All language subtitles for Indonesio (generados automáticamente)_id_0_Film Indonesia Viral 2026 Luna Maya _ Christian Sugiono _ RUMAH KENTANG _ PERMULAAN(144P)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kita harus cepat pergi dari sini.

Aku ngambil uang kamar sebelah.

Ha.

Ah.

Papa apa

[musik]

Papa

Ah.

Mah

[musik]

di mana

bawa

[musik]

bawa Ah. [musik]

Mama,

gimana, Mama?

Dan pada akhirnya seluruh penumpang di

buis malam ini menyadari bahwa mereka

tidak akan pernah bisa lepas dari masa

lalunya.

Untuk akhir ceritanya, selamat membaca.

Terima kasih.

Apakah ada pertanyaan,

Mas Adrian? Di buku-buku Mas Adrian kan

selalu detail ngebahas tentang ritual

atau sesaji. Apa mungkin ini

terinspirasi dari pengalaman pribadi,

Mas?

Kalau boleh jujur, saya sendiri belum

pernah yang namanya mengalami kejadian

gaib. Tapi saya selalu melakukan

wawancara kepada para narasumber yang

mengaku pernah mengalaminya dan dari

situ saya mendapatkan ide ceritanya.

Tapi setiap saya membaca buku Mas

Adrian, saya tuh seperti ngalamin

sendiri loh, Mas. benar-benar kayak

nyata.

Terima kasih.

Mungkin itu adalah pengaruh dari

ilustrasi Sofi, istri saya.

Jangankan kalian sebagai pembaca, saya

sebagai penulis pun sangat terpengaruh.

Novel-novel kamu mulai enggak diminati

pelanggan Adrian.

Penjualannya merosot jauh.

itu karena latar belakang ceritanya di

Jakarta lagi, di Jakarta lagi. Belum

lagi kamu bilang kalau cerita kamu itu

adalah hasil interview dengan orang

lain.

Saya pengin kamu bikin gebrakan baru,

Adrian.

Bikin cerita yang lebih fantastis.

Coba kupas cerita horor dari daerah.

Saya mau kamu bikin dari pengalaman kamu

sendiri, Adrian. Dengan begitu feelnya

pasti akan lebih tajam. [musik]

Gimana kalau [musik] ke Bali?

Kalau ke Bali itu namanya liburan, bukan

cari inspirasi.

Tapi kan di Bali itu juga banyak unsur

mistis. Anak-anak pasti suka.

Iya benar.

Tapi lebih baik sekarang kita cariin

dekat-dekat dulu aja.

[musik]

[musik]

Nah, ini cocok.

Cocok apa?

Lihat, kita bisa cari inspirasi di vila

keluarga kamu ini.

Rumah perkebunan kentang yang luas.

Ide yang bagus.

Mumpung anak-anak masih libur di

sekolah. Eh, itu kentangnya tadi jatuh

mau [musik] dipotong.

Kita kan hampir setiap panen dapat

kiriman kentang dari kebun itu.

Sekalipun kita belum pernah ke sana.

Sekali-kali enggak ada salahnya kamu

kembali ke sana. Sekarang keadaannya

jauh lebih baik.

[musik]

Pah, emangnya kita punya vila di Bandung

ya? Kok aku baru tahu?

Iya, sayang. Villa itu peninggalan

papanya Mama dan kebetulan Papa mau ke

sana juga untuk cari inspirasi buku

baru.

Oh, P mau cari jin setan hantu di sana.

Pah, Pah, tanya aja sama Bayu, di mana

ada hantunya. Bayu kan katanya bisa

lihat. Ya kan, Dek?

[musik]

Sudah, sudah. Jangan bicara hantu kok.

Cari-cari hantu.

Lagi

pula sudah puluhan tahun kita tidak

nengok rumah itu. Ya sekarang sekalian

kita kunjungi.

Puluhan tahun berarti udah tua dong.

Oh,

jadi Kak Nina baru putus ya sama Kak

Faiz ya.

Ih, Nala balikin enggak bukunya?

Enggak.

Apa sih? Belum kata kakak masukan

banget.

Putus nih

Nala.

Ayo dong kembalikin. Ayo, Nala.

Nih.

Ah, kanina mah sejak putus sama Kak Faiz

seru lagi.

Nina, ingatkan apa papa bilang? Anak

Papa harus staff.

Ayo apa-apa.

Siapa orang itu? Aku enggak tahu.

Permisi, Pak. Kami mau numpang lewat.

Cendera matanya, Pak.

Buat oleh-oleh.

Lain kali ya, Pak. Terima kasih.

Jimat

buat keselamatan.

Jimat [musik] enggak dulu ya, Pak.

Terima kasih.

Terima kasih, Pak. Kami mau melanjutkan

perjalanan kami. Permisi.

Hati-hati.

Kalian orang baru di sini

banyak tradisi yang kalian tidak tahu.

Hati-hati,

Yan. Jalan, Yan.

Baik, Pak. kami pasti akan hati-hati.

Terima kasih untuk nasihatnya.

Ayo, Pak, kita jalan, Pak.

[musik]

[musik]

Ayo anak-anak.

Benar juga ya, rumahnya tua tapi besar.

Neng Sofi, kumaha kabarna damang?

Baikbaik. [musik]

Didarti

ngerawat saya waktu kecil.

Bibitnya senang pisan. Akhirnya semua

pada datang. Sok atuh masuk.

Mangga mangga.

Terima kasih sudah tinggal dan merawat

rumah ini dengan baik. Bi.

Sami-sami, Neng Sofi. Tapi Bibi teh udah

lama enggak tinggal di rumah ini lagi.

Loh, memangnya Bibi tinggal di mana?

Kalau malam Bibi teh pulang ke rumah

Bibi, Neng. Enggak jauh dari sini.

Kenapa enggak tinggal di sini aja, Bi?

Bibit teh udah tua, Den. Kepenginnya

lebih banyak ngumpul sama keluarga.

Ya, ya. Tidak apa-apa kalau begitu. Yang

penting rumah ini dirawat dengan baik.

Iya, Neng. Nanti Neng Sofi sama Den

Adrian bisa tidur di kamar atas. Di sana

juga teh ada kamar buat anak-anak Neng

Narelis jeung kasep.

Punten, Wa. Kalau UA mungkin bisa tidur

di kamar bawah. Biar ruangan naik

tangga. Kamu tahu pisan Darti. Iya,

Mbak.

Ayo, Nik, kita ke kamar nenek yuk.

Ayuk yuk kita ke atas. Lihat-lihat kamar

kita.

Bayu itu kamar kanina ya,

Kak. Kamar Bayu yang mana, Kak?

Yang ini

kamu sama Nala ya, Kakak mau sendiri.

Ha.

[musik]

[musik]

Ah.

Kina

kanina bukak kakina bukak kakina

ada apa sih Bayu

ada yang ngajak main kak

aku takut

siapa

di situ, Kak

mana? Enggak ada apa-apa kok. Kamu

jangan kebanyakan ngal lagi deh.

Lihat tuh. Enggak ada apa-apa kan?

Ya udah kita main aja yuk ke bawah.

Ini yang bikin aku berat untuk balik

lagi ke sini.

Mama sama papa menghilang tanpa jejak.

Aku bahkan enggak pernah ngelihat

jenazah mereka.

Mereka hilang bagi ditelan bumi.

Ninggalin aku sendirian, Adrian.

Aku enggak mau

apa yang aku rasain dirasain sama

anak-anadang. Aku enggak mau.

Ya, enggak mungkinlah, sayang.

Aku dan kamu akan selalu menjaga

anak-anak kita.

Senyum dong.

[musik]

[musik]

Kanina, Dek,

kita banyak-banyakan ambil kentang yuk.

Kanina enggak takut. Pasti Kakak yang

paling banyak dapat kentangnya.

Dek, kamu ikutan enggak?

Bayo lagi asik sendiri. Kamu aja ya sama

kakak. Hitungan ketiga. Sat 2

Kakak curang

Nina jaga adiknya.

[musik]

Wa. [musik]

Wah istirahat di rumah ya. Saya yang

jaga anak-anak.

Kak Nina, aku dapat yang gede, Kak.

Kakak pasti bakal dapat lebih besar.

Lagi apa, Bayu?

Itu siapa?

Anak yang aku lihat, Mah.

Mana?

di itu

[musik]

[musik]

[musik]

Mama

ngapain kamu di sini?

Itu mah di dalam kayak ada pengorangan

besar.

[musik]

Besar banget ya, Ma.

Ini untuk masak apa sih,

Mama? Enggak tahu.

[musik]

Ternyata kuali ini dipakai untuk masak

sup kentang kalau lagi panen.

Wah, pasti masak sup kentangnya banyak

banget ya, Mah.

Ya kan? Penduduk desa di sini juga

banyak, Sayang.

Ya iyalah kalau besar ini sih jangankan

buat masak sup kentang,

buat ngerebes segere aja bisa.

Udah udah udah udah udah bercandanya

udah udah mau gelap. Ayo kita pulang.

Maafin kakak ya adik kecil.

[musik]

[musik]

[musik]

Tony, anak muda yang baru pindah ke

sebuah rumah tua. Rumah yang tanpa dia

ketahui adalah sebuah rumah yang angker

dan berhantu. Di mana setiap penghuni

rumahnya siap untuk meringkut nyawa

sebagai tumbal rumah itu.

Papa

malah

Papa kok kagetnya sampai begitu banget

sih?

Ada apa, Sayang?

Mama suruh aku panggil Papa buat makan

malam. Ayo, P

yuk.

Wah, anak mama udah besar ya. Udah

ngerasain jatuh cinta. Sekarang

ngerasain patah hati lagi.

Eh,

ya enggak apa-apa dong, sayang. Mama

ngerti banget perasaan kamu sekarang.

Tapi kalau bisa kesedihannya jangan

lama-lama.

Nanti kalau udah waktunya kamu akan

menemukan seseorang yang lebih baik,

pangeran yang begitu tampan.

Yang baik hatinya, yang baik juga

sikapnya.

Pangerannya kayak apa-apa mah

bisa jadi

tidur ya malam Hamu

masih di sini.

Mama belum bisa tidur.

Kita keluar aja yuk.

Ayo.

Hah?

Nina.

Hah?

Ayo

mama Ha.

A naik main

tunggu.

Hah?

Saf gambar Kamu ini kok mirip sama

gambar keluarga kita,

Sof.

H

Sofie.

Hh.

Gambar kamu ini kok mirip sama gambar

keluarga kita?

Aku kan gambar sesuai apa yang kamu

ketik.

Enggak. Gambarmu itu beda. Ketika Naku

ini bercerita tentang Tony Nugraha,

seorang anak muda yang pindah ke rumah

tua, bukan satu keluarga seperti itu.

Kok beda?

Kamu kecapekan. Kamu butuh istirahat.

Aku beneran baca sesuai yang kamu ketik.

Enggak mungkin dong. Siapa yang ganti

ketikan aku? Hantu.

Maah, Pah.

Kan Nina tadi aku lihat dia jalan ke

perkebunan sendiri.

Ayo

Hah?

[musik]

[musik]

[musik]

Min

min

Nina

Nina

Nina.

[musik]

Tadi kan suara dari sini. Kenapa Nina

tidak ada?

Nina.

Nina.

Ma.

[musik]

Nina baju Nina.

Nina nina

nila.

[tertawa]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

Lebih baik kita pulang ke Jakarta hari

ini.

Di sini

[musik]

udah enggak aman.

Nanti biar aku kembali [musik] lagi ke

sini untuk mencari in bersama polisi.

Aku enggak akan pergi dari sini sampai

aku menemukan Nina. Sampai aku dengar

kabar tentang Nina.

Aku enggak mau

kejadian Nina seperti ini. [musik]

Kita harus melakukan sesuatu. Iya. Aku

enggak mau pasrah. Aku enggak mau pasrah

kayak dulu.

Kita datang ke pergumulan kentang ini

sama-sama.

Pulang juga sama-sama semuanya.

[musik]

Kita datang sama-sama.

Kita akan pulang sana-sana.

Janji

aku janji. [musik]

[musik]

[musik]

Aku mau siap-siap dulu. Aku mau ke

kampung. Siapa tahu orang kampung ada

yang lihat Nina. Aku

ikut juga ya, Ma. Aku juga mau cari

kanina, Ma.

Ya, kalau gitu

aku juga ikut ya. Kita semua ikut.

Oke, Bi.

Iya, Den.

Tolong temani Sofi, Ua, dan anak-anak.

Saya ada janji sama polisi mereka mau

datang. Baik, Den.

Ibu pernah lihat

pernah sih. Pernah lihat

lihat ma ada banyak mainan. Aku mau.

Ya udah.

Ayo, ayo.

Ma beliin ini buat aku.

Anak pintar kamu.

Kalau butuh mama tiupit yang

kencang-kencang ya.

Nala kamu sudah tahu mau apa?

Sebentar ya, Ma. Aku pilih-pilih dulu.

Em, waak, aku titip anak-anakku

sebentar.

Aku mau keliling lagi. Ditemelin dardi

ya.

Titip ya, Wak.

Jadi berapa ya semuanya?

Akhirnya datang juga ibu ke toko saya.

seperti pernah lihat ya.

Tapi di mana

Dadang yang dulu ngantar orang tua Neng

Sofi buat dititipin ke Ibu sebelum

mereka meninggal.

Oh iya. Punten pisan ya.

Ibu sekarang tinggal di rumah perkebunan

itu.

Iya

sekedap.

Mangga canakku Ibu tidak usah bayar.

Pesan dari saya dipakai

jangan sampai dilepas.

Kenapa begitu?

Silakan duduk.

Itu jimat

yang bisa melindungi keluarga ibu

semuanya dari gangguan penunggu rumah

itu.

Jimat.

Tapi

e maaf

percaya tidak percaya [musik]

rumah itu

bukan rumah sembarangan.

Tanpa jimat-jimat [musik]

itu, satu persatu

anggota keluarga Ibu bisa mati.

Penunggu rumah itu

bisa berubah

jadi salah satu di antara kita.

Hati-hati.

Hati-hati.

mainannya sudah dibayar.

Wah,

Ma,

orang meninggal itu bisa hidup lagi

enggak kayak di novelnya Papa?

Kamu tuh kebanyakan baca novelnya Papa,

ya?

Novelnya papa tuh kan cuma bohongan,

karangan.

H mana orang meninggal hidup lagi.

Enggak ada.

Tapi, Ma,

aku lihat anak yang aku gambar di

kentang itu, Ma.

Enggak boleh lagi ya baca novelnya Papa.

Tapi mah

kok aku enggak pernah lihat Kak Nina ya?

Sini.

Ah.

Ah.

[musik]

Kak Kanala kanala

kak bangun kakala

Bayu

Bayu

Nah, Bayu ke mana?

Bayu bisik banget mah. Mamam gini main

puitnya.

Ya ampun, Say. Kamu ngapain di situ?

Ngapain di bawah sana? Ngapain

tadi? Ada Kak Nina mah

di mana?

Di situ.

[musik]

Tapi

kan Nina beda.

Beda gimana?

Kanina serem.

Paling Bayu mimpi lagi seperti biasa.

Dari tadi tuh bisik banget dia mah. Aku

mau tidur di kamar kanina aja deh.

Jangan, Kak. Bay enggak mau tidur

sendirian.

Enggak, enggak mau. Kamu berisik

tidurnya.

Ayo, Pak.

[musik]

Kanina tuh enggak mungkin nakut-nakutin

kamu. Kanina kan kakak kamu sayang sama

kamu. Bayu,

[musik]

kita berdoa dulu ya.

Mudah-mudahan kita enggak mimpi buruk

lagi. [musik]

Berdua kita tidur ya.

Kak Nina,

ayo main sama Kakak.

Ayo, Bayu. Kakak bakal ni. Kamu cari ya.

Kok gambar kamu ini enggak nyambung lagi

sama ceritaku?

Kok nyambung gimana sih?

Anak kecil ini

mirip sama Bayu.

Bayu, Bayu.

Ayo,

ayo,

mayo.

Go! Go!

Ah.

Yuk, ayo ke sini.

[musik]

Tunggu

[musik]

Kak Panina Nah, [musik]

Anina

[musik]

kanina mana sih?

[musik]

[musik]

Ah.

Mama

buka

bayo. Ayo, ayo

[musik]

B

Bayu

Bayu

Apa

[musik]

ini?

Bayu,

Bayu,

Bayu. Ah.

[musik]

[musik]

[musik]

Begitu anak kami hilang, kami langsung

mencari ke tempat ini, Pak. Dan Bapak

tadi lihat sendiri di dalam itu sangat

mencurigakan, Pak. Baiklah, kami akan

segera menangani kasus ini dan

barang-barang ini akan kami bawa ke

kantor untuk diadakan penyelidikan.

Bi,

Iya, Den.

Tolong kunci semua pintu dan jendela di

rumah ini.

Baik, Den.

Polisi akan masuk hutan untuk nyari

Bayu. Takutnya ini semua ada hubungannya

dengan hilang Nina.

Kamu ingat pedagang cendramata

yang menawari kita jimat.

Ternyata Wang Dadang itu pernah kerja

sama orang tuamu. Kamu sudah ingat dia

sudah memberikan ini kepada wa

tadi malam

waak terasa dicekik

oleh

yang di kamar.

Wak pegang ini

langsung dilepas.

Hampir wa kehabisan napas.

Cuma mimpi kali, Wa.

Wa.

Aku waktu kecil pernah dikasih sama

Bapak Jimat seperti ini.

Katanya untuk melindungi keluarga kita.

Wa. Mama sama Papa tetap menghilang juga

kan?

Jadi enggak ada gunanya percaya hal-hal

seperti ini. Jimat-jimat seperti ini.

Tapi aku mau pakai kalung ya, Nek.

Mama enggak ngizin. Enggak boleh,

Wa. Sebaiknya Waa juga buka.

Wa

Kamu kenapa kok bangun?

Itu mah lampu gudangnya nyala.

Tapi tahu-tahu pas aku lihat lagi mati.

Aku takut, Ma.

Ya udah, enggak usah dilihatin lagi.

Tidur yuk, tidur lagi.

Ah.

Mama

[musik]

[musik]

H

[musik]

Ah.

Wa

Pak,

Pak,

Pak.

[musik]

[musik]

[musik]

Ya Sofi,

Sofi. Hai, kenapa? Ada apa?

Wa!

Sesuatu yang kurang baik terjadi pada Bu

Mira. Ibu Mira tidak bisa bergerak dan

berbicara.

Saya sarankan Ibu Mira dibawa ke rumah

sakit untuk mendapatkan perawatan yang

lebih mendalam.

Piwa enggak mau dibawa ke rumah sakit,

Dok.

Iya, diusahakan.

Baik, saya misi dulu.

Makasih, Dok.

Sama-sama.

Makasih.

Semua kunci pintu dan jendela sudah

diganti.

Bi.

Ya, Den.

Tolong pegang kunci ini. Jaga baik-baik

dan jangan kasih ke siapapun karena

hanya bibi yang saya percaya. Baik, Den.

Kamu pikir dengan mengganti semua kunci

di rumah ini bisa menghalangi itu masuk

rumah ini?

Aku udah bilang sama kamu. Aku

benar-benar lihat ada sosok anak kecil

di kamar gua.

Enggak cuma tangannya, tapi seluruh

tubuhnya itu berdarah,

melepuh.

Matanya,

matanya itu penuh dengan kebencian dan

aku takut.

Kamu yakin?

Jadi menurut kamu anak kita hilang

karena makhluk halus,

Nek. Nenek mau apa?

Nenek mau ngomong ya.

Ma kenapa, Ma? Enggak apa-apa kan,

Ma? Ma, pakai ini aja, Ma. Nenek bisa

kasih tahu kita dan menunjuk huruf ini.

Itu

ini buku sketch aku.

Ini kamu yang gambar.

Tapi ini gambar kamu, S.

Aku enggak pernah ingat aku gambar ini.

Ini

gambar aku ya, Ma.

Berarti

aku juga diambil kayak ikan Nina dan

Bayu.

[musik]

H

Nala

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

H

Mah

[musik]

Nala.

Adrian.

Adrian. Nala mana? Nala di mana?

Gak tahu ini kentang dari mana? Aku

enggak tahu.

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

Mayat-mayat ini seperti masih segar,

seperti baru proses dimakan.

Nala, Nala jangan

lepas

Mama lepaskan

lepaskan dia.

Pergi

pergi pergi

pergi.

Pergi pergi

pergi

pergi

pergi.

Pergi

pergi [musik]

pergi pergi.

Cepat Andrian.

Kalian

kalian semu akan mati.

Cepat Ran.

[musik]

[musik]

[musik]

Gua mau ngomong

ee A B C

D.

Oke, D eh A

B

ini W

Gusti Allah.

Jadi ibu Mirah kena stroke.

Makanya kami datang ke sini nemuin Mang

Dadang.

Dulu Mang Dadang kerja untuk almarhum

Bapak saya kan.

Iya betul Neng.

Waktu itu Neng Sofi masih kecil.

Jadi,

Mang Dadang tahu

waktu ibu dan bapak saya menghilang

sebenarnya

bukan hilang,

tapi

jadi korban

akibat pesugihan

yang dilakukan oleh ibu

sama bapak Neng Sof. Enggak

mungkin. Bapak sama Ibu saya tuh enggak

mungkin melakukan hal itu, Mang.

Mang Dadang tolong jangan bicara

sembarangan.

Ampun. Maaf, Den, Neng.

Dulu orang tua Neng Sofi

hidupnya susah,

sering gagal panen.

Untuk makan sehari-hari saja terpaksa

harus makan kentang-kentang

yang sudah hampir busuk.

Oleh sebab itu, [musik]

orang tua Neng Sofi

akhirnya melakukan pesugihan. [musik]

Mereka bikin perjanjian

dengan

setan.

Kami ingin kaya, Ki.

Apa saja persyaratan pesugihan supaya

kami cepat kaya, Ki?

Ada tiga perjanjian yang tidak boleh

dilanggar.

Pertama, mereka harus menyembah setan

itu seumur hidup. Kedua, mereka harus

terima setan itu tinggal di rumah

mereka. Dan ketiga, mereka harus kasih

makan setan itu dengan daging manusia.

Seorang dari kampung [musik]

memberi anaknya untuk ditumbali.

Asal dia dibayar tinggi karena anaknya

cacat dan ia malu untuk [musik]

menjaganya.

Dan mereka harus makan anak kecil itu

untuk menjadi satu dengan setan.

Akhirnya orang tua Neng Sofi hidup

bengar, kaya raya, panen selalu

berhasil.

Tapi lama-kelamaan setan minta tumbal

anak manusia. Orang tua Neng takut. Neng

Sofi jadi [musik] korban. Dititipkanlah

Neng Sofi ke Ibu Mira.

Tapi setan jadi marah dan tetap nuntut

tumbal sampai ada anak kecil jadi korban

tumbalnya.

Orang tua Neng Sofi sangat menyesal.

Jadi [musik]

memutuskan mau berhenti melakukan

pesugihan. Tapi yang namanya sudah

melakukan perjanjian dengan setan. Kalau

dilanggar taruhannya nyawa.

Orang tua Neng Sofi akhirnya, maaf bukan

hilang tapi dibunuh sama setan

pesugihannya.

Setelahnya setan pergi kembali [musik]

ke asalnya ke neraka.

Mama, papa, kak.

Tadi Mang Dadang bilang kalau setannya

sudah kembali ke neraka.

Lalu kenapa masih ada setan di rumah

kami?

Setan anak kecil itu

arwah penasaran

dari tumbal anak kecil yang gentayangan

sampai sekarang.

Makanya jimat-jimat itu

akan menyelamatkan

karena terbuat dari darah anak kecil

itu.

Sekarang

kita harus gimana, Mam? Apa yang harus

kita lakukan?

Anak saya Nina sama Bayi sudah diambil

sama dia.

Kami mau mereka pulang. Kami mau ke

mereka kembali. Tolong, Bang Harus kayak

apa kita?

Satu-satunya cara Neng Sofi,

Aden harus [musik] melakukan ritual

langsung,

pertemuan langsung dengan arwah anak

kecil itu. Tanyakan langsung apa yang

diinginkannya

agar tidak penasaran lagi.

Bertemu dengan Arwa. Penasaran bagaimana

caranya?

Ini

catatan ritual.

Kalau ini buku catatan Mang Dadang,

kenapa Mang enggak ikut kami aja dan

bantu melakukan ritual itu?

Saya tidak mungkin ikut.

Arwah anak kecil itu dendam pada semua

orang yang terlibat pada pesugihan itu.

Jadi, Mang Dadang juga terlibat.

Maaf, Neng.

Orang pintar yang ngajarin

orang tua Neng Sofi

melakukan ritual pesugihan itu.

Saya

saya terpaksa melakukannya

hanya karena ingin menolong orang tua

Neng Sofi.

Saya menyesal.

Sesungguhnya saya menyesal.

Saya [musik] tidak mau ada korban jiwa

lagi.

[musik]

Jadi, maaf

saya bisa dibunuh kalau ikut.

Segera lakukan

ritual pertemuan langsung dengan arwah

itu

supaya tidak ada korban lagi.

Menurut dari petunjuk di buku ini,

dari awal sampai akhir ritual,

apapun yang terjadi [musik]

kita tidak boleh menengok ke belakang.

Tidak boleh menengok ke belakang.

Kamu siap.

Alam jiwa,

alam nyata.

Pertemukanlah aku dengan dia.

Masuklah ke dalam lingkaran ini.

Berikanlah kami petunjuk apa yang perlu

kami ketahui.

Kenapa kalian panggil aku?

Kamu sudah mengambil anak kami.

Apa maumu?

Kalian mau tahu kenapa kalian harus

mati?

Ini karena orang tua musafi mereka bikin

perjanjian dengan setan.

Aku sebagai tumbal sekarang tidak

diterima di surga ataupun di neraka. Aku

jadi gentayangan di dunia ini selamanya.

Kamu tahu rasanya gentayangan?

Karena itu aku mau semua keluarga

bahagia yang tinggal di rumah ini mati

siapapun itu. Biar mereka merasakan

kesakitan yang aku rasakan dan ikut

gentayangan bersamaku.

Ini rumahku sekarang

kamu sudah mengambil Bayu dan Nina anak

kami. Mereka tidak tahu apa-apa. Mereka

tidak salah apa-apa.

Aku tahu apa yang terjadi padamu sungguh

tidak adil.

Tapi aku mohon kembalikan anak kami.

Kembalikan. Aku mohon.

Kalau ingin anak kalian kembali,

kalian tuntaskan dendamku.

Datangkan ke hadapanku. Ibu yang sudah

numbalin aku. Aku akan kembalikan kedua

anak kalian.

Tapi bagaimana caranya? Itu sudah lama

sekali. Mungkin dia sudah meninggal. Itu

bukan urusanku.

Terserah kalian. Pokoknya malam ini aku

akan ambil nyawa kalian semua atau aku

balasam dengan ibuku.

Pilihan tangan kalian.

Ha. Ah

kentang

neng. Neng bangun neng neng neng bangun

nih. Neng. Hah.

H

[musik]

Ha.

[musik]

Nala.

Ayo ikut Papa.

Tolong cerita sama saya apa yang

sebenarnya terjadi.

Nah, ini ada apa, Wa?

Kamu enggak usah takut ya. Ada Papa, ada

Mama yang akan jagain kamu ya, sayang.

Cian, ciman,

ciman.

Hah.

Gua mau mau dimasukin ke dalam mulut.

Hah.

Padang

tahu

Siapa ibu anak itu? [musik]

Dia seorang ibu yang tega numbalin anak

kandungnya sendiri.

Kenapa dia melampiaskan dendamnya itu ke

orang lain, [musik] bukan ke ibunya?

Dia selalu melakukan ritual untuk

menyelamatkan hidupnya [musik]

dari dendam anaknya sendiri.

Ritual apa yang dilakukannya?

[musik]

Arwah anak kecil itu harus tahu siapa

yang sudah menumbalkannya. [musik]

Harus.

Sesajen itu harus ditaruh [musik] setiap

minggu. Jadi ibunya tidak jauh dari

rumah kalian.

hancurkan sesajen [musik] itu. Karena

selama ini sesajan itulah yang

melindungi [musik] wanita itu, yang

membutakan anak itu dari ibunya.

Kalau sesajen hancur, ibunya akan

ketahuan.

Sajen,

waak, aku pernah lihat ada di di [musik]

gudang. Wah,

wak ke sana.

[musik]

A hati-hati Wa. Ayo, Wa.

Aku tahu siapa ibu dari anak itu.

Siapa?

Ikut aku.

Lepas dulu jimat itu. Itu bisa

membahayakan kita.

Dia akan sangat marah.

Kalau melihat jimat itu,

Nala buka.

Sofi,

kita mau ke mana?

Aku enggak mau ikut, Pak. Aku takut.

Kita mau ke mana sebenarnya?

Kita harus masuk ke sana, kata U.

Dadang bilang di situ jawabannya.

Mala, ayo,

ayo.

Enggak usah takut.

Hati-hati

Iya.

[musik]

Hati-hati.

S

ngapain kita ke sini lagi?

Segera

kalian akan mengerti.

Sofi,

ayo, ayo.

Ini dia tempatnya.

apa ini?

Kenapa sesaja nih ada lagi?

Kemarin kan sudah dibersihkan.

Siapa ya

yang biasanya masuk ke rumah ini selain

kita?

Siapa? Ya, hanya kita

dan Widarti.

[musik]

[musik]

Sofie

Kita ngapain di sini, Ma? Aku takut.

Ma dia bukan mama.

Ah.

Ayo, ayo.

Ah.

Ayo masuk

P

masuk masuk.

Nah, nyalah

[musik]

belah kiri.

Untung, Pak.

Ayo ke situ, ke situ.

Pergi

pergi.

Adian

salah.

Masih jangan bunuh, Pak.

Adrian [musik]

Nalah.

Enggak

[musik]

ada jalan lagi, Pak.

Pergi,

pergi

pergi

pergi.

Hei,

aku tahu siapa ibumu.

Kau sudah dibutakan sama ini.

[musik]

Ada

[tertawa]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

Ayo Hah.

Wa cepat. Wa Nina.

Bayu

Nina. Nina. Bayu,

Bayu,

Bayu,

Bayu,

Nina,

[musik]

Bayu,

Bayu

jawab, Nak, Nina, Ayu,

[musik]

Nina,

Bayu.

Nina, [musik]

Nina, Bayu jawab, kalian di mana?

Di sana, Ma.

Ada yang gerak

di mana?

Indongin di sana. Cepat, Adrian, cepat.

Ayo,

[musik]

Kakak kamu mana? L

N

Nina mana?

Ada yang cari Nina. Cari Nina.

Nina.

Nina.

Nina,

Nina bangun sayur. Nina,

Nina.

[musik]

in

[musik]

[tertawa]

[musik]

Sayang.

Aduh. Aduh.

Papa harus

[musik]

[musik]

[musik]

Ibu

Ibu

[musik]

ibu Bu

[tertawa]

Jangan ganggu aku.

Aku kan udah kasih kamu sajen J

[musik]

[musik]

[tertawa]

H

[musik]

Ah.

[musik]

Ayo, ayo angkat

teh kentangingan.

Mangga, mangga di Nyai. Ayo

naik. Ayo

mantap mantap. [musik]

Semua yang ada di dalam buku ini adalah

apa yang saya alami di rumah itu bersama

keluarga saya.

Apakah arwah anak kecil itu masih berada

di rumah itu?

Saya enggak tahu

untuk keluar dari rumah itu dengan

selamat sudah merupakan mukjizat buat

kami sekeluarga.

Tapi yang pasti

saya mendapatkan sebuah [musik]

pelajaran yang sangat berharga.

Pelajaran berharga apa itu?

Ternyata dunia lain itu benar-benar ada

selain dunia manusia. [musik]

Dan mereka hidup dimensi lain,

namun berada di dekat kita.

Inilah yang banyak disalahgunakan oleh

manusia untuk mendapatkan apa yang

diinginkan

tanpa mempertimbangkan cara yang diambil

adalah [musik] cara yang sesat.

Yang harus kita camkan bahwa uang,

harta, dan kekayaan bukanlah [musik]

segalanya.

Karena semua itu belum tentu bisa

memberikan kebahagiaan.

[musik]

Kisah sedih di hari [musik] Minggu

yang selalu [musik]

menyiksaku.

Ku takut [musik]

ini kan kuba

[musik]

sampai

mati. [musik]

[tertawa]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

[musik]

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.