Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Makan siang hari ini apa?
Tadi kita baru sarapan, kan?
Apa salahnya memikirkan sedikit ke depan?
Pikirkan juga aku yang disuruh masak.
Sesekali aku pengin libur.
Berarti, tidak akan ada makanan, dong?
Pengin banget makan makanan yang dibuat Master.
Aku buat, kok.
Cuma, kalau masak melulu rasanya agak bosan juga.
Sesekali pengin santai.
Meski begitu, cuma kamu yang bisa memasak makananmu.
Iya, sih.
Eh? Bukan begitu.
Maksudku sesekali yang gampang kayak pesta barbeku yang tinggal dibakar doang.
Barbeku?
Maksudnya daging yang pakai tusukan waktu itu?
Ada daging, sayur-sayuran yang dipanggang,
dan yakisoba sebagai penutup.
Buat.
Hah?
Aku tidak peduli sayurannya,
tapi kalau daging yang dipanggang, aku mau.
Meski begitu, kita tidak punya panggangan barbeku.
Kira-kira bisa minta tukang besi untuk buatkan tidak, ya?
Enyahlah!
Bengkelku ini bukan untuk buat barang begituan!
Jangan anggap enteng pembuat senjata!
Dasar bodoh!
Maafkan aku!
MENGEMBARA DAN MEMASAK DI DUNIA LAIN DENGAN SKILL YANG ABSURD S2
EPISODE 20: APAKAH TUKANG PANDAI BESI MEMIMPIKAN BARBEKU?
Soalnya Doran terkenal sebagai kota Dungeon.
Mungkin tukang besi di kota ini punya harga diri membuat senjata untuk melawan monster.
Mereka tidak mau buat peralatan masak yang biasa begitu, ya?
Kebanyakan pemilik bengkel besi itu kaum dwarf dan berjiwa pengrajin sejati.
Meskipun sangat terampil, mereka keras kepala dan mudah marah.
Dan hampir semua penyuka sake,
jadi kalau dapat sake bagus,
mereka bakal bolos kerja dan itu hal yang merepotkan.
Oh? Suka sake?
Iya.
Daripada bayar pakai uang,
mungkin lebih mudah kalau diberi sake sebagai hadiah.
Ini tambahan bayaran pembelian barang drop dari dungeon.
Silakan diperiksa.
Maaf, makan siangnya kita pakai nasi dan yakiniku daging wyvern.
Oh! Aku suka banget ini!
Sui juga!
Yang begini baru enak!
Lalu, aku sendiri...
Belanja Online!
STEIK DAGING AUSTRALIA IRISAN TEBAL 240G Belanja Online!
STEIK DAGING SAPI HITAM LOKAL JEPANG 150G Belanja Online!
Kayaknya yang kadar alkoholnya tinggi lebih baik.
Berarti, wiski adalah pilihan paling aman.
Belakangan wiski buatan dalam negeri juga sedang populer.
Bahkan sedang ada tren Highball.
Coba, aku lihat.
SAKE DUNIA LAIN, Menurunkan stamina sekitar 2% selama 5 menit,
MENURUNKAN STAMINA SEKITAR 2% SELAMA 5 MENIT, Menurunkan stamina sekitar 2% selama 5 menit,
DAN MENINGKATKAN KEKUATAN Menurunkan stamina sekitar 2% selama 5 menit,
SIHIR SEKITAR 2% dan meningkatkan kekuatan sihir
SELAMA 5 MENIT sekitar 2% selama 5 menit.
Apa itu? Air warna cokelat?
Ini belum bisa diminum Sui. Soalnya ini Sake.
Sake?
Baiklah, mari coba lagi dengan senjata rahasia kita!
Permisi!
Apa?
Maaf, aku ingin pesan sesuatu.
Oh? Pesan senjata seperti apa?
Pedang? Kapak? Atau tombak?
Tidak, bukan senjata, tapi alat untuk masak.
Setidaknya, bisa tolong dengarkan aku dulu?
Besarnya kira-kira sebegini, dan laci ini jadi tempat untuk arang.
Atasnya adalah jaring besi yang bisa dilepas,
jadi bisa mengatur arang atau menaruh pelat besi di atasnya.
Pulang saja sana.
Untunglah kamu ketemu aku.
Kalau ketemu tukang lain pasti langsung ditendang keluar.
Aku sudah dimarahi di beberapa tempat.
Berarti kamu sudah tahu, kan?
Mending pulang saja.
Bisa tolong dengarkan penjelasanku sebentar lagi saja?
Tidak bisa.
Pak Tukang, Apa Bapak suka sake?
Sebenarnya, aku punya sesuatu seperti ini.
Ini adalah sake yang langka.
Dan aku berpikir mungkin cocok dengan selera Bapak.
Aroma apa ini?
Aroma manis seperti buah-buahan dan aroma panggangan seperti asap perapian.
Lalu...
Warna seperti batu ambar yang cokelat pekat ini...
Enak!
Sake apa ini?
Pertama kalinya aku minum sake seenak ini!
Senjata rahasia melawan dwarf berhasil!
Soal sake ini...
Dibuat dari negara kepulauan kecil yang jauh, jadi sangat sulit didapatkan.
Kalau mau menerima permintaan pesananku,
akan kuberikan 5 botol sake sebagai bonus yang terpisah dari pembayaran.
10 botol!
Akan kukerjakan kalau kamu memberiku 10 botol di luar pembayaran.
Aku bersedia.
Baiklah, ini tanda terima kasih.
Sip, kita sepakat.
Ternyata ada sake semantap ini, ya!
Lalu, soal pengerjaannya,
kira-kira butuh berapa lama sampai jadi?
Sebentar,
datanglah tiga hari lagi.
Harganya 350 koin emas sudah termasuk biaya bahan.
Aku mengerti.
Namaku adalah Alesh.
Jangan lupa sakenya, lo.
Lebih mementingkan sake daripada bayarannya, ya?
Dia benar-benar suka sake, ya.
Dewa-dewi juga banyak yang suka sake.
Sake.
Persembahan!
Celaka! Sudah berapa lama aku lupa?
Semuanya, kalian dengar?
Yang enggak dengar itu kamu!
Berapa lama kamu tidak berikan persembahan?
Kasih azab.
Benar, kita ikat saja di batu biar tidak berkeliaran ke mana-mana.
Jangan katakan hal menakutkan begitu, dong.
Aku juga tahu salah, kok.
Kalau begitu harusnya kamu tidak lupa! Banyak alasan!
Benar banget!
- Aku sudah tidak tahan lagi menunggu! - Begini,
- aku jadi bingung kalau bicara barengan begitu. - Padahal sudah sabar banget!
- Jadi tolong bicara satu-satu. - Padahal sudah sabar banget!
Pertama aku dulu!
Kamu! Ya-Yang namanya tenan itu apa!
Kok, seperti toko impian?
Pokoknya, berikan aku kue!
Semua jenis masing-masing satu!
Selanjutnya aku, Hephaestus, dewa pandai besi!
Soal dwarf tadi, sekilas, kamu melakukan sesuatu padanya.
Kamu mengerti maksudku, kan?
Pura-pura tidak tahu, ya?
Ternyata kamu cukup licik juga.
Aku tahu skillmu naik level
dan jadi memiliki kemampuan untuk memilih tenan atau apalah itu.
Di antara tenan-tenan itu, pasti ada toko minuman keras juga, kan?
Kayaknya ada banget.
Bukan bir yang dijual di Belanja Online,
tapi tempat khusus yang menyediakan berbagai macam sake.
Setelah memeriksa levelmu,
tenan berikutnya akan terbuka di level 40.
Cepatlah naik ke level 40. Pasti mampu dengan berjuang keras.
Lalu pilih toko sake di tenanmu. Mengerti?
Tidak, tidak. Sekarang pun aku tidak merasa butuh.
Jadi tidak akan aku lakukan!
Kalau masuk ke dungeon sekali lagi, pasti gampang naik.
Sana! Masuk lagi!
Tunggu dulu! Jangan seenaknya memutuskan, dong.
Selanjutnya pilih drugstore.
Ada banyak kosmetik murah
dan kita bisa memilih berbagai macam produk kecantikan.
Dewi Kishar, kok bisa tahu banget?
Pasar makanan laut Hokkaido.
Pameran kuliner Prancis yang memikat.
Beli banyak lebih hemat.
Dewi Rusalka juga!
Kalian ini sejauh apa tahu tentang Belanja Online?
Eng, semuanya, tolong dengarkan aku baik-baik.
Aku tidak ada niat untuk memaksakan diri naik level.
Naikkan level! Naikkan level! Naikkan level!
Kalau kalian memaksaku menaikkan level untuk mendapatkan tenan,
aku akan berhenti memberi persembahan dan mengembalikan berkah kalian!
Ja-Jangan.
Jangan, pokoknya jangan.
Naikkan level secara perlahan.
Kamu benar. Sebagai dewa, kita terlalu terburu-buru.
Kita tidak boleh mengabaikan perasaannya.
Kita harus renungkan.
Terlepas dari itu,
kami ingin kompensasi atas terlambatnya persembahan.
Sebagai perayaan terbukanya tenan,
kami ingin batas persembahannya dinaikkan.
Oh! Boleh juga, tuh!
Kadang kamu bisa mengatakan hal bagus juga!
Kalau begitu, karena kelihatannya kamu juga untung besar di dungeon,
5 kali lipat! Eh, bukan...
Setidaknya dua kali lipat.
Dua kali!
Dua!
Aku mengerti.
Mulai sekarang, aku naikkan jadi 6 koin perak.
Sebagai gantinya, jangan memaksaku lagi.
- Siap! - Asyik!
- Baik! - Mantap!
Ya sudah, silakan minta secara bergantian.
Aku! Aku! Aku!
Aku minta kue!
Semua jenis kue satu per satu!
Sayangnya, 6 koin perak itu tidak cukup.
Apa? Kalau begitu, biarkan aku memilih!
Bisa kamu perlihatkan, bukan?
Kok jadi pintar dia?
Apa boleh buat.
Ya sudah, cepat pilih.
- Nah, begitu, dong! - Cepat perlihatkan!
Mantap, dah!
Aku jadi bingung mau yang mana.
Ya sudah, bagaimana kalau pilih berurutan dari atas?
Boleh juga!
Kita taklukan semuanya!
Iya, iya.
Selanjutnya aku.
Coba perlihatkan ada apa saja?
- Kelihatannya wadahnya berubah, - Cepat!
- apa isinya tetap sama? - Lama banget!
- Aromanya berbeda? - Terlalu lama.
Yah, aku sama sekali tidak tahu.
Sabar dulu, dong!
Bagaimana kalau yang ini?
Boleh, yang itu saja, deh.
Baik.
Selanjutnya aku.
3 koin peraknya beli bir,
dan 3 koin sisanya beli berbagai jenis sake.
Aku sama seperti Ninlil.
Siap, siap. Untunglah kalian cepat mengerti.
Akhirnya giliranku tiba.
Perlihatkan pada kami juga!
Iya, iya, tunggu sebentar, ya.
Wahai dewa dan dewi, terimalah persembahan ini.
- Yaho! - Asyik!
- Waktunya pesta! - Aromanya harum.
Kenapa persembahan saja memakan waktu lama.
Mereka terlalu seenaknya.
Setelah pertukaran tidak berguna,
kita harus tebus dengan sesuatu yang kreatif!
Jadi, pertama,
lumuri Cockatrice utuh seperti ayam ini dengan garam herbal.
Lumuri!
UDANG PILAF POTONGAN BESAR Lalu, pilaf beku yang sekalian
UDANG PILAF POTONGAN BESAR aku beli saat persembahan.
UDANG PILAF POTONGAN BESAR
Setelah diisi sampai penuh,
tutup dengan tusuk bambu agar tidak keluar.
Ikat kakinya agar tidak berantakan,
lalu oles dengan minyak zaitun.
Masukkan ke oven yang sudah dipanaskan.
Sisanya tinggal tunggu sambil sesekali oles permukaannya dengan minyak.
Oh, iya, Sui.
Selagi menunggu, bisa kamu buatkan piring cekung dan tiga cangkir seperti ini?
Bahan-bahannya pakai ini.
Bisa.
Selesai!
Di sini juga selesai.
COCKATRICE PANGGANG ISI PILAF Cockatrice panggang isi pilaf!
Cuma diisi dan dipanggang, tapi rasanya pasti enak.
Dari dagingnya tercium aroma yang lezat.
Kulit!
Kulitnya renyah dan dagingnya lembut!
Tadinya daging saja juga sudah cukup,
ternyata nasi yang meresap sari daging dan minyaknya enak banget!
Dagingnya juga ada bagian yang kaya rasa dan ringan.
Sulit dipercaya ini dari satu daging yang sama.
Dipanggang utuh memang seru bisa menikmati tiap bagiannya.
Hati-hati tulangnya tajam...
Yah, sudahlah.
Penutupnya puding.
Masing-masing satu, ya.
Ini yang geol-geol kesukaanku!
Rasanya memang enak.
Aku ikut senang.
Baiklah, dungeon sudah ditaklukkan, uang pun sudah dapat,
mulai sekarang apa, ya...
Aku harus gosok gigi dulu sebelum tidur.
Hei, Dewa Pandai Besi.
Apa?
Orang dunia lain itu bilang jangan memaksakannya naik level,
menurutmu bagaimana?
Kalau ada toko sake di tenannya,
kita pasti bisa meminum berbagai macam jenis sake.
Sepertinya pemikiran kita sama.
Masalahnya, dia menolak untuk naik level.
Tapi, tidak ada larangan memberinya skill secara diam-diam.
Toh, dia juga tidak akan tahu skill itu.
Kalau begitu, waktunya memberikan berkah perlindungan diam-diam.
SKILL: MENGGANDAKAN POIN EXP
Halo!
Pak Alesh, aku Mukouda.
Datang juga.
Kamu bawa sakenya, kan?
Tentu saja.
Oh! Ini, nih!
Masuklah ke dalam.
Padahal cuma panggangan, kok keren banget?
Menurutku, desainmu kurang bisa menampung banyak arang.
Jadi aku ubah sedikit ukurannya.
Panasnya jadi bisa lebih stabil, dan dagingnya bisa dipanggang lebih baik.
Berarti, harganya...
300 saja sudah cukup. Toh, dapat sake juga.
Sudah lama juga aku tidak buat seperti ini. Ternyata seru juga.
Jadi, bagaimana kamu membawanya?
Aku ada item box.
Niatnya mau langsung coba di belakang penginapan.
Kalau mau, coba dulu saja di tempatku.
Kalau belum dipakai jadi tidak tahu seperti apa.
Ini sama saja seperti senjata.
Selain itu, kalau aku di sini, aku bisa langsung menyesuaikannya.
Sungguh?
Karena tidak perlu repot-repot di bawa pulang,
berarti kita bisa langsung makan, ya?
Dagingnya pakai Orc dan Bloody Hornbull.
Masih belum?
Kapan matangnya? Kapan bisa dimakan?
Pengin cepat-cepat makan.
Iya, sabar dulu.
Berbeda dengan kompor sihir, kita tidak bisa mengatur apinya dengan detail.
Jadi hati-hati memanggang dagingnya.
Tapi tidak boleh banyak digerakkan juga.
Apa aku boleh ikut pakai juga?
Masih bertulang!
Ini sosis buatan sendiri.
Lumayan enak, lo.
Kalian juga cobalah.
Terima kasih banget!
Pak Alesh juga, silakan makanlah yang banyak.
Panggangan spesial memang luar biasa.
Matangnya pas!
Silakan makan dengan saus yang kalian suka.
BARBEKU DENGAN DAGING ORC DAN BLOODY HORNBULL
Bagian luar yang renyah
dan bagian dalam daging yang juicy benar-benar mantap.
Selanjutnya pakai kecap bawang putih yang aku suka.
Makanannya masih ada banyak.
Pak Alesh, cobalah makan pakai kecap wasabi.
Kupikir bakal terasa berminyak,
ternyata yang namanya wasabi ini memberi rasa segar.
Cocok banget dengan cairan cokelat yang disebut kecap ini.
Iya, kan?
Itu cara makan orang dewasa.
Kalau begitu, beri aku juga!
Sui juga!
Sosisnya juga sudah matang.
Sosis bertulang yang meningkatkan suasana hati.
Wah, suara ini! Jus daging yang menyembur keluar!
Enak, Pak Alesh!
Aku akan menikmatinya bersama ini.
Oh, tunggu sebentar.
Pakai cangkir mithril yang dibuat oleh Sui.
Pertama, dinginkan cangkirnya.
Mithril tidak menghantarkan panas, tapi permukaannya akan dingin.
Buang es yang mencair, lalu tambahkan es lagi.
Tuangkan wiski kira-kira seperempat cangkir secara perlahan.
Yah, ini cuma perkiraan.
Terakhir, tambahkan air soda.
Yang penting jangan dituang terlalu kencang.
Aduk dengan ringan, peras lemon,
dan selesai!
Luar biasa!
Saking enaknya, rasanya jadi ingin melompat!
Di negeri lain, ini namanya Highball.
Es yang jarang ditemukan di musim ini.
Bahkan tidak ada satu kotoran pun.
Ditambah air yang berbusa dan cangkir mithril.
Oh, Bapak bisa tahu?
Jangan remehkan aku.
Keterampilan Alesh ini yang terbaik di Doran.
Pak Alesh ini orang yang hebat?
Kamu pikir aku ini siapa?
Bapak-bapak tukang yang suka sake.
Yah, aku juga mengira sama.
Tak disangka, orang plonga-plongo sepertimu adalah orang yang menaklukkan dungeon.
Eh? Dari mana informasi itu?
Sudah jadi bahan perbincangan di kota, lo.
Tapi masih sebatas yang tahu-tahu saja.
Be-Begitu, ya.
POJOK TAMBAHAN DUNIA LAIN
Oh! Ternyata ini mudah dicuci.
Dibilas air saja, kotorannya langsung terangkat.
Panggangan spesial Pak Alesh memang luar biasa.
Jangan salah!
Perawatannya mudah.
Bahkan noda minyak yang menyebalkan atau kerak yang membandel,
bisa berkilau dalam sekejap!
Inilah berkah dari Hephaestus, sang Dewa Pandai Besi!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.