitkan.
Karena kau yang ditinggalkan, kaulah yang bakal terluka!
Tapi, demi kau...
Aku coba buat jauhi dirimu.
Itulah yang kuputuskan.
Meski begitu...
Aku pun membayangkannya.
Bagaimana kau bakal mengingatku di masa depan nanti.
Kau pasti bakal terpuruk, kesepian dan menderita.
Hanya karena diriku.
Kau kehilangan semua kenangan indah itu.
Dan aku...
Dan aku enggak mau hal itu terjadi.
Isla.
Aku mau buat kenangan lebih banyak lagi bersamamu!
Aku mau kau ingat kalau aku pernah ada di sini!
Sampai saat terakhir!
Sampai saat terakhir.
Aku mau selalu bersamamu!
Tenang saja.
Aku bakal selalu bersamamu.
Tsukasa.
Aku
mencintaimu.
hagureta kimi wo sagashiteta yo\h\h\h\h\h\h\h ku mencarimu yang telah kehilangan arah
Panasnya, deh!
Selamat!
yobikaketa koe kakikesarete\h\h\h\h\h\h\h tenggelamkan suara yang memanggilku
Oh, indahnya masa muda!
Selamat!
boku ga nigirishimeta sono te ha tangan yang kugenggam erat itu
Syukurlah!
furueteita ne\h telah tergetar
futari no omoi ga modosenai jikan\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h yang terpikirkan hanya waktu yang takkan pernah kembali
Berhasil, ya?
dakishime takaku tondeku yo\h\h\h\h\h\h kan kita rangkul dan terbangkan tinggi
Constance.
Malam ini temani aku minum, ya.
Oh? Ini pertama kalinya aku diajak.
mangekyou sora ni kirameite\h\h\h\h\h kaleidoskop yang berkelip di angkasa
Enggak mau, ya?
Mau, kok. Dengan senang hati aku bakal menemanimu.
kimi nanikochinaku hohoendete dan kau tersenyum tanpa ragu\h
Malam ini, aku yakin semua alkohol terasa nikmat.
itoshisa afureteyuku\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h kupenuh dengan cinta dan kasih sayang
hikari ga toketeku sono mae ni\h sebelum cahaya ini kian meredup
kokoro kara negaunda\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h ku kan mohon dari lubuk hati terdalam
kono shunkan wo towa ni wasurenai you ni to\h\h\h\h\h\h\h\h tuk jangan pernah lupakan momen ini sampai kapan pun
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.