Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kau baik-baik saja?
Demammu mencapai 39 derajat Celsius semalam.
Apa kau sangat kesakitan?
Kau mau ke dokter?
Kenapa lama sekali?
Kau tahu
aku tak suka menunggu.
Tae-hyung...
Aku menyukaimu
Hyun-jin.
Jadi, aku terus menunggumu.
Kau yang pertama dalam segalanya bagiku.
Kau orang pertama yang pernah menungguku
dan orang pertama yang tidak mengabaikanku.
Kurasa ada yang datang.
Tidak, ini berat. Biar kubawakan.
Ini.
Apa ini?
Bukan apa-apa, hanya lauk.
Kau harus makan dengan baik untuk membesarkan anak.
Kau tidak perlu melakukannya.
Ibuku sudah sangat tua.
Dia tidak tahu cara memasak porsi kecil.
Kalau begitu, aku akan membuangnya.
Tidak, terima kasih banyak.
Aku akan memberimu wadahnya.
Aku menghargainya.
Apa Woo-joo sudah tidur?
Dia sedang tidur.
Astaga.
Kau bisa melihat dengan kacamata hitam itu?
Kenapa kau memakainya?
Lupakan kacamata hitamku.
Kudengar dari orang tua Bom
bahwa kalian berdua keluarga, bukan pasangan?
Sepertinya tidak ada yang bisa menyimpan rahasia di sini.
Apa? Apa terjadi sesuatu?
Tidak.
Kenapa kalian berdua canggung sekali?
Aku harus menanyakan sesuatu.
- Apa? - Ayo keluar.
Dia menyuruhku diam.
Dia terus menyuruhku diam.
Pasti terjadi sesuatu.
Benar, bukan?
Kau bercanda.
Aku menyatakan cinta dengan penampilan seperti ini?
Astaga.
EPISODE ENAM
Kenapa dia tidak tidur di ranjangnya?
Jika sakitmu separah itu
seharusnya kau mencegahku pergi.
Lagi pula, semua orang pergi
bahkan saat aku melarang mereka.
Aku tidak akan ke mana-mana.
Terima kasih sudah datang kemarin.
Kau sudah bangun?
Kau baik-baik saja? Apa lidahmu terbakar?
Aku baik-baik saja.
Sebaiknya aku bersiap berangkat kerja sekarang.
Apa tidurmu nyenyak?
Lumayan. Aku tidur sebentar setiap kali demammu turun.
Aku membuat bubur untukmu, jadi, makanlah nanti.
Antar Woo-joo ke tempat Bom sebelum berangkat kerja
dan aku akan menjemputnya nanti.
- Dan... - Kau sudah makan?
- Apa? - Kau sudah sarapan?
Tidak, aku akan makan siang di kantor.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa, Woo-joo!
Aku menyukaimu
Hyun-jin.
Kenapa jantungku berdebar kencang?
Halo?
Apa kau wali Sun Woo-joo?
Ya, benar. Siapa ini?
Aku dari Penitipan Anak Saetbyeol.
Aku menelepon soal lowongan di divisi bayi.
Benarkah?
Kapan dia bisa mulai?
Jika kau tidak keberatan
dia bisa bergabung dengan kami mulai hari ini.
Tidak apa-apa jika kau terlambat. Akan bagus bertemu teman sekelasnya
dan membiasakan diri dengan lingkungan sekitar.
Tentu, itu rencana yang bagus.
Baik, terima kasih!
Sebaiknya aku memberi tahu Tae-hyung.
Tidak.
Mungkin agak aneh menelepon sekarang.
Ayolah. Kau baru saja sarapan.
Tidak tetap tidak, bahkan dengan mata memelas itu.
Ini kali pertama
seseorang membuatkanku bubur saat aku sakit.
Apa dia bergegas pergi tanpa sarapan
karena aku?
Ya.
- Benarkah? - Ya.
Apa aku membuatnya tidak nyaman?
Bisakah
antar Woo-joo ke tempat penitipan
sebelum berangkat kerja hari ini?
Penitipan anak?
Aku memasukkan namanya
di daftar tunggu beberapa saat lalu
dan aku ditelepon soal lowongan.
Akan kukirimkan alamatnya.
Dia terlalu kecil untuk penitipan anak. Dia masih bayi.
Ayo berpakaian, Nak.
- Tidak. - Ulurkan kakimu.
Tidak.
Ini.
Aku tidak percaya butuh 30 menit untuk mendandaninya.
Pergi!
Baiklah. Akan kuambilkan untukmu.
- Tunggu sebentar. - Baiklah.
PENITIPAN ANAK SAETBYEOL
Ini lebih besar dari dugaanku.
Nak, kau yakin akan baik-baik saja?
- Ya. - Benarkah?
Baiklah.
Kalau begitu, ayo masuk.
Kau pasti Woo-joo!
Halo.
- Beri salam. - Kau siap?
Beri hormat ke gurumu. Bagus.
Ayo.
Ayo.
PENITIPAN ANAK SAETBYEOL
Apa kau ayah Woo-joo?
Ayah?
Apa aku terlihat seperti itu?
Aku pamannya.
Begitu rupanya.
Aku mengerti sekarang. Sudah kuduga kau mirip seorang paman.
Baik, Pak Paman
tolong tinggalkan kontak darurat di sini.
FORMULIR KONTAK DARURAT PENITIPAN ANAK SAETBYEOL
NAMA MURID: SUN WOO-JOO WALI: SUN TAE-HYUNG
NAMA MURID: SUN WOO-JOO WALI: SUN TAE-HYUNG
Pak
sebelum kau pergi
bisa beri tahu Woo-joo untuk bersenang-senang
selagi kau bekerja
dan kau akan menjemputnya nanti?
Jika tidak, dia akan gelisah dan menunggumu seharian.
Dia akan merasa aman karena tahu dia bisa mengandalkanmu
untuk menjemputnya nanti.
Tentu.
Tentu saja tidak.
Dia tidak perlu menunggu selamanya.
Pamanku.
- Nak. - Ya.
Tidak, Woo-joo.
Ya.
Paman akan bekerja untuk menghasilkan uang
untuk membeli popokmu.
Baiklah.
- Jadi, Woo-joo - Ya.
bersenang-senanglah dengan teman-temanmu.
Baiklah.
Bibi Hyun-jin akan menjemputmu nanti.
- Ya. - Mengerti?
- Ya. - Tos!
SELAMAT DATANG! SENANG BERTEMU DENGANMU.
Ini aneh.
Perasaan sedih aneh apa ini?
Benar, aku lupa melapor ke Hyun-jin.
"Aku menyiapkan Woo-joo ke sekolah
dan mengantarnya ke hari pertamanya di tempat penitipan anak."
Sebaiknya aku mengirim foto juga.
Yang ini?
Apa? Apa yang terjadi?
Apa? Tunggu.
Bagaimana cara membatalkannya?
Astaga, dia membacanya.
Apa yang dia lakukan?
Ada apa?
Ada apa di antara kalian berdua?
Sekarang kalian saling mengirim swafoto?
Tanpa memberitahuku?
Apa ada hal lain yang terjadi di antara kalian?
Dia bilang
dia menyukaiku.
Tidak mungkin. Dia menyukaimu?
Tae-hyung?
Kalian cepat sekali!
Lalu apa? Ceritakan detailnya.
Bagaimana?
Aku yakin dia hanya mengantuk dan mengigau.
Demamnya sangat tinggi semalam.
Bukan itu yang kutanyakan.
Bagaimana perasaanmu?
Bukankah biasanya orang jatuh cinta lagi dengan cinta pertamanya
saat bertemu lagi?
Bukankah Yoon-seong cinta pertamamu?
Ya, benar.
Berdasarkan caranya memperlakukanmu
sepertinya dia masih menyukaimu.
Aku tidak tahu lagi.
Yoon-seong baik ke semua orang.
Ayolah. Kau yakin bukan hanya kau?
Bagaimana dengan teman serumahmu?
Apa kau merasakan sesuatu yang istimewa
untuk teman serumahmu?
Ada yang istimewa?
Apa pun yang istimewa...
Hyun-jin!
Ya, ada.
Dia selalu datang di saat yang paling tak terduga
dan membuat hatiku terasa penuh.
Jadi, aku terus memikirkannya setiap kali butuh bahu.
Serta
awalnya aku tak menyadarinya karena dia sangat gelisah
tapi sebenarnya dia sangat baik. Dia hanya terlalu sering terluka.
Setelah semua itu, akhirnya aku sadar
dia hanya kesepian.
Dia sangat mirip denganku.
Jika dia terus mengisi pikiranmu, kencani saja dia.
- Apa masalahnya? - Kau tak melihatnya?
Aku tidak pernah menganggap Tae-hyung sebagai pria!
Tidak ada kata terlambat untuk mempertimbangkannya sekarang.
Kau tinggal serumah dengan pria yang menyukaimu.
Bagaimana bisa kau tidak menyukainya?
Pada dasarnya itu mustahil.
Kecuali Yoon-seong sudah memiliki hatimu.
Hatiku?
Hatiku...
Woo-joo-ku dan mengamankan posisi tetap!
Hanya itu tujuan hatiku!
Kau tahu benar
aku tidak bisa teralihkan.
Entahlah.
Aku harus melihatnya.
RUMAH SEMENTARA
Kenapa dia tidak membalas? Dia sudah membacanya.
Ayo kembali bekerja.
Silakan masuk.
PUSAT TEKNOLOGI INDUSTRI
Kami mengamankan kontrak langsung dengan produsen bersertifikat
dan menyiapkan beberapa rencana alternatif.
Kedengarannya bagus.
Glomarket tertarik
dengan reputasi makanan Korea yang penuh cinta dan perhatian
jadi, penting bagi kita untuk dapat bahan berkualitas terbaik.
Tentu saja. Kami akan melakukan yang terbaik.
Haruskah kita akhiri di sini?
Kerja bagus.
Kita akan terjebak macet karena jam makan siang.
Benar.
Jadi, kau mau kabur sebentar?
Bisakah kami memesan?
Ya, tentu saja.
Satu Latte Jatuh Cinta dengan Stroberi dengan krim kocok
Lima porsi keripik Java, dicampur
dan banyak tetesan cokelat.
Aku juga akan menambahkan puding pisang di atasnya.
- Apa? - Puding pisang.
Apa ini?
Apa lagi? Resep spesialmu.
Aku tidak mengira kau masih mengingatnya.
Tentu saja aku ingat.
Aku juga tahu itu minuman musiman di sini.
Aku memikirkanmu musim ini tiap tahun setiap kali berada di sekitar sini.
Saat kudengar seseorang memesannya
aku selalu bertanya-tanya apa kau meminumnya tahun itu.
Saat minuman musiman berganti
entah kenapa aku merasa sedih.
Aku mengerti kenapa kau sangat populer sekarang.
Itu tidak ada artinya saat aku melajang
sejak lulus kuliah.
Ayolah.
Aku serius. Kenapa kau tidak memercayaiku?
Kau sama seperti dahulu.
Kau populer, cerdas secara objektif
sukses, dan perhatian.
Bukan itu saja. Kau juga tinggi dan tampan...
Lalu?
Kenapa kau berhenti di tengah kalimat?
Aku terus mengatakan hal gila
karena kau terus menggodaku.
Benar juga.
Bagaimana kabar keponakanmu?
Dia luar biasa. Ini hari pertamanya di tempat penitipan anak.
Dia sudah besar, bukan?
Kau benar. Dia sudah besar.
Itu akan sedikit membantumu.
Tentu saja.
Aku khawatir apa yang akan kulakukan tanpa Tae-hyung.
Kau tidak tinggal dengannya lagi?
Tidak, kami sepakat tinggal bersama hanya selama sebulan.
Itu bagus.
Apa?
Aku agak terganggu
kau tinggal dengan seorang pria.
Amy Choo-ku
lebih baik mati daripada diganggu saat dia terinspirasi.
Jadi, jika dia mengabaikanmu
itu pertanda dia sedang menyeduh ide cemerlang
jadi, bersabarlah.
Selalu kerjakan papan cerita dengan tangan dahulu.
Tugasmu adalah mengubahnya menjadi dokumen digital.
Jika kau tidak setuju dengannya soal pekerjaan
dia akan memarahimu lebih dahulu
jadi, tugasmu adalah mengakomodasinya.
Bahkan dengan mencari tempat, model, dan properti
tugasmu melakukannya dengan benar tanpa dia menjelaskan semuanya.
Kau harus pintar dan mendapatkan semua yang dia butuhkan.
Yang terpenting dia serius soal kadar gula darah, diet, dan kesehatan
jadi, pastikan semua yang dia makan organik.
Setengah jam setelah makan
beri dia suplemen vitamin A, B, C, D, E
secara bergantian.
Beli buah untuk nutrisi lainnya.
Tunggu.
Bukankah aku asistennya?
- Ya. - Itu semua bagian dari pekerjaanku?
- Itu semua untukku? - Kau tak bisa melakukannya?
Ya, aku bisa.
Akan kulakukan. Aku tak punya pilihan.
Ya, kau tak lain adalah asisten Amy Choo.
Asal kau tahu
jika kau pikir bisa tinggal beberapa bulan
dan berhenti setelah memanfaatkan ketenarannya...
Kalau begitu, aku tak akan berani datang.
Posisi asisten ini adalah
kesempatan terakhirku dalam fotografi.
Senang mendengarnya.
Kau sudah membaca semua proposal
yang Amy berikan kepadamu?
Sedang kukerjakan.
Kurasa aku perlu membandingkan referensi visualnya lagi
tapi akan kuberi tahu hari ini.
Sikap itu!
Aku menyukainya.
Ini saatnya untuk tambahan kafein Amy.
Sampai jumpa.
Aku terlambat.
Kenapa dia sangat serius dengan pekerjaan ini?
Astaga.
Banyak yang harus dilakukan.
Satu, dua.
Bersikaplah sedikit malu.
Kau malu.
Bayangkan dirimu melayang.
Bagaimana dia bisa sehebat itu?
Kukira dia hanya asisten.
Foto-fotonya mengagumkan.
Kau meminum semuanya.
Bibi khawatir kau terlalu kecil untuk ke tempat penitipan anak
tapi sepertinya kau baik-baik saja dan bersenang-senang.
Bibi bahkan tidak berbuat banyak untukmu.
Sejak kapan kau tumbuh sebesar ini?
Woo-joo, kau bersenang-senang di tempat penitipan anak?
Ya.
Jadi, kau juga bisa pergi besok?
Ya!
Apa? Kau mau ke mana?
Kau mau ke mana?
Astaga.
Kau sudah pulang.
Ya, hei.
- Kau di rumah, Woo-joo! - Ya.
Aku menjemputnya dalam perjalanan pulang.
Begitu rupanya.
Kau sudah makan malam?
Ya.
Begitu rupanya.
- Cucian... - Sudah kucuci.
Jangan khawatir.
Benarkah?
Tapi detergennya...
Kukira kita kehabisan, jadi, aku membelinya dalam perjalanan pulang.
Astaga, Hyun-jin.
Kau yang terbaik!
Ya, terima kasih.
Terima kasih.
Bibi yang terbaik.
Ya.
Aku harus ke toilet.
Baiklah, dah.
Hati-hati melangkah.
"Dah"? Sungguh?
Sungguh...
Aku harus melakukan sesuatu tentang ini.
Sampai jumpa, Woo-joo!
Aku harus ke toilet.
Astaga.
Halo?
Halo?
Hai.
Ya.
Ya.
Apa?
Kenapa dia terus mengatakan ya?
Pak, rumahmu sudah siap ditempati.
Kami sudah memperbaiki rumahnya
jadi, datang dan lihatlah. Jika tidak ada masalah
kau bisa langsung pindah.
Bagaimana kau bisa menyelesaikan konstruksinya secepat itu?
Apa itu aman?
Kau yang memohon agar aku secepat mungkin.
Pekan depan sudah sebulan
jadi, apa maksudmu "secepat itu"?
Baik, aku akan memeriksanya besok.
Aku tidak percaya sudah sebulan.
Waktu berlalu begitu cepat.
Sudah kubilang aku bisa melakukannya sendiri.
Aku serius.
Ucapanku semalam.
Aku serius.
Tapi
aku tidak akan menanyakan apa pun.
Aku hanya ingin menyatakan perasaanku.
Aku tidak mengajakmu berkencan.
Aku tidak akan memaksamu
melakukan apa pun.
Kukira
kau bicara omong kosong
karena mengantuk dan dibius.
Aku tidak bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Aku tidak pandai menyembunyikan perasaanku seperti itu.
Lagi pula, kau akan segera menyadarinya.
Jadi
jangan bersikap aneh di dekatku
dan jadilah dirimu sendiri.
Lihat?
Bahkan Woo-joo diam. Dia bisa tahu ada yang aneh.
Kau benar.
Woo-joo juga bisa membaca situasi.
Tunggu. Apa itu?
Tasku!
Aku tidak menyukai Bibi.
Ada apa?
Ibu!
Ibu.
- Woo-joo... - Ada apa?
Kemarilah.
Ibu!
Tidak apa-apa.
Ibu...
Aku terlambat!
Tasku.
Dompetku!
Ada di rak mainan.
Terima kasih!
Apa?
Kartu pegawai dan ponselku!
Di sini.
Sebaiknya aku bergegas atau aku akan terlambat. Dah!
Dah, Woo-joo!
Semoga harimu menyenangkan.
Sedang apa polisi di sini?
Beri hormat ke gurumu, Woo-joo.
Selamat pagi! Ayo beri hormat.
Halo.
Sampai jumpa, Woo-joo.
- Katakan sampai jumpa. - Sampai jumpa!
Katakan sampai jumpa.
Ayo.
Aku terlalu takut untuk pulang di malam hari.
- Itu menakutkan. - Aku mengerti.
Jangan khawatir.
Aku akan menanganinya.
Di mana aku bisa menemukan orang mesum itu?
Kita hidup di dunia yang kejam.
Kita harus menangkapnya dan memberinya pelajaran! Setuju?
Jangan khawatir.
Apa yang terjadi? Ada masalah?
Sepertinya kau sama sekali tak peduli dengan lingkungan kita.
Seorang pencuri membobol beberapa unit di gedung ini semalam.
Dia hanya merampok rumah dengan penghuni wanita lajang.
Tidak mungkin. Siapa dia?
Dia menghindari
semua kamera pengawas, jadi, kami belum tahu.
Namun, menurut tetangga kita
pria mencurigakan bertopi
terlihat di sekitar area ini di malam hari belakangan ini.
Astaga.
Topi.
Hei!
Suruh nona muda itu
berhati-hati di malam hari
sampai aku menangkapnya, ya?
Aku sudah khawatir dia pulang sangat larut.
Kau lihat mobil polisi saat keluar?
Ada pencuri masuk ke vila kita semalam.
Se-yeon! Ada pencuri masuk ke vila kami semalam.
Mereka belum menangkapnya.
Apa? Pencuri?
Dia hanya merampok wanita lajang
dan menguntit mereka di malam hari.
Dasar gila.
Kenapa ada banyak orang gila?
Aku tahu.
Mungkin jangan pulang larut untuk sementara.
Bisakah kau pulang tepat waktu hari ini?
Hyun-jin
kau sedang mengirim pesan ke Tae-hyung?
Apa yang terjadi?
Apa ada hal lain yang terjadi?
Hei!
Kau benar-benar butuh detoksifikasi dopamin.
Kembalilah makan siang.
Benarkah? Tak ada pembaruan sama sekali?
Tidak.
Kertas dindingnya sepertinya tidak dilem dengan benar.
Kau memintaku meninggalkan celah antara dinding dan kertas dinding.
Ubinnya tampak agak bengkok.
Mungkin kau harus mengulang semuanya.
Itu hanya polanya, mengerti?
Benar, polanya.
Apakah aman menggunakan listrik?
Apa semua air dari pipa yang pecah sudah kering?
Kau bercanda.
Jika kau ingin sesuatu dilakukan secara berbeda
katakan saja apa maumu!
Ya.
Kita bisa mengganti ubinnya jika kau mau.
Tapi kami akan menagih biaya tambahan.
Seharusnya aku memilihnya lebih awal.
Berhentilah berubah pikiran.
Jadi, kau mau ubin baru?
Ini waktu yang buruk untuk pindah
dengan adanya pencuri di vila.
Baiklah!
Hubungi aku jika sudah memutuskan.
Ayo pergi.
Apa selalu sekosong ini?
Halo?
Di mana kau?
Bukankah seharusnya kau sudah pulang?
Aku tertidur di bus.
Kenapa kau melakukan itu? Itu berbahaya.
Jangan bilang
kau menungguku.
Tidak juga.
Orang tua Bom mengundang Woo-joo makan malam.
Kau tidak perlu menjemputnya.
Jangan khawatir, mereka juga memberitahuku.
Jadi, di mana kau sekarang?
Aku akan menjemputmu.
Tidak apa-apa. Aku bukan anak kecil.
Sampai jumpa di rumah.
Seorang pencuri masuk ke vila kita semalam.
Dia hanya merampok wanita lajang
dan menguntit mereka di malam hari.
Sudah kuduga kau akan kemari dari perhentian berikutnya...
Ada apa?
Apa terjadi sesuatu?
Katakan. Tidak apa-apa.
Aku hanya...
Aku merasa lega.
Telepon saja aku jika ini terjadi lagi.
Jangan takut sendirian.
Berjanjilah kepadaku.
Bahwa kau akan meneleponku.
Aku benar-benar khawatir.
Baiklah, aku berjanji akan meneleponmu lain kali.
Kau tahu renovasi rumahku?
Kontraktor meneleponku, katanya itu sudah selesai.
Benarkah?
Secepat ini?
Ya.
Aku memeriksa unitnya hari ini
dan kertas dindingnya tidak ditempel dengan benar
ubinnya bengkok
dan pipanya yang pecah bahkan belum kering.
Seberapa besar pipa yang pecah sampai itu masih basah?
Benar, bukan?
Kurasa itu sangat buruk.
Omong-omong
kurasa aku harus menginap di rumahmu sedikit lebih lama.
Tentu.
Jangan terburu-buru pindah dan mendapat masalah nanti.
Benar.
Dan ini.
Apa ini?
Itu semprotan merica. Aku melihat toko yang menjualnya.
Setidaknya bawalah sampai mereka menangkap pencurinya.
Terkadang kau bisa sangat perhatian.
Kau mungkin tidak tahu
tapi aku cukup peduli dan perhatian
kepada orang-orangku.
Bagaimana cara menggunakannya?
Keluarkan peniti
dan tekan yang keras.
Ini tidak berfungsi.
Coba kulihat.
Kenapa tidak berfungsi?
Lihat? Itu tidak berfungsi.
Mungkin itu cacat.
Ada apa?
Itu masuk ke mataku!
Masuk ke matamu? Apa yang harus kita lakukan?
Panggil ambulans!
- Telepon 9-1-1 sekarang. - Baiklah.
- Aku tidak bisa melihat! - Baiklah!
Aku berjalan maju atau mundur?
Mataku!
Kumohon, Hyun-jin!
Jangan bergerak, ya?
Kita harus membilasnya dengan air.
Kenapa kau menyemprot dirimu sendiri?
Tunggu!
Kurasa ada yang masuk ke mataku.
Perih sekali.
Baik, duduklah.
- Aku tidak bisa melihat! - Aku tahu!
Aku tidak bisa melihat apa pun!
Pegang aku.
Coba buka matamu.
Aku tidak melihat apa pun.
Apa masih perih?
Kau membuka mataku.
Tentu saja sakit.
Kau sengaja melakukan ini?
Untuk apa aku melakukan itu?
Tetaplah di sini.
Biar kuperiksa efek sampingnya.
Kau baik-baik saja?
Ya, terima kasih.
Tidak pernah terlambat untuk memikirkannya sekarang.
Tidak, sadarlah!
Sulit dipercaya.
Sungguh makhluk kecil yang brutal.
Astaga!
Tidak, kita bisa.
Baiklah.
Beri tahu aku saat kau tiba di sini.
Kenapa? Ada apa?
Kita sudah menetapkan
tim pengarah visual untuk proyek Glomarket.
Untungnya, kita bekerja dengan pilihan pertama kita
dan kita akan menemui mereka sore ini.
Luar biasa!
Perusahaan apa itu?
Mari kita lihat.
Kurasa itu yang terbaik di Korea.
Kalian bisa menemui mereka nanti.
Jadi, yang terbaik di Korea adalah...
- Ini suatu kehormatan. - Senang bertemu denganmu.
Amy Choo?
Halo.
Ipar?
"Ipar"?
Siapa? Kalian berdua?
Tunggu. Kenapa dia tampak tidak asing?
Jangan bilang mereka akan mengingatnya dari insiden lobi.
Tunggu.
Kenapa kau tampak sangat familier?
Istrinya?
"Istri"?
Siapa? Kalian berdua?
Apa?
Tidak.
Tidak?
Bisa kita mulai rapatnya?
Seperti yang disebutkan dalam proposal kami
Glomarket sangat tertarik dengan budaya Korea.
Dengan begitu
mereka menyukai pemotretanmu
yang menampilkan hanbok dan hanok.
Sudah lama aku tidak memotret hal tradisional.
Aku bersemangat untuk proyek ini.
Ini sangat menarik karena aku belum pernah memotret makanan.
Aku punya gambaran kasar tentang apa yang ingin kau lihat.
Tapi aku tahu kau ingin hal yang berbeda untuk setiap produk.
Kami akan segera memastikan keinginan kami
dan mengabarimu.
Ada pertanyaan lain?
Ini bukan pertanyaan
tapi aku menyiapkan ini untuk berjaga-jaga.
Apa ini?
Kudengar temanya belum ditentukan
jadi, aku mengumpulkan referensi visual
yang mirip dengan gambar di proposal.
Mungkin itu akan menjadi referensi yang bagus untuk kalian.
Itu bagus.
Kami akan memeriksanya.
Kau tahu?
Bagaimana kalau kita makan malam bersama untuk merayakan awal kita?
Gyu-jeong, itu ide terbaikmu setelah sekian lama!
Haruskah kita melakukan itu?
Jangan libatkan aku.
Aku tidak mengerti orang yang menikmati pertemuan staf ini.
Tentu, bagaimana jika kita adakan, hanya untuk mereka yang mau?
Tentu, aku suka makan malam staf.
Aku pernah melihatmu di suatu tempat.
Ayo.
Kenapa dia terus...
Bagaimana wawancaramu, Sayang?
Aku dikenal sebagai gadis yang membuat keributan di lobi.
Lobi.
Lobi.
- Pria di lobi! - Lobi?
Benar, bukan? Pria gila di lobi!
Lobi!
- Pria yang berteriak, "Sayang!" - Pria lobi!
Itu pria lobi!
Apa itu artinya...
Itu dia!
Kau benar!
Tolong buka pintunya.
Astaga.
Jadi, wanita lobi itu kau, Hyun-jin!
Sudah kuduga ada sesuatu.
Jadi, kalian berdua menikah?
Sudah kubilang kami tidak menikah.
Kenapa kalian melakukan itu di lobi jika tidak menikah?
Apa kalian berdua berkencan?
Tidak, tidak ada apa-apa di antara kami.
Kami
hanya ipar.
- Ipar? - Apa?
Kalian berdua ipar?
Lalu siapa bayi itu?
Ingat bayi di video itu?
Keponakanmu?
Kenapa kau memanggilnya "sayang" jika kalian hanya ipar?
Bukankah itu berarti kalian berdua berkencan?
Atau kalian berdua belum sampai sana?
- Bukan begitu. - Baiklah.
Hidup itu rumit bagi semua orang.
Biarkan saja mereka sekarang.
Bagaimana kalau kita bersulang?
- Bersulang! - Bersulang!
Minumlah.
Aku berharap bisa bertemu denganmu kapan-kapan.
Tapi aku tidak menduga akan bertemu denganmu di sini.
Aku?
Kenapa?
Tidak apa-apa.
Kukira aku akan memintamu menjaga Hyun-jin dengan baik.
Hyun-jin kita terkadang bisa ceroboh.
"Kita"?
Minumlah.
Kau lucu. Aku tidak ceroboh.
Kau tidak ingat saat kita kuliah?
Di masa lalu...
Tidak adil mengungkit masa kuliah kita!
Omong-omong
apa kalian berdua sungguh tidak tahu
akan mengerjakan proyek ini bersama?
Ya, aku bersumpah tidak tahu.
Kau tahu soal itu?
- Ya. - Apa?
Kenapa kau tidak memberitahuku jika sudah tahu?
Benar.
Kurasa bahkan jika tinggal bersama
kalian tidak banyak bicara jika tidak dekat.
Kami memang dekat.
Benar juga.
Kau tidak tahu dia dekat dengan siapa.
Kau belum di tingkat itu
karena kau hanya kolega seniornya.
Omong-omong
orang-orang berasumsi sesuka mereka, ya?
"Pria di lobi"?
Kau bukan pria baginya.
Kau hanya keluarga.
Kau tahu? Jangan malu.
- Angkat gelas kalian. - Tunggu.
Ada sesuatu di sini.
Kau menumpahkannya?
Seharusnya kau lebih berhati-hati.
Kenapa kau ceroboh sekali sejak kemarin?
Apa semalam terlalu pedas?
Apa
terjadi sesuatu kemarin?
Tae-hyung menyemprot
semprotan merica...
Semprotan merica?
Untuk apa?
Apa terjadi sesuatu?
Seseorang membobol vila kami.
Ada keributan besar.
Ada yang membobol masuk?
Kau baik-baik saja?
Kurasa keamanan Vila Yuseong tidak terlalu bagus.
Tidak apa-apa. Ada Tae-hyung.
Tidak perlu khawatir.
Ya, aku akan melindunginya.
Dia tidak seperti Suzy...
Diam.
Kenapa kau menendangku
di bawah meja, Hyun-jin?
Aku sedang beruntung!
Kena!
Ini sangat menyenangkan.
Bagaimana jika kalian berlomba?
Tae-hyung!
Iparmu populer, ya?
Apa?
Dia bilang begitu?
Apa pun dia, aku suka yang kulihat.
Apa dia setampan itu?
Siapa yang lebih kau sukai?
Pak Park? Atau iparmu?
Tunjukkan pada kami, Pak Park!
Itu baru Pak Park.
Bagus, Tae-hyung!
Bagus!
Usaha bagus.
Nyaris saja.
Bagus!
Tae-hyung!
Kau hebat!
Itu Tae-hyung kita.
Ayo, Pak Park!
- Kau bisa! - Ayo!
Itu baru Pak Park!
Kau tampak sangat keren tadi.
Kau yang terbaik!
Ini sangat menyenangkan.
- Lihat semua strike itu. - Sangat mengesankan.
Dia hampir berhasil!
Yang terakhir, Tae-hyung.
Kita belum tahu.
Ini belum berakhir.
Yang penting fokus.
Pak Park
aku sedih kau kalah hari ini.
Bisakah kita minum lagi? Kumohon?
Hati-hati di jalan.
- Selamat malam. - Tae-hyung
ikut aku ke studio.
Sekarang?
Ya, ada masalah.
Aku sudah memanggil taksi, jadi, ayo pergi bersama.
Kalau begitu, aku akan mengantarmu. Ikut aku.
Haruskah aku melakukan itu?
- Tidak, aku... - Ada yang mau sopir?
- Ya, itu mobilku. - Yang ini?
- Ayo. - Baiklah.
Sampai nanti.
Apa kau
sungguh akan membiarkannya mengantarmu pulang?
Ya.
Lagi pula, rumah kami searah. Kenapa kau bertanya?
Taksi kita datang.
Sampai jumpa lagi.
Hati-hati di jalan.
Boleh aku ke toilet sebelum kita pergi?
Apa maksudmu? Masuk saja.
Ayolah.
Sampai jumpa.
Masuk saja! Jangan keras kepala.
Ayo!
Kau sungguh tidak bisa menyembunyikan perasaanmu.
Apa maksudmu?
Sayang sekali.
Sepertinya kau punya saingan yang serius.
Ini bukan kompetisi.
Kami tidak memperebutkan hatinya.
Kau tahu?
Tidak ada hal lain yang penting.
Cinta hanya tentang satu hal.
Apa?
Waktu.
Tidak ada yang berhasil jika waktunya tidak tepat.
Lihat aku.
Aku melewatkan waktuku untuk membangun kembali pernikahanku
dan tanpa kusadari, aku akan bercerai.
Entahlah.
Kau masih punya beberapa kesempatan lagi
tapi kau melewatkan semuanya.
Kau sudah tahu selama ini? Bahwa Amy dan aku...
Bahwa kalian berdua sudah menikah?
Bagaimana mungkin aku tidak tahu jika kalian selalu saling berteriak?
Apa suaraku selantang itu?
Aku harus bicara pelan-pelan mulai sekarang.
Tae-hyung, kau masih bisa mendengarku?
Baiklah.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Kau baik-baik saja?
Ya, aku merasa jauh lebih baik setelah menghirup udara segar.
Mari kita nikmati sedikit lagi sebelum pergi.
Lagi pula, sulit mendapatkan sopir lain sekarang.
Kenapa?
Ada acara kembang api malam ini.
Hyun-jin
kau mau melihat kembang api denganku?
Hyun-jin, kau mau melihat bunga musim semi denganku?
Yoon-seong!
Ayo pergi. Aku bahkan membawa mobilku.
Mereka bahkan menyalakan kembang api di tepi Sungai Han malam ini.
- Benarkah? - Ya.
Terima kasih.
Akhirnya kita melihat kembang api
yang kita lewatkan tujuh tahun lalu.
Kau benar.
Maaf, aku pasti membuatmu bingung.
Dengan pergi begitu saja.
Sungguh?
Yoon-seong membiarkanku mengambil tempat beasiswanya?
Tidak, tolong jangan berikan tempat itu kepadaku.
Yoon-seong
kau tahu saat kubilang ada yang ingin kukatakan kepadamu?
Aku akan pergi belajar
ke luar negeri.
Jadi, Yoon-seong
kita tak bisa bertemu lagi.
Aku meninggalkanmu begitu saja.
Akhirnya aku mengerti
perasaanmu hari itu.
Tapi kau tahu
aku merasa tak terlalu menyedihkan
karena lalu lintasnya sangat padat.
Kalau dipikir-pikir
kau punya mobil sejak kuliah.
Itu sebabnya aku menolakmu.
Karena aku tinggal di unit semibasemen.
Jadi, saat kudengar kau akan memberiku tempat beasiswamu
aku sadar kau menyadari aku miskin.
Itu sebabnya aku berbohong.
Untuk melindungi harga diriku.
Tunggu, kau sudah tahu selama ini.
Kenapa kau tidak memberitahuku?
Itu memalukan.
Aku agak takut saat itu.
Bahwa kau akan lari dariku jika tahu aku tahu.
Aku tidak mengira kau akan takut pada apa pun.
Aku takut pada banyak hal.
Meski semuanya tentang satu orang.
Kau.
Kau tahu
betapa memalukannya itu.
Aku merasa jauh lebih baik setelah mengatakannya.
Terima kasih
sudah memberitahuku sebelum aku bertanya.
Lihat betapa besarnya itu!
Cantik sekali.
Terima kasih banyak.
Aku akan menunggu sampai kau masuk.
Hati-hati di jalan.
Baiklah.
Hei, Tae-hyung.
Hei.
Kau pulang dengan selamat?
Ya, aku baru sampai.
Kapan kau datang?
Aku akan segera ke sana.
Kau tidak membalas, jadi, aku hanya ingin memeriksa keadaanmu.
Aku hanya berjalan...
Apa?
Ada apa?
Halo?
Pintunya terbuka.
Apa kau lupa menutupnya saat pergi?
Tidak, aku jelas menutupnya...
Sungguh, apa yang terjadi?
Apa yang terjadi? Kau terluka?
Tolong jangan menempatkan Hyun-jin
dalam situasi berbahaya.
Tolong beri tahu aku
jika terjadi sesuatu kepadanya.
Aku mengantuk.
Kudengar pegawai kontrak
yang membocorkan fail ke Pangan Hanbit.
Apa? Apa mereka gila?
Apa mereka tak tahu menjebak orang tak bersalah adalah
perundungan di tempat kerja?
Mari kita berkencan
setelah proyek ini selesai.
Hyun-jin, apa kau
masih menyukai Pak Park?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.