Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Episode 30"
Astaga.
Ada apa?
Dokter Kwak. Bagaimana operasinya?
Apa itu?
Lepaskan itu dan tekan di sini dengan ini.
Sekarang.
Astaga. Baiklah.
Bawa ini ke ruang operasi.
Cepat.
Pergilah.
Apa...
Apa yang kamu lakukan?
Kami membutuhkan darah.
Kami butuh golongan darah B dan O lebih dari 10 kantung.
Kamu meminta kami mendonorkan darah?
Ya.
Bisa-bisanya kamu memintanya saat keadaan kami begini?
Tidak boleh.
- Aku tidak mengizinkannya./- Hei.
Apa? Mau memukulku lagi?
Silakan. Pukul aku dan bunuh saja aku.
Sialan...
- Golongan darahku B./- Dokter Kim.
Golongan darahku O.
Hentikan. Meski kalian mendonor, mereka tidak akan berterima kasih.
Kalian pikir kita tidak akan dibunuh setelah menolong pasien itu?
- Jadi.../- Jadi, kita harus melakukannya.
Kamu lebih mengerti alasannya.
Kita membantu siapa pun yang terluka
meski mereka perampok atau pembunuh berantai.
- Di medan perang, kita bahkan.../- Aku tahu.
Aku juga tahu itu.
Aku tahu kita pun harus menolong musuh
yang membunuh tentara kita.
Itu kewajiban kita sebagai tim medis.
Aku tahu semua itu,
tapi ini membuatku geram.
- Sangat geram./- Sudah cukup.
Bagaimanapun juga, ini rumah sakit kapal.
Mereka tidak bisa mendonorkan darah dalam keadaan ini.
Lepaskan ikatan mereka.
Sekarang.
Wanita lebih dahulu.
Ji Young, ambil darah mereka.
- Kamu bisa, bukan?/- Ya, akan kulakukan.
Ambil darahku dahulu. Golongan darahku juga O.
Hei.
Baiklah. Terima kasih.
Kain kasa.
Hampir selesai.
Terima kasih.
- Darahnya sudah cukup?/- Belum.
Kami tidak bisa mengambil darah staf kami lagi.
Lantas?
Bagaimana?
Berapa sisa waktu kita?
Masih ada 40 menit lagi.
Kita tinggal melakukan anastomosis.
Santai saja. Kita masih punya waktu.
Berlutut. Kubilang berlutut!
Bagaimana operasinya?
- Tentu berhasil. Dia Dokter Song./- Lalu?
Lalu apa? Kamu tidak mengerti?
Menurutmu
mereka akan pergi begitu kita menolong pasien itu?
Kenapa hanya kalian bertiga yang kembali?
Dokter Song dan Hyun bagaimana?
Apa yang terjadi kepada Eun Jae dan Hyun?
Ah Rim.
Kami juga tidak tahu.
- Lepaskan aku./- Apa-apaan kamu?
Tetap diam dan kemasi obatnya.
Dokter Song akan ikut bersama kami.
Bukan itu yang kita sepakati.
Kami sudah menyelamatkan pasien dalam tiga jam sesuai janji.
Karena itu kami membiarkan kalian hidup.
Kami butuh jaminan, bukan?
Ingat.
Jika ada tanda-tanda polisi mengejar kami...
Di sini.
Kami akan melubangi kepalanya
dan membuangnya ke laut.
Tidak akan. Aku berjanji.
Benar, tidak akan. Pintar.
- Jadi.../- Kami tetap membutuhkannya.
Kami membutuhkan dokter untuk mengurus bos kami di jalan!
Bawa aku saja. Aku akan ikut denganmu.
Dokter penyakit dalam lebih baik untuk perawatan pascaoperasi.
Dokter Kwak.
Lepaskan dia.
Bawa aku saja.
Kamu tidak bisa berhenti bicara.
Kamu akan terus berulah?
- Kamu pikir pistol ini mainan?/- Hentikan!
Akan kukemasi obatnya, tolong hentikan.
Jangan lakukan apa pun kepadanya!
Ada orang di luar?
Masuklah dan ikat pria ini.
Ada apa?
Pak, ada masalah.
Tunggu di sini.
Dasar...
Buka, Bedebah!
Bedebah.
Dokter Kwak.
Kamu mendengarku?
Sadarlah.
Bangunlah.
Bagus.
Bagus sekali.
Peganglah tanganku.
Jangan dilepaskan.
Jangan hilang kesadaran.
Jangan pergi ke mana-mana.
Jangan pergi.
Ya?
Dokter Kwak.
Bangunlah.
Bangun!
Jangan pergi ke mana-mana!
Jangan pergi.
Jangan pergi!
"Penjaga Pantai"
Keluarlah.
Hati-hati.
Kamu baik-baik saja, Perawat Pyo?
Sedang apa di sini?
Menurutmu apa?
Aku memeriksa apakah ada yang rusak.
Biarkan saja untuk sekarang. Lakukan besok.
Aku tidak akan pergi ke mana pun.
Aku harus membawanya kembali.
Ayo pergi saja.
Kita sudah mengalami banyak hal malam ini.
Karena itu, aku harus di sini.
Kapten.
Jangan panggil aku begitu.
Aku malu dan merasa hina.
Soal apa?
Aku kapten,
tapi malah duduk di kursi itu
dan tidak berbuat apa pun.
Jika membayangkan hal yang dialami para awakku...
Kamu sudah berjasa.
Kamu mematikan AIS-nya.
Itulah yang membuat Penjaga Pantai sadar.
Ayo ikut aku.
Baiklah. Aku akan ikut.
Pandu yang lainnya ke tempat aman dahulu.
Aku akan di sini sebentar lagi.
Ada yang harus kulakukan di sini.
Astaga.
Siapa yang menelepon sepagi ini?
Halo?
Anda ibunya Dokter Kwak Hyun?
Ya. Siapa ini?
Aku Bang Sung Woo, kapten rumah sakit kapal.
Begitu rupanya. Ada perlu apa?
Semalam, terjadi sesuatu di kapal.
Dokter Kwak terluka parah
dan dia dipindahkan ke rumah sakit di darat.
Apa?
Semalam, rumah sakit kapal Geoje 505
dibajak oleh penyelundup narkoba.
Seorang dokter penyakit dalam ditembak
dan terluka parah.
Ya ampun, apa yang terjadi? Bagaimana keadaanmu?
Kamu baik-baik saja?
Ke mana? Langsung ke ruang operasi?
Tidak, ke ruang perawatan intensif.
Pelurunya menembus pelvis kanan.
Mungkin itu merusak ginjal kirinya.
Dokter Kim sedang melakukan operasi dan Dokter Oh libur.
Ini akhir pekan.
Apa maksudmu?
- Maksudmu.../- Saat ini,
tidak ada dokter bedah yang bisa mengoperasinya.
Maukah kamu melakukannya?
Kamu bisa?
Kami akan memindahkannya jika kamu bisa.
Tidak bisa, ya?
Terlebih setelah kejadian semalam.
Seharusnya aku tidak bertanya.
Kami akan berusaha menstabilkannya.
Akan kuperiksa apakah kami bisa memindahkannya.
Tidak.
Akan kuoperasi.
Dokter Song.
Aku yang akan melakukan
operasinya.
Kamu yakin?
Hubungi anestesiolog.
Lekas pindahkan dia ke ruang operasi.
Ini bukan salahmu.
Ini bukan salahmu.
Biar kubantu.
Lupakan saat-saat yang lain,
kecuali saat seperti ini
di kala kamu sedang kesulitan.
Tidak.
Aku tidak membutuhkanmu.
Jangan campuri urusanku.
Walau adikku menghubungi,
ayahku meninggal,
atau aku meninggal.
Jangan pernah
ikut campur.
Tetap saja, terima kasih.
Karena telah memikirkanku
lebih dahulu saat kamu terluka.
Ingatlah satu hal.
Yang menghalangi kita mungkin hanya pintu, bukan dinding.
Kamu hanya perlu membukanya dan melaluinya.
Akan kutunggu di depan pintu.
Pisau bedah.
Apa? Dokter Song melakukan apa?
Operasi.
Ini gila.
Apa-apaan kamu? Kenapa semua orang memaksanya...
Dia yang ingin mengoperasi.
- Lalu kamu membiarkannya?/- Ya.
Aku ikut prihatin atas kejadian di kapal.
Jika dipikir-pikir, Dokter Song juga pasien.
Aku tahu dia mengalami trauma mental.
Tapi dia juga
dokter bedah yang berbakat dan berpengalaman.
Untuk seorang kolega,
- dia harus mengatasi.../- Kolega?
Kata siapa?
Mereka kolega.
Astaga.
Lihatlah.
Dia baik-baik saja dan tenang.
Karena itulah dia seperti itu.
Dia disebut genius karena suatu alasan.
Di mana Hyun?
Di mana dia?
Bagaimana kondisinya?
Dia sedang dioperasi. Dokter Song mengoperasinya.
Dokter Song sendiri
yang mengoperasinya?
Setelah kejadian semalam,
setelah semua yang dia alami,
dia mengoperasinya?
Apa yang dia pikirkan?
Menurutmu apa?
Dokter bedah terbaik pun
tidak sanggup mengoperasi anggota keluarga, terutama
orang terkasih mereka.
Karena mereka
bisa panik?
Menurutmu,
Dokter Song seperti apa?
Apa dia panik? Follow twitter @ v k a t c h u
Tidak.
Apa dia tenang dan tidak bimbang?
Lebih dari itu.
Seperti itukah rasanya menangis di dalam hati?
Dia menangis di dalam hati,
menahan semua air matanya.
Seperti itulah
perjuangan dia sekarang.
Sengit, seperti prajurit.
Jika dewa itu ada,
jika dewa sungguh ada,
hari ini,
dewa harus berpihak kepadanya.
Bisakah kamu menang?
Kamu berpikir
bisa mengalahkannya?
Aku menyerah.
Mustahil aku bisa mengalahkan itu.
Tidak bisa. Tidak ada yang bisa.
Jadi, mulai hari ini,
aku menyerah sepenuhnya.
Aku memang menyerah, tapi...
Tapi apa?
Aku merasa itu agak mengecewakan.
Hyun yang berada di meja operasi,
bukan aku.
Aku sangat kecewa.
"Rumah Sakit Geoje Jeil"
Di mana
aku?
Apa aku berada di rumah sakit?
Kamu baik-baik saja?
Apa kamu
terluka?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.