Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Manual Translated By ^^Lututkanan^^
Resynch'ed By =SurgerySquad=
Ayo Buddy!
Ayo!
Baiklah, kejar! Hey! Oh!
Tembaklah.
Yah, anjing pintar! Baiklah.
Ayo, Buddy.
Tembakan hebat.
Sini! Ayo tangkap ini!
Baiklah Buddy, kini giliranku...
Baiklah, Buddy. Game point. Ayo.
Oh, kita harus pergi Buddy.
Hey, Bu. Maaf kami terlambat.
- Hai, Josh. - Siapa yang menang?
Diamlah, Buddy.
- Buddy menang? - Ambil mantelmu.
Maaf, Buddy. Kau tak bisa ikut.
Daaagh.
- Kenapa Buddy tak boleh ikut? - Kancingkan mantelmu.
Baiklah, Buddy. Kita main lagi nanti, ok?
- Okay. - Kau sudah pasang sabuk pengamannya?
- Ya, sudah. - Sayang sekali Buddy tak bisa ikut.
Ada tiket disini. Siapa yang mau tiket?
Aku punya tiket.
Yo, tiket! Aku punya tiket.
Ada tiket disini. Ayo.
Tiket! Aku punya tiket!
Anjingku bisa lebih baik dari itu!
Uh, maksudmu anjing yang disana?
Oh, tidak!
Ada apa ini?
Kemarilah!
- ...Anjing! - Maaf.
- Sebelah sini! - Ayo, ayo!
Tangkap dia! Tangkap dia!
Cari ini?
- Tembakan yang bagus buat seekor anjing.
- Terima kasih, Tn. Blue. - Hey, boleh foto sebentar?
Hey, Tom, besok aku harus bawa Buddy ke dokter hewan.
Ini pekerjaan dua orang.
- Kau bisa mengajakku, Keemosabee. - Halo, nak.
- Halo, Bu Salter. - Halo, Bu Salter.
Hey, kau tahu apa yang sangat menarik disekolah ini?
- Apa? - Para gadis yang mulai berubah jadi seorang wanita.
Hai, Tammy.
- Dia menyukaiku, hanya saja dia malu mengatakannya. - Yah, benar.
Dia akan lebih menyukaiku kalau aku memakai seragam futbal.
- Seragam futbal? - Maksudmu? - Wanita suka sekali dengan pemain futbal,
-jadi aku akan masuk tim futbal. - Kau bercanda, kan?
Tidak. Aku sudah berlatih sepanjang hari.
Yah, baik, oh ya, Tom,
kau tak bisa main futbal. Maksudku, kau seorang pemain basket.
- Deion Sanders saja bisa main dalam 2 olahraga sekaligus.
-Josh, mereka melihat kearah kita.
Memang kenapa? Kau tahu, Buddy tak suka disini.
Buddy Framm.
Ayo, Buddy.
Mungkin dia sedikit grogi.
Whoa! Oh!
- Mana Dr. Ragland? - Dia ada urusan keluarga.
- Sementara, aku yang menggantikannya. Aku Patrick Sullivan. - Hai. Aku Josh.
- Ini Buddy. - Halo, Buddy.
Lihatlah. Anjing yang tampan. Anjing pintar.
- Angkat dia ke atas meja. - Baiklah. Ayo Buddy.
Sebenarnya dia tak begitu suka disini. Mungkin dia sedikit takut.
Ayo, Buddy.
- Okay.
Oh, bagus. Okay, okay. Tahan sebentar.
- Apa yang kau lakukan? - Hanya memastikan semuanya baik-baik saja.
Tulang punggungnya baik-baik saja.
Tak ada yang retak.
Pita suaranya bagus.
Yah. Anjingmu masih bisa berlari kencang.
Atau main basket.
Main basket? Bagus juga.
Mungkin Buddy butuh sedikit suntikan.
Oh, uh, kau tak perlu khawatir.
Buddy takut dengan jarum.
- Oh, dia takkan berontak. - Baiklah.
Kalau kau bilang begitu.
- Ini, lihat? Tak ada yang perlu ditakutkan.
Aku tak apa-apa.
Ayo coba lagi.
" Halo, anak-anak, dan selamat datang...
di Natalya's Amazing and Stupendous Animal Circus."
Berikan aku uang. Berikan aku uang.
Sekali lagi. " Halo, anak-anak,
- dan selamat datang di Natalya..." - Aku pulang, sayang.
Aku adalah penguasa dunia!
Bodoh!
Sudah berapa kali kubilang padamu?
Jangan pernah menyela pembicaraanku!
- Maaf, Natalya. - dan tempat ini...
- penuh dengan kotoran ikan! - Cuma tempat ini yang bisa kita sewa.
Tapi lihatlah. Aku membawakanmu Mortimer "Si Ajaib".
- Apanya yang ajaib? - Lihat ini.
- Ooh!
Jadi, kita bisa kembali ke Russia sekarang?
Tidak! Sirkusku belum sempurna.
Kita belum punya atraksi utamanya.
Terjadi lagi pencurian hewan...
Seekor simpanse telah diculik dipusat kota Seattle.
Polisi belum tahu pasti apa motif pelaku.
Baiklah. Ini saat yang istimewa.
...Sirkus nomor satu di Russia. Kau tahu kenapa?
Lupakan sejenak Air Jordan, dan lihatlah Air Bud, bintang baru basket di Amerika.
- Saat pertandingan kemarin, - Kita harus temukan yang benar-benar istimewa!
...mencuri perhatian semua orang dilapangan dan tiba-tiba menjelma menjadi Play of the Week.
- Lihatlah.
- Apa ini?
Dia pintar sekali!
Bagaimana menurutmu Mortimer, huh?
Kita sudah dapatkan atraksi utama sirkus kita.
Makanan. Ya.
Ini dia. Yang ini juga?
- Wow. Lapar? - Kelaparan.
Jadi, uh, siapa yang menelpon tadi?
Oh, itu, um, teman sekantor. Herb.
Oh. Dia mau apa?
Baik, dia mau mengajakku pergi nonton.
Kencan?
Apa itu tak boleh?
Tidak. Bukan masalah. Pergi saja, Bu.
Oh, mayonnaise.
Hey! Buddy!
Jadi, uh, kau pasti " Erb." Aku Josh.
Sebenarnya, H-erb.
Kau pelihara, uh,
- kucing? - Uh...
Tidak, tapi aku pelihara anjing. Sini, Buddy.
- Hey, sini, Buddy.
Oh. Oh.
Oh!
- Daah, Herb.
- Mana Herb? - Um, baik, dia kabur.
- Ini untukmu.
Jadi. Kau Richard.
Ya.
Oh, astaga...
Aku pasti salah rumah. Aku mau melihat Jackie Framm,
bukannya Cindy Crawford.
Aku tak tahu. Kau tahu, aku tak memikirkan diriku sendiri.
Aku juga memikirkan Josh dan Andrea.
Mungkin terlalu cepat untukku pergi berkencan.
Menurutmu begitu juga, kan?
- Mungkin aku tak boleh jatuh cinta lagi.
Buddy, berhenti! Berhenti, Buddy!
Buddy!
Buddy! Buddy! Buddy!
- Whoa, hey! - Maaf!
- Kau lihat apa yang kau perbuat?
B-B-B-Buddy!
Tidak! Tidak! Awas!
Apa kita... sudah merencanakan ini?
- Um, Bu? - Hai, sayang.
Jadi, mana si Dokter Hewannya?
Aku tak tahu. Dia mau memberiku kejutan.
Hmm. Jadi, uh, jam berapa...
- Ibu akan pulang? - Baik...
Jadi sekarang, kau yang jadi seorang Ibu dan aku yang jadi anaknya?
- Oh. Maaf.
Josh, bersikap baiklah.
- Hai. - Hai.
Wow. Kau cantik sekali.
Kau terlihat kusut. Maksudku mempesona.
Oh, yah. Aku ketinggalam perlatanku di San Diego.
Baguslah, daripada kau meninggalkan hatimu di San Francisco.
Hey, ini dia. Hai, Buddy.
Hai, Andrea. Whoa.
- Hai, Patrick. - Hey, Josh.
- Hey, Dr. Sullivan. - Hey, kudengar kau suka olahraga.
Aku membawakanmu sesuatu.
- Oh. - Aku mulai bermain itu saat aku seusiamu.
- Gee, terima kasih. - Kau pernah main itu, kan?
Um, sebenarnya belum. Aku lebih suka main basket.
Tapi tak apa. Terima kasih.
Baik, ini saatnya kita pergi. Uh, Josh, matikan TVnya jam 9:00.
- Dan aku sudah tuliskan nomor telpon Nyonya Clumsky... - Aku tahu, Bu.
Okay. Baiklah. Aku sayang kalian.
- Daaah, sayang. - Senang bertemu denganmu, Josh.
Yah. Aku juga.
Josh, kau belum menutup garasinya.
- Oh. Maaf.
Ayo, Buddy. Ayo.
Kau diluar saja, Buddy?
Baiklah.
Oh!
- Kenapa bisa ada disini?
Aku menyuruhmu mencari truk berwarna putih.
Bukannya truk yang ada musiknya.
Bukan masalah besar. Truk ini lengkap dengan es krim yang bisa kau makan.
Anjing dan anak yang bodoh. Sebentar!
- Itu anak dan anjing yang kita cari!
Natalya! Ow! Ooh!
Mereka sudah kencan 4 kali.
Kau tahu artinya 4 kali kencan itu, kan?
- Apa? - Panggilan cepat.
- Panggilan cepat? - Yah.
Kalau nomor telponnya ada di panggilan cepat telpon rumahmu,
itu berarti dia menjadi bagian dari keluargamu.
Saat anjingnya mendekat,
- kita tangkap dia dengan jaring. Mengerti.
- Tangkap dia dengan jaring. - Menyenangkan sekali.
Dan kalau dia memberimu hadiah,
berarti dia mencoba mendekatimu.
Untuk apa?
Agar kau memanggilnya "Ayah".
Bagus.
- Oh, astaga!
Whoa!
Hey, periksa panggilan cepatnya.
Hey, Josh. Kau punya lengan yang kuat.
Aku takkan masuk tim, Tom.
Fern field Napkin Factory. Ada yang bisa dibantu?
Oh, maaf. Salah sambung.
- Kau kepikiran terus soal ini? - Tidak.
- Oh, maaf Nek. Salah nomor.
- Uh,ini Josh. Sayang. Daaah.
Dia kesini setiap sore.
Baik, kau tahu, latihan futbal juga setiap sore.
Hmm. Dia membantu Ibu membuat gazebo.
Oh! Oh!
Oh. Itulah buruknya panggilan cepat, buddy.
Hai. IniPatrick. Tinggalkan pesan setelah bunyi "beep".
Kapan latihan berikutnya?
Gol.
Uh! Oh! Oh!
Cole!
- Coba lagi. Pelan-pelan saja, ingat? Pakai kakimu.
- Ayo semuanya. - Uh, permisi, Pelatih Fanelli.
- Yah? - Aku Tom. Dan dia Josh.
Kami dengar kau mencari beberapa pemain lagi.
Ya, begitulah.
- Apa posisimu? - Aku "sayap".
- Penerima bola. - Uh, yah.
- Dan kau? - Oh, aku, kau tahu, apa saja. Maksudku aku bisa...
Dia quarterback. Dia punya lemparan yang hebat.
Benarkah. Coba kita lihat. Uh, ini, Tom. Ini.
Kau, uh, pakailah ini. Coba kau berdiri disana.
Lebih jauh lagi.
Ayo. Ayo kita lihat kemampuannya.
Okay.
- Mr. Receptor sedang beraksi disana. - Yah.
Lemparan hebat. Kau bisa jadi cadangan quarterback.
- Cadangan siapa? - Kau cadangan Cole Powers yang disana.
Dia quarterback terbaik di liga ini sekarang. Kau mungkin akan sedikit bertanding.
- Oh. Tak apa. - Kau yakin?
Yah. Kupikir aku bisa mengatasinya.
Okay. Baiklah, ayo. Lari keliling lapangan.
- Cepat lari. - Sekarang?
Ayo lari. Sekarang. Ayo! Ayo!
Ayo!
Hey, Tammy.
Mau teh lagi, Buddy?
Hai.
Hmm! Ada apa dengannya?
Ada apa dengannya!
Ow.
- Kau masuk tim futbal? - Yah.
- Yah. Aku suka main futbal. - Sejak kapan?
Um, sejak, uh...
- sejak aku, uh, bicara dengan... - Mm-hmm.
Aku, uh, akan taruh ini di cucian.
- Okay. - Bawa juga celanamu.
Baiklah.
Oh, jangan sekarang, Buddy. Kepalaku sakit sekali.
Aku tak yakin ini akan berhasil, Tom. Aku tahu itu.
Jadi dokter lebih buruk daripada jadi artis.
Dia mungkin punya pacar dari setiap pasiennya.
Kita kesana dan cek saja, ok?
- Terserahlah. - Ada masalah apa?
- Tulang ekornya. - Tulang pinggulnya.
- Sebenarnya yang mana? - Mm, ekornya.
Maksudku, tulang yang ada di ekornya.
Yah, kau tahu, ekornya, kadang terasa sakit?
Mm, sakit kalau digerakkan.
Sakit kalau digerakkan?
Baik, yah, maksudku, ada masalah dengan ekornya. Sehingga saat dia mengibaskan ekornya terasa sakit.
Yah. Tepat sekali.
Yah, jadi, uh...
Oh, um...
Baik, aku dan Tom hanya ingin mencari tahu...
kenapa ekornya jadi begitu.
Kecuali dia sedang berdiri. Kau tahu maksudku?
Hmm. Baik, menurutku tak ada masalah,
tapi aku akan memastikannya untuk kalian,
uh, aku akan me"ronsen"nya.
- Oh, baguslah. - Ide yang bagus.
Ayo, Buddy.
Aku akan kembali.
- Terima kasih. - Yah.
Tom...
Aku tak yakin melakukan ini. Maksudku...
Apa yang kau cari?
Apapun yang bisa membuktikannya seorang Playboy.
Maksudku, ini buang0bunag waktu saja. Maksudku, dia akan memergoki kita.
-Ayo? - Tunggu, tunggu sebentar.
Tunggu sebentar.
Sebentar. Tunggu, tunggu sebentar.
Dapat.
- Ayo, Buddy.
Ekor Buddy baik-baik saja.
Oh, baguslah. Baguslah.
- Terima kasih. - Ayo, Buddy.
- Terima kasih, Dr. Sullivan. - Patrick. Kau bisa panggil aku Patrick.
Patrick. Okay, terima kasih.
Ada apa denganku?
- Berhenti, Buddy. Buddy! Hentikan itu.
Aku tak mau main. Buddy!
Oh, kawan!
Kau juga bisa main futbal. Wow.
Ayo, Buddy. Ayo!
Hey, Buddy.
Hey! Bawa kesini!
- Hey, Buddy!
Hey...
Aw, kau, menyingkirlah dariku! Buddy....
Tangkapan bagus! Bawa kesini, Buddy. Ayo, bawa kesini.
Hey, berikan padaku!
Hey, ayolah. Sini!
- Ayo.
Sini, Buddy.
Sini, Buddy. Ini dia. Aku sudah telat, ok?
Aku tahu, aku juga ingin kau bisa main, tapi...
- Daaahhh.
Aku sudah melatih disini selama 14 tahun.
Aku tahu itu, jimmy, tapi...
tapi sekolah tak punya dana untuk ini.
Mereka meragukanmu karena...
kau tak memenangkan apapun selama 10 tahun ini.
Dana untuk tim ini sangat mahal?
Bagiku kemenangan tidaklah penting. Yang penting anak-anak menikmati permainannya.
Aku tahu. Tapi pihak sekolah berkata lain.
Akhir musim ini, aku akan membubarkan tim ini...
- Tak ada pilihan lain. - atau...
Aku, uh, memecatmu.
Oh, maaf. Ini hanya... Ini semua diluar kuasaku.
Baiklah, gadis-gadis. Ayo. Ayo.
Kau melupakan sesuatu?
- Oh! Terima kasih, Goose. - Sama-sama.
Astaga. Kau seperti baru dikejar setan saja.
- Ada apa? Kau sakit?
Tom, apa aku kelihatannya sakit? Aku baik-baik saja, ok?
Hey. Dengarkan, anak-anak.
Baiklah, ayo. Ayo kesana dan menangkan pertandingan ini!
Yah, yah.
- Kita pasti menang! - Razzle-dazzle!
Yah, benar, Tom.
Hey! Ayo.
Yah, tentu, Pelatih.
Selamat datang, semuanya, di pertandingan pembuka...
- di Fern field Junior High football team!
- Ohh! Oooh.
Ayo, sayang. Hajar mereka!
Ayo, nak!
- Ayo hajar mereka?
Hai.
Go fight Winston Boogie on down
Go fight Winston Boogie on down
- Baiklah.
"Comin' 'Round The Mountain" Over P.A.
Kau ingat, saat kita dihalaman belakang, kita menangkap....
- dan kita terlihat seperti pisang, dan kulitnya - Maksudmu"terpisah"
Halo, aku suka yang krim.
Dan adikku suka yang coklat.
Disini tak ada yang coklat,
tapi um, kami punya permen tangkai.
Disini tak ada es krim! Pergilah!
Bodoh!
- Kau dengar itu?
- Kejar dia! - Aah!
30-3! 30-3!
- Hike!
Yah, Tom. Yah, Tom. Yah, yah, Tom, yah.
Aww.
Yah. Musim yang melelahkan.
["Comin' 'Round The Mountain"]
Dia kabur. Cepat!
Cole berlari. Dia masih berlari!
Ya, Cole! Ya, nak! Ya!
Lari, Cole! Lari!
Y! Lari!
Ya! Ya! Ya!
Gol! Yah!
- Ya! Ya! - Cole Powers!
- Ya.
Hentikan truknya!
Ayo!
Tangkap dia. Cepat! Cepat! Dia kabur!
Kita akan tangkap dia sekarang!
Itu dia! Anak-anak, anjing...
Aku capek...
- melihat semua orang berlarian dihalaman rumahku!
Oh, dia kabur lagi!
Lemparan bagus. Cole bisa mengambilnya.
Dia masih terus berlari! Dia sudah di lingkaran 30.
- 40!
- Oh, tidak. - Oh, tidak. Cole tumbang. Nate, Mullin, kesini.
Ayo, Cole! Ayo, buddy. Bangun! Okay.
Cole kesakitan disana!
Dia baik-baik saja?
Tak apa, Cole. Permainan yang bagus. Dia tak apa.
- Santai saja. Hati-hati. - Permainan bagus, Cole.
Hey, Ned, bawa dia istirahat.
Kau akan baik-baik saja, nak. Tahanlah sebentar.
Baiklah, dia akan baik-baik saja. Cole Powers cedera bahu.
- Pudge? - Dia masih bisa main kan, Pelatih?
Mungkin tidak, nak.
Josh, kau pasti bisa. Baiklah, ayo. Masuklah.
Ayo! Mainkan B-52. Ayo.
Ini akan jadi penentu kemenangan kita.
Lihat saja apa yang bisa dilakukannya. Dia pasti bisa.
Hey, Josh masuk lapangan.
Itu, uh, sepertinya Josh Framm,
nomor 8, sudah memasuki lapangan.
- Patahkan kaki mereka, nak!
Jadi, apa namanya, Josh?
- Namanya. Pertanyaan bagus. - Oh, kita akan dihabisi.
- Santai saja. - Baiklah, B-52. Break!
Tom, B-52 itu yang mana?
Crossing jauh ketengah lapangan.
Baiklah! Siap.
B-52! Down!
Josh! Sebelah sini.
- Oh!
Baiklah!
B! 52!
Siap, mulai.
Hike! Hike!
Dia bebas! Dia kosong!
Aku bebas!
Manual Translated By ^^Lututkanan@subscene^^
Manual Translated By ^^Lututkanan@subscene^^
Manual Translated By ^^Lututkanan@subscene^^
Oh, sayang.
Bagus.
Oh!
Tahan disana, bertahan. Tahan disana.
Ayo, bertahan, ayo!
Ayo, bertahan, ayo!
Ayo, ini belum kiamat.
Ayo, cetak satu angka saja.
Kau pemain hebat, Josh!
Baiklah, kawan, coba B-52 lagi. Percaya padaku, kali ini akan berhasil.
- Siap? - Break!
B!
52! Down!
Siap! Hike!
Dia bebas, dia bebas!
Josh lempar yang jauh!
Dan itu lemparan sempurna..
untuk... seekor anjing.
- Buddy. - Ada anjing dilapangan,
dan dia lebih cepat dari virus Trojans.
Dan gol!
Ya!
Jadi dia Air Bud yang terkenal itu, huh?
Luar biasa. Permainan hebat.
Mengingatkanku pada Fred Biletnikoff.
Kecuali dia lebih baik dari Fred.
Kau baik-baik saja?
Kau tahu, kau punya lemparan yang bagus, nak,
tapi kau tak menikmati permainanmu.
Futbal itu olahraga untuk bersenang-senang.
Itu permainan dari hati, Josh.
Ayo. Sampai nanti, nak.
Aku tahu kau juga mau main di tim, Buddy.
Tapi kau tak bisa, kau tahu itu kan?
Karena futbal tak sama dengan basket.
Karena kau bisa saja terluka, dan aku tak mau kau terluka sedikitpun, ok?
Dan kau akan pakai pengaman, helm...
Aku tahu itu tak adil bagimu.
Hey, Buddy.
Sempurna.
Buddy? Coba ini?
Baiklah semuanya. Ayo, ayo.
Temui aku dilapangan. Kita akan bekerja keras hari ini.
- Apa-apaan ini? - Penerima bola (Strker).
- Apa ini? Semacam lelucon? - Tidak juga.
Maksudku, seperti katamu, selalu ada tempat di timmu.
Ayolah, anjing tak bisa main futbal.
Yah, dia juga tak bisa main basket, kan?
Ayolah, Pelatih. Kita pasti akan jadi bahan tertawaan!
Kau sudah lupa? Kita memang sudah jadi bahan tertawaan selama ini!
Baiklah. Semuanya! Ayo...whoa, whoa!
Diam sebentar. Ayo.
- Kenapa kau begini, Josh? - Bersenang-senang, Pelatih.
Dari hati.
Baiklah!
Ayo kita lihat bagaimana kemampuannya.
- Ayo! 10! Hike, hike!
- Ayo semuanya.
Lututnya jangan sampai kena tanah. Naik...turun...
- Begitulah caranya, nak.
Yah!
Kubilang satu hal padamu, nak. Tak ada lagi "sang penjaga"
tapi *Golden Receiver. *(Penerima Bola Hebat = striker)
He-h-hey, ini dia! Sapa teman baru kalian!
O'er the la-and
Of the free
And the home
Of the
Brave
Baiklah, ayo cepat. Ayo, ayo.
- Itu dia. Anjing pintar. - Timberwolves, timberwolves!
- Rah, rah, rah!
Ahh! Kita akan menghajar mereka sekarang. Aku yakin itu.
Sejak kapan kau jadi Tn. Percaya diri?
Sejak aku punya pelindung hidungnya Jerry Rice.
- Ayo semangat. Hajar mereka. - Okay, Pelatih. Tak masalah.
Aku tak mau lihat mereka pegang bola lagi, ok? Ayo, menyerang!
Baiklah, Josh. Kau tahu harus bagaimana kan.
Hey, Buddy, seperti saat kita berlatih. Ayo.
- Hajar. - Apa warna favoritmu? Biru laut dan emas!
Baiklah, kawan. B-52.
- Oh, manis sekali!
- B! 52! Down! - Apa ini?
Siap! Hike, hike!
- Yah!
Ayo kita coba Red 48, ok?
Apa-apaan... Hey!
Coba G-28, ok?
- Siap! - Siap!
Ayo, K. Hike!
- Hey!
Kalian bisa main apa tidak?
Ayo. Hajar dia.
Ayo! Tarik ekornya!
- Jatuhkan dia! - Himpit dia!
Himpit dia!
Jatuhkan dia!
- Bagus! Yah! - Buddy!
Minggir.
Minggir semuanya!. Hey, minggirlah.
Aah!
Anjing yang sangat berbakat.
Permainanmu juga bagus Josh?
Kau hanya perlu menguasai tekanannya...
dan jangan cepat menyerah.
Kutemukan ini dikantormu.
Siapa mereka?
Baik,
itu Laura, dia tinggal di Seattle.
dan itu Gail, dia tinggal di Santa Fe.
Dan yang berambut merah ini, itu Shannon Marie.
- Dia tinggal di Boston. - Jadi...
Dan ini foto keluarga besar Sullivan.
- Kau lihat, ini Ayah dan Ibuku dan... - 3 anakmu.
Kau tahu, Josh, Kupikir kita bisa berteman.
Setidaknya kita harus mengenal satu sama lain.
Pakai alasan Buddy sakit segala?
Oh, Patrick, ini romantis sekali.
Kalau saja mesinnya bisa kuperbaiki, mungkin kita bisa....
Tidak, ini saja sudah sempurna.
- Ada apa?
Baik, aku sudah ditawarkan...
pekerjaan tetap di San Diego.
Tapi aku belum tahu apa akan menerimanya atau tidak.
Oh.
Aku tak mau menyulitkanmu.
Tapi aku ingin kau tetap disini.
Kupikir Josh akan bahagia...
kalau aku pergi dari kota ini.
Jangan terlalu terburu-buru
berteman saja dengannya dulu
Baiklah, mana tangannya. Bagaimana kita akan bermain?
Ruff, ruff, ruff!.
- Bagaimana kita akan bermain? Hajar mereka! - Ruff, ruff, ruff!.
25! Down!
Siap!
Ya!
Kau akan lari mengikuti tanda X ini, dan Buddy akan lari sejauh-jauhnya.
Oper saja ke tengah. Daripada jadi K-9 knockout.
Ini salah satu kekuatan kita
Karena inilah yang akan....
- Ya!
Ya, ya!
Kita pasti bisa! Sini, Pudgy!
Kita pasti bisa! Kita pasti bisa!
Saat Josh mengoper bolanya ke Buddy dan dia mencetak skornya,
- Gol. - Aku hampir kena serangan jantung.
- Oh, futbal memang sangat dramatis, yah. - Gol.
Hmm.
Aku sudah putuskan soal tawaran kerja di San Diego.
Kau akan menerimanya.
Kalau kau tak menerima ini.
Oh, Patrick.
Oh!
Jackie, maukah kau menikah denganku?
- Ada apa ini? - Tak ada apa-apa.
Aku buatkan kau "kue futbal". Bagus, kan?
Kotak apa itu?
Josh, boleh aku masuk?
Josh, ayolah.
Tidak, Buddy. Kau tak boleh ikut.
- Sudahlah Buddy. Kau disini saja!
Kemana kita pergi, Natalya!
Ini Jackie Framm. Josh kabur dari rumah.
Apa dia ada dirumahmu?
Josh tidak ada di rumah Tom.
Uh, coba saja tekpon Pelatih Fanelli.
Ini semua salahku.
Kereta nomor 14 dari Portland ditunda selama 20 menit...
dan akan lewat jalur 2.
Kereta nomor 14 dari Portland ditunda selama 20 menit. Dan akan lewat jalur 2.
Kau tahu apa yang paling kubenci dari makanan di stasiun ini?
Tak ada sedikitpun makanan Italinya.
- Oh, hai, Pelatih Fanelli. - Hey, apa katamu, nak?
Tentu.
Bagaimana kau tahu aku disini?
Eh, aku juga sering kabur dari rumah saat seumuranmu.
- Biasanya juga sejauh ini. - Hmm.
- Aku mau pergi. - Kemana?
San Francisco.
Nak, kalau Quarterback terbaikku tak ikut main....
berarti ini memang masalah serius.
- Hmm. - Mau menceritakannya padaku?
Tidak.
Kau tak mau ada Ayah baru lagi, kan?
Begitu, kan?
Dia bukan Ayahku, ok?
Kupikir juga tidak.
Dan kau sangat mencintai Ayahmu.
Jadi, kau mau kemana setelah akhir musim?
- Aku ini sedang kabur, ingat kan? - Yah, maksudku secara teori,
kalau kau tidak jadi kabur, kau mau kemana?
- Aku tak tahu. - Hmm.
Baik, kalau kau benar-benar ingin main futbal, kau harus
lupakan basketmu itu.
Tak akan. Aku suka kedua-duanya.
Bagaimana mungkin?
Kau bisa....
Kau suka si Patrick itu, Josh?
Bukan berarti kau tak lagi menyayangi Ayahmu.
Begitu juga dengan Ibumu.
Kereta nomor 9 menuju San Francisco akan berangkat dalam 5 menit lagi di jalur 1.
Itu keretaku.
Baik, kalau begitu selamat jalan, Josh?
Semoga beruntung, nak.
Oh, um, aku dengar pembicaraanmu dengan Nyonya Salter.
Dia bilang dia akan cari pelatih baru.
- Maaf. - Ah, tak masalah.
Aku melatih karena aku menyukai anak-anak.
Kalau cuma mencari kemenangan, itu bukan aku sama sekali.
Jaga dirimu, nak.
Hey, Pelatih.
Um,
kalau tak merepotkanmu, um,
boleh aku tinggal dirumahmu?
Tentu, nak. Ayo.
Nanti kita berhenti sebentar beli Pizza, tak apa-apa kan?
Oh astaga, Josh.
Josh! Oh, aku sangat mengkhawatirkanmu!
- Aku minta maaf. - Janji padaku kau tidak akan melakukannya lagi, Josh.
Aku janji. Aku minta maaf.
Maaf.
Um, mana Patrick? Aku mau bicara dengannya.
Patrick sudah pergi, sayang.
Kemana?
Dia menerima tawaran kerja di San Diego.
Dia baru pergi kemarin.
Bagaimana dengan hubungan kalian....
Itu terlalu cepat.
Maaf. Aku minta maaf.
Mana Buddy?
Kupikir dia ikut bersamamu.
Buddy!
Buddy!
Buddy!
Dia belum pernah begini sebelumnya. Dia tak pernah kabur.
- Buddy pasti bisa jaga diri, sayang. - Buddy!
Kita harus terus mencarinya.
Josh, pertandingannya tinggal 1 jam lagi.
- Bagaimana kita akan bermain? - Ruff, ruff, ruff!.
- Bagaimana cara kita bermain? - Ruff, ruff, ruff!.
- Ayo hajar mereka-- - Yah!
Ayo, ayo.
Baiklah.
Aku butuh kau disana, Josh.
Houston, kita dapat masalah. Kita punya masalah!
Aku sudah siapkan semuanya.
Dan kau, jangan sentuh apapun, jangan makan apapun,
jangan lakukan apapun!
- Eh!
The Fernfield Timberwolves versus Tacoma Giants!
Saya Fred Davis...
dan teman baik saya, Phil Phil, mantan pemain futbal...
dan kami berdua akan memandu pertandingan ini untuk anda semua.
Kurasa ini pertandingan ini akan menarik, Phil.
Dan semua pemain sudah ada dilapangan.
Oh, tidak. Ada sedikit berita buruk, Phil. Kita tak melihat ada AirBud disana,
yang artinya mungkin dia tidak main hari ini.
- Dia tak ikut main. Ya. - Oh, tidak.
Sudah kau cek kebenaran berita itu?
- Siap, Gus? - Ayo, Gus! Kau pasti bisa!
- Pukul!
Sh-Sh-Shh!
- Aku tidak menyentuh apa-apa Natalya!
Gus!
Tidak!
- Baik, Giants sudah mulai kick-off,
dan Timberwolves...
- Mereka, uh, jatuh bangun disana. - Menerima serangan bertubi-tubi.
Goose memegang bola! Dia sudah digaris 5, 10, 15...
Dia digaris 15, 10, dia kembali ke garis 5.
Ohh. Baiklah, ayo, serang. Ayo! Ayolah!
Josh, mainkan Red 45. Ayo, Red 45. Ayo!
Dia pasti disekitar sini. Dia akan baik-baik saja.
- Semoga saja kau benar, Tom. - Semua baik-baik saja!
Siap "makan kotoran"!
Siap! Down!
- Siap! Hike!
- Dan bola masih dikuasai Giants!
- Dan terus melaju..... Giants mencetak skor!
- Oh, ini akan jadi hari yang melelahkan, Phil. - Oh, habis kita.
Coba lihat berapa skornya dan berapa sisa waktunya, Phil, sebelum gol....
- Mana papan skornya? - Huh?
- Berhenti!
- Ayo. Bersikap baiklah padaku!
Bebek adalah temanku! Kembalilah!
- Tidak! Dolly!
- Dengarkan aku! Dengarkan aku, binatang!
Natalya, kau sudah kembali! Oooh!
Baik, sepertinya Pelatih Fanelli mulai khawatir
melihat permainan anak-anaknya dilapangan, Phil. Sepertinya Vaughan yang akan menendang, dan...
- Tidak, mengenai helm Weeble dan dia kehilangan bolanya.
Baik, kupikir itu bukan keputusan yang tepat, betulkan, Phil?
Kubilang padamu, tadi itu pasti sangat sekali. Kau tahu, rasanya bola itu mengenai kepalamu...
- Oh, astaga! - Keluarlah dari sini, Popov!
Aku tak lihat apa-apa!
- Aku akan menangkapmu dan....
- Kau....
Aku akan menangkapmu!
Josh mengoper bolanya. Sayang bolanya bisa diantisipasi Giants!
Sekarang Giants menyerang dan...
The Giants berlari kencang. Tapi ada Josh disana menghadangnya.
Dia di garis 20, 15, 10.
Dia...dia... Ah, nak.
Baik, gol lagi untuk Giants. Oh, kau pernah lihat...
En garde! Lawan ini!
- Dan ini! - Natalya! Ambil ini! Aku temukan jaringnya!
Jangn sekarang, Popov! Kau tidak lihat aku sedang sibuk? Aku sedang berkelahi dengan monyet ini!
Musthurry! Musthurry!
Natalya!
- Turun! - Natalya!
- Bantu aku! - Cepat turun!
Ini semua gara-gara ulahmu?
- Popov?
Sepertinya Pelatih Fanelli harus menerapkan strategi baru.
Hey, Pelatih, ada yang ingin kau ceritakan pada kami?
- Kau sebaiknya percaya padaku.
Ini cerita tentang tim futbal.
Dari awal, tim ini punya tekad dan kemampuan.
Tapi masalahnya adalah, mereka tak percaya kalau mereka bisa menang.
Dan tiba-tiba muncul seekor anjing ajaib,
Dan tiba-tiba juga mereka selalu memenangkan pertandingan.
Namun sebenarnya, tanpa anjing itupun, Mereka bisa menang....
mereka semua bisa memenangkannya.
Jadi kalau anjing saja bisa main futbal,
kenapa kalian tidak.
Sekarang, keluarlah...
kesana dan menangkan pertandingan ini.
Ruff, ruff, ruff, ruff,
ruff, ruff, ruff, ruff!.
Ruff!. Ruff!. Ruff!.
- Kalian semua adalah yang terbaik.
Ini berhasil, Pudge!
Timberwolves! Timberwolves!
- Timberwolves! - Giants menyerang lagi.
Martin memberi operan, dia masih mencari... Ooh, dia masih bisa melemparnya.
Mereka mengejar bolanya. Sayang sekali bolanya berhasil diantisipasi Giants!
- Goose! Ayo! - Garis 40, 35....
Ayo! Ayo, Goose!
Baik, sepertinya ini tambahan inspirasi bagi Timberwolves, begitu kan?
- Aku juga punya pendapat lain. - Apa itu, Phil?
Mencetak skor lebih banyak dari tim lawan,
dan kau akan menang!
Baiklah, Brian!
Baiklah? Ayo. Ayo!
- Ya! Yah!
- Popov! - Ibu?
Binatang!
- Apa masalah monyet ini?
"Kotoran ikan"
- Natalya - Awas!
Untuk segala keajaiban dan keabadian!
- Mana monyetnya? - Aku tak tahu, tapi itu anjingnya.
Anjing!
Berhenti! Berhenti!
Tak masalah.
Senang juga betemu denganmu.
Sedang apa kau disini? Kau tak ikut main?
- Huh? Ayo.
Kau punya rencana " B"?
Kami warga negara Rusia! Kami minta perlindungan dari "imbecile" Rusia!
"embassy," bukannya imbecile bodoh! *(embassy = kedutaan)
Martin terus berlari, Voss...
Oh, dia bebas!
Dan skor lagi untuk Giants.
Gol! Timberwolves yang malang.
Oooh.
Ayo. Lupakan semua yang terjadi.....
Josh, kemarilah. Sini. Baiklah.
Kita akan hajar mereka dengan "double trouble." Ok? Ayo.
Tapi Pelatih, kita tak pernah lakukan itu tanpa Buddy.
Kita harus melakukannya tanpa Buddy. Buddy tak ada disini. Ayo.
Ayo, seerang. Ayo
Ayo! Sana.
Para hadirin, dengarkan penontonnya!
Sulit dipercaya! Ini dia AirBud!
Anjing pintar! Yah! Yah! Ayo kita hajar mereka.
- Phil, AirBud sudah kembali!
Yah, baik. berarti berita tadi hanya rumor.
- Apa itu, Phil? - Apanya yang apa?
Buddy, darimana saja kau?
- Patrick? - Buddy! Buddy!
Seperti yang kubilang "double trouble"!
Rebut bolanya.... "Handoff!. Double reverse!"
AirBud bebas, dan terus berlari!
Dia mengelilingi lapangan! The Giants berusaha mengejarnya!
AirBud bebas!
AirBud memasuki garis 30, 25...
- Yah!
Buddy! Buddy!
-AirBud membangkitkan kembali semangat Timberwolves.
Skornya kejar-kejaran sekarang!
Pelanggaran!
Gol lagi!
Luar biasa.
Akhir musim ini akan ditutup manis dengan AirBud!
Dia sedang cari kutu. Jangan bilang dia tidak mencari kutunya.
Yah, Buddy!
AirBud kembali memompa semangat Timberwolves,
tapi Timberwolves masih butuh banya gol lagi untuk memenangkan pertandingan.
Dan sekarang, semuanya jadi mungkin!
- Buddy! - Ooh, tidak!
- Tyler dengan berat 184 pound menimpa tubuh Buddy. - Buddy sepertinya kesakitan!
dan AirBud tumbang.
- Rekannya berlarian melihatnya. - Mundur!
- Air Bud...kita lihat ada pergerakan. - Aku baik-baik saja. Urus saja anjingnya!
- Maaf.
- Bagaimana keadaannya? - Aku tak tahu.
- Dia baik-baik saja? - Belum tahu pasti.
Dia belum tahu pasti.
- Buddy, kau tak apa-apa?
Dia akan baik-baik saja, Josh. Kenapa kau tidak teruskan pertandingannya?
Tapi bagaimana dengan Buddy?
- Jangan khawatir. Aku akan mengurusnya. - Bangun, Buddy.
Ayo, Josh. Dia akan baik-baik saja.
Josh, ayo.
Kelihatannya memang parah.
AirBud yang malang, tak bisa lagi meneruskan pertandingan.
- Oh, aku hanya... - Kita berharap semuanya baik-baik saja.
Siap! Set! Hike! Hike!
Pelanggaran ketiga. Bagaimana menurutmu, Phil?
- Baik, menurutku - Dia mengoper kembali.
Kalau memang ada keajaiban, semoga saja akan terjadi, Phil,
karena ini kesempatan terakhir mereka.
- Kita punya sisa waktu 10 detik.
- Baik, ini pasti mendebarkan, bukan begitu Phil?
- Yah.
Ayo, Tom. Bangun. Kita harus tetap bermain.
- Pelindung hidungku hilang - Lupakan itu dulu.
- Tapi aku tak bisa main tanpa itu. - Percaya padaku, Tom. Kau tak perlu itu.
Semua akan baik-baik saja.
Ini kesempatan terakhir kita, Josh.
Aku tahu. Baiklah, kawan. Ayo mainkan B-52, crossing panjang.
Jauh kedepan.
- Itu kan 60 yards. Mana mungkin kau melempar sejauh itu. - Kau yakin bisa melakukan ini?
- Aku yakin. Kalian harus percaya padaku. - Tentu, Josh.
- Kau cukup lari saja, ok? - Ayo, hajar mereka.
- Hey, kawan, lihat!
Ayo, kawan. Ayo!
Bagaimana dengan pelindung hidungku?
Baiklah! Siap!
B! 52!
Down! Set! Hike! Hike!
Awas!
- Ya!
Baiklah!
Baiklah! Sayang, aku sangat bangga padamu!
Selamat, Josh!
Tom, tahu tidak? Kau sangat berbakat.
Kau dengar itu? Aku sangat berbakat!
Aku sangat berbakat!
Aku sangat berbakat!
Ini hari yang indah!
Patrick!
Patrick!
Patrick!
- Patrick!
Ada apa?
Um....
Apa?
Jangan pergi. Aku mohon jangan pergi.
Lihat itu, bagaimana menurutmu?
Huh. Coba kulihat. Aku rasa dia akan mengoper ke Joey Galloway.
Blue 38!
Strategi bagus.
- Oh, tidak! - Aku tak percaya itu!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.