Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
AKu mulai percaya sama Dewamu.
Aku memerintahkan mereka bertahan tapi mereka lari.
Hukuman apa yang harus aku berikan?
Dia mengambil sesuatu dariku.
Dan aku akan mengambil sesuatu sebagai gantinya.
Jika keluar kata-kata kurang ajar,
hanya penderitaan yang datang.
Mari, sayangku.
Dia orang Roma.
Aku sekarang hanyalah budak.
Sadarlah.
Kaulah yang sudah gila.
Donar!
Penghianat.
Apa kamu sudah gila?
Castus datang membantu!
Kita harus memastikan semuanya selamat.
Maju cepat!
Dan jangan kembali!
Spartacus!
Spartacus tidaklah bodoh.
Kamu mengharapkan dia untuk menunggu di salju
sampai kamu tiba untuk mengumumkan kematiannya?
Itulah tepatnya yang aku harapkan.
Sync & corrections by honeybunny www.addic7ed.com
Translated by: Civil031 Kabamafatek03@gmail.com
http://IDFL.US facebook.com/Indonesian.Library
Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang
Hitung berapa yang sudah mati!
Aku mau jumlahnya!
Dewa menggiring kita setengah jalan ke Olympus,
hanya untuk mengencingi kita dari atas dinding.
Spartacus.
Tentara Crassus mendekat dari celah pegunungan.
Bawa semua yang tidak bisa berperang ke tempat aman.
Bagikan senjata.
Kita tunjukkan padanya
berapa mahal harga nyawa kita.
Kita akan buat darah orang Roma tertumpah di salju!
Atau darah kita dengan kematian yang lebih mulia!
Tahan!
Tenangkan dirimu!
Kata-katamu tidak sesuai dengan keadaan.
Kita harus menekan,
sebelum pasukannya menyapu bersih kita.
Mereka tidak berniat untuk maju.
Dewa sudah memberimu ramalan masa depan, benar 'kan?
Aku sudah tidak asing dengan masa lalu yang kelam.
Aku menjadi pembantu pasukan Roma
ketika aku masih di Thrace.
Pasukan Crassus tidak akan merubah formasi pertempuran.
Tapi mereka hanya mengandalkan jumlah pasukan.
Lalu mengapa berhenti?
Mereka cuma menunggu komandannya.
Pasukannya mengambil posisi di punggung bukit?
Dengan Praetoriummu diatur pada posisi depan,
sesuai perintah.
Segera sampaikan saat sudah siap.
Aku ingin mengakhirinya
selagi ada kesempatan.
Imperator.
Aku sudah tertunda dari target waktu karena ada hal mendesak.
Maaf.
Bagaimana dengan Caesar?
Dia sedang mengobati lukanya.
Atau berikan lebih banyak koin
untuk menutupi lidahnya.
Terima kasih karena telah menyelesaikan tugas,
dan tidak terjerumus untuk memuaskan keinginan sendiri.
Seorang pria harus tahu kapan saatnya mencari kepuasan.
Aku akan selamanya ikut denganmu.
Aku selalu bergerak berdasarkan perasaan.
Sama seperti dirimu yang tertunda.
Kamu memujiku, Imperator.
Kau menilai diri sendiri berdasarkan perbuatan dan tindakan.
Au ingin semangat seperti itu dalam memerintah.
Bicaralah dan kerjakan.
Aku berharap dada ini penuh dengan semangat.
Tugas sederhana, namun sangat penting.
Dimana aku harus meletakkannya?
Buka segelnya, dan buat keputusan sendiri.
Baju perangku...
Waktu semakin dekat untuk akhir bagi Spartacus.
Aku ingin putraku berada disisiku
saat pertempuran akhir.
Aku mau putraku.
Sama seperti aku bersama dirimu.
Ayah.
Pakai pakaian yang layak.
Masih banyak yang harus dibahas untuk masa depan.
Kau terbukti hanya manusia biasa.
Sebuah luka, namun akan sembuh.
Pakai perban yang baru.
Anggur dan kehangatan pahamu
itulah yang dibutuhkan.
Darah akan menunggu pada hari aku menariknya
bagi mereka yang berani menentangku.
Dan mereka akan gemetar karena rasa takut...
Sama seperti aku sekarang...
Lebih cepat!
Lebih cepat!
Badai segera datang.
Dan badai itu bisa membuat mati membeku
Badai, ya.
Namun belum saatnya...
Kau mau pergi bercinta,
saat Pasukan Roma sudah berada di dekat kita?
Jika aku mati,
Aku ingin mengenang saat aku bersamamu.
Mari kita menenangkan diri sejenak,
agar nanti bisa menggunakannya di saat yang penting.
Kata-katamu terdengar seperti Spartacus.
Itu kata-kataku sendiri.
Dengarkan saja sesukamu.
Dasar penghianat!
Donar, Nemetes dan ratusan saudara kita
mati di kota.
Namun kau masih bisa makan!
Terima kasih.
Semurmu sudah cukup mengenyangkan.
Dasar Cilician sialan!
Brictius!
Pergilah.
Jika kamu bukan kekasih Agron,
kau akan mati karena melindungi orang ini.
Jangan bawa-bawa Agron,
jika kamu pikir dirimu berani.
Bagi orang kecil sepertimu kamu bicara seperti raksasa.
Jangan membuatku menyesali karena telah membantu.
Brictius sangat kasar,
tapi dia bicara dengan benar.
Aku orang Cilician,
dan karena itu aku di cap sebagai penghianat.
Tidak ada yang boleh disalahkan
akibat perbuatan orang lain.
Hal yang tidak penting.
Aku berada ditempat dimana takdir menuntunku.
Dan aku merasa ini anugrah karena kamu ada disana.
Diratai dan berdarah,
namun masih mencoba untuk memuji.
Aku hanya mencoba untuk hidup lebih lama lagi.
Dan ikut berjuang melawan Crassus
dan terus melakukannya.
Kau ingin berperang?
Membunuh orang Roma membuatmu percaya padaku,
benar 'kan?
Mungkin jika banyak yang mati di tanganku,
saudaramu mungkin suatu hari akan mengerti...
Bukan aku yang memutuskannya.
Namun keinginanmu sudah dapat diterima.
Aku tidak berharap untuk dapat menemuimu kembali.
Begitupun denganku.
Para dewa mencela kita berdua.
Kamu masih hidup.
Namun itu akan berakhir jika kamu tidak makan.
Berikan kepada yang lebih membutuhkan.
Apa kamu ingin dikasihani?
Aku tidak mau apa-apa.
Aku hanyalah debu.
Hati yang dulu terbakar,
menjadi dingin karena "si pembawa hujan",
yang membawa kematian ke dalam kotaku
dan menyiksa semua yang aku sayangi.
Tertutupi oleh Crassus,
yang mengikatku dengan rantai dan memberikan aku pada orang liar.
Kau sudah menderita.
Dan kehilangan.
Sebuah kesialan yang terjadi pada kami semua.
Bagaimana caramu melewatinya?
Itu adalah pertanyaan yang sering aku ucapkan.
Hiduplah.
Dan bantu mencari jawabannya.
Caesar menyukai tiram dalam perayaannya.
Aku akan punya kota yang terbaik yang ditawarkan untuku.
Ayahmu sekali lagi memberi kepercayaan padamu.
Sesuatu yang diterima dengan baik.
Aku tidak lagi menjadi "anak cemberut" Seperti hari kemarin.
Pria yang sejak dulu ayahku inginkan.
Aku hanya berharap Sabinus ada diantara kita.
Apa menurutku dia akan menatapku dengan penuh bangga?
Dia sangat menyayangimu, benar 'kan?
Sama seperti dirimu.
Takdir membawamu pergi dari kekhawatiran seperti itu.
Spartacus akan mati,
dan kamu akan bangkit untuk menaklukkan negeri asing,
dan membangunnya atas namamu.
Jauh dari orang-orang yang pernah peduli denganmu.
Aku mendambakan untuk menghormati nama Crassus
dengan kemenangan dan kejayaan.
Namun setelah pemberontakan padam Aku akan tetap tinggal
diatas tanah ini.
Kau tidak ingin kembali ke Roma bersama kami?
Aku ditugaskan mengamankan
urusan ayahku di Sinuessa,
sampai aku mencapai usia yang tepat untuk gelar Tribune.
Sebuah tugas yang besar.
Dimana kamu harus membantuku.
Apa aku tetap tinggal di Sinuessa?
Di dalam villa ini.
Ayahku memberimu gelar Vilica
untuk mengawasi semua yang melayaniku di bawah atap ini.
Dan membuat tangan lembutmu
terus membimbingku di dalam perjalanan hidup.
Tangan yang menarik aku dari jurang yang mengerikan.
Aku sangat berutang padamu, Kore.
Dan segera aku akan punya waktu untuk membayarnya.
Imperator.
Praetorium milikmu sudah berdiri di punggung bukit.
Panggil ajudanku.
Imperator.
Maaf, Dominus.
Aku sudah mempersiapkan makan sore --
Aku punya nafsu makan untuk jamuan berdarah.
Sekali lagi, maaf.
Namun aku juga harus bicara yang penting.
Baik, lakukan dengan cepat,
atau diam saja di tempat.
Apa benar aku akan melayani Tiberius di Sinuessa?
Apa dia mengatakannya sendiri?
Anak itu bicara mewakiliku tanpa pertimbangan yang bagus.
Aku ingin bertukar pendapat denganmu
saat situasi yang lebih intim.
Sama denganku jika ada yang mengganggu pikiranmu,
dan peyebabnya --
Semua sudah siap, Imperator.
Waktu bersekongkol melawan kehendak hati.
Kita akan bicara kembali saat perangnya sudah selesai,
akan melihat air mata menguap di bawah panasnya matahari
dari niat yang lebih dalam.
Mari, mari kita menampakkan diri di atas bukit sana.
Supaya raja pemberontak itu tahu apa yang akan menimpanya.
Crassus membangunkan Pulvinus,
seolah-olah kita berjuang untuk menghiburnya
diatas arena salju.
Kalau begitu dia akan melihat mukzizat
akan kemampuan dari darah gladiator.
Kamu berbicara seolah-olah semua seperti itu.
Cara yang kita lakukan.
Diturunkan langsung oleh kita.
Terlalu sedikit untuk melawan ribuan
yang menekan kita.
Crixus tidak salah dengan apa yang dia percaya.
Kita melakukan hal yg mustahil,
dari waktu ke waktu.
Namun dengan taktik yang baik, bukan dengan kekuatan otot.
Apa yang ada dipikiranmu?
Crassus sudah menjadi terlalu berani oleh keuntungan yang ia punya.
Dia menempatkan Praetorium nya terlalu ke depan dari posisinya,
untuk bisa mengawasi dengan baik.
Mungkin kita harus mengujunginya,
dan menjelaskan kesalahan fatalnya.
Bukankah posisi yang dekat mengharuskan
penjagaan ketat di sekitar Praetorium?
Angin semakin kencang tanda akan badai.
Saat malam tiba,
itu akan menjadi jubah jika pasukan kita
tidak membengkak diluar perkiraan.
Seberapa banyak?
Hanya yang paling kuat di antara kita.
Kita harus menyerang seperti ular,
cepat dan tepat.
Jika Crassus mati dengan racun kita,
pasukannya akan kacau balau
tanpa komando.
Sebuah rencana yang baik saat menghadapi Cossinius dan Furius.
Kau mau mengirim orang tertidur ke alam baka
saat ia bisa terbangun untuk mimpi buruk.
Lautan kematian saat seluruh pasukan kita menyerangnya.
Pasukan sebesar itu akan mudah ketahuan,
dan kehilangan kesempatan.
Hal yang anak kecil pun bisa lihat.
Kau menganggapku seperti itu?
Kata-kata yang kurang tepat, bro.
Tetap berada disisiku,
dan saat Crassus pergi dari dunia ini
kita akan membuat pasukannya mengikutinya.
Awasi dan laporkan.
Kita akan membuat batas bagi yang kabur.
Tidak boleh ada untuk Crassus malam ini.
Donar...
Apa yang terukir di dagingnya?
Kematian tidak bisa dihindari.
Ayo.
Naevia!
Ayo.
Kembali ke kemah!
Larilah, dasar pecundang!
Bentuk formasi!
Crixus!
Maju!
Spartacus lepas dari jebakan?
Bersama sebagian kecil anak buahnya.
Biarkan dia merasakan duri di lukanya,
dan mengembalikannya pada yang memberinya.
Bangunkan Tiberius dan Caesar
dari tidur nyenyaknya.
Waktu untuk siasat dan tipu daya sudah berakhir.
Caesar akhirnya bangkit dari kematian.
Sama sepertimu.
Apa yang menarik perhatian sebelum matahari pagi?
Aku berangkat ke Melia Ridge saat fajar tiba.
Perjalanan panjang.
Mari kita percepat kedatangan --
Aku menyuruhmu berhenti untuk mengumpulkan pasukan
di Sinuessa.
Ikuti pasukan Tiberius
dan bergabung sebelum malam tiba.
Apa tidak sebaiknya orang yang merebut Sinuessa yang memimpin?
Bukan anak labil yang kehilangan pedangnya?
Apa kau merasa aku kurang berterima kasih padamu?
Koin yang berlimpah sudah diberikan
untuk membalas semua utang?
Kisah keberanian sudah diantar Metellus untuk telinga di Roma?
Perayaan untuk menghormatimu...
diberikan oleh orang yang kau tidak hargai.
Aku tidak perlu diingatkan mengenai kebaikan yang lalu.
Aku hanya menawarkan saran.
Dan aku hanya memberi perintah.
Seperti aku memerintahkan posisimu
dibalik dinding kota dan bergerak sebagai alatku.
Aku merebut kota ini.
Sama seperti aku mengambil nyawa Spartacus,
bersama dengan putraku.
Dan di mana Caesar yang terhormat berada
di tengah-tengah kejayaan seperti itu?
Di jarak yang sama.
Jika dia pergi dari jalan yang diberikan padanya.
Dia tidak bisa memimpin, Imperator.
Tetaplah pada jalur,
dan kita akan menggapai langit seperti yang dijanjikan.
Aku akan menyambutmu saat disana.
Bergerak dengan cepat,
dan rasa haus akan darah musuh.
Disini kita berdiri.
Gelar dikembalikan padaku.
Dan kamu berada di bawah.
Hati-hati melangkah, nak.
Banyak raksasa yang jatuh ke alam baka,
percaya dirinya terlalu besar untuk bisa jatuh.
Kumpulkan pasukan.
Sesuai perintah.
Apa tidak ada yang pernah tidur di rumah ini?
Maaf.
Aku hanyut ke dalam perdebatan.
Dan kamu bersembunyi dalam bayangan untuk menyaksikannya?
Itu hal yang berbahaya yang harus dihilangkan dari mereka.
Sejak Tiberius sudah kembali berkuasa.
Kau berani bicara melawan tuanmu?
Aku hanya membisikkan ancaman yang sama.
Dan cara untuk mengatasinya.
Terima kasih untuk pertemuan pribadinya.
Tidak ada yag boleh tahu
kalau kita bicara.
Mereka masih tertahan dalam mulut.
Kamu sudah melihat suasana hati yang buruk.
Jangan menambahnya lagi dengan misteri
dan tujuan yang tidak jelas.
Banyak yang telah berubah.
Anak yang aku gendong saat masih kecil
sekarang sudah tumbuh dewasa.
Dia yang sekarang sudah mengancam
untuk mengubah kami berdua dari posisi yang diinginkan.
Seberapa dalam kamu terluka akan anak itu?
Cukuplah kamu tahu kalau aku pun terluka.
Sama seperti kamu saat Tiberius mendapatkan kembali gelarnya.
Jadi kamu juga berpikir, benar 'kan?
Untuk menutupi luka seperti itu?
Hal yang seharusnya aku lakukan dari dulu.
Kalau begitu lakukan.
Dan biarkan Caesar jauh dari plot dan rencana.
Jika kemenangan atas Spartacus di bagi bersama Tiberius,
Aku takut ikatan mereka akan terikat selamanya.
Tidak usah berbasa-basi,
dan katakan apa yang harus aku kerjakan.
Aku senang sekali.
Saat tahu kamu berada di antara kami.
Aku berhutang padamu.
Crixus menceritakan bagaimana kamu mengendongku kembali.
Inilah apa harus harus kita lakukan.
Untuk pejuang yang lain.
Dia butuh istirahat.
Dia akan istirahat, untuk sementara waktu.
Badai semakin lama semakin besar,
membuat pasukan Roma sulit untuk maju.
Aku juga ingin membuatnya terganggu oleh badai kabar itu.
Apa sekarang musti begini?
Apa kita selalu harus saling mencela satu sama lain,
sama seperti waktu kita masih budak di rumah Batiatus?
Hari-hari yang lalu saat kamu masih penakut.
Jika kita pergi dengan pasukan yang lebih baik melawan Crassus --
Akan seperti apa hasilnya?
Mengintip ke masa depan dari jalan yang tidak diambil
dan berhenti dimana kau percaya akan arahnya.
Tanah tidak ternoda dengan darah Naevia.
Kamu akan melihatnya dipenuhi oleh ribuan orang.
Aku hanya bisa bertarung.
Dinding dan parit berada di depan.
Rencanamu melawan Crassus -
kamu dianugrahi dengan kecerdasan yang tinggi.
Kita harus memberi senjata pada setiap orang
dengan kekuatan untuk mengangkatnya dan menyerang orang-orang Roma.
Kami terikat dengan dinding ngarai,
tidak bisa bergerak karena terjepit.
Untuk menghadapi jumlah yang jauh lebih besar
dari baju pelindung serta disiplin tidak akan memberi apa-apa
selain dari kematian kita.
Jadi biarkan Roma tahu bagaimana kita megatasinya.
Seperti yang kita lakukan di arena.
Kamu kembali hanya untuk berdebat.
Beberapa dari kita adalah gladiator.
Mereka tidak berdoa untuk kematian yang mulia.
Tidak. Mereka berdoa agar dipimpin.
Aku tidak akan mengirim anak buahku ke alam baka!
Dan aku tidak akan mati dengan pedang orang Roma tertancap di punggungku!
Aku akan mengumpulkan mereka yang setuju
dan melakukan serangan pada Crassus.
Kau tidak boleh memimpin --
Kamu bukanlah Dewa!
Dan aku tidak peduli!
Crixus!
Apa kau tidak sadar?!
Sebuah pertanyaan yang sebaiknya dilontarkan pada pimpinanmu.
Crixus!
Sekarang bukan saatnya untuk bertengkar!
Tenda medis telah disambar oleh badai!
Badai mendekat!
Bawa yang masih diluar untuk berlindung!
Dewa mengancam untuk menghapus bersih para pemberontak
sebelum kita berhasil untuk menyerang.
Kalau begitu kita harus bangkit saat mentari terbit,
dan mengakhiri apa pun yang masih tersisa.
Caesar.
Aku tidak mendengar terompet sambutan
sebagai tanda Tiberius tiba dengan pasukannya.
Mereka tidak ada sama seperti dirinya.
Kamu mambantunya dalam pergerakan pasukan.
Apa sudah jelas?
Sudah jelas.
Namun masih banyak hal yang mengganggu,
and tugas yang lebih penting...
Kamu membawanya kemari,
di medan pertempuran?
Maaf, Dominus.
Caesar hanya tidak tahan melihat air mata.
Katika harus bicara dengan mulut bersedih.
Tinggalkan kami.
Caesar!
Caesar!
Mengapa kau tidak menunggu di gerbang utara sesuai perintah?
Maaf.
Urusan yang penting menjauhkanku dari pasukanmu.
Ayahku tidak akan senang dengan kata pembangkangan.
Aku akan berhenti sejenak sebelum bertemu.
Imperator lebih suka bersama...
dengan budak tercintanya.
Kore?
Kamu melanggar perintah dengan membawa seorang wanita ke perkemahan?
Dia ingin sekali untuk bicara dengan ayahmu.
Aku tidak bisa
menolaknya untuk bicara dengan ayahmu.
Masalah apa yang membuatnya datang kemari?
Ah, itu rahasia, benar 'kan?
Namun tetap mengguncang saraf.
Aku yakin ayah akan membagi dengan putranya
saat dia sudah bicara.
Apa kehendakku harus selalu kamu menentang?
Sudah aku bilang kalau saat itu
akan datang saat perang ini usai?
Aku tahu kehadiranku menentang aturan yang ada,
namun aku tidak bisa lagi bersabar untuk menemuimu.
Minumlah, hangatkan dirimu.
Terima kasih.
Badai akan datang saat kamu kembali ke Sinuessa.
Gejala badai sudah ada,
Caesar akan mengantarmu kembali
ke dalam kota.
Di mana aku akan terus tinggal sampai kamu kembali ke Roma,
selamanya terpisah dari dekapanmu.
Dipisahkan?
Kamu salah paham.
Aku merebut Sinuessa untukmu.
Jadi kita punya tempat untuk kita sendiri
saat aku berkunjung,
lebih sering, jauh dari kecemburuan dan segala desas-desus.
Ini bukan hukuman, tapi hadiah.
Kamu akan bersinar seperti aku,
sebagai Vilica dari kediaman Crassus
di Sinuessa.
Di bawah Tiberius.
Dia akan sejajar denganmu,
menerima keuntungan dari kehadiran dan kebijaksanaan mu.
Sama seperti aku.
Aku tahu dia sangat peduli denganmu.
Sama seperti dirimu untuknya.
Kamu membantu merubahnya dari anak kecil yang dulu
menjadi pria seperti saat ini.
Aku tidak tahu siapa lagi yang cocok untuk membimbingnya.
Aku takut disalahkan,
saat dia nanti tidak sesuai dengan harapanmu.
Jangan khawatir.
Ini adalah sesuatu diluar kehendak.
Dia terbukti sedikit mengecewakan di masa lalu,
benar 'kan?
Memang benar Tiberius melakukan kesalahan yang besar.
Dan aku marah sampai langit bergetar.
Namun sekarang dia sudah berubah,
dan aku tahu di hati terdalam
tidak ada langkah yang salah saat seorang ayah
memberi maaf pada putranya tersayang.
Aku berharap kata-kata ini akan meredakan air mata.
Tidak usah dipikirkan.
Mereka hanya menjadi bukti akan seorang wanita yang bodoh.
Selama wanita itu selalu jujur dengan perasaannya.
Ya, Marcus.
Semuanya sudah jelas untukku sekarang.
Jika kita terus membahasnya, kesulitan ini
mungkin kekurangan udara untuk bernafas, bukan dingin atau pun salju.
Aku lebih memilih dihangatkan
dengan cara bercinta.
Apa aku tidak pernah bebas dari masalah ini?
Lakukanlah terus dan lihatlah tenda tertiup
dari tambatannya.
Castus.
Spartacus menyuruhku kesini.
Tidak ada pilihan lain.
Tidak dariku.
Kau ingin membebaskan aku?
Ini atas permintaan Nasir.
Tanpa itu
pisauku akan kotor dengan darah Cilician.
Terima kasih.
Jangan menatap seperti itu.
Di mana Gannicus?
Dia tidak bersamamu?
Tidak.
Gannicus!
Gannicus!
Dengan darah ini... kami dengan rendah diri...
memohon...
Mengapa kamu tidak pergi dengan yang lain?
Aku harus memberi persembahan...
Dewa-dewa akan menunjukkan jalan...
Mereka hanya menunjukkan kematianmu,
jika kau terus saja berlutut!
Berlindunglah!
Atau sambutlah dewamu dari alam baka!
Aku tidak bisa menemukannya.
Aku pergi.
Kamu juga akan tersesat.
Gannicus tidak akan mati akibat angin dan es.
Anggur dalam darahnya akan membuatnya selalu hangat.
Aku tidak pernah kena demam.
Pakai selimut, supaya tubuhmu hangat.
Aku tidak membutuhkannya.
Gigimu tampak bergetar.
Sama seperti aku.
Apa lukamu tidak sakit?
Ini mengingatkanku untuk tetap hidup.
Dan memilih untuk terus bertahan.
Sekali lagi kita berada di tempat yang terjepit.
Mengobati luka dan berdoa
semoga kematian tidak datang.
Kamu berdoa sekarang, benar 'kan?
Atas banyak hal.
Namun aku masih sadar untuk terjatuh dalam badai,
berdoa pada langit.
Atau menumpahkan darahku sendiri sebagai persembahan.
Ini berguna sebagai pengorbanan.
Untuk Spartacus.
Kau percaya dia Dewa sekarang?
Itu dibuat atas namanya.
Untuk membela perjuangannya...
dan semua yang setia bersamanya.
Aku ragu kamu dulunya percaya.
Aku dulunya bodoh --
Kau sudah aman...
Kau sudah aman...
Aku sudah memperingatimu.
Untuk menjauh dari orang sepertiku.
Kau menyuruh hal yang mustahil.
Berapa banyak?
Hampir ribuan yang tersesat dalam badai.
Seribu.
Spartacus...
Aku takut kau berada diantara yang mati.
Dewa-dewa mengasihani,
dan memberikan kita perlindungan yang layak.
Tidak semuanya diberkahi.
Tidak. Tidak semua.
Kita mencari bantuan dari langit.
Saat kita berada diantara kegelapan dan dinding.
Dan inilah jawabannya.
Namun dalam kekejaman mereka,
mungkin para dewa menerangi jalan bagi mereka yang masih hidup.
Apa kamu tidak sadar.
Aku menerimanya.
Kita akan menutup parit dan menyerang,
seperti yang kamu inginkan.
Ketika kita punya ribuan orang,
sekarang selamanya pergi.
Dan bagaimana pasukan dibalik dinding itu?
Bagaimana kita melawan jumlah mereka?
Mungkin tidak perlu.
Kamu berbicara dalam teka-teki, menutupi kebenaran.
Seperti Crassus menyamarkan semua yang telah ia lakukan,
menyelubungi gerakannya dengan penipuan.
Menaruh Caesar di antara kita.
Membuat Heracleo berpaling.
Menarik kita ke dalam perangkap di dalam tendanya.
Tidak ada yang tampak sebagaimana mestinya.
Kalau begitu bicaralah, atau pergi dari sini.
Parit ini berfungsi sebagai penghalang untuk menahan kita.
Mengapa membuatnya tampak seperti benteng yang tak tertembus?
Untuk menjaga mata kita dari apa yang berada di baliknya.
Atau apa yang tidak ada.
Sedikit orang berada di tembok
akan menutupi ribuan yang berada dibaliknya.
Sebuah tipuan yang sangat bagus.
Dan jika kamu salah?
Kita semua akan mati dengan terhormat.
Tanpa tertusuk pedang orang Roma.
Pemikiranmu benar.
Hanya tersisa beberapa ratus orang.
Mari kita hangatkan malam ini dengan darah mereka.
Lugo! Brictius!
Bawa orang dan cari celah yang ada di tembok!
Imperator!
Imperator!
Pemberontak telah menembus temboknya!
Peintahkan pasukan untuk berkumpul!
Cepat!
Apa budakku sudah kembali ke Sinuessa?
Tidak ada yang meninggalkan tendamu, Imperator.
Bergerak cepat, dan ikuti yang lainnya!
Di atas sini!
Periksa semua tempat!
Dia pergi bergabung dengan pemberontak?
Sebuah kesempatan yang ditolaknya,
seandainya dia tidak dibawa kemari.
Aku kira dia punya alasan sendiri --
Laporkan.
Tidak ada penjaga di atas tembok.
Tidak terlihat pula Spartacus dan pasukannya.
Ini tidak masuk di akal.
Bagaimana mungkin dia melewati parit?
Dasar sialan.
Dia mengisi parit dengan mayat anak buahnya.
Dia hanya melakukan pilihan terakhir yang tersisa.
Mereka tidak akan bisa pergi jauh.
Beri perintah pasukan untuk maju.
Aku akan mengambil kembali apa yang jadi milikku --
Lindungi Imperator!
Kita harus mundur!
Bentuk formasi!
Sang Crassus yang perkasa lari terbirit-birit dari kita!
Dia akan kembali, dengan ram dan balista.
Dan menemukan tugunya yang semu terbakar,
memberikan kesempatan untuk membuat jarak yang jauh dari kita.
Mari kita menjauh dari sini.
Dan menghormati yang telah gugur dengan kemenangan...
dengan darah dari Marcus Crassus.
Sync & corrections by honeybunny www.addic7ed.com
Penerjemah: Civil031 Kabamafatek03@gmail.com
For more Movies West-Series K-Drama Music Anime Visit and Join:http:// IDFL.US facebook.com/Indonesian.Library
Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.OpenSubtitles.org
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.