All language subtitles for [SubtitleTools.com] [Memori Plastik] 05. Janji yang Mau Kutepati

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

kumpulkan cahaya

hikari wo atsumete

tinggalkan kenangan

sayonara no omoide wo

seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh

hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku

gelembung ingatan yang jadi rusak

kowarete shimau utakata no Memory

kelembutan air mata yang kesepian

samishisa no namida sotto fukou

ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan

nobashita te ha kanransha yasashiku toraete

bangkitkan kepingan ingatan

mezamesou na kioku no kakera

menunduk berharap 'tuk menghilang

utsumuite kiete hoshii to inoru kedo

namun kautemukan suaraku

kimi ga mitsukete kureta kono koe wo

jarum jam mulai berdetak

ugokidashita tokei no hari

dunia pun jadi penuh warna

sekai ha yagate irodzuite

hati plastik yang bersinar

Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo

takkan kulupakan dan ingatlah

wasurenai de oboete ite

hingga suatu hari kita kan bertemu

itsuka mata meguriaeru hi made

Janji yang Mau Kutepati

Rasanya aku beli kebanyakan, ya?

Tapi,

besok hari terakhirku bareng Souta.

Wah!

Sudah jam segini!

Aku harus cepat pulang!

Halo, Souta.

Ada apa?

Apa kabarnya Marcia?

Souta?

Marcia masih belum pulang juga.

Eh?

Aku dari Terminal Service.

Apa Marcia ada?

Saat ini, dia lagi belanja.

Oh!

Bisa kasih tahu, dia biasanya belanja di mana?

Kelihatannya itu petugas penarik Giftia palsu.

Usia hidup Marcia

tinggal 24 jam lagi.

Begitu lewat masa hidupnya...

Eh, om-om itu temannya Kak Tsukasa, 'kan?

Minta dia bawa Marcia ke sini dulu, ya?

Soal itu...

Tsukasa.

Souta.

Sepertinya om-om itu sudah menipumu

dan bawa Marcia kabur.

Masa?

Tapi, tenang saja.

Aku janji bakal temukan Marcia

dan bawa dia kembali.

Makanya,

kau tunggu di sini saja.

Rasanya dia memang didekati sama penarik Giftia gelap itu.

Baiklah.

Sekarang, kita berpencar dulu dan cari Marcia.

Jangan takut.

Masih ada waktu.

Baik!

Kalau akhirnya dia jadi Wanderer,

bakal kayak tiga tahun lalu, ya?

Kemungkinannya belum seratus persen.

Jangan bicara begitu.

Sebaiknya kulaporkan dulu situasinya ke GM kita, ya?

Tolong Pak Manajer saja yang urus, ya.

Kantor Pusat SAI

Pak GM Godou.

Ada telepon dari Yamanobe, Terminal Service #1.

Pak GM!

Begini.

Ada situasi yang lumayan gawat saat ini.

Kenapa?

Salah satu sasaran penarikan kami diculik salah satu penarik Giftia gelap,

dan kami kehilangan jejak mereka.

Berapa lama lagi usia hidupnya?

Ah, anu... Sampai jam satu siang besok.

Hubungi R. Security.

Situasinya darurat.

Aku mengerti, Pak.

Kalian teruskan saja pencariannya.

Aku bakal bantu dari sini.

Baik.

Gawat.

Enggak ketemu juga.

Kalau masih enggak ketemu, dia bisa...

Ayo cek area sekitar lagi.

Jaga-jaga, siapa tahu ada hasil.

Kita cari lebih teliti.

Sebetulnya aku terus terbayang sama kata-katanya Michiru kemarin.

Isla, apa kau tahu soal Wanderer?

Wanderer itu kasus yang langka.

Marcia belum tentu bakal jadi Wanderer.

Makanya...

Kita enggak boleh putus asa dulu sekarang.

Kau betul.

Terima kasih!

Tsukasa!

Bagaimana? Sudah ketemu?

Enggak, masih belum.

Oh.

Kami periksa sebelah sini lagi, deh.

Kau sama sekali belum tidur, 'kan?

Sudah kubilang, istirahat dulu!

Belum sih, tapi aku masih kuat.

Kau mungkin kuat, tapi Isla?

Aku enggak apa-apa.

Ah, dasar!

Terus, kita mau ke mana sekarang?

Menurut beberapa saksi,

kelihatannya si penarik gelap ini sembunyi di tempat yang bakal kita tuju.

Benarkah?

Akhirnya kita dapat petunjuk!

Area yang kita tuju masih lumayan luas,

tapi itu lebih baik daripada enggak ada petunjuk, 'kan?

Jalan ini ditutup buat siapa pun.

Silakan putar balik.

R. Security, ya?

Sudah kuduga mereka bakal diturunkan!

R. Security?

Mereka perusahaan keamanan swasta

yang jadi mitra bisnis perusahaan kita.

Apa maksudnya ditutup buat siapa pun?

Kalian enggak punya wewenang sejauh itu!

Kami harap kalian mau bekerja sama.

Kami harus bekerja sama, ya?

Dengar, kami ada urusan penting di sini!

Kalau kalian masih keras kepala, panggil atasan kalian ke sini!

Kazuki! Kau harus lebih kalem kalau lagi negosiasi.

Ada ribut-ribut apa ini?

Kita ketemu lagi di sini, ya?

Sudah tiga tahun, 'kan?

Sekarang pangkatmu sudah naik ya, Shinonono?

Namaku Shinonome!

Jadi? Kalian masih pakai alasan yang sama buat ikut campur lagi?

Kalau betul...

Jangan melotot begitu, dong.

Tujuan kami cuma amankan si penarik gelap itu.

Kami enggak peduli sama Giftia yang diculik.

Seenggaknya untuk saat ini.

Oh, begitu, ya?

Terus?

Kau sudah punya info apa?

Memangnya aku harus cerita?

Kami bukan badan amal, tahu!

Jangan bilang begitu, ah!

Kalau responsmu baik, aku bisa saja bersedia lupakan apa yang pernah terjadi di masa lalu.

Buka mapnya.

Tapi...

Enggak masalah.

Kau ternyata baik juga, ya.

Kok kau bisa dapat promosi?

Berkat bantuanmu.

Berdasarkan jaringan informasi yang kami punya,

lokasi persis tempat persembunyiannya berhasil dilacak.

Radiusnya mencakup luas area ini.

Sekarang akses keluar-masuk area sudah diamankan.

Kurang-lebihnya sama dengan informasi kami.

Berarti Marcia pasti ada di dalam sana, ya?

Hoi, memangnya Giftia masih belum dipasangi transmiter juga, ya?

Itu sudah diatur di UU Perlindungan Android, 'kan?

Itu pelanggaran HAM namanya.

Pelanggaran HAM?

Tapi, mereka cuma mesin, 'kan?

Ayah!

Mereka jadi susah diurus begitu jadi Wanderer, tahu.

Apalagi alat pembatas tenaga mereka jadi enggak aktif lagi.

Alat pembatas tenaga?

Bagi Wanderer, angkat barang seberat mobil cuma hal kecil.

Karena itu,

kalau mau tangkap Wanderer,

kita juga harus matikan alat pembatas tenaga di Giftia kita

atau

pakai senjata ini.

Apa itu?

Ini perangkat lunak yang bisa hancurkan program.

Cuma spotter yang boleh pakai ini.

Ini jadi upaya terakhir kita.

Satu tembakan saja bisa nonaktifkan seluruh fungsi kerja Giftia.

Bentuknya mirip senapan, tapi cara kerjanya lebih mirip virus.

Risiko buat kita juga rendah.

Seandainya dia kena tembak,

apa dia masih bisa pulih?

Enggak.

Begitu, ya.

Makanya, ini upaya kita yang paling akhir.

Ini bukan masalah kalau kita bisa temukan Marcia duluan.

Makanya, jangan terlalu dianggap serius, ya?

Ya.

Dengar, semuanya!

Mulai sekarang, kita bakal bekerja sama dengan R. Security.

Ha?

Kau gila, ya?

Kok harus sama mereka, sih?

Michiru.

Ikuti dulu saja.

Sasaran mereka cuma si penarik palsu ini.

Mereka enggak bakal sentuh Marcia.

Aku mau coba gali informasi lebih jauh dari R. Security.

Apa pun caranya, harus kita yang berhasil dapatkan Marcia.

Jelas?

Baik!

Tsukasa!

Eh?

Apa Isla sanggup?

Ah,

pokoknya jangan ada masalah.

Kau masih keberatan lepas Isla bertugas di lapangan lagi, ya?

Aku takut kalau ini bakal sama kayak tragedi tiga tahun lalu.

Sulit dipercaya!

Kita harus kerja sama bareng?

Kok kau benci banget sama mereka, sih?

Orang-orang itu cuma anggap Giftia sebagai barang!

Waktu itu, mereka juga yang bikin kaki mbak Kazuki cedera parah sampai sekarang.

Makanya...

Waktu itu?

Apa ini ada hubungannya sama kejadian ayahmu?

Begini, Tsukasa.

Memangnya kalau kau tanya sambil sok polos terus-terusan,

kaupikir kita bakal jawab semuanya?

Ah, bukan begitu.

Maaf.

Kau memang orang bego yang enggak peka.

Tiga tahun lalu...

Aku sudah pernah cerita soal ayahku yang jadi Wanderer, 'kan?

Waktu itu, mbak Kazuki yang ditugaskan buat tarik ayahku.

Mbak Kazuki?

Karena aku enggak mau ayah ditarik, akhirnya kami berdua kabur.

Ayah, bertahanlah!

Ayah harus bisa bertahan!

Ketemu juga.

Mbak Kazuki!

Ayah jadi...

Diam di tempat!

Cepat menyingkir dari Giftia itu!

Tolong, biar aku yang mengurusnya!

Jangan bikin keadaannya tambah buruk!

Siapa yang tahu kapan dia bakal berubah jadi Wanderer!

Dia harus dihancurkan sekarang juga!

Sudah kubilang, kalian jangan ikut campur!

Berisik! Cepat menyingkir dari sana!

Enggak! Lepaskan aku!

Hoi!

Ayah!

Michiru!

Tembak!

Tembak!

Ayah.

Sebetulnya memang aku yang salah,

tapi seandainya mereka enggak muncul,

semuanya enggak bakal berakhir begitu.

Terus, kok kita harus kerja bareng mereka?

Aku...

Aku bakal jalankan tugasku sebisa mungkin.

Ini juga demi Souta.

Pokoknya temukan Marcia dan amankan dia.

Mbak Kazuki sendiri,

aku yakin prioritas utamanya adalah temukan Marcia.

Apa yang sudah terjadi sama ayahmu,

pasti enggak mau dia alami lagi.

A-Aku juga tahu kalau cuma itu!

Kita berpencar di sini dan cari jejaknya.

Sebetulnya yang senior itu kau atau dia, sih?

Zack! Kaubilang apa barusan?

Bukan apa-apa, kok!

Ya, tempat persembunyiannya ketemu. Tapi, semuanya sudah kosong.

Yasutaka.

Wah, kelihatannya si penarik palsu kita lagi tidur siang.

Kalau Marcia...

Enggak kelihatan.

Wah, wah.

Si pelaku babak belur.

Itu artinya...

Situasinya enggak bagus, ya?

Berdasarkan kondisi TKP,

kelihatannya Marcia berhasil kabur sendirian.

Kabur?

Kemungkinan dia sudah jadi Wanderer.

Dengar, semuanya!

Sekarang,

lupakan menolong Marcia.

Lakukan apa saja demi hentikan Marcia.

Kalian sudah paham, 'kan?

Kalau kita enggak langsung ambil tindakan,

Marcia bakal dihancurkan sama R. Security.

Makanya,

seenggaknya kita hentikan dia

sebagai bentuk tanggung jawab kita.

Ini

juga bagian dari tugas kita.

Kok situasinya jadi begini?

Kalau kita ketemu Marcia,

kau cukup awasi saja, Tsukasa.

Isla?

Biar aku yang mengurusnya.

Kau sudah berusaha semaksimal mungkin.

Mulai dari sini

jadi tanggung jawabku.

Ini yang namanya pembagian kerja tim, 'kan?

Oke, deh.

Padahal aku sudah janji sama Souta.

Aku sudah janji bakal bawa Marcia kembali!

Marcia!

Tsukasa!

Begitu usia hidup Giftia lewat dari 81.920 jam,

ingatan dan karakter mereka bakal lenyap.

Tsukasa, kau mundur saja.

Ingatanmu...

Apa itu sumber penderitaanmu sekarang?

Atau...

Marcia!

Souta! Kok ada di sini?

Marcia.

Celaka! Cepat lari, Souta!

Maaf, aku sudah temukan Marcia,

tapi dia kabur ke titik B4.

Terus, Souta juga dibawa Marcia sekarang!

Souta? Kok bisa?

Isla baik-baik saja?

Enggak.

Aku sudah bilang tadi, 'kan?

Aku bakal kirim teknisi ke sana, jadi kalian menjauh dulu saja.

Jangan bebani Isla!

Eh, tapi...

Lakukan saja!

Ayo.

Gawat.

Ini bukan saatnya diam saja.

Kalau begini, Souta bisa...

Apa aku kejar sendiri saja?

Tsukasa.

Aku enggak apa-apa.

Cepat kejar Marcia.

Bicara apa kau ini? Jangan gegabah!

Tsukasa.

Aku enggak mau jadi bebanmu.

Makanya,

jangan ambil alih tugasku.

Isla.

Kita berdua ini rekan satu tim.

Betul, 'kan?

Eh, Isla.

Apa ini betul-betul demi kebahagiaan Souta?

Waktu itu, kenapa kau bilang begitu?

Kenangan yang manis dan indah enggak selamanya bikin kita bahagia.

Semakin indah kenangannya,

rasanya jadi semakin pedih nanti.

Membayangkannya saja bikin merinding.

Itu berlaku bagi orang yang pergi

maupun yang ditinggalkan.

"Lebih baik enggak perlu punya kenangan", begitu maksudmu?

Tapi, itu

lebih menyedihkan.

Hoi, mau apa kalian?

Kami dapat perintah buat bereskan Wanderer-nya.

Kami yang harus selesaikan pekerjaan kalian.

Eh, apa kalian enggak bisa sabar sedikit lagi?

Biar kami yang selesaikan semuanya!

Kalian juga enggak suka bereskan sisa pekerjaan kami, 'kan?

Masalahnya perintah sudah keluar.

Aduh, kakiku jadi nyeri!

Cedera kakiku tiga tahun lalu kayaknya kambuh, nih!

Tadi katanya mau lupakan masa lalu!

Kalau hujan, rasanya jadi tambah sakit.

Malas banget pakai kaki buatan.

30 menit, enggak lebih.

Terima kasih.

Marcia!

Tsukasa?

Tunggu, ini bahaya!

Tenang saja.

Tsukasa!

Marcia.

Tolong dengar.

Aku mau menolong kau dan Souta.

Kau...

Seandainya masih ada kenangan yang tersisa,

tolong jangan serang aku.

Kau sendiri yang bilang.

Katanya,

kau bakal terus lindungi Souta!

Kau bakal terus bersamanya.

Souta.

Ayo.

Tolong pegang tanganku.

Jangan begini terus.

Nah.

Bagus.

Jangan takut.

Pelan-pelan saja.

Perlahan.

Perlahan.

Marcia?

Marcia!

Marcia!

Hentikan!

Zack Tsukasa Isla\h

hagureta kimi wo sagashiteta yo\h\h\h\h\h\h\h ku mencarimu yang telah kehilangan arah

yobikaketa koe kakikesarete\h\h\h\h\h\h\h tenggelamkan suara yang memanggilku

boku ga nigirishimeta sono te ha tangan yang kugenggam erat itu

furueteita ne\h telah tergetar

futari no omoi ga modosenai jikan\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h yang terpikirkan hanya waktu yang takkan pernah kembali

dakishime takaku tondeku yo\h\h\h\h\h\h kan kita rangkul dan terbangkan tinggi

mangekyou sora ni kirameite\h\h\h\h\h kaleidoskop yang berkelip di angkasa

kimi nanikochinaku hohoendete dan kau tersenyum tanpa ragu\h

itoshisa afureteyuku\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h kupenuh dengan cinta dan kasih sayang

hikari ga toketeku sono mae ni\h sebelum cahaya ini kian meredup

kokoro kara negaunda\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h ku kan mohon dari lubuk hati terdalam

kono shunkan wo towa ni wasurenai you ni to\h\h\h\h\h\h\h\h tuk jangan pernah lupakan momen ini sampai kapan pun

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.