All language subtitles for Avatar.the.Last.Airbender.Echoes.and.Aftershocks.2026.1080p.WEB-DL.x265.10bit.AAC.2.0-N3X Septian-Indonesian

ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Siapa yang sampai ke kuil duluan dia yang menang!

Apa?

Aang, tidak adil!

Ayo kejar dia!

Cepat!

Hai, Nima.

Selamat pagi, Aang.

Oh, halo, Aang.

Oh, pas sekali waktunya.

Tidak keberatan aku diantar?

Gyatso, ini bukan waktu yang tepat.

Aku sudah tua, tahu.

Tubuhku tidak berger ak seperti dulu.

Aku sedang mengerjakan sesuatu.

Kamu berat sekali.

Berat? Aku?

Aku cuma makan sayuran.

Pai bukan sayuran.

Aku akan kalah dalam perlombaan ini.

Perlombaan? Perlombaan apa?

Kita akhirnya menang!

Kita menang! Kita menang!

Aang, sebagai pengendali udara, penting bagimu untuk tahu kapan harus menahan diri.

Bahkan jika kau punya kekuatan untuk menang, kau adalah Avatar.

Banyak orang akan bergantung padamu.

Dia pergi!

Dia kabur! Dia pergi!

Dia kabur!

Apa? Aku di sini! Dia kabur!

Apa? Aku di sini!

Di mana Sang Avatar?

Avatar!

Aang, kau di mana?

Gyatso, aku di sini!

Aku di sini!

Aku di sini! Aku di sini!

Aku di sini!

Aku di sini.

Hai, Momo.

Hai, Appa.

Aku tidur lama?

Ooh! Oke, oke.

Aku sudah bangun.

Aku tahu, aku tahu.

Kita punya pekerjaan yang harus diselesaikan.

Mari lanjutkan perjalanan kita.

Kembali ke rumah lama kita.

Ini mungkin bukan perjalanan terbaik kita,

tapi relik pengendali udara apa pun yang kita temukan membuatnya sepadan.

Ini bisa jadi barang tertua dalam koleksi kita.

Sonam.

Aku merindukanmu.

Momo, keluar sama Appa.

Sekarang!

Siapa kalian? Kenapa kau melakukan ini?

Hentikan!

Aku tidak ingin menyakitimu!

Di mana dia? Di mana dia?

Bukan, bukan itu.

Hei, itu barang antik.

Cukup!

Bentar!

Ketemu!

Sonam, kenapa mereka mengincar mu?

Tunggu!

Tidak, itu berusia 1.000 tahun!

Kenapa kita tidak bicara saja? Mungkin aku bisa bantu.

Kami tidak butuh bantuanmu, Avatar.

Kami muak hidup di dunia di mana para pengendali punya semua kekuatan dan kami tidak punya apa-apa.

Siapa kalian?

Kami adalah kaum "yang ditolak".

Yang ditolak?

Bunuh saja dia!

Tidak! Itu akan menghancurkan tempat ini!

Kau menyelamatkanku?

Kallik, ambil petanya! Ayo pergi!

Oh, tidak!

Aku baik-baik saja. Momo aku baik-baik saja

Kita harus sampai ke Kota Republik!

Appa, yip, yip!

Air.

Suku-sukunya menghimpun kekuatan dari bulan dan mengalir mengikuti pasang surut.

Bumi, kerajaan dengan tekad tak tergoyahkan.

Tangguh dan kuat.

Api.

Bangsa yang mampu membawa kehancuran besar, tapi juga kehangatan yang luar biasa.

Udara, pengembara damai dengan kekuatan

badai, namun berjiwa semilir angin yang lembut.

Selama beberapa generasi, Avatar, sang pengendali

keempat elemen, menjaga keseimbangan antarbangsa.

Namun saat tanggung jawab itu menghampiriku saat kecil, aku lari.

Aku terjebak dalam badai mematikan,

tapi roh Avatarku melindungiku dalam bola energi tempat aku tinggal selama 100 tahun.

Aku terbangun dan mendapati bahwa keseimbangan yang dijaga

oleh Avatar telah hancur oleh perang.

Para pengembara udara telah tiada.

Semua kecuali satu.

Aku.

Aku tak bisa lagi lari dari tanggung jawabku sebagai Avatar.

Aku menemukan sekutu dari setiap negara.

Para pengendali dan bukan pengendali.

Katara mengajariku cara mengendalikan air.

Toph melatihku dalam cara pengendali bumi.

Zuko, dulu musuh terbesarku, menjadi guru pengendali apiku.

Sokka menunjukkan padaku bahwa keberanian adalah bagian terpenting menjadi seorang pemimpin.

Kami menjadi sebuah keluarga.

Dan bersama, kami mengakhiri Perang Seratus Tahun.

Lalu, kami memulai pekerjaan berat membangun kembali dunia.

Begitu lama, bangsa-bangsa berdiri terpisah, sendiri,

dan kita semua menderita karenanya.

Namun di sini, di situs kuno ini,

kami menciptakan tempat di mana semua orang diterima, baik pengendali maupun bukan,

bekerja sama dalam kedamaian untuk membangun masa depan.

Meskipun masih ada pihak yang ingin memecah belah kita,

kita tetap bersatu.

Sebagai perwakilan dewan,

Saya merasa terhormat berada di sini hari ini merayakan ulang tahun Kota Republik

dan peresmian Menara Persatuan, simbol untuk semua orang.

Itu Avatar!

Momo!

Appa!

Aku juga merindukanmu, teman lama.

Aang!

Katara!

Kau terluka!

Tarik napas dalam-dalam.

Dan hembuskan!

Aku dengar kaum "Yang ditolak" semakin banyak jumlahnya, tapi mereka belum pernah melakukan hal seperti ini

Menyerang Avatar?

Ya.

Mereka petarung yang luar biasa,

bahkan tanpa pengendalian.

Aduh!

Tarik napas dalam-dalam.

Jujur saja. Kau menikmatinya.

Aang, ini serius.

Apa pun peta yang mereka ambil itu, jika mereka rela

membunuh Avatar untuk mendapatkannya, apa lagi yang rela mereka lakukan?

Aku tidak tahu.

Aku mengkhawatirkanmu.

Kau semakin sering menghabiskan waktu di Kuil Udara, sendirian.

Begitulah caraku mengenang masa lalu.

Aku tahu ini berat bagimu.

Saat aku diserang,

yang bisa kupikirkan hanyalah... ini bisa jadi akhirku.

Aku adalah pengendali udara terakhir.

Jika aku mati,

budayaku ikut mati bersamaku.

Kau mungkin pengendalli udara terakhir,

tapi kau tidak sendirian.

Aang, semua ini tidak akan ada tanpamu.

Kau mewujudkan kota ini dengan hati dan pikiranmu.

Karena kau, semua negara hidup di sini, bersama.

Semua kecuali negaraku.

Aku tahu, tapi orang-orang di sini masih membutuhkan perlindunganmu.

Kau seorang pengendali udara,

tapi kau juga sang Avatar.

Kau benar.

Siapa pun orang bernama Sonam ini, aku harus mencari tahu lebih banyak.

Aang.

Avatar Roku.

Senang bertemu denganmu lagi.

Ada yang bisa kubantu?

Dalam hidupmu, pernahkah kau mendengar tentang seorang Pengembara Udara kuno bernama Sonam?

Aku belum pernah mendengarnya, tapi kau punya banyak kehidupan masa lalu untuk dipanggil.

Mungkin yang lebih jauh lagi dalam siklus Avatar bisa membantumu.

Terima kasih, Avatar Roku.

Maaf. Aku belum pernah dengar Sonim.

Mungkin lebih awal. Kau harus mencarinya.

Tidak di sini. Tidak di sini.

Halo?

Apa ada orang di sini?

Halo?

Siapa yang berani datang ke inti dari kekayaan pengetahuan Avatar Xian yang luas!

Oh, halo.

Kau terlihat seperti Avatar dari masa yang sangat berbeda dariku.

Kumohon, ceritakan tentang era Anda.

Apa yang orang kenakan?

Apakah sandal masih ada?

Ya.

Kenapa? Kenapa?

Setelah bertahun-tahun, jari kaki terbuka, di kutikula orang lain yang kotor.

Menjijikkan.

Benar.

Ngomong-ngomong, aku datang atas petunjuk.

Begini, aku diserang.

Bukan aku, oke? Bukan aku.

Aku tahu itu.

Kurasa ini ada hubungannya dengan seorang pengendali udara bernama Sonam.

Sonam. Namanya terdengar familier?

Sonam. Pernah dengar nama itu di mana ya?

Aha! Sonam adalah putri bungsu dari pemilik

toko ayam walabi di pasar sudut.

Tunggu. Itu Soniam, mantan ku.

Andai saja dia tidak punya kuku jari kaki yang besar itu.

Ugh. Menjijikkan.

Ini tidak akan berhasil.

Sonam?

Baiklah, terima kasih atas waktunya.

Aku harus melanjutkan pencarian ku.

Oh! Sonam!

Kau bertanya tentang legenda Avatar yang hilang.

Sonam adalah Avatar?

Memang benar.

Dia adalah Avatar di zaman keemasan Pengembara Udara.

Legenda mengatakan dia punya tongkat yang bisa menyalurkan energi besar

dari dunia roh, memberi penggunanya kekuatan tak terbatas.

Apa -- Apa itu mungkin?

Kita tidak akan pernah tahu pasti.

Banyak Avatar mencoba berkomunikasi dengannya,

tapi mereka gagal.

Dia menghilang begitu saja seolah-olah dia tidak pernah ada.

Dan mungkin memang lebih baik begitu.

Mungkin tongkat itu terlalu berbahaya untuk dimiliki siapa pun.

Bahkan Sang Avatar.

Tapi -- Tapi justru karena itu aku harus menemukannya.

Orang-orang yang menyerangku menemukan sebuah peta.

Pasti itu mengarah ke tongkatnya.

Avatar Xian, kumohon.

Kau harus memberitahuku di mana itu!

Legenda mengatakan Sonam menghilang bersama tongkatnya di puncak Gunung Baihu.

Katara, maaf aku pergi tiba-tiba,

tapi aku tahu apa yang dicari "Yang ditolak".

Sonam memiliki tongkat sakti berkekuatan luar biasa.

Dan di tangan mereka, itu bisa menjadi senjata pemusnah.

Mereka sudah selangkah lebih maju.

Tidak ada waktu untuk disia-siakan.

Kau bawa Appa dan Momo dan kumpulkan anggota tim lainnya.

Kita akan butuh bantuan.

Selanjutnya dalam agenda, sebuah kapal perang Negara Api

berkonflik dengan kelompok ekstremis non pengendali yang disebut "Yang ditolak".

- Mereka telah menjarah situs-situs kuno - Yang Mulia!

Sebuah pesan mendesak telah diterima dari Kota Republik.

Sungguh lancang.

- Tidakkah kau lihat Raja Api Zuko sedang - Kepala Pelayan

Hanya ada satu orang yang bisa mengirim pesan mendesak yang cukup untuk menyela sidang Raja Api.

- Apakah dari Avatar? - Ya, tuanku

- Bacakan untuk ku! - Ya, tuanku.

Um...

Apa yang sedang kau lakukan?

Baca dengan cepat.

Uh, y-y-ya, Chamberlain Agung.

Flame'o Hotman, rumah yang menguasai Negara Api.

Kuharap Chamberlain yang membosankan yang kau sebutkan...

...dalam surat-suratmu tidak masih mengganggumu.

Ngomong-ngomong, langsung saja ke intinya, aku butuh bantuanmu.

Bisakah kau segera datang?

Oh, dan jangan lupa bawa roti petasan.

Izinkan aku memperkenalkan Sepeda Sokka.

Api meluncurkanmu ke langit di mana kau bisa menjatuhkan bom air ke musuhmu.

Lalu ski keluar untuk membantumu mendarat dengan mulus.

Keren sekali, ya kan?

Ah, membosankan.

Kenapa kau butuh kereta luncur kalau kau bisa mengendalikan air?

Oh, oh, oh, seperti aku, seperti aku!

Wiii!

Ingat, masih banyak orang sepertiku yang tidak bisa pengendalian.

Kenapa Avatar Aang akan bekerja sama dengan non pengendali?

Ugh. Kenapa?

Akan kuberitahu kenapa.

Aku menyelamatkannya dari gunung es.

Bumerangku terbang di sampingnya saat aku membawa musuh pergi dengan pedang andalanku.

Aku bahkan menjatuhkan seluruh armada kapal udara Negara Api.

Dan di atas semua itu, aku lebih populer darinya.

Kau pembohong besar, Sokka.

Ini dari Avatar.

Wow!

Benarkah?

Oh, jadi sekarang kalian pikir aku keren?

Baiklah, para pemgendali logam.

Mari kita lihat apakah ada di antara kalian para pemula yang setidaknya bisa membuatku menggunakan tanganku.

Aku masih pengendali bumi terhebat di dunia!

Dan aku bosan.

Master Toph, ada burung di kepalamu.

Terus?

Sepertinya ada pesan.

Bacakan!

Uh, ini dari Avatar Aang.

Dia butuh bantuanmu.

Ini soal "Yang ditolak"?

Dia di mana?

Gunung Bihu.

Tidak, tidak, tidak!

Tidak.

Aku suka topi itu.

Sonam?

Apa kah itu anda?

Siapa kau?

Tim Avatar datang menyelamatkan

Aang!

Kalian datang

Tidak bisa kah menunggu sehari untuk membuat diri mu terbunuh?

Kupikir kau kemari hanya untuk mencari sebuah tongkat

Siapa orang itu?

Seorang pengendali udara

Bagaimana dia bisa bertahan di seluruh gunung?

Chi-nya kuat, seperti tidak ada yang pernah kurasakan.

Hei, Avatar, menurutmu orang ini mengalahkan rekormu untuk pengendali udara yang membeku terlama?

Ya. Menurutmu berapa lama dia berada di dalam es itu?

Aku tidak tahu. Tatonya terlihat kuno.

Dia sudah lama di sana.

Dia berbau harum untuk orang tua.

Ih.

Apa? Indraku mengatakan pria ini cukup menarik.

-Toph! - seseorang konfirmasi!

Ini serius.

Apa arti "menarik"?

Beri aku konfirmasi yang jelas saja.

Apakah dia menarik?

Dia sangat menarik.

Hah?

Apa? Dia memang begitu. Semua terlihat dari struktur tulangnya.

Tidak.

TIDAK!

Whoa, whoa, whoa. Hei.

Tenang. Kau aman.

Pengendali Bumi!

Tidak, tidak, tidak. Kita semua teman di sini.

Tidak apa-apa.

Ada yang bangun di gunung yang salah nih.

Di mana dia?

Di mana Avatar Sonam?

Kau kenal Sonam?

Siapa kau?

Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya, tapi kau sudah lama tertidur.

Aku sang Avatar sekarang.

Aku Aang.

Kalau kau Avatar, berarti Sonam.

Yah, Sonam mungkin sudah lama pergi,

tapi di sisi terang, kau bangun pada waktu yang tepat.

Semua orang akan takjub melihat Pengembara Udara lagi.

Aang bukan yang terakhir lagi.

Apa maksudmu, "terakhir"?

Oh.

Para Pengembara Udara.

Mereka telah dibasmi.

Hanya aku yang tersisa.

Tidak.

Tongkat Sonam, apa kau punya?

Itu satu-satunya harapan kita sekarang.

Apa maksudmu?

Kukira itu senjata.

Tongkat itu bukan senjata.

Itu adalah hadiah.

Dengan itu, Sonam mampu menyalurkan kekuatan dunia roh yang luas.

Kekuatan inilah yang membuat Jirana berkembang.

Kota terbesar di dunia, Utopia Suku Pengembara Udara,

tempat Sonam memimpin masa keemasan keseimbangan,

dan tempatku mendedikasikan hidupku untuk melayaninya.

Sebagai balasannya, dia membesarkanku dan menggunakan tongkatnya untuk memberi

aku, seorang non pengendali rendahan, kekuatan untuk mengendalikan udara.

Aku yang pertama, tapi aku bukan yang terakhir.

Dia memenuhi langit dengan pengendali udara, dan kami terbang

di sisinya, menyebarkan perdamaian ke seluruh dunia.

Aang, kau baik-baik saja?

Sonim menggunakan tongkat itu untuk memberi orang-orang kemampuan mengendali udara.

Jika kita menemukannya,

Aku bisa mengembalikan Pengendali udara ke dunia.

Ini luar biasa.

Sudah lebih dari seratus tahun tidak ada Pengendali udara.

Ini semua yang kau inginkan, Aang.

Kita bisa menyembuhkan kekejaman terbesar yang dilakukan bangsaku dalam perang.

Ini bisa menjadi langkah terakhir untuk membangun kembali dunia.

Tidak jika "Yang ditolak" sampai di sana lebih dulu.

Mereka punya petanya.

Siapa kaum "Yang ditolak"?

Sekelompok non pengendali yang kejam.

Mereka... mereka pasti mengincar tongkat itu

untuk memberi diri mereka kemampuan pengendali udara.

Kalau begitu, tidak ada waktu untuk disia-siakan.

Hanya ada satu tempat yang mungkin.

Siapkan bisonmu.

Kita harus melakukan perjalanan melintasi lautan tak berujung.

Di seberang dunia?

Tapi tidak ada apa-apa di luar sana.

Ada sebuah pulau. Perjalanannya tidak akan mudah,

tapi kita bisa berhasil.

Kalau begitu, ayo berangkat.

Langit bukanlah tempat bagi anak air.

Anak air?

Um, aku tahu kau baru saja terbangun setelah ribuan

tahun, tapi kita melakukan semua ini bersama.

Percayalah, kita lebih kuat dengan cara ini.

Selamat datang di Tim Avatar.

Siapa namamu?

Tagah. Nama ku Tagah.

Anggap saja seperti bison udara logam raksasa.

Kita akan melakukan perjalanan di jalur kuno melalui langit

yang dipelajari bangsa kami dengan mengikuti

kawanan bison udara yang dulu mengajarkan kami Pengendalian Udara.

Arus udara yang hanya kami ketahui, mengelilingi bola keberadaan yang besar,

memungkinkan kami bepergian ke mana pun kami mau, memberi kami nama, Para Pengembara Udara.

Apa yang dia lakukan?

Dia benar-benar merasakan udara itu.

Dia bernavigasi berdasarkan insting.

Bagaimana jika instingnya salah?

Siapa butuh insting kalau punya otot seperti itu?

Atau bagaimana jika otaknya rusak karena membeku?

Seperti aku?

Uh, tidak, tidak!

Dia membeku selama 5.000 tahun, oke?

Kamu membeku selama, berapa, 100?

Oke, itu bukan apa-apa.

Otakmu... segar.

Mungkin dia sedikit ketinggalan zaman, tapi lihat dia.

Dia sangat selaras dengan elemennya, dia bisa bepergian

melintasi seluruh samudra tanpa peta, tanpa alat.

Ada begitu banyak yang bisa kupelajari darinya.

Aku akan melakukan apa saja untuk bisa melihat bison udaraku lagi.

Dan sekarang, melihat hanya satu yang tersisa.

Aang.

Kau bilang rakyat kita dihabisi, namun kau selamat.

Bagaimana?

Aku baru saja tahu aku adalah Avatar,

tapi tanggung jawabnya -- itu terlalu berat.

Jadi aku kabur.

Dan saat aku pergi, Negara Api menyerang.

Mereka mencariku.

Kalau -- Kalau saja aku ada di sana...

Sonam akan berkata,

"Para pengembara udara terbentuk dari kabut."

"Kita berjalan di dunia sesaat."

"Lalu kita kembali ke angin abadi."

Biksu Gyatso mengajarkanku itu.

Kita menanggung beban yang sama,

duka yang takkan bisa dipahami orang lain.

Tapi kau dan aku bisa menyembuhkan masa lalu.

Biar kutunjukkan betapa kuat elemen kita saat para pengendali udara bekerja sama.

Apa yang kau lakukan?!

Aah!

Begini cara Sonam mengajariku!

Rasakan energi yang mengikat kita.

Ikatan di antara kita -- kau merasakannya? Gunakan itu!

Ini luar biasa!

Woo-hoo!

Oh, ya!

Bumerang manusia!

Dia benar-benar terbang.

- Begitu juga kita. - Whoa! Itu sahabatku!

Itu sahabatku!

Sekarang, kau lempar aku!

Aku tidak tahu ini sangat mungkin!

Ini baru permulaan.

Aku tidak percaya.

Para Pengendali Udara akan kembali memenuhi langit.

Kita telah diberi hadiah besar --

kesempatan untuk menebus diri kita.

Kau ditakdirkan menemukan aku di gunung itu, Aang.

Bagaimana kau bisa sampai di sana?

Para pengendali bumi menyerang Jirana.

Sonam dan aku bertarung dengan gagah berani, berdampingan.

Kami mengusir mereka kembali ke Gunung Bihu,

dan itulah yang terakhir kuingat.

Dia pasti telah menyelamatkan nyawamu.

Hanya Avatar yang bisa memasukkanmu ke dalam bola itu.

Aang, boleh aku bertanya sesuatu?

Tentu saja.

Jika Negara Api menghancurkan para Pengembara Udara,

bagaimana kau bisa mentolerir kehadiran Raja Api?

Zuko adalah teman dan sekutu.

Dia berbalik melawan ayahnya sendiri untuk membantuku mengakhiri perang.

Namun kini dia sendiri yang memakai mahkota.

Api, pada dasarnya, membakar, Aang.

Kaum kami selalu menderita

di tangan elemen-elemen lain.

Itulah mengapa kami membangun Kota Republik --

untuk menunjukkan kepada dunia bahwa jika kita saling mendengarkan,

kita semua bisa hidup bersama dalam damai.

Dan saat kita membawa kembali pengendali udara, semua nya akan lengkap.

Ketika semua orang memikirkan diri sendiri,

seluruh dunia hampir tercabik-cabik.

Lagipula, Katara, Sokka, Zuko, Toph,

mereka adalah keluargaku sekarang.

Aku ingin hidup di dunia di mana kita semua bisa bersama.

Kau mengingatkanku pada Sonam.

Itu sang Avatar!

Dan kali ini, dia bersama teman-temannya.

Itu pesawat udara Raja Api.

Bagaimana mereka mendahului kita?

Mereka bahkan tidak punya peta.

Kita tidak bisa membiarkannya mendahului tongkatnya.

Bunuh dia.

Tapi dia membiarkan kita hidup.

Dan berapa banyak yang tak terhitung terbunuh saat menunggu kembalinya selama seratus tahun?

Di mana dia saat keluargamu dimusnahkan?

Jika kita ingin ada perubahan, kita membutuhkan apa yang dimiliki para pengendali -- kekuatan.

Tembak!

Itu "Yang ditolak"

Kita sudah jelas diserang

Hancurkan mereka.

Apa dia menghancurkan kapal?

Tagah?

Tagah, hentikan!

Kita sudah sampai.

Badai Abadi.

Oh, tidak.

Pasti ada jalan lain.

Tidak. Bersama, kau dan aku bisa membuka jalan bagi kapal.

Tapi kita harus lakukan sekarang.

Aang, percayalah padaku.

Uh, mungkin sekarang saat yang tepat untuk kembali.

Kurasa itu bukan pilihan lagi.

Ke mana mereka pergi?

Mesinnya mati. Tekanan udara kita berkurang.

Katara, Toph, ikut aku.

Bagaimana denganku?

Pegang kemudinya.

Apa? Aku hanya pernah menabrak kapal udara Negara Api.

Oke, mari kita lihat. Ini kemudinya. Ini elevatornya. Itu pemberatnya.

Dan itu tornado raksasa yang akan membunuh kita semua.

Ikuti aku arahanku.

Kerja sama denganku.

Seperti yang sudah kuajarkan.

Kita bisa mengatasinya.

Ya! Begitu, Aang. Lanjutkan.

Ini dia.

Zuko! Zuko!

Aang dan Tagah menghancurkan pusaran angin, tapi terlalu banyak!

Dan mereka ada di mana-mana!

Kendalikan saja kapalnya. Jangan kehilangan Aang.

Tidak semudah itu, apalagi jika semuanya miring.

Oke, ke kiri!

Aku berhasil!

Kanan!

Oh tidak, kita tertinggal!

Aku kehilangan jejak mereka. Kita harus kembali.

Percayalah pada teman-temanmu. Mereka tidak akan berhasil jika kita tidak membuka jalan.

Zuko, kita akan menabrak laut!

Saat aku memberi isyarat, tarik tuas di sebelah kemudi.

Kita akan menabrak! Kita akan menabrak!

Katara?

Beri aku sinyalnya! Beri aku sinyalnya!

Tertutup

Sokka, sekarang!

Ini dia!

Katara! Kita berhasil!

Apa yang kamu pikirkan?

Aku sedang membersihkan pusaran air untuk membuat jalan.

Kapal hampir saja jatuh, Aang. Kita bisa saja tewas.

Dan bagaimana jika kamu membunuh dirimu sendiri? Kamu adalah Avatar.

Ini terlalu berisiko. Kita harus kembali sekarang.

Tidak! Kita hampir sampai.

Kita hanya perlu sampai ke pusat badai.

Aang, jangan! ini sangat berbahaya

Tongkat itu ada di luar sana. para "Yang ditolak" mengejar nya.

Apa kau benar-benar percaya mereka bisa melewati badai ini?

Kita hampir sampai. Tongkat itu bisa mengembalikan rakyatku.

- Aku mengerti betapa kau menginginkannya, tapi... - Kalian tidak mengerti. Kalian semua tidak mengerti.

- Aang... - Kita terus maju.

Jika kita menghasilkan cukup angin, kita bisa menerobos.

Kita masih hidup?

Kita berhasil melewatinya. Terima kasih, Tagah.

Kau yang melakukannya, Aang. Kita di sini karena kau.

Ya, kami juga bersenang-senang.

Kau bisa saja memberitahu kami kalau kami terbang ke Badai Abadi.

Aku tahu itu berbahaya, tapi kita harus mengambil risiko.

Kita? Aku tidak ingat kapan kita memilih soal itu.

Tidak ada waktu. Aku harus memutuskan.

Teman-teman, tolong, jangan salahkan Aang.

Ini semua salahku. Aku tahu ini akan sulit.

Tapi Aang percaya pada kekuatan kalian sebagai tim.

Dan aku merasa terhormat menjadi bagian darinya.

Aku memaafkanmu, Tagah.

Semuanya, lihat.

Pulau-pulau ini... mereka... kura-kura singa.

Indah sekali.

Jauh sebelum masaku, kura-kura singa memberikan anugerah pengendalian elemen kepada manusia.

Ini adalah tempat peristirahatan terakhir mereka.

Di sinilah Sonam datang untuk mempelajari cara mereka.

Aku yakin dia meninggalkan tongkatnya di sini.

Dari mana kita harus mulai mencari?

Aang, kau harus terhubung dengannya.

Tapi tak ada yang bisa terhubung dengan Sonam.

Kekuatan spiritual kura-kura singa masih terkonsentrasi di sini.

Biarkan itu membimbingmu. Kita akan segera berangkat.

Sebenarnya, Tagah, kami sangat membutuhkan bantuanmu di sini.

Jika kaum "Yang ditolak" berada di belakang kita, kita harus siap.

Ya, dan kita butuh lebih dari sekadar pengendali logam nya Toph untuk memperbaiki ini.

Pengendalian ku membawa kita melewati badai itu. Apa yang kau lakukan?

Mengemudi dengan kakinya.

Perbaikan bisa menunggu. Aang membutuhkanku.

Tagah, tolong, tinggallah dan bantu teman-temanku.

Aku akan baik-baik saja sendiri.

Sesuai dengan keinginanmu.

Kita akan mulai perbaikan untuk perjalanan pulang kita.

Semuanya, aku tahu aku sudah meminta banyak darimu dalam perjalanan ini.

Tapi kita akan segera mencapai sesuatu yang akan mengubah dunia.

Biarkan itu membimbingmu.

Sonam?

Oh, liburan ini ternyata cukup menyenangkan.

Selain orang-orang yang mencoba membunuh kita, dan tornado.

Um, kita seharusnya memperbaiki kapal?

Kau hebat, kawan.

Ada yang lihat Tagah?

Ya, kami semua lihat Tagah. Dia sangat tampan.

Astaga, aku mengerti.

Oh, aku paham maksudmu.

Dia pergi ke arah sana.

Tidak, mungkin ke arah sana?

Tagah?

Mau ke mana?

Aang harus dilindungi.

Aku setuju.

Aku tahu caraku mungkin terlihat aneh bagimu.

Tapi aku pastikan, semua yang kulakukan, kulakukan demi Aang.

Demi Aang? Atau demi tongkatnya?

Kau tak tahu betapa banyak yang telah kita kehilangan.

Kau tak pernah mengenal dunia yang punya pengendali udara.

Aku kenal Aang.

Dia mungkin yang terakhir dari jenisnya.

Tapi dialah alasan dunia ini mengenal kedamaian.

Nilai-nilainya sebagai Pengembara udara telah membawa keseimbangan pada kekacauan.

Berkat Aang Suku Air,

Kerajaan Bumi, dan Negara Api kini bekerja sama.

Berusaha untuk harmoni.

Sebuah kedamaian yang pernah kita anggap mustahil.

Kau bicara soal kedamaian.

Tidak akan pernah ada kedamaian di antara elemen.

Memang tidak pernah ada.

Kota Republikmu yang berharga dibangun di atas kebohongan.

Ia dibangun di atas harapan.

Apa kau punya harapan, Tagah?

Menyelamatkan bangsaku membutuhkan lebih dari sekadar harapan.

Itu membutuhkan pengorbanan.

Aku melihatmu mencoba menghancurkan kapal udara kaum "yang ditolak".

Kau siap membunuh mereka.

Aku tahu Aang itu pengendali udara seperti apa.

Tapi kau pengendali udara seperti apa?

Aang berhasil membawa kita ke sini.

Ada kekuatan besar dalam dirinya, tapi juga kelemahan.

Kelemahan?

Ya, kau.

Apa-apaan ini?

Dia mempercayaimu.

Tidak.

Saudaraku.

Tagah, ini nyata.

Kita akhirnya bisa mengembalikan pengembaraan udara.

Ayo kita beri tahu yang lain.

Kita bisa melakukannya, aku dan kau.

Aku tidak bisa melakukan ini tanpa teman-temanku.

Bumi membunuh rakyatmu, api membunuh rakyatmu.

Tongkat adalah satu-satunya cara kita bisa menciptakan kekaisaran udara baru.

Yang mampu membela dirinya.

Tidak, kita bisa membangun masa depan baru, Tagah.

Tapi itu harus untuk semua orang.

Tongkat itu bukan milik semua orang.

Itu milik kita.

Apa yang telah kau lakukan?

Selama mereka ada, kau selalu mendahulukan mereka daripada rakyat kita.

Apa kau tak lihat?

Beginilah cara kita menebus diri.

Tak masalah kau lari saat itu.

Asalkan kau berdiri bersamaku sekarang.

Aang, dengarkan aku.

Katara.

Ini satu-satunya jalan.

Kau pengkhianat kaummu sendiri.

Sama seperti Sonam.

Aku ingin melakukan ini bersamamu di sisiku.

Tapi jika aku harus membangun kerajaan udara baru sendirian, biarlah.

Tidak ada jalan masuk.

Kita harus berbalik.

Tidak, kita terus mencoba menerobos.

Tongkat Sonam.

"Yang ditolak".

Sang Avatar sudah mati.

Jika kalian ingin membangun dunia baru di mana kau memiliki kekuatan, aku bisa memberikannya padamu.

Appa.

Katara.

Katara.

Mereka sudah pergi.

Ini semua salahku.

Ini selalu salahku.

Sejak aku kabur.

Tidak ada Avatar yang pernah jatuh dalam aib seperti ini, bergabung denganku dalam kesedihanku.

Mengapa kau berduka begitu, teman?

Avatar Sonam?

Tagah membunuh teman-temanku.

Dan sekarang dia punya tongkatnya.

Tagah?!

Tidak.

Aku menghentikannya.

Aku memukul tongkatnya.

Apa yang telah kau lakukan?

Kau yang memberikannya pengendalian udara.

Bagaimana bisa kau memberi kekuatan pada monster?

Tagah yang kuberi pengendalian adalah orang yang berbeda.

waktunya pun berbeda.

Para pengendali udara adalah penjaga perdamaian dari keempat elemen.

Kami menggunakan kekuatan kami untuk menengahi segala konflik tanpa kekerasan.

Namun kami jumlahnya paling sedikit.

Selama bertahun-tahun, kami hidup dalam keseimbangan yang indah dan makmur.

Namun dunia mulai bergeser.

Para pengendali bumi membentuk kerajaan mereka sendiri, terpisah dari suku elemen lainnya.

Keseimbangan dunia terancam.

Sudah menjadi tugasku untuk bertindak.

Jadi aku belajar cara menyalurkan energi dari

dunia roh, sama seperti para kura-kura singa.

Untuk memberi orang kekuatan pengendalian udara.

Muridku yang paling setia, Tagah, adalah yang pertama menerimanya.

Aku mengirim para penjaga perdamaianku yang baru untuk membantu menenangkan keresahan yang meningkat.

Tetapi mereka tidak siap menghadapi kekejaman kerajaan bumi yang baru.

Tagah menyaksikan saudara-saudarinya dibantai semua.

Hatinya menggelap oleh kekejaman perang.

Dia sekarang melihat semua orang yang bukan pengembara udara sebagai musuh.

Tagah memohon padaku untuk menggunakan tongkat itu untuk menciptakan

pasukan dan membunuh semua yang akan menyakiti kita.

Aku menolak.

Jadi dia mencurinya.

Saat dia menghubungkan tongkat itu ke kuil,

energinya begitu terkorupsi oleh kesedihan dan amarah

sehingga kekuatan dunia roh melahapnya.

Tagah pun menjadi sesuatu yang lebih dari manusia, terlalu kuat untuk dibunuh.

Aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk akhirnya menjebaknya tinggi

di atas awan dan tidak ada yang akan menemukannya.

Aku mengambil kembali tongkat itu, tapi aku terluka parah.

Sebelum kerajaan bumi menyerbu Jirana, aku

mengirim para pengembara udara yang tersisa ke pegunungan.

Dan aku menyembunyikan kuilku di dunia roh tempat tidak ada yang bisa mengakses kekuatannya.

Lalu aku mengunci staf itu di tempat yang hanya bisa ditemukan avatar.

Aku mati berharap suatu hari nanti Avatar lain akan menciptakan

lebih banyak pengendali udara dan memulihkan keseimbangan dunia ini.

Dan Avatar itu adalah kau, Aang.

Kau harus mengambil tongkatku sebelum Tagah menghubungkannya ke kuil.

Masih ada waktu. Jangan biarkan penyesalanku menjadi milikmu.

Teman-temanku dan aku berjuang keras demi kedamaian ini.

Aku tidak akan membiarkannya memulai perang lagi.

Bantu aku mencari jalan kembali.

Sonam?

Apa yang terjadi?

Tidak! Tidak! Tolong! Aku harus memperbaiki ini!

Ini tidak mungkin! Aku belum boleh mati! Tolong! tidak sekarang!

- Tidak - Aang? - Katara?

Ayo, Aang! Ayo! Aang! Ayo! Aang! Bertahanlah

- Katara. - Aku sangat khawatir.

- Aang. - Sokka. Aku tahu kau akan berhasil, kawan.

- Hei, Aang. - Zuko.

- Momo. - Selamat datang kembali, Si Kaki Ringkih.

Toph, kau baik-baik saja. Kukira kalian semua sudah mati.

Memang, tapi Katara menyelamatkan kami.

Kekuatan spiritual air ini memperkuat kemampuan penyembuhanku.

Kau luar biasa, Katara.

Di mana Appa?

Tagah pasti membawanya.

Maafkan aku.

Tidak.

Aku tidak percaya aku mempercayainya.

Kita akan melewati ini.

Jadi, biar kuperjelas.

Dia menarik kuil Sonam keluar dari dunia roh untuk mendapatkan kekuatan tak terbatas?

Dan izinkan aku menebak, kau ingin kami menghentikannya?

Benar. Satu-satunya masalah adalah udara kalian menghancurkan kapal kami dan mencuri bison kalian.

Juga, ada badai besar yang mengelilingi kita!

Aku tidak sering mengatakan ini, tapi Sokka benar.

- Terima kasih. - Ya, kita terjebak.

Dan kura-kura singa tidak cukup untuk kita semua memiliki pulau sendiri.

Jadi, aku akan menamai yang ini. Aku menamainya Snappy.

- Aw, Snappy memang yang terbaik. - Aku tahu.

Kita mungkin tidak tahu di mana Tagah berada, tapi kita tahu

apa yang dia cari ada di dunia roh.

Dan beruntung bagi kita, kita terjebak di tempat paling penuh energi spiritual di planet ini.

Jadi, aku mungkin bisa membuka portal untuk membawa kita ke sana, jika aku bisa memanggil seorang teman lama.

Wow. Roh laut.

Portal ini bau sekali seperti pasar ikan.

Aku akan periksa Snappy.

Hadapi kematianmu dengan terhormat.

Maaf. Aku tahu aku yang membuat kita terjebak, tapi aku janji akan memperbaikinya.

Kita akan memperbaikinya.

Bersama-sama.

Kita akan mati! Kita akan mati!

Apa? Di mana rambut poniku?

Apakah tanganku selalu sekecil ini?

Ini bayi Toph! bayi Toph!

Apa-apaan ini?

Ahh Lansia?

- Nenek? - Ini adik mu, dasar dungu!

Beri aku Toph. hush, hush, Toph.

Oh tidak, Zuko! Apa yang terjadi dengan wajahmu yang tampan?

Kau terlihat seperti cumi kering.

- Tidak, Zuko! - Aku capek

Apa yang terjadi di sini?

Dunia roh tidak seimbang.

Begitu juga kita.

Pasti itu Tagah.

Oh tidak!

Dia menarik kuil Sonim ke dunia kita!

Kita kehabisan waktu!

Pendaratan yang cukup bagus.

Whoa! Manusia! Aku suka manusia!

Dua bersaudara, adik perempuan mereka, dan pasangan jelek.

- Pasangan?! -Bukan pasangan!

Whoa! Sepertinya aku menyentuh saraf.

Oh, lihat yang ini! Halo!

Toph! Tidak! Toph nakal!

Kita tidak menggigit orang asing.

Roh agung! Permisi, apa kau baru saja datang dari kuil di langit itu?

Tentu saja.

Itu adalah tempat persembunyian favoritku.

Sampai energi gelap yang menjijikkan itu mulai merusak seluruh tempat ini.

Tolong, kami butuh bantuanmu untuk naik ke sana.

Sudah tugasku untuk menghentikan ini.

Aku Avatar.

Ooh! Avatar!

Biar kulihat dirimu.

Oke, sekarang dengan mata ini.

Dan mata ini.

Ooh, jangan lupakan mata ini.

Bisa kita percepat?

Aku perlu lihat sebentar.

Cek bau!

Wah, itu materi Avatar banget.

Ya, benar. Oh!

Ya, ya, ya, ya, ya!

Tampaknya alam semesta telah mempertemukan kita untuk misi yang sangat penting.

Untuk kabur!

Dan tetap hidup!

Tunggu! Kembali!

Kita salah arah!

Berhenti!

Kumohon, roh agung, kedua dunia kita dalam bahaya.

Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak. Aku tidak akan kembali ke atas sana.

Hmm, baiklah, kalau kau bilang begitu, memang lebih masuk akal.

Setelah dipikir-pikir, aku memutuskan akan membantu kalian dan teman-temanmu yang mirip manusia.

Apa katanya?

Kerja bagus, Momo.

Baiklah, masuklah.

Ngomong-ngomong, jangan makan apa pun yang kau temukan di gigiku, karena aku menyimpannya untuk nanti.

Siap, mulai, berdiri tegak dan istirahat.

Satu dan dua dan kalian tahu apa yang harus dilakukan.

Meluncur!

Aku tahu kita belum lama kenal, tapi aku cinta kalian!

Tidak perlu membalasnya.

Hei! Rambutmu sudah kembali!

Kenapa mataku berkaca-kaca? Apa aku menangis?

Tidak mungkin! Lihat!

Apa? Apa itu?

Itu Kota Republik.

Kita tidak bisa membiarkannya menghancurkan semua yang telah kita bangun.

Tidak akan.

Bumerang!

Berikan tongkatnya, Tagah!

Kulihat aku meremehkanmu, Avatar.

Teman-temanmu lebih kuat dari dugaanku.

Tapi kau terlambat.

"Yang Ditolak."

Kau lihat, aku melakukan apa yang kau inginkan, Aang.

Aku mengembalikan seni mengendalikan udara ke dunia.

Apa rencananya?

Kami akan berurusan dengan "Yang Ditolak". Kau harus mendapatkan tongkatnya.

Aku akan membangun kembali Jirana dan meruntuhkan musuh kita, seperti yang mereka lakukan pada kita.

Sebuah kekaisaran udara baru akan bangkit. Bunuh mereka semua.

Kita harus mengeluarkan orang-orang ini dari sini.

Oh, ya.

Tagah! Berikan padaku!

Ini bukan caranya. Kita bisa pakai tongkat itu untuk mengembalikan keseimbangan.

Damai!

Kau terlalu peduli pada idealisme sampai membiarkan rakyatmu mati!

Aku akan melakukan apa saja untuk memastikan mereka selamat!

Kubisku! Kubisku!

Kubisku! Kubisku!

Jangan lakukan ini.

Kau punya kekuatan sekarang.

Kau bisa memutuskan cara menggunakannya.

Aku tidak sepertimu. Dunia tidak pernah baik padaku.

Dunia adalah apa yang kita buat.

Menjauhlah darinya!

Tagah! Hentikan!

Kau mengkhianatiku! Kau mengkhianati budaya kita!

Aku memberimu setiap kesempatan untuk melihat kebenaran!

Bisa gak kau di Negara Api saja?

Aku berjuang demi perdamaian semua bangsa.

Omong besar dari seseorang yang duduk di atas takhta yang dibangun dari seabad perang!

Aku masih pengendali bumi terhebat di dunia ini!

Oh tidak! Aku kehabisan air!

Kami mendapatkan kalian!

Dan tidak ada Avatar di sini untuk menyelamatkanmu.

Sepeda-Sokka!

Mari kita lihat apakah pengendalian barumu bisa mengalahkan trik lama yang jitu!

Ini dia!

Kau baru saja ditolak!

Ayo!

Semoga berhasil menyelamatkan kotamu!

Kita harus menyelamatkan sebanyak mungkin orang!

Aku tahu rasa sakitmu. Aku tahu apa yang telah kau lalui.

Kau tidak tahu.

Aku melihat semua saudara dan saudariku dibantai.

Dan Negara Api membakar Para Pengembara Udara menjadi abu!

Di mana kau?

Kau lari!

Tagah!

Tidak!

Seluruh kekuatan Dunia Roh Mengalir dalam diriku!

Inilah wujud kekuatan!

Kau seharusnya lari seperti yang kau lakukan bertahun-tahun lalu, Avatar kecil.

Aku... tidak akan... lari.

Kalau begitu setidaknya kau akan mati tahu bahwa kau bukan Pengembara Udara terakhir!

Tidak!

Kita bisa jadi saudara! Kita bisa melakukan ini bersama!

Tidak harus berakhir seperti ini!

Itu Aang. Dia punya tongkatnya!

Ya! hajar dia, Mega Aang!

Tidak! Ada yang salah! Kekuatan itu merasukinya!

Aku bermimpi membawa Pengembara Udara kembali ke dunia sebagai penjaga perdamaian.

Mereka bisa menjadi mercusuar terang bagi dunia untuk diikuti.

Tapi kau menghancurkannya! Kau mengubah kuburanku menjadi mimpi buruk!

Akhirnya. Kau punya kekuatan yang dibutuhkan Pengembara Udara.

Mungkin kau punya harapan juga.

Lakukan! Gunakan tongkatnya! Tunjukkan kau punya kekuatan untuk membawa rakyat kita kembali!

Lakukan!

Aang...

Kau akan melakukan banyak hal hebat sebagai Avatar.

Tapi kau harus siap melakukan apa yang paling kau takuti.

Rakyatmu, rumahmu, kami selalu bersamamu.

Tidak!

Tidak! Kekuatanku!

Tidak. Tidak!

Dasar bodoh! Kenapa? Kenapa kau menghancurkannya?

Kita bisa memperbaiki segalanya.

Kita tidak bisa menghapus rasa sakit masa lalu.

Kita tidak bisa menyelamatkan mereka.

Tapi adalah tugas kita untuk melindungi rakyat kita.

Bukan dengan mengkhianati semua yang mereka perjuangkan.

Tidak.

Sudah waktunya untuk melepaskannya.

Kau harus memaafkan dirimu sendiri.

Aku juga harus memaafkan diriku sendiri.

Para Pengembara Udara dibentuk dari yang terbaik.

Kita berjalan di dunia ini hanya sesaat.

Lalu kita kembali ke angin abadi.

Aang!

Hei, Katara.

Hei, Aang.

Serius nih?

Kau sadar kau sedang jatuh, kan?

Hei, kalau kau bosan bergantung pada Appa,

aku bisa memberimu salah satu tunggangan ini.

Aku beri diskon sahabat!

Aku tidak tahu apakah pengendali udara akan kembali.

Tapi aku tahu sekarang bahwa kekuatan sejati para Pengembara Udara

tidak pernah berasal dari kemampuan mereka.

Melainkan dari nilai-nilai mereka.

Dan itu adalah kekuatan yang bisa aku wariskan kepada orang lain.

Avatar Aang, kau adalah perwujudan sejati dari para Pengembara Udara.

Terima kasih telah melepaskan kekuatan yang tidak bisa kulakukan.

Kau memberiku harapan untuk masa depan budaya kami.

Luar biasa, bukan?

Kuil udara baru pertama dalam berabad-abad.

Kota Republik akhirnya lengkap.

Kota untuk semua bangsa, seperti yang kau janjikan.

Aku takkan bisa melakukan ini tanpa dirimu, Katara.

Hei, semuanya. Maaf membuat kalian menunggu.

Siap untuk perjalanan besar kita?

Sebagai murid baru ku,

kalian akan membantu saya melestarikan budaya kita untuk generasi mendatang.

Jadi, siapa yang mau mencari artefak di kuil kuno yang ditinggalkan?

Hore.

Aku hanya akan memastikan kalian tidak mencoba melepaskan pengendali udara tua yang kekar lagi.

Ya, aku sudah selesai dengan pria nakal.

Avatar Sonam memberitahuku tentang tempat ini,

jadi sangat mungkin tidak ada yang pernah ke sini selama ratusan tahun.

Oh, apakah ini peninggalan pengembara udara?

Kurasa itu hanya batu.

Tapi aku suka semangatnya.

Oh.

Tetap buka matamu.

Kau tak pernah tahu apa yang bisa kita temukan di sini.

Oh.

Kukira mereka sudah punah.

Aku tidak percaya.

Para pengembara udara asli.

Oh, boleh aku minta satu?

Appa, yip yip.

Disinkronisasikan dan diperbaiki oleh: Septian Rizki Hakim Instagram: @septianrizki2002

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.