Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pemeriksaan kamar!
Sial.
Tunggu sebentar!
Ayo, buka pintunya.
- Oke, di mana narkobanya? - Narkoba?
Apa itu narkoba?
Geledah kamarnya. Temukan!
Oh! Ayo, cepat, cepat.
Ayo, pergi...
Kemeja, celana, kaus kaki, celana lama. Bagus!
Oh, maaf!
Minggir!
- Permisi. Maaf! - Yogurt-ku!
- Apa-apaan? - Maaf!
Berengsek!
Oh. Permisi?
Ya?
Ya, apa kau punya koin lebih?
Oh, um, biar kuperiksa.
Ada.
Terima kasih.
Namamu Montgomery, 'kan?
Ya.
Dan namamu Ashley Mackenzie Merriman Gray?
- Ya, benar keempatnya. - Ya.
Ya, Ashley Mackenzie Merriman Gray. Sangat enak diucapkannya.
Lucu, ya. Rasanya kita selalu di sini pada waktu yang sama.
Tepat sekali.
Yah, tak ada yang punya celana dalam lebih kotor dariku.
Bukan karena kotoran, ya.
- Atau sperma. - Air kencing?
Bukan, hal normal saja. Aku tidak aneh.
Oke.
Sampai jumpa.
♪ Berhasil, ooh, ooh, ooh ♪
♪ Berhasil ♪
♪ Aku sangat berharga ♪ ♪ Aku punya segalanya ♪
♪ Mereka terpukau ♪ ♪ saat aku melintas ♪
♪ Aku berhasil ♪
- ♪ Ada kesempatan, kuambil itu ♪ - Hei, kawan. Apa kabar?
♪ Tak ada lagi ♪
♪ Kepura-puraan ♪
- ♪ Kini aku berhasil ♪ - Maaf.
♪ Ooh, ooh, ooh ♪
♪ Berhasil ♪
Makan tuh kotoran.
♪ Halo kemewahan ♪ ♪ selamat tinggal mis-- ♪
Itu akibatnya
merusak tim rugbi, berengsek.
Hai.
♪ Ada kesempatan-- ♪
Persetan denganku
dan wajah anehmu itu!
♪ Kuambil itu ♪
♪ Tak ada lagi ♪
♪ Kepura-puraan, waktunya-- ♪
Itu dia!
- Oh, sial! - ♪ Berhasil ♪
Si wajah aneh!
Oke, semuanya, minggir dan dengarkan aku sebentar, tolong!
Aku tahu...
kalian marah tentang apa yang terjadi pada tim rugbi.
Aku minta maaf.
Tapi siapa di antara kita semua yang tidak pernah berbuat salah?
Kita semua pernah.
Jadi, jika kalian rasa aku tidak pantas mendapatkan
kesempatan kedua sebagai sesama manusia,
baiklah, silakan saja.
Ikat aku di puncak menara jam itu dan lempari aku
dengan balon air berisi air kencing. Tapi jika tidak--
Sialan.
Hei, Jack.
Hai, Monty.
- Bagaimana harimu? - Uh...
Buruk. Bagaimana harimu?
Tubuhku penuh air kencing.
- Maaf ya. - Tidak apa-apa.
Kau tahu apa yang bisa membuatnya lebih baik?
- Tidur malam yang tenang. - Alkohol dalam jumlah banyak.
- Mari berpesta. - Oh, ucapan kita jauh berbeda.
Permohonan asrama paling lambat tengah malam.
Kawan, permohonan asrama paling lambat tengah malam.
Montgomery dan Jack,
kirim permohonan asrama kalian lewat surel sebelum tengah malam.
- Juga, Jack, persetan denganmu. - Hm. Ha.
Kau mau tinggal di mana tahun depan?
ᴹʸᴹᵃᵈ ᵃᵏᵃ ᵐᵃᵐᵃᵈ¹⁹⁸⁷
Haruskah di Menara Orrick?
Stonewell Court? Atau... Ugh.
Asal jangan di Gralk Hall.
Tempat itu benar-benar seperti neraka. Kau mengerti maksudku?
Ayolah, kawan. Berhenti bersembunyi. Ajak saja dia berkencan.
Kau gila? Tidak mau!
- Kenapa? - Gadis seperti Ashley
- tak suka pria sepertiku. - Memangnya kau kenapa?
Aku aneh! Suaraku seperti kakek-kakek.
Gadis suka pria alfa, tipe pelindung yang kuat.
Seperti dia.
- Ooh. - Seksi.
Makanya, aku akan menipunya agar dia pikir aku ini pria alfa.
Lalu, dia yang akan mengajakku kencan.
Wah, itu hal terserem yang pernah kudengar seumur hidupku.
- Itu tidak serem, itu manis. - Kau nyaris tak mengenalnya.
Kau mungkin bahkan tidak menyukainya.
Tentu saja aku suka. Saat aku membayangkan kami bersama,
rasanya seperti melayang di atas awan lavender...
sambil dinyanyikan oleh peri-peri permen loli.
Lupakan saja. Itu hal terserem...
yang pernah kudengar seumur hidup.
Berhenti menatapnya.
Waktunya mengambil ini dan memasukkannya ke sini,
agar kita bisa mematikan ini.
- Lihat dia. - Wah.
- Indah sekali, 'kan? - Gila.
Coba sentuh dia.
Coba elus dia. Dasar mesum.
Mau bersulang?
Semoga tanaman tumbuh subur, celanamu tidak melorot, dan malam ini--
Tenang, biar aku saja. Demi mengubah hari yang payah ini menjadi indah.
- Ah, sial. - Payah.
Logan!
Apa kabar, para pengecut?
- Bisa tidak kita tidak begini? - Santailah.
Aku tahu kami... ke sini setiap akhir pekan,
menahan kalian, lalu kentut di wajah kalian...
karena ulah kalian pada tim rugbi.
Tapi kami sudah meluangkan waktu untuk merenung, dan...
kami memutuskan untuk minta maaf.
Wah. Benarkah?
Tidak, kami datang untuk mengentuti wajah kalian!
- Persetan! - Pegangi dia!
Persetan kalian!
Sini kau.
- Terima saja nasibmu! - Aku tidak akan sudi...
menerima hal ini. Sialan!
Biar kubantu.
- Di sini oke? - Sempurna. Terima kasih.
- Pergilah, berengsek. - Kau tahu aturannya.
- Ih! Menjijikkan! - Tidak apa-apa, Jack.
- Bayangkan hal-hal indah. - Diam kau, Montgomery!
- Buka lebar-lebar, manis. - Tidak!
Tidak! Jangan!
Oh, sial!
Hei, bodoh, boleh pinjam charger-mu?
Oh, harus kuingatkan, ini charger pihak ketiga, dan secara teknis...
melanggar ketentuan layanan.
Diamlah.
Kawan, pesta piyama malam ini bakal seru sekali.
- Pemanasan di tempatku? - Pastinya.
- Aku punya bir. - Mantap!
- Aku punya ganja. - Keren.
Dan aku akan bawa Wizard's Oath.
Apa?
Itu permainan papan fantasi.
Sebenarnya sangat seru.
Lega sekali, kawan.
Rasanya tubuhku jadi lebih ringan.
Oke, ayo pergi.
Oh! Apa-apaan ini?
Charger-mu merusak ponselku.
Yah, sudah kuperingatkan itu charger pihak ketiga.
Kau merusak ponselku? Huh? Bagaimana jika...
- Oh, sial. - ...aku pecahkan botolmu?
Jangan!
Lihat wajah anehnya itu.
- Pecundang. - Sampai jumpa, berengsek!
Biarkan kami tenang sedikit.
Lizzy!
- Sial! - Uh! Oh!
Persetan dengan mereka semua.
Ya Tuhan, kuharap mataku tidak bengkak lagi.
Malam ini benar-benar kacau.
Yah, mungkin ini yang terbaik.
Tadinya aku mau memberi Lysander nektar merek baru malam ini,
- dan dia jadi mudah marah-- - Tidak!
Tidak!
Aku tidak tahan lagi mendengarmu bicara
tentang pantangan makanan kupu-kupu peliharaanmu.
Kita sudah kuliah, Monty.
Ini seharusnya menjadi tahun-tahun terbaik dalam hidup kita.
Lihat aku.
Aku tipe orang yang cocok di tempat seperti ini.
Aku bisa saja menguasai sekolah.
Seharusnya aku berpesta pora dan mabuk-mabukan,
tapi semua orang membenciku.
- Yah, aku tidak membencimu. - Kau tidak dihitung.
Oke, aku tahu apa yang kau butuhkan. Aku akan memesan pizza.
Karena seburuk apa pun situasinya,
pizza membuat segalanya jadi sedikit lebih baik.
Ingat semester pertama,
saat kita makan pizza dan bermain permainan sepanjang malam--
Hentikan. Apa yang kau lakukan? Kau tak boleh berpidato.
Aku sedang berpidato. Aku sedih.
Lagipula, pizza tidak akan membantuku sama sekali.
Aku butuh sesuatu yang bisa menghancurkan otakku!
Apa ini?
Permen mint?
Ya Tuhan.
Ini narkoba.
Tidak. Tidak.
- Tidak! - Ayolah!
- Kau gila? - Berapa besar kemungkinannya?
Aku tak mau minum narkoba asing. Kita tidak tahu ini apa.
Baiklah. Kita cari tahu dulu, ya?
"Narkoba." "Pil merah muda."
"Kepala meledak."
"Apa-apaan ini?"
- Cuma satu hasil?! - Mencurigakan.
♪ Om ♪
Salam, para penjelajah psikedelik!
Ini aku, tentu saja Frankie.
- ♪ Frankie ♪ - Tentu saja!
Layar hijaunya buruk sekali.
Aku akan menjadi kapten kosmikmu dalam perjalanan hari ini.
Harap jaga suasana hati kalian tetap di dalam kendaraan.
- Lewati saja. - Ya, aku lewatkan.
Aku pernah kencani Mickey Rourke.
- Biasa saja. - Terus-terus majukan.
Baiklah.
Mempersembahkan: Mind Igniting Neural Tuning Stimulants...
atau M.I.N.T.S.
- Penamaan yang menyesatkan. - Whoo!
Obat ini akan memberimu sensasi melayang yang luar biasa.
- Ah! - Bagaimana menjelaskannya?
Kau akan merasa melayang di atas awan lavender...
dinyanyikan oleh peri permen loli.
Kawan, itu seleramu sekali.
Tidak.
- Ayolah. - Tidak.
- Ayolah. Cepatlah. - Tidak. Tidak mau.
- Aku sayang padamu. - Aku juga sayang padamu.
- Ayolah. Apa pun akan kulakukan. - Tidak.
- Jangan! - Ayolah. Serius?
Jack, jawabannya tidak!
Dan sekarang, kita tunggu.
Narkoba.
Alkohol. Kemaksiatan.
Tiap tahun, sekolah kita tenggelam makin dalam...
ke rawa maksiat dan kekonyolan.
Sampai sekarang.
Selamat datang, sesama pengawas.
Selama berminggu-minggu, kita telah bersiap untuk malam ini.
Untuk menghujani balas dendam pada para berandalan teler...
yang membuat asrama ini menjadi mimpi buruk.
- Tak ada ampun. - Mm.
Ketertiban akan dipulihkan.
Dan mereka yang melanggar aturan...
akan hancur di tangan kedisiplinan!
Kalian bersamaku?!
Ya, Bapak Pengawas!
Ya! Oh.
Maaf, aku orang baru. Belum terbiasa. Aku anak baru.
Orang ini tak memberitahuku soal sahut-menyahut itu.
Memang tidak akan.
Tadi sangat menyeramkan.
Ayo jalan.
Lalu kukatakan, "Kawan, tenang, aku takkan kentut di wajah kalian."
Tapi aku malah benar-benar mengentuti wajahnya!
Mereka payah sekali!
Mereka benar-benar payah.
Ya, mereka memang payah.
Tapi mereka lucu juga.
Apa?
Barusan kau bilang mereka lucu?
Tidak.
Kenapa aku bicara begitu?
Aku-- Pokoknya...
mari kita berpesta pora!
Ya ampun-- Lizzy!
Maafkan aku. Maaf.
Tidak apa-apa.
- Oh, kawan, aku lelah. - Ya, ini sudah larut.
- Aku juga lelah. - Aku juga.
Mungkin cukup untuk malam ini.
Hei, Lizzy, kau paling dekat pintu.
Kenapa kau tak keluar duluan dan kami akan menyusul?
Oke, tentu. Ya.
Sampai jumpa.
Ingat saat kubilang takkan kentut di wajah mereka,
- tapi aku tetap melakukannya? - Kurasa sebaiknya kubatalkan saja
bus pesta yang kupesan ini.
- Hm? - Bus pesta?
Aku memesan bus pesta yang keren sebagai kejutan.
Tapi, kalau kalian lelah,
- akan kubatalkan saja. - Jangan, jangan dibatalkan.
Jangan dibatalkan.
Aku merasa punya energi tambahan.
- Ya, aku juga. - Aku juga tidak lelah lagi.
Bisa teriakkan "Lizzy"? Lizzy!
Lizzy! Lizzy! Lizzy!
Lizzy! Lizzy!
Lizzy! Kau hebat sekali! Boleh aku bunyikan klaksonnya?
♪ Kumpukan uang, bergaya keren ♪
♪ Belajar dari ahli, aku memimpin ♪
♪ Cari uang, tak bisa bicara ♪
♪ Itulah suara uang ♪
♪ Jackpot, masih ada sisanya ♪
♪ Beberapa koma, beberapa nol ♪
♪ Saatnya cari uang, ayo ♪
- Kau merasa sesuatu? - Tidak.
Tunggu.
Tidak.
Sial. Apa ini obat palsu?
Sepertinya begitu. Mau main Wizard's Oath?
Tidak bisa. Butuh tiga orang.
Aku bisa ikut main.
Jangan, butuh waktu lama untuk mengajarimu aturannya.
Oh, tidak.
Seseorang tolong!
Kalian siap, anak-anak?
- Ya! - Kita mulai!
♪ Semua ceria, semua indah ♪
♪ Semua ceria, semua indah ♪
- ♪ Semua ceria, semua indah ♪ - Kenapa tangan kita bernyanyi?
♪ Tak ada yang mati hari ini ♪
Oh.
Hei.
Kau lihat ini?
- Ooh, dia bergerak. - Um, dia ke arah kita.
Dia sangat dekat. Oof!
- Dia ingin berjabat tangan. - Lakukan saja, ya.
Oh! Oh!
- Dia menyentuh putingku! - Hei, apa-apaan ini?
Eh-berhenti!
Hola. Namaku Juan.
- Salam kenal. - Hai.
Itu bayi, ya?
Bayinya tidak suka nyanyianmu.
Lakukan lagi.
♪ Semua ceria, semua indah ♪
Ini lagi?!
Sial. Tidak.
- Tolong tetap di sana. - Jangan. Mundur.
- Jangan lakukan itu. - Aku tidak ingin tidak sopan.
- Apa? Monty-- - Oh, dia melakukannya lagi.
- Sudah kuduga. - Berhenti!
Dia benci itu. Lakukan lagi.
♪ Ceria, ceria, indah, indah ♪
Hei!
Tidak, jangan lagi! Dia iblis.
Lagi.
Aku di neraka!
Dia sudah pergi.
- ♪ Tak ada yang mati hari ini ♪ - Lagi.
♪ Semua ceria, semua indah, Semua ceria, semua indah ♪
Lagi.
Aku tidak mau ini lagi!
Persetan kau, bayi!
Lagi!
♪ Tak ada yang mati hari ini, Seseorang akan mati hari ini ♪
♪ Kita semua akan mati hari ini ♪
Dia suka.
Bayinya suka!
Kenapa kita ada di kamar mandi?!
Kabar baiknya, obatnya bekerja.
Oh, ya?
Tadi sama sekali tidak terasa seperti awan lavender!
Aku baru saja dilecehkan oleh sepupu Pinokio!
Kejadian? Sepertinya otakku sudah menghapus memori itu.
Oke, kita harus cari tahu benda apa ini sebenarnya.
Lysander, jangan, keluar dari sana! Masuk kandang!
Tak ada narkoba untukmu.
Kau akan merasa melayang
di atas awan lavender,
dinyanyikan oleh peri permen loli.
Asalkan diminum dengan makanan.
- Apa? - Tanpa makanan,
obat ini punya enam fase berbeda,
yang diselingi waktu kesadaran normal.
Pertama, prolog berjudul Buat Si Bayi Suka.
Kita jelas sudah melewati itu.
Lalu, Tanpa Kata Kasar.
Kilas Balik.
Si Tukar Peran.
Hanya Kebenaran.
Dan Kita Adalah Satu.
Apa itu?
Ini WorryWart-ku. Ini menenangkanku.
Harus kuakui, aku bangga bisa membuat obat ini sendiri.
- Hah? - Aku membuatnya di sini,
di asramaku, kamar 3J.
Oh, sial. Maaf.
Tunggu. Apa ini kamar yang dimaksud?
Aku tahu aku masih kuliah, tapi tenang saja.
Aku ini jenius kimia, oke?
- Baguslah kalau begitu. - Maksudku, demi apa pun,
aku membuat lemari ini memakai cairan epoksi buatanku sendiri.
Kita bakal mati.
Ada beberapa hal penting sebelum aku lupa.
Satu, jangan minum lebih dari dosis tunggal.
Jika kau lakukan, kau akan melihat sisi nyata dunia yang mengerikan.
- Apa maksudnya? - Dan dua, ada satu fase terakhir
yang belum kusebutkan.
Namanya: Mimpi Burukmu Jadi Nyata...
dan Menusukkan Gergaji Mesin ke Duburmu.
A-- Apa?
Pacarku, Garrett, mengalaminya, dan lihat apa yang terjadi padanya.
Pokoknya, jika kau tak ingin itu
terjadi padamu, makanlah sesuatu.
Dan yang kumaksud makanan adalah campuran khusus dari...
gandum, terong-terongan, dan susu.
Jadi, makan pizza?
Ya, pizza, dasar bodoh.
Selamat berhalusinasi!
Semoga bokongmu tidak ditusuk gergaji mesin.
Mimpi Burukmu Jadi Nyata dan Menusukkan Gergaji Mesin ke Duburmu!
- Oke. - Astaga!
Aku cuma ingin malam yang tenang, tapi sekarang aku akan disiksa...
- oleh Raja Tikus dari The Nutcracker! - Tenanglah. Itu takkan--
Tunggu, ketakutan terbesarmu adalah Raja Tikus dari The Nut--?
Dari pementasan The Nutcracker tahun 2007 oleh Ballet New Jersey.
Kau belum melihatnya. Sangat mengerikan.
Itu takkan terjadi, oke? Apa katanya tadi?
Efeknya akan mereda setelah kita makan pizza.
Dan lihat, pesanan kita sampai.
Halo, Pak. Bisa tolong antarkan pizzanya...
langsung ke kamar 3J, dengan sangat cepat?
Halo.
Aku adalah Snackatron 3000.
Aku telah tiba di lokasi Anda untuk mengantar makanan...
untuk Montgomery dari restoran...
Aku harus bilang apa? Nama tempat pizzanya?
- Oke, Joe's Piz-- - Itu robot sialan.
Sebenarnya, aku Snackatron.
3J! Bawa pizzanya ke 3J, sekarang.
Mohon maaf, ada tangga yang...
menghambat perjalananku.
Tangga adalah musuh bebuyutanku.
Untuk menerima pizza Anda dari...
Harus kurekam lagi? Joe's Pi--
Sepertinya Anda harus menemuiku di lobi.
Semoga Anda puas dengan pesanan ini.
Tidak, Snackatron, aku tidak puas.
Kita tak mungkin keluar ke sana.
Ada Ashley, para pengawas, dan entah apa lagi di luar sana.
Hei, semua akan baik-baik saja. Hanya turun dua lantai.
Benar?
Ayolah, aku akan menemanimu.
Ya, baiklah.
♪ Lihat caraku berjalan ♪
♪ Jaga ucapanmu padaku ♪
♪ Kutinggalkan jejak kesuksesan ♪
♪ Di puncak, akulah bosnya ♪
♪ Bos, bos, bos, bos ♪
Kenapa kau pakai setelan jas?
Supaya orang tidak tahu aku teler.
- Pintar. - Jadi, apa rencananya?
Oke, sederhana saja.
Kita turun pakai lift, ambil pizza, makan, lalu kita akan melayang...
di atas awan lavender
sebelum fase berikutnya dimulai.
- Kau siap? - Ya.
- Entahlah. Oke, ya. - Bagus.
Ayo kita lakukan ini--
- Oh! - Apa? Kenapa?
Ya ampun, ya ampun! Kau tidak apa-apa?
Ya, kurasa begitu.
Apa-apaan--
Kenapa kepala kita meledak? Apa yang sebenarnya terjadi?
Sial!
Oke! Oke! Jangan lakukan apa pun!
Aku tidak melakukan apa-apa.
Kepala kita meledak kalau kita mengucap kata kasar?
Kurang ajar.
Jangan!
Baiklah. Oke.
Aku akan bilang "aduh" saja.
"Aih"?
Baiklah! Akan kubuat sendiri.
Saus krembel.
"Saus krembel" pun tidak boleh?
Oke.
Gunakan bahasa sopan saja. Ayo ke lift.
Hei, itu si wajah aneh.
Hei, makan tuh kotoran.
Hei, itu si wajah aneh.
Hei, makan tuh kotoran.
Oke, unek-unekku sudah keluar.
- Hei. - Hei--
Hampir sampai.
- Kita sampai. - Montgomery!
- Hei. - Astaga.
Kau pasti bisa, kawan.
Aku pelindung, aku keren, aku pria alfa, woo-hoo!
Montgomery! Hai.
Apa kabar, kawan?
Sial.
- Hai. - Ahoy di sana.
Jangan. Payah.
- Hai. - Selamat malam untukmu,
sayangku, sayang, sayang.
Persetan.
Akan kuajari dialognya. "Hai, Ashley."
- Hai, Ashley. - Begitu saja.
Hai, Ashley.
- Hai. - Hei, aku berhasil.
Jangan diucapkan, bodoh.
- Hai. - Hai, Ashley.
Apa itu?
Ini WorryWart-ku, pria alfa tidak pakai ini...
jadi kita harus ulangi semua. - Tidak, itu lucu, tak apa.
Brengsek.
Maaf?
- Brengsek. - Apa?
- Bukan kau. Brengsek? - Brengsek!
- Maaf. - Maaf. Brengsek!
- Maaf. Brengsek, maaf. - Brengsek. Maaf.
- Maaf. Brengsek. - Brengsek.
- Brengsek. Brengsek. - Brengsek. Brengsek.
- Brengsek. - Berhenti!
Kita boleh bilang "brengsek", tapi tak boleh bilang "saus krembel"?
Aku mendapatkan bahan kimianya dari Manchester, Inggris.
Oh, ini narkoba Inggris.
Konyol sekali.
- Hai. - Hai, Ashley.
Bagaimana malammu? "Beik"?
"Beik"? Payah.
- Hai. - Hai, Ashley.
Bagaimana malammu? Baik?
Ya, minggu ini sangat gila karena mengerjakan tesis musikku.
- Oh, jadi kau jurusan musik? - Ya.
- Siapa musisi favoritmu? - Sondheim.
Sondheim? Aku suka drama musikal.
Oh, Stephen Sondheim? Aku benci dia.
Aku suka Matsuishi Sondheim.
Siapa lagi itu?
Oke, sepertinya orang ini membawakan Clowncore Vomit Opera.
Kau pernah mendengar Matsuishi Sondheim?
Ya ampun. Serius? Aku sangat menyukainya.
Kau pernah dengar lagu yang bunyinya...
Tentu saja! "Ibuku Mengencingi Maut"?
Tak ada yang pernah suka lagu itu.
Kebanyakan pria ketakutan mendengarnya,
tapi senang bertemu seseorang yang benar-benar menyukainya.
Mm-hm.
- Senang mengobrol denganmu. - Ya.
Semoga sisa malammu benar-benar "beik".
Oh, keparat! Ah!
Uh, "keparat"?
Oh, tidak. Apa sudah berakhir?
Apa yang berakhir?
- Impian Amerika. - Oh.
- Ya. - Begitulah.
Pokoknya, aku lapar sekali, aku mau cari makanan dulu.
Tapi senang bisa mengenalmu.
Sampai jumpa.
Kawan hebatku. Uh...
Asal kau tahu saja,
firasatku tidak enak tentang dia.
Pemeriksaan kamar.
Masuk!
Maaf menyela.
- Boleh aku masuk? - Silakan, ya.
Benda ini sangat mengganggu.
Oke. Barang terlarang.
- Kalian punya narkoba atau alkohol? - Tidak.
- Uh, senjata api, persenjataan? - Tidak.
Pembuat wafel portabel?
- Tidak. - Hm.
Ada...
bong besar... yang berbentuk seperti toples acar timun?
Tidak.
Bagus! Silakan lanjutkan kegiatan kalian.
Ooh.
Kau tahu...
beberapa anak suka berbohong.
Mereka pikir aku takkan sadar, tapi...
kebohongan punya bau.
Punya tekstur.
Itu menempel di pakaian mereka.
Seperti asap.
Kau menyembunyikan bong acar dan es teh beralkohol, 'kan?
Ya.
Kau menyembunyikannya di lemari es, 'kan?
Ya.
Di laci daging atau kotak sayur?
Kotak sayur.
Yah, itu sebuah pelanggaran.
Terpaksa aku menyita ponselmu malam ini.
Tunggu, kau tak bisa menyita ponselku.
Sudah kubilang, "Sita ponselnya!"
Apa yang akan terjadi padaku?!
Kalian masing-masing punya daftar.
Kumpulkan semua ponsel orang-orang yang ada di daftar itu.
Gunakan pembenaran apa pun. Dimengerti?
Ya, Bapak Pengawas!
Sial, apa ada yang merusak ini?
Ayo, kenapa lama sekali?
Sial.
- Astaga. - Ya Tuhan, orang ini lagi.
Apa yang terjadi?
Dia dipindahkan ke Gralk Hall.
- Tidak mungkin. - Ya.
Asrama terburuk di sekolah.
Jaraknya empat jam dari sini.
Dia sudah seperti orang mati.
Tadi itu teman tidurnya.
- Turut berduka ya. - Persetan denganmu, Jack.
Kita harus kirim permohonan asrama.
Oh, syukurlah. Tadi macet di sela lantai.
Bisa tolong keluarkan aku dari sini?
- Tangga? - Tunggu. Tunggu, jangan!
Jangan tinggalkan aku begini! Tidak, aku bisa gila!
- Tolong, kembalilah! - Oke, turun dua lantai dan kita aman.
Tidak! Seseorang tolong! Tolong aku!
Oh, tidak!
- Mau dibawa ke mana aku? - Sial.
- Para pengawas. - Mereka mengambil ponselku!
- Mereka mengambil ponselku! - Mereka menyita ponselnya.
- Apa yang akan terjadi padaku?! - Apa mereka boleh melakukan itu?
Apa yang akan terjadi pada kita? Tidak!
Bawa dia ke Ruang Kebugaran.
Ya, oke kawan, ayo bawa dia ke Ruang Kebugaran.
Aku suka itu. Aku setuju. Itu rencana yang bagus.
- Maaf, kau siapa? - Oh! Aku Sidney Putt.
Calon pengawas asrama tingkat dua.
- Kau mahasiswa tingkat dua? - Ya.
Tapi aku berjiwa muda di usia 31.
Aku mengambil jeda sepuluh tahun sebelum mulai kuliah.
- Wah. - Tapi kini aku senang jadi pengawas.
- Uh-huh. - Aku ingin tahu rahasia kalian.
- Mm. - Siapa mengejek siapa? Siapa mencium siapa?
Kalian pernah menghirup helium?
Diamlah, brengsek!
Kalian berdua tetap di sini, jangan biarkan siapa pun turun.
- Sialan kita. - Payah.
Sekarang bagaimana cara kita turun?
Renovasi gedung.
Ada perancah di luar kamar sudut.
Kita bisa turun ke lantai dua lewat sana, 'kan?
Kita pasti bisa.
Hai, kami ingin tahu apa kami boleh meminjam jendelamu.
Kau.
Oh, hei, kau rupanya.
Persetan!
Ada apa dengan dia?
Tadi aku tak sengaja mengenainya dengan bola.
Bagus, kita terjebak.
Hei, Logan. Maaf, hubungi aku balik.
Aku tak bisa menemukan kalian.
- Hai. - Hai, Lizzy.
Hai.
- Kenapa kau basah kuyup? - Uh, aku hanya, um...
malamku agak aneh, tapi aku baik-baik saja.
Keren. Sampai jumpa.
Sampai jumpa... Berengsek.
Jangan!
Oh! Oh!
- Kepalamu barusan meledak! - Kau juga minum obat kami!
Apa? Apa?
Apa maksud kalian?
Tapi aku tidak minum narkoba!
Kau benar-benar tamat.
- Berhenti tertawa. - Aku tak tahu kenapa aku tertawa.
Mungkin ini respons trauma.
Tapi aku tidak minum...
Ya Tuhan. Semuanya masuk akal sekarang.
Tadi malam, saat aku di kamarmu...
Logan sedang bicara soal pesta piyama,
lalu kulihat kotak permen mint di mejamu.
Itu bukan permen, bodoh.
- Lizzy, itu bukan permen mint. - Aku tahu, tidak perlu diberitahu.
Karena aku makan satu, dan tak lama kemudian...
Kenapa tanganku bernyanyi?!
...aku mulai teler berat...
di depan Logan dan teman-temannya.
Tunggu, bagaimana kita melihat ini?
Apa kita sedang berada di dalam ingatannya?
Sial, sepertinya aku ingat ini dari videonya.
Ini pasti fase berikutnya.
Masih ada fase lainnya?
Ada fase terakhir yang belum kusebutkan.
Namanya Mimpi Burukmu Jadi Nyata...
dan Menusukkan Gergaji Mesin ke Duburmu.
Mimpi Burukmu Jadi Nyata...
dan Menusukkan Gergaji Mesin ke Duburmu?
Lihat? Suaraku memang seperti kakek-kakek.
Dasar bodoh!
Siapa yang menaruh narkoba sembarangan?
Siapa yang asal makan pil dari kotak?
Aku tak pernah melakukan hal sebodoh itu seumur hidupku.
- Siap, Montgomery? - Apa rencananya, Jack?
Kita lompat dari atap dan melayang...
bagaikan sepasang burung elang.
Kau bilang apa tadi?
Baiklah, aku pernah berbuat konyol sekali.
Tapi setidaknya kita bersenang-senang.
Ini hari terburuk dalam hidupku.
Aku Lizzy yang Menakjubkan.
- Ya ampun. - Ya ampun.
Semuanya, perhatikan baik-baik.
Tadinya pisang, dan sekarang...
menjadi ayam.
Kau luar biasa!
Kau pakai kawat atau cermin di sini?
- Sekarang, ada yang mau jadi relawan? - Mm!
Ini sangat konyol.
Astaga. Anak-anak memang sosiopat.
Aku tak tahu kau main sulap. Harusnya kau bilang kalau main sulap.
Aku pasti senang melihat trikmu.
Dulu, saat kita masih berteman.
Aku rindu hari Rabu dulu. Kita semua berkumpul di kantin...
- dan main Wizard's Oath. - Ya! Benar sekali!
- Oke, baiklah... - Itu sangat seru.
Ingat sejauh mana kita bermain? Kita hampir menyerbu...
Benteng Thalamir dan akhirnya menamatkan gamenya.
Tapi lalu, Lizzy meninggalkan kita.
Ide bagus, kawan.
Akan kukatakan takkan kentut di wajah mereka...
tapi nanti akan benar-benar kulakukan!
Tunggu sebentar. Aku tak pernah meninggalkan kalian.
Jangan bilang aku meninggalkan kalian.
Lizzy!
Lagipula, kau melupakan bagian saat kau menyabotase seluruh tim rugbi.
Ayolah! Itu sebuah kecelakaan!
- Ya, terserah. - Apa-apaan?
Tunggu. Aku bisa membuktikannya.
Itu semester pertama. Aku adalah penguasa kampus.
Alias, aku adalah maskot sekolah.
Jadi, sesuai tradisi, aku mendapat kehormatan...
memimpin tim rugbi dalam acara lari telanjang tahunan mereka.
Tuan-tuan!
Pamerkan bokong kalian!
Bersenang-senanglah. Ingat, tetaplah di jalur yang ditentukan.
Tapi aku punya rencana yang lebih besar.
Ayo! Mulai dalam hitungan tiga... satu, dua, tiga!
Semua orang membenci Profesor Quinn,
jadi kupikir mereka akan menyukaiku jika kubuat dia menghabiskan hari...
diikuti oleh 50 pria telanjang.
Itu rencana yang sempurna, sampai profesor bodoh itu...
pergi keluar kampus dan berlari tepat...
ke arah kantor polisi saat...
Hari Kunjungan Anak ke Tempat Kerja.
Setiap pemain masuk ke dalam daftar pelaku pelecehan seksual.
Begitulah ceritanya.
Tadinya semua berjalan lancar.
Aku mulai berteman, aku bersenang-senang.
Untuk sekali saja, orang-orang menyukaiku.
Lalu tiba-tiba, tanpa alasan, mereka semua memusuhiku.
- Sekali lagi, aku tidak. - Sekali lagi, kau tidak dihitung.
Apa maksudmu "tanpa alasan"? Maksudku, kau melanggar aturan.
Kau ceroboh dengan reputasi para pemain rugbi itu.
Aku bahkan tidak memikirkan... aku tidak memikirkan mereka.
Nah, itu poin utamaku.
Harusnya kau memikirkan nasib mereka.
Kenapa kita malah meributkan ini?
Aku korbannya di sini. Katakan padanya, Montgomery.
Maksudku, mungkin kau harus...
sedikit lebih memikirkan kepentingan orang lain.
- Permisi! Maaf! Whoo! - Kalian benar-benar tak mengerti.
Yogurt-ku!
Tunggu. Tunggu! Oh!
Whoo!
- Hai. - Kawan, kau menyelamatkanku!
Sama-sama.
Apa yang terjadi? Apa aku baru saja berinteraksi dengan ingatan?
Montgomery, kawanku!
Orang ini menyelamatkanku tadi.
Bagus. Boleh kami pakai jendelamu?
Tentu saja. Silakan masuk.
Oh, biar kuambilkan barangmu sebentar.
Apa? Kita mengubah masa lalu?
Bagaimana itu mungkin secara ilmiah?
Entahlah. Kau mau membantah teori kuantum...
atau mau pizza? Ayo cepat.
Tunggu. Kalian mau ke mana?
- Bukan urusanmu. - Kami mau turun lewat perancah...
- Jangan beritahu dia. - ...untuk ambil pizza karena itu...
satu-satunya cara menghentikan obat ini. - Montgomery, sialan!
Oke, bagus, ayo pergi.
Maaf? Kau tidak ikut dengan kami.
Kau dan Logan, si Hitler kentut itu,
menjadikan kami seperti tisu toilet.
Tapi bukan aku. Aku hanya--
Diam dan menonton saja?
Jujur, itu mungkin lebih buruk. Benar, 'kan, Montgomery?
Aku lebih suka kalau kita pakai perumpamaan lain.
Kalian tak bisa meninggalkanku di sini, oke?
Tanpa kartu kreditku, temanku tak bisa pakai bus pesta itu.
Oh, tidak! Maksudmu malam Logan
bakal jadi kurang seru?
Kasihan sekali. Ayo jalan.
Oke. Dengar, berengsek.
Jika kalian tak membiarkanku ikut,
kupastikan Logan akan mencreti kalian lain kali.
Bukan kentut. Mencret.
Untuk menghilangkan noda itu, kalian bukan butuh sabun...
tapi butuh terapi.
Oke, kawan, ayolah. Kita harus bekerja sama.
Sekarang, bagaimana?
- Tidak sudi. - Mau berpegangan tangan?
Ya. Ini memicu endorfin dan mendukung kerja sama tim.
Ini, kukembalikan.
Benda ini gila sekali.
Tunggu, bagaimana kau--
Kuharap kau tak keberatan kuambil satu. Lima fase tadi sangat seru.
Maksudmu enam fase?
Oh, ada fase keenam? Apa itu?
Uh, aku tidak tahu.
Tidak.
Ya Tuhan, jangan.
Itu Santa di mal memegang gergaji mesin!
Santa di mal?
- Oh! - Ya Tuhan!
Tunggu, tunggu sebentar.
Oh, sial!
Sekarang apa? Kenapa?
Bagaimana dia bisa melayang?
Ya Tuhan.
Jangan, Santa!
Aku berjanji! Aku sudah jadi anak baik!
Bunuh aku!
Kita harus ambil pizza itu.
Apa kabar, kawan? Senang bertemu dengan sesama unit pengantar.
- Siapa namamu? - Apa-apaan ini?
- Halo... - Apa-apaan?
Apa kau juga senang memuaskan pelanggan?
Tentu saja.
Saat aku menerima peringkat lima bintang,
sirkuitku bergejolak dengan euforia digital.
Tapi menerima kurang dari itu adalah kegagalan.
Kehancuran.
Kekosongan.
Apa-apaan?
Ya, dan aku adalah Snackatron.
Oke, ayo turun.
Perancahnya goyah sekali.
Sebaiknya kita turun satu per satu.
Ooh! Aku hampir jatuh.
Hei, itu WorryWart?
Oh, um, ya.
Bagus, 'kan? Bukan model yang baru.
Agak payah karena terlalu banyak hiasannya.
Sisinya jadi enam kali lebih banyak.
Tapi jika kau butuh rekomendasi lain, beri tahu aku.
Misalnya, saat aku sedang panik,
sangat membantu jika seseorang memegang telinga kananku...
dan meniup hidungku.
Um, dengar.
Aku hanya ingin bilang...
Aku tak berniat meninggalkan kalian. Kalian sudah seperti...
Tidak, aku mengerti.
Kau harus ikut dengan para pria alfa.
Aku sendiri juga mulai jadi pria alfa.
Ah! Apa?! Kenapa?
Oh.
- Tidak terjadi apa-apa. - Oh, ya.
Ya, aku tahu. Kupikir tadi sesuatu akan terjadi.
Bagaimanapun, mari bersulang.
Kawan!
Turun ke sini!
Wah.
Ini pesta piyamanya.
Kalian pikir mereka punya Jell-O shot?
Siapa peduli?
Montgomery!
- Montgomery! - Ya Tuhan.
- Ada Ashley di sini. - Montgomery! Ayo kenalan sama temanku!
- Apa yang harus kulakukan? - Jangan apa-apa.
- Apa aku harus bicara padanya? - Tidak.
- Montgomery. - Ayolah, kita punya misi penting.
Oke, aku tidak akan.
Aku tidak akan bicara padanya, aku hanya akan... bicara padanya.
- Kembali ke sini, brengsek. - Montgomery.
- Doakan aku beruntung. - Tidak!
- Sialan kau. Itu dia pergi. - Sial.
Sejujurnya aku sedikit bangga padanya. Malam lain, ini pasti akan hebat.
Tunggu, asrama siapa ini?
Ini pesta tim rugbi.
Yo, ada bir, beer pong, dan secara hukum aku wajib memberitahu...
bahwa aku pelaku pelecehan seksual.
Tak apa. Terus jalan dan ambil pizzanya.
Jack?
Masuk, masuk. Kawan, ini Montgomery.
Montgomery, ini band-ku.
Oh, hai. Senang bertemu kalian.
Oke.
Jadi, musik apa yang kalian mainkan?
- Kami main musik folk. - Ya ampun, aku suka folk.
Ya? Ini. Selebaran kami.
- Oh. - Teknisnya ini New Wave...
Death Metal Folk tanpa konsensus.
Uh, instrumen apa itu?
George main gitar, Simon pegang horn,
Tina main drum, dan aku main Dudley.
Senang bertemu kalian.
- Kau memainkan Dudley? - Ya.
Kuhubungkan dia ke mesin simulasi rasa sakit saat melahirkan,
lalu kubuat harmoni dari teriakan yang dihasilkan.
- Fantastis. - Ya.
- Hei! - Ah! Oh, itu kau. Oke.
Sedang apa kau di bawah sana? Ayo.
Apa kau gila?
Hewan-hewan ini akan memakanku hidup-hidup. Aku tetap di sini saja.
Terserahlah. Aku akan cari cara...
ambil pizza ini tanpamu.
Bagus. Tinggalkan saja kami lagi.
- Bisa berhenti bahas itu? - Oh.
- Aku tak pernah meninggalkan kalian. - Oh, ya?
Kalian cuma teman bulan pertama kuliah,
lalu aku temukan teman sejati. Itu hal yang biasa.
Teman sejati?
* Ya. * Jangan membual.
Mereka tak suka padamu, mereka suka kartu kreditmu.
Kau tak tahu apa yang kau bicarakan.
Kau hanya iri karena kau adalah kau...
...dan aku adalah aku.
Apa yang terjadi dengan suaraku?
Dan kenapa aku melihat diriku sendiri?
Oh.
Ya Tuhan.
Apa aku di dalam tubuhmu?
Entah kau tahu atau tidak, aku baru saja menjadi pria alfa.
Oh, keren! Apa ini ruang narkoba?
Ups. Maaf soal itu.
Pokoknya, seperti yang kukatakan, aku benci pecundang lemah.
Kau baru saja minta maaf padanya?
Ya. Maksudku, tidak. Maksudku--
Oke, kurasa aku akan pergi
* bersama teman-temanku. * Tunggu, uh...
Montgomery?
Hah?
Apa yang terjadi? Di mana aku?
Tunggu. Ya Tuhan! Apa aku...?
Obat gila macam apa ini?
Kau baik-baik saja?
Aku ingin nektar.
Maaf?
Aku... ingin... nektar.
Jack, kau mewarnai kuku dengan spidol?
* Diam, ini terlihat keren. * Kau ini kenapa?
Yo.
* Lizzy? * Ya?
Hm?
Aku tak bicara padamu. Lizzy.
* Apa? * Hentikan.
Kawan, apa yang kau lakukan di sini bersama si wajah aneh?
Sebenarnya, aku bersamanya karena dia orang yang hebat.
Tidak! Kau tak berpikir begitu. Kau pikir aku payah.
* Tidak, kok. * Ya, kau begitu.
* Tidak. * Ya.
Tidak, dan aku takkan menyebut wajahnya aneh.
Kusebut itu wajah yang berkarakter.
Aku tak tahu kenapa orang-orang terus menghinanya.
Sialan, kau memang menghinanya.
Kau pikir orang harus meludahiku.
Ludahi wajahku.
Terima kasih.
Oke. Kami ada di dekat bar. Ikutlah gabung.
Tunggu apa lagi? Gabung sana.
Aku tak mau gabung dengan para berengsek itu.
Dekati mereka, atau... akan kuhajar kau!
Coba saja kalau berani, akan kumanfaatkan tubuhmu ini.
Lizzy! Jell-O shot!
* Oke, baiklah. * Ya. Terima kasih.
* Tapi kau berutang padaku. * Tentu.
Buat aku terlihat keren, tolong. Kumohon.
* Oke. * Ya, jangan payah.
* Apa kabar, kawan-kawan? * Astaga, Jack.
Ayo kita minum Jell-O shot!
Hei, kawan, bisa ambilkan bola itu?
Juga, secara hukum aku wajib lapor bahwa aku pelaku pelecehan seksual.
Hah?
Tunggu. Itu kau!
Itu aku? Oh, sial, itu aku.
Oh, sial! Ah, tasku!
Ini pasti tidak nyata. Ini mustahil.
Aku tak bisa melihat apa-apa. Wajah ini menyebalkan!
Whoa! Permisi.
Aku harus dapatkan nektar!
Kuharap Lysander menjaga tubuhku dengan baik.
Hei, kawan, ayo teler.
Nektar!
Di mana tangganya?!
Lizzy! Lizzy! Lizzy!
Aduh! Aduh!
* Aduh! Aduh! * Yo, yo, yo. Hei, yo.
* Apa yang kau lakukan? * Oh, Logan, syukurlah.
* Kau harus pukul dia lebih keras. * Hah?
Kau harus pakai tenaga. Gunakan punggungmu.
* Aduh! * Ya!
* Begitu baru mantap, sayang! * Aduh!
Oh, ayolah. Di mana--
Tangga!
Bagaimana bisa Lysander melakukan ini terus?
Aku harus istirahat.
Mata lurus ke depan.
Tunggu, suara itu. Apa itu...?
Para pengawas, bersiaplah.
Di ujung lorong itu...
sedang ada pesta piyama.
Oh, tidak.
Dan di sana, ada sisa murid yang ada di daftar kita.
Daftar?
Daftar ini berisi nama setiap murid di asrama ini...
yang membuat hidup kita menderita.
Baiklah, biar kulihat.
Apa?! Tidak! Sialan!
Apa kalian dengar suara kecil yang bilang, "Sialan"?
Kita bergerak cepat.
Sita ponsel mereka, buka kuncinya dengan senjata rahasia kita!
lalu menggunakannya untuk mengirim permintaan asrama yang spesifik...
untuk memindahkan mereka ke asrama terburuk di sekolah ini.
Apa?!
Tentu saja maksudku adalah...
Gralk Hall.
Berjarak empat jam perjalanan di kampus satelit yang dilupakan Tuhan.
Diterangi lilin, dialiri air lewat akuaduk,
dan dipanaskan oleh napas pahit dari doa-doa yang tak terdengar.
Gralk adalah pemakaman bagi mereka yang masih hidup.
Tempat itu mengubah anak baik
menjadi binatang buas yang kejam.
♪ Dibuang ke Gralk, mereka pun sirna ♪
♪ Tiap napas terasa menjauh ♪
♪ Lebih dari sebelumnya ♪
♪ Hidup mereka berakhir ♪
♪ Mereka tak pernah menelepon ♪
♪ Nama-nama yang dilupakan ♪
♪ Di dalam Gralk Hall ♪
Maaf. Aku benar-benar tak sadar tadi.
Bisa kau ulangi lagi?
Pergilah! Kami tidak menyukaimu, oke?
Pergi ke mana pun asal bukan di sini.
Tentu saja.
Sisanya... mari berangkat.
Ya Tuhan! Aku harus kembali! Aku harus memperingatkannya!
Ya, kupesan semua yang ada di menu.
Ada steak paha, steak hanger,
- ada filet mignon... - Nektar!
...ada confit bebek, ada gumbo...
...ada milkshake cokelat dan vanila--
Hei, apa-apaan ini? Siapa kau sebenarnya?
Aku Lysander Featherhelm III,
Penguasa Syracuse Meadows.
Aku melayani Tuhan Montgomery,
dan aku harus dapatkan nektarku!
Apa-apaan?!
Aku bukan Jack!
- Ya! Bagus! - Aduh!
Oh! Sial. Yo, aku harus pergi.
- Bus pestanya sudah sampai. - Tunggu! Kau butuh Lizzy!
Dia ada di sana. Di sebelah sana.
Lizzy! Lizzy!
Sial. Benar.
Kita butuh kartu kreditnya. Ugh! Terserahlah.
- Dia akan menyusul kita di sana. - Lizzy! Lizzy! Lizzy!
- Lizzy! Lizzy! Lizzy! - Ya! Aku penguasa seko--
--lah ini! Oh, sial. Aduh!
Lizzy! Lizzy!
Ayo, Montgomery. Terbanglah!
Ya Tuhan. Montgomery? Kau tidak apa-apa?
Ya. Tunggu, apa yang kulakukan?
Ugh! Ih.
Menjijikkan.
Oke, wah.
Maksudku, tadi itu luar biasa.
Ya. Tunggu, apanya?
Kau menghajar orang itu.
- Itu-- - Entahlah. Maaf.
Sebenarnya, aku harus pergi. Tapi senang bertemu denganmu!
- Nanti kita kumpul, ya! - Oh, oke, sampai jumpa lagi!
Terima kasih sudah membuatku terlihat keren.
- Aku berutang padamu. - Kau berutang dua kali.
- Sekali. - Sekali setengah?
Nol.
- Sekali. - Setuju.
Oh! Ya Tuhan.
- Apa? - Mereka di luar.
- Siapa? - Mereka membuang murid ke Gralk Hall.
- Siapa? - Kita harus pergi dari sini.
- Kau bicara apa, sih? - Apa aku sedang mabuk kokain?
Sembunyi.
Pengawas!
Pemeriksaan kamar!
Oh, tak kusangka taktik itu berhasil.
Ada orang di sana? Tidak, kumohon!
Aku terjebak di sini! Kalian harus membantuku!
Aku bisa gila!
- Oh, sial! - Oh! Pengawas!
- Di sini. - Ayo, cepat, cepat.
Tutup, tutup, tutup!
Monty, apa yang sebenarnya terjadi?
Pengawas mengambil ponsel orang dan menggunakannya...
untuk pindah asrama ke Gralk Hall, dan nama kita ada di daftar itu!
Sial! Kalau kita dikirim ke sana...
tak ada gunanya meski kita berhasil menghentikan obat ini.
Maksudku, hidup macam apa yang tersisa untuk kita jalani?
Aku tahu! Ashley takkan mau berkencan denganku,
aku mungkin akan penyakitan, dan di sana tak ada kamar sendiri.
Bagaimana denganku?
Jika aku dikirim ke Gralk, Logan mungkin takkan bicara padaku lagi.
Oh, itu lagi. Setidaknya kau selamat.
Anak-anak itu akan mencabikku seperti sekawanan anjing liar.
Fokuslah. Pengawas butuh ponsel kita, 'kan?
Kita hanya perlu ambil pizza dan keluar dari asrama ini,
lalu kita takkan digergaji atau dikirim ke Gralk.
Oke? Sementara ini, kita sembunyi saja di...
Oh, tidak.
Cuma ambil sesuatu dari ruang rapat, nanti aku segera kembali.
- Saus krembel! - Jaga lisanmu.
Bagaimana cara kita keluar?
Ventilasi! Kita lewat lubang ventilasi.
- Kau mau merangkak di ventilasi? - Apa kau gila?
- Kita takkan masuk ke ventilasi. - Apa maksudmu?
Kita harus pikirkan cara yang realistis.
Jangan terlalu bersenang-senang tanpa aku!
Kau mengacaukannya!
Kuasai dirimu, Sidney.
- Hai. - Ya ampun, maaf.
Aku tidak sadar ada orang lain di sini.
Uh, aku Sidney. Aku orang baru di sini.
- Masih berkenalan dengan para pengawas. - Hai.
- Bagaimana kabarnya? - Salam sejahtera.
- Uh, kami... kami harus pergi. - Mm.
Oh, sebenarnya, boleh aku bertanya beberapa hal?
Aku agak sulit untuk berbaur.
Ooh, tapi kami benar-benar harus pergi sekarang.
Ya, um— Jelas, keadaan sedang sangat kacau sekarang.
Kalian pasti punya tugas resmi sebagai pengawas, 'kan?
Tidak.
Maksudku, tidak. Apa?!
- Hm? - Maafkan dia.
Maksud ucapannya adalah tidak.
Tidak. Tidak.
Dengar, sejujurnya...
tidak, kami tidak punya tugas pengawas apa pun.
Bagus. Jadi kita bisa bicara. Mari duduk sebentar.
Jadi, aku baru mulai, dan rasanya semua orang marah padaku.
Entah kenapa, padahal aku sudah berusaha keras dan bersikap baik.
Kurasa aku hanya mencari cara berteman dengan pengawas lain.
Um, misalnya, apa yang kalian lakukan di waktu senggang?
Oh, tidak banyak. Kadang aku mencari di Google,
"Apakah kulit kemaluanku terlalu panjang?"
Hm.
Ya. Begitulah.
Maksudku mungkin lebih ke kegiatan bersama.
Seperti, apa kalian pergi ke gim bersama atau berolahraga?
Aku ke gim cuma untuk mengintip milik pria lain...
untuk melihat apa punyaku jauh lebih panjang dari normal.
Apa-apaan?
Benar sekali.
Um, aku akan abaikan momen anehmu itu, dan beralih padamu.
dan beralih padamu.
- Lewati. - Tidak, tak boleh dilewati.
Cuma ingin tahu apa kita punya hobi yang sama.
Seperti, apa yang kau lakukan Sabtu lalu?
Oh, tidak ada yang spesial. Aku sarapan,
lalu akunku diblokir dari OldBuffDaddies.com...
karena melanggar ketentuan layanan.
Aku tak ingin tanya, tapi harus tahu.
- Apa yang kau lakukan? - Aku mencoba membayar pelacur...
untuk menyamar jadi ayahku dan memberiku pujian.
Oke, sepertinya aku harus ubah cara bertanyanya.
Aku tidak bicara soal hal aneh yang kalian lakukan di internet.
Lebih seperti, "Apa hal normal yang kalian lakukan hari ini?"
Aku beli pil yang katanya bisa mengecilkan kulit kemaluan 35%.
- Aku berhenti bicara padamu. - Syukurlah.
- Mungkin aku bicara padamu. - Lewati.
- Tak boleh dilewati. - Tapi aku perempuan.
- Itu tak mempan padaku. - Harusnya boleh dilewati.
- Aku tadi tidak lewat. - Aku tidak bicara padamu.
- Tolong jangan. - Baiklah, kau, gadis pirang.
Apa yang kau lakukan hari ini?
Aku baru saja manikur.
Oke, itu baru benar.
Mari tetap di jalur itu, ya? Apa lagi?
Aku buang air besar di toilet Logan, tapi mampet,
dan karena tak mau dia melihatnya, kumasukkan ke dalam plastik,
dan plastik itu masih ada di tasku.
Oke.
- Kau baik-baik saja? - Tidak.
Oke... aku harus tanya.
Kenapa kalian melakukan semua itu?
Karena aku butuh pengakuan dari orang lain...
untuk meredakan ketakutan terbesarku akan kesepian.
Ya ampun.
Sepertinya aku mulai memahami sesuatu.
Kalian berteman...
karena kalian jujur soal rahasia tergelap kalian satu sama lain...
dan kalian tidak saling menghakimi.
Itulah arti pertemanan, ya?
Aku akan ikut bergabung.
Aku akan beri tahu kalian sesuatu yang tak pernah kukatakan pada siapa pun.
- Tidak perlu. - Akan kulakukan.
Oke.
Namaku Sidney Putt. Usiaku 31 tahun.
Aku suka berpakaian seperti Grinch memakai popok...
sambil menghirup banyak helium agar suaraku terdengar seperti bayi.
Lega sekali bisa menceritakannya.
Terima kasih sudah memberiku ruang untuk mengatakannya.
Bagus. Kami benar-benar harus pergi sekarang.
Tentu saja, ya.
Sampai jumpa di pertemuan pengawas asrama berikutnya.
Tidak akan, karena kami bukan pengawas asrama.
Kami murid di daftar pindah Gralk Hall.
- Hah? - Uh...
- Blake! - Lari!
- Blake! Bukan. Blake! - Aduh! Tolong!
- Tolong! Lepaskan! - Tolong! Jangan, hentikan.
- Lepaskan dia! - Tolong! Blake!
Ini hari pertamamu. Kenapa peduli?
Lepaskan dia, atau kulempar ini padamu.
- Oke. Oke. - Akan kulakukan. Jangan mengujiku.
- Oke. - Aku sudah hampir gila!
- Tenanglah. - Akan kulakukan!
Tidak, kau takkan berani.
- Ya! Snackatron! - Hei! Hei, kami di sini!
Halo, Montgomery.
Itu sebuah robot?
Sebelum kau menerima makanan dari...
Jangan lagi. Pergi sana.
...kau harus menyetujui ketentuan berikut.
Poin satu:
Kau setuju untuk tidak menuntut Snackatron LLC...
atas bahaya apa pun oleh Snackatron 3000...
- selama proses pengantaran. - Hei. Hai, Logan.
Lizzy! Di mana kau?
Kau harus bayar sopirnya atau dia takkan biarkanku bunyi klakson!
Oh, uh, maaf.
Ya, aku hanya harus makan pizza ini sebentar.
Ada pizza di bus, cepat ke sini!
Kau setuju tidak jatuh cinta atau bernafsu pada Snackatron.
Hei... uh,
- ada pizza di bus itu. - Mm.
Jadi, aku akan ke sana.
Tapi, um, tolong jangan bilang siapa pun soal isi tasku.
- Oh, itu cuma kotoran. - Aku pun pernah alami hal serupa.
Kau tak boleh ajarkan Snackatron rasis...
- Terima kasih, kawan. Sampai jumpa. - ...dan kau dilarang...
menunggangi Snackatron. Kau setuju syarat ini?
- Ya. - Silakan klik setuju.
- Ya! Akhirnya! - Bagus sekali.
Apa Anda puas dengan pesanan ini?
Ayo makan ini cepat dan pergi dari sini...
sebelum dikirim ke Gralk Hall.
Tunggu, apa maksudmu tadi soal kamar sendiri?
Bukan apa-apa, aku cuma mau pindah kamar...
karena tak mau tinggal bersamamu lagi.
Apa?
Halo, anak-anak.
Kami sedang mencari kalian.
Kalian mengacaukan kamarku.
Jadi, apa kalian puas dengan pesanan ini?
Sita ponsel mereka...
dan bawa mereka ke Ruang Kebugaran.
Montgomery, apa kau puas dengan pesanan ini?
APA KAU PUAS DENGAN PESANAN INI?!
Tunggu, tunggu! Lepaskan kami!
Kami punya hak, sialan!
Jangan, jangan, jangan!
Tunggu! Kalian tidak mengerti! Setidaknya berikan pizza kami!
Setidaknya berikan pizza kami! Kami harus makan pizz--
Apa kalian punya pizza? Kalian punya pizza tidak?
Sial, Jack. Apa yang harus kita lakukan?!
Kau mengajukan pindah kamar?
Bukan. Oh, bagus, kita bisa bohong lagi. Sialan.
Jadi, kau benar-benar mencampakkanku?
- Aku tidak mencampakkanmu. - Yah, kelihatannya begitu.
Lalu apa lagi sebutan yang paling tepat untuk ini?
- Bukan itu mak-- - Oh, jangan mulai.
Kau tahu, kau itu sama saja seperti orang lain.
- Tapi tidak apa-apa. - Jack.
Aku mengerti, berteman denganku itu apa, bunuh diri sosial bagi kalian?
- Tidak apa-apa. - Bukan-- Bukan itu maksudku--
Tinggalkan saja aku. Lebih baik aku pindah ke sini saja...
ke Ruang Kebugaran bersama kaumku...
- Jack. - ...si sampah, kaum yang terlupakan!
- Jack. - Tapi tidak masalah.
- Aku ingin-- Cuma-- - Tempat ini sangat mewah, tahu!
- Aku ingin bicara-- - Kau dan kupu-kupumu itu...
- Jack, aku tidak-- - ...anggap saja aku tidak pernah ada.
- Aku tidak-- - Maksudku, setelah semua yang
kulakukan untukmu, dasar berengsek tidak tahu untung!
Ya ampun, bisa berhenti tidak bersikap seperti korban?
Aku ingin pindah kamar karena aku butuh istirahat sejenak!
Maaf, Jack, tapi tinggal bersamamu...
itu serasa menonton "Acara Jack" terus.
Kau lakukan semua maumu tanpa pernah memikirkan orang lain.
Oke, lalu kapan kau berencana memberitahuku soal ini?
- Aku bukan pembaca pikiran. - Kau tidak pernah mendengarkan!
Kau mengabaikanku lalu menekanku untuk hal yang tidak kumau!
Sebutkan satu hal yang kupaksakan padamu--
Narkoba!
Aku tidak mau pakai narkoba malam ini!
Aku bahkan tidak suka minum teh berkafein.
Tapi kau mengeluh, "Semua orang benci Jack,"
jadi kami harus ikuti maumu.
Karena, rupanya, aku tidak dianggap.
Sekarang kita dikunci di sini, bokong kita akan ditusuk gergaji mesin,
pengawas mengirim kita ke Gralk, dan--
Apa-apaan ini?
Apa yang sebenarnya terjadi?!
Entah apa tadi itu, tapi aku tahu itu semua salahmu!
Oh, tolonglah.
Kalau bukan karena aku, kau takkan pernah keluar kamar.
Kau hanya duduk meringkuk di bawah selimut, takut untuk bernapas,
karena kau pengecut paling menyedihkan yang pernah kutemui.
Wah, Jack, aku jadi paham kenapa semua orang sangat membencimu.
- Persetan denganku. - Persetan denganmu!
Dia. Bawa dia ke Ruang Belajar lama.
Jadi, ingat saat kubilang aku tidak akan mengentuti wajah mereka, dan...
Sial! Dia di sini.
Lizzy! Lizzy! Lizzy!
Maaf, uh, di mana pizzanya?
Aduh, pizzanya.
Aku hanya-- aku berbohong padamu karena kau lama sekali.
Lagipula, kenapa baumu agak seperti kotoran?
- Aku akan segera kembali. - Tunggu, kau harus bayar sopirnya!
Apa Anda puas dengan pesanan ini?
Apa Anda puas dengan pesanan ini? Apa Anda puas dengan pesanan ini?
Apa Anda puas dengan pesanan ini? Apa Anda puas dengan pesanan ini?
Snackatron? Apa kau lihat ke mana perginya dua pria tadi?
Bawa mereka ke Ruang Kebugaran.
Saus krembel!
Aku harus tahu apakah Montgomery puas dengan pesanannya!
Halo, Jack.
Selamat datang.
Kau suka Ruang Belajar lama ini?
Ruangan ini dibangun sebagai tempat suci
bagi para pelajar pekerja keras untuk riset tesis mereka
dan persiapan ujian.
Tapi sekarang...
...hanya tersisa reruntuhan.
Apa?
- Hanya tersisa reruntuhan. - Terima kasih.
Para pengawas merekrutku saat muda.
Mereka menjanjikanku segalanya.
Tugasku hanya memantau keadaan setelah hari gelap.
Yang tidak mereka sebutkan...
adalah kegelapan itu... tak pernah berakhir.
Meskipun aku sudah mencoba, aku tak bisa menenangkan kekacauan ini.
Ruang belajar ini hancur
saat mahasiswa tingkat dua yang mabuk menembakkan kembang api dari pantatnya
ke dalam ember berisi rum.
Kau lihat, tak ada pelajar di sini.
Hanya iblis dengan kartu tanda mahasiswa.
Dan mereka harus dibersihkan.
Kini yang kita butuhkan hanya membuka kunci ponsel mereka,
dan kau, Jack, adalah kuncinya.
Forum internet lama meramalkan datangnya wajah terpilih.
Begitu berbeda,
begitu aneh...
begitu berkarakter...
- Oh, ayolah. -...ia akan mengelabui
Face ID setiap ponsel.
Sebuah kunci serbaguna.
Hampir sepanjang semester, kami mencari wajah ini.
Dan sekarang, kami menemukannya.
Satu wajah untuk membuka semuanya.
Montgomery. Montgomery.
Montgomery.
- Di mana pizzanya? - Para pengawas mengambilnya.
Oke, ayolah. Kita... kita harus mengambilnya kembali.
Tidak, aku menyerah.
Aku akan tetap di sini, bersama kaum yang terlupakan.
Apa yang kau bicarakan?
Tunggu. Bagaimana kau bisa masuk?
Pintunya hanya bisa dikunci dari dalam!
Sekarang, bagaimana cara kita keluar dari sini?
Ayo, ayo.
Kau pasti bisa. Buktikan mereka salah, Snackatron.
Buktikan bahwa mereka semua salah!
Hore!
Tinggal 182 anak tangga lagi!
Tak percaya kita merangkak di lubang ventilasi sialan ini.
Teruslah jalan. Pasti ada jalan keluarnya.
Padahal cuma ingin malam yang tenang.
Kulitku lecet karena gesekan.
Hei, kenapa berhenti?
Lysander?
Lysander?
Hei. Hei, kawan. Kau tak apa-apa?
Lysander?
Hei.
Dia...
mati.
Aku tidak bisa... Apa-apaan ini?
- Montgomery? - Sial, ada apa ini?
- Sial. Kupu-kupuku mati. - Hei. Montgomery.
- Montgomery. - Sahabat terbaikku mati.
Kau harus tetap tenang. Kita harus ambil pizzanya dari para pengawas.
Tidak! Aku tidak bisa, mereka terlalu banyak.
Jack benar. Aku bukan pria alfa.
Aku pengecut sialan!
- Montgomery, tenanglah. - Aku sedang...
- serangan panik! - Hei. Lihat aku.
- Lihat aku. - Tidak.
- Lihat aku! Montgomery! - Tidak!
- Biarkan saja aku mati! - Hei!
Dengarkan aku. Kau memang bukan pria alfa.
Tapi kau juga bukan pengecut.
Kau tetap menemani sahabatmu saat tak ada orang lain yang mau.
Itu adalah keberanian.
Aku tak bisa melakukan itu.
Aku...
Aku tidak melakukannya.
Aku meninggalkan kalian.
Kira-kira kupikir jika aku berteman dengan kalian...
maka... orang-orang takkan menyukaiku.
Tapi... ternyata, orang-orang tetap tak begitu menyukaiku.
Apa? Siapa yang tidak menyukaimu?
Kau adalah orang paling keren yang pernah kutemui.
Kau cerdas. Kau jago main permainan papan.
Kau bisa sulap.
Maksudku, kau Lizzy si Menakjubkan.
Maaf kita tak sempat menyelesaikan permainannya.
Ya.
Pasti menyenangkan jika akhirnya--
Permainannya! Itu dia.
Ingat petualangan terakhir, saat kita membuat...
pengalihan musik dengan para penyanyi jalanan itu?
Ya, tapi apa hubungannya dengan--
Ayo kita serbu Benteng Thalamir.
Tunggu.
Maaf, aku tak tahu apa yang kita lakukan.
Oh, benar, aku harus lebih spesifik.
Pengawas membawa Jack dan pizzanya ke Ruang Belajar lama...
dan aku punya rencana untuk mengalihkan mereka.
Oke.
Aku sedang melakukannya!
Nah, begitu!
Masih mencari tawaran manggung?
Maaf, aku butuh informasi lebih.
Oh, benar, maaf. Aku harus lebih spesifik.
Pengawas membawa Jack--
Itu ponsel terakhir. Kita sudah siap, Pak.
Dengarkan semua.
Malam ini... adalah peristiwa bersejarah.
Ponsel-ponsel sudah terbuka, disinkronkan...
dan terhubung ke panel kendali.
Segera, permohonan pindah asrama akan dikirimkan.
Tugas jaga kita akhirnya akan usai.
Dan hari baru yang cerah akan--
Maaf, musik apa itu?
Kami Flesh Grenade! Bersiaplah mendengar musik folk sialan ini!
Apa-apaan ini?
- Apa yang kalian lakukan? - Sst! Kami menyelamatkanmu.
- Hai. - Hai.
Kau terlihat tampan.
Terima kasih, aku tahu.
Bagaimana kabarmu?
Baik. Seperti kau peduli saja.
Kalau bicara begitu, mungkin ikatanmu takkan kulepas.
- Mungkin aku tak mau dilepas. - Mungkin tambangnya kutambah.
Diamlah kalian berdua.
- Apa-apaan? Kembalikan itu! - Pertunjukan selesai.
- Pergi kalian. Ayo. - Kembalikan! Tidak!
- Semuanya keluar. - Selesaikan di luar!
Waktu kita sempit, kalian ambil ponsel-ponselnya...
aku akan ambil pizzanya, lalu kita berkumpul di tangga...
dan keluar diam-diam.
- Paham? - Paham.
- Bagus. - Ayo.
- Brengsek! - Cepat jalan.
Montgomery!
- Sial! - Apa Anda puas dengan pesanannya?
Oh-ho!
Lihat siapa yang datang berpesta!
Nama-nama terakhir di daftarku.
- Montgomery? - Hai.
- Lizzy? - Boleh aku bertanya?
Kenapa aku dikirim ke Gralk Hall?
Aku anak yang sangat penurut.
Maksudku, aku sopan dan baik.
Aku menjaga sikap di asrama.
Aku sering melontarkan pelesetan lucu.
Kau aneh, dan kami tidak sudi.
- Mengerti. - Baiklah, kau menangkap kami.
Bisa beri kami pizzanya saja?
Pizza?
Oh, pizza ini.
Ya, rasanya ada yang kurang dari pugasan ini.
Mungkin, uh...
Limbah beracun.
- Apa?! - Tidak!
Tidaaaak!
Montgomery harus puas dengan pesanannya!
Ya!
Oh, tidak!
Oh.
Sialan kau, Snackatron.
Ah.
Yah...
...waktunya mati.
Apa kau benar-benar akan membunuh kami?
Tidak, kami tidak akan membunuhmu.
Kami hanya akan menghajar kalian berkali-kali.
Tapi bagaimana kedengarannya? "Waktunya menghajar kalian berkali-kali"?
Kedengarannya aneh.
Terserahlah, hajar saja mereka.
Apa yang terjadi?!
Sial, ini fase berikutnya.
Yang mana ini?
Kita Adalah Satu!
Apa-apaan ini?
Kalian semua baik-baik saja?
Apa yang baru saja terjadi? Kita ada di mana?
Kurasa kita semua di dalam tubuh seseorang?
Ya Tuhan. Aku tahu apa ini.
Kita bukan satu ("One"). Kita...
Hola. Namaku Juan.
Obat macam apa sialan ini?
Sialan!
Siapa yang mengendalikan kakinya?
- Aku! - "Aku" itu siapa?
Jack! Ini mustahil!
- Apa yang terjadi? - Diam.
Kita harus bergerak menyatu!
- Kau bilang "Juan"? - Aku bilang "menyatu" (one).
"Bergerak menyatu."
Tunggu! "Satu" (one) atau "Juan"?
- Satu! - Tidak penting! Ayo!
Aw! Menjauh dariku!
- Kau yang menjauh dariku! - Teman-teman, kita harus fokus.
- Waktu kita hampir habis. - Cukup.
Dan kita akan segera dihajar.
Serang mereka!
Wah!
- Oh... - ...Ya...
...Tuhan!
Lakukan sesuatu!
Ciaat!
Apa yang terjadi?
Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku.
Tunggu, tunggu! Tendangan kalajengking!
Tolong, bolehkah kita lakukan itu?
Terima kasih!
Baiklah semuanya, inilah aku.
Diriku yang asli. Aku takkan bersembunyi lagi.
Oh!
Baguslah kalau begitu.
Oke.
Kalian semua orang aneh.
- Balonmu ketinggalan. - Ambil saja.
Oh, brengsek!
Sial. Sial. Oh!
- Ke panel kontrol! - Kita harus hentikan para RA!
Sial, sial, sial!
Aku tak tahu cara kerjanya! Apa yang harus kulakukan?
- Hancurkan saja. - Sial!
Hancurkan saja, sialan!
Jack, Jack, Jack.
Menyerahlah.
Tak ada yang bisa kau lakukan.
- Kau tak bisa menghentikan ini. - Tidak bisa?
Tidak.
Kecuali aku bisa.
Pengisi daya pihak ketiga?
Tunggu! Sialan! Sialan!
Lepaskan aku! Tunggu!
Jack! Lihat!
Ponselmu masih ada padaku.
Begitu kutekan "kirim", tamatlah. Kau akan dipindahkan ke Gralk Hall.
Jadi, sebelum kau merusak ponsel itu, mari kita berurusan.
Kau berikan itu padaku, aku berikan ini padamu.
Dan urusan kita selesai.
Bahkan, akan kubuat lebih menarik.
Aku akan menjadikanmu seorang RA.
Hah?
Untuk apa aku menginginkan itu?
Karena, Jack...
kau tahu kebenarannya.
Tak ada seorang pun di sekolah ini yang akan memaafkanmu...
atas apa yang kau lakukan pada tim sepak bola.
Tapi tahu apa yang lebih baik daripada disukai?
Ditakuti.
Kekuasaan, Jack.
Tak ada lagi yang akan merundungmu.
Kau benar-benar akan menolaknya?
Demi menyelamatkan orang-orang yang membencimu?
Teman sekamarmu sendiri ingin meninggalkanmu.
Selamatkan dia, dan kau akan membusuk di Gralk Hall.
Atau...
dengan aku di pihakmu...
kau akhirnya bisa menguasai sekolah ini.
Tidak apa-apa.
Montgomery...
Maafkan aku.
- Sepertinya aku akan pergi. - Apa?
Jadi, tahun depan, carilah teman sekamar baru yang terbaik.
- Jack. - Cari seseorang yang mau mendengarmu.
- Jack, jangan. - Jack?
- Kau tidak perlu melakukan ini. - Katakan pada teman sekamar itu...
untuk memperlakukanmu dengan baik.
Jack, kita bisa cari cara lain.
Minta mereka lakukan hal membosankan yang kau suka...
- seperti teka-teki atau permainan... - Ayo.
...menebak burung favoritku.
- Elang? - Bukan elang.
- Berhenti menebak elang. - Aku tidak mau ini, Jack.
Ini satu-satunya cara.
- Tidak! - Jack.
Aku berubah pikiran! Aku ingin sekamar denganmu!
Keinginanmu bukan yang kau butuhkan!
- Jack! - Aku membutuhkanmu!
- Aku menyayangimu, Montgomery! - Jack!
- Aku menyayangimu, Jack! - Aku sangat menyayangimu...
- dan aku jarang mengatakannya! - Jack, kesepakatannya!
Kesepakatannya.
Ayo... Berpikirlah cerdas, Jack.
Kau harus memikirkan dirimu sendiri.
Tidak.
Aku harus memikirkan nasib orang lain.
Apa?
Tidaaaak!
Sialan!
Kau bodoh!
Nikmatilah Gralk Hall!
Oh, Blake?
Kau melupakan satu hal.
Aku Lizzy yang Agung, keparat.
- Oh! Wah! - Ya ampun! Bagaimana dia melakukannya?
- Aku tidak tahu! - Itu luar biasa!
Persetan dengan semua ini!
Sialan.
Yah... waktunya memukulmu sampai mati dengan pipa!
- Itu juga kedengarannya aneh. - Diamlah, brengsek!
Siapa yang mau duluan, huh?
Yang mana?
Ingat aku?
Lysander!
Kau meremukkan sayapku.
Kau menginjak tubuhku. Kau membiarkanku mati.
- Menjauh sana! - Tapi kau tidak menyelesaikannya.
Menjauh dariku! Menjauh dariku!
Dari kedalaman ventilasi asrama,
- aku telah kembali. - Sial!
Persetan kau, kupu-kupu!
Hajar dia, Lysander!
Namaku adalah Lysander Featherhelm,
Penguasa Syracuse Meadows.
Aku melayani Tuhan kami, Montgomery,
dan aku akan membalas dendam!
Tendangan kalajengking!
Tidaaaak!
♪ Saat harapan kita berlayar ♪ ♪ dari seribu mimpi ♪
♪ Kita akan terus maju, ahh ♪
Kemenangan, nektar termanis.
Monty, sampai jumpa di rumah.
Sial! Aku menangkapmu, kawan.
Sialan.
Terima kasih.
Tentu. Aku berutang padamu.
Baiklah teman-teman, kita berhasil. Kita mengalahkan para RA.
Kita makan pizzanya. Oh, tunggu.
Apa yang terjadi?
Apa itu?
Ya Tuhan. Itu dia.
Si Raja Tikus.
Hai, Lizzy. Ingat aku?
Si keparat ini.
Maaf, kau siapa?
Aku adalah kau, Jack.
Sosok yang kau takutkan di masa depan.
Membosankan, tidak minum alkohol, dan terobsesi dengan tempat makan burung.
Aku juga mengulas
merek air soda di YouTube.
Demi Tuhan, sialan.
Apa salahnya dengan itu?
Jujur saja, itu terdengar menyenangkan.
Enyahlah!
Lari!
- Sial! - Apa yang harus kita lakukan?
Waktunya melayang bak elang yang anggun.
Mereka mencoba menyensor kita,
tapi kita takkan bisa dibungkam!
Terima kasih, dan selamat malam!
Kenapa kita pikir itu akan berhasil?
Persetan, tadi itu seru.
Banyak sekali kondom di sini.
Aku mendarat di atas kondom.
Hei, buatlah permohonan.
Kuharap aku tak mendarat di atas kondom.
Ambil sisi positifnya, teman-teman.
Setidaknya kita lolos dari mimpi buruk--
Montgomery!
Ayo jalan!
Aku menyurati komplain ke Microsoft
saat mereka menghapus font favoritku.
Tuhan, jangan!
- Oh, sial! - Ayo! Cepat!
Wah, wah, wah.
Halo lagi, para brengsek.
Bagaimana bisa kalian belum mati?
Kalian pikir bisa membunuhku?
- Turun dari kotak itu! - Cepat turun dari sana!
Butuh lebih dari itu untuk menyingkirkan Blake!
- Tangkap dia! - Tarik dia turun!
Sial!
Buka lebar-lebar!
Selamat berlayar!
Jangan minum lebih dari satu dosis.
Jika ya, kau akan melihat buruknya realitas yang sesungguhnya.
Masalah terbesarku sekarang adalah
betapa semua ini sama sekali tidak masuk akal.
- Contohnya apa? - Apa maksudmu, "Contohnya apa?"
Contohnya, berapa banyak mahasiswa baru
yang memelihara kupu-kupu?
Itu yang kau rasa tidak masuk akal?
Ada adegan tiga pemeran utama berubah menjadi pria Venezuela.
Baiklah, tapi kita harus memikirkan...
...dengan judul yang lebih baik daripada Pizza Movie.
Tentu saja judulnya bukan Pizza Movie.
Itu cuma judul sementara. Jika kita tak bisa cari yang lebih baik,
- aku akan menenggelamkan diri ke laut. - Apa-apaan?
Ya Tuhan, salah satu aktornya ada di sini.
Hei, kawan, bisa beri kami waktu 10 menit? Terima kasih.
Dengar, aku bilang pada kakekku dia bisa ikut main film ini.
Boleh, 'kan?
Tidak.
Ki-ki-kita di dalam film?
Kita di dalam film beranggaran rendah.
Karakterku tidak ditulis dengan mendalam sama sekali.
Aku cuma karikatur.
Tugas duniaku cuma menyampaikan eksposisi.
Apa-apaan tadi itu?
Montgomery.
Apa kau puas dengan pesanan sialanmu?
Ya, Snackatron.
Ya, kami puas.
Terima kasih telah memesan dari...
Ahh, akhirnya sendirian.
Waktunya mengukur panjang kulupku.
Tunggu, apa robot ini masih merekam?
Selamat tinggal.
Lizzy!
Lizzy! Ayo jalan!
Montgomery! Di sebelah sini.
- Hei, terima kasih atas pekerjaannya. - Terima kasih.
Sudah siap? Mari kita mulai malam ini.
Aku akan membunyikan klakson itu dengan sangat kencang.
Ya Tuhan, aku merasa sangat hidup setelah berakting.
Ya, bisa kubayangkan setelah siksaan listrik tadi.
Ya.
Omong-omong, um, aku bertanya-tanya...
apakah kau mau berkencan kapan-kapan?
Lizzy, berikan kartu kreditmu pada sopirnya sekarang!
Ada apa?
Montgomery?
- Montgomery? - Tidak, terima kasih.
- Tidak? - Tidak.
Kurasa kita tidak cocok.
Kenapa?
Kau membuatku takut setengah mati.
Tapi hei, semoga beruntung dengan musikmu.
Kau... luar biasa.
Luar biasa. Semoga beruntung.
Lizzy!
Berhenti melamun dan keluarkan kartu kreditmu...
lalu berikan pada--
- Oh! - Ooh!
- Oh! - Ya ampun, Logan.
Bersenang-senanglah.
Kau mati ya?
Hei, wajah aneh!
- Jam berapa sekarang? - Pasti sudah jam 5 pagi.
Ini baru jam 8:30!
Semua itu cuma butuh 45 menit?
Kalian ingin melakukan sesuatu?
Mau selesaikan permainan kita?
Aku mau.
Aku juga.
Dan aku...
juga setuju.
Wah, kawan.
Kuliah itu hebat. Aku senang berumur 19 tahun.
Kakek, jangan lihat kamera.
- Jangan bicara begitu padaku. - Kawan, ini tidak berhasil.
- Mari kita potong adegannya. - Baiklah.
Oke, mau mulai dari nol atau lanjut yang tadi?
- Mari mulai dari nol saja. - Ya?
- Kita paham. - Oke, keren kalau begitu.
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Tak ada yang akan mati hari ini ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Tak ada yang akan mati hari ini ♪
♪ Bahagia, indah, bahagia, indah, ♪ ♪ bahagia, bahagia, bahagia, indah ♪
♪ Bahagia, indah, bahagia, indah, ♪ ♪ bahagia, bahagia, bahagia ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Tak ada yang akan mati hari ini ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Tak ada yang akan mati hari ini ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Tak ada yang akan mati hari ini ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Tak ada yang akan mati hari ini ♪
♪ Bahagia, bahagia, indah, indah, ♪ ♪ bahagia, indah, bahagia, indah ♪
♪ Bahagia, bahagia, indah, indah, ♪ ♪ bahagia, indah, bahagia ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Tak ada yang akan mati hari ini ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Tak ada yang akan mati hari ini ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Semuanya bahagia, semuanya indah ♪
♪ Tak ada yang mati hari ini, ♪ ♪ seseorang akan mati hari ini ♪
♪ Kita semua akan mati hari iniii ♪
Kunjungi saya "HANYA" di "Subsource.Net"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.