Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Episode 27"
- Halo. - Halo.
Apa kabar?
Bagaimana kondisi Bu Mo?
Kamu siapa?
Anda tidak ingat aku?
Aku dokter dari rumah sakit kapal.
Kamu mengenalku?
- Bu. - Lepaskan.
Dokter.
Apa yang terjadi?
Geun Ja.
Astaga. Apa yang terjadi?
Hei. Geun Ja...
Bu. Kamu siapa?
Bagaimana kamu bisa tahu namaku?
Astaga. Kamu sakit Alzheimer?
Ibumu sakit. Apa yang terjadi?
Astaga.
- Bu. - Geun Ja.
- Bu? - Geun Ja.
Ganti pakaiannya.
Dia dehidrasi berat, beri dia infus dahulu.
Ya, Dokter.
Dia pasien darurat?
Ya, suhu tubuhnya meningkat hingga 40 derajat Celsius.
Organ vitalnya tidak stabil.
Tingkahnya juga tidak biasa.
Gejalanya belum lama dia idap. Kurasa itu delirium.
Tolong pantau dia dahulu
dan periksa kondisi organ vitalnya lagi.
Baiklah.
Dokter Kwak.
Mungkin kita perlu segera memindahkannya ke UGD.
Tolong konfirmasi dengan Penjaga Pantai.
- Aku sudah menghubungi mereka. - Lalu?
Tampaknya ada kecelakaan besar,
tabrakan antara kapal penumpang dan kapal memancing.
Semuanya berada di lokasi kejadian, tidak bisa lekas kemari.
Kapten bilang kita bisa berangkat sekarang,
jadi, jika dia bisa bertahan selama empat jam...
Baiklah. Akan kucoba menstabilkan kondisi pasien secepatnya.
Baik.
"Pusat Rehabilitasi Jaae"
Dokter.
Ayahku? Lagi?
Aku berada di pulau, jadi, tidak bisa ke sana sekarang.
Ya.
Mohon bantuannya. Baik.
Tolong temukan dia dan hubungi aku lagi.
- Tolong hentikan. - Tenanglah.
- Astaga. - Dokter Kwak.
Dokternya datang. Ayo berdiri.
Ayo. Tenanglah.
Apa yang terjadi?
Apa yang akan terjadi kepadanya?
Aku akan menyampaikan detailnya setelah kami memeriksanya.
Itu tidak akan membantunya!
Tidak ada obat untuk demensia.
"Pusat Rehabilitasi Jaae"
"Pusat Rehabilitasi Jaae"
Dia tidak sakit...
Hampir dipastikan dia tidak sakit demensia.
Apa?
Dia tidak dapat mengenali kita,
berbicara melantur,
bahkan mengompol.
Tapi dia tidak sakit demensia?
Dia baik-baik saja sepekan lalu.
Demensia berkembang secara perlahan.
Tidak terjadi secara tiba-tiba seperti ini.
Lalu sakit apa?
Ada apa dengannya? Kenapa dia lupa begitu?
Karena dia menunjukkan beberapa gejala mendadak,
mungkin itu delirium, bukan demensia.
De... Apa?
Delirium. Tolong jelaskan kepadanya.
Baik, Dokter.
Dia akan menjelaskan penyakitnya.
Tenang saja,
beristirahatlah di ruang tunggu.
Kami akan merawat teman Anda.
Maksud Dokter, dia bisa kembali normal?
Dokter bisa memulihkannya?
Akan kuusahakan yang terbaik.
Bukan berusaha yang terbaik.
Aku ingin Dokter berjanji.
Berjanjilah Dokter akan menyembuhkan temanku.
Ada
sesuatu yang ingin kukatakan...
Tidak. Ada yang harus kukatakan kepadanya.
Aku harus memberitahunya.
Jadi, apa pun yang terjadi,
tolong bantu sembuhkan temanku.
Baik. Akan kulakukan semua yang kubisa.
- Astaga. - Silakan kemari.
- Mari kujelaskan. - Ayo.
Kondisi organ vitalnya sangat tidak stabil.
Aku sudah memberinya penurun demam,
tapi suhu tubuhnya tidak turun dari 40 derajat.
Kita harus menemukan penyebab demam tingginya dahulu.
Kira-kira apa?
Dia mengalami pengaburan kesadaran dan demam tinggi.
Kita harus mencurigai terjadinya meningitis dahulu.
Bukankah kita harus memeriksa cairan serebrospinalnya dahulu?
Mari lakukan pemeriksaan sederhana dahulu.
Bu.
Aku ingin pulang.
Ibuku menungguku.
Aku akan mengangkat kepala Anda.
Akan kulakukan lagi.
Tidak ada tanda Brudzinski.
"Seharusnya lutut menekuk"
Jika meningitis,
tengkuknya seharusnya kaku, tapi ini empuk.
Maksudmu, kita harus mencoret kemungkinan terjadinya meningitis?
Lalu apa penyebab demamnya?
"Pusat Rehabilitasi Jaae"
Dokter Kwak, ponselmu.
Henti jantung.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.
Periksa ritmenya.
- 150 joule. - Sudah.
Tiga, dua, satu, shoot.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam.
Satu, dua, tiga.
200 joule.
Sudah.
Tiga, dua, satu, shoot.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
"Pusat Rehabilitasi Jaae"
- Sudah. - Tiga, dua, satu, shoot.
Sudah kembali stabil.
Ponselmu berdering.
Aku tahu.
Dari pusat rehabilitasi.
"Pusat Rehabilitasi Jaae"
"Pusat Rehabilitasi Jaae"
Terimalah.
Kondisinya sudah stabil.
Bagaimana jika itu panggilan penting?
Aku akan tetap di sini, jadi...
Kalau begitu,
aku permisi sebentar.
Halo?
Kami tidak dapat menemukan ayahmu.
Kami menemukan salah satu sepatunya di tepi laut.
Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan.
Kami ingin melaporkannya hilang,
tapi membutuhkan kehadiran anggota keluarga.
Laporkan dahulu.
Aku akan ke sana secepatnya.
"Putra"
Halo, ini ibu.
Ayah hilang.
Sudah ibu katakan, ibu tidak mengenal ayahmu.
Kumohon, Ibu.
Aku belum bisa pergi ke sana.
Jarak rumah sakit kapal dan Geoje adalah tiga jam.
Kami sedang kedatangan pasien darurat.
Pasien?
Jika aku tidak fokus mendiagnosis dan pengobatannya,
pasiennya bisa meninggal.
Jadi...
Baiklah.
Ibu mengerti. Jangan cemas dan fokus saja kepada pasien.
Biar Ibu saja. Ibu akan mengurus semuanya.
Rawatlah pasienmu.
Jangan cemaskan apa pun. Lakukan saja tugasmu.
Ya, Hyun?
Ya.
Tolong jaga
Ayah.
Pergi ke mana kamu?
Kenapa kamu tidak bisa berhenti mengganggu putramu?
"Titik keberangkatan kapal pesiar"
Geun Hee tampak seperti
ketus dan dingin,
tapi di dalam, dia sangat lembut.
Bukan hanya itu,
dia pandai memasak.
Dia bisa memetik herba aneh dari kebun
dan memasak
hidangan yang terasa istimewa.
Dia menjaga ibunya yang sakit selama ini.
Sejak pindah kemari,
dia pergi ke kebun
dan gunung setiap hari untuk mengumpulkan herba.
Herba?
Ya.
Dia memetik herba di gunung?
Ya.
Kenapa Dokter menanyakan itu?
Ada apa?
Entahlah.
Aku tahu.
Kurasa aku tahu penyebab demamnya.
- Apa itu? - Selama dua pekan ini,
dia mengumpulkan herba di gunung.
Orientia tsutsugamushi cenderung menyebabkan demam saat musim gugur.
- Jangan-jangan... - Tsutsugamushi?
Kemungkinan besar itu penyebabnya.
Pasti ada di tubuhnya.
Tempat gigitannya pasti bengkak dan merah.
Aku menemukannya.
Ini benar-benar tifus semak.
- Mari lakukan tes darah. - Baik, Dokter.
Kita tidak punya reagen.
Punya.
Tsutsugamushi adalah penyakit musim gugur yang populer.
Aku sudah pesan reagen untuk berjaga-jaga.
Dokter, hasil tes darahnya.
Bagaimana?
Itu penyakit tsutsugamushi.
Jika memesan reagen,
pasti kamu juga memesan obatnya.
Dia sangat beruntung.
Kamu dokter yang hebat.
Perawat Yoo, beri dia obat minum doxycycline 200 mg.
Baik, Dokter.
"Doxycycline adalah antibiotik"
Penyakit tsutsugamushi?
Ya, aku memberinya antibiotik untuk saat ini,
tapi dia harus dirawat inap di rumah sakit.
Dia akan kembali sehat dan bahagia.
Dia akan mengenali Anda dan...
Dia akan bisa mendengarkan kisah Anda.
Aku harus bagaimana?
Aku sangat bersyukur.
Bagaimana caraku membalas jasa Dokter?
Dia akan baik-baik saja. Jangan khawatir.
"Dokter Tanpa Batasan, Kwak Sung"
Dia sudah berkelana seumur hidupnya.
Lagi-lagi,
dia pergi tanpa pamit.
Anda menemukan sesuatu?
Ada pun yang bisa menjadi petunjuk?
Aku tidak tahu. Belum tahu.
Entah apakah ini bisa membantu.
Beberapa hari lalu, dia terus memintaku untuk mencarikan sesuatu.
Katanya dia harus pergi ke suatu tempat.
Apa? Apa yang dia inginkan?
Namanya terdengar seperti "Kkok Ji" atau "Kkak Ji".
Itu seperti nama anjing atau semacamnya.
Dia mengigau beberapa hari lalu.
"Kemarilah, Kkak Ji. Kkak Ji-ku yang cantik."
- "Kali ini..." - "Saat aku kembali,
aku akan menepati janjiku."
"Kita akan pergi ke pulau kesukaanmu."
"Mari bermain gelembung sabun sepuasnya."
Ji Eun.
Kwak Ji, bukan Kkak Ji.
Itu Kwak Ji, Ibu.
Tidak.
Tidak, aku tidak mau menjadi Ji Eun.
Berhentilah menangis.
Namaku bukan Ji Eun.
Ji Eun.
Tidak, itu bukan namaku.
Hei.
Nama Ayah Kwak Sung.
Nama Kakak Kwak Hyun.
Kenapa namaku tiga suku kata?
Cukup.
Itu tidak perlu dikeluhkan.
Aku tidak mau menjadi Ji Eun.
Aku tidak menyukai nama itu.
Kamu tidak perlu menjadi Ji Eun.
Ayah.
Tidak perlu menjadi Ji Eun.
- Pakai saja Kwak Ji. - Kwak Ji?
Benar.
Ayah Kwak Sung. Kakakmu Kwak Hyun.
Kamu bisa memakai nama Kwak Ji.
Kamu pasti senang.
- Namamu berubah menjadi Kwak Ji. - Kwak Ji.
Astaga.
Kwak Ji.
Ayah pergi ke sana, Bu?
Untuk menepati janji kami?
Pergilah.
- Pasiennya masih... - Biar kutangani.
Kamu sudah menyelamatkan pasien itu,
jadi, aku akan menjaganya.
Pergilah ke tempat ayahmu.
Pergilah.
Sedang apa di sini?
Aku menunggu putriku.
Berapa usia
putrimu?
Enam tahun.
Siapa
nama putrimu?
Kwak Ji.
"Kwak Ji".
Nama aslinya Kwak Ji Eun,
tapi dia lebih suka dipanggil Kwak Ji.
Apa ini?
Ini pistol gelembung sabun. Aku membelinya di jalan.
Putriku senang bermain gelembung sabun.
Bolehkan aku
mencobanya?
Tapi gunakan dengan hati-hati.
Dia cukup sensitif.
Jika kamu merusaknya,
dia akan mencoba menyerangmu.
Aku akan berhati-hati.
Pistolnya menembakkan gelembung sabun.
Mainan yang menarik.
- Benar, bukan? - Ya.
Seandainya semua pistol di dunia ini
menembakkan gelembung sabun, itu pasti bagus.
Ayah pun tidak perlu pergi ke medan perang.
Ayahmu
pergi ke medan perang?
Ya.
Kamu merindukannya?
Sudah siuman?
Di mana aku? Follow @ v k a t c h u
Di rumah sakit.
Kamu tidak ingat?
Dokter menemukanmu.
Dia menggendongmu sampai ke rumah sakit.
Benar juga, aku mengingatnya.
Kurasa aku ingat.
Kamu ingat?
Kamu ingat semuanya dengan jelas?
Mengejutkan sekali.
Kukira dia sakit Alzheimer.
Bagaimana dia bisa kembali normal?
Lalu kenapa? Kamu tidak senang?
Apa maksudmu?
- Kamu baik-baik saja? - Tentu saja tidak.
Mengurus dirinya saja tidak bisa.
Lihat dia. Dia tidak baik-baik saja.
Becerminlah.
Kamu pikir kondisimu tampak lebih baik dariku?
Maaf.
- Maafkan aku, Choon Soo. - Soal apa?
Kamu sakit,
tapi aku tidak pernah mengunjungimu.
Lupakan saja.
Biar kujelaskan, Choon Soon.
Aku takut.
Aku takut
menjadi sepertimu.
Sejujurnya,
aku...
Aku tidak tinggal di Seoul.
Aku tidak tinggal di Seoul.
Aku seorang penyelam
sepertimu di Laut Timur.
Sudah 20 tahun
sejak aku berpisah dari suamiku.
Entah harus bagaimana dengan anakku satu-satunya.
Setelah bercerai,
aku mulai menyelam lagi.
Mungkin aku bermaksud menjadi penyelam.
Menjadi penyelam lagi
tidaklah sulit.
Aku mulai menabung sedikit demi sedikit,
tapi putraku menghamburkan semuanya.
Kini,
dia pikir ibuku hampir meninggal.
Dia ingin memasukkannya ke sanatorium
dan menjual rumah Ibu.
Aku harus bekerja keras
untuk mencegahnya berbuat demikian.
Aku khawatir bisa sakit sepertimu.
Geun Ja...
Bukan. Geun Hee.
Aku Geun Ja.
Panggil aku Geun Ja saja.
Nama baru tidak dapat mengubah fakta bahwa aku orang desa.
Maafkan aku.
Baiklah. Bagaimana jika kita menyelam bersama? Sudah lama sekali.
Sudah berapa lama tidak menyelam bersama?
Sudah 30 tahun.
Aku siap. Ayo.
- Kamu siap? - Ya.
Ayo terjun. Mari.
Aku memberi tahu
Seung Won, ini tentang Ayah.
Apa katanya?
Dia kecewa aku tidak mengatakannya lebih cepat
dan meminta maaf karena gagal meraih kepercayaanku.
Baguslah.
Tampaknya
Ayah tidak bisa mengiringiku saat menuju altar, ya?
Mengecewakan sekali. Aku ingin
menggenggam tangannya dan berjalan menuju altar.
Kamu bisa
menggenggam tanganku.
Aku akan meminta izin ayahmu hari ini.
Jadi, bagaimana jika kita
saling berpegangan tangan dan berjalan menuju altar bersama?
Senang bisa berjumpa dengan Anda, Pak Kwak.
Namaku Han Seung Won.
Aku datang untuk meminta restu Anda.
Tolong izinkan aku menikahi Ji Eun.
Aku akan mencintainya dan menjaganya
baik dalam suka maupun duka.
Maukah Anda memberikan restu?
Kwak Ji.
Kamu menyukai pria ini?
Ayah.
Ayah tidak menyukainya.
Ayah.
Dasar pencuri.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.