Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sultanganteng.com Agen Judi Online Terpercaya
Bonus New Member 50% Bonus Deposit Harian 5%
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Ketika itu terjadi, itu terjadi sangat cepat.
Keluargaku sudah tiada, aku juga sudah tiada.
Itu sangat sulit saat kau mati begitu cepat.
Itu membuatmu tersesat untuk waktu yang lama.
Ibu!
Ibu! Bangun!
Ibu, aku mohon! Bangun, bangun...
Tolong!
Aku mohon! Ibu, kumohon, kumohon.
Ibu, aku mohon!
Berhenti, berhenti, berhenti.
Tak apa, aku tak apa.
Kunci-kuncimu masih ada.
Aku akan ambilkan pakaian.
Kita harus pergi.
Ibu. Dia mungkin kembali.
Mungkin kita sebaiknya memanggil polisi.
Itu yang kau inginkan?
Kau tahu, Ibu hanya ingin beri dia kesempatan.
Kita seharusnya pergi saat masih bisa.
Maafkan Ibu.
Kau tahu, ibu rasa ibu tak bisa menyetir.
Aku bisa.
Ingat yang Ibu ajarkan padamu?
Spion.
Injak koplingnya.
Pelan-pelan.
Lihat belakang lewat bahumu.
Anak pintar.
Ada apa?
Tak apa. Aku tidak akan lama.
Hei, jangan tertidur.
Ada apa? Ibu?/ Ibu pikir ada seseorang di sana.
Siapa?
Tidak!
Maafkan aku./ Untuk apa?
Aku menabrak.
Kau harus berhenti.
Kau tak punya pilihan.
Aku tak tahu apa yang akan kita lakukan.
Entahlah.
Kita tak bisa tetap di sini.
Oke.
Halo? Apa ada orang di sini?
Halo?
Kau seperti Goldilocks.
Keheningan Adalah Bagian Dari Surga Di Bumi Ini
Ibu?
Ibu?
Disana kau rupanya.
Aku terbangun dan Ibu tidak disana.
Ibu muntah.
Kau tidur berjam-jam.
Kau pasti sangat kelelahan.
Aku tak apa.
Ibu juga tidur pulas. Sangat pulas.
Seperti saat masih di rumah nenek.
Kamar di rumah lantai atas.
Kita pernah tinggal di sana saat kau masih bayi.
Kau mungkin tidak ingat.
Aku ingat.
Benarkah?
Burung camar sering mengetuk jendela saat pagi.
Ya, aku ingat.
Kau mungkin hanya ingat dari yang Ibu ceritakan.
Tidak, aku ingat.
Tentu saja.
Ada apa?/ Bukan apa-apa.
Ibu merasa aneh.
Tidak biasanya merasa seperti ini.
Apa Ibu kesakitan?/ Tidak, Ibu tak apa.
Sungguh, itu hanya...
Itu hanya syok, apa yang terjadi dengan saudaramu.
Ibu hanya merasa sangat lelah.
Ibu hanya butuh istirahat.
Aku akan gantungkan pakaian untukmu, oke?
Oke.
Ibu tak suka pakaian kusut.
Aku tahu.
Jalang
Apa yang Ibu pikirkan?
Ibu berpikir tentang saat dia masih bayi.
Suatu malam dia menangis,
Itu menggendongnya dan membawanya kedepan cermin,
Ibu bilang padanya dia jelek, dan ibu berharap dia tak pernah lahir.
Tentu saja dia tak mengerti. Dia masih bayi.
Ibu masih muda dan bodoh.
Tapi terkadang Ibu bertanya-tanya jika dia mengerti,
Dan itu sebabnya dia membenci Ibu.
Kakakmu./ Aku tahu siapa yang ibu maksud.
Kenapa ibu selalu mengatakan "kakakmu"...
...seolah dia milikku dan bukan milikmu?
Maafkan Ibu.
Dia anakmu, dan dia melakukan ini kepadamu.
Dia tak ada urusannya denganku.
Ibu mengacaukan semuanya, bukan?
Ibu tidak mengacau denganku.
Itu benar.
Kau benar.
Ibu tidak mengacau denganmu.
Mungkin kau sebaiknya hubungi Ayahmu.
Kenapa?
Kenapa airnya tidak mengalir?
Hanya untuk berjaga-jaga.
Kita tak butuh dia. Ibu bilang semua akan baik saja.
Dan itu benar.
Tapi untuk jaga-jaga. Kau punya nomornya, 'kan?
Ya, aku punya.
Kau tahu, itu lucu...
Karena ibu begitu khawatir dengan apa yang akan dia lakukan, dan...
...itu berakhir.
Kita berhasil menjauh.
Kau tahu ke mana Ibu selalu ingin pergi?
Salah satu pulau yang berada jauh di utara.
Tempat yang harus kau capai dengan perahu.
Dan Ibu bisa berhenti mengendarai taksiku.
Ibu bisa membuat taman pulau liar...
Dengan bunga eryngium dan dogwood.
Ibu suka itu.
Bagaimana denganku? Apa yang aku lakukan?
Kau akan berenang.
Dari pulau ke pulau, seharian. Kau akan berenang.
Kau akan menjadi juara perenang pulau.
Gadis juaraku.
Hei.
Hei!
Apa yang Ibu lakukan?
Apa maksudmu, apa yang aku lakukan?
Apa yang kau lakukan?
Tidak ada, aku hanya berpikir untuk berenang di danau.
Seperti itu?
Aku membawa pakaian renang.
Kenapa kau di dinding?
Aku hanya berlatih.
Berlatih apa?
Sesuatu yang aku lakukan.
Apa kaitannya denganmu?
Aku pikir kau akan lompat.
Aku memang melompat./ Maksudku, terjun.
Mengapa aku melakukan itu?
Entahlah.
Kau tinggal di sekitar sini?
Ya. Ini bagus untukku.
Apa kau sedang liburan?
Tidak, aku tidak sedang liburan.
Kau?
Aku di sini bersama Ibuku.
Dia tidak sehat, jadi kami berhenti di sini sebentar.
Kau akan mati jika berenang di sana.
Jangan lakukan itu.
Aku perenang handal.
Berenang di danau nuklir, itu sangat tidak cerdas.
Apa maksudmu, nuklir?/ Dari pembangkit listrik.
Mereka menutupnya.
Tapi masih dipenuhi limbah beracun.
Danaunya juga.
Baiklah.
Jika kau ingin berenang, ada tempat yang lebih baik daripada ini.
Aku bisa tunjukkan padamu.
Ya?
Ini luar biasa!
Aku tak bisa merasakan kakiku lagi.
Tapi ini luar biasa!
Kau tak apa?
Kau takkan mengalami syok, 'kan?
Tidak, aku tak apa.
Merinding.
Pastikan kau tetap di sisimu.
Aku selalu begitu.
Kecuali saat kau menendang Ibu.
Setidaknya aku tidak mengigau saat malam seperti orang gila.
Aku tidak melakukan itu lagi.
Ya?
Kau masih melakukan itu.
Terakhir saat kita di karavan.
Apa yang aku katakan?
Apa?
Kau bilang...
"Jangan mengompol, Florence!"
Kenapa aku memanggil ibu Florence?
Kenapa kau berpikir Ibu akan mengompol?
Mungkin aku memiliki firasat.
Mungkin kau yang akan mengompol.
Tidak.
Itu jelas ibu.
Ibu?
Hati-hati saat kau melompat turun.
Kau berharap itu lembut, tapi tanahnya terasa sangat keras.
Aku pernah ikut gimnastik saat masih kecil,
Tapi aku tidak pandai melakukan itu.
Aku tak bisa berdiri dengan satu kaki.
Aku lebih pandai berenang dan terjun bebas.
Kau suka terjun bebas?
Aku suka naik, bukan turun.
Aku suka berada di ketinggian.
Apa hal tertinggi yang pernah kau naiki?
Selain dari pesawat.
Di China./ China mana?
Kenapa kau ingin tahu?
Aku hanya tertarik.
Aku bisa tunjukkan padamu jika kau mau.
Kami harus naik ke sana pukul 3 pagi.
Butuh 6 jam hanya untuk naik separuh jalan.
Kami harus berhenti di sana.
Polisi datang.
Apa mereka menangkapmu?
Aku takkan berada di sini jika mereka menangkapku.
Kami harus kabur!
Siapa orang satunya?
Antone.
Dia dari Ukraina.
Dia orang yang gila!
Aku menunggu dia.
Kenapa?
Kami hanya akan bersantai di sini.
Ya, tapi kenapa di sini?
Kenapa kau ingin tahu?
Jadi kau akan memanjat sesuatu?
Hanya satu hal.
Apa?
Jika aku memberitahumu,
Kau harus janji takkan beritahu siapa-siapa.
Ya, aku janji.
Kau takkan kembali menemui Ibumu,
Lalu berkata, "Coba tebak, Ibu?"
Kau tak harus beritahu aku.
Aku dan Antone,
Kami akan memanjat atap stasiun pembangkit listrik nuklir.
Apa?
Ya.
Kami rencananya akan memanjat dari sisi luar,
Tapi tak mungkin kami bisa terlepas begitu saja.
Jadi kami harus melakukan itu dari sisi dalam.
Tapi bagian terakhirnya...
Aku tidak tahu.
Mungkin kami bisa keluar menuju atap,
Tapi mungkin kami harus memanjat keluar dari salah satu jendela di sana...
Lalu sisanya sedikit memanjat dari sisi luar.
Kau bisa mati.
Ya.
Kami bisa mati.
Seperti apa rasanya didalam?
Aku masih belum tahu. Aku menunggu Antone.
Aku takkan masuk sendirian.
Kenapa tidak?
Kau tidak tahu apa yang ada didalam sana.
Kau setidaknya harus berdua.
Aku bisa ikut bersamamu.
Tidak akan.
Kenapa tidak?
Apa itu kau?
Kau tak harus beres-beres.
Ibu yang akan melakukan itu.
Kau tak apa?
Kau dari mana?
Tidak ke mana-mana. Hanya bersiap untuk tidur.
Tidak, sebelum itu.
Kau pergi berhari-hari.
Apa?
Ibu khawatir denganmu, jadi itu terasa berhari-hari.
Itu tidak lama.
Apa kau melihat seseorang?
Di mana?
Didalam rumah.
Atau di luar.
Aku hanya bicara dengan anak laki-laki.
Kenapa rambutmu basah?
Rambutku tidak basah.
Ibu pikir itu basah.
Kenapa Ibu berpikir begitu? Kenapa ibu berpikir rambutmu basah?
Mungkin faktor cahaya.
Jadi siapa anak laki-laki ini?
Hanya anak laki-laki.
Ibu terus berpikir jika sesuatu yang sangat buruk akan terjadi.
Sesuatu yang buruk sudah terjadi.
Ibu tahu.
Sesuatu yang lebih buruk.
Tempat ini...
Ini dulunya untuk senjata saat Perang Dingin.
Dan Perang Dingin tidak terjadi melawan musuh.
Tapi sekarang kita mengusahakan nuklir bersama-sama.
Kau tahu di tempat asalnya...
Atone, si orang Ukraina?
Mereka memiliki Chernobyl di sana.
Tempat itu dipenuhi serigala sekarang.
Mungkin ada serigala didalam sini.
Ya, mungkin!
Orang bilang pompa bahan bakar masih di sana,
Jika mereka masih belum mengosongkannya.
Kau temukan tangki bahan bakar...
Kau bisa berenang di sana./ Benarkah?
Tidak.
Tentu saja kau tak boleh berenang di sana.
Itu berisi bahan bakar nuklir.
Astaga.
Aku tak tahu jika ini ide bagus.
Ini adalah jalan masuk.
Kau tahu, aku banyak membuat lelucon tentang berenang.
Aku bahkan tidak membawa handuk.
Jadi kita hanya akan masuk untuk sedikit melihat-lihat,
Lalu kembali keluar, oke?
Kau tak apa?
Ya.
Sebelum mereka membangun stasiun pembangkit listrik,
Ini digunakan untuk senjata kimia.
Itu sebabnya ada banyak wilayah bawah tanah.
Aku akan melihat ke bawah sini.
Kau tinggi di sana!
Hei, Adik. Kau ketemu.
Jangan!
Pergilah.
Pergilah!
Pergilah!
Tak apa. Hei. Aku di sini.
Apa yang kau bicarakan?/ Ada seseorang di sini!
Tak mungkin ada orang lain di sini.
Itu suara gema kita sendiri, lihat?
Sultanganteng.com Agen Judi Online Terpercaya
Bonus New Member 50% Bonus Deposit Harian 5%
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Cobalah.
Itu tidak sakit.
Aku tak suka narkoba.
Narkoba itu bagus.
Tak apa.
Aku tak seharusnya membawamu ke sana.
Itu hanya membuatku takut.
Ya.
Itu memang menyeramkan, bukan?
Berapa umurmu sebenarnya?
14 tahun.
Astaga!
Apa yang salah dengan itu?
Apa Ibumu tahu kau di mana?
Dia takkan keberatan.
Di mana Ayahmu?
Rumania.
Berapa banyak tato yang kau punya?
Beberapa.
Berapa banyak tepatnya?
Aku membuat tato baru saat berhasil memanjat dengan baik.
Kau akan buatkan aku tato?
Tidak.
Aku akan menggambar untukmu jika kau mau.
Aku bukan anak kecil.
Tidak, kau 14 tahun.
Kalau begitu kau mau menindik telingaku?
Itu terserah denganmu.
Baiklah.
Kau bahkan tak suka rokok, 'kan?
Tidak. Baunya seperti kakakku.
Apa yang salah dengan kakakmu?
Semuanya.
Ini akan sangat sakit.
Kau seharusnya mengompres itu dengan es.
Aku tidak peduli.
Kau mau di bagian mana, atas atau bawah?
Atas.
Baiklah, akan kuhitung sampai tiga.
Siap?/ Ya.
Satu, dua...
Jangan disentuh. Biarkan saja. Begitu.
Tempat ini bukan untukmu.
Kau akan beritahu aku tentang kakakmu?
Dia kakak tiriku.
Dia masuk penjara atas perbuatannya kepadaku.
Apa yang dia lakukan kepadamu?
Ini tidak seperti itu.
Dia membuat tengkorakku retak.
Dia apa?
Dia melemparku ke dinding dan membuat retak tengkorakku.
Aku saat itu masih 8 tahun. Itu mudah untuk mengangkatku.
Astaga!
Kau masih 8 tahun?
Lalu apa yang terjadi?
Ibuku pulang ke rumah, memanggil ambulan...
Kemudian dia memanggil polisi.
Kenapa dia melakukan itu?
Dia membenciku.
Kita bisa masuk lagi jika kau mau.
Aku takkan takut selanjutnya. Karena aku tahu situasinya.
Oke.
Kau tahu, saat pertama aku melihatmu...
Aku pikir kau hantu.
Aku bukan hantu.
Tidak, aku tahu itu.
Ibu?
Ibu memintamu tidak keluar.
Aku bilang padamu di luar berbahaya.
Apa? Ibu tidak mengatakan itu./ Ya, Ibu mengatakan itu padamu.
Ibu bilang, jangan keluar. Karena ada...
Ada banyak bahaya untukmu.
Tapi kau tetap pergi,
Karena kau pikir kau sudah besar sekarang.
Tapi kau hanya... Kau masih kecil.
Kenapa Ibu berkemas?/ Karena kita akan pergi.
Bagaimana? Mobilnya mogok. Kita tak punya uang lagi.
Ibu tak bisa tetap di sini.
Tapi aku ingin tetap di sini. Aku suka di sini.
Kau tidak mengerti.
Apa ini?
Kapan ini terjadi?
Itu bukan apa-apa./ Tidak, itu bukan.
Itu justru sebaliknya./ Ini hanya tindik.
Siapa yang melakukannya kepadamu?/ Bukan siapa-siapa.
Kau pikir Ibu bodoh? Itu jelas seseorang.
Apa ini anak laki-laki yang kau bicarakan?
Kenapa Ibu harus bersikap dramatis soal itu?
Ibu tidak bersikap dramatis, Ibu berusaha menjadi Ibumu.
Dengar, kita berada di tempat buruk ini, dan...
Ya, dan itu salah siapa?
Kita takkan berada di sini jika bukan karenamu!
Kita bisa saja pergi jauh. Kita bisa pergi ke Rumania.
Ke mana saja!
Tapi tidak, Ibu harus menunggu dia...
Karena Ibu begitu putus asa agar dia menyayangimu.
Dan lihat apa yang terjadi.
Kerja bagus.
Tidak, tolong, jangan pergi. Jangan berpaling dariku!
Bona./ Ayah, ini aku.
Kami tak di sini sekarang. Silakan tinggalkan pesan.
Itu tidak penting.
Halo?
Apa itu kau? Emma?
Ayah?
Ayah sangat senang mendengar suaramu.
Bagaimana ayah mendapat nomor ini?
Kau menghubungiku semalam, ingat?
Ya.
Jadi, kau di mana? Ayah temukan nomormu.
Ayah temukan posisimu. Suatu tempat di utara?
Bukan itu alasanku menghubungimu.
Aku hanya ingin memberitahumu soal Ibu.
Aku rasa dia baik-baik saja.
Maksudku, dia tidak baik karena kakakku benar-benar melukai dia.
Dia akan membaik.
Sekarang kelihatannya kondisinya memburuk.
Aku tidak tahu, mungkin karena syok hingga dia bertingkah aneh.
Aku sangat ingin dia menemui dokter, tapi kami tidak bisa.
Kami harus menjauh dari orang seandainya dia menemukan kami.
Seandainya kakakku menemukan kami.
Ayah, kau masih di sana?
Ayah tidak mengerti dengan perkataanmu.
Bicaramu tak masuk diakal.
Kubilang kondisi Ibu memburuk dan aku khawatir.
Itu sebabnya aku meneleponmu.
Apa maksudmu, kondisinya memburuk?
Ibu membaik secara fisik. Lebih kuat.
Dia hanya bersikap aneh...
Seolah sesuatu terjadi kepada kepalanya.
Kau di mana?
Di sebuah rumah. Seperti sebuah tempat suci untuk orang beragama.
Siapa lagi di sana bersamamu?
Tidak ada. Hanya aku dan Ibu.
Ayah?
Emma, polisi menghubungi Ayah di Rumania.
Mereka menghubungi untuk beritahu ayah apa yang terjadi.
Bagaimana polisi tahu? Mereka menangkap kakakku?
Mereka temukan Ibumu, Emma.
Di hutan. Mereka temukan mayatnya.
Tapi mereka tak bisa menemukanmu, jadi mereka menghubungi Ayah, dan...
Ayah tidak tahu harus bagaimana.
Tapi Ibu di sini.
Ibumu di kamar mayat.
Apa?
Maafkan Ayah.
Emma, beritahu ayah kau di mana. Ayah bisa cari tiket pesawat.
Itu akan rumit dengan anak-anak, tapi...
Jika kau ingin ayah datang, ayah bisa...
Ibu!
Berdoa untuk ibuku, dibunuh oleh kakakku
Ketemu kau.
Apa yang kau lakukan di sini, Dik?
Sendirian.
Aku khawatir denganmu, Kau tahu?
Kau mau spice?
Tentu saja tidak.
Aku bisa merasakan ini saat berada dipenjara.
Kenapa aku masuk penjara, Dik?
Siapa yang memasukkan aku ke sana?
Ya...
Itu adalah Ibumu yang bajingan.
Aku merindukanmu.
Itu benar.
Hei!
Kau beruntung aku menemukanmu.
Kenapa kau kabur?
Aku tadinya mengikutimu.
Kemudian aku kehilanganmu.
Dan kupikir, aku benar-benar akan kehilangan dia.
Ibu mengajarimu cara mengemudi?
Dia tak pernah mengajarkanku.
Aku pergi keliling selama beberapa hari,
Berusaha tidak mencolok. Kau tahu kenapa.
Dan aku mulai menyerah...
Dan kau tahu?
Itu seolah aku bisa mencium aromamu disana.
Aku tahu kau berada dekat.
Kau mendengarku?
Takdir mempertemukan kita kembali.
Bagaimana menurutmu soal itu?
Sial.
Tetap di sini.
Apa yang kau katakan kepada orang tentangku?
Aku tidak mengatakan apa-apa.
Kau bilang aku membunuh Ibu?/ Tidak.
Itu yang kau katakan?/ Tidak.
Dasar wanita jalang.
Kau sama seperti Ibumu.
Selalu menyalahkanku.
Kemudian kau meninggalkanku di hutan.
Tapi itu tidak penting apa yang kau lakukan, bukan begitu?
Tidak, itu selalu salahku!
Seumur hidupku!
Kau bicara satu kata saja...
Bukan malam keberuntunganmu.
Apa-apaan, Dik?
Kau benar-benar menguji kesabaranku.
Kau dan Ibumu.
Jangan sebutkan namanya!
Itu benar.
Jangan bergerak.
Jangan.
Kau pikir kau terbakar, 'kan?
Itu hanya air. Dasar idiot.
Aku adalah apinya!
Semoga beruntung yang berikutnya.
Bangun!
Kembali ke sini!
Hei, Dik!
Kau sudah bertindak sangat bodoh!
Siapa gadis favoritmu?
Tak ada lagi melarikan diri, Adik.
Kita harus tetap bersama. Aku dan kau.
Karena ikatan darah tetap bersama.
Kita kakak dan adik.
Aku mohon, Emma!
Aku mohon!
Kau selamatkan aku, Adik.
Aku tak percaya kau selamatkan aku.
Tapi kenapa kau tinggalkan aku di sana?
Di hutan...
Pendarahan seperti itu?
Kau sangat melukaiku.
Itu yang seharusnya terjadi.
Emma!
Emma?
Emma!
Emma.
Emma! Emma, Emma, Emma, Emma.
Hei, hei. Hei, ini aku. Ini aku.
Kenapa kau basah?
Menara besar kegelapan telah datang...
Dan itu merenggut rumah dan keluargaku.
Itu begitu cepat,
Hingga aku tak punya waktu untuk memahami apa yang terjadi.
Jadi aku tetap di tempat itu, Fukushima, untuk waktu yang lama.
Aku mencari keluargaku, tapi tak bisa menemukan mereka.
Lalu aku menaiki taksi seperti taksimu...
Mencari keluargaku... Mencari rumahku...
Tapi semua sudah hilang.
Dan sekarang, kau sudah siap.
Aku bisa membawamu ke tempat selanjutnya.
Tapi aku harus kembali sekarang.
Kembali?/ Kembali kepada putriku.
Dia masih 14 tahun.
Tidak.
Tak ada jalan kembali sekarang.
Hanya ini saja?
Sultanganteng.com Agen Judi Online Terpercaya
Bonus New Member 50% Bonus Deposit Harian 5%
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.