Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Do you want subtitles for any video? -=[ ai.MY-SUBS.com ]=-
(Transcribed by TurboScribe.ai. Go Unlimited to remove this message.) Bersambung...
Itu part paling menakutkan sih, karena saya melihat
sahabat saya sendiri, kayak, aduh ini Arung masih
bisa ditolong gak ya?
Rangkaian teror yang kita alamin itu memang tujuannya
adalah bawa Arung buat pergi.
Cuma ngelihat teman sendiri yang udah hampir gak
bernyawa itu sih yang paling bikin takut.
Ya, ya ditekan boleh, didorong, ya.
Lepas nafasnya bu, tarik, lepas.
Iya, sebentar lagi bu, iya.
Terus, ibu bisa, ibu bisa.
Terus, lagi bu, bagus, terus bu.
Nafasnya jangan lupa ibu, terus.
Iya, terus.
Alhamdulillah.
Ibu, didekat bayinya, langsung didekat ibu bayinya.
Biar merasakan detak jantung ibunya.
Mantri, mantri kenapa?
Kenapa?
Tukang, ada masalah.
Kenapa?
Dari lihat mata kamu, pasti ada yang kamu
pikirin.
Terima kasih ya.
Kamu memang tolong baik aku.
Tidak.
Pak Lelo, Lelo, Pak
Lelo.
Lelo, Lelo.
Harus relax.
Coba latihan.
Tarik nafas.
Lepas.
Nah, itu ya.
Itu.
Jadi, itu.
Apa sih?
Apa sih?
Ada apa sih?
Ada apa sih?
Kecua.
Jadi tadi cuma kecua doang?
Orang kecuanya gede banget.
Saya itu wanita sensitif, Bu.
Kalau lihat yang gede, gimana gitu?
Relax, relax, relax.
Aduh.
Ibu relax ya.
Nafasnya tarik.
Lepas.
Ibu kan mau ngelahirin.
Ibu ngelahirinnya di 1, 2, 3, 4.
Saya itu bukan bidan, Bu.
Tapi saya jago kalau buat bantu-bantu ngelahirin.
Saya panggilin dulu ya dokter kantrinya ya.
Sebentar.
Kamu kenapa, Rom?
Pelan, pelan, pelan, pelan.
Muang.
Masih jauh, Peng.
Harusnya udah deket sih, Peng.
Sudah gak jaman, Teh Lolet.
Biskinu.
Diuruskan.
Biar tetok.
Nah ini kamu juga diberesin dong.
Permisi, Pak.
Ini digeser, digeser ke sana.
Pak, dokter tetoknya ada?
Ini juga.
Kami yang mau PKL di sini dari Akademi
Perawat Maha Karya.
Kan saya sudah bilang, ganti sama yang baru.
Pak.
Hah?
Kami yang mau PKL di sini...
Dari kampus mana?
Kami dari Akademi Perawat Maha Karya, Pak.
Jangan panggil Pak, dong.
Mas.
Mas Herun.
Eh, nih.
Kalian yang bakal PKL di sini.
Siang.
Saya, Pika, ini, Arum, kami...
Bukannya saya udah ngomong sama dokter tetok ya?
Kalau yang PKL di sini harusnya laki-laki
aja.
Gak ngerti saya, Pak.
Ida.
Ida.
Iya, dok.
Nanti biar saya sendiri ngomong langsung sama dokter
tetok.
Biar kalian bisa segera dipulangin.
Pulang?
Ini siapin asrama buat PKL berdua, ya.
Sementara aja.
Ini gimana sih?
Baik, dok.
Sementara.
Eh, ayo.
Silahkan.
Ayo, ayo, ayo.
Ini siapa?
Arum.
Oh, Arum.
Pika.
Pika.
Bu, dokter di sini ada berapa ya?
Oh, yang tadi tuh dokter inggo.
Dia tuh dokter umum.
Ada tuh dokter tetok.
Dia spesialis gigi.
Ada lagi dokter diana.
Dia dokter kanduan.
Cuma tiga itu aja?
Kan udah lima tahun tadinya tutup.
Sekarang baru buka lagi.
Surat dari dinikesnya baru aja keluar.
Ya, tapi tenang aja.
Semua dokter praktek yang di sini ada.
Terus ini fasilitas kesehatannya lengkap.
Eh, kesanain ya, kesanain.
Ya.
Bu, kalau yang ini siapa?
Oh, itu dokter Bagas.
Yang punya rumah sakit ini.
Ayo mbak, sini mbak.
Ini maaf ya, lagi diberesin.
Karena lagi banyak perbaikan.
Nah, kita lewat sini nih.
Ini arah asrama.
Yuk.
Oh iya, di belakang sini juga bekas ada
pabrikula.
Tapi udah lama gak kepake.
Persis di belakang sini.
Mbak.
Sini, sini.
Ih, beratakan banget ini.
Maaf ya, ini lagi perbaikan.
Mbak, nanti kalau perlu spray baru, ya.
Terus juga bantah, selimut.
Nanti bilang sama saya.
Oh, iya.
Silahkan masuk.
Makasih ibu.
Masih banyak kerjaan.
Makasih ibu, Ida.
Iya, iya, iya.
Eh, Rum.
Ini gimana nih kalau kita beneran dipulangin cuma
gara-gara kita bukan laki-laki?
Lagi pula kan kita kesini juga karena rekomendasinya
Pak Arief.
Gimana ya?
Kamu gak mau telepon Pak Arief aja.
Siapa tahu Pak Ariefnya bisa bantu.
Telepon Pak Arief ya?
Yaudah deh, aku narotas kalian telepon.
Ya?
Halo.
Rum.
Aku minum.
Ini aku bawa.
Ada sama aku.
Aku beli langsung dari apoteknya, Dim.
Gak mungkin dong palsu.
Eh, Rum.
Ini katanya Pak Arief dia bakal ngomong langsung
ke dokter TETO.
Eh, Rum.
Kamu lagi dapet?
Itu nembus.
Bawa pembalut gak?
Aku punya pembalut sih kalau kamu mau.
Bawa, aku bawa kopi.
Hah!
Toiletnya rusak.
Kamu ngapain di sini?
Di sini rusak.
Gak bisa dipakai.
Udah sini-sini.
Aku tunjukin di kamar mandi yang lain.
Maaf, Bu.
Saya sudah bicara dengan dosen pembimbing kalian.
Memang kita lagi banyak sekali membutuhkan bantuan karena
kondisi klinik lagi dalam renovasi.
Saya pun paham.
Kenapa dokter Ingo tuh cemas?
Tapi, kalian tetap boleh pegail di sini.
Saya pun juga tidak akan menyangkal kalau tempat
ini memang butuh sekali banyak bantuan.
Dan kalaupun ada orang yang memang mau membantu,
saya pasti terima.
Makasih dok.
Iya.
Hey, aku cek kalau sebentar ya.
Siam.
Yur?
Itu mantan istrinya.
Ya walaupun sepertinya mereka masih berhubungan baik.
Dokter juga loh.
Oh iya?
Psikiater.
Malah dia punya praktek sendiri.
Kalau misalkan masih ada warga yang sakit, itu
langsung diarahkan ke klinik lembayung.
Sekarang sudah beroperasi kembali, sudah bisa menerima BPJS.
Ya dok, sebenarnya hal itu sudah saya arahkan
ke warga.
Tapi dokter kan tahu sendiri, warga itu pada
takih karena masalah penduduk diri yang lalu.
Mengenai rumor itu, tidak usah dipikirkan PRT.
Lagipula kejadiannya kan sudah lama.
Sekarang klinik sedang direnovasi, dan pastinya akan lebih
bagus nantinya.
Tolong disampaikan ke warga.
Nanti coba kita sampaikan ke warga lagi ya
dok ya.
Oke, terima kasih banyak ya.
Sama-sama.
Saya pamit.
Amin.
Dokter Ringo.
Ya.
Saya ada urusan sebentar ke kota.
Tadi anak-anak PKL berangkatan sama saya.
Saya titip dokter Ringo untuk pulang ke asrama
ya.
Baik dok.
Bisa.
Sama dokter Ringo ya.
Baru umpikah?
Iya dok.
Mari.
Mari dok.
Ya.
Pak.
Kalian gak asrama kan?
Dok, saya izin.
Udah dijanji sama orang.
Saya pulangnya sendiri aja.
Duluan Pak.
Kenapa Rung?
Kamu gak kangen sama aku?
Kangen.
Dimas.
Aku kan serius sama kamu Rung.
Kita kesini cuma buat ngobrol.
Dimas gak gini caranya.
Dimas.
Kita pernah ngak minum ini sebelumnya, apa perbedaannya
sekarang?
Kita pernah ngak minum itu cuma sekali.
Itu juga karena aku mah...
Ingat siapa yang kasih aku minum?
Liat sekarang akibatnya.
Rung, aku kan serius sama kamu.
Dan aku mau tanggung jawab.
Kamu kan siap.
Kalau kamu siap, harusnya kamu ada buat aku.
Kamu gak suruh aku minum gila itu.
Kemarin aku gugurinkan kemauan aku sendiri.
Kamu kemana?
Kamu gak tau mau apa-apa.
Karena semua harus ikutin kemauan kamu.
Rung.
Nanti aku pulang.
Rung.
Rung.
Ming.
Yo.
Sini.
Itu kapan ruangan hidroterapi mau dibersihkan?
Oh.
Saya minta semuanya dirapikan.
Interiornya dicopot.
Dibersihkan semuanya.
Supaya ruangannya bisa dialifungsikan untuk ruangan lain.
Siap.
Oke?
Malam, Pak.
Kok Pak lagi?
Mas dong.
Mas He.
Rung.
Iya, Mas.
Jangan kerja maghrib-maghrib.
Orang ilok.
Ini.
Kalau misalkan mau diganti, sama kalau misalkan rasa
biosa sudah mulai hilang, painkillernya bisa langsung diminum.
Untuk saya kembali lagi kapan, Dok?
Minggu depan, tadi saya bilang.
Terima kasih, Dok.
Iya.
Jatuh di jalan, ya?
Iya.
Terima kasih.
Iya.
Dari mana?
Maaf, Dok.
Saya tadi dari toilet.
Dari mana?
Saya masih ada pasien, Rung?
Aru?
Iya, Dok.
Saya masih ada pasien?
Yang tadi yang terakhir, Dok.
Gak ada yang daftar lagi.
Kamu gak apa-apa?
Gak apa-apa, Dok.
Rafting saya masih setengah jam lagi.
Kalau misalkan ada pasien, kaburin saya.
Saya ke ruangan administrasi.
Ya?
Sini.
Gimana?
Baik.
Dokter, Jatul.
Kayaknya dia beda, ya?
Sama dokter ibu.
Kayaknya sih.
Bikin perlakuan apa kamu hari ini?
Lebih ramah, gitu?
Iya, kan?
Mungkin.
Mungkin.
Dokter Jatul ada pasien lagi?
Enggak.
Yang tadi yang terakhir.
Terakhir?
Itu.
Ba?
Sudah daftar?
Watch Online Movies and Series for FREE www.osdb.link/lm
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.