Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PERSEMBAHAN NETFLIX
Akan kuceritakan sebuah kisah Tentang satu tim bola voli
Olahraga ini seperti tenis Namun, kau gunakan tangan sebagai raket
Para pemain di tim ini Lumayan seksi
Ada satu persamaan lagi Mereka mati sebelum tamat
Sang Falcons
Sang Falcons...
Dengarkan ini...
Ayo!
Habisi mereka!
Ayo, Semuanya! Kita menangkan pialanya!
Semangat, Falcons!
Semangat, Falcons! Semangat, Falcons!
Kita harus ganti taktik, lakukan 6-3-0.
Morgane, kau bertahan. Jeanne, ke depan net dan pukul keras!
- Tunggu, apa-apaan? - Diam! Lakukan yang kuminta. Ya?
Ya, Jeanne?
- Ya, baiklah. Akan kucoba. - Jangan mencoba. Lakukan!
- Baik. - Kalahkan mereka!
Baik.
Tatiana, Dany, sekarang waktunya. Ya? Upaya terbaik kalian!
Kau, M.A...
Ya, aku tahu, Hazuki, aku tak hebat. Namun, sumpah, aku akan maksimal.
Baik, lakukan.
Vipers!
Semangat, Vipers!
Itu pacarmu?
Aku tak tahu. Maaf...
Aku merancapnya tadi sebelum pertandingan.
Jadi tato nama jalang di kakinya itu namamu!
Aku paham sekarang. Tadi aku tak tahu itu nama ibunya atau pacarnya.
Terima kasih!
- Momo, kita sudah setuju bermain sportif. - Dia yang memulai.
- Waktunya apa sekarang? - Waktunya bermain!
Semangat, Falcons!
Semangat, Falcons!
Dapat! Tunggu, aku tak...
Bagus, M.A!
Poin untuk kita!
PELATIH
Ya!
Aku berdarah, sakit!
Kau buta?
Maaf, Jeannette Sayang. Aku terpaksa. Jangan marah, ya?
Apa yang kau pikirkan? Kau bisa mencederai dia!
- Aku... - Kau bisa cederai mereka.
Maaf, aku tahu. Harusnya aku patuhi rencana awal.
Ya, seharusnya!
Namun, ayolah. Kita menang, 'kan?
Kita juara! Ayo, Kawan-kawan!
PELATIH
- Kau hebat. - Terima kasih. Hentikan!
- Apa? - Jangan di sini!
Hei! Sejak kapan ini?
- Sebagai juara, kau makin seksi. - Hentikan. Malu.
- Aku begitu menginginkanmu! - Aku tahu!
Kenapa aku selalu jadi yang terakhir tahu?
Serge...
Maaf, ini tugasku. Aku harus pergi. Nanti kutelepon.
Cepat sembuh, Jenny!
Halo.
Kami tertarik denganmu.
Jangan lupa, telepon aku.
- Siapa itu? - Aku tak tahu.
Kawan, waktunya pergi. Ada masalah.
- Jeanne... - Ya?
Kita harus pergi.
- Apa? - Kita harus pergi.
Ayo, Semuanya. Kita pamit!
Terima kasih, Bu!
Tidak!
Kawan-kawan!
Berhenti!
Ini disebut "Girls With Balls" Karena mereka lebih nekat daripadamu
Matikan ponselmu, dasar berengsek Ini bioskop
Acaranya akan dimulai
Para gadis akan dihabisi
Di pertandingan tanpa piala
Mereka dikuliti dan didera
Sang Falcons
Sang Falcons...
Sialan!
- Dia meledak. - Itu sungguh tak aman.
- Jangan cemas. Aku bisa. - Perlahan, Pelatih.
Jalanan ini penuh dengan hewan!
Halo? Kau bisa dengar aku?
Tidak, sulit dapat sinyal di sini.
Apa?
15 SUKA - SERGIO - 29 - PARIS
Ya, aku juga cinta padamu.
Halo?
Halo?
Sialan!
Jenny dan Serge berkereta. Kita bertemu malam ini.
Mobil ini jelek...
Bagaimana setelah kau dan Serge resmi berpacaran?
Kalian akan membuat anak?
Ayolah. Kumohon!
Itu memuakkan.
Jangan cemburu, Morgane.
Aku? Cemburu? Aku punya semua yang dia punya.
Sungguh? Kau main di Kejuaraan Nasional juga?
Dia harus tahu.
Pria berjas di pertandingan tadi, dia pemandu bakat untuk Kejurnas!
Dia bicara dengan Jeanne dan hasilnya bagus.
- Apa maksudmu? - Dia memberiku kartu namanya.
Aku harus telepon dia. Ini belum resmi.
Jangan tertawa. Ini salahmu.
Jika kau oper bola, orang akan tahu aku penyerang terbaik.
Bukan salahku Jenny jadi cedera.
Lagi pula, mungkin dia lebih tertarik pada semangat tim.
Awas!
- Astaga, Pelatih! - Sialan!
Berita buruk, tak ada air.
Aku coba perbaiki, tapi sudah rusak.
- Astaga! - Di sini bau. Semuanya bau.
Tanpa air, tidak mandi. Aku muak dengan semua ini! Sialan...
Kemari, Kau!
Hei, kalau kau merasa kotor, akan kujilati sampai bersih.
Hentikan! Jangan menjilatku! Setidaknya sikat gigi lebih dahulu!
Cukup! Berhenti membuat marah! Awas!
- Diam! - Mereka yang salah!
Bisakah kalian diam?
Berhenti pikirkan diri sendiri dan mulai berpikir untuk tim.
- Ini baik untuk Jeanne. - Ya.
Dia layak dapatkan ini. Kita harus dukung dia.
Kita bersaudari!
Aku tak layak?
Ya.
- Namun, ini urutan abjad. - Ya.
Dengar! "J" untuk Jeanne, ada di sini.
Kau, "M" untuk Morgane, ada di sini.
Pertama Jeanne, lalu Morgane. Lihat? Semuanya masuk akal.
Lagi pula, kita juara, 'kan? Ayolah! Semangat, Falcons!
Ya, Falcons!
Ya, Falcons!
Ya...
Semangat, Falcons! Ya!
Semangat, Falcons! Ya!
Semangat, Falcons! Ya!
Semangat, Falcons!
Semangat, Falcons! Ya!
Apa aku saja yang melihat ini jijik?
Apa itu, M.A?
Seperti lantai di salon penata rambut! Lihat! Seperti bayi!
Tidak, ayolah! Itu memuakkan.
- Pelatih, itu menjijikkan. - Tenang.
- Coba lihat vaginaku. - Vaginamu cantik sekali.
Morgane, jangan terlalu jauh!
Baik. Persetan kau.
- Hentikan! - Lihat, M.A.
Itu yang hangus.
- Sudah beres! - Bagaimana tahu caranya?
Aku pernah ikut reli hutan.
Bertahan hidup tiga minggu di daerah berbahaya.
- Kau akan perlihatkan? - Apa?
Vaginamu!
Kau menjijikkan. Hentikan!
Itu tidak lucu.
Sudah, Pelatih, hati-hati ada bangkai.
M.A, kemari.
- Pelatih... - Ya?
- Tidak. - Tidak, ini...
- Ini hanya... - Tidak.
- Tunggu. - Hei, Jeanne!
Tunggu, aku harus pasang kapnya.
Morgane?
Sialan, Morgane!
Morgane?
Ya, aku datang! Tunggu sebentar!
Aku datang!
Tak bisakah aku buang air dengan tenang? Jadi tak nyaman.
Morgane, ayo cepat!
Ya, aku datang.
- Aku datang! - Sudah waktunya!
Aku tak tahu di mana kita. Tak ada rambu.
Orang bodoh mana yang mencuri rambu jalan?
Itu...
Seorang kolektor!
- Apa? - Kau bodoh!
Berikan petanya.
Baik. Kita di jalan apa? D312.
Di sini.
Aneh. Seharusnya ada jalan tol satu jam lalu.
Sekarang kita di D366. Di sini.
Hei, kau lihat itu?
JALAN DITUTUP
HELL-JEIM
"Hell-Jeim"?
Tak ada di peta.
Ya, pastinya kita tak akan putar balik.
Maaf, kita tak akan pulang malam ini.
- Tidak! - Itulah yang terjadi.
Kita cari ,hotel lalu pergi besok pagi.
Tak apa, Jeanne. Kau akan binasa besok.
Ini bukan salahku, tak ada gunanya berteriak!
- Tak ada yang berteriak, Pelatih. - Benar.
JALAN DITUTUP
HELL-JEIM
Tak ada orang.
Mungkin mereka bunuh diri karena depresi.
Bukannya aku manja, tapi tempat ini tampak tak nyaman.
- Kali ini, si manja benar. - Hei!
- Morgane? - Ya?
Aku mengawasimu.
Hentikan.
Sebelah sini. Halo, Pak.
Para gadis cantik ini dan aku mau menginap untuk semalam.
PENUH
"Penuh".
Ya, kamarmu penuh. Bisa terlihat.
Aku tahu ini musim sibuk. Liburan sekolah, ya?
Baiklah, kita percepat saja.
Harus ke sini.
Ini. Lihat.
Kita di sini. Ya? Kami mau ke sini.
Ini...
Terima kasih.
Tak apa. Dia ramah.
Itu rasanya buruk sekali.
Sepertinya kelopak matanya bermasalah, ya?
Menjijikkan.
Dia tak suka sosis.
Itu bukan punyaku.
Aku suka.
Jangan main-main!
Ya ampun.
Si tampan.
Apa kabar, Sayang? Ada apa, Forrest Gump?
Ibu menjatuhkan kepalamu waktu kecil?
Raba pacarku, kupotong buah zakarmu!
- Paham? - Baik, jangan bergerak.
Semuanya tenang, ya?
Jika gerak, kumasukkan tangan ke bokongmu. Paham?
Ke dalam bokongmu dan kupaksa kau bicara.
Tak akan lihat bibirku gerak.
Aku bicara, bibirmu yang bergerak. Paham?
Diam, Tom Sawyer! Aku gila!
Benar, Anak-anak?
Anak-anak?
Sial!
Persetan!
Dasar orang udik!
Untung tak bawa ekskavatorku atau kuhantam kepala mereka semua!
Sudah kubilang, jangan buat masalah!
Ayolah, Kawan-kawan!
- Tak ada yang boleh sentuh pacarku. - Pria itu menjilat pipiku.
Kau bangga?
- Tenanglah. - Aku kaptennya.
- Kau patuhi perintahku. - Entahlah.
Mungkin aku tak cocok dengan perintahmu.
Mungkin kau tak cocok untuk tim ini.
Atau mungkin kau tak cocok jadi kapten.
Tidak?
Diam! Semuanya!
Kau, kau, kau! Kalian semua, diam! Sadar yang kalian ucapkan?
Kita keluarga. Kita kelompok, satu tim!
Benar? Kita satu!
Sial! Kalian tahu kita seperti apa di sana tadi?
Harus aku bilang? Kita seperti sekelompok jalang.
Aku tak jalang!
Kau mungkin ya. Aku tak tahu, mungkin benar.
Mungkin kau juga.
Siapa yang jalang di sini? Angkat tangan! Siapa saja?
Persetan! Aku tak jalang, ya?
Kalian paham?
Kalian paham? Jawab aku!
Pertanyaan, jawaban. Paham?
- Ya! - Ya, apa?
- Ya, Pelatih! - Bos!
Pelatih!
Sekarang kita harus tenangkan diri karena kalian semua lelah.
Ayo, tenangkan diri.
Kalian pikir ini lucu!
Kita pergi ke kota selanjutnya, cari hotel, menginap,
dan pergi subuh usai istirahat cukup. Ya?
Bagus.
Aku lupa bilang...
Yang pertama membuka mulut besarnya
keluar dari sini.
Dia akan lakukan 500 push-up!
Lima ratus push-up! Dengan pecahan beling di bawah lututmu.
Sial! Aku tak mau marah sebelumnya! Jujur!
Kini, aku agak marah.
Terima kasih.
- Raba pacarku, kupotong... - Aku dengar!
Aku di sini. Aku tak tuli!
Akan kupotong buah zakarmu...
Berguna juga keahlian berburuku.
- Semuanya cukup makan? - Ya.
Kali akhir aku sekenyang ini saat memasuki kamar ganti pria!
- Kau menjijikkan! - Jorok!
Tiada pencuci mulut?
Aku sungguh lapar sekali!
Benarkah? Kau lapar? Aneh.
Biarkan saja!
Memang kenapa kalau gemuk?
Dia sendiri yang bilang tak bisa lompat.
- Benar, Tambun? - Aku bisa jadi penyerang.
Ayolah, yang benar saja!
Sama seperti kau punya pacar!
Semuanya tak mungkin!
Namun, lihat sisi baiknya, itu...
Setidaknya ada keseimbangan dalam dirimu.
Morgane, kau keterlaluan!
Ayolah, aku hanya bercanda.
Tanpa selera humor, tak ada yang lucu.
Apa?
Aku benci dia!
Dia selalu mengejekku, apa pun yang kulakukan!
Morgane hanya menyebalkan.
Kita tahu itu. Itulah dia.
Kau lebih baik daripadanya. Kau lebih pintar daripadanya.
Tidak, sungguh, tidak!
Aku muak menjadi orang yang selalu berusaha,
yang selalu disalahkan.
Sudah cukup!
Tak ada lagi Nona M.A yang manis!
Mau katakan yang kau pikirkan atau itu rahasia?
Aku sudah hubungi perekrut itu.
Dan katanya...
dengan beberapa bulan pelatihan, aku bisa bergabung di Kejurnas.
Ya!
- Ya! - Kau hebat!
Ya, tapi dia mau jawaban dalam dua hari.
Jadi, jika kuterima...
Aku harus tinggalkan tim.
Tenang, kau tak akan pergi lama.
Apa?
Mereka butuh apa?
Lima menit untuk tahu kau tak layak ikut Kejurnas?
- Kau tak memiliki kemampuan, Sayang... - Dan kau punya?
Ini dia!
Jadi, kau sudah tenangkan dia?
Keparat kau!
Sial!
Tunggu. Kau bilang apa tadi?
Bilang lagi, Gemuk.
- Aku tak dengar kau! - Sudahlah, Morgane.
- Baik, Semuanya, waktunya tidur! - Ya, Ibu.
- Ayo, Morgane, bantu. - Ayo.
Di kepalaku, aku mau bilang "persetan", yang keluar malah "keparat kau."
Itu bagus. "Keparat kau" itu sempurna.
- Tidak di sini. - Aku sedikit takut.
Terima kasih.
Astaga.
- Siapa masukkan jari ke bokongku? - Bisa berhenti bicara seks?
- Selamat malam. - Selamat malam.
Tidur dengan tangan mengepal
Besok wajahmu akan rasakan pukulan
Tidur dengan telinga terbuka
Besok telingamu menjadi Hadiah pemburu
Kemah musim panas segera berakhir
Ini malam terakhir kalian di sini
Berdoa dan mimpi indah Besok kau terbangun dengan mimpi buruk
Tidur seperti burung Yang tak bisa lagi terbang
Atau yang sebentar lagi mati
Tidurlah Falcons kecil
Karena besok, kau akan mati
Baiklah.
Bisa jelaskan siapa kalian?
Mau kopi?
Harusnya bisa kuduga.
Baiklah...
Kami sudah tahu kalian, lalu kenapa pakai kostum?
- Kalian mau apa? Perkosa kami? - Hentikan!
Apa?
Tak apa, kita bukan kerabat! Dia tak akan tertarik.
Lelucon bagus.
Jadi, apa mau kalian?
Mau kami minta maaf? Baik, Semua, minta maaf.
Maaf sudah melukai mulutmu.
- Maaf. - Kami sungguh menyesal, jujur.
Kami menyesal.
- Ayo. - Maaf sudah memukul si bodoh.
Sudah cukup?
Kita sudah selesai? Kami harus segera pergi.
Tunggu sebentar.
Yang benar saja?
Pemburu hutan itu sudah kuno.
Aku tak takut lagi, ya? Tidak, itu benar.
Kalian harus cari yang baru, ada...
Aku takut!
Sialan!
Lari, Semuanya!
Kabur dari sini!
Kembali! Akan kutusuk bokongmu dengan panahmu sendiri!
Kutusuk bokongmu!
Tolong!
Tidak!
Jangan dorong aku!
Tidak! Kau yang terlalu lambat!
Astaga, mereka menembak! Apa mereka membunuh seseorang?
Morgane, tenang! Tenang!
Mungkin itu bukan apa-apa.
Bagaimana aku bisa tenang, Bodoh?
"Mungkin bukan apa-apa." Bagaimana kau bisa bilang begitu?
Kau konselor berbayar atau sukarelawan? Jalang!
Baiklah, hentikan!
Itu kali terakhirmu bicara begitu padaku!
Ya, atau apa?
Diam, Semuanya! Sialan!
Ini bukan waktunya bertengkar!
Ya, kau pikir ini waktunya?
- Coba lihat tanganmu. - Tak apa
Tak apa!
Tarik napas, embus napas...
Aku di kebunku.
Aku di... Ini semua salahmu!
Kalau kau tak pukul, tak akan jadi begini!
Kau sudah gila!
Apa?
Aku... Maaf. Dia histeris!
Tak apa? Aku melukaimu?
Kita harus ke luar hutan dan ke jalan raya.
Dengar! Aku tahu caranya bertahan hidup di hutan.
Aku tahu yang kukatakan.
Kita akan selamat dari semua ini.
Aku janji, semuanya akan baik-baik saja.
Aturan pertama...
Aturan terpenting adalah selalu...
Lari! Ayo lari!
Baiklah, kalian tunggu di sini.
- Diam saja, ya? - Kenapa?
- Kau pergi? - Untuk awasi sekitar.
Lebih aman jika aku sendirian.
- Ya? - Tidak!
Tidak! Aku bukan pengasuh bayi!
- Aku tak butuh kau! - Cukup!
Tunggu di sini!
Jangan bersuara.
Kupantau, lalu kembali.
Ya?
Ya, Kapten.
Ya. Kami akan baik.
Kita harus pergi dari sini.
Cari jalanan, mobil, lalu kabur. Ayo!
- Aku tak sanggup, Jeanne... - Tidak!
Lihat aku! Lise, percaya padaku.
- Kau tak akan ditinggal. Kita baik. - Aku pergi.
- Apa? - Dany butuh aku.
- Apa? - Dia sudah mati!
Aku cari jalan, Dany, dan bantu kalian.
Tidak, Tatiana. Jangan!
Kembali, Tatiana. Sial!
- Buka bajumu! Buka! - Kenapa?
Buka saja!
- Larilah dan teriak! - Kalau aku teriak, mereka tahu.
Lari!
Ide tolol!
Tatiana membuatku marah.
Apa?
Kalau dia tak mengacau di bar, kita tak akan begini!
Bagaimana dengan anak yang kau tampar?
Jadi, ini salahku?
Tentu saja.
Selalu saja salah Morgane, ya?
Jangan merasa jadi korban!
Korban?
Teruskan! Kau jadi korban!
- Begitu? - Ya!
Hati-hati!
Tunggu.
Kau mau menakutiku?
- Kau menyedihkan! - Hentikan!
- Ini palsu! - Apa?
Baiklah, ayo.
- Lepaskan aku! - Ayo pergi!
Kenapa mereka begitu?
Cukup pintar.
Agar kita takut dan tetap di area ini.
Sekarang bagaimana?
Dia baru saja bilang. Kita pergi dari sini, Bodoh!
- Hentikan! - Morgane!
Apa? Dia juga.
Menyebalkan!
Cengeng!
Kau tinggalkan kami, Pelatih. Kenapa?
Aku tak bermaksud.
Aku refleks berlari.
Aku di depan. Saat pelatih pergi, kalian ikuti.
Mereka tinggal. Itu salah mereka!
Yang mau mati, mati saja.
Sama saja dengan pelatihan.
Saat kubilang "ambil posisi", adakala mereka tak ambil posisi.
Di sini pun sama. Jika lihat aku pergi, kalian ikuti!
Jangan diam saja,
bersandar di mobil, saat ada pria bersenjata.
Jeanne?
- Apa? - Aku harus bicara.
Baik, tapi jangan sekarang.
Ini penting.
Baiklah.
Katakan.
Aku...
Aku...
Kau apa?
Ada apa?
Aku meniduri Serge.
- Apa? - Aku bisa jelaskan.
Aku bodoh
Hentikan, Morgane.
Tak apa, Kapten. Aku tak dengarkan.
- Apa yang kau lakukan? - Yang itu asli.
- Apa yang dia lakukan? - Aku tak tahu!
Apa itu?
Alap-alap prairi.
Sial, dia melihat kita!
Aku tak meninggalkan mereka.
Pikirkanlah, aku tak meninggalkan.
Aku bukan pengecut, itu bukan ketakutan. Itu hanya...
Mungkin aku bukan pemberani... Baik, berpikirlah...
Kau pelatih, buat strategi! Kami berapa banyak?
Baik, hanya aku.
Aku tak punya ide, kehabisan ide...
Hei...
Lalu kenapa jika kutinggalkan?
Di mana kita?
Diam! Jika beruntung, kita akan bertemu Serge.
Itu kecelakaan! Kecelakaan...
Itu jika kau jatuh dan kakimu patah!
Kau terpeleset dan jatuh di penis pacarku?
Bukan seperti itu.
Maksudku, aku berkeringat dan masuk ke ruang ganti...
Tutup mulutmu!
Tak usah diceritakan! Kau bukan main!
Kau dahulu sahabatku!
Aku selalu mau jadi sepertimu.
Hanya terjadi dua kali.
- Baik. Maksimal lima kali. - Diam!
Morgane benar, kau sungguh bodoh!
Sial!
- Maaf. Mohon maafkan aku! - Persetan kau.
Aku membencimu!
- Aku menyesal! - Diam!
- Kurasa mereka sudah pergi! - Diam!
Jeanne, tunggu aku!
Ada permen karet?
Bagaimana dengan itu?
Kurasa aku menelan air seni.
Jeanne!
Maafkan aku!
- Berhenti! - Pak Pemburu! Tolong jangan bunuh aku.
Lakukan sekarang!
Sial!
Apa yang kau lakukan?
Kita punya rencana!
Tolong aku.
Tolong aku!
Dia patahkan gigimu?
Tidak. Bukan gigiku.
Hazuki...
Maaf, aku tak paham...
Kau dipecat.
Ayo, M.A.
Jeanne?
- Jeanne! - Apa?
Aku ke sana. Mereka tak bisa ikuti kita berdua.
Baik, pergilah.
- Aku pergi. - Bagus! Pergilah!
- Aku pergi! - Ya, pergi saja.
- Tolong aku! Tolong! - Jangan, Lise. Tunggu, Lise...
Sial!
Semoga beruntung!
Tolong! Tolong aku!
Rencana bodoh!
Tiada yang lebih baik daripada Yesus
Tiada yang lebih baik daripada Dia
Kumohon tolong aku!
Maaf, kau memotong lagunya!
Maaf, aku sungguh menyesal, tapi...
ada orang gila yang mau membunuh kami.
Mereka bertudung dan bersenjata.
Mereka akan bunuh kalian! Kalian akan mati!
Ya, suatu saat kita semua mati!
Dan Tuhan akan menyambut kita di rumah-Nya...
- Ya! - Bukan seperti itu. Kumohon!
- Ayo, Semuanya. - Tidak...
Dan Tuhan akan menyambut kita
Dengar aku, sialan!
Sumpah, kalian akan mati!
Dibunuh oleh mereka!
Kalian akan mati! Ikut aku, Nak.
Hei, hei! Cukup.
Hentikan!
Sial!
Cukup!
Kau sudah gila?
- Sial! - Hei, ayo.
- Sial! - Tangkap, Raymond.
Maaf, aku lupa...
Kalian siap?
Tuhan akan menyambut kita
Aku mau pulang, jauh dari sini. Kumohon.
Tidak, jangan bunuh. Kumohon, jangan.
Akan kulakukan apa pun. Apa pun!
Kita berkompromi, ya?
Ya!
Kau mau aku pakai di kepala? Baik!
Hei!
Hei! Aku di sini!
Hazuki. Aku tahu aku salah.
Kau tak bisa pecat aku.
Yang kau lakukan itu serius. Kita adalah tim, kita bersatu.
Tak hanya pikirkan diri sendiri.
Kau egois!
Kau bukan Falcons lagi.
Terima kasih!
Maaf...
Aku tak sengaja!
Bukan salahku!
Kau tak apa?
Hazuki?
Ada apa?
Astaga, aku tak bisa apa-apa.
Dia membunuhnya!
Dia ambil golok dan bunuh Hazuki!
Dia membunuhnya!
Hazuki?
Aku tak lakukan apa-apa. Itu kecelakaan!
Tenang, Morgane. Jangan cemas!
Kau akan baik. Ada aku!
Kita akan selamat dari sini, berdua!
Kau...
kapten terbaik yang pernah kumiliki.
Tak pernah mengecewakanku.
Tak pernah panggil aku "gemuk".
Hazuki, aku tak akan melupakanmu.
Kuharap penerusmu sama baiknya denganmu.
Ya!
Oke.
Hei, kau.
Hei, anjing!
Kemari. Kemari. Ya.
Kau mau makan kerikil?
Ayo, ya begitu.
Kau makan kerikil? Ya, benar.
Lepaskan aku! Lepaskan penisku!
Lepaskan aku!
PELATIH
Tak cukup pintar, ya?
M.A?
M.A!
Jeanne! Itu Jeanne!
Di mana yang lain?
Tatiana...
Dia pergi cari bantuan.
Dany...
Dan Lise, aku tak tahu...
Kami berdebat, lalu dia pergi.
Katanya...
Katanya dia sudah meniduri Serge.
Dan kalian?
Hazuki mati.
Mereka membunuhnya.
Dia berjuang dengan gigih.
Tunggu.
Sial.
Tak ada bensin.
Hei, sepertinya mobil kita di sana.
Ponselku di mobil. Kita harus ke sana.
Aman.
Tunggu! Aku akan berjaga di sini, ya?
Kalau mereka datang, tiru suara alap-alap prairi.
Ingat?
Baik.
Ya!
Ayo, pergi!
- M.A, kau temukan senjata? - Tidak.
Namun, ada camilan!
Bagus! Ada sinyal!
Telepon polisi.
Ya Jeanne Sayang. Semuanya baik?
Dasar bedebah! Kupotong buah zakarmu.
Kau pembohong. Mati kau!
Terputus!
Aku tak berbuat salah. Dia sudah gila?
Serahkan padaku.
Kau sudah hubungi polisi?
Tidak, baterainya habis.
Sial!
- Bagaimana? - Habis baterai.
- Sial! - Ya.
- Sekarang apa? - Aku tak tahu.
- Tak peduli. Aku pergi. - Tunggu! Kita harus bersama!
Hei!
Sudah berakhir.
Habislah kita.
Belum.
Kita tim.
Kita Falcons.
Maksudku, bagian dari Falcons.
Sekarang waktunya apa?
Waktunya bermain!
Ayo, Falcons!
Penyerang!
Penyerang!
Penyerang! Ya!
Jeanne!
Tolong aku!
Jangan tinggalkan aku!
Jangan tinggalkan aku! Kumohon! Jangan tinggalkan aku! Jangan pergi.
Aku akan kembali.
- Aku akan kembali, janji. - Tidak!
Janji, aku akan kembali. Aku janji.
Akan kembali untukmu.
Jeanne!
Ayo.
- Ayo pergi dari sini! - Jeanne!
Kita tak bisa pergi.
Kita harus kembali.
Kita Falcons, 'kan?
Kalau teman kita masih hidup, kita tak bisa tinggalkan mereka.
Jangan menyerah begitu saja.
Jeanne...
Kita bagi dua grup.
Maksudmu, dua grup berisi satu orang?
Kita lebih punya peluang.
Baik.
Kumohon!
Aku tak lakukan apa-apa. Lepaskan aku, kumohon!
- Kumohon! Lepaskan aku! - Morgane!
- Aku mau pulang! - Jangan teriak.
Itu mau mereka.
Aku tak buat apa-apa, tak akan mengadu. Kumohon.
Morgane!
Tenang. Semuanya akan baik-baik saja.
Aku di sini.
Mereka akan bunuh kita! Aku tak akan biarkan mereka puas.
Mereka akan bunuh kita? Aku tak mau mati!
Tidak! Aku tak mau mati!
Kumohon!
Kumohon!
Kumohon!
Dany-ku...
Sayangku, dia cantik.
Dia sangat cantik.
Cintaku.
Aku begitu merindukanmu!
Telinganya.
Kau apakan telinganya?
Tidak.
Tidak!
Kubunuh kau! Akan kubunuh kalian!
Kupotong kepalamu dan kujejalkan ke dalam bokongmu!
Lepaskan aku!
Buka ikatanku!
Buka ikatanku!
Buka ikatanku! Kalian keparat!
Tidak!
Kumohon!
Buka ikatanku!
Aku tak percaya ini. Tidak!
Aku tak percaya ini!
Apa itu? Dia sedang apa?
Tidak!
Tidak.
Tidak.
Jangan. Kenapa aku? Kenapa?
Jangan. Tuan! Jangan aku!
Tidak. Dengarkan aku. Hentikan!
Tidak, Tuan. Aku tak mau mati!
Jangan!
Kumohon, jangan!
- Jangan... - Hentikan!
Jangan!
Dia saja. Dia. Ya!
Dia saja. Ya!
- Dia lebih cantik. Bagus. - Dasar jalang!
Bunuh dia saja!
Jalang!
- Dia lebih cantik! - Morgane, hentikan!
Dasar jalang, lihat aku!
Lihat aku!
Kau pengkhianat!
Dasar jalang!
Yang bergerak akan kuhancurkan kepalanya!
Butuh penyerang, dasar bedebah!
Jangan remehkan Falcons!
Mundur atau kutembak! Akan kutembak!
- Ayo. - M.A! Tolong aku, sial!
Ya!
Bajingan! Pergi dari sini!
Forrest, berhenti di situ!
Mundur, kataku!
M.A, cepat! Kau sedang apa?
Bunyi apa itu?
Sial!
Sial!
Aku datang!
- Pelatih? - Maaf, aku terjebak macet.
Ayo!
Kemari, Kau!
Ayo pergi!
Maaf. Harusnya aku tak pergi. Aku memang berengsek.
Namun, aku suruh kalian lari.
Siala, kau tak lihat aku sedang bicara?
Kataku tidak, berarti tidak!
Awas!
Kau masih di sini?
Ayo! Apa, kau menyerah?
Kau mau ke mana?
Sial, lepaskan!
Tidak!
Pergi dari sini! Ayo, kemari!
Ada apa?
Jadi, kau peduli dengan kami? Kau peduli dengan tim?
Sudah tak ada tim lagi.
Lise!
Tidak!
Tidak! Lise!
Aku menyayangimu.
Aku juga. Aku menyayangimu.
Maaf soal Serge.
Siapa peduli? Aku tak peduli dengannya.
Habisi dia!
Tidak, jangan! Bertahanlah!
Kumohon, bertahanlah.
Tidak!
Lagi? Ayo!
Tidak...
Morgane!
Ayo!
Pacarmu lebih suka aku di atasnya.
Aku sayang kalian semua!
Pergi dari sini! Cepat!
Jeanne! Ayo pergi!
Hanya itu saja? Ayo!
- Di mana Pelatih? - Dia main sampai habis.
Kemari!
Itu saja?
Pergi dari sini! Pergi!
Bagaimana denganmu?
Jadi?
Tidak!
Moral dari kisah ini Sudah kalian pahami
Bermainlah voli dengan baik Maka kau akan bisa bertahan hidup
Namun, pesan lainnya adalah Jangan pernah kehilangan asa
Jika ada yang memotong kakimu Kau masih bisa bertahan
Sekarang kuakhiri kisah ini Waktunya kembali ke rumahmu
Carilah pekerjaan Pergi ke psikiater atau jadi gila
Satu nasihat lagi untuk para gadis Kuharap kalian bisa mengerti
Jangan pernah ceritakan kisahmu Pada pria aneh di hutan
Sang Falcons
Sang Falcons
Sang Falcons...
- Sayang? - Ada yang mau kau katakan?
Ya, aku...
Apa ada yang berbeda denganmu?
Sayang sekali buah zakarmu!
Terjemahan subtitle oleh Theodorus Sule
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.