All language subtitles for The.Rip.2026.1080p.NF.WEB-DL.DDP5.1.Atmos.DV.HDR.H.265

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (SoranĂ®)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Bagaimana dengan FBI?

Sudah bicara dengan Urusan Internal?

Sudah beberapa kali.

Katanya alibimu cocok?

TERINSPIRASI DARI KEJADIAN NYATA

Banyak yang mengawasi.

Ya. Bisa kurasakan.

Ingatlah hanya aku polisi yang bisa kau percaya.

Aku merasa tak dilindungi.

Aku seperti diawasi. Aku merasa seharusnya tak menelepon.

Bagus kau meneleponku. Kau cerdas.

Aku sudah tahu alamatmu. Aku tahu kau di mana.

Memang telepon ini tak dilacak?

Ini ponsel sekali pakai. Kau aman.

Tak ada yang tahu kita bicara.Tak apa.

Tidak. Aku merasa mereka tahu.

Mereka tidak tahu.

Terus jawab saja teleponnya dan lakukan perintah mereka. Ya?

Aku takut.

Aku tak tahu harus apa dan aku mau pergi dari sini.

Aku akan menjemputmu.

Aku akan melindungimu dan mengeluarkanmu dari sana.

Ya? Jangan percaya siapa pun.

Baik. Tolong segera telepon aku.

Dah.

Mereka membunuh Jackie, Thom.

Dia mengincar apa? Kau tahu?

Uang.

Kurasa. Uang yang banyak.

Baiklah, aku akan terus terang, Dane, karena situasi kita sulit.

Divisi ini sedang kacau.

FBI mau TNT bubar.

Lihatlah kita jadi saling bertengkar.

- Silakan duduk, Detektif Ro. - Ro.

Ada perkembangan dan kami mau terus selidiki,

jadi kami punya beberapa pertanyaan lagi.

Bagaimana hubunganmu dengan Kapten Valez?

Dia temanku.

Dan sahabatku.

Dia ada untukku.

Dia menjagaku.

- Lalu, bagaimana kematian dia… - Tidak. Bukan "kematian dia".

Tapi "pembunuhan dia."

Dia dibunuh. Sebut apa adanya saja.

Bagaimana perasaanmu?

Kejadian ini membuatku marah.

Detektif Salazar, kami mewawancarai seluruh tim TNT-mu.

Bukan, yang benar…

Hanya TNT.

Tim Narkotika Taktis. Bukan "Tim Tim Narkotika Narkotika."

Baik, terakhir kita bicara, kau bilang begini pekerjaannya:

"TNT menangani kasus narkoba.

Kita lakukan penggerebekan, menyita narkoba, senjata, terutama uang."

Apa itu akurat?

Tepat.

Terutama uang.

Apa itu jadi konflik?

Konflik? Apa maksudmu?

- Kami mencuri uangnya sendiri? Tidak. - Tak pernah kalian pikirkan?

Tahu soal perampokan orang dalam?

Sindiran ke arah situ. Polisi jadi perampok, ya.

Dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum korup lain.

Kapan terakhir kalian menangkap pembunuh polisi di ruang rapat?

Aku penasaran.

Apa rencana kalian hari ini? Selain menyalahkan polisi.

Itu mungkin pekerjaan paling mudah yang bisa dilakukan di Miami.

Apa kau akan menatapku dan bilang menurutmu salah satu anggota TNT

- membunuh Jackie? - Aku tak bilang. Apa aku bilang?

Lantas, apa ini? Kalian lakukan ini karena putus asa.

Kalian tak serius menyelidiki ini.

Apa yang terjadi? Di mana satgas?

- Kenapa dunia belum berhenti? - Dane…

Aku tak mengerti. Ini tak masuk akal.

Thom, ada kapten…

kepolisian Miami yang tewas.

Karena kalian gagal. Tak bisa menangkap pembunuh polisi.

Mungkin karena pembunuhnya polisi.

Astaga.

- Bisa matikan rokoknya? - Tidak.

- Apa lagi? - Baiklah.

Kita sudah mewawancarai Baptiste, Salazar, Ro.

Kami mewawancarai komandanmu saat ini.

Orang yang merebut promosimu, Dane Dumars.

Dia yang paling pantas dapat promosi.

Kau tahu apa yang dia alami? Pernikahannya, anaknya?

Kalian dekat?

Sangat. Makanya aku tidak mengeluh

soal dia dapat promosi. Karena Dane bekerja keras.

- Sepertiku. - Ya.

Omong-omong, itu bos kalian. Tim genius tolol kalian yang merusak VCAT.

- VCAT? Tak familier… - Tim Penangkap Pelaku Kejahatan.

Pembubaran itu terjadi

karena praktik korupsi kriminal yang merajalela.

Anggotanya medioker.

Tapi jago membunuh polisi.

Kalian juga membakar tempat itu.

Yang makin melumpuhkan penyelidikan Jackie karena kini seluruh VCAT,

bukan hanya yang korup, semuanya hilang.

- Apa mereka menyetujui lembur? - Tidak, Dane. Tidak dengan bujet juga.

Tak ada yang mau ngotot soal itu. Penutupan VCAT juga menyakiti kami.

Baik, mari kita coba.

- Tidak. - Di luar jam kerja.

Dane, jika mereka tahu TNT melakukan

penyelidikan atas pembunuhan kapten mereka,

kita akan dapat masalah dan FBI yang untung.

Apa kau dan Kapten Velez dekat?

Apa kau punya pasangan?

Kau mau jawab?

Begini cara mainmu?

Tak mau bicara?

- Berengsek. - Kau bisa asal bicara, 'kan?

- Kubilang dia berengsek. Tulis. - Tak ada lagi, J.D.?

Kau berengsek.

Apa kau bodoh karena berpikir Jackie kotor?

Benarkah dia kotor?

Hati-hati, Del.

Persetan kau.

Jangan pura-pura bahwa kau tak punya kepentingan pribadi.

Ya? Kau punya.

Semua orang tahu kau punya.

Jadi, coba ceritakan

soal sarung bahu ganda yang kau pakai, Wild West.

Memangnya kau koboi?

Satu pistolnya punyamu, 'kan? Yang satunya?

Lalu, mau kau pakai apa?

- Berengsek. - Kenapa kau?

- Hei! - Berengsek!

Sialan.

Berengsek kau! Berengsek!

Sedang apa dia?

- Dia bertengkar dengan kakaknya. - Hei!

- Hentikan! - Lepaskan aku!

Bawa dia keluar!

Apa-apaan? Kau perundung!

Ya, adiknya FBI.

Astaga.

Hei. Jadi, kau sudah bertemu kakakku. Bagaimana?

Dia masih berengsek.

Sama saja.

Kau mau mengobrol denganku,

mengobrollah.

Dia jadi FBI hanya agar bisa merendahkan orang. Aku yakin.

- Apa dia mau ada pengakuan? - Aku tak tahu apa yang semua orang mau.

Ini buruk, Dane.

Jika mereka akhirnya datang mencari kita,

artinya mereka tidak tahu.

- Jackie hanya tambahan. - Itu pun bukan. Maksudku…

FBI tak akan bereskan.

Upacara pemakaman, lipat bendera untuk keluargamu,

lalu ucapan terima kasih atas jasamu.

Antara Jackie korup atau mereka pikir kita terlibat.

Atau keduanya. Atau mereka tak tahu.

Paling mudah melimpahkan kesalahan ke polisi korup.

Apa kata Thom dengan H?

Dia sibuk dihantam realitas hidup.

Dia tamat. Tak akan bantu kita.

Semua orang beralasan. Kita semua kerja keras.

Ini tugas kita. Lakukanlah.

Jika aku, kulempar umpan.

Kugoyangkan. Tarik benangnya. Lihat yang muncul ke permukaan.

- Paham? - Ya.

Lihat yang mulai bicara dan membuat kesalahan.

- Omong kosong polisi. - Omong kosong.

Aku benci di sini.

Aku benci jadi polisi.

Aku terbangun

setiap malam

seperti…

memikirkan waktu.

Berapa yang sudah berlalu dan berapa sisa waktuku?

Mau kugunakan untuk apa?

Ini tidak adil.

Aku tak tahu mau bilang apa.

Mungkin ucapan Jackie yang selalu kuejek, "Hiduplah untuk melihat mentari terbit."

Mungkin hidup begitu. "Hiduplah untuk melihat mentari terbit."

Jackie… Dia percaya pada penyihir.

Kau yang merusak budaya kepolisian.

Penilaian yang seperti itu. Banyak yang percaya penyihir dan…

Jackie percaya hewan spiritual.

Ya, dulu aku suka spiritualmu. Ayo minum-minum.

- Bagaimana? - Ayo.

Putar terus rodanya. Ya!

Apa kita punya ban cadangan? Hei, pelan-pelan.

Ya.

Jagoan datang.

Jagoan datang.

Bisa tak melakukan hal bodoh ini di tempat parkir?

Ini bukan SMA.

Tadinya aku mau bertaruh pada adikmu, tapi sudah bubar.

Bukan taruhan buruk pertamamu

"Kau perundung!"

Siapa yang bilang?

Tapi, serius. Ada apa dengan masalah uang ini?

Semuanya soal uang.

Kita polisi narkoba, jadi aku mau coba mencerna ini.

Berhubungan dengan penggerebekan rumah simpan itu?

- Apa itu? - Hanya omong kosong.

Katanya markas kartel digerebek polisi dan FBI,

uangnya hilang… Tim perampoknya tidak ada.

Jika menemukan rumah simpan, beri tahu aku, ya?

RUMAH SIMPAN DI HIALEAH -KAREL BESAR $$$ 23342 11TH AV

Baik, Kawan.

Lihat ini.

Naik tank. Kapan terakhir kali butuh tank untuk menahan orang?

Ini baru aku suka. Tank besar, roda besar.

Kau suka?

Tapi orangnya kecil. Lihat dia lompat.

Meriam dan senapan mesinnya gila. Baik.

- Hei. - Captain America!

Sudah menahan Red Skull?

Apa DEA tak punya area persiapan?

Armada kalian selalu parkir di tempat kami.

Aku beri mantan rekan lembur agar mereka bisa bayar cicilan rumah.

Begitu, ya?

Mungkin ini orangnya yang merampok rumah simpan

bersama gabungan polisi terbaik Miami dan FBI.

Aku DEA, Byrne, jadi aku polisi terbaik Miami.

Tanyakan saja pada polisi kotor temanmu.

- Kalian tampak kotor. - Aku cantik.

- Bukan kau. - Hei. Apa kabar?

- Apa kabar? - Bagaimana jalanan?

Lalu? Apa sudah aman?

Sampai pembunuh polisinya ditangkap, tidak.

Aku rasa mereka mau memecat kita. Mereka mengawasi kita dan aku tak suka.

Pembunuhnya harus terungkap,

apalagi kapten yang yang bisa mengungkap kasus pembunuhan di media.

Jika VCAT tak bubar, pembunuhnya pasti sudah tertangkap.

Ya? Apa fungsi DEA? Penasaran saja.

- Tak ada. - Tak ada.

- Ayolah. - Tak guna.

Itu bukan tim kami, 'kan?

- Urus urusanmu. - Baik.

Akan kuingat itu jika nanti kau ada masalah.

Dengar. Ada informan di setiap divisi.

Omong-omong, kau agak seperti informan.

Sial. Itu dia. Lihat.

Polisi paling korup di Dade.

- Hai, Matty. - Kedua!

- Apa kabar? - Berusaha peduli.

Apa kabar, Letnan?

Baik. Hei, Satgas, ayo. Mau bekerja atau tidak?

- Kalian sedang apa? Main domino? - Ada informasi dari Crimestopper.

- Barusan? - Ya.

Bukan jam kerja.

Ada uang di rumah di Hialeah.

Aku tak mau pekan ini tanpa sitaan.

- Lembur? - Tidak. Ini kredit tambahan.

Aku butuh Wilbur juga.

- Letnan. Tak ada lembur? Kenapa? - Anggaran. Tak bisa.

Jadi, mereka bisa bayar tagihan, tapi kami tak bisa? Coba jelaskan.

Aku pergi, kalian terserah, tapi Wilbur ikut.

Butuh anjing pelacak. Bawa mobil sendiri. Ikuti aku.

- Kacau. - Dia tidur di mobilku. Sial.

Hei!

Berapa banyak katanya di sini?

Tak tahu. Mungkin 250.000?

Serius? Sial.

Baiklah. Itu sitaan yang mudah.

- Jumat malam? - Ya.

Letnan. Hei.

Kau sebut Hialeah. Polisi lokal terlibat?

Tidak. Seluruh departemen mereka kacau.

Berapa banyak sitaannya?

- 150.000 dolar. - Pecandu?

Detektif, kau bisa merasakan kesabaranku menguap

- dengan cepat karena pertanyaan itu? - Maaf. Kebiasaan.

KOTA PROGRES

Baik, kita bilang apa?

Kebohongan.

Rumah-rumah ini tampak kosong.

Buat mereka tanda tangan izin geledah narkoba, bukan uang.

Ya, kita di sini seperti kostum Halloween untuk polisi.

Ada apa? Bukankah seharusnya kacau?

Jika mereka tak mau karena ini rumah simpan?

Kita tetap masuk, penggeledahan protektif.

Wilbur, ayo, Sayang.

Pintar, Wilbur. Pintar.

Dapat apa?

Ia tak pernah sewaspada ini. Ia menggila.

Berapa uang di mereka?

75.000 dolar.

Mustahil. Ia mengencingi seluruh rumah. Pasti di dalam lebih banyak.

Tok, tok. Kepolisian Miami.

- Tok, tok. - Apa kabarmu malam ini, Bu?

Lima polisi tiba-tiba muncul di rumahku. Kurang baik.

Ada info dari Crimestopper soal alamat ini.

- Apa? - Namanya informasi Crimestopper.

Katanya ada narkoba di tempat ini.

Mereka bisa dipercaya, jadi kami tindak lanjuti.

Siapa namamu?

Desi.

Itu nama panggungmu. Nama resmimu?

Desiree Lopez Molina.

Ada KTP? SIM?

Di dalam.

- Ada hewan? Peliharaan? - Hanya aku.

Kau sendirian?

Hanya aku.

Boleh kami masuk?

- Ada surat perintah? - Ada izin penggeledahan.

Apa bedanya?

Bedanya itu tak perlu ditandatangani dan disetujui hakim.

Jadi, aku bisa menolak.

- Kau bisa menolak. - Lalu, kau mau apa?

Kau harus menolak dulu.

Tak ada narkoba di sini.

- Mungkin ganja sedikit. - Tak perlu cemaskan itu.

Tanda tangan, lalu kami akan cepat. Kami juga mau pulang.

Jangan memaksa, ya?

Apa aku terlihat suka memaksa? Mereka yang suka memaksa.

Percayalah. Kau tak mau berurusan dengan mereka.

Ya, ayo masuk.

Apa-apaan?

Ayo, Wilbu.

Itu memaksa yang kumaksud.

Ambil. Ayo.

Numa, ke depan. Mike, ke kanan.

Ayo.

Tetap di sampingku.

Aku lepaskan dia.

Sana. Sana.

- Apa ada orang lain di rumah ini, Desi? - Hanya aku.

Jangan bohong pada kami.

Serius, hanya ada aku.

Wilbur, diam! Wilbur.

- Lolo, ambil anjingnya. - Aman.

Tak apa. Berhenti.

Hei, ada apa di loteng ini, Desi?

- Ayo. - Tidak tahu.

Sudah kubilang, tak ada narkoba.

Anjingnya bereaksi pada uang.

Aku butuh surat perintahnya.

Anjingnya bereaksi.

Tak perlu surat perintah. Sudah ada alasan.

Desi, apa ada orang di loteng?

Tidak.

- Baik, tarik. - Aman.

Desi?

Ya?

Kenapa loteng ini bersih sekali?

Sudah kubilang tak tahu. Aku tak pernah ke sana.

Memangnya kenapa?

Karena bagian lain rumahmu berantakan, tapi yang ini bersih.

Coba saja lihat rumah ini sebelum kubersihkan.

Nenekku, dia tak pernah buang apa pun.

Hei, lihat.

Kabel listrik seharusnya tak menonjol.

Apa itu?

Ambil palu godam.

Sudah berapa lama kau tinggal di sini, Desi?

Dua bulan.

Tadi kau menyebut nenekmu. Dia masih ada?

Aku turut berduka.

Dia meninggal bulan Juni.

Aku merawatnya beberapa tahun ini.

- Sendirian? - Ya.

- Kau bekerja? - Rumah ini dalam proses warisan.

Diperebutkan aku dan adiknya.

Dia tak peduli pada Nenek, tapi mau warisannya.

- Bagian lain rumah aman. - Jadi, Desi, sebelum kami naik,

kau mau bilang sesuatu? Bilang saja.

Aku tidak tahu ada apa di atas.

Aku bersumpah.

Aku jujur.

Aku mau percaya, tapi aku sudah pengalaman,

dan saat kubilang anjing itu reaktif pada uang,

aku melihat wajahmu terkejut.

Ada apa di balik dinding itu?

Kalian bawa anjing pelacak uang.

Artinya kalian lebih tahu dari aku, 'kan?

Ayolah, Desi.

Ada bendera Kolombia di atas perapian lantai bawah, dan kami polisi,

jadi kami tahu uangnya dari mana.

Pikiranmu sempit sekali.

- Tak semua orang Kolombia sama. - Kami tahu.

Tapi kokaina Kolombia bagus. Yang ada di AS dari sana.

- Makanannya juga enak. Ya. - Tentu.

- Makanannya enak. - Tapi tak disembunyikan.

Ekspresi semua polisi sama.

Membuat orang merasa berbuat salah.

- Apa kau berbuat salah? - Tidak.

Menerima barang curian, tahu atau tidak tahu, termasuk uang,

dianggap perbuatan yang sangat salah.

Desi, tak melihat kejahatannya, bukan berarti kau tak terlibat.

- Apa lagi di rumahmu sendiri. - Paham?

Ya, tapi ini bukan rumahku.

Ini rumah nenekku, ingat?

- Rumahnya masih dalam proses warisan. - Ya.

Itu mulus sekali, Desi.

Siapa yang beri alibi?

Ayolah.

Kita semua suka menggurui, 'kan?

Buat keputusan lebih baik.

Hidup lebih jujur.

Berserah kepada Tuhan.

Tapi Tuhan tak akan membayarkan cicilan, 'kan?

Akhir bulan, harus bayar tagihan.

Tagihan medis.

Bayaran pengacara.

Biaya pemakaman.

Jadi, katakan…

bisakah tukar saran itu…

dan doa, dan niat baik…

dengan uang?

Kurasa tidak, Desi.

A-W-T-G-G.

Apa artinya?

Apa kita orang baik?

Kau butuh validasi untuk itu?

Baik, maaf.

Yang satunya? W-A-A-W-B?

Ya, selamanya baik.

Apa itu?

Letnan. Dapat!

- Dapat apa? - Entahlah, tapi besar.

Awasi dia. Jangan sampai pergi.

Ini gila.

Mencengangkan.

Apa-apaan ini?

Sial.

Sial…

400 RIBU

Sial.

Ada 1,4 juta di ember ini.

Tak mungkin. Serius?

- Kenapa ribu? Apa itu penting? - Astaga.

Setidaknya ada 13 lagi.

- Astaga. - Tapi jika rata-rata…

- Di atas ada lagi. - Itu 20 juta dolar sitaan.

- Kau pernah lihat? Kita harus apa? - Tunggu sebentar.

Beri aku…

Teman-Teman… Apa kalian bisa… Turunlah. Beri kami waktu.

Beri kami waktu. Kami akan menyusul. Letnan, coba…

Astaga.

Tahu artinya, 'kan?

Astaga, Bung.

Hei, ponsel.

- Ponsel. - Apa?

Ponsel kami?

Jangan ada yang menelepon.

- Sini ponsel kalian. - Ponselmu.

- Mau apa? - Sini ponselmu.

Kau tak percaya kami?

Bukan begitu. Aku tak percaya sitaan ini, ya?

Uang ini bisa buat kacau.

Kosongkan saku kalian. Berikan ponsel kalian.

Ini soal sitaan, Numa, bukan kau.

- Lolo, berikan ponselmu. - Baik.

- Berikan. - Kau bukan polisi korup, 'kan?

- Ponsel sekali pakai, radio. - Tak ada.

- Serius? - Kau mau apa?

Berikan ponsel Lolo. Ponsel Desi juga.

- Aku mau identifikasi. - Berikan ponselmu.

- Serius? - Ya, berikan.

- Kau serius? - Berikan ponselmu.

Letnan, ini…

Satu lagi.

Hei, jangan merengut, Teman-Teman.

Ini bukan tes narkoba. Aku sedang coba mengatasi sesuatu.

- Butuh ponselku juga? - Tidak butuh.

Bantu aku cari tahu apa ini.

- Jangan tak percaya pada tim… - Jangan mengajariku sekarang.

Aku bereaksi. Masa bodoh jika membuat tim kesal.

Kita harus cerdas. Ini soal kepercayaan.

- Ya. - Bung, antara kita saja, ya?

Berapa uangnya menurut informasi?

Katanya 300.000 dolar.

Crimestopper bilang 300.000?

Tiga ratus.

Sial.

- Kita dalam masalah, J.D. - Ya.

Besar.

Aku mau bongkar wadah sisanya dari dinding.

Kita hitung sekarang.

Mike, bantu Numa bawa uangnya ke garasi, ya?

- Karena ini hanya gipsum dan plester. - Lantas?

Peluru lebih sulit menembus blok beton.

- Sial. - Sialan.

- Begitukah? - Memang begitu.

Lakukan saja.

Hei, Bung. Dane. Kau harus pindahkan uang ini.

Tidak bisa.

Aturannya harus dihitung di TKP penyitaan.

- Itu hukumnya. - Aturan. Ya.

Itu tak berlaku untuk satu ton kubik uang.

Jika salah satu dolar saja, habis kita oleh Urusan Internal.

Akan ruwet jika kita salah hitung.

Aku tak mau mengabaikan prosedur sekarang.

- Kita hitung uangnya di sini. - Baik, maka kita telepon Mayor.

- Kau mau libatkan dia? - Tidak.

Kau mau ikuti protokol.

- Kau percaya komando kita? - Tidak.

Tapi kita melanggar aturan.

- Kita sama saja melanggar… - Jangan gegabah.

Makin lama kita di sini, makin kacau masalah ini.

Aku sadar akan hal itu.

Baiklah, begini.

Jackie bilang dia tahu ada sitaan besar

dan kurasa ini maksudnya.

Aku tidak tahu.

Yang kita lakukan sekarang

dan dengan siapa kita bicara penting. Kita harus bersatu.

- Jangan bocorkan informasi. - Bos…

Aku tak sempat bertemu anak-anak. Boleh FaceTime mereka?

Lolo, pahamilah keadaan kita sekarang.

Ya, tapi hal seperti ini yang diserang mantanku.

- Sebentar saja. - Tak bisa berikan ponselmu. Maaf.

Hanya ucapkan selamat malam ke anak-anakku.

Tidak bisa. Maafkan aku.

Tapi beri aku waktu memikirkan ini.

- Sialan. - Kita telepon kakakku, Dane.

Tidak. Adikmu, agen FBI, yang tadi ribut denganmu?

- Telepon Matty Nix di DEA. - Jangan libatkan FBI.

Ini TKP-ku. Biar kuurus.

Baik, komando, kau memimpin. Paham.

- Jangan begitu. - Kau tak akan diganggu.

Aku coba membantu, tapi sikapmu berengsek. Ya, Letnan?

Urus TKP-mu, tapi aku tak tahu kau mau apa.

Kalian berdua membuat kesalahan.

Seharusnya kalian ambil uangnya dan pergi.

Sebelum jadi makin kacau untuk kita.

Hei!

Hei!

Hei, ada mobil polisi datang.

Jangan pakai radio. Jangan menghubungi. Lolo, bawa sisa wadahnya ke garasi.

Ada apa, Kawan?

Banyak Challenger di satu blok. Antara milik geng atau polisi menyamar.

Ya, kami sedang bertugas. TNT.

Bisa matikan lampu strobomu?

Kami tak diberi tahu.

Memang tidak.

- Apa alasannya? - Ya. Satu alasan. Kalian polisi Hialeah.

- Apa maksudnya, Sersan? - Polisi patroli.

Kau lihat lambang emas di leherku?

Artinya kami tidak bisa disogok.

Aku tahu pangkat kalian lebih tinggi, tapi persetan itu.

Dan persetan kalian.

- Kami akan hubungi atasan dan komplain… - Tunggu. Aku kenal kau.

Hei, apa kita saling kenal?

- Kau tak kenal aku. - Aku kenal.

Kita tak pernah bertemu.

Selamat malam.

Polisi.

Polisi di kursi penumpang. Aku kenal dia. Dia polisi VCAT.

Apa?

Ya. Aku lihat dia di Seven Seas. Aku mengenalinya.

Mereka… Setengah dari mereka diskors.

- Sisanya dipecat. - Ya, atau dipindahkan.

Jika pastor Katolik hanya dipindahkan karena ini,

- polisi tak bisa… - VCAT tidak.

Itu kacau. Siapa yang masih kerja?

Serikat polisi. Percayalah.

Menurutmu mereka tahu tempat ini?

Jika mereka tahu, kita sudah dihabisi.

Ya.

Kita akan diserang.

Ya.

Siapkan senapan, pakai rompi, pakaikan anjing itu rompi.

- Hiduplah untuk melihat mentari terbit. - Itu nasihat yang bijak.

POLISI

Aku tak paham kenapa mereka ambil ponsel kita.

Apa mereka tak percaya kita?

Kau hanya cemas soal selingkuhan yang kau kira kami tak tahu.

Dasar alat seks.

Mungkin dia kirim pesan ke ponselmu, "Tante Seksi, aku rindu."

- Kalian meninggalkanku? - Tak benar!

Katakan ada apa!

- Mami… Kau di mana? - Persetan!

Aku hanya ingin bicara dengan anak-anakku.

Aku paham. Kita akan ambil ponselmu, ya?

Apa ini?

Nenek punya Buku Kuning.

Jika kalian mau telepon 1987, aku gadis itu, aku orangnya.

Nenek tak main-main. Semuanya ada di sini. Semuanya lengkap di sini, setiap tahun.

Setiap dekade, setiap abad.

Keren.

Pamanku punya station wagon tua persis seperti ini.

- Astaga. Apa masih berfungsi? - Tidak. Semua barang di sini tua.

Hei, ini seru…

Tapi kita sedang apa?

- Kita hitung sitaan di TKP. - Ya.

Ya, aku tahu itu, Numa.

Maksudku, tak hubungi komando.

Menelepon lewat radio. Rasanya aneh.

Letnan yang menentukan.

Kenapa kau panik? Kita sering begini.

Aku tak mau kena masalah.

Jackie tak akan melakukan ini.

Ini bukan penyitaan biasa. Ini besar.

Kau sering begini. Bersikaplah begitu.

Baiklah. Itu saranmu? Manisnya. Aku tak butuh.

Paham?

- Posisi kita sulit. - Kapan ada yang bilang sebaliknya?

- Yang penting caramu atasi perubahan. - Kau harus tenang. Apa kau…

- Ya. - Dia butuh tidur siang.

Kau sedang apa?

Itu pintu serat kaca yang jelek.

Pindahkan mobil ke sana untuk perlindungan.

Baik, bagus. Kau butuh bantuan?

- Ya, siap-siap saja di pintu belakang. - Baik, bagus.

Baiklah, pakai rompi, kencangkan.

Ambil senapan, magasin ekstra. Ayo bersiap.

- Polisi Hialeah itu pasti menakutimu. - Keamanan yang utama. Kau mau apa?

Menggeser mobil ini ke pintu agar kita terlindungi.

Ya, cerdas.

Di mana gadis itu?

Dia diborgol di dapur.

- Persetan! - Hei, Lolo…

Aku tahu kau mau menelepon anak-anakmu.

- Tak apa. - Tapi dengar.

Pahamilah, ini bukan kepanikan, tapi pencegahan.

Tak apa, Bos. Aku mengerti.

- Terima kasih. - Ya.

Wadahnya sudah semua?

Ya, sudah semua.

Baik.

Baik, Mike. Pergilah ke depan dan awasi, ya?

- Jika ada yang aneh, teriak. - Kita yang pindahkan mobilnya.

- Aku tak tahu soal wadah. - Bagaimana cara hitungnya?

Apa-apaan?

TEC-9.

Dia bisa kena tuduhan kepemilikan senjata.

Sial!

Baiklah.

Ini yang kita lakukan.

Jika dilabeli, 250, biarkan.

Percaya saja. Ya?

Jangan dibuka, disentuh, diutak-atik.

Jika berantakan dan tak ada labelnya…

- Hitung. - Kita harus hitung.

Agar tak dua hari di sini. Yang tak berlabel, dihitung.

Akan lebih mudah jika kita curi saja uangnya.

Sumpah.

Kita buat dua tumpukan seperti itu. Cari di dalamnya. Itu tak ada tandanya.

Ada tanda.

JEKPOT $$$. TAK LAPOR KOMANDO. MUNGKIN KORUP

Aku ditelepon untuk pergi dari rumah.

Kau tak kenal peneleponnya?

Tidak, aku juga tak bertanya.

Jadi, orang asing, kau tak kenal…

- datang ke rumah ini… - Aku tak bertanya

- Kau tak lihat orangnya? - Tidak.

Kau bilang bawa uangnya dan pergi. Kenapa?

Mereka suruh aku bilang itu.

Mereka yang suruh? Jika polisi datang?

Maksudnya mungkin bukan semua, tapi…

mereka tahu akan rugi, jadi berapa pun yang kalian ambil

mungkin tak berarti banyak bagi mereka.

Siapa itu?

Putraku.

Desiree Lopez Molina.

Kau informan.

Laporannya ditandai, jadi tersembunyi. Kenapa?

Mantan pacar.

Dia menjual narkoba dan mencuri uang.

Dia jahat, jadi aku bekerja sama. dengan polisi.

Aku tak suka itu, atau dia.

Ya, terlihat. Dia kecanduan dipenjara atau hanya sering tertangkap?

Tidak tahu.

Hei, lihat ini. Ditandai, lihat yang menangani.

Kau informan? Miami-Dade?

Ada apa? Ada yang datang meninggalkan kartu nama?

Menyuruhmu telepon?

Itu kata tablet?

Jangan main-main. Ada dua kemungkinan.

Kau jadi informan karena ingin bantuan,

atau jadi informan agar dapat uang.

Desi, informan rahasia bisa dapat 20% lebih dari penyitaan.

Apa itu…

Begitu? Kau bisa kaya dengan jadi informan di Florida Selatan.

Uang mudah.

Hei, aku paham. Kau mau bagaimana?

Nenek meninggal, ada orang kartel datang,

bilang, "Kami titip 20 juta di lotengmu."

Kau mau apa? Kau melawan kartel?

Jangan diangkat.

Halo?

Waktumu 30 menit untuk keluar dari rumah itu.

Lakukan tugasmu dan ambil uang yang seharusnya ada di sana.

Tak perlu ada korban demi 150.000 dolar.

Apa itu? Apa kata mereka?

Katanya waktu kita 30 menit untuk pergi.

Bisa bicara berdua sebentar?

Dengarkan mereka. Mereka akan datang dan membunuh kita semua.

Tiga ratus ribu dolar, ya?

Apa?

Saat kutanya berapa informasi dari Crimestopper,

kau bilang 300.000.

- Benar. - Salah.

Karena yang barusan telepon bilang, "Tak perlu ada yang mati karena 150.000."

Pria itu bilang 150.000?

Ya. Kenapa kau bilang dua kali lipat?

Pertama…

- Mundur. - Tidak.

Jangan suruh aku mundur.

Sialan kau. Katakan apa yang terjadi, Dane.

Sekali lagi, agar jelas, J.D.,

ini TKP-ku. Akan kutangani sesuai caraku.

Kau tak menanganinya jika rencanamu

adalah menghancurkan sisa karierku.

Aku ingin pergi dari sini dan pulang. Kau paham?

Kau pikir aku mau curi sitaan ini?

Kau pikir aku mau curi sitaan ini?

Aku tak tahu kau kenapa.

Tingkahmu aneh sejak di sini.

Aku beri tahu yang Jackie katakan.

Tapi kau bohong dan sembunyikan sesuatu.

Aku tak mengada-ngada karena aku mengenalmu.

Apa yang terjadi?

Aku mau lihat info itu dan kertasnya.

- Aku mau lihat infonya. - Hanya itu?

Berengsek, ini bukan waktunya bercanda!

Kau paham? Aku tak percaya padamu dan itu masalah!

Ambil laporan Crimestopper. Tunjukkan informasinya.

- Kenapa? - Kenapa tidak? Apa yang kau sembunyikan?

Itu hanya info, bukan rahasia negara.

- Tak ada. - Kenapa kau melakukan ini?

- Tak ada. - Di mana?

Di mobilmu? Rumah? Di mana?

Dia kemaluanmu? Di mana, Bung?

Aku tak akan bohong begini.

Sialan. Telepon Mayor atau aku yang telepon.

RUMAH SIMPAN DI HIALEAH -KARTEL BESAR $$$ 23342 11TH AV

Menurutmu kartel mau pinjami aku uang, Numa?

Untuk bayar kebutuhanku?

Tanya saja.

Katanya kartel suka pinjamkan uang ke polisi.

Gajiku 80.000 dolar per tahun setelah dipotong pajak.

Untuk itu, aku harus…

ditembak, diludahi, dipukul, ditendang, dihina,

dibuat merasa tak berguna

karena jadi tameng antara kekacauan dan masyarakat beradab.

Jujur, kurasa kau agak memikirkan pikiran-pikiran itu, Lolo.

Kau mau apa dengan ini, Numa?

Semuanya.

Hanya ini.

Uang ini…

akan membuat hidupku jauh lebih mudah.

Hei, Dayo. Bawa merek. Ayo pergi.

Aku baru mau main-main.

Persetan dengan mereka. Terutama kau. Aku tak suka kau.

Selamat malam. Dah.

- Sampai nanti. - Ya, persetan.

Hei, Byrne, di mana kau?

Kami dapat sitaan besar malam ini. Aku butuh bantuan.

Ada apa?

Ada info Crimestopper setelah jam kerja.

Kami selidiki. Kini aku di Hialeah, terjebak.

Terjebak bagaimana?

Sitaan.

Jumlahnya terlalu banyak.

Sial.

Ya, dan aku mencemaskan Dane.

Aku tak tahu dia kenapa. Dia sedang tak baik.

Apa artinya?

Dia belum laporkan itu.

Sitaannya? Ke Komandan?

Ya.

Itu tak bagus.

Apa kau dengar sesuatu tentang dia?

Tidak, hanya tahu dia ingin memecahkan pembunuhan Jackie.

Ya… Kita semua. Mereka dekat.

Sedekat apa, J.D.?

Apa maksudnya?

J.D., kau jatuh cinta.

Kau dan Jackie pasti berpikir itu harus ditutup rapat.

Ya, benar.

Ya, dan kau gagal promosi.

Dari Dane.

Itu pribadi.

Kata siapa?

Bukan begitu cara Jackie.

- Kata siapa? - Kataku.

Jika Jackie menyelidiki rumah simpan

yang kau tindak malam ini?

Bagaimana jika Dane tahu?

Masuk akal? Apa itu mungkin?

Itu mungkin saja. Masuk akal.

Jadi, pikirkan ini.

Perlahan-lahan.

Hiduplah untuk melihat mentari terbit.

Apa sitaan ini sepadan dengan nyawa kapten Kepolisian Miami?

Tidak, astaga. Dane tidak membunuh Jackie.

Dia tidak punya uang.

Dia terlilit utang medis, anaknya meninggal,

pernikahannya hancur.

Ya, putranya meninggal karena kanker. Wajar saja.

Ya, dan hanya dia yang tahu betapa hancur pikirannya.

Tapi kita tahu dia tak akan akan pulih total,

yang artinya kita tak bisa percaya dia sepenuhnya.

J.D., apa lagi yang bisa hilang jika semua sudah hilang?

Sial! Aku harus bicara dengan kakakku.

Persetan dengan FBI. Jangan telepon. Aku sudah selesai.

Aku ke sana. Sepuluh menit lagi aku akan kirim pesan. Hati-hati.

Baik.

Sial.

Dayo, kemari.

Siapa yang peduli?

Siapa yang akan mencari sepuluh, 20, 30 ribu dolar?

Ya. Hitung uangnya. Pastikan lengkap.

Aku tak mau di sini semalaman.

Teman-Teman, dengar. Ada yang ingin kusampaikan, dan…

Jika kalian tak setuju, aku paham. Tapi di antara kita saja…

Kurasa kita bisa melakukan sesuatu. Ya?

Aku tahu kita memikirkannya, jadi realistis saja.

Aku mau bagian, kalian juga mau. Benar?

Aku mau dibayar.

Ada apa, Mike?

Astaga… Apa-apaan?

Sersan, jangan menakuti orang begitu. Sial.

Lampu-lampu itu.

Lampu-lampu apa?

Lampu-lampu itu?

Semuanya menyala bersamaan. Seperti… Seperti pewaktu.

- Di kedua sisi jalan? - Ya.

Di mana mereka?

Tak ada orang.

Di mana mobilnya?

Kau dengar kartel membeli kompleks perumahan?

Jangan bahasa cerita aneh.

Masalah kita sudah banyak.

Sersan.

Kita aman?

Ya. Tenang. Semua aman.

- Tak apa. - Baik.

- Sial. Kau lihat itu? - Apa?

Lihat. Di sana.

Awalnya kukira korsleting listrik,

tapi mulai ada polanya.

Apa aku berhalusinasi?

Tidak.

Itu memang pola.

Kode Morse.

P-I…

G…

S.

Mereka tahu kita di sini.

Ya. Beri tahu Letnan. Aku mau periksa rumah itu.

Kau ke sana sendiri?

Ya.

KEPALA - KITA BERGERAK JIKA SUDAH PASTI. TIM BERKUMPUL.

Hei, Lotta, ini Letnan. Aku butuh Mayor.

Mayor, hei.

Jadi, ada informasi telat. Rumah di Hialeah.

Sepertinya sitaan 150.000 dolar.

Jangan kirim SWAT. Kami tak butuh… Kami QRU.

Ya, kami akan masuk sendiri.

Kuselesaikan hitung uangnya dulu, lalu kukabari. Ya.

Aku harus apa?

Aku harus apa?

Apa-apaan?

Ro, mereka mau curi uangnya.

Apa? Siapa?

Ya.

Letnanmu dan dua lainnya.

- Mereka bicara di garasi. - Mereka bilang ini?

Ya. Paham?

Dia menelepon seorang mayor, komando lebih tinggi,

dan dia bilang hanya ada 150.000 dolar di rumah ini.

- Kau baru dengar… - Sebelum kau datang.

Mungkin hanya kau yang bisa dipercaya.

Telepon siapa saja. Jangan…

Kau sedang apa di dalam, Detektif?

Sersan minta aku beri tahu kau soal rumah di sana.

- Ada apa dengan rumah itu? - Sedang dia periksa. Mereka…

Mereka pakai lampu teras untuk beri sinyal.

Ayo ke sana. Tunjukkan padaku.

Tangkap saja aku!

Penjarakan aku! Bawa aku pergi dari sini!

Mereka akan membunuh kita!

Lepaskan borgolku! Lepaskan aku!

- Halo? - Dengar.

Akan ada yang mulai mati dalam sepuluh menit. Pergi dari sana.

Apa yang kau dan Desi diskusikan?

Tidak ada.

Tidak ada apanya? Kalian berdiskusi.

Dia takut. Mau berharap apa?

Takut akan apa?

Kita.

Polisi sering membuat orang gugup.

Polisi membuatmu gugup?

Ya. Beberapa.

Di sana. Rumah yang itu.

Lampunya terus menyala dan padam. Sersan bilang itu kode Morse.

Dieja "babi"?

Kau paham, Letnan?

Kau informan, Mike?

Kau mau membuatku gugup?

Entahlah.

Kau tak serius, Letnan.

Kembalilah ke sana, bantu mereka menghitung.

Aku yang ke Sersan.

Baik.

Mereka mau rampas uangnya, ayo bergerak. Sekarang!

INFORMASI CRIMESTOPPER TAK DILAPORKAN. SERSAN TAK PUNYA CATATAN BARANG BUKTI.

SUDAH KUBILANG. HATI-HATI

Tolong keluarkan aku.

Hei, Desi, tenanglah. Ya?

- Kau aman. Ada aku. - Kau sudah telepon orang?

Sudah. Mereka di jalan. Tenang.

Hei, ini Ro.

Apa-apaan ini?

- Kenapa pintunya diikat? - Agar tak ada orang keluar masuk.

Orang? Hanya ada kita.

Sedang apa ini?

Menghitung.

Kukira kau di jalan.

Tadi.

Aku diminta bantu kalian.

Aman. Lo, kita aman?

Ya. Kami sudah punya sistem. Terima kasih.

Terlihat seperti 20 juta?

Bantu aku dengan ini.

Bagaimana?

Ada telepon.

Ya? Apa katanya?

Sepuluh menit lagi kita akan mati,

dan itu lima menit lalu

- Berapa lama lagi? - Aku tahu kalian mau apa.

Kurang dari lima menit.

Cepatlah. Kita harus pergi.

Kau sedang apa, Bung? Mau bantu?

Di mana Sersan?

Kami terpisah.

Dapat sesuatu di rumah itu?

Tidak.

- Kuhubungi Sersan lewat radio? - Jangan pakai radio.

Baik, Maglites. Turun. Tetap rendah.

Sial! Aku tertembak!

Sialan!

Tetap bersama Lolo, Numa!

Mike! Ikut aku!

Sialan! Aku tertembak!

Ada aku.

Ayo.

Sial.

- Listriknya tak akan menyala lagi. - Tolong aku! Keluarkan aku!

Hentikan pendarahannya.

Sial. Mobilnya.

Jejak darah. Tetap bersamaku, Mike.

- Keluarkan aku! - Kau tertembak?

Tidak! Tapi tolong keluarkan aku!

Keadaan kami sedang gawat.

Jika kau tak tertembak, diam saja!

Di pagar!

Ayo.

Kalian gila!

Desi! Apa anjingnya baik-baik saja?

Di mana anjingnya?

Hanya terdengar suaranya.

Wilbur!

Wilbur!

Kalian gila!

- Wilbur! - Keluarkan aku!

Diamlah.

Lindungi!

Aku akan lepas borgolmu.

Jangan menyulitkan. Cari lilin agar ada cahaya.

Aku tahu rencana kalian.

- Aku maju! - Mike, jalan. Aku ke atap!

Keluar!

Ada berapa orang di sini?

Aku tidak tahu.

Aku yakin satunya tertembak. Ada tiga orang di truk.

Sial.

Hei, merunduk!

Merunduk!

Merunduk!

- Tahan! - Hei! Dia baik.

Baik apanya?

Bukan dia. Dia yang berjaga di teras.

- Apa maksudnya? Bukan kita? - Dia yang di teras. Dia kartel.

- Bukan yang menyerang kita. - Lalu siapa?

Aku tidak tahu.

Baik.

- Kau mau apa? Dia mau apa? - Menghubungi bosnya. Tenang.

Kau harus ingat aku bosnya.

Diam.

Sial.

Biar kuberi tahu, karena ini direkam.

Anggota kami

tidak terlibat dalam serangan brutal pada kalian malam ini.

Kami juga tak tertarik pada uang

yang mungkin ditemukan di rumah itu.

Kau tahu jumlah uangnya?

Itu tak penting.

Beginilah permainan kami.

Dan malam ini kalian menang.

Kami tak mau lagiada polisi mati.

Kapten yang mati sudah cukup merusak bisnis kami.

Apa kartel terlibat dalam pembunuhan Kapten Velez?

Semoga beruntung, Detektif.

Kalian butuh itu malam ini.

Apa yang terjadi?

- Ayo. - Dia bilang…

mereka meninggalkan rumah simpan itu. Bukan mereka yang menyerang kita.

Dia bukan bilang itu saja.

Mereka meninggalkan 20 juta dolar.

Membunuh polisi itu mahal.

Bandar besar pun bangkrut jika bunuh kita.

Mereka tidak bodoh.

Pada akhirnya, 20 juta dolar sia-sia.

- Lolo, kau baik-baik saja? - Ya, Bos. Aku baik.

Bukan kartel yang menyerang kita.

Bukan mereka, dan mereka melepaskan uangnya. Mereka kabur.

Jadi, uangnya miliki semua, ya?

Apa maksudnya?

Konfirmasi isi info Crimestopper.

Lalu, sisanya?

Kau mau jadi pencuri, Lolo? Beranilah. Katakan.

Apa kau mau nafkahi putriku?

Kau mau jadi ibu seperti itu?

Tidak penting… Aku rela ditembak demi uang ini.

Sudah telepon Mayor, Bos?

Ya.

Ya, kapan?

Tadi.

Ya, kubilang soal sitaan.

Kubilang hitung di sini, lalu kita bawa.

Dengan apa? Mobil kita hancur. Hubungi SRT, minta tim penjemput.

- Kau ambil alih komando? - Di mana infonya?

Persetan laporan.

Tak ada laporan Crimestopper. Dia mengarang itu.

Agar kita curi sitaan di sini.

Kau tangan kanan Jackie. Dia tahu. Kau juga tahu.

- Tenang. - Siapa itu, Dane?

Siapa yang menyerang kita?

Kau bagian dari tim koruptor

- yang menjarah rumah simpan? - Hei, kau sendiri?

Aku kenapa?

Mantan detektif VCAT itu.

Keadaan mulai buruk sejak dia muncul.

Kau kira kami bersekongkol?

Lalu, kau menghilang selama 30 menit

dan kembali bersama pengintai kartel bersenjata?

- Apa kau yang menembaki garasi? - Pilih satu, Dane.

Aku sekongkol dengan polisi korup atau kartel.

Dan adikmu, agen FBI…

- Ya? - …terus-terusan menginterogasimu.

- Kenapa? - Itu omong kosong,

jadi biar kuhancurkan saja.

Jadi, saat kita semua dipecat, ingat momen ini.

Bos Kartel itu bilang apa soal Jackie di telepon?

"Kami pikir dia dibunuh oleh anggota timnya sendiri."

- Kau membunuh Jackie, Dane? - Persetan denganmu.

Kau mau curi sitaan ini, Dane. Jujur saja.

Letnan, ayolah.

Aku tahu kenapa kau tak suka jadi polisi.

Karena kau bukan polisi.

Kau adalah pembunuh polisi…

Hentikan!

Hentikan. Apa yang kalian lakukan?

Astaga. Hentikan!

Hentikan! Lepas!

Hentikan!

Lepaskan aku!

Berengsek!

- Enyah! - Berengsek.

Selesaikan menghitungnya. Sekarang. Ambil uangnya, kita pergi dari sini.

Hei, duduk bersama dia. Dia tak boleh pergi.

Kita menahan dia?

- Aku bilang apa? - Baik!

- Apa kau dengar "tangkap"? - Baik!

Ayo.

Ayo pergi. Kita selesaikan semua ini.

Malam ini melelahkan. Kita aman.

Awasi dia dan selesaikan ini.

- Mereka akan bunuh kita, 'kan? - Semua aman.

Kau harus bantu. Hanya kau yang baik!

Matty. Dane sita uangnya. Dia main kotor. Kau harus ke sini.

Kami menuju ke sana.

Kau bawa pasukan penuh?

Tidak. Harus mengurangi tim. Sulit membayar lembur.

- Sial. - Aku bawa Lenco lapis baja. Aman.

Aku mau ke ruang hitung lapis baja dekat Jackson Memorial.

J.D., berapa yang kau sita?

Kira-kira 20 juta.

Kau bercanda?

Tidak.

Jadi, cepat kemari sebelum ada yang mati.

Kau tunggu saja. Kami hampir tiba.

Desi. Hei.

Ada ponsel sekali pakai di sana. Ponsel tersembunyi.

Sepertinya jatuh saat melerai mereka.

Kau tak punya ponsel untuk telepon kartel?

Tidak, diambil bosmu, ingat?

Sial!

Ini sudah semuanya.

Masing-masing 36 kg. Antipeluru.

Baik, Numa.

Ini angkanya. Jangan disebut.

- Baik. - Baiklah, Lolo.

- Beri tahu jika sudah. - Baik.

- Sudah. - Baik.

Jangan diangkat.

Bagaimana caranya membawa uang ini, Bos?

- Semua mobil rusak? Hancur? - Semuanya.

- Apa Desi punya kuncinya? - Mobilnya hidup?

Rusak kena tembak, tapi…

Sial! Kebakaran!

Ambil tasnya.

Baik. Nanti kita ambil sisanya.

Astaga. Apa-apaan?

Kau tak apa?

Astaga, rumahnya. Rumahnya terbakar.

Rumahnya terbakar! Tolong cari bantuan!

Aku hanya mau bantu. Harus apa?

Baik, bawa tas uangnya ke belakang Lenco.

Numa, kau tetap di sini. Kau tunggu bersama Desi.

- Tunggu Damkar. - Tidak, Bos. Ayo.

Tidak, kita sudah banyak menghirup asap.

- Bos, aku baik-baik saja. - Aku tak mau berdebat.

- Kau tunggu di sini. - Tidak.

Jangan ke mana-mana. Titik.

- Hei, kau tetap di sini. - Diam.

Hei. Kau ikut aku bersama uangnya.

- Kau telepon Nix? - Jangan memerintah.

- Aku yang tanggung jawab! - Kau tamat.

- Berengsek! - Kalian berdua mau apa?

Muat saja. Ada apa dengan kalian?

Jadi, kau mengkhianati kami, Bos? Jadi, kau mau ambil uangnya?

Bagaimana dengan rumah nenekku? Rumahnya terbakar.

Jika ada yang bergerak…

aku tak mau keluarkan senjata.

Kita bawa ke mana uangnya?

Wells Fargo milik DEA di dekat rumah sakit.

Kau sedang apa?

Aku menelepon Mayor. Kuberi tahu dia untuk bertemu di bank.

Dane sudah beri tahu dia, 'kan?

Ya, dia tahu.

Dia tak tahu.

Dia tahu, tapi tak tahu jumlahnya.

Dari mana kau tahu?

Kau tak menjawab pertanyaanku dari tadi.

Apa kau informan?

Letnan, enyahlah. Itu jawabanku.

Tenanglah. Semua orang lelah. Ini malam yang panjang.

Akan lebih panjang lagi.

Dane, Ro bukan Urusan Internal.

Aku tak bilang begitu.

Dia beri informasi ke orang lain.

Siapa yang mengurus uang ini?

Maksudmu, uang yang coba kau curi semalaman?

Desi bilang kau beri tahu Mayor bahwa sitaannya hanya 150 ribu.

Benar. Apa terdengar begini?

"Halo, Mayor. Ini Dumars.

Ya, kami dapat info terlambat di rumah di Hialeah.

Sitaannya sekitar 150.000.

Jangan kirim SRT. Kami akan urus sendiri.

Setelah selesai, kami kabari."

Itu yang dia dengar?

Katanya kau mau curi uangnya dengan Numa dan Lolo.

Itu yang dia bilang.

Detektif, gadis itu dengar aku bilang

apa yang aku ingin dia dengar.

Teman-Teman, dengar.

Ada yang ingin kusampaikan, tapi…

Jika kalian tak setuju, aku paham. Lupakan itu. Tapi di antara kita saja…

Kurasa kita bisa melakukan sesuatu. Ya? Aku mau dibayar.

- Aku mau rampok sitaannya. - Ayo lakukan.

Baiklah. Dengar.

Aku tahu dia akan bilang soal aku, Numa, dan Lolo.

Ro, mereka akan curi uangnya.

Karena dia percaya kau. Peran yang pas untukmu.

Aku juga tahu dia akan cerita soal Mayor dan 150.000 itu.

Itu bukan kali pertama kau dengar angka itu, 'kan?

Itu angka yang kuberi di markas saat kau tanya sitaannya.

- Ya. Benar. Lalu? - Lalu…

dia bilang ternyata 300.000.

Aku bilang pada Numa 250.000.

Kubilang pada Lolo 75.000.

- Orang yang mendengar 150.000 adalah kau. - Dan yang menelepon rumah itu.

Apa maksudmu?

Suara di telepon bilang, "Ambil 150.000 itu dan pergi."

Tak perlu ada korban demi 150.000.

- Uang sitaannya berapa? - Ada 150.000 dolar.

- Seratus lima puluh ribu. Tepat. - Dari mana dia dapat angka itu?

Aku peneleponnya? Bagaimana bisa?

Aku di sana. Kau ambil ponselku.

Ponsel sekali pakaimu.

Aku tak punya itu ataupun radio darurat.

Apa ini, Mike?

- Tak tahu. Bukan punyaku. - Tak pernah lihat?

Aneh, karena ini ponsel yang dia ambil

- saat kami bertengkar di garasi. - Ya, benar.

Lepaskan aku!

Tapi kita bisa tahu dengan mudah.

Buka saja ponselnya dengan wajahmu. Ayo coba.

- Apa yang kita lakukan ini? - Apa yang kau lakukan?

- Kau telepon polisi Hialeah. - Apa?

- Kau bakar rumah simpan itu. - Omong kosong apa ini?

Kau mau mencuri sitaan ini semalaman.

Detektif, jika kau bohong, sulit ingat kronologinya.

Siapa dan kapan? Kebenarannya jauh lebih jelas.

- Baik. - Kecuali…

kau bohong sepertiku.

Caraku bohong padamu semalaman,

karena jujur, kebohongan itu adalah seni.

Jangan merasa buruk. Malam ini semuanya kubohongi. Bahkan dia.

Sampai tadi.

Sampai tadi sekali.

Ada yang ingin kau katakan?

- Tak ada info dari Crimestopper. - Serius?

Aku dapat ini dari ponsel sekali pakai di malam dia dibunuh.

RUMAH SIMPAN DI HIALEAH KARTEL BESAR $$$

Jackie mengirim ini?

Kau sengaja mengatur semua ini?

Kau memberiku ide.

Lempar umpan, lihat yang muncul.

Kenapa kau tak bilang padaku?

Cara agar semua orang percaya aku mau curi uangnya

- adalah kau percaya. - …uangnya…

Aku karang info itu agar kita ke alamat dari Jackie,

jadi kita bisa lihat sendiri. Mungkinpembunuh Jackie akan beraksi.

Tapi tim perampok itu…

- Jackie hampir tangkap mereka. - Sitaan ini adalah umpan.

Tapi dia dibunuh sebelum bergerak.

Siapa?

Kita akan tahu malam ini.

Tapi Mike Ro bersama mereka.

Aku tahu kau terlibat begitu dengar "150.000".

Siapa yang bekerja sama denganmu?

Di mana radionya, Matty?

- Apa? - Radio?

Kenapa tak ada suara tembakan? Kabar dari operator? Panggilan darurat?

Kita bawa 20 juta dolar ke Miami Utara. Siapa yang mengawasi kita?

Hanya kita. Aman, tak mencolok.

- Kenapa tak mengeluarkan BearCat, Matty? - Tidak disetujui.

Ya, di mana timmu yang biasa? Tim Pop? Di mana mereka? Di mana Dayo?

Kuminta dia pulang.

Tak diizinkan lembur. Apa ini teka-teki?

Kuberi tahu jumlah sitaannya.

Kau juga bilang Dane kotor dan mungkin ingin mencurinya.

Aku pura-pura

agar tahu siapa yang mau mencurinya.

Apa mobil di belakang kita

membawa polisi Hialeah yang tadi berseteru dengan kita?

Siapa yang mengemudi, Bung? Kita tahu orangnya?

- Kau peneleponnya. - Lalu menembakinya.

Apa-apaan ini?

Apa-apaan ini?

Kalian mau memastikan aku terlibat? Berengsek kalian.

Mike.

Ini kesempatan terakhir. Manfaatkan.

Siapa lagi yang mau mencurinya?

Kau pikir aku korup?

Baiklah.

Boleh minta ponselnya, Sersan?

Telepon.

Tidak!

Merunduk!

Kau tetap merunduk!

Baiklah. Kami ketahuan.

Semua sudah di depan mata,

jadi mari kita bertindak.

Aman! Ada yang harus kita urus di sini. Keluarkan Dayo dari kemudi!

Jangan macam-macam, Detektif.

Nix, aku harus ke mana?

Uang ini lebih banyak daripada yang kita habiskan.

Kita jadi mafia, menghilang dalam sejam… Kita bisa hidup bagai raja seumur hidup.

Kecuali untuk si bodoh ini!

Kau harus mendukung tim, Berengsek!

Kubunuh kau jika sentuh pistol itu, J.D. Akan kutembak kau tepat di dahi.

Nix, aku tidak tahu mau ke mana!

- Lalu Jackie? - Apa kau bunuh dia, Matty?

- Ro yang bunuh dia! - Aku tidak membunuh dia.

Diam!

Kau yang menarik pelatuk! Kau membunuh Jackie!

Kau membunuh Jackie, Berengsek!

- Baiklah, fokus. - Aku harus bawa truk ini menepi.

Aku bisa lakukan dengan benar.

- Apa itu? - Aku harus jawab ini.

Bicara. Ini mode pengeras suara.

Sudah siap di posisi. Apa itu kalian yang di jalan?

Lenco, Tahoe di belakang kalian?

MEREKA BERGERAK. BERSIAPLAH

- Ya, itu kami. Di mana kalian? - Kami di sini.

- Sialan. Siapa itu? - Kakakku.

Nix, kita harus apa?

Ini Agen Khusus Del Byrne dari Biro Investigasi Federal.

Semuanya keluar lewat belakang truk dengan tangan di atas.

Ini sudah berakhir.

- Jatuhkan senjatamu. - Nix, aku keluar.

Kita tamat. Ada FBI di luar.

Begini saja.

Kita tangani kasus ini bersama, gabungan DEA dan Dade, ya?

Kita melumpuhkan tim perampok, Ro,

para polisi Hialeah itu, mantan VCAT.

Alibi yang sempurna.

Kuulangi. Keluar lewat belakang truk dengan tangan di atas.

Tak akan berhasil, Nix.

Banyak FBI di luar.

Tak ada yang mau skandal ini. Tak ada yang butuh berita lagi. Malah,

kita tampak seperti pahlawan.

Kita mengambil 20 juta dolar dari kartel dan akan kita kembalikan ke Kota Miami?

Coba pikirkan.

Ini bisa indah untuk kita.

Matty, mereka bisa dengar.

Kubilang, "Ini mode pengeras suara."

Agen Nix, kau mau bagaimana?

- Sial! - Ro, hentikan!

Merunduk! Sial! Tidak!

Tiarap sekarang!

- Tidak, Mike! - Ro!

Sial!

Singkirkan truknya!

- Angkat tangan! - Ke mana dia?

Hei! Hei, J.D.!

J.D.! Itu mobilku, Bung!

Sial.

Berengsek!

Sial!

Berhenti.

Mike!

Hentikan.

Sialan.

Sial!

Sialan, Mike.

Kau pikir aku sampah?

Kau mau uang berapa?

Kau mau uang berapa? Akan kuberikan.

Kita kerja sama. Ayolah.

Kau punya berapa?

Seharga kapten polisi Miami?

Kau paham sekarang?

Apa kau akan mengeksekusiku?

Waktu cepat berlalu, Bung.

Suatu hari terbangun,

kita sudah tua.

Ayo.

LEMBAR PUTIH & KUNING

- Tanda tangan di sini. - Baik.

Seharusnya ada… Setidaknya…

Hei, tanyakan jumlah uangnya.

Baik.

- Detektif Salazar? - Ya.

Ada konfirmasi verbal dari hitunganmu?

Ya.

Ya.

20.650.460 dolar.

Detektif Baptiste.

Berapa jumlahnya?

20.650.480.

Letnan Dumars.

- Ada konfirmasi hitunganmu? - Ya. Ada.

Hei, selamat malam.

Atau pagi.

Kau pasti senang.

20.650.480 DOLAR JUMLAH TOTAL

Wah.

Hitungannya tepat.

Bagus sekali, Detektif.

Sitaan yang besar.

Bersihkan tempat ini. Pel.

Dimengerti.

Dia tadi bilang "sitaan yang besar"?

- Sial. - Astaga.

- Dia dapat bagian dari sitaannya. - Astaga.

Bagus untuknya.

Rumah neneknya terbakar. Dia pantas dapat itu.

Sayang, kita berhasil. Kita melakukannya.

- Ya, kita berhasil. - Ya, benar.

Kalian hebat. Amat hebat.

Jackie pasti bangga.

Rasanya dia bantu kita dari surga.

Dia percaya penyihir.

Baiklah.

- Ya. - Aku mau pergi dulu.

Aku mau mandi air hangat dan tidur di ranjang besar

yang menungguku pulang. Aku harus pergi.

- Kakiku… - Istirahatlah.

Sampai nanti.

- Temui anak-anak. - Kau pulang naik apa?

- Dah. - Hati-hati.

Kau belum tahu? DEA pesankan Uber.

Uber Black, tepatnya. Layanan premium.

Dah, Bos.

- Salam untuk putrimu. - Aku lelah.

Baik.

Ayo.

Dia dapat 20% dari sitaan itu. Berarti empat juta dolar.

Ya, begitulah.

Itu belum dipotong pajak, 'kan?

Tapi lumayan untuknya. Ini kerja yang lumayan.

Ya. Jika dapat uangnya.

Ya.

Selamat, Del. Kerja bagus.

Ya. Kerja bagus juga, Berengsek. Berterimakasihlah nanti.

Hei. Maaf soal kemarin. Maafkan aku, ya?

- Apa? Kau mau pelukan? - Ya, aku mau.

- Tak mau. - Peluklah kakakmu.

- Tidak. - Peluk kakakmu.

Sudahlah. Tidak mau. Pergilah.

Ayo, peluk kakak yang menyayangimu di depan semua agen FBI.

Sini. Kakamu perundung, tapi menyayangimu.

Kau berengsek, tahu?

- Kau juga, tapi aku menyayangimu. - Ya?

- Terima kasih. - Kau tak apa?

- Ya. - Yakin?

- Ya. - Baiklah.

Hei, aku mau mampir ke rumah Ibu untuk minum kopi,

dan asal kau tahu, aku akan bilang semuanya hasil kerjaku.

- Aku tahu. - Semuanya.

- Kenapa berubah? - Ya.

- Kau berutang mobil baru. - Ya.

Selamat, Nak. Jangan terlalu boros.

Terima kasih.

Jangan main-main. Aku tahu ada bir di sini.

Terima kasih.

Kau tahu aku akan bilang semuanya pada Ro.

Ya. Aku tahu kau akan berbuat benar,

meski membahayakanmu.

Itu…

Kapten, polisi wanita yang dibunuh itu,

yang bicara padaku…

- Jackie. - Ya, Jackie.

Aku tidak tahu. Lewat masalah ini, dia menuntun kami padamu.

- Apa itu aneh? - Tidak.

Jika kau kenal Jackie…

Dia…

Dia pasti bilang itu takdir.

Mungkin benar.

Ya.

Kau mau tahu artinya?

"Apa kita orang baik"?

Kata terakhir mendiang putraku.

"Ya, selamanya baik."

Kata terakhirku pada putraku.

Karena apa?

Kanker.

Dia sepuluh tahun. Namanya Jake.

Baiklah, Desiree Lopez Molina. Jaga dirimu.

Kerja bagus hari ini, Bung.

Kau juga.

LETNAN METRO DADE COUNTY

Lihat matahari terbitnya!

- Indah sekali! - Semangat lihat matahari terbit.

Bagus sekali.

Jackie!

Jackie, kau di mana, Sayang?

Aku di sini!

UNTUK MENGENANG JAKE WILLIAM CASIANO

Terjemahan subtitle oleh: Bobi M

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.