Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
DOKUMENTER NETFLIX ASLI
DESA ROCKTON
ATURAN KELUARGA SERING BERPELUKAN
PROGRAM BERSERTIFIKAT PEMURIDAN 1
- Ayah, bayi! Ayah bayi! - Ya?
- Ayah! - Apa katamu? Tanyakan pada Hao.
- Kau mau beri nama bayimu apa? - Clayton.
Bayi siapa di perut ibu?
CORTNIE
- Charlie. - Bayi siapa itu? Dia anak kita?
- Tidak. - Tidak.
Kemana bayi pergi setelah dia lahir?
Entahlah.
- Kau tak ingat? - Tidak.
- Sampai jumpa. - Ayah, mau ke mana?
Aku orang di balik kamera.
Wanita hebat ini mengandung bayiku.
Namun ini bukan keluargaku.
Aku tumbuh di Chengdu, di Tiongkok Barat Daya,
tempat tinggal keluarga ibuku.
Di banyak aspek, keluargaku seperti kebanyakan,
tak bisa dibedakan dari 14 juta penduduk kota lainnya.
Benar! Bahkan kita sepupu pertama,
jika berpapasan, kita tak akan mengenali.
- Berapa usia bayinya? - Baru tiga bulan.
Kau masak apa?
Untungnya aku selamat dari Wabah Kelaparan.
Kau makan apa?
Hidup di desa, aku bisa mati.
Banyak yang mati di pedesaan.
Ini ibuku, di pesta ulang tahun kakekku.
Saat itu, aku bodoh.
Aku tak lulus ujian karena tak rajin belajar.
Jadi, aku fokus mendidik putra-putriku sejak dini.
Mereka harus lebih baik di akademik.
Dan ini ayahku.
Di keluargaku, hanya aku yang kuliah.
Kalian berdua...
maasuk ke sekolah yang lebih baik.
Aku merasa hidupku tidak sia-sia.
Aku tak membiarkan...
nenek moyangku kecewa.
Ini kakekku dengan nenek tiriku.
Kakekku dengan tiga putrinya.
Anak perempuan simbol kemakmuran.
Banyak kerabat lain yang ada hubungan denganku
aku tak ingat lagi.
Cepatlah kemari. Sial, berhentilah pura-pura malu.
Kakek, semoga kesehatanmu baik...
Ini aku dan adikku di video keluarga.
Selamat ulang tahun, Kek!
Kau selalu egois.
Sebagai satu-satunya anak di klan,
kau diharapkan punya anak dan pekerjaan bagus.
Agar aku bisa membuat...
- Bangga leluhur. - Membanggakan leluhur.
Ya.
- Ini - Itu, sedang apa mereka?
Setelah pindah ke Amerika 20 tahun lalu.
Sudah lama, aku tidak kembali ke Tiongkok mengunjungi keluargaku.
Selamat ulang tahun.
Untuk ulang tahun ke-90 kakekku,
aku merasa wajib kembali.
Selamat.
Aku suka sembunyi di balik kamera hindari perhatian.
Tapi perhatian terbesar kakekku adalah aku, cucu lelaki satu-satunya.
Sampai jumpa 10 tahun lagi.
Ya, saat ulang tahunmu ke-100.
Baik, sampai jumpa.
Kalian harus kembali di ulang tahunku ke-100.
- Tentu saja. - Ya.
Kau harus membawa istri di ulang tahunku.
Bukan pacar. Seorang istri.
Cucu bahkan lebih baik.
Tidak perlu lucu?
Tidak penting. Selama itu milikmu.
- Kau dengar? - Bukan adopsi.
- Dia terus bicara saat makan. - Kau punya dua cucu hebat.
Itu saudari-saudarimu! Aku ingin lihat milikmu.
Itu saudari-saudarimu!
Aku tanya ibumu apa dia tak khawatir.
Aku bilang suruh putramu kembali ke acara kencan itu,
BIBI KECIL
contoh Saturday Rendevous.
Ada banyak acara baru, seperti Kencan Gaya China.
Dalam acara itu, ada banyak gadis dengan kecantikan dan bakat.
Foto di South Suburb Park
Aku tak ingat ada yang pernah mencemaskanku saat masih kecil.
Orang tuaku bekerja di perusahaan mobil negara
aku ingat banyak cerobong asap dan langit abu-abu.
Aku juga ingat orang tuaku selalu menyuruhku patuh
dan unggul di sekolah.
Sudah kulakukan, dan itu membuat mereka bangga.
Namun itu sudah lama sekali.
Minggir. Kenapa merekam kekacauan ini?
Cukup. Menyebalkan.
Ini kamar tidur.
Aku tak akan mengizinkanmu pulang lagi!
Kau selalu mengatakannya.
Tak seorang pun membersihkannya, atau tidur tepat waktu.
Kita tidur di jam normal. Kau yang selalu begadang.
Aku harus menunggumu tidur dulu,
agar aku cuci bajumu di waktu malam!
Kurasa untuk ibumu,
Keluarga adalah yang utama.
Hobinya adalah membuat keluarganya...
BIBI BESAR
...lebih bersih dan lebih sempurna.
Begitu kau bangun, kau bilang lalu aku bangun.
Jika aku tak memintamu bangunkan ayah,
keluarga ini tak ada yang bangun!
- Siapa yang kerja? Ayahmu, - Aku hanya diam saja.
- Aku jalan ke sini. - Aku membangunkannya tiap hari.
- Ibumu berkata dia harus berjalan ke sini - Cepat. Pergi!
Aku tak punya energi seperti sebelumnya.
Aku sangat lelah setiap hari.
- Kalian melelahkanku! - Ibu itu tumpuan keluarga.
Ibu suka merengek.
Dia membuat Ayah menjadi ayah yang "baik".
Dia ingin menggunakan metode yang sama untuk
menjinakkan kita menjadi model anak-anak "baik".
Aku juga mau kenyamanan! Jika kau ada uang banyak,
- Jika ada uang, - Caranya ada uang?
Jika kau ada banyak uang, aku akan
membeli apa pun
yang aku mau dan memainkan apa pun yang kumau.
Ketidaknyamanan saat ini hanyalah
tingginya permintaan ibu untuk kebersihan setiap hari.
Omong kosong.
Permintaanku untuk kebersihan? Omong kosong.
Jadi, kadang aku berpikir
apa beruntung dilahirkan di keluarga ini?
Kadang aku merasa bahagia.
Lalu,
untuku secara pribadi,
Kematian cepat adalah kebahagiaan tertinggi.
bagi orang tua, cepat mati lebih baik.
Sejauh yang bisa kuingat,
aku selalu ingin keluarga yang berbeda.
Aku tak mau membicarakan putriku.
Biar aku ceritakan soal putriku.
Keluarga yang selalu berteriak dan menjerit.
- Ya, mereka ingin bersama! - saudarinya
Keluarga kurang kendalikan generasi muda.
Anak laki-laki Zhao Jing menyukai…
Ayo temui dia apakah kita suka.
Jika tidak, kita akan memutusnya.
Kalian pikir itu kendali, tapi aku...
BIBI KECIL
Aku rasa kita punya model pendidikan yang baik.
Aku akui punya temperamen buruk.
Kenapa aku bertemperamen buruk?
Untuk Ibu, dia selalu
memperlakukan kami sebagai anak kecil.
Jadi, dia takkan pernah lepas kendali.
Jadi saat SMA, aku memberontak.
Saat disko datang ke China, aku disko.
IMPIAN SHANGHAI
Saat break dance ada, aku ikut.
ANAK ROCK
Aku dan teman-temanku disukai, tapi China berubah.
Dan terasa menggembirakan bisa tampil beda.
Akhirnya.
Tapi aku masih merahasiakan betapa aku sangat berbeda.
Satu-satunya buku psikologi Barat yang kutemukan bilang aku sakit jiwa.
Aku tahu. Tak akan aku lupakan.
Aku ingat kau menulis surat untukku saat itu.
Aku...aku membacanya sangat lama.
Aku ingat jelas menangis lama.
Apa kau pernah curiga?
Aku tak pernah dengar hal itu! Untuk generasi kita,
konsep homoseksualitas tak ada.
Aku tak tahu itu.
Dan teman-teman
ayahmu dan aku,
tak tahu apa pun juga!
Sudahkah kau melakukan riset daring untuk memahami ini?
Ini aku tahu. Ini aku tahu, itu…
apa namanya…
Itu disebut masalah orientasi.
Aku tahu ini.
Hanya saja, saat ini terjadi padamu,
itu menjadikan mimpiku,
pukulan dahsyat.
Saat umurku 20tahun,
aku kabur ke Amerika.
Amerika,
tanah untuk melupakan masa lalu seseorang, untuk menemukan diri.
Untuk mencari janji kehidupan bahagia yang selamanya sulit dipahami,
tapi selamanya membayangi dan tampak dalam jangkauan.
Di sana.
Lihat Empire State, gedung tertinggi itu.
Putra keluarga Tiongkok tak bisa lari dari masa lalu.
Tidak dari orang tuanya.
Kau bilang itu sangat makmur, tapi tidak terlihat seperti itu.
Eric, kau gugup bertemu orang tuaku?
Tidak. aku hanya membersihkan apartemen tiga kali.
Kau punya kompor gas!
Banyak sekali tasnya.
Kenapa kau habiskan banyak uang...
Ini yang kuinginkan!
Ini hadiahku untukmu.
Kotor sekali!
Lihat, minyaknya mengeras.
Nak, bolehkah aku mencuci sepatumu?
Nak, lihat batapa bersihnya ibumu mencucinya.
Saat kami keluar untuk melihat-lihat, tak seperti Ayah,
Ibu bukan orang yang mudah terkesan.
Bu, ini sup krim kerang yang terkenal. Apa kau suka itu?
Bagaimana mengatakannya?
Aku lega sekali, ibu sangat menyukai Eric.
Orang Amerika Cina, dengan pekerjaan tetap dan tatakrama yang baik.
Jadi, suatu hari aku berbagi sesuatu untuk membuatnya lebih bahagia.
Kupikir begitu.
Dengan tegas aku katakan orang sepertimu memiliki anak.
Jika kau punya keluarga normal seperti saudarimu, tak apa kau punya anak.
Aku membayangkan kau akan tetap lajang,
bekerja dengan baik dan menabung.
agar saat tua bisa membayar perawatan berkualitas.
Jika kau mati begitu, dengan uang yang cukup,
hanya itu yang akan menenangkan pikiranku.
Kau tak bertanya kenapa kau kuliah dan mendapat gelar MBA?
Apa harapanmu dengan pembuatan film?
Bahkan jika berhasil, karena kau membuat dokumenter,
itu takkan berarti apa pun.
Kalian terlalu khawatir.
- Putraku, - Khawatir adalah
tradisi besar bagi kami orang Cina.
Dia tak bisa melihat
dari sudut pandang kita.
Kau bukan bagian kami.
Aku tak memintamu jadi gay, ya?
Aku bisa memaafkanmu.
Aku hanya sangat mencintaimu, jadi aku harus...
menerima yang kau pilih, bukan?
Kau terdengar seperti ibumu.
Dalam hal apa?
Kau cepat emosi.
Kau tak mau mengakui kekuranganmu sendiri.
Kau berhati besar.
Semakin banyak ibuku menolak,
semakin aku ingin agar hidup seperti yang kuinginkan.
Untuk membangun keluargaku sendiri dan memberi anak-anakku
aku tak pernah mendapat dari orang tua
dukungan menjadi diri sendiri.
Kita, tak pernah, Rumah ini bersamaku sekarang
Ini Brian.
Dia dan Matt ingin punya anak.
Hai, Brian. Semua orang punya anak.
Apakah rumit untuk tahu bagaimana mewujudkannya?
Cukup rumit, jadi, setelah kami temukan agen donor telur
lalu kami harus mencari klinik IVF
dan setelah kami putuskan, mencari pengganti, dan
Maaf, bisakah kalian beri tahu
mencapai keputusan pertama soal ibu pengganti dibandingkan pilihan lain...?
Hao merespon.
Pendekatanmu, dunia ini sudah penuh dengan anak-anak ini
yang tak punya keluarga ideal di dunia yang ingin kita adopsi tapi
Ya. Seperti orang tuaku sangat suka punya anak yang terkait secara genetika.
jadi, kurasa pada tingkat tertentu, aku ingin membahagiakan mereka.
Sebaiknya temukan donor telur China.
Kau pikir itu baik?
Aku lebih memilih keturunan kita sebagai darah murni.
Tentu tidak!
Jika kau bersikeras, aku akan menceraikan ayahmu!
Donor telur orang China, tapi yang hamil orang asing?
Bibi besar itu kesayangan ibu.
dan satu-satunya kerabat ibu yang aku ceritakan tentang situasiku.
Berapa usia sel telurnya? Tingkat pendidikannya?
Dia harus cerdas, cantik, baik. Di mana aku bisa bertemu?
Bukannya aku mencari kencan.
- Berapa minggu lagi? - 33,5 minggu.
Kita di bagian akhir.
Sudah tahu kelaminnya?
- Laki-laki. - Jangan gagalkan kejutan.
Aku berdoa untuk hari ini.
Cucu yang ini berbeda dengan saudari-saudari?
Beda. Kau adalah garis pria. Garis pria atau bukan,
bagi kami orang tua tradisional
ada bedanya.
Oke. Jadi, bulu halus ini adalah rambut.
Lihat rambutnya.
Apa bayi lahir dengan rambut?
Lihat perutnya.
- Pamer. - Dia pamer apa? Maaf.
Dia latihan bernapas.
Aku tak punya pilihan lain, Putraku. Kau pikir aku mau?
Aku tak punya pilihan, walau itu menggangguku.
Anak-anak sedang berproses, aku pesan agar kau merawat baik-baik.
Menurutmu aku bisa menerimamu sekarang? Tak bisa.
Aku bahagia selama punya cucu.
- Perempuan. - Perempuan.
Beri kabar baru.
Bagaimana awalnya dan prosesnya?
Apa pun yang terjadi, aku akan merawat.
Maksudku,
Aku beri gambaran. Oke.
- Ini Hao. - Hao.
BRIDGET
- Rekannya, Erik. - Oke.
- Ingin ibu pengganti. - Oke.
Mereka ingin punya dua bayi,
tapi mereka tak mau kehamilan kembar.
- Baiklah. - Jadi, aku
dan Cortnie, yang merawat untuk mereka.
Begitulah kisah kecil kita bersama.
- Cortnie dan aku teman. - Bagaimana,
Nomornya masih nol?
- Ya, saat ini - Kau, Saat ini nol.
Kau belum bawa bayi ke rumah.
Jadi, ini masih baru bagimu?
Aku tahu, itu sebabnya aku suka,
"Apa yang akan kutanya?"
Seperti, "Ke mana pergi?"
Caranya dari nol sampai dua?
- Benar. - Benar.
Jadi, apa pun itu,
ibunya akan datang.
Itu keren.
Bertemu April.
Ya dan semuanya-- Jelas kau masih hidup
semuanya lancar.
Karena aku seperti, "Ooh."
Bayinya.
Kita punya teman yang inginkan hal yang sama.
Semua tampak siap di depan Amerika
agar kita menyambut dua anak kita.
Tapi ada masalah saat aku ke China untuk bekerja.
Saat aku lihat orang tuaku kini hidup dengan keluarga kakakku di Shanghai.
Nak, coba ini. Ini tak akan ada di Amerika.
- Rasanya enak. - Aku tak suka ceker ayam.
Di masa depan, saat anak tumbuh,
bagaimana kau menjelaskannya?
Katakan saja mereka punya dua ayah.
Bagaimana ibunya?
Hanya ibu pengganti.
Kenapa tak beri tahu mereka?
Jaga rahasia ini selamanya.
Kita harus berusaha maksimal untuk
sembunyikan dari teman, kerabat.
Bagaimana menjelaskan saat anak kembali?
Aku akan bilang ibu
- mereka meninggalkanmu? - bukan.
- Jangan sebut dia pergi. - Dia mati?
Tidak bisa.
Bagaimana kau jelaskan mereka? Aku tak tahu caranya.
Kita bisa bilang dia imigran ilegal.
Amat ilegal. Dia tak berani pergi dari AS.
Apa masalahnya?
- Dia sudah meninggal? - Kita harus jujur.
Tidak. Bukan di China.
Hao, itu takkan berhasil.
Setelah hidup secara terbuka dan bangga di Amerika lebih dari 20 tahun.
Aku merasa frustrasi harus kembali ke kloset
saat melihat kakek di Chengdu.
Itu yang orang tuaku inginkan.
Aku tak mau membuat drama lagi sebelum anak-anak tiba.
Bisakah kakek bisa memahami ini?
Kakek lebih keras kepala daripada Ibu.
Tapi kau tak pernah tahu,
Kakek, dalam beberapa hal, lebih terbuka dan modern daripada Ibu.
Apa?
Apa kau khawatir seperti orang tuaku padaku soal membuat film?
Membuat film?
Tidak apa-apa. Masalah yang kulihat…
Kau harus menemukan,
pacar perempuan.
Lebih baik seseorang yang bisa menjadi istrimu. Benar?
Untuk film terakhirku tentang selebriti internet Tiongkok,
Aku pergi ke kampungku untuk syuting.
Setiap aku kembali ke kota,
kakek bersikeras memperlakukan aku dengan makan mewah.
Ayah, silakan duduk.
Di mana temanmu?
Asistenku segera datang.
Halo.
Apa kabar?
Maaf terlambat.
Kakek, berapa usiamu?
Lebih dari 92 tahun.
Kau sangat sehat.
Ayahnya berasal dari daerah Guang'an.
Dia lahir di sana.
Aku mengenalkan latar keluarga.
Dia mungkin lewati detail.
Kau tinggal di AS?
Ya. Kau tinggal di New York?
Hei! Saat kembali tahun depan, bawa satu orang lagi pulang.
Kenapa kita membicarakan ini?
Dia membantuku syuting.
Bawa lagi berandalan kecil.
Tahun depan dia akan lewati tangga tengah dan langsung bawa anak ke rumah.
Kau mau laki-laki atau perempuan?
Semuanya terserah kau.
Bukan yang aku inginkan, tapi yang kau inginkan.
Apa yang kalian inginkan?
Aku dan dia?
Aku tak tahu.
Kau pasti tahu.
Tanpa tahu apa yang membuatku terlibat,
aku menjadi ayah.
PERSALINAN DAN KELAHIRAN
Aku mulai mengulas ini.
- Halo. - Halo.
Kau dengar aku menjerit, ya?
Menurutmu bayinya tampan? Tidak.
Kenapa cucuku jelek sekali?
Asal berkelopak mata dua. Takutnya dia berkelopak mata satu.
Apakah ada outlet di luar?
RENCANA HARIAN: IKATAN DENGAN BAYI
lihat gigimu. Senyummu manis.
Brennan, mana senyumanmu?
Aku akan ambil satu lagi.
Tarik hidungnya.
Lakukanlah yang sering, saat tidur atau saat main dengannya. Oke?
Kami menantikan,
Kerja berat, ya? Aku tahu.
- Hai. - Sangat berbeda dari Clayton. Gila.
Anak-anak, bukan?
Selama 40 tahun,
aku menderita karena orang tuakumengomel
soal berapa banyak pekerjaan orang tua. Yang dikorbankan demi merawat kita.
Sekarang aku ayah,
dan akhirnya mulai melihat bahwa mereka tidak melebih-lebihkan.
Seiring berjalannya waktu,
saat anak-anak melanjutkan...
untuk tumbuh dan menjadi dewasa,
kau akan mulai mengerti
kebutuhan untuk menjadi orang tua. Pikiran dan tindakan yang sesuai.
Kau akan mengerti semua. Benar?
Dunia orang tua mengubahmu.
Lompat.
Apa bagusnya cangkir itu?
Aku takkan beri tahu di kamera. Lihat.
Kenapa tidak?
Itu membuatku ingin tahu apa artinya berkeluarga.
Dan kau butuh banyak bantuan membangun keluarga.
Kau sangat manis. Siapa itu?
Dan itu membuat rindu keluargaku yang berbeda benua dan samudra
terlepas dari betapa berisik dan gilanya.
Bisa melihatku, Clayton?
Karena kau sudah punya anak dan aku tak bisa bantu,
aku merasa sangat bersalah. Hidupmu sangat sulit.
Bu, kenapa kau bicarakan ini?
Selamat Tahun Baru, Anak Kecil. Aku merindukanmu!
Astaga.
Kita akan datang ke kakek-nenek Februari, ya?
Beberapa bulan lagi, Clayton kami akan genap satu tahun.
Kami pulang dulu, ya?
Clayton, di mana kita?
Kita di Shanghai sekarang.
Sebelum aku bawa anak ke keluarga di Tahun Baru Imlek,
kami bertemu adik dan adik iparku guna menyusun strategi.
Dua kursi yang tinggi.
Aku datang ke sini untuk diskusi
apakah aku harus memberi tahu kakek dahulu.
Jangan beri tahu dia.
Jangan beri tahu?
Itu akan membingungkan orang tua itu dan menyebabkan banyak masalah.
Itu benar.
Tapi kakekku lebih keren dari kebanyakan.
Aku sudah mengamati kakek.
Dia hanya bicara soal melawan Jepang dan Amerika.
Dia dicuci otak oleh Partai Komunis.
Jangan berharap dia bisa berubah.
Berikan yang dia mau. Seperti dia marah kepada Trump.
Dia ingin menghajarnya. Aku bilang kita tak akan menang. Dia menganggapku payah.
Kami sudah bilang kau akan bawa dua anak ke rumah.
Dia tak bertanya.
Tidak?
Tidak. Kau mau bagaimana?
Aku punya rencana soal ini, tapi
aku sudah lelah oleh anak-anak dan jet lag.
Atau kita jujur saja?
Agar meminimalisir komplikasi,
Eric memutuskan tidak muncul
saat keluarga dan anak pertama bertemu.
Ini Nenek.
Biarkan Nenek memelukmu.
Biarkan aku memelukmu, kebanggaan Nenek.
Biarkan Nenek memelukmu. Tidak apa.
Jangan menangis. Jangan menangis.
Anak baik.
- Di mana kakek? - Kakek?
Kakek di sini.
Sampaikan salam ke kakek buyutmu.
Halo.
Si Kecil ada di lantai.
Yang ini yang lebih manis.
Ayo duduk, Kakek.
Yang ini ramah, yang lain menempel.
Ini.
Ingat untuk menariknya.
- Kenapa hidungnya? - Yang sering, ya.
Hidungnya tak akan pesek.
Baik, hidung pesek.
Terutama selama
beberapa bulan pertama setelah lahir,
jika kau lakukan, akan lebih baik.
- Clayton. - Halo.
Ada apa dengan bayi ini?
Aku tahu pertanyaannya pasti muncul,
aku mencari ibuku untuk menawarkan kebenaran versinya sebelum aku siap.
Oh,
tapi ibu, seperti biasa, sibuk bekerja di dapur.
- Ibunya tak datang? - Hah?
Tak datang?
Tidak.
- Kau membawanya sendiri. - Hmm..
Hai, Emma hati-hati!
Berat sekali.
Dari mana asal ibunya?
- Kemarilah. - Hah?
Dari mana asalnya?
Di mana kota asalnya?
Amerika.
Kampung halaman? Keduanya Amerika.
Amerika?
Mereka dari Amerika, lahir di sana.
Dia orang Amerika,
tapi aku tanya di mana kampung halaman istrimu.
Amerika.
- Amerika juga? - Benar.
- Dia lahir di Amerika. - Lahir di Amerika?
China lahir di AS.
- Aku beri tahu. - Ya?
- Biar ibu jelaskan. - Biar dijelaskan?
- Biar dia lakukan apa pun - Melelahkan?
- Apa? - Itu melelahkan?
Aku mulai dari mana? Membesarkan anak tak sulit.
Wow, kau bisa makan sendiri!
Ibu menyuruh Eric datang makan siang.
Bukankah itu lebih canggung?
Mari buka ini agar Hao tak harus berjuang.
Tak ada kesepakatan. Memangnya mengapa?
Kita akan beri tahu Kakek?
Baiklah.
Aku tak tahu yang akan datang.
Aku tak ingat menjadi bimbang saat keluar untuk pertama kalinya.
Aku berpikir...
- Ibu. - Ya.
Katakan Hao,
Bagaimana menjelaskan Eric pada Kakek?
Katakan saja dia teman.
Tapi mereka tampak intim bersama.
Tidak penting. Mereka teman baik.
Teman dekat dan teman baik.
Apa itu berhasil?
Itu tak terlihat benar.
Kakek tak memperhatikan detailnya.
Kita rehat dulu..
Kakek sudah meminta kepada Bibi Besar dan aku.
- Dia tanya aku dan bibi besar. - Kau juga?
Ya.
Ibunya sibuk bekerja di Amerika.
Kakek, ini Eric.
Selamat Tahun Baru.
Kau duduklah. Aku duduk di lantai.
Duduklah di sini.
Eric, kau terganggu dengan semua ini?
Tidak. Kurasa itu bagian dari keluarga.
Ini Bibi Kecil.
Salam ke Bibi Besarmu.
- Ini serius? - Tentu saja.
- Di mana ibunya? - Apa?
Ibunya. Belum pernah bertemu. Kau harus memperkenalkanku.
Kau pasti bercanda!
Bagaimana mungkin?
Pernikahan kilat pun tak secepat ini.
Anak siapa ini?
Keduanya putraku.
- Keduanya? Ada berapa? - Dua.
- Keduanya. - Yang satu lagi tidur.
Ada dua!
Aku merasa seperti disambar petir!
Aku beri tahu dia di kamar mandi.
Saatnya memberitahunya. Ini fakta yang tak bisa diubah.
Aku sangat terkejut.
Malam itu, aku tak bisa tidur.
Sayang,
Itu bisa diubah, bukan?
Aku lupa kau punya bayi.
Kau mungkin tak tahu ini, jadi aku beri tahu,
keluarga Zhang kami memiliki Hao sebagai putra tunggal.
Ayahku sangat baik kepadanya.
- Benarkah? - Ya.
Dia dengar Hao datang, jadi dia kemari jauh-jauh,
Untuk mengucapkan pada bayi itu selamat tahun baru.
Kakek datang.
Kakek datang.
Mari kita lakukan lagi.
Kerja bagus, semuanya!
Bersulang.
Kerja bagus, semuanya!
- Tes suara. - Halo.
- Bagus. - Kedengarannya bagus.
Membicarakan apa?
Aku hampir kedaluwarsa.
Semua sia-sia.
Berapa lama kau melewatinya?
Butuh dua atau tiga tahun.
Setidaknya.
Enam bulan pertama sangat menyakitkan.
Bagiku tak masuk akal.
Aku selalu ingat itu. Putra kesayanganku,
ada apa dengannya?
Saat aku memiliki putraku, Aku mencintai dan menghargainya.
Aku punya putra dan putri. Aku sangat senang.
Selain itu, keduanya anak yang hebat. Jadi, sejujurnya,
aku bahagia dan puas.
Tapi aku tak pernah membayangkan,
putraku akan berubah seperti itu.
Aku tak bisa terima.
Sangat sakit.
Jadi, aku tak berani memberi tahu kakekmu.
Kakekmu bilang keluarga kami akhirnya memiliki putra, keturunan.
Jadi, bahkan sekarang kakekmu tak tahu.
Ah!
Tahun Baru Imlek biasanya menampilkan yang tak aku suka menjadi China.
Semua duduk. Kakek ingin makan.
Ayo!
Penghormatan mutlak untuk tetua.
Wajah menyimpan kebohongan dan pura-pura.
Ketidakmampuan komunikasi kecuali di sekitar makanan.
Dan dipaksa makan karena itu demi kebaikanmu.
Ayo. Makan.
Cukup!
Berikan padaku. Aku beri dia makan.
Kau yakin bisa memberinya makan?
Kebanggaanku.
Nenek menyayangimu.
Di keluarga China-ku, cinta berarti kekhawatiran.
Yang mengarah pada pengendalian kekhawatiran itu.
Membuatku tak sabar ingin melarikan diri.
Nenek menyambutmu. Kenapa tak menggeser ayahmu
dan hidup bersama Kakek? Aku cari pengasuh.
Dia berkata tak mengerti dialek Sichuanku.
Ya. Itu benar.
Saat aku memutuskan membuat film perjuanganku dengan kendali ini.
Begitu aku mewawancarai keluargaku dan baru tahu bagaimana sakitnya,
aku tak lagi tega bertemu kakek,
yang akan menyakiti mereka lagi.
Aku sekarang orang tua.
Kakak.
Semuanya bersiap! Cepat!
Ibu masih keberatan. Dia membicarakannya lagi semalam.
- Benarkah? - Benar.
Dia masih bilang jangan beri tahu Kakek.
Kita tak beri tahu Kakek.
Kami lama berdebat.
Tidak apa. Semua orang tahu, kecuali Kakek.
Kakek sedang berusaha, sedikit.
- Menurutmu begitu? - Sedikit.
Apa dia tak tanya lagi?
Ya.
Dia berhenti bertanya setelah bertemu Eric kemarin.
Kakek, kau mau mengambil sepatu?
Kau bawa identitas?
Kakek, ini membuatmu senang, bukan?
Di dekat keluarga dan anak-anak. Benar?
Ya, aku bahagia.
Ah.
Apa kau masih keberatan dengan anak-anakku?
Aku masih merasa tak nyaman.
Apa yang tak nyaman? Kehidupan kita baik.
- Kita berempat. - Aku masih merasa itu tidak normal.
Bukankah keluargaku lebih bahagia dari keluargamu?
Keluarga apa?
Lebih dari keluarga normalmu.
Tak normal?
Keluargamu normal, tapi apa bahagia?
- Kenapa tidak? - Kau dan Ayah ribut tiap hari.
Kadang kau juga bertengkar dengan Eric.
Itu alami. Semua keluarga punya konflik. Itu tak terhindarkan.
- Kau dan ayah ribut setiap hari. - Itu tidak benar.
Bersama kalian, aku mencemaskan masa depan.
- Apa maksudmu? - Kalian bersama?
dan membesarkan anak dengan baik?
Kenapa tidak?
Angka perceraian tinggi
bahkan untuk pasangan lurus, tak bermaksud menyebut status hubunganmu.
Ditambah, saat anak-anak tumbuh dewasa,
bagaimana jika mereka tanya soal ibu mereka?
Tak ada ibu. Punya dua ayah.
Tapi di mana ibuku?
Semua anak punya ibu dan ayah.
Kenapa aku hanya punya ayah? Bagaimana kau akan menjelaskan?
Aku akan mengasihani cucu tiap aku menengoknya
karena mereka kurang kasih sayang ibu.
Sejujurnya, kau adalah putraku,
jadi aku sedih,
kau putuskan apa yang kau lakukan.
Cara berpikirnya. Aku mengerti.
Aku dengar yang dia pikirkan.
Ibu.
Lucu sekali, saat kau muda…
Kebenaran lebih penting dari yang lain.
KIni kau tambah tua, kau merasa,
Yang penting tak hanya kebenaran tapi ada hal lain yang sama pentingnya.
Misalnya, perasaan orang lain.
Selama aku tidak,
aku tak, aku tak mau hidup dalam kebohongan.
Dan juga selama
aku tak ditolak untuk hidup seperti yang aku jalani.
Tak lama lagi, anak-anakku tambah besar
dan ingin lari dariku.
Kuharap mereka sadar mereka punya keluarga untuk kembali.
Apa pun perbedaan kita.
Kenapa begitu senang, Clayton?
Lihat ini.
1,2,3
Cheese!
Oke, ayo berkumpul untuk berfoto. Semua bersama untuk foto keluarga.
Terjemahan Subtitle oleh Sayed Ahmad
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.