Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Teh.
Sudah waktunya.
Tohru, pameran kebudayaan Jepang dimulai besok.
Musik, makanan, dan teknologi terkeren memenuhi ruangan.
Ada masalah apa?
Melupakan teh masalahnya.
Ini ketel air.
Maaf.
Tingkahmu aneh belakangan ini.
Ayolah, kau bisa memberitahuku.
Karena Paman, ya? Dia memang bau bawang.
- Karena ibuku. - Apa?
Apa dia sakit? Kau punya ibu?
Dia kemari dari Jepang untuk menghadiri pameran.
Dia penggemar berat Kare Noke dan Yodeling Kabuki-nya.
Penyanyi country yang melengking itu?
Tapi apa salahnya kunjungan dari ibumu?
Aku aib keluarga.
Aku hanya ingin ibuku bangga kepadaku.
Dia akan bangga. Lihat dirimu. Kau tampan dan besar.
Kau punya...
- Kau besar. - Kau tidak mengerti.
Ibuku sangat sulit dipuaskan.
- Teh. - Terima kasih.
JACKIE CHAN ADVENTURES
Ibu.
- Ibu? - Ibu?
Di sini kediamanmu?
Kau berhenti bekerja untuk Tn. Valmont yang baik karena ini?
Baik?
Dia tidak tahu Valmont itu penjahat?
Tidak, tolong jangan beri tahu dia.
Anakku.
Pelayan di toko rongsokan.
Toko rongsokan?
Ini toko barang antik.
Barang antik yang kulihat hanya kambing jantan di sana.
Kambing jantan?
- Ibu. - Diam.
Naga betina harus menjaga lidah tajamnya,
kecuali kau ingin ribut denganku.
Aku mau menyapu lantai denganmu. Lantainya butuh dibersihkan.
Mata jahat tak mempan kepadaku.
Tahu apa penjual rongsokan tentang pekerjaan?
Hentikan, kalian berdua.
Ibu Tohru masih penat setelah penerbangan panjang.
Pamanku stres karena begadang mengerjakan penerjemahan.
Telepon.
- Halo? - Semoga aku tak mengganggu
di tengah kegiatanmu, Jackie.
Paman dan ibu Tohru sedang berkenalan.
Kumpul keluarga.
Rongsokan murahan.
Dinasti Ming.
Kemungkinan akan ada masalah.
Percayalah. Aku tahu.
Guritanya akan dipamerkan di Pameran Budaya Jepang.
Aku akan tenang jika kau bisa membantu keamanannya.
Kau ingin aku menjaga seekor ikan?
Sebenarnya, gurita itu bukan ikan, tapi sefalopoda.
Gurita... Tolong tenanglah.
Maaf, tata bahasaku payah di sekolah.
Maksudmu, Gurita Kyoto.
Itu peninggalan ternama dari Dinasti Komodo.
Menurut informasi dari intelijen, geng Yokonawa
mengincar guritanya.
Kenapa kau tidak pasang lampu di sini?
Kukira kelelawar bisa melihat dalam gelap.
Ini harus dihentikan.
Menurutku juga begitu. Akan kuatur.
Terima kasih bantuannya, Jackie.
Naga betina itu membuang tenagaku.
- Harus kembali bekerja. - Terserah.
Antarkan ke kamarku, Tohru.
Tidak ada kamar.
Kau pikir ini hotel?
Hotel untuk kecoak.
Ini hotelmu, Ibu.
Sudah seusia ini, tapi belum punya mobil.
Membuat ibumu harus menerobos topan.
Apa ada ikan?
Ini kedai sushi. Segalanya mengandung ikan.
Aku benci ikan.
Sup miso. Porsi kecil.
Hei, bukankah itu si tukang pukul untuk Valmont?
Tidak lagi. Kau belum dengar? Dia sudah tobat.
Semakin besar, semakin mudah lembek.
Sepertinya memang anak ibu.
Supmu.
- Butuh tumpangan? - Aku jalan saja.
Ayolah, Tohru.
Namamu Tohru, bukan?
Kuantarkan ke mana pun kau mau.
Mewah, bukan?
Mobil ini dilengkapi banyak fasilitas. Kulkas, komputer.
Soda?
Boleh aku minta rasa anggur?
Tentu. Ambil sesukamu.
Anggur itu kesukaanku.
Itu karena seleramu bagus.
Jadi, Tohru, aku punya usul untukmu.
- Tidak, terima kasih. - Dengarkan saja.
Ini bukan pencurian remeh.
Aku punya rencana untuk sesuatu berkaki delapan dan berisi perhiasan.
Kau mau menculik Kare Noke dan Yodeling Kabuki-nya?
Kare Noke? Aku suka pria ini.
Bukan, Kawan. Maksudku Gurita Kyoto.
Kurasa tidak.
Untuk mengenang masa lalu.
Bayarannya besar.
Kau bisa membeli mobil seperti ini.
Membuat ibumu bangga.
Harus telepon tuan tanah. Suruh dia menyemprot hama.
Tutup mulutmu, Cerewet.
- Aku ingin bertemu putraku. - Tohru sedang keluar.
- Ke mana? - Aku tidak tahu.
Bos payah. Tidak bisa mengawasi karyawannya sendiri.
Tidak adil.
Paman bos yang hebat dan Tohru suka bekerja di sini.
Kau gadis manis. Sangat menggemaskan.
Tapi jangan bicara hal yang kau tidak pahami, Nak.
Harusnya kau melihat Tohru saat dia bekerja untuk Tn. Valmont.
Dia punya kamar besar sendiri.
Selalu ada kasur tambahan untuk ibunya.
- Valmont? Valmont adalah... - Paman, ix-nay di Almont-vay.
Anak ini bisa berbagai bahasa.
Lihat dirimu, berbahasa Inggris pun tidak bisa.
- Bahasa Inggrisku lebih fasih darimu. - Tidak.
- Ya. - Mimpi kau, Penjual Rongsokan.
Kau berhenti bekerja dengan Tn. Valmont yang baik karena ini?
Pelayan di toko rongsokan.
Gurita Kyoto.
Bayarannya besar.
- Kau bisa membeli mobil seperti ini. - Anggur.
- Pelit? Aku tidak pelit. - Aku lihat baju usang yang dipakai Tohru.
Bajunya sama saat dia bekerja untuk Valmont.
Aku tak punya waktu untuk melerai kalian.
Aku harus segera ke pameran, menjadi petugas keamanan untuk gurita.
Pilihanmu bijak, Tohru.
Apa tugasku?
Tidak sulit.
Masuklah ke dalam pameran, alihkan perhatian.
Sementara itu, anak buahku menyusup dan mengambil guritanya.
Satu masalah kecil, Tohru.
Kabarnya, kau memperdaya atasanmu sebelumnya, Valmont.
- Konon, kau pengkhianat. - Aku bukan pengkhianat.
Buktikan.
Aku punya informasi.
Ya?
Jackie Chan akan menjadi petugas keamanan di pameran.
Aku pernah dengar namanya. Konon, dia tak terkalahkan.
Tak ada orang yang tak terkalahkan.
Aku yakin kau bisa menangani masalah Jackie Chan ini, Tohru.
Maksudku, secara permanen.
PAMERAN JEPANG
Jade, bagaimana kau bisa masuk?
Penjagaannya payah.
Kau harus pergi. Nanti ada masalah.
Pergilah.
Aku tak dibayar untuk ini.
Bisa bantu sedikit?
Tohru?
Sudah kuduga kita tak bisa memercayainya.
Pencurian gurita sedang berlangsung.
Bonsai!
Terima kasih informasinya, Tohru.
Tentu saja.
Ibumu pasti akan sangat bangga.
Tohru punya ibu?
Guritanya.
Yang ini bukan sekadar tabir asap.
BARANG ANTIK
- Jackie dan Tohru di mana? - Begini kesepakatannya.
Berikan guritanya atau mereka akan dilahap oleh hiu.
Kedai Sushi Pasar Jalanan.
Satu jam. Masuk lewat pintu depan dan datanglah sendiri.
- Jadi? - Bukan masalah.
Tukar guritanya dengan mereka. Tunggu. Ada satu masalah.
Apa?
Aku tidak punya gurita.
Kini kau punya.
Cukup hebat untuk seorang anak-anak, bukan?
Tunggu apa lagi?
Tohru dan Jackie membutuhkan kita.
Kami, bukan kau.
Aku, bukan kami.
Penculiknya menyuruh datang sendiri.
Pak Tua bodoh penjual rongsokan tak bisa melakukan ini sendirian.
- Kenapa tidak aku... - Tidak.
Aku akan menghubungi Kapten Black.
Sementara itu, kau tinggal di sini dan jaga toko.
Jaga toko, ya?
Sudah kujaga.
TUTUP
Tak ada yang boleh mengkhianati geng Yokonawa, Tohru.
Kau baru saja membuat kesalahan terbesar, terbodoh, dan terakhir dalam hidupmu.
Tapi ada kesepakatan, bukan? Jika kau dapat guritanya, kami dibebaskan.
Begitu kami dapat guritanya, kau dan kawanmu akan menjadi umpan.
Umpan ikan.
Aku tidak suka ikan.
Hei, lihat ini. Trik yoyo menuntun anjing.
- Apa? - Hei.
- Paman. - Ibu.
Kubilang masuk pintu depan dan datang sendirian.
Aku sudah bilang kepadanya. Sudah kubilang, bukan?
Kau bisa tersesat.
Keledai rabun bahkan tak bisa melihat hidung bengkoknya.
Pandanganku cukup bagus untuk melihat rambut di tahi lalatmu.
Itu pemanis.
Jangan banyak bicara dan taruh ikannya di meja.
Bos, secara teknis, gurita adalah sefalopoda dan...
Taruh ikannya di meja.
Paman, jangan.
Jackie, diamlah.
Sudah, kini kita semua bisa pulang.
Bagaimana jika kita jadikan ini perkara sekeluarga?
Lempar semuanya ke dalam tangki.
Gerakan yang bagus.
Kau lihat, Manusia Rongsokan?
Lihat, tapi tak ada yang istimewa.
Tangan lebih cepat dari mata.
Seharusnya kau waspada dengan kaki.
Bereskan ini. Aku datang dari jauh untuk mendengar Kare Noke bernyanyi.
Kau sebut itu menyanyi?
Si buta nada ini ingin dihajar.
Trik lain yang sedang kupelajari.
Jackie. Tohru.
Jade, kau sedang apa di sini? Lupakan.
Bantu kami.
Tidak boleh.
Hei.
Jade.
Aku baik-baik saja.
- Ibu? - Paman?
Tidak lagi.
Di mana guritanya?
Tn. Yoyo mengambilnya.
Baiklah. Aku yakin dia sudah jauh.
Hei.
Trik yang paling kusuka.
Kerja bagus, Jackie.
Maafkan aku atas pengalaman tak mengenakkan ini, Ibu.
Anakku yang pemberani.
Kau membuat ibumu bangga.
Aku senang kau tidak terluka.
Aku juga senang kau bersama orang yang memedulikanmu.
Jackie, Jade, si Kambing Jantan.
Biar kutunjukkan kambing jantan.
Jangan, hentikan. Kalian berdua.
Sepertinya ini awal hubungan yang indah.
Mau kembali ke Pameran Kebudayaan Jepang?
Aku dengar Kare Noke
dan Yodeling Kabuki tampil dengan sangat baik.
Hei, Jackie. Apa musik favoritmu?
Aku suka lagu rock karena membuatku bersemangat.
Saat aku berlatih, aku suka lagu seperti ini.
Celine Dion, Mariah Carrey, Whitney Houston.
Aku bisa mendengar ucapannya.
Lalu aku bisa melatih bahasa Inggrisku.
Banyak sekali. Bee Gees, Carpenter, ABBA.
Beatles, tidak. Aku terlalu muda.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.