Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pelan-pelan.
Museum akan sangat senang
karena Naga Emas telah dikembalikan ke Hong Kong.
Bagaimana bisa? Pihak museum mengoceh di televisi
soal naga yang mengacaukan segala macam data pengunjung.
Ya, tapi menjaga keamanan adalah hal sulit.
Setidaknya ada dua usaha pencurian.
Jadikan tiga.
Hei!
Cepat.
Jackie!
Sepertinya kita salah pancing.
Bagaimana cara menyingkirkannya?
Gedung itu disebut pencakar langit karena suatu alasan.
JACKIE CHAN ADVENTURES
Celaka.
Celaka!
Liftnya terlalu lambat.
Delapan wajah orang Kanton.
Dua belas, 13, 14.
Seharusnya kau melihatku menyelamatkan naga,
mengusir penjahat.
Maksudku, Paman Jackie juga membantu.
Sedikit bicara, berhitung lebih banyak.
Ada berapa sumpitnya?
Lima belas, Sensei.
Lima belas? Sumpit selalu sepasang. Hitung lagi.
Ya, berkat kita, naga itu dikemas dan kini berlayar ke...
Tidak, Jade.
Kapal kargo bukanlah transportasi yang cukup aman.
Museum memutuskan, karena pencuri masih berkeliaran,
Naga Emas akan dikirim ke Hong Kong
dengan transportasi yang tidak terduga, kapal pesiar.
Aku akan mengiringinya.
- Kau tak beruntung. - Ya.
Masalahnya, museum memberiku dua kamar.
Entah apa yang harus kulakukan dengan kamar kosong itu.
Aku akan naik kapal pesiar. Hore.
Kita semua akan ikut. Paman, Tohru.
Aku tak ikut berlayar. Aku mau membuat inventaris.
Kapan Paman terakhir kali berlibur sungguhan?
Coba kuingat-ingat. Tiga, empat, lima tahun yang lalu.
Tak pernah. Jadi, kenapa harus sekarang?
Karena ini akan menyenangkan.
Ayolah. Kumohon?
Aku selalu lemah terhadap mata cokelat besarmu.
Baiklah, aku akan pergi.
Hore.
Aku akan tinggal di sini.
Tohru, ayolah. Kolam renang, menonton paus,
banyak udang yang bisa kaumakan.
Baiklah, coret itu. Semua piza yang bisa kaumakan.
Aku tak bisa naik kapal.
Seharusnya aku tak mengajakmu menonton film Titanic.
Itu hanya film, Tohru.
Bukan begitu, Jade. Aku akan mabuk laut.
Kau serius.
Ada obat yang bisa kauminum untuk mengatasinya.
Aku telah mencobanya. Tak ada yang manjur.
Coba tebak? Aku punya obat manjur untuk mabuk laut.
Benarkah?
Akan kutemui kau di Seksi 13, Jackie. Aku harus berkemas.
Tebalnya 30 sentimeter dan benar-benar canggih.
Kebanyakan bank tak punya brankas seaman ini.
Aku yakin tingkat keamanan ini telah melebihi kebutuhan.
"Bersepatu roda tengah malam, banyak permainan, kue setiap saat."
Naik kapal pesiar benar-benar keren.
Buang-buang waktu.
Aku bahkan tak bisa memesan secangkir teh nikmat.
Dia minum teh?
Kukira kambing jantan itu hanya makan kaleng.
Kukira naganya dikunci di dalam brankas.
Tohru, apa yang ibumu...
Kata Jackie dia boleh ikut.
Kau mau ke mana, Paman?
Ke sekoci penyelamat. Kembali ke daratan.
Bagus. Lebih baik aku melakukan hal lain daripada dekat penjual rongsokan itu.
Aku mengunjungi putraku, bersantai, bermain mahyong.
Kau bisa bermain mahyong?
Tidak, aku unggul dalam mahyong.
Finalis di Kyoto lima kali.
Aku menang kejuaraan di gedung rekreasi Hong Kong tahun 1955.
Aku bisa mengalahkanmu dengan satu tangan terikat di punggung.
Dasar pembual.
Bagaimana jika kau letakkan kartu mahyong di mulutmu?
Kau dari mana saja, Tohru?
Kau melewatkan makan malam dan konter untuk membuat es krim.
Mereka punya segalanya, krim kocok, kacang-kacangan.
Kurasa Tohru masih mabuk laut, Jade.
Katamu kau punya obat mabuk laut, Jade.
Benar, dengan hipnosis. Aku membacanya di suatu tempat.
Inilah yang ingin kutonton.
Kami butuh privasi, Jackie.
Baiklah, lihat tanganku.
Azimat kuda.
Si penyembuh. Kuda kecilku ini pasti bisa menyembuhkanmu.
Tapi dilarang memindahkan azimat dari Seksi 13.
Baiklah, jika itu maumu.
Sudah kuduga.
Bagaimana?
Apa masih ada sorbet jeruk yang tersisa?
Aku menang lagi.
Kau curang. Setiap aku bersin, kau memindah satu kartu.
Saat kau bersin, semua kartu berpindah.
Hidung bengkokmu itu harus diberi penutup.
Peningkatan tujuh-tiga-nol. Penutupnya terbuat dari titanium.
Kau bisa membukanya?
Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya.
Siapa yang menggergaji?
Kau sedang apa, Tohru?
Aku tak bisa tidur.
Aku paham. Ibumu mendengkur seperti mesin pemotong rumput.
Aku mabuk air.
Maksudmu mabuk laut.
Kurasa penyembuh itu seperti obat, harus terus diminum.
Kuambilkan azimatnya.
Azimat? Mana azimatnya, Jade?
Aku akan memeriksa naga setelah sarapan.
Jika tak kutemukan azimat itu di brankas,
kau akan melewatkan sisa pelayaran ini di kamarmu.
Status.
Tak mempan.
"Berapa kali harus kubilang bahwa azimat itu berbahaya?"
Tohru yang kelaparanlah yang berbahaya.
Aku bisa mencoba membobol sirkuit listriknya,
tapi begitu awak kapal mengakses komputer kapal,
dia akan tahu bahwa kita terhubung.
Kalau begitu, sebaiknya kita jalankan rencana cadangan.
Basil, Butch, kita ambil alih kapal ini.
Ayo.
Butch.
Kau kalah bermain mahyong, Kasir Tionghoa.
Kambing Jantan, mau bermain kartu?
Aku lebih suka permainan ketangkasan.
Shuffleboard.
Bagaimana jika bersantai di tepi kolam?
- Diam. - Diam.
Tohru, bagaimana keadaan putra manisku hari ini?
Sedikit membaik, Ibu.
Ayo, berjalan-jalan bisa menyegarkanmu.
Kita akan ke mana?
Sarapan.
Udara laut selalu membangkitkan nafsu makanku.
Telur, dendeng, biskuit.
Tohru?
Perhatian, seluruh penumpang. Aku kapten kalian.
Dimohon berkumpul di ruang dansa untuk peragaan keselamatan wajib.
Seharusnya ada teh pagi.
Kapal macam apa ini? Kapten meminta pertemuan, tak ada kapten di sini.
Ada yang tak beres.
Sayangnya kapten dan awak kapal sedang tak sehat.
Kini kapal ini berada di bawah kendaliku.
Kurungan laser.
Aku curiga pelakunya orang yang naik helikopter itu.
Mereka mengincar naga.
Bagus. Mereka bisa bawa wanita ini.
Kau tak akan lucu lagi setelah aku mengalahkanmu dalam shuffleboard.
Permisi, Tohru. Terima kasih.
Salah satu tahanan melompat keluar.
Tongkat perang Maori.
Stik drum.
Terima kasih, Tohru.
Aku mau muntah.
Berapa lama lagi?
Jumlah variabel kode aksesnya tak terbatas.
Dengan bahasa sederhana?
Sedang kuusahakan.
Aku menang lagi.
Itu karena kau memakai x. X selalu menang.
Bagaimana jika kita putuskan di pengadilan shuffleboard?
Jackie, bisakah kau lebih tenang?
Maaf. Aku mengkhawatirkan Jade. Mereka penjahat berbahaya.
Tenang saja, Paman Jackie. Aku bisa mengatasinya.
Jade?
Baiklah, ini rencananya.
Alihkan perhatian mereka. Akan kutendang mereka.
- Lalu kita... - Tidak, Jade.
Aku punya ide lebih baik.
Temukan ruang komunikasi dan kirimkan sinyal SOS.
- Apa? - Cepatlah.
Ya, inilah saat-saat favoritku di dalam film,
ketika si pahlawan memanggil bantuan.
Halo? Mayday. Bisakah sambungkan aku ke Seksi 13?
Itu organisasi rahasia tingkat tinggi.
Tapi mungkin tak terdaftar.
Aku berubah pikiran, sambungkan aku ke penjaga pantai.
Seseorang di kapal menghubungi pantai.
Kapal ini dibajak oleh sekumpulan bajak laut.
Di mana lokasimu?
Kapal Pesiar Pangeran Arnold.
Jarak kami ratusan kilometer dari San Francisco.
Sekarang, di mana lokasimu?
Kau ada di ruangan mana di kapal?
Aku ada di ruang radio.
Tapi apa hubungannya dengan...
Suaramu terputus-putus. Selesai.
Butch.
Ya. Ada kelinci liar.
Akan kuburu dia.
Jade.
Dia ada di saluran udara.
Terlalu kecil untuk Butch.
Aku punya solusi.
Rencana bagus, Jackie.
Kali ini, kita lakukan dengan caraku.
Sedikit sergapan dan... Apa?
Siapa yang hidupkan pendingin udara?
Di mana arah ke kolam?
- Sudah kutangkap. - Bagus.
Jika kapal ini menuju darat,
kita akan dikepung penjaga pantai.
- Dua puluh menit lagi dan... - Rencana baru. Ledakkan brankas ini.
Kita sudah membahasnya, Giles. Terlalu berisiko.
Jika terjadi kebakaran atau lambung kapal bocor...
Lakukan saja.
Hei, kembali kemari.
Tiga puluh detik.
Kau selicin belut, ya?
Sebaiknya kau kukembalikan ke air.
Lihat ini?
Ini berkekuatan magis, kau bisa kutembak jika kuucapkan mantra.
Yang benar saja.
Kuperingatkan kau.
- Brankasnya terbuka, bukan? - Ya.
Juga sebagian lambung kapal.
Jangan ada magis lagi, kumohon.
- Sirene apa itu? - Kapalnya tenggelam.
- Para penumpang ada di ruang dansa. - Akan kuatasi.
Jade datang menyelamatkan.
Semuanya, naiklah ke sekoci penyelamat dengan tenang.
Mungkin waktunya tak cukup untuk mengevakuasi.
Azimatnya, Jade. Mungkin bisa digunakan untuk memperbaiki kapal.
Baiklah, tapi kau melanggar peraturanmu tentang...
- Jade. - Baiklah.
Kurasa terjatuh di dapur.
Akan kucari.
Cepat naik sekoci penyelamat dengan yang lain.
Sekocinya hampir penuh, Kapten.
Sekoci ini mampu menampung semua penumpang dan awak kapal.
Tapi kita tak pernah mengangkut orang sebesar dia.
Sekoci yang berguncang itu? Aku di sini saja.
Jika putraku tak pergi, aku juga tidak. Bawa saja kambing jantan ini.
Usaha bagus. Aku tak mau pergi sampai mengalahkanmu dalam shuffleboard.
Bawalah Jade. Di mana dia?
Jackie tak akan menemukan azimat tanpa penglihatan tajamku.
Naga Emas.
Mustahil kau bisa menghentikan kami.
Tidak. Ambil saja artefak itu.
Aku hanya ingin melindungi kapal dan semua penumpangnya.
Aku tak percaya padamu.
Habisi dia. Kami temui kalian di atas.
Bagaimana dengan Butch dan Basil?
Jika gagal, mereka tamat.
Rasakan itu.
Nilai ganda.
Jangan membuatku menggunakan ini.
Keluar dari sini, sebelum dia meledakkan kita. Percayalah padaku.
- "Meledakkan kita?" - Ceritanya panjang.
Mari berharap ini berfungsi.
Aku tak percaya ini.
Ya.
Akhirnya kita bisa bersantai dan menikmati pelayaran.
Di mana Tohru?
Aku lupa.
Aku tak melihatnya sejak kau menceramahiku
tentang "azimat tak boleh keluar dari brankas".
Senang melihat kedua orang itu berteman dengan baik.
Penjual rongsokan ini lemah seperti ayam kurus.
Nenek tua ompong ini payah.
- Hei, Jackie. - Ya.
Apa yang kaulakukan saat turun hujan?
Sebenarnya, aku akan mengendarai mobilku.
Terutama saat malam. Dini hari pukul 03.00 atau 04.00, sendirian.
Aku membiarkan hujan seperti ini.
Lalu aku berhenti di tepi jalan raya.
Kupasang atap mobil yang terbuat dari kaca.
Lalu kudengarkan musik dan hujan.
Itu sangat menenangkan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.