Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
MILISIFILEM COLLECTIVE
Terjemahan: WAHYU BUDIMAN DASTA HAFIZ RANCAJALE
ESTHAPPAN Dipersembahkan oleh RAVI
Sutradara: GOVINDAN ARAVINDAN
Penulis Cerita: KAVALAM NARAYANA PANICKER, GOVINDAN ARAVINDAN, ISAAC THOMOS.
Penata Kamera: SHAJI N. KARUN
Penata Suara: DEVADAS
Penyunting Gambar: GOVINDAN ARAVINDAN, RAMESHAN.
Penata Musik: GOVINDAN ARAVINDAN, JANARDANAN.
Pemandangan yang luar biasa!
Seperti Matahari terbit di barat.
Di dalamnya ada wujud manusia.
Menghilang meninggalkan cahaya...
...yang mulai mengapung di laut.
Itu cuma imajinasimu saja.
Itu pasti ulah Esthappan.
Bukannya pergi melaut...
...dia malah berkeliaran...
...seperti orang gila, menggambar,
...dan menyanyikan lagu.
Bang Esthappan sedang menggambar. Ayo lihat.
- Sepertinya seekor merpati. - Tidak, itu malaikat.
Gambarnya lebih bagus dari terakhir.
Bang Esthappan! Apa kamu mau lulus atau gagal dalam ujian?
Ah! Kalian di sini?!
Ayo duduk semua.
Kami akan lulus atau gagal?
"Barangsiapa yang tak mengetahui tiga hal, ia tak akan beruban meskipun sudah tua."
"Barangsiapa yang tak mengetahui dua hal, tak punya malam dan siang."
"Barangsiapa yang tak mengenal yang satu, maka ia tak ada gunanya."
"Barangsiapa yang tak punya apa-apa, tidak ada akhir dan awal..."
"...baik kemenangan maupun kekalahan."
Lama-lama, ini tak baik untuknya.
Ini bukan apa-apa.
Kalian tahu apa yang terjadi di gereja?
Tidak.
Itu menyenangkan, kan?
Atas nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.
Saudara dan saudari terkasih.
Tuhan Yesus Terkasih,
...hidup di bumi ini...
...sebagai seorang pekerja.
Seperti yang kita ketahui,
...dalam Kitab Perjanjian Lama mengatakan...
"Kamu akan makan rotimu dengan keringat di kening."
Tuhan ingin kita hidup di dunia ini...
...dengan berusaha dan kerja keras kita.
Itulah hakekatnya kita.
Tuhan Kristus di masa mudanya...
...adalah seorang tukang kayu.
Ketika dewasa...
...dia mulai memancing mencari ikan,
...dan bekerja di ladang.
Suatu ketika para rasul pergi memancing sepanjang malam,
...tetapi mereka tak mendapat apa-apa.
Kristus muncul di sana dan berkata...
"lemparkan jaringmu ke sini!"
Mereka pun melakukannya.
Dan mendapatkan hasil tangkapan ikan yang melimpah.
Lalu mereka menjual ikan-ikan itu...
...dan mendapatkan banyak uang dan makanan.
Atas kehendak Tuhan...
...kita semua harus menjalankan hidup...
...dengan kita bekerja.
Hanya hidup semacam itulah yang memberikan kebahagiaan.
Hidup semacam itulah yang disebut indah.
Setiap jenis pekerjaan adalah mulia.
Ikutilah jalan Kristus,
...bekerjalah dengan tulus dan penuh kejujuran.
Lakukanlah dengan sepenuh hati.
Bagi kita di sini...
...menjadi nelayan adalah anugerah kebahagiaan.
Bekerjalah dengan kesadaran ini...
...dan Tuhan pasti akan memberkati kalian dengan kemakmuran.
Jadi saya meminta dan menganjurkan Anda semua untuk...
...lakukanlah pekerjaan kalian dalam kesempurnaan.
Saya berharap Anda semua dapat rahmat dari Tuhan.
Dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin.
Andreos bilang kamu tak melaut lagi.
Apa benar itu?
Bukankah kamu seharusnya...
...juga punya rumah,
...istri, dan jaring?
Tidak, Romo.
Izinkanlah saya menggunakan dupa pemberkatan setiap saat.
"Sehari, dua dan tiga hari. Mengangkat dan benamkan demi kesia-siaan?"
"Apa mungkin batu meleleh jadi air?"
"Atau air berubah menjadi batu?"
"Kalian buang kotoran ke perairan, seakan-akan ini daratan."
"Itu bukan salah kalian."
"Dan jika itu kesalahan, bisakah kalian tanyakan;..."
"Siapakah yang dipersalahkan di Bumi ini?"
"Lihatlah di sekitar ini, siapakah yang dipersalahkan?"
Ada pengacau, nih. Ayo pergi.
Tadi, Tuan Besar dipermalukan! Itu baru tontonan yang perlu dilihat.
Karena tak ada yang bertindak dengan pria itu. Dasar maling.
Seharusnya kita habisi dia waktu ia mencuri pisang-pisang itu.
"Kudus...!"
"Kudus."
"Kuduslah Tuhan Allah semesta alam:..."
"Langit dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu."
"Hosana di tempat yang tertinggi."
"Berbahagialah orang yang datang dalam nama Tuhan."
"Hosana..."
Romo...
Romo...
Romo...!
- Segala puji bagi Yesus Kristus. - Selama-lamanya.
Ada apa malam-malam begini?
Romo, dia mencuri pisang dari kebun milik Tuan Besar.
Ayo mendekat ke Romo!
Menipu orang-orang dengan tipu muslihatnya.
Esthappan, apa benar yang mereka katakan?
Tolong! Tolonglah saya!
Mereka akan membunuh saya!
Sudah dua hari, keluarga saya belum makan apa pun.
Tolong selamatkan saya.
Biar kubawa pisangnya.
Ah..., jadi ternyata kau!
Jadi kau sudah mulai mencuri pula?!
Kita bawa dia kepada Romo Pendeta saja! Ayo jalan!
Ayo ke sini kau!
Jangan percaya padanya, Romo!
Tampangnya saja tampang pencuri.
Biarlah kita selesaikan ini dalam kedamaian.
Saya akan kembalikan dia ke jalan yang lurus.
Biar saya bicara dengannya.
Kalian boleh pulang.
Kami melepaskan kau karena Romo.
Suatu hari nanti kau akan dapat ganjaran.
Ayo kita bubar!
Manusia seperti pendeta lah yang memanjakan orang-orang seperti itu.
Esthappan...
Ayo, masuklah.
Pencuri-pencuri ini menyebalkan.
Aku belum tidur sekejap pun sepanjang malam.
Itu benar.
Anjing terus menggonggong sepanjang malam.
Dalam beberapa hari nanti...
...aku akan tangkap mereka.
Pak, saya dengar Esthappan juga mulai mencuri.
Esthappan tak seperti itu.
Berdosa mengatakan kebohongan seperti itu.
Sopir Tuan Lopaz yang bilang begitu.
Aku tidak tahu.
Dia orang yang aneh.
Suatu malam...
...aku sedang mengintai penyelundup.
Malam bermandikan cahaya bulan seperti susu.
"Satu demi satu..."
"Seterusnya dan seterusnya..."
"Kemudian dan seterusnya..."
"Mereka yang berpikir bahwa dapat memperhitungkan..."
"...akan kehilangan semua perhitungannya."
"Dan takkan ingin memperhitungkannya lagi."
"Satu demi satu..."
"Seterusnya dan seterusnya..."
"Kemudian dan seterusnya..."
"Mereka yang berpikir bahwa dapat memperhitungkan..."
"...akan kehilangan semua perhitungannya."
"Dan takkan ingin memperhitungkannya lagi."
"Satu demi satu..."
"Seterusnya dan seterusnya..."
"Kemudian dan seterusnya..."
Siapa kau, bajingan?
Siap Pak! Maafkan saya!
Jadi...
Dia membuat Anda ketakutan?!
Bahkan ayahnya pun tak bisa membuatku takut.
Itu hanya karena...
...aku melihat wajah Pak Kapolsek yang baru.
Anda beruntung dengan menghindar...
...lebih baik jangan bikin masalah dengan Esthappan.
Pengalaman saya dan Alban...
Pada satu malam...
...saya dan Alban jalan melewati banteng.
Waktu itu kami juga sedikit mabuk.
Kami menunggu... dan menunggu sampai fajar menyingsing.
Kemudian, kami mendengar gumaman keras dari laut.
Kami pun berlari ke arah bunyi itu.
Cahaya itu...
...masih menghantui mata saya.
Matahari sudah menyingsing.
Ayo bangun.
Sekarang, pergilah.
Aku mau pergi.
Nanti aku temui kau lagi.
Hei, bangun.
Hei, dua minuman!
Ada ikan? Bawakanlah sedikit.
Perempuan itu sepertinya...
...sudah kehilangan selera lamanya padaku.
Esthappan bajingan itu, selalu berkunjung ke sana.
Tolong jangan bilang begitu.
Esthappan adalah manusia yang diberkati Tuhan.
Omong kosong.
Jangan terlalu keras pada dia.
Esthappan datang ke rumah Anna hanya untuk menyelamatkan anaknya.
Omong kosong.
Tadinya, mereka sudah bersiap 'mengubur' anak perempuan itu.
Sekarang sudah terlambat.
Semua ada di tangan Tuhan sekarang.
Anakku...
Biarkan aku mencoba.
Omong kosong!
Rumor itu disebarkan oleh orang-orangnya.
Tidak, aku dengar sendiri.
Kau cuma dengar!
Aku melihatnya dengan mataku sendiri!
Seperti biasa, saat hari sudah gelap...
...dia pasti ke sana.
Anakmu sakit, ya?
Siapa di situ?
Ini aku.
Aku? Siapa?
Oh, itu kau?!
Kau tahu si bocah ini sakit?
Jadi, kau datang mau merawatnya?
Orang seperti dia...
...harus dihabisi.
Tolong...! Tolong...! Tolong!
Tadi malam dia minta izin padaku tidur di beranda.
Aku bilang tidak boleh. Pagi ini, ketika aku datang membuka toko...
...lehernya sudah tergantung di sana.
Sekarang aku harus lapor ke Polisi. Berikan bukti. Bikin masalah saja!
Aku sudah memintanya tak tidur di situ.
Tapi dia tak mendengarkan.
Ayo ke sana!
Esthappan!
Pelan-pelan!
Awas kepalanya!
Taruh di bawah!
Kasus percobaan bunuh diri.
Pasal 309 KUHP.
Ya, Tuhan... Dia bangun...!
Kalian benar-benar mengganggu!
Bahkan tidur pun aku tak dibiarkan!
Orang gila itu sakit.
Sekarang biarkan Polisi yang membuktikan dan sebagainya.
Dia tak mati meskipun digantung sepanjang hari.
Dia diberkati Tuhan.
Omong kosong!
Mau cabe berapa?
Seperempat kilo.
Kalau mengejek Esthappan...
...berhati-hatilah.
Suatu hari, anakku membawa pulang buah yang bisa dimakan.
Dari mana kamu dapat buah itu?
Bang Esthappan yang kasih.
Esthappan?
Jangan bohong pada Ibu!
Kamu mulai mencuri juga?
Aku tidak mencuri, Bu!
Buah ini jatuh dari langit seperti buah dari sorga.
Semua buah-buah ini.
Lihat nanti, tunggu sampai Ayahmu pulang.
Aku tidak mencuri, Bu!
Ibu bisa tanya Harris atau Lawrence!
Kami main bersama dekat gereja.
Hei...! Kawan-kawan ke sini...!
Lihat gambar Yesus itu!
Ayo ke sini lihat!
Gambarnya bagus!
Sekarang, dia bermimpi setelah melukisnya.
Sekarang, dia bengong melihat lukisannya.
Lihat, Bang Esthappan bengong!
Tangkap dia, Bang Esthappan!
Buah apa itu?!
Bisa dimakan?!
Hei... ayo ambil buahnya!
Ini banyak!
Aku dapat!
Aku yang dapat duluan!
Banyak sekali! Seperti turun dari surga!
Cukup!
Cukup, Anak-anak!
Kau memang bodoh mau percayai cerita anak-anak.
Lagipula, kau tak melihatnya sendiri.
Meski begitu, aku mempercayainya.
Apalagi putra Tuan Besar dan istrinya...
...mengajak Esthappan ke rumahnya dengan rasa hormat.
Itu seperti sebuah pesta besar.
Ayah...!
Sonia hampir tenggelam dekat area proyek Ayah.
Pria ini yang menyelamatkannya.
Mari... Ayo kita masuk ke dalam.
Ayolah...
Ayah... Anda tak ingin ikut masuk?
Aku mohon.
Mari...
Ayo ikutlah.
Ayo silakan.
Bibi...
Bibi...!
Lewat sini.
Silakan duduk.
Duduklah.
Duduklah.
Silakan duduk.
Silakan duduk.
Bibi...!
Ah...! Bukankah itu Esthappan?!
- Bibi... - Ada apa, Nak?
Esthappan sang penyelamat.
Ya, Tuhan.
Estheppan, apa kabar?
Oh... tunggu sebentar.
Ayo, biar saya foto kalian.
Anda suka minum apa? Wiski, brendi?
Baiklah. Kita coba apa saja.
Cheers!
Cheers!
Ayo, minumlah.
Romo...
Ya.
Esthappan kita sepertinya tersesat.
Ada apa?
Romo terlalu pemaaf.
Memangnya kenapa?
Tadi malam, saat kembali setelah penutupan gereja,
Saya melihat Esthappan.
Esthappan?
Dia berkeliaran di dekat kuburan.
Dua botol kecil.
Dan satu botol soda.
Ya, sekalian.
Hari ini, Pailichettan datang lebih awal!
- Mau makan? - Tidak.
Suatu hari nanti aku akan beri pelajaran pada Esthappan.
Kau belum cukup umur melakukan hal itu.
Tadi malam...
...dia berkeliaran di dekat kuburan.
Mengendap-endap.
Tolong! Tolong!
Seseorang tolong bantu!
Tolong!
Tolong!
Aku mohon, tolong.
Tolong!
Aku mohon, tolong.
Tolong!
Seseorang tolong bantu!
Tolong!
Aku mohon, tolong.
Kau tunggu apalagi? Keluarkan semuanya!
Semoga kau disambar petir!
Dasar iblis!
Yang itu juga sekalian!
Memangnya kau untung apa, bikin kami jadi gelandangan?
Ayo cepat!
Apa siang hari akan hentikan ketidakadilan ini?!
Ayo keluarkan semua segera!
Yang itu juga!
Apa masih ada yang tersisa?
Periksa lagi.
Ayo periksa di dalam situ.
Keluarkan semua!
Ya, yang itu.
Jangan sisakan apa-apa!
Semuanya keluarkan!
Ya.
Lagi...
Ini aku datang.
Sungguh kejam apa yang telah dilakukan Tuan Besar.
Di satu sisi, perempuan itu pantas mendapatkannya.
Terkadang Tuan Besar memang sangat keras.
Sudah begitu orangnya.
Kamu suka ikan, Manis?
Anda tak akan percaya, Nyonya.
Setelah beberapa lama, Esthappan pun datang membawa tas.
"Kamu juga bisa berbagi beban yang kupikul."
"Semoga pembagian yang berkeadilan sampai ke rumah kalian juga."
"Semoga asinnya garam rasanya sama bagi semua."
Segala puji bagi Yesus Kristus.
Selama-lamanya!
Ada berita apa?
Esthappan hilang.
Kami sudah mencari ke mana-mana.
Tenanglah.
Dia akan kembali.
Ini tempatnya, Tuan Muda. Kita telah mencapai tanjung.
Di sinilah tempat Esthappan datang.
Esthappan?
Saat cuaca badai dan gelap,
...Esthappan datang ke sini.
Nelayan akan menyeberangi tanjung...
...jika hanya Esthappan yang mengizinkannya.
Suatu malam...
...ketika laut sedang ganas-ganasnya.
Jangan berlayar lebih jauh!
Tidak lebih jauh lagi!
Jangan...!
Jangan berlayar lebih jauh!
Tidak lebih jauh lagi!
Jangan...!
Oi...! Gelombang sedang marah!
Gelombang buta!
Buta...!
Jangan berlayar lebih jauh!
Tidak lebih jauh lagi!
Jangan...!
Ada sesosok di sana.
Apa yang dia teriakkan?!
Itu pasti hantu Esthappan.
Ayo, kita kembali.
- Kami tak akan kembali. - Ayolah!
Tidak!
Jangan!
Jangan!
Tidak lebih jauh lagi!
Jangan...!
Ayo lanjutkan!
Jangan...!
Tidak lebih jauh lagi!
Jangan...!
Jangan berlayar lebih jauh!
Jangan...!
Tidak lebih jauh lagi!
Jangan...!
Jangan!
Apakah kalian bersayap?
Kalian tak bisa melawan.
Jangan!
Tidak lebih jauh lagi!
Jangan...!
Jangan berlayar lebih jauh!
Jangan!
Jangan berlayar lebih jauh!
Tidak lebih jauh lagi!
Jangan!
Jangan berlayar lebih jauh!
Jangan!
Kalian tak bisa melawan ombak yang marah!
Jangan!
Peringatan Esthappan...
...tak diindahkan para nelayan...
...dan mereka semua tak pernah kembali.
Ayo kita kembali, Sayang.
Tak apa-apa.
Ada orang-orang yang telah melihat Esthappan...
...di tempat yang berbeda pada waktu yang sama.
Berjalan kesana kemari.
"Melalui Dia, bersama Dia, di dalam Dia."
"Dalam kesatuan Roh Kudus, Segala pujian dan kemuliaan bagi-Mu."
"Bapa Yang Maha Kuasa. Selama-lamanya. Amin."
Mari kita berdoa pada Tuhan Bapa.
ESTHAPPAN
TAMAT
FORUM LENTENG Maret 2024
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.