Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Namaku Guo Jing.
Orang Song.
Dibesarkan dalam masa-masa kekacauan.
Dinasti Song tamat
ditaklukkan Jin.
DINASTI JIN
Dinasti runtuh.
Dua penguasa Song ditangkap oleh orang Jin
dalam Insiden Jingkang yang tenar.
Dinasti Song musnah.
Sisa pasukan yang ke selatan disebut Song Selatan
dengan perlawanan yang lemah,
terpaksa tunduk kepada Jin membayar upeti tahunan tiga kali lipat.
Sayangnya, banyak pejabat tinggi
terbujuk dan berpihak ke Dinasti Jin.
Dinasti Jin terus berkembang
dan berbuat sesuka hati.
Tapi tidak semua
tunduk kepada mereka.
MONGOL
Di utara, Khan Mongol menyatukan seluruh klan.
Untuk melawan penjajahan,
Mongolia
menyatukan suku-suku Padang Rumput
dan mengirim pasukan
untuk membela negeri mereka dari kekuasaan dinasti Jin.
Maju!
Siapkan pemanah!
Bidik sayap kiri mereka.
Tembak!
Aku besar di Mongolia, menyaksikan banyak pertempuran di sana.
Berpencar, kiri dan kanan!
Orang Mongol ahli dalam memanah.
Jenderal, panah mereka bisa menembus baju zirah kita!
Jumlah kita tiga kali lebih banyak!
Kenapa mereka bisa unggul?
Waspadai sisi kiri mereka!
Cepat!
Bidik bagian vital!
Tembak!
Baris depan Jin sudah goyah. Serang posisi komandan mereka!
Mundur!
Berhenti!
Pasukan mereka sudah menerobos.
- Tugaskan kepada prajurit kuda belakang. - Baik.
Siapa itu?
Sergapan!
Tembak!
Sial!
Panahku meleset?
Aku bukan musuh.
- Periksa dia. - Baik!
Aku hanya pengembara yang sedang mencari teman.
Kenapa kau bisa bahasa Mongol? Siapa kau?
Namaku Guo Jing, besar di Mongolia. Ibuku tinggal di Padang Rumput.
Kau mencari siapa?
Gadis dari Dataran Tengah.
Perang sudah memisahkan kami.
Trompet Jin terdengar di bawah. Kita harus segera mengejar.
Hei!
Di sini berbahaya.
Cepat pergi!
Sebentar lagi hujan. Kita nyalakan dupa untuk mereka.
Huang Rong, kenapa banyak yang mati di sini?
Kau baru kembali ke Dataran Tengah.
Katamu kau mau tahu apa sebenarnya "dunia bela diri"?
Lihat.
Para kriminal berebut wilayah
mengakibatkan kerugian besar demi kekuasaan, ketenaran,
dendam, keserakahan, dan kebencian.
Sama seperti Padang Rumput.
Hanya saja, ini disebut perang.
Kau dari pulau Persik, dilindungi dengan baik oleh ayahmu.
Kau kabur ke sini.
Kau tidak takut?
Jangan kaitkan aku dengan ayahku.
Ada apa?
Sudah kubilang!
Kita nyalakan dupa untuk mereka.
Dupa?
Dupa tak bisa menyala dalam hujan!
Ikuti saja.
Untuk apa tombak itu?
Tunggu!
Kau melindungiku?
Terlalu berbahaya. Kita harus pergi.
Petir menyambar di sana. Kita aman di sini.
- Jangan menguji takdir. Ayo. - Tunggu.
Bukankah katamu kau punya tujuh suhu?
Kau kemari untuk belajar bela diri.
Untuk apa?
Lihat! Itu menyala.
Persembahan belas kasih bagi mereka.
Persembahan belas kasih.
Mereka pasti tak menduga ada orang asing memberi penghormatan.
Walau kita baru kenal,
menurutku kau mengagumkan.
Kau bertanya kenapa aku belajar?
Ayah memberiku nama Jing agar aku ingat peristiwa Jingkang.
Maka, aku harus belajar bela diri untuk melindungi rakyatku.
Namun, aku bukan murid yang baik.
Tapi tetap saja, aku rela mati demi negeriku.
Maka, kau juga harus melindungiku atau kau akan disambar petir.
Tenang. Petir tak akan mengenaimu.
Apa ini?
Salah satu bakatku adalah aku ahli dalam seni kuliner.
Ini masakanku yang terkenal,
Ayam Arak Bunga Persik. Coba dan beri komentar.
Kupikir memberi penghormatan adalah tindakan terhormat!
Ini memang penghormatan!
Tapi jangan sia-siakan ayamnya.
Jangan mengikuti aturan yang kaku. Aturan untuk orang yang sok penting.
Aku bisa menunjukkan.
Peraturan hanyalah alasan. Bagaimana?
Saat itu aku belum mengetahuinya bahwa gadis aneh ini
akan menjadi bagian dalam takdirku
seumur hidup.
Cepatlah!
Karena dia,
Guo Jing menjadi Jing-ge.
Aku datang! Rong-er!
Karena dia, Huang Rong menjadi Rong-er.
Jing, jika masih anggap kami Tujuh Orang Aneh, sebagai suhumu,
dengarkan kata-kataku.
Dunia ini berbahaya.
Menjauhlah dari orang yang tidak baik!
Kau mau belajar dari kami.
Tapi kudengar kau bergaul dengan jalang kecil itu.
Jalang?
Berapa kali kukatakan?
Ayahnya, Sesat Timur, adalah eksentrik dan jahat.
Terlebih lagi, Pulau Bunga Persik tempat tinggalnya,
penuh dengan jebakan maut.
Banyak yang mati di sana.
Jangan pernah ke sana!
Kau pada dasarnya lemah dan bodoh.
Bagaimana kau bisa jadi berguna?
Pikirkan ini.
Baik, Suhu.
Untuk sementara, kau harus ikut kami.
Saudaraku, apakah dia mengerti hanya dengan berlutut?
Tentu tidak.
Itu butuh bertahun-tahun.
Kita harus bersabar.
Ayah gadis itu Si Sesat Timur.
Jangan bergaul dengannya.
Rong-er, jangan meniru suhuku.
Suhumu adalah petarung yang membosankan.
Senjata mereka tak bisa menyentuh lawan mereka.
Kau membuang waktu.
Maksimal kau akan jadi seperti mereka.
Itu tak ada salahnya. Jangan menilai dari ilmu saja.
Hormatilah kebajikan mereka.
Menguasai satu jurus sudah cukup terpuji.
Satu?
Apa itu cukup?
Tak mau belajar ilmu yang lebih hebat?
Dasarku lemah dan aku sulit menemukan metode yang baik.
Tenang, aku akan perkenalkan seseorang.
Dia satu dari Lima Pendekar Terhebat, Pengemis Utara.
Delapan Belas Tapak Penakluk Naga.
Naga Terbang di Langit.
Mengubah posisi di udara, menyerang dari atas.
Terong Rebus dengan Asparagus.
Tumis Hati Ayam dengan Ceker.
- Dua Naga Mengambil Air. - Ulurkan telapak tanganmu, Bodoh.
Kiri dan kanan!
Makanan ini enak. Yang ini juga enak.
Teruslah mengajar dan aku terus memasak.
Luar biasa!
Mengajar pelan-pelan bagus!
Aku bisa makan lebih banyak masakanmu.
Naga di Sawah.
Incar bagian bawah tubuh lawan.
Hidangan kejutan?
Ayam Arak Bunga Persik, masakanku yang terkenal.
Ayam Arak Bunga Persik.
Betapa harum dan lezatnya!
Jangan diam saja!
Naga Terbang di Langit. Angkat telapak tanganmu dan serang dengan tenaga.
Angkat telapak tanganmu! Telapak tanganmu!
Serang dengan itu!
Serang! Telapak tanganmu tak berguna! Bagus! Jatuh telungkup.
Percepat latihanmu! Jangan malas!
Anak bodoh.
Dengarkan orang tua ini.
Dalam keadaan terpojok, jangan lupa
satu jurus lagi dari tapak tangan terakhir.
Jurus Menggemparkan Ribuan Mil.
Seranganmu bisa menembus benda.
Jurus Menggemparkan Ribuan Mil.
Pukulan Kerbau...
menembus gunung!
Berhasil!
Kau dapat angka!
Kusisakan bokong ayam untukmu.
Jing-ge,
ceritakan tentang Padang Rumput.
Padang Rumput... Kau harus ke sana bersamaku.
Tak banyak aturan seperti di sini.
Langit biru, awan putih,
luas dan terbuka. Orang-orang sederhana.
Di sana, saudara angkat dalam bahasa Mongolia disebut "Anda".
Tentu, aku akan ke sana.
Kincir angin ini untukmu.
Rong-er, nanti, andai takdir memisahkan kita,
kincir angin ini akan menandai keberadaanku.
Dengan ini, ikutilah jejakku untuk menemukanku.
Ingat, jika ada batu di dekatnya,
ukirlah tanda di situ agar aku tahu itu kau.
Ukir tanda apa?
Apa bahasa Mongol untuk "Bodoh"?
Meneg.
Apa?
Meneg.
Ekor dari tanda itu adalah arah perjalananku.
Baik kalau begitu.
Dunia mungkin luas,
tapi jalan kita takkan terpisahkan.
Tapi kadang jalan terpisahkan bukan karena daratan yang luas,
tapi oleh perangkap aturan-aturan.
Kami terpisahkan.
Jing, dengarkan suhumu.
Pulau Bunga Persik tempat tinggalnya penuh jebakan maut.
Banyak yang mati di sana.
Jangan pernah ke sana!
Suhu!
Kenapa mencariku di Pulau Bunga Persik?
Aku akan membalaskan dendammu.
Seharusnya aku tidak ke pulau ini!
Seharusnya aku tidak kemari!
- Jing-ge. - Seharusnya aku tidak kemari!
Berlutut dua hari, kau pasti lapar.
Suhuku hanya mencariku di sini.
Kenapa ayahmu membunuh mereka?
Percayalah.
Ayahku tak ada di pulau.
Dia penguasa Pulau Bunga Persik.
Jika bukan dia, siapa?
Jing-ge, tenanglah.
Suhu pertamamu belum ditemukan. Jika...
Jika masih hidup, dia pasti tahu kebenarannya.
- Kita cari dia bersama. - Jangan bicara
- dengan ayahmu. - Kita cari bersama.
Suhu Pertama benar.
Kita harus menjauh dari orang-orang jahat.
Percayalah kepadaku.
Kau tak akan pernah bersamaku.
Berhenti mengejar.
Tinggallah di Pulau Bunga Persikmu.
Aku tak mau melihatmu lagi selamanya.
Hanya dalam sekejap, semua bunga kehilangan warnanya.
Kemudian, aku bertemu Suhu Pertama.
Katanya Sesat Timur tak ada di pulaunya.
Jadi, bukan dia pembunuhnya.
Rong-er...
Kini perang terjadi di mana-mana.
Di mana kau?
Kucari kau di tempat yang kau kunjungi, tapi kau tak ada.
Sampai ke ujung bumi.
Pada waktunya, takdir akan pertemukan kita kembali.
Jing-ge, sejak kita berpisah,
aku terus mencarimu.
Tapi dalam perjalananku, ladang hijau yang terbakar
membawaku ke medan perang.
Saat itulah kusadari
perang adalah yang terburuk dari semuanya.
Yang lebih mengerikan adalah kriminal berbaur dalam militer,
untuk mencari keuntungan dan kekuasaan.
Bersembunyi di belakangku
adalah iblis dari dunia kriminal bersama antek-anteknya.
Orang ini, yang paling ditakuti dari Lima Pendekar Terhebat,
adalah Racun Barat.
Semua musibah bersumber dari kitab bela diri yang tak tertandingi,
Kitab Sembilan Yin.
Pemilik kitab ini
bisa menjadi petarung terkuat
dan tak terkalahkan dalam perang.
Jika itu jatuh ke tangan yang salah,
akan terjadi malapetaka, kehancuran yang luas.
Paman Racun Barat, sebagai pendekar tertinggi
menindas anak muda sangatlah aneh.
Di mana Guo Jing?
Bukankah kalian tak terpisahkan?
Katakan, di mana Kitab Sembilan Yin?
Ular-ularku lapar.
Setelah makan,
Jing-ge tak akan bisa menemukanmu.
Dulu dia lemah, tapi dari semua orang, dialah
yang menguasai Ilmu Sembilan Yin.
Kini tenaga dalamnya meningkat.
Akulah yang terbaik di dunia.
Kitab Sembilan Yin seharusnya milikku.
Omong kosong.
Sebelumnya saat kau melawan Jing-ge, bukankah dia mengalahkanmu?
Saat dia datang, kau akan berlutut mohon ampun.
Benarkah itu? Kau dengar dia?
Racun Barat kita dilumat.
Apa itu Kitab Sembilan Yin?
Aku punya kitabnya,
tapi semuanya ada di kepalaku.
- Hati-hati! - Bercanda di ambang kematian.
Dia meninggalkanmu, tapi kau masih melindunginya.
Itu bukan urusanmu.
Berhenti buang waktu. Cepat katakan.
Siapa itu?
Maaf.
Pasukan Mongol sedang transit.
- Perlu selidiki kekuatan mereka? - Enyah!
Urus sendiri hal sepele itu.
Jangan diam saja di situ.
Kalian di luar yang gagal di Dataran Tengah
kini menjadi bawahan Jin.
Pengecut!
Kau hidup dengan menjilat Jin.
Kau lebih buruk dari anjing.
Racun Barat, dia mengejekmu.
Kau diam saja dihina begitu?
Dia melontarkan kata-kata beracun, tapi tak sebanding dengan racun kita.
Sang Mistik, gunakan salah satu alatmu.
Yang ini, Cincin Maut, cukup menarik.
Ini berisi ular kecil mematikan.
Jika kau patahkan ini, ularnya akan secepat kilat.
Mati seketika, dengan wajah yang rusak.
Ular siapa yang lebih mematikan?
Mari lakukan. Akan kukatakan kepada yang lebih kuat.
Kau mau tahu isi dari Kitab Sembilan Yin?
Isinya jurus rahasia kuat.
Bahkan pemimpinmu, Racun Barat, yang egois, mau mendapatkannya.
Lihat?
Tak bisa bicara.
Berpura-pura setia.
Antek-antekmu siap mendengarkan.
Maka, aku akan mengatakannya.
- Bentuk pertama Ilmu Sembilan... - Tahan!
Merepotkan.
Serakah akan rahasia membuat kalian bertiga seperti monyet.
Otak kalian adalah makananku.
Lama aku sudah tak makan.
Otak harus dimakan setelah dibuka agar tidak rusak.
Jika disatai dan dipanggang, itu bisa bertahan dua hari lagi.
Tenang! Kami mau menolongmu.
Jalang itu kabur!
- Racun Barat tak bisa berenang. - Diam!
Bawa dia kembali.
Untuk menjadi yang terbaik,
aku harus dapat Kitab Sembilan Yin.
Aku tak akan terkalahkan.
Burung Hantu, kau bersembunyi di balik dinding.
Jika jalang itu tak tertangkap, otakmu yang akan pertama kumakan.
Panji Mongol.
Kalian prajurit Mongol minum racunku di sungai.
Jangan banyak bergerak atau racunnya lebih bereaksi.
Ajalmu sudah dekat. Jangan membuang waktu.
Hari ini, aku sudah menundukkan kalian.
Mulai sekarang, patuhi kata-kataku.
Pakai ini.
Kubawa kau sebagai hadiah untuk orang Jin.
Kau adalah anak keempat kesayangan Khan...
TOLUI, PANGERAN KEEMPAT
Anda.
JEBE, JENDERAL MONGOL
Guo Jing. Itu Guo Jing.
Jangan bergerak.
Guo Jing sudah menjadi kuat.
Kau meracuni sungai.
Serahkan penawarnya dan akan kubiarkan kau hidup.
Awas gas beracunnya!
Kau menghirup gas beracunku.
Kau akan mati mengerikan.
Apa ini?
Ilmu Sembilan Yin?
Racun Barat mencari ini.
Anda Tolui. Guru Jebe.
Anda, kau baik-baik saja?
Kau datang tepat waktu.
Ada pasukan Jin di dekat sini.
Akan kugunakan tenaga dalamku untuk mengeluarkan racunmu.
Pasukan Mongolia datang!
Cepatlah!
Pasukan Jin, dengarkan perintahku! Mundur ke Ding An! Cepat!
MUNDURNYA 50.000 PASUKAN JIN
Kita akan memasuki ngarai!
Hentikan mereka!
Cepat, sembunyi!
Jalang, kemarilah!
Jalang!
Jalang, kemarilah!
Minggir.
Jangan lihat mereka!
Ada apa? Bukan dia.
- Apa yang kau lakukan? - Bodoh.
Jalang ini licik.
Perampok! Bandit!
Kami tak menemukan apa pun.
Jalang!
Di daratan...
Meski bisa terbang, kau tak akan lolos dariku.
Dia memakai Cincin Maut. Dia tak bisa lari jauh.
Ada apa ribut-ribut?
Pasukan Jin di sini.
Jangan coba-coba!
Kau berlagak tangguh?
Kau! Jika berani, berputarlah.
Kembali dari tempatmu kabur lalu kembali dan bicara kepadaku.
Dasar sampah! Kau tahu siapa ini?
- Pangkatnya di atas perwiramu. - Penasihat istana tuanmu!
Dikenal sebagai Racun Barat!
Penasihat istana?
Aku tak pernah dengar dia.
Sekelompok orang celaka berani menipuku? Minggir!
Beri jalan.
Enyah!
Umpankan jantung mereka kepada babi.
Serang!
Kalian pasukan monyet mau menghalangi jalanku.
Lari!
Anda.
Dua tahun lalu, suhumu membawamu ke Dataran Tengah.
Kami mencemaskanmu.
Kini kau menjadi begitu kuat!
Kau kemari untuk mencari kami, bukan?
Apa itu di tanganmu?
Sebuah kincir angin.
Guru Jebe.
Anda.
Aku kehilangan seorang teman.
Aku kemari untuk mencarinya.
Benda ini kutinggalkan untuk dia, berharap dia melihatnya.
Dengan perang terjadi di mana-mana,
apakah mudah menemukan seseorang?
Jing, Jin merekrut banyak orang Dataran Tengah.
Mereka akan mencoba terus menyergap kita.
Kembalilah bersama kami.
Perkemahan Khan dekat sini.
Lalu ibumu.
Sejak kau pergi, dia menunggu di luar setiap hari
memandang ke arah kau pergi, menunggumu kembali.
Kau sudah di sini. Pergilah temui mereka.
Di jalan, kita buat rencana cara menemukan temanmu.
Pakai ini.
Anda, kita kembali ke Padang Rumput.
Jalang!
Dia sudah meninggalkanmu, tapi kau masih melindunginya.
Kini siapa yang akan melindungimu?
Rong-er, aku berjanji melindungimu, tapi aku membiarkanmu terluka!
Ini semua salahku.
Jing-ge, aku tak takut disakiti ahli bela diri.
Aku takut pengobatannya gagal dan kehilangan kau selamanya.
Akan kucari cara menyelamatkanmu.
Rong-er, kita punya harapan.
Itu tempat Biksu Yideng bertapa.
Ada harapan.
Nona Huang, Chi-mu terhalang
dan meridian paru-parumu rusak.
Kita harus menggunakan Ilmu Sembilan Yin
untuk membuka jalan darahmu.
Kita akan belajar bersama
teknik menyembuhkan dalam kitab itu.
Pada masa bahaya, ini bisa menyelamatkan nyawa.
Pada masa-masa sulit ini, kekacauan dan pertikaian merajalela.
Kitab Sembilan Yin
memicu pertikaian di dunia persilatan.
Kalian berdua, karena sudah menemukan kitab ini,
kalian harus melindunginya,
jangan sampai itu jatuh ke tangan orang jahat.
Kalian boleh pergi.
Rong-er, apa pun bahaya di depan,
aku akan selalu melindungimu.
Janji tetap janji. Kusimpan itu di hatiku.
Jika kelak kita terpisah,
aku akan meninggalkan kincir angin ini.
Ikuti jejaknya untuk mencariku.
Jika ada batu di dekatnya, ukirlah tanda di situ,
agar aku tahu itu kau.
Ukir tanda apa?
- Apa bahasa Mongol untuk "Bodoh"? - Meneg.
Bodoh.
Ekornya menandakan arah perjalananku.
Jing-ge.
Dunia ini luas, tapi kita tak akan terus terpisahkan.
PERKEMAHAN MONGOL
Hormati hukum alam yang agung,
Guo Jing kembali!
Jejak kaki di sungai, danau, dan lautan
- Guo Jing! - Guo Jing!
Pahlawan membuat keajaiban dengan mudah
Saudara-saudaraku!
Saudara-saudaraku!
Khan Agung sudah tiba.
Kegigihan pahlawan, tak terkalahkan
Nama abadi, bersinar di malam hari
Khan Agung ayahku, aku kembali.
Putraku.
Kau menjadi kuat. Kau merindukan Khan Agung?
Di mana pisau emas yang kuberikan saat kau pergi?
Selalu kubawa bersamaku.
Para saudaramu menantikanmu setiap hari,
tapi kau tak kunjung pulang.
Guo Jing sudah membuat keluarga kita khawatir.
Aku akan terima hukuman dari Khan.
Bagus!
Khan Agung, boleh aku permisi?
Ibu, maafkan aku karena sudah pergi begitu lama.
Kuizinkan kau kembali ke Dataran Tengah. Apakah kau mengunjungi ayahmu?
Kau menemukan makam ayahmu?
Jangan lupa, karena inilah asal-usulmu.
Ibu, kesehatanmu...
Syukurlah kau kembali.
Jalang!
Ajalmu sudah tiba!
Demi langit!
Ya ampun!
Sial!
Ayo.
Putri Huajun kembali dari Harijin. Beri jalan.
Beri jalan. Putri Huajun kembali.
Ada musuh di belakangku! Waspadalah!
Aku tak suka ini.
Kita serbu?
Lihat pengaturan ini.
Khan Agung pasti di dalam.
Dengan tampilan seperti itu, pasti ada pasukan besar di dalam.
Kenapa takut? Racun Barat bersama kita.
Tuan, menurutku,
sebelum kau menguasai Ilmu Sembilan Yin, sebaiknya kita berhati-hati.
Bagaimana?
Huang Rong memiliki Kitab Sembilan Yin.
Menyusuplah ke perkemahan mereka,
racuni airnya.
Pasukan mereka akan runtuh.
Siapa orang-orang yang mau menangkapmu?
Utusan Jin.
Mereka mengira aku punya sesuatu yang mereka cari.
Tuan Putri, obatnya.
Aku Huajun. Siapa namamu?
Huang Rong.
Kau fasih bahasa kami.
Aku punya guru yang baik.
Tapi dia kembali ke Dataran Tengah.
Tuan Putri, semua panah beracun sudah dikeluarkan.
Sekarang cincinnya.
Putri, belerangnya sudah siap.
Akan kupotong cincinnya.
Ancamannya usai.
Bersihkan dirimu, aku akan oleskan salep.
Kenapa kau dipanggil Abaga?
Apa artinya?
"Abaga" adalah bahasa Mongolia untuk "tuan putri".
Apa itu di tanganmu?
Kau membawanya ke sini?
Kincir angin.
- Boleh untukku? - Jangan yang ini!
Orang yang kucari meninggalkannya untukku.
Pelit sekali!
Batu apiku. Kuberikan kepadamu.
Tuan Putri, dia kembali.
- Benarkah? - Ya.
Aku akan berdandan!
Ada apa?
Guru yang kuceritakan kembali.
Guru?
Siapa namanya?
Guo Jing. Kami akan segera menikah.
Ayah Khan mau kami menikah.
Jing, kau pergi selama dua tahun.
Sudah waktunya untuk mewariskan harta benda ayahmu kepadamu.
Jubah ini kuberikan kepadamu.
Ingat, nama ayahmu adalah Guo Xiaotian.
Dua puluh tahun lalu, untuk membalas Insiden Jingkang,
dia menjadi duri dalam daging bagi orang yang disuap oleh Jin.
Setelah beberapa penyergapan,
ayahmu dikepung oleh mereka.
Dia menjadi korban pedang mereka.
Semoga roh ayahku di surga memberkati anaknya
untuk membersihkan nama baik dan membalaskan dendammu.
Huajun. Turunlah.
Turun!
Mau menyingkirkanku? Tak akan bisa!
Huajun, aku sedang memberi hormat ke ayahku!
Turunlah. Tunggu aku di luar.
Kau sudah beri penghormatan.
Kau tak pernah berubah. Kau selalu membuatku marah.
Lihat!
Lihat! Mereka sudah dewasa.
Tapi kau tidak. Kau masih seperti anak kecil.
Makan yang benar.
Kau kembali. Itu bagus.
- Huajun. - Ada yang mau kukatakan...
Kau dulu.
Guo Jin, Ayah Khan mau kita menikah.
Setelah menikah...
Putri Huajun.
Setelah menikah, kita di sini atau ke Dataran...
Huajun, walau kita tumbuh bersama,
aku tak mau menikahimu.
Haruskah aku memaksamu menikah?
Lupakan saja. Jangan menyesal.
Tidak, Huajun, kau salah paham.
Aku tak pernah memikirkannya.
Karena kau dirundung kakakku?
Usai menikah, Ayah Khan akan melindungimu.
Huajun, ibuku dan aku
tak bisa terus andalkan ayahmu untuk melindungi kami.
Aku belajar ini dalam dua tahun terakhir.
Aku bertemu gadis di Dataran Tengah.
Darinya, aku belajar banyak.
Di mana dia sekarang?
Entah.
Nasibnya belum kuketahui.
Aku salah menuduh ayahnya membunuh suhuku.
Aku mengusirnya.
- Mengusirnya? - Ya...
Aku salah menilainya.
Jing-ge.
Padang Rumput juga rumit.
Mungkin kali ini, kita sungguh terpisah.
Kau masih mencarinya?
Ya, benar.
Sampai ke ujung dunia.
Aku akan menemukannya.
Kau menyukainya?
Bukan hanya itu.
Perasaanku lebih dari itu.
Dua tahun aku menunggumu.
Hanya ini yang kau mau katakan?
Aku tak tahu rasanya menyukai seseorang.
Kini kau dapat jawabannya!
Aku tak mau bohong, tapi aku dapat itu.
Ini batu apiku.
Kuberikan untukmu.
Gadis itu! Beraninya kau!
Menyebalkan!
Kau mau pergi?
Lukamu belum sembuh.
Terima kasih, untuk kemarin...
Kau mau ke Dataran Tengah?
Bisa ajak aku bersamamu?
Guo Jing pergi ke Dataran Tengah dan jatuh cinta dengan seorang wanita.
Hatinya masih tertuju kepadanya.
Dia bersumpah akan menemukannya.
Aku harus tahu seperti apa rupanya.
Jika kami bertemu,
akan kupenggal kepalanya!
Huajun, sebenarnya...
Sayang sekali kau pergi
atau kau akan saksikan kepalanya kupenggal.
Ayo! Kucarikan kuda yang bagus.
Carikan yang bagus untuk Tuan Putri.
Aku penasaran. Banyak prajurit Mongolia. Kenapa tertarik kepada pria Han?
- Kau akan tahu kalau menemuinya. - Tuan Putri.
Airnya diambil dari Sungai Turgen.
Tapi kuda ini tak mau minum.
Ada apa?
Berhati-hatilah. Kuduga ada racun di dalam air.
Pelakunya orang yang mengejarku kemarin.
Jika pergi sekarang, kau akan bertemu mereka.
Tetaplah bersamaku.
Bukankah aku sebagai orang Han akan menarik perhatian?
Tutup saja wajahmu. Tak ada yang berani tanya.
Tuan Putri, terima kasih.
Aku akan tinggal.
Tapi aku minta tolong.
Ada surat di dalamnya.
Dalam pelarianku, kutulis itu untuk beberapa temanku
agar mereka bisa tahu posisiku.
Kirim orang ke Dengzhou, serahkan itu ke pengemis pembawa kantong.
Pengemis?
Mereka adalah Partai Pengemis.
Partai Pengemis?
Mereka bisa datang dan membantu kita melawan antek-antek orang Jin.
Semua wanita Dataran Tengah bijak?
Pantas Guo Jing menyukainya.
Pernikahannya diatur, dia tak punya pilihan.
Aku juga tak mau memaksanya.
Kau mau bertemu Guo Jing?
Hanya sedikit Han di sini. Dia pasti senang bertemu kau.
Tak perlu. Sungai beracun ini lebih penting.
Yang lain tak penting. Serahkan itu kepada takdir.
Serahkan ke siapa?
Takdir.
Orang-orang akan bertemu ketika waktunya tepat.
Benar.
Tuan, kami meracuni airnya, kami juga menemukan Guo Jing di sana.
Beruntung sekali!
Karena keduanya di sini, kita lihat caramu mati nanti.
Tuan, kabarnya kau melawan Guo Jing.
Banyak perbedaan pendapat, tapi kami mempercayaimu.
Siapa yang menang?
Guo Jing, kau akan terus sembunyi karena takut kepadaku.
Serahkan Kitab Sembilan Yin!
Terimalah Jurus Kodok-ku!
Jurus Menggemparkan Ribuan Mil. Pukulan Kerbau menembus gunung!
Kurang ajar! Serigala berbulu domba!
Kau curang!
Aku tahu tipuanmu!
Sekarang giliranku.
Delapan Belas Tapak Penakluk Naga! Gerakan kedua belas.
Bertempur Menunggangi Enam Naga. Pakai kekuatan lawan kekuatan.
Suhumu tak pernah menggunakan ini.
Terimalah ini.
Hasilnya seri.
Katakan saja aku menang tipis.
Minggir.
Mereka sudah pergi.
Ada mata-mata di kota.
Kata mereka kau kabur.
Kau percaya omong kosong itu?
Ketika ahli bela diri berduel satu sama lain,
hidup dan mati beda tipis.
Jadi, katakan, siapa yang menang?
Tentu saja kau menang!
Jurus Deru Kodokmu yang terkuat di dunia.
Singkatnya, Guo Jing menjadi debu.
Tunjukkan kemampuanmu.
Menyelinaplah ke kamp militer dan temukan Huang Rong.
Kau ikut?
Ilmu Sembilan Yin belum kukuasai. Aku tak mau membuang tenaga.
Ayah Khan, saat mengejar pasukan Jin, kami disergap komplotan kriminal.
Mereka dari Dataran Tengah dengan kemampuan berbahaya.
Jika bukan karena Guo Jing
mengeluarkan racun dengan Ilmu Sembilan Yin,
kami pasti sudah mati.
Ayah Khan,
Guo Jing belajar banyak ilmu dari Dataran Tengah.
CHAGATAI, PANGERAN KEDUA
Ilmu Dataran Tengah bukan untuk perang.
MENTERI, YELU CHUCAI
Yang kita hadapi adalah Jin dengan sejuta tentara elite.
Di garis depan utara Jin,
kita terus mengalami kekalahan.
Satu orang tak bisa mengubah situasi perang.
Khan Agung, tampaknya orang Jin menyusun
banyak strategi untuk melawan kita.
Dalam perang, semangat yang penting,
kemenangan milik yang berani.
Tak ada yang mustahil.
Aku yakin Jing bisa membantu.
Guo Jing, apa itu Ilmu Sembilan Yin?
Tunjukkan.
Ayah Khan, berhati-hatilah!
Ini adalah trik dari Dataran Tengah.
- Bagaimana jika... - Jochi,
tak ada yang salah. Jing bukan orang asing.
Aku melihatmu bertumbuh.
Kau adalah anak angkatku.
Kau dan ibumu adalah keluargaku.
Jing, aku percaya kepadamu.
Nyalakan api unggun, tunjukkan kemampuanmu.
Berkumpul!
Guo Jing akan memperlihatkan ilmu Dataran Tengah!
Kemenangan!
Lihat, itu dia.
Ada apa? Kenapa menangis?
Mungkin lukanya belum sembuh.
Delapan Belas Tapak Penakluk Naga? Itu tak bisa diremehkan.
Benar!
Ini yang dicari Racun Barat, Kitab Sembilan Yin.
Itulah penyebab ketidakhadirannya.
Di mana gadis itu bersembunyi?
Kusuruh kau mengejar Huang Rong, bukan merayunya.
Bodoh.
Guo Jing!
- Guo Jing! - Guo Jing!
Berapa banyak orang yang mampu menguasai ilmu itu?
Khan Agung, seni bela diri Dataran Tengah sangat luas dan mendalam.
Lima pendekar paling kuat dikenal sebagai Lima Pendekar Terhebat.
Mereka adalah Sesat Timur, Huang Yaoshi,
Racun Barat, Ouyang Feng,
Kaisar Selatan, Biksu Yideng,
Pengemis Utara, Hong Qigong,
dan Dewa Pusat, Wang Chongyang.
Kelima ahli bela diri ini punya ilmu yang berbeda.
Mereka sangat kuat.
Aku menguasai tenaga dalam
dari Kitab Sembilan Yin oleh Wang
dipadukan dengan tenaga luar
Delapan Belas Tapak Penakluk Naga diajarkan oleh Hong.
Seumur hidupku, aku banyak berperang,
melihat pasukan-pasukan kuat,
dan bertemu banyak orang tangguh.
Tak pernah kusadari dunia begitu luas
dan penuh keajaiban.
Dengan ilmu bela diri yang kuat, kau pantas disebut pahlawan sejati.
Khan Agung, aku percaya pahlawan sejati tak hanya mengandalkan ilmu,
tapi juga berdiri teguh pada masa sulit.
Dalam kesukaran, mereka tetap berani dan tabah.
Dengan begitu, barulah dia pantas disebut
pahlawan sejati di dunia.
Ayo.
Jing, kau melihat apa?
Kupikir aku mengenal orang itu.
Bukankah itu Huajun?
Kau melupakan dia setelah dua tahun?
Melapor ke Khan Agung!
Khan Agung! Ada beberapa tentara tewas.
Musuh sudah menyusup.
- Waspadalah! - Baik.
Ayah Khan.
OGEDAI, PANGERAN KETIGA
Kami menemukan bekas api unggun di luar.
Kakak Ketiga, patroli adalah tanggung jawabku.
Aku menyetujuinya.
Huajun berkata ada orang Jin mengintai di dekat sini.
Mereka juga meracuni sungai.
Kalian masih saling bertengkar.
Bahaya jika sumber air diracuni.
Semangat tentara goyah.
Sampaikan perintahku: Latih pasukan besok.
- Siap. - Siap.
Pergi ke belakang perkemahan.
Periksa dengan teliti.
- Cepatlah. - Cepat!
Kenapa tentaramu terlihat tegang?
Apa yang terjadi?
Mereka menyelinap dan membunuh.
Menyelinap?
Beri tahu Jing-ge...
Guo Jing, agar waspada.
Semua harus waspada.
Benar, semua harus waspada.
Aku akan beri tahu Guo Jing.
Jing-ge?
Menjelang pertempuran, bangkitkan semangat tentara
dan latih seluruh pasukan.
Ayahmu Khan memanggil Guo Jing.
Dia ingin Guo Jing memimpin?
Guo Jing, kau pernah lihat perang,
tapi tidak pernah berperang.
Khan Agung ingin kau belajar taktik.
Trik api Guo Jing hanya mainan anak kecil.
Akan kutunjukkan kepadanya perang yang sebenarnya.
Jochi sudah cukup merepotkan, sekarang juga ada Guo Jing.
Serang!
Guo Jing, perhatikan!
Ini strategi perang kita.
Dengan orang Jin, Mongol memancing musuh ke dalam.
Barisan mereka seperti berantakan,
tapi sebenarnya berpencar kiri dan kanan, menyerang musuh dari kedua sisi.
Inilah taktik yang digunakan untuk menang dengan sedikit pasukan.
Kedua saudaraku ingin Guo Jing permalukan diri
di hadapan Ayah Khan.
Tanya Guo Jing apa dia membawa kitab perang
dari Dataran Tengah.
Jika ya, minta dia melatihnya.
Buku perang dari Dataran Tengah?
Mereka tak punya taktik kavaleri.
Tanyakan dia dahulu.
Jika dia punya, mungkin bisa membantu.
Khan Agung, serangan langsung tidaklah bijak.
Dalam banyak pertempuran,
kita gagal mematahkan garis utara Jin.
Kita harus mencari jalan lain untuk menyerang pusat orang Jin.
Aku mengirim utusan ke Kaisar Song
minta izin melintasi daratan Song
untuk serangan kejutan dari belakang.
Bagaimana kalau mereka menolak?
Kawan atau lawan,
mereka harus memilih.
Guo Jing,
seratus Han menunggumu di Gerbang Timur.
Jangan takut, aku kenal mereka.
Siapakah mereka?
Partai Pengemis Dataran Tengah.
Mereka teman, bukan musuh.
Para Tetua, ada apa kemari?
Aku menerima pesan dari Partai
untuk mencari ketua kami... Untuk membantu Pendekar Guo.
Di mana ketuamu?
Di mana dia?
Sudah empat bulan dia pergi.
Tak akan terjadi apa-apa pada ketua.
Ini. Terimalah lukisan ini.
Siapa dia?
Ketua mereka juga teman yang kucari.
Aku minta kelompok kecil.
Siapa yang memanggil seluruh cabang datang ke sini?
Kami tak pernah lihat Padang Rumput
dan ingin perluas wawasan kami.
Jangan bercanda.
Kuminta kau kemari bawa strategi, bukan lukisan.
Strategi. Bukan lukisan.
Siapa yang membawanya?
Bukan aku.
- Bukan aku. - Kau!
Bicaralah! Kenapa kau membawanya?
Kenapa...
Kenapa aku bawa lukisan?
Ketua, kau ingin
- beri lukisan itu untuk... - Apa?
Aku ingat! Katamu kau melukisnya untuk dia.
Jika dilihat orang, bukankah samaranku akan terbongkar?
Ketua, kenapa kau menghindari Guo Jing?
Dia mencarimu selama ini.
Pada masa perang, tak boleh pentingkan urusan pribadi.
Racun Barat bersama komplotannya.
Waspada terhadap mereka. Bantu Guo Jing.
Racun Barat sangat tangguh.
Apa dia akan serang perkemahan?
Tugasmu menyusun strategi.
Tenang, Ketua.
Aku sudah mengaturnya.
Saudara-Saudara, sepanjang waktu selalu lindungi Ketua.
Tidak.
Dengan jumlah sebanyak ini,
Guo Jing akan curiga.
Baiklah.
Kuberi tahu dia kau tak di sini.
Kembalilah!
Ketua!
Kebenaran akan terungkap bahwa kau di sini.
Kenapa tak ungkap sekarang?
Aku...
Ciri khas Partai Pengemis adalah tenang.
Aku akan tenang.
Ketua, jangan membuang waktu.
Kau di sini bersama kami orang tua, sementara dia pergi ke Tuan Putri.
Pergilah.
Sungguh, aku bertemu putri itu.
Dia dan Guo Jing pasangan yang serasi.
Guo Jing akan memimpin pasukan. Racun Barat ada di luar.
Dia menghadapi banyak masalah.
Aku tak bisa perlihatkan diri.
Makanya kusuruh kau bawa strategi.
Apa aku salah?
- Tidak. - Tetua Lu.
- Alat tulis. - Ketua.
Ini.
Entah kapan Racun Barat akan muncul.
Namun, dia mencari Kitab Sembilan Yin.
Akan kutulis seratus salinan untuk dia.
Tenunan tujuh lapis.
Ulat sutra memintal sepanjang hidup.
Jangan terlalu cepat memotong kain sutra.
Tanpa sengaja terkoyak,
jubah feniks langit terbelah menjadi dua.
Ibu, apa arti sajak ini?
Artinya,
dua burung di atas sepotong kain
terpisahkan menjadi dua potong pakaian.
Bunga mekar berpasangan,
daun terjalin menjadi satu,
cabang bersatu dalam cinta.
Meski kau menyakiti hatiku,
tapi hatiku tetap tulus.
Guo Jing.
Huajun.
Aku melihatmu di latihan kemarin.
Dua saudaramu mengejekku.
Menurutku, mereka pun berlatih agar lebih baik dariku.
Ayah Khan ingin kau untuk menjadi pangerannya.
Jadi, dia minta kau pimpin prajurit.
Dia tak tahu hatimu milik orang lain.
Huajun,
aku akan bicara kepada Khan Agung dan menceritakan segalanya.
Aku hanya takut ini berdampak kepada ibuku.
Jangan khawatir. Tak akan kubiarkan Ayah menyakitimu.
Kupikir Padang Rumput tempat terbaik.
Namun, kini kulihat ada tempat yang lebih baik.
Huajun, Dataran Tengah adalah tempat asalku.
- Kami harus kembali. - Dataran Tengah.
Benar, aku kemari untuk bertanya
apa kau bawa kitab perang dari Dataran Tengah.
Kitab perang? Bagaimana kau tahu...
- Benar kau punya? - Ya.
Namanya "Gulungan Wu Mu" ditinggalkan oleh Jenderal Yue Fei.
- Sungguh? - Ya.
Kitab ini mencatat strategi untuk menangkal tentara Jin.
Orang Jin ingin mendapatkannya.
Huajun.
Aku...
Saudara Partai Pengemis,
untuk melawan orang Jin, Jenderal Yue Fei
meninggalkan "Gulungan Wu Mu".
Semua boleh melihat kitab militer ini
untuk mengetahui kegunaannya.
Ada delapan formasi untuk melawan pasukan Jin.
Formasi Langit ini mengatasi susunan Jin mana?
Apa fungsinya?
Entahlah.
Di sana!
Siapa yang menggambar ini?
- Entahlah. - Bukan aku.
Aku.
Kugambar semalam saat membahasnya.
Formasi Bumi ini menunjukkan
kelompok tengah diam di belakang kiri,
sementara tiga regu di garis depan.
Tetua Jian, formasi ini mengatasi apa?
Formasi yang mana?
Kau tak akan pernah bersamaku.
Aku tidak mau melihatmu lagi selamanya.
Huang Rong. Ternyata kau!
Kau datang.
Kau ingin memenggal kepalaku?
Kau bicara soal takdir!
Semua bohong!
Ambil pedang di tanganku.
Kita lakukan dengan cara Mongol!
Tidak perlu.
Dalam berkelana, siapa yang tidak punya senjata?
Lihat, ini senjataku. Tongkat Pemukul Anjing.
Menggunakan tongkat rusak itu.
Apa kau meremehkanku?
Jangan bilang aku merundungmu.
Hati-hati!
Tadi aku menahan diri. Kita mulai sekarang.
Jangan sombong! Apa maksudmu "mulai"?
Berhenti bicara, majulah.
Pedangmu jatuh.
Kau kalah.
Aku kalah apa? Aku belum mati.
Tanpa senjata, aku masih bisa melawan!
Kau tak bisa kabur!
Apa ini? Kenapa tak bisa gerak?
Ini adalah "Totokan Anggrek".
Aku menutup dua titik akupunturmu.
Kau akan diam selama satu jam.
Tenangkan dirimu.
Jalang pengkhianat!
Setelah mengalahkannya,
kau tinggalkan dia untuk merenung.
- Akhirnya, samaranmu terbongkar! - Diamlah.
Dasar jalang!
Kita lihat siapa lebih cepat.
Tongkatmu tak bisa melawanku.
Huajun.
Jika aku menangkapmu, apa dia akan memberiku Kitab Sembilan Yin?
Apa itu?
Jangan harap. Mungkin dia berharap aku mati.
- Jika mau bunuh aku, lakukan. - Membunuhmu?
Paman Racun Barat,
jika mau Kitab Sembilan Yin, bilang saja.
Jadi, kau tak perlu ditendang kuda.
Demi kehormatanmu, aku akan rahasiakan.
Kau sungguh menginginkannya?
Ada di sini. Lepaskan dia!
Tipuan...
Jangan menipuku, Jalang.
Aku tak menipumu.
Kau mau? Lepaskan dia dulu.
Atau aku bakar saja.
- Aku menginginkannya. - Ini.
Sanskerta.
Tidak masalah bagiku.
Kenapa kitabnya berbahasa Sanskerta?
Karena itu asli.
Ayahku berkata, kitab yang asli ditulis dalam Sanskerta.
Menakjubkan, tapi...
Bagaimana Guo Jing tahu Sanskerta?
Dia punya guru yang bijak.
- Tapi dia jadi gila. - Apa?
- Dia muntah darah dan mati. - Guo...
Hentikan latihanmu.
Kau akan malu jika gagal. Cepat!
Jangan cemaskan aku. Aku tak akan jadi gila.
Cemaskan saja Guo Jing.
Jika dia muntah darah, tapi hidup,
akan kukirim dia ke alam baka.
Itu terlalu berbahaya.
Kau tidak tahu,
Racun Barat ingin membunuhku.
Kau bohong tentang Guo Jing.
Kau tak bisa dipercaya lagi.
Namun, katamu dia akan mati.
Apakah itu benar?
Kau tanya aku?
Pikirkan.
Apa kau akan percaya aku?
Kenapa kau penuh misteri?
Guo Jing baik-baik saja.
Dia tak akan mati.
Bagaimana lagi aku bisa menyelamatkanmu?
Kitab itu palsu?
Semua bohong. Apa ada yang benar?
Aku paling benci pembohong.
Maka, sepantasnya kau membenciku.
Berapa harga kitab itu?
Akan kuganti.
Aku tak suka berutang.
Aku mengubah urutan kitab itu.
Aku menipu Racun Barat.
Dia pasti akan kembali.
Kau mau kubantu?
Jangan beri tahu Jing-ge.
Akan kuikuti perintahmu.
Kau bicara jujur, tapi ingin mendekati Guo Jing.
Kau cinta dia. Kenapa sembunyi dan tak menemuinya?
Khan Agung menyukai Guo Jing.
Dua kakakmu pernah mencoba menjatuhkannya.
Jika mereka tahu aku sembunyi di sini,
pernah pikirkan nasib Guo Jing?
Jadi, kau mempermainkan aku.
Aku menolong Guo Jing dan kau.
Apa itu salah?
Aku mau pergi.
Kau suruh aku tinggal. Kini kau mengomel.
Tak kusangka putri Khan bisa sangat rewel.
Aku akan berkemas
dan beri tahu para pengemis untuk pergi saat fajar.
Huajun,
seseorang tak bisa selalu berharap
dilindungi oleh orang lain.
Ketua, kau pergi jauh untuk mencari Guo Jing.
Kenapa pergi secepat ini?
Jika aku tinggal di sini, masalah akan bertambah.
Tetua Lu, kita kembali ke Dataran Tengah.
Emosi sulit dikendalikan, hasrat tidak terpuaskan.
Untuk mempraktikkan asketisme,
rintangan terbesar adalah keinginan dari hati kita sendiri.
Kau memikirkan apa?
Katakan.
Siapa namanya?
Siapa?
Gadis yang kau sukai.
Namanya Huang Rong.
Aku belum bertemu dia,
tapi dengan melihatmu begini, dia pasti cantik.
Namun, aku berbuat kesalahan,
meninggalkannya sendirian.
Aku kehilangan dia.
Mungkin dia dalam bahaya.
Ibu, aku ingin pergi beberapa lama untuk mencarinya.
Jika kau menghendakinya, kau akan menemukannya.
Khan Agung, teman dekatku dalam bahaya.
Aku ingin cari di Dataran Tengah.
Teman yang butuh bantuan
tidak boleh diabaikan.
Akan kukirim dua tim pengintai untuk menemanimu.
Terima kasih, Khan Agung, atas kebaikanmu.
Tapi aku tak butuh pengawal.
Aku selalu menganggapmu anak.
Padang Rumput ini adalah rumahmu.
Pergilah dengan damai.
Tenunan tujuh lapis.
Ulat sutra memintal sepanjang hidup.
Jangan terlalu cepat memotong kain sutra.
Tanpa sengaja terkoyak,
jubah feniks langit terbelah menjadi dua.
Pangeran Ogedai menghadap Khan.
Pangeran Ogedai menghadap Khan.
Khan Agung, kabar buruk.
Suku-suku selatan kita
diserbu oleh pasukan Jin.
Ternak-ternak dicuri.
Satu yang selamat separuh lengannya putus
dan rambut serta jenggotnya dicukur.
Bawa dia pergi.
Khan Agung, provokasi dari orang Jin
tidak bisa didiamkan.
Khan Agung, pasukan elite Jin berada di barat laut,
tapi pasukan pusat mereka berkurang.
Aku usul serang ibu kotanya.
Khan Agung,
untuk menyerang ibu kota Jin,
kita harus lewati pertahanan Sungai Guan.
Pertahanan Sungai Guan...
Akan ada perang yang berkepanjangan.
Strategi terbaik adalah melewati wilayah Song
lalu menyerang ibu kota Jin.
Guo Jing paling mengenal wilayah Song.
Karena itulah kusuruh dia melatih pasukan.
Sekarang kita sudah kuat,
aku memutuskan
untuk memanggil Guo Jing kembali
dan berperang melawan Jin.
- Khan Agung! - Khan Agung!
PROVINSI YUE ZHOU, DATARAN TENGAH
Beri jalan!
Kabar buruk. Istana menolak pasukan Mongol
melewati perbatasan kita untuk menyerang Jin.
Mereka masih bergerak ke Dataran Tengah.
Mereka memaksa untuk lewat dan menyergap ibu kota Jin.
Pejabat kita disuap oleh orang Jin.
Mana mungkin beri izin ke Mongol?
Mereka bisa menyerang kita juga.
Guo Jing masih di Padang Rumput?
Dia tidak mau memihak Mongolia untuk melawan kita, bukan?
Omong kosong.
Guo Jing akan hentikan mereka.
Dia akan hadapi pasukan Mongol sendiri.
Ketua sedang menyendiri.
Ini persoalan penting.
Kita harus bicarakan dengannya.
Sebarkan ini. Cari Ketua!
- Baik. - Baik.
SUNGAI HAN, 60 LI KE PERBATASAN SONG
Silakan, Tuan.
- Pesan mi. - Baik.
Saudaraku, kau datang dari Jiezhou.
Bagaimana keadaan di sana?
Sama seperti Xihe, semua ditutup.
Perang ini tidak akan singkat. Perdagangan menjadi makin sulit.
Petugas.
Boleh kutanya ke mana pasukan ini pergi?
Kau orang Han?
Ya.
Cepat ganti pakaianmu.
Mongol ingin menyerang Jin.
Negosiasi dengan kerajaan gagal.
Mereka menuju selatan, berniat memaksa lewat.
Istana mengirim puluhan ribu prajurit ke perbatasan tiap hari.
Pasukan kami juga harus mundur.
Leluhur kita menumpahkan darah untuk tanah ini.
Jangan biarkan diinjak-injak.
Bergerak maju!
Guo Jing kembali!
Khan agung.
Guo Jing, perang Mongol-Jin di depan mata.
Tapi kerajaan Song, yang bodoh dan lemah, melarang kami lewat.
Khan perintahkan bergerak ke selatan.
Jika pasukan Song menghalangi, mereka menjadi musuh kita.
Guo Jing, maukah kau memimpin pasukan?
Khan Agung, aku tak bisa menerima perintah ini.
Song adalah tanah airku.
Aku tak ingin menyerang tanah airku.
Kebaikan apa yang dilakukan Song kepadamu?
Banyak menteri yang setia membela Song.
Mereka setia dan jujur,
tapi pada akhirnya mereka semua dieksekusi.
Apa gunanya orang Song seperti itu bagimu?
Khan Agung, aliansi Song-Mongolia
sangatlah penting.
Jika kita pisah dan menyatakan perang,
akan banyak korban jiwa dan yang selamat akan menderita.
Aku memperlakukanmu dengan baik.
Aku membesarkanmu dan memberikan putriku kepadamu.
Kau berani menentangku?
Jika harus memimpin pasukan melawan Song, tapi aku menentang Khan Agung,
akan kuterima hukumannya.
Meski seribu luka atau terkoyak-koyak.
Baiklah.
Bawa dia dan penggal kepalanya.
Tunggu!
Tunggu! Ayah Khan!
Guo Jing besar di Padang Rumput.
Dia adalah saudaraku dan anak angkatmu.
Dia menyelamatkan nyawaku.
Meski dia bersalah, dia tidak pantas mati.
Ayah Khan, tolong pertimbangkan.
Anda, kau besar di Padang Rumput seperti kami orang Mongol.
Kita satu keluarga.
Ikatan persaudaraan kita dalam.
Kuharap kau akan pertimbangkan dan mematuhi perintah Ayah Khan.
Anda, aku adalah orang Song.
Aku takkan mengkhianati Song.
Aku, Guo Jing, menentang Khan
untuk menyerang negeri Song.
Aku tak akan goyah meski harus menderita dan mati.
Aku takkan membunuhmu sekarang.
Saat aku kembali dari selatan,
nasibmu akan ditentukan.
Tanpa perintahku, kau tak boleh pergi
dan juga ibumu.
Atas perintah Khan Agung, Guo Jing dan ibunya tidak boleh pergi.
Ibu.
Ibu.
Kenapa kau kembali?
- Ibu. - Jangan pikirkan aku.
Cepat pergi.
Khan takkan mengampunimu.
Aku harus membawamu ke Dataran Tengah.
Tidak!
Ibu, kesehatanmu.
Ada apa?
Kau tahu kenapa Khan menahanku di sini?
Yaitu untuk hari ini, memanfaatkanku demi mengendalikanmu.
Dahulu,
kubawa kau ke negeri yang keras ini dan membesarkanmu.
Kau tahu kenapa?
Agar lolos dari penganiayaan Jin.
Kau membesarkanku untuk membalas kematian Ayah.
Apa lagi?
Demi kembali ke Dataran Tengah
dan penuhi kehendak ayahku untuk melindungi negeri Song.
Ibu, aku menolak Khan memimpin pasukan ke Song.
Kau tidak mengecewakan harapan terbesar ayahmu.
Baiklah.
Kita kembali ke Dataran Tengah.
Kita akan segera berkemas. Cepat! Pergilah!
MENGENANG SUAMI GUO XIAOTIAN
Ibu!
Ibu!
Ibu, kenapa?
Kenapa kau melakukan ini?
Aku tahu...
Aku tahu kau menyayangiku.
Tapi selama aku hidup,
kau tak punya pilihan.
Aku tak boleh
menjadi...
bebanmu.
Cepatlah pergi.
Kita pulang bersama.
Kita pergi ke Dataran Tengah bersama.
Jangan pedulikan aku.
Ibu.
Memiliki putra sepertimu...
hatiku sudah tenang.
Aku...
Aku akan membawamu pulang.
Kita pergi ke Dataran Tengah bersama.
Kita pergi ke Dataran Tengah bersama.
Kalian, minggir!
Aku telah mengecewakanmu.
Aku bersumpah melindungi kalian berdua.
Guo Jing,
aku telah mengecewakanmu. Aku telah mengecewakanmu.
Aku telah mengecewakanmu.
Kusuruh penjaga pergi. Cepatlah.
Huajun, dengan tindakanmu ini, apa yang Khan akan lakukan padamu?
Aku putri Khan.
Terserah dia mau berbuat apa.
Tuan Putri meninggalkan perkemahan!
Beri jalan.
Kirim pengawal untuk melindunginya.
Baik.
Huajun, di depan adalah Lintasan Yanmen.
Setelah itu, Dataran Tengah.
Guo Jing,
di sinilah kita berpisah.
Gadis dari Dataran Tengah itu, kau akan tetap mencarinya?
Aku putri Khan.
Ke mana kau pergi, aku tak bisa ikut.
Aku tak bisa membantu pencarianmu.
Mungkin dunia kita seperti butiran pasir
tersebar oleh angin.
Aku ingin melihat Dataran Tengah,
tapi biar takdir yang memutuskan.
Huajun, hari itu akan tiba.
Huajun,
selamat tinggal.
MENGENANG LI PING, PUTRA, GUO JING
Ibu, ini adalah Lintasan Yanmen.
Kita di Dataran Tengah.
Di balik lintasan ini adalah Padang Rumput.
Di sini,
Ibu bisa melihat kedua wilayah.
Jika Ibu mengawasi dari surga,
jangan cemaskan putramu.
Aku akan wujudkan harapan Ayah
dan menjalani nilai-nilainya.
BENTENG PERBATASAN SONG
Ikut aku. Tetap berdekatan!
Cepat!
TEMPAT PEREKRUTAN
Kau ingin mendaftar?
Bagus.
Anak muda. Katakan.
Nama? Umur? Tempat lahir?
AYAM ARAK BUNGA PERSIK
Salah satu bakatku adalah aku ahli dalam seni kuliner.
Ini masakanku yang terkenal.
Ayam Arak Bunga Persik. Cicipi dan beri komentar.
Baru matang.
Pesan apa, Tuan?
Permisi. Benar kau menyajikan
Ayam Arak Bunga Persik?
Pertanyaan bagus. Jawabannya lucu.
Seorang gadis membayar kami untuk menggantung papan ini.
- Tuan... - Yang lain juga menyajikannya?
Sebelah sini, Tuan.
Lihat, Tuan.
Di kota ini, semua tempat makan
sekarang memasang tanda ini. Lihat.
- Tuan, sebelah sini. - Permisi.
Kau menyajikan hidangan ini?
Hanya tanda saja.
Gadis itu tak mengajari kami.
Bagaimana aku bisa mencicipinya?
Katanya, cari dia dan kau akan mencicipinya.
Tuan, masuklah.
Sebentar lagi hujan.
Kita nyalakan dupa untuk mereka.
Rong-er, kenapa kau lama bersembunyi?
Aku menunggu Jing-ge yang kukenal.
Ini salahku.
Aku salah paham.
Jing-ge,
apa pun yang terjadi,
aku tak pernah menyalahkanmu.
Dunia ini luas.
Aku tak akan kehilanganmu lagi.
Tidak akan.
Jika sungguh mencari, sebenarnya dunia ini kecil.
Cepatlah! Pasukan Mongol mendekat!
Terus bergerak! Cepat!
Rong-er, tahu dari mana aku di sini?
Dengan krisis di Dataran Tengah, Jing-ge yang kukenal akan muncul.
- Hati-hati. - Nona, berhati-hatilah.
Kita cari Tuan Li di kota
untuk menawarkan bantuan.
Berhenti mendorong!
Sebelah sini!
- Tak ada waktu! - Biarkan!
Aku iri pada mereka, sungguh.
Mereka bisa pergi sesukanya.
Beri jalan. Tolong beri jalan!
Beri jalan!
Berhenti.
Kami mencari Tuan Li.
Tunggu di sini.
Tuan, ada dua orang mencarimu. Perintahmu?
Minuman apa ini?
Dua sesap, aku langsung mabuk.
Tuanku, itu minuman terbaik.
Tuan, pasukan Mongol di gerbang.
Kami siap hadapi tantangan untuk melawan musuh.
Izinkan aku ke tembok untuk mengintai musuh.
Akan kukerahkan semua demi membantu perang.
Ini benteng militer.
Ini bukan urusanmu. Pergilah!
- Sekarang! - Bawa mereka pergi.
Tuan, di ambang kematian,
aku mohon kabulkan permohonanku.
Apa permohonanmu?
Tuan Li, aku belum pernah lihat orang Mongol.
Aku ingin melihat wajah mereka.
Jika diberi kesempatan ini,
akan kubalas budi baikmu.
Dasar bodoh!
Aku tak paham anak muda zaman sekarang.
Apa isi pikiran kalian?
Jika kau ingin lihat, kau boleh melihatnya sebentar.
Semua prajurit, ambil posisi!
- Siap! - Siap!
Cepat!
Musuh makin dekat!
Bersiaplah untuk melawan!
Khan dari Padang Rumput adalah dewa perang Mongol.
Jin telah lama menindas kami.
Kami minta jalan untuk menyerang.
Ini adalah perintah Surga.
Song harus memberi jalan. Bagi yang patuh akan makmur.
Bagi yang menentang akan mati.
- Kemenangan! - Kemenangan!
Aku pernah lihat pengepungan mereka.
Dengan kekuatan Mongol, benteng ini akan segera runtuh.
Jing-ge, Ayah Khan dan Anda bertentangan.
Hanya dengan membujuk Khan, kita bisa selamatkan warga.
Kemenangan!
Siapa orang ini?
Dia datang membantu kita?
Berhenti!
Mereka yang berani menghalangi jalanku
akan dibunuh tanpa ampun.
Kawanan semut.
Kalian semut-semut menghalangi jalanku.
Menghalangi jalanku
akan dibunuh tanpa ampun!
Tanpa ampun.
Itu terlihat seperti Deru Kodok.
Itu Racun Barat.
Aku mengacak kitabnya.
Bagaimana dia menguasainya?
Tidak mungkin.
Aku pernah melawannya. Jurus Deru Kodoknya kini lebih kuat.
Dia pasti menjadi gila.
Jika Racun Barat menyerang,
dia akan menghabisi kedua kubu.
Pemanah, bersiaplah!
Tembak!
Ilmu Sembilan Yin.
Kekuatannya bertambah.
Terlihat lebih mengerikan.
Busur, bersiaplah!
- Siap. - Tembak!
Awas!
Seni bela diri dari Dataran Tengah.
Hari ini, kita menghadapi musuh kuat.
Siapa kau?
Dewa perang.
Kalian tak tahu siapa aku?
Aku adalah yang terbaik di dunia.
Aku datang untuk membunuh Khan.
- Tembak! - Meriam!
Cepat kepung dia.
- Siap! - Siap!
Bom itu bisa meledak.
Hentikan dia! Cepat!
Dia mengincar Khan.
Berbahaya.
Jangan pergi!
Minggir! Izinkan aku melawan Racun Barat.
Biarkan aku lewat!
Anda, menyingkirlah.
Biarkan Guo Jing lewat.
- Minggir! - Itu Guo Jing, beri jalan.
Beri jalan!
Dewa perang dari Padang Rumput!
Hati-hati!
Lindungi Khan!
Hati-hati!
Lindungi Khan.
- Siap! - Siap!
Guo Jing.
Mundur seratus langkah!
Dari suaramu, kau tidak gila.
Jalang itu memang menipuku.
Tidak apa-apa.
Ilmu Sembilan Yin sudah kukuasai.
Delapan Belas Tapak Penakluk Naga?
Sungguh tidak kuanggap.
Saksikanlah Ilmu Sembilan Yin yang sebenarnya.
Racun Barat, Kitab Sembilan Yin-mu palsu.
Selama aku menang, kitabnya asli. Rasakan ini!
Semuanya, mundur!
Kelemahan.
Apa aku punya kelemahan? Aku harus serang dahulu.
Menyerangku dari atas?
Kurang ajar!
Jurus Deru Kodok!
Naga Sakti Mengibaskan Ekor!
Serangan dari bawah!
Penyesalan Sang Naga!
Sudah berapa banyak? Masih ada berapa lagi?
Masih banyak! Domba Membentur Pagar!
Kau membawaku ke sini.
Mereka akan terluka jika kau bergerak. Itu yang aku inginkan!
Menyebar! Tinggalkan tempat ini!
Bersembunyilah!
- Siap! - Siap!
Ini berbahaya! Cepat pergi!
Terlalu khawatir saat bertarung
akan mencelakaimu!
Anda!
Anda!
Jangan mendekat!
Seluruh tubuhmu tertindih.
Kau tak bisa bergerak lagi!
Setelah ini, hanya ada satu Ilmu Sembilan Yin.
Hanya milikku seorang, Racun Barat!
Dengan jurusku Deru Kodok,
kukirim kau ke alam baka.
Jing, dengarkan orang tua ini.
Dalam keadaan terpojok,
jangan lupa Delapan Belas Tapak Penakluk Naga.
Satu jurus lagi, Jurus Menggemparkan Ribuan Mil.
Seranganmu bisa menembus benda.
Jurus Menggemparkan Ribuan Mil!
Pukulan Kerbau menembus gunung!
Guo Jing! Teruskan pertarungannya!
Kodok Bangkit!
Delapan Belas Tapak Penakluk Naga!
Jurus kedua belas. Bertempur Menunggangi Enam Naga.
Alihkan dan perdaya.
Mustahil untuk ditangkis.
Delapan Belas Tapak Penakluk Naga!
Bertempur Menunggangi Enam Naga.
Aku, Racun Barat, adalah yang terbaik di dunia.
Jangan!
Orang ini sangat berbahaya.
Tuan Li, formasi mereka berantakan.
Barisan depan kacau.
Buka gerbang, serang!
- Beri serangan kejutan! - Siap.
Buka gerbangnya!
Turunkan jembatan!
Pasukan Song berbaris!
Bentuk barisan!
Bentuk barisan!
Seluruh pasukan siap!
Seluruh pasukan siap!
Bersiaplah menyerang!
Tahan!
Katakan!
Semua pasukan, dengar! Kembali untuk bertahan.
Kurang ajar! Lepaskan Tuan Li!
Jika perang dimulai,
dengan begitu banyak pasukan, formasi akan berantakan.
Tak ada yang menjaga kota.
Jenderal! Mongol memukul tambur perang.
Suruh pasukanmu beri jalan. Kita maju. Cepat!
Beri jalan!
Jenderal! Tak ada waktu kembali ke kota.
Pemanah, bersiaplah!
Beri jalan!
Beri jalan!
Cepat! Lepaskan ikatanku! Cepat!
Cepat! Biarkan aku masuk!
Halangi pasukan Mongol.
- Jing-ge. - Rong-er, kita harus hentikan perang ini.
Kita harus hentikan!
Hentikan pasukan sebanyak ini?
Pemanah, siap!
Saudaraku, jika ingin menyerang kota ini,
langkahi dulu mayatku.
Anda!
Kalau kau harus lewat, langkahi dulu mayatku.
Anda!
Untuk masuk kota ini,
langkahi dulu mayatku.
Saudaraku.
Khan Agung memanggil Guo Jing.
Jing-ge.
Rong-er, aku harus menemui Khan.
Tunggu di sini. Aku akan kembali.
Khan Agung.
Apa kau masih anak yang mendengarkan kata-kataku,
Guo Jing?
Khan Agung, aku tidak pernah berubah.
Kenapa tak memanggilku ayah?
Ayah.
Pendirianku takkan berubah.
Guo Jing, orang Jin merugikan kita tahunan.
Kita harus serang mereka selagi bisa.
Aku harus melewati kota ini.
Khan Agung, jika lewat berarti
mengorbankan yang tak bersalah,
aku, Guo Jing, harus campur tangan.
Siapa mereka bagimu?
Orang Song mengkhianati ayahmu,
membuat kau dan ibumu kehilangan rumah.
Aku menerimamu di Padang Rumput dan membesarkanmu.
Kenapa melindungi mereka sekarang?
Khan Agung, dahulu kau juga dicemooh rakyatmu sendiri.
Namun, kau atasi semua rintangan.
Visi dari Khan, menyatukan suku-suku Padang Rumput.
Aku percaya kau melindungi kerabatmu,
berharap agar tiap generasi hidup dengan damai.
Khan Agung, kita semua melindungi sesuatu.
Aku juga sama.
Ada yang harus kulindungi.
Jika kau ingin menghentikanku,
kenapa menyelamatkanku?
Jika kau tewas, mereka akan perebutkan takhtamu.
Padang Rumput akan kacau balau.
Padang Rumput dan Dataran Tengah sama.
Di negeri ini, tiap orang berarti.
Guo Jing, negeri yang kubangun
membentang luas.
Butuh setahun untuk melintasinya.
Ada pahlawan di kolong langit ini yang setara denganku?
Khan Agung, kekuatanmu tak ada bandingnya dalam sejarah.
Namun, kejayaanmu dibangun
di atas tulang yang tak terhitung dan air mata janda-janda.
Pahlawan sejati tidak menaklukkan,
tapi mengurus negerinya dengan belas kasih.
Itu adalah kebajikan sejati.
Kini aku menyesal
tidak memberimu nama Mongol.
Bahkan dengan nama Mongol, aku tak akan lupa
bahwa nama asliku adalah Guo Jing.
Tarik mundur pasukan!
Kembali ke Sungai Onon!
Mundur!
Mundur!
Anda, kita adalah saudara angkat.
Kuharap kelak kita tidak bertemu dalam perang.
Kita tidak boleh saling membunuh.
Guru.
Jaga dirimu.
Anda, dua saudaraku berbeda dariku.
Mereka ambisius.
Semoga surga abadi melindungimu.
Guo Jing, perang membawa kesedihan.
Hanya kedamaian yang membawa akhir terbaik.
Semoga hari tersebut segera tiba.
Guru.
Anda.
Semoga hari tersebut segera tiba.
Selamat tinggal.
Selamat tinggal.
Rong-er, tak ada perang di Pulau Bunga Persik.
Kau akan kembali?
Kalau kau?
Aku akan tinggal di perbatasan.
Semoga orang Mongol tidak kembali.
Semoga Dataran Tengah dan Padang Rumput juga tidak ada perang.
Ketika masa itu tiba, aku akan membawamu ke Padang Rumput.
Jing-ge, sebenarnya,
aku sudah lihat Padang Rumput.
Guo Jing dan Huang Rong menjaga perbatasan Song
selama 35 tahun.
Meskipun sering dilanda peperangan,
Guo Jing dan Huang Rong berjuang dengan gigih
untuk melindungi Dataran Tengah.
Sesekali, di perbatasan,
seorang wanita muncul dengan dua rajawali putih di atasnya.
Para penjaga percaya dia adalah Huajun.
Hormatilah hukum-hukum alam yang agung
Pedang tajam mengalahkan Nilai manusia
Jejak kaki di sungai, danau, dan lautan
Pahlawan buat keajaiban dengan mudah
Pahlawan
Ketua, semua orang kita di sini.
Kami tunggu sinyal dari Pendekar Guo!
- Mereka di sini! - Jing-ge!
Sinyal!
Ketukan bambu berdentang Senyum bersinar
Malam ini aku tiba di kemah Mongol Dengan lagu teratai
Berpakaian kulit, berhias topi bulu Dalam tenda-tenda
Trompet dan genderang menggema Langit dan bumi saksi kejayaan
Angin bertiup, awan teduh
STRATEGI WU MU
FORMASI LANGIT
Naga terbangun, harimau bersayap Langkah tak terbendung
FORMASI BUMI
FORMASI ANGIN
Angin mengubah formasi.
Rantai membelenggu kaki.
FORMASI NAGA
Naga langit!
FORMASI ULAR
Ular membelit kaki kuda.
Kegigihan pahlawan
Tak terkalahkan
Nama abadi
Bersinar di malam hari
Pahlawan
Tindakan besar pahlawan terukir di hati
Kuat melampaui batas, tak tergoyahkan
Tujuan tak tergoyahkan, berani dan agung
Menginspirasi, membimbing
Kegigihan pahlawan
Tak terkalahkan
Nama abadi
Bersinar di malam hari
Terjemahan subtitle oleh Kharisma Ragabuana
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.