Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kita harus cepat pergi dari sini.
Aku ngambil uang kamar sebelah.
Ha.
Ah.
Papa apa
[musik]
Papa
Ah.
Mah
[musik]
di mana
bawa
[musik]
bawa Ah. [musik]
Mama,
gimana, Mama?
Dan pada akhirnya seluruh penumpang di
buis malam ini menyadari bahwa mereka
tidak akan pernah bisa lepas dari masa
lalunya.
Untuk akhir ceritanya, selamat membaca.
Terima kasih.
Apakah ada pertanyaan,
Mas Adrian? Di buku-buku Mas Adrian kan
selalu detail ngebahas tentang ritual
atau sesaji. Apa mungkin ini
terinspirasi dari pengalaman pribadi,
Mas?
Kalau boleh jujur, saya sendiri belum
pernah yang namanya mengalami kejadian
gaib. Tapi saya selalu melakukan
wawancara kepada para narasumber yang
mengaku pernah mengalaminya dan dari
situ saya mendapatkan ide ceritanya.
Tapi setiap saya membaca buku Mas
Adrian, saya tuh seperti ngalamin
sendiri loh, Mas. benar-benar kayak
nyata.
Terima kasih.
Mungkin itu adalah pengaruh dari
ilustrasi Sofi, istri saya.
Jangankan kalian sebagai pembaca, saya
sebagai penulis pun sangat terpengaruh.
Novel-novel kamu mulai enggak diminati
pelanggan Adrian.
Penjualannya merosot jauh.
itu karena latar belakang ceritanya di
Jakarta lagi, di Jakarta lagi. Belum
lagi kamu bilang kalau cerita kamu itu
adalah hasil interview dengan orang
lain.
Saya pengin kamu bikin gebrakan baru,
Adrian.
Bikin cerita yang lebih fantastis.
Coba kupas cerita horor dari daerah.
Saya mau kamu bikin dari pengalaman kamu
sendiri, Adrian. Dengan begitu feelnya
pasti akan lebih tajam. [musik]
Gimana kalau [musik] ke Bali?
Kalau ke Bali itu namanya liburan, bukan
cari inspirasi.
Tapi kan di Bali itu juga banyak unsur
mistis. Anak-anak pasti suka.
Iya benar.
Tapi lebih baik sekarang kita cariin
dekat-dekat dulu aja.
[musik]
[musik]
Nah, ini cocok.
Cocok apa?
Lihat, kita bisa cari inspirasi di vila
keluarga kamu ini.
Rumah perkebunan kentang yang luas.
Ide yang bagus.
Mumpung anak-anak masih libur di
sekolah. Eh, itu kentangnya tadi jatuh
mau [musik] dipotong.
Kita kan hampir setiap panen dapat
kiriman kentang dari kebun itu.
Sekalipun kita belum pernah ke sana.
Sekali-kali enggak ada salahnya kamu
kembali ke sana. Sekarang keadaannya
jauh lebih baik.
[musik]
Pah, emangnya kita punya vila di Bandung
ya? Kok aku baru tahu?
Iya, sayang. Villa itu peninggalan
papanya Mama dan kebetulan Papa mau ke
sana juga untuk cari inspirasi buku
baru.
Oh, P mau cari jin setan hantu di sana.
Pah, Pah, tanya aja sama Bayu, di mana
ada hantunya. Bayu kan katanya bisa
lihat. Ya kan, Dek?
[musik]
Sudah, sudah. Jangan bicara hantu kok.
Cari-cari hantu.
Lagi
pula sudah puluhan tahun kita tidak
nengok rumah itu. Ya sekarang sekalian
kita kunjungi.
Puluhan tahun berarti udah tua dong.
Oh,
jadi Kak Nina baru putus ya sama Kak
Faiz ya.
Ih, Nala balikin enggak bukunya?
Enggak.
Apa sih? Belum kata kakak masukan
banget.
Putus nih
Nala.
Ayo dong kembalikin. Ayo, Nala.
Nih.
Ah, kanina mah sejak putus sama Kak Faiz
seru lagi.
Nina, ingatkan apa papa bilang? Anak
Papa harus staff.
Ayo apa-apa.
Siapa orang itu? Aku enggak tahu.
Permisi, Pak. Kami mau numpang lewat.
Cendera matanya, Pak.
Buat oleh-oleh.
Lain kali ya, Pak. Terima kasih.
Jimat
buat keselamatan.
Jimat [musik] enggak dulu ya, Pak.
Terima kasih.
Terima kasih, Pak. Kami mau melanjutkan
perjalanan kami. Permisi.
Hati-hati.
Kalian orang baru di sini
banyak tradisi yang kalian tidak tahu.
Hati-hati,
Yan. Jalan, Yan.
Baik, Pak. kami pasti akan hati-hati.
Terima kasih untuk nasihatnya.
Ayo, Pak, kita jalan, Pak.
[musik]
[musik]
Ayo anak-anak.
Benar juga ya, rumahnya tua tapi besar.
Neng Sofi, kumaha kabarna damang?
Baikbaik. [musik]
Didarti
ngerawat saya waktu kecil.
Bibitnya senang pisan. Akhirnya semua
pada datang. Sok atuh masuk.
Mangga mangga.
Terima kasih sudah tinggal dan merawat
rumah ini dengan baik. Bi.
Sami-sami, Neng Sofi. Tapi Bibi teh udah
lama enggak tinggal di rumah ini lagi.
Loh, memangnya Bibi tinggal di mana?
Kalau malam Bibi teh pulang ke rumah
Bibi, Neng. Enggak jauh dari sini.
Kenapa enggak tinggal di sini aja, Bi?
Bibit teh udah tua, Den. Kepenginnya
lebih banyak ngumpul sama keluarga.
Ya, ya. Tidak apa-apa kalau begitu. Yang
penting rumah ini dirawat dengan baik.
Iya, Neng. Nanti Neng Sofi sama Den
Adrian bisa tidur di kamar atas. Di sana
juga teh ada kamar buat anak-anak Neng
Narelis jeung kasep.
Punten, Wa. Kalau UA mungkin bisa tidur
di kamar bawah. Biar ruangan naik
tangga. Kamu tahu pisan Darti. Iya,
Mbak.
Ayo, Nik, kita ke kamar nenek yuk.
Ayuk yuk kita ke atas. Lihat-lihat kamar
kita.
Bayu itu kamar kanina ya,
Kak. Kamar Bayu yang mana, Kak?
Yang ini
kamu sama Nala ya, Kakak mau sendiri.
Ha.
[musik]
[musik]
Ah.
Kina
kanina bukak kakina bukak kakina
ada apa sih Bayu
ada yang ngajak main kak
aku takut
siapa
di situ, Kak
mana? Enggak ada apa-apa kok. Kamu
jangan kebanyakan ngal lagi deh.
Lihat tuh. Enggak ada apa-apa kan?
Ya udah kita main aja yuk ke bawah.
Ini yang bikin aku berat untuk balik
lagi ke sini.
Mama sama papa menghilang tanpa jejak.
Aku bahkan enggak pernah ngelihat
jenazah mereka.
Mereka hilang bagi ditelan bumi.
Ninggalin aku sendirian, Adrian.
Aku enggak mau
apa yang aku rasain dirasain sama
anak-anadang. Aku enggak mau.
Ya, enggak mungkinlah, sayang.
Aku dan kamu akan selalu menjaga
anak-anak kita.
Senyum dong.
[musik]
[musik]
Kanina, Dek,
kita banyak-banyakan ambil kentang yuk.
Kanina enggak takut. Pasti Kakak yang
paling banyak dapat kentangnya.
Dek, kamu ikutan enggak?
Bayo lagi asik sendiri. Kamu aja ya sama
kakak. Hitungan ketiga. Sat 2
Kakak curang
Nina jaga adiknya.
[musik]
Wa. [musik]
Wah istirahat di rumah ya. Saya yang
jaga anak-anak.
Kak Nina, aku dapat yang gede, Kak.
Kakak pasti bakal dapat lebih besar.
Lagi apa, Bayu?
Itu siapa?
Anak yang aku lihat, Mah.
Mana?
di itu
[musik]
[musik]
[musik]
Mama
ngapain kamu di sini?
Itu mah di dalam kayak ada pengorangan
besar.
[musik]
Besar banget ya, Ma.
Ini untuk masak apa sih,
Mama? Enggak tahu.
[musik]
Ternyata kuali ini dipakai untuk masak
sup kentang kalau lagi panen.
Wah, pasti masak sup kentangnya banyak
banget ya, Mah.
Ya kan? Penduduk desa di sini juga
banyak, Sayang.
Ya iyalah kalau besar ini sih jangankan
buat masak sup kentang,
buat ngerebes segere aja bisa.
Udah udah udah udah udah bercandanya
udah udah mau gelap. Ayo kita pulang.
Maafin kakak ya adik kecil.
[musik]
[musik]
[musik]
Tony, anak muda yang baru pindah ke
sebuah rumah tua. Rumah yang tanpa dia
ketahui adalah sebuah rumah yang angker
dan berhantu. Di mana setiap penghuni
rumahnya siap untuk meringkut nyawa
sebagai tumbal rumah itu.
Papa
malah
Papa kok kagetnya sampai begitu banget
sih?
Ada apa, Sayang?
Mama suruh aku panggil Papa buat makan
malam. Ayo, P
yuk.
Wah, anak mama udah besar ya. Udah
ngerasain jatuh cinta. Sekarang
ngerasain patah hati lagi.
Eh,
ya enggak apa-apa dong, sayang. Mama
ngerti banget perasaan kamu sekarang.
Tapi kalau bisa kesedihannya jangan
lama-lama.
Nanti kalau udah waktunya kamu akan
menemukan seseorang yang lebih baik,
pangeran yang begitu tampan.
Yang baik hatinya, yang baik juga
sikapnya.
Pangerannya kayak apa-apa mah
bisa jadi
tidur ya malam Hamu
masih di sini.
Mama belum bisa tidur.
Kita keluar aja yuk.
Ayo.
Hah?
Nina.
Hah?
Ayo
mama Ha.
A naik main
tunggu.
Hah?
Saf gambar Kamu ini kok mirip sama
gambar keluarga kita,
Sof.
H
Sofie.
Hh.
Gambar kamu ini kok mirip sama gambar
keluarga kita?
Aku kan gambar sesuai apa yang kamu
ketik.
Enggak. Gambarmu itu beda. Ketika Naku
ini bercerita tentang Tony Nugraha,
seorang anak muda yang pindah ke rumah
tua, bukan satu keluarga seperti itu.
Kok beda?
Kamu kecapekan. Kamu butuh istirahat.
Aku beneran baca sesuai yang kamu ketik.
Enggak mungkin dong. Siapa yang ganti
ketikan aku? Hantu.
Maah, Pah.
Kan Nina tadi aku lihat dia jalan ke
perkebunan sendiri.
Ayo
Hah?
[musik]
[musik]
[musik]
Min
min
Nina
Nina
Nina.
[musik]
Tadi kan suara dari sini. Kenapa Nina
tidak ada?
Nina.
Nina.
Ma.
[musik]
Nina baju Nina.
Nina nina
nila.
[tertawa]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Lebih baik kita pulang ke Jakarta hari
ini.
Di sini
[musik]
udah enggak aman.
Nanti biar aku kembali [musik] lagi ke
sini untuk mencari in bersama polisi.
Aku enggak akan pergi dari sini sampai
aku menemukan Nina. Sampai aku dengar
kabar tentang Nina.
Aku enggak mau
kejadian Nina seperti ini. [musik]
Kita harus melakukan sesuatu. Iya. Aku
enggak mau pasrah. Aku enggak mau pasrah
kayak dulu.
Kita datang ke pergumulan kentang ini
sama-sama.
Pulang juga sama-sama semuanya.
[musik]
Kita datang sama-sama.
Kita akan pulang sana-sana.
Janji
aku janji. [musik]
[musik]
[musik]
Aku mau siap-siap dulu. Aku mau ke
kampung. Siapa tahu orang kampung ada
yang lihat Nina. Aku
ikut juga ya, Ma. Aku juga mau cari
kanina, Ma.
Ya, kalau gitu
aku juga ikut ya. Kita semua ikut.
Oke, Bi.
Iya, Den.
Tolong temani Sofi, Ua, dan anak-anak.
Saya ada janji sama polisi mereka mau
datang. Baik, Den.
Ibu pernah lihat
pernah sih. Pernah lihat
lihat ma ada banyak mainan. Aku mau.
Ya udah.
Ayo, ayo.
Ma beliin ini buat aku.
Anak pintar kamu.
Kalau butuh mama tiupit yang
kencang-kencang ya.
Nala kamu sudah tahu mau apa?
Sebentar ya, Ma. Aku pilih-pilih dulu.
Em, waak, aku titip anak-anakku
sebentar.
Aku mau keliling lagi. Ditemelin dardi
ya.
Titip ya, Wak.
Jadi berapa ya semuanya?
Akhirnya datang juga ibu ke toko saya.
seperti pernah lihat ya.
Tapi di mana
Dadang yang dulu ngantar orang tua Neng
Sofi buat dititipin ke Ibu sebelum
mereka meninggal.
Oh iya. Punten pisan ya.
Ibu sekarang tinggal di rumah perkebunan
itu.
Iya
sekedap.
Mangga canakku Ibu tidak usah bayar.
Pesan dari saya dipakai
jangan sampai dilepas.
Kenapa begitu?
Silakan duduk.
Itu jimat
yang bisa melindungi keluarga ibu
semuanya dari gangguan penunggu rumah
itu.
Jimat.
Tapi
e maaf
percaya tidak percaya [musik]
rumah itu
bukan rumah sembarangan.
Tanpa jimat-jimat [musik]
itu, satu persatu
anggota keluarga Ibu bisa mati.
Penunggu rumah itu
bisa berubah
jadi salah satu di antara kita.
Hati-hati.
Hati-hati.
mainannya sudah dibayar.
Wah,
Ma,
orang meninggal itu bisa hidup lagi
enggak kayak di novelnya Papa?
Kamu tuh kebanyakan baca novelnya Papa,
ya?
Novelnya papa tuh kan cuma bohongan,
karangan.
H mana orang meninggal hidup lagi.
Enggak ada.
Tapi, Ma,
aku lihat anak yang aku gambar di
kentang itu, Ma.
Enggak boleh lagi ya baca novelnya Papa.
Tapi mah
kok aku enggak pernah lihat Kak Nina ya?
Sini.
Ah.
Ah.
[musik]
Kak Kanala kanala
kak bangun kakala
Bayu
Bayu
Nah, Bayu ke mana?
Bayu bisik banget mah. Mamam gini main
puitnya.
Ya ampun, Say. Kamu ngapain di situ?
Ngapain di bawah sana? Ngapain
tadi? Ada Kak Nina mah
di mana?
Di situ.
[musik]
Tapi
kan Nina beda.
Beda gimana?
Kanina serem.
Paling Bayu mimpi lagi seperti biasa.
Dari tadi tuh bisik banget dia mah. Aku
mau tidur di kamar kanina aja deh.
Jangan, Kak. Bay enggak mau tidur
sendirian.
Enggak, enggak mau. Kamu berisik
tidurnya.
Ayo, Pak.
[musik]
Kanina tuh enggak mungkin nakut-nakutin
kamu. Kanina kan kakak kamu sayang sama
kamu. Bayu,
[musik]
kita berdoa dulu ya.
Mudah-mudahan kita enggak mimpi buruk
lagi. [musik]
Berdua kita tidur ya.
Kak Nina,
ayo main sama Kakak.
Ayo, Bayu. Kakak bakal ni. Kamu cari ya.
Kok gambar kamu ini enggak nyambung lagi
sama ceritaku?
Kok nyambung gimana sih?
Anak kecil ini
mirip sama Bayu.
Bayu, Bayu.
Ayo,
ayo,
mayo.
Go! Go!
Ah.
Yuk, ayo ke sini.
[musik]
Tunggu
[musik]
Kak Panina Nah, [musik]
Anina
[musik]
kanina mana sih?
[musik]
[musik]
Ah.
Mama
buka
bayo. Ayo, ayo
[musik]
B
Bayu
Bayu
Apa
[musik]
ini?
Bayu,
Bayu,
Bayu. Ah.
[musik]
[musik]
[musik]
Begitu anak kami hilang, kami langsung
mencari ke tempat ini, Pak. Dan Bapak
tadi lihat sendiri di dalam itu sangat
mencurigakan, Pak. Baiklah, kami akan
segera menangani kasus ini dan
barang-barang ini akan kami bawa ke
kantor untuk diadakan penyelidikan.
Bi,
Iya, Den.
Tolong kunci semua pintu dan jendela di
rumah ini.
Baik, Den.
Polisi akan masuk hutan untuk nyari
Bayu. Takutnya ini semua ada hubungannya
dengan hilang Nina.
Kamu ingat pedagang cendramata
yang menawari kita jimat.
Ternyata Wang Dadang itu pernah kerja
sama orang tuamu. Kamu sudah ingat dia
sudah memberikan ini kepada wa
tadi malam
waak terasa dicekik
oleh
yang di kamar.
Wak pegang ini
langsung dilepas.
Hampir wa kehabisan napas.
Cuma mimpi kali, Wa.
Wa.
Aku waktu kecil pernah dikasih sama
Bapak Jimat seperti ini.
Katanya untuk melindungi keluarga kita.
Wa. Mama sama Papa tetap menghilang juga
kan?
Jadi enggak ada gunanya percaya hal-hal
seperti ini. Jimat-jimat seperti ini.
Tapi aku mau pakai kalung ya, Nek.
Mama enggak ngizin. Enggak boleh,
Wa. Sebaiknya Waa juga buka.
Wa
Kamu kenapa kok bangun?
Itu mah lampu gudangnya nyala.
Tapi tahu-tahu pas aku lihat lagi mati.
Aku takut, Ma.
Ya udah, enggak usah dilihatin lagi.
Tidur yuk, tidur lagi.
Ah.
Mama
[musik]
[musik]
H
[musik]
Ah.
Wa
Pak,
Pak,
Pak.
[musik]
[musik]
[musik]
Ya Sofi,
Sofi. Hai, kenapa? Ada apa?
Wa!
Sesuatu yang kurang baik terjadi pada Bu
Mira. Ibu Mira tidak bisa bergerak dan
berbicara.
Saya sarankan Ibu Mira dibawa ke rumah
sakit untuk mendapatkan perawatan yang
lebih mendalam.
Piwa enggak mau dibawa ke rumah sakit,
Dok.
Iya, diusahakan.
Baik, saya misi dulu.
Makasih, Dok.
Sama-sama.
Makasih.
Semua kunci pintu dan jendela sudah
diganti.
Bi.
Ya, Den.
Tolong pegang kunci ini. Jaga baik-baik
dan jangan kasih ke siapapun karena
hanya bibi yang saya percaya. Baik, Den.
Kamu pikir dengan mengganti semua kunci
di rumah ini bisa menghalangi itu masuk
rumah ini?
Aku udah bilang sama kamu. Aku
benar-benar lihat ada sosok anak kecil
di kamar gua.
Enggak cuma tangannya, tapi seluruh
tubuhnya itu berdarah,
melepuh.
Matanya,
matanya itu penuh dengan kebencian dan
aku takut.
Kamu yakin?
Jadi menurut kamu anak kita hilang
karena makhluk halus,
Nek. Nenek mau apa?
Nenek mau ngomong ya.
Ma kenapa, Ma? Enggak apa-apa kan,
Ma? Ma, pakai ini aja, Ma. Nenek bisa
kasih tahu kita dan menunjuk huruf ini.
Itu
ini buku sketch aku.
Ini kamu yang gambar.
Tapi ini gambar kamu, S.
Aku enggak pernah ingat aku gambar ini.
Ini
gambar aku ya, Ma.
Berarti
aku juga diambil kayak ikan Nina dan
Bayu.
[musik]
H
Nala
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
H
Mah
[musik]
Nala.
Adrian.
Adrian. Nala mana? Nala di mana?
Gak tahu ini kentang dari mana? Aku
enggak tahu.
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Mayat-mayat ini seperti masih segar,
seperti baru proses dimakan.
Nala, Nala jangan
lepas
Mama lepaskan
lepaskan dia.
Pergi
pergi pergi
pergi.
Pergi pergi
pergi
pergi
pergi.
Pergi
pergi [musik]
pergi pergi.
Cepat Andrian.
Kalian
kalian semu akan mati.
Cepat Ran.
[musik]
[musik]
[musik]
Gua mau ngomong
ee A B C
D.
Oke, D eh A
B
ini W
Gusti Allah.
Jadi ibu Mirah kena stroke.
Makanya kami datang ke sini nemuin Mang
Dadang.
Dulu Mang Dadang kerja untuk almarhum
Bapak saya kan.
Iya betul Neng.
Waktu itu Neng Sofi masih kecil.
Jadi,
Mang Dadang tahu
waktu ibu dan bapak saya menghilang
sebenarnya
bukan hilang,
tapi
jadi korban
akibat pesugihan
yang dilakukan oleh ibu
sama bapak Neng Sof. Enggak
mungkin. Bapak sama Ibu saya tuh enggak
mungkin melakukan hal itu, Mang.
Mang Dadang tolong jangan bicara
sembarangan.
Ampun. Maaf, Den, Neng.
Dulu orang tua Neng Sofi
hidupnya susah,
sering gagal panen.
Untuk makan sehari-hari saja terpaksa
harus makan kentang-kentang
yang sudah hampir busuk.
Oleh sebab itu, [musik]
orang tua Neng Sofi
akhirnya melakukan pesugihan. [musik]
Mereka bikin perjanjian
dengan
setan.
Kami ingin kaya, Ki.
Apa saja persyaratan pesugihan supaya
kami cepat kaya, Ki?
Ada tiga perjanjian yang tidak boleh
dilanggar.
Pertama, mereka harus menyembah setan
itu seumur hidup. Kedua, mereka harus
terima setan itu tinggal di rumah
mereka. Dan ketiga, mereka harus kasih
makan setan itu dengan daging manusia.
Seorang dari kampung [musik]
memberi anaknya untuk ditumbali.
Asal dia dibayar tinggi karena anaknya
cacat dan ia malu untuk [musik]
menjaganya.
Dan mereka harus makan anak kecil itu
untuk menjadi satu dengan setan.
Akhirnya orang tua Neng Sofi hidup
bengar, kaya raya, panen selalu
berhasil.
Tapi lama-kelamaan setan minta tumbal
anak manusia. Orang tua Neng takut. Neng
Sofi jadi [musik] korban. Dititipkanlah
Neng Sofi ke Ibu Mira.
Tapi setan jadi marah dan tetap nuntut
tumbal sampai ada anak kecil jadi korban
tumbalnya.
Orang tua Neng Sofi sangat menyesal.
Jadi [musik]
memutuskan mau berhenti melakukan
pesugihan. Tapi yang namanya sudah
melakukan perjanjian dengan setan. Kalau
dilanggar taruhannya nyawa.
Orang tua Neng Sofi akhirnya, maaf bukan
hilang tapi dibunuh sama setan
pesugihannya.
Setelahnya setan pergi kembali [musik]
ke asalnya ke neraka.
Mama, papa, kak.
Tadi Mang Dadang bilang kalau setannya
sudah kembali ke neraka.
Lalu kenapa masih ada setan di rumah
kami?
Setan anak kecil itu
arwah penasaran
dari tumbal anak kecil yang gentayangan
sampai sekarang.
Makanya jimat-jimat itu
akan menyelamatkan
karena terbuat dari darah anak kecil
itu.
Sekarang
kita harus gimana, Mam? Apa yang harus
kita lakukan?
Anak saya Nina sama Bayi sudah diambil
sama dia.
Kami mau mereka pulang. Kami mau ke
mereka kembali. Tolong, Bang Harus kayak
apa kita?
Satu-satunya cara Neng Sofi,
Aden harus [musik] melakukan ritual
langsung,
pertemuan langsung dengan arwah anak
kecil itu. Tanyakan langsung apa yang
diinginkannya
agar tidak penasaran lagi.
Bertemu dengan Arwa. Penasaran bagaimana
caranya?
Ini
catatan ritual.
Kalau ini buku catatan Mang Dadang,
kenapa Mang enggak ikut kami aja dan
bantu melakukan ritual itu?
Saya tidak mungkin ikut.
Arwah anak kecil itu dendam pada semua
orang yang terlibat pada pesugihan itu.
Jadi, Mang Dadang juga terlibat.
Maaf, Neng.
Orang pintar yang ngajarin
orang tua Neng Sofi
melakukan ritual pesugihan itu.
Saya
saya terpaksa melakukannya
hanya karena ingin menolong orang tua
Neng Sofi.
Saya menyesal.
Sesungguhnya saya menyesal.
Saya [musik] tidak mau ada korban jiwa
lagi.
[musik]
Jadi, maaf
saya bisa dibunuh kalau ikut.
Segera lakukan
ritual pertemuan langsung dengan arwah
itu
supaya tidak ada korban lagi.
Menurut dari petunjuk di buku ini,
dari awal sampai akhir ritual,
apapun yang terjadi [musik]
kita tidak boleh menengok ke belakang.
Tidak boleh menengok ke belakang.
Kamu siap.
Alam jiwa,
alam nyata.
Pertemukanlah aku dengan dia.
Masuklah ke dalam lingkaran ini.
Berikanlah kami petunjuk apa yang perlu
kami ketahui.
Kenapa kalian panggil aku?
Kamu sudah mengambil anak kami.
Apa maumu?
Kalian mau tahu kenapa kalian harus
mati?
Ini karena orang tua musafi mereka bikin
perjanjian dengan setan.
Aku sebagai tumbal sekarang tidak
diterima di surga ataupun di neraka. Aku
jadi gentayangan di dunia ini selamanya.
Kamu tahu rasanya gentayangan?
Karena itu aku mau semua keluarga
bahagia yang tinggal di rumah ini mati
siapapun itu. Biar mereka merasakan
kesakitan yang aku rasakan dan ikut
gentayangan bersamaku.
Ini rumahku sekarang
kamu sudah mengambil Bayu dan Nina anak
kami. Mereka tidak tahu apa-apa. Mereka
tidak salah apa-apa.
Aku tahu apa yang terjadi padamu sungguh
tidak adil.
Tapi aku mohon kembalikan anak kami.
Kembalikan. Aku mohon.
Kalau ingin anak kalian kembali,
kalian tuntaskan dendamku.
Datangkan ke hadapanku. Ibu yang sudah
numbalin aku. Aku akan kembalikan kedua
anak kalian.
Tapi bagaimana caranya? Itu sudah lama
sekali. Mungkin dia sudah meninggal. Itu
bukan urusanku.
Terserah kalian. Pokoknya malam ini aku
akan ambil nyawa kalian semua atau aku
balasam dengan ibuku.
Pilihan tangan kalian.
Ha. Ah
kentang
neng. Neng bangun neng neng neng bangun
nih. Neng. Hah.
H
[musik]
Ha.
[musik]
Nala.
Ayo ikut Papa.
Tolong cerita sama saya apa yang
sebenarnya terjadi.
Nah, ini ada apa, Wa?
Kamu enggak usah takut ya. Ada Papa, ada
Mama yang akan jagain kamu ya, sayang.
Cian, ciman,
ciman.
Hah.
Gua mau mau dimasukin ke dalam mulut.
Hah.
Padang
tahu
Siapa ibu anak itu? [musik]
Dia seorang ibu yang tega numbalin anak
kandungnya sendiri.
Kenapa dia melampiaskan dendamnya itu ke
orang lain, [musik] bukan ke ibunya?
Dia selalu melakukan ritual untuk
menyelamatkan hidupnya [musik]
dari dendam anaknya sendiri.
Ritual apa yang dilakukannya?
[musik]
Arwah anak kecil itu harus tahu siapa
yang sudah menumbalkannya. [musik]
Harus.
Sesajen itu harus ditaruh [musik] setiap
minggu. Jadi ibunya tidak jauh dari
rumah kalian.
hancurkan sesajen [musik] itu. Karena
selama ini sesajan itulah yang
melindungi [musik] wanita itu, yang
membutakan anak itu dari ibunya.
Kalau sesajen hancur, ibunya akan
ketahuan.
Sajen,
waak, aku pernah lihat ada di di [musik]
gudang. Wah,
wak ke sana.
[musik]
A hati-hati Wa. Ayo, Wa.
Aku tahu siapa ibu dari anak itu.
Siapa?
Ikut aku.
Lepas dulu jimat itu. Itu bisa
membahayakan kita.
Dia akan sangat marah.
Kalau melihat jimat itu,
Nala buka.
Sofi,
kita mau ke mana?
Aku enggak mau ikut, Pak. Aku takut.
Kita mau ke mana sebenarnya?
Kita harus masuk ke sana, kata U.
Dadang bilang di situ jawabannya.
Mala, ayo,
ayo.
Enggak usah takut.
Hati-hati
Iya.
[musik]
Hati-hati.
S
ngapain kita ke sini lagi?
Segera
kalian akan mengerti.
Sofi,
ayo, ayo.
Ini dia tempatnya.
apa ini?
Kenapa sesaja nih ada lagi?
Kemarin kan sudah dibersihkan.
Siapa ya
yang biasanya masuk ke rumah ini selain
kita?
Siapa? Ya, hanya kita
dan Widarti.
[musik]
[musik]
Sofie
Kita ngapain di sini, Ma? Aku takut.
Ma dia bukan mama.
Ah.
Ayo, ayo.
Ah.
Ayo masuk
P
masuk masuk.
Nah, nyalah
[musik]
belah kiri.
Untung, Pak.
Ayo ke situ, ke situ.
Pergi
pergi.
Adian
salah.
Masih jangan bunuh, Pak.
Adrian [musik]
Nalah.
Enggak
[musik]
ada jalan lagi, Pak.
Pergi,
pergi
pergi
pergi.
Hei,
aku tahu siapa ibumu.
Kau sudah dibutakan sama ini.
[musik]
Ada
[tertawa]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Ayo Hah.
Wa cepat. Wa Nina.
Bayu
Nina. Nina. Bayu,
Bayu,
Bayu,
Bayu,
Nina,
[musik]
Bayu,
Bayu
jawab, Nak, Nina, Ayu,
[musik]
Nina,
Bayu.
Nina, [musik]
Nina, Bayu jawab, kalian di mana?
Di sana, Ma.
Ada yang gerak
di mana?
Indongin di sana. Cepat, Adrian, cepat.
Ayo,
[musik]
Kakak kamu mana? L
N
Nina mana?
Ada yang cari Nina. Cari Nina.
Nina.
Nina.
Nina,
Nina bangun sayur. Nina,
Nina.
[musik]
in
[musik]
[tertawa]
[musik]
Sayang.
Aduh. Aduh.
Papa harus
[musik]
[musik]
[musik]
Ibu
Ibu
[musik]
ibu Bu
[tertawa]
Jangan ganggu aku.
Aku kan udah kasih kamu sajen J
[musik]
[musik]
[tertawa]
H
[musik]
Ah.
[musik]
Ayo, ayo angkat
teh kentangingan.
Mangga, mangga di Nyai. Ayo
naik. Ayo
mantap mantap. [musik]
Semua yang ada di dalam buku ini adalah
apa yang saya alami di rumah itu bersama
keluarga saya.
Apakah arwah anak kecil itu masih berada
di rumah itu?
Saya enggak tahu
untuk keluar dari rumah itu dengan
selamat sudah merupakan mukjizat buat
kami sekeluarga.
Tapi yang pasti
saya mendapatkan sebuah [musik]
pelajaran yang sangat berharga.
Pelajaran berharga apa itu?
Ternyata dunia lain itu benar-benar ada
selain dunia manusia. [musik]
Dan mereka hidup dimensi lain,
namun berada di dekat kita.
Inilah yang banyak disalahgunakan oleh
manusia untuk mendapatkan apa yang
diinginkan
tanpa mempertimbangkan cara yang diambil
adalah [musik] cara yang sesat.
Yang harus kita camkan bahwa uang,
harta, dan kekayaan bukanlah [musik]
segalanya.
Karena semua itu belum tentu bisa
memberikan kebahagiaan.
[musik]
Kisah sedih di hari [musik] Minggu
yang selalu [musik]
menyiksaku.
Ku takut [musik]
ini kan kuba
[musik]
sampai
mati. [musik]
[tertawa]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.