Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Satu hal lagi.
Masuki gerbang dan berjalanlah 30 langkah lagi."
Mata sang Penyihir.
Letaknya persis seperti yang dikatakan Paman.
Dan inskripsinya masih utuh.
Museum akan sangat senang untuk...
Celaka.
Celaka.
Siapa kau?
Pemilik baru kalung itu. Berikan.
Tidak, artefak ini milik museum.
Maaf.
Kau akan menyesal.
JACKIE CHAN ADVENTURES
Apa kita sudah bersenang-senang?
Kita tak bersenang-senang.
Kenapa kau melakukan ini? Sepertinya kau Nona baik-baik.
Aku punya banyak julukan.
Pemburu pusaka. Petarung bayaran. Pencuri.
Tapi Vanessa Barone, nona baik-baik?
Itu panggilan baru.
- Kalungnya. - Tidak, ini milik museum.
Kakiku.
- Gawat. Sebaiknya kupanggilkan dokter. - Untukmu.
Kembali ke Pontello.
Apa? Aku... Kau...
Harus kuakui, Sal. Venesia adalah perubahan bagus.
Tak ada kejahatan jalanan, orang aneh...
Buku panduannya salah. Tak ada kereta bawah tanah di Venesia.
Wisata gondola. Semua kanal favorit. Vitello, Monteleone, Pontello.
Pontello. Itu nama kanal?
Benar.
Jadi, berapa tiket yang kaumau?
Kau tahu apa yang kupegang ini, kawan?
Kunci semua kekayaan di dunia.
Tak bisa bahasa Inggris.
Kau?
Ini milik museum.
Halo?
Sepertinya kau bersenang-senang tanpa aku, Jackie.
Bersenang-senang? Tidak juga, Jade.
- Apa yang kaubutuhkan? - Aku ingin ada di tempat beraksi.
Teganya kau tak mengajakku?
Sudah kubilang.
Sekolahmu lebih penting dan...
Kau meleset.
- Meleset apa? - Bukan apa-apa.
Bisa bicara lagi nanti?
Baiklah, cepat pulang. Paman tak mengizinkanku bersenang-senang.
Percayalah padaku, Jade.
Tak ada yang lebih kuinginkan selain pulang ke toko Paman.
Kuharap dengan selamat...
Tidak!
"Toko Paman."
Jackie, bagaimana bisa kau pulang begitu cepat?
- Kau masih di taksi saat kutelepon. - Ya, taksi air. Di Italia.
- Bisa diulang? - Jackie.
- Kukira kau baru datang nanti malam. - Kukira juga begitu, Paman.
Aku yakin kalung ini punya kekuatan magis.
- Keren, boleh kulihat? - Tidak, Jade.
Mungkin kalung ini sangat berbahaya.
Semuanya sangat berbahaya.
Bepergian ke Venesia, menggali artefak, memakai perhiasan.
Mungkin inskripsi mural ini memberi penjelasan.
Akan kuperiksa. Sementara itu, uruslah keponakanmu.
Apa maksudmu?
Buka matamu.
Jade berubah menjadi pemalas. Dia menonton TV siang malam.
Gadis muda itu butuh hobi.
Dengan begini, lebih mudah diambil.
Baut ini berfungsi dengan baik, tapi...
Aku paham maksudmu.
Salam, petualang.
Aku anggota pramuka Buttercup. Reguku sedang mengumpulkan uang
dengan menjual berkotak-kotak kelezatan...
Kue kering.
Mau rasa apa, Tuan?
Ada krim vanila, mint cokelat, oatmeal, kismis.
Boleh kubeli semuanya?
Tentu boleh.
Pembayaran dengan cek atau... Bagus.
Aku berusaha keluar, tapi mereka terus menarikku masuk.
Hei, acaranya mulai menarik.
Kurasa telah kutemukan hobi yang cocok untukmu, Jade.
Pramuka Buttercup.
Ini lelucon, bukan?
Ini petualangan, tapi tak berbahaya.
Kau terlihat sangat manis.
Maksudku keren.
Aku terlihat seperti peri.
Kudengar kegiatan pramuka bisa membentuk karakter.
Dan anggotanya mendapat diskon setiap membeli kue kering.
Jackie, aku tak mau jadi Pramuka Buttercup.
Pasti sangat membosankan.
Kumohon, Jade, coba saja.
Kau tidak akan tahu hingga mencobanya.
- Mau bertaruh? - Jackie, kemarilah.
Kalung ini memiliki nama, Mata Aurora.
Aurora adalah putri Mesir kuno yang dikirim...
Aku saja. "Aurora adalah putri Mesir kuno.
Kalung ini diberikan padanya oleh seorang penyihir.
Kalung ini memiliki kekuatan teleportasi.
Penggunanya bisa ke mana saja dalam sekejap."
- Tapi kenapa Putri Aurora... - Aku saja.
"Putri itu serakah.
Kalung itu dipakai berkeliling dunia untuk mencuri harta musuhnya."
Pantas Vanessa Barone sangat ingin memilikinya.
Aku... Siapa itu?
Nona baik yang kutemui di Venesia.
Ke mana, Nona?
PENGEMUDI
China Town.
Siapa itu?
Kuperingatkan. Aku memang kurus, tapi jago berkelahi.
Iblis jahat. Pasti karena kalung itu.
Kalung itu melancarkan kutukan pada kami!
Jackie!
Kau harus belajar memakai serbet, Tohru.
Pergi, iblis.
Apa?
Tenang, Paman, ini kami. Pramuka Buttercup.
Kami sedang membuat tempat makan burung, tapi Jade menyuruh membuat topeng.
Topeng ini menakutkan, bukan?
Menakutkan? Tidak.
Jantungku selalu berdegup kencang seperti palu.
Aku hanya berusaha memeriahkan.
Kenapa kalian di sini? Bukankah kalian harus berkemah hari ini?
Astaga, apa belum kuberi tahu, Jackie? Hari ini kau menjadi ibu Buttercup.
Aku? Aku tak bisa menjadi ibu Buttercup.
Aku bahkan bukan seorang ibu.
Sebenarnya, peraturan tentang itu cukup samar.
Pemimpin regu Buttercup bisa ibu, ayah, paman, siapa pun.
Bahkan ada seragam yang sesuai ukuranmu.
Ayolah, Paman Jackie. Coba saja.
Kau tak akan tahu hingga mencoba.
Bagaimana jika begini, Jackie?
Kita kembalikan lencana Buttercup sekarang juga,
melupakan ide bodoh ini, dan pergi ke piramida terdekat, atau...
Tidak, Jade.
Acara berkemah ini kesempatan kita untuk bersenang-senang bersama
tanpa ada penjahat.
Aku berusaha keluar, tapi mereka terus menarikku masuk.
Dan tanpa ada televisi.
Baiklah, Pramuka Buttercup.
- Semuanya naik. - Ayo, kita pergi.
- Aku bersemangat sekali. - Ya.
Pasti ada cara untuk menyemarakkan perjalanan ini.
Pramuka Buttercup tak ada. Kau terlambat, bus telah pergi.
Aku tak tertarik dengan kendaraan.
Aku mencari Mata Aurora.
Tak pernah dengar, terima kasih. Datang lagi...
Tak pernah mendengarnya, ya?
Dengar, di mana kalung itu, Pak Tua?
Kalung itu tak ada di sini. Jackie membawanya ke museum.
Berapa lama sampai Jackie pulang dari Puncak Bukit, Sensei?
Puncak Bukit, ya? Terima kasih informasinya, mungil.
Apa?
Begitulah caranya mengikat simpul sederhana.
Siapa yang mau coba?
Aku, aku mau coba.
- Aku! - Baik, Tara dan Dina lebih dahulu.
Hore.
Bukankah ini menyenangkan?
Ya.
Mengumpulkan kayu bakar, menangkap kupu-kupu, dan mengikat simpul.
Ya, benar-benar pesta.
Jade, peraturan pertama kepramukaan adalah selalu siap sedia.
Kau tak akan tahu kapan keahlian menyimpul bisa berguna.
Akan kuingat jika ikut Angkatan Laut.
Mungkin sebaiknya kau kuberi tugas khusus.
Benarkah? Bagus. Tugas apa?
Botol ini harus diisi.
Kau menyuruhku mengambil air?
Ya, tolong.
Ada sungai kecil di balik pepohonan itu.
Jangan berkeliaran.
Kita dua kilometer dari mal.
Apa yang dia pikirkan, aku akan kabur dari sini?
Naik mobil pelarian dan kembali ke Siberia?
Aneh. Siberia. Benda ini menakjubkan.
Anjing! Mereka manis sekali.
Dan lapar. Dan tak mirip anjing.
Serigala! Tolong!
Jackie, angkat teleponnya.
- Halo. - Jackie, kau dalam bahaya.
Ada wanita jahat menuju ke sana.
Jackie sedang tidak ada.
Siapa ini?
Apa yang kaulakukan dengan ponsel Jackie?
Bicara denganmu, Sensei.
Kita harus ke Puncak Bukit, memperingatkan Jackie.
Cepat, carilah peta kota.
Bagaimana hasilnya?
Kerja yang sangat bagus.
Dan sangat teliti.
Ada apa? Beruang?
Mungkin Jade sedang usil.
Vanessa Barone.
Wajah itu akan disukai para mumi.
Kalungnya, Chan.
Aku tak memilikinya. Sumpah pramuka.
Jika bohong, kau akan butuh lebih banyak perban.
Seorang Pramuka Buttercup tak pernah berbohong.
Manis sekali.
Mari kita mulai, para Pramuka Buttercup.
Aku tidak akan pergi sampai kautemukan Mata Auroraku.
Honolulu, Miami, Wahana Rusa. Ayo, berfungsilah.
Ayo. Terbanglah, hiduplah, menyalalah.
Serigala baik.
Aku ingin tinggal dan bermain lempar-tangkap,
tapi aku harus mencegat taksi
dan pulang ke toko Paman sebelum semuanya...
- Aku menemukan satu. - Peta?
Sekotak kue kering. Aku masih mencari petanya.
- Cepat. Jackie sedang dalam... - Hei, ini berfungsi.
Di mana Jackie?
Di perkemahan.
Aku tahu cara kerja kalung ini.
Katakan "kembali ke"
dan kau akan menuju tempat yang kauucapkan.
Seperti ini. Kembali ke sebelah Paman.
Jangan melakukannya lagi. Tunggu, lakukan itu lagi.
Kita harus memperingatkan Jackie. Wanita jahat sedang menuju ke sana.
Tak masalah. Kembali ke Puncak Bukit.
Aku tak sempat meminta lebih banyak kue kering padanya.
Apa?
Kiriman kilat. Pengertian sekali.
Chan, aku ingin tinggal lebih lama dan mengobrol,
tapi sepertinya kau tak bisa bergerak.
Selamat tinggal.
Terima kasih pelajaran melepas perbannya, Nn. Barone.
Lihat, Anak-Anak? Cepat dan tak sakit.
Apa?
Pramuka Buttercup, ini terlalu keras. Jangan lihat.
Tidak mau.
Selamat tinggal, Semua. Pertemuan menyenangkan.
Kembali ke Peru.
Aku menjelajah sendirian, Chan. Menyingkirlah.
Kembali ke Everest.
Gunung Everest. Ide buruk.
Aku ingin pendaratan yang empuk.
Lain kali, pilih tempat yang hangat.
Seperti Gurun Sahara.
Kembali ke Gurun Sahara.
Brillian. Nilai-nilaimu pasti sempurna saat bersekolah, Chan.
Nilai sekolahku bagus. Nilai bela diriku sempurna.
Kau gagal sebagai ketua regu pramuka, Chan.
Kau tinggalkan anak-anak itu tanpa perlindungan di hutan.
Kau benar. Apa?
- Kembali ke Acapul... - Kembali ke Puncak Bukit.
Jackie, kau kembali.
Ya, begitu juga dengannya.
Dan aku punya kalungnya.
- Kembali ke Venesia. - Salah.
Kau punya setengah dari kalung itu.
Ayo, Jackie, giliran kita menangkapnya.
Kumohon, Jade, tinggallah dengan yang lain. Aku punya rencana.
Baiklah, aku menyerah. Tak ada lagi perkelahian.
Itu rencananya?
- Apa syaratnya? - Tak ada persyaratan.
Seperti katamu, aku bertanggung jawab atas keselamatan anak-anak ini.
Jika kau berjanji untuk pergi,
akan kuberikan setengah kalung ini,
dan memberitahumu lokasi harta karun yang luar biasa.
Aku mendengarkan.
Sebuah pulau kecil di luar Chili. Sangat terpencil.
Pulau Penghancuran. Pulau Pembaktian?
Pulau Kesunyian. Usaha yang bagus, Chan.
Kau kira bisa menjebakku pergi ke salah satu tempat terpencil di Bumi.
Tidak, sungguh.
Pasti kau berencana memberi tahu pihak berwajib agar ke sana
untuk menjemputku begitu aku sampai sana.
Sebenarnya, aku ingin menyatukan dua bagian kalung ini,
lalu menarik paruhan kalungku
agar kau berpindah, lalu terdampar.
Tapi kau terlalu pintar untuk mengucapkan, "Kembali ke Pulau Kesunyian."
Kembali ke Pulau Kesunyian.
Tangkap dia.
Jade. Para pramuka Buttercup.
- Jackie, di mana... - Aku tak bisa mengobrol, Paman.
Aku harus pergi ke Pulau Kesunyian.
Pulau Kesunyian?
Jackie.
- Di mana yang lainnya? - Dengan Nona Penjelajah Dunia yang licik.
Hore!
Kalian menggunakan teknik pertolongan pertama ajaranku.
Sebenarnya, ini yang kupelajari dari menonton televisi.
Robinson Crusoe menjadi warga Hawaii.
Jadi, bagaimana cara kita pulang, Ibu Jackie Pemimpin Buttercup?
Itu tak akan muat untuk kita semua.
- Halo. - Tohru?
Aku ingin membeli beberapa kue kering lagi.
Begitu kita sampai di rumah, kutraktir sepuasmu.
Hei, Jackie, kau bisa memasak?
Ayahku mahir memasak. Ayahku seorang koki.
Tapi masakan putranya tidak enak.
Aku bahkan tak tahu cara memasak nasi.
Kata orang, aku bisa pakai penanak nasi. Tinggal masukkan beras.
Aku merusakkan mesin itu.
Ada yang memberiku nasi matang.
Lalu kumasukkan sedikit minyak dan merica.
Hanya sekali itu.
Nasi goreng Jackie Chan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.