Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by: Sang Pangeran
Duduk manis & selamat menonton dengan nyaman!
Tidak apa, ayolah..
Apa? / Aku tak mau ke sana lagi.
Oh ya? / Benar.
Diam! Jangan tertawa, ini tak lucu!
Kau tak apa? / Tidak!
Dasar sepatu bodoh!
Apa yang kau lihat?!
Serius, tak pernah aku melihat orang bodoh sebanyak itu di satu tempat.
Tapi itu lumayan seksi. / Seperti Marilyn Manson?
Siapa lagi? / Wow!
Kau naik yang ini, aku yang berikutnya.
Kau mau pulang atau tidak?
Terserah. / Tidak.
Sampai nanti, Judy. / Sampai nanti, Stephanie.
Apa-apaan kau?! / Maaf, maaf, kau begitu seksi.
Aku cuma bercanda... / Jangan sentuh aku!
Aku cuma mau berkenalan. Gaunmu sangat indah.
Lihat, lihat. Kami punya Limo, ganja, champagne.
Jangan ganggu dia. / Ayo ikut kami.
Mengapa kau begitu pemarah?
Tak bisakah aku minta rokokmu? Atau tersenyum mungkin?
Enyahlah.
Aku cuma mau kenalan.
Kau kurang beruntung, kawan.
Tidak terlalu ramah. / Tidak terlalu ramah.
Hai..
Apa-apaan?!
Aku juga melihatmu..
Malam-malam keluyuran?
Sebaiknya kau cepat pulang.
Aww. Sial!
Baiklah..
Aku tahu di mana kau tinggal, Judy.
Sampai nanti.
Ya, aku segera pulang.
Syukurlah, sudah selesai.
Aku tahu.
Tidak terlalu menarik..
Ya..
Entahlah, aku hanya..
Tidak! Itu membuatku takut.
Aku tahu.
Ya, itu karena salahmu.
Kau membawaku entah ke mana.
Oh, sial.
Lampu tak menyala di koridor.
Ya, sampai nanti.
Di mana mobilnya? / Di bawah sana.
Kau tahu alamatnya? / Ya. Kita sudah sangat terlambat.
Tolong jangan menjerit.
Kau begitu cantik.
MANIAK (SAKIT JIWA)
Halo, Redlucie86.
"Sangat pemalu"?
Ini pertama kali aku berkencan online.
Perjaka dunia maya? Menarik. Ketawa Guling-Guling. Tak ada foto?
Ada alasannya mengapa aku disebut pria pemalu.
Tidak adil. Kau sudah melihatku.
Foto...
Menunggu itu membunuhku...
Manis sekali. (Cakep banget)
Kurasa kau terlalu berani terhadapku.
Aku juga sedang mencari pengalaman baru.
Oke. Di mana kau tinggal?
Downtown Restaurant.
Kedengarannya menarik.
Mengapa tak kita coba?
Tentu.
Lucie? / Frank.
Hai. / Hai, senang bertemu denganmu.
Aku juga.
Kau tak seperti yang kubayangkan. / Oh ya? Seperti apa?
Gemuk dan berambut hitam panjang..
..dan wajah berminyak yang penuh jerawat.
Seharusnya kau lihat fotoku yang lain.
Kebanyakan orang memberikan foto terbaiknya..
..tapi ternyata saat bertemu, mereka benar-benar gila.
Aku sudah memesan anggur. Kuharap kau tak keberatan.
Aku bisa tahan minum sedikit alkohol.
Terima kasih.
Bersulang. / Bersulang.
Sudah berapa lama kau berkencan online?
Enam bulan mungkin.
Biasanya tak lebih dari sekedar minum saja.
Tapi kau berbeda...
..dibandingkan para idiot yang merayuku di bar tiap malam.
Sangat mudah mendapat semua perhatian lelaki di tempatku bekerja.
Ya.
Jadi mengapa kau tak punya pacar?
Aku.. / Kau baik-baik saja?
Aku hanya...
Frank?
Kau pucat.
Ada apa denganmu?
Apa kau baik-baik saja?
Aku permisi dulu.
Aku harus ke toilet.
Pelayan itu tak seperti orang India. Tapi lebih seperti orang Meksiko.
Dia kelihatan nakal.
Kau baik sekali sudah mau mengantarku.
Aku senang melakukannya.
Ini malam yang sangat menyenangkan.
Kau masih mau minum lagi?
Kau yakin?
Ah, memelas bukanlah sifatku. Jadi..
Baiklah. Ayo.
Kedengarannya menarik.
Jadi apa yang di belakang sana?
Kukira kau wartawan atau semacamnya.
Itu untuk pemotretan fashion.
Aku cuma membantu temanku.
Jadi di mana kau tinggal, Frank?
Kurasa mungkin di istana atau semacamnya.
Tempatku memang bukan apa-apa, tapi milikku.
Aku muak punya teman sekamar.
Tidak terima kasih. Aku masih harus mengemudi pulang.
Ya, tapi bukan sekarang, kan?
Lepas jaketmu dan istirahatlah.
Mau mendengar musik?
Aku suka lagu ini. Berdansalah denganku.
Kurasa kau sangat manis.
Aku segera kembali. Jangan ke mana-mana.
Banyak sekali fotomu.
Hai.
Aku suka memakai pakaian yang lebih nyaman.
Bagaimana dengan jaket ini?
Sekarang giliranmu.
Mengapa.. mengapa kau sembunyi?
Entahlah.
Hanya sedikit...
Bagaimana menurutmu? Kau mau menyentuhnya?
Tak perlu takut, pria pemalu.
Tanganmu begitu hangat.
Remaslah.
Lebih kuat.
Kau akan melakukannya?
Sambil berdiri?
Kau mau bercinta denganku?
Aku tak bisa. Aku tak bisa.
Jangan penakut begitu.
Kau suka?
Aku juga suka melakukannya dengan lampu menyala.
Jangan takut begitu.
Santai saja.
Mengapa kau harus melakukannya?
Mengapa kau harus melakukannya?
Aku tak bisa..
Bisakah kau tak memancingku?
Lihatlah.
Mengapa kau membuatku melakukannya?!
Mengapa kau membuatku melakukannya?!
Aku membencimu.
Aku membencimu.
Tak apa. Tak apa.
Aku akan membuatnya lebih baik.
Akan menjadikannya lebih baik sekarang.
Maaf, aku tak menemuimu hari ini.
Aku punya kejutan untukmu.
Kau sudah tidur?
Maaf, tapi aku tak bisa menunggu.
Baiklah..
Lihatlah.
Aku sudah siapkan yang terbaik.
Ini dia.
Cantik sekali.
Ini sempurna, bukan?
Baiklah, ini sedikit sakit.
Bagus.
Bagus!
Satu lagi.
Sempurna.
Sempurna.
Ini Redlucie86.
Redlucie86, ini pacarku.
Kurasa kalian akan berteman baik.
Jangan khawatir.
Tidak apa. Tidak apa.
Apa? Dia cantik.
Mengapa kau tak menghiraukanku?
Tidak, tunggu.
Ini mustahil.
Tidak!
Mengapa kau lakukan ini?
Kau juga?
Mengapa?
Kau sama saja seperti dia!
Mengapa kau lakukan ini?!
Mengapa?!
Hai.
Maaf mengganggumu.
Aku hanya sedang memotret manekin di jendelamu.
Apakah tidak apa-apa?
Tidak apa-apa. / Ya?
Boleh aku memotret tanpa jeruji penghalang?
Ya, tentu.
Ya, bagus. Terima kasih.
Untuk apa pemotretan ini? / Ini untuk pameran seni.
Ini, lihatlah.
Itu aksen Perancis? / Ya.
Telingamu bagus.
Apa yang kau lakukan persisnya? / Aku memotret manekin.
Aku berusaha membuat mereka hidup melalui foto.
Baiklah. Bagus. Terima kasih.
Maaf sudah mengganggu.
Biasanya aku tak buka akhir pekan.
Terima kasih sudah buka untukku.
Sampai jumpa.
Kau mau lihat karyaku?
Apa pekerjaanmu?
Apa kau seorang seniman?
Aku tak tahu soal itu.
Masuklah, mungkin kau lebih tahu.
Ini luar biasa.
Itu semua dari semua berbagai era dan gaya.
Kebanyakan aku yang memperbaikinya sendiri.
Dia cantik.
Aku menyukainya.
Yang ini dari tahun berapa? / Tiga puluhan.
Keadaannya masih bagus.
Kau tahu?
Aku mengadakan pameran foto di sebuah galeri di pusat kota.
Mungkin aku bisa memakai beberapa manekinmu untuk pemotretanku.
Itu akan jadi pameran yang luar biasa. Maksudku..
..manekin-manekin ini jauh lebih unik daripada yang pernah kupotret.
Ini tempatmu? / Ya.
Kau membelinya? / Ini milik keluarga.
Kami sudah memilikinya selama 3 generasi sampai saat ini.
Siapa itu Angela?
Yang di papan nama itu?
Dia ibuku. Dia sudah meninggal.
Maafkan aku.
Kau tinggal di sini? / Terima kasih sudah datang.
Maaf, aku terlalu ingin tahu.
Tempat ini sangat istimewa.
Bagaimana jika aku menyewanya?
Oh, aku tak yakin.
Biasanya aku lebih memilih rumah permanen untuk mereka.
Kau lucu.
Aku bisa membelinya.
Bagaimana menurutmu?
Kutinggalkan nomorku.
Jika kau berubah pikiran, aku janji akan mengembalikannya sebelum tengah malam.
Aku bisa jadi ibu yang baik.
Namaku Anna. / Terima kasih.
Tolong hubungi aku.
Oh, ngomong-ngomong..
..ada lipstick di wajahmu.
Semoga harimu menyenangkan!
Oh, tidak. Tidak, tidak, tidak!
Keluar!
Keluar!
Keluar!
Keluar!
Pergi!
Menjijikkan.
Jalankan mobilmu. / Aku sedang menunggu istriku.
Kau punya 10 detik sebelum aku tilang.
Ayo, jalankan.
Kau siap? / Ya, ayo pergi.
Aku sudah membereskan barang-barangku.
Bisa bukakan pintunya?
Maaf. / Kau mengejutkanku!
Aku lupa celana shot-ku.
Kau mau menungguku sebentar? / Tentu.
Terima kasih.
Aku membentur.
Aku mengambil celana shot-ku.
Itu cuma bercanda. / Ayolah.
Mungkin tulangku ada yang patah.
Rasanya masih nyeri. / Dasar.
Sungguh. / Pakai kulit badak.
Ayolah, ikutlah dengan kami. Cuma minum sekali.
Tidak. / Oh, astaga.
Mengapa tidak? / Aku mau pulang.
Kau tak pernah bersama kami. Apa salahnya?
Itu di sebelah sana. / Tidak mau.
Kurasa kakiku lecet. / Benarkah?
Bagaimana bisa? / Aku meluncur terlalu cepat.
Celana shot-ku tergores.
Selamat malam, teman.
Hati-hati./ Sampai jumpa.
SMS aku jika kau sudah sampai. Selamat malam.
POLISI MENCURIGAI PEMBUNUH BERANTAI
Oh, sial.
Kau begitu cantik. / Sial.
Sial.
Apa-apaan kau!
Jangan ganggu aku!
Menjauh dariku!
Seseorang, tolong aku!
Sial, tak ada orang.
Tolong aku!
Tolong aku!
Tolong aku!
Tolong buka gerbangnya!
Kumohon!
Kumohon!
Kumohon!
Buka gerbangnya!
Sial!
Tidak, tidak.
Oh, sial. Sial.
Brengsek!
Oh, sial.
Tidak! Tidak!
Kumohon!
Tidak!
Kumohon!
Tidak!
Tidak!
Berhenti memandangiku. Fokus saja pada kerjamu.
Anna, kau bisa membantuku? / Tentu, kau perlu apa?
Aku perlu sebuah tangan, di belakangmu.
Yang mana? / Baris kedua.
Yang ini? / Yang di sebelah kanan.
Ups, maaf.
Dr. Frankenstein, kutebak?
Kau penggemar film lama? / Ya.
Bagaimana menurutmu,
..jika aku letakkan manekin bersama para tamu pameranku?
Mereka akan kelihatan seperti orang sungguhan.
Kadang aku berpikir mereka lebih punya kepribadian daripada kebanyakan orang.
Kurasa kita punya teman yang sama.
Jadi, bagaimana menurutmu? / Kurasa kau sangat berbakat.
Itu berarti kita berdua berbakat. / Tidak juga.
Aku cuma ahli perbaikan. / Yang ini foto kesukaanku.
Baiklah, sekarang tunjukkan padaku.
Ini luar biasa.
Ini sempurna, Frank. / Aku senang kau menyukainya.
Aku menyukainya. / Mengapa kau ingin yang tak berwajah?
Aku punya ide untuk pameranku. Lihat saja nanti.
Aku lapar. Kau mau makan siang bersamaku?
Ini pameranku yang ketiga sejak aku lulus dari Jurusan Seni.
Tapi ini pameran pertamaku dengan galeri itu.
Jika semuanya lancar, aku bisa ikut pameran di New York.
Tapi ada yang kurang. Sesuatu yang berkaitan dengan konsepnya.
Manekin-mu menciptakan suasana yang kucari.
Kau tahu? Saat kau datang ke tokoku..
..kau memandanginya tak seperti orang pada umumnya.
Kau begitu menikmatinya.
Kau berpikir aku gila. / Tidak.
Kau memandangnya dengan sepenuh jiwa dan penuh harapan.
Saat ibuku meninggal musim panas lalu, aku tak tahu harus berbuat apa dengan tokoku.
Ahli perbaikan lebih peduli dengan perbaikan barang antik. Dan lebih murah beli manekin baru.
Tapi jika aku menutup toko, aku harus membuang manekin-manekin itu.
Sama dengan negatif film-ku. Aku punya sekotak penuh.
Tapi aku tak bisa membuangnya.
Kadang perubahan itu sulit.
Jadi apa pendapat pacarmu soal pekerjaanmu?
Aku tak punya pacar. / Benarkah? Baiklah.
Kukira kau tidak tinggal sendirian.
Frank?
Kau tak apa? / Bukan apa-apa. Ini cuma migren. Nanti juga hilang.
Kau perlu dokter? / Tidak, aku baik-baik saja.
Aku perlu obatku seperti biasanya.
Maaf, aku harus pergi. / Kau yakin tak mau kubantu?
Tidak terima kasih. Aku hanya perlu sendiri.
Hati-hati, sialan.
Kau sedang dalam serangan migren?
Obat ini berkhasiat sama, tapi tanpa perlu resep dokter.
Dan dalam bentuk semprotan hidung, agar bekerja lebih cepat. / Terima kasih.
Kami belum menemukan hubungan antara kedua pembunuhan itu.
Tapi penyelidikan masih berlanjut.
Aku tak bisa mengungkap lebih rinci.
Yang jelas semua korban adalah wanita kulit putih..
..berusia 20 sampai 30 tahun.
Mereka boleh bicara semau mereka.
Tapi mereka tak akan mengerti.
Selama kalian tetap menjaga rahasia.
Jika tidak, mereka akan menemukan kalian.
Dan kalian akan sendirian.
Kalian dengar?
Kalian semua.
Sendirian.
Berjanjilah kau tak akan buka mulut./ Franky?
Ini ibu.
Franky sayang, kau di mana?
Franky.
Kemarilah.
Ibu menyayangimu.
Hey..
Kalungnya indah sekali, Frank. Terima kasih banyak.
Kau yang membuatnya? / Ya.
Ini sangat asli.
Di mana kau dapat batunya?
Kutemukan di Toko Flea.
Apakah ini rambut sungguhan? Apa itu?
Kurasa itu rambut kuda. / Menarik.
Bagaimana kabarmu? Sudah baikan?
Ya, tentu. Aku sudah menderita migren sejak masih kecil.
Aku lupa meminum obatku..
Bukan apa-apa. Maaf sudah membuatmu cemas.
Tidak apa-apa. / Sudah selesai.
Kadang aku merasa kau berasal dari zaman yang berbeda. Aku suka.
Dan itu membuatmu sangat berbeda.
Tunggu sebentar, Frank, maaf.
Terima kasih banyak.
Sampai nanti. / Ya.
Maaf, Frank. Temanku menolongku dan dia baru saja pergi.
Terkadang aku merasa seperti supir yang diperbudak.
Aku benci itu. / Aku kurang mengerti maksudmu.
Aku bekerja sendirian.
Kau pernah merasa kesepian? / Ya.
Itu sebabnya aku menelponmu.
Jika kau tak ada rencana..
Aku sangat ingin..
Tapi tugasku menumpuk malam ini.
Tapi bagaimana kalau besok?
Baiklah. Besok malam juga boleh.
Pukul berapa? / Sembilan?
Jika kau tak keberatan. / Pukul sembilan waktu yang tepat.
Aku akan menjemputmu ke galeri. / Ya.
Bagus.
Selamat malam, Frank.
Selamat malam, Anna.
Berhenti menatapku. Kau akan ketinggalan cerita filmnya.
Frank sayang, kau di mana?
Franky.
Kau baik-baik saja?
Ya, ya.
Aku baik-baik saja.
Jadi bagaimana menurutmu?
Kau tahu, "Caligari" dianggap sebagai film horor pertama.
Kukira wanita itu tewas pada akhirnya.
Untungnya tidak.
Ya, tapi mereka semua akhirnya masuk rumah sakit jiwa.
Aku tahu, tapi setidaknya ceritanya berakhir bahagia.
Setidaknya dia menemukan cinta terakhirnya yang romantis.
Maaf.
Halo?
Ya.
Kau di mana?
Ya, baiklah.
Ya, aku juga.
Baiklah. Aku akan menelponmu 5 menit lagi.
Itu pacarku. Dia sedang minum di bar.
Kau mau minum dengannya?
Frank, kau baik-baik saja?
Tak apa, aku hanya kelelahan. / Kau kena migren lagi?
Tidak, aku baik-baik saja.
Ada yang harus kukerjakan di toko.
Bersenang-senanglah.
Ayo kita minum dulu. / Tidak.
Hanya sekali. / Tidak.
Ayolah.
Malam ini sangat menyenangkan.
Mungkin lain kali.
Selamat malam, Frank.
Sampai jumpa, Anna.
RUANG DR CALIGARI
Tunggu di mobil, Franky.
Jangan berdiri di sana.
Lakukan yang kukatakan!
Tunggu aku di mobil, sialan!
Hey. / Hey. Pameran yang luar biasa.
Bagaimana menurutmu? / Sangat menarik.
Benarkah? / Tentu saja.
Kau serius?
Tunggu sebentar.
Aku senang kau di sini. / Halo, Anna.
Kau tampak mempesona. / Terima kasih.
Sangat cantik. / Terima kasih.
Aku merasa seperti memakai kostum karnaval.
Sepatu tumit tinggi ini membuatku merasa seperti burung unta.
Aku senang kau bisa datang. / Aku juga.
Foto-fotomu sangat mengesankan. / Terima kasih.
Caramu memberi kehidupan pada manekin-manekin itu melalui wajah...
Ya.. / Itu kau, bukan?
Ya, itu aku.
Wajahku berada pada manekin-mu.
Boleh aku permisi sebentar? / Ya, tentu.
Kau kehilangan sesuatu?
Anna suka bersama dengan teman gay-nya.
Salah satu keuntungan wanita berteman dengan gay adalah gay tak akan bercinta dengannya.
Kau pemilik manekin itu, kan?
Biar kutanya sesuatu.
Apa kau bermain dengan boneka semasa anak-anak?
Aku bukan gay. / Apa?
Pembelaan yang bagus.
Seseorang yang terkenal pernah berkata..
..seniman adalah orang yang membuat sesuatu..
..yang tak diperlukan orang-orang.
Kau tahu?
Kau mungkin tertarik pada klien-ku yang lain,..
..yang tergila-gila pada objek yang sungguh tak berguna.
Aku yakin dia suka menghancurkan salah satu manekinmu..
..saat pemotretan.
Aku ahli perbaikan.
Katakan padaku, Fred,..
..bagaimana proses perbaikan dilakukan?
Apa kau menyelam di tumpukan sampah..
..untuk menemukan bagian yang tak terpakai?
Mereka barang antik. Jadi kau tak akan menemukannya di tempat sampah.
Jujur, semua itu tampak menyeramkan bagiku.
Kau dan Anna tim yang sempurna.
Kau punya kartu bisnis? / Tidak.
Mungkin aku punya pena. / Dominique!
Cantik!
Ada pembeli? / Beberapa tawaran..
..tapi jangan khawatir, uang yang sebenarnya di New York. / Baiklah.
Mau kupanggilkan taksi? / Tidak, aku lebih suka berjalan.
Aku bisa panggilkan taksi. / Tidak usah, kau nikmati acaramu.
Oke. / Dan selamat untukmu.
Kutelpon kau besok. / Hai, sayang.
Ada apa denganmu?
Mengapa kau selalu begitu?
Selamat datang kembali.
Bagaimana kabarmu, Jimmy? / Baik.
Mengubah gaya rambut dan riasan tak bisa menipuku.
Kau kira aku tak mengenalimu?
Mengapa?
Karena menurutmu aku bodoh?
Mengapa kau bertindak seolah aku tidak ada?
Aku tak ingin menyakitimu.
Tapi kau memaksaku.
Bukan?
Ya.
Ya, benar.
Apa kau perlu bersama mereka semua?
Begitukah?
Apa karena uang?
Jawab aku!
Kau tahu mereka tidak menyayangimu.
Tidak seperti aku menyayangimu.
Tidak sepertiku.
Aku masih menyayangimu.
Kau tahu itu?
Tolong jangan bunuh aku...
Tolong jangan bunuh aku... / Aku tak akan membunuhmu.
Aku tak akan membunuhmu.
Ibu.
Kau tak akan keluar malam ini. Kau paham?
Kau tetap di rumah bersamaku!
Hey, ini Anna. Tinggalkan pesan setelah bunyi nada.
Hai, Anna. Ini Frank.
Maaf aku mengganggumu jam segini.
Aku hanya mau tahu berapa lama kau akan meminjam manekin itu.
Aku punya pelanggan lain yang..
Ada apa? Kau baik-baik saja?
Rita, agenku,..
..dia dibunuh tadi malam di apartemennya.
Dibunuh? Astaga.
Polisi baru saja menelponku dan menanyakan banyak pertanyaan.
Seseorang menyelinap ke apartemennya dan membunuhnya.
Dia pasti sudah menunggunya.
Frank, ini sangat rumit.
Aku tak bisa percaya. Sumpah, ini mimpi buruk.
Kau seharusnya tak sendirian saat ini. Apa pacarmu bersamamu?
Tidak, dia sudah kembali ke New York.
Apa kau ingin ditemani?
Tidak usah. / Tidak, itu tindakan bodoh.
Jangan sungkan, itulah gunanya teman.
Aku tak mau menyusahkanmu. / Anna, aku akan tiba di sana 30 menit lagi.
Aku tahu.
Aku juga. Aku juga merindukannya.
Ini sudah terlalu lama.
Aku akan mendapatkannya kembali. Aku janji.
Masuklah.
Aku tak mendengarmu datang.
Seorang tetanggamu sedang di luar saat aku datang.
Aku melihat namamu di kotak surat. Kuharap kau tak keberatan.
Aku senang kau datang.
Aku tak tahu kau ada tamu.
Aku tak bermaksud mengganggu.
Martin tinggal di apartemen sebelah.
Apa kalian bertemu di pameranku? / Tidak.
Aku sering mendengar tentangmu. Aku Martin Nunez.
Dia penata gaya. Dia membantuku menata manekin itu.
Dan aku juga seorang aktor.
Aku baru saja dapat iklan nasional.
Aku tak mengerti maksudmu.
Aku membintangi iklan di TV nasional. Iklan pasta gigi.
Lihat? Cling!
Baiklah, aku pergi dulu.
Aku ada audisi pagi-pagi sekali.
Jadi, aku permisi dulu.
Semuanya akan baik-baik saja. / Terima kasih.
Tolong jaga temanku.
Sampai nanti.
Hari ini pasti sangat berat bagimu.
Aku tahu rasanya kehilangan seseorang.
Aku di sini untukmu, Anna.
Mengapa pacarmu pergi ke New York di saat seperti ini?
Kami bertengkar setelah pameran.
Semuanya selalu tentang dia.
Aku bahkan tak tahu mengapa aku bersama pria itu.
Dia tipe musikus.
Biasanya sangat egois.
Ya.
Aku akan membuatkan kopi.
Yang ini hari pertama kali kita bertemu.
Aku tak memperhatikannya dengan baik.
Aku terlalu sibuk bicara dengan orang lain, di saat dia pulang sendirian.
Jangan salahkan dirimu.
Ini bukan salahmu.
Cobalah ikhlaskan.
Aku tahu yang kau perlukan.
Aku sangat stres.
Kau tahu, rambut adalah bagian dari tubuh yang abadi selamanya.
Maaf, aku tak bisa..
Seharusnya aku tak membiarkannya pulang. / Anna..
Dia tahu apa yang dia lakukan.
Apartemennya hanya berjarak 3 blok.
Seberapa mungkin dia diserang?
Gads-gadis lain dibunuh, dan itu tak ada hubungannya denganmu.
Percayalah, itu bukan salahmu.
Aku bertanya pada Rita saat aku pergi dan dia mengatakannya.
Mengatakan apa? / Di mana dia tinggal.
Bukankah itu yang kau herankan? Bagaimana aku tahu?
Aku heran apa maksudmu dengan gadis-gadis lainnya.
Para gadis itu bagian tubuhnya dipotong, lalu dibunuh.
Semua itu ada di berita.
Rita punya ciri yang sama.
Bukankah begitu?
Polisi tidak pernah menyebutkan tentang para gadis lainnya.
Itu mungkin karena masih dalam proses penyelidikan.
Anna, kau harus tenangkan dirimu.
Aku akan memijatmu lagi. / Tidak usah.
Lebih baik aku..
..tidur sekarang.
Dan kita bicarakan semuanya besok.
Aku sangat lelah.
Tunggu!
Aku jauh-jauh ke sini untuk menemanimu di saat kau dalam kesulitan.
Aku ingin sendirian saja.
Kumohon.
Sendirian tak akan membantumu.
Percayalah. Aku tahu.
Aku hanya minta kau pergi sekarang. Kumohon.
Ada apa, Anna?
Kukira kita berteman.
Kau terdengar seperti orang asing.
Mengapa kau takut?
Anna, ayolah.
Kurasa kita harus bicara.
Menyingkir dariku!
Tenanglah.
Apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan?
Kurasa kita perlu membereskan beberapa hal.
Kau tahu maksudku, kan?
Kita perlu bicara dengan serius.
Lepaskan aku! / Biar kujelaskan padamu!
Lepaskan!
Martin! Tolong aku!
Tolong!
Ada apa Anna? / Jangan ganggu aku!
Pergilah, kumohon, pergilah.
Anna, ini aku, Martin. Buka pintunya.
Anna, ada apa di dalam sana? Kau baik-baik saja?
Anna, buka pintunya!
Anna, buka pintunya!
Anna? / Martin!
Anna, di mana kau? / Di kamar mandi.
Anna? Anna, buka pintunya.
Maafkan aku.
Maafkan aku. Buka pintunya.
Buka pintunya! Anna!
Martin? / Bukan. Ini bukan Martin!
Hanya kau dan aku.
Sekarang buka pintunya, dan biar aku jelaskan!
Martin, kau tak apa-apa? / Anna?
Ini aku.
Ada apa di luar sana?
Aku jauh-jauh ke sini untuk menemanimu saat kau kesulitan.
Maafkan aku. Kumohon.
Mari bicara dulu.
Keluar!
Pergilah! / Tidak.
Kau harus mengerti. / Pergilah, kumohon.
Letakkan pisau itu.
Letakkan pisau itu. Jatuhkan!
Jatuhkan pisau itu!
Tenanglah.
Tenanglah.
Tenang. Tenang.
Kau baik-baik saja.
Kau baik-baik saja.
Kau akan baik-baik saja.
Unit 19, kode 48.
Dugaan pembunuhan, Jalan Utama Mariana 728.
Ini unit 19, diterima.
Semuanya akan baik-baik saja.
Kumohon!
Tolong!
Tolong aku!
Tolong aku!
Tolong aku!
Tunggu!
Tolong aku! / Anna!
Hentikan mobilnya! / Anna, apa yang kau lakukan?
Tolong! / Tidak!
Tidak, tidak, tidak!
Oh, tidak.
Mengapa kau lakukan itu?
Tidakkah kau mengerti?
Aku hanya ingin bersamamu.
Aku hanya ingin bersamamu, Anna.
Aku tak pernah menyentuhmu.
Tidak satu kali pun.
Aku ingin mengenalkanmu pada ibuku.
Kita akan selalu bersama selamanya, Anna.
Aku berjanji.
Tak ada seorang pun yang akan memisahkan kita lagi.
Hey, Frank.
Kau suka putingku, Frank? / Diam!
Tanganmu begitu hangat.
Aku akan mendapatkanmu kembali. / Dia bohong.
Jangan dengarkan dia.
Apa kau bermain boneka saat anak-anak, Frank?
Kau mau mandi?
Tidak. / Bagaimana dengan mandi busa?
Tidak, aku tak mau.
Pergi! Pergi!
Oh, Frank, kau pulang.
Aku tahu kau di loker, dasar bocah nakal.
Apa yang kau lihat menyenangkan?
Jangan dengarkan mereka. Mereka bohong.
Frank, jangan bawa gadis lain ke rumah.
Aku cemburu.
Aku akan menghancurkanmu berkeping-keping, Frank
Aku tak mengenal mereka. Mereka bohong.
Ini rumah kita, Anna.
Selamat datang.
Selamat datang.
Sekarang di sinilah kita tinggal, Anna.
Tidak, bukan kau. Keluar dari sini!
Kau dengar? Keluar!
Jangan dekati dia! Dia milikku!
Keluar!
Dia milikku!
Kalian tak akan mengerti perasaan kami.
Di mana dia? Di mana dia?
Jawab aku!
Singkirkan tangan kalian dariku!
Kumohon, lepaskan aku!
Oh, kakiku!
Sub by: Sang Pangeran
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.