Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
=Ada Usaha Ada Hasil=
(Diadaptasi dari karya penulis Qidian Reading, Qingshan Quzui)
("Menjadi Miliarder dari Kerugian lewat Gim")
=Episode 19= (Drama ini hanya fiksi belaka)
Jika terlalu lama bekerja di perusahaan seperti itu,
mereka mulai meragukan apakah diri mereka
pantas mendapatkan lingkungan kerja yang normal,
ritme kerja yang wajar,
bahkan kehidupan normal setelah jam kerja.
Itu sebabnya, kita harus menghilangkan hambatan psikologis mereka.
Bagaimana caranya?
Dia hanya ingin memastikan kita lembur di rumah atau tidak.
Intinya, bos memang suka melihat kita lembur.
- Benar 'kan? - Benar.
Aku memasang kamera pengawas ini bukan untuk menakut-nakuti siapa pun,
melainkan untuk bersikap terbuka kepada kalian.
Aku tahu kalian berpura-pura lembur, tapi sebenarnya itu tidak perlu.
Lingkungan Tianhuo sebelumnya membuat kalian merasa tidak aman.
Namun, kalian tenang saja.
Tengda tidak akan menerapkan
persaingan internal, konflik, maupun pengurasan tenaga.
Mengenai Zhou Muyan dan Zhao Xuming,
Pak Pei telah menetapkan rencana khusus bagi mereka.
Biar mereka juga merasakan
bagaimana rasanya menjadi karyawan Tianhuo.
Tunggu sebentar.
Absen.
Wei, kenapa kau tiba-tiba muncul?
Absen apa? Bukankah perusahaan kalian tidak memerlukan pengabsenan?
Pak Pei secara khusus memerintahkan kalian berdua untuk wajib mengabsen.
Itu karena, dalam sistem absensi,
hanya sidik jari kalian berdua yang terdaftar.
Pukul 08:01, terlambat.
Pukul 08:01, terlambat.
Besok datang lebih awal.
Lanjutkan bekerja. Aku akan pulang untuk beristirahat.
Aku sudah menunggu semalaman.
Sebentar, ini... Kenapa satu orang pun tidak ada?
(Studio Chixing)
Di mana kartu identitas karyawanmu?
Pak Pei sudah menetapkan,
kalian berdua wajib mengenakan kartu identitas karyawan saat bekerja.
Wei, apakah Tengda punya kartu identitas karyawan?
Apakah kalian memang menargetkan kami?
Memangnya kalau tidak ada kartu identitas karyawan,
lantas tidak perlu memakainya?
Pak Zhou!
Apa-apaan ini?
Pei Qian menetapkan,
kita berdua tidak boleh pergi ke toilet lebih dari sepuluh menit.
Waktu Bapak tinggal sepuluh detik.
Itu... itu Wei sedang menghitung waktu di depan pintu.
Ayo, cepatlah sedikit.
Siapa orang bodoh yang membuat aturan ini?
Bagaimana mungkin membuang air bisa selesai dalam sepuluh menit?
Bukankah ini ide Bapak sendiri?
Kau...
Saya benar-benar tidak bisa dipotong gaji lagi, Pak Zhou.
Maaf... maafkan saya.
Saya pergi dulu.
Terima kasih.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Baik. Terima kasih.
Kau sudah tua, ya? Gerakanmu lambat sekali.
Jangan berdesakan.
- Jam pulang kerja. - Jangan berdesakan.
Cukup.
Tas... tas aku.
Malam ini makan di mana?
Katanya, Dapur Pribadi Tanpa Nama sedang gratis makan tanpa batas.
Dia tidak bisa ikut, 'kan?
Zhou, jika menerima pesanku, kau harus membalas dalam sepuluh menit.
Jika tidak, gajimu dipotong.
Zhou, kau tidak boleh bermain ponsel saat jam kerja.
Jika melanggar, gajimu dipotong.
Jangan dorong.
Aku...
Jangan dorong. Ponsel... ponsel aku.
- Bertahan sebentar. - Oh ya. Zhou,
aku secara khusus memasang
kamera pengawas yang diperuntukkan bagimu.
Kau harus bekerja dengan sungguh-sungguh.
Jika tertangkap tidak bekerja, gajimu akan dipotong.
Selain itu, kau juga wajib menyerahkan laporan kerja harian.
Jika terlewatkan, gajimu juga akan dipotong.
Besok,
ingatlah untuk menyampaikan kembali kepada semua orang
laporan penyebab "Reinkarnasi Abadi" bisa gagal.
Ingat, jelaskan dengan bahasa sederhana.
Untuk sementara, itu saja.
Jika teringat hal lain, akan aku sampaikan lagi.
- Ayo, pulang kerja. - Ayo, pulang kerja.
- Pulang kerja. - Pulang kerja.
Rekan-Rekan sekalian,
sesuai kebutuhan strategi perusahaan, aku akan membahas Tianhuo,
yakni perusahaan aku sebelumnya.
Pak Zhou.
Aku akan berbagi
pengalaman terkait "Reinkarnasi Abadi" secara singkat.
Banyak orang merasa
bahwa "Reinkarnasi Abadi" adalah proyek gagal.
Namun, menurut pandanganku, itu karena sebagian besar orang
belum memahami esensi dari gim ini.
Pak Zhou.
Apa maksud dari kebutuhan strategi? Apa pula maksud dari memahami esensi?
Bukankah sudah disepakati
bahwa ini adalah evaluasi kasus kegagalan?
Bicaralah apa adanya.
Benar, bicaralah apa adanya.
- Bicara apa adanya saja. - Ya.
- Apa adanya, ya? - Benar.
Alasan kegagalan "Reinkarnasi Abadi"
sepenuhnya karena Pei Qian sama sekali tidak bermoral.
Dia menyusup ke Tianhuo dan mencuri rahasia dagang Tianhuo.
Selain itu, dia juga mengarahkan kami untuk mengikuti strategi pemasarannya.
Pada akhirnya,
Tianhuo milikku
menjadi hancur.
Jika bukan karena konspirasi Pei Qian, Tianhuo tidak akan merugi sebesar itu.
Jadi, Tianhuo pada akhirnya gagal bukan karena salah langkah,
melainkan persaingan bisnis yang tidak sehat tanpa batas etika.
Benar-benar licik.
Tidak tahu malu.
Zhou.
Sikap penolakanmu terlalu kuat.
Kenapa sampai sekarang,
kau masih menyalahkan orang lain atas kegagalan sendiri?
Iya.
Coba kau lihat dari sudut lain.
Justru karena dalam membuat "Reinkarnasi Abadi",
Tianhuo sepenuhnya meniru
"Belum Terlambat untuk Berbalik" milik Tengda.
Tiruannya tidak berhasil, akhirnya menjadi gagal.
Semua yang hadir di sini adalah saksi.
- Benar. - Memang begitu.
Soal itu, aku bisa bersaksi.
Pak Pei tidak pernah mencuri rahasia bisnis apa pun.
Pak Zhou juga tahu.
Bapak bahkan melarang kami berbicara dengannya.
- Benar. - Iya.
Pak Zhou, dulu kami tidak berani berkata jujur kepada Bapak.
Namun, kenapa sampai sekarang Bapak masih menyeret Pak Pei?
Jelas-jelas kita yang gagal meniru gim,
bahkan kehilangan bagian yang benar-benar bagus.
Benar, 'kan?
- Benar. - Iya.
"Belum Terlambat untuk Berbalik" milik Tengda
bisa membuat orang kembali menyukai
puisi Tiongkok klasik dan budaya tradisional.
Namun, bagaimana dengan kita? Bahkan meniru saja tidak mengerti.
Apa gunanya hanya mengucurkan uang?
Benar.
Yang seharusnya kita lakukan adalah refleksi kritis.
Benar, tepat sekali.
Pak Zhou, sekarang Bapak mengerti, 'kan?
Alasan Tianhuo gagal adalah karena, dalam mengelola perusahaan,
kalian hanya fokus mengontrol bawahan
dan mengelola hubungan dengan atasan
tanpa memikirkan cara membuat gim dengan baik.
Yang kalian cintai bukanlah pekerjaan kalian,
melainkan jabatan sebagai pemimpin.
Benar.
Itu sebabnya, kalian ditakdirkan gagal.
Apa yang kalian lakukan?
Kalian keterlaluan sekali.
Sejak kapan kalian punya hak menunjuk-nunjuk kami?
Kalian kira setelah masuk Tengda,
kalian benar-benar sudah menjadi orang Tengda?
Tengda?
Bahkan ejaannya saja salah.
Begitu masuk, aku langsung melihatnya. Bagaimana kalian mengelolanya?
Pak Zhou,
kita berhenti saja.
Aku tidak percaya kita tidak bisa mendapat pekerjaan lain.
Ayo, kita pergi!
Ayo!
Xuming!
- Kenapa pergi begitu saja? - Tunggu.
Jangan kembali setelah pergi.
Sebenarnya, Pak Pei sudah lama tahu.
Zhou Muyan bertahan di sini hanya demi kompensasi yang sangat besar.
Begitu emosi Zhao Xuming meledak, bukankah rencananya menjadi gagal?
Tentu saja.
Kalian tenang saja.
Setelah bergabung dengan Tengda, kalian adalah bagian dari Tengda.
- Bagus! - Bagus!
Setelah terprovokasi oleh Zhao Xuming,
Zhou Muyan memilih untuk mengundurkan diri.
Bahkan, uang kompensasi pun tidak diambil seluruhnya.
Pak Pei,
apa yang Bapak rasakan setelah membalas dendam?
Awalnya, aku mengira akan sangat puas,
tapi sekarang rasanya hampa.
Apa gunanya menyingkirkan seorang Zhou Muyan?
Di luar sana masih ada ribuan bahkan puluhan ribu Zhou Muyan.
Lalu...
Bagaimana dengan Pak Pei?
Bapak berencana terus seperti ini?
Aku sudah menduga kau mencariku bukan untuk mengevaluasi masalah Zhou Muyan.
Kuberi tahu,
aku sama sekali tidak melanggar janjiku dengan Pak Sima.
Sudah cukup. Aku pergi kerja dulu.
Pak Pei,
jadwal pengambilalihan Tianhuo sudah tiba.
Surat pelunasan membutuhkan tanda tangan Pak Pei.
Pak Pei tidak mau baca dengan saksama dulu?
Siapa tahu ada kejutan.
Baiklah.
Biar aku lihat berapa banyak keuntungannya.
Mengambil alih Tianhuo
malah rugi?
Di bawah pimpinan Pak Pei,
proyek Tengda yang lain sudah mengalami peningkatan
sehingga tidak terlalu rugi.
Namun, memang benar merugi.
Bonus setelah dikurangi kerugian sudah dikirim ke rekening Bapak.
Jika kelak aku mengambil alih lebih banyak perusahaan seperti Tianhuo,
mungkinkah akan terjadi kerugian yang berubah menjadi keuntungan?
Berdasarkan Pasal 126 Bab 5 perjanjian kerja sama,
ini merupakan pengambilalihan secara paksa...
Cukup, hentikan.
Sudah kuduga, ini bukan hal baik.
Pergi dulu.
Ma Yang,
uang yang kau pinjamkan sudah aku kembalikan.
Terima kasih.
Kerugiannya tidak banyak, tapi tetap saja rugi.
Permohonan Anda telah disetujui.
Akun sopir pengganti berhasil dipulihkan.
Inilah yang disebut hal baik tidak hanya datang satu kali.
Aku merasa kurang terbiasa.
Tiba-tiba terasa dingin.
Apakah masih percaya diri pada "Gunung dan Laut para Dewa"?
Masih!
Di beberapa gim Tengda,
"Gunung dan Laut para Dewa" berukuran paling besar.
Aku berencana
memberikan sebagian pembuatan konten untuk dikerjakan Chixing.
Dengan demikian, kalian tidak akan merasa terlalu tertekan.
Tertekan apa? Sama sekali tidak ada tekanan.
Benar.
Semua dikerjakan di jam kerja, tidak ada tekanan.
Kak Liang,
Kakak tidak seperti di awal datang ke perusahaan ini.
Bersemangat sekali.
Apakah aku pernah tidak bersemangat?
Ini karena menemukan hal yang aku sukai.
Pemrogram genius yang langka sepertiku
tidak perlu lembur.
Asal bekerja keras sedikit saja, hasilnya sudah sangat bagus.
Kau sungguh tidak tahu malu.
Oleh karena itu, Pak Pei berbeda dengan orang lain.
Namun, terlalu berbeda.
Iya,
terlalu berbeda.
Bersulang untuk Pak Pei.
Bersulang untuk Pak Pei.
Ayo!
Ayo!
Bersulang untuk Pak Pei.
Bersulang!
Bersulang untuk Pak Pei.
(Restoran Kosmos)
(Lepaskan kekhawatiran, buat hidup sedikit lebih manis)
Giliranmu.
Melamun.
Hailu,
kemampuan bekerjamu sangat kuat,
tapi akhir-akhir ini
sering tidak fokus.
Terakhir kali aku bermain halma saat kelas enam.
Aku tahu.
Apakah dalam hati, kau berpikir
untuk apa menemani seorang pak tua bermain halma?
Kekanak-kanakan sekali.
Jangan pernah meremehkan halma.
Kau menganggapnya sederhana,
tapi makin sederhana suatu permainan,
akan makin lama popularitasnya.
Bapak punya rencana lanjutan apa untuk Tengda?
Jalan.
Dulu, Bapak mencarinya
karena melihat hal berbeda yang tidak terlihat oleh kami.
Namun, Pei Qian yang sekarang
setiap bulan hanya ingin menerima gaji satu juta,
setiap hari menjadi sopir pengganti,
dan mengerjakan tugas petugas kebersihan.
Tidak melakukan apa pun, juga tidak punya motivasi.
Lihatlah.
Asalkan ada bidak, aku bisa memanfaatkan bidakku
atau bidakmu untuk maju satu langkah melewatinya.
Setiap bidak sama, tidak ada perbedaan derajat.
Aku tidak mengerti.
Sudah seperti ini, untuk apa bertahan?
Apakah Bapak serius beranggapan Pei Qian bisa menjadi Bapak yang dulu?
Tidak perlu terburu-buru.
Lihatlah.
Saat jembatan yang kau bangun cukup banyak,
cepat atau lambat, kau akan tiba di tujuan.
Bahkan,
kau ingin berhenti pun tidak akan bisa.
Mungkin juga
pada akhirnya, bukan kau yang sedang menjalankan bidakmu,
melainkan bidakmu yang mengarahkan jalanmu.
Ketika mendirikan Jinghong,
rombongan kami mengira bisa terus menjalankannya.
Namun, kami lama-kelamaan menyadari
bahwa tidak ada yang bisa kami kendalikan.
Setelah bergerak di bidang investasi sekian tahun lamanya,
aku paham satu hal.
Begitu memulai permainan, maka tidak boleh berhenti.
Aku harus terus berjalan.
(Fenge)
Eric, tenang saja.
Di masa tersulitku,
hanya Fenge yang memberikan kesempatan kedua padaku dan Zhao Xuming.
Aku tidak akan mengecewakan kepercayaan dan harapan yang kau berikan.
Hal yang sudah berlalu tidak perlu diungkit lagi.
Ayahku sudah lama mengenalmu dan mengakui kredibilitasmu.
Sejak dulu, Fenge selalu menjadi agen peluncuran gim luar negeri.
Sekarang, ayahku sudah pensiun.
Fenge diteruskan olehku sehingga aku ingin Fenge beralih.
"Imajinasi Tanpa Batas"
adalah gim pertama yang diciptakan oleh Fenge.
Aku butuh bantuanmu.
Ini adalah sebuah kehormatan.
Setahuku,
Tengda sedang membuat "Gunung dan Laut para Dewa".
Gim ini merupakan gim yang sejenis dengan "Imajinasi Tanpa Batas".
Dihitung berdasarkan siklusnya,
acara peluncuran kedua gim ini berpotensi jatuh di waktu bersamaan.
Namun, aku percaya,
pada saat itu,
pasti Fenge yang membantai Tengda
secara sepihak.
(CEO)
Aku tidak peduli bisa menang dari Tengda atau tidak.
Yang terpenting adalah
gim yang berkualitas.
("Gunung dan Laut para Dewa")
(Gim Tengda)
Kak Sibo sudah kembali?
Benar.
Hari ini adalah hari uji coba internal "Gunung dan Laut para Dewa", 'kan?
Aku harus hadir di hari penting seperti ini.
Selamat pulang kembali Kak Sibo!
Terima kasih!
Spanduk gulung letakkan di sini!
Baik!
Ini aku letakkan di sini.
Kak Sibo sudah kembali.
"Gunung dan Laut para Dewa"?
Sangat meriah!
Pak Huang sudah kembali!
- Kak Wei! - Pelan-pelan.
Aku sudah lama tidak melihatmu di kantor.
Iya.
Seharusnya masih merevisi naskah.
Namun, hari ini adalah uji coba resmi "Gunung dan Laut para Dewa", 'kan?
Jadi, aku harus kembali.
Sudah pasti.
Aku bahkan sengaja izin satu hari.
Asal tahu saja, mungkin seumur hidupku, hanya bisa izin satu kali ini saja.
Kau pasti lelah.
Tidak juga. Apakah perlu aku bantu?
Tidak perlu, sudah cukup.
Oh, ya. Naikkan lagi.
Kak Sibo!
Bu Lin, selamat!
Kak Huang sudah datang. Tidak merevisi naskah?
Hari bahagia seperti ini jangan membicarakan itu.
Tunggu sebentar.
Kutunggu halaman judulmu.
Pak Zhuang,
Bapak sebut ini halaman judul?
Aku sudah menulis 56 draf,
bahkan sudah sampai jadi cerita yang lain!
Ada lagi.
Aku sudah bilang, hari ini adalah hari besar Tengda.
Jangan ada yang menggangguku.
Hari ini juga hari besar bagi Kak Huang.
Dia bahkan sudah bisa menolak orang lain.
Ini adalah versi beta?
Iya.
Bocah gemuk ini lincah sekali.
Kak Huang,
teknik bertarungnya juga sangat seru!
Komputer Kak Bao pun belum tentu bisa mengendalikannya.
Memang tidak akan bisa.
Ini adalah Penjaga Keadilan itu?
Dia menyebar koin lagi!
Keren sekali!
Begitu cara menyebar koinnya?
Iya.
Ada banyak cara untuk membuatnya menyebar koin.
- Sini, lihat dia menyebar koin! - Bagus, 'kan?
Bu Lin keren!
Aku juga ingin bermain.
Sini.
Ayo, ke area gim.
Ayo.
Lv maju, berikan kemampuan!
Kalau kawan, sini datang dan tebas dia!
Kalian berdua mundur sedikit!
Kerusakannya lebih parah dari aku yang hanya sendiri!
Kalian seru sekali.
Sensasi bertarung ini memuncak!
Kak Wei, cepat kemari. Di tampilan ini bisa menangkap kunang-kunang.
Aku tidak mau. Aku sedang mengerami telur.
Kali ini, pasti sepasang bayi naga kembar.
Baiklah.
Nyaman sekali?
Juga ada mode santainya.
Lin Wan,
penjara bawah tanah gletser yang kau buat ini seru sekali!
Bahkan, terasa seperti empat dimensi.
Leherku sampai terasa dingin.
Leher belakangku juga terasa dingin seolah sedang ditatap oleh monster.
Apakah kalian pernah mendengar sebuah pepatah terkenal mengatakan,
"Ketika kau menatap lembah yang dalam,"
"lembah dalam juga sedang menatapmu..."
Pak Pei.
Pak Pei,
bukankah Bapak pernah mengatakan
Bapak tidak akan peduli kami lembur atau tidak?
Pak Pei,
"Gunung dan Laut para Dewa" terlalu seru
sehingga kami gagal menahan diri.
Pak Pei,
ini karena Lv yang bermain sampai lupa waktu.
Kami sudah membujuknya, tapi gagal.
Bukan aku yang mengajak lembur.
Kalau Bapak ingin menghukum, hukum dia pergi berlibur saja.
Pak Pei,
aku yang mengajak mereka memainkan gim.
Semua hanya bermain sampai lupa waktu.
Paling tidak, Bapak bicara dulu.
Kalau tidak, semua akan panik.
Untuk apa kalian sepanik ini?
Aku hanya tidak tahu harus mengatakan apa.
"Gunung dan Laut para Dewa" sangat bagus.
Kalian sudah bekerja keras.
Tadi, dia memakai apa?
Sebenarnya, aku terus berpikir.
Selama ini,
apa yang sedang kulakukan?
Kenapa Tengda bisa sebaik ini?
Aku sudah berhasil
atau gagal?
Kelihatannya, sekarang
"Gunung dan Laut para Dewa" sangat sukses,
sementara kau akan sangat gagal.
Kau harus pikirkan baik-baik.
Jika peluncuran "Gunung dan Laut para Dewa"
tidak dihentikan,
Tengda,
juga kau,
mungkin tidak akan bisa bangkit lagi.
Pak Pei!
Hari ini, aku akan mentraktir Pak Pei
dengan kemampuan memasakku yang sudah kulatih saat kuliah di luar negeri.
Kenapa kau tiba-tiba ingin mentraktirku?
"Gunung dan Laut para Dewa" tidak akan selancar ini tanpa dukunganmu.
Aku harus berterima kasih padamu.
Sebenarnya, kau tidak perlu berterima kasih padaku.
Itu karena kau sangat hebat.
Harus berterima kasih.
Pengakuanmu sangat penting bagiku dan juga bagi kami.
Sebenarnya, aku bisa merasakannya.
Setiap kali ada proyek yang sukses,
kau tidak pernah terlihat senang.
Mungkin karena kami
lebih mudah puas,
sementara kau menginginkan yang lebih lagi.
Namun, kali ini
aku bisa melihat
bahwa kau tulus merasa senang untuk "Gunung dan Laut para Dewa".
Bagiku, "Gunung dan Laut para Dewa"
memiliki makna tersendiri.
Aku berharap
ia bisa menyentuh hati orang lain.
Gim Tengda sebelumnya selalu bisa menang secara mengejutkan.
Namun, kali ini
seperti benar-benar pertama kalinya
menciptakan gim daring berskala besar sesungguhnya dengan pemain banyak.
Tetap terasa berbeda.
Lin Wan,
kau tahu
kenapa di saat proyek kita sukses,
aku tidak begitu senang?
Apa?
Aku bilang...
Aku bilang...
Sebenarnya, aku tidak pernah memberi tahu kalian
apa yang ingin kulakukan.
Sebenarnya...
Tanpa perlu kau beri tahu pun kami tahu.
Kau pernah berkata,
jika ingin menyentuh hati pemain,
harus menyentuh hati orang di sekeliling kita terlebih dahulu.
Jangan hanya memikirkan keuntungan.
Dalam pembuatan "Gunung dan Laut para Dewa" kali ini,
kami semua telah menumpahkan seluruh perasaan kami.
Semua bilang
mereka seperti mengingat kembali mengapa mereka mencintai pekerjaan ini.
Pak Pei.
Aku selalu ingin berterima kasih kepada Bapak.
Apa pun yang kami lakukan, tidak perlu berpikir terlalu panjang.
Itu karena adanya kehadiran Bapak.
Terima kasih.
Kalian tenang saja.
Apa pun yang terjadi, aku ada bersama kalian.
Aku jamin peluncuran "Gunung dan Laut para Dewa"
akan berjalan lancar.
Aku potongkan steiknya.
Cicipilah.
Ini enak sekali.
Apa yang kau tertawakan?
Jangan ketuk lagi!
Pagi-pagi berisik sekali!
Siapa ini?
Kami masih harus...
Baiklah.
Qian!
Sedang apa kau?
Qian!
Itu kamarku...
Tidak ada orang.
Qian!
Kau sedang apa?
- Qian! - Tidak perlu dicari...
Dia tidak ada di sini!
Lihat!
Katakan saja,
di mana kau sembunyikan Qian?
Tempatku cuma sebesar ini,
mau disembunyikan di mana?
Lagi pula, kalau aku menyembunyikannya,
mungkinkah menyembunyikannya darimu?
Sudah kukatakan kalau dia tidak ada di sini!
Kalau begitu, ke mana dia?
Pasti ada masalah.
Ketuk lagi!
Selamat pagi, kami polisi.
Permisi,
apakah Anda kemarin malam melihat Pei Qian?
Ke... kenapa?
Siapa?
Kenapa mereka bersama-sama?
Apa yang terjadi?
Saudara, kita bertemu lagi.
(Gim Tengda)
Begitu kejadiannya.
Kemarin malam, aku membicarakan pekerjaan dengan Lin Wan.
Kemudian, aku kebanyakan minum.
Aku belakangan ini lelah sekali.
Lalu, aku tumbang dan ketiduran di sofa.
Selain itu, Lin Wan baik sekali.
Dia....
Dia bukan hanya tidak membangunkanku.
Dia juga bangun pagi
dan menyiapkan sikat gigi baru untukku.
Pak Pei, kami mengerti.
Kalian benar-benar salah paham.
Aku tidak ada apa-apa dengannya.
Lin Wan, kami mengerti.
(Satu bulan kemudian)
Nona-Nona dan Saudara-Saudara!
Demi merayakan rilisnya "Gunung dan Laut para Dewa",
kami, Kafe Internet Moyu, menyediakan tempat
("Gunung dan Laut para Dewa") untuk teman-teman dari Tengda.
Kalian bisa membentuk grup untuk bermain gim.
Silakan makan, minum, dan bersenang-senang.
Mana tepuk tangannya?
Baik!
("Gunung dan Laut para Dewa")
Bencana melanda langit dan bumi,
para dewa telah jatuh.
Di tanah yang abadi,
terang dan kegelapan
akan melaksanakan pertempuran mereka yang terakhir.
Para pengelana yang berjalan di bumi
akan menjaga gunung dan laut para dewa dengan tubuh fana mereka.
("Gunung dan Laut para Dewa")
Kemari!
Ini makanan dan minuman buat kalian.
Kalian bisa makan sambil main, ya.
Baik, terima kasih.
Di sana juga, ya.
Kalau ingin sesuatu, bisa langsung beri tahu aku.
Baik, terima kasih.
- Perencana Utama, - Terima kasih!
Anda sudah bekerja keras.
Gim ini bagus sekali.
Terima kasih, ya.
Makan sedikit.
Baik.
Ini diskriminatif!
Tidak.
(Fenge Internasional)
"Imajinasi Tanpa Batas",
medan perang prajurit yang tanpa batas.
Para pemberani, ambil inisiatif!
("Imajinasi Tanpa Batas")
Saya umumkan
bahwa "Imajinasi Tanpa Batas"
resmi dirilis hari ini!
Bagus!
"Penjaga Keadilan" ini hebat sekali, ya?
Selain bisa meningkatkan daya tahan, kecepatan, dan poin kesehatan,
juga bisa secara otomatis mengaktifkan kemampuan menyebar koin!
Rasanya luar biasa!
Aku ada pertanyaan.
Kenapa kuda yang karakterku tunggangi ini
kelihatan tidak asing, ya?
Ini bukan kuda sembarangan.
Ini adalah kuda poni.
Mukanya lebih panjang daripada kuda pada umumnya.
Kuda poni?
"Gunung dan Laut para Dewa" jelek sekali!
Di desa pemula dapat 180 tugas,
main selama ini, belum tahu apa yang sedang dikerjakan.
Apakah Tengda merasa hebat hanya dengan membuat beberapa gim?
Apakah mereka pikir kalau gim mereka pasti bisa terkenal?
Gim ini iklannya saja yang ramai. Begitu dilihat, ternyata biasa saja!
"Gunung dan Laut para Dewa" jelek sekali.
Tidak seseru yang dibayangkan!
(Peringkat gim, "Imajinasi Tanpa Batas", "Gunung dan Laut para Dewa")
Keadaan saat ini tidak terlalu optimis.
Orang yang mau menjatuhkan kita di internet sangat banyak.
"Imajinasi Tanpa Batas" adalah gim peran daring multipemain
yang terbaik di dalam negeri.
"Gunung dan Laut para Dewa" membosankan.
Fenge adalah perusahan yang menjadi agen gim luar negeri,
yang juga terus berusaha mengembangkan gim mereka sendiri.
Sebelum ini, ada kabar bahwa mereka berencana
membuat gim peran daring multipemain.
Kebetulan genrenya memang sama.
Namun, apakah kalian tahu ada yang lebih kebetulan lagi?
Aku tahu.
"Gunung dan Laut para Dewa" dan "Imajinasi Tanpa Batas"
sama-sama sembilan suku kata.
Betul, 'kan?
Sekarang, Zhou Muyan
adalah penanggung jawab utama dari "Imajinasi Tanpa Batas".
Zhou Muyan?
Pantas saja aku merasa cara perbandingan ini tidak asing.
Coba kalian lihat ini.
("Gunung dan Laut para Dewa" memplagiat "Imajinasi Tanpa Batas")
Kenapa bisa ada topik hangat bahwa kita memplagiat?
Bukankah ini omong kosong?
Bukankah "Gunung dan Laut para Dewa" direncanakan sendiri oleh Lin Wan?
Iya.
Betul.
Kenapa begitu rilis,
langsung banyak orang yang bilang kita melakukan plagiat?
Ini sudah direncanakan.
Gosip hari ini
("Gunung dan Laut para Dewa") berhubungan dengan perusahaan perintis
(memplagiat "Imajinasi Tanpa Batas") berhubungan dengan perusahaan perintis
yang beberapa tahun ini jadi sorotan.
Perusahaan X-da merilis gim baru,
"Gunung dan Laut para Dewa".
Antusiasmenya sangat tinggi
dan berhadapan langsung dengan karya raksasa Grup Fenge,
"Imajinasi Tanpa Batas".
Sayang, begitu rilis, langsung menjadi bahan ejekan
dan tidak jadi sukses.
Bukan saja performanya kurang,
tapi menurut berita dari orang dalam,
perencana dari "Gunung dan Laut para Dewa"
adalah seorang yang pernah
menjadi tulang punggung terpenting di Gim Tianhuo
yang langsung dibajak oleh X-da.
Yang lebih hebat lagi,
dia adalah putri pertama dari perusahaan properti X-yan.
Menurut kabar,
kemampuannya biasa saja, tapi latar belakangnya sangat hebat.
Kelihatannya, minat X-da sudah bukan untuk membuat gim.
Tidak ada publisitas sama sekali dan uangnya entah digunakan untuk apa.
Biarpun tidak menyebutkan nama,
tapi orang-orang dalam industri kita akan bisa menyimpulkan
bahwa yang dibicarakan di video ini adalah Kak Wei dan aku.
Rumor seperti ini paling mudah membuat orang tertarik.
Sebentar saja sudah viral.
Tunggu,
yang tadi dibilang tulang punggung Tianhuo itu aku?
Aku...
Bukankah aku di urutan terakhir dari yang gugur?
Ini bagaimana logikanya?
Tidak apa, Wei!
Tidak apa-apa, Lin Wan!
Video ini jelas-jelas adalah pekerjaan Zhou Muyan untuk menyerang kita.
Aku sekarang akan pergi ke Fenge untuk menghajarnya!
Kurang ajar!
Aku pasti bisa membuat dia babak belur!
Sudahlah.
Aku akan hajar dia!
Kelihatannya, minat X-da sudah bukan untuk membuat gim.
Tidak ada publisitas sama sekali dan uangnya entah digunakan untuk apa.
♪Hujan berhenti, akhirnya langit cerah♪
♪Namun, air di bawah atap masih menetes♪
♪Matahari terbit, awan gelap pun sirna♪
♪Namun, mengapa hatiku tidak kunjung kering♪
♪Senja menyapu monolog yang tidak terucap♪
♪Foto lama tertutup selapis pucat♪
♪Masa depan yang pernah dijanjikan♪
♪Akhirnya tidak pernah sempat dibuka♪
♪Angin ini berembus, berembus♪
♪Tidak mampu mengusir kabut di dada♪
♪Rindu adalah kayu yang terendam hujan♪
♪Seperti lumut-lumut basah♪
♪Tidak sanggup menyalakan setitik hangat♪
♪Waktu ini terus-menerus berputar♪
♪Tidak dapat kembali ke hangat yang dulu♪
♪Kenangan adalah cahaya yang belum padam♪
♪Benar dan salah larut bersama angin senja♪
♪Ingin bertanya, namun semua♪
♪Angin ini berembus, berembus♪
♪Tidak mampu mengusir kabut di dada♪
♪Rindu adalah kayu yang terendam hujan♪
♪Seperti lumut-lumut basah♪
♪Tidak sanggup menyalakan setitik hangat♪
♪Hujan deras terus-menerus♪
♪Tidak mampu menghapus sesal yang tertinggal♪
♪Kita hanyalah adegan yang telah ditetapkan♪
♪Maju mundur sama-sama terempas♪
♪Tenggelam di lautan manusia tanpa tepi♪
♪Tidak lagi saling terkait♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.