Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-- Diterjemahkan oleh Nazaret Setiabudi -- (Resync/Edited By *Coffee_Prison)
- Ayo, Anak-anak! - Buat kami bangga.
(DENVER UTARA 1978)
Kalian kalah tanpa perlawanan! Ayo! Berusaha!
Ayo, Finney! Ayo!
Kau bisa!
Mulai!
Strike!
Ya, Finney! Bagus, Finney!
Ayo, Finney! Dua strike lagi!
Ayun, pukul, pukul! Ayun, pukul, pukul!
- Strike dua! - Ya, Finney!
Ya!
Perhatikan baik-baik!
Ayun, pukul, pukul!
Oh, tidak.
- Home run! - Astaga.
Bruce! Bruce! Bruce! Bruce!
Bruce! Bruce! Bruce!
Bruce! Bruce!
Bruce! Bruce! Bruce!
- Permainan bagus. - Permainan bagus.
Permainan bagus.
- Bagus, Anak-anak. - Permainan bagus, Pelatih.
Hei, Sobat!
Lenganmu kuat.
Kau hampir mengalahkanku.
Permainan bagus.
Ayo, Bruce!
- Hai, Bruce. - Hai, Bruce.
(ANAK HILANG)
ANAK HILANG ORANG HILANG
ORANG HILANG IMBALAN
DARI CERITA PENDEK "THE BLACK PHONE" OLEH JOE HILL
(FASILITAS NUKLIR)
(BERITA ROCKY MOUNTAIN)
KOMISI BILANG PENSIUN MILITER TAK SEPADAN
Kau bisa menyeruput lebih keras?
Kurasa orang di Boulder tidak dengar.
Maaf, Ayah.
Entahlah. Semua bilang Fonzie atau Richie.
Millie bilang Potsie, tetapi menurutku jangan percaya siapa pun
yang mau menikahi Potsie.
Aku akan tetap mengikuti rencanaku menikahi Danny Bonaduce.
Jangan menikah dengan anggota Keluarga Partridge.
Dia mengagumkan. Aku suka suaranya.
Itu baru.
Apa?
Pamflet. Pak Yamada memasangnya lagi.
Menurutmu mereka takkan ditemukan?
Tidak dalam keadaan hidup.
Ayo. Nanti terlambat.
-- ANAK HILANG -- (BRUCE YAMADA)
Ayo! Kemari!
Berkelahi! Berkelahi!
Ada perkelahian.
Pikirmu kau tangguh?
Mari kita lihat.
Aku akan menghajarmu, Bocah Kurus.
Lakukanlah.
Kecuali kau takut.
Pukul dia, Robin!
Bangun!
Pukul lebih kuat!
Ayo.
- Astaga. - Ayo!
Apa-apaan? Itu Moose.
Aku tak peduli.
Moose bertubuh besar.
Aku tahu.
- Dia buat hidungmu berdarah... - Gwen.
Dia pantas menerimanya.
Tak ada yang pantas menerimanya.
- Finney, dia memukulmu. - Aku tahu. Aku di situ. Ingat?
Aku tak ingin membahasnya.
Dia bodoh mau berkelahi dengan Robin Arellano.
Dia anak terkuat sejak Penculik menangkap "Pinball" Vance Hopper.
Jangan menyebutnya begitu.
Semua memanggilnya Pinball Vance.
- Tidak, maksudku... - Aku tahu siapa maksudmu.
Bahkan koran menyebutnya Penculik.
Maksudku, jangan sebut namanya.
Kau tak percaya ceritanya, bukan?
Tidak.
Karena dia tak dengar. Dia tak menculik anak yang mengatakannya.
Aku tahu.
- Finney! - Kataku aku tahu!
- Maka katakan! - Tidak.
Kau takut?
Aku tak bermaksud.
Aku tahu.
Inti bagian dalam padat. Inti luarnya cair.
Lapisan berikutnya, yang disebut mantel, sebagian besar padat.
Namun, bagian luar mantel yang tipis sebagian cair.
Gambar berikut.
Lapisan permukaan disebut kerak. Ini padat dan sangat tipis.
Saat Bumi menjadi terpisah, lapisannya perlahan mendingin,
tetapi bagian dalamnya masih sangat panas.
Hei, Finney.
Sampai jumpa saat makan siang!
Kusiapkan kursi untukmu!
Hei, Finney.
Keluar, Bodoh.
Kau tidak menipu siapa pun.
Kenapa kau di toilet kami?
Lihat tulisannya? "Lelaki".
Ya, bukan "homo".
Minggir, Bodoh.
Hei, Finn. Apa kabar?
Hanya menjalani hidup sebaiknya.
Moose punya gigi yang tajam.
Tinjuku berdarah di pelajaran pertama.
Tunggu.
Jika macam-macam lagi dengan Finn...
kuhajar kau.
Sekarang boleh pergi.
Terima kasih.
Suatu hari kau harus membela dirimu sendiri.
Ya, aku tahu.
Kenapa kau melawan Moose?
Dia hanya omong besar. Kupikir dia akan mundur.
Tidak. Jujur, aku terkejut ketika dia memukulku.
Kau harus melakukannya? Kau sungguh menyakitinya.
Aku hanya ingin menjatuhkannya. Mengejeknya sedikit.
Namun, nanti tak ada darah.
Dalam situasi seperti itu, semakin banyak darah, semakin baik.
Untuk yang lain. Agar pesannya lebih jelas.
Aku menonton Texas Chain Saw Massacre Jumat malam. Kau tonton?
Itu film dewasa. Ayahku melarangnya.
Pamanku ajak ke drive-in. Kami tonton semuanya.
Film itu adalah yang terbaik.
Lebih dari Enter the Dragon?
Mungkin terbaik kedua.
Aku ingin menonton film Bruce Lee.
Mungkin saat tayang di televisi.
Ya. Pasti.
Kau ada waktu mampir ke rumahku usai sekolah?
Matematika lagi?
Pak Johnson bicaranya cepat.
Penjelasannya buruk. Tak sepertimu.
Bisa bantu? Jika dapat F lagi, aku diskors.
Ya, tentu.
Jika kita ambil enam dari sebelas, kita mendapatkan bahwa X adalah lima.
Kau ingin menemuiku?
Gwendolyn Blake, ini Detektif Wright dan Detektif Miller.
Nona Blake.
Mereka ingin bicara denganmu.
Apa benar kau teman Amy Yamada?
Kami satu kelompok belajar. Dia baik-baik saja?
Dia baik-baik saja. Kau tahu ini tentang apa.
Kau bilang apa ke Amy tentang kakaknya Bruce?
Aku bermimpi tentang dia.
Mimpi apa?
Mimpi aneh.
Apa yang terjadi di mimpimu?
Dia diculik. Itu saja.
Oleh lelaki dengan balon hitam di mobilnya.
Ya.
Apa lagi yang kau lihat dalam mimpimu?
Kenapa? Itu hanya mimpi.
- Siapa lagi yang tahu mimpimu? - Tidak ada.
Kami menemukan dua balon hitam di TKP, Gwen.
Kami juga menemukan satu balon hitam di lokasi penculikan Griffin Stagg.
Kami tak pernah merilis informasi itu.
Pertanyaannya, dari mana kau tahu tentang balon?
Tidak dari siapa pun.
Kutanya lagi.
- Tahu dari mana soal balonnya? - Apa yang kau rahasiakan?
Ada kebocoran atau...
- Atau apa? Aku Si Peculik? - Tidak.
Kau pikir aku menculik Vance Hopper musim semi lalu?
Vance tak naik kelas 2 kali.
Aku melihatnya berkelahi, percayalah,
dia bisa mengalahkan kalian dengan mata tertutup.
Gwen, jaga kata-katamu.
Ya. Aku menculiknya karena jelas aku Si Penculik,
- dasar kalian bodoh. - Gwendolyn Blake!
Gwen.
Apa yang kau rahasiakan?
Terkadang mimpiku benar.
Itu dia.
Apa maksudnya itu?
Bukan apa-apa.
Aku menginap di Susie malam ini.
Ini Jumat. Kau tahu artinya.
Aku akan mengurus Ayah.
Aku akan pulang besok pagi.
Jangan habiskan es krim.
Maafkan aku!
Ayah! Hentikan!
Jangan ikut campur!
Gwenny, mereka ke kantorku.
Kenapa polisi datang ke kantorku?
Aku tidak tahu! Maafkan aku!
Katakan apa yang kau ketahui tentang penyelidikan ini.
- Tidak ada! - Katakan... Apa?
Tidak ada.
- Tidak ada! - Apa?
Tidak ada!
Jika memukulku lagi, akan kujatuhkan!
Jika kau jatuhkan, kupukul kau dua kali lebih kuat.
Tidak, Ayah!
Itu vodka seharga 8 dolar!
Dengarkan aku.
Kau bukanlah ibumu!
Aku tahu.
Berarti kau tidak mendengar hal-hal aneh.
Kau tidak melihat hal-hal aneh.
Baik!
- Itu tidak nyata, Gwenny! - Baik.
Dan mimpimu...
hanyalah mimpi.
- Kau mengerti? - Ya!
- Kau mengerti? - Ya!
Katakan! Aku mau dengar.
Mimpiku hanyalah mimpi.
Katakan lagi!
Mimpiku hanyalah mimpi!
Katakan lagi.
Mimpiku hanyalah mimpi!
Pergilah menonton televisi.
Jangan pakai es untuk bokongmu!
Agar kau memikirkan perbuatanmu!
Kau tahu tentang ini?
Kau juga jangan macam-macam.
Mengerti?
Mengerti?
Pergilah.
Sudah kubilang, Davey.
- Kau terluka, Sal? - Aku baik-baik saja.
Kau baik-baik saja?
Ya, tetapi Petugas Bob bilang ini akan terjadi.
Sally, kau terlambat.
- Sepedamu berantakan. - Aku juga.
Petugas Bob bisa perbaiki, tetapi aku tak bisa memintanya sekarang.
Kenapa tidak?
(DARURAT!)
Aku mengerti. Terima kasih sudah telepon.
Finney.
Ya?
Kau kenal anak bernama Robin Are...
Arellano?
Ya, itu dia.
Dia teman sekolahku. Kenapa?
Aku turut bersedih, Finney.
Aku tahu dahulu dia temanmu.
Jangan bilang "dahulu".
Dia masih temanku.
Maaf.
Gwen.
Kau bisa memimpikannya?
Tidak bisa begitu.
Sudah coba?
Tentu.
Coba lagi.
Kumohon?
(PERJANJIAN BARU)
(YESUS)
Yesus, aku tahu Kau sudah tahu aku mau minta apa,
tetapi aku akan tetap memintanya.
Kakakku membutuhkan temannya.
Aku tahu Kau tak bisa melepaskannya karena Kau tidak ikut campur atau apalah.
Aku tak tahu peraturannya.
Namun, jika Kau memberiku satu atau dua mimpi
agar aku melihat sesuatu yang bisa membantu polisi
atau aku atau orang lain untuk menemukannya,
aku akan mengikutiMu selamanya.
Amin.
Jangan berpikir aku tak tahu apa yang terjadi.
Jangan bermain setelah lampu dimatikan.
Maaf, Ayah.
Tidurlah.
Aku menyayangimu.
Aku juga sayang Ayah.
Astaga, Gwenny.
Apa lagi yang dia perbuat?
Maaf, Pak Blake. Putrimu tidak berbuat apa-apa.
Boleh kami bicara dengannya?
-- ANAK HILANG -- (ROBIN ARELLANO)
Dasar pengecut!
Sial!
Enyah kau, Jelek.
Gwen!
Baik, Anak-anak.
Inilah hari yang kalian nantikan sepanjang semester.
Hari membedah katak.
Pilih rekan.
Ingat, dia akan menjadi rekanmu sepanjang tahun.
Kau butuh rekan?
Tidak. Maksudku, ya, aku belum punya rekan.
Mereka menyebalkan.
- Apa? - Tadi pagi.
Semua orang membahasnya.
Namun, adikmu keren.
Andai aku dan kakakku akrab seperti itu.
Perhatikan kemari.
Mari kita bedah kataknya.
Donna. Donna. Donna.
- "Finney, kau mau jadi rekanku?" - Hentikan.
Diam kau.
- Sampai besok. - Kau mau ke mana?
Aku menginap di rumah Susie malam ini. Ini hari Jumat.
- Aku akan mengurus Ayah. - Sampai jumpa.
-- ABRAKADABRA -- (HIBURAN & PERLENGKAPAN)
Sebal.
Dasar bodoh.
- Hebat, bukan? - Butuh bantuan?
Kau lihat itu?
Ya.
Bisa ambilkan topiku?
Ya, Pak.
Aku pesulap paruh waktu.
Mau lihat sulap?
- Ya. - Ya?
- Itu balon hitam di dalam? - Ya.
Lenganku.
Mestinya kupatahkan lehermu karena menyakiti lenganku.
Astaga.
Berlumuran darah.
Seakan-akan aku membunuh orang.
Lihat?
Kau tak bisa melihat.
Aku tahu kau takut.
Namun, aku takkan menyakitimu lagi.
Saat kubilang aku mau patahkan lehermu...
aku hanya sedang marah.
Dan kau melukai lenganku.
Aku takkan membalasnya.
Kurasa...
sekarang kita impas.
Kau tak perlu takut,
karena tidak ada hal buruk akan terjadi di sini.
Aku berjanji, Johnny.
Kau suka soda?
Begini saja.
Aku akan ambilkan soda, lalu...
Itu suara telepon?
Kau dengar deringnya?
Biar kuperiksa siapa. Lalu kuambilkan soda.
Lalu aku akan kembali dan menjelaskan semuanya.
Gwenny, ayahmu telepon.
Hai, Ayah.
Belum. Tidak sejak sekolah.
Tidak berfungsi.
Sejak aku kecil.
Letakkan.
Aku tahu kau takut dan ingin pulang.
Aku akan mengantarmu pulang.
Hanya...
Semuanya kacau.
Aku ke atas sebentar.
Ada sesuatu terjadi.
Apa?
Tak usah dipikirkan.
Ada yang lihat sesuatu?
Polisi datang?
Jika kau biarkan aku pergi sebelum mereka tiba, aku takkan laporkan.
Bukan polisi.
Seseorang?
Ada yang datang?
Aku akan berteriak.
Jika ada orang, pasti terdengar.
Dia takkan dengar dengan pintu tertutup.
Dia?
Dengan pintu tertutup, takkan ada yang mendengarnya.
Kubuat kedap suara.
Silakan berteriak. Takkan ada yang dengar.
Kau yang membunuh mereka.
Bruce.
Robin.
Bukan aku.
Orang lain.
Aku takkan memaksamu melakukan sesuatu yang kau tidak...
suka.
Jika coba menyentuhku, akan kucakar wajahmu.
Siapa pun yang datang akan menanyakannya.
Wajah ini?
Tutup teleponnya.
Aku pernah di sini saat teleponnya berdering.
Telepon menyeramkan.
Menurutku akibat listrik statis.
Teleponnya berdering saat aku di sampingnya. Langsung kuangkat.
Apa benar ada penelepon.
Ada?
Tidak.
Tolong!
Tolong! Kumohon!
Tolong!
Tolong aku!
Siapa saja!
Tolong!
Hentikan.
Jika jendela bisa dibuka, mereka pasti sudah buka.
Robin pasti sudah lakukan.
Kau takkan keluar dari sini.
Aku takkan keluar dari sini.
Halo?
Halo?
Hentikan.
Hentikan apa?
Aku lapar. Aku butuh makanan.
Bagaimana matamu?
Sakit.
Aku tak bisa bawakan makanan.
Kau harus menunggu.
Ada yang akan melihatmu membawakan makanan?
Jangan khawatirkan itu.
Jika tak bawa makanan, kenapa kau di sini?
Hanya untuk melihatmu.
Aku hanya ingin melihatmu.
Aku pergi.
Halo?
Ada yang dengar? Aku butuh bantuan.
Halo?
Finney.
Jangan ditutup.
Baiklah.
Siapa ini?
Aku tak ingat namaku.
Kenapa?
Itu yang pertama hilang.
Hilang saat apa?
Kau tahu.
Dari mana tahu namaku?
Kita bertemu sekali.
Lenganmu kuat.
Kau hampir mengalahkanku.
Bruce?
Bruce Yamada?
Ya.
Bruce.
Aku Bruce.
Lenganmu kuat.
Kau hampir mengalahkanku.
Teleponnya berdering untukmu?
Ya, tetapi kami tidak mendengarnya. Hanya kau.
Penculik juga mendengarnya, tetapi dia tidak ingin percaya.
Kenapa kau meneleponku?
Lenganmu kuat.
Kau hampir mengalahkanku.
Aku senang ini kau.
- Finney? -Ya?
Ada bagian lantai bertanah di lorong pada ubin yang longgar.
Baiklah.
Gali di bawah pondasi.
Sudah kucoba, tetapi aku tak sempat menggali sampai sisi sebelah.
Apa waktuku akan cukup?
Halo?
Bruce?
Bruce?
Aku berjanji setia kepada bendera...
Tolong!
Tolong!
Kubuatkan sarapan.
Kau taruh apa di situ?
Garam dan lada.
Makan. Jangan dimakan.
Kau sudah di sini.
Buat apa kuberi obat?
Halo?
Jangan ke atas.
Kenapa?
Itu perangkap.
Kau...
Kau Bruce?
Siapa Bruce?
Apa? Tadi aku bicara dengan Bruce.
Aku tak kenal Bruce.
Dia pemain bisbol.
Kami tak bermain bisbol di sini.
Kau siapa?
Aku tidak ingat.
Kau main sepak bola? Football?
Aku mengantar koran.
Billy.
Kau Billy Showalter.
Mungkin.
Kau Billy.
Jangan ke atas.
Apa yang dia lakukan?
Dia menunggu sambil memegang sabuk.
Dia tidak bilang kau boleh pergi.
Jika kau coba, dia akan menghukummu.
Dia akan memukulmu dengan sabuk sampai kau pingsan.
Sakit. Sakit sekali.
Kau akan menangis. Kau akan memohon agar dia berhenti.
Kami semua memohon.
Namun, dia terus memukulimu.
Halo?
Halo?
Anak malang. Pergi ke UKS dan tidur siang.
Katamu namaku Billy.
- Billy Showalter. - Jangan panggil aku itu.
Aku tak ingat. Itu bukanlah diriku sekarang.
Lalu aku panggil apa?
Kau ingat apa?
Sudah kubilang.
Aku tukang koran.
Baik. Tukang Koran.
Lihat dinding di depanmu?
Lihat dindingnya terpisah dari lantai?
Ya.
Kucabut kabel panjang dari situ.
Kusembunyikan.
Harus kuapakan?
(BERITA ROCKY MOUNTAIN)
Ayah?
Ya, Sayang.
Boleh aku bertanya?
Tentu. Duduklah. Kemari.
Silakan.
Janji kau tidak akan marah?
Aku berjanji, Sayang.
Mengenai mimpiku.
Kenapa mimpimu?
Bagaimana jika mimpiku...
- Yah... - Gwen.
Ibumu orang yang istimewa.
Dia pintar, sama sepertimu.
Namun, Sayang, dia juga...
agak gila.
Dia melihat dan mendengar hal-hal aneh
dan dia begitu yakin bahwa mimpinya punya arti.
Mimpi-mimpi itu menyuruhnya melakukan hal-hal.
Hal-hal buruk. Sampai dia bunuh diri.
Namun, mimpinya tidak nyata, Sayang.
Tidak nyata.
Aku sayang Ibu.
Aku...
Aku juga mencintainya.
Maksudku, aku sayang Ibu apa adanya.
Aku tahu, Sayang.
Aku tak ingin masa depanmu seperti itu, Sayang.
Kau mengerti?
Namun...
bagaimana jika mimpiku bisa bantu menemukan Finney?
(KEPOLISIAN DENVER)
Hei! Samson, hentikan!
Kemarilah! Ayo.
Tunggu!
Masuk. Cepat!
- Halo? - Selamat malam, Pak.
Kami sedang memeriksa lingkunganmu, bicara dengan warga
dan apakah kau melihat anak ini?
- Kau polisi. - Ya. Kepolisian Denver.
- Kau mencari anak hilang. - Ya, Pak. Apa ada...
Tidak. Masuklah. Ayo.
Samson, hentikan!
Aku ingin perlihatkan sesuatu. Di sebelah sini.
Semua anak itu di distrik yang sama. Mereka berjalan ke sekolah.
Semua diculik saat pulang sekolah kecuali Robin Arellano.
Dia diculik hari Sabtu saat pergi ke toko
- untuk beli soda dan permen. - Kami tahu, Pak.
Dia harus bisa menangkap anak-anak ini
dan membawanya pulang dengan cepat.
Berarti ada garasi di rumahnya.
Dia tak mau mereka kabur atau terjaga jika dibius.
Berarti Si Penculik pasti tinggal di sekitar area ini.
- Pak... - Max.
- Pak Max... - Bukan "Pak Max".
Max saja.
Teman-temanku memanggilku Max, karena kita kerja sama...
- Sejak kapan tinggal di sini? - Rumahku di Durango.
Aku menginap. Ini rumah saudaraku.
Aku pelajari kasus ini, dan aku sedang menganggur,
dan kalian butuh bantuanku.
Terus kerjakan,
tetapi jika kau lihat anak-anak ini, hubungi kami.
Atau jika aku punya petunjuk, bukan?
Jika kau lihat anak-anak ini, hubungi kami.
Sebaiknya bereskan sebelum saudaramu pulang.
Dasar kau bodoh.
Ya ampun, Max.
Aku tahu kau tidak tidur.
Aku lapar.
- Katakan namamu. - Kenapa kau peduli?
Biasanya tidak.
Aku akan mengetahuinya dari surat kabar.
Mereka selalu mencetak foto yang besar
bersama semua perincian yang kuinginkan.
Semua hal yang kalian bohong.
Apa bedanya kali ini?
Rumit. Ini terlalu rumit.
Semua berbeda. Tak ada yang berjalan benar.
Kau bisa melepaskanku.
Aku memikirkannya.
Janji aku akan tutup mulut.
Tutup saja mataku, tinggalkan aku di jalanan.
Aku akan berjalan pulang.
Katakan namamu.
Taylor.
Taylor Mullen.
(ANAK HILANG)
Padahal aku mulai menyukaimu, Finney.
Aku hampir melepaskanmu.
Halo?
Bruce?
Billy... Tukang Koran?
Halo?
Halo?
- Halo? - Waktumu sedikit.
Penculik belum tidur.
Menurut dia ini akhirnya.
Bahwa dia akan mengetahuinya.
Siapa?
Saudaranya di atas.
Kau Griffin?
Siapa?
Griffin Stagg.
Mungkin. Aku masih sedikit bingung.
Namun, kurasa kau tahu semua nama kami.
Semua anak tahu.
- Aku tak mengenalmu. - Tak ada yang mengenalku.
Begitu lama kau tak dikenal,
lalu setiap anak di negara bagian tahu namamu.
Waktumu sedikit.
Kenapa dia belum membunuhku?
Kau tak ikut bermain.
Kau harus bermain.
Jika tidak, maka dia tak bisa menang.
Permainan apa?
Anak Nakal.
Jika tidak bermain Anak Nakal, Penculik tak bisa memukulmu.
Jika tak bisa memukulmu, dia tak bisa lanjut ke tahap berikut.
Dan tahap berikut dari Anak Nakal adalah bagian favoritnya.
Apa tahap berikutnya?
Waktumu sedikit.
Kau sudah bilang.
Dia belum tidur.
Kau juga sudah bilang.
Sekarang dia tidur. Di kursinya.
Dia tertidur menunggumu bermain.
Apa untungnya bagiku?
Tunggu. Pintunya masih terbuka.
Pintunya masih terbuka.
Aku keluar saja?
Ada kunci kombinasi di pintu badai.
- Itu kunci sepedaku. -Kunci sepedamu?
Ya. Dia ambil ketika menculikku.
Apa kombinasinya?
- Aku tak ingat. -Griffin!
Aku ingat aku takut aku melupakannya.
Karena itu kucatat.
Apa? Di mana?
Aku mengukirnya dengan tutup botol di dinding.
Dinding yang mana?
Yang di kanan,
setinggi bahu kalau kau duduk.
Dua, tiga, tiga, satu, tujuh. Dua, tiga, tiga, satu, tujuh.
Dua, tiga, tiga, satu, tujuh.
- Dua, tiga, tiga, satu, tujuh? - Kurasa.
Apakah 23-31-7 atau 23-3-17 atau 2-33-17?
- Aku tak ingat. -Griffin.
Aku tak ingat.
Kau harus coba semuanya.
Dan jangan bersuara.
Ya.
Baik, terima kasih.
Dua, tiga, tiga, satu, tujuh. Dua, tiga, tiga, satu, tujuh.
Tolong! Si Penculik!
Jika kau bicara satu kata saja...
aku akan memotong perutmu di jalanan ini.
Lalu kucekik kau dengan ususmu.
Selamat malam, Anak Nakal.
Suara apa itu?
Samson menggonggong sesuatu.
Tak ada apa-apa. Kembalilah tidur, Max.
Yesus, apa-apaan ini?
Apa-apaan?
Aku minta bantuan dan Kau beri aku petunjuk yang tak berarti.
Dan pagi ini aku bangun tanpa mimpi sama sekali?
Serius, apa masalahMu?
Kau biarkan Penculik menangkap Finney, bukan?
Jangan bilang Kau tidak terlibat, karena Kau memberiku mimpi-mimpi ini.
Kecuali...
Mungkin Kau tidak nyata.
Kurang ajar.
Tidak.
Diam kau.
Sial.
Apa?
Kau mau bicara?
Kau tahu siapa dirimu?
Pertanyaan macam apa itu?
Kau tahu siapa dirimu?
Aku Finney Blake.
Senang bertemu denganmu, Finney Blake.
Di sini. Ini dia.
Ini apa?
Akhir dari mimpi buruk dalam hidupmu yang menyedihkan.
Astaga.
Kau Vance Hopper.
Aku ingat. Kau suka menakutiku.
Percayalah, Finney Blake.
Jika kau tahu apa yang akan terjadi, kau akan takut!
Hari inilah saatnya!
Vance, kau akan kalahkan skor tertinggimu.
Tentu. Sudah kukatakan aku bisa.
Hei!
Bodoh!
Kurang ajar! Kau merusak permainanku!
- Ya, ampun! - Hei!
Kemari, Jalang!
Jangan macam-macam lagi denganku!
BUKA
Kau tahu siapa dirimu?
Pertanyaan macam apa itu?
- Kau tahu siapa dirimu? - Aku Finney Blake.
Senang bertemu denganmu, Finney Blake.
Di sini. Ini dia.
Ini apa?
Akhir dari mimpi buruk dalam hidupmu yang menyedihkan.
Astaga.
Kau Vance Hopper.
Aku ingat. Kau suka menakutiku.
Percayalah, Finney Blake.
Jika kau tahu apa yang akan terjadi, kau akan takut!
Hari inilah saatnya!
Gwenny, cepat. Nanti kau terlambat sekolah.
Maaf, Ayah.
Astaga. Kau Vance Hopper.
Aku ingat. Kau suka menakutiku.
Percayalah, Finney Blake.
Jika kau tahu apa yang akan terjadi, kau akan takut!
Hari inilah saatnya!
Sudah coba menumpuk karpet untuk menjangkau jendela?
Aku sudah coba semuanya.
Tidak semuanya.
Ketika Penculik melihat perbuatanku, habis sudah.
Dia juga tidak terburu-buru denganku.
Apa yang kau lakukan?
Dia keluar uang banyak untuk perbaiki semua kerusakan.
- Apa yang kau lakukan? - Sabar, Bodoh!
Atau kau ada urusan lain saat ini?
Tidak, aku mendengarkan.
Ada stopkontak di kamar mandi, di seberang toilet.
Ya, aku melihatnya.
Di sebelahnya adalah gudang.
Kau tak bisa ke situ
karena ada lemari es besar menghalangi.
Baik.
Bobol temboknya sekitar 60 sentimeter di atas stopkontak
sampai ada panel dengan sekrup.
Lepaskan panelnya, kau masuk lemari pendingin.
Lalu memasuki gudang.
Terima kasih.
Untuk apa?
Untuk menolongku.
Menolongmu?
Ini bukan untuk menolongmu. Terkutuk dia!
Apa?
Hei, Finn. Apa kabar?
Robin?
Hei, Kawan. Jangan menangis.
Aku tak menangis.
Ya, kau menangis. Aku bisa melihatmu.
Kau bisa?
Aku bersamamu. Selama ini aku bersamamu.
Benarkah?
Lelaki tak pernah meninggalkan teman.
Ayahku tak meninggalkan temannya ketika di Vietnam.
Itu sebabnya dia tak pulang.
Aku juga tidak pulang.
Aku takkan meninggalkanmu.
Kita akan kembali bersama.
Lupakan. Kau takkan mati seperti aku.
Aku sudah coba semuanya. Tak ada yang berhasil.
- Belum. -Robin...
Ingat apa yang kukatakan?
Aku harus menonton Texas Chain Saw Massacre?
Sebelumnya.
Suatu hari aku harus membela diriku sendiri.
"Suatu hari" adalah hari ini, Finn.
Hari ini kau akan menolak dirundung.
Aku bukan petarung sepertimu, Robin. Kau pun kalah melawannya.
Kau selalu seorang petarung, Finn.
Itu kemiripan kita, kenapa kita berteman.
Kau takut memukul, tetapi kau tahu cara menerima pukulan.
Dan kau selalu bangkit kembali. Selalu.
Aku tidak cukup kuat.
Harus. Kau akan keluar dari sini.
Jika tak bisa untukmu, lakukanlah untukku.
Kenapa?
Karena aku tak mau mati sia-sia.
Setidaknya aku ingin mati untuk teman.
Karena aku tak bisa membunuh penjahat itu,
lakukanlah untukku.
Caranya?
Kau akan pakai senjata.
Senjata apa?
Yang di tanganmu.
Telepon?
Isi gagangnya dengan tanah.
Isi sepadat mungkin. Buat jadi berat.
Lalu?
Lalu kau berlatih. Lagi dan lagi.
Angkat teleponnya. Mundur dengan cepat.
Lalu maju, mundur, dan ayun.
Cobalah.
- Sekarang? - Ya.
Angkat teleponnya. Mundur dengan cepat.
Maju, mundur, dan ayun.
Lagi. Angkat teleponnya. Mundur dengan cepat.
Maju, mundur, dan ayun.
Lagi. Angkat teleponnya. Mundur dengan cepat.
Maju, mundur, dan ayun.
Lagi. Angkat teleponnya. Mundur dengan cepat.
Maju, mundur, dan ayun.
Kau bisa.
Sekarang isi teleponnya dengan tanah seperti kataku.
Nanti aku masih bisa bicara denganmu?
Ini telepon terakhirku, Finn.
Dari sini kau sendirian.
Aku rindu, Robin.
Maka lakukanlah untukku.
Keluar dari sini.
Pasti.
Selamat tinggal, Finn.
Selamat tinggal, Robin.
Kumohon, Yesus. Kumohon.
Maaf aku bilang Kau tidak nyata. Kau harus nyata. Kumohon.
Kumohon.
(DETEKTIF WRIGHT)
Tolong dengan Detektif Wright.
Tidak mungkin.
Sudah kuduga dia menyembunyikan sesuatu di bawah,
tetapi, astaga.
Tolong.
Bisa hubungi ayahku? Adikku?
Tenang, dia tak di sini. Dia pergi kerja.
Aku Max. Tenanglah.
Pantas dia kesal pagi ini.
Mau tahu bagaimana aku menemukanmu?
Tidak.
Tenang. Kita bisa bicarakan...
(POLISI)
Ini rumahnya?
- Ya. - Kau yakin?
Aku belum pernah melihatnya, hanya di dalam mimpiku.
Pohonnya, pintunya, alamat, gerbang.
- Setiap perincian. - Baik.
Kau, mundur.
Temani dia.
Cepatlah!
Ayo.
Lihat akibatnya.
Aku jadi membunuh saudaraku.
Tidak. Bukan salahku. Aku...
Dia bodoh.
Namun, dia tetap saudaraku.
Maaf, Max.
Sekarang aku harus menaruhmu bersama yang lain.
Kau akan menemukan anak-anak nakal itu.
Buka! Polisi!
Buat apa telepon itu?
Sudah kubilang tak berfungsi!
Biasanya, aku menggunakan pisau.
Namun, kau istimewa, Finney.
Aku akan perlahan.
Aku ingin benar-benar menyakitimu.
Samson!
- Aman. - Aman!
Anjing pintar.
- Kosong. - Salah rumah.
Untukmu.
Selamat datang di akhir mimpi buruk dalam hidupmu yang menyedihkan.
Waktumu sedikit.
Hari inilah saatnya!
Aku tak bisa membunuhmu, maka Finn akan melakukannya untukku.
Lengan Finn kuat!
Tunggu.
Ada rubanah.
Mereka anak-anak yang hilang. Dia menguburnya di sini.
Kurasa dia membunuh mereka di lain tempat.
Kau benar.
- Ke sini. - Ayo.
Berputar ke samping. Kalian, di sini. Sisi ini!
- Ayo! - Rumah di seberang jalan!
Hei. Ikut aku.
Di sini!
Ayo!
Rubanah.
- Bawa anak-anak pergi. - Jaga belakang.
Satu dan dua, ke sini!
- Ada yang lain? - Tahan mereka di pembatas.
Mereka...
Maafkan aku.
Aku...
Aku sangat menyesal.
Maafkan aku.
Namaku Kepala Polisi Walker dari Kepolisian Denver.
Akhirnya mimpi buruk komunitas kita berakhir malam ini
dengan penyelamatan anak Blake yang menghilang,
dan juga ditemukannya 5 jenazah yang diyakini
anak-anak hilang dari area ini.
Berikut fakta kasusnya oleh orang yang memecahkannya.
- Detektif Wright? - Terima kasih, Pak.
Pelaku yang dijuluki Si Penculik punya dua rumah,
satu untuk mengurung para korban
dan rumah kedua di seberang jalan untuk mengubur mereka.
Itukah dia?
Itu dia.
Kau melihatnya?
Kupikir dia lebih besar.
Dia yang membunuh Si Penculik.
Tak mungkin. Si Penculik sekitar 2 meter.
Kudengar dia menusuknya.
Mana mungkin dia mencekiknya mati?
Kapak di kepala. Ayahku polisi. Aku tahu.
Dia memukulinya sampai mati dengan telepon.
Selamat pagi.
Kudengar ada ujian hari ini.
Hai, Finney.
Panggil aku Finn.
-- Diterjemahkan oleh Nazaret Setiabudi -- (Resync/Edited By *Coffee_Prison)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.