Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
MAD CONCRETE DREAMS
Penghargaan utama Kompetisi Esai Anak Nasional
jatuh kepada salah satu dari kita.
Sambutlah Jeon Yi-gyeong di podium
dengan tepuk tangan meriah.
DENGAN SEMANGAT YANG LEBIH MEMBARA DARI MATAHARI, KITA SEMUA BERSATU
Aku tidak punya ayah.
Keluarga lain punya ayah
tapi di keluargaku hanya ada ibuku dan aku.
Tapi dibandingkan semua ayah
ibuku lebih kuat.
Kami tinggal di rumah besar.
Ada lampu gantung besar di ruang tamu
dan Ibu selalu memakai sepatu yang berbunyi.
Jika tidak ada bunga di rumah
ibuku tidak keluar.
Ibu selalu membeli bunga lili atau hortensia.
Ibuku bilang
rumah adalah wajah seseorang.
Tidak boleh berantakan.
Ibu keren sekali.
Kau bisa menjadi penulis, Yi-gyeong.
Kau lebih jago menulis daripada aku.
Jika kau membaca setiap hari seperti aku
kau bisa menulis lebih baik.
Kenapa kau bilang tidak punya ayah?
Itu bukan sesuatu yang bisa dibanggakan.
Dia memenangkan penghargaan. Bersikap baiklah padanya.
Menulis hanyalah hobi.
Jangan bermimpi menjadi penulis.
Karena dengan begitu, kau tidak akan ke mana-mana.
Siap?
Senyum.
Satu, dua, tiga.
Sekali lagi.
Satu, dua, tiga.
SELAMAT ATAS PENGHARGAANMU KOMPETISI ESAI ANAK NASIONAL
AKU TIDAK PUNYA AYAH
MAD CONCRETE DREAMS
EPISODE 6
Penculikan, pasien koma, dan pembunuhan?
Keluarga malang.
Haruskah mereka dirukiah?
BUKTI 3
- Apa itu senjatanya? - Ya.
- Bo-ram. - Ya?
Berdiri di sini.
Ada orang di sini.
Dia masuk dan dipukul.
Dia jatuh di tempat.
Lalu mereka memukulnya sekali lagi.
Di mana si pemilik gedung?
Dia menunggu di luar.
Mari bicara dengannya.
Kita bertemu lagi.
Ya.
Dari yang kudengar, kau menemukannya pagi ini.
- Ya. - Pukul berapa?
Antara pukul 07.00 sampai 07.30 pagi?
Kau tahu kenapa Nyonya Jeon ada di sini?
Aku kurang tahu.
Aku hanya mengajukan beberapa pertanyaan sederhana.
Kau tidak perlu terlalu khawatir.
Jika perlu, kami akan menyelidikinya di kantor.
Apakah kami menjadi tersangka?
Saat ini, semua orang tersangka.
Ya. Itu masuk akal.
Investigasi akan membuatnya jelas.
Kau punya CCTV, 'kan?
- Ya. - Boleh kulihat?
Tentu.
Hanya ini yang kau punya?
Ya.
Kenapa?
Kami pakai CCTV sejak semalam.
Sebelumnya tidak kami pakai karena ada masalah.
Sebelumnya tidak pakai CCTV
tapi kau menyalakannya semalam?
Ya, bukankah kebetulan?
Pelakunya terekam kamera.
Hanya itu jalan masuk dan keluarnya?
Ya.
Bukankah dia pemilik kafe?
Kudengar dia sudah beberapa hari tidak ada.
Benar juga.
Pekerja paruh waktu itu sendirian.
Ada apa?
Bukankah itu aneh?
Apa yang aneh?
Semua yang terjadi di dalam gedung ini.
Entahlah.
Ibu!
- Yi-gyeong, tunggu. - Lepaskan aku!
Yi-gyeong.
Ibu!
- Lepaskan aku! - Yi-gyeong.
Kendalikan dirimu.
Seon.
Seon.
Ibuku...
Sedang apa ibuku di sini?
Kenapa ibuku ada di sini?
Yi-gyeong.
Astaga. Yi-gyeong.
Yi-gyeong.
Bangunlah.
Astaga.
Yi-gyeong?
Yi-gyeong, kau baik-baik saja?
Seon.
Kenapa...
Kau tidak ingat?
Kau pingsan.
Su-jong sedang mengurus pemakaman.
Jangan tergesa-gesa.
Istirahatlah.
Seon.
Gudang.
Gudang?
Yang ada di rubanahmu.
Ruangan itu?
Kenapa?
Apakah sejak awal ada di sana?
Dahulu itu ruangan pendingin.
Sistem pendinginnya rusak, jadi, sekarang hanya menjadi gudang.
Kami menyimpan banyak barang di sana.
Kenapa kau bertanya?
Bisa bantu aku duduk?
Ya, tentu saja.
Biar kubantu.
Pasien Jeon Yi-gyeong.
Kau butuh istirahat total.
Aku baik-baik saja.
Tidak, kumohon. Dengarkan aku dahulu.
Kau tahu?
Tentang ibuku?
Tidak, bukan soal itu.
Tentang kehamilanmu.
Apa?
Siapa yang hamil?
Kami melakukan tes darah rutin saat kau tidak sadarkan diri.
Kau yakin?
Kami sudah memberi tahu dokter kandungan.
Dokter akan datang menemuimu.
- Sampai jumpa. - Terima kasih.
KAMI TURUT BERDUKA CITA
MENGENANG HIDUP YANG KAU BERIKAN BAGI SEJEONG-RO YANG LEBIH BAIK
Yi-gyeong.
Kau harus makan sesuatu.
Demi bayimu.
Ada apa?
Masam sekali.
Pak Kim.
Sulit kupercaya.
Bagaimana bisa Bu Jeon...
Dia baik-baik saja beberapa hari lalu.
Ini sungguh mendadak.
Halo.
Yi-gyeong, ada tamu.
- Ibumu... - Aku bertemu ibumu
sebelum dia meninggal.
Semoga dia beristirahat dengan tenang di tempat yang lebih baik.
- Lewat sini... - Baik.
WAKIL BIDANG KEBIJAKAN NAM SANG-HO
- Wakil Nam. - Hai.
Halo.
Kau bisa duduk di sana.
Astaga. Sudah lama kita tidak bertemu.
Biar kutuangkan minum.
Kau bergaul dengan orang seperti dia?
Bicaramu agak keterlaluan.
Kau sudah memikirkannya, Pak Gi?
Ya, aku akan mengikuti arahanmu.
Bagus, keputusanmu tepat.
Kau dekat dengan pria tua itu?
Ada markas klub baduk di gedungku.
Dia pemiliknya, penyewa di tempatku. Kami bertemu setiap hari.
Kalau begitu, kau juga pasti tahu soal gedungnya.
- Gedung Hanmaeum. - Ya.
Menurutmu kau bisa membelinya?
Bawakan aku akta gedung itu
dan aku akan memberimu tambahan sepuluh persen saham.
Totalnya sepuluh miliar won.
Jika kau mendapatkan dividen selain itu
jumlahnya bisa lebih besar.
Mari makan.
Astaga.
- Kau sudah makan? - Ya.
Makanan di sini cukup enak.
Makanan aula pemakaman biasanya tidak enak.
Lalu pembunuhnya?
Mengingat situasinya, kami cukup yakin
pelakunya Oh Dong-ki, pemilik kafe di lantai satu.
Kami sudah keluarkan surat perintah, dia akan segera ditangkap.
Lalu sebelumnya
bukankah kau mengatakan sesuatu soal tempat aku dikurung
saat aku diculik?
Misalnya apa?
- Bubuk kopi. - Apa?
Kami menemukan bubuk kopi di pakaiannya.
Ya, itu masuk akal.
Apa artinya pemilik kafe itu penculiknya?
Apa kedua kasus itu berkaitan?
Dasar berengsek.
Kau mau ke mana?
Kau Pak Nam Sang-ho?
Benar.
Aku minta pernyataanmu, dan kau tak pernah datang.
Ternyata kau.
Tunggu. Kau bilang kau ditugaskan di mana?
Aku Koh Ju-ran, detektif Unit Jatanras Yongdaemun.
Kau kenal mendiang Jung Chang-su, 'kan?
Jung Chang-su?
Aku menemukan kartu namamu di jasad Jung Chang-su.
Hampir semua orang di area ini punya kartu namaku.
Itu sudah sama saja seperti selebaran yang dibagikan.
Kau tidak punya, Pak Gi?
- Aku punya. - Ju-ran.
Ikut aku.
Maaf.
- Dia terlalu bersemangat. - Baiklah.
Tidak apa-apa.
Sial.
- Su-jong. - Ya?
- Kau butuh sesuatu? - Tidak perlu.
Baik, akan kuambilkan makanan.
Dia kurang ajar.
Apa anak-anak Gen Z zaman sekarang sekasar itu?
Omong-omong, Pak Gi.
Bawakan aku gedung pria tua itu. Kau mengerti?
Ya.
- Aku harus pergi. - Sudah?
Tidak, jangan ikuti aku keluar.
Sampai jumpa, Pak.
- Jaga dirimu. - Terima kasih.
Sampai jumpa, Pak.
Kau bilang tidak mengenalnya.
Apa maksudmu?
Wakil Nam.
Kau kenal Wakil Nam Sang-ho?
Tidak.
Siapa dia?
AYO PERGI...
AYO PERGI KE GEDUNG KITA
SEKARANG? BUKANKAH KITA HARUS DI SINI?
POLISI MENCURIGAI OH DONG-KI
POLISI MENCURIGAI OH DONG-KI BAGAIMANA JIKA KAMAR MANDI DIPERIKSA
BAIKLAH
Yi-gyeong bertanya tentang ruang pendingin?
Ya.
Itu yang terakhir.
Apa yang dia katakan?
Dia tampak mencurigaiku atau...
Atau apa?
Dia mungkin mencurigai Oh Dong-ki.
Entahlah.
Kedengarannya tak seperti itu
tapi sepertinya dia menyadari sesuatu.
Mari berhenti dan berpikir.
Kita tahu pasti Oh Dong-ki membunuh ibunya.
Ya.
Namun, bagaimana jika dia tertangkap?
Dia akan mengatakan semua yang dia tahu tentang kita.
- Pasti. - Tentu saja.
Maka kita tak bisa membiarkannya tertangkap.
- Dia tak boleh tertangkap sekarang. - Tidak.
Haruskah kita menyelundupkan Oh Dong-ki ke luar negeri?
- Astaga. - Tunggu.
Nomor apa ini?
Angkatlah dan cari tahu.
Halo?
Ini salahmu.
Dong-ki, halo.
Siapa itu?
Ini aku, tuan tanahmu.
Apa ada yang mengikutimu?
Tidak.
Benar juga.
Kau tak memakai penyadap, 'kan?
Kami tak pakai hal semacam itu.
Kami juga dapat masalah jika memberi tahu polisi.
Masuklah.
Kamarnya agak bau.
Boleh kubuka jendelanya?
Apa yang kau lakukan?
Maaf.
Buka saja jendelanya.
Kenapa berpura-pura mengirim sinyal?
Sinyal apa?
Kenapa kalian berpakaian hitam-hitam?
Kami dari aula pemakaman.
Wanita yang kau serang tewas.
Kau menyalahkanku?
Kau bertanya dan aku menjawab.
Terserah. Di mana uangnya?
- Begini... - Jadi...
Polisi ada di mana-mana, jadi, kami tidak bisa mengambil uang.
Itu urusan kalian!
Bawakan aku uang sebelum aku buka mulut!
Jangan berisik, Pak Oh.
Dengar.
Beri kami sedikit waktu lagi.
- Berapa lama? - Sepekan.
Mari kita semua jatuh bersama.
Hancur lebur bersama.
Baiklah.
Aku akan segera mendapatkan uangnya, ya?
Dua miliar won.
Kau bilang satu miliar.
Lihat yang kalian perbuat kepada tanganku.
Aku pantas dapat dua kali lipat.
Kau sudah memeriksakan tanganmu?
Akan bernanah jika tidak.
Pak Oh.
Omong-omong
kau punya rencana
setelah mendapatkan uangnya?
Itu urusanku.
Kau yakin tidak akan tertangkap?
Kau takut aku akan tertangkap dan mulai bicara?
Kami memercayaimu.
Kau ingat kami punya video, 'kan?
Kita satu tim.
Itu omong kosong.
Jangan coba-coba menghancurkanku.
Mari kita bayar dia. Tentukan tanggalnya.
- Apa yang kau lakukan? - Apa?
Apa yang kau pikirkan? Kau memikirkan hal lain.
Begini...
Pria yang duduk di hadapanku di pemakaman Bu Jeon.
Wakil Nam.
Ada apa dengannya?
Proyek pembangunan ulang.
Dari yang dikatakan Wakil Nam kepadaku
jika kita bisa membeli properti Pak Kim
kita akan benar-benar untung besar.
Bagaimana dengan Oh Dong-ki?
Apa sebenarnya maksudmu?
Aku setuju bergabung dengan perusahaan investasi
pembangunan ulang di mana Pak Nam tergabung.
Dijamin 100 persen.
Tidak ada risiko
dan laju pengembaliannya lebih dari 1.000 persen.
Jadi, alih-alih membayar Oh Dong-ki
kau akan membeli properti lain? Kau sudah gila?
Apa membayar Dong-ki akan menyelesaikan semua masalah kita?
Bagaimana jika dia mengambil uangnya hanya untuk memeras kita?
Dia mengancam akan bicara jika kita tidak membayarnya.
Memang kau akan menguburnya?
Itukah yang kau inginkan?
Itu sebabnya aku mencoba membahasnya denganmu.
Ini kesempatan yang terlalu bagus untuk dilewatkan.
Ini krisis, bukan kesempatan.
Itu bisa menghancurkan keluarga kita.
Kau bilang melakukannya demi kami, tapi kau hanya memikirkan dirimu.
Bagaimana dengan Da-rae?
Lupakan kesepakatan itu.
Uang yang kita miliki sekarang tidak sepenuhnya bersih.
Mari hidup sesuai kemampuan kita.
Kau pikir akan sepadan mengintai tempat ini?
Apa Oh Dong Ki akan kembali?
Dia mungkin menyembunyikan uang.
Bukankah itu aneh?
Kesampingkan Ny. Jeon dahulu.
Apa yang dilakukan Oh Dong-ki di basemen?
Itu aneh.
Aku sudah memikirkannya.
Oh Dong-ki dikurung di ruang pendingin.
Saat pintu terbuka, dia menyerang membabi buta hanya untuk keluar.
Siapa yang mengurungnya?
Si pemilik gedung.
Kau juga berpikir begitu?
Awalnya aku tidak mengerti saat kau mencurigai Pak Gi.
Banyak hal terus terjadi di sekelilingnya.
Menurutmu kenapa Pak Gi mengurung penyewa di gedungnya?
Entahlah.
Itu yang tidak bisa kupahami.
Kau ingat pria yang kita lihat di pemakaman Nyonya Jeon?
Wakil Nam.
Wakil Nam? Siapa dia?
Apa yang terjadi?
Kau bilang kematiannya dianggap kecelakaan.
Mereka menemukan kartu namaku
di jasad Jung Chang-su.
Paham?
Kau pikir hanya perlu membunuh seseorang?
Kenapa kau tidak sekalian mengumumkan perbuatanmu?
Maafkan aku.
Rasanya enak atau tidak
dimarahi setelah bekerja keras?
Tapi
selalu ada alasan.
Kau tidak terlalu pintar.
Kau sudah bekerja keras dan kau bahkan bukan pegawai tetap.
Kapan penghasilanmu akan cukup?
Haruskah aku menelepon kantor pusat Real Capital
untuk mengatakan anak-anak yang mereka kirim tidak berguna?
Kami tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
Tidak bisakah kau bekerja lebih baik sejak awal?
Berobatlah.
- Terima kasih. - Kau berdarah.
Ambillah.
- Maaf. - Kau boleh pergi.
Kau ingin aku membunuhnya sekarang?
Apa asyiknya itu?
Maaf, sampai jumpa besok.
Kau terlihat sangat tenang.
Kau tak mau seteguk?
Hwal-sung.
Bagaimana menurutmu?
Kau juga ingin aku menyerah?
Bicaralah padaku.
Andai kau tidak memberikan penawaran itu
aku tidak akan bertindak sampai sejauh ini.
Apa lagi sekarang? Apa yang harus kulakukan?
Kenapa kau melewati batas dengan Seon?
Kau mengkhianati teman dan istrimu.
Apa itu menyenangkan?
Kau tahu Yi-gyeong hamil?
Yi-gyeong hamil.
Dasar berandal.
Kau bukan manusia.
Lalu kau sendiri?
Hwal-sung.
Kau baik-baik saja?
Katakan.
Manusia macam apa kau?
Apa maksudmu? Kau baik-baik saja?
Haruskah aku memberitahumu?
Seon memberitahuku sesuatu saat aku tidur dengannya.
Dia bilang...
Kau tidak percaya diri.
Karena kau terlahir miskin.
Relakan semuanya dan serahkan dirimu.
Setidaknya, itu yang bisa kau lakukan
agar orang di sekitarmu tidak terlalu menderita.
Bagaimana kau bisa mengatakan itu kepadaku?
Hei, kau.
Tutup mulutmu.
Kenapa? Kau juga akan membunuhku?
Apa kau bisa melakukannya?
Tahu dirilah.
Kau pecundang besar.
Lihat berandal ini.
Hanya itu yang bisa kau lakukan?
Apa-apaan ini?
Sedang apa kau di sini?
Kenapa kau memilih itu?
Bagaimana kau tahu aku di sini?
Kau tahu apa yang terjadi saat tikus stres?
Kurung tikus di kotak kaca dan berikan kejutan berkala.
Listriknya menyengat.
Kejutannya ringan, tapi seiring waktu
tikus mengidap kanker karena stres.
Apa maksudmu? Stres apa?
Sekarang, kurung dua tikus di kotak kaca yang sama
dan berikan kejutan listrik dengan volume yang sama.
Menurutmu apa yang terjadi?
Katakan padaku. Tebaklah.
Bagaimana aku tahu?
Mereka mulai berkelahi.
Kau tahu apa yang lucu?
Mereka makin sehat saat terus berkelahi.
Bulu mereka makin berkilau
dan nafsu makan mereka makin besar.
Meskipun listriknya menyengat
dan mereka menjadi stres.
Bukankah itu menarik?
Bagian mana yang menarik?
"Rasa sakit yang tak bisa membunuhku
hanya membuatku lebih kuat."
Kau tidak tahu?
Kita pasti ditakdirkan bertemu.
Sampai jumpa.
Apa-apaan itu?
GEDUNG HANMAEUM
Hee-ju.
Astaga. Pak!
Halo.
Aku bisa segera menyiapkan kontraknya.
Juallah gedungmu.
Lupakan saja.
Tunggu, Pak.
Maafkan aku.
Dia bertekad tidak menjualnya.
WASIAT TERAKHIR
Ibumu mewariskan
semua asetnya kepadamu.
Ini.
Bisnis terakhir yang dia kerjakan.
PEMBANGUNAN ULANG GLOBAL SEJEONG-RO
Dengan perubahan di zona pembangunan ulang...
Cukup.
Dan ini.
Aku kurang tahu apa ini.
Tapi ibumu bilang
barang ini yang paling berharga baginya.
SELAMAT ATAS PENGHARGAAN KOMPETISI ESAI ANAK NASIONAL
AKU TIDAK PUNYA AYAH
Aku tidak punya ayah.
Keluarga lain punya ayah
tapi di keluargaku hanya ada ibuku dan aku.
Aku ingin tumbuh dan menjadi seorang ibu.
Seorang ibu seperti ibuku sendiri.
Bagaimana kalau kita sudahi?
Tidak, kita bisa melanjutkannya.
Aku baik-baik saja.
Masuklah.
Silakan duduk.
Kau jago mencari orang, 'kan?
Ini keahlianku.
Temukan orang itu.
Siapa?
Si pemilik kafe?
Ya.
Prosesnya akan lebih cepat jika kau membawa dokumen resmi
dengan informasi pribadinya.
Aku akan meneleponmu.
Begitu aku menemukannya, haruskah kuserahkan dia ke polisi?
Kami melakukan apa pun
selama dibayar.
DENGAN KETULUSAN, BUKAN BEBAN KEBAIKAN BAHKAN PADA YANG BERUTANG
SURGA PINJAMAN
Ada apa ini?
Apa? Su-jong.
Bangunlah!
- Ada apa? - Yi-gyeong menelepon.
Jawablah.
Hei, Yi-gyeong.
Halo, Seon. Maaf mengganggumu selarut ini.
Kau tidak perlu minta maaf.
Omong-omong, ada apa?
Ini bukan masalah besar
tapi aku merasa bersalah insiden itu terjadi di gedungmu.
Aku terlalu sibuk di pemakaman
untuk menyampaikan ini kepadamu.
Jangan bilang begitu.
Kau yang paling menderita.
Kami minta maaf atas apa yang terjadi.
Yi-gyeong?
Seon.
Bisakah kau membantuku?
Aku kesulitan meringkas ini.
Apa yang Yi-gyeong katakan?
Dia menyewa seseorang untuk mencari Oh Dong-ki sendiri.
Apa yang akan dia lakukan setelah menemukannya?
Apa aku harus mengejanya untukmu?
Dia meminta dokumen
dari kontrak kita dengannya.
Kita harus memberikannya, 'kan?
Kau mendengarkan?
- Seon. - Ya?
Apa kau juga berpikir
aku pecundang?
Kenapa tiba-tiba kau bicara begitu?
Kalian sedang apa?
Kenapa kau belum tidur?
Kenapa kalian belum tidur?
Da-rae, Ayah dan Ibu sedang banyak pikiran.
Apa yang mengganggu kalian?
Sulit mengatakannya.
Kau akan tahu saat sudah besar.
Tadi Yi-gyeong menelepon.
Dia ingin berbelanja denganku di akhir pekan.
Seon.
Bisakah kau memercayaiku sekali ini saja?
Apa yang ingin kau lakukan?
Kau tidak perlu mencemaskannya.
Akan kupastikan kali ini berjalan lancar.
Aku tidak akan melanggar hukum.
Tapi kenapa aku merasa sangat gelisah?
Seon.
Aku sungguh ingin berubah.
Aku akan mewujudkannya
dan aku hanya butuh sedikit bantuanmu.
Kau tidak berubah semudah itu.
Bagaimana uangnya?
Sudah siap?
3 APRIL BUGWANG SKY ROAD
Hei.
Biar kuperjelas lagi.
Jika kau macam-macam, aku akan membeberkan semuanya.
Seon, aku membawa berkasnya.
Ya, letakkan di meja makan.
Baik, kau membuat apa?
Tampak sangat kental. Sup itu sama bagusnya dengan obat.
Mereka yang masih hidup harus melanjutkan hidup.
- Cicipilah. - Baik.
Panas.
Ini sangat kaya rasa.
- Ini lezat. - Enak?
Baiklah.
Terima kasih, Seon.
Kau tidak perlu melakukan ini.
Kau harus makan dengan baik di saat seperti ini.
Ibuku juga suka gomtang.
Ini enak.
Kau membawa yang kuminta?
Ya.
Ini.
KARTU PENDAFTARAN PENDUDUK OH DONG-KI
NAMA BISNIS: KAFE JINSIM NAMA: OH DONG-KI
SURGA PINJAMAN
DOKUMENNYA SIAP HARI INI?
Yi-gyeong.
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Aku tidak sendirian lagi.
Aku akan menganggap bayiku
sebagai hadiah terakhir dari ibuku.
Aku akan mulai dari awal.
Jika kau butuh bantuan, beri tahu saja aku.
Baiklah.
Omong-omong, aku punya pertanyaan.
Ini tentang Gedung Hanmaeum.
GEDUNG SE-YOON
DALAM PENYELIDIKAN HANYA UNTUK YANG BERWENANG
Hei, Hee-ju.
Halo, Pak Gi.
Aku ditelepon oleh Gedung Hanmaeum.
Dia ingin bertemu denganmu besok.
Bagaimana itu bisa terjadi?
Akan kujelaskan saat kita bertemu besok.
Tolong siapkan kontraknya.
Sampai jumpa.
Aku akan menginap malam ini. Boleh aku pesan kamar 605?
Tarifnya 50.000 won.
Di sini.
Hei.
Ju-ran!
Ju-ran!
Ju-ran!
SEON DIA BARU SAJA BERANGKAT
MOTEL BELLUNA
DATANGLAH KE MOTEL BELLUNA DI GYEONGWON-RO
YOON BO-RAM JATANRAS AKU DALAM PERJALANAN
Aku polisi.
Aku sedang melakukan penyelidikan.
Seorang pria bertopi hitam baru saja masuk, 'kan?
Bisa beri tahu aku dia di kamar berapa?
Kamar 606.
Berikan kunci masternya.
MOTEL BELLUNA KUNCI MASTER
HATI-HATI: TANGGA
Hei, datanglah ke Kamar 606.
OH DONG-KI
Ini kamar Oh Dong-ki.
Ju-ran.
Ada banyak benda aneh di sini, seperti jarum suntik.
3 APRIL, PUKUL 23.30 TEMPAT PARKIR BUGWANG SKY ROAD
- Bo-ram. - Ya?
Lihat ini.
Pukul berapa sekarang?
Sekarang.
Pak, ke Bugwang Sky Road. Bisakah kau mengebut?
SURGA PINJAMAN
Halo?
Kau mencari Oh Dong-ki, 'kan?
SELAMAT DATANG PINTU MASUK TEMPAT PARKIR
Sial. Kenapa dia tidak muncul?
Kau tak dibuntuti, 'kan?
Kita akan hancur bersama.
Aku tak dibuntuti.
Mari kita akhiri ini.
Di mana uangnya?
Ini saatnya berhenti bercanda.
Buka.
Di sini? Aku?
Ya, di sini.
Sial.
Apa yang kau lakukan?
Ini mudah.
Astaga.
Terima kasih banyak sudah menepati janjimu sampai akhir.
Tentu.
Sial.
Ini palsu, Berengsek!
Beraninya kau menipuku!
SURGA PINJAMAN
Apa yang terjadi?
Ada apa?
Anak-Anak.
Maaf, tapi kenapa kau melakukan ini kepadaku?
Tidakkah kita terlambat?
Tunggu!
Kemarilah!
Apa itu?
Hentikan mereka.
Tangkap dia!
Jangan bergerak!
Bo-ram!
Jangan mendekat
atau berandal ini mati!
Buang senjatamu.
Kau pikir kau siapa?
Turunkan senjatamu.
Kutembak jika tidak.
Kubilang, turunkan senjatamu.
Buang senjatamu!
Turunkan senjatamu, atau kutembak!
Apa yang kau lakukan? Ambil pistolmu!
Halo?
Oh Dong-ki tewas.
Dia tewas?
Polisi menembaknya.
Polisi?
Ya.
Aku membawa uang tunai dua miliar won.
Yi-gyeong mengatakan hal baik tentang keluargamu.
Begitu rupanya.
Kekayaan materi tidak sama dengan kebahagiaan.
Ya, Pak.
Aku hanya butuh secukupnya untuk menafkahi keluargaku.
Bukankah kau sudah punya sebanyak itu?
Segini batasku.
Gedungmu yang terakhir, Pak.
Apa kau punya keberanian untuk berhenti?
Apa maksudmu?
Tidak menyerah adalah keberanian
tapi tahu kapan harus berhenti itu lain soal.
Kau harus mengingat ini
demi Da-rae.
Baik, Pak.
PIHAK PENJUAL: KIM CHUN-GIL
Baiklah.
PIHAK PEMBELI: GI SU-JONG
Jaga Yi-gyeong untukku.
Dia anak yang istimewa bagiku.
Baik, Pak.
Kita pergi sekarang?
KANTOR MANAJEMEN
Selamat!
Ini gila! 30 miliar won!
Ini semua berkat kau, Hee-ju.
Aku akan dapat bonus, 'kan?
Tentu saja. Mari bicara di luar.
Da-rae.
Kau bisa memilih yang lebih bagus.
Itu terlalu mahal.
Tidak apa-apa.
Permisi.
Ya?
Kami akan membeli yang ini.
- Ya, aku segera kembali. - Terima kasih.
Terima kasih.
Sama-sama.
- Ke tempat berikutnya? - Baik.
Aku ditelepon detektif.
Penyewa di gedungmu yang menculikku.
Ibu, aku harus ke toilet.
Baik, pergilah.
Menurutmu kenapa dia melakukan itu?
Demi uang?
Entahlah. Begini...
Zaman sekarang, uang bisa membuat orang mengkhianati teman
bahkan membunuh keluarga mereka.
Semua itu hanya demi tiga miliar won?
Bukankah orang-orang itu menyedihkan?
Jangan khianati aku, Seon.
Aku bisa memberimu tiga miliar won.
Astaga.
Itu pasti mual pagimu.
- Kau baik-baik saja? - Aku baik-baik saja.
Minumlah ramuan untuk mual pagi hari.
Itu bahkan memberimu nutrisi tambahan.
Kau bisa merekomendasikan klinik?
Aku akan mengenalkanmu dengan klinik kenalanku.
Pergilah ke sana dan cari Perawat Joo.
Dia akan lebih berhati-hati karena kau temanku.
Hanya kau yang menjagaku, Seon.
YEON HWA-JIN PENYAKIT DALAM
YEON HWA-JIN PENYAKIT DALAM PERAWAT JOO
Kau menyukainya?
KOPI
UNTUK SEWA HUBUNGI AGEN PROPERTI
WAKIL NAM SANG-HO
Bagus.
Aku tahu aku pandai menilai orang.
Aku akan bekerja lebih baik di masa depan.
Titik balik yang tak terduga.
Hei.
Kau senang?
MAD CONCRETE DREAMS
Ambil alih Pyeongbukgwan.
Aku ingin memeriksa apakah ini obat yang sama
yang mereka pakai saat aku diculik.
Kalian berbisik soal apa?
Hidupku sudah cukup menderita.
Berhentilah menggangguku.
Kau senang aku sudah sadar, 'kan?
Aku butuh tanda tanganmu terkait warisan.
Kau akan menceraikannya?
Ada apa denganmu?
Jika kau melakukannya, mari mulai dari awal bersama.
Jika bisa meyakinkan Pyeongbukgwan, aku akan mengambil separuh saham.
Ada kata-kata terakhir?
Kata-kata terakhir yang ingin kau tinggalkan untuk keluargamu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.