Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
instagram @broth3rmax
MULTICOM ENTERTAINMENT GROUP
ASTROCOMPASS MEDIA CO.,LTD. MEMPERSEMBAHKAN
terjemahan broth3rmax
13 DARAH
Mei.
Jangan menderita disini.
Kembalilah dan tunggu kami.
Tak mungkin.
Aku sudah janji pada kepala sekolah kita.
Aku harus menjagamu.
Menjagaku?
Memang ya? Sudahlah.
Minggir, minggir.
Kami sedang kerja disini.
Jangan ke sini. Serius.
Kau meremehkanku.
Ini warna ketika darah mengering.
Kau siapa? Siapa yang mengijinkanmu masuk?
Kau detektif Xing?
Ya.
Ini surat rujukanku.
Kau salah tempat. Aku tak lagi menangani kasus itu.
Mengapa?
Karena kasus kotor.
Mei. Mei.
Dimana dirimu? Apa kau benar-benar pergi?
Silahkan masuk!
Biar kuperkenalkan pada kalian.
Ini detektif senior Zhou Minsheng.
Departemen telah menugasi dia
untuk membantu kita menyelidiki kasus pembunuhan pelacur tahun lalu.
Aku bukan ahlinya.
Tunggu, apa? Sudah kubilang aku tak menangani kasus itu.
Apa sudah kusetujui?
Memang kau siapa bisa memilih kasus?
"Tanggung jawab Kasus Pertama" kau tahu?
Ya begitu, dasar anak nakal. Sangat arogan tiap hari.
Departemen mengalihkanmu ke polisi lalu lintas sekarang.
Jangan kembali setelah kau pergi.
Baiklah. Mari kita lanjutkan rapat kita.
Kasus 1-5, korban Cheng Xiao.
Pelayan utama di Restoran Liangxin.
Baiklah. "Tanggung jawab Kasus Pertama" kan?
Itu adalah kasusku. Aku bertanggung jawab sampai tuntas.
"Saudari dari Almarhum: Cheng Yao"
Ini salahku.
Andai aku tak meminta uang itu dari saudariku...
Kursus macam apa yang biayanya 50 ribu?
Membuat Aplikasi.
Kukira kau mahir pada jurusan seni.
Mengapa sekarang kau belajar Aplikasi? / Bukan aku.
Pacarku Liu Yang yang kursus.
Lihat bayangan itu.
Kau bikin kaget.
Bayangan itu. Lihat, lihat.
Itu seorang pria. Menatap ke arah situ.
Kau bilang
kemarin malam kau berada di asrama. Pacarmu tak pernah muncul.
Dan kau akhirnya tak ikut dengan saudarimu.
Aku tak bisa menghubungi Yang.
Aku takutnya dia datang mencariku makanya aku tetap di asrama.
Dan aku tak menelpon saudariku.
Kapan terakhir kau bicara pada pacarmu?
Aku tak bertemu dia. Sudah beberapa hari ini.
Dia menghilang.
Kamera CCTV menunjukkan pada malam pembunuhan itu
ada 4 tersangka dekat apartemennya Cheng Xiao.
Sopir taksi, Ke Zhenghua.
Pria, 40 tahun. Mengantar pulang Xheng Xiao jam 10:13 malam.
Dia lalu pergi. Ada seorang pria yang menemani wanita itu.
Bentuk tubuh: gemuk. Tinggi: 175cm.
Dia keluar dari gedung itu jam 10:45 malam.
Dengan sengaja menghindari kamera CCTV.
Tersangka ketiga, pria berjas hitam.
Dia kelihatannya relatif kecil.
Dia tiba jam 11 malam.
Tak ada gambar yang memperlihatkan dia meninggalkan gedung itu.
Tersangka keempat
menurut saudarinya korban, Cheng Yao,
pria ini adalah pacarnya Cheng Yao. Liu Yang, 23 tahun.
Dia memasuki gedung itu tengah malam.
Pergi sekitar jam 1 dini hari. Dia pergi dengan panik.
Cheng Yao dan Liu Yang berencana mengambil uang 50 ribu pada saudarinya.
Tapi Liu Yang tak muncul juga.
Sebaliknya, dia muncul sendirian.
Di tengah malam.
Kita ada alasan untuk berasumsi bahwa Liu Yang...
Kapten, Kapten. Ada pria berdarah-darah kemari ingin membuat pengakuan.
Batman? Kamu sering nonton film. Batman kesini mau mengaku...
Matahari sudah naik, Batman.
Liu Yang. Kami polisi.
Kami menghormati siapapun yang mau mengaku.
Karena kau datang kemari,
selama kau bisa jelaskan sendiri
kami akan pertimbangkan sesuai pengakuanmu.
Aku tak membunuh dia.
Lantas kenapa kau kesini untuk mengaku?
Darah...
Darah...
Aku tak membunuh dia!
Kenapa dia?
Bantu dia. Tekan!
Apa kau sudah periksa darah di tubuhnya?
Sudah, sebenarnya
itu darahnya Cheng Xiao.
Benarkah? Kasus terpecahkan?
Aku tak membunuhnya. Aku tak membunuhnya!
Cepat ambilkan obat penenang!
Aku tak membunuhnya!
Ini sudah jelas gangguan Kejiwaan Psikosis Depresi.
Kami harus memastikan penyebabnya setelah beberapa kali pemeriksaan.
Apa ada semacam serangan ketika dia melihat darah itu?
Tentu saja. Sindrom Renfield.
Kegelisahan ketika melihat darah.
Benarkah? Mengerikan.
Baiklah, kau tetap disini.
Aku akan kembali menyelesaikan laporan.
Jangan tinggalkan aku disini.
Nanti aku jadi gila.
Kalau begitu gila saja.
Aku bisa disini menemani dia.
Merasa baikan?
Kalau begitu kita bisa ngobrol.
Aku takut. / Kau takut apa?
Kau tak membunuh dia.
Kau percaya padaku?
Aku tak membunuh dia.
Percayalah! Aku tak membunuh dia!
Aku tahu, aku tahu.
Saat kau tiba di sana, dia sudah mati.
Ya.
Darah...
di atas sprei putih...
Ada gaun merah.
Seperti darah.
Saat kumelihat gaun itu
aku jadi terlena.
Sudahlah, aku tak lapar.
Kau masih harus makan.
Kau belum makan seharian.
Kau tak bisa tidur bila belum makan.
Kau kira kita masih ada waktu buat tidur?
Tidak tidur...
Jika aku tak tidur... / Kau ini lelaki bukan?
Tiap hari yang kau pikirkan cuma makan dan tidur.
Apa kau memikirkan manfaatmu dalam hidup?
Manfaatku adalah menjaga dirimu.
Seperti janjiku pada ayahmu.
Aku akan melihatmu menikah dengan pria baik-baik. Maka teman baikmu ini, aku...
bisa menuntaskan janjiku.
Aku punya teman sepertimu,
apa aku perlu menikah?
Hush! Jangan sampai pacarku mendengarkan itu.
Lagi? Kau cukup produktif juga.
Produktif?
Aku tak memproduksi bayi.
Lao Zhou.
Mana Kapten? / Jangan selalu bicara sama bos.
Periksalah pasukan dukungan kita.
Aku tak mencari Kapten, aku...
Kakek.
Sudah kubilang, akulah yang bertanggung jawab pada kasus ini.
Kapten sangat sibuk. Jika ada apa-apa, beritahu aku saja.
Dia tak bisa mengurusi semuanya.
Cheng Xiao itu seorang pelacur.
Tak mungkin! / Apa Liu Yang yang memberitahumu?
Cheng Yao tak bicara jujur.
Apa? Apa kau mau membalaskan untuk dia?
Duduklah.
Tak ada yang bisa dibanggakan.
Dia tak mau mengungkit-ungkit masalah ini.
Saat kita sedang menyelesaikan kasus
kita harus berpikir pada posisi mereka.
Tapi sepertinya dia menyembunyikan informasi penting. Untuk menghalangi penyelidikan.
Ketika Liu Yang pergi ke apartemennya Cheng Xiao
pintunya sudah agak terbuka.
Dia masuk dan melihat gaun merah.
Laozhou...
Kau tak apa-apa?
Kau ini...
Kau pergi?
Bukan dia pelakunya. / Kau...
Bangun!
Maaf, maaf, pemerintah.
"TETANGGA: LI TIANXIAO"
Aku tak akan melakukannya lagi. / Lari, bukankah kau jago lari?
Itu hanya salah paham, mbak.
Katakan kenapa kau lari.
Kukira aku melihat hantu.
Jadi kau sudah tahu Cheng Xiao dibunuh? / Tentulah.
Aku tinggal di sebelah rumahnya. Semua orang membicarakannya.
Kenapa kau mesti takut sama hantunya?
Jujur saja
aku mengambil beberapa obat sebelum aku melihatmu.
Semuanya terlihat samar.
Tiba-tiba saja kau melihatmu.
Kukira aku melihat dia.
Bagaimana mungkin aku tak lari?
Bila begitu... kau juga pelanggannya?
Tetangga harus saling menjaga.
Tak ada salahnya 'kan.
Tak tahu malu!
Aku sudah tua.
Tak seenerjik kalian kaum muda.
Apa pantas berkelahi?
Ketika kau sudah tua, kau akan plin-plan.
Kurasa kau harusnya tak menyia-nyiakan waktu lagi.
Kasus ini tak ada hubungannya dengan kasus pembunuhanmu.
Nona, kau tak bisa buru-buru menyimpulkan.
Lihat saja sendiri.
Dia bukan pembunuhnya.
Kau bisa lihat ini juga bukan kasus pembunuhan berantaimu.
Dia ke sana karena uang itu?
Pada malam pembunuhan dia pergi ke tempatnya Cheng Xiao untuk berhubungan seks.
Melalui lubang di balkon
dia melihat Cheng Xiao menyembunyikan uang dalam lemari.
Restorannya Cheng Xiao melaporkan
uang 50.000 yuan hilang.
Tagihan notanya semuanya baru
ada nomer serinya. / Ya benar, Mei.
Ikut aku.
Kemana? / Ke lokasi pembunuhan.
Tak ada. / Kita sudah geledah seluruh tempat ini.
Tak ada uang.
Tak mungkin, aku melihatnya sendiri.
Tak ada orang lain di kamar ini.
Kau yakin?
Pasti dia.
Siapa?
Aku segera pulang setelah kumelihat dia menyembunyikan uang itu.
Aku berniat mencurinya setelah dia pergi.
Apa kau bodoh?
Kau tak bisa bicara ya?
Hey!
Maaf salah rumah.
Maaf.
Ini kasus yang istimewa.
Tanpa stimulasi darah
dia bisa normal seperti orang lain.
Dan dia sangat pintar.
Boleh aku bicara lagi sama dia?
Kurasa sebaiknya hentikan minum obat.
Lihat betapa pintarnya kau sekarang.
Kalau begitu lepaskan aku.
Kenapa aku tetap disini?
Apa kau yakin sudah baikan sekarang? / Itu tak penting.
Baiklah.
Mereka akan kemari membawamu ke kantor polisi.
Kemana? / Kantor polisi.
Kau belum mengakui semuanya.
Sudah kukatakan semuanya, apa lagi yang ingin kau tahu?
Cheng Xiao ingin memberimu 50.000 yuan.
Dimana uang itu?
Biar kujelaskan.
Cheng Yao dan aku pergi akan mengambil uang itu.
Tapi sekitar jam 10 malam
Cheng Xia SMS aku
kukira dia kangen aku.
Maka aku pergi sendirian. Aku tak tahu tak mendapatkan uangnya,
Dan terlibat dalam masalah seperti ini.
Pasti ada lagi lebih dari itu.
Apa lagi yang kau cari? Sudah kukatakan semua yang kutahu.
Aku bersumpah, semua yang kukatakan benar.
Kamu ini tak beragama.
Sumpahmu tak dianggap. / Bagaimana mungkin aku mengarang cerita padamu?
Aku sudah selesai! Aku tak bisa bicara ngawur padamu.
Kepalaku pusing. Dokter, kepalaku pusing!
Kau selesai bicaranya? / Selesai!
Tinggallah disini selama kau mau. / Berhenti! Berhenti!
Tunggu.
Jika aku bisa bantu menangkap pembunuh itu
apa nanti aku boleh pulang?
Menurut laporan forensik waktu kematian Cheng Xiao sekitar jam 12 malam.
Jam 5:45 sore
Li Tianxiao melihat Cheng Xiao menyembunyikan uang di lemari.
Jam 10:13 malam
sopir taksi Ke Zhenghua mengantarkan Cheng dan seorang pria pulang.
Jam 10:45 malam
pria tak dikenal pergi.
Sekitar jam 11 malam seorang pria bertopi baseball mengetuk pintunya Li.
Hanya ada 2 rumah di rubanah ini.
Jadi kita bisa asumsikan
pria berjas hitam datang untuk mencari Cheng Xiao.
Menurutmu pria berjas hitam yang pakai topi baseball?
Ya, kurasa dia pembunuhnya.
Motifnya adalah uang. / Bagaimana dia membunuhunya?
Menurut pernyataan pemilik restoran
kami bisa pastikan untuk tujuan membayar biaya sekolah saudarinya
Cheng Xiao mencuri uang dari restoran
dan menyembunyikan uang itu di rumahnya. Tetangganya Li Tianxiao berniat mencurinya.
Tapi tak menyangka ada penyusup.
Pria berjas hitam datang mencari uang itu.
Dia membunuh Cheng Xiao dan mencuri uang itu.
Aku akan cek sistem bank
saat rangkaian tagihan ini ditemukan kita akan mengetahuinya.
Bisa kau jelaskan...
kapan pria berjas hitam itu pergi?
Aku melihat sebuah gang di lingkar jalan kedua
di belakang gedung tanpa ada kamera CCTV.
Ada rute pelarian yang lain.
Bukankah ini terlalu dini untuk menyimpulkan?
Bos.
Kami sudah temukan uang itu.
Kapten, aku meminta ijin penangkapan.
Mana sopan santun kalian? Aku bisa tuntut kalian.
Aku tak punya waktu berurusan dengan kalian.
Kembalikan tasku. Aku harus pulang dan masak buat suamiku.
Kau masih harus menjelaskan dari mana asal uang itu.
Itu uang kami.
Gajinya suamiku.
Kami sudah kerja keras demi uang itu.
Kami ada buktinya.
Uang itu ada kaitannya dengan kasus pembunuhan. Mohon bekerjasamalah.
Aku butuh pengacara.
Aku punya hak tetap diam.
Jantungku...
aku kena serangan jantung.
Mei, menelpon ahli forensik.
Dia baru membuka satu mayat
ada sebotol obat dalam sakunya. Bibi kita ini membutuhkannya.
Aku tak butuh itu.
Telpon saja suamiku, Gao.
Jenderal Gao, silahkan. Minum tehnya.
"Manajer Departemen Keuangan: Tn. Gao"
Apa kau tak bisa ketuk pintu? Sungguh tak sopan.
Sudahlah. Kita bicarakan nanti saja.
Aku masih ada pertemuan.
Kembali. Kenalkan Jenderal Gao dari Departemen Keuangan.
Selamat siang. / Inikah gadis yang menahan istriku?
Kami hanya introgasi...
Sekarang apa kau sudah selesai?
Kami boleh pergi sekarang?
Rasanya tak boleh. / Jadi kami terlibat masalah begitu?
Masalah besar.
Menurut UU Kriminal, istrimu terlibat satu kasus pembunuhan.
Jika dia tetap menolak bekerjasama
kami harus mendesak dia.
Pembunuhan?
Lelucon macam apa ini? Istriku bahkan tak berani membunuh ikan.
Kasus 15, korban Cheng Xiao menyembunyikan 50.000 di rumahnya.
Tapi kami tak menemukan uang itu.
Secara kebetulan, istrimu
muncul di bank dengan membawa uang ini.
Jenderal, karena kau disini
maukah kau membantu tugas kami?
Apa kau sudah pastikan dia yang di dalam taksi itu?
Positif.
Mereka duduk di kursi belakang.
Siapapun akan paham yang sedang terjadi.
Baguslah! Terima kasih.
Sama-sama. Kami punya kewajiban membantu.
Boleh aku pergi sekarang? / Ya.
Kabari aku bila kau butuh sesuatu. / Baiklah.
Aku bertemu dia di restorannya.
Dia orang jujur dan pekerja keras.
jadi kami bisa akrab.
Bulan lalu dia meminta uang padaku.
Kukira seorang wanita tak akan muncul butuh uang
jika dia tak sedang putus asa.
Jadi dia kupinjami uang. Malam itu dia mengatakan ingin memngembalikan uang itu.
Aku tak tahu dia mencuri.
Orang memang susah dipercaya.
Jam berapa kau pergi?
Waktu itu...
sekitar jam 10:30 malam, aku tak ingat.
Pasti sebelum jam 11 malam.
Ada pertemuan mendesak malam itu.
Aku tiba jam 11 malam.
Aku hampir terlambat.
Dimana kalian berpisah? / Dimana lagi?
Tentu saja dekat restoran dia.
Sudah kubilang hubungan kami wajar saja.
Bukan seperti yang kalian kira.
Apa yang kami kira?
Kau bicara denganku? Mana sopan santunmu?
Mana kapten kalian? Panggil dia kemari!
Ini sungguh konyol!
Apa kau mau memerasku? Apa aku ini penjahat?
Aku tak mengatakan kau penjahat.
Kau yang lebih tahu yang telah kau perbuat!
Kurang ajar!
Beraninya kau kurang ajar pada pejabat negara!
Akan kutuntut kau karena pencemaran nama baik!
Kau akan terima akibatnya.
Ya, aku bertanggung jawab pada ucapanku. Setiap kalimatnya.
broth3rmax
Kau tak apa-apa pulang sendirian? Aku bisa carikan mobil.
Aku tak masalah. Cuma ingin sendirian.
Jangan terlalu dipikirkan.
Saat ini belum ada yang jelas.
Dia... aku sudah tahu yang terjadi.
Apa yang kamu lakukan disini?
Apa ayah akan menceraikan ibu?
Nak, ini bukan seperti yang kau kira.
Kau...
itu sudah bertahun-tahun lamanya.
Itu alasan yang sama.
Jika kita keliru kali ini tim kita di kantor ini akan habis.
Bagaimana dia bisa masuk ke situ?
Ada sesuatu yang terjadi...
Aku tak menyangka.
Cheng Xiao itu gadis yang baik.
Dia mengembalikan 50.000 yuan itu padaku.
Apa kau bertemu dia saat terima uang?
Aku tak tahu dia ingin mengembalikan uangnya.
Aku sungguh menyukai dia.
Tapi aku tahu itu tak bermoral.
Jadi aku ingin berpisah dengannya.
Malam itu aku pergi untuk menemui dia.
Untuk mengucap selamat tinggal padanya.
Demi ini, kuberi dia gaun merah.
Edisi terbatas Chanel.
Kaukah yang memberi gaun merah itu? / Ya, aku ingin...
Kau ingin dia memakainya sampai mati.
Agar dirimu merasa lega.
Tidak, bagaimana mungkin aku bertindak begitu?
Ini ponselmu?
"Sudah dilaksanakan."
Jenderal, bisa jelaskan ini?
Aku SMS pria itu.
Aku sudah batalkan transaksinya! Ini tak ada hubungannya denganku.
Tak ada!
Jenderal Gao. Kami menuntutmu karena menyuruh pembunuh bayaran.
Pria yang kau sewa secara sadis membunuh Cheng Xiao.
Laozhao, kuhormati kau karena kau seniorku.
Tapi ini tak setia pada tim.
Kucing putih, kucing hitam. Siapapun yang menangkap tikus, itulah kucing yang jago.
Dari mana kau mendapat ponselnya?
Istrinya yang memberikan padaku.
Bagaimana kau bisa mendapat kembali pesan SMS itu?
Liu Yang, keahlianku adalah ramah-tamah.
Bisa kau jelaskan...
mengapa Cheng Xiao menyembunyikan uang itu
sebelum mengembalikannya pada Gao?
Rincian itu
bukanlah wilayahku. / Apa maksudmu? Kau...
Ini bukan kasusku. Aku... kau...
Kalian harus bersiap menangkap pembunuh itu.
Aku pergi dulu. / Kau pergi?
Kali ini...
aku salah.
Nona, kau harus atasi.
Target disini.
Polisi! Jangan bergerak!
Apa yang kau lakukan? / Jangan bergerak.
Bos, apa ini orangnya?
Disini.
Silahkan masukkan pemeriksaan keamanan.
Silahkan masukkan ke pemeriksaan keamanan.
Anda mau kemana?
Masukkan ke pemeriksaan keamanan. / Aku mau memasukkannya.
Apa isinya? / Kau melanggar hukum.
Kau tak berhak menyentuh barangku. / Berikan.
Kau tak berhak menyentuh barangku.
Kau bisa lihat. Dia sebenarnya kehabisan darah.
Tanahnya penuh bercak darah.
Cairannya juga kering.
Lihat perutnya. Aku bisa katakan.
Dia tak makan dalam 7 hari.
Bos, lihat kukunya.
Mungkin seorang pelacur.
Periksa nomer-nomer telponnya. / Bagaimana caranya?
Lihat wajahnya, sudah membusuk.
Chen, kau baru bekerja.
Inilah kesempatanmu.
Berusahalah.
Jika aku bisa tindak lanjuti kasus ini
kita pasti bisa tangkap penjahatnya.
Aku bisa memberimu tumpangan.
Antarkan saja ke stasiun kereta api.
Apa kau sudah menangkap pembunuhnya?
Bukan dia pelakunya. / Apa?
Mustahil.
Jangan sebut-sebut itu. Aku tak mau membicarakannya.
Halo?
Apa yang terjadi?
Si gaun merah lagi.
Tim forensik baru memastikan
kedua mayat itu kehabisan darah.
Dia tak ada disini. Dia ada di TKP.
Salah sambung.
Ini bukan hotel.
Kamu sekarang yang menerima telpon?
Semua orang pergi ke TKP.
Bukankah kau pergi?
Kenapa kembali? / Kudengar kasus Xing Min belum ditutup?
Jangan sebut-sebut itu. Kita sudah tangkap pelakunya.
Tapi dia penipu.
Kau tak bisa percayai internet sekarang.
Kau bisa sewa geng palsu.
Dimana dia? / Di kunci disitu.
Dengar, pengalaman detektif kita segera mengetahui.
Bukan dia pelakunya.
Anak muda tak berpengalaman.
Tapi dia berada di TKP.
Memang.
Tapi dia bodoh sekali kalau salah mengetuk pintu.
Li Tianxiao membuka pintu
dia terkejut lalu lari ke atap.
Tak turun sampai keesokan paginya.
Saat dia turun dia mendengar akalu Cheng Xiao sudah mati.
Dia tak bisa melepas uang yang dia janjikan.
Dia SMS Gao mengatakan kalau dia sudah melaksanakan.
Bukankah itu menyesatkan?
Jenderal Gao juga goblok.
Jika dia pintar
dia tak akan menyewa seseorang secara online...
Laozhou, apa kau... / Mungkin...
kau akan memohon padaku untuk tetap disini.
Apa kau melihat pria yang kami tangkap?
Ya.
Bukan dia pelakunya.
Laozhou
sesuatu yang harusnya tak kutanyakan...
15 tahun lalu...
Kau ingin tanya
apa kesalahan yang kulakukan?
Min tak bermaksud begitu.
Dia cuma ingin tahu.
departemen punya kekusasaan tinggi.
Bagaimana mungkin pembunuh masih bisa lolos?
Itu kesalahanku.
Mayat wanita yang kami temukan amat membusuk.
Tak ada petunjuk yang cukup berharga.
Aku punya beberapa kasus besar yang akan ditutup.
Jadi aku tak terlalu memikirkannya.
Aku hanya menempatkan orang dalam untuk menanganinya.
Tak disangka setelah satu minggu di sebuah gedung yang rusak
kami menemukan mayat lagi dengan ciri-ciri yang sama.
Korban adalah seorang penari di kota.
Dia kadang-kadang menjual tubuhnya.
Aku tak pernah bisa lupa tatapan wajah ayahnya.
Ketika dia melihat untuk mengenali mayat itu.
departemen telah membuat keputusan
untuk menggabungkan kasus-kasus itu.
Aku kembali mencari orang dalam
dia bilang ada seorang saksi.
Seorang warga desa yang menemukan mayat itu.
Aku pergi ke desa untuk menemui dia.
Tapi aku melihat pemakaman dia sendiri.
Sehari sebelumnya dia tenggelam di kubangan.
Ini adalah takdir.
Kubiarkan dia pergi sekali, dia akan terus kembali, dan terus kembali.
Andai aku bisa anggap orang-orang ini
sebagai para korban biasa.
Sebaliknya, malah menghentikan penyelidikan.
Ketika aku mengetahui pekerjaan mereka
aku bisa menyelamatkan beberapa orang.
Orang-orang itu menjual tubuhnya
merusak keluarga
kau tak salah. Begitu juga aku.
Jika kau masih beranggapan begitu, kau tak akan bisa menutup kasus ini...
Beranggapan seperti apa?
Kau tak perlu kasih tahu apa pendapatku.
Laozhou, kau tak kenal Min...
Kita membicarakan tentang nyawa manusia.
Kalian kaum muda tak boleh plin-plan.
Apa kau tahu masalahmu?
Masalahmu adalah
kau tak pernah anggap mereka seperti manusia sesungguhnya.
Kau anggap mereka itu pantas mati.
Laozhou, kau jangan... / Tak perlu berdebat dengannya.
Dia orang yang ahli.
Kita tak seperti dia. Kita tak bisa memilih kasus seluruh negara ini.
Kukatakan sekali lagi, aku bukan ahli.
Aku cuma polisi tua.
Yang menghabiskan hidupnya untuk memperbaiki kesalahan.
Kedengarannya begitu baiknya? Memperbaiki kesalahan?
Kukasih tahu ya.
Di mataku
kau menyia-nyiakan waktu dan hidupmu.
Maka itulah karmaku!
Xing Min, apa kau tahu?
Dengan sikapmu sekarang ini
kau tak ada bedanya dengan pembunuh itu.
Kau yang pembunuh. Kau membunuh!
Kami telah menyelidiki.
Dan menghubungi personil departemen yang hilang.
Karena kalian menyebutkan kasus yang kutangani bulan lalu
aku ingin membagikan informasi lagi.
Korban, Guo Lili.
Ditemukan tewas di tempat parkir dekat Universitas Bahasa Asing.
Darah terkuras habis.
Gaun merah ditemukan di TKP.
Menurut teman kelasnya keluarganya Guo Lili tergolong miskin.
Dia kerja sambilan sepulang kuliah.
Dia putus kuliah dan ditemukan di bar-bar erotis.
Setelah bar-bar itu ditutup
dia menghilang.
Meski kita tak bisa mengenali kedua korban baru ini
dengan ciri kehabisan darah, gaun merah, stoking hitam
dan ikatan yang bisa kita lihat
ketiga kasus ini mirip
dengan kasus pelacur 15 tahun lalu.
Kita bisa pastikan pembunuh berantai lebih dari 15 tahun membunuh.
Dia ada di kota kita.
Ini korban pertama dari 15 tahun lalu.
Kita masih belum bisa pastikan identitasnya.
Aku terus membawanya ke seluruh negara ini.
Mungkin ini sudah takdir.
Penjahat itu muncul lagi disini.
Bulan depan aku akan pensiun.
Kuharap kasus yang bersamaku 15 tahun ini
bisa berakhir sebelum aku pensiun.
Semuanya,
aku menaruh harapan pada kalian.
Saudara, mana berani kubercanda padamu?
Gadis-gadis muda sekarang transaksinya lewat internet.
Setelah mereka pergi ke bar dan klub
mereka sungguh tak mendatangiku lagi. Bulan lalu ada beberapa gadis muda.
Tak begitu serius dengan pekerjaan ini.
Tinggal beberapa saat, naik taksi lalu pergi.
Bahkan aku tak ingat nama mereka.
Setelah itu mereka tak pernah keliatan? / Tidak sama sekali.
Mereka masih hutang padaku komisi beberapa hari.
Kau tahu ada aturan di semua industri.
Itu sungguh menggelikan.
Apa kedua gadis ini?
Mungkin... ya dia!
Kelihatannya baik, tapi suka merayu.
Kapan terakhir kau melihat mereka?
Awal musim gugur. Kuingatkan dia untuk memakai jaket.
Sekarang ini cuacanya dingin.
Dia masih memakai gaun merah dengan bahu terbuka.
Tipe orang yang sok kaya.
Dia kesini dulu, kemudian pergi?
Ya betul.
Dia kesini sebelum dia naik taksi dan pergi.
Bos, semua ruangan penuh.
Kita harus masukkan dia kemana?
Bukankah dia orang yang... / Ya, dia yang mengantar pulang Cheng Xiao.
Kau Tn. Ke Zhenghua.
Mereka membawamu ke sini juga.
Tak ada masalah. Sudah kewajibanku membantu polisi.
Ya. / Pak polisi.
Kau bisa membantuku?
Tentu, silahkan. / Aku merasa tak akan selesai cukup lama.
Orang rumah ada yang sakit.
Ada yang sakit di rumah? / Bukan masalah lainnya.
Tapi lihatlah langit, aku khawatir nanti hujan.
Jendela rumahku masih terbuka.
Bagaimana kalau
kau pulanglah sekarang. Kembali setelah kau tutup jendelamu?
Itu tak pantas.
Kita semua disini menunggu untuk ditanyai. Aku tak mau membuat masalah.
Mungkin
bisa kau carikan petugas polisi untuk membantuku?
Aku bisa pergi.
Terima kasih banyak.
Maaf, ini urusan pribadi.
Bantulah aku menutup jendela rumah. Jangan khawatirkan hal lainnya.
Terima kasih.
Baiklah.
Tak ada masalah sekarang. / Ruangan mana?
Halo? / Kapten menyuruhmu ke wilayah Barat segera
Ada pelanggan pijat melaporkan, mungkin saja itu petunjuk.
Mereka hampir tiba.
Mbak, jika tak ada hal lain, aku akan pergi sekarang.
Tiga.
Bandara menelpon taksi sekarang.
Jangan dijawab. Kemarin malam aku pergi, cuma dapat 200 yuan.
Stasiun kami menyarankan pada para wanita muda.
Jangan keluar malam-malam sendirian.
Kenapa harus mengingatkan mereka?
Yang keluar malam itu
mereka semua pelacur!
Tetap diam di tempat, semuanya duduk.
Laozhou, kau sedang apa?
Bukan apa-apa.
Membantumu menata berkas.
Sial, aku harus mengurus satu ini...
Sekarang aku mengurus dua.
Siapa yang butuh kamu mengurusku? Kau ada kerjaan yang harus dilakukan.
Kerjaan apa?
Mereka sudah punya orang-orang disini.
Kita cuma bisa menata berkas disini.
Apa?
Mereka semua disini? / Para sopir taksi itu disini, tapi
ini kerjasama, bukan introgasi.
Tanpa bukti
mereka buang-buang waktu saja.
Bajingan tak berguna!
Kenapa kau menahanku? Apa buktimu? Tunjukkan!
Ini bukan penahanan. Ini kerjasama.
Aku bisa kerjasama, juga tak bisa kerjasama, 'ya kan?
Tapi ini sudah kewajiban warga untuk bekerjasama dengan polisi.
Kau bicara soal hak-hakku.
Kukasih tahu hak-hakku.
Jelaskan! Dimana kau memarkir mobilmu?
Di pinggir jalan.
Kemudian? / Memeluk pundak si cantik.
Si cantik apa?
Peri di bawah payung.
Kamu ini bicara apa sih?
Mana perinya? Katakan! Kau bersama siapa?
Aku atasi yang ini. / Kau tak berkepentingan...
Kau tahu kenapa kami membawamu kemari?
Ya, untuk kerjasama.
Aku sudah kesini 2 kali.
Kau boleh tanya apa saja.
Kau dulu tinggal di tempat lainnya?
Setelah lulus SMP aku sudah jadi sopir.
Jarak jauh untuk suatu perusahan dulu di kampung halaman.
Kenapa kau pindah ke sini?
Istriku sudah bersamaku lebih dari 10 tahun.
Dia menjalani hidup yang berat.
Kuingin dia istirahat di tempat dia dilahirkan.
Ini tak melanggar hukum 'kan? / Tiap malam kau keluar untuk jadi sopir.
Dan kau selalu pergi ke jalanan itu.
Bagaimana kau menjelaskannya?
Ada sesuatu yang tak kau ketahui.
Kerja malam lebih menghasilkan uang malam. Di malam hari
hanya area situ yang masih ramai.
Aku butuh uang. Aku harus cari uang untuk istriku yang sakit.
Apa itu tak masalah?
Tentu, kalau begitu kita ganti topik.
Boleh. / Istrimu sakit di atas ranjang
selama bertahun-tahun ini.
Bagaimana kau mengatasi kebutuhan seksualmu?
Pertanyaan ini agak pribadi...
Kau mengantarkan para pelacur pada malam hari.
Untuk memenuhi hasratmu.
Ucapanmu terlalu kasar.
Kau berhubungan seks dengan mereka.
Lalu kau membunuh mereka.
Detektif Xing.
Mereka itu pelacur 'kan?
Sungguh wanita kotor.
Jika kau jadi aku, apa kau mau berbuat sesuatu terhadap mereka?
Detektif.
Apa yang kau lakukan? / Ada apa ini?
Tn. Ke, maafkan aku. Dia tak menangani kasus ini lagi.
Silahkan pergi dan beristirahatlah.
Kami sudah ada gantinya. Tapi kami masih butuh bantuanmu untuk penyelidikan.
Tapi, kapan kau...
Kapan kau akan menyelesaikan?
Kau menyuruhku ke sini dengan buru-buru. Aku tak sempat beri obat pada istriku.
Sekarang sudah beberapa jam.
Aku harus pulang bantu istriku membalikkan tubuhnya.
Aku tak tahu di rumahmu ada orang sakit.
Xing Min, bukankah kau buru-buru mencapai hasil?
Cepat bantu dia.
Aku tak akan pergi.
Tn. Ke, jika tak masalah aku bisa pergi bersama Xing Min.
Kalian berdua bisa pergi bersama.
Tn. Ke, tolong tunggu lebih lama lagi.
Tak masalah.
Terima kasih kalian berdua.
Istrimu butuh apa, akan kami siapkan.
Tidak rumit. Ada kantong nutrisi di kulkas.
Kau isi ulang saja kantongnya.
Tak masalah kalau begitu.
Juga, Detektif Xing
ini rasanya memalukan.
Tapi istriku sedang menstruasi sekarang.
Bisakah kau gantikan pembalutnya?
Ada pipis dan darah. Aku takut kau kena infeksi.
Lihat.
Ini sejenis tanah liat. Dari mana asalnya?
Aku tak kaget.
Saat aku kecil, di kelas kesenian kami bisa menggalinya di halaman.
Bersih sekali.
Bahkan di dalam kulkasnya.
Apa itu kantong nutrisinya? (infus)
Aku merasa dia sedang tidak nyaman.
Biar kubersihkan dia dulu.
Matanya terpejam sekarang. Terakhir aku ke sini
matanya terbuka lebar. Cukup menakutkan.
Laozhou, bisa tinggalkan kami sebentar?
Baik, baik.
Aku pikir, mungkin aku keliru terhadap Ke Zhenghua.
Dia berprasangka buruk terhadap para pelacur.
Tapi itu bukan berarti dia adalah pembunuhnya.
Dia bisa mengurus orang lumpuh dengan baik.
Membuat semuanya jadi bersih.
Ini tak gampang.
Halo?
Kami akan ke sana.
Ada apa? / Satu mayat baru ditemukan di belakang pembuangan sampah.
Bos.
Kata tim forensik kali ini cepat.
Darahnya mengucur dari urat lehernya. Waktu kematian kurang dari 4 jam lalu.
Itu berarti bukan awal jam 7 pagi?
Ya. / Mana Zhenghua?
Masih di kantor.
Setelah kau pergi
aku tak pernah melihat dia.
Dia tak mungkin melakukan ini.
Pintu bergulir ini otomatis.
Terbuka pada jam 7 pagi.
Tertutup jam 6 malam.
Biasanya mobil mengambil sampah
dari jalanan sekitar jam 10:30 pagi.
Mobil-mobil tiba ke sini sekitar jam 11 siang.
jadi tak ada orang yang menemukan wanita ini, sampai mobil pertama masuk.
Kamera CCTV? / Minggu ini jalan sedang direnovasi.
Semua listrik padam.
Ini rupanya tempat pembunuhan terjadi.
Tapi tak ada tanda-tanda perlawanan.
Laozhou,
apa menurutmu ini kasus yang sama? Kali ini bukan kehabisan darah, ini darah mengucur.
Selain gaun merahnya, tak ada yang bisa dibandingkan.
Identitas.
Gadis ini juga mirip dengan pelacur.
Waktunya minum obat.
Aku harus berangkat kerja.
Jangan nakal.
Kau bisa bergerak sekarang.
Bagus.
Sepertinya kita harus sesuaikan obatnya sekarang.
Minum yang ini dulu. Bagus.
Gadis pintar.
Gadis pintar, buka mulutmu.
Aku lagi istirahat, cari orang lain saja.
Seorang wanita di tengah malam begini.
Nanti vampir bisa menghisap darahmu. / Polisi.
Tunjukkan ponselmu. / Memang kenapa kalau polisi?
Kau meminta bantuanku.
Aku punya hak untuk menolaknya.
Hanya karena aku orang baik saja. Aku tahu betapa kerasnya kau bekerja.
Kau boleh memakainya...
Kamu tak punya WeChat?
Mbak, memang aturan siapa
mengharuskan semua orang pakai WeChat?
Seleramu bagus juga.
Kau bisa tahu horoskop dari bulan.
Kau ini...
Apa yang kau lakukan?
Berikan ponselmu. Potret bulan itu dan diposting.
Kita lihat berapa banyak orang bisa melihat horoskop.
Kau saja yang foto.
Aku tak pernah memakainya.
Petugas!
Kenapa kesini malam-malam begini? / Aku menduga kau akan pulang sekarang.
Mengganti popoknya istrimu.
Benar 'kan.
Kau butuh aku?
Ban belakangmu kayaknya kempes.
Ban depan masih kencang.
Tak mungkin.
Aku baru perawatan kemarin.
Kalau begitu kau pasti menyimpan sesuatu di bagasimu.
Apa kau mencurigaiku?
Bagaimana mungkin?
Bukalah.
Biar aku jelaskan.
Aku tak mencurinya.
Kedua batu ini sudah di luar musium selama beberapa bulan.
Lihat dirimu gugup sekali.
Ini bukan kayak kau menyembunyikan mayat wanita atau lainnya.
Jangan menakut-nakuti aku.
Tunjukkan ponselmu.
Sayangku.
Bisakah kau bersikap kayak wanita sekali-kali?
Mei. Bagaimana analisamu?
Apakah benar? Kita buang-buang waktu!
Analisaku tak mungkin keliru. Ini pastinya arah kita sejak awal.
Mungkin kita harus mencermati kamrea CCTVnya lagi.
Mungkin kita bisa temukan petunjuk baru.
Jam berapa sekarang?
Makin sering kau melihat video ini makin banyak orang mati di depan kita.
Baiklah, jangan bertengkar.
Mei, apa para ahli di departemen kembali padamu?
Apa lagi yang bisa mereka katakan?
Mereka bilang padaku semua hal yang sudah kita ketahui sebelumnya.
Luka pisau dari mayat di gudang
mereka ada pertanyaan soal bentuk pembuluh.
Mereka mengambil sampel dan kembali untuk menganalisanya.
Saat mereka sudah selesai
mungkin ada 4 atau lima lagi yang akan tewas.
Begini...
apa kalian lapar?
Biar kuambilkan makanan.
Min.
Apa kau tahu mengapa kasus-kasus bergerak susah dipecahkan?
Karena kasus-kasus itu acak.
Kau berjalan di jalanan, kau melihat seseorang, kau bunuh.
Setelah beberapa hari, bunuh orang lain lagi.
Itulah sebabnya
para korban ini, tak peduli umur atau tinggi badan
tak ada kesamaan.
Faktanya mereka itu para pelacur.
Menetapkan gaya hidup mereka secara pribadi dan sambil bergerak.
Karena mereka para pelacur.
Ketika mereka menghilang, tak ada yang melaporkan.
Ditambah lagi tempat-tempat dia membuang mayatnya letaknya tersebar.
Saat lokasi ditemukan
waktu terbaik untuk menyelidiki sudah lewat.
Pria ini hanya menginginkan satu poin.
Aku tahu kau selalu kurang tidur malam akhir-akhir ini.
Jangan takut, ini tak sakit.
Bukankah sebaiknya tidur saja?
Tak perlu repot-repot apakah kau tak melihatnya atau tidak.
Biar kubantu ganti popokmu.
Kau ini lumpuh. Dari mana asalnya darah itu?
Darah, darah, darah!
Ayo, ayo. Makanlah selagi panas...
broth3rmax
Orang mati memakainya. Apa kau keberatan?
Memang kenapa?
Ini cuma sepotong baju.
Apa yang kita lakukan ini... pelanggaran?
Kita hanya berusaha, siapa yang tahu?
Bagaimana jika kau benar-benar bertemu dia?
Maka kita tangkap saja dia.
Laozhou, kau seorang detektif yang berpengalaman.
Anak kecil tak mengikuti aturan.
Tapi kau tak boleh. Kau melanggar dan sengaja mengabaikan aturan.
Xing Min lahir di keluarga polisi.
Jika dia celaka
bagaimana caraku menjelaskan pada para senior?
Kapten, Xing Min menghilang.
Kita tak mencarinya. Apa yang kita lakukan disini?
Aku sedang menekankan kedisiplinan.
Sekarang bukan saatnya! / Sudah cukup!
Sopir truk air bilang padaku, Xing Min masuk taksi.
Kapten, beri aku 2 tim. 1 tim ikut aku ke rumahnya Ke Zhenghua.
Tim lainnya akan mengikuti Mei. Memeriksa kamera CCTV dari semua sudut.
Ambil rekaman semua taksi yang lewat.
Apa kalian paham? Ayo bertindak!
Mei, aku telah bandingkan rekaman kamera CCTV.
Lanjut! / Hanya ada 5 taksi sekitar jam itu
yang melintas dekat jembatan. Taksi-taksi itu milik 3 perusahaan taksi.
Hanya 1 taksi yang memalsukan plat nomornya. / Plat nomor palsu?
Lanjutkan! Periksa rute perjalanannya.
Tunjukkan padaku darimana asalnya!
Pak polisi. Sudah berulang kali kau lakukan ini terhadapku.
Sekarang sudah larut malam. Kau tak tidur.
Tak menyopir, apa yang sedang kau lakukan?
Au hanya membantu istriku, ini mau pergi.
Aku merasa ngantuk. Jadi aku tiduran di mobil.
Memang ada apa?
Kemarin antara jam 4 sampai 4:30 pagi
apa yang kamu lakukan? / Memangnya apa yang kulakukan?
Nyopir taksilah. / Dimana?
Kemarin...
Jalan Yansha, Jalan Beiwei...
aku tak ingat.
Biasanya aku segera pulang.
Keberatan bila aku masuk rumahmu?
Sekarang sudah larut malam.
Pak polisi.
Istriku sedang tidur.
Apa kau sengaja mencekik dia?
Udaranya terlalu kotor.
Terutama saat malam.
Rumah kami sudah tua.
Tapi itu dibangun dengan batu bata dan ubin.
Sangat kokoh.
Ada apa?
Bagaimana dengan bagasiku?
Kau pergi?
Hati-hati ya!
Halo? / Mei.
Bantu aku mengecek catatan rute perjalanan taksi Ke Zhenghua.
Baik. / Semuanya! / Baik, Laozhou.
Siapa ini!
Sinyalnya offline lagi.
Apa mungkin ada gangguan? / Menuju utara.
Hanya hanya bisa pergi ke arah itu sekarang.
Kita tak bisa lewat.
Ayo naik dari sini.
Kami menemukan pemilik mobil itu.
Mobilnya menabrak semak-semak pinggir jalan pagi hari.
Sopirnya melarikan diri.
Melalui kamera CCTV
sopirnya seorang pemuda.
Kapten ke sana untuk membawa dia kembali.
Aku bukanlah lelaki sejati.
Aku tak mau ke TKP itu.
Aku takut dia akan menertawaiku.
Kapan aku bisa punya pacar?
Hanya Min wanita yang kucintai.
Aku bukan lelaki sejati.
Aku lemah. Tapi aku mencintai dia!
Apa yang telah kuperbuat?
Ayo.
Maaf, petugas. Saat itu aku ngantuk, aku tak berniat lari.
Apa yang kau lakukan? / Aku sedang mencari seseorang.
Siapa yang kau cari?
Aku ingin lari lebih dulu.
Tapi kemudian kukira dia pasti akan menepati janjinya.
Jadi aku berusaha mencari kemana-mana pemilik mobil itu.
Kau bukan pemilik mobil itu?
Bukan. Aku menemukan kerjaan ini lewat internet.
Aku giliran nyopir malam. dapat sedikit atau banyak, uangnya kami bagi.
Siapa pemiliknya?
Aku benar-benar tak tahu.
Apa kau mengira IQ polisi itu nol?
Aku benar-benar tak tahu.
Kami hanya berhubungan melalui internet. Menentukan waktu dan tempat untuk mengambil mobil itu.
Menaruh uangnya dalam mobil. Sudah beberapa bulan ini.
Kami sungguh tak pernah bertemu.
Li Chun, apa kau kenal? / Siapa?
Begini,
Li Chun adalah pemilik mobil yang kami temukan melalui Daftar Nomor Dinas Sosial.
Mobil ini bukanlah taksi!
Mei.
Mei.
Kau sedang apa? / Aku sudah memikirkannya.
Aku tak boleh terus begini.
Akan kulawan bajingan itu sampai akhir.
Apa kau tahu mau kemana?
Aku tak tahu. Ini bukan urusanmu.
Kalian semua tak berguna.
Dia akan kucari sendiri! / Mei!
Meishuo...
Sini.
Bentuk wajah yang sama. Gaya rambut yang sama.
Tapi kau bisa tahu dari rambutnya.
Ini baru dipotong.
Disini kuncinya.
Xing Min punya tanda lahir di punggungnya. Gadis ini tak punya.
Bagaimana kau bisa tahu?
Xiao Liu yang memberitahuku. / Bagaimana dia bisa tahu?
Mereka ikut renang massal tahun lalu. / Kau bisa memastikan?
Hampir positif.
Tapi aku butuh satu kepastian lagi dari DNA pada baju Xing Min untuk diuji.
Data berkas menunjukkan bila Li Chun menghilang 15 tahun lalu.
Tapi mobil itu melintas 5 tahun lalu.
Jika wanita itu sudah mati, bagaimana ini bisa terjadi?
Yang bisa kita lakukan hanya pergi kota kelahiran Li Chun untuk melacak kembali.
Silahkan diminum tehnya. / Terima kasih.
Mohon anda ingat-ingat,
bertahun-tahun ini, anda tak pernah mendengar kabarnya?
Dia pacaran dengan seseorang di sekolah.
Kusuruh dia untuk berhenti. Dia mengemasi semua barangnya lalu pergi.
Aku juga mengharap tak punya putri seperti ini dalam hidupku.
Siapa nama pacar cowoknya?
Dimana pacarnya tinggal sekarang, apa anda tahu?
Tidak.
Apa anda sudah mencari putri anda?
Jika aku tak butuh dia aku tak akan mencari dia.
Juga
jika aku memang butuh dia, dia juga tak akan membantu.
Dia tak bermaksud begitu.
Kami hanya ingin tahu.
Apa anda sudah bertemu pacar cowoknya?
Sudah, dia pernah ajak pacarnya ke rumah sekali.
Apakah ini orangnya?
Jangan berisik.
Potong.
Mbak, jangan takut.
Kami polisi.
Jangan takut.
Kami berencana untuk mengambil rekaman lain.
Setelah dia terbangun, kita lihat apakah dia bisa ingat sesuatu.
Laozhou.
Kau harus lihat.
Apa?
Ambilkan lampu senter.
Bau apa ini?
Wanita ini semangat hidupnya kuat sekali.
Dia disuntik obat penenang tiap hari. Namun otaknya masih tetap waras.
Berapa jiwa yang menahan nafas terakhirnya?
Aku lupa mengatakan padamu. Mengenai mayat di gudang itu
departemen menelpon. Mereka paham masalah pisau.
Itu disebabkan pisau itu menancap di tulang selangka dalam waktu lama.
Darah mengumpul di pembuluh
dan tiba-tiba terbuka.
Andai mereka memberikan hasil tesnya pada kita satu hari lebih awal
kita tak akan bertindak konyol begini.
Maksudmu...
Guan Hong, juga dibunuh oleh Ke Zhenghua?
Coba pikir
kenapa dia tak segera mencabut pisau itu?
Untuk memperpanjang waktu kematian.
Kenapa dia ingin memperpanjang waktu kematian?
Untuk menciptakan alibi.
Itu sebabnya kita semua bisa dikelabui.
Lihatlah, pasien itu yang menulis ini.
"buku"
"selamat ulang tahun! untuk Hua tersayang"
Chun besar tanpa seorang ibu.
Ayahnya pecandu alkohol.
Ayahnya memukulinya kalau sedang mabuk.
Aku besar bersama kakekku.
Mungkin karena itulah
kami saling menghangatkan di sekolah.
Aku tahu hanya padaku dia bisa bersandar.
Kami pindah serumah bersama.
Karena aku jauh lebih tua darinya.
Para tetangga selalu membicarakan kami.
Tapi Chun mengatakan padaku "selama kita saling mencintai
kita tak perlu pedulikan omongan mereka"
Hari-hari itu yang terbaik dalam hidup kami.
Andai waktu bisa berhenti.
Namun Chun seorang wanita.
Wanita butuh kesenangan.
Wanita butuh menikmati hidup.
Aku tak bisa berikan itu padanya.
Kemudian dia berubah.
Dia selalu pergi keluar.
Dia bilang bisa hidup mapan dengan cara dia sendiri.
Dengan cara dia sendiri?
Dia hanya bisa menjual tubuhnya.
Aku harus selamatkan dia.
Selamatkan para wanita tak tau malu itu.
Chun sangat putih (pucat).
Saat dia berbaring di atas tanah hitam. Dia sangat seksi.
Aku merasa itu terlalu rapuh.
Jadi aku biarkan darah keluar.
Chun yang pucat (tanpa darah).
Semua tiba-tiba menjadi begitu bersih.
Kalian wanita
tak tahu betapa bersihnya diri kalian.
Aku telah siapkan gaun merah untuknya.
Itu mengorbankan 2 bulan gajiku.
Aku berencana dia akan mengenakannya pada pernikahan kami.
Kenapa tak kau pakaikan saja padanya?
Kulitnya sudah tercemar.
Dia tak boleh memakainya.
Kulit harus bertobat.
Gaun merah untuk jiwa yang bersih.
Setelah itu kau tak penah berhenti membunuh?
Siapa yang tak menginginkan hidup enak?
Aku ingin menikah.
Aku ingin punya anak.
Tapi siapa yang tahu alasannya?
Aku harus menikahi gadis yang bersih.
Kalau begitu dia tak ada artinya bagimu?
Ketika aku mengetahui dia tak bisa punya anak
di hadapan dia
aku tak bisa...
Aku pria yang tak berguna.
Laozhou, cepat! / Ada apa?
Kami melihat video Ke Zhenghua sedang melintas gerbang jalan tol.
Berikan kuncinya.
Untuk beberapa lama, aku tak ingin membunuh lagi.
Tapi mereka tak mendengarkan.
Mereka tak punya malu.
Aku hanya bisa membunuh mereka.
Kukeringkan darah mereka.
Membersihkan perut mereka.
Agar mereka bersih suci untuk menuju pertobatan.
Dokter mengatakan penyakit istrinya tidaklah begitu parah.
Dia masih bisa bergerak. Dia masih bisa bicara.
Sepertinya dia juga jadi korban.
Dia tak menginginkan istrinya yang sakit mati.
Istriku adalah penyamaranku yang terbaik.
Jangan anggap dia seekor ayam betina yang tak bisa bertelur.
Masa menstruasinya selalu tepat waktu.
Aku harus bantu dia membersihkan darahnya.
Bagaimana dengan Cheng Xiao?
Aku tak berniat membunuh dia.
Tapi dia terus saja memain-mainkan gaun itu di depanku.
Bagaimana dengan Guo Lili?
Bagaimana dengan Guan Hong?
Sini aku kasih tahu.
Aku sendiri tak tahu nama-nama mereka.
Apa bedanya? Mereka semua cuma pelacur kotor.
Kau bukan manusia.
Sejak kubunuh kekasihku Chun
aku bukan manusia lagi.
Bagaimana bisa aku bertemu denganmu?
Malam itu kau berdiri di tengah hujan.
Sama seperti Chun dalam mimpiku.
Kau sangat cantik.
Sial, kita kehilangan mereka.
Dasar tak ada gunanya! / Laozhou!
Apa Min masih hidup?
Ya.
Dia sedang menunggu pernyataan cintamu.
Masuk mobil. / Kita tak menunggu para tim?
Aku tahu dimana mereka. Ikut saja aku.
Kau sama seperti Chun.
Cantik seperti Chun.
Ayo kesini.
Disini kami menemukan mayat pertama 15 tahun lalu.
Ada tanda-tanda perlawanan.
Laozhou.
Ini jam tangannya Min.
Ayo!
Aku tak menyangka
wanita suci sepertimu
tak bisa membuatku menegang.
Kau bukanlah Chun-ku.
Aku tak bisa menemukan Chun-ku lagi.
Laozhou, ini sebuah tebing.
Pegangan erat.
Chun tercemari. Dia kotor.
Dia tak bisa kembali lagi meskipun dia mati.
Kau bukanlah Chun.
Chun mendengarkann aku.
Dia tak akan menentangku.
Tentu saja aku bukan Chun.
Li Chun sudah mati 15 tahun lalu.
Laozhou terus membawa tengkoraknya.
Li Chun terus mengawasimu.
Semua yang kau lakukan.
Tapi kau...
kau seorang monster.
Kau membunuh wanita yang mencintaimu.
Dan kau gunakan itu sebagai alasan untuk membunuh lagi.
Kau tak pantas mati!
Taksi... Ke Zhenghua!
Cepat kejar, kejar dia!
Detektif Xing. Kau yang ke tiga belas.
Ini bukan angka yang bagus.
Aku tak akan membawamu ke makam bersamaku
Ke Zhenghua, kau tak boleh mati seperti ini.
Kau harus membuat pengakuan. Kau harus minta maaf pada para orangtua itu.
Hentikan mobilnya!
Hentikan mobilnya!
Xing Min! / Xing Min!
Nak, bangunlah.
Nak, nak!
Nona,
terima kasih telah menemaniku selama ini.
Kau memberiku keberanian.
Sekarang kau bisa beristirahat dengan tenang.
broth3rmax, 3 Juli 2018
no resync/re-upload/delete-credit broth3rmax, 3 Juli 2018
follow instagram @broth3rmax
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.