Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
MAD CONCRETE DREAMS
SATU BULAN LALU
TEROWONGAN HUTAN SEJEONG
ORIGINAL TUNNEL TTEOKBOKKI INSTAN
Di sini tidak ada yang pilih-pilih makanan, 'kan?
Makanan di sini sangat enak
sampai kau tak sadar jika ada yang mati di sebelahmu.
Begitu rupanya.
WUJUDKANLAH
Aku menambahkan hati dan paru.
Terima kasih.
- Mari makan. - Mari.
Hati babi
dan paru.
Kenapa yang muda tak makan?
Anak zaman sekarang tak makan sundae atau tteokbokki?
Dia vegan.
Vegan?
Itu?
Aku pernah mencobanya sekali.
Itu sulit.
Bukan begitu, Bu Jeon?
Astaga.
Daginglah yang memberimu energi.
Jangan makan jika tidak mau.
Kau tidak perlu cemberut.
Berikan padaku.
Kalian tahu ada puing-puing ditemukan di lokasi konstruksi.
Ada embargo pers, jangan beri tahu siapa pun dulu.
Masing-masing ambil satu.
Di dalamnya ada detail
zona konstruksi yang baru ditentukan.
Beberapa pemilik gedung masih meminta uang lebih banyak.
INSENTIF RASIO LUAS LANTAI
Siapa pun yang mendapatkan gedung itu
akan diberikan saham dalam proyek pembangunan ulang.
Kalian tahu
berapa nilainya, 'kan?
Orang pertama yang menempati gedung itu
akan berkesempatan menerima dividen.
Kalian tahu berapa dividennya, 'kan?
Ayo, makanlah.
Bu Jeon, cobalah dengan garam.
- Baik. - Bagus.
Coba ikuti saja mulai sekarang.
Bisakah kau melakukan itu?
Rasanya seperti bicara dengan dinding.
Anak-anak zaman sekarang.
Cukup kerjakan dengan baik.
MAD CONCRETE DREAMS
EPISODE 4
AGEN PROPERTI M&A
- Ada apa? - Pak Gi.
Dia pria yang menakutkan.
Jual kepada kami secara resmi.
Ini agak janggal.
Mereka tiba-tiba masuk
dan bilang kau sudah sepakat.
Tiga miliar won.
Bagaimana?
Kau dapat harga bagus.
Aku akan memberimu waktu untuk mempertimbangkan.
Bicarakanlah dengan keluargamu.
Ini kesempatan terakhirmu untuk menyelesaikannya dengan tenang.
Gyun.
Gyun.
Kopinya enak.
Ya.
DILARANG MASUK
RUSAK
Tidak bisakah kita melakukan ini dengan menutupnya?
Sebau itukah?
Licin jika memijak tutupnya.
Kau yakin tempat ini aman?
Tentu saja aman.
Ayolah. Terus oper uangnya.
Mari kita jual gedung ini.
Tiba-tiba? Kenapa?
Mari kita jual ke Real Capital atau apa pun itu.
- Astaga, dingin sekali. - Apa kubilang?
Tunggu.
Haruskah kita menjualnya saja?
Kau serius?
Kau sama sekali tidak takut?
Pikirkan perbuatanmu.
Keadaan memang sedikit kacau
tapi kami tidak bermaksud jahat.
Aku melihat di film...
Mereka menyebut ini "redistribusi kekayaan".
Itu penculikan?
Nanti ada yang dengar.
Aku juga takut.
Mari kita jual gedung ini dan pindah.
Pindah? Ke mana?
- Ke Amerika. - Amerika?
Ya.
Ayo pindah ke Amerika bersama Da-rae dan mulai dari awal.
Ayo pergi sebelum terlambat.
Aku tidak mau tinggal di sini lagi.
Kau masih merokok?
Agar kau bisa bertemu penciptamu lebih cepat?
GEDUNG HANMAEUM
Jika memang itu keinginan penciptaku.
Tempat ini belum berubah sedikit pun.
Langsung ke intinya saja.
Kau sudah dengar rumornya?
Ada masalah itu, dan aku juga ingin bertemu denganmu.
Sepertinya kau tahu.
Mungkin tidak terlihat
tapi telingaku masih berfungsi baik.
Kalau begitu, aku akan jujur padamu.
Jual gedungmu kepadaku. Aku akan memberimu harga bagus.
Apa sudah sekitar 20 tahun
sejak kali terakhir kita bicara?
Ya.
Sudah selama itu.
Waktu berlalu begitu cepat.
Kau pasti sudah lupa aku seperti apa.
Aku ingat dengan jelas.
Keledai tua keras kepala yang tidak pernah mendengarkan.
Kau tidak peduli apa yang terjadi di luar sana.
Kau hanya melanjutkan hidupmu.
Kau tidak peduli betapa marahnya orang lain.
Kau baik-baik saja selama bisa bersikap sok pintar dan mulia.
Bagaimana keadaan Yi-gyeong?
Apa kau berhak bertanya?
Bagaimana denganmu?
Apa kau berhak?
Aku menganggap Yi-gyeong
darah dagingku sendiri.
Kau yang merebutnya dariku.
Hanya karena kau bodoh dan menyebalkan.
Kau masih begitu.
Saat kesempatan datang padamu
kau harus memikirkan cara mengambilnya.
Kau malah membuangnya jauh-jauh.
Lalu kenapa?
Apa itu membuatmu bahagia?
Hidupmu tanpa aku.
Kau berpura-pura lagi.
Lupakan itu dan katakan gedungmu akan kau apakan.
Apa kau berhenti untuk berpikir
ganjaran mengejar kekayaan seumur hidupmu?
Kau pikir bisa hidup layak tanpa uang?
Itu lebih baik daripada menjadi monster.
Apa? Monster?
Itu yang dikatakan orang miskin yang merasa iri
karena tidak mampu menghasilkan uang.
Jika ditawari uang
mereka akan mengantre untuk menjadi monster.
Benarkah?
Kau ingin Yi-gyeong menjadi sepertimu?
Aku tidak akan menjual gedungku.
Terutama kepadamu.
Jangan terlalu keras kepala.
Pertimbangkan ini.
PYEONGBUKGWAN CEO JEON YANG-JA
SELAMAT ATAS KEMENANGANMU DI KOMPETISI ESAI ANAK-ANAK NASIONAL
Sial, kenapa tidak mau terbuka?
Berisik sekali.
Ibu mengganti PIN-nya?
Ya, sepertinya ada kebocoran.
Master Park menyuruh Ibu mengganti PIN-nya.
Ibu menyebut dukun "master"?
Lupakan semua takhayul itu.
Setidaknya Ibu harus memberitahuku.
Itu uang Ibu, bukan uangmu.
Ayolah, Ibu.
Biasanya Ibu membebaskanku untuk mengambilnya.
Aku butuh uang tunai.
Aku harus membayar biaya rumah sakit Hwal-sung.
Kau berutang tiga miliar won.
Tiga miliar won?
Maksud Ibu tebusanku itu utang?
Transaksi keuangan harus akurat.
Baiklah.
Transaksi keuangan harus akurat, jadi, anggap saja aku berutang.
Karena aku sudah berutang, berikan pinjaman lebih besar.
Apa jaminannya?
Apartemen Jayang-dong atas namaku.
Itu jaminanku.
Ibu sudah lama mengganti nama di akta itu.
Apa? Milik siapa sekarang?
Apartemen itu dibeli dengan uang Ibu.
Atas nama siapa?
Kau tidak tahu apa yang terjadi di belakangmu, 'kan?
- Dasar bodoh. - Ibu!
Apa kau ibuku?
Teganya Ibu seperti ini.
Hanya Ibu yang menusukku dari belakang.
Tidak ada yang memperlakukanku seperti ini.
Betapa sulitnya bagiku
tumbuh tanpa ayah bersama ibu yang gila uang.
Ibu tidak mengerti?
Aku menyerah belajar di luar negeri...
Terserah.
Hwal-sung punya teman bernama Su-jong.
Dia pria yang datang ke rumah sakit, 'kan?
Gedungnya termasuk dalam area pembangunan ulang.
Atur pertemuan dengannya.
Apa?
Aku tidak percaya ini.
Su-jong tidak akan menjual gedung itu.
Kalau begitu, kita buat dia menjualnya.
Apa ini cukup?
Apakah adegan terkenal dalam sebuah karya seni
murni lisensi puitis yang ditambahkan untuk efek dramatis
atau apakah itu mungkin secara ilmiah.
Art Fact Check
Hari ini, kita akan mempelajari adegan dalam Romeo dan Juliet
saat Juliet hidup kembali.
Sebenarnya, Juliet tidak mati setelah meminum racun.
Dia mengonsumsi obat bius
yang meminimalisir denyut nadi
dan pernapasan sementara.
Menurutmu itu masuk akal?
Tidak sulit melakukannya jika kau punya obat dan alatnya.
Sungguh?
Saat denyut nadi dan suhu tubuh turun drastis
seseorang bisa terlihat seperti sudah mati.
Aku senang menonton acara itu.
Da-rae.
Ada yang ingin Ibu dan Ayah katakan kepadamu.
Ada apa? Aku ada wawancara daring belajar kelompok.
Sebentar saja.
Da-rae.
Ayah sangat menyayangimu.
Ayah gila?
Kenapa tiba-tiba bicara begitu?
Keluarga kita. Bersama-sama.
Ayo ke Amerika.
Benarkah? Bagaimana caranya?
Aku sedang mencari asrama mahasiswa.
Kau tidak butuh asrama mahasiswa.
Rumah dengan kolam renang.
Ayah akan membelinya.
Kau berlebihan.
Rumah dengan kebun yang bisa dipangkas rumputnya?
Itu dia.
Jika kau memangkas rumput
sebagai tugas rumah, Ayah akan beri uang jajan lebih.
Berapa? 50 dolar?
Lima puluh dolar?
Mari kita lihat.
Nilai tukarnya 1.400 won per dolar Amerika.
Itu terlalu banyak.
Kalau begitu, 45 dolar.
Yang benar saja.
Langsung ke intinya saja.
Keluarga kita akan pindah ke Amerika
dan tinggal bersama.
Da-rae harus menjalani operasi
dan aku tak mau putriku sendirian.
Demi putriku
itu yang terbaik.
Ayah dan Ibu
menginginkan itu.
KELUARGA 237 FOTO
AGEN PROPERTI HEE-JU
Maaf mengirim pesan selarut ini, Pak Gi.
Kurasa aku harus memberitahumu.
Pak Gi.
Jangan jual propertimu.
Kau tidak bisa menjualnya sekarang.
Aku tak bisa memberitahumu semuanya lewat pesan teks.
Kenapa tidak? Ada apa?
AGEN PROPERTI HEE-JU
Kau belum tidur?
Sudah tidur, tapi aku terbangun.
Ada apa ini?
Begini...
Jika kita ke sana, kita bisa melihat puing-puing yang ditemukan.
Kawasan itu tidak termasuk dalam rencana pembangunan ulang.
Itulah maksudku.
Kau tidak tahu betapa kesalnya pemilik properti di sana.
Tiba-tiba ada puing-puing dan karena itu
mereka ganti area pembangunan ulang setelah baru satu bulan.
Ada embargo pers untuk informasi ini
tapi aku memberitahumu secara pribadi.
Kenapa?
Gedung Se-yoon masuk ke zona pembangunan ulang baru.
Kau tak mengerti apa artinya itu?
Mereka akan membangun gedung terbesar di Asia di sini.
Itu bisa bernilai puluhan miliar won.
Dengan satu koneksi yang tepat dan kau mendapat durian runtuh.
Aku tidak kenal siapa pun yang layak disebut koneksi.
Ini bisa menjadi sangat besar.
Aku akan bermain aman, menjual lebih mahal, dan pergi.
Pak Gi.
Mata Pak Min berbinar begitu mendengar beritanya.
Kalian dari mana?
Kami dari perusahaan pengembangan.
Aku ingin mengajak manajer baru berkeliling.
Kalian harus memakai helm pengaman.
Kami bisa meminjam dari kantor.
- Baiklah. Silakan. - Jaga dirimu.
Terima kasih.
SEDANG DALAM PEMBANGUNAN HANYA UNTUK STAF BERWENANG
Hwal-sung tahu soal Gedung Se-yoon
akan disertakan ke proyek pembangunan ulang?
Ya.
Sudah berapa lama?
Sekitar dua pekan?
Dia tidak memberitahumu?
Tidak.
Semua akan berakhir
begitu pembangunan ulang dikonfirmasi.
Bukankah rencana itu dibatalkan?
Sudah diumumkan.
Harganya turun lagi.
Dan masih ada tempat kosong.
Kau mau menjualnya kepadaku?
Yang benar saja.
Hee-ju.
Bagaimana caranya?
Melakukan apa?
Menemukan koneksi yang tepat?
Ya.
DIHENTIKAN UNTUK MENGGALI PUING-PUING BANTU MELESTARIKAN WARISAN KITA
Keluarga kita. Bersama-sama.
Ayo ke Amerika.
Pak Gi.
Mata Pak Min berbinar begitu mendengar beritanya.
Hei, kau ingat?
Dahulu, sebotol soju
dan sekantong keripik udang membuat kita terjaga semalaman.
Astaga.
Waktu berlalu begitu cepat.
Kenapa kau tidak memberitahuku?
Kau satu-satunya temanku.
Satu-satunya temanku di dunia.
Kau sebut kita teman?
Hei.
Jadi, kau menganggapku apa?
Kau menganggapku apa?
Kau menganggapku teman?
Min Hwal-sung.
Aku tidak bisa menyerah sekarang.
Berandal, kau tahu maksudku, 'kan?
Aku tidak akan berhenti seperti ini.
Apalagi setelah pengorbananku untuk ke posisi ini.
Su-jong, kenapa kau di sini selarut ini?
Astaga, Yi-gyeong.
Aku merindukannya.
Seolah-olah kau bukan sahabatnya.
Kau tidak bisa minum dengan perut kosong.
- Tidak usah. - Ini.
- Makanlah. - Astaga.
Terima kasih banyak.
Selamat, Su-jong.
Untuk apa?
Aku sudah dengar dari ibuku.
Propertimu masuk zona pembangunan ulang.
Astaga...
Ibu memintaku mengatur pertemuan denganmu.
Untuk apa?
Dia pasti ingin bicara denganmu.
Kau tidak keberatan?
Ya.
Su-jong.
Soal Hwal-sung.
Kau menyadari ada yang aneh?
Apa maksudmu?
Maksudku, misalnya punya wanita lain.
Apa?
Aku sendiri akan memukulinya jika dia melakukan itu.
Kau mau aku mencari tahu?
Tidak.
ALBUM FOTO UTAMA
SEMBUNYIKAN ALBUM FOTO
HAPUS FOTO INI?
HAPUS
Ya, butuh waktu, tapi hampir selesai.
Ya, aku mengerti. Ya.
Setelah selesai, aku akan meneleponmu kembali.
Terima kasih, Pak. Terima kasih.
Bagaimana?
Ada kemajuan dengan Gedung Se-yoon?
Kami berencana menandatangani kontrak sore ini.
Begitukah?
Kali ini
tanpa kekerasan.
Kau mengerti?
Ya, aku mengerti.
Jika ada masalah
kau akan kehilangan kepalamu lebih dahulu.
Keluar.
Baik.
Ya, halo.
Ini aku.
Kita tanda tangan berkas hari ini.
Kau tahu itu, 'kan?
Ya.
Suamiku akan menandatanganinya.
Kau akan menghapus videonya, 'kan?
Kau tidak akan melihatnya lagi setelah kesepakatan selesai.
Kau akan melanjutkannya sesuai rencana, 'kan?
Tiga miliar won.
Ini.
Satu, dua, tiga... Tiga juta won.
Dia main-main.
Astaga. Jumlahnya salah.
Ini.
Apa yang salah?
Ini won Korea.
Aku terbiasa dengan dolar Amerika.
Maaf.
Sayang sekali.
Andai saja kau menandatanganinya.
Kau lebih teliti daripada kelihatannya.
Apa ini benar?
Kau harus tambahkan satu nol lagi.
Terima kasih. Ini.
Bisa minta mereka menambahkan nol lagi?
HARGA PEMBELIAN: TIGA MILIAR WON
Ini tiga miliar, sudah benar.
Maksudku
aku butuh 30 miliar won
untuk tahu seberapa tinggi harganya.
Tambahkan satu nol lagi.
Jika tidak bisa, lupakan saja.
Menarik sekali.
Kukira aku sudah menegaskannya.
Ini kesempatan terakhirmu agar semuanya beres dengan tenang.
Kau ingat adik iparku?
Seorang pria bernama Kim Gyun.
Aku butuh 30 miliar won demi dia.
Apa?
Apa?
Bagaimana menurutmu?
Mari tanda tangani kesepakatan dengan tenang untuk 30 miliar won.
Istrimu baik-baik saja?
Kenapa kau menanyakan dia?
Bukan apa-apa.
Aku hanya ingin bertanya.
Awasi istrimu baik-baik.
Tunggu sebentar.
Biar kukirimkan sesuatu.
Aku tidak membutuhkan ini lagi.
REAL CAPITAL JONAH
Apa ini?
Sesuatu yang menarik.
Apa yang menarik?
Hati-hati.
Itu hanya untukmu.
Sampai jumpa.
SEON
Halo? Hei.
Bagaimana kesepakatannya?
Begini...
Apa yang terjadi? Kau menandatanganinya, 'kan?
Ada sesuatu yang menggangguku...
Kau tidak menjualnya?
Seon.
Bisa dengarkan aku sebentar?
- Aku punya alasan bagus. - Alasan apa?
Kenapa kau tidak menjualnya?
Mereka tidak mengatakan apa pun?
Aku tidak mau menjual gedungku, mereka bisa berkata apa?
Aku sungguh punya alasan untuk tidak menjual tempat itu.
Kau sudah berjanji padaku!
Tenanglah.
Mari bicara langsung, ya?
Bukan kau yang memutuskan!
Halo?
Kenapa kau tidak menjawab?
Sepertinya ada masalah.
Tolong beri aku sedikit waktu lagi.
Hei, Da-rae.
Ibu, apa terjadi sesuatu?
Tidak.
Ibu harus keluar sebentar.
Jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan, pergilah.
Astaga.
Ada apa?
Perbaiki toilet jika kau punya waktu menonton hal seperti itu.
Bisnisku bangkrut karena toilet yang rusak.
Baiklah.
Kapan?
Aku akan segera memperbaikinya.
Haruskah aku bilang begitu kepada pelangganku?
Saat mereka ingin ke toilet
haruskah aku bilang, "Kau akan segera bisa BAB"?
Tidakkah itu keterlaluan?
Orang hanya datang dan pergi ke gedung kumuh ini
berkat kafeku.
Sewaku berakhir bulan depan.
Aku tak akan perpanjang kontrak jika kau seperti ini.
Kalau begitu, jangan.
Apa?
Batalkan sewamu!
Apakah toilet sepenting itu?
Astaga.
Hei, Seon.
Di mana kau sekarang?
Aku akan segera ke sana setelah mampir ke suatu tempat
jadi, tunggu di sana sebentar, ya?
Kenapa kau diam saja?
Aku baru saja melihat hal aneh.
Apa?
Sulit menjelaskannya dengan kata-kata.
Ada apa? Jangan membuatku tidak sabar.
Aku baru saja menerima video dari Real Capital
dan di video itu...
Jangan tonton!
Ada apa, Seon?
Maksudku, jangan tonton video itu.
Kau bisa dalam bahaya jika menontonnya, bukan begitu?
Kenapa itu berbahaya bagiku?
Lakukan saja sesuai kataku!
Kenapa kau tidak mendengarkan?
Tunggu di sana sampai aku datang.
Ya? Mengerti?
Baiklah.
Taksi!
Ke Stasiun Sejeong-ro.
Angkat teleponnya.
Kau bahkan tidak bisa melakukan pekerjaan semudah ini?
Apa?
Aku dilarang melakukan kekerasan.
Ini sebabnya aku benci bekerja dengan anak-anak.
Jonah.
Kita perusahaan internasional.
Ini bukan permainan anak-anak.
Cukup.
Pergilah.
Pergi.
Pergilah!
Halo, ini Morgan.
Ya.
Kurasa kami butuh lebih banyak waktu.
Ya, maaf.
Kau mungkin perlu mengirim staf baru.
Kurasa kita harus membubarkan tim saat ini.
Sayangnya, ini tidak berhasil.
Namun, aku akan mengurusnya.
Jangan khawatir.
Ya.
Terima kasih. Maaf, Pak.
Wakil Presdir.
Jonah.
Kau sungguh berpikir bisa menjatuhkanku?
Begitu?
WAKIL PRESDIR EKSEKUTIF REAL CAPITAL
Itu sebabnya aku benci bekerja dengan anak-anak.
Sial.
Aku harus berganti pakaian.
Lalu kita akan makan.
Hidangan Jepang?
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif...
Lantai 28.
Apa?
TANGGA
Ini dia.
Apa rencanamu mulai sekarang?
Penjual tteokbokki itu.
Kau punya kartu namanya?
WAKIL NAM SANG-HO
Nam Sang-ho.
Ponselku.
ISTRI PEMILIK GEDUNG SE-YOON
PEMBANGUNAN ULANG SEJEONG-RO
ZONA PEMBANGUNAN ULANG SEJEONG-RO DAFTAR PEMILIK GEDUNG
GEDUNG SE-YOON
HAPUS FOTO INI
HAPUS
HAPUS SELAMANYA? KOSONGKAN TEMPAT SAMPAH
Kim Gyun.
MASUKKAN KATA SANDI UNTUK MEMBUKA DISKA "KIM"
Kata sandi?
Permisi.
911.
911.
Ini aku.
Ada yang perlu diurus di kantor.
Baiklah.
Astaga, video ilegal ini.
Video seperti ini tidak boleh ditonton atau direkam.
Omong-omong, Hwal-sung tidur dengan siapa?
Bagaimana jika Yi-gyeong tahu?
Kau menyadari ada yang aneh?
Maksudku, misalnya punya wanita lain.
Aku merasa harus memeriksa ini.
Biar kuperiksa siapa orangnya.
Dia tidur dengan siapa?
Pak Gi.
Kenapa kau kemari?
Kupikir kau mungkin kesepian.
Siapa kau?
Pak Gi, apa zodiakmu?
Aku lahir di Tahun Monyet.
WAKIL NAM SANG-HO
Dia penanggung jawab proyek pembangunan ulang.
Penanggung jawab? Berlebihan.
Pria berkuasa sepertimu mengunjungiku di rumah sederhanaku?
Suatu kehormatan bertemu denganmu, Pak.
Sudah kuduga kalian akan akrab.
Bagaimana jika kalian lebih sering bertemu?
Bisa nanti saja?
Aku merasa perutku penuh, jadi, izinkan sebentar saja.
Sesi berputar.
Kau yakin melakukannya dengan benar?
Sepertinya tidak.
Mungkin tidak terlihat benar, tapi ini olahraga yang bagus.
Perutku terasa kencang.
Lihat.
Kau tidak lihat aku berkeringat?
Kau bisa membawanya pulang, Hee-ju.
Ini hadiah dariku.
- Sungguh? - Tentu.
- Lihat? Sudah kubilang dia baik. - Hentikan.
Tahun Monyet, jadi, lahir tahun 1980?
Ya.
Aku sendiri tahun Ayam, bisa kita bicara lebih santai?
Ya, tentu saja.
Kau lahir tahun 1969?
Bukan, 1981.
Tahun 1981? Begitu rupanya.
Kenapa? Ada masalah?
Tidak, Pak.
Kau norak sekali. Kenapa kau menanyakan zodiaknya?
Sekarang, mari kita minum.
Biar kutuangkan.
- Pak Gi. - Tentu, ini suatu kehormatan.
- Minuman untukmu. - Terima kasih.
Kau juga.
Izinkan aku menuangkan minuman untukmu.
- Senang bertemu denganmu. - Kau juga.
- Senang bertemu kalian semua! - Senang bertemu denganmu.
Begini, Pak Gi.
Kau bekerja dengan baik mempertahankan gedung ini.
Saat semua orang menjual dan pergi
kau mempertahankan tempat ini dengan baik.
Astaga, kau berlebihan.
Begini.
Aku sudah bilang pada mereka untuk bersabar menahan sewa
tapi tidak ada yang memercayaiku.
Selagi kita membahasnya
maukah kau bekerja denganku?
Bekerja denganmu?
Aku suka orang biasa yang hidup rajin sepertimu
Pak Gi.
Ambilkan.
PERUSAHAAN INVESTASI PEMBANGUNAN ULANG SEJEONG-RO
Kau tidak akan mengerti meski membacanya.
Kau akan melihat sesuatu bernama Nouveau City.
- Sahamnya satu persen. - Ya.
NAMA PEMEGANG SAHAM, PERSENTASE NOUVEAU CITY, 1%
Aku punya koneksi dengan orang-orang di perusahaan itu.
Kau hanya perlu gedungmu masuk ke dalam proyek itu.
Aku berniat memberimu sebagian saham.
Saham?
Kurasa aku tidak mengerti.
Berapa keuntungan yang diharapkan untuk proyek ini?
Berapa dividenku?
Jika kau dapat satu persen
totalnya 100 miliar won.
Dari itu
berapa yang akan didapatkan Pak Gi?
Selama dia membawa Gedung Se-yoon
bukankah setidaknya dia dapat 20%?
Jika aku dapat 20%, itu 20 miliar won.
Kau bertahan sampai hari ini.
Orang biasa sepertimu harus berakhir dengan baik.
Begitu kau mendapatkan bagianmu, jangan lupakan aku.
Tunggu, mari bersulang.
- Bersulang. - Omong-omong
apa ini ilegal?
Sejujurnya, aku hanya punya gedung ini.
Tapi kau menawariku saham dan dividen besar.
Ilegal? Aku PNS yang bekerja untuk negara.
Jika kau penasaran, periksa dokumennya.
Astaga.
Aku hampir lupa. Aku harus segera pergi.
Hee-ju.
Selesaikan olahragamu.
Baik.
Kalau begitu
sampai jumpa.
Ya, Pak.
Telepon saja aku.
Sampai jumpa!
CAFร JIMSIM SEJEONG-RO
PEMILIK BAIK, KOPI ENAK
AKU MENEMUKAN KAFE BAGUS
TAPI HANYA ADA SATU TOILET RUSAK
AKU TIDAK BISA KE TOILET, JADI, AKU PERGI...
Tuan tanah sialan.
Aku akan memperbaikinya sendiri.
Bagaimana kau tahu soal Pak Nam?
Kau harus tahu hal-hal ini
- untuk mengelola kantor real estat. - Jaringanmu begitu...
Hei, selamat datang.
"Selamat datang"?
Aku bukan bosmu.
Ada apa? Kau bisa tinggal lebih lama.
Aku memang sudah mau pergi.
Bisa kirimkan ini ke kantorku?
Baik.
Akan kubawakan. Dah, Hee-ju.
Terima kasih untuk hari ini.
- Aku pergi. - Dah.
Hei, jangan mulai.
Tidak terjadi apa-apa.
Aku tidak bertanya.
- Duduklah. - Baik.
Astaga.
Kau tidak menandatangani kontrak karena dia?
Tidak, tidak mungkin.
Seon.
Dengarkan aku, Seon.
Ada proyek besar.
Ini belum diumumkan secara resmi
tapi zona pembangunan ulang telah berubah
dan Gedung Se-yoon termasuk.
Aku bodoh jika menjual gedung itu sekarang.
Ponselmu.
Kenapa?
Berikan ponselmu.
Ini.
- Kata sandi. - Yang benar saja.
Kata sandi.
Sikapmu aneh hari ini.
Aku harus memeriksa pesanmu.
Silakan.
Kau mungkin bermain-main dengannya.
Omong kosong apa ini?
Kau menganggapku apa?
Astaga.
HAPUS
Apa yang kau lakukan?
Hei, kembalikan.
Kembalikan kepadaku.
Hei, ada apa denganmu hari ini?
HAPUS SELAMANYA? HAPUS
Kau menghapus sesuatu?
Orang-orang di Real Capital
adalah orang-orang berbahaya.
Bagaimana jika mereka memakai video ini
untuk meretas rekening bankmu?
Apa maksudmu?
Katakan video apa itu.
Apa pun itu...
Rasanya ada yang tidak beres.
Ada apa? Kenapa kau begitu terobsesi dengan video itu?
Katakan dengan jujur.
Aku menghapus semuanya. Apa yang akan kau perbuat?
Masih ada dalam pesan.
Kau bisa melihatnya, 'kan? Mari kita tonton bersama.
Hei, Kim Seon.
Hei.
KATA SANDI SALAH
Hei, buka pintunya.
Aku punya kunci.
Sial. Apa kata sandinya?
Kenapa sikapnya tiba-tiba aneh?
Bagaimana ini?
Sial.
Hei, ponsel itu diasuransikan.
Apa ini?
Tidak apa-apa. Hancurkan saja.
Ada apa dengannya?
Apa yang kau lakukan?
Ponselnya antiair.
Apa kau harus menontonnya?
Itu membuatku makin penasaran.
Awasi istrimu baik-baik.
Bagaimana?
Bagaimana jadinya?
Semuanya berakhir dengan baik.
Syukurlah.
Kau tampak cantik.
Sudah kubilang jangan menontonnya.
Hanya itu yang bisa kau katakan?
Kau tidak menjualnya?
Alasan apa?
Mereka tidak mengatakan apa pun?
Bukan kau yang memutuskan!
Tunggu.
Kau membuat kesepakatan dengan Real Capital?
Kesepakatan apa?
Maksudku
mereka menggunakan ini
untuk memaksamu menyerahkan gedung itu?
Su-jong.
Bukan begitu. Bukan.
Semua itu hanya pura-pura, 'kan?
Kau bohong saat bilang ingin tinggal di Amerika bersama Da-rae!
Pura-pura?
Tidak, bukan begitu.
Siapa yang datang selarut ini?
Kau menunggu seseorang?
Tidak.
Bukankah di atas itu toilet?
Tunggu.
Tunggu di sini.
Tidak, aku mau ikut.
Kalau begitu, ambillah sesuatu.
Tunggu.
Siapa itu?
Siapa kau?
Siapa kau?
Tangkap dia.
Kau baik-baik saja, Seon?
Aku menangkap bedebah ini.
Ya, siapa bedebah ini?
Seon.
- Oh Dong-ki. - Apa?
Oh Dong-ki.
Kenapa kau menusuknya?
Apa maksudmu?
Gunting.
Bagaimana ini?
Kenapa dia ada di sini?
MAD CONCRETE DREAMS
Kenapa semuanya kacau bagiku?
Sekarang bagaimana?
Apa ini, Hwal-sung?
Hwal-sung punya wanita simpanan.
Dia wanita yang sudah menikah dan punya anak.
Real Capital.
Tutup kasusnya sebagai kecelakaan.
Kau menyuruhku membawa jasad Jung Chang-su, jadi, kulakukan.
Kenapa kau tak membiarkanku menyelidikinya?
Tiga miliar won. Ibuku belum menyerah.
Dia bukan orang yang bisa hidup dengan menerima kerugian.
Kenapa kau tidak membayarnya untuk tutup mulut?
Bagaimana jika dia mulai bicara setelah menerima uang?
- Kau mendengar sesuatu? - Mendengar apa?
Sepertinya ada yang teriak.
Mari bujuk dia sebisa mungkin.
- Jika gagal... - Jika gagal?
Kita harus memilih.
Keluarga kita atau dia?
Dramaday.me
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.