Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
=Kisah Cinta 70-an=
=Episode 16=
Apakah kau tahu kompas?
Tahu.
Kompas bisa memberitahumu yang mana arah utara,
tapi kau harus mengangkat kepala dan melihat jalan sendiri
agar bisa benar-benar menuju utara.
Memiliki tujuan itu hal yang baik,
tapi tidak boleh hanya terpaku kepada tujuan.
Jika kau ingin berjalan ke utara,
tidak mungkin ada satu jalan lurus yang langsung membawamu ke sana.
Kadang kala, kau harus berbelok ke timur,
berbelok ke barat, bahkan mundur beberapa langkah ke selatan.
Kau harus belajar beristirahat
dan menikmati pemandangan di sepanjang jalan.
Selain masuk universitas,
apa lagi yang kau sukai dalam kehidupan sehari-harimu?
Misalnya, soal menjahit pakaian.
Aku pernah mendengar dari ayahmu bahwa kau sangat pandai membuat pakaian.
Pakaian ayahmu, pakaian ibumu
bahkan pakaian para tetangga, semuanya dibuat olehmu.
Kemeja tiga warna itu juga sangat modis.
Kalau begitu, akan kubuatkan beberapa lagi untukmu.
Baik.
Sebenarnya, terkadang aku suka berpikir, sudah begitu banyak kain yang kutenun,
tapi akhirnya kain-kain itu dijadikan baju seperti apa, ya?
Jika suatu hari aku bisa menjadi perancang busana,
aku ingin semua pakaian yang kudesain dibuat sendiri dengan tanganku.
Bagus.
Kalau begitu, jadilah perancang busana.
Jika kau mempunyai ide, beri tahu aku. Aku akan menggambarnya untukmu.
Saat menonton film asing,
aku merasa pakaian yang mereka kenakan sangat indah.
Bisakah kau membantuku menggambarnya?
Aku ingin menjadikannya rancangan desain.
Kau benar-benar anak yang bisa diajar.
("Nan Zheng Bei Zhan")
- Yang ini, 'kan? - Benar.
("The Eighth in Bronze" Albania) Yang ini bagus.
Terlalu gelap. Aku gambar secara garis besarnya dulu.
Setelah pulang nanti, akan kusempurnakan.
Yang ini juga bagus.
Pakaian yang dia pakai juga lumayan. Yang itu.
- Yang mana? - Yang dipakai orang itu.
Baik.
Apakah gaun yang tadi sudah kau gambar? Yang itu.
Cepat. Nanti, adegannya berganti.
Yang itu juga lumayan bagus.
Ini.
Yang itu juga bagus.
Yang itu sudah kugambar.
Bagaimana dengan topinya itu?
Saudara, bisakah kecilkan suara kalian?
- Maaf. - Maaf.
Bagaimana?
Gambarmu bagus sekali.
Tadi, aku khawatir kau tidak sempat menggambarnya.
Jika kau tidak mendesakku, aku bisa menggambar lebih cepat.
Salahku.
Kalau begitu, aku akan mentraktirmu menonton beberapa film lagi.
Coba aku lihat besok ada apa.
(Rekomendasi Film Pusat Kegiatan Buruh)
("The Eighth in Bronze", "Valurile Dunării")
Tiba-tiba, aku tidak ingin menonton film lagi.
Fang Muyang,
kemarilah.
Ya.
Yang ini bagus, tidak?
- Yang merah muda ini? - Benar, 'kan?
Harus digambar.
Menurutku, yang ungu ini juga bagus.
- Bagaimana dengan yang ini? - Ini juga bagus.
(Rekomendasi Film Pusat Kegiatan Buruh)
("The Eighth in Bronze", "Valurile Dunării")
("Valter brani Sarajevo")
("Footprints", "The Flower Girl")
(Kantin Pekerja)
Akhir-akhir ini, makanan di kantin tidak begitu enak.
Hambar sekali.
Kak Liu, Fei Ni, makanlah pelan-pelan. Aku pamit dulu.
Kau sudah selesai makan?
Kak Liu, aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu.
Tolong dirahasiakan, ya.
Apa itu?
Lihatlah.
Ini desainku.
Desainmu?
Tentu saja, semua itu terinspirasi dari film asing.
Aku menyesuaikannya sedikit dengan bahan yang ada di bengkel kita. Bagaimana?
Saudara Fei Ni,
menempatkanmu hanya untuk mengoperasikan mesin tenun di bengkel
sungguh menyia-nyiakan bakatmu.
Lihatlah ini semua.
Kau seharusnya pergi ke pabrik garmen.
Tidak.
Kau seharusnya pergi ke Biro Industri Ringan.
Jangan memujiku seperti itu.
Aku hanya menggambar asal-asalan. Menurutmu, ini masih lumayan, ya?
Menurutku, kau benar-benar hebat.
- Benarkah? - Selama di bengkel, aku...
Kau.
Apa yang kau lakukan?
Ini apa?
Saudara Feng Lin, ini adalah rancangan busana karya Fei Ni.
Saudara Fei Ni, kau hanya seorang pekerja pabrik tekstil.
Untuk apa sibuk merancang pakaian?
Bisakah kau fokus kepada pekerjaan utamamu saja?
Saudara Feng Lin,
bagian mana dari pekerjaanku yang tidak kulakukan dengan baik?
Kau malas dan mencari kesenangan.
Malas dan mencari kesenangan?
Kau tidak menjalankan tugas dengan benar.
Tidak tekun di pos kerjamu untuk membangun sosialisme.
Sekrup sepertimu sudah berkarat.
Kau...
Kenapa disobek?
Ini...
Ini semua salahku.
Aku tidak memegangnya dengan baik. Bagaimana ini?
- Ini... - Tidak apa-apa, Kak Liu.
Aku...
Ada beberapa hal yang memang harus melewati belokan dulu.
Apa maksudmu?
Muyang sudah pulang.
Ya, aku pulang.
Rupanya kau di rumah.
Aku juga baru pulang.
Apa kau sudah menunjukkan gambarnya kepada Kak Liu?
Sudah.
Bagaimana? Apakah dia suka?
Suka.
Dia bilang aku menyia-nyiakan bakatku karena bekerja di pabrik tekstil.
Seharusnya, aku bekerja di pabrik garmen.
Dia benar.
Di mana gambarmu?
Biar kuperbaiki lagi. Aku bantu sempurnakan sedikit.
Aku sudah memberikannya kepada Kak Liu.
Kenapa kau memberikan itu kepadanya?
Dia suka, jadi kuberikan saja.
Lagi pula, bisa digambar lagi.
Aku akan pergi
menambah air.
(Ruang Penelitian Jurusan Matematika)
Mujing.
Selarut ini, kau juga masih di sini?
Ada rumus yang salah saat diverifikasi.
- Apakah kau membutuhkan bantuan? - Tidak. Sudah selesai.
Jika tidak ada apa-apa lagi, aku pulang dulu untuk beristirahat.
Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini.
Kau tidak menyangka dengan latar belakang sepertiku,
aku juga bisa bergabung dalam tim proyek ini, 'kan?
Liu Wei.
Pak Wu menyetujui agar aku tetap tinggal di kampus sebagai asisten dosen.
Bagus sekali. Selamat, ya.
Tadi, aku pergi ke Koperasi Pasokan dan Pemasaran.
Aku memilih dua jenis permen nikah. Cobalah, mana yang lebih enak?
Ada apa?
Mujing,
aku tidak bisa menikah denganmu lagi.
Kita berpisah saja.
Pihak sekolah sudah berbicara denganku.
Mereka bilang bisa mengirimku ke Beijing, tapi...
Namun, sekarang,
ada satu masalah sangat rumit yang terbentang di hadapan kita.
Kau takut
latar belakang keluargaku akan memengaruhimu?
Ya.
Walaupun kau sudah memutuskan hubungan dengan orang tuamu,
kita sama-sama tahu bahwa ada beberapa hal
yang bagaimanapun juga tidak akan dapat diubah.
Mungkin kita berdua sejak awal memang tidak seharusnya bersama.
Orang dengan latar belakang berbeda, bagaimana mungkin bisa saling mencintai?
Benar.
Orang dengan latar belakang berbeda, bagaimana mungkin bisa saling mencintai?
Liu Wei,
semoga masa depanmu gemilang.
Apakah orang tuamu sudah kembali?
Belum.
Jadi, latar belakang kita tetap berbeda.
Mujing, maafkan aku.
Saat itu, aku benar-benar terpaksa dan tidak mempunyai pilihan lain.
Aku yakin jika berada di posisiku, kau juga akan membuat pilihan yang sama.
Benar.
Jadi, kau tidak perlu meminta maaf kepadaku.
Kau tidak menyakitiku, juga tidak mampu menyakitiku.
Sekarang, kita hanya rekan kerja.
Urusan masa lalu tidak perlu dibicarakan lagi.
Ke depannya, tolong panggil aku Guru Fang.
Aku mengerti.
Guru Fang, semoga kerja sama kita menyenangkan.
Menyenangkan atau tidak, itu tidak penting.
Yang penting kau jangan menjadi beban bagi tim kami.
Aku pamit dulu, Guru Liu.
(Pendidikan harus dipadukan dengan kerja produktif)
Profesor Wu.
Qu Hua, kenapa kau kemari?
Apakah kau datang menemui Mujing?
Apakah dia ada di dalam?
Ada. Dia sedang rapat di Ruang Penelitian Jurusan Matematika.
Pergilah mencarinya.
Baik.
Qu Hua, Mujing akan pindah ke Universitas Jiangcheng.
Kau mendukungnya, 'kan?
Guru Fang, apakah sekarang kau mempunyai waktu?
Ada sesuatu yang ingin kudiskusikan.
Silakan.
Begini,
tadi, aku mendengar dari Kak Ding Yang bahwa saat menghitung rumus,
kalian menemui satu kesulitan yang sudah lama belum terpecahkan.
Sebelumnya, aku pernah membaca sebuah makalah.
Dalam makalah itu, diajukan metode perhitungan yang benar-benar baru.
Aku sudah mempelajarinya.
Sepertinya, metode itu akan sangat membantu kita menyelesaikan masalah ini.
Lihatlah, langkah ini.
Ini menggunakan metode perhitungan baru. Lalu, dari sini menuju bagian ini.
Ya, benar.
Lihat.
- Lihat bagian sini. - Ya.
Fang Mujing.
Tunggu sebentar.
Guru Ding,
siapa saudara pria itu?
Suami Guru Fang.
Apakah kau cukup terbiasa di sini?
Aku sedang bekerja. Bagaimana jika kita membahasnya nanti saja?
Aku masih tinggal di kamar yang sama di wisma sebelumnya.
Maaf, silakan lanjutkan.
Baik. Tadi, sampai di…
Bagian ini.
Ya, benar.
Akhirnya terselesaikan.
Liu Wei, rumusmu benar-benar sangat membantu.
Terima kasih atas kerja kerasmu.
Bukan apa-apa.
Namun, kau masih sama seperti dulu.
Saat bertemu masalah, kau akan keras kepala menghadapinya.
Jika belum selesai, kau tidak akan makan, minum, maupun tidur.
Itu tidak baik.
Lihat dirimu sekarang, sudah makin kurus.
Mujing.
Guru Fang, kapan kau menikah?
Apa hubungannya denganmu?
Bukan begitu.
Aku hanya menunjukkan perhatian.
Terima kasih atas perhatianmu, tapi aku tidak membutuhkannya.
Aku mendengar dari Kak Ding Yang
bahwa suamimu adalah keturunan keluarga militer.
Keluarganya pasti memiliki banyak relasi.
Benar.
Aku bisa masuk tim proyek ini berkat dia.
Liu Wei, bukankah itu yang ingin kau tanyakan?
Kau tidak bisa menerima bahwa dengan latar belakang sepertiku
yang bahkan tidak pantas menjadi pacarmu dulu,
bagaimana mungkin bisa duduk sejajar denganmu untuk melakukan penelitian?
Sekarang, kau sudah tahu jawabannya. Apakah kau puas dengan jawaban ini?
Bukan begitu.
Dengarkan apa yang kau katakan sendiri.
Fang Mujing, apakah kau akan selalu berbicara kasar seperti ini?
Selalu memutarbalikkan niat baik orang lain terhadapmu?
Sekarang, aku sungguh merasa kasihan kepada suamimu.
Bukankah kau menikah dengannya demi koneksi keluarganya?
Apakah kau benar-benar mencintainya? Apakah dia mengetahui semua ini?
Aku tahu.
Namun, aku tidak peduli.
Kenapa kau datang ke sini?
Bukankah kita sudah sepakat akan bertemu di wisma?
Sudah malam. Aku merasa jalanan tidak aman.
Namun, ternyata di kampus lebih tidak aman.
Saudara Liu Wei,
terima kasih atas perhatianmu terhadap istriku.
Namun, urusan antara kami tidak perlu dicemaskan oleh orang luar.
Mujing, mari kita pulang.
(Wisma Tamu No. 2 Kota Jiangcheng)
Menurutku, kau tampak sangat cantik saat mengenakan pakaian ini,
jadi aku membawakannya untukmu.
Kau ingin datang ke Jiangcheng, kenapa tidak membicarakannya denganku?
Jika kau setuju, aku tidak perlu membicarakannya denganmu.
Jika kau tidak setuju, aku juga tidak perlu membicarakannya denganmu.
Jadi, aku memutuskan sendiri.
Setidaknya, kau seharusnya memberitahuku secara langsung.
Aku sudah memberitahumu, tapi kau sedang mabuk dan tidak mendengarnya.
Hari itu adalah hari peringatan kematian Yan.
Aku memang minum terlalu banyak. Aku minta maaf kepadamu.
Aku mengerti.
Lalu, bagaimana dengan Liu Wei?
Dia meneliti teori matematika murni. Bahasa Inggrisnya sangat baik.
Dia cukup memahami sejumlah makalah mutakhir dari luar negeri.
Aku tidak menanyakan soal akademiknya.
Yang kutanyakan adalah soal dia merupakan mantan pacarmu.
Benar.
Kami berpacaran selama tiga tahun saat kuliah.
Jadi, kau pindah ke sini demi dia?
Tidak ada hubungannya dengan dia.
Aku juga baru tahu dia ada di tim proyek setelah dipindahkan ke sini.
Fang Mujing,
meskipun kau menikah denganku demi latar belakang yang lebih baik,
aku tetap berharap kau bisa paham.
Berhubung kau sudah menikah denganku, ada beberapa prinsip yang harus dijaga.
Misalnya?
Kau berada dalam satu tim proyek dengan mantan pacarmu.
Bukankah seharusnya kau memberitahuku yang merupakan suamimu ini?
Selain itu, bukankah seharusnya kalian menjaga jarak yang wajar?
Jarak yang wajar?
Apakah begini termasuk wajar?
Qu Hua, kau jangan seperti ini.
Kalau tidak, aku bisa salah paham dan mengira bahwa kau cemburu.
Kau tenang saja.
Hubunganku dan Liu Wei sudah lama berakhir.
Sekarang, kami hanya rekan kerja.
Hal-hal seperti sulit melupakan, aku tidak pandai melakukannya.
Tidak sepertimu.
Hal mengenai Yan, tanyakan saja apa pun yang ingin kau tanyakan.
Aku tidak tertarik.
Aku bisa menjalankan peran sebagai pengganti dengan baik.
Namun, tolong kau jangan lagi menaruh tuntutan tambahan kepadaku.
Kapan aku pernah bilang bahwa kau adalah pengganti?
Memangnya aku bukan?
Malam ini, aku bisa menginap di sini.
(Qu Hua) Aku ada operasi. Aku pulang lebih dulu.
Sudah lama tidak bertemu, Fang Muyang.
Kakak Ipar, ada keperluan apa kau datang ke Jiangcheng?
Untuk rapat atau melakukan operasi?
Aku datang untuk menemui kakakmu.
Kakakku datang ke Jiangcheng?
Dia sudah di sini selama setengah bulan, apakah kau tidak tahu?
Dia benar-benar...
Dia sudah dipindahkan ke Fakultas Matematika Universitas Jiangcheng.
Meskipun dia orang Jiangcheng,
sepertinya dia tidak mempunyai teman di sini.
Jika kau ada waktu, pergilah mengunjunginya.
Juga menemaninya makan dan jalan-jalan untuk menenangkan pikiran.
Tidak masalah.
Tidak perlu. Aku mendapat subsidi dari tempat pelatihan.
Ini bukan untukmu.
Gunakanlah untuk mengajak kakakmu makan.
Lalu, kenapa kau tidak langsung memberikan ini kepadanya?
Kakak Ipar,
apakah ada masalah antara kau dan kakakku?
Saat aku menikah dengan kakakmu dulu,
sebagian besar alasannya adalah karena aku mengagumi sikap rasionalnya.
Namun, setelah menikah, aku baru menyadari
bahwa terkadang terlalu rasional malah membuat...
Membuat sisi manusiawinya berkurang.
Tentang mutasi pekerjaannya,
aku adalah orang terakhir yang mengetahuinya.
Kadang kala, aku bertanya-tanya.
Aku ini sebagai suaminya dan keluarga kami ini,
sebenarnya berarti apa baginya?
Kakak Ipar, tenangkanlah pikiranmu.
Soal mutasi kerja kakakku,
aku pun orang terakhir yang mengetahuinya.
Kakakku sangat mirip dengan ibuku.
Dia sudah berprestasi sejak kecil, jadi merasa bangga diri.
Kejadian yang menimpa orang tuaku cukup menjadi pukulan besar baginya.
Mungkin kau berpikir kakakku menikahimu karena latar belakang keluargamu,
tapi sepengetahuanku tentang dia, bukan sepenuhnya karena itu.
Fang Muyang,
menurutmu, apakah awal yang salah
mungkin bisa membuahkan hasil yang benar?
Semua itu tergantung orangnya.
Baiklah. Aku akan mewakili kakakku menerima ini.
Kalau begitu, terima kasih.
Aku harus pergi dulu. Aku masih harus mengejar kereta.
- Baiklah. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Dua orang ini terlalu mirip.
(Rumah Sakit Rakyat Kota Jiangcheng)
Terima kasih, Dokter.
(Ruang Kantor Dokter)
Dokter Qu, Kepala Rumah Sakit mencarimu.
Dia memintamu segera ke sana sekarang.
Baik.
Kak Xia, apakah ada telepon untukku hari ini?
Tidak.
Halo, apakah ada surat untukku hari ini?
Tidak.
Dokter Qu, ada pasien yang kondisinya cukup kritis
dan perlu segera dilakukan operasi darurat.
- Mohon Anda segera ke sana. - Baik.
Apakah ada telepon yang mencariku?
Tidak.
Fei Ni.
Kak Liu.
Fei Ni, aku ingin memberitahumu sesuatu.
Di kota kita ini, akan diselenggarakan
lomba mading sistem industri tingkat kota.
Pabrik kita pun berpartisipasi.
Setiap bengkel dan setiap departemennya harus membuat mading sendiri.
Jika hasilnya bagus,
akan mewakili pabrik untuk mengikuti lomba tingkat kota.
Aku berencana menugaskan pembuatan mading Bengkel No. 1 kepadamu.
- Apakah kau bersedia? - Tentu saja.
Apakah ada persyaratan untuk mading kali ini?
Harus menampilkan sikap positif Pabrik Tekstil Jiangcheng No. 1
yang penuh semangat dan mentalitas pantang menyerah.
Jika hasilnya bagus, Bu Xu sudah bilang,
dia akan memberi uang subsidi sebesar lima yuan
untuk orang yang membuat mading itu.
Bagaimana? Apakah tugas ini bisa diselesaikan?
Aku menjamin tugas ini bisa diselesaikan.
Bagus.
Namun, ada satu hal yang ingin kuperingatkan.
Pengawas mading kali ini adalah Saudara Feng Lin dari kantor pabrik.
Kau harus berusaha mengikuti arahannya untuk menyelesaikan tugas ini.
Mengerti.
Baik.
Di bagian sebelah kiri,
tuliskan "Mempelajari Teori Diktator Proletariat".
Di bagian kanan, tuliskan "Bekerja Adalah Kemuliaan"
dan "Wanita Menopang Setengah Langit".
Bagian tengah ini,
disisakan untuk menaruh sebuah artikel.
Artikel apa?
"Pujian untuk Pahlawan".
(Api menempa hati yang membara, lagu juang menggema di sela lembah)
(Lelehan baja mencetak perisai bangsa, pintalan kapas merajut pilar kejayaan)
Siapa yang menulis ini?
Aku.
Saudara Feng Lin, mading Bengkel No. 1 kita ini,
bukankah setidaknya harus mencerminkan pencapaian produksi bengkel kita
dan kehidupan para pekerja garis depan?
Ini...
Bukankah tidak begitu cocok jika menempatkan ini di sini?
Cocok atau tidak, keputusan tetap ada di tanganku.
Artikelku ini ditulis khusus untuk acara seleksi besar.
Bu Xu juga berkata bahwa ini bagus.
Apa hakmu untuk berkata bahwa ini tidak cocok?
Tulis saja sesuai ini.
("Pujian untuk Pahlawan")
Fei Ni,
apakah kau bisa melihat bintang?
Bintang?
Bukankah itu ada di sana?
Kalau begitu, bisakah kau melihat rasi Beruang Kecil?
Kau jangan terburu-buru.
Makin lama dilihat, bintangnya akan terlihat makin banyak.
Lihatlah, beberapa bintang ini tersambung menjadi satu
dan membentuk seekor beruang kecil.
Keempat bintang ini adalah tubuhnya.
Yang ini adalah cakar depannya dan yang itu cakar belakangnya.
Bintang Utara adalah salah satu kakinya.
Jika kita terus mengikuti Bintang Utara,
apakah kita bisa berjalan sampai ke daerah utara?
Fang Muyang.
Aku tadi...
Aku tidak bermaksud...
Aku mempunyai sebuah ide yang sangat berani.
Apa yang ingin kau lakukan?
Kau mau membongkar Pabrik Tekstil Jiangcheng No. 1?
Tidak seberani itu.
Saat ini, kita sedang membuat mading, 'kan?
Bengkel kami bekerja sama dengan Feng Lin untuk membuatnya.
Dia ingin menyalin artikelnya ke sana.
Untuk sementara, aku tidak membahas dulu soal siapa yang menulisnya lebih bagus.
Aku hanya merasa bahwa artikelnya itu hasil menyalin dari sana sini.
Jadi, aku berpikir untuk mencoba memasukkan artikelku.
Aku tidak bilang artikelku lebih baik darinya.
Hanya saja, yang kutulis adalah tentang rekan kerja bengkel yang saling membantu
untuk meningkatkan produksi.
Selain itu, sangat sesuai dengan tema kompetisi kali ini.
Bagaimana menurutmu?
Hal yang berisiko seperti ini
harus dilakukan saat malam gelap gulita.
Ayo, pergi.
Pelan-pelan.
Fei Ni, apakah kau tahu biasanya para pekerja wanita di pabrik tekstil
melakukan gerakan apa saja saat bekerja?
Mengoperkan teropong, menarik kencang,
- menaikkan benang. - Jangan bergerak.
Gerakan yang ini.
Sedikit lebih tinggi lagi.
Jangan bergerak.
Geli.
Tahan sebentar lagi.
♪Waktu diam-diam mengalir♪
♪Naik turun debar hati itu♪
♪Di mataku selalu ada cahaya neon♪
♪Menjadikan mimpi sebagai jalan♪
♪Berapa banyak hari yang kita lewati bersama♪
♪Terukir di dalam ingatan terdalam♪
♪Aku ingin semua itu dicatat oleh pena♪
♪Perhatianmu dan cintaku♪
♪Duniaku karena ada kau♪
♪Hari-hari yang biasa♪
♪Terlihat begitu cerah♪
♪Penuh dan berharga♪
♪Aku ingin sekali menjadi kunang-kunang di langit malam untukmu♪
♪Menunjukkan arah yang jelas di kejauhan♪
♪Untuk melihat luasnya dunia♪
♪Betapa beruntungnya kita saling memilih♪
♪Hati dengan hati saling berkilau♪
♪Biarkan aku menjadi kembang api dalam keabadian♪
♪Membawa panas yang tidak berakhir♪
♪Diceritakan sepanjang hidup♪
♪Bintang-bintang bersandar pada senja, kau bersandar padaku♪
♪Sisa hidup nanti, tidak perlu bertanya waktu akan bagaimana♪
Lanjutkan menulis.
♪Aku akan menemanimu berjalan♪
♪Aku ingin sekali menjadi kunang-kunang di langit malam untukmu♪
♪Menunjukkan arah yang jelas di kejauhan♪
♪Untuk melihat luasnya dunia♪
♪Betapa beruntungnya kita saling memilih♪
♪Hati dengan hati saling berkilau♪
♪Biarkan aku menjadi kembang api dalam keabadian♪
♪Membawa panas yang tidak berakhir♪
♪Diceritakan sepanjang hidup♪
♪Bintang-bintang bersandar pada senja, kau bersandar padaku♪
♪Sisa hidup nanti, tidak perlu bertanya waktu akan bagaimana♪
Saudara Fang Muyang, kau sudah bekerja keras.
Sudah lapar, 'kan?
Dapat dari mana?
Aku sengaja membawanya sebelum pergi tadi.
Silakan Saudara Fei Ni periksa.
(Teknik Baru Tekstil)
(Ditenun ahli menjadi kain katun kepar, kualitas pabrik kami diakui luas)
(Aktif bertanggung jawab, berjuang menciptakan keajaiban)
Bannya sudah kupompa.
Ayo, kita berangkat.
Aku menunggumu di bawah, ya.
(Pabrik Tekstil Katun No. 1 Kota Jiangcheng)
- Lihatlah. - Papan mading ini bagus sekali.
- Bagus sekali. - Kak Liu.
Fei Ni, kapan kau menulis ini?
Aku takut menghambat pekerjaan,
jadi tadi malam aku bergadang untuk menulisnya.
Bagaimana? Apakah cukup bagus?
Sangat bagus. Tulisan ini indah sekali.
Begitu pula dengan gambar ini, tampak begitu nyata.
Juga kalimat ini.
Ditenun ahli menjadi kain katun kepar, kualitas pabrik kami diakui luas.
Ini menulis tentang produk Bengkel No. 1 kita.
Benar sekali. Kain katun kepar kita sangat populer.
Bengkel kita juga bekerja lembur
dan saling bahu-membahu dalam mengatasi segala rintangan
hingga akhirnya berhasil menyelesaikan tugas yang begitu berat ini.
Jadi, menurutku, ini sangat layak dicatat di mading.
Ini memang merupakan kisah kemajuan kita.
Mading ini dikerjakan dengan cepat dan bagus.
Fei Ni.
Tulisannya bagus sekali.
Apa yang terjadi dengan mading ini?
Saudara Feng Lin, ada apa?
Siapa yang mengubahnya?
Mana "Pujian untuk Pahlawan" yang aku suruh kau tulis?
Saudara Feng Lin, begini,
menurutku, "Pujian untuk Pahlawan" yang kau tulis itu sangat bagus.
Namun, agak kurang merakyat.
Berhubung pabrik kita meminta setiap bengkel membuat mading,
aku ingin memuji setiap orang biasa yang ada di bengkel kita.
Kau ini hanya bersilat lidah saja.
Kenapa "Pujian untuk Pahlawan" buatanku dibilang kurang merakyat?
Ini namanya pembalasan pribadi. Tidak patuh kepada pengelola.
Saudara Feng Lin,
tuduhan seperti ini jangan sembarangan dilemparkan kepadaku.
Aku tidak sanggup menanggungnya.
Aku hanya melakukannya sesuai permintaanmu.
Jangan berbicara omong kosong denganku. Jawab pertanyaanku, kau mau ubah, tidak?
Tidak bisa diubah.
Ini mading bengkel kami.
Aku harus menjamin rekan-rekan di bengkel kami bisa memahaminya.
- Benar. - Benar.
Kami semua merasa ini sudah bagus.
Mading ini memang seharusnya ditulis tentang urusan bengkel kita.
Benar, kami tidak merasa ada yang salah.
Baik!
Aku tidak bisa mengaturmu, tapi ada orang yang bisa.
Kemungkinan besar...
Dia pergi menemui Bu Xu untuk mengadu hal buruk tentangmu.
Biarkan saja.
Aku malah takut jika dia tidak mengadu.
Saudara Fei Ni.
Bu, Fei Ni ini benar-benar sudah tidak bisa diatur.
Disuruh mempromosikan Pemikiran Mao Zedong, dia tidak mau.
Disuruh memuji kolektivisme, dia juga tidak melakukannya.
Dia malah bersikeras terang-terangan mempromosikan individualisme di mading.
Bengkel No. 1 benar-benar tidak terkendali.
Fei Ni,
aku dengar kau gencar mempromosikan individualisme di mading.
Siapa yang bilang?
Aku. Di mading, kau justru mempromosikan individualisme
dan tidak memuji semangat kolektivisme.
Apa salahnya aku mempromosikan Bu Xu?
Di bawah kepemimpinan Kepala Administrasi Pabrik,
Xu Hongqi, yang teguh di jalan kemajuan,
pekerja Bengkel No. 1 mengatasi segala rintangan
untuk menyelesaikan tugas produksi kain katun kepar.
Saudara Feng Lin, apakah maksudmu aku mempromosikan Bu Xu
sama saja dengan mempromosikan individualisme?
Menurutku, Bu Xu mewakili
seluruh keluarga besar Pabrik Tekstil Jiangcheng kita.
Bu Xu, aku tidak bermaksud begitu.
Tadi, di mading jelas-jelas tidak menyebutkan Bu Xu.
Bagaimana mungkin?
Tahun lalu, target produksi kain katun kepar ditetapkan oleh Bu Xu.
Tidak ada yang boleh menghapus jasa Bu Xu.
- Bukan, Bu Xu... - Sudahlah.
Kegiatan seleksi besar-besaran ini
bertujuan untuk menunjukkan wajah baru para pekerja sosialis
dan menyemangati semuanya untuk terus berjuang membangun sosialisme.
Jika berbicara soal pujian,
seharusnya kita memuji setiap pekerja yang sudah berkontribusi.
Lihatlah, dua paragraf terakhir ini ditulis dengan sangat baik.
Begitu pula ilustrasi ini, sangat hidup dan menarik.
Kau masih sangat muda. Jangan sampai terbiasa menjilat.
Aku mengerti, Bu Xu.
Ubah semua bagian yang ada namaku.
Nanti, aku akan meminta para pekerja dari setiap bengkel
untuk datang ke sini dan mempelajarinya.
Baik, aku akan segera mengubahnya.
Jangan langsung sembarangan memberi tuduhan besar kepada saudara lain.
Ini sangat merusak kekompakan.
Maaf, Bu Xu.
Perbaikilah.
(Penerbit Rakyat Jiangcheng, Kantor Berita Harian Jiangcheng)
Guru Yuan,
(Yuan Jiashang) anak ini sangat berbakat dalam melukis.
Paman, kau mencariku?
Muyang, biar kuperkenalkan,
ini adalah guru yang sangat terkenal, Yuan Jiashang.
Dia sangat berpengaruh di dunia seni Jiangcheng.
Halo, Guru Yuan.
Halo, Muyang.
Ini adalah Fang Muyang yang kuceritakan kepadamu.
Muyang, aku sudah melihat lukisanmu. Sangat bagus.
Guru Yuan,
aku juga sudah melihat lukisanmu. Lukisanmu juga sangat bagus.
Kalau begitu, bisakah kau melukis satu karya lagi di hadapanku?
- Temanya bebas kau pilih sendiri. -Tidak masalah.
Namun, jika hasil lukisanku bagus, bisakah kau mengajakku makan?
Dasar anak ini.
Apakah kelas pelatihan kami membuatmu kelaparan?
Jika kau melukis dengan bagus, tentu saja tidak masalah.
Kau mau makan apa?
Muyang,
aku dengar kelas pelatihan di kantor surat kabar kalian akan segera berakhir.
Apakah kau sudah memikirkan ingin melakukan apa setelah ini?
Belum.
Bantulah aku menggambar komik berseri. Apakah kau tertarik?
Aku?
Dalam hal menggambar komik berseri, aku bisa dibilang cukup terkenal.
Namun, jumlah pesanan yang memintaku menggambar sangat banyak.
Waktu dan tenagaku terbatas. Aku tidak bisa menggambar semuanya sendiri.
Itu sebabnya, aku ingin meminta bantuanmu untuk membuat sketsa awal.
Tanpa tercantum namamu.
Namun, aku akan memberimu kompensasi. Bagaimana menurutmu?
Boleh.
Guru Yuan, aku mempunyai satu permintaan lagi.
Katakan saja.
Bolehkah aku memesan satu porsi lagi untuk dibawa pulang?
♪Setelah tertawa, aku teringat padamu♪
♪Setelah badai, aku memikirkan dirimu♪
♪Di halaman kecil, ada kau yang sedang menari♪
♪Dirimu yang tersenyum dengan polos dan serius itu♪
♪Di hari musim semi, aku akan bersamamu♪
♪Di hari musim panas, aku akan melindungimu♪
♪Dalam cahaya fajar, kaulah milikku♪
♪Hingga ke ujung dunia, aku akan tetap memelukmu erat♪
♪Ada suatu tempat yang kecil♪
♪Mereka memiliki impian yang besar♪
♪Setiap wajah yang manis♪
♪Bersinar terang di relung hati♪
♪Menerobos maju, tapi tetap mempertahankan arah♪
♪Tersandung dan terjatuh, tapi tetap teguh♪
♪Dirimu yang kucintai melangkah menuju kejauhan♪
♪Bawalah impian kita terbang tinggi♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.