Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Siapa kau?
CÁDIZ, SPANYOL
Apa ini?
Yang Mulia, kami menangkapnya dengan jala.
Tuan, dia menceritakan sesuatu.
Kami yakin dia menemukan...
Ponce de León.
Katanya dia menemukan kapal Ponce de León.
- Atau berlayar dengannya. - Tidak, sudah aku bilang,
Ponce de León sudah mati 200 tahun lalu.
Benar, tapi dia sedang mencari sesuatu, bukan?
Mata Air Awet Muda.
Kapan kalian siap berlayar?
Secepatnya.
LONDON, INGGRIS
Eksekusi bajak laut hari ini. Saksikan dia berayun!
Boneka bajak laut!
Lekas, Ayah, kita bisa melewatkan eksekusinya!
Bukan, sayang, ini baru sidang. Eksekusi dilaksanakan sore hari.
Hukum gantung bajak laut hari ini!
Ayo. Bangun.
Jalan, bajak laut.
Atau harus aku panggil "Kapten Bajak Laut"?
Ayo, cepat! Naik.
Tenang! Jaga ketertiban!
Tenang!
Telah hadir di ruang sidang,
bajak laut yang terkenal kejam,
- seorang penyamun terkemuka... - Tenang!
Kapten Jack Sparrow!
Sudah aku bilang, namaku Gibbs! Joshamee Gibbs!
- Harus berapa kali... - Dengar!
Segera memasuki ruang sidang,
semua berdiri, Hakim Agung Smith!
Tenang!
Sekarang...
siapa dia?
Jack?
Diam!
Aku tidak mengenalinya.
Tidak perlu! Kau bilang apa?
Namaku bukan Jack Sparrow.
Aku Joshamee Gibbs.
Benarkah?
- Di sini tertulis Jack Sparrow. - Aku sudah bilang.
Aku bukan Jack Sparrow. Aku bersedia mengungkap jati dirinya
- jika itu bisa membantu. - Pembelaan yang lemah,
kecuali bila kau bersedia dipukuli lagi.
Terdakwa mengaku tidak bersalah
menjadi Jack Sparrow. Bagaimana?
Tidak ada persidangan? Bukankah kita akan membahas bukti-bukti...
Ketua, keputusanmu. Bersalah?
Bersalah artinya dia akan digantung.
Gantung dia!
- Bersalah? - Itu tidak adil!
Diam.
Joshamee Gibbs, kau dinyatakan bersalah karena
telah berpura-pura menjadi Jack Sparrow.
Dengan ini, aku meringankan hukumanmu,
menjadi hukuman penjara
mengingat hidupmu yang menyedihkan, hampa dan tidak menyenangkan.
- Apa? - Gantung dia!
- Gantung dia! - Selesai.
- Omong kosong! - Gantung dia! Gantung yang tinggi!
Terpidana akan dibawa
menuju Menara London.
Terima kasih banyak.
Terima kasih.
Naik.
Cepat!
Sial. Sekarang kita menuju penjara.
Jangan khawatir. Aku sudah membayar sopirnya.
Sepuluh menit, kita akan berada di luar Kota London, kuda telah menanti.
Malam ini kita akan tiba di pantai.
Selanjutnya tinggal mencari kapal.
- Semua ini bagian dari rencanamu, ya? - Tepat sekali.
Aku tiba di Kota London pagi ini
untuk menyelamatkan Joshamee Gibbs dari hukum gantung.
Karena kau masih hidup,
artinya sejauh ini rencanaku berhasil.
Kenapa denganmu, Gibbs?
Aku pikir kau sudah bekerja atau bertunangan lagi.
Benar. Tapi aku selalu mencari kabar tentang Black Pearl.
Tidak ada yang pernah melihatnya berlabuh.
Lalu, aku dengar kabar.
Jack Sparrow ada di London membawa kapal dan mencari awak.
- Itu tidak benar. - Tapi itu yang aku dengar.
Aku dengar, kau membuka pendaftaran malam ini.
Bar itu bernama The Captain's Daughter.
- Tidak! - Namun agak aneh,
kau tidak pernah bisa ditebak.
Katakan.
Apa mungkin ada Jack Sparrow lain yang merusak nama baikku?
- Seorang peniru. - Benar sekali.
Tapi... peniru yang memiliki kapal.
Dan membutuhkan awak.
Kebetulan, aku juga butuh.
Bagaimana kabarmu, Jack?
Terakhir aku dengar, kau sedang mencari Mata Air Awet Muda.
Berhasil?
Situasi berubah dan memaksa aku untuk
mencari teman seperjalanan.
- Artinya, kau menyerah. - Bukan.
Aku masih seperti yang dulu.
Aku harus mencicipi air itu, Tuan Gibbs. Camkan itu.
Perjalanan yang singkat.
Bagian dari rencana, ya?
Bukan.
Kau Jack Sparrow?
Harusnya pakai "Kapten."
Aku tahu siapa kau.
Begitu pula sebaliknya.
Wajahmu tampak dikenal. Aku pernah mengancammu?
Kau di hadapan George Augustus, Bangsawan Brunswick-Luneburg,
Tangan Kanan Pangeran Kekaisaran Romawi,
Raja Britania Raya dan Irlandia dan kau.
- Masih belum ingat. - Aku diberitahu
bahwa kau datang ke London dan mencari awak untuk kapalmu.
Cuma gosip. Itu tidak benar.
Jadi, kau membohongi aku ketika mengaku sebagai Jack Sparrow.
Aku Jack Sparrow, tapi aku tidak datang untuk mencari awak.
Itu ulah orang lain.
Dia juga bernama Jack Sparrow.
Kalian salah tangkap.
Temukan Jack Sparrow yang asli dan habisi penipu ini.
Tunggu sebentar.
Aku Jack Sparrow asli, satu-satunya,
dan aku ada di London.
Untuk mencari awak.
Untuk berlayar
- menuju Mata Air... - Apa?
Bisa lepaskan rantai ini?
Cepat.
Kami tahu kau memiliki peta.
Ambil petanya dan gantung dia!
Kau memilikinya?
- Tidak. - Di mana petanya?
Jujur? Aku menghilangkannya.
- Baru-baru ini, sungguh. - Aku dapat laporan.
Spanyol telah menemukan Mata Air Awet Muda.
Takkan aku biarkan kerajaan melankolis Spanyol,
dan orang Katolik, bisa hidup abadi!
Kau sungguh tahu lokasi Mata Air itu?
Tentu saja. Lihat siapa aku.
Kau bisa memandu perjalanan.
Atas izin Anda, yang tidak mulia,
Anda harus menyediakan kapal...
dan awak?
Dan seorang kapten.
Selamat sore, Tuan.
Bila hamba boleh berkata, mengapa dia tidak dirantai?
Dia harus segera dirantai.
Di kediamanku sendiri? Itu tidak sopan.
Hector.
Senang rasanya bisa melihat seorang bajak laut yang sukses.
Bajak laut? Bukan. Angkatan Laut.
Dalam sebuah misi suci di bawah kewenangan dan perlindungan Takhta.
Mungkin, tapi sebelumnya,
apa kabar dengan Pearl-ku tersayang?
Aku kehilangan Pearl saat kehilangan kakiku.
- Pearl hilang? - Benar.
Aku sudah berusaha, namun kapal itu tetap tenggelam.
Jika sungguh tenggelam, seharusnya kau ikut bersamanya.
Kapten Barbossa, makin lama bicara, Spanyol semakin jauh.
Aku yakin kau akan berhasil dan akan menerima
jabatan tinggi sesuai keinginanmu.
- Siap melayani, Tuan. - Kau, memalukan.
Jack, waktu kita semakin menipis.
Apa akibatnya ketika pemerintah ikut campur?
Dan kau menemui kalangan kelas atas.
Aku mengerti.
Kecuali rambut palsunya.
Dia kabur! Kejar!
- Dia melarikan diri. - Serahkan padaku, Tuan.
Penjaga!
- Siap senjata! - Siap!
Temukan dia!
Di sana!
Itu saja?
Hentikan keretanya!
Menyingkir!
Menyingkir!
Hentikan dia!
Jangan sampai lolos!
Tembak!
Bajak laut menjijikkan.
Halo, Jackie.
Halo, Ayah.
Aku dengar kau mencari awak.
Jika banyak yang berkata begitu, pasti benar.
Aku tahu tujuanmu. Mata air.
Kau pernah ke sana?
Apa wajah ini menyiratkan aku pernah ke Mata Air Awet Muda?
- Tergantung cahayanya. - Nak, Mata Air itu,
dibutuhkan beberapa benda untuk ritualnya.
Dua cawan.
- Di peta terdapat gambar cawan. - Dua, perak.
Dari kapal Ponce de León. Kau butuh keduanya.
- Untuk? - Ritual. Jangan bodoh.
Periksa semua sebelum berlayar.
Berlayar. Aku ingin sekali.
Namun, aku butuh kapal.
Mereka yang ada di sana, mereka punya kapal.
Mereka sedang mencari pelaut.
Hatiku tersakiti oleh Cupid
Aku meremehkan semua emas yang berkilauan
Dan satu lagi, Jackie.
Mata Air itu akan mengujimu. Camkan itu.
Hatiku telah tersakiti oleh Cupid
Aku meremehkan semua emas yang berkilauan
Tidak ada yang bisa menghiburku
Selain pelautku yang menyenangkan
Aku dengar kau mencari awak.
Benar. Begitulah,
Jack Sparrow mencari awak untuk pelayaran singkat.
Kau cukup bernyali, ya?
Datang kemari dengan penampilan seperti itu?
Kau ini apa, semacam penipu?
Kau tahu siapa aku, kawan?
Teman-teman!
Orang ini lupa namanya sendiri!
Semuanya, aku berlayar bersama Sparrow.
Siapa yang mau traktir minum?
Kau telah mencuri identitasku, aku datang untuk merebutnya kembali.
Hentikan itu.
Hanya satu orang yang tahu gerakan itu.
Aku selalu ingin melakukannya.
Halo, Angelica.
Halo, Jack. Kau terkesan?
Kurasa, aku pernah dua kali hampir membunuhmu.
Aku benar-benar tersanjung.
Tapi kenapa?
Kau satu-satunya bajak laut yang bisa aku tiru.
Itu bukan pujian.
Jangan khawatir. Aku sudah memaafkanmu sejak dulu.
- Untuk apa? Meninggalkanmu? - Aku yang meninggalkanmu.
Seorang pria sejati selalu mengalah pada wanita.
Dengar, Sparrow. Selama anak buahku dibayar,
mereka bersedia melakukan apa saja.
Satu hal lagi.
Aku harus dipanggil "Kapten."
Untuk itu, kau butuh kapal,
dan aku memilikinya.
Benar juga.
Aku dengar kau mencari Mata Air.
Belakangan ini banyak orang yang percaya gosip.
- Mata Air Awet Muda. - Angelica sayang, jangan khawatir.
Kecantikanmu masih bertahan beberapa tahun lagi.
Selalu mempesona.
Kau belum menjawab pertanyaanku.
Masa? Mengenai Mata Air. Buang-buang waktu, sungguh.
Tuan Puteri, aku melihat beberapa prajurit istana.
Temanmu?
Aku tak sengaja bertemu seorang raja atau semacamnya.
Buka!
- Kau belum berubah. - Haruskah?
Ya.
Buka pintu ini, atas nama Raja.
Kau mengkhianati aku. Kau merayu dan memanfaatkan aku.
Aku wanita tak berdosa.
Kau cukup mahir sebagai wanita tak berdosa.
Bahaya datang. Kemari, nona!
Buka!
Aku akan mengucap sumpah. Dan kau...
Lagipula, apa yang kau lakukan di biara Spanyol?
Salah tempat, kukira tempat itu rumah bordil.
- Itu dia! - Di sana!
Kita dalam bahaya.
Bukan kita, tapi kau.
Tidak seperti penipu, aku bisa,
aku Kapten Jack Sparrow.
Bagaimana mungkin aku memanfaatkanmu?
Kau tahu jawabannya.
Aku tahu, tapi bisakah kau mengatakannya?
- Jadi, bagaimana? - Apanya?
Mata Air.
Apa yang kau ketahui?
Kau tak pernah memiliki
dua cawan perak Ponce de León?
- Tidak. - Sudah aku duga.
- Kenapa? - Aku dengar cerita.
Gosip.
Kau, tentu saja, paham tentang ritual.
Ya, begitulah.
Apa yang dibutuhkan?
Putri duyung, Jack.
Pasti ada kesalahan.
Aku dihukum penjara. Bukan hukuman mati. Penjara!
- Barbossa. - Terima kasih, tuan-tuan.
Aku yakin kau bisa mengatasinya.
Itu kejam,
memaksa seseorang melakukannya.
Kau harus menanggung akibat perbuatanmu.
Apa yang terjadi padamu?
- Di mana Jack Sparrow? - Dia melarikan diri.
Jadwalku padat.
H.M.S. Providence akan berlayar pagi-pagi sekali.
Jika kau tak ingin lihat, bergantungan saja di sini
dengan mulut penuh lalat...
katakan.
Sertakan aku. Ke mana pun tujuanmu...
Membawamu ke mana? Mata Air? Benar, bukan?
Itukah tujuan Jack?
Ada yang bisa kau tawarkan padaku, Gibbs?
Apa saja?
Jujur saja, kau takkan melihat fajar menyingsing.
Serahkan padaku.
- Dasar bodoh! - Aku punya cukup waktu
untuk mempelajarinya.
Semua rute dan tujuan. Semua tersimpan... di sini.
Selamat datang di Angkatan Laut Inggris, Tuan Gibbs!
Bersiap, pelaut!
Siap, Pak.
Apa maksudnya "pelaut"?
- Ada kesalahan besar. - Jalan.
- Aku tidak seharusnya berada di sini. - Banyak orang yang lupa ingatan di laut.
Sama sekali tidak ingat
kejadian malam sebelumnya,
dan menghabiskan uang upahnya.
Kau tidak mengerti.
Aku Kapten Jack Sparrow. Asli dan satu-satunya.
Aku Scrum dan senang bertemu denganmu. Jalan.
Scrum.
Mengapa ada peti mati kaca?
Aku tampak seperti pimpinan?
- Di mana aku? - Maaf, Kapten Sparrow.
Aku merasa terhormat bisa menyambut Anda di
kapal kami yang terkenal di seluruh dunia, Queen Anne's Revenge.
Blackbeard.
Kerja!
- Dia mencurigakan. - Dia telah diubah.
Mayat hidup.
Kutukan Blackbeard. Termasuk para perwira.
Membuat mereka lebih jinak.
Dan terkadang pemarah.
- Ayolah. Gosok. - Ya.
Tarik! Tarik! Tarik!
Setidaknya, kita telah berlayar selama lima hari.
Benar. Kau bisa tahu dengan mencium aroma lautnya?
Bukan, awaknya.
Apa yang dia perbuat?
Dan bagaimana cara menghindari hukuman itu?
Dia? Pengikut Tuhan.
Selalu bicara tentang Tuhan Yang Maha Kuasa.
Penggemar Alkitab di kapal ini?
Dia seorang misionaris.
Aku dengar, dia ditangkap dalam suatu penyerangan.
Semuanya mati, kecuali dia.
Perwira utama mengampuni nyawanya
karena dia seorang misionaris.
Perwira utama menjadikannya tawanan.
Itu jarang terjadi.
Dia? Perwira utama seorang wanita?
Kembali bekerja!
Pertahankan haluan.
Kau kejam, tak punya perasaan, pengecut.
- Sudah aku bilang aku punya kapal. - Tidak, Blackbeard punya kapal,
meski aku sedang ditawan.
Kita pasti bisa menemukannya.
Mata Air Awet Muda. Seperti yang selalu kau inginkan.
Blackbeard. Edward Teach. Bajak laut yang paling ditakuti.
Membangkitkan orang mati untuk mengisi waktu.
- Dia akan menuruti aku. - Dia tidak akan menuruti siapa pun.
Mungkin pada putrinya sendiri?
Putrinya... kau?
Lama hilang. Baru-baru ini ditemukan.
Seorang putri yang sangat mencintai ayahnya.
- Dia percaya? - Aku meyakinkannya.
Maka Mata Air Awet Muda untuknya,
atau kau dan dia, bukan kita.
Tidak, itu bagian terbaiknya.
Dia akan mati.
Kau sendiri yang akan membunuhnya, bukan?
Ada suatu ramalan.
Mungkin kau tidak percaya dunia supranatural.
Oh, tidak. Aku telah melihatnya beberapa kali.
Begini ramalannya:
Blackbeard akan mati dalam dua minggu
di tangan seseorang berkaki satu.
Itu sebabnya dia butuh Mata Air Awet Muda.
Tuan Gibbs, kita tidak punya peta.
Mungkin kau bersedia menunjukkan arahnya.
Bersikap baik padaku dan beri aku minuman.
Jangan! Kita angkatan laut, bukan bajak laut, Tuan Gibbs,
dan kita akan bersikap atas nama Raja.
Baik, Kapten.
Kita menuju ke arah yang benar, Gibbs?
Begitulah. Itu buktinya.
Armada Spanyol.
Semua bersiap! Siaga tempur! Menuju arah angin!
- Semua, menuju arah angin! - Putar layar!
- Putar layar! - Lepaskan meriam!
- Penembak, siap posisi! - Penembak siap, Pak!
- Siap! - Tunggu perintah!
Tahan!
Meriam siap, menunggu perintah, Pak.
Pak. Perintah?
Mereka mengabaikan kita.
Mata Air itu tujuan utamanya.
Sepertinya tidak ada waktu untuk menenggelamkan kita.
Dan kini kita tertinggal! Semuanya, lebih cepat!
Semua, lebih cepat!
Menuju arah angin dan gelombang!
Topiknya, tuan-tuan, tentang pemberontakan.
Itu perbuatan buruk.
Benar. Aku mendaftar untuk berlayar bersama Jack Sparrow, bukan peniru.
Dan bukan untuk seorang wanita.
Dan tidak ada yang menyebut awak mayat hidup.
Sungguh membuatku tidak nyaman.
Sudah aku sita.
- Bagus. - Anak pintar.
Mari kita lanjutkan. Blackbeard.
- Apa kebiasaannya? - Diam di dalam kabin.
Benar, selalu diam di dalam kabin.
- Benar, tapi ketika dia keluar... - Dia tidak benar-benar keluar.
Dia harus keluar suatu saat nanti.
Tidak juga.
Ada yang pernah berlayar bersamanya?
- Tidak. - Tidak pernah.
Tidak.
- Ada yang pernah melihatnya? - Tidak juga.
Berdiam di dalam kabin. Tidak ada yang pernah berlayar bersamanya
atau melihatnya...
Kabar baik, tuan-tuan. Ini bukan kapal Blackbeard.
Ini bukan Queen Anne's Revenge.
Ini kapal Queen Anne's Revenge, pasti.
Tahu dari mana?
Aku pernah lihat namanya, di belakang kapal.
Tuan-tuan. Semuanya.
Kalian telah ditipu mentah-mentah.
- Kami ditipu? - Benar.
Kalian diberi informasi yang salah tentang tujuan kita.
Kematian mengiringi kita
saat berlayar menuju Mata Air Awet Muda.
Itu sangat mengerikan, kawan.
- Kematian, pastinya. - Taman jiwa-jiwa yang gelap.
- Telah menanti kita. - Kecuali...
kita ambil alih kapal.
Kalau begitu, lakukan sekarang!
Silahkan.
- Bangun! Kini kami yang berkuasa! - Ayo!
Berdiri!
Jack.
Jika ini mimpi, simpan saja pedang dan sepatunya.
- Jika bukan... - Ini mimpi.
Tidak, ini bukan mimpi!
Kau sudah aku peringatkan tentang ini.
Jangan tersinggung.
Mungkin sebaiknya kau...
jangan ikut campur.
Sial.
Kau memihak kami atau tidak!
Aku netral!
Boleh?
Dia orang beriman. Kurasa boleh.
Lawan sekuat tenaga, keparat!
Ikat dia!
Kapal ini milik kita!
Tuan-tuan.
Aku bingung.
Tadi aku sedang istirahat,
dan tiba-tiba aku dengar kegaduhan di geladak.
Pelaut meninggalkan posisinya
tanpa izin dan perintah.
Beberapa pelaut,
mengambil alih kapal.
Apa yang terjadi, Perwira Utama?
- Pemberontakan, Kapten. - Apa?
- Pemberontakan! - Ya!
Pemberontakan.
Dan apa yang terjadi pada pemberontak?
Kini kita tahu jawabannya, bukan?
Pemberontak akan digantung!
Kapten, aku ingin melaporkan pemberontakan.
Aku tahu para pelakunya.
Tidak perlu, Tuan Sparrow.
Mereka domba, kau gembalanya.
Aku sudah menyebutkan putrimu yang sangat menyenangkan, Tuan?
Pemandangan akhir bagi jiwa yang terkutuk.
Ingat, Ayah. Kita butuh dia.
Jika aku tidak membunuh seorang pun,
- mereka akan melupakan aku. - Pengecut!
Mereka tidak lupa.
Awakmu tahu betapa keparatnya dirimu.
Pengecut, tak peduli apa pun yang kau lakukan.
Dua kali dalam sehari, aku merasa bingung.
Kau tidak bingung, kau takut.
Kau takut berjalan di jalan yang benar, jalan Tuhan.
Tidak, Tuan. Kenyataan jauh lebih sederhana dari itu.
- Aku orang jahat. - Aku setuju.
Aku akan membunuhmu, keparat.
- Jangan! - Semua darah Latin seperti ibunya.
Ayah, aku mohon.
Aku lupa, dia seorang misionaris.
Putriku mencemaskan jiwaku, atau apa pun yang tersisa di sana.
Kau sungguh ingin menyelamatkan aku, nak?
Semua jiwa bisa diselamatkan.
Benarkah itu, Pastor?
Benar. Meskipun sepertinya butuh usaha yang keras.
Tetap saja, aku mendoakan semua jiwa tersesat di kapal neraka ini.
Kau melumpuhkan aku dengan imanmu.
Pukul delapan!
Siapa di antara kalian yang bertugas jaga?
- Aku. - Penembak.
Kau?
Benar.
Benar sekali.
Koki.
Sempurna. Turunkan perahu!
Putar kemudi!
- Kenapa kau lakukan ini? - Pemberontakan.
Hukum kami harus diperjelas.
Hukum kita mengizinkan Kapten untuk menunjukkan kemurahan hati.
Aku telah memberi kesempatan padanya,
tidak berlaku bagi yang lain.
Oh, kau.
Kini peluangmu untuk menunjukkan kekuatan doa.
Doakan dia agar terbebas dari... iblis?
Siapkan senjata!
Hentikan. Beri dia kesempatan. Berikan dirimu...
Kau tahu kapan aku merasa dekat dengan sang Pencipta?
Ketika melihat penderitaan dan rasa sakit.
Itulah saat dimana rancangan sejati dunia ini terungkap.
Dan aku melihatnya terungkap ketika, masa-masa sulit dan tragedi,
kebaikan dan kasih sayang diberikan bagi mereka yang membutuhkan.
Mungkin kau harus mendoakan dia agar tak disakiti, benar?
- Aku mohon, masih ada harapan. - Tembak lagi!
Sebenarnya aku sama sekali tidak tertarik dengan Mata Air Awet Muda,
jadi, jika sudah memutuskan,
kau boleh turunkan aku di mana saja.
Cukup, Quartermaster.
Perkataanmu sama sekali tidak bisa dipercaya.
Dan bagaimana denganmu, Blackbeard?
Katanya, telah dipenggal. Namun, tubuhmu berenang
tiga kali keliling kapal, lalu naik kembali.
Sekarang kau ada di sini, lari ketakutan.
- Ketakutan. - Menuju Mata Air.
Quartermaster dapat melihat peristiwa yang belum terjadi.
Dia telah melihat kematianku, maka takdir telah ditetapkan.
Benang merah telah dirajut.
Kau terlalu mencemaskan takdir, kawan.
- Dan kau? - Aku?
Aku tak percaya semua ramalan yang menyertakan aku di dalamnya.
Adalah perbuatan bodoh jika melawan takdir, namun aku tergoda untuk mengecohnya.
Aku akan temukan Mata Air itu. Kau akan tunjukkan jalannya.
Belati itu tidak ada gunanya, sama seperti pemberontakanmu.
Pemberontakan itu cukup berguna.
Aku bisa bertemu denganmu.
Ya.
Untuk memperingatkanmu.
Mengingat kawan terdekatmu,
yang berpura-pura menjadi orang lain.
Katakan.
Dia bukan putrimu.
Kau berani bicara seperti itu tentang darah dagingku?
Tuan, wanita itu sangat pandai menipu.
Aku tahu, sebagian besar karena pengaruh dariku.
Tetap tak bisa dipungkiri
bahwa bakat itu sudah ada dalam dirinya.
Angelica. Putriku tercinta,
satu-satunya hal baik yang ada dalam hidupku,
dan kau mengaku telah memberi pengaruh buruk padanya?
Tuan, dia sudah jahat sejak awal.
Lebih mengerikan dari monster.
Monster lapar dengan gigi yang gemeretak.
Penuh dendam, monster lapar dari neraka...
- Ayah? - Sayang!
Tak perlu menyakitinya, Ayah.
Dia akan membantu kita. Benar, Jack?
Lihat? Bahkan dia peduli terhadap keselamatanmu,
membuktikan semua perkataanmu itu bohong.
Kau akan menunjukkan jalan ke Mata Air. Ya?
Coba cara lain.
Jika aku tidak sampai di Mata Air tepat waktu...
kau akan mati.
Kurasa sebaiknya kita bergegas?
Pak.
- Ya? - Kapten,
dengan berat hati ingin aku katakan sesuatu, Pak,
rumor di antara para awak, mengenai tujuan kita.
Diam, pergi sana.
- Itu keputusanmu. - Bukan bermaksud tidak sopan, Pak.
Apa yang mereka takuti? Katakan padaku.
Teluk Whitecap.
Benar, Teluk Whitecap.
Semua pelaut takut pada nama itu, bisa dimengerti,
meski hanya sedikit yang berani bertanya.
Apa kisah itu sungguhan?
Katakan apa yang kau takuti,
atau diam selamanya.
Putri duyung, Kapten.
Putri duyung.
Hantu laut, ikan setan, mengincar daging manusia.
Perairan putri duyung, itu rute pelayaran kita.
Lindungi jiwamu, Gibbs,
saat putri duyung merenggut semua bagian tubuhmu...
sampai habis.
Tenang, semuanya! Tegarlah,
atau bersiap untuk menemui rasa takutmu!
Selamatkan diri kalian!
- Ada yang jatuh! - Bukan! Pengkhianat.
- Putar haluan. - Jangan!
Tuan-tuan, tidak seharusnya aku mengatakan ini,
tapi terpaksa. Apa kita bukan pasukan Raja?
- Siap. - Siap.
- Melaksanakan misi Kerajaan? - Siap.
Aku tidak melihat rasa takut di mata armada Spanyol saat melewati kita.
- Apa kita bukan pasukan Raja? - Siap!
Siap! Kembali ke posisi!
Menuju Teluk Whitecap!
Maju terus, Teluk Whitecap!
Mari.
Mau minum?
Anggur, musik, lilin.
Kurasa kita pernah mengalaminya.
Ya, benar.
Aku masih ingat.
Berkelok, berputar, menggeliat.
Tak pernah berhenti.
Masih ingat Saint Dominique?
La Martinique.
Aku berusaha membunuhmu di Saint Dominique.
Terserah.
Pengalaman pertama yang tidak menyenangkan.
Aku yang pertama? Aku selalu penasaran.
Kau bisa sangat mempesona ketika menginginkan sesuatu.
Masalahnya adalah mencari tahu apa yang kau inginkan.
Begini.
Tujuan Blackbeard sudah jelas.
Kau dan aku bisa pergi ke Mata Air itu bersama,
dan kita bisa berbagi manfaatnya
dan melakukan hal yang lain.
Dan aku akan memberitahu ritual Mata Air padamu.
Benar. Ritual itu.
Aku bisa mempercayaimu?
- Aku butuh dukunganmu. - Angelica sayang.
Hubungan kita sangat dekat.
Beritahu aturannya.
Air dari Mata Air Awet Muda.
Air mata putri duyung.
Cawan perak milik Ponce de León.
Dengan semua itu...
- Ya? - Dengan semua itu,
kau bisa merenggut kehidupan orang lain.
Kau paham maksudku?
Kita tidak boleh hanya berdua.
Ritual ini membutuhkan korban.
- Sayang sekali. - Ya, begitulah.
Semangatku menemukan Mata Air itu jadi berkurang.
Tapi ada sesuatu yang kau inginkan di kapal.
Bagaimana dengan Blackbeard?
Dia di ruang navigasi. Kita harus cepat.
Dia menyimpan kapal-kapal itu sebagai hadiah.
Kau bantu aku, dan kau boleh memilih kapalnya.
Meskipun aku tahu yang mana pilihanmu.
Black Pearl di dalam botol?
Kenapa bisa begitu?
Dia lebih menyebalkan dalam bentuk miniatur.
- Kita sepakat? - Aku mengenalmu.
Kau tak mungkin merenggut hidup orang tidak bersalah.
Bagaimana dengan pria berkaki satu?
Aku butuh bertahun-tahun kehidupan.
Bukan untukku, tapi ayahku.
Aku putri kandung Blackbeard.
Kau terperangkap tipuanmu sendiri, sayang.
Tidak, dia ayahku.
Kebohongan itu tidak benar.
Kau membohongi aku dengan suatu kebenaran?
- Ya. - Bagus sekali.
- Boleh aku tiru? - Pastinya.
Tentu saja.
Kau tidak akan menyerah?
Aku ingin seorang ayah. Aku tidak memilikinya.
Angelica, ayahmu, Blackbeard...
dia jahat,
dan dia akan membunuhmu bila ada kesempatan.
- Dia tidak bisa diselamatkan. - Dan siapa kau bisa
menetapkan batas penebusan?
Kau merenggut kehidupanku. Kau berhutang padaku.
Dan kau sedang menuju ke kematian,
dan aku tak bersedia berdiam menyaksikannya.
Teluk Whitecap!
Semua berkumpul! Siapkan perahu!
Sebarkan jala!
Jangan kusut. Berikan jala yang cantik bagi tamu kita.
Kita butuh cahaya. Cahaya yang sangat terang.
Ikut aku.
Kau menciumnya? Minyak ikan paus. Bahan bakar ajaib dari Tuhan.
- Kau bisa mengoperasikannya? - Buatan Inggris.
Semoga.
Saat ini bulan baru.
Pertama di musim panas.
Sempurna untuk berburu air mata putri duyung.
Habislah kita. Mereka tertarik pada cahaya buatan.
- Hiu? - Lebih buruk, nak.
Sebentar lagi kita akan dikelilingi putri duyung,
ingat itu, dan kita adalah umpannya.
Aku dengar ciuman dari putri duyung dapat melindungi pelaut agar tidak tenggelam.
Jangan bodoh! Putri duyung semuanya wanita, nak,
dan sangat cantik.
Tapi dalam hal pasangan, dikatakan,
mereka akan menarik pelaut
keluar dari perahu, bercinta dengannya,
dan membawa pelaut itu ke dasar laut, ditenggelamkan lalu memakannya.
Atau sebaliknya.
- Bernyanyi. - Apa?
Mereka suka mendengar nyanyian.
Namaku Maria
Putri seorang pedagang
- Lebih keras. - Dan aku telah meninggalkan orangtuaku
Dan tiga ribu paun per tahun
Hatiku telah tersakiti oleh Cupid
Aku meremehkan semua emas yang berkilauan
Tidak ada yang bisa menghiburku
Selain pelautku yang menyenangkan
Hatiku telah tersakiti oleh Cupid
Aku meremehkan semua emas yang berkilauan
Tidak ada yang bisa menghiburku
Selain pelautku yang menyenangkan
Tuhan selamatkan aku.
Lihat, kawan. Di sana.
Kau akan menakutinya!
Ya, itu bagus!
Kau bisa bicara?
Bisa.
Kau cantik sekali.
- Kau yang bernyanyi? - Benar.
Apa kau pelautku yang menyenangkan?
- Benar sekali. - Scrum, kuatkan dirimu!
Tidak ada hal yang lebih menyenangkan
dalam hidupku yang singkat ini.
Tapi bisa aku katakan
bahwa Scrum telah mendapat kecupan putri duyung sejati!
Hatiku telah tersakiti oleh Cupid
Aku meremehkan semua emas yang berkilauan
Tidak ada yang bisa menghiburku
Selain pelautku yang menyenangkan
Kemarilah, putri duyung yang cantik
Siapa pun dirimu
Yang mencintai pelaut yang menyenangkan
Yang bergerak perlahan di laut yang ganas
Hatiku telah tersakiti oleh Cupid
Aku meremehkan semua emas yang berkilauan
Tidak ada yang bisa menghiburku
Selain pelautku yang menyenangkan
Hatiku telah tersakiti oleh Cupid
Aku meremehkan semua emas yang berkilauan
Tidak ada yang bisa menghiburku
Selain pelautku yang menyenangkan
Laksanakan! Putri duyung telah muncul!
Tolong!
Scrum!
Ledakkan!
Kumpulkan keberanian! Tarik mereka ke pantai!
Lemparkan jala! Cepat!
Mundur, semuanya, ke darat! Selamatkan diri kalian!
Aku bilang, mundur!
Pengecut! Kembali ke air!
Tidak ada yang boleh mundur!
Ayolah!
Kami dapat satu!
Aku jatuh cinta!
Periksa yang terluka!
Cari putri duyung yang masih hidup!
Bantu aku!
Kerja bagus, pelaut.
Semua lihat itu?
Karena aku tak mau melakukannya lagi.
Kembali ke kapal. Kita menuju ke teluk kecil. Sekarang.
- Astaga. Apa itu...? - Putri duyung.
- Hentikan kegilaan ini sekarang. - Aku tidak bisa.
Pernah jalan di pantai
dan melihat jejakmu di belakang?
Sama seperti itu, namun jejakku ada di depan.
- Sebenarnya hanya satu jejak. - Teluk Whitecap, Pak.
Kita harus bergegas.
Kita jalan kaki. Gibbs, aku butuh pemandu.
- Tapi, Pak, mereka. - Mereka sudah mati.
- Kedengarannya belum. - Benarkah?
Aku tidak dengar apa pun selain burung camar bersarang.
Apa yang kau dengar, Tn. Groves?
Burung camar... bersarang.
- Hanya itu. - Jalan, Gibbs?
Ya Tuhan.
Kepalamu atau arahnya.
Yang mana saja. Aku tak peduli.
Semuanya, maju!
- Kau harus memandu kami, Sparrow. - Apa itu perlu?
Sebaiknya kau tak tahu lokasi kapalku.
- Aku selalu waspada. - Aku juga.
Hal pertama yang aku inginkan...
adalah kapal Ponce de León.
Kenapa kita harus mengajaknya?
Karena air mata tidak bisa disimpan. Kita butuh yang segar.
Apa yang dibutuhkan?
Air dari Mata Air Awet Muda dan air mata putri duyung?
Dan dua cawan perak.
Satu ditambah air mata, dan satunya tidak.
Keduanya berisi air mata dan mata air?
Cukup rumit, ya?
Keduanya berisi air. Salah satunya ditambah air mata.
Orang yang meminum air bercampur air mata
mendapatkan bertahun-tahun kehidupan dari yang lain.
Berapa tahun?
Seluruh masa hidupnya,
dan mereka bisa bertahan hidup, jika takdir berkata lain.
Pria beriman.
Andaikan hal ini tidak berjalan baik padaku,
perlu dicatat sekarang
bahwa aku siap mempercayai apa pun yang harus dipercaya,
supaya aku bisa masuk ke tempat
dimana orang-orang baik berkumpul.
Kami punya solusinya. Kau bisa pindah agama.
Aku perlu dorongan yang lebih kuat.
Quartermaster!
- Ya? - Dia tidak bisa bernafas!
- Dia punya air. - Dia butuh udara!
- Buka petinya. - Dia akan melarikan diri.
- Kau bisa membunuhnya. - Aku mendukung misionaris ini.
Lihat?
Jalan.
Sesuai dugaanku. Tidak bisa lewat sini!
Ini jalannya, bukan?
Tentu saja, tapi kita harus memutar ke timur.
Itu menjauhkan kita dari cawannya.
- Kalau begitu putar balik. - Tidak ada waktu.
Kau memaksa untuk membawa putri duyungnya.
- Pemberontakan tidak bisa membantu. - Kau berjalan seperti wanita.
- Kau juga. - Seseorang harus pergi.
Maksudmu berpencar?
Maksudmu lompat? Aku tak sabar untuk melihatnya.
Sparrow akan lompat. Temukan kapalnya, ambil cawan itu.
Apa yang membuatmu berpikir dia akan kembali?
Ya, apa yang membuatmu berpikir aku akan kembali?
Kita tak bisa mempercayainya, Ayah. Aku saja.
Benar.
Berapa jauh lagi Mata Air-nya?
Waktuku semakin menipis.
Sekitar satu hari berjalan ke utara, mengikuti sungai itu,
kau akan menemukan beberapa kolam. Artinya kau sudah dekat.
Kau akan pergi.
Sudah aku duga hal ini akan terjadi.
Kau tahu perasaan yang kau rasakan saat berdiri di tempat yang tinggi?
Dorongan tiba-tiba untuk lompat?
Aku tidak merasakannya.
Aku butuh cawan itu.
Tembak. Selamatkan aku dari rasa takut.
Kau akan pergi dan kembali lagi...
atau aku akan bunuh dia.
Kau tidak akan membunuh putrimu sendiri.
Quartermaster, berikan enam pistol lagi,
keluarkan semua pelurunya, sisakan dua,
tapi jangan beritahu aku.
Kau harus memilih, Tn. Sparrow.
Bukan.
Bukan.
- Baik. - Kau yakin?
Tentu saja.
Lagi.
Yang benar saja, itu tidak ada pelurunya.
Lagi.
Jika kau ingin membunuhnya,
- kenapa tidak biarkan dia melompat? - Apa?
Jika kau lompat dan mati,
maka dia akan melompat.
Lagi.
Hei...
jika aku lompat, apa aku akan selamat?
Berikan bonekanya.
- Ya, sekarang kau akan selamat. - Omong kosong! Aku lompat!
Basah lagi.
Kita teruskan. Ke utara menuju Mata Air.
Kerja bagus, Ayah.
Kau tahu senjata yang berpeluru, bukan?
Tentu saja, sayang.
Pasti menyenangkan bila memiliki peta.
Atau kapal.
Berhenti! Jangan bergerak.
Jangan sampai dia menyentuh kulitmu.
Apa salah jika seorang pria tua memiliki kegemaran unik?
Kenapa berhenti? Jalan!
- Jalan! - Kau boleh tidur jika sudah mati.
Jalan!
Keberuntungan menyertai kita.
Kapal Santiago.
Kapal terkenal yang dipimpin oleh Ponce de León.
Tidak ada siapa-siapa.
Baiklah.
Kita tidak boleh berhenti.
Kau akan berjalan.
Aku tidak bisa.
Jalan atau mati.
Biar aku bantu.
- Aku tak butuh bantuan. - Harus.
- Kita harus bergegas, bukan? - Jangan tertinggal.
Tetap di sini!
Cantik sekali.
Pasti kau salah satu mahakarya Tuhan,
dan bukan keturunan makhluk kegelapan
dari Bahtera Nuh.
Cantik...
tapi mematikan.
- Mematikan? Tidak. - Kau menyerang aku.
Kau berbeda.
Berbeda?
Tidakkah kau sadari? Kau melindungi aku.
Kau...?
Kau mendorong aku keluar.
- Ayah lihat Mata Air? - Tidak, tapi kita hampir sampai.
Bawa makhluk itu. Tutup kepalanya.
Dia punya nama!
Katakan.
Namanya Syrena.
Ponce de León.
Bila 40 bajak laut memimpikan 40 malam harta karun,
masih belum menandingi isi ruangan ini.
Kau.
- Kau. - Tidak...
- kau. - Aku lebih dulu di sini.
- Kenapa kau kemari? - Blackbeard mengirim aku.
- Kau sendiri? - Cawan perak
- untuk rajaku. - Yang benar saja.
Mundur! Kita harus seimbang!
Kapal ini bisa jatuh!
Baiklah.
Bagaimana kalau kita pilih benda yang sama beratnya?
Kembalikan!
Jangan sentuh apa pun!
Bagaimana dengan itu?
Cawan.
Kenapa harus kau lebih dulu?
Baiklah.
- Bersama. - Bersama.
Batu.
Armada Spanyol.
Mereka mendahului kita, kawan.
Aku harus melihat peta itu. Jika dugaanku benar...
Entah kenapa mereka meninggalkan peta ini.
Jangan sentuh peta itu.
Mereka tahu jalannya.
Tapi aku tahu lokasi perkemahan mereka.
Jack!
Gibbs, aku baru akan membebaskanmu dari penjara.
Kau mencuri petaku.
Benar. Ayo pergi.
Putri duyung.
Hati-hati, kolamnya dalam.
Jika dia melarikan diri, habislah kita. Quartermaster.
Lihat!
Dipancang sampai mati lemas.
Hanya separuh jatah air. Tidak cukup untuk bertahan hidup,
tapi cukup untuk mati pelan-pelan.
Bayangkan.
Kaum-mu, dibunuh, dipanen air matanya.
Syrena, tidakkah kau menangis?
Semua akan mati, termasuk kau.
- Aku dengar, tidak lama lagi. - Dengar...
Dengarlah.
Tidakkah kau dengar teriakan saudarimu?
Kau tidak mendengarnya?
Kami hanya butuh satu tetes.
Makhluk tidak berguna!
- Potong jarinya, satu per satu! - Cekik dia!
Cungkil matanya!
Apa pendapatmu tentang ini?
Mungkin dia akan berubah pikiran ketika matahari terbit.
Benar, dia akan terbakar, tapi aku tidak punya banyak waktu.
Mungkin kita bisa buat api.
- Tidak. - Jangan menentang aku, pastor.
- Kau tak boleh menyiksanya. - Kami hanya butuh satu tetes.
Kalau perlu, aku akan lepas semua sisiknya.
Berdoalah, jika itu bisa memuaskanmu.
Aku salah. Tidak semua jiwa bisa diselamatkan. Termasuk jiwamu.
Lihatlah, tuan-tuan, mantan pria beriman.
Makhluk tak berguna itu, jauh lebih berharga dibanding kau.
Kau peduli padanya?
Kau terpikat olehnya.
Jangan menyangkal hal yang sudah jelas.
Masalahnya...
apa dia menyukaimu?
Astaga, dia suka padamu. Suatu keberuntungan!
Berikan air matamu...
atau saksikan kematian jiwa yang malang ini.
Jika kau bisa keluarkan air mata,
aku akan sangat bersyukur.
Menyedihkan, ya,
- tapi tanpa rasa duka... belum. - Kau tidak boleh membunuhnya!
Kita harus bergegas. Quartermaster.
Benar, putri duyung memang tegar.
Sebagian besar dari mereka.
Ikat dia seperti yang lain, dan singkirkan jasad ini.
- Kau yakin? - Yakin.
Aku wanita, sama sepertinya.
Apa rencanamu, Jack? Bersekutu dengan Barbossa.
Ada seorang gadis...
lawan jenis.
- Bukankah selalu? - Mungkin harus aku sebut "kekasih."
Kau menyelamatkan seorang kekasih? Itu baru.
Ya, tapi aku pernah menyakitinya
- beberapa tahun lalu. - Katakan.
Gibbs, dia berasal dari Seville.
Kau pura-pura mencintainya, lalu kau pergi dan menghancurkan hatinya.
Lebih buruk. Mungkin aku punya...
- perasaan padanya. - Perasaan?
- Perasaan. - Seperti cinta, maksudmu?
Tidak juga. Lebih seperti...
Baiklah, cinta, brengsek kau.
Dan kau meninggalkannya? Itu sangat memalukan.
Terima kasih.
Lebih baik diam-diam.
Aku ambil alih, mengingat kondisimu.
Tidak ada rayapnya, bukan?
Aku menghargai perhatianmu,
tapi aku tetap menemanimu.
Tahan, Letnan Komandan. Tunggu isyaratku.
Di sana. Dia Laksamana.
Periksa tendanya, mungkin di sana...
Tidak, tunggu. Demi Tuhan, cawan itu pasti ada di sana.
Aroma pedangmu aneh.
Benar. Racun katak mematikan.
Satu goresan, kau akan mati seketika.
Bisa acungkan ke arah lain?
Aku tidak suka katak.
- Sedang apa kau? - Merencanakan rute pelarian.
- Bukankah itu keahlianmu? - Begitulah.
Terkadang aku hanya berimprovisasi.
Sekarang bagaimana?
Kita keluar perlahan.
Bersikap biasa.
- Maafkan aku, Syrena. - Phillip, kau masih hidup.
- Ya. - Kau kembali demi aku.
Mengapa?
Kau berbeda, benar bukan?
Kau tidak tahu tentang kebaikan? Kasih sayang?
Tangis kesedihan, tidak akan.
Putri duyung terlalu tegar untuk itu.
Tapi tangis kebahagiaan...
Katanya itu lebih menjanjikan.
Syrena, sungguh, aku tidak terlibat dalam semua ini.
Lepaskan dia. Kau tidak membutuhkannya lagi.
Melepaskannya? Tidak.
Periksa ikatannya. Kita tinggalkan dia di sini.
Bagaimana rute pelariannya?
Ini peluangmu berimprovisasi.
Sedang aku usahakan.
Mungkin tanganku bisa lepas.
Kau punya pisau. Bagus sekali.
Ini lebih baik dari pisau.
Aku mau yang seperti itu.
Inilah balas dendam. Menyenangkan dan memuaskan.
- Balas dendam? - Ayolah, Hector.
Jika kau menginginkan cawan itu,
mereka sudah hilang.
Kau hanya menanti Blackbeard.
Raja George. Angkatan Laut. Rambut Palsu.
Taktik murahan.
- Aku tak percaya. - Kau tidak ada di sana malam itu.
- Ketika Pearl tenggelam? - Direbut, bukan tenggelam.
Kami berada di lepas pantai Hispaniola ketika diserang.
Tanpa peringatan, bahkan tanpa tawaran parley.
Kami dihujani peluru meriam.
Kemudian laut mulai bergolak.
Pearl bergerak tak terkendali.
Semua bagian kapal
mulai berderak.
Tali mulai bergerak seolah hidup.
Kapal itu melawan kami...
membelit semua awak laksana seekor ular.
Lalu membelit kakiku.
Tapi tanganku lolos dan dapat meraih pedang.
Aku pimpinan kapal itu, bukan Blackbeard.
Aku yang menentukan takdirku sendiri, bukan Blackbeard.
Jadi, aku lakukan apa yang seharusnya.
Aku selamat.
Jadi... kau tidak mencari Mata Air itu.
Aku tak peduli pada Raja George atau suatu kedai
yang menawarkan obat awet muda,
tapi aku akan serahkan tangan kiriku untuk membunuh Blackbeard.
- Bukan tangan kanan? - Aku butuh tangan kanan
untuk mendorong pedang beracun langsung menuju jantungnya.
Aku yakin kau pasti bisa, kawan.
Tawanan melarikan diri.
Dia melarikan diri! Berpencar! Temukan dia!
Cepat!
Tahan tembakan! Aku ingin dia ditangkap hidup-hidup!
Kurasa itu isyaratnya.
- Cepat! Bersiap untuk lari! - Musuh ada di dekat kita.
Maaf atas cawan itu, tapi aku ada urusan lain.
- Aku tidak akan kembali. - Tidak apa-apa.
- Mau minum? - Kita akan minum di Mata Air Awet Muda.
Bisakah kita bertemu tanpa sesuatu yang diacungkan padaku?
Kau bawa cawan itu, Sparrow?
Hai!
- Aku lihat kau bawa teman. - Begitulah.
Pria berkaki satu, ada di dekat sini. Benar?
Benar.
Sekarang...
Sebelum aku serahkan, ada beberapa syarat.
- Sebutkan. - Pertama,
kembalikan kompas milikku. Bukan, itu yang kedua.
Pertama, penuhi janjimu,
jangan sakiti Angelica.
Aku tak sudi berjanji pada orang sepertimu.
Tapi tidak ada salahnya
jika menjauhkan dia dari bahaya.
Kalau begitu yang kedua,
kembalikan kompas milikku.
Aku mohon? Aku membutuhkannya.
Kau tahu betapa sulitnya menangkap babi itu?
Bukan yang besar, tapi yang berkaki empat.
Terima kasih. Dan ketiga, Tn. Beard,
ada masa, tapi jarang,
ketika aku menyesali kesalahan yang pernah aku perbuat.
Terutama, aku telah memperlakukan Tn. Gibbs,
- sahabat setiaku, dengan buruk. - Benar! Baru sekarang kau sadar...
Tahan dia sampai mati, aku tak peduli.
Tapi tetap saja, intinya, kau harus membebaskan dia.
- Itu saja? - Kurasa begitu.
Cepat, atau dia akan lolos, dan semoga berhasil menemukan cawan itu.
Jack, jika kau tak keberatan...
Sepakat.
Bebaskan dia.
Mungkin, jika kau tak keberatan, aku bisa bersama kalian sampai...
Ini akan membimbingmu menuju kebebasan, kawan.
Aku berani sumpah ada di sekitar sini.
Kita tidak boleh berhenti.
Jalan buntu.
Kematian.
Jalan buntu.
Aku mulai berpikir kau tersesat.
Perjalanan jauh lebih penting dari tujuan, kata mereka.
Tolong berikan cawan itu.
Mundur.
Jack...
apakah kau pernah...
melihat langsung Mata Air Awet Muda itu?
Bisa ulangi pertanyaanmu?
Quartermaster.
Jangan!
Tunggu dulu!
"Air Kehidupan."
Tuan Scrum...
- bisa bantu aku? - Tuan?
Indah sekali.
Sparrow, aku yang akan mencicipinya pertama kali!
Ayah.
Pria berkaki satu.
- Kau membawanya kemari. - Masa?
Edward Teach!
Atas tuduhan kejahatan di laut lepas,
dan dengan kewenangan yang diberikan Paduka Raja padaku...
beserta kepuasan yang begitu besar...
dengan ini aku nyatakan kau ditahan,
dan berada di bawah wewenangku.
Hidupku berakhir, itu saja?
Termasuk kejahatan lain, pembajakan, pengkhianatan,
pembunuhan, penyiksaan,
begitu pula dengan kekejaman terhadap pencuri.
Kau... berani menghadapi pedang ini?
Jauh dari kapalmu? Berani.
Benar. Mungkin ini takdir terakhirku.
Tapi aku akan tetap bertarung habis-habisan, sungguh.
Habisi mereka!
Tunggu sebentar.
Aku ingin memahami sesuatu.
Jadi, kalian semua
akan berperang hebat.
Semua ini hanya karena kau ingin membunuhnya?
Apa itu masuk akal? Tepat.
Aku sarankan, biarkan mereka bertarung, selagi kalian bersantai.
Pasang taruhan!
Benar.
- Bunuh mereka! - Tanpa ampun!
Menjauh dariku!
Scrum, berikan cawan itu!
Dan air matanya! Ikuti aku!
Serahkan padaku. Air matanya. Anak baik.
Aku lebih takut padanya.
Serahkan padaku. Anak baik.
- Cawan itu, tolong. - Maaf, Jack.
Sudah aku bilang, aku harus mengorbankanmu.
Scrum!
Syrena...
Ya Tuhan, kau tak boleh membunuhnya.
Jika kau bunuh dia, kau harus membangkitkannya.
Bangkitkan dia...
Aku mohon.
Kurasa takdir itu tidak mudah terwujud, ya?
Takkan ada senyuman itu setelah aku mengalahkanmu.
Lihat di belakangmu, Edward Teach.
Wilayah ini telah dinyatakan sebagai
milik Paduka Raja George...
Perhatikan keberanian pria itu.
Nona, tolong serahkan cawan itu.
Hanya Tuhan yang bisa memberi keabadian, bukan air sesat ini.
Kalian, hancurkan kuil sesat ini!
Mata Air!
Kau bodoh.
Kau mencari sesuatu yang hanya bisa diberikan oleh iman.
Iman? Dalam iman ada cahaya
namun kegelapan masih bisa membutakannya.
Betapa jahatnya ini?
- Demi Pearl. - Apa yang kau perbuat?
Angelica! Jangan! Itu beracun!
Aku tidak sebodoh itu. Membunuh Blackbeard
tanpa sedikit bantuan racun.
Jack!
Aku ambil alih kapal dan awak Blackbeard,
dan pedang ini, sebagai ganti kakiku yang hilang!
Tahan! Tarik!
Jangan sia-siakan air mataku.
Minumlah. Yang ini bercampur air mata.
- Kau harus minum yang satunya. - Tidak!
Aku tidak bisa selamatkan kalian berdua. Salah satunya harus berkorban.
Minumlah, Ayah, untuk jiwamu.
Kapten Teach, dia sekarat. Kau harus selamatkan putrimu.
Yang ini merenggut kehidupan?
Yang ini memberi kehidupan?
Cepat!
Selamatkan aku, nak.
Tidak.
Aku menyayangimu, Ayah.
Tunggu sebentar.
Sebenarnya, cawan ini tertukar.
Yang ini bercampur air mata, yang itu tidak.
Keparat!
- Iblis! - Ayah!
Bajingan! Teganya kau?
Ayahmu menyelamatkanmu.
Mungkin kini jiwanya diampuni, benar?
Kau terluka.
Aku hanya seonggok tubuh.
Jiwaku damai, karena dirimu.
- Aku? - Ya.
Dahulu aku tersesat.
Angin, gelombang...
semua itu dapat menguatkan iman seseorang.
Tapi bagiku, hanya kau seorang.
Phillip, aku bisa menyelamatkanmu.
Kau hanya perlu mengatakannya.
- Aku hanya mencari satu hal. - Apa itu?
Pengampunan.
Jika bukan karena aku, kau takkan pernah ditangkap.
Katakanlah.
Maafkan aku?
Aku benci kau.
Pria yang menyelamatkanmu?
Kehidupan itu, direnggut dari ayahku sendiri!
Aku hanya membantu Blackbeard melakukan pengorbanan seorang ayah.
Kau kejam.
Satu pistol, satu peluru.
Untuk bunuh diri sebelum kelaparan?
Kau tak bisa dipercaya, sayang.
Lagipula, ini rute perdagangan terbaik.
Kau bisa memanggil kapal yang lewat.
Atau kau bisa bunuh diri.
Bagaimana aku bisa membebaskan diri?
Kau sudah bebas sejak tadi,
hanya menunggu saat yang tepat untuk menyerang aku.
Akuilah, Jack.
- Kau masih mencintai aku. - Jika kau punya saudari dan anjing,
aku pilih anjingnya.
Harta karun! Peti berisi permata!
Permata yang bisa mengendalikan angin dan gelombang!
- Bohong! - Tunggu!
Aku hamil. Anakmu.
Aku tidak ingat kita pernah...
- Saat itu kau mabuk! - Aku tak pernah semabuk itu.
Tunggu!
Ada yang ingin aku katakan padamu.
Sesuatu yang ingin aku katakan sejak pertama kali bertemu.
Teruskan.
Aku mencintaimu.
Sama seperti aku.
Aku selalu mencintai diriku. Selalu.
Aku harus pergi.
Jack!
Ini belum berakhir!
Jack!
Tidak kena!
Revenge itu milikku.
Pak...
Kami menemukan ini di bawah geladak.
Perhatian, semuanya! Berlayar melawan arah angin!
Kembali bekerja, orang tak berguna!
Kerajaan itu memperlakukan aku dengan baik.
Tapi sekarang, demi dewa laut dan dewa langit...
menuju Tortuga!
Gibbs, pemabuk tak berguna, kau berhasil!
Siap!
Dan aku yakin kita dapat manfaat
- dari semua ini? - Lihat ini.
Kompas ini menuntun ke arah yang benar.
Bagaimana dengan anak buah Blackbeard yang menjaga kapal?
Aku gunakan teknik yang sama seperti di New Guinea.
Ambil semuanya.
Aku setuju.
Aku benci monyet itu.
Jadi, Pearl, punya ide untuk mengeluarkannya?
Kita butuh senapan panah, jam pasir, tiga kambing.
Salah satu dari kita harus belajar main terompet sementara yang lain melakukan ini...
- Aku kenal orang yang punya kambing. - Bagus. Aku bisa lakukan ini.
Jack, aku ingin bertanya.
Kau punya cawan, air dan air matanya...
Kau bisa hidup abadi.
Mata Air itu mengujimu, Gibbs.
Tapi lebih baik jika kematianmu tetap menjadi suatu misteri.
Semua bagian dari keberadaanmu,
hidup untuk mengalaminya.
Dan siapa bilang aku tidak mau hidup abadi?
Penemu Mata Air Awet Muda.
Aku tak punya kuasa atas kehidupan, Gibbs.
Ini kehidupan bajak laut untukku.
Paham?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.