Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
( Amerika - San Fransisco )
Bankir menang!
Orang ini terus menang.
Tunggu. Perbesar cincinnya.
Ya, itu orangnya.
Foto macam apa itu?
Dia tak suka difoto.
Permisi.
Tn. Ko, aku manajer di sini.
Kami menerimamu di sini.
Namun para direktur memutuskan...
...untuk memotong taruhanmu dari 50 ribu dolar AS jadi 1.000 dolar AS.
Tunai.
Siapa dia?
Dewa Judi.
( Jepang - Tokyo )
Kami tiba di Tokyo pada 3 Januari.
Pesaing Ko adalah Tn. Wang.
Dia pemain profesional terbaik kedua.
Ko bilang jika dia menang, aku bisa liburan di Hong Kong...
...dan mengunjungi teman-temanku.
Semoga kali ini sungguh terjadi.
Chun, semuanya sudah siap.
Dilarang foto!
Harap tenang. Hari ini akan seri jika masing-masing menang sekali.
Katakan padanya, jika aku hanya menang sekali, berarti aku kalah.
Ko bilang anggap dia kalah jika dia hanya menang sekali.
Permainan pertama adalah Mahyong.
Masing-masing 14 batu untuk memenangkan permainan.
Lihat siapa yang dapat poin tertinggi.
Masing-masing 14 batu.
Dan jumlah nilai tertinggi...
...seperti empat 90.000 adalah 360.000.
Mulai!
Mulai!
Tn. Wang 790.000.
Tn. Ko 800.000.
Tn. Ko memenangkan permainan pertama.
Permainan kedua adalah dadu.
Pak, aku ingin Nn. Chi menggantikanku.
Skor terendah yang menang.
Enam poin untuk Nn. Chi.
Tn. Ko, kau angkuh sekali.
Pot ini terlalu ringan.
Boleh minta yang berat?
Maaf, aku mencoba terlalu keras.
Hanya lima dadu.
Kau benar-benar hebat.
05:06, kau menang lagi.
Silakan.
- Bersulang! - Bersulang!
Tn. Ko layak mendapatkan 500 ribu dolar AS ini.
Dia sudah terkenal...
...dan aku sudah tahu aku akan kalah.
Aku hanya tak percaya dia sehebat ini.
Lalu kenapa kau bertaruh melawanku?
Itu hanya sebuah alasan.
Aku ingin menghabiskan 1 juta dolar AS.
Aku ingin meminta bantuan Tn. Ko.
Katakan padaku.
Raja Singapura Chan Kam Shing.
Yang diburu oleh banyak negara...
...dan hanya bebas di perairan internasional.
Ayahku mewakili klub kami 3 tahun lalu...
...untuk mencoba menang.
Klub lawan membayar Chan untuk melawan ayahku.
Chan berbuat curang agar menang.
Lalu ayahku bunuh diri.
Aku telah berlatih selama 3 tahun terakhir.
Aku harus berhadapan dengan Chan dua bulan lagi...
...untuk melakukan permainan terakhir dengannya.
Aku tak percaya diri.
Aku mungkin harus memakai senjata.
Kau bisa menyelesaikannya sendiri.
Namun bosku memberitahuku bulan lalu...
...bahwa kedua klub itu telah berteman lagi.
Aku tak bisa menembak Chan lagi.
Aku tak bisa menang dengan berjudi.
- Kau mau aku berjudi melawannya? - Ya.
Chun, pikirkanlah dahulu.
Chan licik.
Jika dia tahu apa yang kau lakukan, kau dalam masalah.
Baiklah!
Jika Tn. Ko tak setuju...
...aku malu pada diriku sendiri.
Kematianmu bukan urusanku.
Tapi tunggulah sampai aku berjudi dengan Chan.
Kau setuju.
Aku tak akan melupakan kebaikanmu.
Belikan saja aku sekotak cokelat saat permainan selesai.
Ya!
Tn. Dragon!
Ini Tn. Ko Chun.
Tn. Dragon.
Tn. Dragon tak berjudi.
Tapi dia bisa memecahkan masalah apa pun...
...kecuali judi.
- Orang Vietnam? - Tionghoa.
- Kau mantan tentara? - Aku mantan polisi.
Dia akan jadi pengawalmu.
Kurasa itu tak perlu.
Hubungi aku di nomor ini.
Perbaiki ACnya atau aku naik bus saja.
Tak ada gunanya ada AC.
Aku harus mengumpulkan uang.
Lihat dia.
Dan lihat yang di seberang, bos akan menang.
Lihat yang pertama.
Dia 8 dan kita 10.
Diam!
Tiga sisi.
Lebih besar, lebih besar.
Delapan juga. Bankir menang!
Itu seri.
Itu aturan di sini.
- Berengsek! - Ini tempatku.
Aku yang membuat aturan. Ucapanku serius.
- Diam! - Berengsek!
Berhenti makan cokelat.
Lalu aku harus makan apa?
Bantu aku menghabiskannya.
Yee.
Pergilah dengan Janet ke vila Croc.
Aku ada pertandingan dengannya malam ini.
Baik, Bos Chun.
Kau berjudi lagi.
Lihatlah.
Romantis sekali.
Apa itu cukup?
Aku harus mempelajari balapan.
Carilah pekerjaan.
Jangan jadi penjudi, menabunglah untuk menikah.
Tahukah kau?
Penjudi punya cara sendiri.
Aku mungkin jadi kaya.
Aku orang elit.
Aku tak bisa hidup di bawah sana.
- Aku akan hidup di atas sana. - Ya.
Aku akan jadi kaya.
Aku akan beli mereka semua...
...dan mereka akan hidup di bawah sana.
Bagaimana denganku?
Kau akan punya rumah besar.
Mari hidup di bawah sana.
Ayo!
Ini jalan pribadi.
Sedang apa kalian di sini?
- Bukan urusanmu! - Benar!
Ini jalanmu?
Jalan yang jelek. Apa yang akan kau lakukan?
Menghajarmu.
- Menghajarku? - Hentikan!
Lepaskan aku! Jangan!
- Jangan cegat aku! - Jangan sampai aku melihatmu lagi.
- Kau akan babak belur. - Ya.
Hei?
Dasar berengsek.
Jangan lupakan dia.
Dia selalu bersandar di pagar.
- Longgarkan itu. - Baiklah.
Malam ini akan gelap.
Jika dia jatuh ke dalam perangkap, bersandar pada pagar...
...dia akan jatuh.
- Buang air besar di sana! - Buang air kecil juga?
Benar, dia kena kotoranmu.
Kau hebat, Bos.
- Ayo. - Ya.
300 ribu dolar dolar.
- Tambah 1 juta. - Ini hanya dua pasang.
Tak ada alasan untuk tak ambil risiko.
Baiklah. Satu juta dolar.
Aku punya peluang lebih besar, 2 juta dolar.
Berhentilah sebelum semakin buruk.
Croc, berhentilah sebelum terlambat.
Selamat malam, Semuanya.
Croc, kau punya teman baik malam ini.
Kita akan main sepanjang malam.
Dia sangat mengantuk.
- Yee, bangunkan sopir. - Baik.
Croc, kau benar-benar pergi?
Ya, mari main besok malam.
Biarkan dia pergi, dia tak mampu.
Apa? Tak mampu?
Kau Nam?
Terserah kau saja...
...atau diam.
Karena suasana hati kita sedang baik malam ini, aku akan menetap.
Chun?
Apa aku diterima?
Silakan.
Kau pasti lelah setelah bekerja.
Istirahatlah.
- Nona. - Ya?
- Kau keberatan membagikan kartu? - Aku tak bisa.
Karena itu aku ingin kau melakukannya.
Tak ada yang keberatan, 'kan?
Bagikan kartunya.
Baiklah.
"As" untuk menaikkan taruhan.
500 dolar.
Astaga, paling sedikit 1.000 dolar.
Kalau begitu, lima juta.
Jangan licik.
"As" atau coba permainan lain.
Apa? Tak ada yang main?
Ini hanya As dan 2.
Terima kasih.
Dua ini milikmu, ini milikku.
Simpanlah.
- Terima kasih. - Yang ini untuk permainan berikutnya.
Bagikan kartunya, Nona.
Lihat, "As" untuk menaikkan taruhan.
Satu juta dolar.
Bagaimana?
Aku bertaruh 1 juta dan...
...tambah 3 juta.
Jadi, Nam, kau mau main?
Kau?
Selesai!
Begitu hasilnya.
Terima kasih!
Tolong bagikan kartunya.
Giliranmu.
Ini hanya Ratu, 3.000 dolar.
Beruntung sekali!
- Sepasang Ratu untuk menaikkan taruhan. - Dua juta.
Beruntung sekali dalam setiap permainan.
Aku bertaruh 2 juta.
Dan tambah dengan apa yang kau punya.
Nam, jangan licik.
Aku tak punya pilihan...
...selain mengikuti.
Cantik, bagikan kartunya.
Bagaimana 10 keluar?
Aku masih bisa menetap.
Beberapa orang mungkin takut.
Nam, aku tahu kau selalu cari aman...
...dan kau mampu.
Tiga Ratu.
Kau!
Periksa hasilnya.
Tak ada kekalahan malam ini.
Chun, mari bermain lagi lain hari.
Terima kasih.
Kau menang 10 juta saat terakhir.
Dan aku mendapatkan 9 juta kembali.
Jangan terlalu memaksa.
Selamat malam, Semuanya.
Nam, kita harus apa?
Hubungi Scarface.
- Hentikan mobilnya dan ambil ceknya. - Baiklah.
Simpan cekmu.
Yee, lewati jalan bawah sana.
- Kenapa? - Ini tak akan mudah.
Berhati-hatilah.
Berikan telepon padaku.
Mari berangkat.
- Halo? - Kawan!
- Kau baik-baik saja, Scarface? - Aku tak bisa menghentikan mereka.
Sudah kuminta kau untuk menghentikan mobil mereka.
- Aku tak bisa menghentikannya. - Kenapa?
Mereka naik kereta.
Jangan bunuh aku.
Kau berasal dari mana?
Kami semua orang Vietnam, kenapa kau melakukannya?
Dia dari Vietnam Utara.
Perbaiki itu, aku pergi dahulu.
Cepatlah.
Terus!
Berjarak satu kepala lagi! Cepat!
Sedikit lagi!
Bagus, kalah lagi.
- Crawl! - Kau tak berguna.
- Apa kau mengencingi makamnya? - Tidak.
- Apa kau meminta maaf? - Ya.
Sial! Lalu kenapa kalah? Kenapa?
Jangan pukul kepalaku.
Diam!
Aku membantu.
Minta maaf.
Hei.
Kawanku, kau tampan sekali.
- Kau bilang apa? - Kau tak mengerti bahasa Hindi?
Aku lahir di Hong Kong.
Pergilah sebelum aku menggigitmu.
Kembalilah ke India.
Kembali!
Berikan dupanya padaku.
Singn, sial!
Dia bukan Singn.
- Mari kita lihat. - Ya.
Tunggu!
Dia berdarah.
Bawa dia ke rumah sakit.
Apa kau gila? Kita yang memasang perangkap.
Kita akan terlibat masalah besar jika membawanya ke sana.
- Aku tak memasang perangkap itu. - Aku?
- Ya! - Bagaimana kondisinya?
- Dia mengeluarkan darah cukup banyak. - Cepat bawa dia ke rumah sakit.
Kami memasang perangkap itu.
Mundur.
Tahan, aku akan mengetuk pintu.
- Nenek, buka pintunya! - Aku sedang mandi, tunggu!
Aku tak tahan lagi.
Jangan! Tahan!
Aku lelah.
Banyak sekali uangnya.
Berikan padaku.
Apa itu akan cukup, Nenek?
Tentu saja. Menurut pengalamanku cukup.
Itu akan membantu.
Setengahnya untuk penggunaan luar...
...sisanya untuk penggunaan di dalam.
Biar kucampur di dapur.
Kita kaya.
Kita bagi rata.
Jangan curi uangnya.
Itu bukan urusannya!
- Lihat apa isinya. - Tak ada KTP.
Banyak orang tak punya KTP.
Bagaimana kita mengabari kerabatnya?
- Laporkan ke koran. - Lepaskan uangnya.
Apa yang harus kita lakukan dengannya?
Biarkan dia menginap di sini malam ini.
Tidak!
- Semalam saja. - Tidak!
Aku datang!
Biarkan aku membuat tanda di dadamu.
Tidak. Aku mau memakai baju belahan rendah.
Tidak boleh! Atau akan kubakar tokonya.
- Terima ini. - Tidak.
- Tolong! - Nenek dalam bahaya.
Dasar berengsek, jangan bersikap bodoh!
Kau pasti sudah gila.
- Berhenti memukuli dia. - Berhenti membodohiku.
Siapa namamu? Di mana tempat tinggalmu?
Apa latar belakangmu?
Katakan!
Astaga, katakan!
Omong kosong!
Katakan siapa dirimu...
...atau kupukul kau!
Dia benar-benar gila.
Tidak. Dia membodohi kita.
Tendang dia dan dia akan bicara.
Jangan tendang dia.
- Kau membodohi kami! - Berhenti menendangi dia!
- Enyahlah! - Knife, jangan tendang dia.
Dia layak ditendangi.
Jangan takut.
- Katakan siapa namamu? - Ayo, beri tahu kami!
Berhenti menendangi dia!
Aku ingat sebuah acara.
- Terjadi situasi serupa. - Lalu?
Pria itu jatuh dan kepalanya terhantam.
Seperti situasi kita saat ini.
- Hilang ingatan. - Yang benar saja.
Big Mouth seharusnya kehilangan ingatan.
Tidak, Knife. Kehilangan ingatan bisa jadi sebagian.
Kau tahu itu?
Aku belajar jadi perawat selama setahun.
Jika bukan karena kau, aku sudah jadi perawat sekarang.
Benarkah?
- Bagus, maka aku akan ambil uangnya. - Tidak boleh.
Hei!
Aku taruh ini di dalam kantung...
...dan memasukkannya ke saku.
Jangan biarkan orang mengambilnya.
Katakan di mana kau tinggal.
Biar kami mengabari keluargamu.
Di mana cokelatku?
Yang ini?
Terima kasih!
- Dia seperti anak kecil. - Dia dari rumah sakit jiwa.
- Panggil saja dia "Gila". - Tidak, jahat sekali.
Lalu apa?
- Cokelat. - Terserah kau saja.
Baiklah.
Cobalah lebih keras!
Lebih tinggi!
Seharusnya dia tak melakukan ini.
Kau membentakku?
- Kau tak suka aku melakukan ini? - Tidak.
- Ini kerja keras bagimu. - Kalau begitu tutup mulutmu!
Maafkan aku.
Mari makan.
- Makan malam? - Astaga. Tak ada nasi lagi?
Tidak, Cokelat memakan semuanya.
- Cokelat memakan semuanya? - Ya.
Yang ini milikku.
Tidak, milikku.
Hei! Tak ada nasi lagi.
- Tidak! - Bagaimana denganku?
- Kapasitas perutnya besar. - Usir dia.
Dia memakan banyak makanan kita.
Dapatkan dulu uang darinya.
Habiskan itu, jangan menyisakan makanan.
01, 2, 3, 4, 5, 6...
- Sedang menonton TV? - Ya.
Ini ada cek.
20 ribu dolar untuk ditukar dengan uangmu.
Kau dapat lebih!
- Banyak sekali angka nol pada cek itu. - Tentu saja.
Kau punya cek, aku punya uang tunai.
- Berikan itu padaku. - Berikan padaku dahulu!
- Ayolah! - Kenapa aku harus menurutimu?
- Jane memintaku tak memberimu uang. - Berikan padaku.
Hentikan, Jane melindungiku.
Jangan!
- Jangan! - Berengsek kau!
Aku tak mengambil uangnya.
Tidak, kau bohong padaku.
- Percayalah, aku tidak bohong. - Kau simpan uangnya?
Aku hanya punya 100.
- Berhenti bohong! Kembali, cepat! - Katakan bahwa kau tak akan memukulku.
Jangan bodoh!
- Dia bisa mengebut. - Knife.
Big Mouth akan membunuhnya.
Tak apa-apa. Dia sudah sering berlatih. Katakan cara mengatakannya.
- Tiga batang lagi. - Bukan, 300 ribu dolar lagi.
- 300 ribu dolar lagi. - Ya, bagus.
- Ada apa? - Kuberi tahu sekali lagi.
Saat kau lihat balapan di TV, katakan bahwa kau lupa bertaruh.
- Bertaruh. - Lalu keluarkan sebuah cek.
Minta Crawl bertaruh pada nomor 7 dari Balapan 3.
- Nomor 7 dari Balapan 3 menang. - Lalu aku bilang, "Bank tutup hari Sabtu."
- Lalu kau bilang apa? - Entahlah.
Kau bilang, "Joki bilang pasti menang."
"Big Mouth, sesuatu yang menyenangkan untukmu."
"Cairkan cekku dan beri komisi 10 persen."
Lalu bermainlah kartu dengannya."
Aku tak yakin apa aku bisa ingat.
Kau bisa, tentu saja.
Knife!
- Jangan kejam padanya. - Tidak.
Big Mouth tak akan memukuli dia.
Aku hanya ingin uang taruhannya.
Waktu untuk memanggil polisi penting...
...dan dia bisa diselamatkan.
Jangan cemas, tak apa-apa.
Cepatlah.
Kakak Big!
Beraninya kau kemari.
Bos, kemari!
- Sepupuku dari AS. - Bukan urusanku!
Dia punya banyak uang. Dia mau cari istri di Tiongkok.
Biarkan aku mencuri uang darinya.
Lalu kita bagi uangnya.
30/70, dan juga utang lama.
Kau yang menentukan, ayo.
Bos Big, sepupuku.
- Siapa namamu? - Cokelat.
Dia memang lucu.
Katakan kau suka main apa.
- Aku suka kartu. - Kartu?
Bos Big, boleh tolong belikan manisan ini?
Tak masalah.
Terima kasih.
- Simpan kembaliannya. - Terima kasih.
Belikan cokelat yang mahal.
Tak ada permainan kartu, ayo pergi.
Tentu saja kami punya permainan kartu.
Ini permainan terakhir.
Permainan terakhir.
Masing-masing 1.000 dolar, ya?
Baiklah.
Kenapa tak ada siaran TV di sini?
- Itu tak menyala. - Tak menyala?
Apa yang harus kita lakukan tanpa TV?
Apa kaitan TV dengan permainan kartu?
Katakan kenapa kau mau menonton TV.
Balap kuda!
Aku lupa untuk bertaruh.
Akan kumasukkan taruhannya untukmu jika kau punya uang.
Joki bilang pasti menang.
- Benarkah? - Dia menyuruhku bertaruh.
Pada yang mana?
10 ribu per jalan, nomor 7 Balapan 3.
Dia bilang pasti menang.
Kau memberiku cek.
Tapi bank tutup hari Sabtu.
- Benar. - Apa yang bisa kita lakukan?
Astaga!
Bagaimana jika kami mencairkan 90 persen ceknya?
Mudah, biar kuurus untukmu.
- Tidak, berikan saja uangnya padanya. - Benar.
Diam! Bukan urusanmu.
Masing-masing jalan nomor 7 Balapan 3.
Aku punya telepon, tak masalah.
Halo, 1237689, kode 45699.
20 ribu sekali jalan, Balapan 3, nomor 7.
Lima ribu!
- Tambah! - Tunggu.
- Big Mouth, aku mau pipis. - Seseorang, ikut dengannya.
Tak perlu.
Maka selesaikan permainan ini dahulu.
Kau mau menggandakan.
Aku ikut.
- Biar kulihat. - Biar aku lihat.
Aku yang main kartu. Kalian berdua, tenanglah.
Apa?
Keduanya sama!
10 ribu dolar!
Aku juga, dan tambah 300 ribu.
- Apa kau gila? - Tidak!
Bukan urusan kalian!
Kau bilang begitu.
300 ribu!
Tak masalah, ambil kartunya.
Astaga.
Lihat, pasangan lainnya.
- Semua uangmu ada di sana. - Berapa banyak?
Ada kurang dari 200 ribu dolar.
- Aku ikut. - Apa kau gila?
Diam!
Kartunya.
- Teleponnya tak menyala. - Sudah rusak selama beberapa hari.
Sembilan!
Sembilan!
Sembilan!
Kenapa kalian teriak?
Sembilan.
Kau tak punya uang.
Akan kubiarkan kau lihat semua kartunya.
Sembilan, tiga, dua pasang.
As, Joker, dua pasang, lalu kenapa?
Tarik!
Tiga kartu 3!
Tiga kartu 3 untukku.
Tiga kartu 3.
Kita akan kaya.
- Kalian menjebakku! - Kakak, yang benar saja.
Kau yang lebih unggul.
Kapan kau bisa membayar utang setengah jutamu pada kami?
Jangan bertaruh dengan dolar Hong Kong! Kami memakai uang Taiwan!
Apa?
Benar, 150 ribu dolar Taiwan.
Baiklah. 150 ribu dolar.
Akan kuberi kau cek.
Aku masih utang 130 ribu dolar padamu.
Kurangi bunga 40 ribu dolar dan masih ada utang 80 ribu dolar.
Kita tarik kartu acak dan hitung poin.
- Apa? - Aku tarik kartu lebih dahulu.
As hati.
Tarik!
Baiklah.
- Apa kartunya? - Lihat.
- Apa kartunya? - Beruntung sekali, agak lebih besar.
Dua sekop.
Berikan uangnya padaku.
Enyahlah!
Dua sekop adalah yang terbesar!
- Jangan sentuh kepalaku! - Kau gila!
Dia jahat padaku.
Siapa yang menyuruhmu menarik kartu?
Kita kalah lebih dari 100 ribu dolar!
- Apa kau gila? - Berhenti mendorong! Leherku sakit!
Bagaimana bisa itu jadi 3?
Master bilang begitu.
Telepon rusak dan tak ada telepon lain di sekitar.
Lupakan saja, mari pergi.
Berhenti! Hei!
Kami tak menang, kenapa kami tak boleh pergi?
Enyahlah!
Kau menang balap kuda.
- Apa? - Nomor 7 Balapan 3 menang.
Masing-masing jalan adalah 92 ribu dolar.
Aku akan ambil 32 ribu untuk biaya jasa. 60 ribu dolar ini milikmu.
Berikan itu padaku!
Aku kaya!
- Aku kaya! - Aku sangat adil.
- Aku tahu. - Terima kasih.
- Mari bagi rata. - Berikan padaku!
Coba lagi.
Bagaimana cara melakukannya?
Coba lagi.
Tunjukkan padaku.
Buka kartunya.
Bagaimana bisa?
Aku menang lagi!
Aku takut!
- Tak apa-apa. - Apa?
Kita kaya.
- Kaya? - Ya.
- Kaya bagaimana? - Kita menemukan talenta judi.
Kita akan kaya.
Benar.
Kita akan membawanya menyerbu markas-markas judi.
Bagus.
Pelan-pelan.
Halo.
Astaga.
Beri aku waktu.
Aku tahu. Besok.
Entahlah. Dia sibuk.
Hei.
- Bidik! - Di mana bosmu?
Dia sedang mencari lokasi baru.
- Target! - Berengsek.
Hentikan itu!
Apa?
Orang tuaku mau menemui Knife besok.
Kami tak bisa sembunyi.
Bos tak punya pager.
Cokelat, bisakah kau membantuku?
Tak bisa.
Jangan halangi aku!
- Kau ingat apa yang akan kau katakan? - Tentu saja.
Berhenti makan.
Apa pekerjaanmu?
Aku bekerja di bidang...
- Pencetakan... - Plastik.
- Pencetakan. - Kapan kita akan menikah?
Aku masih menata karierku.
Tunggu sampai aku sukses.
- Kau sudah kenyang? - Sudah.
Aku memberimu pager Crawl.
Bagaimana jika itu berbunyi?
Saudaraku menghubungiku.
Aku datang pada Tahun Baru.
Kau harus bersikap baik.
- Baiklah. Di mana cokelatnya? - Akan kubelikan 10 kotak cokelat untukmu.
Jane!
Ibu, Ayah.
- Knife. - Paman, Bibi.
Dia suka bercanda.
Bagus.
- Knife, di mana kau bekerja? - Kerja?
- Bakpao daging panggang. - Bakpao daging panggang!
Bakpao daging panggang di sini enak.
- Kau kerja di mana? - Kerja...
Apa pekerjaanmu?
Aku...
Pencetakan.
Bagian kebersihan.
Bukan, bersihkan itu.
Bisnis kebersihan, tidak buruk.
Apa aku pintar?
Anak-anak zaman sekarang tak mau melakukan pekerjaan seperti itu.
Mari bicara jujur.
Kau dan Jane sudah lama saling kenal.
Kami sangat terbuka. Tapi kerabat tetap harus tahu.
Tak masalah.
Itu bukan masalah.
Bisa kutangani. Lebih baik seperti ini.
Setidaknya tak ada masalah.
- Kapan kalian akan menikah? - Segera.
Tapi masih harus menunggu.
Setelah aku naik jabatan, baru kami menikah.
Tukang bersih-bersih bisa naik jabatan?
Ayah, tenanglah.
Aku tak bisa mengendalikan diriku.
Mau bakpao?
Bosku menghubungiku.
Aku harus pergi.
Balas panggilannya.
- Aku mau... - Balas panggilannya.
Aku memberkatimu pada Tahun Baru.
Aku akan ingat.
- Kau bilang apa? - Hentikan!
- Dia Paman. - Paman apa?
Knife, mereka orang tuaku.
- Halo. - Siapa kau?
Pacarnya.
Lalu dia?
Saat dia tak ada, maka aku pacarnya.
Kacau sekali.
Dengarkan aku, Ibu.
Tidak! Yang satu tukang bersih-bersih.
Yang satu lagi gangster dan mengancamku.
Akan ada yang ketiga untuk mencincangku!
- Ayo! - Sampai jumpa.
- Sampai jumpa! - Mari minum.
- Kami tak mau. - Tidak.
Aku mau.
Apa yang kau lakukan?
Kenapa kita pergi meminjam uang?
Kita menghabiskan semua uangnya. Bagaimana kita bisa bertaruh?
Tenang, kita pasti menang nanti.
Aku tetap di sini. Aku akan makan es krim dengan Cokelat.
- Kami pergi dahulu. - Ayo.
Perusahaan Keuangan Sure Win.
Kreditmu buruk.
Sekarang berbeda.
Kini aku berbeda.
Jika aku tak yakin, aku tak akan pinjam uang darimu.
Sial!
Apa aku akan memercayaimu dan meminjamkanmu 80 ribu dolar?
Berengsek!
Bagaimana aku bisa memercayaimu?
Ini rahasia.
Kalau begitu, jaga rahasiamu.
Kakak Shing, percayalah padaku.
Lihat arlojiku.
Aku punya alasan untuk pinjam uang darimu.
Memangnya kau pasti menang?
Tidak.
Tapi aku bersungguh-sungguh.
Jangan berbangga.
Baiklah, aku suka membantu anak muda.
Kwong, 72 ribu dolar untuknya.
Kenapa 72 ribu dolar?
Apa kau anak baru?
Karena tak dikenakan bunga.
Jangan.
- Hai. - Bagaimana?
Tak masalah. Minta nenek menyiapkan makan malam.
- Aku akan pergi mendapatkan bayaranku. - Kau selalu seperti ini.
- Cokelatnya sudah habis. - Tunggu sampai permainan selesai.
Aku mau cokelat.
Crawl, belikan cokelatnya lalu susul aku di markas.
- Ya. - Belikan cokelat favoritku.
- Tentu saja. - Cepat!
Permisi.
Aku dahulu.
Kenapa kau murung?
Aku mau cokelat.
Sebentar lagi, mainlah dahulu.
Jangan buat aku kesal.
Cepat!
- Raja judi terbelakang! - Duduklah.
Raja judi terbelakang!
Kau yang menentukan.
Bukan permainan buruk.
- Buat taruhan yang bagus. - Aku mau cokelat.
- Apa? - Aku mau cokelat.
Diam!
Ikuti taruhannya.
- Mencari bos? - Ya.
Masuklah.
- Bagaimana dengan permainan ini? - Cokelatnya datang!
Terima kasih!
Bagaimana dengan permainan ini?
- Bankir atau bukan? - Benar.
Bukan cokelat yang biasa.
- Kau tak beli cokelat favoritnya? - Itu habis.
Ini permainan yang bagus.
- Pasang taruhannya dahulu. - Aku menginginkan cokelat favoritku!
Baiklah, tapi pasang taruhannya dahulu.
Angkat tangan.
Delapan, bankir menang!
Sial! Kita kehilangan lebih dari 100 ribu.
- Belikan cokelatnya! - Ya.
Mainkan lagi.
Tak apa-apa. Tunggu sampai Crawl kembali.
Aku mau buang air kecil. Kau tetaplah di sini.
Kenapa banyak rokok?
Bankir memberikannya padaku.
Terima kasih. Ada apa?
- Aku mempertaruhkan semuanya. - Bagus. Di mana uangnya?
Di sana.
Dia kalah dan kehilangan semua uangnya.
Mau rokok?
Aku bilang apa padamu?
Kusuruh kau diam.
Aku sengaja melakukannya.
Berengsek!
- Kau mau pergi ke mana? - Ikut denganku.
- Tunggu aku di sini! - Kau mau ke mana?
- Buang air kecil. - Buang air kecil lagi?
- Diam! Tunggu di sini. - Ya.
- Cepatlah. - Baiklah.
Terima kasih.
Anak nakal!
Kau menjatuhkan semuanya ke lantai.
Tak berguna!
Diam!
Diam!
Tak berguna!
Diam!
Pergilah!
Tak berguna!
- Diam atau kupukul kau! - Berhenti!
Cokelat!
Cokelat!
Cokelat!
Cokelat!
Cokelat!
Cokelat!
Hai.
- Kau dari mana? - Membeli Mickey Mouse.
Kuminta kau jangan ke mana-mana. Akan kupukul kau.
Jangan!
Kemari!
Tetap di sini. Aku tak mau mencarimu.
Seharusnya kau tak buang air. Aku takut.
Aku janji tak akan meninggalkanmu sendiri.
- Aku tahu itu. - Sakit!
Ini Mickey Mouse!
- Kau tampak menggemaskan. - Kau yang menggemaskan.
Pelan-pelan, Dok.
- Kurasa dia kehilangan sebagian ingatannya. - Kehilangan ingatan?
Kepalanya terbentur keras.
Dan pembuluh darahnya tertutup...
...jadi dia kehilangan sebagian ingatannya.
Dia bersikap seperti anak kecil.
- Bisakah dia sembuh? - Sulit untuk dipastikan.
Namun jika kuperbaiki pembuluh darahnya, dia akan membaik.
- Kau menginginkannya? - Apa kau kerabatnya?
- Dia sepupuku. - Operasinya mahal.
Biayanya 200 ribu dolar.
Dari mana kita dapat uangnya?
Kita jual semuanya.
Termasuk sebidang tanah di belakang.
- Bagaimana dengan utang pada Shing? - Kita bayar belakangan.
Tapi jika mereka datang untuk menagih...
Kita akan pindah ke Kowloon.
Temanku punya sebuah bungalo.
Bungalo?
Gila!
Ayo!
Semua kamarnya sama.
Ranjang bundar.
Besar sekali.
Berhenti main-main.
Beristirahatlah.
- Aku akan mencari makanan dan bir. - Maaf merepotkanmu.
Tak apa-apa.
Aku pergi!
Bagus. Buat dia nyaman.
Knife, cokelatnya berbeda.
Itu balon.
Balon?
Diam.
Kenapa aku harus diam?
Begitu aturannya. Pria harus diam.
Atau itu akan dipotong.
- Dipotong? - Ya.
Buruk sekali jika dipotong.
Simpan ini.
Ada apa?
Jangan berisik.
Apa ini pemeriksaan kamar?
Hanya wanita yang boleh berisik.
Atau mereka akan memotongnya?
Kau gila!
Aku gila, aku akan memotong milikmu.
Tolong!
Jangan macam-macam...
Keluar!
Maaf. Apa yang terjadi?
- Kenapa dia berteriak? - Itu tak ada kaitannya denganmu.
Kau bilang jangan berisik.
Hei!
Makanlah cokelat.
Tidak!
Dua cokelat.
Tidak!
Tiga cokelat.
Ayolah.
Minta maaf.
- Ayolah. - Maaf.
- Akan kupotong kau! - Sial!
Giliranmu.
Aku harus ke toilet.
Cepatlah kembali.
Sial!
Sial!
Enyahlah!
Knife!
Kakak Shing, sedang buang air?
Lawan!
- Ya, bos? - Kejar dia!
Diam di tempat!
Jangan main-main!
Kau tak bisa lolos!
Lompatlah jika kau mau lolos!
Rasakan itu!
Enyahlah!
- Berhenti! - Kularang kau naik!
Kau tak bisa lolos!
Sial.
Bunuh dia. Lempar dia.
Kemarilah jika kau berani.
Lompat!
Bodoh!
Sial!
Tangkap dia!
Ayo!
Superman!
- Lompat! - Di bawah sana!
Tangkap dia!
Lompat!
- Di sana! - Berhenti!
Akan kuhajar kau saat kutangkap kau.
Berengsek kau!
Berengsek!
- Ayo! - Berengsek!
Kepung dia!
Berhenti!
Di sana!
- Dekati dia. - Aku di sini.
Kau tak bisa lolos! Berengsek!
Kemari!
Kemari!
Hei, aku di sini untukmu.
Tangkap aku!
Berengsek!
Lihat bagaimana aku akan menghajarmu.
Cepat, menyingkir!
Dia akan jatuh dan mati.
Hajar dia!
Berengsek!
Dia akan mati jatuh.
- Kakak! - Berengsek!
- Ada apa? - Biarkan aku kembali.
Enyahlah!
Dia akan mati!
Mencariku?
Kau akhirnya di sini!
Mau ke mana?
- Bagaimana? - Baik.
Kau keliling.
Kau sering ke sini.
Bagaimana bisa kau kerja di sini besok?
Aku peduli pada Knife.
Ayo pergi.
Tak ada cokelat lagi.
38, 962, 963, 896, 296...
Halo.
Halo.
Ko Chun.
Halo? Apa itu Ko Chun?
Siapa yang kau cari?
Ko Chun.
Halo?
Jangan bermain dengan telepon.
- Halo? - Halo, sambungkan pada Kakak Shing.
- Ini aku, siapa ini? - Aku pacar Knife.
Akhirnya kau menelepon. Knife sangat menderita.
Bebaskan dia. Akan kubayar kau setengah malam ini.
Aku tidak mau dibayar setengah.
Jumlahnya 210 ribu dolar.
210 ribu?
Dia akan kehilangan tangannya jika uangnya tak ada besok.
- Paham? - Kakak Shing!
Bagaimana?
Dia bilang 210 ribu.
Bagaimana aku dapat 130 ribu tambahannya?
Bagaimana dengan biaya pengobatan dia?
Lebih dari setengahnya sudah tak ada. Dan operasinya besok.
Kita sudah bayar uang mukanya.
Aku tak tahu dari mana sisa uangnya akan didapat.
Kita harus apa?
Entahlah.
Andai Dewa Judi menyelamatkan kita.
Masuklah.
Bos, pacar Knife di sini.
Kakak Shing.
Tidak buruk.
Kemarilah.
Aku punya 80 ribu dolar, tolong bebaskan Knife.
Itu tak cukup untuk bunganya.
Kumohon, Kakak Shing.
Kau pikir kau siapa...
...sehingga aku harus menghormatimu?
Bukan aku, Dewa Judi.
Dewa Judi?
Mari bersikap adil...
...dan bersikap ramah.
Apa dia benar-benar Dewa Judi?
Tentu saja bukan.
Jangan bodohi aku.
Aku tangguh.
Jadi...
Kau benar-benar Dewa Judi?
Benar.
Bagus.
Beri aku bukti.
Aku Dewa Judi!
- Kocok kartu! - Kartu apa?
Beri aku kartu 1 sampai Raja berurutan.
- Biar kulakukan. - Menyingkir!
Tunjukkan padaku.
Makanlah.
Kau memberiku "Dragon"?
Itu milikku, ini milikmu.
Bagaimana kau melakukannya?
Entahlah, tapi kau masih utang 7 cokelat padaku.
Ini 80 ribu dolar.
Apa aku mengiyakan permintaanmu?
Lepaskan Knife!
Aku tak percaya!
Aku Dewa Judi!
Jangan bergerak!
Sial!
Menjauh!
Bebaskan Knife!
- Dia tak ada di sini! - Tidak di sini?
Dia ada di sini! Bawa dia kemari!
Berhenti.
- Knife! - Bos!
- Kau baik-baik saja? - Aku baik-baik saja.
- Kakak Knife! - Berengsek kau!
Kakak Knife!
- Apa itu adil? - Aku berengsek!
Apa itu adil?
Kau memegang pisaumu. Tentu saja aku harus bilang adil.
Kau pintar.
Suruh mereka ke sebelah sana!
- Geser! - Cepat!
Diam!
Geser!
- Knife, lari, cepat! - Berdiri!
Aku harus memanggil ambulans!
- Berdiri! Keluar! - Hati-hati!
Hati-hati!
- Hati-hati dengan pisaumu. - Ayo!
Kumohon, Kakak Knife!
Berengsek!
Aku berengsek!
Bos!
Panggil ambulans.
Panggil ambulans.
Sudah 11 hari, tak ada kabar tentang Chun.
Menghubungi polisi besok.
Aku mencurigai kesetiaan Yee.
Dia bersikap aneh belakangan ini.
Sedang apa kau?
Minum-minum.
Aku mau tidur.
Aku hanya ingin menemanimu.
Keluar!
Ayolah.
Apa kau tak mau?
Keluar! Atau akan kuberi tahu Chun.
Lalu kenapa?
Aku juga pintar.
Chun bisa jadi Dewa Judi. Dan aku tidak penting?
- Lepaskan aku! - Dengarkan aku!
Akan kuperlakukan kau lebih baik daripada Chun.
Terimalah aku.
Aku berjanji padamu bahwa aku akan mengutamakanmu.
Aku akan menjagamu.
Apa kau memikirkan Chun?
Aku muak.
Tak ada yang tahu tentang aku.
Semua orang tahu bahwa aku hanya pengikut.
Kenapa aku tak boleh mencintaimu juga?
Aku harus menunggu sampai dia mati.
Pantas saja kau keberatan melapor pada polisi.
Dia memaksaku melakukannya.
Dia menyimpan semua uangnya.
Aku akan membunuhnya.
Lalu aku bisa memilikimu...
...dan uangnya di Bank Swiss.
Kau memasang perekam suara.
Kini siapa yang akan tahu?
Dasar jalang!
Kau tak akan pernah bisa menghentikanku.
Aku menginginkanmu hidup ataupun mati.
Aku tahu kau mitra Chan.
Jika kita menyingkirkan Ko Chun bersama-sama...
...kurasa kau tertarik.
Ko Chun bodoh...
...memiliki teman sepertimu.
Aku pintar.
Tak mudah menjadi diriku.
Ko Chun hilang.
Tunggu sampai kita yakin tentang itu.
Aku menaruh 2 juta dolar ke rekeningmu.
Jika Ko Chun mati, kau akan senang...
...dan aku telah menghilangkan seorang musuh.
Aku membayarmu untuk melakukannya.
Tn. Chan tak perlu cemas.
Itu akan baik bagi semua orang.
Aku bisa mengutus seseorang melakukannya. Tapi bagaimana cara menemukan Ko Chun?
Aku dengar dia ada di Mongkok...
...dengan penjahat bernama Knife.
Utus seseorang untuk mencari dia.
Kakak Nam, mereka di atas sana.
- Aku Knife, siapa kau? - Tanganku.
- Ko Chun! - Namamu Ko Chun?
- Tanganku. - Kau baik-baik saja?
Lama aku tak mendengar kabarmu.
Siapa kau?
- Aku Dragon, teman Ko Chun. - Siapa Ko Chun?
Dia?
Dia Dewa Judi.
Aku tak terlibat.
Siapa mereka?
- Musuh. - Omong kosong!
Apa ada pintu belakang di sini?
Ada pintu menuju mall.
Berikan pistol padaku.
- Kau tahu cara menggunakannya? - Kurasa begitu.
- Kau bilang bisa memakainya. - Kubilang cara memegangnya.
- Pegang dengan dua tangan. - Baiklah.
Berhati-hatilah!
Aku baik-baik saja, tinggalkan aku.
Master!
Dia baik-baik saja!
- Knife, tak apa-apa. - Ayo!
- Di mana Ko Chun? - Di sana bersama Knife.
- Sembunyi! - Baiklah.
Berhenti!
Merunduk! Master, biar aku saja!
Master, ayo!
Master, kemari!
Berhenti!
Master, biar kutangani.
Di mana Master?
- Jangan tembak! - Chun!
- Jangan mendekat! - Kau dari mana saja?
Aku tak mengenalmu, menjauh!
Chun, jangan bodohi aku.
Aku di sini untuk menyelamatkanmu, mari kita kembali.
Banyak pistol mengarah ke kita.
Chun, kau baik-baik saja?
Aku takut!
Aku Yee, kau ingat aku?
Aku takut, ada banyak pistol.
Ko Chun, aku tak peduli jika kau gila.
Kau akan mati sekarang.
Master, kau pergi dahulu.
Ko Chun!
Ambil pistolnya!
Keluar!
Keluar!
Awas!
Ko Chun!
Beri ruang, apa yang terjadi?
Kau baik-baik saja? Berhenti!
Ada berapa korban di mall?
- Apa melibatkan orang Vietnam? - Apa Dewa Judi terlibat?
Tak ada komentar.
Maaf.
- Apa Dewa Judi di atas sana? - Aku tidak yakin.
Bagaimana keadaannya? Apa dia akan segera pulih?
- Apa kau ada komentar? - Tak ada komentar.
Maaf, tak ada komentar.
Chun, aku Yee.
Apa kau mengenaliku?
Aku Yee!
Yee?
Bagus, kau baik-baik saja.
Yee!
Apa yang terjadi?
Kau tak tahu?
Aku hanya ingat malam setelah turun kereta.
Aku berjalan di jalan kecil...
...dan mendadak jatuh.
Lalu aku tak bisa ingat apa-apa.
Bagaimana aku bisa ada di sini?
Aku sudah memberi tahu polisi.
Kau ditabrak mobil.
Di mana Janet?
Di mana dia?
Maafkan aku, Chun.
Yee, katakan apa yang terjadi?
Aku mencarimu setelah hari ke-10.
Janet sendiri di vila Croc.
Saat aku kembali ke sana...
...ada darah di lantai...
...dan Janet tiada.
Bagaimana bisa?
Chun, tampar aku!
Aku tak berguna!
Aku tak bisa melindunginya.
Chun, tampar aku!
Permisi.
Permisi.
Begitu banyak orang.
Mereka reporter.
Hei.
Tidak.
Kau punya solusi? Cepat!
Baiklah.
Tolong!
Tolong!
- Chun, kau mau ke mana? - Biarkan aku pergi.
Aku harus mencari Janet!
Tenang! Kau tak bisa pergi.
Cokelat!
Berengsek kau!
Berhenti berkelahi!
- Kau membantu musuhku! - Yee!
- Siapa dia? - Kau lupa denganku?
Padahal aku menjagamu berbulan-bulan.
- Apa maksudmu? - Maksudku?
- Dia gila! - Ada apa?
- Aku gila! - Bawa dia keluar!
- Lepaskan aku! - Dia mengganggu pasien!
Jangan percaya padanya!
Jangan percaya padanya!
Aku harus memperbaikinya.
Polisi akan mengurusnya.
Hubungi beberapa orang untukku untuk mencari Janet!
Ya.
Hei, memangnya kenapa, Polisi?
Aku pembayar pajak!
Hargailah aku!
Kau tak pernah bayar pajak.
Apa kau bercanda?
Tidak.
Tahukah kau?
Dia bilang dia tak mengenalku.
Dan dia mau aku ditangkap.
- Apa kau menangis, Bos? - Siapa bilang?
Ada pasir di mataku.
- Lalu? - Jangan tanya aku!
Aku akan kembali!
Lihat siapa yang pecundang!
- Hati-hati, Bos. - Tinggalkan aku!
Aku mau buktikan dia akan kalah.
Yang ini?
Bukan yang ini, yang satu lagi.
Kau akan gemuk, tak boleh makan cokelat lagi.
- Chun. - Halo.
- Ya. - Senang mendengar suaramu.
Aku meneleponmu begitu dengar tentangmu.
Ada hal penting yang harus dibahas.
Apa?
Dasar berengsek!
Kakak Nam, itu satu cara untuk menghasilkan uang.
Bagaimana dengan 2 juta dolar itu?
Aku akan membayarmu setelah kau membereskan Ko Chun.
Kau punya banyak peluang.
Aku tak mau dia mati.
- Kau membodohiku? - Nam!
- Hentikan! - Tn. Chan.
Kenapa kau mau Ko Chun hidup?
Kau pintar, Tn. Chan.
Taruhan antara kau dan Ko Chun...
...populer di antara para pemain.
Mereka bertaruh 3 banding 1 bahwa Ko Chun akan menang.
Aku tak mau dengar omong kosong lagi!
Jika aku bisa membuatnya kalah...
...itu adalah cara menghasilkan uang.
Bagaimana cara membuatku menang?
Berhenti.
Aku kira Dewa Judi sempurna.
Tapi tak terlalu berpengalaman.
Tn. Chan, kami telah melihat rekaman Ko.
Tak ada yang salah dengan permainannya.
Aku telah melihat 500 permainan kartunya.
Dia punya kebiasaan kecil.
Dia bahkan mungkin tak menyadarinya.
Jika Yee tak memberitahuku kartu terakhirnya...
...aku tak akan memerhatikan.
Apa itu?
Saat dia mengecoh...
...dia akan menyentuh cincin gioknya.
Tn. Chan, biar kutunjukkan.
As, Raja, Ratu, dan Jack.
Apa yang bisa kau lihat sekarang?
Tak ada.
Gunakan kacamataku.
As punya satu titik. Raja punya dua. Ratu punya tiga. Jack punya garis.
Bahan kimia ini...
...memerlukan sepasang kacamata khusus.
Kacamata ini bisa melihatnya...
...dan ini hanya dibuat di AS.
Aku sudah memesan satu.
Harganya 10 ribu dolar AS.
Namun itu tak akan berhasil.
Akan ada seseorang yang memeriksa kartu-kartunya.
Dan jika mereka memakai kacamata yang sama...
Mereka akan mengetahuinya.
Kau benar.
Itu praktik yang lazim.
Tn. Chan, siapa yang akan melakukan pemeriksaan untukmu?
- Aku. - Benar.
Ko Chun akan memintaku melakukannya.
Kita berdua tak mengatakan apa-apa.
Siapa yang akan tahu triknya?
Dia bukan benar-benar dewa.
Paman Hing.
- Maafkan aku. - Chun, kau terlambat.
- Ayo pergi. - Minumlah.
Aku hanya minum bersama teman-temanku.
Apa?
Sampai nanti.
Paman Hing, aku mau ke toilet.
- Tunjukkan tempatnya. - Silakan.
- Apa maumu? - Aku berjanji tak akan meninggalkanmu.
Kuberi tahu kau sekali saja.
Di tempat parkir, kulihat pria itu mau menembakmu.
Yee, dia bilang kau mau membunuhku.
- Apa itu benar? - Tentu tidak.
Aku tahu kau mau bicara denganku.
Tunggu sampai aku selesai bermain.
Yee, bawa dia masuk.
- Ingatlah untuk tetap tenang. - Ya.
Pemeriksaan kartu.
Kita bisa mulai.
"As."
20 ribu dolar.
50 ribu dolar.
Tn. Chan, kau sangat berhati-hati.
Lebih baik berhati-hati.
Aku mau merayakan ulang tahunku ke-70 tahun depan.
Sepasang 7, naikkan taruhan.
Dua juta dolar.
Taruhan yang masuk akal.
Hanya ada hati, bisa jadi flush.
Aku juga mempertaruhkan dua juta.
Beruntung sekali.
Dua juta dolar setelah kartu keempat.
Kartu kelima tak boleh kurang dari lima juta dolar.
Lima juta dolar.
Rumit sekali.
Aku tak boleh merasa terancam.
Aku juga mempertaruhkan 5 juta dolar.
Master...
Kau seperti bisa membaca kartu-kartuku.
Kau belum sempurna.
Diam di tempat!
Chun, ini koper terakhir.
As, naikkan taruhan.
200 ribu dolar.
Tak masalah.
Sepasang As, naikkan taruhan.
Dua juta dolar.
Kuikuti.
Giliranku lagi?
Aku harus mendapatkan kembali kekalahan terakhirku.
Empat juta dolar.
Tak kukira kau punya uang sebanyak itu.
Aku punya sebuah nota bank Swiss.
Ini bernilai 30 juta dolar.
Kami tak memercayaimu.
Minta seorang pakar untuk memeriksanya.
Tn. Ko, jangan gunakan uangmu.
Ini bukan hanya karena kau.
Tn. Chan, periksalah cek ini.
Namamu bernilai lebih dari 30 juta dolar.
Aku percaya padamu. Kuikuti.
Aku beruntung hari ini.
Bukan hanya kau saja.
Chun, kita mendapatkan semuanya kembali.
Lihat kartu terakhir.
Itu Raja.
Tiga As melawan tiga Ratu.
Kebetulan sekali.
Jangan buang waktu, 26 juta dolar.
Kau sangat memaksa.
Kau tak bisa tetap tenang.
Aku juga mempertaruhkan 26 juta dolar.
Aku punya empat Ratu.
Astaga.
Kau punya empat Ratu, tapi...
Kau kalah.
Tn. Chan, kau tertinggal jauh.
Kacamata spesialmu...
...adalah teknologi lama.
Yang kumiliki...
...adalah teknologi terbaru dari Jerman.
Harganya 110 ribu dolar.
Aku menaruh dua titik di As ini.
Dan kebiasaanku menyentuh cincinku...
...adalah untuk memperdayamu...
...agar masuk ke dalam jebakanku.
Aku harus berterima kasih padamu, Yee.
Kau membantuku mengalahkan dia.
Dia kira dia tahu semuanya.
- Kau mengkhianatiku? - Kau berengsek!
Berengsek!
Jangan tembak!
Diam di tempat!
Diam di tempat!
Tak masalah.
Jangan bergerak!
Jangan bergerak!
Kau kira rekaman ini habis terbakar?
Ko Chun, apa maumu?
Semua orang melihatmu membunuh.
- Kenapa kau tertawa? - Aku membela diri.
Semua orang tahu itu pistol mainan.
Rencanamu cacat.
Ini adalah perairan internasional.
Hanya negara tempatku berada yang bisa menahanku.
Benar, Paman Hing?
Kapalku dari Panama.
Presiden Panama dan aku berteman.
Lihatlah ke luar jendela.
Bisa lihat Pulau Lantau?
Maaf, Paman Hing.
Anak buahku memaksa kapten untuk mengalihkan rute.
Tak apa-apa.
Ko Chun, ini juga tak baik bagimu.
Kau juga melanggar hukum.
Pelanggaranku ringan.
Tapi kau akan dipenjara selama 30 tahun.
Kau tak bisa merayakan ulang tahunmu ke-70.
Tak ada perayaan untukmu.
Tn. Ko, terima kasih telah membantuku.
Tak masalah.
Aku tak memberitahumu tadi, tapi ini juga urusan pribadiku.
Bagaimana aku bisa membalasmu?
Belikan aku sekotak cokelat yang enak.
Aku tak pernah melihatmu senyum.
Bisakah aku melihat senyumanmu?
Tidak, aku tampak jelek jika senyum.
Dewa Judi!
Sampai jumpa!
Dewa...
Dia tak akan mengingatku.
Crawl!
Jane!
Tenanglah.
- Kau... - Aku Cokelat.
Kau mengenaliku?
Kenapa kau menipuku?
Itulah rencanaku.
Jadi, kau menipuku.
Aku mencoba memberitahumu.
Tapi IQmu rendah.
Bagaimana bisa kau jadi mitraku?
Kenapa aku...
- Kau bilang apa? - Las Vegas.
Las Vegas.
Benar, 30/70.
Tidak. Bagaimana jika kau mengkhianatiku lagi?
Tidak akan.
- Jika kau pura-pura tak mengenalku... - Akan kupotong...
( Tamat )
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.