All language subtitles for The.First.Responders.2022.S01E01.KOREAN.DSNP.WEB-DL.AAC2.0.H.264-MARK.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

THE FIRST RESPONDERS

THE FIRST RESPONDERS

SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, INSIDEN, KELOMPOK

DAN LATAR BELAKANG YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI

Sebagai polisi, saya menyalahgunakan wewenang saya...

Saya menggunakan wewenang saya dan menginjak-injak hak asasi tersangka.

Saya sangat menyesali kesalahan saya

dan akan menganggap ini sebagai pelajaran

untuk memperbaiki diri...

Anjing Jindo sialan itu.

- Dengan segenap tenagaku. - Ayahnya akan menutupinya.

Aku iri sekali. Kau bahkan lolos dari hukuman.

Sekarang kalian mengkritikku terang-terangan.

Hentikan.

Sampai jumpa.

UNIT INVESTIGASI REGIONAL

KOMITE DISIPLINER SERANGAN LANGSUNG LETNAN JIN HOGAE

ANGGOTA KOMITE, PIMPINAN, RESPONDEN

PIMPINAN

RESPONDEN

SEBAGAI POLISI, SAYA MENYALAHGUNAKAN WEWENANG SAYA DAN MENGINJAK-INJAK...

Kau mengabaikan permintaan jaksa

untuk menyerahkan tersangka.

Apa-apaan kalian? Kenapa membawa tersangkaku?

Tersangkamu?

Kurasa kau belum memahami situasinya.

Kau salah orang.

Berhenti bicara omong kosong.

Sembari berbahasa yang tidak pantas, kau memukul wajah tersangka.

Lalu kau melanjutkan kekerasan tanpa pandang bulu.

Pada akhirnya...

- Astaga. - Dia gila.

Jindo... Maksudku,

Letnan Jin Hogae.

Ada yang ingin kau katakan sebelum pemungutan suara?

Ya.

Saya...

menginjak-injak hak asasi tersangka dan saya...

Pak.

Sejujurnya, bedebah itu benar-benar berengsek.

- Apa? - Sulit dipercaya.

Dipukuli bahkan tidak cukup untuknya.

Saat aku melihatnya lagi, dia akan mati.

- Apa? - Apa katamu?

- Dasar berandal tidak berguna. - Astaga.

Hei! Kalian polisi.

Tugas kalian menegakkan keadilan.

- Bicara apa dia? - Sungguh tak bisa dipercaya.

THE FIRST RESPONDERS

KODE DARURAT YANG DIKELUARKAN UNTUK KEJAHATAN BERBAHAYA

Kerja bagus hari ini. Sampai jumpa.

- Kerja bagus. - Ya.

Kau bekerja keras hari ini. Terima kasih sudah datang.

Seharusnya aku datang lebih cepat.

- Kau ke arah sini? - Bukan, ke sana.

Begitu rupanya, aku ke sini.

Jaga dirimu. Kirimi aku pesan.

- Sampai jumpa. Dah. - Sampai jumpa.

- Kenapa dia tidak menjawab? - Nomor yang Anda tuju

- tidak dapat dihubungi - Katanya dia mau mi instan.

Kau sudah bangun?

Kukira kau sudah mati.

Siapa kau?

Kau tidak ingat?

Kau mengalami kecelakaan kemarin.

Kecelakaan?

Makanya, kenapa kau berkeliaran di tempat terpencil sendirian?

Itu merugikanmu.

Boleh aku...

pergi sekarang?

Mana bisa kau pergi sendirian? Kau terluka.

Telepon keluargamu untuk menjemputmu.

Kau tidak boleh ke mana-mana.

Tolong lepaskan. Kenapa kau melakukan ini kepadaku?

Menjauhlah dariku!

Letakkan itu.

Kumohon. Aku mau pulang.

Tolong lepaskan aku!

Tidak, jangan! Maafkan aku!

Kumohon jangan!

Di sinilah jantungmu berada.

Jika ditusuk dengan benar, kau akan mati dalam sepuluh menit.

Hemoragi. Kau pernah dengar?

Di sinilah levermu berada.

Ada arteri besar yang disebut arteri hepatik.

Makin muda usiamu, makin lembut levermu, jadi, mudah robek.

Tidak.

Jika menarik pisaunya, kau akan banyak berdarah.

Tidak boleh begitu.

Jika kau terus melakukan itu,

pisaunya akan memotong otot, pembuluh darah, dan saraf

di pahamu.

Astaga.

Haruskah kau menumpahkan darahmu seperti ini sebelum mati?

Sohee.

Sial.

Tolong hubungi aku. Siapa pun, cepat.

Renungkan dirimu.

IBU

Di mana kau? Kau tidak boleh menginap di luar tanpa memberitahuku.

Ibu, hubungi polisi sekarang. Cepat.

LAPORAN AWAL PUKUL 08.38. SEKITAR DELAPAN JAM SETELAH PENCULIKAN

Belum. Tunggu.

Tunggu.

Sudah! Mari makan!

- Ambil minya dahulu. - Piringnya mana?

- Bawa kemari. - Piringnya.

Ini piring yang tidak perlu dicuci. Masing-masing ambil tiga.

Hei. Memangnya tidak panas?

Akan cepat dingin setelah dikeluarkan. Bagaimana jika alarm berbunyi?

Jangan khawatir. Tidak pernah berbunyi saat aku memakai pakaian dalam merah.

- Hei! - Sial.

- Apa ini? - Apa?

- Mari makan. - Apa itu?

Kebetulan yang konyol.

Hati-hati.

Di mana kau? Kita dapat laporan!

Ya, Pak Baek.

Ada apa pagi-pagi begini?

Code Zero, kasus penculikan. Cepat ke sini sekarang!

Penculikan?

Baiklah.

Sial. Aku pergi.

Jika ini penculikan, mereka mungkin meminta tanggapan gabungan.

Cepat makan.

Kirim tim medis dan penyelamat.

Korban penculikan dan penyekapan terluka dan meminta penyelamatan.

PEMADAM KEBAKARAN TAEWON

Kirim tim medis dan penyelamat.

Korban penculikan dan penyekapan terluka dan meminta penyelamatan.

AMBULANS LAYANAN MEDIS DARURAT

Anjing Jindo, berandal itu.

Dia telat menangani kasus di hari pertamanya.

Anjing Jindo?

Letnan Jin Hogae, yang keras kepala. Maksudku, yang ditugaskan hari ini.

Dia dijuluki Anjing Jindo Berengsek di Unit Investigasi Regional.

Dia bajingan dengki yang tak punya rasa senioritas.

Kurasa kau sangat mengenalnya.

Andai bisa, lebih baik aku tidak mengenalnya sama sekali.

Kami pergi lebih dahulu!

Hanya itu yang mereka latih setiap hari?

Ayo berangkat.

POLISI DAN PEMADAM KEBAKARAN, PUKUL 08.40 TANGGAPAN GABUNGAN DAN CODE ZERO

Korban mengungsi ke sebuah ruangan, mengunci pintu, dan membuat laporan.

Kalau begitu, bagikan komunikasi dengan kru damkar

melalui sistem nirkabel terbuka.

Baik, Pak.

Bisa tolong cepat kemari?

Aku takut sekali.

Di mana kau sekarang?

Ini...

Entahlah.

Kita dapat lokasi ponselnya.

APARTEMEN ONJO

Apartemen Onjo.

Tapi stasiun pangkalan di area ini berjarak 1,2 kilometer.

Tak bisa dikerucutkan lagi.

Ini Ambulans Taewon Satu, lokasi diterima.

Yang benar saja.

Apa?

Ada tanggap darurat. Motor, minggir.

Motor.

- Apa? - Apa-apaan...

Apa? Dia membuat jalan untuk kita.

Kau benar.

Motor, terima kasih.

Apa-apaan itu?

Apa-apaan kau? Sudah gila, ya?

Tolong minggir! Kami dari tim tanggap darurat.

Matikan sirenenya.

Kau ingin semua orang tahu?

Tinggalkan ambulans dan pompanya di sini, lalu ikuti aku.

Jika pelaku melihat truk damkar berbaris, dia akan tahu korban membuat laporan.

Ada apa dengan pria itu?

Permisi! Siapa kau dan kenapa bisa tahu kasus ini?

- Begini... - Pindahkan mobilmu sekarang!

Maaf. Kami sedang melakukan tanggap darurat.

Tolong tunggu sebentar.

Hei! Aku juga dalam keadaan darurat.

Jangan membantahku. Gajimu berasal dari pajakku.

Apa yang kau lakukan sekarang?

Mari tidak memperpanjang ini, pindahkan saja mobilnya.

Kenapa? Kau memelototiku? Kau mau berkelahi?

- Apa yang kau lakukan? - Apa?

- Pak. - Sial...

Kau tak lihat garis kuning ini?

Mau kutilang karena parkir ilegal?

Hei. Siapa kau berani beromong kosong begini?

Baik, tilang aku.

Cepat berikan surat tilangnya.

Ayolah.

- Apa masalahmu? - Apa? Kau memukulku?

- Kau preman atau apa? - Apa?

- Dasar kau... - Hei, Anjing Jindo!

Kau tidak boleh berkelahi di hari pertamamu!

Halo, Pak.

Kau tetap di sini.

Aku tidak tahu di gedung dan unit mana aku berada.

Kami sudah dekat, tenanglah.

Katakan apa yang kau lihat di luar jendela.

Jendelanya tidak bisa terbuka.

Aku tidak bisa melihat apa pun.

Begini...

Ada pisau tertancap di pahaku.

Tunggu.

Korban tidak boleh bergerak sekarang.

Pisau bisa merusak saraf atau pembuluh darahnya.

Jika itu memotong arterinya dan menyebabkan syok hemoragik,

kita tidak akan bisa bicara dengannya lagi.

Ada lebih dari 1.000 rumah di sini.

Mana bisa menemukannya tanpa alamat?

- Bereskan semuanya di sini. - Baik.

- Lalu naiklah ke atap. - Baik, Pak.

Mari naikkan perlengkapan kita dahulu.

Cepatlah.

Yang ini?

- Semuanya sama. - Benarkah?

Ada kamera CCTV di pintu masuk?

Ada lima pintu masuk mobil.

Tapi hanya ada satu kamera CCTV di tengah.

Sisanya titik buta.

Takkan semudah itu menyeret wanita dewasa ke rumahnya

di kompleks apartemen.

Ada penghuni yang melihat hal aneh semalam?

Tidak ada.

Pokoknya, pelakunya tinggal di sini.

Maengpil, cepat identifikasi mantan narapidana

- di antara para penghuni. - Baik, Pak.

Terutama jika ada pelaku pelecehan seksual.

- Baik, Pak. Ayo. - Ya.

- Kita sudah terhubung? - Ya, baru saja.

Periksa kondisi korban.

Kau bisa mendengarku? Aku paramedis.

Siapa namamu?

Kim Sohee.

Begitu rupanya, Nona Kim. Aku ingin menanyakan satu hal.

Apa darah menyembur dari lukamu setiap kali kau bernapas?

Atau keluar sedikit demi sedikit?

Darahku menyembur keluar

setiap kali aku bernapas.

Baik. Kalau begitu, berbaringlah dan tekan lukamu.

Mungkin sakit, tapi tekan sekeras mungkin. Mengerti?

Baiklah.

Cedera paha tidak serius, bukan?

Pendarahan pulsasi yang sesuai detak jantung

adalah tanda arteri terputus.

Ada arteri femoralis di paha kita.

Situasinya sangat serius.

Berapa waktu yang kita punya?

Sampai dia pingsan atau tewas karena pendarahan hebat,

paling lama satu jam.

Hanya satu jam?

Ini membuatku gila.

Jadi, kau sudah introspeksi diri?

Kumohon...

Kumohon jangan bunuh aku.

Aku takut sekali.

Kenapa kau harus merangkak ke sana?

Bagus. Nanti mudah dibersihkan.

Aku akan merebus air.

Dia sedang merebus air.

Dasar gila.

- Merebus air? - Tolong bantu aku.

Mau apa dia?

Nona Kim, tidak apa-apa. Tenanglah.

Beri tahu kami semua yang kau dengar, lihat, dan rasakan tentang pelakunya.

Bahkan petunjuk kecil bisa membantu analisis profil.

Jadi...

Dia menggunakan istilah medis seperti letak jantung

dan hemoragi, atau semacamnya.

Dengar. Ada sesuatu yang bisa kami lihat dari luar?

Misalnya sesuatu yang digantung di beranda.

Tidak ada.

Semuanya tertutup plastik dan tirainya ditutup.

Ada kursi roda di ruang tamu.

Kamar mandinya sangat bersih.

Pembalut.

Ada banyak pembalut.

Bajingan ini orang gila mesum.

Dia bukan orang gila.

Dia perfeksionis dan kemungkinan besar bekerja di bidang medis.

Dia tahu cara menyingkirkan bukti.

Jadi, ini bukan aksi pertamanya.

Baguslah kalau begitu.

Kita hanya perlu memeriksa daftar mantan narapidana.

Tidak akan mudah menangkap pria seperti dia.

Pak Baek!

- Sudah dapat daftarnya? - Ya.

Tidak ada mantan narapidana yang tinggal di sini.

Tidak satu pun?

Apa yang terjadi?

Hei, Kau.

Aku ingin bertanya.

Di mana kau menyimpan pembalut?

Apa?

Di mana kau menyimpan pembalut di rumah?

Di kamar mandi.

Jadi, kenapa dia menyimpan pembalut di kamar mandinya?

Terlebih lagi, ada banyak.

Mungkin dia mendapatkannya dari para korban sebagai trofi.

Tidak, orang seperti dia tidak menyimpan trofi.

Nanti bisa menjadi bukti penting.

Lalu pembalut itu untuk apa?

Sudah ada di sana sejak awal. Itu bukan rumahnya.

Cari penghuni wanita yang hilang di KICS.

Termasuk kasus tak terpecahkan.

Bedebah ini telah membunuh seseorang dan menetap di sana.

Ya, kasus tak terpecahkan. Tolong cepat.

SISTEM INFORMASI KRIMINAL KOREA LAYANAN PERADILAN

Nona Kim, kau baik-baik saja?

Aku sangat kedinginan.

Coba tekan kukumu.

Warnanya kembali menjadi merah muda?

Tidak, tetap putih.

Dia mengalami sianosis,

gejala syok hemoragik yang disertai hipotermia.

Jika suhu tubuhnya turun lebih rendah dari 32 derajat Celsius

atau kehilangan dua liter lebih darah, dia bisa pingsan.

Kemungkinan terburuknya, dia bisa tewas.

Dojin, bersiaplah.

Baiklah. Kirimi aku pesan.

Aku sangat mengantuk.

Ibu.

Ibu.

Nona Kim, jangan tertidur. Teruslah bicara denganku. Mengerti?

Nona Kim, kau bisa mendengarku?

Kenapa dia tidak menjawab?

Dia tidak boleh pingsan.

Kau bilang waktu kita satu jam.

Sohee, coba fokus.

Kau harus menemui ibumu.

Sohee.

Kim Sohee!

Ibu...

Benar. Kau harus tetap sadar untuk menemui ibumu.

Ibu.

Kim Sohee, jangan pingsan. Kau dengar aku?

Tidak ada orang hilang di Apartemen Onjo, Woosung-dong.

Tidak ada laporan orang hilang.

Astaga.

Kau bilang akan ada.

Apa yang harus kita lakukan?

Kalian tahu kondisi korban memburuk.

Kru damkar akan mulai mencari.

- Ayo. - Baik, Pak.

Tunggu. Jangan sekarang.

Memang ada cara lain?

Tidak ada laporan orang hilang? Baik, mari kita coba satu lagi.

Kim Yeji, 27 tahun.

Panggilan telepon terakhirnya empat bulan lalu.

Tak ada catatan lagi setelah itu.

Tagihan dan cicilannya sudah lewat tenggat.

Kartu kreditnya?

Sama seperti ponselnya.

Ponselnya tidak dipakai sejak empat bulan lalu.

Semua tagihannya menunggak, rekeningnya pun dilaporkan bermasalah.

- Di mana alamatnya? - Gedung 103, unit 1305.

Di lantai tinggi. Ayo bergerak.

Ayo.

Ayo bergerak, kru damkar.

Baiklah.

Kau tidak mau membuka pintunya?

Ayo keluar dan makan denganku.

Tidak akan enak jika dingin.

Kurasa dia sudah kembali.

Dia bicara omong kosong soal makan dengannya.

Tunggu apa lagi? Cepat buka pintunya.

Ini kunci digital dengan kunci cadangan mekanis.

Tipe yang paling sulit dibuka.

Kita harus membukanya secara paksa.

Nanti dia bisa tahu.

Bagaimana jika dia mengamuk?

Apa yang harus kita lakukan? Aku ragu ada kunci utama.

Kita akan mencari cara.

Sial. Anjing Jindo, kau sudah gila?

Apa itu para detektif?

Tunggu sebentar.

Siapa itu?

Hai, aku dari lantai bawah.

Ada kebocoran di langit-langitku.

Aku ingin tahu apa itu berasal dari rumahmu.

Aku tidak menyalakan air.

Di unitku sudah seperti banjir.

Aku tak bisa percaya begitu saja.

Aku bersama pihak pemeliharaan.

Biarkan kami masuk dan memeriksa.

Aku dari kantor pemeliharaan.

Kami harus memeriksa jika ada kebocoran.

Apa...

Berengsek.

Nona Kim!

Jangan bergerak.

Nona Kim!

Kau ditangkap atas tuduhan penculikan, penyekapan, dan pemerkosaan.

Apa?

Nona Kim!

- Dia tidak ada di sini. - Apa yang terjadi?

- Dia tidak ada di sini. - Tidak ada?

- Apa? - Dia juga tidak ada di kamar mandi.

Dia tidak ada di sini.

Hei, di mana kau menyembunyikan wanita yang kau culik?

Menyembunyikan? Apa maksudmu?

Jangan merokok di kamar mandi.

Rumahku penuh asap dari sini.

Maafkan aku.

Aku stres belakangan ini. Itulah alasannya.

Aku tidak akan melakukannya lagi.

Maafkan aku.

Lebih berhati-hatilah mulai sekarang. Mengerti?

Tentu.

Mari kita menjaga kedamaian, ya?

Aku akan berhati-hati.

Maafkan aku.

Di mana wanita yang tinggal di sini?

Dia dirawat di rumah sakit.

Kudengar dia lumpuh total karena osteosarkoma stadium akhir.

Memang wanita itu kenapa?

Astaga.

- Maaf soal ini. - Sial.

Kami sudah memastikan Nona Kim Yeji masih dirawat di rumah sakit.

Kondisinya memburuk drastis dan dia harus tinggalkan barang-barangnya.

Pendampingnya mengunjungi rumahnya untuk mengambil barang-barangnya sesekali.

Baiklah, aku mengerti.

Hei, Anjing Jindo.

Kita menyia-nyiakan usaha bersama karena tebakanmu yang salah.

Kita juga kehabisan waktu, sial.

KEGAGALAN PENANGKAPAN PUKUL 09.12 34 MENIT SEJAK LAPORAN

Ibu...

Sepertinya kau masih punya energi.

Dojin, bukankah kita harus melakukan sesuatu?

Kita tidak boleh membuang waktu seperti ini. Mari lakukan sesuatu!

Ini membuatku gila.

Mari bentuk tim masing-masing dua orang.

Sepertinya tidak ada cara lain.

- Ada satu cara. - Tak bisakah kau...

Sejujurnya, kami membuang banyak waktu karenamu.

Cara lain apa? Apa lagi?

Kru damkar.

Mari lakukan sesuatu yang paling kalian benci.

Membakar?

Asap akan membantu kita segera menemukannya.

Bagaimana dengan korbannya?

Jika kita membuang waktu, dia juga akan mati.

Si penculik atau pendarahan hebat akan membunuhnya.

Siklus api meningkat di ruang tertutup, apinya bisa cepat menyebar.

Kau tahu itu?

Bagus, asapnya bisa cepat keluar.

Dia hanya perlu menjauh dari api sebentar.

Bukan hanya api yang menyebabkan orang tewas.

Sesak napas, kekurangan oksigen,

- dan... - Cerewet sekali.

Pak Baek, mari kita bertindak!

- Menyebalkan. - Itu terlalu berbahaya!

Ini membuatku gila.

Butuh lebih dari satu jam untuk menggeledah setiap gedung di sini.

Bagaimana jika penculiknya melihat kita dan menggila?

Baterai penyuara telingaku hampir habis.

Kenapa kalian belum datang?

Sohee, kami akan segera ke sana. Tunggulah sebentar lagi. Mengerti?

Kalian tidak bisa?

Semua...

sudah berakhir sekarang.

Tidak, kami akan segera sampai. Jangan menyerah.

Sohee.

Aku juga

ingin pulang.

Nona Kim. Jika kau ingin pulang, kendalikan dirimu dan dengarkan aku.

Periksa apakah ada pemantik di dekat toilet.

Apa?

Ya, ada satu.

Nona Kim, nyalakan api sekarang.

Dasar kau. Kubilang jangan! Apa yang kau lakukan?

Kita harus memulangkannya.

Padamkan apinya dan selamatkan dia! Bukankah itu tugas kru damkar?

Itu peringatan baterai. Komunikasi akan segera terputus.

Pak Baek!

Sohee, percayalah kepada kami dan nyalakan apinya.

Kami akan menemukanmu apa pun yang terjadi.

Tidak ada gasnya.

Pemantiknya tidak berfungsi!

Dia akan segera tiba.

Tidak ada cara lain? Kru damkar.

Astaga, ini membuatku gila.

Apa itu pemantik gas biasa?

Ya, benar.

Kalau begitu, lakukan perintahku mulai sekarang.

Lepaskan pelat besinya dahulu.

Bungkus dengan tisu toilet

dan gores roda pemantiknya ke lantai.

Nanti akan ada percikan api.

Astaga. Kurasa aku tidak bisa melakukannya.

Tanganku terasa sangat lemah.

Nona Kim, itu tidak sulit. Teruslah berusaha.

- Apa yang terjadi? - Akan kuberi tahu sembari kita jalan.

Lewat sini.

Kami membawanya.

Nona Kim, kau pasti bisa.

Nona Kim, jangan tertidur!

- Nona Kim. - Ibunya datang.

Tunggu sebentar.

Duduklah di sini, Bu.

Ada apa dengan Sohee-ku?

Kau bisa mulai bicara.

Sohee, ini ibumu.

Aku di sini. Kau bisa mendengarku?

Ibu...

Ya, orang-orang di sini akan menyelamatkanmu.

Jadi, cobalah sekali lagi.

Sekali lagi saja. Mengerti?

Berhasil.

Nona Kim, letakkan tisu toilet di dekat jendela!

Berhasil. Waktu kita sedikit!

Basahi handuk di kamar mandi, tutup hidungmu dengan itu, dan membungkuk.

Kami akan segera ke sana.

Bu, tidak apa-apa. Kemarilah.

Mengirimkan detektor panas. Akan segera merespons.

Tim Penangkap, datanglah ke markas atap.

- Mereka sudah dipanggil. - Baiklah.

Bersiap. Akan kuberi tahu begitu kami menemukannya.

Panas tinggi terdeteksi!

- Arah pukul 10.00! - Kau melihatnya?

Gedung 1202!

Gedung 1202 di lantai 12. Ayo.

Jangan lewat pintu depan.

Ada apa lagi kali ini? Memang pintu depan kenapa?

Itu rumah dua ruangan dengan lorong masuk yang dalam.

Api dari ruangan itu akan menyebabkan perputaran.

Pintunya juga tidak akan terbuka.

Lalu kita harus bagaimana?

Ikuti aku.

Baik, Pak.

Kirim truk bertangga ke Apartemen Onjo. Ada kebakaran gedung tinggi.

Apa maksudmu? Belum ada laporan.

Akan kujelaskan nanti. Butuh waktu berapa lama?

Setidaknya sepuluh menit dari sekarang.

Sepuluh menit?

Sepuluh menit. Terlalu lama.

Tunggu.

Kau bisa mengoperasikan truk tangga, bukan?

Ya. Haruskah kusiapkan?

Kami akan mengurusnya.

Cepatlah.

Teman-Teman, kita siap?

Ya, selang, tangki oksigen, respirator, dan pengangkat sudah dimasukkan semua.

Dengar baik-baik.

Kita berdua akan masuk lewat beranda.

Kita akan memadamkan apinya dahulu.

Apa maksudmu, kita? Aku juga?

Kau tidak mau menangkapnya?

- Sial. - Siapkan dia.

Ya. Ayo ke sini.

Dojin, aku ikut denganmu.

Akan terlambat jika aku tidak segera mengobati korban.

Aku juga sudah berjanji akan datang.

Baik, bersiaplah.

Asap yang lebih rendah mengalir mundur.

Asap yang tersedot berarti tidak ada oksigen lagi di dalam.

Begitu kita membuka ruangan, aliran oksigen akan menyebabkan ledakan.

Maksudku pembakaran balik.

Bukankah itu bagus? Bajingan itu sangat ingin membuka ruangan.

Kau gila.

Hei.

Jika api menghabiskan oksigen, korban akan mati lemas.

Apa maksudmu? Kau membawa tangki oksigen.

Kau sama sekali tak peduli dengan korban?

Terserah. Kalian, selamatkan dia. Aku akan menangkap pelakunya.

Apa aku naik benda itu?

Menutup gerbang.

Hei, Tim Detektif. Pergilah ke sana.

- Angkat kami. - Mengangkat.

Di sini.

Baiklah. Akan kubuka pintunya sekarang.

Bukan yang ini.

Sebentar...

Maaf membuatmu menunggu.

Pintunya terbuka. Bukalah.

Kami sudah memasuki rumah. Mulailah memompanya.

Akan kumatikan radionya sekarang.

Ambil kepala selangnya.

Kita padamkan apinya, baru aku masuk untuk menyelamatkan korban.

- Baiklah. - Ayo.

Jangan bergerak.

Atau bajingan ini mati.

Beri tahu sopir truk tangga bahwa kalian akan turun.

Sekarang.

- Bagaimana ini? - Entahlah.

Asap yang tersedot berarti tidak ada oksigen lagi di dalam.

Begitu kita membuka ruangan, aliran oksigen akan menyebabkan ledakan.

Maksudku pembakaran balik.

Hei. Kau tak tahu kami bertelepon dengan gadis itu, 'kan?

Dasar jalang...

Aku hampir muntah mendengarkan ocehanmu.

Dasar bedebah gila.

Tusuk aku. Kau takut?

Berkat ini, aku bisa dipromosikan.

Aku juga membutuhkannya.

Jika dia memotong karotidku, obati aku.

Berengsek. Jika ingin menyandera,

seharusnya kau bawa gadis itu, bukan aku.

Pembakaran balik akan segera terjadi.

- Bagaimana denganmu? - Kita harus mengikutinya.

Jika ingin membunuh seseorang, selesaikan.

Hanya pecundang yang menyerah di tengah jalan.

Menghindar!

Mulailah menyemprot!

Menyemprot!

Temukan titik pusat api dan semprotkan melebar!

Aku akan masuk!

SEMPROTAN LEBAR MENYEMPROTKAN AIR LEBAR-LEBAR

Nona Kim!

Nona Kim!

Nona Kim!

Urus dia!

Nona Kim.

Nona Kim.

Bocah itu...

Hei! Kau bilang akan menangkap pelakunya!

Bangun, Berengsek!

Hei!

Ibu...

Nona Kim. Kau sudah sadar?

Lepaskan!

Dasar gila!

Dasar bajingan!

Tidak ada jalan keluar begitu anjing Jindo menggigitmu.

Astaga, aku hampir kehilangan semua gigiku.

Sial.

PENYELAMATAN DAN PENANGKAPAN BERES, 09.35 57 MENIT SETELAH LAPORAN, KASUS DITUTUP

Sohee!

Sohee!

Sohee.

Sohee.

Ini Ibu. Kau baik-baik saja?

Ini Ibu. Ibumu di sini.

Ibu.

Dia berhasil bertahan.

Dia aman sekarang.

Terima kasih.

Terima kasih.

Pergilah.

Ayo.

- Kau hebat. - Terima kasih.

Aku lelah. Kau tidak lelah?

Aku lelah.

Hei, rambutmu terbakar.

Tidak apa-apa. Lagi pula, aku memang akan potong rambut.

Benar, kau selalu bisa memanjangkan rambutmu lagi.

Kami sudah mengidentifikasi sidik jarinya, dia...

Astaga.

Namanya Cho Doochil, 37 tahun.

Dia mengelola rumah sakit hewan

sampai ditangguhkan karena peresepan berlebih

dan eutanasia ilegal.

Peresepan berlebih dan eutanasia ilegal. Sudah kuduga.

Tunggu.

Luka bakarnya parah. Akan kubawa dia ke rumah sakit dahulu.

Tunggu.

Satu ditambah satu.

Berhenti menatapku. Kau memukuliku habis-habisan.

Plastik di kamar tidur itu mengesankan.

Tidak mungkin ada jejak DNA.

Aku belum pernah melihat polisi sejujur dirimu.

Kau tahu itu dan menggigitku seperti anjing.

Hei.

Mari lakukan percakapan serius.

Percakapan apanya?

Untuk apa aku mengadukan diriku?

Ayolah. Bukan begitu.

Aku tahu kau ingin pamer.

Pertimbangkan keahlian investigasi forensik saat ini.

Kau melakukan kejahatan tersembunyi yang bahkan tidak dilaporkan.

KEJAHATAN TERSEMBUNYI TIDAK DILAPORKAN KARENA TIDAK TERDAFTAR

Ya, aku yakin kau ingin menyombongkannya.

Tapi sayangnya, semua saksi sudah mati.

Kami bisa mengetahui semuanya hanya dengan memeriksa pipa dan blender.

Jujur saja. Berapa banyak yang kau bunuh?

Enam setengah.

Setengah?

Aku belum menghabisi gadis yang tadi.

Bangun, Berengsek.

Bagaimana dengan wanita yang tinggal di sana?

Keluarganya tinggal di luar negeri.

Aku mengirim pesan sesekali.

Kau juga membayar tagihan teleponnya?

Ya, kuanggap itu sewa bulanan.

Jadi, mungkin metodemu sama.

Kau menyamarkannya sebagai kecelakaan,

membuat mereka pingsan dengan obat bius hewan,

dan memindahkan mereka dengan kursi roda.

Orang lain mungkin berpikir kau suami yang setia.

Pria baik...

tidak pernah dicurigai.

Kenapa kau membunuh mereka?

Hanya ada satu hal yang memuaskanku seumur hidupku.

Jadi, aku melakukannya.

Apa aku butuh alasan?

Kau menyadarinya lewat eutanasia ilegal?

Manusia sama saja.

Manusia dan anjing sama saja.

Saat tahu akan mati,

mereka buang air kecil dan mulut mereka bahkan berbusa.

Mereka memohon agar aku mengampuni mereka.

Kau tidak tahu...

betapa menyedihkannya orang-orang sebelum mati.

Tapi aku...

malah menjadi mulia.

Selain itu...

Dasar gila.

Kau tahu tidak boleh memakai kekerasan.

Astaga, dia membuatku kesal.

Hei, perkataanmu tadi akan memberatkanmu di pengadilan.

Apa yang lucu?

Lalu kenapa?

Tutup matamu dan diamlah.

Aku akan mendinginkan area itu.

Kulit dalammu terlihat. Nanti bisa terinfeksi.

TAEWON TERAMAN, KEPOLISIAN TAEWON YANG DIHORMATI DAN DICINTAI

- Daging perut. - Daging perut?

- Kimchi? - Kimchi.

- Daging tumis kimchi. - Daging tumis kimchi.

- Ayo pergi sebelum dingin. - Tidak boleh ke mana-mana.

Kalian berkunjung ke sebelah untuk bermalas-malasan tiap ada waktu.

Kalian polisi atau pemadam kebakaran?

Aku akan bersamamu sampai mati.

Astaga.

Kantor Polisi Taewon bukan tempat sampah daur ulang.

Aku tak mengerti kenapa hanya orang bodoh yang ditempatkan di sini.

Aku bisa-bisa sembelit karena kalian.

Mau kuambilkan popok?

Mejaku yang ini?

- Ya. - Senang bertemu denganmu.

Halo.

Dari satu masalah ke masalah lain.

Kalian belum sempat menyapa, bukan?

Dia Anjing Jindo.

Maksudku, Detektif Jin Hogae.

Aku Kongmyeong Pil dari Tim Detektif.

Nama keluargaku Kongmyeong dan nama depanku Pil.

Panggil saja dia Maengpil. Semua orang begitu.

Namaku bukan Maengpil.

Nama keluargaku Kongmyeong dan nama depanku Pil.

Kau pria yang lucu.

Namaku bukan Anjing Jindo. Namaku Jin Hogae.

Anjing Jindo itu julukanku.

Aku Bong Anna dari Tim Forensik.

Sudah lama aku tidak bekerja sungguhan.

Penjahat yang tertangkap basah layak diperiksa di AFIS.

Ya, dan diborgol.

Selain itu, aku harus bilang ke siapa?

Kau bisa memberitahuku.

Mobil ini diparkir secara ilegal di dekat Apartemen Onjo.

Aku memotretnya. Segera kirimkan dia surat tilang.

Ada apa?

Astaga. Kau sangat dengki.

Kalian saling mengenal?

Saat dia masuk akademi polisi,

aku mentornya.

Yang benar saja. Kau hanya membuatku minum.

Lihat dirimu.

Itulah gunanya mentor. Mentraktir minum di masa sulit.

Omong-omong, kau sudah menelepon ayahmu dan mengabari kau ditugaskan ke Taewon?

Jaksa kepala yang sibuk tidak sempat menjawab telepon polisi.

Astaga.

Ayahmu jaksa kepala?

Jangan panik. Kami sudah lama putus hubungan.

Tapi, Detektif, kudengar kinerjamu baik di Unit Investigasi Regional.

Kenapa dipindahtugaskan ke pinggiran kota?

Kau ingin tahu?

Musim gugur lalu saat daun berguguran,

aku bepergian ke Busan.

Aku naik kereta bawah tanah dan tertidur.

Saat aku bangun...

Lalu apa?

Kereta itu berada di suatu stasiun kereta bawah tanah

dengan peron ganda.

Lokasinya di antara Stasiun Busanjin dan Stasiun Beomil.

Perhentian ini adalah Jwacheon, Stasiun Jwacheon..

Biayanya 180.000 won untuk kembali dengan taksi.

Itu banyak sekali.

Apa? Sudah selesai?

Kau harus menyelesaikan ceritanya.

Dasar berandal. 180.000 won?

Dasar berandal...

Hei, Pil.

Apa Letnan Jin Hogae bagian dari timmu?

Tampaknya, dia sangat terkenal

di Unit Investigasi Regional.

- Tapi... - Pura-pura tak tahu saja.

Julukannya di sana adalah Anjing Jindo.

Dia menggonggong dengan liar dan akhirnya diturunkan dari jabatannya.

Bukan Anjing Gila?

Pantas saja dia membuat keributan.

Anjing sering membuat kekacauan.

Siapa yang mau nasi?

- Aku. - Aku mau.

Kau yakin ini studio termurah?

Tentu saja.

Ukurannya sama,

tapi sewa bulanannya 40 persen lebih murah.

Bubuhkan capmu di atasnya.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi...

Kenapa dia tidak menjawab?

Kurasa ini terlalu murah. Kau yakin tidak ada masalah?

Astaga, bukan begitu.

Tempat itu dekat dengan kantor polisi dan pemadam kebakaran.

Aman dan nyaman.

Begitu rupanya.

AGEN REAL ESTAT GEUMHWANG

JIN HOGAE

- Terima kasih. - Sama-sama.

JAKSA KEPALA JIN CHULJOONG

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi...

Tampaknya hubunganmu dengan putramu baik, Jaksa Kepala.

Anjing-anjing Jindo dikenal sangat liar.

LAYANAN KEJAKSAAN

Makin liar, makin erat dia harus diikat.

Setelah datang ke Taewon,

dia akan berada di bawah kendali kita, seliar apa pun dia.

Hari yang melelahkan, bukan?

Tidak, tunggu. Berhenti!

- Apa? - Apa?

Coba lihat. Lantai delapan.

Ada kebakaran di lantai delapan?

Tidak mungkin. Dua petugas damkar tinggal di lantai itu.

Benar.

Kita tetangga sekarang. Kita akan sering bertemu.

Mari jangan sering bertemu.

Tanggapan gabungan untuk kasus besar tidak terlalu menyenangkan.

Tetap saja, detektif butuh kasus untuk pemanasan.

Apa yang kau katakan kepada penculik tempo hari?

Aku sedikit membuatnya kesal.

Kau menanggap dengan cepat.

Yang benar saja.

Apa ini?

Kau menandatangani sewanya karena sewanya murah?

Kurasa kau harus pemanasan lagi.

Lalu apa?

Aku tidak boleh menandatangani sewa murah sesuka hatiku?

Tempat itu...

berhantu.

Sungguh.

Sial.

Ada telepon!

Dugaan bunuh diri. Permintaan membuka kunci.

Darurat level satu. Termasuk yang tak bertugas.

Apa yang kau lakukan? Ayo.

Aku?

Dugaan bunuh diri adalah tanggapan gabungan.

Cepatlah.

Ayo.

Ini lebih baik daripada hantu.

THE FIRST RESPONDERS

Diterjemahkan oleh Annisa Dhea

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.