All language subtitles for (alluc.ee) Shadow Of A Doubt (1943)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Masuk.

Mr. Spencer. Mr. Spencer, aku tak suka mengganggumu,

tapi kupikir kau harus tahu bahwa ada dua orang datang kemari.

Kedua orang itu mencarimu,

seorang pemuda dan seorang yang sudah berumur.

Mereka kecewa kau tak ada. Aku bilang kau tak ada.

Mereka bilang akan kembali?

Sepertinya mereka tak bilang, tapi kupikir mereka akan kembali.

Hanya saja ketika aku jalan ke toko,

Aku lihat mereka berdiri di sudut jalan.

Mungkin seharusnya aku biarkan mereka masuk, cuman kau bilang kau tak ingin diganggu...

Ya?

Aku yakin mereka akan kembali.

Kau kelihatan lelah dan itu adalah fakta.

Kau sakit kepala atau apa?

Kupikir kau butuh istirahat total, itulah menurutku.

Mr. Spencer, harusnya kau tak biarkan semua uang ini berserakan seperti ini.

Membuatku cemas melihat uang berserakan.

Semua orang di dunia ini tak ada yang jujur.

Harus kukatakan, aku tak punya masalah akan hal ini.

Teman-temanmu bilang agar tak memberitahumu kalau mereka yang menghubungi.

Ingin buat kejutan. Tapi kupikir kau harus tahu akan hal ini.

Ya, ya. Tentu saja.

Kalau mereka kembali, kau persilakan saja mereka masuk.

Ya.

Kau tahu, Mrs. Martin, ini aneh sekali.

Mereka sebenarnya bukan temanku. Mereka tak pernah bertemu denganku.

Aneh, kan?

Memang aneh, seperti yang kau bilang.

Berhubung sekarang aku di sini, aku mau menemui mereka.

Aku mungkin bisa keluar untuk menemui mereka.

Setelah itu, mungkin aku tidak. Belum.

Kau istirahatlah sebentar. Aku akan tutup kordennya.

Apa mau kalian? Jujur saja. Kalian tak bisa mengelabuiku.

Halo, Kantor telegram?

Aku mau kirim telegram untuk Mrs. Joseph Newton

di Santa Rosa, California.

Ini pesannya. Siap?

Rindu kalian semua. Titik.

Hendak tinggal bersama kalian sementara waktu. Titik.

Akan sampai hari Kamis, usahakan untuk menjemputku.

Akan menelegram di waktu yang tepat nanti.

Sayang kalian semua,

dan sebuah ciuman untuk Charlie kecil dari paman Charlie.

Benar. Itu tertandanya. "Paman Charlie."

Benar. Santa Rosa.

Santa Rosa, California.

Ann! Ann, jawab teleponnya.

Kediaman keluarga Newton. Ini dengan Ann Newton.

Halo, Mrs. Henderson. Ini dengan Ann.

Ibu belum pulang.

Telegram?

Aku tak punya pensil, mungkin sebaiknya dia saja yang menghubungimu nanti.

Aku berusaha menjaga pikiranku terbebas dari urusan yang tak penting,

karena aku punya banyak urusan yang harus kuperhatikan.

Urusan yang tak terkira.

Aku akan sampaikan untuk menghubungimu. Terima kasih atas teleponnya.

Sampai jumpa.

Halo, Ann. Mana ibumu?

- Ibu keluar. - Keluar?

Mrs. Henderson baru saja menelepon dari kantor telegram.

Dia bilang kita punya telegram.

Aku mau mencatatnya, hanya saja aku tak bisa menemukan pensil. Aku sudah mencarinya.

Telegram, eh?

Ayah yakin akan ada masalah bila bibimu Sarah berhasil mendapatkan SIMnya.

Di mana kecelakaannya?

Aku tak mencatatnya.

Bagaimana dengan ciuman?

Tidakkah ini aneh sekali?

Inilah aku, masih kecil,

dan aku tak membaca sesuatu yang ayah baca.

Ayah rasa buku itu akan membuatmu bermimpi buruk.

Mimpi buruk? Ayah tak mengerti. Cerita misteri itu...

- Mana Roger? - Keluar. Rata-rata pikiran...

- Mana Charlie? - Keluar.

Tidak, maksudku dia ada di atas di kamarnya.

Jangan terlalu sering membaca. Kau bisa merusak kedua matamu.

Jangan baca buku ayah. Apa yang sedang kau baca?

- Ivanhoe. - Hmm?

Siapa?

Ayah.

Ada apa? Kondisimu kurang sehat?

Tidak. Aku sepenuhnya baik.

Aku memikirkannya berjam-jam,

aku menyimpulkan bahwasanya aku harus menyerah.

Aku benar-benar menyerah.

Apa yang membuatmu berpikir untuk menyerah?

Pernahkah ayah berhenti memikirkan keluarga

yang sudah semestinya menjadi persoalan terpenting di dunia?

Dan keadaan keluarga ini tak berjalan sebagaimana mestinya?

Keluarga kita?

Tentu saja keluarga kita.

Kita hanya menjalani hidup dan tak terjadi apa-apa.

Kita ini keluarga yang membosankan.

Ada di benakku berbulan-bulan.

Apa yang terjadi terhadap masa depan kita?

Sudahlah, Charlie. Persoalannya tak seburuk itu.

Bank menaikkan gaji ayah Januari kemarin.

Uang.

Bagaimana ayah bisa berbicara tentang uang di saat aku berbicara tentang jiwa?

Kita makan dan tidur. Itu saja.

Kita bahkan tak punya perbincangan yang sebenarnya.

- Sekedar berbincang. - Dan bekerja.

Ya. Kasihan ibu. Ibu bekerja seperti anjing.

Sungguh seperti anjing.

Mana dia?

Ibu keluar.

Begitu Ibu pulang, ini akan jadi rutinitas yang sama.

Makan malam, cuci piring, setelah itu tidur.

Aku tak mengerti bagaimana ibu sanggup bertahan.

Ayah tahu, ibu sungguh perempuan yang luar biasa.

Maksudku, dia bukan sekedar menjadi ibu.

Dan kupikir kita musti berbuat sesuatu untuknya.

Bukankah ayah pikir seperti itu?

Ya. Menurutmu apa yang harus diperbuat untuknya?

Oh, tak ada, kurasa.

Kurasa kita hanya bisa menunggu datangnya keajaiban atau yang lain.

Kali ini, Charlie, kau benar. Kau benar sekali.

Ayah akan cari suatu cara...

Oh, aku sudah tak yakin lagi dengan niat yang baik.

Yang aku tunggu saat ini adalah keajaiban.

Oh, Charlie.

Tangga itu curam sekali.

Ada apa, Charlie?

Ada apa, Joe?

Sepertinya...

Aku berubah menjadi gadis tua yang suka mengeluh.

Ibu pergi ke kota dengan topi tua yang jelek di mana ibu sudah janji padaku akan membuangnya.

- Ibu. - Sayang, seberapa pentingnya

topi yang ibu kenakan ini?

Ibu.

Ibu, aku tak mengerti kenapa

ibu membiarkan anak itu berteriak seperti itu.

- Dia... - Ibu mau turun ke bawah.

Joe, apa yang kalian bicarakan berdua sewaktu aku datang?

Sesuatu tentang keajaiban?

Tak ada. Charlie sedikit tak enak badan.

Dia akan baik saja.

Ayo, sayang. Mari turun ke bawah. Tak ada gunanya berdiri di sini.

Aku mau ambil sebotol bir.

Ibu, aku mau ke kota untuk mengirim telegram.

Untuk apa, sayang, siapa yang hendak kau kirimi telegram itu?

Aku tahu ada pribadi mengagumkan yang kan membuat perubahan buat kita semua.

Hanya dialah orang yang bisa menyelamatkan kita.

Kau sudah gila? Apa maksudmu, "menyelamatkan kita"?

Untuk saat ini, hanya dialah sosok yang tepat untuk menyelamatkan kita.

Ibu, Alamat Paman Charlie di mana?

Paman Charlie?

Kau tak akan meminta padanya sejumlah uang, kan?

Tentu saja tidak. Itu takkan membantu kita.

Di mana alamatnya?

Alamatnya yang terakhir...

Kalian tahu berapa banyak langkah yang kubutuhkan

dari sini ke apotik dan kembali pulang?

649.

Tidak. Jika kau lupa, ibu takkan beritahukan padamu.

Aku ingat. Philadelphia.

Tapi, sayang, kau tak bisa meminta orang sibuk seperti dia

datang tanpa ada maksud dan tujuan yang jelas.

Dia akan datang untukku. Namaku sama dengannya.

Lagipula, kita satu-satunya kerabat yang dia punya.

Bila ibu datang ke Fourth Street, ada gedung 802.

Ibu, tebak itu apa?

Ibu tak punya waktu main tebak-tebakkan.

Apa itu di rambutmu?

Aku beritahu ibu,

Meskipun alangkah baiknya bila ada yang bisa menebaknya.

Mrs. Henderson bilang untuk menghubunginya di kantor telegram,

Karena dia bilang kita punya telegram.

Ann, ibu tak berpikir kau harus menaruh bunga ini di belakang telingamu.

Sesuatu bisa masuk ke dalam telingamu.

Emmy, Ann bilang kita punya telegram.

Kupikir kau harus cari tahu akan hal ini.

Mungkin ada yang sakit atau apa.

Mrs. Henderson tak membaca telegram...

Kau bilang ada telegram untukku?

...karena aku tak menemukan pensil.

Saat aku punya rumah sendiri,

maka di dalamnya akan penuh dengan pensil bagus yang tajam.

Apa Mrs. Henderson bilang telegram itu dari siapa?

- Tidak, dia tak bilang. - Menurutku ini aneh.

Kukira dia akan mengatakan telegram itu dari siapa.

Ayo, Ann. Ini kursi ayah.

Aku akan telepon dan mencari tahu.

Bisakah kalian semua diam...sebentar saja.

Halo. Tolong, 181. Aku ingin tahu telegram itu dari siapa.

Tak ada, Operator. 181 saja.

- Kalau itu dari adikku... - Halo?

Mrs. Henderson? Ini dengan Emma Newton.

Ann bilang kau ada telegram untukku.

Bu, ibu tak perlu berteriak.

Sungguh, ayah. Ayah bakal berpikir ibu belum pernah lihat telepon.

Ibu gagal paham dengan ilmu pengetahuan.

Ibu pikir bisa menjangkau jarak dengan berbicara secara keras.

Bagus sekali. Kamis, kau bilang?

Sepertinya ada yang datang.

Siapa yang datang, bu?

Ini sungguh mengejutkan.

Adikku.

Adik lakiku. Tersayang.

Ya, tentu saja, sedikit manja.

Kau tahu bagaimana keluarga selalu memanjakan anak yang paling muda.

Ini sungguh bagus sekali.

Terima kasih banyak, Mrs. Henderson.

Jadi.

Bagaimana menurutmu?

- Charles akan datang. - Siapa?

- Siapa? - Paman kalian Charlie.

Kau bilang "Charles"?

Dan Charlie anak kita pergi untuk mengiriminya telegram.

Sekarang, apa yang membuat dirinya berpikir untuk melakukan di waktu yang sama?

Dan sekarang Charlie pergi.

Halo, Charlie. Baru saja aku telepon rumahmu.

Telegram untuk ibumu.

Sungguh?

Akan di antar oleh Bill Forest, tapi kau bisa membawanya.

Terima kasih.

Dari pamanmu, si manja.

Pamanku? Pamanku Charlie?

Ya.

Mrs. Henderson, kau percaya dengan telepati?

Sudah semestinya. Itu pekerjaanku.

Oh, bukan telegrafi. Telepati alam bawah sadar.

Seperti...bayangkan kau punya keinginan,

dan membayangkan keinginan tentang seseorang yang ingin kau ajak komunikasi.

Kemudian melewati ribuan mil,

di mana orang itu tahu apa yang tengah kau pikirkan kemudian membalasnya.

Dan itu semua adalah alam bawah sadar.

Aku tak mengerti apa yang sedang kau bicarakan.

Aku cuman kirim telegram dengan cara yang biasa.

Dia mendengarku. Dia mendengarku.

- Mr. Otis? Mr. Otis? - Ya?

Anda hampir sampai di Santa Rosa.

Diharapkan sudah siap begitu anda sampai di Santa Rosa.

Aku sudah siap sekarang. Terima kasih.

Kalau begitu aku bawa keluar barang-barang anda.

Bagaimana keadaan anda, Mr. Otis?

Baik sekali.

Sedikit lemas, namun secara keseluruhan baik sekali.

Harry, bilang ke porter kalau kau itu dokter.

Tanyakan apa ada sesuatu yang bisa kau perbuat.

Mungkin kau bisa bantu orang yang malang itu.

Dengar, aku dalam masa liburan.

Porter, suamiku ini dokter, bila ada sesuatu...

Tak perlu nyonya. Kondisinya sangat tak memungkinkan.

Tak ingin dijenguk orang lain.

Aku belum pernah melihatnya secara langsung sejak awal kali kita di dalam kereta.

Kondisimu juga terlihat tak begitu sehat.

Kita sampai. Ayo, anak-anak.

Tutup pintunya. Bagus.

- Kau... - Charlie. Charlie muda.

Awalnya, aku tak mengenalmu. Kupikir kau sakit.

- Sakit? - Kau tak sakit, kan?

Lihat, ayah! Dia di sini!

Paman Charlie, kau tak sakit.

Ini sungguh menyenangkan.

Sakit? Aku, sakit? Joe, bagaimana kabarmu? Tak ada perubahan sama sekali.

Baik, Charles. Kau terlihat baik-baik saja.

Roger. Halo, Ann. Aku yakin kau tak ingat aku.

Aku sedikit mengingatmu. Kau terlihat beda.

Sebaiknya kita bergegas pulang.

Makan malam Emma sebentar lagi sudah siap.

Aku tak berhasil membujuknya ikut ke stasiun.

Makan malam dulu.

Ayo, Roger, bawa kopornya.

- Baiklah, Charles, biar aku yang bawa. - Terima kasih, Joe.

Bagus. Ayo jalan.

Ayo, Roger, bawa masuk kopornya.

Ayo.

Kau yakin kopor itu tak terlampau berat?

Oh, tidak. Tak apa. Aku suka bawa-bawa.

Emma. Jangan bergerak.

Tetaplah di sana, kau tak terlihat seperti Emma Newton.

Kau terlihat seperti Emma Spencer Oakley

46 Burnham Street, St. Paul, Minnesota.

"Perempuan tercantik di komplek itu."

Charles!

- Charlie. - Ibu,

Tak ada penumpang yang turun dari kereta selain paman Charlie.

- Biarkan aku memperhatikanmu. - Hanya kami yang berjumpa dengan penumpang.

Hanya ada satu kamar yang masih dipersiapkan.

Mengharapkan kau bisa meluangkan waktumu.

Oh, Charles, senang sekali kau datang kemari.

Emmy, Emmy, tak perlu menangis.

Membayangkan dirimu memikirkan tentang 46 Burnham Street.

Aku tak memikirkan jalan yang menyenangkan itu sudah bertahun-tahun.

Aku selalu ingat segala sesuatunya. Semua kenangan lama.

Jadi, Emmy, bagaimana penampilannya menurutmu? Masih Charles yang sama, eh?

Roger, Ann, bawa kopor-kopornya yang lain.

Kau bisa menempati kamar Charlie yang ada di depan tangga ini.

Emmy ingin Ann pindah kamar,

tapi Charlie pikir kau akan lebih nyaman di sini.

Ayo, Roger.

Jangan taruh topi di atas ranjang.

Pantangan, Joe?

Bukan, tapi aku tak percaya itu bisa mendatangkan masalah.

Itu bukan kapal pesiar terbesar di dunia,

tapi kapal itu punya tungku perapian kecil yang bagus di ruang pustaka,

dan bagian sisinya terdapat kayu mahoni yang diputihkan.

Kau tekan tombolnya kemudian...

Aku berbicara tentang apa? Sudah berakhir.

mari membicarakan tentang dirimu.

Charlie, ini gaun tercantik yang pernah kutemui.

Kupikir juga begitu.

Charles, kau tak ingat?

Ingat? Ingat apa?

- Paman Charlie, kau yang berikan gaun ini untukku. - Benarkah?

Aku sudah duduk di sini sekian lama hingga lupa sesuatu.

Ann. Roger.

- Lihatlah. - Joe.

Entah apa kau sudah memilikinya atau belum.

Kau tak perlu memikirkan hadiah untukku, Charles.

Hadiah untuk anak-anak saja sudah cukup.

Aku belum pernah punya jam tangan.

Orang-orang di bank akan berpikiran aku ini pesolek.

Aku punya dua untukmu, Emmy, yang satu lama satunya baru.

Oh, Charles. Apa itu?

- Kau tak perlu repot-repot. Sungguh. - Oh, ya.

Oh, Charles.

Cantik sekali.

Aku selalu menginginkannya.

Oh, ibu, itu benar sekali.

Sudah sepantasnya ibu memilikinya.

Lihatlah, Emmy.

Charles. Kau hingga saat ini menyimpan foto ini.

Hingga saat ini, Emmy. Sekian tahun lamanya.

Disimpan di kotak penyimpanan. Tak peduli di mana aku berada.

Kakek dan nenek?

1888.

53 tahun yang lalu.

Bukankah mereka ini manis? Nenek cantik.

Semua orang cantik dan tampan, Charlie.

Di seluruh dunia.

Dunia yang indah. Tidak seperti dunia sekarang ini.

Tidak seperti dunia saat ini.

Menyenangkan saat berusia muda.

Kami semua sekarang bahagia, paman Charlie. Perhatikan kami ini.

Untuk pertama kalinya, kami semua bahagia di waktu yang sama.

Sekarang hadiah untukmu, Charlie.

Aku tak ingin apa-apa. Saat ini, sudah cukup.

Sebelum kau datang, aku tak berpikir punya sesuatu,

namun sekarang aku tak ingin ada yang lain.

Dia gila.

Dia tak bersungguh-sungguh. Sungguh.

Bila kau tanya padaku, kupikir dia bohong, seperti perempuan yang ada di buku.

Para perempuan yang mengatakan mereka tak ingin apa-apa selalu pada akhirnya meminta lebih.

Itulah yang dia harapkan.

Dia tidak gila.

Gadis terpintar di kelasnya di sekolah.

Menang debat melawan sekolah East Richmond tanpa ada bantuan.

Dia cerdas.

Aku serius. Tolong tak perlu beri aku apa-apa.

Sama sekali?

Aku tak bisa jelaskan.

Tapi kau sudah datang kemari, ibu bahagia sekali, dan...

Aku senang ibu menamaiku sama seperti dirimu

dan ibu berpikir kita berdua sama.

Kupikir juga begitu. Aku yakin.

Ini akan merusak segalanya bila kau memberiku sesuatu.

Kau wanita yang aneh, Charlie.

Mengapa ini akan merusak segalanya?

Karena kita bukan sekedar paman dan keponakannya saja. Ada yang lain.

Aku mengenalmu.

Aku tahu kau tak bercerita banyak ke orang lain.

Aku juga.

Aku punya keyakinan bahwa di dalam dirimu,

ada sesuatu yang orang lain tak ada yang tahu.

Sesuatu yang orang lain tak ada yang tahu?

Sesuatu yang rahasia, indah, dan...

Aku akan cari tahu.

Tak baik mencari tahu terlalu dalam, Charlie.

Tapi kita seperti kembar. Tidakkah kau lihat?

Kita harus tahu.

Berikan tanganmu, Charlie.

Terima kasih.

Kau bahkan tak melihatnya.

Aku tak perlu melihatnya.

Apapun yang kau berikan padaku, akanlah sama.

Kemari. Biar kuperlihatkan padamu.

Ini zamrud bagus. Zamrud yang bagus sekali.

Zamrud bagus itu perhiasan terbaik di dunia.

Kau ukir sesuatu di cincin ini, itu yang membedakan.

Tidak, tapi akan kuukir bila kau suka.

Ya, kau mengukirnya, paman Charlie. Tak terlalu jelas.

"T.S. dari B.M."

Ini pasti inisial nama orang.

Aku sudah ditipu. Penjual perhiasan itu menipuku.

Tak masalah. Sungguh.

Mana cincinnya. Akan kuhapus.

Jangan, jangan. Aku suka cincin ini.

Orang lain mungkin bahagia dengan cincin ini.

Oh, cincin ini sempurna.

Kau yang bawa kopinya.

Bernyanyi di meja makan, kau bisa menikahi suami yang gila.

Takhayul terbukti 100% salah.

Ya, aku ingin transfer sejumlah uang dari timur.

Aku bisa simpan di bankmu, Joe, hingga aku membutuhkannya.

Kuharap bankmu menerimanya.

Itulah yang kami lakukan. Mengumpulkan uang sebanyaknya.

Tak bisa janji akan dikembalikan.

Aku ke sana besok pagi untuk membuka rekening,

30-$40,000, sebagai permulaan?

Itu jumlah yang besar.

Dia tak bisa memilikinya lama-lama. Pemerintah akan mengambilnya.

Pemerintah akan mengambil...

Kau jangan berbicara tentang pemerintah, Roger.

Ya Tuhan. Cara orang-orang berbuat sesuatu.

Aku tak bisa mengingat irama yang terngiang di kepalaku.

Mungkin ada yang bisa memberitahuku irama apa itu, aku lupa.

Itu waltz.

Aku tahu, tapi yang mana?

Kalian tahu, ini aneh sekali.

Kadang aku teringat irama itu seperti sekarang ini,

di saat yang sama, aku dengar orang lain menyenandungkannya.

Kupikir irama itu terhubung dari seseorang ke yang lain.

Kau tahu apa itu, paman Charlie?

Tidak, tidak. Aku tak tahu itu apa.

Aku ingat. Aku baru saja ingat.

Itu waltz, dari Victor Herbert.

Victor Herbert tak memainkan irama waltz.

- Dia itu... - Blue Danube waltz.

Oh, ya. Tentu saja.

Tidak, itu bukan, paman Charlie. Aku tahu itu apa. Itu Merry...

Maafkan aku, Emmy.

Tak perlu dipikirkan.

Charles, selagi kami bereskan piring-piringnya,

Kenapa kau tak ke ruang tamu

merebahkan diri ke sofa sambil baca surat kabar malam?

Di sini kau tak cukup banyak membantu.

Joe, ada Herbert.

Ann, Roger. Bantu aku membersihkan mejanya.

Herbert ini teman Joe. Dia kritikus sastra.

Halo, Herb. Sudah makan?

Sudah sejam yang lalu.

Sejam yang lalu, huh?

- Oh, jam. - Ya. Hadiah.

Herb, aku ingin kau berkenalan dengan adik iparku.

Charles, dia ini Herb Hawkins.

Senang mengenalmu, Mr. Hawkins.

Baik, terima kasih.

Bagaimana keadaan ibumu, Herb?

Baik-baik saja.

Permisi, Herb.

Terima kasih. Aku sedih ibumu tak kunjung sehat.

- Terima kasih, sayang. - Oh, ya.

- Ini, sayang. - Terima kasih.

Menjalani hidup yang nyaman.

Aku harus pergi melihat apa yang Charlie lakukan.

Adik istriku dari timur. Orang New York.

Bagus untuk anak-anak. Kau paham maksudku?

- Kunjungan bisnis? - Dia jalankan sendiri dengan sungguh-sungguh.

Bagaimana perkembangannya?

Kau sudah baca yang satu ini?

Orang Prancis ini mengalahkan semuanya.

Kau bisa bicara yang kau suka tentang Sherlock Holmes.

Orang Prancis ini mengalahkan semuanya.

Aku sudah baca.

Gelembung udara tentunya tak bisa membunuh seseorang.

Di samping itu para penulis itu terlalu mengada-ngada.

Cara terbaik melakukan pembunuhan..

Aku tahu. Aku tahu.

Memukul kepala mereka dengan benda tumpul.

Memang benar, kan? Dengar.

Jika aku berniat membunuhmu besok,

Kau pikir aku akan membuang waktuku dengan injeksi yang berlebihan?

- Atau dengan inee? - Apa itu?

Panah racun. Panah racun Indian.

Dengar. Aku akan cari tahu apa kau sedang sendirian, masuk ke dalam,

memukul kepalamu dengan pipa atau tongkat...

Apa tak ada yang aneh dari itu?

Mana rencanamu? Mana petunjukmu?

Aku tak ingin adanya petunjuk. Aku ingin membunuhmu.

Untuk apa aku butuh petunjuk?

Bila kau tak punya satupun petunjuk, mana bukumu?

Aku tidak berbicara tentang buku tulisan.

Aku berbicara tentang membunuhmu!

Jika aku berniat membunuhmu,

Aku tak akan melakukan tindakan bodoh seperti memukul kepalamu.

Pertama, aku tak ingin ada sidik jari.

Tentu saja, aku bisa kenakan sarung tangan,

membuatmu memegang pipa itu setelah kau mati,

agar terlihat kau seperti bunuh diri.

Kecuali itu tak seperti kau memukul dirimu hingga tewas dengan sebuah pentungan.

Aku membunuhmu seolah bukan aku yang membunuhmu.

Oh, Ann?

- Apa? - Kemari.

Kau pernah menjumpai rumah yang terbuat dari surat kabar?

Sebentar.

Kau ambil satu lembar.

Lihat? Kau robek yang ini.

Kau robek yang ini.

Kau lipat kemari. Bagian selanjutnya.

Lipat bagian ini di sini.

Berdirikan.

Sekarang pintunya.

Sebentar... Selesai.

Aku bukan anak kecil lagi.

Lagipula itu surat kabar ayah.

Oh, Roger, lihat apa yang kami punya.

Gudang gandum merah yang bagus.

Kau robek surat kabar ayah.

Oh, tak apa.

Dibentangkan lebar-lebar.

Tak kan ada yang tahu kalau ada yang kurang.

Apa yang kalian berdua lakukan? Kalian tahu itu surat kabar ayah.

Oh, ini salahku, Charlie. Aku perlihatkan ke mereka permainan yang sederhana.

Tak kepikiran kalau ini surat kabar Joe.

Oh, tak apa.

Ini halaman pertama, lima, delapan...

Apa yang kalian lakukan dengan halaman ketiga dan keempat?

Kami tak pernah memegangnya.

- Sungguh. - Hanya paman Charlie yang pegang surat kabar itu.

Kurasa tak ada masalah.

Kalau aku melipatnya dengan sangat rapi. Mungkin ayah takkan tahu.

Masuk.

Aku membawakanmu air.

Oh, terima kasih, Charlie. Kau baik sekali.

Mimpi indah.

Paman Charlie, aku tahu rahasia tentang dirimu, kau takkan mengira aku mengetahuinya.

Rahasia apa?

Ingat waktu aku berkata kau tak bisa sembunyikan apa-apa dariku

karena aku akan mengetahuinya?

Sekarang aku tahu kalau ada sesuatu di surat kabar itu tentang dirimu.

Tentangku di surat kabar itu?

Tentangmu.

Itulah kenapa kau gunakan permainan dari koran itu bersama Ann dan Roger.

Kau tak ingin kami tahu dan kau ingin merobek surat kabar itu.

Sekarang aku sudah tahu. Sebaiknya kau ceritakan padaku.

Kau sudah tahu ternyata, Charlie.

Hanya saja itu bukan tentangku. Itu tentang seseorang yang sebelumnya aku kenal.

Ini!

Itu bukan urusanmu.

Paman Charlie, kau menyakitiku.

- Oh, Charlie. - Tanganmu.

Charlie, aku tak bermaksud menyakitimu.

Aku benar-benar bodoh.

Itu bohong. Hanya gosip.

Tak begitu baik tentang orang yang pernah kutemui itu.

Tak seharusnya kau baca.

Lupakan.

Selamat malam, Charlie muda.

Selamat malam, paman Charlie. Mimpi indah.

Berapa lama paman Charlie tinggal di sini?

Selamanya, kuharap.

Tidakkah dia punya rumah sendiri?

Aku tak keberatan kau tidur di sini,

tapi aku tak pernah bisa berbuat apa-apa sewaktu aku butuh sedikit privasi.

Sebaiknya kau lekas tidur, sayang.

- Kau bilang kau sudah berdoa? - Aku lupa.

Sebaiknya kau berdoa.

Aku rebahkan diriku untuk tidur, aku berdoa Tuhan agar jiwaku terus dijaga...

Jangan mendoakan orang terlalu banyak. Sudah larut malam.

Aku berdoa Tuhan agar jiwaku dijaga.

Tuhan memberkati ibu, ayah, kapten Midnight,

Veronica Lake, dan presiden Amerika.

Kau tak bisa mendoakan mereka semalam suntuk, sayang.

Dan paman Charlie. Amin.

Siap untuk makan pagi?

Oh, kopi, Emmy.

Karena aku tak tahu caramu memakannya.

Aku tak bisa menikmati makan di tempat tidur.

Tentu saja, aku harus makan di tempat tidur sewaktu aku melahirkan anak-anak,

tapi aku tak pernah bisa menikmatinya.

Aku tak bisa lihat dunia di pagi ini.

Aku harus minum kopi sebelum aku bicara.

Aku tak ada masalah memanjakanmu di awal pagimu ini,

tapi kupikir hanya dirimu saja di kota ini yang makan pagi pukul 10:30.

Selagi kau tertidur,

Ada telepon dari surat kabar untuk wawancara.

Mewawancaraiku?

Perkumpulan perempuan yang aku ikuti ingin kau menyampaikan sepatah dua kata ke mereka.

Perkumpulan perempuan.

Oh! Oh, kau belum mengeluarkan barang bawaanmu.

- Akan kukeluarkan untukmu. - Mana Charlie?

Dia mondar-mandir di rumah seperti orang gila.

Dia pikir semuanya butuh perubahan.

Tapi yang ingin aku sampaikan padamu

bahwa bukan dirimu saja selebriti yang ada di kota ini.

Seluruh keluarga Newton akan jadi pusat perhatian.

Apa yang sedang kau rencanakan?

Anak muda yang menelepon pagi ini, memberitahukan namanya Graham,

dia ingin mewawancarai semua yang ada di rumah ini.

- Mewawancarai semua? - Itu yang dia bilang.

Dia ditugaskan mengelilingi kota

oleh suatu institusi, komite, atau yang lain.

Dia ingin memilih representasi dari keluarga Amerika

dan mengajukan mereka pertanyaan.

Semacam poling.

Disebut survey nasional publik.

Heran bagaimana bisa dia memilih keluarga ini?

Dia bilang dia ingin sebuah representasi keluarga Amerika.

Sudah kubilang padanya kami ini bukan representasi keluarga Amerika.

Kalau dia ingin mengajukan banyak pertanyaan, dia bisa menjauhkanku dari itu semua.

Tapi kau bisa ceritakan padanya jauh lebih banyak dari kami.

Dia juga ingin mengambil foto kami.

Foto.

Bukankah itu bagus?

Kau tahu, sebenarnya ada dua anak muda.

Salah seorang dari mereka yang mengambil foto.

Oh, ada dua orang.

Ya Mr. Graham orangnya baik sekali.

Dia tak ingin kami berdandan.

Dia ingin kami bersikap seperti biasanya.

Emmy, wanita itu memang bodoh. Mereka mengacaukan semuanya.

Kenapa kau ijinkan dua orang asing datang ke rumahmu

mengorek segala sesuatu yang ada di sini?

Kenapa harus ceritakan keluarga ini ke kedua orang yang ingin tahu urusan orang lain itu?

Sebaiknya kau pertimbangkan lagi.

Charles, aku...

Selamat pagi, paman Charlie.

Selamat pagi, Charlie.

Ibumu menceritakan padaku tentang keluarga Newton

yang terpilih sebagai keluarga Amerika yang bodoh.

Apa yang kau tahu akan hal ini?

Oh, Charlie tak ada di sini sewaktu mereka kemari.

Tapi sungguh, Charles, seperti yang Mr. Graham bilang,

Ini sama sekali bukan mencari tahu urusan orang lain.

ini kewajiban kita selaku warga negara.

Sesuatu yang diinginkan pemerintah.

- Pemerintah? - Mungkin tidak sepenuhnya,

melainkan untuk kebaikan masyarakat.

Sewaktu aku ceritakan ke mereka tentang dirimu dengan segala tempat yang kau singgahi,

dia sangat tertarik.

Sekarang, dengar, Emmy. Aku tak ada urusannya dengan ini.

Aku hanya tamu di sini, saranku padamu

batalkan sesi wawancara itu.

Tak bisa kulakukan.

Kau tak harus menemuinya kalau kau memang tak mau.

Kupikir ini menyenangkan.

Dia akan ambil foto kalian, setelah itu kita bisa memilikinya secara cuma-cuma.

Tidak, terima kasih. Aku belum pernah difoto selama hidupku,

dan aku tak mau difoto.

Oh, Charles, bagaimana kau bisa berkata seperti itu?

Aku punya fotomu. Kuberikan kepada Charlie.

Sudah kubilang, tak ada.

Kurasa kau lupa foto yang satu ini.

Ambil fotonya, Charlie.

Yakin kau tak ingat?

Tentu saja. Aku tak pernah ingat pernah difoto.

46 Burnham Street.

Diambil saat hari natal sewaktu kau dapat sepeda.

Tepat sebelum kau kecelakaan.

Paman Charlie, kau manis sekali.

Benarkah, sungguh? Anak pendiam, selalu membaca.

Aku selalu bilang ke ayah bahwa tak seharusnya ayah membelikanmu sepeda.

Kau tak tahu cara menaikinya.

Charlie, pada waktu itu menaikinya di jalanan yang bersalju

tergelincir menabrak kereta trem.

Kami pikir dia akan mati.

Aku bersyukur dia selamat.

Dia hampir saja tewas.

Tulang kepalanya retak, dia terbaring cukup lama.

Setelah itu, begitu keadaannya membaik, tak ada yang sanggup mencegatnya.

Itulah penyembuhan terlama yang dia alami,

terlalu lama untuknya, dia membuang-waktu dengan kekonyolan yang dia buat.

Setelah itu dia tak terlalu sering membaca.

Butuh waktu yang sangat lama sewaktu dia mengalami kecelakaan itu.

Setelah itu beberapa hari kemudian, ketika foto itu sampai ke rumah,

Ibu menangis.

Ibu ingin tahu apa dia akan terlihat seperti sebelumnya.

Ibu ingin tahu apa dia akan sama seperti sebelumnya.

Apa gunanya menoleh ke belakang?

Apa gunanya melihat ke depan?

Yang penting adalah saat ini.

Itu filosofiku. Saat ini.

Kalau saat ini yang penting, sebaiknya kau habiskan makananmu

lalu pergilah ke bank karena Joe sudah menunggumu.

Charlie, jangan pulang terlambat.

Karena orang yang mewawancarai itu akan datang pukul 4:00.

- Selamat pagi, Charlie. - Halo, Madge.

Selamat pagi, Charlie.

Halo, Catherine.

Kau lihat cara mereka memperhatikanmu?

Aku yakin mereka penasaran dengan siapa dirimu.

Paman Charlie, aku suka jalan bersamamu. Aku ingin semua orang melihatmu.

Itu ayah di etalase sebelah sana.

Halo, Joe.

Bisakah kau berhenti melamun untuk memberi perhatian padaku?

Charles, kita jangan bergurau seperti ini di sini.

Apa ada sedikit kerugian dalam pembukuan di akhir bulan?

Kasir bank yang bagus sanggup menutupi sedikit kerugian itu.

Benar seperti itu, Charlie?

Paman Charlie, kau keterlaluan. Semua orang bisa mendengarmu.

Bagus mereka dengar, kita semua tahu bank itu seperti apa.

Terlihat baik-baik saja untuk orang luar,

tapi tak ada yang tahu apa yang terjadi jika pintunya terkunci.

Tak bisa membodohiku.

Jadi, Joe, ayo temui presidenmu.

- Masih ingin buka rekening, Charles? - Itulah alasanku kemari.

Kau tunggu di sini,

Aku mau lihat apa Mr. Greene masih sibuk.

Charles, dia tak suka banyolan tentang bank.

$40,000 itu bukan banyolan. Tidak untuknya, aku yakin itu.

Bagiku itu banyolan.

Seluruh dunia banyolan bagiku.

Aku akan kembali.

Tak seharusnya kau ejek ayah seperti itu.

Aku tak mengejeknya. Aku hanya tak suka dengan situasi yang formil.

Mereka melambai ke kita untuk ke sana.

- Halo, Mr. Greene. - Halo, Charlie.

Mr. Greene, dia adik iparku, Mr. Oakley.

- Apa kabar? - Apa kabarmu, Mr. Oakley?

Mr. Greene, aku berniat tinggal di sini untuk sementara waktu.

- Kota yang bagus. - Kota yang bagus.

Menurut kami juga. Apa kegiatanmu di sini, Mr. Oakley?

Kurasa kau bisa menyebutku promotor.

Sudah kudapatkan semuanya.

Cuman masalah yang kutemui

ketika aku dapat sejumlah uang, aku tak berminat menggunakannya.

Tak berminat dengan uang?

Kau tahu banyak sepertiku, Sepengalamanku ada banyak uang bertebaran

menunggu ada orang yang mengambilnya.

Kupikir mungkin aku bisa taruh uang tak terpakaiku ke tempat penyimpanan.

Tentu saja, aku memikirkan bank tempat Joe bekerja.

Uang tak terpakai?

Aku punya kebiasaan membawa banyak uang bersamaku sewaktu aku bepergian.

Kebiasaan yang beresiko, Mr. Oakley.

Tak pernah hilang sepeserpun dalam hidupku, Mr. Greene.

Kurasa langit melindungi orang-orang bodoh dan para begundal.

Ya.

30, 35, 40...

$40,000. Bisa kita mulai dengan 40?

Bila kau bersedia tulis di lembar penyetoran, Mr. Oakley.

Detil.

Aku senang berjumpa dengan orang yang paham secara detil, Mr. Greene.

Itu amat penting bagiku.

Amat penting. Semua harus detil.

Oh, sayang. Maafkan aku. Aku tak tahu kau sibuk.

Kami bisa kembali.

Masuk, kau terlanjur di sini. Masuklah.

Mrs. Greene, aku ingin dirimu berkenalan dengan pamanku, Mr. Oakley.

Paman Charlie, dia Mrs. Greene dan Mrs. Potter.

Mrs. Greene. Nona Potter.

Mrs. Potter.

Ada sesuatu tentang dirimu yang membuatku berpikir...

Ya?

Kau mau apa, Margaret?

Kami hendak belanja

aku cuman punya lima dolar, jadi aku...

Ada satu kelebihan menjanda.

Kau tak perlu meminta suamimu lagi uang.

Ini uangnya.

Oh, terima kasih.

Sampai jumpa, Mr. Oakley.

- Mrs. Potter. - Sampai jumpa, Mrs. Greene.

Ini, Mr. Greene.

Charlie, ayo jalan-jalan ke kota sekalian makan siang.

Sampai jumpa, Mr. Oakley.

- Sampai jumpa, Mr. Greene. - Hubungi kami untuk sarannya kapan saja.

- Terima kasih. - Joe, kau bisa antar Mr. Oakley keluar.

Joe, terus semangat. Kau bisa peroleh pekerjaannya beberapa tahun lagi.

Ini orangnya.

Mereka pasti pewawancara itu.

Mereka datang sejam lebih awal.

Aku tak mau bertemu mereka.

Tak perlu khawatir. Kau tak perlu bertemu mereka kalau memang kau tak mau.

Aku tahu kau tak mau.

Cara mereka menghubungi ibumu.

Kupikir dia bisa pertimbangkan kembali.

- Apa kabar? - Apa kabar?

Kalian pasti orang yang ingin mewawancarai kami.

Namaku Graham, nona Newton.

- Apa kabar? - Dia Fred Saunders.

- Apa kabar? - Silakan masuk. Aku mau panggil ibuku.

Terima kasih.

Ibu, orang dari pemerintahan sudah datang.

Silakan duduk.

Tapi kau bilang 4:00. Saat ini belum siap.

Suamiku masih di bank dan rumah...

Ini saja yang ingin kami tahu, Mrs. Newton. Foto keadaan rumah.

Saunders sudah mulai menyiapkan,

sedangkan aku ingin ajukan beberapa pertanyaan, bila anda tak keberatan.

Baiklah, tapi kuharap kau bisa menunggu

hingga aku dapatkan rumah ini terlihat sebaik mungkin.

Aku ingin bunga-bunga di sini juga gorden baru di dapur.

Dan ada banyak tempat yang aku tak ingin kau memfotonya.

Kuyakin anda akan bilang kalau anda pemlilik rumah ini?

Milikku? Rumah ini milik kami.

Kupikir tak perlu buru-buru memperbaiki rumah ini,

ada suatu dinding yang mulai retak-retak.

dinding itu perlu cat baru dan...

Mr. Saunders, maafkan aku,

tapi kau tak bisa mengambil foto dengan kursi itu.

Butuh kain penutup baru.

Berjumlah enam orang keluarga anda?

Lima.

Lima? Tapi...

Pamanku cuman berkunjung.

Sudah kubilang. Dia dari timur kemari cuman berkunjung.

Tulis saja lima,

karena pamanku tak ingin diganggu dengan banyak pertanyaan.

Kau tahu, dalam suatu survey, kami selalu...

Dia tak tertarik dengan survey,

aku sudah janji kalau dia takkan diganggu.

Kami ingin jika kami bisa mewawancarai kalian semua.

Pendapat kalian, apa kegiatan kalian, dan apa yang ingin kalian lakukan.

Pendapat pamanku tidak biasa,

aku tak yakin itu bisa membantumu.

Di samping itu, ketika ada yang meminta privasi,

sudah sepantasnya mereka mendapatkannya.

Maksud dari semua ini adalah...

Mr. Graham, mungkin sebaiknya kau pilih keluarga yang lain.

Kami lakukan apapun yang kau minta, tentu saja,

tapi keluarga ini sepertinya baik...

Sebuah keluarga yang baik.

Charlie, kenapa kau tak biarkan anak muda ini melakukan tugasnya, selama mereka ada di sini?

Baiklah.

Baiklah. Saunders, silakan ambil foto yang lain.

Mrs. Newton, mungkin anda bisa memberitahuku

perkumpulan juga organisasi apa yang anda dengan suami anda ikuti itu.

Bagaimana dengan foto di dapur?

Kupikir keadaan dapur tidak seperti yang aku inginkan.

Mari.

Sekarang, apa anda akan mulai pecahkan telurnya, Mrs. Newton.

Kau jangan mengawali membuat kue dengan memecahkan telur.

Kau harus taruh mentega dan gula lebih dulu.

Kau tahu, entah dengan atau tanpa survey,

aku takkan mengawalinya dengan memecahkan telur.

Aku ingin buat kue maple.

Adikku Charles suka kue maple.

Apa profesi adik anda, Mrs. Newton?

Oh, kurasa dia mengerjakan semuanya.

Maksudmu, apa profesinya?

Oh, dia hanya berbisnis. Kau tahu, seperti yang lain.

Suamiku saat ini, dia kerja di bank,

tapi kupikir Charles hanya berbisnis saja.

Mr. Saunders, bila kau sungguh ingin memfotoku dengan memecahkan telur,

kau harus tunggu hingga aku campurkan mentega dengan gulanya.

Aku tunggu.

Aku ingin tahu apa kami bisa lihat-lihat ke lantai atas?

Bisa kau antar kami, dan ibumu bisa memanggil kami begitu dia siap?

Baiklah.

Bila kau bersedia menunggu, Mr. Saunders, kau akan melihat

kocokkan telur sebentar lagi akan selesai.

Aku tak bisa biarkan telur ini begitu saja.

Sewaktu kudengar anda pecahkan telurnya,

Aku akan turun, Mrs. Newton.

Ya.

Aku sungguh tak mengerti apa yang ingin kalian cari di sini.

Kamar siapa ini?

Kamarku. Saat ini ditempati pamanku.

Aku ingin lihat kamarmu itu seperti apa.

Khusus wanita, kamar yang khusus.

Khusus untuk permintaanmu. Pamanku sedang istirahat.

Aku tak ingin mengganggunya.

Ada tangga belakang?

Di sebelah ruangan.

Aku berani bertaruh 50 sen pamanmu tak ada di dalam.

Taruhan yang menggelikan.

Yang ingin kau lakukan adalah memfoto kamarku, kan, Mr. Saunders?

Benar.

Lagipula, aku tahu pamanku ada di dalam.

Baiklah, aku masih yakin dia tak ada di dalam. Biar kuketuk pintunya.

Aku saja.

Paman Charlie?

Paman Charlie, boleh kami masuk?

Lihat?

Kau benar.

Kamar yang bagus. Keberatan jika aku ambil 1-2 foto selagi dia tak ada di sini?

Aku sebenarnya tak ingin mengganggu pamanmu.

Kupikir juga begitu.

Tapi aku sungguh tak bisa bayangkan ada orang lain tertarik dengan kamarku.

Ini tidak seperti yang aku mau.

Aku ingin punya kamar yang semuanya putih. Kuning dan putih.

Biarkan dia bekerja dengan tenang.

Di samping itu, aku ingin bicara denganmu.

Kau tahu, kau telah memilih kami sebagai sebuah keluarga biasa

membuatku merasa ada yang aneh.

Perasaan aneh seperti apa?

Oh, entahlah.

Kurasa aku tak suka jadi wanita biasa di sebuah keluarga yang biasa-biasa.

Keluarga biasa adalah yang terbaik. Lihatlah aku. Aku berasal dari keluarga yang biasa.

Seperti kami?

Tentu. Lagipula, aku tak berpikir kau itu wanita yang biasa-biasa saja.

Itu karena kau bertemu denganku saat ini daripada beberapa hari yang lalu.

Aku tinggal di tempat sampah,

Setelah itu paman Charlie datang dan mengubah segalanya.

Tapi kata ibumu dia tinggal di sini baru kemarin malam.

Mungkin kau pikir itu...

Aku tak berpikir seperti itu. Aku tahu.

Ini aneh, sewaktu kucoba, memikirkan perasaanku,

Aku selalu kembali ke paman Charlie.

Kau hendak mengatakan padaku kalau dia itu bukan orang baik-baik?

Oh, bukan. Aku...

Mr. Saunders?

Aku siap dengan telurnya.

Mudah-mudahan Mr. Saunders tidak memindahkan apa-apa di dalam.

Pamanku orangnya teliti dan cerewet.

Saunders juga teliti dan cerewet.

Inikah pamanmu yang kau ceritakan pada kami itu?

Ya, benar.

Sekarang, satu foto untuk ruangan.

Mr. Saunders telah mengambil foto kamarku.

Kakakku bilang padaku untuk mengingatkan kalian hal yang berkaitan dengan telur dan kue.

Aku tak suka difoto.

Aku harus minta film itu darimu.

Paman Charlie.

Berikan padaku.

Berikan padanya, Fred.

Sayang sekali. Ada foto Mrs. Newton di film ini.

Permisi.

Mr. Saunders, aku siap mengocok telurnya.

Aku tak bisa biarkan telur ini lebih lama lagi.

Itu rolku yang terakhir.

Mr. Saunders telah memfoto paman Charlie secara tak sengaja,

lalu paman Charlie meminta film itu diberikan padanya.

Kurasa dia tak bercanda kalau dia tak ingin difoto.

Kami tak ingin menyulut pertikaian keluarga.

Aku akan minta anda buat kue lagi besok, Mrs. Newton.

Mr. Saunders, aku tak bisa buat kue lagi besok.

Aku ingin membantu suatu pekerjaan yang penting,

aku tak bisa lagi membuat kue.

Anda sudah membantu, Mrs. Newton.

Sekarang aku harap anda bisa melakukan sesuatu untukku.

Bisa kupinjam putri anda untuk malam ini?

Aku ingin jalan-jalan ke kota sebentar.

- Ann? - Charlie.

Ann lebih baik. Ann tahu segala hal tentang semua orang.

Charlie.

Bila Charlie tak keberatan.

Aku tak keberatan.

Bagus.

- Sampai jumpa, Mrs. Newton. - Sampai jumpa.

- 6:30? - 6:30.

Baiklah. Sampai jumpa.

Sampai jumpa, Mr. Saunders.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Sepertinya dia anak muda baik-baik.

Ibu pikir kau akan pergi ke bioskop dengan Catherine.

Aku akan bilang aku tak enak badan atau yang lain.

Halo, Charlie.

- Halo, Catherine. - Halo, Shirley.

Halo.

- Dia Jack Graham. Baru di kota. - Apa kabar?

- Apa kabar? - Halo.

Bagaimana lehermu, Charlie?

Mendingan. Terima kasih.

Bill Forest bertanya tentang dirimu.

Bill Forest?

- Kalau begitu sampai jumpa. - Sampai jumpa.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Aku tahu kau siapa, sungguh. Kau detektif.

Ada suatu masalah, kau detektif.

Charlie, dengar.

Aku tak mau dengar.

Kau sama sekali bukan menyurvey.

Kau bohong pada kami. Kau membohongi ibu.

Kau hanya ingin bisa masuk ke rumah kami. Polisi.

Itulah yang sebenarnya.

Apa yang kau inginkan dari kami? Apa yang kau lakukan di sini, membohongi kami?

Dengar, Charlie, kau harus mendengarkanku. Kau harus percaya padaku.

Kau tak berbuat hal yang lain selain berbohong?

Mungkin kau tak ingin mengajakku keluar semalaman,

seperti yang aku kira.

Kau hanya ingin agar bisa menanyaiku dengan banyak pertanyaan.

Sudahkah aku menanyaimu banyak pertanyaan?

Baiklah, aku detektif. Detektif yang jahat sekali.

Sekarang, kau mau mendengarkanku?

- Mengapa harus aku, kau telah bohong padaku. - Aku terpaksa.

Ketika aku datang ke kota ini untuk mencari seseorang, aku tidak memperhitungkanmu.

Aku tidak memperhitungkan ibumu ataupun keluargamu.

Mencari seseorang? Seseorang apa?

Ada orang lari di kota ini. Kami mengejarnya.

Kami tak tahu banyak tentangnya. Kami bahkan tak tahu orangnya seperti apa.

Charlie, pikir. Seberapa lama kau kenal pamanmu?

Dia adik ibuku. Apa urusannya dia dengan ini?

Orang yang kami cari itu mungkin pamanmu.

Oh, aku tak percaya padamu. Pergi dan tinggalkan aku sendiri.

Kami memburu seseorang. Mungkin pamanmu itu orangnya.

Kami mengikutinya, kami yakin itu dia.

Di timur, ada orang sebelumnya yang tengah dalam pengejaran,

pengejaran menyusuri Massachusetts hingga Maine.

Mungkin dia orangnya.

Pamanku tak berbuat apa-apa.

Dia tahu itu akan membunuh ibuku kalau dia melakukannya.

Dia adik laki ibu yang paling muda, sama seperti Roger adikku.

Kenapa kau tak tangkap orang itu di timur?

Kenapa kau tak pergi tinggalkan kami semua?

Charlie, sewaktu kita makan malam dan membicarakan tentang keluarga kita,

apa yang kita lewati, apa yang kita rasakan,

Kita seperti dua orang yang biasa-biasa saja, kan?

Maksudku, kita berdua saling menaruh perhatian yang sama.

Kau suka padaku. Aku yakin itu. Aku suka padamu.

Itu tak penting sekarang.

Apa maksudmu, "Itu tak penting"?

Ada satu hal yang penting.

Jika bukan karena dirimu, kau tak berpikir aku akan peduli

bagaimana atau kapan aku membekuk pamanmu.

Karena jika benar dia orangnya, aku akan menangkapnya, Charlie.

Camkan itu.

Kau harus tutup mulut.

Kau akan tutup mulut karena kau gadis baik-baik.

Karena kau gadis baik-baik yang akan membantuku

jika kau tahu kalau pamanmu itu orang yang kami cari.

Aku tak akan membantumu.

Aku yakin kau akan membantuku.

Aku berusaha membuatnya lebih mudah untukmu.

Jika pamanmu itu orang yang kami cari,

kami akan membawanya keluar dari kota secara diam-diam.

Kami tak mau menangkapnya di sini.

Menangkapnya di kota ini? Lalu ibu?

Aku sudah bilang kami tak mau.

Kumohon, Charlie.

Aku tak akan bilang apa-apa.

Antar aku pulang!

Selamat malam, Charlie.

Akan jadi menyenangkan saat kau tahu kau itu salah.

Selamat malam.

Chyrus Collection

Halo, Charlie. Baru pulang?

Oh, ya, ayah.

Senang sekali di luar, aku bisa dapat udara segar sebelum aku tidur.

Sebaiknya lekas kau masuk ke dalam, sekarang.

Pamanmu Charlie menanyakanmu.

Kupikir aku mau naik ke atas lewat tangga belakang.

Aku lelah dan tak ingin mengobrol.

Baiklah. Buat dirimu nyaman.

Jaga diri ayah.

- Selamat malam, Herb. - Selamat malam, Charlie.

Selamat malam, Charlie.

Kita bicara apa barusan, Herb? Aku tahu apa?

Kau merasa ada yang aneh

tentang kopi yang kau minum di rumahku malam ini?

Tidak. Terasa biasa saja.

Itulah maksudku. Bukan seperti biasanya.

Menuangkan sesuatu di dalamnya?

Menuangkan sedikit soda.

Kurang lebih jumlahnya sama yang kan kugunakan bila aku ingin tuangkan racun.

Kau tak bilang. Aku belum pernah merasakannya.

Tentu saja, mungkin aku tak tahu itu soda.

Kau tahu itu soda lebih dari kau merasa itu racun.

Dari yang kau tahu itu, bisa saja kau sudah mati sekarang.

Kau belum tidur, Ann?

Charlotte, kau sedang apa?

Aku cari resep yang kupikir aku sudah melihatnya,

tapi sudah robek parah...

Mereka punya surat kabar di perpustakaan. Ada yang baru juga yang lama.

Nyonya Corcoran bisa memperlihatkannya padamu.

Dia takkan tahu andai kau merobeknya, resep kan kecil.

Itu tak penting.

Jam berapa perpustakaan tutup?

Bila kau baca sebanyak yang kau mau, kau akan tahu tutupnya pukul 9:00.

Kupikirkan nanti, mungkin aku ke sana besok.

Sebaiknya kau lekas tidur, Ann.

Kembali! Kembali! Kembali!

Sebentar, Charlie. Kau pikir untuk apa aku ada di sini?

Maafkan aku, Mr. Norton.

Baiklah. Pergilah.

Oh! Nyonya Corcoran, tolong biarkan aku masuk!

Oh, tolong!

Terima kasih.

Sungguh, Charlie. Kau tahu kalau perpustakaannya tutup pukul 9:00.

Jika kubuat pengecualian, aku bisa dapat pengunjung ribuan.

Maafkan aku, Mrs. Corcoran,

tapi ada berita di surat kabar yang harus kulihat.

Aku tak habis pikir denganmu, Charlie. Tak ada pengecualian.

Oh, aku cuman sebentar.

Kau bisa setiap hari datang kemari, Charlie.

Aku tak mengerti kenapa kau bergegas kemari malam ini seperti orang gila.

Aku beri kau waktu cuman tiga menit.

Tak mungkin ada sesuatu yang mengerikan.

Kan kubuktikan itu bukan dia.

Halaman tiga...

Di mana keberadaan pembunuh janda kaya itu?

Pencarian ke seluruh negara tengah berlangsung demi pelaku pencekikan tiga janda kaya

Keberadaan pelaku yang disebut pembunuh "Janda kaya",

pelaku pencekikan tiga janda kaya, sebuah pertanyaan yang sulit buat detektif saat ini yang memimpin pencarian lintas negara demi si pelaku.

Sejauh ini telah berhasil mengelabui para detektif, pelaku yang belum teridentifikasi ini berhasil melarikan diri dari satuan kepolisian negara bagian timur,

namun pemberitaan seputar penangkapannya di nanti-nanti setiap harinya.

Para detektif melakukan pengejaran terhadap kedua orang, satu di antara mereka diyakini pelaku yang sesungguhnya.

Kenyataannya bahwa semua korbannya adalah janda kaya yang bagi kepolisian pelakunya dikenal sebagai pembunuh "Janda Kaya"

Korbannya yang terakhir, tanggal 12 Januari, di Gloucester, Mass, adalah Mrs. Bruce Matthewson,

mantan bintang komedi musikal, dikenal oleh para pemerhati di permulaan abad ini sebagai "si cantik Thelma Schenley."

- Halo. - Mana Charlie?

Dia masih tidur. Aku tak mau bangunkannya.

Charlie masih tidur?

Tidak, dia baru bangun.

Tak seharusnya kubiarkan dia tidur lama-lama,

tapi kupikir dia butuh.

Dia tak seperti biasanya.

Dia akan turun untuk makan malam.

Ibu, biar aku yang menumbuknya.

Aku siapkan menu makan malamnya lalu disajikan semuanya ke meja.

- Baiklah. - Ibu lanjutkan ngobrol dengan paman Charlie.

- Bagaimana keadaanmu, sayang? - Aku baik.

Aku pasti kelelahan. Aku tertidur terlalu lelap.

Pamanmu Charlie menanyakanmu lagi.

Dia sangat menyayangimu.

Anak muda yang baik itu juga sudah dua kali datang menanyakanmu.

Ibu bilang padanya kau sedang tidur dan ibu tak ingin mengganggumu.

Aku sudah tidur dan siap untuk apa saja.

Kuahnya sudah dibuat?

Sekarang ibu senandungkan waltz itu.

Apapun yang ibu lakukan, tolong jangan senandungkan itu lagi.

Aku baru saja melupakannya,

aku tak mau mengingatnya kembali.

Aku mohon diingat, jangan senandungkan irama itu.

Jangan kemari setiap beberapa menit.

Ibu tinggal duduk saja dan jadi nyonya yang baik.

Baiklah, bila itu yang kau mau, tapi setidaknya ibu bisa bawa supnya.

Roger, cuci tanganmu!

Joe. Charles. Makan malam.

- Ibu. - Ada apa?

Ann, sudah ibu bilang jangan taruh bunga ini di belakang telingamu dan jangan buat ibu kesal.

Jangan berbisik. Sewaktu kau berbisik,

tiap orang di komplek ini bisa mendengarmu.

Bisa kududuk di sebelah ibu di meja?

Sebelah ibu?

Ada apa? Ibu pikir kau ingin duduk di sebelah paman Charlie.

Tidak, aku ingin duduk di sebelah ibu.

Kenapa kau ingin pindah?

Ibu, biarkan dia pindah tempat dengan Roger kalau itu yang dia mau.

Aku sudah tanya Roger, dia tak keberatan.

Tidak, tentu saja tidak. Paman Charlie mungkin berpikir...

- Tidak, tentu saja tidak. - Ibu, biarkan dia pindah kalau itu yang dia mau.

Baiklah, tapi Ann punya terlalu banyak pikiran konyol.

Ayo, pergilah ke meja makan, kalian berdua.

Apa yang terjadi di sini? Aku kehilangan gadis kecilku?

Sementara ini Roger ingin duduk di sampingmu,

Kupikir itu baik jika anak-anak bertukar tempat.

- Aku belum pernah... - Belum pernah apa, Roger?

Tak ada.

Ayo, Ann. Ayo, sayang. Ayo bantu ibu.

- Joe! - Oh, aku tak sengaja memegangnya.

Tak sadar memegangnya, kurasa. Tak ada yang istimewa.

Ingin lihat berita utamanya, Charles?

Terima kasih, Joe.

Roger, jangan buat kebisingan dengan supmu.

Jika dia menahan kedua bibirnya tertutup bersamaan,

dia bisa menelannya secara hati-hati, seperti kuda.

Ann, jangan jorok.

Bu, bisa aku celupkan rotiku ke dalamnya?

Mana Charlie?

Dia ingin hidangkan makan malam malam ini.

Dia datang sebentar lagi.

Kau benar, Joe.

Tak ada yang istimewa.

Tak ada yang istimewa malam ini. Oh, ini dia datang!

Ini gadisku.

Aku ingin tahu berapa jam lamanya kau tidur.

Bila kau bisa katakan padaku kapan persisnya kau tidur,

Waktu persisnya kau bangun,

kemudian bilang padaku kapan kau terbangun di rentang waktu itu,

berapa lama kau terjaga di rentang waktu kau terbangun,

maka aku bisa katakan padamu dengan pasti...

Kau tak bisa tidur malam ini, Charlie.

Tak ada yang sanggup tidur seharian juga bisa tidur semalaman.

Aku tidur dengan nyaman, aku terus bermimpi,

Benar-benar mimpi buruk, tentangmu, paman Charlie.

Mimpi buruk tentangku?

Kau ada di kereta,

aku menduga kau melarikan diri dari sesuatu.

Sewaktu kulihat dirimu di kereta, aku merasa senang sekali.

Charlie, bagaimana kau bisa merasa senang melihat paman Charles di kereta?

Tuhan tahu ibu tak ingin melihatnya di kereta.

Ibu harap dia tinggal di sini selamanya.

Dia harus pergi suatu saat nanti.

Maksudku, kita semua tahu dia harus pergi suatu hari nanti.

Kita harus bisa menghadapi kenyataan.

Aku suka orang yang bisa menghadapi kenyataan.

Ann...kita takkan menghadapi kenyataan seperti itu.

Oh, Ann, kau ingin dengar cerita yang lucu?

Aku terlalu dewasa untuk cerita yang lucu. Aku baca dua buku seminggu.

Aku sudah bersumpah tak akan mendengarnya.

Lagipula, dalam keluarga ini, tak ada yang diperbolehkan baca di meja makan.

Itu tidak sopan.

Ann, jangan koreksi orang yang lebih tua darimu!

Dia benar, Emmy. Aku lupa dengan kesopananku.

Joe, aku salahkan surat kabar di hadapanmu ini.

Roger, pergilah ke dapur, lihat di kulkas,

bawakan aku botol besar merah yang kau temukan di sana.

Kau bisa singkirkan surat kabar itu.

Ayah sudah baca, kau sudah baca.

Kami tak perlu bermain permainan semacam itu malam ini.

Ann, kau bisa bantu Charlie bawa sayurannya.

Aku lihat botol itu sewaktu aku menyiapkan makan malam.

Kau tahu apa yang St. Paul katakan, "Minumlah seteguk anggur demi kesehatan perutmu."

Anggur untuk makan malam. Sepertinya menyenangkan!

Charles, ingat sewaktu mereka minum sampanye

pada saat putri tertua Jones menikah?

Itu Sparkling Burgundy.

Satu tegukan aku akan menyebutnya "Sparkling Burgledy."

Mungkin sebaiknya aku tak minum sama sekali.

Oh, diimpor.

Charles. Frankie yang mengimpor dan pakaian wolnya?

Dan memikul tongkatnya.

Dia memikul semuanya!

Roger, pergilah ke lemari ambil empat gelas yang ada gagangnya.

Charles, aku sudah janji kepada Mrs. Greene, presiden perkumpulan kami,

bahwa kau akan berbicara kepada para ibu-ibu,

dia ingin tahu topik apa yang akan kau bicarakan.

Topik apa yang akan aku bicarakan?

Penceramah biasanya memberi mereka perjalanan atau kejadian belakangan ini, kan?

Oh, Charles, bukan kejadian belakangan ini. Kami sudah dengar kejadian belakangan ini.

Dalam hal apa yang ingin didengar para hadirin itu?

Oh, wanita cinta dengan dirinya sendiri.

Sibuk dengan rumah tangga kami, pada umumnya.

Wanita selalu sibuk di kota seperti ini.

Di kota besar, itu beda.

Di Kota-kota besar penuh dengan wanita, janda separuh baya, dan Suami yang sudah meninggal.

Para suami menghabiskan hidup mereka

menghasilkan kekayaan, kerja dan kerja,

kemudian mereka mati meninggalkan uang mereka kepada istri-istrinya,

Mereka istri-istri yang dungu.

Apa yang diperbuat para istri itu, kaum wanita yang tak berguna ini?

Kau bisa jumpai mereka di hotel,

hotel terbaik setiap setiap hari dijumpai ribuan wanita,

membeli minuman, menghamburkan uang,

kehilangan uangnya di bridge,

bersenang-senang setiap hari dan setiap malam,

menciumi uangnya.

Bangga dengan perhiasan mereka, tak ada yang lain.

Mengerikan, tua, gemuk, wanita serakah.

Tapi mereka menikmati! Mereka manusia biasa!

Benarkah? Benar seperti itu, Charlie?

Mereka manusia atau binatang gemuk, huh?

Apa yang terjadi terhadap binatang itu ketika mereka terlalu gemuk dan tua?

Sepertinya aku menyampaikan pidatoku di sini.

Astaga,

Jangan bicara tentang perempuan seperti itu di depan perkumpulanku!

Kau bakal dicaci maki.

Akan menyenangkan jika Mrs. Potter ada di sana juga.

Dia bertanya padaku tentangmu.

Keluarga Greenes akan mengajaknya kemari

untuk acara kecil-kecilan yang kuadakan untukmu setelah penyampaian ceramah.

Joe, ada Herbert.

Dia selalu datang saat kita makan.

Selamat malam, Mrs. Newton.

- Selamat malam, Mr. Oakley. - Selamat malam.

Jadi, Herb, bagaimana keadaan ibumu?

Dia baik.

Sudah makan malam?

Aku sudah makan sejam yang lalu.

Kalian semua terlihat menikmati sekali,

makan malam sejenak tiap malam.

- Joe. - Huh?

Joe, aku petik jamur sebelum makan malam.

Kau tak bilang.

Jamur berarti sesuatu buatmu, Joe?

Aku makan jamur dengan bistik saat aku di luar

dagingnya tak cukup enak seperti biasanya.

Bila aku membawakanmu jamur, akankah kau memakannya, Joe?

Seandainya kumakan. Kenapa?

Aku sudah membawanya. Kau lihat?

Parahnya aku bisa dituduh membunuh seseorang.

Tak yakin bila aku yang melakukannya.

Kematian yang tak disengaja, tak ada yang lain.

Sekeranjang berisi jamur yang enak,

2-3 diantaranya ada racunnya.

Tidak, tidak.

Suatu pihak yang tak tak tahu apa-apa mungkin akan makan jamur beracun itu.

Aku pikirkan ide yang lebih baik lagi sewaktu aku bercukur.

Kamar mandi.

Mengaitkan kakimu di bawahmu, menenggelamkanmu.

Sudah pernah terjadi, tapi masih cara yang bagus.

Ada apa dengan kalian berdua?

Apa kalian selalu saja membicarakan tentang pembunuhan?

Kami bukan membicarakan tentang pembunuhan.

Herb berbicara tentang cara membunuhku,

aku berbicara tentang cara membunuhnya.

Itulah cara ayahmu menenangkan diri.

Tak bisakah ayah cari cara lain untuk menenangkan diri?

Tak bisakah kami dapat sedikit kedamaian dan ketenangan di sini

tanpa membawa-bawa racun di sepanjang waktu?

Charlie!

Dia tak sadar berbicara seperti itu. Aku mencemaskannya.

Roger, hampiri dia. Bawa dia pulang.

Aku saja. Kau tetap di sini habiskan makanmu. Aku yang kan membawanya.

Ada apa dengannya?

Maaf, Mr. Norton.

Kau selalu saja jalan terburu-buru di jalanan setiap malam.

Kau mau pergi ke mana jalan terburu-buru setiap malam?

Hanya mengantarkan pesan.

Inikah pamanmu yang sering kudengar itu, Charlie?

Ya, benar.

Paman Charlie, dia Mr. Norton.

Senang mengenalmu. Siapa namamu?

Oakley. Charles Oakley. Senang jumpa denganmu.

Sebaiknya kau awasi keponakanmu, Mr. Oakley.

Aku bisa memberinya surat tilang atas perbuatannya beberapa malam ini.

Peraturan kota tentang berjalan terburu-buru di trotoar.

Kau dengar, Charlie?

Jangan melanggar hukum.

- Aku akan menjaganya, Mr. Norton. - Baiklah.

- Selamat malam. - Selamat malam.

Apa yang terjadi, Charlie? Ada apa?

Aku ingin bicara denganmu.

Kau menyakiti tanganku lagi.

Kau ikutlah masuk bersamaku.

Aku tak bisa. Aku tak pernah ada di tempat seperti ini.

Ayo masuk.

Untuk apa kau bawa aku kemari?

Apa penting di mana kita ini berada?

Halo, Charlie. Halo.

Halo, Louise. Paman Charlie, dia Louise Finch.

- Halo. - Senang jumpa denganmu.

Dia pamanku, Louise.

Aku sekelas dengan Charlie di sekolah.

Aku sungguh terkejut melihatmu ada di sini.

Aku tak pernah membayangkan aku bisa melihatmu di sini.

Aku di sini sudah dua minggu.

Kehilangan pekerjaanku di restoran Kern.

Aku sudah bekerja di separuh restoran di kota ini.

Kau pesan apa, Charlie?

- Tak ada, terima kasih. - Bawakan dia jahe soda.

Aku pesan brandi dua.

Jadi, Charlie.

Apa?

Kupikir kau tahu sesuatu.

Pemuda itu mengatakan sesuatu padamu.

Jack? Kenapa dia harus tahu sesuatu tentangmu?

Sekarang dengar, Charlie.

Sesuatu tengah datang di tengah-tengah kita.

Aku tak ingin itu terjadi.

Kita teman lama.

Lebih dari itu.

Kita seperti kembar.

Kau sendiri yang bilang.

Jangan sentuh aku, paman Charlie.

Dia bilang apa padamu? Apa yang dikatakan anak itu padamu?

Dia tak ada kaitannya dengan ini.

Kuharap dia tak tahu apa-apa tentangmu.

Charlie, kau gadis yang mudah mengerti.

Bila kau dengar sedikit berita tentangku,

Kurasa kaulah wanita di dunia ini yang bisa mengabaikan berita itu.

Kaulah yang menonjol di keluargamu, Charlie. Semua orang bisa melihatnya.

Aku belum terlalu tua.

Aku dikejar-kejar sejak usiaku 16.

Kurasa aku telah berbuat segala macam kebodohan,

membuat kesalahan yang sangat bodoh.

Tak ada yang serius. Hanya kebodohan.

Oh, Charlie, jangan mulai membayangkan sesuatu.

Bagaimana bisa kau berbuat hal seperti ini?

Kau pamanku.

Adik ibuku.

Kami pikir kau orang paling baik sedunia.

Paling baik dan terbaik.

Charlie, apa yang kau tahu?

Maaf aku terlalu lama. Kami benar-benar sibuk.

Punya siapa? Tidakkah cincin ini cantik?

Aku bisa pingsan dengan cincin seperti ini.

Ya, pak, demi cincin ini, aku bisa pingsan.

Aku suka perhiasan, perhiasan yang asli.

Perlu diketahui aku tak pernah menanyakan apakah ini asli.

Kau bisa katakan.

- Aku bisa. - Bawakan aku lagi brandi.

Duduk.

Duduk!

Kau pikir kau tahu sesuatu?

Kau pikir kau gadis pintar yang tahu sesuatu.

Ada banyak hal yang tak kau ketahui. Banyak sekali.

Kau tahu apa sebenarnya?

Kau hanya gadis biasa yang tinggal di kota kecil yang biasa.

Kau bangun tiap pagi dalam hidupmu

kau tahu sepenuhnya bahwa tak ada sesuatu di dunia ini yang membahayakanmu.

Kau jalani hari-hari biasamu,

di suatu malam, kau tidur dengan tanpa masalah, tidur seperti biasanya

dipenuhi kedamaian, impian yang bodoh.

Aku menyebabkanmu bermimpi buruk.

Benarkah? Atau itu sebuah kekonyolan, kebohongan yang basi?

Kau hidup dalam sebuah mimpi. Kau tidur sambil berjalan, tak lihat apa-apa.

Bagaimana kau bisa tahu dunia itu seperti apa?

Kau tahu dunia itu kandang babi?

Kau tahu ketika kau di sayat-sayat di depan rumah, kau akan tahu yang melakukannya itu babi?

Dunia itu neraka. Apa masalahnya dengan yang terjadi di dalamnya?

Bangun, Charlie. Gunakan akalmu. Belajarlah sesuatu!

Kau pergi, Charlie?

Charlie, maukah kau menolongku?

Menolongmu?

Darah yang sama mengalir melalui pembuluh darah kita, Charlie.

Seminggu yang lalu, aku sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Aku sangat lelah, Charlie.

Inilah batas kemampuan orang yang tengah melarikan diri.

Kau tak pernah tahu bentuk kelelahan yang sangat itu seperti apa.

Aku ingin...

Aku ada ide untuk pergi kemari.

Ini kesempatan terakhirku, Charlie.

Beri kesempatan padaku.

Graham dan yang lain, mereka tidak tahu.

Ada seseorang di timur. Mereka juga mencurigainya.

Bila mereka berhasil menangkapnya, aku akan...

Charlie, beri aku kesempatan terakhir.

Manfaatkan kesempatanmu. Pergilah!

Aku akan pergi, Charlie. Hanya memberiku beberapa hari.

Pikirkan ibumu. Ini bisa membunuh ibumu.

Ya, ini bisa membunuh ibuku.

Manfaatkan waktumu beberapa hari ke depan.

Lihat apa kau bisa pergi jauh dari sini.

Kau tahu apa ini artinya bila mereka berhasil menangkapku?

Kursi listrik.

Charlie, kau harus menolongku.

Aku mengharapkanmu.

Kau sendiri bilang kita ini bukan sekedar paman dan keponakannya saja,

Tak peduli apa yang kuperbuat.

Kau masuklah ke dalam. Aku menyusul sebentar lagi.

- Timur, barat, rumah yang terbaik. - Mana Charlie?

Dia di luar. Tak perlu mencemaskannya.

Ada apa dengannya?

Dia bilang dia sedikit tidak tenang.

Aku mengajaknya jalan-jalan.

- Dia sudah tenang sekarang. - Oh, aku senang sekali.

Aku sisakan hidangan penutup untukmu, Charles.

Oh, terima kasih, Emmy.

Kami beli es krim soda di kota.

- Astaga! - Sekarang, waktunya tidur!

Waktunya tidur.

Selamat tidur anak-anak.

- Tidak! - Roger, kemari!

- Tidak. - Kemari!

Ini gadisku.

- Ann. - Ann.

Halo! Kalian pasti hendak bersembunyi.

- Kami tidak bersembunyi. - Kau bilang, "Psst."

Orang yang bersembunyi selalu mengatakan, "Psst."

Kami hanya tak ingin teriak-teriak di hari minggu.

Dengar, Ann. Lekas ajak kakakmu kemari.

Jangan beritahu yang lain. Ajak dia diam-diam. Kami tunggu di sini.

Apa ayahku dengan ayahmu ada masalah?

Ayahku?

Karena kalau tak ada masalah,

tak mungkin aku ajak Charlotte diam-diam.

Ibu takkan mengijinkan.

Ibu pikir wanita itu harus menikah dan tinggal bersama.

- Dalam sebuah buku yang aku baca... - Hanya mengajaknya, Ann. Tak perlu berbelit-belit.

Baiklah.

Ingatlah, aku tak sekedar bicara.

- Halo. - Halo. Halo, Catherine.

Selamat pagi, Mr. Graham.

Catherine, dia Mr. Saunders.

- Apa kabar? - Apa kabar?

Ann bilang kau ingin bicara denganku.

Saunders yang ingin bicara denganmu.

Ayo, Ann. Beritahu Catherine kisah tentang drakula.

Ayo, Catherine.

Apa maumu?

Biarkan mereka pergi sedikit lebih jauh lagi.

Aku ingin memberitahumu tentang foto yang kami ambil.

Salah satunya foto pamanmu.

Kau sudah berikan padanya. Mungkin dia sudah membakarnya.

Bukan yang itu, dia tak punya.

Kami beri dia film yang salah.

Ya, kami punya foto itu. Kami kirim ke timur.

Mereka punya saksi di timur yang bisa mengenali

orang yang kami cari dari foto itu.

Kau ini sedang bicara apa? Apa maksudmu mengenalinya?

Seperti yang kubilang.

Sesaat ketika saksi lihat foto itu,

kami akan tahu apakah orang itu Oakley atau bukan.

Kami sedang tunggu telegram itu sekarang.

Lalu paman Charlie akan...

Benar. Itulah yang terjadi.

Graham pikir barangkali kau bisa meminta pamanmu meninggalkan kota sekarang,

atau dalam waktu beberapa jam lagi.

- Alangkah baiknya untuk... - Aku harus, bukan? Aku harus!

Berapa lama waktu yang bisa kau berikan padaku?

Dua jam.

Aku akan membuatnya pergi! Aku akan membuatnya.

Sepertinya kau yakin sekali jika dia orang yang kami cari. Kenapa?

Kenapa? Tak ada alasan kenapa. Aku hanya takut.

Hanya kau seorang yang terlihat yakin.

Aku tak kuat untuk segala sesuatu yang terjadi di sini.

- Kau tahu apa yang dia perbuat? - Tidak, aku tak mau dengar!

Aku ingin kau dengar ini.

Kau lakukan yang kami mau.

Kau punya nasib yang tak menyenangkan, tapi bila kau tahu hal yang lain lagi tentang pamanmu

dari yang kau ceritakan pada kami sebelumnya, ceritakan saja!

Kami juga ingin tahu kapan dia meninggalkan kota dan bagaimana dia meninggalkan kota.

- Bila kau tak mau ceritakan pada kami... - Tidak. Aku akan ceritakan padamu.

Keluarlah dari jalan itu, kau bisa jadi pemenangnya.

Kuharap kami bisa mempercayaimu.

Aku tak bakal berbuat macam-macam untuk membantunya, aku janji.

Tapi kau tak bisa memintaku memata-matainya dan menyerahkannya padamu.

Kita harus buat kesepakatan. Aku akan buat dirinya pergi.

Itu saja yang bisa kulakukan. Aku akan buat dirinya pergi.

Pikir, Charlie, pikir. Orang ini berbahaya.

Jika dia lolos dari kami, dia akan...

Aku tak mau dengar apa yang kan dia lakukan.

Kita buat kesepakatan sekarang. Aku akan melakukannya.

Aku biarkan kalian tahu kapan dia pergi.

Tak mungkin kalau ini terbukti bukan dia orangnya.

Bisa jadi.

Ann.

Aku sudah memenangkan permainan ini tiga kali.

Lumayan.

Ann, kau belum selesai memberitahuku apakah nona Rose menikahi orang kaya,

atau seorang yang dia cintai.

Sejak kapan kalian berdua bisa sedemikian akrabnya?

Kami bermain permainan. Aku ajukan pertanyaan,

dia tahu semua jawabannya.

Cuman masalahnya, aku tak bisa menduga-duga

apa yang dia tahu dan apa yang dia putuskan.

Aku tak pernah memutuskan sesuatu.

Aku tahu semuanya dari bukuku.

Buku itu semuanya benar.

Ayo, Ann. Sebaiknya kita pulang dan bantu menyiapkan makan malam.

Sampai jumpa, Mr. Saunders.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Sampai jumpa, Mr. Graham. Mr. Saunders.

- Sampai jumpa, Catherine. - Ayo, Catherine.

Ann, kenapa kau tak petik bunga untuk meja makan malam?

Bunga yang mudah itu yang terbaik.

Aku tak meminta bunga anggrek.

Kuharap aku lahir di daerah selatan.

Wanita daerah selatan punya banyak pesona.

Mereka memetik bunga dengan sarung tangan.

- Sampai jumpa, Catherine. - Sampai jumpa, Charlie. Sampai jumpa setelah makan malam.

Baiklah. Sampai jumpa.

- Halo, Ann. - Halo.

Bagaimana di gerejanya, Charlie?

Kau sudah pikirkan keluargamu? Mengharapkan ada yang pergi?

Tidak, kamar cukup untuk semua orang.

Aku senang mendengarnya.

Pertunjukkannya berlangsung cukup lama,

Kupikir mungkin kehadiranmu ini tak mengecewakan.

Ada yang istimewa siaran radio siang ini?

Ada orang bilang mereka berhasil membekuk pelakunya,

Pembunuh ini mereka menyebutnya pembunuh janda kaya.

Mereka berhasil menangkapnya, sungguh? Di mana?

Negara bagian Maine. Portland.

Tak berhasil menangkapnya sebenarnya.

Dia melarikan diri dari kepolisian,

mereka hampir saja menangkapnya di bandara,

Dia terseret ke dalam baling-baling pesawat.

- Astaga! - Hancur berkeping-keping.

Sudah teridentifikasi dari pakaiannya.

Kemejanya berinisial, "C.O'H."

Menjadikan akhir yang baik. Aku sendiri tak sanggup berbuat lebih baik lagi.

Kurasa kasus ini benar-benar sudah berakhir.

Tentu. Tak pernah terlalu perhatian dengan kejadian ini.

Aku mau ke atas dan bersiap untuk makan malam.

Aku lapar. Aku bisa makan malam enak hari ini.

Charlie, aku ada kabar baik untukmu.

Di mana kita bisa bicara berdua?

Kami dapat telegram dari Maine, jadi kami bisa hentikan tugas ini.

Aku yakin kau merasa lega. Yakin aku.

Aku lega.

Di sini kau coba membuat pamanmu meninggalkan kota.

Dia pasti berpikir kau itu sudah gila.

Jack, sekarang ini sudah berakhir. Aku tak mau membicarakan hal ini lagi.

Aku ingin berpura-pura segala kejadian yang tak menyenangkan ini tak pernah terjadi.

Tak perlu harus berpura-pura.

Ini sarung tangan ibu.

Ibu dengan sarung tangannya. Dia selalu kehilangan segala sesuatunya.

Semua ibu kehilangan segala sesuatunya.

Suatu hari, dia akan kehilanganmu.

Ibu tidak kehilangan putrinya, kau tak ingat?

Mereka memperoleh keturunan.

Benar. Namun memperoleh tidak selalu dengan kata-kata. Sekarang terimalah aku.

Siapa yang ingin seorang detektif menjadi menantunya?

Ayahku mau.

Dia mau?

Maksud ucapanmu kau akan menghampirinya kemudian berkata,

"Ayah, aku akan menikahi seorang detektif," dia akan merestuimu?

Itu bukan aku. Melainkan Ann.

Tidak. Ann ingin menikahi seorang pustakawan. Dia bilang padaku.

Agar dia selalu punya banyak buku untuk dibaca.

Ada apa?

Aku tertawa.

Sudah lama sekali aku tidak tertawa.

Aku suka saat kau ketawa.

Aku suka saat kau tak tertawa.

Kurasa aku suka apapun yang kau rasakan.

Kurasa aku suka denganmu.

Aku senang. Aku juga suka denganmu.

Menyenangkan bagaimana kau secara kebetulan bertemu seseorang, menyukai mereka, dan menyukai mereka.

- Charlie? - Ya?

Kuharap ini tak pernah benar-benar terjadi di suatu hari nanti saat

kau bilang ayahmu...

Kau tahu, tentang menikahi seseorang. Detektif, maksudku.

Aku tak tahu.

Aku tak serius mengatakannya padamu.

Aku ingin menunggu hingga kau bisa melupakan semua kejadian yang kita lewati bersama,

sampai kau bisa berhenti memikirkanku

sebagai suatu bagian yang tak menyenangkan dan menakutkan.

Aku ingin menunggu, datang kembali, kemudian mengatakan padamu.

Tapi aku tak bisa membantu. Aku ingin beritahu kau sekarang.

Aku mencintaimu, Charlie. Aku sungguh mencintaimu.

Aku tahu ini bukan saatnya untuk mengatakannya padamu, maafkan aku.

Keberatan?

Aku tak keberatan.

Menurutmu kau bisa memikirkannya?

tentang mencintai aku?

Mungkin kau mencintaiku.

Aku ingin kita berteman. Aku tahu itu.

Kita berteman.

Aku ingin hal tersebut dipikirkan.

Tak lebih?

Aku tak tahu, Jack. Aku sungguh tak tahu.

Baiklah. Tapi bisa aku kembali?

Silakan kembali. Silakan kembali.

Dengar, Charlie.

Ketika aku pergi, bisakah kau kembali ke taman di tengah kota

dan memperhatikannya?

Karena di sanalah aku pertama kali tahu jika aku mencintaimu.

Di sanalah kita pernah bertengkar.

Aku tak tahu apa yang harus dilakukan.

Aku suka pekerjaanku tapi aku tak suka malam itu.

Aku benci malam itu.

Kau membencinya sekarang?

Tidak, sekarang tidak.

Kau tahu, ini tempat yang bagus.

Aku akan taruh piagam perunggu di sana.

Pintunya selalu saja menutup dengan keras!

Untuk apa kalian berdua mengunci diri ke dalam garasi itu?

- Saat aku muda, kami duduk di ruang tamu. - Halo, Mr. Oakley.

- Aku mengucapkan selamat tinggal ke Charlie. - Di garasi?

Di garasi, pintunya rusak.

Sekarang aku ingin ucapkan selamat tinggal padamu.

Mari ucapkan selamat tinggal di sini di halaman ini.

Tak ada gunanya menggunakan kesempatan di garasi lagi.

- Berakhir di sini? - Semua sudah berakhir, tapi aku akan kembali.

- Kau akan menjumpaiku di sini. - Oh?

Bukan tentang pekerjaan, tentu saja.

Aku bisa mengerti kau akan kembali.

Charlie gadis yang baik.

Dia sesuatu yang paling aku sayangi di dunia.

Aku serius.

Semoga perjalananmu menyenangkan, Mr. Graham.

Jangan ambil foto lagi tanpa ijin.

Hak seseorang. Kau tahu, kebebasan?

Kita bisa berbicara tentang kebebasan suatu hari nanti, Mr. Oakley.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Jangan lupa tulis surat. Ingat, kau punya semua alamatnya.

Jack!

Ada lagi yang lain? Aku sudah catat mentega, buah, benang hijau,

dan mengunjungi perpustakaan.

Dan apa saja sayuran yang terlihat paling segar.

Bila ibu ada yang lupa, ibu akan suruh Ann nanti.

Baiklah.

Ibu!

Charlie! Sayang! Kau terluka?

Aku tersandung.

Oh, yang mana? Pergelangan kakimu?

Kupikir aku tak terluka. Aku memegang birai.

Oh, sayang. Kau bisa saja terbunuh!

Ibu sendiri sangat khawatir setiap kali anak-anakku

menuruni anak tangga ini.

Tangga ini terlalu curam dan lapuk.

Tangga ini harus diperbaiki.

Kau yakin kau tak apa?

Kapan kau pergi, paman Charlie?

Oh, sudahlah, Charlie.

Itu urusan lain, ini sudah berakhir. Aku ingin melupakannya.

Kita semua bahagia di sini.

Kapan kau pergi?

Aku tak akan pergi.

Tidak. Aku tak mau pergi.

Aku ingin menetap.

Tinggal di suatu tempat di mana orang-orang mengenalku, punya sejumlah uang di bank.

Beberapa kegiatan bisnis. Jadi bagian dalam keluarga ini.

Begitu.

Hal paling masuk akal yang bisa kau lakukan adalah berteman denganku.

Aku bisa berbuat banyak hal padamu, Charlie. Banyak hal untuk kalian semua.

Tidak, bukan darimu.

Kami tak ingin apa-apa darimu.

Kuharap aku bisa katakan pada ibuku tentangmu. Kuharap aku bisa.

Aku tahu apa yang kau pikirkan.

Bagaimana kau memikirkan perasaan ibumu?

Apa yang bisa diperbuat untuknya sekarang?

Bagaimana dengan ayahmu? Pekerjaannya di bank?

Apa yang terjadi dengan kalian semua bila segalanya terkuak?

Aku tahu. Kau tak perlu khawatir. Aku takkan bilang pada mereka.

Aku tak khawatir, Charlie.

Apa yang kau katakan? Siapa yang percaya padamu?

waltz yang terngiang di kepalamu.

Kau tak suka inisial nama di cincin itu.

dan kau mengaitkan segala hal dengan potongan surat kabar itu.

Dan sekarang, kau tak kenakan cincin itu.

Aku tak tahu apa jadinya nanti.

Kau yang punya.

Aku? Aku berikan padamu.

Aku tak ingin kau ada di sini, paman Charlie.

Aku tak ingin kau menghubungi ibuku.

Jadi pergilah, aku peringatkan kau.

Pergilah atau aku akan membunuhmu.

Mengerti? Inilah yang aku rasakan tentangmu.

Ini, Joe.

Oh, parfum.

Harum, segar, beraroma lavender.

Ya, aku tahu.

Kalian terlihat sangat tampan, kalian berdua.

Harus kukatakan, aku sangat bangga dengan dua pria di keluargaku ini.

Emmy, kau bermimpi.

Sayangnya anak-anak harus duduk di pangkuan kita.

Ya, bisa saling berdesakan dengan yang lain.

Tak baik buat celanaku yang bagus.

Oh, Joe, kuharap kau bisa mengendarai mobilnya.

Kita lakukan dengan cara ini saja.

Charles, kau akan duduk...

Ibu, paman Charlie bisa duduk di belakang bersama ayah,

dan anak-anak bisa duduk dengan nyaman di samping mereka.

Tidak. Aku akan panggil taksi. Kalian semua bisa naik taksi,

Charlie dan aku naik mobil.

Tidak, paman Charlie, kau saja yang naik taksi.

Aku ingin naik taksi!

Tentu saja kau bisa. Semua sudah diatur.

Charlie, kau pergilah ke garasi lalu keluarkan mobilnya.

Aku lebih memilih pergi bersama keluarga.

Charlie, aku ingin kau dengar pembicaraanku di perjalanan.

Lagipula, kau pengritikku yang paling keras.

Kalau begitu kita butuh taksi.

Ann, coba kau hubungi Mr. Abercrombie.

Ibu!

Ibu, kumohon naik mobil bersamaku.

Ayah bisa pergi bersama anak-anak. Kumohon!

Kau tahu, aku yakin hanya akulah orang di luar Charles

yang berdandan konyol seperti ini.

Setelah itu hanya dirimu seorang di antara yang lain yang benar.

Kau terlihat sangat beda.

Charles, kau siap?

- Joe, kau siap? - Belum.

Sebentar! Aku mau ambil mantelku.

Oh, Joe. Tolong, sayang, Lekaslah!

Tak perlu buru-buru, Emmy. Mereka takkan mulai hingga aku sampai di sana.

Mulai dingin di sini.

KSRO, Santa Rosa,

bersama studio di Vallejo dan Santa Rosa, California.

KSRO sekarang membawakan kalian...

Sebaiknya putar musik selagi kita menunggu.

Kepolisian negara bagian Oregon melakukan pencarian hari ini selama lima...

Oh! Haruskah diputar sedemikian kerasnya?

Agar suara yang rendah terdengar jelas.

Aku ingin diputar keras! Jika musiknya terlalu pelan,

Aku tak bisa katakan apa yang sedang mereka mainkan.

Jika aku memiliki sebuah band, setidaknya aku harus punya 87 personil.

Tolong, semuanya! Ada orang terjebak di garasi.

Dia bisa mati lemas! Ada masalah dengan pintunya.

Joe!

Aku saja yang membawanya. Aku sudah memegangnya.

Joe, ada sebotol whiski di mejaku. Lekas ambil.

- Charlie. Charlie. Charlie sayang. - Charlie?

Emmy, pijat telapak kakinya.

Roger, cari sesuatu untuk mengipasinya.

Charlie!

Ann, jangan, sayang.

Charlie? Kau hendak mengatakan apa, Charlie?

Pergilah.

Emmy, dia ingin bicara denganmu.

Ibu di sini, sayang. Ini ibu.

Benar, sayangku.

Benar, gadisku yang kuat. Ini...

- Minumlah satu tegukan. - Tidak, aku baik.

Joe, hubungi Dr. Phillips.

Jangan, tolong, ayah.

Aku baik. Aku hanya ingin bangun.

Kau berhasil keluar, Charlie.

Pasti ada orang yang membiarkan mesin itu hidup.

Aku tak bisa menemukan kunci untuk mematikan mobilnya.

Saat aku masuk kunci itu ada di sana.

Untung aku lekas ke sana.

Dia bisa saja mati. Kau menyelamatkannya.

Kau tenanglah. Kau tahu apa yang seharusnya dilakukan.

Tak tahu bagaimana aku bisa tahu itu terjadi.

Kita batalkan acaranya. Sebaiknya tak usah menghadiri acara itu.

Oh, ya, harus. Aku ingin kalian semua pergi.

Taksinya sudah datang. Pergilah, kalian semua.

Oh, ibu tak bisa. Ibu tak bisa pergi.

Siapa yang tahu aku ada di garasi?

Herb mendengarmu menggedor pintu.

Aku datang dari halaman belakang,

Aku dengar nafasnya terengah-engah sambil menggedor pintu,

lalu aku beranggapan bahwa pasti ada seseorang di dalam.

Berpikir dengan cepat, Herb.

Beruntung.

Aku bersyukur kau ada di sana, Herb.

Ayo, bu.

Ibu ingin tetap bersamamu.

Aku tak merasa ingin menyampaikan sebuah pembicaraan,

saat kuberpikir apa yang bisa terjadi denganmu, Charlie.

Aku baik.

Aku hanya ingin duduk di teras sementara waktu menghirup udara segar.

Tidak, sayang, ibu tak bisa menurutimu.

Ibu, aku baik, sungguh.

Aku bisa saja pergi ke acara itu,

tapi aku lebih memilih tinggal di rumah dan menyiapkan segala sesuatu untuk acaranya.

Sayang, ibu ingin tetap bersamamu.

Herb, kau pangku Roger. Ann, kau duduk bersama kami.

Aku sungguh tak mengerti. Pertama tangga itu lalu...

Mr. Grahamnya ada?

Ini dengan Hotel Stewart di Fresno, kan?

Kau tak menunggunya?

Begitu. Terima kasih.

Dia tak ada di sana?

Terima kasih banyak. Sampai jumpa.

Bisa kau memberitahuku di mana aku bisa menghubunginya?

Aku sudah coba menghubunginya melalui alamat yang dia berikan padaku di Fresno.

Terima kasih.

Ibu, boleh kami makan sandwich?

Tapi jangan ambil apapun dari kamar makan.

Pergilah ke dapur.

Silakan masuk ke dalam. Taruh saja mantelmu di luar...

Joe, sayang, bisakah kau sambut tamu-tamunya?

Charlie!

Sebentar lagi aku turun.

Jadi, sekarang...

Sekarang, Mr. Oakley.

Kupikir sampanye sebagai permulaannya.

Tidak untukku, terima kasih, tidak, aku yakin, untuk istriku.

Kami harap kau bisa melupakan kalau kami ada di sini.

Aku ingin bersulang untuk...

Charlie sudah turun?

Sebentar lagi dia turun. Mrs. Potter.

Jangan ambil yang itu. Aku tak tahu kenapa aku buat tomat.

Tomat ini selalu meresap ke dalam roti kalau terus dibiarkan.

Cobalah yang ini.

Ini hanya roti gandum dan krim keju.

Paprika merah jambu.

- Mr. Greene. - Mrs. Greene, kau mau yang mana?

Terima kasih.

- Kupikir aku ingin bersulang juga. - Emmy.

Untuk tamu kita yang terhormat,

orang yang mempunyai pidato terbaik di kota ini selama bertahun-tahun.

Kepada orang yang baik hati, Mr. Oakley.

Terima kasih, pak.

Herbie.

Terima kasih.

Kami tak punya banyak pembicara dari Amerika, Mr. Oakley.

Terkesan pembicara asing adalah pembicara yang terbaik.

Ini dia sudah datang. Sekarang giliranku bersulang.

Charlie,

kau hadir tepat waktu demi minuman perpisahan.

Aku tak suka memberi kabar padamu seperti ini,

Tapi besok aku harus tinggalkan Santa Rosa.

Tidak selamanya.

- Tidak selamanya. - Apa ini bukan sebuah kebetulan yang tak biasa.

Aku berencana berangkat ke San Francisco besok pagi.

Charles.

Oh, Emmy sayang, aku tak bermaksud merusak kesenanganmu malam ini.

Aku terima surat hari ini.

Aku harus menaiki kereta yang berangkat pagi.

Aku akan merindukanmu, Emmy.

Tapi aku ingin kalian semua tahu bahwa aku selalu memikirkan tentang kota yang tercinta ini

sebagai sebuah tempat yang ramah, baik,

dan kekeluargaan...kekeluargaan.

Tapi aku tak rela bila kau pergi, Charles.

Oh, Emmy, aku akan kembali.

Aku sudah rencanakan bersama Dr. Phillips demi kenangan kita untuk anak-anak.

Aku tahu.

Itu bukan sesuatu yang harus kau lakukan.

Itu hanyalah gambaran kita berkumpul kembali.

Maafkan aku!

Kalian tahu bahwa kami tumbuh besar bersama.

Kemudian Charles pergi, lalu aku menikah,...

setelah itu kalian tahu sendiri bagaimana setelahnya.

Kalian lupa dengan diri kalian.

Kalian menjadi istri orang...

Kami akan merindukanmu, Mr. Oakley.

Kami rasa kau bagian dari kami, benar begitu, Margaret?

Tentu saja.

Aku ingin berterima kasih sebagai perwakilan anggota dari perkumpulan kami.

Dan mendoakan atas pemberianmu untuk rumah sakit kami.

Anak-anak juga akan mendoakanmu, di tahun-tahun yang akan datang.

Terima kasih, pak.

Maaf, pak, tapi aku dengar keretanya sudah datang.

Permisi.

Sebaiknya lekas naik, Charles.

Baiklah. Selamat tinggal semuanya.

Roger, Ann, ayo naik ke kereta.

Ayo, Charlie. Kau lihat keretanya berhenti.

Baiklah.

Aku ingin melihat kamar, kamar pribadi.

Aku pernah melihat tempat tidur kereta.

Aku tidur di tempat tidur bagian atas dan tempat tidur bawah untuk ayah.

- Selamat tinggal, Joe. - Selamat tinggal, Charles.

Selamat tinggal, Emmy.

Selamat tinggal. Jangan lupa tulis surat, sayang.

Baiklah. Kau juga tulis surat.

Aku akan kirimimu alamatku.

Selamat tinggal.

Jangan lompat di atas tempat duduk, Roger.

Roger, aku bilang apa padamu?

Porter, ada satu lagi kopor.

Kupikir harus diambil di gerbong satunya.

- Bisa kau mengambilnya? - Ya, tuan.

Charlie, keretanya mulai jalan.

Aku tak ingin merasa sedih.

Astaga! Mungkin sudah terlambat!

Mungkin aku harus turun!

Ada banyak waktu. Kalian turunlah, kami akan menyusul.

Charlie.

Sebentar saja.

Aku ingin kau tahu kupikir kau benar untuk membuatku pergi.

Ini jalan terbaik buat ibumu. Terbaik buat kita semua.

Kau lihat sendiri apa yang terjadi dengannya kemarin malam.

Dia tak begitu kuat.

Aku tak berpikir dia sanggup menerima pukulan.

Aku teringat, sewaktu dia kecil...

Keretanya sudah jalan, paman Charlie!

Dengar, Charlie. Aku ingin kau melupakan semuanya tentangku.

Lupakan kalau aku pernah mengunjungi Santa Rosa.

Tanganmu!

Lepaskan aku, paman Charlie! Lepaskan aku!

Aku harus lakukan, Charlie,

selama kau tahu segala hal tentangku.

Belum saatnya, Charlie. Tunggu keretanya melaju sedikit lebih cepat.

Sedikit lebih cepat.

Lebih cepat.

Sekarang!

Santa Rosa mempunyai dan kehilangan seorang putra,

putra yang bisa dibanggakan.

Berani, dermawan, baik. Dengan segala kehormatan...

Aku senang kau bisa datang, Jack.

Aku tak sanggup menghadapinya tanpa ada orang yang aku kenal.

Aku tahu lebih banyak lagi. Aku tak bisa bilang padamu.

Aku tahu.

Dia pikir dunia itu tempat yang mengerikan.

Dia tak bisa merasa benar-benar bahagia.

Tidak.

Dia tak percaya dengan orang lain. Sepertinya dia membenci mereka.

Dia benci seisi dunia.

Kau tahu, dia bilang orang seperti kita

tak punya gambaran dunia yang sebenarnya itu seperti apa.

Tidak seburuk itu,

Namun terkadang ini butuh banyak perhatian.

Sepertinya akan bertambah gila dari waktu ke waktu.

Seperti pamanmu Charlie.

Keindahan jiwa mereka, kehangatan pribadi mereka

hidup bersama kita selamanya.

28-09-2016 Alih Bahasa Chyrus

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.