All language subtitles for Valathu Vashathe Kallan 2026 AMZN Dual Audio Hindi (ORG) 1080p

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih bahasa: @Nell.aja https://sociabuzz.com/nell_aja/support

Film ini Fiksi dan imajinasi si pembuatnya.

Yang dimaksudkan semata-mata untuk tujuan hiburan.

Semua karakter, peristiwa, lokasi, institusi,

dan komunitas, sepenuhnya fiktif.

Tidak ada kemiripan dengan siapapun, hidup atau mati.

Pagi.

Pagi.

Apa kabar?

Baik.

Oke.

Jadi, waktu aku masih kecil,

sampai umur lima tahun,

aku sekolah di asrama juga.

Zaman itu,

surat dari rumah datangnya

dua minggu sekali,

ditulis di atas kertas surat lipat.

Generasi-mu mungkin tidak tahu

apa itu kertas surat lipat.

Lalu,

sebulan sekali,

aku dapat telepon dari rumah

lewat telepon rumah.

Jadi, kegelisahan selama jeda panjang

di antara kebosanan, kesedihan,

dan mimpi buruk di malam hari.

Semua itu ada waktu itu.

Tapi sekarang, kau punya pilihan.

Ponsel yang kau pegang itu, Philip.

Begitu juga, Ayah-mu punya ponsel juga, kan?

Tetap saja, sebulan sekali,

kau tidak mampu

ngobrol yang benar.

Nah, itu tidak bisa diterima, kan?

Benar-benar tidak bisa diterima, kan?

Jadi kita harus ubah itu.

Betul?

Tapi...

Dokter, kau tahu sifatnya, kan?

- Ya, aku tahu. - Terutama...

Aku sulit menerimanya.

Aku sadar akan keras kepala Antony.

Bagaimana aku jelaskan ya, soal kekakuannya?

Kita bisa ubah itu.

- Kita perlu ubah itu, oke? - Ya, ayo kita coba.

Ya, kita akan coba.

Dia mau kau masuk ke dalam.

Philip ceritakan semuanya padaku

yang terjadi dengan sangat jelas.

Dengar, bisa kau bayangkan trauma yang harus Philip alami

arena kesalahan yang kau perbuat?

Coba bayangkan...

Bagaimana kalau kau dalam situasi begitu?

Pernahkah kau pikirkan itu?

Sudah berapa lama sejak Philip

memanggilmu "Ayah", Antony?

Aku tidak tanya ini untuk menyakiti-mu.

Yang lebih penting itu mencari solusi untuk ini, kan?

Jadi ayo kita analisa semua

yang sudah terjadi sejauh ini secara rinci.

Titik di mana semuanya bermula.

Awal dari segalanya.

Pak, Pak Antony sudah datang.

Pak!

Dekatkan lagi!

Pak!

Aku ada di bar waktu dapat telepon dari Pak Shivan.

- Aku tidak kelihatan mabuk, kan? - Tidak, Pak.

Duduk!

Ngapain dia di sini?

Apa dia tidak ada kerjaan lain?

Dia kuliah paruh waktu di kampus itu.

- Pak! - Ikut aku.

- Jangan biarkan orang lain masuk, Johnny. - Siap, Pak.

Silakan duduk.

Kau sudah lama menunggu?

Tidak, Pak. Tidak terlalu lama.

Aku ada rapat yang harus dihadiri.

Aku tanya sekali lagi.

Apa kau benar-benar ingin daftarkan kasus ini?

Dari yang putri-mu ceritakan padaku...

Sebenarnya tidak terjadi apa-apa, kan?

Aku harus, Pak.

Dia padaku.

Aku tidak akan lepaskan dia.

Aku sudah bicara dengan Rajeev.

Dia benar-benar menyesali perbuatannya sekarang.

Dia sudah sadar akan kesalahannya.

Dia pasti tidak akan mengulanginya.

- Aku jamin. - Tidak bisa, Pak!

Aku mau buat laporan.

Tanya saja siapa pun di kampus. Mereka akan ceritakan soal kelakuannya.

Aku kenal dia tiga tahun belakangan ini.

Tiga.

- Bukannya ini tahun ketiga-mu? - Ya.

Jadi, tiga tahun kenal dia...

Dan dua tahun pacaran, ya?

Itu yang aku dengar dari seseorang.

Tidak, Pak.

Memang benar dia menyatakan cinta padaku.

Setelah aku tolak, dia mulai menguntitku.

Ini Riya, Tanvi, dan Angel.

Siapa mereka?

Mereka temanku, Pak.

Kalau kau tanya mereka, kau akan tahu yang sebenarnya.

Mereka yang pertama kali memberi keterangan

soal hubunganmu dengan Rajeev.

Waktu aku tanya Rajeev, dia mengiyakan juga.

Tidak, Pak.

- Dia tidak mungkin bilang begitu. - Aku tidak tahu soal itu, Deepthi.

Mereka bilang padaku kalian semua bolos kelas,

dan pergi ke rumah Rajeev untuk pesta.

Tidak, Pak, kami di kampus sepanjang hari itu.

Waktu aku pergi ke toilet...

Pak, tolong cek saja di kampus.

Kau akan tahu kebenarannya.

Aku sudah cek ke kampus.

Kenapa kau bohong tanpa alasan?

Apa karena ibumu ada di sini bersamamu?

Bu.

Ibu harus dengarkan aku.

Memang benar putri Ibu sampai di gerbang kampus.

Dari sana, dia naik bajaj dan pergi ke rumah Rajeev.

Aku sendiri yang bicara dengan sopir bajajnya.

Tidak, Bu. Aku masuk kelas hari itu.

Apa itu tadi?

Siapa Sijo?

Dia temanku, Pak.

Teman.

Bu, selama pesta ini,

Rajeev dan Deepthi masuk ke kamar Rajeev berdua.

Aku tidak tahu kenapa.

- Mereka berdua saja. - Pak!

Tolong, Pak. Hentikan, Pak.

Pak, tolong.

Ini yang teman-temannya bilang padaku.

Di dalam kamar,

Rajeev lihat pesan dari Sijo di ponsel Deepthi.

Rajeev langsung tanya dia.

Itu memicu pertengkaran di antara mereka.

- Pak, biar aku jelaskan. - Biar aku selesaikan!

Setelah pertengkaran itu,

Deepthi mengakui yang sebenarnya.

Bahwa Deepthi ada hubungan dengan Sijo.

Selama berapa lama?

Satu tahun.

Artinya,

dua orang di waktu yang sama.

Bukan begitu kejadiannya, Pak.

Apa kau menyangkal ada hubungan dengan Sijo?

Bilang padaku kalau kau tidak terlibat dengan Sijo!

Sekarang juga!

Aku tidak bilang ini untuk membuatmu nangis, Nak.

Selama pemeriksaan, ini yang teman-temanmu katakan.

Yang mereka katakan adalah,

waktu kau dan Rajeev ada masalah,

kau mengarang kasus palsu ini karena dendam.

Nak.

Siapa namamu?

Revathy.

Revathy.

Kau, aku, dan Vidya di sini.

Kita semua orang biasa.

Rajeev dan Ayahnya, Murali...

Mereka orang berkuasa.

Kalau kita lawan mereka,

mereka akan pakai semua yang baru aku katakan untuk lawan kita.

Siapa nama gadis yang menunggu di luar itu?

Irene.

Irene.

Jangan langsung percaya tiap kata yang dia ucapkan.

Orang seperti mereka selalu punya banyak maksud tersembunyi.

Vidya, apa kau tidak ingat apa yang terjadi dengan Gayathri?

Waktu dia akhirnya kalah kasus,

Irene cuci tangan dari masalah itu.

Pada akhirnya, nama baik Gayathri dan keluarganya hancur.

Jadi berantakan.

Revathy.

Itu sebabnya aku bilang.

Haruskah kita pikirkan masa depan Deepthi?

Nak.

Aku sedih lihat kau menangis seperti ini.

Aku rasa lebih baik tidak usah lanjutkan kasus ini.

Ada sedikit kesalahan di pihakmu juga, kan?

Jangan hanya turuti kata-kataku saja.

Pikir baik-baik dan buat keputusanmu.

Bagaimana kabarnya, Antony?

Semua sudah beres, Pak.

Mereka tidak jadi buat laporan.

Bagus sekali.

Ada orang bersamamu sekarang?

Tidak, aku di kamarku.

Berapa jumlah penyelesaiannya?

Tidak ada uang terlibat dalam kasus ini, Pak.

Kau sudah beri tahu Murali belum?

Belum.

Lakukan satu hal.

Untuk penyelesaian, sebut empat.

Tidak, patok saja lima.

Lalu pergilah dengan Murali secepatnya,

ambil uang tunainya dan datang ke rumahku.

Siap, Pak.

Sepertinya aku cuma dapat satu.

Tante, kenapa dia nangis?

Apa yang terjadi di dalam?

Tidak terjadi apa-apa di sana.

Kami pergi.

Apa kata Pak Antony?

Deepthi, berhenti nangis dan bilang padaku!

Bisakah kau tinggalkan kami sendiri?

Kami tidak akan buat laporan, itu saja!

- Ayo! - Bu, aku...

Bu.

Bu?

- Mas, ke Kanjirappara? - Biar dia turun dulu.

Bu, setidaknya Ibu harus percaya padaku.

Atau aku tidak akan kuat menanggungnya.

Aku katakan yang sebenarnya pada Ibu.

Aku masih tidak bisa lepas dari keterkejutan itu.

Bu, tolonglah berpihak padaku.

Hentikan! Hentikan saja!

Jangan buat Ibu bicara hal-hal.

Itu lebih baik untukmu!

Supaya kau tidak harus mematahkan punggungmu

di mesin jahit seperti Ibu?

Ibu pinjam uang dari setiap tempat yang Ibu bisa,

dan pastikan kau bersekolah.

Waktu kau berkeliaran mempermalukan diri seperti itu,

tidakkah kau pikirkan ini sekali pun?

Ada kata lain

untuk dirimu yang sekarang.

Kakak!

Ke Gereja Kanjirakkad.

Bu!

Kalau Ibu tidak bisa mengerti aku,

aku mungkin bisa berbuat yang nekat.

Lakukan saja kalau begitu!

Itu lebih baik daripada menjalani hidup seperti ini!

Deepthi!

Nak!

Deepthi!

Deepthi!

Buka matamu, Deepthi!

Ayo!

Deepthi!

- Ada yang bisa tolong panggilkan mobil? - Siapkan mobil!

Deepthi.

Deepthi!

Kau baik-baik saja di sana?

Tidak apa-apa.

Ini darah gadis malang itu!

Telan saja!

Itu yang kau suka, kan?

Maaf, ini tempat umum.

Pergi kau, bocah!

Ajar dulu Ayahmu cara bersikap dengan orang!

- Irene, pergi saja. - Dan kalau tidak?

Akan kau bunuh aku juga?

Jangan kira kau sudah menang!

Aku tidak akan biarkan kau lolos.

Aku akan buat kau bertanggung jawab untuk ini!

Ingat kata-kataku!!!

Kau menyedihkan!

SATU TAHUN KEMUDIAN

Aku harus turun di sini.

- Sudah telat? - Ya, sedikit.

- Semuanya bakal kacau, tahu? - Tunggu, kita lihat saja.

- Kita masih bisa dapat, kan? - Dia sudah datang.

- Mas. - Mas Sam.

Mas, kami...

Busnya terlambat.

- Tidak apa-apa. - Tolong bukakan.

Kau sudah pulihkan semua data dari hard disk kami, kan?

Ya, semua sudah dipulihkan.

Agak pusing juga.

Ada beberapa sektor rusak.

Beberapa file akhirnya terenkripsi,

kemungkinan besar karena serangan virus.

Kau benar-benar harus hati-hati

waktu mengunduh barang dari situs mencurigakan.

- Allen, kan? - Ya.

Ini dia.

Mas, nanti aku kirim sisa pembayarannya lewat Gopay.

Oke.

- Makasih, Mas. - Baiklah kalau begitu.

Pak, sudah aku periksa semuanya.

Kondisi mobilnya prima.

Jujur saja, tidak perlu diservis sekarang.

Putriku mau datang.

Dia akan bawa mobilnya waktu dia kembali nanti.

Kalau Bapak sendiri bagaimana?

Banyak bus dan Bajaj di sekitar sini, kan?

Dia banyak urusan yang harus dikerjakan.

Jadi, bagaimana kabar kasus itu, Pak?

Itu akan berjalan sebagaimana mestinya.

Semua akan baik-baik saja. Bapak pasti menang, Pak.

Selamat ulang tahun untukmu!

Selamat ulang tahun untukmu!

Aku berpikir...

Apa cukup kalau kita rayakan ulang tahun Ayah

cuma bertiga saja?

Lalu?

Kenapa tidak undang tetangga, teman-teman,

dan rayakan dengan meriah?

Tapi itu buang-buang uang, Bu.

Kita bisa pakai uang itu

untuk bantu orang yang lebih butuh.

Itu yang Ayah mau.

Kalau gitu ayo kita lakukan.

Lagipula, kemauanmu itu perintahnya!

Sekakmat.

- Selamat ulang tahun, Paman! - Terima kasih, Veena.

- Apa kabarmu, Nak? - Aku baik, baik sekali.

Kau mesti mampir kapan-kapan.

Aku pasti mampir.

Veena, tolong kirimi aku email

semua dokumen CMML itu.

Ya, nanti aku kirim. Kapan kau mau balik?

Sebentar lagi.

- Kalau gitu, sampai ketemu nanti malam. - Oke.

- Dah. - Dah.

Ada apa sih soal CMML ini?

Penambangan ilegal.

Kalau terus dibiarkan,

laut bakal telan seluruh garis pantai.

Bukannya mereka kelompok yang sangat kuat?

Lalu kenapa?

Apa artinya mereka boleh berbuat sesuka hati?

Bukan itu maksudku.

Apa aman mengirim

dokumen kelompok sekuat itu lewat email?

Mereka bisa dengan gampang meretasnya.

Masuk akal juga.

Tapi kenapa aku harus takut?

Aku punya hacker jagoan tepat di sebelahku, kan?

Jangan libatkan aku.

Satu kali kejadian sudah lebih dari cukup bagiku.

Ada kutipan terkenal dari John F. Kennedy.

"Jangan tanya apa yang negara bisa lakukan untukmu,

tanya apa yang kau bisa lakukan untuk negaramu."

Itu yang aku yakini.

Baiklah.

Begitu kau sampai di sana,

langsung taruh acar ikannya di kulkas.

Masuk. Biar aku simpan ini di dalam.

Jangan ngebut, ya?

Hati-hati menyetirnya.

- Telepon kalau sudah sampai. - Dah.

Pak!

Bukannya sudah kuperingatkan kau lagi

untuk tidak menyeretnya ke dalam urusan sampahmu?

Lepaskan dia!

Berhenti di situ!

Sudah seratus kali aku bilang padamu

untuk jaga jarak darinya.

Iya kan?

Philip!

Nomor yang kau tuju

saat ini dalam keadaan tidak aktif.

Perlu aku buatkan teh?

Ada apa?

Aku tidak bisa hubungi dia.

Ponselnya tidak aktif sejak semalam.

Dia mungkin belum bangun.

Ada apa denganmu, Antony?

Pakai kekerasan polisi ke anakmu sendiri?

Dia bukan anak kecil lagi.

Dia sudah dewasa!

Aku cuma hilang kendali, Dokter.

Sudah sering aku peringatkan dia untuk jauhi Rajeev.

Dia tidak mau dengar!

Rajeev-lah yang menyeret Philip ke semua ini.

Siapa yang kenalkan Rajeev ke Philip?

Lewat siapa?

Lewat kau!

Kau yang membawanya ke pergaulan buruk itu.

Aku tidak akan salahkan dia.

Lagi pula...

apa sebenarnya yang Rajeev dapat

dengan berteman dengan Philip?

Tidak ada sama sekali.

Dia mau memperkuat pertemanannya denganmu.

Itu tujuan sebenarnya Rajeev.

Philip sudah mulai lepas dari tanganmu.

Ingat itu.

Kau harus tanggapi ini dengan sangat serius,

dan berusahalah.

Kau harus berusaha lebih keras.

Kau harus pahami kebenaran ini.

Philip itu cerminan dirimu, Antony.

Amarahmu,

tempramenmu, keras kepalamu,

dia mewarisi semua itu.

Dan satu hal lagi...

Pikiran bahwa kau kehilangan Mary karena Philip,

kau harus buang jauh-jauh dulu dari kepalamu.

Kalau tidak, kau tidak akan pernah bisa menyayanginya.

Kau mengerti?

Ada yang bersama Mary di sini?

Maaf, pendarahannya terlalu banyak.

Kami tidak bisa selamatkan dia.

Halo.

Halo, Veena?

Paman, aku sudah sampai di flat Irene.

Biar aku periksa apakah dia ada di sini dan segera telepon Paman balik.

Oke.

Dan...

Ke mana dia perginya?

Kapan terakhir kali putri Bapak telepon Bapak kemarin?

Malam hari.

Sekitar jam 9:30 atau mungkin 9:45.

Panggilan terakhir itu, dia yang telepon Bapak atau Bapak yang telepon dia?

Aku yang telepon dia.

Jadi, di mana dia waktu itu?

Waktu aku periksa apartemennya, tidak ada apa-apa di sana.

Kau sudah taruh acar ikannya di kulkas?

Ya, sudah, Bu.

Omong-omong, aku beli beberapa barang.

Aku mau balik sekarang.

Baiklah kalau gitu. Ayah telepon kau nanti.

Tidak perlu. Aku sudah menepi. Lanjutkan saja, Ayah.

Ayah cuma telepon tanpa alasan.

- Ayah? - Sumpah, Ayah!

Ayah cuma pengen telepon kau saja.

Ayah, tunggu sebentar.

Aku akan segera telepon Ayah balik.

Tapi aku tidak bisa kenali siapa orangnya, Pak.

Siapa gadis ini?

Dia teman putriku, Veena.

- Kerjamu apa? - Aku kerja di departemen Geologi di sini.

Apa kau dan Irene kerja bersama?

Tidak. Irene masih kuliah.

LLB kelas malam.

Dia juga terlibat dengan Jaringan Hukum Hak Asasi Manusia.

Dia bilang padaku dia mau

ketemu aku hari ini soal sebuah kasus.

Kasus macam apa?

Kasus melawan CMML

soal penambangan ilegal.

Pak.

Sub-Inspektur Devan?

Devan?

Pak Devan sudah beberapa kali telepon putriku.

Dia bilang padaku Pak Devan kerja di kantor ini.

Jadi?

Kau mau aku mengejar Devan,

atau mencari putrimu?

Pak!

Johnny, mana Shabeer?

- Dia sedang keluar. - Sini kau.

Johnny, ini kasus gadis hilang.

Ini ayahnya si gadis.

Asal darimana?

Kuttikkanam.

- Putriku kerja dekat kantor ini. - Di mana dia tinggal di sini?

Apartemen Green Valley di Jalan Ashramam.

Siapa nama gadisnya?

Irene.

Irene Samuel.

Maaf.

Apa putrimu punya hubungan

semacam itu dengan siapapun di sini?

Tidak, Pak.

Tidak ada yang begitu.

Tidak, tidak ada yang begitu, Pak.

- Bapak yakin? - Ya, Pak.

Ada apa?

Itu ancaman.

Tapi bukan hal serius.

Ancaman macam apa?

Namanya Rajeev.

Setahun lalu,

dia melecehkan seorang gadis tidak berdosa.

Deepthi.

Dia teman baikku.

Dia sudah meninggal.

Aku terlibat dalam kasus itu.

Orang mati pantas dapatkan keadilan.

Bukannya sudah tugas kita yang hidup untuk mewujudkannya?

Betul, Ayah?

Rajeev.

Laki-laki itu sudah mengancam

putriku lewat telepon.

Dia pernah menyinggungnya tempo hari.

Kau tahu sesuatu soal Rajeev ini?

Tidak, Pak. Dia tidak cerita apa-apa padaku.

Johnny, lakukan satu hal.

Ambil keterangan lengkap dari mereka.

- Dan buat juga laporan resminya. - Siap, Pak.

Pergilah dengan Johnny sekarang. Akan kuselidiki ini.

- Oke. - Ayo.

Terima kasih, Pak.

- Rajeev tidak ada di rumah? - Dia belum bangun.

Dia pulang larut malam tadi

dengan beberapa memar setelah jatuh di suatu tempat.

Rajeev!

Rajeev!

- Pak Devan, ya? - Ya.

Aku Sam.

Ayahnya Irene.

Silakan masuk.

Aku baru tahu ini setelah kau beri tahu tadi, Sam.

Pak, kau sudah telepon putriku tempo hari, kan?

Ya.

Ada sidang kasus hak asasi manusia minggu depan.

Terkait soal itu...

Kasus tentang apa, Pak?

Kasusnya melawan siapa, Pak?

Melawan Pak Antony.

Inspektur Kepala Antony, Pak?

Ya.

Apa kasusnya Deepthi yang diagendakan

untuk sidang minggu depan?

Ya.

Ada apa, Sam?

Waktu aku pergi ke Pak Antony hari ini untuk buat laporan,

sikapnya tidak seperti orang yang kenal putriku.

Waktu aku tanya soal telepon darimu,

dia malah bentak aku.

Aku dan dia tidak terlalu akur.

Memang begitulah sifatnya.

Sejauh ini, dia selalu dilindungi oleh Wakil Superintenden Polisi Shivan.

Tapi Pak Shivan sudah pensiun sekitar empat bulan lalu.

Sementara itu,

Ayahnya Rajeev, Murali...

kena stroke dan sekarang lumpuh di tempat tidur.

Itu justru memudahkan penyelidikan Irene.

Sidang berikutnya...

Sangat penting.

Begitu pula kesaksian Irene.

Kalau kesaksian itu hilang,

satu-satunya orang yang untung cuma Antony.

Maksudmu?

- Terjadi sesuatu pada putriku? - Tidak, tidak.

Bukan itu maksudku.

Tabahlah, Sam.

Bukannya kita semua di sini untukmu?

Tidak akan terjadi apa-apa pada Irene.

Beralih ke berita utama lainnya hari ini.

Laporan masuk dari Kalady

soal seorang wanita muda yang hilang.

Aktivis HAM dan mahasiswi LLB

Irene Samuel dilaporkan hilang

sejak pukul 10:00 tadi malam.

Polisi Kalady telah mendaftarkan kasus,

dan memulai penyelidikan

atas hilangnya Irene Samuel,

yang dikenal atas partisipasi aktifnya dalam protes dan debat media.

Irene Samuel dilaporkan hilang

saat dalam perjalanan kembali ke apartemennya tadi malam.

Hilangnya dia dilihat

sebagai insiden serius lainnya

yang menyoroti meningkatnya rasa tidak aman di Kerala.

Pak, pukul 9:30 malam.

Kalau dia berangkat dari sini jam 9:30 malam,

dia seharusnya sampai di apartemen sekitar jam 9:55 malam.

Sam menelponnya jam 9:45 malam.

Jadi dia sudah berkendara sekitar 15 menit.

Pak, kalau waktu tempuhnya 15 menit,

dan kalau dia sedang menuju flatnya,

dia pasti sudah sampai di Simpang Ashramam saat itu.

Apartemen Green Valley, kan?

Kalau dia lewat jalan kecil itu,

dia bisa hindari simpang itu.

Pak, untuk perempuan yang berkendara sendirian malam-malam,

rute itu tidak terlalu aman, kan?

Seolah-olah dia sampai rumah dengan selamat juga.

Pak.

Aku rasa kita harus periksa Simpang Ashramam juga.

Kalau begitu, ayo kita lakukan satu hal.

Kita bagi jadi dua tim.

Kau periksa rute jalan kecil,

dan aku akan periksa rute Ashramam.

- Pak! - Pak!

- Pak! - CCTV-nya berfungsi, kan?

Ya, Pak, berfungsi.

Tunjukkan rekaman setelah jam 9 malam tanggal 25 Mei.

Siap, Pak.

Pak?

Keluar kau.

Omong-omong, aku beli beberapa barang.

Aku mau balik sekarang.

Ayah, nanti aku telepon Ayah balik.

Kau rupanya.

Kau tidak lihat papan dilarang parkir?

Kau lebih tahu hukum dari siapapun, kan?

Atau aturan tidak berlaku untukmu, Nyonya?

Maaf, Pak. Kau mabuk.

Kita bisa bicara besok.

Lalu kenapa!? Keluar dari mobil!

Keluar!

Pak?

CCTV ini tidak berfungsi

selama sebulan terakhir, mengerti?

Juga, aku tidak pernah ke sini.

Di mana Rajeev kemarin?

- Dia bilang apa tidak? - Dia tidak bilang apa-apa.

Dia pulang larut malam tadi dan langsung tidur.

Apa ada yang ikut bersamanya? Kau tahu sesuatu?

Tidak, dia sendirian.

Dia sudah bangun.

- Kenapa tanganmu? - Kau ngapain di sini?

Kau di mana kemarin?

Aku di luar.

Sama siapa?

Aku di luar, Veena.

Kau lihat Irene kemarin?

Tidak.

Jadi, kau kenal dia?

Rajeev, katakan yang sebenarnya.

Kau lihat Irene atau tidak?

Aku tidak ingat.

Berarti kau memang lihat dia dan kau lakukan sesuatu padanya.

Berhenti main-main, Rajeev. Katakan saja yang sebenarnya.

Sudah kubilang aku tidak ingat, Veena.

Katakan yang sebenarnya, Rajeev!

Kau lihat dia! Kau lakukan sesuatu padanya!

Veena, sudah berkali-kali aku bilang

jangan ikut campur hidupku!

- Kenapa kau tidak mengerti? - Keluar! Kubilang KELUAR!!!

Keluar!

Aku tidak akan pergi sebelum kau bilang yang sebenarnya!

Keluar!

Rajeev, katakan yang sebenarnya.

Keluar, kataku!

Ini bisa jadi kasus! Kau bisa dalam masalah!

- Pergi kau! - Rajeev!!!

Jadi Rajeev ini sepupumu?

Ya.

Kenapa tidak bilang dari tadi?

Aku takut, Pak.

Itu sebabnya aku tidak bilang apa-apa tadi.

Apa Irene tahu kalau Rajeev itu sepupumu?

Tidak. Aku berusaha menyembunyikannya darinya.

Kenapa?

Aku baru tahu soal masalah mereka

setelah aku dekat dengan Irene.

Setelah itu,

rasanya canggung untuk mengungkitnya.

Pak?

Ya.

Setelah Simpang Ashramam,

CCTV cuma ada di pom bensin Avaran, Pak.

Tapi CCTV tidak menunjukkan mobil Irene lewat.

Tapi, mobil jip polisi kita lewat di rute itu.

- Pak. - Ya?

Haruskah aku periksa jalan hutan

sebelum pom bensin?

Oke.

Kita baru saja menerima kabar

yang menggemparkan seluruh negara bagian.

Di perbatasan hutan sepanjang Jalan Ashramam di Kalady,

polisi telah menemukan sesosok mayat...

diduga adalah Irene Samuel.

Informasi lebih lanjut akan tersedia

setelah pemeriksaan forensik awal.

Anjana, petugas forensik

saat ini sedang melakukan pemeriksaan.

Belum ada rincian tambahan yang dikonfirmasi sejauh ini.

Tim yang dipimpin oleh Inspektur Kepala Antony Xavier

saat ini berada di lokasi.

Orang tua Irene diperkirakan akan segera tiba.

Orang tua gadis itu sudah datang.

Anjana, tampaknya orang tua Irene sudah tiba.

Sebuah mobil baru saja tiba di lokasi.

Pak, lebih baik Bapak datang sendiri saja.

Tunggu di sini.

- Bu, tolong tetap di sini. - Tidak.

Bu, tolong jangan keluar.

Ada apa?

Aku harus lihat.

- Aku harus lihat putriku. - Tidak ada yang perlu dilihat.

Tidak!

Ada apa, Sam?

Jangan!

Tidak!

Tidak!

Tidak!

Jangan, Sam!

Aku tidak akan percaya ini!

KAMAR MAYAT

Bu!

Antony, pembunuhannya sangat brutal.

- Bu, apakah dia secara seksual? - Tidak, tidak.

Sepertinya itu bukan motif si pembunuh.

Lidah dan jari telunjuk Irene

telah dipotong.

Selama periode peri-mortem,

yaitu saat-saat sebelum kematian.

Semua bagian tubuhnya dipotong selama periode itu.

Jadi, dia pasti merasakan setiap rasa sakit itu.

Ini seperti aksi balas dendam!

Kalau begitu, pembunuhnya mungkin...

seseorang yang dikenal Irene, ya, Pak?

Juga, ada hantaman berulang kali

di wajah dan kepalanya,

menggunakan benda kasar dan tumpul.

Itulah yang menyebabkan kematiannya.

Nak.

Nak.

Sam!

Aku cuma ingin melihatnya sekali saja.

Sam!

Pak!

Antony, ini Wakil Superintenden Polisi Firoz.

Aku kenal dia, Pak.

Antony, aku panggil kau ke sini

karena Ayahnya Irene, Samuel Joseph.

Dia sudah ajukan pengaduan.

Sebuah petisi yang menyatakan bahwa kau tidak boleh menyelidiki kasus ini.

Mengklaim itu tidak akan transparan.

Kau tahu sendiri bagaimana keadaannya, Pak.

Itu benar.

Tapi waktu ayah si gadis ajukan pengaduan seperti ini,

bisa kau bayangkan tekanannya.

Firoz sudah bentuk tim.

Itu lebih baik

untuk selesaikan semua masalah ini.

Jadi...

Semua sudah diputuskan kalau begitu, kan, Pak?

Jangan khawatir, Antony.

Ini cuma untuk menenangkan keluarga si gadis,

dan media untuk saat ini.

Lihat saja dari sudut itu.

Itu menguntungkanmu juga.

Lagipula, kami sama sekali tidak mencurigai Antony.

Betul, Pak?

Siapa Rajeev ini?

Rajeev adalah tersangka utama dalam kasus ini.

Sayangnya, dia hilang sekarang.

Pokoknya, kirimkan berkas kasusnya ke kantorku.

Aku akan telepon kau kalau ada hal mendesak.

Pak!

Jadi hujan dan anjing-anjing itu...

Gara-gara mereka,

tim forensik tidak bisa temukan sidik jari, kan?

Ya, Pak.

Baiklah, Vidya. Aku akan pelajari ini dan telepon kau nanti.

Pak, soal Ayahnya Irene...

Aku rasa kita harus menanganinya

dengan sedikit lebih hati-hati.

Aku cuma merasa.

Kau pikir dia bisa jadi masalah?

Sam tumbuh besar

di panti asuhan Saint Joseph di Kuttikkanam.

Karena IQ-nya lebih tinggi

dari anak-anak lain,

para suster di sana menyekolahkannya

belajar teknik komputer.

Dia jelas yang terbaik

dalam apapun yang dia lakukan,

dan dimanapun dia berada.

Setelah menyelesaikan kuliahnya

bersama beberapa teman,

Sam memulai perusahaan keamanan siber di Ernakulam.

Tepat saat perusahaan mulai berkembang,

salah satu mitranya meretas situs web pemerintah

untuk membantu teman-teman Naxal-nya.

Sejujurnya, Sam tidak punya peran dalam kejahatan itu.

Tapi karena dia adalah mitra,

dia ikut terseret dalam kasus itu.

Perusahaannya juga ditutup.

Kasus itu masih berjalan.

Tapi Sam kehilangan profesinya,

karirnya, dan segalanya.

Dan sekarang, putrinya juga.

Jadi kita tidak bisa memprediksi

bagaimana reaksinya nanti, Pak.

Nak.

Nak.

Aku tidak bisa lihat wajah putriku untuk terakhir kalinya.

Aku ingin lihat wajahnya, Sam.

Aku cuma ingin melihatnya sekali.

Lepaskan aku!

Lepaskan aku!

Lebih banyak kontainer terdampar

dari kapal kargo yang tenggelam di,

lepas pantai Kochi di Laut Arab.

Kontainer serupa ditemukan

di sepanjang pantai Varkala dan di Andhra Pradesh.

Nelayan melihatnya pagi-pagi tadi.

Bukankah sudah kubilang?

Aku hilang kendali.

Seharusnya aku tidak memukulmu. Aku akui itu.

Sudahlah lupakan.

Aku bilang ini karena aku sudah lihat

banyak hidup hancur karena narkoba.

Kau tidak butuh kebiasaan seperti itu, Philip.

Beralih ke informasi penting lainnya...

Aku bilang ini karena kau ada di usia yang rentan.

Ada perkembangan baru dalam kasus pembunuhan Irene Samuel.

Penyelidikan sekarang mengarah

kepada Inspektur Kepala Kalady, Antony Xavier.

Kami sampaikan kabar mengejutkan

bahwa Antony Xavier adalah salah satu tersangka utama

dalam kasus hak asasi manusia

yang sedang diselidiki Irene Samuel selama setahun terakhir.

Superintenden Polisi menyatakan Antony telah ditarik dari penyelidikan.

Orang yang memberi nasihat setidaknya harus punya kredibilitas, kan?

Namun, fakta bahwa Antony Xavier

tetap berdinas meski semua ini terjadi,

harus dilihat sebagai bukti pengaruhnya

di lingkaran berpengaruh.

Philip, angkat saja teleponnya.

Dia sudah lama menelpon.

Tidak usah dipikirkan.

Tidak usah pedulikan. Itu tidak penting.

Cuma waktu tidak ada lagi orang lain yang menelponmu,

kau akan paham nilai telepon seperti ini.

Nilai telepon ini, serius?

Bung!

Apa kau tahu

dia itu orang macam apa?

- Bukan itu. - Tidak, serius, kau tahu?

Tidak, tapi bukan itu intinya.

Bilang apa saja, dia tetap Ayahmu.

Tidak peduli orang macam apa dia,

waktu masalah datang,

cuma dia yang akan datang untukmu.

Kau tidak akan pernah mengerti aku, Bung.

Sudahlah!

Kami sekarang merilis laporan yang belum dikonfirmasi

bahwa Inspektur Kepala Kalady Antony Xavier

diinterogasi terus menerus selama hampir dua jam

sehubungan dengan pembunuhan Irene Samuel.

Kami menerima informasi dari sumber terpercaya

bahwa bukti kuat telah ditemukan

melawan Inspektur Antony Xavier.

Bahwa banyak ketidaksesuaian

ditemukan dalam keterangannya.

Kau sudah selesai makan?

Makan lagi chapati-nya.

Tidak, Ayah.

Ayo, makanlah.

Makan juga kari kacang ini.

Tidak baik terus-terusan makan non-veg.

Pak, rusak kena badai petir bulan lalu.

Kami belum bisa perbaiki sampai sekarang.

Pak, tepat setelah perkiraan waktu pembunuhan Irene

terjadi...

Aku periksa rekaman CCTV

semua kendaraan yang lewat pom bensin itu.

Mobil Rajeev muncul di rekaman, Pak.

Hasil DNA belum keluar, Pak.

Tersangka utama kami, Rajeev

telah hilang

sejak hari kejadian.

Sayangnya, kami belum bisa menemukannya.

Pak, aku rasa ada yang melindunginya.

Macan P-13.

Menjawab, Pak. Selamat pagi, Pak.

5 kasus suo moto dilaporkan di kantor hari ini.

Kelima-limanya masuk Pasal 185.

Lalu, 16 kasus kecil kendaraan bermotor,

jumlah kompensasi 3000.

5 surat perintah sudah dikeluarkan.

Ada konferensi

di kota Kalady hari ini pukul 4 sore.

Kami pastikan pengawalan yang baik.

Tidak ada laporan lain, Pak.

Selamat siang, Pak. Selesai.

Oke, oke. Kerja bagus.

Ambil tindakan segera

untuk semua kasus yang tertunda.

Instruksi jelas, Pak. Selesai.

- Ini sedang tren sekarang. - Vidya!

Pak!

Bapak Superintenden telepon lagi hari ini soal menyelesaikan kasus tertunda.

- Dan aku perlu daftar itu setelahnya. - Siap, Pak.

- Masih ada teh? - Masih, Pak!

Tidak. Biar aku ambil sendiri, kau duduk saja.

Ayah.

Masuk.

Kau bawa ceknya?

Sini.

Pak Johnny, bagaimana persiapan Layanan Sipilnya?

Bagaimana perkembangannya?

Ujian awal sudah selesai. Sekarang aku harus ikut ujian utama.

Berikan ini ke manajer.

Aku akan telepon dan beri tahu mereka.

Oke.

Taruh di amplop dan pergi.

Aku sebenarnya agak iri pada Johnny soal ini.

Jarang lihat anak penurut seperti itu zaman sekarang.

Semua pujian untuk itu pantas diberikan ke Pak Johnny.

Dia selalu mengawasinya dengan ketat

sejak masa sekolah.

Dia sangat keras.

Kau harus kendalikan mereka

selagi masih bisa.

Begitu lewat usia tertentu, tidak ada yang bisa kau lakukan.

Pak, nomor Rajeev aktif.

- Nanti kukirim lokasinya. - Terima kasih.

Siap, Pak.

- Halo. - Halo.

- Siapa ini? - Kau siapa?

Aku Antony.

Inspektur Kepala, Kantor Polisi Kalady.

Pak, sebenarnya aku mau telepon kau.

Aku Sreedevi.

Ibunya Rajeev.

Ada paket datang ke sini atas namamu.

Seseorang menaruh ini di depan pintu kami pagi ini.

Ini seperti ponselnya Rajeev.

Kau tahu kata sandinya?

Aku tidak tahu kata sandinya.

- Di mana Rajeev? - Pak.

Anakku!!!

Pak.

Seperti yang sering putriku katakan,

orang mati pantas dapatkan keadilan.

Sudah tugas kita yang hidup untuk mewujudkannya.

Tolong selamatkan dia, Pak.

Pak Antony.

Kau bisa sembunyikan dia dimana saja,

dan aku akan tetap bisa menemukannya.

Pak.

Pak?

Pak, tolong bilang padanya

jangan sakiti anakku.

Pak!

Amarah anjing pemburu.

Entah lahir dari lapar atau nafsu,

harus ditekan.

Harus dijinakkan!

- Pak, tolong selamatkan anakku bagaimanapun caranya! - Tunggu, tunggu.

Kau dengar dia menangis?

- Pak, dia akan bunuh anakku. - Tolong.

Aku bisa selamatkan dia kalau aku mau.

Tapi bukannya begini juga cara putriku pasti menangis?

Kalian polisi yang bersembunyi di balik seragam tebal itu.

Tidak akan pernah rasakan panasnya air mata itu.

Pak.

Anakku.

Tapi kau akan merasakannya sekarang.

Kau, Pak Antony!

Orang kedua yang bertanggung jawab

atas kematian putriku.

Hanya dengan penyalibanmu...

persembahanku akan lengkap.

Antony, maaf aku harus tanya.

Kalau kau terlibat dalam kasus ini,

tolong mengaku saja.

Kami akan lindungi kau.

Aku tidak tahu, Pak.

Aku tidak tahu siapa Rajeev ini.

Lalu apa maksud video itu?

Biarkan Pak Firoz yang selidiki itu. Lagipula ini bukan kasusku.

Pak Firoz, katakan satu hal padaku.

Apa kau punya bukti yang mengaitkan aku dengan ini?

Satu barang bukti saja?

Kalau ada, aku akan menyerahkan diri sekarang juga.

Pak, kami butuh bukti.

Cuma karena orang gila bilang sesuatu,

apa itu langsung jadi bukti?

Aku tidak yakin Sam itu sehat secara mental.

Dia dulu minum antidepresan,

dan menderita susah tidur.

Antony, justru sikap seperti ini

yang bikin kau tetap terpuruk di posisimu sekarang.

Lihat saja seberapa jauh orang lain yang masuk bersamamu,

atau setelahmu, sudah melesat.

Kau boleh pergi sekarang. Aku panggil nanti.

Pak!

Firoz, apa kau temukan petunjuk dari video itu?

Tidak, Pak.

Kami lakukan semua yang kami bisa.

Tapi kami belum temukan satu petunjuk pun

soal di mana atau kapan Rajeev dibunuh.

Antony, sudah lama aku minta kau

untuk cuti.

Sekarang waktu yang pas.

Kalau kau habiskan waktu dengan Philip,

jarak komunikasi di antara kalian berdua akan hilang.

Pergilah jalan-jalan saja.

Dokter, kasusnya sedang kacau balau sekarang.

Ini bukan waktu yang tepat untuk cuti.

Nanti kucoba.

Kau akan coba?

Sudah lama aku mendengar itu.

Aku tidak akan ulangi lagi.

Cuma Tuhan yang bisa satukan kalian berdua sekarang.

Aku akan masuk bicara dengan petugasnya dan balik lagi, oke?

Ya, oke.

Halo, Bu.

Kami sudah sampai di lokasi.

Shreya sudah masuk ke dalam kantor polisi.

Tidak, aku tunggu di van.

Tidak, Bu.

Dari sini, semuanya terlihat normal.

Ya, sepertinya belum ada masalah.

Vidya, aku cuti medis mulai besok.

Aku sudah beri tahu kepala.

Ada apa, Pak?

Catat di Buku Harian Umum besok.

- Ayo. - Oke.

Johnny, aku akan cuti selama dua minggu.

Jadi, urus semuanya di sini.

Pak, dia di sini mau ketemu kau.

Hai, Pak. Aku Shreya.

Aku dari Berita 24X7.

Pak, kami terima telepon di kantor kami beberapa saat lalu.

Peneleponnya bilang bahwa tersangka kasus Irene

akan menyerahkan diri di kantor ini sebentar lagi.

Teleponnya langsung putus. Waktu kami coba telepon balik...

- ...kami tidak bisa tersambung, Pak. - Dari nomor berapa teleponnya masuk?

- Teleponnya masuk ke ponselmu? - Tidak, Bu. Ke telepon kantor.

8-1... 5-6...

8-1-1... 3-0-1.

Nomor yang kau tuju saat ini tidak dapat dijangkau.

Di luar jangkauan.

Mungkin cuma orang iseng.

Pak, itu juga yang kami pikir. Tapi karena teleponnya masuk ke nomor kantor...

Pokoknya, kami tunggu di luar saja, Pak.

Oke.

Mungkin cuma telepon iseng.

Vidya, telepon Surya dan minta dia lacak nomor ini.

Siap, Pak.

- Aku cuti, jadi kau harus di sini. - Oke.

Aku tidak tahu di mana Sam.

Dia belum telepon aku sejak pergi dari sini.

Dan kalau dia telepon aku, aku akan bilang padanya

bahwa dia melakukan hal yang benar.

Bu, kami mengerti penderitaanmu.

Tapi kau harus bekerja sama dengan kami.

Kau akan dapat keadilan untuk kasus Irene.

Percayalah kata-kataku.

Kami tidak lagi percaya pada hukum negeri ini.

Kami kehilangan itu sudah lama sekali.

- Dia telepon kau lagi? - Ada apa, Pak?

- Dia telepon lagi? - Tidak, dia cuma telepon sekali.

Tidak, dia belum telepon lagi.

- Waktu kami telepon balik... - Minggir!

- Bukankah ini dia? - Ini...

- Ya, ini dia! - Ayo, ayo.

- Ayo. - Cepat!

Apa maksudmu, Pak?

Apa kau yang memberitahu media soal tersangka yang mau menyerahkan diri?

Bawa dia masuk!!!

- Pak, tolong jawab kami! - Pak.

Kau yang melakukannya, Pak?

- Minggir, kataku! - Berhenti bikin keributan!!!

Kenapa tidak bisa?

- Kau yang melakukannya? - Berhenti mendorong! Minggir!!!

Kau yang melakukan panggilan telepon itu?

Pak, pindahkan dia.

Samuel Joseph sudah tiba di kantor polisi Kalady.

Tutup gerbangnya!!!

Mundur! Minggir! Jangan biarkan siapa pun masuk!

Mengenai situasi pastinya...

kami belum terima rincian jelas darinya atau pihak berwenang.

Memanggil media ke sini untuk bikin pertunjukan?

Mencoba menakutiku?

Di mana Rajeev?

Di mana kau sembunyikan mayatnya?

- Katakan! Di mana Rajeev? - Johnny, jangan!

Bagaimana perkembangan penyelidikannya, Pak?

Vidya, telepon Pak Firoz.

Tidak perlu, Pak.

Tidak ada yang perlu selidiki kasus putriku lagi.

Bawa dia masuk!

Samuel.

Kami bisa pahami penderitaan yang kau alami.

Kasus ini sekarang ditangani oleh Pak Firoz.

Aku akan telepon dia.

Tapi, Samuel, kau harus bekerja sama.

Mengenai Rajeev...

Kami akan berikan semua keringanan yang diizinkan hukum.

Pentungan masih di tanganku, Pak.

Giliranmu mulai cuma waktu aku serahkan.

Sampai saat itu...

Wewenang memberi keringanan,

atau menjatuhkan hukuman ada padaku sendiri.

Maukah kau lakukan sesuatu untukku, Pak?

Bisa kau beri pernyataan ke wartawan di luar?

Pernyataan macam apa?

Sebelum meninggal...

Rajeev bilang padaku bahwa orang kedua di balik kematian putriku

adalah kau.

Aku punya cukup amarah untuk membakarmu hidup-hidup.

Tapi...

Kalau kau hadapi para wartawan itu dan mengaku

bahwa kau bertanggung jawab atas kematian putriku,

ini akan berakhir di sini.

Apa kau sudah gila?

- Apa yang kau tuduhkan padaku? - Pak, aku tahu apa yang kau lakukan,

kenapa kau lakukan, dan kau juga tahu itu.

Pergi.

Bicara pada wartawan.

Biarkan semua orang dengar kebenarannya.

Dengar apa?

- Johnny. - Pak!

Dia sudah gila.

Vidya, telepon Pak Firoz.

Kalau kau tidak ikuti caraku,

kau sendiri yang akan bertanggung jawab

atas apapun yang terjadi setelah ini.

Jadi kau datang ke sini untuk bikin masalah, ya?

Boleh aku pinjam ponselmu, Pak?

Untuk telepon?

Tolong.

Aku tahu kau ganti kata sandinya.

Jadi kau juga telepon nomor ini?

Orang media itu pasti memberikannya padamu.

Ingat-ingat nomor ini.

Mulai sekarang, kau akan membutuhkannya.

Aku cuma mau pastikan obat penenangnya sudah hilang efeknya atau belum.

Halo!

Halo?

- Ini anakmu. - Siapa ini?

Halo, Philip. Kau di mana?

Aku tidak tahu.

Aku tidak tahu apa yang terjadi!

Rasanya aku di dalam semacam kotak.

Memang kotak.

Aku taruh anakmu di dalam kotak dan menguburnya.

Halo!

Halo?

Halo, Philip!?

- Katakan! - Halo?

- Halo? Philip? - Halo? Halo?

- Halo? - Kau dengar aku?

Ya, aku dengar!

Philip, jangan takut. Aku akan temukan kau!

Baterai ponselnya mau habis!

Ini mau mati.

Philip, aku akan telepon balik!

Jangan putuskan, tolong.

Philip, aku akan telepon balik!

Vidya, telepon dan cek apakah mereka sudah lacak lokasi nomor ini.

Siap, Pak.

Di mana Philip?

Cari sendiri.

Berani-beraninya kau gunakan anakku untuk permainan gilamu!

- Pak! - Dasar kau!

Pak Antony, hentikan!

- Pak, tolong jangan! - Pak, jangan!

- Dasar babi! - Hentikan, Pak.

- Jangan lakukan ini, Pak! - Pak, tolong!

- Tolong, Pak. Tolong. - Minggir!

Menjauhlah, Pak.

- Pak! Pak!!! - Jangan, Pak! Tolong!!!

- Pak, jangan, Pak! - Tolong, jangan, Pak!

Katakan!

Di mana Philip?

Katakan!

Katakan!

Kau benar-benar pikir takut mati akan membuatku bilang di mana dia?

Pak, itu racun!

Paling-paling, waktuku tinggal lima menit.

Buat apa buang peluru, Pak?

Sam.

Tolong.

Di mana Philip?

Aku tidak bunuh Irene.

Aku tidak kenal Rajeev.

Kalian sekarang lihat 2 rekaman CCTV penting

yang dengan jelas mengungkap keterlibatan Inspektur Antony Xavier dalam kasus pembunuhan Irene Samuel.

Pada malam sebelum Irene dibunuh...

Antony Xavier terlihat bertemu dengan Rajeev, tersangka utama dalam kasus ini, di Bar Kallada.

Yang kalian tonton sekarang adalah

rekaman CCTV mereka berdua menghabiskan waktu hampir sepuluh menit bersama.

- Bu. - Oke?

Kami sekarang merilis rekaman CCTV tambahan

dari malam Irene Samuel dibunuh,

yang menunjukkan Inspektur Antony Xavier mengikuti kendaraan Irene.

Pak, apa-apaan ini semua?

Seberapa dalam kau bisa hapus, Pak Antony?

Ada yang mau kau katakan sekarang?

Kau tidak ingin tahu

seberapa sakit Theresa dan aku rasakan setelah putriku meninggal?

Kau akan berdiri tidak berdaya, tidak bisa menyelamatkannya

saat anakmu mati tepat di depan matamu.

Maka kau akan tahu bagaimana rasanya kehilangan anakmu sendiri.

Bukannya ini hukuman paling ringan yang bisa kuberikan, Pak Johnny?

Kalau kau mau balas dendam,

lakukan padaku.

Tolong jangan pertaruhkan nyawa anakku.

Tolong.

Kalau kau mengaku...

Aku beri kau satu kesempatan terakhir atas dasar belas kasihan.

Aku perlu 15 menit untuk sampai ke sini dari tempat anakmu berada.

Dan aku sudah di sini selama 15 menit sekarang.

Berapa lama dia bisa bertahan?

Satu jam?

Dua jam?

Ini akan sulit, Antony.

Pergi selamatkan dia kalau kau bisa.

Sam.

Aku akan mengaku.

Aku akan beri pernyataan.

15 Juni.

Hari ini.

Hari Ayah.

Antony.

Biar aku ucapkan padamu

Selamat Hari Ayah!

Sam!

Pak?

Ada yang bersama Mary di sini?

Bayi laki-laki.

Pak.

Pak!

- Johnny. - Pak.

Aku sudah buat banyak kesalahan fatal.

Tapi, Philip...

Dia tidak lakukan kesalahan apa pun.

Aku harus selamatkan dia.

Aku butuh kau bersamaku dalam ini.

Untuk sejam ke depan, kami bersamamu, Pak.

Dan itu bukan karena air matamu.

Itu karena kami percaya menyelamatkan nyawa adalah tugas kami.

Itu sebabnya kami semua harus mendukungnya.

- Pak! - Pak!

Pak Johnny, kita harus bawa mayat Sam ke rumah sakit secepatnya.

- Roy, Sony. - Pak!

Bawa jip ke pintu belakang.

Pak!

- Roy? - Pak!

Hati-hati dengan media.

Siap, Pak.

Samuel Joseph.

Bawa jip ke pintu belakang dan jauhkan media...

...sudah lama sekali.

Pak Shashi, buka gerbang dan suruh mereka pergi! Kami bawa jip lewat.

Jangan dorong! Jangan masuk! Mundur! Mundur!

- Pak, izinkan kami bicara dengan Sam? - Minggir. Biarkan kendaraan lewat.

- Minggir! - Tutup gerbangnya. Tutup!

Tidak satu pun.

Jangan biarkan siapa pun masuk. Tidak satu pun pelapor!

Mereka mungkin sudah bocorkan beritanya.

Semua burung nasar itu ada di luar!

Johnny, lakukan ini.

Telepon ruang kendali dan minta tambahan bantuan.

Pak!

Vidya.

Aku perlu profil Sam.

Sekarang!

Pak!

Hati-hati.

Sisi ini... Ke arah sisi ini.

Pegang dia... Pegang kakinya!

Hati-hati dengan kepalanya.

Hati-hati.

Kami sedang dalam perjalanan dari Kuttikkanam.

Kami akan sampai dalam beberapa jam.

Pastikan kau tetap di kantor sampai saat itu.

Dan jangan mulai interogasi Sam dulu.

Pak!

Siapa itu, Pak?

Itu Pak Firoz. Dia sedang dalam perjalanan ke sini.

Dia tahu?

Belum, belum.

Kalau kami tidak beri tahu dia...

Untuk sejam ke depan, tidak ada satu pun petinggi yang perlu tahu.

Kalau mereka tahu, semuanya akan lepas dari tangan kita.

Pak!

Halo?

- Halo? - Pak, anakmu...

Halo. Apa kau sudah temukan lokasiku?

- Philip. - Baterai ponsel ini mau mati.

Philip, jangan panik sekarang.

Dengarkan baik-baik dan jawab pertanyaanku.

Di mana ponselmu?

Aku tidak tahu.

Aku tidak bawa sekarang.

Nak, apa sebenarnya yang terjadi?

Biar kupikir!

Halo?

Philip?

Biar kupikir!!!

Aku...

Aku di asrama.

Waktu aku tinggalkan asrama untuk pulang,

aku turun di stasiun kereta dan lagi tunggu taksi.

Waktu itu seorang laki-laki mendekatiku.

Dia datang pakai mobil, berhenti di dekat situ dan tanya arah jalan.

Saat aku jelaskan arahnya,

tiba-tiba dia tempelkan handuk ke wajahku.

Aku langsung pingsan.

Waktu aku buka mata,

Ini Philip di telepon.

Aku lihat dia suntikkan sesuatu ke lenganku.

Setelah itu, waktu aku sadar, aku sudah di sini.

Ada orang lain bersamanya?

Ya.

Tidak, tidak, tidak, tidak. Laki-laki itu sendirian.

Philip.

Bisa kau beri aku petunjuk apa pun soal di mana kau berada?

Tidak, aku...

Aku tidak tahu!

- Soal lokasimu... - Bukankah sudah kubilang?

- Halo? - Halo?

Halo?

Philip, kau dengar aku?

- Halo? - Halo. Ya, katakan!

Dengar, bisakah kau cari lokasimu dari ponsel itu?

Ini ponsel Nokia lama. Tidak ada yang begituan.

Tidak ada WhatsApp-nya.

Oke.

Jangan takut. Tetap kuat.

Aku akan tutup teleponnya sekarang.

Tolong, aku...

Panggilan keluar tidak bisa di ponsel ini.

Baterainya juga hampir habis.

Philip, anakku. Dengarkan aku.

Aku akan telepon kau.

Aku pasti akan telepon balik.

Tapi aku harus akhiri panggilan ini sekarang.

Aku akan telepon balik.

Oke?

Oke.

Pak, kami masih belum bisa lacak lokasi Philip saat ini.

Surya lagi berusaha. Kami akan kabari kau begitu ada informasi.

Pak, bagaimana kalau kami telepon penyedia layanan dan pulihkan panggilan keluar di nomor Philip?

Untuk jaga-jaga kalau dia perlu hubungi kita mendesak.

- Itu bisa kuurus. - Oke.

Vidya.

Aku harus bicara dengan istri Samuel, Theresa, di telepon.

Kalau kau tidak bisa hubungi dia, hubungi kantor polisi terdekat,

dan minta mereka sambungkan dia ke kita.

Siap, Pak.

Aku perlu 15 menit untuk sampai ke sini dari tempat anakmu berada.

Dan aku sudah di sini selama 15 menit sekarang.

Johnny.

- Minta tim kita berkumpul. - Pak!

Johnny, ini kantor polisi kita.

Ada 4 rute utama yang menuju ke sini.

Yang menghubungkan ini, ada sekitar 15 jalan besar dan kecil.

Sam bilang dia perlu 15 menit untuk sampai ke kantor polisi ini

dari tempat Philip berada sekarang.

Kalau informasi itu akurat,

maka dari titik ini, mundur 15 menit dengan kecepatan rata-rata,

titik yang kita capai itu, seluruh radius di sekitarnya.

Philip seharusnya ada di suatu tempat di sepanjang area itu.

Pak, kalau kita ambil rute ini...

ada gudang tua terbengkalai di sekitar sini.

Aku pikir dia mungkin di tempat seperti itu.

Entahlah, Johnny. Ini semua cuma asumsi!

Kalian berempat, pergi ke tiap lokasi dalam radius yang baru kusebutkan.

Periksa semua kamera CCTV di mana pun yang ada.

- Pak! - Dan empat orang lainnya...

Ambil rute-rute ini dan sisir

- setiap tempat mencurigakan yang kalian temukan. - Pak!

Tempat di mana Philip ditahan...

atau rute yang Sam ambil untuk sampai ke sini.

Kita harus temukan salah satunya.

Pak!

Pak, aku tidak bisa hubungi Theresa di telepon.

Aku sudah beri tahu kantor polisi setempat. Mereka akan cek ke dia langsung.

Ini profil Samuel.

Dan ini CDR nomor asli Philip.

Ponsel Philip dimatikan sekitar tengah hari kemarin.

Ini rincian nomor yang Philip pakai sekarang,

yang Samuel berikan padanya.

Nomor ini terdaftar atas nama Ahmed Mustafa dari Aluva.

Ini nomor yang tidak bisa kami lacak lokasinya.

Kalian tidak bisa lacak lokasi ponsel sederhana?

Pak, aku sudah bicara dengan Surya.

Dia bilang sinyalnya terus berpindah- pindah waktu mereka coba lacak.

Mereka masih mengusahakannya, Pak.

Ingat-ingat nomor ini.

Mulai sekarang, kau akan membutuhkannya.

Nomor ini terdaftar atas nama Ahmed Mustafa dari Aluva.

Johnny, telepon kantor polisi Aluva. Sekarang!

Pak!

Halo, Kantor Polisi Aluva.

Ini Inspektur Kepala Antony Xavier Kantor Polisi Kalady.

Pak!

- Aku bicara dengan siapa? - Pak, Kepala Polisi Vijayan di sini.

Vijayan, ini darurat.

- Aku perlu rincian sebuah kasus. - Pak!

Ini kasus lama, tapi aku butuh secepatnya.

Katakan, Pak.

Ini nomor kasus CR 113/01.

Baik, Pak. Aku cek dan telepon balik.

- Tolong cepat. - Siap, Pak!

Oke.

- Kau sudah lihat orang di foto ini? - Belum.

- Kau yakin? Cek lagi. - Tidak, Pak. Aku tidak perhatikan dia, Pak.

- Halo? - Pak, ini Vijayan.

Pak, ini Vijayan dari Kantor Polisi Aluva di telepon.

Ya, Vijayan. Ini Antony.

Pak, aku punya rincian untuk CR 113/01.

Tuduhannya adalah Pasal 376A dan 302 KUHP.

Kejadiannya pada 10 Februari 2001.

Korbannya adalah gadis di bawah umur,

Priya, 16 tahun.

Dia diperkosa dan dibunuh

di dekat kampus paralel tempat dia belajar.

Tersangkanya adalah seorang guru di kampus yang sama,

seorang bernama Ahmed Mustafa.

Dia ditangkap dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Halo?

Pak?

Halo?

Pak?

Aku perlu tahu keberadaan Mustafa sekarang.

Juga, cari rincian semua orang yang terkait dengan gadis itu,

dan lacak mereka secepat mungkin.

Siap, Pak.

Kenapa kita kejar kasus lama ini sekarang, Pak?

Sam memaksa kita mainkan permainan gilanya, Johnny.

Petunjuk-petunjuknya...

Nomor telepon yang Sam berikan ke Philip...

Aku rasa...

Itu petunjuk pertama kita.

5 digit terakhir nomor itu,

dan nomor kasus ini sama.

113-0-1

Dan nama tersangka di kasus itu

sama dengan nama yang dipakai untuk koneksi ponselnya.

Ahmed Mustafa.

Aku tidak percaya semua ini cuma kebetulan.

Ada alasan kenapa aku masih ingat nomor kasus ini,

dan nama tersangkanya.

Johnny, kasus lama dari Aluva ini adalah

kasus pertama yang pernah kuselidiki sebagai Inspektur Madya.

Katakan! Siapa yang membunuhnya?

Tolong, jangan pukul aku lagi, Pak.

Aku yang melakukannya.

Cukup! Ayo!

Pak.

Pak?

Kenapa Sam ingatkan kau soal kasus lama itu pada saat seperti ini?

- Ya, Roy. - Pak, aku telepon dari rumah sakit.

Dokter Radhakrishnan ada di sini bersamaku.

Biar kusambungkan dia ke panggilan ini.

Dokter.

Ini Pak Antony.

Antony, ini Radhakrishnan.

Roy ceritakan semua yang terjadi di sana padaku.

Dia mainkan permainan mematikan denganku, Dokter.

Kau punya informasi di mana anakmu berada?

Belum ada.

Aku bisa bicara dengannya?

Aku mungkin bisa membantumu.

Tunggu sebentar, Dokter. Tolong tetap di saluran.

Oke.

- Halo? - Philip?

Halo. Kau sudah dapat lokasiku?

Philip, kami lagi mengusahakannya.

Aku telepon karena ada sesuatu penting yang perlu kusampaikan.

Temanku, Dokter Radhakrishnan bersama kita di saluran.

Dia perlu jelaskan beberapa hal padamu.

Kita semua terhubung dalam panggilan konferensi sekarang.

Dokter, Philip mendengarkan.

Philip, ini Dokter Radhakrishnan. Kau dengar aku?

Ya.

Dengarkan aku baik-baik, Nak.

Di dalam ruang tertutup apa pun,

sekitar seperlima udara yang tersedia adalah oksigen.

Tapi waktu kita panik, cemas, dan mulai bernapas cepat,

konsumsi oksigenmu akan berlipat ganda.

Jadi kau harus pahami ini dan alih-alih bernapas cepat,

kau harus ambil napas pelan dan stabil.

Napas pelan. Napas tenang.

Jelas?

Philip, kau paham yang baru kujelaskan?

Kau harus tenang.

Philip, kau boleh putuskan panggilannya sekarang. Antony, kau tetap di saluran.

Philip, kau dengar kata Dokter.

Jangan panik.

Kami hampir temukan kau.

Kami akan segera ke sana. Kau tutup saja teleponnya sekarang.

Oke.

Katakan, Dokter.

Dengar, Antony.

Setiap kali dia hirup napas dengan paksa,

yang dia hembuskan adalah karbon dioksida.

Saat karbon dioksida itu terus menumpuk di dalam kotak,

ada risiko nyata Philip bisa kehilangan kesadaran atau masuk koma.

Aku kirim tim medis ke kantormu sekarang.

Begitu kau temukan Philip, mereka akan bantu kau.

Halo?

- Halo, Antony? - Tunggu sebentar.

Dokter.

Dokter, aku minta tolong.

Kau harus tahan berita kematian Sam selama satu jam.

Kalau tidak, aku rasa...

aku tidak akan bisa kendalikan diri di sini.

Mengerti.

Akan kuurus.

Terima kasih, Dokter.

Pak, ini Vijayan.

Apa Unit Siber sudah hubungi kita?

- Belum, Pak. Belum. - Kalau begitu telepon mereka!

Siap, Pak.

- Ya, katakan, Vijayan. - Pak, aku sudah periksa.

Gadis itu cuma punya ibunya.

Ibunya meninggal tidak lama setelah putusan keluar.

Dan tersangka di kasus itu, Ahmed Mustafa...

Dia anak panti asuhan.

Setelah selesaikan hukuman dan dibebaskan, dia bunuh diri.

Itu tahun 2021.

Baiklah, nanti kutelepon lagi.

Pak, apa kata Vijayan?

Tidak ada. Cuma firasat yang salah.

Kita buang waktu mengejarnya.

- Halo? - Pak, ada hal lain juga.

Tunggu sebentar. Pak, ini Vijayan. Dia mau sampaikan sesuatu lagi.

Nyalakan pengeras suara.

Silakan, Vijayan.

Pak, tadi teleponnya terputus.

Waktu gali kasus Ahmed Mustafa ini, aku temukan rincian baru.

Sebenarnya, Pak... Dia bukan pelaku sebenarnya.

Apa kau ingat mantan Anggota Dewan dari Aluva, Indira?

Ada rumor bahwa anaknya Indira, Sooraj,

adalah orang yang sebenarnya melakukan kejahatan itu.

Aku tahu semua itu. Aku petugas yang menyelidiki kasus itu.

- Nanti kutelepon lagi. - Bukan itu, Pak, bukan itu alasan aku telepon!

- Aku telepon untuk beri tahu soal Anggota Dewan itu. - Ada apa dengan dia?

Pak, mantan Anggota Dewan itu, Indira...

Dia hilang sekarang.

Apa?

Ya, Pak.

Biasanya, dia pergi ke Guruvayoor setiap Minggu sore.

Dia tinggalkan rumah hari ini seperti biasa.

Putrinya baru saja telepon kami.

Dia bilang dia terima pesan.

Pesannya bilang ibunya sudah diculik

dan ditahan di kamar nomor 403 di Hotel Liberty Vagamon,

dan dia harus segera diselamatkan.

Tapi, Pak, nomor yang mengirim pesan ini adalah...

9- 7- 4- 6- 2- 9- 0- 9- 8- 2...

Pak, itu nomormu.

Dari nomorku?

Ya, Pak.

- Vijayan, laporkan ini. Nanti kutelepon lagi. - Pak!

Pak, apa sebenarnya yang terjadi sekarang?

Semua yang terjadi sampai sekarang saling terhubung, Johnny.

Firasatku tidak salah.

Tunggu sebentar. Aku sambungkan dia.

Siapa?

Surya dari Unit Siber.

Bagaimana statusnya, Surya?

Pak, kami sudah aktifkan panggilan keluar di nomor yang Philip pakai.

Nomor itu masih aktif.

Tapi kami tidak bisa lacak lokasi persisnya.

Lokasinya terus berpindah-pindah, tidak stabil.

Dia loncat-loncat antar menara berbeda setiap beberapa menit.

Contohnya, selama panggilan terakhir, untuk sepuluh detik pertama,

lokasi menaranya terpetakan ke Sri Lanka.

Lalu di 10 detik berikutnya, pindah ke Jaipur.

Kami tidak bisa pecahkan, Pak.

Orang yang mengenkripsi ini.

Sam, dia brilian!

Pak, ini usaha terakhir kami.

Kami masih belum bisa hubungi Philip.

Pak, bisakah kau coba telepon dia satu kali terakhir?

Oke, tunggu.

Pak, tolong perpanjang panggilannya sebisa mungkin.

Halo? Halo.

Halo?

Ponsel ini dan baterainya hampir mati. Bisa mati kapan saja.

- Philip, kami dalam perjalanan. - Tolong selamatkan aku

Kami akan segera sampai ke kau.

- Ayah! - Jangan panik, Philip.

- Sudah kubilang, kan? - Ayah!

Ada apa, Nak? Nak!

Ayah!

Pak, panggilannya terlalu singkat. Kami tidak bisa lacak lokasinya.

Bisa coba telepon dia lagi?

Nomor yang kau tuju saat ini dalam keadaan tidak aktif.

Silakan coba lagi nanti.

Halo.

Kami sudah cek rekaman dari setiap CCTV yang berfungsi di sepanjang rute itu.

Tapi masalahnya...

Mobilnya Samuel muncul di setiap kamera yang kami periksa.

- Omong kosong apa yang kau katakan? - Pak, waktu kami periksa rekamannya...

Apa-apaan ini, Bung?

Pak, tolong jangan salah paham.

Tapi aku jujur merasa kita sedang berjalan lurus

masuk ke dalam jebakan yang sudah Sam siapkan untuk kita.

Pak!

Aku saat ini ada di kamar nomor 403 di lantai empat.

Bertahun-tahun lalu...

Kasus pembunuhan Priya yang terjadi saat aku menjabat Anggota Dewan,

dan dicatat sebagai nomor CR 113/01,

berujung pada vonis untuk orang tidak bersalah bernama Ahmed Mustafa.

Orang yang sebenarnya melakukan kejahatan itu

adalah anakku sendiri, Sooraj.

Waktu aku tahu kebenarannya,

aku salahgunakan posisiku sebagai Anggota Dewan dan kekuasaan yang menyertainya

untuk menyuap dan mempengaruhi orang,

termasuk Inspektur Madya Antony Xavier yang menyelidiki kasus itu,

dan menyelamatkan anakku.

- Pak! - Bagaimana hasilnya?

Dia setuju untuk ambil tanggung jawab, Pak.

Dapatkan pengakuan tertulis darinya segera.

Siap, Pak!

Terima kasih. Jangan khawatir, Chandrasekharan.

Aku akan pastikan sisanya beres.

Baik, Bu.

Jadi semua yang dibicarakan orang selama ini benar.

Kau benar-benar terima uangnya,

dan menjebak orang tidak bersalah!

Kita butuh uang untuk hidup.

Bukankah semua ini untuk anak kita?

Aku dan anakku yang harus menanggung kutukan

atas semua dosa yang sudah kau perbuat.

- Mary, kau... - Jangan sentuh aku!

Gadis itu pantas dapat keadilan.

Kalau tidak, aku ikut bertanggung jawab atas air mata keluarga yang tidak terhitung.

Itu tidak boleh terjadi.

Hanya setelah itu...

kau punya hak untuk jadi Ayah atau suami?

Pak.

Kami sudah lakukan semua yang bisa dilakukan polisi biasa.

Penyelidikan lapangan, verifikasi CCTV,

dukungan Unit Siber, semua yang mungkin.

Tapi sekarang, Pak... Kita belum dapat kesimpulan apa pun.

Pak, aku rasa kita ada di jalur yang benar.

Petunjuk pertama dalam permainan yang Sam susun

adalah nomor telepon Philip.

Kedua adalah video Indira.

Artinya petunjuk ketiga pasti tersembunyi di video itu,

atau terkait dengannya di suatu tempat.

Entah kita melewatkannya.

Atau...

Kita akan segera mengungkapnya, Pak.

Kantor Polisi Kalady!

Pak, ini Inspektur Madya Sandhya dari Kantor Polisi Vagamon.

Aku perlu bicara dengan Inspektur Antony, tolong.

- Tunggu sebentar. - Oke.

Ini Inspektur Madya Sandhya dari Vagamon. Dia mau bicara denganmu, Pak.

Sambungkan panggilannya.

Ya, Sandhya. Antony di sini.

Pak, aku lihat pesan yang kau kirim.

Tapi waktu aku coba telepon balik, aku tidak bisa terhubung.

- Itu sebabnya aku telepon nomor ini. - Pesan apa yang kau maksud?

Pesan yang menanyakan apakah Samuel Joseph pernah datang menemuiku.

Samuel Joseph, laki-laki yang media tunjukkan sudah menyerahkan diri di kantormu.

Dia pernah datang menemuiku beberapa kali baru-baru ini.

Tapi selama kunjungan itu, nama yang dia perkenalkan

adalah Antony Xavier.

Namamu, Pak.

Hotel Liberty.

Lantai 4, kamar nomor 403. Dia bilang padaku waktu itu dia menginap di sana.

- Aku masih ingat itu. - Dia...

Kenapa dia datang menemuimu?

Pak, kau mungkin pernah dengar ini.

Seorang gadis bernama Elizabeth dibunuh di dalam wilayah kantor kami 15 Januari lalu.

Aku bagian dari tim yang menyelidiki kasus itu.

Sam datang padaku mencari rincian soal pembunuhan Elizabeth.

Sekarang, waktu aku lihat itu berdampingan dengan kasus putrinya Samuel,

aku punya keraguan.

Perasaan bahwa ada koneksi

di antara dua kasus ini.

Bagaimana status terkini kasus Elizabeth?

Kasusnya masih terbuka, Pak.

Kami belum bisa identifikasi pembunuhnya.

Aku juga ingin klarifikasi beberapa hal soal kasus Irene.

Itu sebabnya aku menghubungimu.

Oke, Sandhya. Asisten Inspektur Madya Vidya akan hubungi kau.

Pak!

Vidya akan beri tahu kau semua rincian kasus Irene.

Siap, Pak. Terima kasih.

Vidya, telepon Sandhya secepatnya.

Aku perlu rincian lengkap kasus Elizabeth.

Rincian sebanyak mungkin!

Siap, Pak.

Johnny, itu tim medis yang dikirim dokter. Biarkan mereka masuk.

Pak!

Akhil, buka gerbangnya.

Biarkan ambulans masuk.

Bawa ke sini.

Parkir di sana.

Berita besar!

Beberapa saat lalu, Samuel Joseph, Ayah dari Irene Samuel yang dibunuh,

Beberapa saat lalu, Samuel Joseph, Ayah dari aktivis yang dibunuh, Irene Samuel,

Kalian sekarang lihat rekaman Samuel Joseph dari Rumah Sakit Umum.

Samuel sudah menyerahkan diri lebih awal hari ini di depan Kantor Polisi Kalady, Antony Xavier

yang sudah menghadapi berbagai tuduhan

terkait beberapa kasus.

Pak!

- Halo? - Antony.

Meski semua yang terjadi di sana, aku tidak telepon kau sampai sekarang.

Tapi ini...

Ini sudah keterlaluan!

Aku tidak bisa dukung kau lebih jauh lagi, Antony!

Pak, aku siap mengakui semua yang kau tuduhkan padaku.

Aku siap hadapi tindakan apa pun yang kau putuskan.

Tapi tidak sekarang.

Kau harus beri aku setengah jam lagi saja, Pak.

Setelah itu, aku akan serahkan diri secara pribadi padamu.

Maaf, Pak.

Antony? Halo?

Kalian sekarang lihat rekaman dari luar Rumah Sakit Umum Kalady.

Dokter Radhakrishnan diharapkan akan beri pernyataan ke media setiap saat.

Untuk tahu lebih rinci...

Ayo, cepat! Cepat!

Pak, apa yang sebenarnya terjadi pada Samuel Joseph?

Tolong.

- Apa dia meninggal karena kekerasan polisi? - Tolong.

Aku tidak punya komentar soal ini untuk saat ini.

Pernyataan resmi pers akan dirilis besok.

Semua akan diklarifikasi saat itu.

Kami sekarang ada di Hotel Liberty Vagamon.

Laporan menunjukkan bahwa mantan Anggota Dewan Aluva, Indira, ada di kamar nomor 404.

Bu!

- Bu! - Bu.

Bu!

Bu.

Kami sekarang lihat rekaman mantan Anggota Dewan Aluva, Indira, dibawa keluar.

Jangan bikin keributan. Tolong minggir.

- Dia sedang dikawal keluar sekarang. - Apa kau tidak mengerti? Minggir!

- Dia tampak sangat lemah. - Minggir.

- Kami belum punya rincian lebih lanjut. - Bu, tolong.

Tolong, dengarkan kami!

Kami saksikan Anggota Dewan itu dibawa ke rumah sakit saat ini.

Sijo.

Untuk saat ini, baik Anggota Dewan, polisi,

maupun pihak hotel tidak mau berkomentar soal insiden ini.

Pak, berkas ini punya rincian orang yang memesan kamar ini.

Fakta bahwa Inspektur Kepala Kalady, Antony Xavier, tetap berdinas,

meski semua yang terjadi, menunjukkan pengaruhnya di tingkat yang lebih tinggi.

Sekarang semakin jelas bahwa berbagai tuduhan

juga sudah dilayangkan padanya sebelumnya.

Oke. Mengerti!

Aku akan urus.

Pak, Theresa menolak bicara dengan tim polisi

yang ke sana dari kantor setempat.

Ini rincian kasus pembunuhan Elizabeth.

Elizabeth dibunuh pada malam 15 Januari.

Namun, penyelidikan sejauh ini menemui jalan buntu.

Dia terakhir terlihat di luar asrama kampusnya.

Teman satu asramanya memberi keterangan

bahwa dia terlihat pergi dengan Maruti Brezza merah.

Aku tidak bisa pastikan itu mobil yang sama, Pak.

Tapi ada rincian lain yang tidak boleh kita abaikan.

Pemilik STNK mobil yang Sam pakai datang, KL 07 CW 2632, adalah Murali Sadashivan.

Pak, kendaraan itu dipakai oleh Rajeev, tersangka utama kasus Irene.

Aku juga periksa laporan otopsi Irene dan Elizabeth.

Sama seperti kasus Irene,

lidah Elizabeth juga dipotong.

Jadi, bukankah dua kasus ini terkait, Pak?

Ada kemungkinan Elizabeth dan Irene saling kenal di suatu waktu?

Aku sudah cek sudut itu, Pak. Sejauh ini, aku tidak temukan koneksi seperti itu.

Elizabeth coba telepon seseorang tepat sebelum dia meninggal.

Pak, nomor itu milik kakaknya, Emmanuel.

Emmanuel?

Pesannya bilang ibunya sudah diculik

dan ditahan di kamar nomor 403 di Hotel Liberty Vagamon.

Dia harus segera diselamatkan.

Hotel Liberty.

Lantai 4, kamar nomor 403. Dia bilang padaku waktu itu dia menginap di sana.

Ya, Pak. Katakan!

- Kau Emmanuel? - Ya, Pak.

Emmanuel, ini Inspektur Kepala Antony Xavier dari Kantor Polisi Kalady.

Aku yang menelponmu.

Maaf, tapi aku telepon untuk dapatkan rincian soal kasus kakakmu Elizabeth.

Pak, apa kau tahu...?

Sejak hari itu,

aku tidak bisa tidur nyenyak sekali pun.

Orang terakhir yang dia panggil untuk minta tolong adalah aku.

Tapi aku tidak bisa jawab panggilan itu.

- Andai saja aku... - Emmanuel, aku tahu semua itu.

Aku perlu bantuanmu dengan rincian lain sekarang.

- Tunggu sebentar. - Kamar suite tersedia?

Ada kabar dari petugas yang keluar?

Aku tidak tahu, Pak. Maaf.

Pak!

Dari mana saja kau, Johnny?

Ada masalah dengan polisi cadangan dan kerumunan. Aku lagi mengurusnya.

Yang lain bisa urus itu, Johnny!

Telepon petugas yang keluar dan dapatkan kabar terbaru!

Pak!

Terima kasih sudah menginap di Hotel Liberty.

Selamat malam, Pak. Terima kasih.

Pak?

Vidya, dia bagian dari permainan ini juga.

Dia kerja di Hotel Liberty, hotel yang sama tempat Anggota Dewan Indira ditemukan.

Ya, Pak. Katakan!

Dia mengharapkan panggilanku.

Seolah sudah diputuskan bahwa aku akan telepon nomor ini.

Pak, coba telepon dia lagi.

Halo?

Aku sudah berdebat dengan Sam bahwa kau tidak akan bisa selesaikan permainan ini, Antony.

Tapi Sam percaya diri.

Theresa?

Kau terlambat. Lebih lambat dari waktu yang Sam hitung, Antony.

Kalau kau tertunda lebih lama lagi,

kau mungkin tidak akan bisa selesaikan permainan ini.

Theresa, tolong hentikan kegilaan ini!

Di mana anakku, Philip?

Antony,

Sam sudah lacak seluruh riwayatmu.

Theresa, tolong.

Dari kasus pertama yang kau selidiki di Aluva,

sampai ke kasus putri kami...

Antony dan aku...

Kami ada di kutub yang berlawanan.

Tapi IQ kami,

panjang gelombang kami, semuanya sama.

Aku yakin.

Antony akan telepon kau.

Antony, kau pasti sudah ikuti

setiap jalur yang Sam ikuti.

Aku tahu itu sebabnya kau telepon aku sekarang.

Penyelidikan Sam yang dimulai dari kasus Irene,

akhirnya membawanya ke kasus Elizabeth.

Saat mencari motif di balik pembunuhan Elizabeth,

Sam dituntun...

ke Sekolah Asrama Little Flower.

Aku masih ingat anak itu.

Dia sangat nakal.

Awalnya...

Kami pikir masalahnya cuma karena dia hiperaktif.

- Akar kuadrat dari 49. - Belakangan, kenakalannya...

- Berapa? - Pergi kau, gadis!

Guru!

Berujung pada banyak masalah...

Dan kemudian, suatu hari,

di ruang kelasnya...

Memalukan! Memalukan!

Apa yang terjadi hari itu

dengan cepat berubah jadi masalah besar.

Kami panggil orang tua anak itu.

Mereka membesarkannya dengan disiplin keras.

Aku...

Aku salahkan ayah anak itu.

Aku percaya itu melukai ego sang ayah.

Hukuman yang dia jatuhkan pada anak laki-laki itu hari itu...

Tolong jangan telanjangi aku! Tolong jangan!

Tolong jangan lepaskan itu!

Tolong jangan lepaskan itu!

Tolong!!!

Pola asuh terburuk,

yang bisa dialami seorang anak.

Biasanya, kalau anak alami hal seperti itu,

mereka tidak akan pernah punya keberanian untuk kembali ke tempat itu terjadi.

Tapi...

Karena takut pada Ayahnya,

dia terpaksa kembali ke tempat yang sama itu.

Itu...

Itu kekejaman terbesar yang pernah Ayahnya lakukan padanya.

Dan dia menjadi male chauvinist yang berbahaya.

Male chauvinism ini ada

dalam diri setiap orang dalam kadar berbeda.

Tapi racun di dalam diri Philip...

Ini mengkhawatirkan!

Ada dua tipe kriminal di masyarakat.

Pertama, kriminal patologis,

sering disebut kriminal bawaan,

disebabkan oleh cacat di otak.

Kedua: Mereka yang jadi kriminal karena lingkungan tempat mereka tumbuh.

Philip bergerak menuju kategori kedua ini.

Kedalaman dendamnya terhadapmu...

Membuatku takut!

Kalau dia pernah dapat kesempatan,

dia mungkin akan mengejarmu, Antony!

Kau tahu apa bagian paling kontradiktif dari ini?

Dia jatuh cinta pada Elizabeth yang adalah seorang feminis.

Akhirnya, feminismenya...

memicu psikopat dalam dirinya.

Aku tidak yakin.

Tapi aku punya kecurigaan kuat

bahwa Philip adalah orang yang membunuh Elizabeth.

Dia mampu melakukannya!

Elizabeth bukan tipe gadis yang dia suka.

Terhadap gadis yang tunjukkan kecerdasan mereka,

dia punya kebencian mendalam.

Setelah membunuh Elizabeth,

pikirannya mencari korban berikutnya.

Dan dia temukan...

Irene kami!

Aku sepenuhnya sadar akan kebencian,

dan dendam yang dia bawa

terhadap Ayahnya, Antony.

Saat itulah suatu hari,

Antony.

Philip!

Kau!!!

Kau pikir kau mau buru-buru ke mana?

Ada apa denganmu, Nak!?

Minggirkan mobilmu!

Jangan berani-beraninya kau melawan laki-laki!

Jangan bawa-bawa kelakuan ayahmu padaku!

- Beraninya kau tunjuk jari ke arahku! - Beraninya kau pegang tanganku! Mundur kau, bocah!

Kau!!!

Bukan cuma dendam terhadap Ayahnya

yang berujung pada pembunuhan putri kami.

Maaf. Ini tempat umum.

Pergi kau, bocah!

Ajar dulu Ayahmu cara bersikap dengan orang!

Dan kalau aku tidak pergi?

Akan kaubunuh aku juga?

Jangan kira kau sudah menang!

Aku tidak akan biarkan kau lolos.

Aku akan buat kau bertanggung jawab untuk ini! Ingat kata-kataku!!!

Itu juga momen ketika seorang male chauvinist sadis

menemukan kenikmatan psikotiknya yang menyimpang.

Orang seperti itu tidak peduli pada keseimbangan masyarakat.

Kenikmatan mereka,

dan hasrat mereka akan itu,

tidak pernah hilang.

Begitu mereka rasakan kenikmatan psikotik itu,

mereka terus berburu korban untuk memuaskannya.

Sekarang, Pak, kau sendiri pasti sudah sadar

siapa yang aku bicarakan...

Pak, polisi setempat ada tepat di luar rumah. Aku akan beri tahu mereka!

Oke.

Theresa...

Theresa, tolong.

Kalau kau buka pintu itu, mereka masih bisa selamatkan kau.

Untuk apa aku terus hidup, Antony?

Aku tidak bisa hidup tanpa Sam dan putriku.

Hari dia meninggal...

Kami juga mati.

Ini Laporan Informasi Pertama yang aku percayakan ke Antony.

Permainannya hampir selesai.

Dan sekarang...

kita akan lanjut ke petunjuk kelima,

dan terakhir.

Theresa?

Theresa, halo?

Bu?

Bu, tolong buka pintunya.

Ayo, kita cek sana!

Bu?

Antony.

Catat nomor ini.

9 - 7...

4 - 6 - 2...

9 - 0...

9 - 8 - 2!

Ini petunjuk kelimamu,

dan terakhir.

Kau harus pecahkan petunjuk terakhir ini sendiri, Antony.

Antony, sudah waktunya aku pergi.

Selalu ingat,

dari mana kita semua berasal.

Bu?

Bu, hidupkan jipnya!

Pak, telepon nomor itu.

Lakukan panggilannya, Pak.

Vidya, beri aku nomornya! Aku yang akan telepon.

Johnny, itu nomorku sendiri.

Kenapa nomormu diberikan sebagai petunjuk?

Kalau begitu Philip mungkin ada di tempat yang terhubung denganmu, Pak.

Pak, rumahmu!

P-13, Tim patroli?

- Menjawab, Pak! - Pergi ke rumah Pak Antony secepatnya!

- Geledah halamannya begitu sampai. - Halo, Dokter?

- Kami dapat lokasinya! - Pesannya jelas?

Pesan jelas, Pak. Selesai.

- Kami menuju ke sana sekarang. - Singkirkan kerumunan!

Kalian, ikuti kami!

- Tentu, Dokter. Kami akan bagikan lokasinya! - Siap, Pak.

Kami akan telepon kau, Dokter. Pasti!

Pak!

Di sini!!!

- Halo? - Bu!

Ada lubang di sini yang sudah diisi sepanjang sekitar enam kaki.

Singkirkan tanahnya segera!

- Siap, Bu. - Pak, aku rasa dia ada di sana!

Cepat!!!

Pak, di sebelah sini.

Pak, di sebelah sana.

Pak, di sini.

Sini, Pak!

Gali tanahnya, cepat!

Pak?

Bersihkan!

Buka, sialan!

Sini. Sisi ini!

Tarik keluar!

Tarik!

Kalau semua berjalan sesuai rencana kami,

sekarang mereka pasti sudah temukan peti mati,

yang kami kubur di rumah Antony.

Ini bukan Philip!

Pak, ini Rajeev!

Dokter, tolong.

Pak,

kalau ini Rajeev,

lalu siapa yang Sam bunuh di video?

Sam tidak bunuh siapa pun di video itu.

Pak, dia masih hidup!

Bawa dia ke rumah sakit segera!

Hati-hati, hati-hati.

Pegang sisi itu.

Pegang dia!

Suruh mereka pegang dia!

Ingat-ingat nomor ini. Mulai sekarang, kau akan membutuhkannya.

Lima digit terakhir nomor itu,

dan nomor kasus ini sama.

Nomor telepon yang Sam berikan ke Philip. Itu petunjuk pertama kita.

Kedua adalah video Indira.

Pak, nomor itu milik kakaknya, Emmanuel.

- Theresa? - Ini petunjuk kelima dan terakhirmu.

Kau harus pecahkan petunjuk terakhir ini sendiri, Antony.

Ini petunjuk kelima dan terakhirmu.

- Pak, telepon nomor itu. - Johnny, itu nomorku sendiri.

Kau harus pecahkan petunjuk terakhir ini sendiri, Antony.

Selalu ingat...

dari mana kita semua berasal.

Pieta!

Pietร .

Antara tahun 1498 dan 1499,

Michelangelo menciptakan patung ini.

Patung ini menggambarkan Tuhan Yesus mati setelah penyaliban,

dan berbaring di pangkuan Ibu-Nya.

- Pak! Pak!!! - Pak!

Pak!

Di sebelah sana!

Lewat sini...

Ayo.

Antony masih punya waktu untuk selamatkan Philip.

Kalau dia memilih untuk, dia bisa selamatkan anaknya,

dan buat kasus ini hilang.

Tapi akankah Antony lakukan itu?

Waktu Antony sampai ke kuburan itu,

dia tidak akan jadi Antony lagi.

Dia akan jadi Sam.

Dia akan jadi Theresa.

Ini momen itu.

Momen saat aku berikan tongkat estafet itu ke Antony.

Racun di dalam diri Philip, ini mengkhawatirkan!

Terhadap gadis yang tunjukkan kecerdasan mereka, dia punya kebencian mendalam.

Dan dia menjadi male chauvinist yang berbahaya.

Aku dan anakku yang harus menanggung kutukan

atas semua dosa yang sudah kau perbuat.

Akhirnya, feminismenya...

memicu psikopat dalam dirinya.

Aku titipkan Philip padamu.

Supaya kau bisa besarkan dia jadi manusia yang baik.

Karena anak kita,

tidak boleh ada keluarga yang harus meneteskan air mata.

Pak?

Pak, ini aku, Johnny.

Kau di mana, Pak?

Pak?

Tolong katakan sesuatu, Pak!

Pak, apa kau temukan anakmu?

Pak?

Pak?

Tidak, Johnny.

Aku tidak tahu di mana dia!

Pak!?

Kita kalah dalam permainan ini, Johnny.

Pak.

Pak, ini pengakuanku.

Seperti yang kujanjikan,

aku mengakui semua kejahatanku dan menyerahkan diri.

Pelaku di balik pembunuhan Irene Samuel,

dan Elizabeth Tony adalah aku.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.