Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
kumpulkan cahaya
hikari wo atsumete
tinggalkan kenangan
sayonara no omoide wo
seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh
hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku
gelembung ingatan yang jadi rusak
kowarete shimau utakata no Memory
kelembutan air mata yang kesepian
samishisa no namida sotto fukou
ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan
nobashita te ha kanransha yasashiku toraete
bangkitkan kepingan ingatan
mezamesou na kioku no kakera
menunduk berharap 'tuk menghilang
utsumuite kiete hoshii to inoru kedo
namun kautemukan suaraku
kimi ga mitsukete kureta kono koe wo
jarum jam mulai berdetak
ugokidashita tokei no hari
dunia pun jadi penuh warna
sekai ha yagate irodzuite
hati plastik yang bersinar
Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo
takkan kulupakan dan ingatlah
wasurenai de oboete ite
hingga suatu hari kita kan bertemu
itsuka mata meguriaeru hi made
Janji yang Mau Kutepati
Rasanya aku beli kebanyakan, ya?
Tapi,
besok hari terakhirku bareng Souta.
Wah!
Sudah jam segini!
Aku harus cepat pulang!
Halo, Souta.
Ada apa?
Apa kabarnya Marcia?
Souta?
Marcia masih belum pulang juga.
Eh?
Aku dari Terminal Service.
Apa Marcia ada?
Saat ini, dia lagi belanja.
Oh!
Bisa kasih tahu, dia biasanya belanja di mana?
Kelihatannya itu petugas penarik Giftia palsu.
Usia hidup Marcia
tinggal 24 jam lagi.
Begitu lewat masa hidupnya...
Eh, om-om itu temannya Kak Tsukasa, 'kan?
Minta dia bawa Marcia ke sini dulu, ya?
Soal itu...
Tsukasa.
Souta.
Sepertinya om-om itu sudah menipumu
dan bawa Marcia kabur.
Masa?
Tapi, tenang saja.
Aku janji bakal temukan Marcia
dan bawa dia kembali.
Makanya,
kau tunggu di sini saja.
Rasanya dia memang didekati sama penarik Giftia gelap itu.
Baiklah.
Sekarang, kita berpencar dulu dan cari Marcia.
Jangan takut.
Masih ada waktu.
Baik!
Kalau akhirnya dia jadi Wanderer,
bakal kayak tiga tahun lalu, ya?
Kemungkinannya belum seratus persen.
Jangan bicara begitu.
Sebaiknya kulaporkan dulu situasinya ke GM kita, ya?
Tolong Pak Manajer saja yang urus, ya.
Kantor Pusat SAI
Pak GM Godou.
Ada telepon dari Yamanobe, Terminal Service #1.
Pak GM!
Begini.
Ada situasi yang lumayan gawat saat ini.
Kenapa?
Salah satu sasaran penarikan kami diculik salah satu penarik Giftia gelap,
dan kami kehilangan jejak mereka.
Berapa lama lagi usia hidupnya?
Ah, anu... Sampai jam satu siang besok.
Hubungi R. Security.
Situasinya darurat.
Aku mengerti, Pak.
Kalian teruskan saja pencariannya.
Aku bakal bantu dari sini.
Baik.
Gawat.
Enggak ketemu juga.
Kalau masih enggak ketemu, dia bisa...
Ayo cek area sekitar lagi.
Jaga-jaga, siapa tahu ada hasil.
Kita cari lebih teliti.
Sebetulnya aku terus terbayang sama kata-katanya Michiru kemarin.
Isla, apa kau tahu soal Wanderer?
Wanderer itu kasus yang langka.
Marcia belum tentu bakal jadi Wanderer.
Makanya...
Kita enggak boleh putus asa dulu sekarang.
Kau betul.
Terima kasih!
Tsukasa!
Bagaimana? Sudah ketemu?
Enggak, masih belum.
Oh.
Kami periksa sebelah sini lagi, deh.
Kau sama sekali belum tidur, 'kan?
Sudah kubilang, istirahat dulu!
Belum sih, tapi aku masih kuat.
Kau mungkin kuat, tapi Isla?
Aku enggak apa-apa.
Ah, dasar!
Terus, kita mau ke mana sekarang?
Menurut beberapa saksi,
kelihatannya si penarik gelap ini sembunyi di tempat yang bakal kita tuju.
Benarkah?
Akhirnya kita dapat petunjuk!
Area yang kita tuju masih lumayan luas,
tapi itu lebih baik daripada enggak ada petunjuk, 'kan?
Jalan ini ditutup buat siapa pun.
Silakan putar balik.
R. Security, ya?
Sudah kuduga mereka bakal diturunkan!
R. Security?
Mereka perusahaan keamanan swasta
yang jadi mitra bisnis perusahaan kita.
Apa maksudnya ditutup buat siapa pun?
Kalian enggak punya wewenang sejauh itu!
Kami harap kalian mau bekerja sama.
Kami harus bekerja sama, ya?
Dengar, kami ada urusan penting di sini!
Kalau kalian masih keras kepala, panggil atasan kalian ke sini!
Kazuki! Kau harus lebih kalem kalau lagi negosiasi.
Ada ribut-ribut apa ini?
Kita ketemu lagi di sini, ya?
Sudah tiga tahun, 'kan?
Sekarang pangkatmu sudah naik ya, Shinonono?
Namaku Shinonome!
Jadi? Kalian masih pakai alasan yang sama buat ikut campur lagi?
Kalau betul...
Jangan melotot begitu, dong.
Tujuan kami cuma amankan si penarik gelap itu.
Kami enggak peduli sama Giftia yang diculik.
Seenggaknya untuk saat ini.
Oh, begitu, ya?
Terus?
Kau sudah punya info apa?
Memangnya aku harus cerita?
Kami bukan badan amal, tahu!
Jangan bilang begitu, ah!
Kalau responsmu baik, aku bisa saja bersedia lupakan apa yang pernah terjadi di masa lalu.
Buka mapnya.
Tapi...
Enggak masalah.
Kau ternyata baik juga, ya.
Kok kau bisa dapat promosi?
Berkat bantuanmu.
Berdasarkan jaringan informasi yang kami punya,
lokasi persis tempat persembunyiannya berhasil dilacak.
Radiusnya mencakup luas area ini.
Sekarang akses keluar-masuk area sudah diamankan.
Kurang-lebihnya sama dengan informasi kami.
Berarti Marcia pasti ada di dalam sana, ya?
Hoi, memangnya Giftia masih belum dipasangi transmiter juga, ya?
Itu sudah diatur di UU Perlindungan Android, 'kan?
Itu pelanggaran HAM namanya.
Pelanggaran HAM?
Tapi, mereka cuma mesin, 'kan?
Ayah!
Mereka jadi susah diurus begitu jadi Wanderer, tahu.
Apalagi alat pembatas tenaga mereka jadi enggak aktif lagi.
Alat pembatas tenaga?
Bagi Wanderer, angkat barang seberat mobil cuma hal kecil.
Karena itu,
kalau mau tangkap Wanderer,
kita juga harus matikan alat pembatas tenaga di Giftia kita
atau
pakai senjata ini.
Apa itu?
Ini perangkat lunak yang bisa hancurkan program.
Cuma spotter yang boleh pakai ini.
Ini jadi upaya terakhir kita.
Satu tembakan saja bisa nonaktifkan seluruh fungsi kerja Giftia.
Bentuknya mirip senapan, tapi cara kerjanya lebih mirip virus.
Risiko buat kita juga rendah.
Seandainya dia kena tembak,
apa dia masih bisa pulih?
Enggak.
Begitu, ya.
Makanya, ini upaya kita yang paling akhir.
Ini bukan masalah kalau kita bisa temukan Marcia duluan.
Makanya, jangan terlalu dianggap serius, ya?
Ya.
Dengar, semuanya!
Mulai sekarang, kita bakal bekerja sama dengan R. Security.
Ha?
Kau gila, ya?
Kok harus sama mereka, sih?
Michiru.
Ikuti dulu saja.
Sasaran mereka cuma si penarik palsu ini.
Mereka enggak bakal sentuh Marcia.
Aku mau coba gali informasi lebih jauh dari R. Security.
Apa pun caranya, harus kita yang berhasil dapatkan Marcia.
Jelas?
Baik!
Tsukasa!
Eh?
Apa Isla sanggup?
Ah,
pokoknya jangan ada masalah.
Kau masih keberatan lepas Isla bertugas di lapangan lagi, ya?
Aku takut kalau ini bakal sama kayak tragedi tiga tahun lalu.
Sulit dipercaya!
Kita harus kerja sama bareng?
Kok kau benci banget sama mereka, sih?
Orang-orang itu cuma anggap Giftia sebagai barang!
Waktu itu, mereka juga yang bikin kaki mbak Kazuki cedera parah sampai sekarang.
Makanya...
Waktu itu?
Apa ini ada hubungannya sama kejadian ayahmu?
Begini, Tsukasa.
Memangnya kalau kau tanya sambil sok polos terus-terusan,
kaupikir kita bakal jawab semuanya?
Ah, bukan begitu.
Maaf.
Kau memang orang bego yang enggak peka.
Tiga tahun lalu...
Aku sudah pernah cerita soal ayahku yang jadi Wanderer, 'kan?
Waktu itu, mbak Kazuki yang ditugaskan buat tarik ayahku.
Mbak Kazuki?
Karena aku enggak mau ayah ditarik, akhirnya kami berdua kabur.
Ayah, bertahanlah!
Ayah harus bisa bertahan!
Ketemu juga.
Mbak Kazuki!
Ayah jadi...
Diam di tempat!
Cepat menyingkir dari Giftia itu!
Tolong, biar aku yang mengurusnya!
Jangan bikin keadaannya tambah buruk!
Siapa yang tahu kapan dia bakal berubah jadi Wanderer!
Dia harus dihancurkan sekarang juga!
Sudah kubilang, kalian jangan ikut campur!
Berisik! Cepat menyingkir dari sana!
Enggak! Lepaskan aku!
Hoi!
Ayah!
Michiru!
Tembak!
Tembak!
Ayah.
Sebetulnya memang aku yang salah,
tapi seandainya mereka enggak muncul,
semuanya enggak bakal berakhir begitu.
Terus, kok kita harus kerja bareng mereka?
Aku...
Aku bakal jalankan tugasku sebisa mungkin.
Ini juga demi Souta.
Pokoknya temukan Marcia dan amankan dia.
Mbak Kazuki sendiri,
aku yakin prioritas utamanya adalah temukan Marcia.
Apa yang sudah terjadi sama ayahmu,
pasti enggak mau dia alami lagi.
A-Aku juga tahu kalau cuma itu!
Kita berpencar di sini dan cari jejaknya.
Sebetulnya yang senior itu kau atau dia, sih?
Zack! Kaubilang apa barusan?
Bukan apa-apa, kok!
Ya, tempat persembunyiannya ketemu. Tapi, semuanya sudah kosong.
Yasutaka.
Wah, kelihatannya si penarik palsu kita lagi tidur siang.
Kalau Marcia...
Enggak kelihatan.
Wah, wah.
Si pelaku babak belur.
Itu artinya...
Situasinya enggak bagus, ya?
Berdasarkan kondisi TKP,
kelihatannya Marcia berhasil kabur sendirian.
Kabur?
Kemungkinan dia sudah jadi Wanderer.
Dengar, semuanya!
Sekarang,
lupakan menolong Marcia.
Lakukan apa saja demi hentikan Marcia.
Kalian sudah paham, 'kan?
Kalau kita enggak langsung ambil tindakan,
Marcia bakal dihancurkan sama R. Security.
Makanya,
seenggaknya kita hentikan dia
sebagai bentuk tanggung jawab kita.
Ini
juga bagian dari tugas kita.
Kok situasinya jadi begini?
Kalau kita ketemu Marcia,
kau cukup awasi saja, Tsukasa.
Isla?
Biar aku yang mengurusnya.
Kau sudah berusaha semaksimal mungkin.
Mulai dari sini
jadi tanggung jawabku.
Ini yang namanya pembagian kerja tim, 'kan?
Oke, deh.
Padahal aku sudah janji sama Souta.
Aku sudah janji bakal bawa Marcia kembali!
Marcia!
Tsukasa!
Begitu usia hidup Giftia lewat dari 81.920 jam,
ingatan dan karakter mereka bakal lenyap.
Tsukasa, kau mundur saja.
Ingatanmu...
Apa itu sumber penderitaanmu sekarang?
Atau...
Marcia!
Souta! Kok ada di sini?
Marcia.
Celaka! Cepat lari, Souta!
Maaf, aku sudah temukan Marcia,
tapi dia kabur ke titik B4.
Terus, Souta juga dibawa Marcia sekarang!
Souta? Kok bisa?
Isla baik-baik saja?
Enggak.
Aku sudah bilang tadi, 'kan?
Aku bakal kirim teknisi ke sana, jadi kalian menjauh dulu saja.
Jangan bebani Isla!
Eh, tapi...
Lakukan saja!
Ayo.
Gawat.
Ini bukan saatnya diam saja.
Kalau begini, Souta bisa...
Apa aku kejar sendiri saja?
Tsukasa.
Aku enggak apa-apa.
Cepat kejar Marcia.
Bicara apa kau ini? Jangan gegabah!
Tsukasa.
Aku enggak mau jadi bebanmu.
Makanya,
jangan ambil alih tugasku.
Isla.
Kita berdua ini rekan satu tim.
Betul, 'kan?
Eh, Isla.
Apa ini betul-betul demi kebahagiaan Souta?
Waktu itu, kenapa kau bilang begitu?
Kenangan yang manis dan indah enggak selamanya bikin kita bahagia.
Semakin indah kenangannya,
rasanya jadi semakin pedih nanti.
Membayangkannya saja bikin merinding.
Itu berlaku bagi orang yang pergi
maupun yang ditinggalkan.
"Lebih baik enggak perlu punya kenangan", begitu maksudmu?
Tapi, itu
lebih menyedihkan.
Hoi, mau apa kalian?
Kami dapat perintah buat bereskan Wanderer-nya.
Kami yang harus selesaikan pekerjaan kalian.
Eh, apa kalian enggak bisa sabar sedikit lagi?
Biar kami yang selesaikan semuanya!
Kalian juga enggak suka bereskan sisa pekerjaan kami, 'kan?
Masalahnya perintah sudah keluar.
Aduh, kakiku jadi nyeri!
Cedera kakiku tiga tahun lalu kayaknya kambuh, nih!
Tadi katanya mau lupakan masa lalu!
Kalau hujan, rasanya jadi tambah sakit.
Malas banget pakai kaki buatan.
30 menit, enggak lebih.
Terima kasih.
Marcia!
Tsukasa?
Tunggu, ini bahaya!
Tenang saja.
Tsukasa!
Marcia.
Tolong dengar.
Aku mau menolong kau dan Souta.
Kau...
Seandainya masih ada kenangan yang tersisa,
tolong jangan serang aku.
Kau sendiri yang bilang.
Katanya,
kau bakal terus lindungi Souta!
Kau bakal terus bersamanya.
Souta.
Ayo.
Tolong pegang tanganku.
Jangan begini terus.
Nah.
Bagus.
Jangan takut.
Pelan-pelan saja.
Perlahan.
Perlahan.
Marcia?
Marcia!
Marcia!
Hentikan!
Zack Tsukasa Isla\h
hagureta kimi wo sagashiteta yo\h\h\h\h\h\h\h ku mencarimu yang telah kehilangan arah
yobikaketa koe kakikesarete\h\h\h\h\h\h\h tenggelamkan suara yang memanggilku
boku ga nigirishimeta sono te ha tangan yang kugenggam erat itu
furueteita ne\h telah tergetar
futari no omoi ga modosenai jikan\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h yang terpikirkan hanya waktu yang takkan pernah kembali
dakishime takaku tondeku yo\h\h\h\h\h\h kan kita rangkul dan terbangkan tinggi
mangekyou sora ni kirameite\h\h\h\h\h kaleidoskop yang berkelip di angkasa
kimi nanikochinaku hohoendete dan kau tersenyum tanpa ragu\h
itoshisa afureteyuku\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h kupenuh dengan cinta dan kasih sayang
hikari ga toketeku sono mae ni\h sebelum cahaya ini kian meredup
kokoro kara negaunda\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h ku kan mohon dari lubuk hati terdalam
kono shunkan wo towa ni wasurenai you ni to\h\h\h\h\h\h\h\h tuk jangan pernah lupakan momen ini sampai kapan pun
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.