All language subtitles for Whats%20Wrong%20With%20Secretary%20Kim%20E01

ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Lee Young Joon...

Buhoejang(wakil Presdir) Yumyung Group.

Sejak dia jadi buhoejang, profit perusahaan melonjak 2 kali lipat.

Karenanya dia jadi pimpinan perusahaan paling kompeten di Korea.

Bodi oke, wajah, dan jasnya semua sesuai.

Dia punya segalanya.

Kudengar dia menjauhi wanita.

Betul.

Mana ada begitu. Sebetulnya...

sekarang ini aku kencan dengannya.

Tapi dia memang terus menepisku.

- Oppa! - Buhoejang-nim!

Kenapa dia?

Apa?

Kim Biseo ada apa dengannya? [Biseo: Sekretaris]

-=What's Wrong With Kim Biseo=-

-=Episode 1=-

D

Da

Dam

Damn

Damn!

Damn!S

Damn!Su

Damn!Sup

Damn!Super

Damn!Super

Damn!SuperS

Damn!SuperSu

Damn!SuperSub

Damn!SuperSub

Damn!SuperSub I

Damn!SuperSub In

Damn!SuperSub Ind

Damn!SuperSub Indo

Damn!SuperSub Indon

Damn!SuperSub Indone

Damn!SuperSub Indones

Damn!SuperSub Indonesi

Damn!SuperSub Indonesia

Diterjemahkan oleh: ~ Bee Biseo ~

Hari ini, supaya Anda terlihat elegan dan modern

saya pilihkan monotone tie.

- Bagus. - Terima kasih.

Apa tak terlalu menyilaukan?

- Mataharinya? - Bukan.

Maksudku....

Auraku!

Iya, menyilaukan.

Ini skedul Anda hari ini.

-=Kim Jung Jae Isa-nim=-

Dari Kim Isa, perlu saya angkat? [Isa: Direktur Eksekutif]

Tak usah. Dia bakalan bilang bisnis di Vietnam tak berjalan lancar.

Aku tak mau orang bersalah ini mengacaukan suasana hatiku.

"Orang bersalah"? Maksud Anda?

Menyakiti orang atau mencuri sesuatu...

bukankah itu "bersalah".

Tak kompeten dan tak sadar kalau tak kompeten...

juga adalah kesalahan.

- Kim Biseo, kau tahu tidak? - Maaf?

Kenapa orang bisa jadi begitu tidak kompeten?

- Entahlah. - Lakukan dan menangkan.

Mudah kenapa tak bisa?

Tak semua orang seperti Anda, Buhoejang-nim.

- Begitukah? - Benar.

Seumur hidup

saya tak pernah melihat orang sesempurna Anda, Buhoejang-nim.

Siapa itu?

Kali ini, telpon dari orang yang benar-benar bersalah.

Harus saya apakan?

Kita sudah sampai.

Buhoejang-nim, Anda salah. Ini salah paham.

Saat jam kerja kau kencan sama psk, apa itu masuk akal?

- Maafkan saya. - Kau itu direktur senior.

Tak mikir imej perusahaan?

Maafkan saya. Saya janji hal ini tak akan terjadi lagi.

- Kim Biseo. - Iya.

- Skedul berikutnya apa? - Ada meeting dewan direksi

mengenai bisnis baru.

Anda tahu tidak dibolehkan merokok di dalam.

Buhoejang-nim. Buhoejang-nim.

Buhoejang-nim.

Buhoejang-nim.

Jo Jeonmu-nim, jangan patah semangat.

Proyek Anda gagal, dan Anda kedapatan kencan sama psk.

Karena harapan Buhoejang-nim terhadap Anda tinggi, beliau kecewa.

Itu sebabnya beliau marah sekali.

Sebetulnya, Buhoejang-nim berusaha keras menutupi nama perusahaan

dari pemberitaan mengenai Anda.

Kim Biseo, kenapa kulakukan itu?

Aku pasti sudah termakan rayuan.

Jangan lupakan penyesalan Anda hari ini, supaya Anda bisa hidup lebih baik lagi.

Hari ini, kalau Anda pulang lebih awal dan istirahat di rumah bagaimana?

Bolehkah?

Baik.

Mulai besok, aku akan lebih berhati-hati.

Im Biseo.

Aku pulang dulu.

Jo Jeonmu-nim... apa masih bisa terus bekerja di sini?

Sekarang juga bersihkan meja Jo Jeonmu-nim.

Kau pernah lihat Buhoejang-nim memberi kesempatan kedua?

Kita akan mengambil alih perusahaan maskapai ranking 3 di negara ini.

Dalam 5 tahun, tujuan kita adalah

jadi maskapai nomor satu di domestik dan di 10 terbaik di pasar global.

Dan berada di 10 terbaik di pasar global.

kita akan mulai

dan menerima permintaan dari Amerika, Indonesia dan Vietnam.

Kalau Anda lihat sampel representatif dari rencana bisnis

Anda akan lihat aset saat ini adalah 2,24 trilyun won dan

Dan liabilitasnya adalah 940 milyar won.

Rasio profit...

sekitar 275%.

215,319149.

- Iya? - Kalau aset sekarang...

2.024 trilyun, dan liabilitas 940 milyar

bukankah seharusnya rasionya 215,319149%?

Park Sajang-nim?

Iya, benar.

Kenapa angkanya...

Akuisisinya lanjutkan.

Meeting hari ini cukup sekian.

Ah, tegang sekali.

Apa Buhoejang-nim tak keterlaluan?

Umurku bisa pendek kalau begini terus.

Bikin takut saja.

Buhoejang-nim.

- Bukan dia. - Dasar.

Aku setuju dengan Anda sekalian.

Ah, bikin jantungan saja kau.

Mentang-mentang temannya, dia tak mau kita menjelekkannya, kan?

Beliau diundang ke private party

di Kedutaan Spanyol.

Apa tak masalah kalau besok Anda kuhubungi lagi

untuk dijadwalkan ulang?

- Perkembanganmu luar biasa. - Maaf?

Bahasa Inggrismu.

9 tahun lalu, saat pertama kali kita ke Amerika,

kau kesulitan berkomunikasi dengan orang asing.

Benar. Semua berkat Anda, Buhoejang-nim.

Iya, nasehatku yang tak henti-hentinya

pasti banyak membantumu.

Lebih dari itu, kalau aksen saya salah atau pengucapan saya yang salah

Anda tak segan menegur dan mempermakukan saya.

Hal itulah yang menguatkan saya.

Mempermalukan dan menegur?

Iya, kalau hal itu membantumu

akan kulanjutkan.

- Terima kasih. - Oh ya,

barusan kau membuat kesalahan lagi.

- Maaf? - Bukan "accent".

Tapi "accent".

Saya belajar sesuatu lagi.

Maafkan saya. Saya tak sarapan untuk bisa memakai pakaian hari ini.

Karena meeting Buhoejang-nim hari ini, saya tak menyiapkan makanan.

Apa tak masalah?

Aku belum lapar.

Harusnya kau tahu, kalau sudah begini aku bisa fokus.

Saat kerja, aku bahkan tak merasa lapar.

Akan saya siapkan makan.

Beliau duta besar Spanyol yang baru.

Halo.

Saya ucapkan selamat atas penunjukan Anda sebagai duta besar.

Aku dengar banyak hal mengenaimu di Spanyol, Buhoejang-nim.

Senang bertemu denganmu.

Senang bertemu Anda juga.

Selama 4 tahun, Yumyung Group telah...

jadi perusahaan ranking 1 dalam mempertahankan imej perusahaan.

Bisnis bio belum lama ini telah disetujui oleh US FDA.

Kami berhasil mencapai surplus.

Kami ingin bekerja sama dengan China. Anda memiliki orang-orang yang luar biasa.

Kami berencana mengembangkan beragam bisnis.

Dia luar biasa, iya kan?

- Tampan sekali. - Iya, kan?

Lihat saja dia.

- Tampak begitu elegan. - Kami bertatap mata.

Permisi sebentar.

- Dia ke sini. - Tak mungkin.

- Dia nyamperin aku? - Duh, senangnya.

Apaan? Dia melewatiku?

- Dia melewatiku gitu saja. - Dia lihat cermin.

- Plis deh. - Nyebelin banget.

Duta besar menunggu Anda.

- Kim Biseo. - Iya?

Sekarang ini, tampangku gimana?

Anda terlihat sempurna.

Mari.

Kapan kau belajar bahasa Spanyol?

Spanyol?

Tadi kulihat kau berbincang cukup lama

dengan cowok-cowok Spanyol itu.

Oh, itu.

Berkat Buhoejang-nim saya belajar bahasa Inggris dan Mandarin.

Tapi tak punya waktu belajar bahasa Spanyol.

Jadi hanya menebak saja.

- Menebak? - Iya.

Saat mereka memberi champagne dan melihat saya

mungkin maksudnya "permisi sebentar."

Kalau mereka bicara sambil melihat Anda mungkin pujiian.

Jadi saya hanya tersenyum dan mengangguk.

Betul.

Dan kalau ada yang mencoba lebih jauh,

saya menyentuh telinga dengan tangan kiri saya.

Kenapa tangan kiri?

Saat saya perlihatkan cincin saya, semua terselesaikan.

Ini, cincin yang saya menangkan saat lomba atletik.

Luar biasa.

Saya tak percaya Anda memuji saya.

- Selamat. - Terima kasih.

Yang pasti, hari ini kerja bagus. Katakan apapun yang kau mau.

Kerja keras dan pencapaianmu harus dihargai.

Buhoejang-nim.

Aku tak menerima jawaban tidak.

Bukan begitu. Ada yang mau saya katakan.

Jangan nyatakan cinta ya. Hubungan kita murni bisnis.

Itu sama sekali tak terfikirkan oleh saya.

Apa yang ingin kaukatakan?

Saya rasa Anda harus cari sekretaris baru.

Saya mau mengundurkan diri.

Saya rasa Anda harus cari sekretaris baru.

Saya mau mengundurkan diri.

Kok mendadak, kenapa?

Karena alasan pribadi.

Ya sudah kalau begitu.

Kenapa aku tak bisa tidur?

Ah, gosip apaan lagi sekarang?

Aku barusan dengar berita luar biasa!

"Berita luar biasa" apaan?

Aku yakin cuman gosip.

Cin, kali ini beneran.

Nah, yang mau dengerin saja dah sini ngumpul.

- Cepatlah. - Plis deh. Plis.

Kalian tahu, Kim Biseo...

- Kim Biseo kenapa? - Kim Biseo...

mengundurkan diri.

Apa-apaan kalian?

Pada gak percaya padaku?

Tentu saja kami gak percaya.

Kenapa juga dia mengundurkan diri?

Buhoejang-nim sangat menyayanginya.

Kenapa dia berhenti? Gak masuk akal.

Masuk akal.

Aku benar-benar mengundurkan diri.

Sungguh?

Kim Biseo benar-benar mengundurkan diri?

Iya, seperti itulah.

Tuh, aku benar, kan?

Tapi, apa tak terlalu mendadak?

Kenapa? Mau menikah?

Dapat kerjaan baru? Atau study ke luar negeri?

Bukan semuanya.

Apa karena peringai jeleknya Buhoejang-nim?

- Juga bukan itu. - Terus kenapa?

Hanya karena alasan pribadi.

Buhoejang-nim datang.

Selamat pagi.

Young Ok-ssi.

Aku tak bisa bayangkan

kau tak ada di sampingnya Buhoejang-nim.

Akupun belum bisa percaya.

- Kau keren sekali Kim Biseo. - Benar.

Jadi, di jam-jam begini kau mempersiapkan camilan untuk Buhoejang-nim?

Bikin teh Darjeeling dengan teko ini.

Menyiapkan kue dari Hotel H. 3 macam.

Iya, benar.

Bong Gwajang-nim, kenapa tanya itu?

Kenapa lagi memangnya?

Kalau Kim Biseo tidak ada, maka akan jadi tugasku.

- Kenapa? - Kalau kau lihat Kim Biseo-nim

jelas Buhoejang-nim mempedulikan tampang sekretarisnya.

Kalau Kim Biseo mengundurkan diri,

siapa lagi yang bakalan menggantikannya? Cuman aku kandidatnya.

Di saat seperti ini, aku iri padamu Young Ok-ssi.

Aku berharap terlihat biasa seperti dirimu.

Yah, Buhoejang-nim datang ke kantor jam 7, aku harus di sini jam 6.30.

Tidurku kurang dong ya. Gimana ini?

Aku harus gimana?

- Halo. - Halo.

Kau mau mengganti kursi yang berderik ini, kan?

Anda luar biasa.

Aku tahu apa yang ada di kepalamu.

Kau tidak sungguh-sungguh, kan?

Kau tak bermaksud mengundurkan diri.

Kali ini Anda salah.

Alasannya apa?

Apa karena aku membuatmu bekerja hingga malam dan di akhir pekan?

Saya akan pasang iklan lowongan pagi ini.

Saya akan seleksi dengan ketat kandidatnya.

Jadi Anda hanya perlu menginterview pada tahap akhir.

Baiklah.

-=Kualifikasi Kerja=-

Selesai.

Oh, Buhoejang-nim. Anda butuh sesuatu?

Aku mau ke kantornya Park Sajang.

Undur konferensinya sore nanti.

Aku mau makan di rumah,

jadi kau bisa makan siang sekarang.

Iya.

Kim Biseo-nim!

Kau belum makan siang, kan? Ayo makan siang bareng!

Maaf, tapi aku harus keluar untuk urusan pribadi.

Gak makan dulu?

- Makanlah sedikit. - Lain kali saja ya. Maaf.

Kenapa dia?

Saat makan bareng aku ingin dapat nasehatnya.

Aku juga sibuk tahu!

Dasar.

Alasannya apa?

Apaan?

Tiba-tiba dia mengundurkan diri, alasannya apa.

Oh, Mi So Biseo?

Sebelumnya semua mengenainya tak ada yang tak kuketahui,

tapi ini sama sekali tak tahu.

Bikin frustasi, sampai pusing aku.

Oh ya?

Ada apa di sini?

Nah.

Ginseng merah bagus untuk gula darahmu yang rendah.

Mau?

Kau memintaku minum yang mengandung gula dan hanya 0.03% ginseng merah murninya?

Lupakan. Katakan...

kenapa Kim Biseo melakukan ini?

Sungguh kau tak tahu?

Bekerja denganmu selama 9 tahun saja sudah luar biasa.

Wanita seperti itu di timur disebut "Bodhisattva", dan di barat sana

disebutnya "orang suci..."

Barusan aku bilang apa?

9 tahun? Sembi...

Sem... maksudku....

Waktunya tiba.

"Aturan 3, 6, dan 9", ada yang menyebutnya begitu.

"Aturan 3, 6, 9?"

Titik jenuh dalam hubungan.

Kau tahu, kan. Aku dan istriku adalah belahan jiwa

saat sebulan kami menjalin hubungan.

Dan aku mencintainya hingga ingin menikahinya?

Tahu sekali. Aku bahkan tahu betul

kalian saling melayangkan gugatan cerai

di ultah pernikahan 10 tahun kalian.

Oh, kasar sekali kau.

Awalnya, kami berdua...

dibakar api asmara!

Tapi...

yang dikatakannya saat peringatan 3 tahun pernikahan kami...

Aku mencintamu.

Kenapa aku bisa jatuh cinta pada pria sepertimu?

Di ultah pernikahan kami ke-6...

Waiter!

Maaf, lihat belakang kepalamu rasanya ingin nabok!

Dan di ultah pernikahan ke-9 kami...

Hei, kau habis-habisin udara saja, jangan bernafas, kampret!

Jangan bilang...

sekarang kau menangis?

- Apa tak masalah aku menangis? - Tidak.

Kalau diingat-ingat,

Kurasa titik jenuh muncul

di tahun ke-3, ke-6 dan ke-9.

Semacam apel memar.

Apel memar?

Iya, coba lihat ini.

Yang harus kaulakukan memotong bagian yang memar dan memakannya.

Tapi kau tak mau repot.

Itu sebabnya kau makan yang kondisinya bagus.

Tapi apa yang akan terjadi kalau apel yang memar ini

berada di antara apel yang lain?

Apel yang lain juga akan memar!

Pada akhirnya, semua apel akan memar dan membusuk!

Sebetulnya maksudmu apa?

Sebelum jadi busuk semua,

kau harus cari solusi dengan bicara dengannya.

Solusi?

Gampang.

Kalau butuh bantuan cari solusinya kasih tahu aku.

Kau bercerai karena tak menemukan solusi masalahmu.

Benar.

Ampun dah.

Aku mau bayar pinjaman.

- Ini yang terakhir, kan? - Iya.

Nama Anda Kim Biseo?

Tidak.

Namaku Kim Mi So.

-=Kim Mi So=-

- Ini. - Terima kasih.

Iya, Buhoejang-nim?

Sekarang?

Saya juga?

- Kita ke kediaman Hoejang-nim. - Baik.

Anda memberi kesan seolah ke rumah itu sendirian.

Kenapa tiba-tiba Anda ingin saya ikut?

Solusi?

Maaf?

Aku bukan orang yang memberi kesempatan kedua.

- Iya, benar. - Tapi untukmu,

aku akan buat pengecualian dan memberimu

- satu kesempatan lagi. - Maaf?

Kau tak akan dapat kesempatan lain, jadi berterima kasihlah.

Aku akan mempromosikanmu jadi isa(direktur).

- Tidak, bukan itu... - Kalau kerjaanmu terlalu banyak,

aku akan merekrut orang untuk membantumu...

dan mobil dari perusahaan juga.

Kalau kau mau, aku bahkan bisa meminta perusahaan membayar akomodasimu.

Hutang keluargamu sudah lunas?

Semua akan kuurus.

Jadi, mulai sekarang kita bekerja lebih giat lagi.

- Maaf, Buhoejang-nim? - Aku janji padamu.

Di tempat lain, kau tak akan dapat penawaran semacam itu.

Terlebih lagi,

kau tak akan bisa menemukan bos sesempurna aku.

Aku tak akan menilai buruk meskipun kau menerima tawaranku,

jadi terima saja, dan terus kerja untukku.

- Tidak... - Young Joon!

Oh, Kim Biseo! Kau juga ke sini?

Oh, anakku sayang.

- Ayo masuk. - Iya, ayo.

Sudah kubilang, seringlah kemari.

Meskipun kita bekerja di gedung yang sama sulit sekali bertemu denganmu.

Aku agak sibuk karena masalah Jo Jeonmu.

Jo Jeonmu itu aset. Kau sungguh...

Hanya perlu sekejap untuk merusak imej perusahaan.

Karena ayah sudah mempercayakan masalah ini padaku, akan kuurus.

Iya, kau benar. Kerjamu bagus, Young Joon.

Kau ini...

Kau seolah tak ingin dia menangani masalah sulit sendirian!

Benar. Aku jadi sembrono.

Maafkan aku.

Kalian berdua pernah mengalami

titik jenuh dalam pernikahan?

Titik jenuh?

Mana mungkin kami meras jenuh.

Tak ada yang bisa diselesaikan dengan berkomunikasi dengan baik.

Tidak ada yang seperti Hoejang-nim.

Sudah, sudah. Ayo makan.

- Kim Biseo, makanlah. - Iya.

Young Joon apa tak terlihat makin tampan?

Ibu terlalu baik. Semua ini berkat Ibu.

Ini sebabnya aku begitu menghormati Ibu.

Sekarang ini, proyek bio telah diterima oleh US FDA,

dan kita tengah mendapatkan bisnis global Korea.

Abeoji?

Sepertinya ada yang mau Ayah katakan...

dengan pura-pura batuk.

- Kau berencana tak menikah? - Iya.

Aduh, aduh. Kenapa aku seperti ini?

- Ayah baik-baik saja? - Aku terlihat baik-baik saja?

Kurasa waktuku tidak banyak.

Hasil cek up ayah sudah kulihat. Kondisi ayah sehat walafiat.

Mereka tak tahu apa-apa!

Aku lebih tahu kondisi tubuhku!

Ayahmu ini hanya punya satu permintaan sebelum mati.

Menimang cucu.

Ayah bahkan tak bilang ingin menantu yang seperti apa.

Ayah dengar Kim Biseo mengundurkan diri!

Hal itu tak akan terjadi. Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi.

Cuaca hari ini...

cerah sekali.

Mengenai Young Joon...

kudengar dia mengajak wanita ke sana-sini.

Tapi hubunganya tak berlangsung lama.

Sepertinya dia tak bisa serius mengencani mereka.

Katanya juga hal itu dilakukanya hanya pura-pura saja.

Benar begitu?

Iya.

Kudengar dia tak mau wanita menyentuhnya.

Apa benar begitu?

Iya.

Jadi...

Young Joon....

apa dia...

Ga-ga-ga...

Ga...

Ga...

G-g---

- G... - Gay?

Ah, tentu saja tidak.

Sungguh?

Tentu saja, saya kerja dengan beliau sudah lama,

jadi tahu banyak lebih dari siapapun.

Syukurlah.

Jujur saja, Hoejang-nim dan aku belum pernah membicarakannya,

tapi kami benar-benar mengkhawatirkannya.

Young Joon jaga jarak dengan para wanita

selain Kim Biseo, jadi kami ingin tahu

- apa rumor itu benar adanya. - Begitu rupanya.

Begini, mengenai Young Joon...

dari sudut pandang wanita, menurutmu dia seperti apa?

Beliau yang terbaik.

Kompeten, mempesona, dan baik.

Tak ada celanya, sempurna.

Iya kan? Kim Biseo memang jeli menilai orang.

Alangkah senangnya...

kalau ada seseorang yang jadi pacarnya.

Misalnya saja, wanita sepertimu.

Bercanda.

Akan segeran kunikahkan dia kalau ada wanita sepertimu.

Bercanda.

Kim Biseo, ayo.

Iya.

Saya permisi, Samunim.

Ibu membuatmu merasa tak nyaman?

Iya.

sepertinya beliau ingin Anda dan saya punya hubungan.

Terus?

Kau ingin hal itu terjadi?

Tidak, keputusan saya sudah bulat mengundurkan diri secepatnya

sebelum saya terlibat terlalu jauh.

Apa?

Kupikir tadi kita sudah menyelesaikan masalah itu.

Kau tahu tawaranku tadi sungguh luar biasa.

Iya, saya tahu Anda memberi saya tawaran yang bagus sekali,

tapi saya tetap ingin mengundurkan diri.

Maaf, saya tak bisa menarik kembali keputusan saya.

Jangan membuatku menganggap hal ini sebagai persaingan.

Ah, sudah biar aku saja.

Ini kebiasaan kerjaku.

Aku merasa terobsesi menyiapkan segala hal.

Mi So, sudah kita makan saja.

Eonni, silakan nikmati.

Tapi, raut wajah kalian kelihatannya tak senang.

Kerja di rumah sakit berat ya?

Mi So, jangan cemaskan urusan kami.

Sebagai eonni, aku tak mempedulikan urusan adik-adikku

hanya memikirkan diri sendiri. Kau pasti banyak menderita karenanya.

Menderita apanya?

Kalian sudah membantuku jadi kita bisa melunasi hutang bersama.

Dan lagi, eonni tak bikin masalah seperti ayah.

- Masalah? - Ayah bikin masalah lagi?

Sebetulnya, awal bulan ini ayah pinjam dari rentenir lagi.

Sekitar 30 juta won.

- 30 juta? - Kenapa baru kau katakan sekarang?

Hal itu hanya akan membuat kalian khawatir.

Terus bagaimana?

Mobilku kujual untuk melunasinya.

Kau punya mobil?

Aku kerap ketinggalan bus dan terlambat 10 menit,

dan Buhoejang-nim membelikan mobil.

Baru seminggu kukendarai, aku menjualnya.

Hutang ayah sudah kulunasi, jadi sekarang aku merasa tenang.

Ketawamu membuatku kesal.

Tapi lucu saja.

Apanya yang lucu?

Dipikir-pikir lagi, ternyata tak lucu.

Setelah sekian lama kami bekerja bersama,

bagaimana bisa dia setenang ini?

Kau selalu bilang hubungan kalian semata karena kerja.

Sebetulnya alasannya apa?

Mi So pasti tak menerima tawaranmu yang menggiurkan itu.

Pikirkan baik-baik.

Dia pasti punya alasan kuat yang membuatnya ingin mengundurkan diri.

Hari itu...

Auraku...

"Accent".

Saya ingin mengundurkan diri.

Young Joon Oppa.

Oh Ji Ran?

Oh, bisa gila aku.

Sudah kubilang jangan lupa minum obat alergimu.

Kenapa dari kita bertiga cuman kau saja yang alergi serbuk sari?

Terima kasih.

Karena satu alasan, aku mendukung kalian.

Kami tak berhak menemuimu.

Maaf, tapi gosong tuh.

Tapi kenapa kau sentuh bunganya padahal tahu alergi?

Buhoejang-nim menyuruhmu lagi?

Young Joon Oppa.

Bagaimana bisa kau ke sini?

Aku diundang sebagai selebriti.

Aku memeriksa daftar tamu undangan dan menemukan namamu,

jadi aku diam-diam datang ke sini untuk mengejutkanmu.

Telpon aku duluan.

Oppa datang bersamanya karena mengira aku sibuk ya?

Tapi Oppa, apa kau tak melihat ada yang beda padaku?

Kalungmu sangat cocok kau kenakan.

Hadiah dari Oppa kan.

Oh ya.

Hari ini menurut Oppa apa?

Ih, hari ini ulang tahunku.

Ji Ran hanya ingin...

buket bunga untuk hadiah ulang tahun.

Selamat datang.

- Beli buket bunga. - Buket bunga yang bagaimana?

Buket bunga apa saja. Buket yang besar.

D

Da

Dam

Damn

Damn!

Damn!S

Damn!Su

Damn!Sup

Damn!Super

Damn!Super

Damn!SuperS

Damn!SuperSu

Damn!SuperSub

Damn!SuperSub

Damn!SuperSub I

Damn!SuperSub In

Damn!SuperSub Ind

Damn!SuperSub Indo

Damn!SuperSub Indon

Damn!SuperSub Indone

Damn!SuperSub Indones

Damn!SuperSub Indonesi

Damn!SuperSub Indonesia

Diterjemahkan oleh: ~ Bee Biseo ~

Oppa, makasih. Kau memang yang terbaik.

Cantiknya.

Kim Biseo menangis?

Waktu itu kupikir aku salah.

Tapi matanya berkaca-kaca.

Matanya basah?

Jadi, dia mungkin berfikir...

"aku harus mempersiapkan bunga untuk wanita lagi?"

"Aku tak tahan lagi, aku berhenti."

Mungkin seperti itu.

Tidak, kurasa tak begitu.

Kurasa aku tahu kenapa dia ingin mengundurkan diri.

Kenapa perasaanku tak enak mengenai dugaanmu?

Aku kenapa tak menyadarinya?

Young Joon, bodoh sekali aku.

Iya, Young Joon kau bodoh.

Apa coba?

Alasan pribadi yang tak bisa dikatakannya.

Matanya...

- Kim Biseo... - Kim Biseo...

Kim Biseo...

menyukaiku.

Suka apaan?

Kenapa?

Dia membelikanmu baju, sepatu, dan barang lainnya.

Meskipun untuk menjaga imejmu,

- apa tak berlebihan? - Hmm.

Aku yakin buhoejang menyukaimu.

Tak bakalan, never!

Dia cinta dirinya sendiri sampai-sampai tak peduli pada orang lain.

Dia tak pernah jatuh cinta

dengan orang lain.

- Gak masuk akal ah. - Serius.

Umur segitu dia tak pernah mencintai orang?

Ada pastinya, ya si Mi So.

- Tega kau bilang gitu? - Sakit.

- Mau? - Makan saja, Eonni.

Aku sangat berhati-hati mencegah dia punya perasaan terhadapku.

Kau bahkan tak mengiranya.

Lagian, dia bekerja bersamaku sudah 9 tahun,

jadi dia seperti robot dan tak punya perasaan terhadapku.

Jangan terlalu yakin deh.

Ah, Kim Biseo.

Kita harusnya profesional urusan kerja saja.

Tentu saja.

Seperti dugaanku, dia pasti menyukaiku.

Iya, iya.

Di antara kami tak ada apa-apa.

Antara Buhoejang-nim dan aku tak ada hubungan apa-apa.

Murni hubungan kerjaan.

Lagian, aku barusan mengundurkan diri dari perusahaan.

- Kau mengundurkan diri? - Kok mendadak, kenapa?

Dia merundungmu lagi?

Oh, keparat itu, dasar...

Tidak, bukan begitu.

Masalah ayah dan eonni sudah terselesaikan.

Kita juga sudah melunasi hutang ayah.

Jadi aku ingin mengundurkan diri.

Setelah itu kau mau ngapain?

Belum tahu sih.

Agak menyesal...

di umur segini, dengan karirku aku tak akan diperlakukan sebaik ini.

Tapi aku terlalu sibuk,

dan kalau bukan sekarang kurasa aku tak akan bisa mengundurkan diri.

Dan juga...

-=Buhoejang-nim=-

-=Buhoejang-nim=-

Buhoejang ya?

- Jangan diangkat. - Jangan.

- Aduh. - Jangan.

Jangan dijawab.

Dasar.

Iya, Buhoejang-nim.

Aku di mana sekarang, kau tahu kan?

Cepat ke sini.

Buhoejang-nim, saat ini saya sedang ada urusan,

Untuk hari ini, bisa Anda minta Yang Biseo atau saya telponkan sopir pengganti...

Mana bisa aku mempercayai mereka?

Dia menyuruhmu ke sana?

- Kemarikan, biar aku bicara padanya. - Hei, jangan.

Kalau begitu, kenapa Anda tak menelpon Ji Ran-ssi?

- Hari ini, Anda bisa tidur dengannya. - Cepat ke sini sekarang juga.

Buhoejang-nim? Halo?

Dia menyuruhmu ke sana dan mengantarnya pulang?

Tak ada yang akan bilang apa-apa meskipun dia tidur di luar,

aku tak habis pikir kenapa dia begitu terobsesi pulang ke rumah.

Kubilang apa.

Aku senang kau mengundurkan diri dari perusahaan itu. Aku senang.

Kunci mobilnya di mana ya?

- Ih. - Eh, ada apa?

- Oh, tidak. - Biar kuurus.

- Bunuh saja! - Iya.

Oke, mati! Mati!

Mi So, kau baik-baik saja?

Masih fobia laba-laba?

Eonni.

Saat masih kecil, eonni yakin aku tak pernah hilang?

Saat aku umur 4-5 tahun.

Kau bicara begitu lagi.

Sebelumnya tak pernah terjadi apa-apa.

Kau sangat menyukaiku.

Pantas saja kau merasa sedih saat membeli

buket bunga untuk wanita lain.

Kim Biseo, Oh Ji Ran akan kuputuskan, oke?

Young Joon, kali ini perkiraanmu tepat sekali.

Ngapain dia?

Ngomong sendiri?

Buhoejang-nim, saya datang.

Kau menangis lagi, dan membuatku merasa malu.

Kau segitu sukanya?

Maafkan saya.

Buang saja.

Maafkan saya.

Bunganya akan saya taruh di bagasi.

Apa mengharukan?

Aku benar-benar tak habis pikir.

Maafkan saya.

Kau bersama siapa?

Rahasia.

Oh Ji Ran akan kuputuskan, apa tak masalah?

Anda kencan dengan wanita lain lagi?

Untuk sementara waktu aku tak akan kencan dengan siapapun, mengerti?

Kenapa Anda terus bertanya apa saya baik-baik saja?

- Aku tak tidur dengannya. Oke? - Apa?

Aku tak tidur dengan Oh Ji Ran.

Hubungan kami murni bisnis, Kim Biseo kau tahu betul itu.

Tentu saja saya tahu.

Selama ini, betapa kau banyak menderita aku bisa mengerti sedikit.

Makanya, besok kau cuti saja,

dan pikirkan lagi. Aku memberimu libur khusus.

Sungguh?

Oh, iya. Tapi besok saya harus menginterview pengganti saya.

Kalau begitu, mampir saja untuk interview sebentar.

Baik, terima kasih.

Setelah mengundurkan diri kau menemukan tempat kerja baru?

Belum.

Masih tinggal di Seoul, kan?

Kalau itu belum pasti juga.

Padahal tak punya rencana kenapa kau mengundurkan diri?

Saya sekarang ingin menemukan hidup saya sendiri.

Maksudmu apa bicara begitu?

Bukan kehidupan seorang sekretaris,

atau kehidupan anggota keluarga

tapi hidup sebagai Kim Mi So.

Jadi saat dia bersamaku dianggap apa?

Bukan hidupnya?

Apa?

Jerawat?

Beraninya nongol di jidat licinku?

Tidur senyenyak ini rasanya sudah lama sekali.

Senangnya.

Aku harus bangun sekarang.

-=Catatan Harian Buhoejang-nim 2018=-

Mungkin aku kelamaan tidur.

Ini kontraknya. Permisi.

Terima kasih.

Halo.

-=Buhoejang: Lee Young Joon=-

Aku perlu ganti suasana.

-=Surat Pengunduran Diri, Kim Mi So=-

Sudah lama sekali aku bisa berangkat kerja siang begini.

Senangnya.

Halo?

Ji Hyun, sore ini kita ketemuan yuk?

Ini aku siapa lagi? Kim Biseo.

Maksudku, Kim Mi So.

Kau tak menghapus nomorku, kan?

Kau kenapa sih?

Kau biasa bilang bahwa ginseng merah murninya hanya 0.03%...

dan gulanya seabreg.

Dia bilang ingin menjalani hidupnya lagi. Maksudnya apaan coba?

Kalau kerja 8 jam perhari,

selama 9 tahun, jadinya 18,000 jam.

Dia kerja lembur 18 jam perminggu, karena tak pernah libur,

jadi artinya selama 9 tahun, 59,130 jam.

Kami menghabiskan waktu bersama lebih dari pasangan menikah.

Kok bisa tak berarti sama sekali baginya?

Dia bilang begitu? Kasihan.

Apa perasaannya terluka karena dia begitu menyukaiku?

Aku tahu Kim Biseo sangat kompeten makanya kau merasa terikat dengannya,

padahal kau terganggu olehnya.

Jangan-jangan kau yang punya rasa terhadapnya?

- Kau gila apa? - Terus kenapa kau begitu khawatir?

Dan kau tak membiarkan wanita lain menyentuhmu.

Di sekitarmu banyak wanita,

tapi aku tak pernah lihat kau membiarkan wanita lain menyentuhmu.

Kau punya trauma pada wanita atau apa?

Aku hanya tak suka wanita?

- Kalau Kim Biseo? - Dia berbeda.

Dia kan juga wanita. Apa bedanya?

Kim Biseo itu...

Ya Kim Biseo.

Sudah ah, aku cabut dulu.

Ngomong apa dia?

Ini laporan mingguannya, Sajang-nim.

Anda mau meminumnya seperti itu?

- Biar saya hangatkan. - Tidak, tak usah.

Eih, ekstrak ginseng merah harus dihangatkan dulu baru diminum

supaya manfaatnya maksimal.

- Tak apa, kuminum begini saja. - Harus dihangatkan dulu.

Berikan pada saya. Aduh!

Maaf, saya hanya ingin menghangatkannya.

Meskipun kau tak menghangatkannya tapi kau menghangatkan hatiku.

Seol Biseo, apa kau pernah terfikir untuk mengundurkan diri?

Tidak, saya akan selalu di sisi Anda.

- Selalu? - Iya.

- Kau boleh pergi. - Baik.

-=Persiapan meeting, Skedul meeting=-

Kau tahu pedoman sekretaris, kan?

-=Serah terima=-

Mulut tertutup rapat, tapi bertindak cepat.

Aku bahkan melakukannya tanpa pengalaman atau kualifikasi khusus.

-=Obyektif, berhati lembut dan cepat!=-

Kerjamu akan bagus.

Dan, hal terakhir yang ingin kukatakan pada penerusku

adalah alasan kenapa aku mengundurkan diri

dan yang paling penting

adalah...

Buhoejang-nim.

Anda terlihat pucat. Anda tak enak badan?

Aku tak bisa tidur.

Kim Biseo kau terlihat cerah.

Ah, saya bisa tidur nyenyak berkat Anda.

Omo, di kening Anda itu apa jerawat?

- Perlu saya hubungi dokter kulit Anda? - Tidak perlu.

Atau dokter Jung dan minta resep untuk Anda.

Sekarang kau mencemaskanku?

Maaf? Tentu saja saya cemas.

Terus sekarang ini, kau Kim Biseo atau Kim Mi So?

Maksud Anda apa?

Buhoejang-nim, pelamar sekretaris sudah datang untuk interview.

- Anda ingin menemuinya sekarang? - Suruh masuk.

Kim Biseo kau juga masuklah. Aku menginterview yang menggantikanmu.

Iya.

Buhoejang-nim, ini pertanyaan interview-nya.

Kim Ji Ah-ssi, kalau kau mendapatkan posisi ini kau hidup sebagai siapa?

Sebagai Kim Biseo atau Kim Ji Ah?

Tentu saja sebagai Kim Ji Ah.

Saya akan jadi Kim Biseo, tapi masih jadi Kim Ji Ah.

- Kim Biseo silakan ajukan juga pertanyaan. - Iya.

Tugasnya sekretaris, bisa kau jelaskan?

- Saya akan memperhatikan atasan saya... - Bekerja pada atasan

yang sudah 100% sempurna, menurutmu bagaimana?

Pasti akan membuat saya bersemangat.

Kau kira akan bisa memuaskan bos yang 100% sempurna?

Akankah bosmu akan senang dengan kerjaanmu?

Saya rasa hal itu tidak mudah.

Aku butuh seseorang yang tak akan berhenti dan memberi alasan abstrak

semisal "masalah pribadi". Bisa kau yakinkan hal itu?

Iya. Saya akan bekerja di sini seumur hidup kalau mendapatkan pekerjaan ini.

Kalau kau mati saat bekerja gimana?

Maaf? Apa pekerjaannya sesulit itu?

Perusahaan akan menggajimu dengan nominal terbaik.

Bayaran memang bagus, tapi kau tak punya kehidupan.

Kau hanya akan jadi Kim Biseo.

Jadi jam-jam yang kau lakukan untuk bekerja bukan bagian dari hidupmu?

Saya akan lakukan yang terbaik supaya Anda merekrut saya.

- Kau diterima! - Sungguh?

- Park Daeri. - Iya.

Antar Kim Ji Ah lihat-lihat kantor.

Dia Kim Biseo yang baru.

Kim Biseo, latih dia mengerjakan tugas-tugasmu.

Buat dia sama persis seperti dirimu sebelum kau pergi.

Baik.

Trima kasih.

Iya, terima kasih.

Tunggu.

Kau bilang ingin kehidupanmu kembali.

Maksud perkataanmu apa?

Selama ini, kehidupan saya hanya melulu kerja,

jadi sekarang saya ingin punya waktu untuk diri sendiri.

- Dan... - Dan?

Dan...

Sekarang saya 29 tahun.

Harusnya saya mulai memikirkan kencan dan menikah.

Apa?

- Bukankah dia bilang begitu? - Tidak.

Ada apa nih, Kim Biseo? Tumbenan kau ikutan ngumpul.

Maaf, mulai sekarang jangan lupakan aku kalau ketemuan.

Sekarang aku punya banyak waktu.

Aku juga melihatmu di berita.

Kau berdiri di samping Buhoejang-nim perusahaan itu.

Wah, keren sekali tahu.

Iya sih. Di antara kita Mi So selalu dapat nilai tertinggi,

dan dia juga pekerja keras.

Benar. Dia tuh wanita karir.

Aku iri sekali. Sekarang, aku cuman ibu rumah tangga.

Ngurus anak-anak itu melelahkan sekali.

Bersyukurlah kau ibu rumah tangga.

Lihat aku. Aku harus kerja juga mengurus anak-anakku.

Mi So, jangan buru-buru nikah.

- Kenapa? - Iya, jangan buru-buru.

- Kenapa? - Mereka cuman pamer.

Iya, kan?

- Pamerin saja semuanya. - Aku bukannya mau pamer.

Oh, maaf, maaf, maaf.

Apaan nih?

Saputagan laki, dasi. Ada geretan juga.

- Tas siapa nih? - Tasku.

Kapan Buhoejang-nim akan minta barang-barang ini aku tak pernah tahu.

Wanita karir hidupnya seperti ini ternyata.

- Busnya datang! - Ayo.

Awas sepatumu.

- Appa turunkan aku. - Ayo duduk sini.

Lucunya.

Eomma.

Anda Kim Bi Seo-ssi?

Oh, tidak. Namaku Kim Mi So.

-=Kim Mi So=-

Ini.

D

Da

Dam

Damn

Damn!

Damn!S

Damn!Su

Damn!Sup

Damn!Super

Damn!Super

Damn!SuperS

Damn!SuperSu

Damn!SuperSub

Damn!SuperSub

Damn!SuperSub I

Damn!SuperSub In

Damn!SuperSub Ind

Damn!SuperSub Indo

Damn!SuperSub Indon

Damn!SuperSub Indone

Damn!SuperSub Indones

Damn!SuperSub Indonesi

Damn!SuperSub Indonesia

Diterjemahkan oleh: ~ Bee Biseo ~

-=Catatan Harian Buhoejang-nim.=-

-=Serah Terima Jabatan.=-

Hal terpenting yang harus kau ingat...

pastikan meluangkan waktu untuk dirimu sendiri.

Dari pendahulumu, Kim Mi So.

Sudah selesai.

"Waktuku sendiri, hidupku,"

"kencan dan menikah?"

Bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu seolah aku ini orang lain?

- Siapa? - Menurutmu aku gimana?

Apa?

Kutanya, menurutmu aku gimana?

Oppa, masa pake nanya?

Pria yang sempurna.

Oppa sukses, tampan, tinggi, tingkah lakumu sopan.

Dan... juga seksi.

Terus ada apa dengan Kim Biseo?

Kim Biseo kenapa?

Di hadapanku Oppa membicarakan wanita lain?

-=Kim Mi So=-

-=Untuk Oppa=-

Siapa?

Omo.

Buhoejang-nim, ada apa malam-malam ke sini?

- Ah, silakan masuk dulu. - Jangan memerintahku.

Kita bicara di luar saja.

Baik, kalau itu mau Anda.

Kau membicarakan soal kencan dan menikah. Kau bersungguh-sungguh?

Anda jauh-jauh datang ke sini

malam-malam pula, hanya untuk tanya itu?

Kok mendadak, kenapa?

Kau kencan dengan seseorang tanpa sepengetahuanku?

Buhoejang-nim, apa Anda sedang marah?

Tidak, mau kau kencan atau tidak bukan urusanku.

Kenapa juga aku marah padamu?

- Benar. - Jawab saja pertanyaanku.

Saya tak sedang kencan.

Mestinya sih iya.

- Maaf? - Apa?

Meskipun kencan, tak mungkin saya sembunyikannya dari Anda.

Lagian saya tak punya waktu untuk kencan.

Saya harus bekerja jam 6 pagi, dan tak pernah tahu kapan pulang.

Tiap kali Anda menelpon, saya harus berangkat kerja meskipun saat tidur.

Lantas? Kau mengalami kesulitan meyakinkanku.

Kalau saya terus bekerja untuk Anda seperti ini,

mungkin saya akan menua seorang diri dan tak akan menikah.

Hanya untuk alasan itu?

"Hanya untuk alasan itu"?

Kelak ketika saya sudah tua, dan sudah tak punya kerjaan siapa yang akan mengurus saya?

Baik, aku jani kau tak akan dipecat.

Saya tidak suka begitu.

Hal itu berarti Anda ingin saya bekerja

sebagai sekretaris Anda seumur hidup dan saya menua seorang diri.

Jadi kau mau mengundurkan diri

karena ingin menikah.

Iya.

Segitu inginnya kau menikah?

Iya.

Kalau begitu, tetaplah kerja.

Aku, Lee Young Joon,

akan menikahimu.

-=Cuplikan Episode Berikutnya=-

Sekarang aku mulai kencan.

Membuat Kim Biseo tetap di sini apa sama seperti merger perusahaan?

"Daftar tempat yang ingin kau kunjungi bersama seseorang yang kau suka."

Kalau makan dwaeji galbi gimana?

- Call! - Call!

Wah, sudah berapa lama ya?

Profit dari minuman impor di mall kita tak begitu bagus.

Mungkin bukan ide bagus membicarakan kerjaan saat makan malam perusahaan.

Kim Biseo, tempat karaoke...

Kalau begitu, kenapa Anda tidak pulang saja?

Iya, aku mendengarmu. Kenapa hari ini kau banyak bicara?

Saya hanya menjawab pertanyaan Anda.

Tuh, kau membantahku lagi Kim Biseo.

Iya.

Hari romantis seperti hari ini...

mulai sekarang akan jadi hari-harimu, Kim Biseo.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.