Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪ Di seberang Sungai Yordan ♪
♪ Di samping laut kristal ♪
♪ Ada kota yang penuh istana ♪
♪ Akankah ada satu untukku? ♪
♪ Saat tugasku di bumi berakhir ♪
♪ Dan aku tertidur di bawah tanah ♪
♪ Akankah jiwaku bernyanyi bersama malaikat? ♪
♪ Di sekitar takhta Tuhan yang diberkati ♪
♪ Yesus yang lembut, bimbinglah aku ♪
♪ Melintasi samudra hidup yang gelap ♪
♪ Yesus yang lembut, bimbinglah aku ♪
- Sheriff, itu Anda?
Sheriff, Anda di dalam?
- Ya, aku keluar sebentar lagi.
Sabar sedikit, astaga.
Mencoba mengejutkanku?
- Ketahuan.
Tempat ini lumayan indah.
- Ya.
Agak menakutkan juga.
- Ada apa dengan teman barumu itu?
- Aku tidak yakin.
Tapi masukkan saja ke barang bukti.
- Bicara soal barang bukti,
aku sempat ke kantor dan
melihat tagihan sebesar 1.800 dolar
untuk sampel tanah dari lab forensik.
Dari mana Anda mengambil sampel tanah itu?
- Di sebelah sana.
- Jadi Anda pernah ke sini sebelumnya?
- Apa...
Bagaimana hasilnya?
- Ternyata itu cuma oli mesin seharga 1.800 dolar.
- Tidak ada darah di dalamnya?
- Tidak.
- Huh.
♪ Jika kau tak ingin kena masalah ♪
♪ Jika kau tak ingin kena masalah ♪
♪ Jika kau tak ingin kena masalah ♪
♪ Sebaiknya tinggalkan pembohong itu ♪
- Aku yang pesan.
Kau mau pesan yang sama?
Ya?
- Berhenti bergoyang.
- Berhenti bergoyang, ada apa denganmu?
Kelly Grace, apa kabar? - Hai, Shep. Baik.
♪ Biar kuberitahu kelakuan pembohong ♪
♪ Dia selalu datang dengan hal baru ♪
- Karena ini Selasa, steak ayam goreng.
Sepertinya dia masih menyukaimu, bagaimana menurutmu?
Lihat saja nanti, aku jamin kau akan dapat
sayur sawi dua kali lipat lebih banyak dariku.
Kawan, dia masih tetap menawan.
Ingat aku satu SMA dengan adik perempuannya?
Aku tak punya peluang.
Tahu tidak? Keluarga itu punya gen yang bagus.
Hmm.
Jangan beri tahu Heather, dia takkan suka.
- Oh.
- Oh. - Sayang?
- Hei, jagoan,
- kau baik-baik saja? - Dia tidak apa-apa.
- Ini dia.
Biar kuambilkan ini untukmu.
Nah, ini dia, Nak.
- Terima kasih, Ronnie. - Sama-sama.
Darlene, aku akan kembali sebentar lagi.
- Dia anak yang baik.
Tak kusangka dia pindah ke utara dan menikah dengan pecundang.
Kudengar suaminya pernah dipenjara, benar-benar baji—
Sheriff.
- Silakan.
- Masuk, Shep.
Maaf mengganggu makan siangmu.
- Kita harus beli radio baru, kau tahu itu, 'kan?
Bernice dan Jim bertengkar lagi.
Kau mau biarkan saja atau ke sana?
- Tidak apa-apa, aku akan ke sana.
- Aku ikut denganmu.
- Tidak usah, itu hal terakhir yang harus kau lakukan.
Akan kuselesaikan dalam lima menit.
Yang perlu kau lakukan adalah menjenguk ibumu.
Dia terus menanyakanmu.
Sudah berapa lama?
- Entahlah.
- Ya, sudah kuduga.
ᴹʸᴹᵃᵈ ᵃᵏᵃ ᵐᵃᵐᵃᵈ¹⁹⁸⁷
Sheriff, jenguklah ibumu.
Darlene, bungkuskan untukku.
♪ Jika kau tak ingin kena masalah ♪
♪ Sebaiknya tinggalkan pembohong itu ♪
Oh, Ibu, jangan bangun.
Ini.
- Peluk ibumu.
Duduklah.
- Baiklah.
Maaf, aku sibuk belakangan ini.
- Kau tampak lelah.
Kau berhalusinasi lagi?
- Tak bisa hilang dari pikiranku.
- Mungkin itu Tuhan yang mencoba bicaramu padamu.
- Oh, kurasa ucapan-Nya sudah cukup jelas.
- Sepertinya lukanya membaik.
- Ini takkan pernah sembuh.
Mills.
- Ya, Pak.
- Dale menaruh ini di mejaku hari ini.
Bisa jelaskan apa maksudnya ini?
Itu laporan barang bukti, Pak.
Ini bagian dari investigasi yang berjalan.
- Apa yang mereka selidiki?
Mekanik amatir?
- Bukan.
- Bukan, itu tidak penting.
Yang penting adalah ini, 1.800 dolar.
Lihat?
Tepat di sana, 1.800. - Ya.
- Biar kutanya sesuatu.
Menurutmu siapa yang akan disalahkan?
Itu pertanyaan retoris. Jawabannya adalah aku.
Semua beban kini jatuh padaku.
Dan aku tak tahu apa divisimu punya banyak uang kas,
tapi aku sudah lama bekerja di sini
dan kami punya sesuatu yang disebut anggaran,
dan kutegaskan, jumlahnya sangat kecil.
- Baik, Pak.
- Bereskan ini, kau mengerti?
Aku tahu Dale memang brengsek,
tapi jika kau tidak berhati-hati, dia bisa mengambil pekerjaanmu.
suatu hari nanti.
- Dimengerti.
- Lencana sialanku.
Nak.
- Ayah.
- Ya ampun. - Ayah,
aku mau ikut naik truk denganmu.
- Kau dengar itu.
Dia mau ikut denganku, aku favoritnya.
- Ya, tentu saja.
Itu tak ada hubungannya dengan
lampu keren dan sirene di mobilmu.
- Tidak, bukan karena itu. - Bukan, ya.
Ada apa ini?
- Maaf, maaf. - Nah, begini saja.
- Baiklah, bagus. - Sampai jumpa di rumah.
- Hei, apa ada sesuatu di pipiku?
- Sini, biar kuperiksa.
- Nak, ada sesuatu di sini. - Mm-hmm.
- Hei, aku juga. - Hei, beri ibumu ciuman.
- Aku mencintaimu. - Ucapkan dadah.
- Dadah, Ibu. - Dadah, sayang.
- Baiklah, ayo berangkat, Nak.
Oh, kau berat sekali.
♪ Tetaplah di sisi yang cerah ♪
♪ Selalu di sisi yang cerah ♪
♪ Tetaplah di sisi hidup yang cerah ♪
Nah, Ayah harus beri tahu kalau benda ini cukup tajam,
jadi berhati-hatilah, dengar?
Jadi,
penjahat itu mengincar kakekmu tepat di sasaran.
Benar sekali.
Peluru keluar dari pistol.
Meluncur lurus ke arahmu.
- Ah. - Dor!
Pelurunya terpental, mengenai lencana ini,
melindungi kakekmu, menyelamatkan nyawanya,
dan itulah sebabnya kakekmu selalu berkata
kita melindungi lencana—
- Karena lencana melindungi kita.
Oh, Ayah lupa melakukan sesuatu.
- Apa itu? - Ayah akan masuk penjara?
Bayar 50 dolar dan Ayah bisa keluar.
Apa semuanya baik-baik saja, Ayah?
- Ya, Nak.
Ayah ingin kau mendengarkanku, oke?
- Mm-hmm.
- Ayah akan pergi membantu pria itu, ya?
- Oke.
- Ayah ingin kau tetap di truk, kau mengerti?
- Ya, Pak.
- Bukan, kau harus bilang, "Aku mengerti."
- Aku mengerti.
- Oke, tetaplah di sini, ya?
Kelihatannya cukup dalam di bawah sana.
Ya, airnya pasti masih sangat dingin musim begini.
Bagaimana kalau kau ke sini dan kita bicarakan ini?
Hei, lihat aku.
Lihat aku, semuanya akan baik-baik saja.
Berikan tanganmu padaku.
Ayo.
Nah, begitu, ayo ke sini.
Bagus, kau melakukannya dengan baik.
- Sebaiknya berhati-hatilah.
Hutto sedang mengamuk hari ini.
- Luar biasa.
Mills, bawa pantatmu ke sini!
- Terima kasih.
Ya, Pak.
- Menurutmu bagaimana aku dapat ini?
Bukan pertanyaan, biar kuberitahu.
Temanmu itu.
Sheriff hebat dari Wilayah Fisher, Ronnie Long,
datang ke sini pagi ini,
memberikan sekop ini pada Diane,
dan bilang padanya kalau ini perlu dimasukkan sebagai barang bukti.
Akan kuberitahu ke mana sekop ini akan dimasukkan,
yaitu ke tempat asal benda sialan ini.
Menurutmu kenapa dia merasa punya wewenang
untuk melakukan hal seperti ini?
- Aku tidak tahu.
- Kecuali jika dia merasa masih jadi sheriff,
yang kita tahu itu tidak benar,
karena dia sudah bukan sheriff selama tujuh bulan terakhir.
Kaulah sheriff-nya.
Dan aku tahu dia temanmu,
tapi dia bukan lagi sheriff,
dan kau harus memberi tahu dia soal itu.
♪ Pernahkah kau duduk termenung ♪
♪ Dengan ribuan hal dalam pikiranmu? ♪
- Nyonya, aku ingin Anda turun dari sana.
- Kenapa tidak ke sini saja dan tangkap aku?
- Uh-huh.
Kau tahu aku tidak suka kau naik tangga itu.
- Seseorang harus menyiapkan rumah ini untuk bayinya.
- Ya? - Ya.
- Bagaimana kabar jagoanku?
- Oh, putri kecilmu baik-baik saja.
- Oh, ya? - Mm-hmm.
Hai. - Hai.
- Omong-omong, aku ingin kau berikan ini pada Ronnie,
acara syukuran bayi.
- Aku bisa bilang langsung padanya.
- Kita bukan orang biadab.
Kau harus memberikannya seperti orang dewasa yang beradab.
- Baik, Nyonya.
- Bagaimana keadaannya?
- Yah, dia tetaplah Ronnie.
- Pastikan saja dia baik-baik saja.
Dia butuh kehidupan yang normal.
Sudah cukup lama.
- Aku tahu.
- Oke, aku akan mandi dulu.
- Oh, ya? - Mm-hmm.
- Butuh bantuan?
- Ya, ya. - Mm.
- Semua kuas cat dan embernya
ada di sini.
Bisa kau bereskan itu? Aku akan kembali sebentar lagi.
- Aku akan di sini. - Oke.
- Bereskan semuanya.
♪ Seberapa jauh ke sungai, Bu? ♪
♪ Berjalanlah menyusuri laut ♪
♪ Seberapa jauh ke sungai Berjalanlah menyusuri laut ♪
♪ Berudu dan ikan kecil itu mengerumuniku ♪
- Oke, jagoan, pegang seperti ini.
Letakkan jarimu di atas, lalu dorong.
Nah, bagus.
Kau pernah melakukannya? - Ah!
- Belum.
Ah.
- Ibuku bilang... - Ibuku bilang...
Anda bukan sheriff lagi.
- Oh, bukan, bukan begitu. - Maaf soal itu, Sheriff.
Ayo, Sayang.
- Jangan masukkan hati, Sheriff.
Mau kutambah kopinya?
- Terima kasih, Darlene.
♪ Aku merasa ♪
♪ Terbakar habis ♪
♪ Serigala telah menemukanku ♪
♪ Entah bagaimana ♪
♪ Maukah kau menarikan ini ♪
♪ Menarilah dengan kencang ♪
♪ Oh, sayangku ♪
♪ Tenangkanlah aku ♪
- 9,20 dolar.
- Ambil saja kembaliannya.
♪ Aku bisa mendekapmu ♪
- Jadi itu penipuan. - Bukan.
- Jelas-jelas iya.
Itu situs web yang meminta 39 dolar
untuk menebak jenis kelamin bayimu
atau uang kembali.
- Itu bukan penipuan. - Mm-hmm.
- Mereka cuma butuh peluang benar 50%.
- Tepat sekali.
- Oh, Shep cuma takut dia salah.
- Aku suka dekorasi kamar bayinya.
Warnanya sempurna.
- Aw, terima kasih.
Kami pikir warna ini netral sampai kami tahu hasilnya.
- Akan lebih bagus dengan biru emas.
- Oh.
- Bagaimana jika bayinya perempuan?
- Dia juga bisa main sepak bola.
- Diamlah dan ambilkan salad buah di lemari es.
- Oke, baiklah.
- Apa ini rumah yang benar?
- Bakal seru, kok.
Ini rumahnya.
- Kau mengundangnya? - Tentu saja aku mengundangnya.
Dia temanku dan aku tak ingin bersikap kasar.
Dia tahu kalau Ronnie akan ada di sini?
- Kita tak bisa terus merasa sungkan padanya
seumur hidup kita.
- Aku mengerti.
Aku akan lakukan apa pun, aku berutang segalanya pada pria itu.
- Aku tahu, aku tahu.
Tersenyumlah sedikit.
Jenny.
- Terima kasih banyak sudah mengundang.
Tentu saja, tentu saja.
Shep, ayo sapa.
- Halo.
- Um, ini Barry.
- Jadi, bagaimana kabarmu?
- Yah, mencoba bertahan hari demi hari.
Tapi Barry sangat membantuku menghadapi itu.
- Ya.
Kami sudah jalan dua bulan sekarang.
Setidaknya dia bisa membiarkanku pindah ke rumahnya, 'kan?
- Apa kau sudah bawa hadiahnya?
- Masih di mobil.
- Aku akan ambilkan. - Tidak, biar aku saja.
- Ada bir?
- Ronnie.
- Itu... hadiah yang bagus.
Kau... kau selalu ahli dalam hal itu.
- Dari mana kau dapat itu? Pom bensin?
- Kau tampak cantik.
- Hmm.
Dan lihat dirimu, tidak memakai seragam.
Memang selalu ada kali pertama untuk segalanya.
- Ya, ya.
Oh, acara istimewa, kau tahu?
- Ya, kurasa kita tidak pernah punya banyak waktu seperti ini.
Ada sesuatu di kerahmu?
Apa itu?
- Sini.
Aku tidak bisa.
Sampai jumpa di dalam.
- Sampai jumpa di dalam.
Tolong aku.
Lari, sayang, lari.
- Aku mau makan siang. - Ada yang kau mau?
- Ya, bawakan aku pai susu mentega.
- Oke. Mau berapa potong?
- Satu saja.
Kalau pinggirannya gosong, aku tidak mau.
- Saat kau bilang satu potong,
terakhir kali kubelikan, potongannya terlalu kecil—
- Maksudku satu potong, tapi...
telihat seperti dua potong.
- Baiklah. - Oke.
♪ Di mana pun kutaruh topiku ♪
♪ Itulah rumah bagiku ♪ - Pagi.
- Pagi, Sheriff. - Oh, pagi.
♪ Lay-he O-lee-o-lay-ee ♪
- Hei, Grant. - Hei, Sheriff.
- Hei, bisa bantu aku?
Bisa tolong turunkan papan iklan ini?
Aku hargai dukungannya,
tapi situasinya sedang sensitif
sampai Ronnie bisa bangkit kembali.
- Tentu, akan kami bereskan.
- Terima kasih. - Sampai jumpa.
♪ Ayo dengarkan ♪
♪ Katanya akan ada masa indah ♪
♪ Tapi lebih indah di ujung jalan ♪
♪ Odel-ay-He ♪
♪ Lay-he-ay-lee-o-lay-ee ♪
♪ Sarapanku ada di sini ♪
Nona-nona.
- Seperti biasa? - Ya, Nyonya.
Terima kasih.
- Ronnie bilang dia tak makan.
- Itu bagus buatmu, Shep.
Kau bisa lebih hemat,
mengingat kau yang bayari makannya.
Kau pasti hampir bangkrut sejak kecelakaannya.
- Kau boleh menyuruhnya diam, lho.
- Sebaiknya kau yang diam, Dale.
- Maaf, Sheriff.
Hei, masih ada banyak stok, ya?
Hei, apa kabar kalian?
♪ Di mana kau, Ibu ♪
♪ Saat kereta meninggalkan hanggar? ♪
♪ Ya, kawan ♪
♪ Di mana kau, Ibu ♪
- Tak lapar?
- Aku sedang tidak enak badan.
Kami merindukanmu kemarin.
- Ada urusan mendadak.
- Semuanya baik-baik saja?
♪ Jika rumahmu terbakar ♪
♪ Tak ada air di sekitarmu ♪
♪ Nyanyikan lagu sedih itu ♪
Aku cuma ingin berterima kasih atas hadiahnya.
Heather sangat menyukainya.
- Sama-sama.
- Jika ada hal yang ingin kau ceritakan...
kau tahu aku selalu ada di sini.
♪ Biarkan rumah itu terbakar ♪
♪ Odel-ay-he ♪
Kau tahu, kau menghabiskan banyak waktu
di rumah pertanian itu belakangan ini.
Apa itu sesuatu yang perlu kita selidiki,
atau sebaiknya kita beralih ke masalah yang lebih mendesak?
♪ Jika itu ibumu ♪
♪ Lebih baik ikat dia di sisimu ♪
- Hmm?
Apa kau akan kembali ke sana?
- Aku tidak ke sana selama berminggu-minggu.
♪ Odel-ay-he ♪
- Yah, aku hanya berpikir bahwa...
- Apa? Apa, huh?
Aku baru bilang aku tidak makan. Itu saja.
Bisa kita pesan sesuatu?
Sepertinya aku akan pesan sesuatu.
Sialan.
Akan kuambilkan isi ulang.
♪ Dan melihat ke papan iklan ♪
♪ Halo Memphis ♪
- Bagaimana urusan "beruang" itu bagimu?
- Berhasil dengan baik.
- Hai, Sheriff Long.
Hei, jagoan.
- Kelly Grace. - Hei, Ronnie.
- Semuanya baik-baik saja?
- Kami baru saja mau beli es krim,
tapi aku lupa bukuku tertinggal di kelas,
dan mereka tutup 10 menit lagi, jadi...
- Yah, jangan biarkan bocah ini kehilangan es krimnya.
Jika kau mau meninggalkannya di sini,
kau bisa lari kembali ke sana dan aku akan menjaganya.
- Anda mau melakukannya?
- Tentu saja.
- Oke, keren. Aku akan segera kembali, ya?
Terima kasih.
- Ah, ini lengket. Oh, kau bisa pegang?
Nah, begitu.
Sempurna.
- Aku merindukannya.
- Aku juga merindukannya, Nak.
- Hei, aku kembali.
Apa yang kalian lakukan?
- Tidak ada.
Terima kasih sudah membiarkanku duduk bersamanya sebentar.
- Aku menghargainya.
Sebaiknya kami pergi sekarang.
Dadah, Sheriff Long.
* Dadah, jagoan.
* Terima kasih sekali lagi.
♪ Yang kudengar hanyalah kekacauan suara ♪
* Cuma satu hari ini?
♪ Secara keseluruhan ini dunia yang sesak ♪
♪ Terbakar habis ♪
Kau lihat Ronnie?
* Tidak, aku belum melihatnya hari ini.
* Terima kasih.
Nyonya Long.
* Hei, Shep.
* Shep.
* Sayang, kenapa kau tidak masuk dan ambilkan dia gelas?
* Tidak, tidak apa-apa.
Aku sudah minum dua kopi tadi.
Bagaimana kabar istrimu?
* Oh, sudah dekat harinya, sebentar lagi.
* Mau bergabung dengan kami?
Kami baru saja duduk-duduk di sini sepanjang pagi.
Ini waktu terlama yang kuhabiskan bersama Ronnie
setelah sekian lama.
* Ya, aku tidak melihatnya di kota,
hanya penasaran dia ada di mana.
* Sedang beristirahat sejenak.
* Baiklah.
Kubiarkan kalian melanjutkannya, kalau begitu.
Sampai jumpa di kota.
* Hmm.
* Tidurlah lagi, Sayang.
Lari, sayang, lari.
Bangun, Ayah.
* Tidak, tidak.
Tidak.
Jangan hari ini.
Oh, tidak.
* Kau tidak mau bicara apa-apa?
Kenapa kau di sini?
* Aku melihat sesuatu. * Aku juga.
Kau berada di tempat yang kau bilang takkan kau datangi lagi.
Tapi di sinilah kita.
* Tidak, aku melihat sesuatu di hutan itu.
* Aku sudah berusaha keras, Ronnie.
Aku lelah meladeni permainanmu.
* Aku melihat mayat—
* Aku mempertaruhkan karierku demi dirimu.
* Tidak, aku bilang aku melihat mayat.
* Ronnie, kau tidak mendengarkan.
* Kau yang tidak mendengarkanku!
Sudah kubilang, tadi itu mayat.
Kau harus memercayaiku kali ini, tolong.
Percayalah padaku.
Percayalah.
Ayo.
Tunggu sebentar.
Ini...
Lewat sebelah sini.
Aku tahu aku pernah ke sini.
Ada sungai kecil dan ada bekas seretan di sini.
Di salah satu pohon ini.
Di sini,
tepat di sini.
Di salah satu pohon ini.
Di sini, tepat di sana.
Ini dia, ini dia, tepat di sini.
Tidak.
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak.
Tadi di...
Tadi tepat di sini.
Tepat di sini.
Ada tangan di sini.
Aku sumpah.
Tadi ada terpal.
Dia punya tanda pengenal.
Tepat di sini.
* Ronnie.
* Terpalnya tadi di sini.
Aku sumpah.
Aku melihatnya, aku sumpah.
* Mari pulang.
Ayo.
* Oh, malam ini malam besarnya.
* Hah?
* Ini akan jadi resmi.
* Oh, ya. Aku menantikannya.
* Aku juga.
* Kau menanti untuk mencopot semua poster konyol itu di kota?
* Begitulah.
* Masuk, Shep.
Apa ini si sheriff tampan?
* Rumornya begitu.
Bagaimana perasaanmu?
* Sama buruknya dengan penampilanku.
* Parah sekali, ya?
Apa kau sudah dengar kabar darinya?
* Tidak, belum hari ini.
Dan kubilang padamu, ada sesuatu yang sangat salah.
Belum pernah kulihat dia seperti ini.
* Jika ini bisa membuatmu merasa tenang,
kita bisa mampir sebentar saat menuju upacara.
* Ya, itu bagus.
Dengar, tolong lakukan sesuatu.
Tersenyumlah sedikit.
Ini hari besarmu.
* Dimengerti.
Aku mencintaimu.
* Aku juga mencintaimu, Sayang.
* Ronnie.
♪ Tataplah lurus ke cermin ♪
* Rumputnya perlu dipotong.
Beritahu di mana mesin pemotongnya.
* Apa yang kau lakukan di sini?
* Akan kuambilkan mesinnya untukmu.
* Ayolah, Ronnie.
♪ Tapi entah bagaimana itu terus datang ♪
♪ Datang lagi ♪
* Aku minta maaf.
♪ Berjalan-jalan ♪
* Hei, kau harus pergi.
Barry, ayolah.
* Jangan buat aku bicara dua kali.
* Oke,
beri dia waktu sebentar.
* Hai, Barry.
* Dia bisa ambil waktu sesukanya di luar properti kita.
* Oke, aku hanya akan mengantarnya ke truknya.
* Oh, jangan harap. * Hei!
* Sana naik ke teras.
♪ Aku serigala yang kesepian ♪
♪ Melolong pada rembulan ♪
* Bibirku berdarah.
♪ Aku serigala yang kesepian ♪
Bisa bantu aku berdiri?
* Pergi.
♪ Tak akan, Sayang, aku takkan pulang ♪
♪ Melolong pada rembulan ♪
♪ Aku serigala yang kesepian ♪
♪ Tidak, Sayang ♪
♪ Sayang, aku takkan pulang ♪
♪ Aku tak bisa rasakan apa pun ♪
Oke, mari kita mulai.
Alasan kita di sini hari ini...
Shep, mau maju ke sini?
* Ya, Pak.
* Baiklah, siap, Sheriff? * Sangat siap.
* Oke, ayo.
♪ Aku sudah memantapkan hati ♪
♪ Ya, sudah ♪
♪ Kau tahu apa maksudku, Sayang ♪
♪ Ya ♪
* Kau bukan lagi Sheriff Sementara,
tapi kini kau adalah Sheriff terpilih Wilayah Fisher yang sah.
Selamat, Shep.
♪ Aku serigala yang kesepian ♪
♪ Melolong pada rembulan ♪
♪ Melolong pada rembulan ♪
♪ Melolong pada rembulan ♪
♪ Aku serigala yang kesepian ♪
♪ Tidak, Sayang ♪
♪ Sayang ♪
♪ Sayang ♪
♪ Sayang, aku takkan pulang ♪
Ayah.
Ayah.
Ayah, Ayah baik-baik saja?
Ayah.
Ayah!
Bangun, Ayah.
Bangunlah, kumohon.
Ayah.
Layanan darurat, ada petugas tumbang.
Petugas tumbang.
Selamat pagi, Matahari.
Bagaimana aku harus memanggilmu kini?
Sheriff?
Presiden?
Yang Mulia?
- Ya, semuanya boleh saja.
Oh, tidak.
Ronnie?
Radio untuk Shep.
Shep, kau dapat panggilan.
Tetangga bilang pintu rumah Ronnie terbuka lebar.
Pakaiannya berserakan di halaman.
- Ronnie?
Ronnie.
Ronnie.
Ronnie? Ayolah, Ronnie.
Astaga. Ronnie, ayolah.
Hei.
Ronnie.
Ronnie, tetaplah sadar.
Ronnie?
Ronnie?
- Hei, Shep.
Kau tampak...
Kau tampak mengerikan.
- Sialan, Ronnie.
Kau hampir membunuhku.
Ayo, bangun dari lantai.
Apa?
Apa?
Ronnie.
Huh.
Bung, aku tak tahu bagaimana orang bisa menyetir rongsokan itu.
- Bagusnya, kau tidak perlu menyetirnya.
Biar aku yang bawa, kau ikuti aku.
Kau bisa mengikutiku.
♪ Mencuri, mencuri ♪
♪ Sayang, jangan adukan aku ♪
- Hei, kau baik-baik saja?
- Ya, ya.
Hanya mencoba menyelesaikan masalah dunia.
Kedengarannya seperti ucapan Ronnie,
salah satu pepatah khasnya.
- Kau pikir dia menulari aku?
- Entahlah, tapi dia punya sejuta pepatah seperti itu,
dan dia selalu benar selama aku mengenalnya.
Jangan bilang aku bicara begitu.
- Itu rahasia kita.
- Kau oke?
- Ya, terima kasih.
♪ Sayang, jangan adukan aku ♪
Mau kupesankan pai?
- Pai apa hari ini?
- Pai kacang pecan, tapi sepertinya ini buatan toko.
- Mm, aku lewatkan saja. - Dimengerti.
♪ Sayang, jangan adukan aku ♪
♪ Aku akan kembali mencuri seperti kebiasaan lamaku ♪
- Shep memanggil operator.
Operator, silakan.
- Diane, tandai aku sedang istirahat.
Aku akan sulit dihubungi sebentar.
Alihkan panggilanku ke Dale.
Dimengerti.
- Halo?
Radio untuk Shep.
- Masuk, Shep.
- Sudah waktunya. - Istirahatmu sudah berakhir.
- Diane, aku dalam perjalanan.
Heather.
Heather.
Oh. - Kita harus berangkat.
- Oke, oke. Bernapaslah, kau bisa.
Ayo pergi.
Tasnya, kau harus ambil tasnya.
- Bayinya akan lahir.
Boleh aku main?
- Ya, tentu saja.
Hati-hati, ya?
Oke.
- Ada apa, Sayang?
Lari, Sayang, lari.
- Kau takkan lari dariku lagi!
- Bagus, bagus, kendalikan.
Tetap terkendali, kau bisa.
Fokus, fokus.
Ayo, satu dorongan lagi.
♪ Aku merasa ♪
♪ Terbakar habis ♪
♪ Serigala telah menemukanku ♪
♪ Entah bagaimana ♪
♪ Serigala telah menemukanku ♪
♪ Aku bisa memberi mereka sisa ♪
♪ Tapi ingatanku membelenggu pikiranku ♪
♪ Secara keseluruhan ini desakan pikiran ♪
♪ Yang kudengar hanyalah kekacauan suara ♪
♪ Secara keseluruhan ini dunia yang sesak ♪
♪ Terbakar habis ♪
Ada yang kau butuhkan?
- Ya, Nyonya, tolong birnya. - Segera datang.
Satu lagi, kau bisa, sebentar lagi.
Bagus, bagus.
Oke, rileks, rileks.
Kau berhasil.
Bagus, Sayang, bagus.
- Sheriff, boleh aku duduk?
- Komisaris.
- Melihatmu dari seberang bar.
Kau mirip sekali dengan ayahmu.
Dia pasti bangga padamu.
Bagaimana kabar truk lamanya?
- Masih... masih bisa jalan.
- Bagaimana kabarmu sendiri?
Masih bertahan hidup.
- Oh ya, aku juga.
Nyaris saja.
Lencana lama itu, masih kau bawa?
- Masih.
- Aku ingat koran bilang itu lencana ajaib,
tapi dia selalu bilang kalau keajaiban aslinya adalah ibumu.
Tak sehari pun terlewat tanpa ibumu mendoakannya.
Tuhan tahu betapa sering dia mendoakanmu, Nak.
Ayahmu tidak sempurna, Ronnie,
tapi dia sheriff yang hebat.
Begitu juga kau.
Lencana itu hanyalah kepingan timah.
Pada akhirnya, kau tahu apa yang benar.
- Ya, Pak.
- Sekian khotbah dariku.
Apa itu mantelku?
- Ya.
Pasti aku salah ambil.
♪ Aku merasa ♪
♪ Terbakar habis ♪
♪ Serigala telah menemukanku ♪
♪ Entah bagaimana ♪
♪ Serigala telah menemukanku ♪
♪ Aku bisa memberi mereka sisa ♪
- Ssst.
Tundukkan kepalamu.
Jadilah anak baik dan diamlah.
- Semuanya baik-baik saja?
- Yah, sepertinya aku menabrak sesuatu di belakang sana.
- Ya, itu rusa, aku melihatmu tadi.
- Sepertinya kerusakannya cukup parah di sini.
Kau mungkin butuh selang.
Kurasa aku punya sesuatu di belakang sini.
Kau... punya apa saja di sini?
Peralatan atau...
- Oh. - Ada sesuatu?
Tidak, Pak, tidak ada.
- Oh, tidak apa-apa, sepertinya aku punya sesuatu di belakang jadi...
Tolong, biarkan aku keluar.
Biarkan aku keluar.
Tolong.
Tolong.
Tolong.
Tolong.
- Tunggu di sana.
Tunggu sebentar saja.
Sini. Sini, Nak.
Sini.
Aku takkan menyakitimu.
Sini.
Aku takkan menyakitimu, kemarilah, Nak.
Kemarilah, Nak.
Aku tak bisa pergi ke sana.
Nak, sebaiknya kau serahkan pistol itu sekarang.
Tidak apa-apa.
Sini.
Kenapa kau tidak tetap di sini, ya?
Ayah akan segera kembali.
Bagaimana keadaanmu di sana, Sheriff?
Lari.
- Hei, di mana pria itu? - Siapa?
- Pria itu. Pria yang tadi di sana.
- Lepaskan aku, aku tidak tahu siapa yang kau maksud.
- Dia tadi di sana.
- Aku lapar sekali.
- Oh, aku akan ambilkan sesuatu. Kau mau apa?
- Mm, berikan kejutan saja.
- Ooh, itu berbahaya.
- Baiklah.
- Oh, boleh aku ikut?
- Ya, ya.
- Aku bisa ikut sekalian.
- Tidak, tidak usah.
- Ya, tetaplah di sini jaga bayinya. - Kalian mau titip sesuatu?
- Tidak, kami sudah cukup.
Ya ampun, lihatlah dirimu.
- Maaf, Nyonya, Anda tahu di mana letak kantin?
- Ya, lurus menyusuri lorong ini lalu ke kiri.
- Terima kasih banyak. - Hei.
- Oh, hei.
Wah, lihatlah dirimu.
Kau tampak sangat resmi.
- Lihat dirimu, kudengar kau sudah jadi ayah.
Bagaimana kabar bayinya?
- Permisi. - Tak bisa mengeluh, kau tahu.
Jari tangan dan kaki lengkap.
- Baguslah.
Beri tahu Heather aku akan mampir
setelah selesai pelatihan hari ini.
- Oh, kau ikut pelatihan?
- Ya. Mulai bekerja penuh bulan depan.
- Wah, selamat, itu luar biasa.
- Terima kasih.
- Begini saja,
potong pai berikutnya di kedai, aku yang bayar.
- Tidak, terima kasih. - Tidak? Oh.
Baiklah.
- Tapi aku punya alasan lain untuk merayakannya.
- Ya, apa itu?
- Aku baru saja menawar sebuah rumah
dan tawarannya baru saja diterima.
- Wah, selamat. - Terima kasih.
- Wah, di daerah mana?
- Rumah pertanian tua di luar Jalan Cole River.
Rumahnya indah.
Kau tahu, letaknya tepat di kaki pegunungan.
Kurasa ini akan sangat bagus bagi kami.
Senang bisa kembali, kau tahu?
Kami butuh awal yang baru.
Aku bersemangat.
Sheriff.
Sheriff.
Radio untuk Shep.
- Kau harus menjawabnya?
- Apa?
- Kau perlu menjawabnya?
- Oh ya, ya.
Masuk, Shep.
Ini soal Ronnie.
* Aku harus pergi.
Tenang, tenang. Tunggu dulu, apa yang terjadi?
* Apa yang terjadi?
Ronnie di sini memutuskan untuk menyerang tamu motel.
* Kau tidak perlu memborgolnya.
* Oh, ya? Dia mendobrak pintu
dan menghajar pria itu habis-habisan.
Sudah kubilang kalau dia bersenjata?
* Hei, di mana pria itu?
* Dia sudah tidak ada, sudah pergi jauh.
Dia tidak mau terlibat urusan ini.
Kau bisa tanya mereka semua, mereka melihat semuanya.
Kalian menikmati tontonannya?
* Baiklah, cukup. Kita selesaikan masalah ini di kantor.
* Beri tahu aku jika kau butuh selimut
atau bantal tambahan.
Kau akan berada di sini untuk sementara waktu.
* Dale, biar aku yang urus ini.
* Apa aku gila?
* Aku tidak bisa menjawabnya.
* Kau tahu apa yang dilakukan pada orang gila?
Kau mengurung mereka.
Kondisiku sedang tidak baik belakangan.
* Kau sudah melalui banyak hal.
* Tidak.
Tidak, itu bagian dari pekerjaan.
* Mungkin saja, mungkin tidak.
Tapi kurasa kau tahu kalau kau bukan lagi sheriff,
dan sudah lama tidak menjabat.
* Bayinya laki-laki?
* Ya.
Entah apa jadinya aku jika kehilangannya.
Tapi kita tak bisa menyelamatkan semua,
terkadang bahkan orang yang paling kita cintai sekalipun.
Tapi kita berusaha.
Biar kuantar kau pulang.
* Tidak.
Kurasa aku akan tidur di sini sebentar.
* Boleh aku main? * Ya, tentu saja.
* Hati-hati, ya?
Oke.
* Ada apa, Sayang?
Lari, Sayang, lari.
* Kau takkan lari dariku lagi!
Teruslah lari.
Lari, Sayang, lari.
Lari.
Jangan berhenti berlari.
Teruslah lari, Sayang.
* Nak.
Nak!
* Tidak, tidak, tidak.
* Masuk ke sana.
Jadilah anak baik, kau dengar?
* Nyonya, Anda tidak boleh berada di belakang sana.
Ayo, keluarlah.
* Jangan panggil aku begitu, kau tahu namaku.
Sekarang, di mana kunci sialannya?
* Nyonya Long, lepaskan tangan Anda.
Ayo, keluar dari sana.
Dengar, putra Anda melanggar hukum.
* Oh, aku tahu.
Mantan menantuku yang membenciku meneleponku hanya untuk bilang
kalau kau
memasukkan Ronnie ke belakang mobil polisi.
* Dia menyerang seseorang.
* Di mana? Di mana korbannya?
Minggir dari jalanku.
* Dan dia membawa pistol berisi peluru.
Anda tidak bisa—
* Biar aku luruskan hal ini.
Putraku ditangkap karena menyerang pria
yang bahkan tidak ada,
dan karena membawa senjata legal yang terdaftar atas namanya.
Nah, ini dia kuncinya.
* Aku ini deputi.
* Kau tahu siapa lagi yang diangkat jadi deputi?
* Hmm? * Mustard.
Dan dia cuma seekor anjing.
* Nyonya Long, jangan buka pintu sel itu.
* Tembak saja aku.
* Shep memanggil operator.
Shep memanggil operator.
Diane, jika kau dengar, aku di luar Jalan Cole River.
Semuanya baik-baik saja?
* Yah, sepertinya aku menabrak sesuatu di belakang sana.
* Ya, itu rusa, aku melihatnya saat masuk tadi.
* Seekor rusa. * Apa ada kerusakan?
* Bagian depannya rusak cukup parah.
* Astaga.
Sepertinya kakimu juga terluka, kau oke?
* Oh, ya.
Hewan liar.
* Baiklah.
* Ya, kerusakannya parah, bukan?
Sepertinya selangnya lepas.
* Selang? * Ya.
Kurasa aku punya kunci pas di mobil.
dan kita bisa membuatmu kembali melaju dalam sekejap.
Bagaimana menurutmu?
* Kedengarannya bagus, Pak.
* Baiklah.
Kau punya peralatan di bagasi?
Hah?
* Kau punya peralatan di bagasimu?
* Oh, tidak ada, Pak.
* Oke, aku segera kembali.
Semuanya baik-baik saja?
* Apa itu?
* Kubilang, apakah semuanya baik-baik saja, Pak?
* Angkat tanganmu.
* Keluarkan aku.
Keluarkan aku.
Tolong.
* Bagaimana keadaanmu di sana, Sheriff?
* Wyatt, Wyatt. Wyatt, jangan lari.
Wyatt?
Wyatt.
Wyatt.
Wyatt.
Aku tidak akan menyakitimu.
Tak apa, aku tidak akan menyakitimu.
Tidak apa-apa.
Nak.
Kau bisa serahkan pistol itu sekarang, Nak.
Tak apa, sudah kupegang.
Sudah kupegang.
Jangan bergerak sedikit pun.
Tetaplah di sini.
Ayah akan segera kembali.
Wyatt.
* Sekarang berbaliklah, Nak.
* Kau baik-baik saja?
* Amankan anak itu.
Anak itu.
Bertahanlah, Nak.
Hei, bertahanlah.
Hei, jangan lakukan itu.
Hei, hei, kemarilah.
Semuanya akan baik-baik saja.
Hei, hei, kemarilah.
Hei, Wyatt, semuanya akan baik-baik saja.
Nah, begitu.
Jangan, jangan, jangan.
* Ayah, bangunlah.
Bangunlah.
* Kau aman, kau aman.
Oke, tidak apa-apa.
Oke.
- Hei, kau punya luka yang sama sepertiku.
- Lukanya akan sembuh, Nak.
Akan sembuh, oke?
Baiklah, ayo, kita cari tempat yang hangat.
♪ Aku bisa mendengar jeritan itu ♪
♪ Menyayat di sepanjang tepian ♪
♪ Tersiksa dalam mimpi-mimpiku ♪
♪ Yang kurasakan hanyalah sakit ♪
♪ Aku tersesat dan hancur ♪
♪ Air mata perihkan mata merahku ♪
♪ Nyanyianmu tak terdengar lagi ♪
♪ Tatapanku beralih ke langit ♪
♪ Saat aku menyeberangi sungai itu ♪
♪ Dan mendengar suara Bapa ♪
♪ Aku 'kan berlari padamu di Yordan ♪
♪ Anakku, ayahmu sudah pulang ♪
♪ Nak, kita akhirnya pulang ♪
♪ Hingga hari saat aku menyerah ♪
♪ Dan Yesus memanggilku pulang ♪
♪ Aku berharap tapi tetap mati rasa ♪
♪ Aku akan terus melangkah ♪
♪ Tak ada yang bisa menggantikan ♪
♪ Tak ada yang bisa menghapus ♪
♪ Kenangan yang kukejar ♪
♪ Cinta dan sukacita yang ia beri ♪
♪ Saat aku menyeberangi sungai itu ♪
♪ Dan mendengar suara Bapa ♪
♪ Aku 'kan berlari padamu di Yordan ♪
♪ Anakku, ayahmu sudah pulang ♪
♪ Nak, kita akhirnya pulang ♪
♪ Aku merindukanmu setiap hari ♪
♪ Aku rindu mencium wajahmu ♪
♪ Aku 'kan melihatmu lagi, aku tahu itu ♪
♪ Karena anugerah yang tak layak ♪
♪ Saat aku menyeberangi sungai itu ♪
♪ Dan mendengar suara Bapa ♪
♪ Aku 'kan berlari padamu di Yordan ♪
♪ Anakku, ayahmu sudah pulang ♪
♪ Nak, kita akhirnya pulang ♪
♪ Nak, kita akhirnya pulang ♪
Kunjungi saya "HANYA" di "Subsource.Net"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.