Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
THE FIRST RESPONDERS
THE FIRST RESPONDERS
SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, INSIDEN, KELOMPOK
DAN LATAR BELAKANG YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
Ukuran enam, bukan?
Boleh aku mencobanya?
Pas sekali.
Aku akan membeli ini.
Berita terkini.
Kandidat presiden terkuat, Anggota Majelis Ma Joongdo,
ditemukan tewas di rumahnya
mendekati pemilihan internal partai.
Anggota Majelis Ma meminta maaf
atas berbagai kontroversi tentang putranya dan menyumbangkan seluruh keuntungan
Yayasan Masong.
Dia menjalani separuh hidupnya sebagai politikus
dan meninggal pada usia 70 tahun.
Ini memperumit keadaan.
Demi menghadiri pemakaman Anggota Majelis Ma
yang akan diadakan oleh Majelis Nasional selama lima hari,
putranya, Ma Taehwa, ditangguhkan dari hukuman...
Kenapa kita harus selalu membersihkan mejanya?
Majelis Nasional akan mengadakan pemakaman Ma Joongdo selama lima hari.
Lalu Ma Taehwa akan keluar dari penjara berkat itu.
Ke mana Detektif Jin pergi?
Kau tidak tahu apa-apa?
Kau mentornya.
Memang kenapa kalau aku mentornya?
Dia menghilang tanpa jejak dan ponselnya mati.
Omong-omong, Ma Taehwa bisa berada di luar penjara selama lima hari.
Dia pasti sangat senang sekarang.
Itu bukan urusan kita.
Setelah Anjing Jindo pergi,
di sini tenang dan sepi tanpa ada kasus.
Jangan merusak suasana.
KARTU IDENTITAS PNS JIN HOGAE
KETUA MAHKAMAH AGUNG KIM KITAE
PRESIDEN PARK SANGJIN
Kenapa dia harus mati mendadak begini?
Tumpangan emasku kini hilang.
Sial.
Ponselku.
TRANSAKSI BITCOIN 34.000.000.000 BIC DISETORKAN
Apa-apaan...
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh,
sebelas digit...
Tiga puluh empat miliar?
Apa ini?
Direktur Ma Taehwa yang mengirimnya.
Apa...
Yang benar saja, dasar orang gila.
Saatnya melepaskan diri dari tumpangan orang mati.
Lanjutkan hidup...
dan bertahanlah.
KEMENTERIAN KEHAKIMAN
Kau sudah menerima hadiahku?
Ya, aku sudah menerimanya.
Ayahku dahulu sangat menyayangiku.
Dia pasti sangat sedih harus membiarkan putra satu-satunya dipenjara...
sampai tiba-tiba meninggal begini.
Hei, hentikan!
1 NOVEMBER 2021 SEHARI SETELAH KEMATIAN SEOK MIJUNG
Apa yang kalian lakukan?
Kalian!
Hei! Kalian tahu siapa aku? Bedebah!
Ayah.
Sudah kubilang tidak ada ampun jika kau membuat satu masalah lagi.
Apa?
Lakukan.
Tidak! Jangan!
Ayah, ampuni aku...
Ayah!
Ampuni aku, Ayah!
Ayah! Tolong ampuni aku.
Ayah, aku menyayangimu!
Aku harus menghargai dan merangkul cinta ayahku yang tidak terbatas, bukan?
Jaga sikapmu, ya?
Baik-baik. Bagus.
MA TAEHWA
Berhenti.
Sedang apa kau di sini?
Aku turut berdukacita.
Makan semangkuk sup dan pergilah.
Orang-orang bersimpati dengan tragedi saat sang menteri masih hidup,
tapi semuanya kehilangan minat begitu dia mati.
Pemakaman ini penuh rangkaian bunga,
tapi tidak ada pengunjung.
Kau seharusnya menjalani
hidup normal tanpa melakukan kejahatan.
Sepertimu?
Hidupku berantakan
karena bajingan sepertimu.
Kau dan aku...
bajingan yang sama, bukan?
Hei. Anggap ini hadiah terakhir ayahmu
dan nikmati waktumu di luar penjara.
Bersembunyilah selama sisa hidupmu.
Sampai jumpa.
Kau kemari untuk mengutukku?
Mari jangan bertemu lagi.
Aku penasaran ada apa dengan Anjing Jindo sialan itu.
Sepertinya dia akan berhenti menjadi polisi.
Dia sudah menyerahkan surat pengunduran diri.
Baguslah.
Penerbangan dari Miami akan segera tiba di Korea, bukan?
Ya, Pak.
Banyak yang harus kulakukan, tapi waktuku tidak banyak.
"Aku akan bertanggung jawab karena telah membunuh nyawa berharga."
Tulislah.
Ayah!
Lanjutkan.
Ayah...
Ayah!
Tolong ampuni aku!
Tolong jangan biarkan aku mati.
Aku menyayangi Ayah!
- Aku menyayangi Ayah! - Jaksa Kepala Jin Chuljoong.
Ya?
Kurasa aku menemukan cara, Pak.
Ayah.
Ayah, tolong ampuni aku!
Jangan bunuh aku.
Aku menyayangimu, Ayah...
Berhenti.
Ayah...
Jika kau tidak mau mati,
habiskan waktu di penjara.
Pengacara Yang.
Sadarkan dia.
Ayahku sayang,
darah lebih kental daripada air.
Tapi kenapa Ayah melakukan itu?
KODE PENYAKIT YANG DIKELUARKAN UNTUK GEJALA
TIDAK BISA MENAHAN DORONGAN UNTUK MEMBAKAR DAN MERASA BAHAGIA SAAT MELIHAT API
Sial.
- Kisoo, kita dorong saja mobilnya. - Apa?
Jangan. Mereka tidak parkir sembarangan. Kita mungkin harus mengganti rugi nanti.
- Cepat kemari. - Astaga.
Aku akan mencoba lewat perlahan.
Tidak, kita tidak punya waktu.
Parkir saja, lalu ikuti aku.
Baik.
- Inju, ambil selang air. - Ya, Pak.
- Mundur! - Bagaimana ini?
- Mundur. - Astaga.
- Di sini! - Astaga.
Kami siap menyemprot.
Aku mencium aroma aspal terbakar.
Titik pembakaran ada di tanah. Semprotkan airnya.
Mulai semprotkan airnya! Cepat!
Inju! Ambil satu selang air lagi!
Baik, Pak! Ambil selang air lagi!
Cepat!
Berbahaya! Tolong mundur!
- Titik pembakaran ada di tanah! - Baik!
Dojin, apinya belum menyebar ke dalam gedung.
Tim penyelamat dan medis, giliran kalian!
Mulai cari orang!
Apa itu tadi?
- Kau melihatnya? - Melihat apa?
Kalian tidak melihatnya?
- Apa? - Melihat apa?
Tidak ada. Padamkan apinya dahulu.
Semuanya, keluar.
- Evakuasi perlahan ke lantai satu! - Hati-hati saat keluar!
Unit 207, aman!
Tutup hidung dan mulut dengan pakaian kalian, tetap menunduk!
Jangan menangis!
Tolong!
Ada pasien yang harus diselamatkan!
Kau baik-baik saja?
Kau baik-baik saja?
Angkat dia!
Unit 304, aman.
Sudah aman?
Tunggu.
Ada orang di sini!
Ada pasien yang harus diselamatkan di sini!
Kau baik-baik saja?
Dongwoo.
- Ya? - Pindahkan pasiennya.
Siapkan tandu di lorong. Periksa kondisinya di luar.
Satu, dua, tiga.
Tidak ada respons verbal.
Kita akan memberinya oksigen di perjalanan.
Astaga.
Sudah?
Aku akan menyetir. Hanya tersisa bara api di sini.
Baiklah.
LAYANAN MEDIS DARURAT
Pak!
Pasien ini menghirup asap.
- Gejalanya yang terparah. - Ayo cepat pindahkan dia.
Jadi, kau merokok saat membuang sampah.
Aku bukan satu-satunya perokok di sana.
Bukan berarti aku pelakunya.
Omong-omong,
aku bisa dapat kompensasi perawatan jika pelaku pembakarannya sudah ditemukan?
Silakan bahas masalah itu dengan perusahaan asuransi.
Beristirahatlah.
Jangan cari Anjing Jindo. Dia tak ada di sini.
Aku juga merasa hampa.
Aku belum diberi rekan baru.
Pak Baek juga tidak terlihat di mana pun.
Kepala kami juga, padahal yang tidak bertugas dipanggil.
Benar juga. Pil.
Lihat ini. Pria ini ayah Ma Taehwa, bukan?
- Kau tertarik dengan politik? - Tidak.
Lagi pula, detektif bergerak begitu mereka menangkap pelakunya.
Astaga, Detektif Jin...
Benar juga, kalian tetangga, bukan?
Berikan ini kepadanya.
KARTU IDENTITAS PNS JIN HOGAE
Seol, ada panggilan lain.
- Kota baru di Muyeong-dong. - Panggilan lagi?
- Kalian juga harus ikut. - Benar, kami harus ikut.
- Ayo. - Ayo.
Siapkan selang semprot!
Jangan menuangkan air!
Nanti bisa meledak! Lari!
Anak itu!
- Semprotkan busa! - Menyemprot!
Tolong!
Lebih kuat!
TRUK MAKANAN, HOT DOG LEZAT
PEMADAM KEBAKARAN SEOUL
Ayo.
Gadis kecil kami ingin berterima kasih.
Terima kasih sudah menolongku.
Hai.
- Hai. - Selamat menikmati.
- Baiklah. Ayo. - Sampai jumpa.
Aku merasa lebih baik sekarang. Banyak debu tersangkut di tenggorokanku.
Astaga. Lihatlah kalian makan ramyeon tidak mengajakku.
Ayolah. Jika orang melihat kita makan, mereka akan mengeluh kita malas.
Bukankah itu terlalu kejam?
Aku juga punya satu untukmu.
- Kemarilah. - Baik!
Song Seol, hanya kau Yang peduli memedulikanku
Kau masih menyimpannya? Sudah kubilang tidak akan berfungsi.
- Tidak, ini jimat keberuntungan. - Astaga.
Lihat apa kau?
Kurasa fungsinya adalah memanggil insiden kebakaran.
Kisoo, kau sudah berubah.
Ada apa, Kisoo? Jangan terlalu kejam, Kisoo sayangku.
Kenapa kau tidak makan, Dojin? Minya mulai lembek.
- Tadi aku melihat hal aneh. - Apa?
Akan kuperiksa di kantor dan kuberi tahu kau nanti.
Kirim tim damkar.
- Kirim tim damkar. - Apa?
Mungkin tim lain yang akan pergi.
Kita bahkan belum kembali.
Benar, makanlah. Makan saja.
- Kirim tim damkar. - Panas.
Tangki septik di Apartemen Mijoong di Muyeong-dong telah meledak.
Meminta tim damkar Taewon, Muyeong, Dowon.
Muyeong-dong lagi?
Ayo. Kita yang terdekat.
Ayo.
Kau habiskanlah semuanya.
Pasti karena pakaian dalammu.
Dasar. Tunggu, biar kuhabiskan dulu.
Astaga, sudah kebakaran ketiga di Muyeong-dong. Ada apa ini?
LAPORAN KASUS KEBAKARAN
Pukul berapa sekarang?
- Pukul 16.00. - Pukul 16.00?
Kebakaran gedung hunian terjadi sekitar pukul 10.00.
Kebakaran truk hot dog terjadi pukul 13.00.
Pukul 10.00, 13.00, dan 16.00.
Kebakaran terjadi setiap tiga jam.
Seseorang mencoba menyerang kita atau apa?
Aku mendengar ledakan tiba-tiba,
- lalu semuanya bergetar. - Ini selang airnya!
Aku mengerti.
Tim Damkar, mulai semprotkan air. Tim Penyelamat, bantu mereka.
- Baiklah. - Berbahaya. Tolong mundur.
Mulai padamkan api tangki septik.
Selang air, terhubung.
- Pompa Taewon, buka air! - Buka!
Menyemprotkan air!
- Kisoo, ke kiri! - Baik!
- Kita bergerak maju. - Baik, Pak!
Apinya sudah memuncak! Aku harus masuk dan menurunkan suhunya!
Jika meledak lagi, seluruh gedung dalam bahaya.
- Ambil nozel, Kisoo. - Kau akan masuk ke sana?
Jihoon, ambil satu selang air lagi!
Baik, Pak!
Itu terlalu berbahaya. Apinya masih kuat.
- Oksigenmu rendah. - Apa?
Dojin!
Dojin!
Ambilkan selang air! Cepat!
Cepat! Kita harus membantunya naik!
- Ini selangnya. - Baiklah.
Buka airnya!
Apa-apaan...
Semprotkan air.
Apinya belum padam?
- Semprotkan air kepadaku. - Baik.
Semuanya, minggir.
Astaga, aku lelah.
Meski apinya tidak bisa dipadamkan, setiap petugas damkar harus bisa keluar.
Kau tahu itu peraturan kantor kita.
Aku melihat hal mencurigakan di dalam, Bu Kepala.
Dari kebakaran di tempat parkir tadi hingga yang ini,
aku melihat api berbentuk bintang di dekat titik pembakaran.
Kamera tubuhku pasti merekamnya.
Jihoon, ambilkan kameraku.
Baiklah.
Dojin. Ini hangus.
Apa?
Sial. Ini membuatku gila.
Dojin, apa kau seceroboh itu?
Insiden kebakaran hari ini memiliki kesamaan, Bu Kepala.
Bagaimana jika sesuatu menimpamu?
Astaga, yang benar saja.
Kembali ke markas. Ini perintah.
Ayo kembali.
- Baiklah. - Baiklah.
Kopi di kantor damkar menjadi terbaik di hari berat seperti ini.
Terima kasih atas kopinya.
Hei, Myeongpil.
Tadi saat kebakaran terjadi di Vila Dochoon dan tangki septik,
apa seseorang melaporkan tanda aneh pada apinya?
Tanda aneh pada api? Aku bahkan tak mengajukan pertanyaan seperti itu.
Aku melihat sesuatu yang aneh.
Aku melihat tanda bintang yang sama pada dua insiden kebakaran itu.
Firasatku buruk.
Jika seseorang melakukan pembakaran berantai...
Kau berpikir terlalu jauh.
Ini bukan pembunuhan berantai. Mana bisa pembakaran memiliki tanda?
Dia benar. Kau mungkin salah lihat.
Bu Kepala.
Kebakaran Vila Dochoon pukul 10.00, kebakaran truk hot dog pukul 13.00,
dan kebakaran tangki septik pukul 16.00.
Ada kebakaran setiap tiga jam.
Bukankah itu aneh?
Seperti katamu,
jika kasus kebakaran hari ini adalah pembakaran berantai setiap tiga jam,
kebakaran lain mungkin akan terjadi setelah tiga jam.
Ledakan terakhir terjadi pukul 16.00.
Jadi, kita bisa mengasumsikan ledakan berikutnya pukul 19.00...
Kurang dari satu menit lagi.
Pukul 19.00 tepat.
Tidak ada yang terjadi.
Kau jangan ikut-ikutan, Seol.
Kau membuatku cemas tanpa alasan.
Aku ingin mengisap darahmu!
Halo.
Sedang apa kau di sini, Maengpil?
Ayo. Kita dapat panggilan dari Muyeong-dong.
- Benarkah? - Muyeong-dong?
Ada kebakaran?
Bukan itu.
Seekor kucing liar mati. Aku kemari hanya untuk menjemput anak nakal ini.
- Ayolah. - Pak Baek, yang benar saja...
Astaga. Yang benar saja.
- Yang benar saja. - Kau dari mana saja?
Kau tidak terlihat seharian.
Kau tak bisa memahami situasinya, ya?
Maafkan aku. Pak Baek Cham sangat tidak peka.
- Ayolah. Kita pergi. - Baiklah.
- Sampai jumpa. - Kembalilah bekerja.
- Sampai jumpa. - Kerja bagus!
Baiklah, sampai jumpa.
Dojin.
Tetap saja, tidak ada korban jiwa. Itu bagus.
Bagus? Bagus apanya, Berandal?
Karena tidak ada orang?
Jika apinya menyebar, bisa menjadi bencana. Mengerti?
Baiklah.
TKP KEBAKARAN VILA DOCHOON KEBAKARAN TERJADI PUKUL 10.00
Semua cip memorinya pasti terbakar.
Semua kamera dasbor di sini mati.
Ini akan menjadi pertikaian asuransi.
Terlalu banyak mobil rusak. Sial.
Sebelum mereka terlibat konflik, kita harus mencari penyebab
- dan menjelaskan kejadiannya. - Ya.
Selain faktor lainnya, puntung rokok jelas menyebabkan ini.
Kita sudah dapat pernyataan orang sering merokok di sini.
Baiklah.
- Ya? - Anna.
Tolong beri tahu aku saat hasil forensiknya keluar.
Baiklah, Kak Dojin.
TKP TANGKI SEPTIK APARTEMEN MIJOONG KEBAKARAN TERJADI PUKUL 16.00
Astaga.
Jangan lewatkan detail sekecil apa pun.
Kerjakan dengan teliti.
Menyeluruh!
- Astaga. - Astaga.
Astaga. Terbakar parah.
Semuanya terbakar...
Sayang sekali semuanya terbakar.
Tidak ada jejak pembakaran.
TAKLIMAT KASUS KEBAKARAN MUYEONG-DONG
Selain fakta bahwa semua terjadi di hari yang sama,
ketiganya kasus kebakaran biasa.
Kau menyimpulkan ketiga kasus sebagai kecelakaan, bukan pembakaran?
- Kenapa? - Baguslah kau di sini.
Kami menyelidiki TKP dengan cermat,
tapi itu terlalu jelas.
Begini, sepertinya
puntung rokok menjadi titik api dengan membakar sampah di Vila Dochoon.
Untuk tangki septik,
pembuangan udara yang menyesuaikan tekanan metana mengalami malafungsi.
Bagaimana dengan truk hot dog?
Kami belum menemukan penyebabnya,
tapi akan dianggap penyebabnya tidak diketahui untuk saat ini.
Kudengar truk itu memiliki alat pengendali suhu.
Itu cukup misterius.
Apa maksudmu?
Kau tidak akan menulis itu di laporan.
Setiap kebakaran ada penyebabnya.
Lebih dari sepuluh orang melihatnya di siang bolong.
Kejadiannya bahkan terekam kamera CCTV.
Putar rekamannya untuk dia.
Baiklah.
TRUK MAKANAN, HOT DOG LEZAT
Sudah puas?
Tidak mungkin.
Aku melihat tanda khas pelaku pembakaran.
Kemungkinan besar ini pembakaran berantai.
Hei, jangan berlebihan.
Pembakar bukanlah pembunuh berantai.
Bagaimana mereka meninggalkan tanda khas di TKP yang terbakar?
Selain itu...
Aku mempertaruhkan nyawaku untuk masuk dan melihatnya!
Seharusnya selidiki yang becus.
Kau mengabaikan pernyataanku?
Bukan begitu, Dojin.
Kameramu terbakar, bukan?
Hei.
Memang kau polisi?
Tugasmu adalah memadamkan api, setelah itu bukan urusanmu.
Serahkan ini kepada polisi.
Pukul 10.00, 13.00, dan 16.00.
Orang ini menyebabkan tiga kasus kebakaran setiap tiga jam.
Pria ini luar biasa.
Kau akan menutup kasuanya tanpa berniat menangkapnya.
Mana bisa aku diam saja?
Apa katamu? "Menutup kasus tanpa berniat"?
Hei, Bong Dojin!
Kau sudah keterlaluan!
Di mana buktinya?
Kau mengumpulkan karbida dan kabel
- di TKP, bukan? - Tentu saja, Kak Dojin.
Kau akan menutup kasusnya, bukan?
Lantas, tim damkar akan mengambil buktinya.
Terserah kau saja, Berandal.
Kak Dojin, haruskah kau bertindak sejauh ini?
Serahkan semua bukti ke Nona Yun di BFN. Semuanya, termasuk wadah minyak.
Dojin, mau ke mana? Belum ada panggilan.
Aku ingin berpatroli.
Halo, Nona Yun. Aku ingin mencari hubungan antara kasus-kasus kebakaran.
Tak bisa dilakukan autopsi karena tak ada korban jiwa.
Semua penghuni menghirup asap, bukan?
- Ya. - Mereka masih dirawat?
Mungkin.
- Bu Kepala. - Hei.
Sedang apa kau di sini?
Aku keluar untuk menemui seseorang.
Di taman bermain pukul 03.00 pagi?
Benar juga. Sudah selarut itu?
Sudah sangat larut. Cepatlah pulang.
Baiklah.
Dojin.
Ya?
Aku tahu kau terlahir untuk menjadi petugas damkar.
Tapi terkadang, aku merasa kau terlalu membenci pembakar.
Kudengar kau bertengkar dengan Pak Baek.
"Hanya ada sedikit perbedaan antara petugas damkar dan pembakar."
Menurutmu itu benar?
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
- Selamat ulang tahun... - Selamat ulang tahun...
Berhenti!
Kita tidak bisa mengendalikan api.
Dojin, tolong aku! Dojin!
Setelah hari itu, aku bertekad tidak akan pernah kabur lagi.
Tapi meski telah menjadi petugas damkar,
aku sering melanggar janji itu.
Bagaimana nasib temanmu?
Dia mendapat bekas luka yang akan bertahan selamanya.
Aku mengerti perasaanmu.
Tapi soal kasus kebakaran ini...
Kita harus bekerja sama dengan polisi.
Kau mengatakan hal yang sama saat kasus kebakaran Next Studio.
Aku tidak mau membuat kesalahan serupa.
Ayo. Aku akan mengantarmu pulang.
RUMAH SAKIT UMUM TAEWON
- Terima kasih. - Kami mengambil darah mereka di UGD
dan masih menyimpan sampel darahnya.
Baguslah, itu bisa membantu menemukan si pembakar.
Terima kasih atas kerja samamu, Dokter Cha.
Apa? Kalian petugas damkar yang menyelamatkan kami, bukan?
Mereka membantu kita dievakuasi.
Astaga, mereka mengagumkan.
Saat mereka menyemprotkan air, itu tidak main-main.
Terima kasih sudah menyelamatkan kami.
- Terima kasih. - Tidak, paramedis yang menyelamatkan.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Selamat siang.
Sampel darah pasien dari Vila Dochoon.
Ini cukup.
- Nanti kuhubungi saat hasilnya keluar. - Baiklah.
- Bu... - Halo.
- Aku membuat ini di rumah... - Hyunseo dipindahkan ke sini?
Biaya rumah sakitnya ditanggung di sini.
Begitu rupanya.
- Terima kasih... - Ada kebijakan seperti itu, ya.
Tidak, ada perorangan yang membiayai.
Perorangan?
Enak sekali.
Cobalah sirutteok ini juga.
Terima kasih.
- Bagikan ke yang lain. - Terima kasih.
- Ayo. - Baiklah.
KEBAKARAN VILA DOCHOON, TRUK HOT DOG, TANGKI SEPTIK
Ini membuatku gila.
Dia mengundurkan diri.
Dia bilang akan berhenti menjadi polisi.
Sudah kubilang hentikan!
Kau polisi, bukan pembunuh!
DIJUAL CEPAT LEBIH MURAH DARI HARGA PASARAN
Hai, Myeongpil. Pengunduran diri Anjing Jindo sudah diterima?
Tidak, mungkin belum.
Benarkah?
Beri tahu aku jika kau bisa memikirkan tempat yang mungkin didatanginya.
Detektif Jin pernah bilang dia mengadakan pemakaman
untuk Hyunseo dengan mengubur jari kakinya.
Astaga.
Ini pohon belasungkawa Hyunseo.
Aku menanam ini padahal dia belum mati.
Berhentilah minum.
Kenapa?
Kau tak menjual rumah itu karena berharap Hyunseo kembali.
Belilah rumah itu. Akan kuberikan harga bagus.
Tiga kasus kebakaran terjadi di Taewon.
Terjadi tiap tiga jam.
Kau pandai menyelidiki kebakaran.
Kau yang membayar biaya RS Hyunseo?
Sejak kapan kau begitu perhatian kepada korban?
Berempati dengan korban dan memberi mereka kenyamanan...
Biarkan orang lain yang menanganinya.
Kau lebih cocok mengamuk terhadap penjahat dan membalas perbuatan mereka.
Begitulah Anjing Jindo.
Pembunuh berantai adalah penjahat terburuk yang bisa ditangkap polisi.
Bagi petugas damkar, pembakar berantai yang terburuk.
Pembunuh setidaknya bersembunyi dan beristirahat saat mereka lelah.
Tapi pembakaran berbeda.
Api tidak pernah mati selama ada oksigen.
Ambil ini.
Sudut pandang polisi dan petugas damkar terhadap api berbeda. Kau yang menilai.
LAPORAN KASUS KEBAKARAN
Kebakaran pertama terjadi pukul 10.00.
Yang kedua terjadi pukul 13.00.
SABTU, 8 OKTOBER 2022, 16.00
Yang ketiga, pukul 16.00.
KASUS KUCING MATI MUYEONG-DONG
Apa ini?
Seekor kucing mati.
Pukul 19.00.
"Induk semangnya bilang, dia akan mengubur bangkai kucing di halaman."
Sial.
Kau sedang apa, Dojin?
Mencuci seragam. Kau mau mencuci pakaian?
- Ya. - Sini. Biar aku saja.
Tidak, aku bisa...
Biar aku saja.
Seol.
Kau juga berpikir aku berlebihan?
Buldoser yang paling tahu tentang api.
Tapi kau harus menjaga dirimu. Jangan melompat ke api seperti itu.
Petugas damkar tahan api. Tubuh mereka takkan terbakar.
- Sudah periksa semua sakunya? - Tentu saja.
Ada sesuatu di dalamnya.
KARTU IDENTITAS PNS JIN HOGAE
Apa ini?
Tadi Myeongpil menyuruhku menyerahkan ini kepadanya.
Begitu rupanya.
KANTOR POLISI TAEWON
- Astaga. - Astaga, kau mengejutkanku.
Ada telepon. Laporan orang mesum.
Orang mesum muncul setelah Anjing Jindo pergi.
- Baiklah, ayo. - Kota ini kenapa akhir-akhir ini?
Astaga. Ayo cepat.
Aku merasa kasihan pada kucing itu dan menguburnya di halaman, Mesum.
Kalian salah paham, Nona-Nona.
- Tidak, kau mencoba menggalinya. - Yang benar saja.
- Benar. - Benar sekali.
- Bisa-bisanya kau menggalinya? - Di sini.
- Tangkap orang mesum ini. - Apa yang kau lakukan?
Pak, kenapa kau... Apa?
- Di tengah malam pula. - Detektif Jin?
Anjing Jindo, sedang apa kau di sini?
Bukankah sudah jelas? Aku bekerja untuk menangkap pelaku.
Kenapa?
Kau sudah pulang. Anjing kampung kita kembali.
Lepaskan aku. Kau bahagia tanpa aku?
- Tidak. - Dasar kau...
Ini Jin Hogae. Bisa bertemu sekarang?
- Begini, dia bukan orang jahat. - Apa yang terjadi?
Dia bukan orang jahat.
- Bukan? - Dia sedang mengintai.
- Nanti akan kami bersihkan. - Tentu.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
BADAN FORENSIK NASIONAL
- Hai. - Hai.
Suasana macam apa ini?
Bekerja sama. Ikuti aku.
BFN biasanya tidak melakukan autopsi hewan.
Berusahalah sebaik mungkin untuk mendapatkan surat perintah.
Mari kita lihat.
Apa itu?
Lambung.
Jika kucing liar mati, kemungkinan besar ia makan makanan basi.
Apa yang dia lakukan? Kenapa dia menciumnya?
Dia mau memakannya?
Astaga, aku benci ini.
Kau kembali untuk kasus kucing ini?
Jangan meremehkan kasus ini.
Nona Yun.
- Sudah keluar? - Hasilnya sudah keluar?
Kalian berdua lumayan cocok.
Kucing ini makan semacam roti dan toluena tepat sebelum mati.
CAIRAN TIDAK BERWARNA YANG SANGAT MUDAH TERBAKAR
Toluena? Zat itu mudah terbakar.
Sangat mudah terbakar dan menyebabkan api bahkan dengan percikan kecil.
Ia mati karena keracunan akut, kurasa kadar toluenanya tinggi.
Keracunan toluena akut. Tidak normal untuk kematian kucing liar.
Bukan, yang tidak normal itu hal lainnya.
Petugas Bong meminta analisis
sampel darah pasien yang menghirup asap saat kebakaran vila.
Sebuah produk sampingan
pembakaran toluena ditemukan dari sana.
Lalu karbidanya?
Aku melakukan deteksi target, ternyata semua produk sampingan pirolisis
dari kebakaran di parkiran Vila Dochoon dan tangki septik di Apartemen Mijoong
memiliki hidrokarbon, yang merupakan karakteristik pembakaran toluena.
Semua kasus kebakaran berkaitan dengan toluena.
Berarti kucing mati itu berkaitan dengan pembakaran?
Tidak menutup kemungkinan.
Apa...
Bagaimana kau tahu?
Tiga kasus setiap tiga jam.
Kasus terakhir pukul 16.00, tiga jam setelahnya pukul 19.00.
Kucing matinya dilaporkan pada waktu itu.
Sudah kubilang jangan meremehkan itu.
Ayo bertindak. Kita ke TKP.
Anjing Jindo masih andal.
Kudengar kucing sering tidur di sini.
Kucing liar itu mengacak-acak tisu toilet.
- Hei! - Kenapa?
Masih tanya kenapa? Kau hampir merusak TKP.
Apa?
Bukan kucing yang melakukan ini.
Apa? Lalu siapa yang membuka gulungannya?
- Si pembakar. - Si pembakar.
Lihat? Sudah kubilang mereka cocok.
Pasti ini yang membunuh kucing itu.
Toluena, bukan?
Benar.
Toluena di dalam kue bolu.
Kreatif juga.
Kue bolu punya banyak lapisan udara.
Bentuknya sama meski disuntikkan cairan, maka itu takkan menimbulkan kecurigaan.
Mereka menjadikan tisu toilet pengangkut karena memiliki zat mudah terbakar.
ALAT PENYEBAR API DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN
Kucing liar itu merusak rencananya.
Menyalakan api saja rumit sekali. Dia bisa saja langsung melakukannya.
Woo Miyoung mendapat luka bakar di tangannya. Kau tidak ingat?
Dia ingin melindungi diri sendiri.
Tetap saja, pengangkutnya agak kepanjangan.
Dengan begitu, mereka bisa menyalakan api dari jauh
dan menunda waktu pelacakan CCTV.
Tisu toilet bisa terbakar habis tanpa meninggalkan bukti.
Apa yang terjadi kepadanya selama aku pergi?
Ketemu.
Tanda khas pelaku pembakaran.
Tadinya pembakaran keempat akan dilakukan di sini.
Dia bahkan meninggalkan tanda khas?
Kurasa dia mengincar sesuatu.
Apa maksudmu?
Hanya petugas damkar garda terdepan di TKP yang bisa melihat tanda ini.
Orang sepertimu, Buldoser.
Apa seseorang dendam kepadamu?
Bahkan untuk pembunuhan berantai, yang meninggalkan tanda itu orang gila.
Ya, mereka psikopat.
Tapi bukankah skalanya relatif kecil untuk orang seperti itu?
Pasti sejauh ini hanya pemanasan. Dia bahkan belum mulai.
Bedebah sepertinya tidak pernah berhenti. Malah akan makin nekat.
Astaga, aku ingin pergi dengan tenang.
Kurasa aku harus menangkap bedebah ini dahulu.
Kau mau apa jika dia menyalakan api lagi sebelum kau menangkapnya?
Kau tak memercayaiku?
Kau mau ke mana?
Berpatroli.
Kau selalu berpatroli. Pasti berat.
- Astaga. - Selalu waspada terhadap api.
Petugas damkar itu obsesif. Seperti itulah sifat mereka.
Apa gunanya berpatroli?
Pelakunya takkan berhenti sampai tertangkap.
Kau mau berkelahi?
Sudahlah, pergi sana.
REKAMAN CCTV 110-20-GIL MUYEONG-RO
Astaga.
Apa-apaan kau? Rekaman ini sulit didapatkan.
Rekaman ini tak berguna.
Baiklah.
Pembunuh berantai meninggalkan TKP begitu dia selesai.
Tapi pembakar berantai tidak meninggalkan TKP. Kenapa?
Mereka ingin melihat api.
Pembakaran adalah kejahatan yang butuh waktu lama.
Tidak akan berakhir sampai api dipadamkan.
Kalau begitu... Berikan aku pena.
Di sini. Dari Vila Dochoon
ke tempat kucing itu mati, kita punya empat target.
Sekarang kita harus bagaimana?
Memeriksa jika ada nomor telepon yang sama?
Benar sekali. Mulailah.
Tapi jika kau mengumpulkan angka secara acak, akan ada puluhan ribu.
Hei, pelakunya salah satu dari seluruh populasi di Korea.
Kita baru mempersempitnya menjadi puluhan ribu.
Sekarang kau harus bilang apa?
Luar biasa.
Benar sekali.
Aku lupa membawa sesuatu.
- Ini? - Tidak, duduk saja.
Kau bilang belum terlambat dan menyuruhku mencarinya.
Aku harus menemukan pelaku pembakaran berantai itu.
Ambil ini.
Aku memungutnya di jalan.
KARTU IDENTITAS PNS JIN HOGAE
Bagaimana jika aku tidak kembali?
Aku tahu kau akan kembali.
Terima kasih.
Apa?
Aku hanya bersyukur.
Begitu, ya.
Benar juga.
Saat jantungku berhenti berdetak,
aku bersyukur ada kau bersamaku.
Tidak ditemukan kerusakan mekanis pada wadah minyaknya.
Jadi, minyaknya melebihi titik pembakaran karena penyebab eksternal.
Kau tidak berpikir alien menembakkan laser, bukan?
LAYANAN MEDIS DARURAT BONG DOJIN
- Kau sedang apa? - Kebakaran terjadi pukul 13.00.
Tiga jam dari sekarang.
Saat matahari sedang tinggi.
Ya, kirimkan daftar akses telepon pada hari kebakaran.
Ya, kirimkan daftarnya.
Ya, semuanya.
Benar.
Kita sudah setengah jalan? Baiklah, mari periksa lagi.
Apa? Hei.
Nomornya 010-1234-4567...
- Apa yang kau lakukan? - Astaga.
Kemarilah.
HOT DOG LEZAT
Waktu kita satu jam lagi.
Aku menemukan satu.
Nomornya 010-1932-0427.
Bukan pada hari kebakaran,
tapi dia mengunjungi lokasi empat kali sejak dua pekan sebelum kebakaran.
Pasti untuk survei lapangan.
Kurasa kita harus mencoret nomor ini.
- Kenapa? - Dia petugas damkar.
Apa? Siapa?
Lewati nomor ini untuk saat ini, periksa 010-1332-0138 dahulu.
DAFTAR AKSES STASIUN PEMANCAR
Kita dapat informasinya.
Dia Cho Iljun, 49 tahun,
direktur eksekutif Madong Construction yang menangani pembangunan kembali.
- Dialihkan ke pesan suara. - Ponselnya mati.
Ayo. Anna, Madong Construction.
Baiklah.
Jadi, Pak Cho Iljun ada di lokasi konstruksi?
Baik, berikan alamatnya.
Gedung Star Central di kota baru Muyeong-dong.
Star...
Ketemu. Tanda khas si pembakar.
Ayo ke sana.
Pukul 13.00.
Bisa ukur suhu helmku?
Suhunya melebihi 70 derajat Celsius.
Cukup tinggi.
Ada banyak gedung kaca yang menghadap ke selatan di sini.
Dinding kaca memantulkan sinar matahari secara langsung.
Cukup kuat untuk menyalakan api?
Itu masuk akal.
Di Inggris, sebuah mobil meleleh karena pantulan sinar matahari.
Jika sesuatu dipasang di dinding,
mengubah sudutnya saja bisa memaksimalkan jumlah sinar matahari.
Sampai bisa mendidihkan minyak.
Kebakaran ini disengaja dan telah diperhitungkan secara menyeluruh,
termasuk refleksi cahayanya.
Kebakarannya terjadi setiap tiga jam.
Bahkan waktunya bisa diatur?
Ya.
Berdasarkan musim dan waktu, jumlah sinar matahari bisa diperkirakan
hanya dengan melihat statistiknya.
Kau juga bisa menemukan tempat dengan sinar matahari terbanyak
jika menjalankan simulator.
Jadi, itu mungkin saja.
Kau bahkan memeriksa sinar matahari?
Topik tesisku pembakaran spontan.
Dalam kasus ini, pembakaran pasti dilakukan di salah satu gedung ini.
Tapi tidak mungkin kita menggeledah semua gedung ini. Lalu harus apa?
Sedang apa kau di sini?
Kami hendak mencari bintang.
Cho Iljun penanggung jawab lantai tiga.
STAR CENTRAL
- Ayo ikuti mereka. - Baiklah.
Di sini tempatnya.
- Tidak ada orang di sini. - Dia sudah kabur?
Pasti itu.
Dia memaksimalkan sinar matahari dengan cermin cembung untuk memanaskan minyak.
Jadi, dia membakar truk hot dog dari sini.
Cermin-cermin ini membuktikannya.
Buldoser, bisa kau reka ulang? Kita butuh bukti jelas.
Tentu saja.
Baik, surat perintah akan segera keluar. Panggil Tim Forensik.
- Ayo tangkap Cho Iljun. - Baiklah.
Ternyata bukan alien, tapi memang berasal dari atas.
Kau benar.
BFN membutuhkan seseorang sepertimu.
Divisi teknik sedang mencari inspektur damkar baru.
Tapi aku lebih suka memadamkan api daripada menginspeksinya.
Kau tidak perlu langsung menjawab.
Pikirkanlah baik-baik.
Tawaran ini bisa mengubah masa depanmu.
Baiklah.
- Kita pergi sekarang? - Tentu.
Sial.
Pak Baek, periksa semua rekaman di sekitar rumah Cho Iljun.
Bedebah ini kabur.
Dia mungkin gila, tapi mustahil melakukan pembakaran lagi karena ada patroli malam.
Kau tahu kenapa mereka disebut gila? Karena mereka tidak terduga.
Sial.
Pelaku pembakaran sudah ditetapkan, kita serahkan saja sisanya kepada Jindo...
Maksudku, kepada polisi.
Tapi kau berpatroli lagi?
Petugas damkar harus selalu waspada.
Kau mau apa?
Waspada, seperti katamu.
Lihat?
Pembakar itu terintimidasi oleh Buldoser.
Malam ini damai tanpa telepon setelah sekian lama.
Kau benar. Tumben sekali.
Maaf. Kau baik-baik saja?
- Aku baik-baik saja. - Maaf.
Aku hanya kaget.
Kita harus segera menangkap bedebah ini sebelum dia menyebabkan masalah lain.
Cantiknya.
Aku tidak tahu ada tempat seperti ini di sini.
Benar, bukan?
Ini.
Terima kasih.
Senang bisa berpatroli denganmu setelah sekian lama.
Benar.
Sudah lama aku tidak berpatroli berdua denganmu.
Kau benar.
Seol.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan.
Ada apa?
Begini...
Jadi...
Kirim tim damkar ke Menara Parkir Galmae di Muyeong-dong.
Kirim tim damkar satu Taewon.
- Ayo. - Katanya mau bilang sesuatu.
Besok saja. Ayo.
Kirim tim damkar ke menara parkir di Muyeong-dong.
Kirim tim damkar ke menara parkir di Muyeong-dong.
Kirim tim damkar ke Menara Parkir Galmae di Muyeong-dong dengan aman dan cepat.
TIBA DI TKP DENGAN AMAN DAN CEPAT JARGON TIM DAMKAR
MENARA PARKIR GALMAE MUYEONG-DONG
Pak Baek.
Ponsel Cho Iljun baru saja dinyalakan.
Tapi stasiun pemancar melacak ponselnya
di Menara Parkir Galmae, lokasi kebakaran baru saja dilaporkan.
Kebakaran lagi? Bajingan ini selalu menyalakan api.
Dia ingin menghancurkan bukti. Berapa pelat nomornya?
- Kau satpam di sini? - Ya.
Kau punya denahnya?
Pasti semuanya terbakar. Ada di dalam sana.
Bagaimana dengan semua mobil itu?
Kau yakin tidak ada orang di dalam?
Ya, mobil terakhir masuk pukul 22.00.
Kami mengunci gedung sampai subuh.
- Begitu rupanya. - Biar kuperiksa.
- Tidak, tunggu! - Jangan!
Astaga, panas!
- Seol! - Sebelah sini.
Minggir! Itu berbahaya!
Kau baik-baik saja?
Kami akan membawamu ke ambulans.
Dongwoo, ambilkan plester luka bakar.
Di sebelah sana.
Kita tidak bisa masuk lewat sini.
Karena tidak ada orang di dalam, mari fokus mencegah penyebaran api.
- Baik, akan kami coba. - Bagus.
- Kisoo. - Ya.
Ayo ke atap.
- Ikuti aku, bawa peralatan dan tangga. - Baiklah.
- Inju, ambil tangga. - Baik.
Letakkan perlahan.
- Baik, Pak! - Baik, Pak!
- Aku juga akan masuk. - Tidak, jangan.
Tidak, itu berbahaya.
Terserah. Padamkan saja apinya. Akan kutangkap pelakunya di dalam.
- Itu berbahaya. - Seol.
- Halo. - Kau sudah datang.
- Sudah siap. - Pegang yang erat.
Mendekat menggunakan tangga.
Begitu orang di depan telah mengamankan rute,
bantuan akan segera mengikuti.
Aku naik.
Hati-hati dan jaga jarak.
Sambungkan selangnya.
Buldoser.
Ayo masuk.
- Bantuan, bersiaplah. - Baik, Bu.
- Selangnya! - Dojin!
- Selangnya. - Ambil selangnya!
Selangnya. Cepat!
Detektif Jin!
Dojin!
- Tangganya. Di dekat tangga... - Baik, Pak!
Katanya mau bilang sesuatu.
Besok saja. Ayo.
Saat jantungku berhenti berdetak,
aku bersyukur ada kau bersamaku.
THE FIRST RESPONDERS
Diterjemahkan oleh Annisa Dhea
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.