Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Begini.
Hm.
Ya udah, minta buang ya.
Yang ini buat aku aja. Aku bawa.
Boleh. K.
Oh,
boleh.
Ya. Yakin mau dibawa? Enggak apa-apa
kan?
Enggak apa-apa.
Kamu tahu kan
rambut yang udah dipotong tuh udah mati.
Extension rambut ini udah mati.
Kan rambut aku sendiri ya, Tante.
Iya, tapi tetap aja udah mati. [tertawa]
Kamu bawa bangkai ke mana-mana.
[tertawa]
Kamu lama banget sih.
Nur
sini mau ke mana?
Aku kan tadi udah pamit duluan sebelum
bawa malah harusnya aku gak ke sini lagi
kan.
Cemilan teman kamu aneh.
Ih,
aku masih aneh deh ngelihat kamu pakai
behel.
Ini masih lama gak sih?
Vah janjian sama kakaknya mau alun jam.
Ini sebentar lagi
cuma masang bagian ini aja kan? Iya
bagian
sebelah sini kan
tante kamu itu loh Lin creepy banget sih
creepy salonnya wangi banget lagi bakal
duka
tante Es kan emang gitu tapi bagus kan
nasilah
bagus
cuma sayang aja ya tempatnya nyempil di
lantai sepi kayak gitu
jahat banget sih Sitika masa dia marahin
kamu harusnya kan dia marahin cowoknya
yang kaget itu.
Udahlah, Lin.
Eki, gimana? Masih gangguin kamu?
Mudah-mudahan enggak lagi, ya,
Lin.
Ini apa?
Bukanya nanti aja kalau kamu lagi bete
sama aku.
Bete. Kamu ada niatan bikin aku bete
enggak? Salah. Kalau gitu bukanya nanti
aja kalau kamu lagi kangen sama aku.
Kangen? Ngapain aku harus kangen sama
kamu?
[musik]
[musik]
Halo. Halo, Nek. Ini aku sama Linda udah
di alun-alun. Mbak Maril udah jalan
belum? Bannya bocor
yah. Terus Mbak Maril masih di tempat
kerjanya apa gimana?
Udah pulang. Tapi begitu pulang bannya
bocor, HP-nya dicas. Ini minta nenek
telepon kamu.
Hmm. Ya udah kalau gitu aku naik ojek
aja enggak apa-apa.
Eh tunggu aja sebentar lagi paling 15
menit lagi selesai.
Iya enggak apa-apa, Nek. Naik ojek di
sini tinggal nyari kok. [musik] Kalau
nunggu takutnya kelamaan.
Oh gitu. Ya udah hati-hati ya. No. Ya,
Nenek sudah siapin makan malam. Jadi
nanti malam kita makan sama-sama ya, No.
Asalamualaikum.
Iya. Waalaikumsalam.
Kenapa
Mbak Marli Bu motornya bocor
tuh? Adaden. Adeden Den masih saudaraan
sama kamu. Tetangga kamu bareng Kang
Jaki aja tuh. Dia Sarah sama kamu.
Pak.
Nanti kalau ada yang datang lagi saya ke
sini lagi.
Aku bilangin [musik] ya. Ah, jangan
repotin enggak?
Yuk, aku bilangin yuk. Beneran ya
lama, Den.
Halo, A. Hai,
Kang Jaki bareng ya?
Boleh. Ayo kalau mau bareng.
Enggak ngerepotin, Kang.
Enggak kok, enggak apa-apa. Tapi paling
kita mampir sebentar ya ke Taman Sumber
mau ngantar bareng teman.
Iya, enggak apa-apa.
Enggak apa-apa.
Kita naik ojek aja yuk berdua.
He, a udah sampai sini. Masa mau naik
ojek? Gimana sih kamu?
Udah aman. Aku naik motornya enggak suka
ngebut-ngebut kok. Tuh,
Vin. H.
Kamu hati-hati sama Zaki ya? Zaki belum
pernah cewek cantik soalnya. Pastiin
pulang ya.
Pulang ke rahmatullah.
Ih, serem banget bercanda nih.
Lah, kok serem? Rahmatullah kan bagus
artinya rahmatnya Allah.
Ya, tapi tetap aja serem.
Den lin
dadahing
jadi kejauhan. Muter dulu soalnya.
Enggak apa-apa.
Oh, ya. Nanti kamu aku turunin di mana?
di depan sekolah Kinara aja enggak
apa-apa. Nanti dari situ tinggal jalan
kaki ke rumah.
Enggak apa-apa tuh. Aku anterin aja
sampai rumah. Siapa tahu besok-besok
boleh mampir
usaha tuh, Kang.
Mana ya?
Oke, telat.
Iya, enggak apa-apa
kalau ada apa-apa.
Oke, siap.
[musik]
[musik]
bisa jadi aku salah bilang kalau Bully
itu harus dilawan.
Mungkin emang ada bully yang enggak akan
bisa kita lawan.
Allah
Allah
Maaf, Pak. Bapak dilarang masuk.
Kenapa enggak boleh masuk? Kami dari
pihak keluarga, Pak. Keluarga korban.
Saya kakek korban. Saya dapat telepon
makanya saya ke sini.
Itu cucu saya sendiri, Pak.
Pakra saya pengin tahu dan ini saya aja.
Selamat pagi, Pak. Bapak keluarga
korban?
Iya, Pak.
Saya Sadulah kakeknya Vina.
Vina. Dan ini bapaknya Wasnadi. Selamat
pagi, Pak. Saya AKBP Indra. Saya ikut
prihatin atas kejadian yang menimpa
putri Bapak.
Anak saya di mana, Pak?
Kira-kira 10 menit yang lalu sudah
dibawa ke rumah sakit, Pak.
Pak, tolong antar keluarga untuk ketemu
anaknya di rumah sakit, ya.
Siap. Mari, Pak. Saya antar.
Pak, kejadiannya gimana, Pak?
Kami baru bisa mengambil kesimpulan
sementara bahwa kejadian ini adalah
kecelakaan tunggal, Pak. Karena tidak
melibatkan kendaraan lain. Eh, maksudnya
jatuh sendiri nabrak cerotohan tiang
listrik. Kok jatuhnya di situ, Pak?
Sampai saat ini kami belum bisa
memastikan bagaimana kejadiannya. Kami
masih terus menggali mengerjakan lebih
detail.
Pah, apa?
Benar kata Bapak tadi ya. Enggak mungkin
kecelakaan tunggal.
Eh, kamu ngapain di sini? Orang lagi
pada kerja di sini beneran loh.
Ah, motornya masih mulus. A
udah sana pulang pulang.
Ibu samanya yang di Malaysia pulang ora?
Belum. Katanya sudah dikabarin tapi gak
bisa langsung pulang. Oh
cep J
[musik]
Oh, airnya sudah disiapin kan?
[musik]
Masyaallah, Nek. Udah biar kita aja yang
ya
[musik]
Kenapa panggil nenek? Enggak,
Wa.
Wa kenapa? Wa istirahat aja ya.
Sakit, Nek.
Iya. Sebentar lagi ya, No.
Sebentar lagi selesai.
Makan no juga baru selesai. Siap-siap
besok pagi.
Sekarang udah hampir gelap, No.
Maafin, no.
Maaf.
Maaf.
[musik]
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam. Terima kasih.
[musik]
Halo, Ma.
Nih.
Tuh
cantiknya anak mama.
Iya.
Sebenarnya pas Mama sudah kasih izin,
Neng. Tapi Mama baru bisa pulang bulan
depan.
Karena kontrak Mama di agen masih
nyangkut sama urusan Kantor Imigrasi
Malaysia.
Enggak apa-apa, Ma. Mama tenang-tenang
ya di sana, ya. Mama beresin dulu urusan
Mama [tertawa] ya.
Mama kangen Veng.
Uh.
[musik]
[musik]
[musik]
Bapak ngapain malam-malam begini di sini
sendirian?
Kamu ingat enggak, Neng?
Vina dulu waktu masih kecil sering main
di sini.
Bantuin bapak beresin jalan ya. Tambah
kusut jalannya sama dia. Akhirnya mamamu
yang enggak boleh
main ke sini lagi.
katanya takut [musik] kayak kamu
[musik]
yang
selamat
menemukan mayat korban perumpamaan udara
yang opat dan beberapa warga sekitar
yang berolahraga. Kedua mayat yang
ditemukan di jalan layang di merupakan
kontak kecelakaan
yang terjadi sampai saat ini. Pihak
kepolisian masih menyelidiki lebih
detail menyerap kecelakaan tersebut.
Bukan kecelakaan itu, Mas.
Sok tahu kamu. Polisi sendiri yang
bilang kalau ini kecelakaan.
Iya kecelakaan aneh.
Ya, Mas. [musik]
Masih mudah banget.
Lailahaillallah.
Lailahaillallah.
Lailahaillallah.
Lailahaillallah.
Lailahaillallah.
Lailahaillallah.
Mbak,
kamu baru lindah.
Enggak, Dek. Tadi aku langsung ke sini
habis ngantter katering ibu.
[musik]
Kalian enggak dilihat Linda?
Aku sih enggak lihat. Lihat ya. Enggak.
Mana ya? Kok dari tadi aku enggak lihat
Linda?
Ya Allah. Bismillah.
Ah.
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[tertawa]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Nenek nanyain kamu di pemakaman.
Nenek nanyain kamu tadi di pemakaman.
Aku
benar-benar enggak tahu mau ngomong apa
ke nenek.
Datang cuman temelin aja.
Kamu yang paling dekat sama Vinal
sama keluarganya juga.
Aku ngerasa bersalah, Nur.
Aku yang minta Kang Zaki terarin.
Ini musibah
kadarullah.
Kita harusnya berlapang dada dan
mendoakan Vina, bukan merasa bersalah.
Aku bingung.
Enggak
tahu kenapa
aku ngerasa ada yang salah dari kejadian
ini.
Vina itu teman keponakan aku. Linda.
Kemarin rambutnya rusak
didanin permen karet dijahatin sama
teman-teman sekolahnya.
Eti
Dinda punya teman-teman cowok yang
ketangking motor ya.
Di keluarga kita enggak ada yang suka
sama geng motor dan termasuk lidah.
Kenapa kamu mikirnya geng motor sih?
Ya karena lagi aksi game motor di jalan
C. Dan aku ke sini mau cari tahu
hubungan Cahesti sama Vina.
Pengen ketemu keluarganya dari yang
kenal secara langsung.
Oke deh, C. Makasih kopinya ya.
Kamu sudah tanya Linda?
Belum.
Linda itu beda. Dia dia spesial.
Tapi adikku, ibunya Linda,
dia enggak setuju Linda kayak aku.
Klenik katanya.
Kalau aku kan emang udah sering lihat
bapakku berhubungan sama alam gaib.
C
aku udah enggak diurusan gaib-ga lagi.
Banyak orang yang percaya kalau
seseorang itu meninggal dunia, arwahnya
masih tetap ada di situ.
Arwah Vina punya waktu 7 hari untuk
menyelesaikan semua urusannya yang
tertinggal.
Urusan apa?
Banyak hal. bisa dendam,
kemarahan,
menuntut keadilan,
penasaran,
atau harusnya sesuatu yang tidak
dikuburkan bersama tubuhnya.
Contohnya
sesuatu yang harusnya dilepas, Gan.
Susuk
atau yang gampang deh.
W
palsu
behen.
7 hari ya.
Kalau di hari ketujuh belum
terselesaikan urusannya,
dia akan termasuk golongan orang-orang
yang kurang beruntung.
Arwahnya enggak bisa move on stuck di
sini. Istilahnya dia enggak bisa
melewati gerbang untuk ke alam
selanjutnya.
Kalau memang benar Vina itu meninggal
karena dibunuh seperti kecurigaan kamu
dan
ada baiknya pelakunya dicari dan
ditangkap.
Mungkin dengan begitu Arvinnya enggak
penasaran lagi dan semua urusannya
selesai sampai di sini.
Oke.
[musik]
Kamu makan dulu yuk. Kan belum makan
dari tadi siang.
Nanti aja, Bu,
sekalian makan malam.
Ya, ya sudah.
[musik]
H Nah, ini baru benar pakai V. Masa
kemarin dia bikinnya pakai Fy Pina
pakai F
sama aja itu Pina juga kan bunyinya
beda Lukman kemarin aku tuh bingung
tahulin mau muji apa kesel ya sih
hasilnya bagus tapi salah
ini. Kamu juga yang bikin?
Iya, ini aku yang bikin sekarang semua
member Dom Raider punya ini.
Dom Raider apa?
Geng Motor.
Kamu ikutan geng motor?
Lumayan, Lin. Orderannya lancar,
anggotanya banyak.
Eh, motor tuh enggak bener tahuan. Makin
ke sini bandilah mereka makin enggak
wajar, makin kriminal.
Aku enggak mau. Nasibku kayak Wisu
hilang enggak tahu ke mana. Yang aku
tahu begitu aku bikinin mereka semua ini
nih mereka enggak ganggu aku lagi.
Masih ada cara lain kok buat handle
bully selain ngelawan mereka. I kan
emang ada ya orang yang dibenci cuma
karena cantik?
Hah? Ya ada aja lah. Kan banyak
orang-orang yang ngiri dengki enggak
bisa lihat orang lain lebih cantik,
lebih hebat.
Itu
kayak kutukan ya.
Kutukan apa?
Curse of beauty.
Apa tuh?
Cantik. Jadi kutukan kalau dibenci sama
orang.
Emangnya ada yang enggak suka sama
Nok dibully ya,
Nokela lawan
terus gimana
ya? Enggak gimana-gimana
kelawan terus mereka pergi.
Ih,
dibully itu benar-benar enggak bagus
loh.
Bisa panjang tuh urusannya kalau
benar-benar enggak diselesaiin.
Enggak apa-apa,
Nok. Tahu kok gimana cara ngadapinnya.
[tertawa]
Gitunya itu tuh nurunin dari Abah.
Gitunya apa? ngolannya
Abah tuh ya kalau dibully dilawan sama
Abah. Makanya sekarang enggak pernah
dibully lagi.
Kalau yang bullynya cowok.
Cowok.
Oh
nih
kamu pancing orang itu ke tempat ramai
terus kamu tes
tempel.
Iya, dia malu kan diketawain depan
orang.
Kayaknya dia pengalaman pribadi ya.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Apa? Abah kenapa?
Oh, ini enggak apa-apa. Ini bukan darah
apa?
Bentar dong.
Bah.
Abah.
H
kenapa
itu di kinara depan
ada tentara dibegah?
Tentara loh dibegal.
Terus Abah ngapain?
Ya dia dikejar-kejar.
Dia minta tolong sama Abah untuk bukain
pintu pagar. Langsung Abah tarik aja
masuk pos.
Geng motor benar-benar makin meresahkan
loh, Bah.
sallallahu alaihi wasallam
Masih jam .
Tidur lagi sana.
Nanti subuh aku bangunin ya.
Ada yang belum aku cerita apa soal Vita?
Kenapa?
Kemarin
waktu aku maliin jenazah Safina
banyak banyak luka-luka di mana-mana.
Ya,
kita
tidak tahu di mana kecelakaannya.
Enggak tahu persis gimana kejadiannya,
gak ada yang tahu penyebab kelika.
Tapi aku tahu, Pak.
Aku lihat sendiri luka-lukanya.
Tangannya, Pak.
itu di sini tulangnya keluar
semua badannya
semuanya kakinya
kakinya itu
udah
aku yang bobong ketukak
aku
lihat
dan aku juga ngerasain itu. Iya juga
lihat.
Sudahlah
enggak usah kita membicarakan orang yang
teringgal
lagi kita sendiri anak. Izin Pak.
Sudah ni nanti aja dibicarakan.
Kawan semuanya sudah beres.
Sekarang neneng tidur lagi. Cuk.
HP kan.
Iya.
H
Ina sempat bilang katanya dia mau bikin
rambut sambung dari rambutnya sendiri
deh.
Jadi ini alasan kenapa dia kemarin minta
anterin ke salnya tantenya Linda.
Ini kemarin kan?
Iya. Mau
apa tuh?
Eh, Vina belum sempat pulang kan dari
salon?
Iya, Nek. Kemarin tuh Vina bilang sama
Marli kalau Vina katanya pengin
selamat siang.
E, ibu berdua dari keluarganya almarhum
Vina ya.
Almarhumah Vina.
Nama saya Dani
Marliana.
Ini kartu nama saya. Saya kenal baik
sama Cesti, tantenya Linda, tinda
sahabatnya almarhumah. Cah Hesti bilang
Linda sama Vina sempat ke salonnya Cesti
di sana.
Kok
kabar gaib,
Mas? Ini bukannya channel YouTube yang
suka bikin cerita-cerita horor itu ya?
Eh, enggak, enggak, enggak gitu. Saya
cucu. Saya bukan hantu.
Enggak, Bu. Saya sama sekali enggak ada
niat buat mau buat cerita horor tentang
cucu Ibu saya.
Selamat siang,
saya KB Indra
Marliana.
Saya perlu menyampaikan bahwa selama
penyelidikan masih berlangsung, [musik]
barang-barang milik Vina masih
dibutuhkan di sini sebagai barang bukti.
Iya, Pak. Tadi Bapak yang ini sudah
bilang gitu.
Baik. Cuma ini barang-barang Vina yang
kami temukan. Apa ada barang-barang yang
hilang atau seharusnya ada tapi tidak
ada?
Enggak ada. Enggak ada, Pak.
Oke, nanti kami kabari lagi. Begitu kami
temukan penyebab kecelakaan baru di situ
keluarga bisa bawa semua barang-barang
milik PAL. Ya,
makasih, Pak.
[musik]
Tolong, tolong
tolong tolong.
Pina tolong
ini aku.
Tolong
tolong Vin.
Vina
tolong ini aku minta Pina
tolong.
Sebelumnya saya mau minta maaf ya, Mas.
Saya juga enggak bermaksud
untuk menjaga anak saya dari
Aku ngenalin Mas Dani, Bu.
Rinda. Enggak apa-apa, Bu. Ibu masuk
aja.
Enggak apa-apa.
Enggak apa-apa, Bu.
Saya tinggal ya, Mas.
Oke, Indah.
Saya turut berduka cita atas musibah
yang melimpah sahabat kamu.
Kamu punya teman yang ketanggil
Lukman.
Dia yang bikin-bikin aksesoris buat Doom
Rider.
Doom Rider
itu nama geng mototnya Doom Rider.
E, Mas Zani, Lukman cuma bikin aksesoris
aja kok. Dia terpaksa karena takut dia
enggak ikut-ikutan geng motor.
[musik]
Tapi
ada satu anak yang motor yang suka
gangguin Vina
namanya Egi.
Terus dia juga suka jemput pacarnya
pulang sekolah.
Tika namanya.
Hei, sombong amat.
Iya. Kakak.
Setiap aku sama Vina lewatin gerbang
sekolah, selalu ada Egi yang matanya gak
pernah lepas dari Vina. Vin,
pernah sekali
Egi nawarin es krim murahan gitu ke
Vina.
Gu juga.
Dan aku bilang,
"Eh, kenapa kamu terima sih?" Ya udah
sih enggak apa-apa es krim doang.
Kira-kira kamu suka loh sendiri ya.
Enggak nih mau enggak berdua?
Tapi Vina juga tetap ngambil es krimnya
bareng enggak
Vin?
Hati-hati
ya.
Sumpai Kak
cakep ya.
Iyalah
ngapain ngasih-ngasih es krim gitu?
Hah?
Besoknya Vina dibully sama gengnya Tika.
Rambutnya ditempelin permen karet.
Ngapain
depan
cuk? Kamu yang pelan
sampai kusut
nyangkut.
Vnya dibully.
Iya tapi dia ngelawan. Dia balas pakai
siraman air pelan.
Vena
cowoknya sama aja keterlaluannya
kurang ajar sih Egi.
Habis dibully Dika Vini masih suka
ketemu Igi.
Eh pernah sekali aku sama Vina ketemu
Egy di coffee shop.
[musik]
Linda, saya takut lupa. Boleh ya saya
rekam suara kamu? Cuma buat saya sendiri
kok. Nanti saya hapus.
Berarti kamu pernah ketemu geng motornya
yang gitu?
sekali itu aja
di tempat
aku sama Vin lagi di coffee shop
tahu-tahu ada Igi sama king motornya
sama KJ
enggak
di sini
enggak mau
udah
aku ngenalin mereka dari aksesoris
bikinan Lukman
kenalin Vina
cewek baru Egi paksa Vina buat duduk di
sampingnya,
tapi Vina ngelawan.
Dan kita cari tempat lain.
[musik]
Waktu itu
sebelum ke tempatnya Testi, Vina sempat
nanya, "Len, kamu pernah enggak
dibully?" Hm. Iya. Kamu pernah enggak
dibully? Kita temenan dari SMP. Kamu
pernah ngghat aku dibully?
Ya enggak pernah si
aku dari kecil di beli kemiskinan.
Eh, ini kita mau ke tempat tante Ra
ya kan aku udah bilang tadi.
Duh, aku tunggu di bawah aja deh. Seram
di sana ada pocong.
Eh,
Vina rambut sangat penting Mas karena
dia model
Make
Kalau kita duluan
duluan
lagi
ini to cewek bedanya sama to cowok
apaan sih
masuk Eh, Sak buat aku.
V, kamu satu-satunya cewek yang enggak
mau ajar aku bareng.
Padahal aku pengin ngobrol sebenar sama
kamu.
Ngobrol
di luar. Di luar kamu ngobrol.
Kenapa sih? Kamu tinggal jujur aja kali
kenapa kamu s sama aku? Hah? Si
buru-buru kan? Sini aja kali kamu
langsung kau.
Mau ngapain kamu? Apa
tadi gua bilang
kan mobil mesra kalau kamu ada pesan
nanti aja
V
kamu suka V?
[musik]
Vin, kamu kenapa nanya aku pernah dibul
atau enggak?
Enggak apa-apa. Enak aja jadi kamu
ngurul
enggak pernah dibully.
Anggap aja poin lebih dari saya enggak
santri kamu.
Kamu pernah pernah gitu sih?
Pikiran aja sama omongannya Lukman.
Dia bisa hadapin apa harus ngelawan.
Menurut kamu
itu harus dilawan gak?
Gak tahu, Vin.
Tapi yang pasti aku bangga sama kamu.
Kamu bisa lawan bullying dan gak semua
orang bisa sebenar di kamu loh.
[tertawa]
Aku temenan sama V udah lama, Mas Dani.
Aku tahu ada yang V gak ceritain ke aku.
Mas Dani.
Aku gak percaya Vina mati kecelakaan.
Kamu dari mana sih? Egi masih keluar
aja.
Bisa gila gimana dikurung terus gak
boleh keluar
ke mana ya? Mama yang suruh. Udah dibawa
semua baju-baju yang biasa kamu pakai.
Ayo digi mau pakai [tertawa] apaan sih?
Ini lemarnya juga kenapa jadi kosong
sih? Mah,
kamu tuh mau ke mana lagi sih, Egi? Udah
jangan ke mana-mana. Papa kan udah
wanti-wanti.
Eh, koper siapa?
Ya koper Egi lah, P.
Enggak enggak enggak enggak gak jangan
bawa baju yang biasa dipakai. Balikin
Egi ke Jakarta bawa badan aja
loh. Pah katanya suruh siap-siapin
loh. Siap-siapin semua dokumen Egi,
ijazah-ijazah, pasport. Ya, itu udah
semua. Tapi masa pakaian enggak dibawa?
Mau ke mana kamu?
Ke bengkel sebentar ngambil barang.
Enggak, enggak usah keluar-keluar.
Enggak bosan-bosannya kamu bikin papa
nyembukin masalah-masalah kamu,
Pah. Pah. Ya udah, ini diberesin lagi.
Masukin lagi ke lemari ya,
Pah.
Ini ngapain sih? Udah besok aja
keluar-keluar.
по
Ah.
[tertawa]
Vin, vin, vin, vin, vin, vin.
[tertawa]
Ei
bera
Egi. [tertawa]
Egi kenapa? Eh egi Egi ini mama. Egi
kenapa? J sini. J sini.
Egi. Udah udah udah udah. Egi tenang ya.
Ei luin ke sini. Enggakak gak deh
sayang. Udah udah udah ya. Tenang tenang
ya sayang. Ya udah udah ya
udah tenang ya. Ada sama papa tenang ya.
Eh, kok berani banget sih keluar-keluar
gini?
Ini kan belum ada seminggu.
Yaelah, yang lain juga udah pada
keluar-keluar kali lihat di IG.
Siapa emang Egi udah keluar?
Ya kalau Egi sih enggak tahu ya. Belum
ngelihat
apa? Jangan-jangan dia udah keluar kota
ya.
Keluar kota gimana sih maksudnya? Bahkan
dia enak anak polisi. Yang jelas
rumahnya banyak lah.
Lain kayak kita-kita gini mau ke mana
ya? Kalau kata dia sih asalkan kita
enggak keluar-keluar sama enggak
nongkrong dulu semingguan aman.
Itu kan yang bilang gitu.
Emang kamu nih enggak kepikiran kalau
Egi udah keluar kota.
Kalau mamang sering lihat enggak geng
motor yang namanya Dom Raider?
Wah, kalau saya sih enggak hafal
nama-namanya A. Tapi terakhir saya lihat
yang kemarin dibilang meninggal
kecelakaan itu sempat diikutiot dari
situ tuh Dom Raider A
markasnya bukan di sini. Kalau Dom
Raider di sana dekat SMP Nagrawelas.
SMP Nagara Wulelas persis depannya ada
gang.
Depan SMP Nagara Wulas
ada gang.
Iya.
Nah, kan dibuka. Enggak tahan ya udah
kangen sama aku.
Ada yang mau aku omongin ke kamu, tapi
aku bingung gimana cara ngomongnya ke
kamu.
Aku takut, Lin.
Aku takut kita pisah.
Karena bisa jadi
aku jadi orang yang beda nanti.
Enggak kayak Vina yang kamu kenal
sekarang.
Bisa jadi aku salah bilang kalau Bully
itu harus dilawan.
Mungkin Lukman emang ada benarnya.
Mungkin ada Bully yang emang enggak akan
bisa kita lawan.
Kamu udah bilang ke Linda mau ajak
pindah ke Garut?
Udah, Teh.
Linda udah mau sekarang.
Udah enggak ada alasan lagi yang bikin
dia betah tinggal di sini.
Tadi pagi juga
Linda
Linda. Linda.
Dom Riders
Nek,
nenek nyari apa?
Kamu ingat enggak kemarin waktu di
kantor polisi ada plasek kecil isinya
potongan rambut Vina?
Iya. Mana nenek lihat ada di sini?
Nek, Hina itu belum sempat bawa itu ke
sini.
Aduh, Ken bingung nih mana yang benar
ya.
Eh, Mar.
Eh, kok nenek berasa ya kalau V mau
kasih sepanjang petunjuk?
Ee,
W
ada yang cari di luar.
Ya, Akangah tetangganya Linda. E, Linda,
e, bicara sendiri aja, Kang.
Bu, Mbak, mohon maaf saya Deden. Saya
ini gak ada bermaksud negatif tapi Linda
kerasuannya Vina.
Kapan?
Sekarang kata tantenya Vina gak mau
keluar sebelum ngobrol sama keluarga.
Ayo, Di.
Ayo,
cek saya, kunci motor dulu. I,
Bapak, Ibu. Maaf kami tinggal ya.
Sebentar, ya. Ayo di
Iinda.
Linda sadar Linda. Linda. Linda.
Linda. Lihat sini.
Win,
Mbak Win,
maaf Mbak.
Ini Vina
ini bapak no
di sini
Papa sama Mbak Fahli sama nenek.
Mana nenek?
Ini nenekin
kemarin waktu Madina udah ngomong sama
Dedek kalau no sakit.
Iya no sakit ya sayang.
Minum, no? No. Minum dulu. Enggak.
Iya. Iya, iya. Udah, udah, udah. No.
Enggak mau minum, No. Enggak harus ya.
Udah,
Vina dibunuh, Dek.
Vina dibunuh.
Bukannya kecelakaan? L,
bukan.
Coba ceritain. Bilang ke bapak sama
nenek. Ceritain ya.
Vina tahu-tahu di buku dari
pakai balok gede
dipukul tangan pinggah patah.
Bukan diseret pakai motor
[tertawa]
dipukul tangan Vina
kepala. Kenapa
tadinya dibenturin?
Dibenturin ke mana?
Kemina
gak bisa lihat apa-apa nih.
Zina pingsan.
[tertawa]
Bawa, bawa.
Bangun-bangun mata Vina ditutup
lagi berkosa
lagi. Aduh,
diam lu.
[tertawa]
Mampus.
lagi diperkosa ramen
Kang Jaki tadinya mau nolongin,
tapi dia juga kena.
K Jaki disuruh lihat Rina di perkosa
deh.
No.
SP
[musik]
[musik]
Sakit
[tertawa]
sakit
[musik]
Ya udah, no sekarang, No udah tenang.
Sekarang udah enggak ada lagi yang bisa
gangguin, no. Enggak mati [tertawa]
semua. Mati
yang kabur ke Jakarta itu. Jangan lupa
itu anaknya itu dia itu hanya polisi
namanya Eggi.
Si Egi itu polisi.
Dia itu suka sama Vina.
Terusnya ngeludahin.
Udah
no tenang Linda no kasihan Linda. Ya
Linda kan juga temannya Vina.
Iya kan? Kasihan Lindanya.
Waktu Vina mati Linda enggak datang.
Jadi Vina masuk aja.
Ya ampun, no.
Cucu nenek enggak boleh begitu dong.
Tuh, tangannya Linda dingin.
Kakinya Linda dingin sekali. Udah ya,
Nak? Udah, S.
Linda, kasihan Lindanya udah haus.
Enggak [tertawa]
mau kasih minum buat Dinda.
Mau ya sayang?
Minum saya.
Ayo
Nek,
ini yang Vina mau keluarganya tahu
supaya dia bisa masuk ke alam tenangnya.
sebelum 7 hari setelah kepergiannya
ada polisi. Bismillah.
Halo.
Halo, Mas Dani ya?
Iya, betul. Maafin siapa ya?
Saya Marliana,
kakaknya Vina.
Dibunong bukan kecelakaan.
Mah kini berkah.
Selamat siang, Ibu. Silakan duduk,
Pak. Kenapa cucu saya dipanggil?
Enggak ada masalah. Kami cuma
gini, Pak.
Mariana ini memang dia yang merekam
suaranya. Dan sekarang jadi viral, Pak.
Tapi itu enggak melanggar hukum kan tuh?
Enggak, Bu. Enggak,
enggak. Kek. Makanya kita dengarin dulu
penjelasannya Pak Indra ya.
Silakan diminum dulu, Bu.
Iya, terima kasih.
Ini rekan saya Pak Danang Nur Hakim dari
Dinas Kejaksaan.
Selamat siang, Bu.
Siang.
Ini bukan panggilan resmi. Beliau secara
pribadi meminta saya untuk bicara
langsung dengan Marliana dan Dani.
Nek, tadi malam Marley yang telepon Mas
Dani.
Marley juga yang minta untuk rekaman itu
di-upload di YouTube-nya.
Nah, ternyata
Mas Dani itu adiknya Pak Indra.
Tadi Mbak Mardiana bilang ke kami, dia
tidak terima keterangan polisi bahwa
penyebab kematian Vina adalah kecelakaan
tunggal.
Iya.
Baik, saya menerima laporan dari
kepolisian, Bu. Kalau Ibu melihat adanya
bekas-bekas luka yang tidak wajar di
kaki almarhumah Vina.
Iya, Pak. Bukan hanya di kakinya aja,
tapi di mana-mana, Pak.
Semat.
Oke. Jadi begini, Bu. Sejak awal polisi
juga sudah curiga kalau ini bukan
kecelakaan.
Tapi kami belum cukup punya banyak
bukti. Ya,
sebenarnya polisi jago ngendel kasus,
tapi ya emang hobi aja ngobetin
curiganya. Selama ini saya larang Dani
untuk ikut mengusut kasus ini untuk
dijadikan konsumsi publik demi
keselamatannya sendiri. Karena para
tersangkanya masih berkeliaran di luar.
Enggak sampai 48 jam kami sudah dapat
nama-namanya kok.
Tapi ya seperti yang itu tadi, bukti
untuk pihak kejaksaan belum cukup untuk
mengeluarkan surat penangkapan ke
polisi. Terus apa hubungannya sama audio
rekaman Linda? Itu kan gaib, enggak
saentifik. Harusnya enggak pengaruh dong
buat polisi apalagi kejaksaan.
Karena hampir semua yang Linda bilang di
rekaman itu sama dengan temuan polisi
selama ini. Jadi suaranya Vina yangat
Linda itu itu benar, Pak. Pelakunya itu
anak polisi.
Hah?
Anak siapapun itu sama saja, Bu.
Sama-sama pihak yang enggak mau kasus
ini terungkap.
Oke, begini, Bu. Saya pastikan bahwa
saya bukan sekedar menjaga nama baik
pihak kepolisian, tapi kami banyak
menahan informasi.
Kalau hasil investigasi kami dibuka ke
publik sekarang, semua tersangka yang
kami pantau selama ini bisa tiba-tiba
hilang.
Jadi, mohon pengertiannya,
kami meminta persetujuan pihak keluarga.
Persetujuan apa?
Jasad Vina dibongkar sementara dari
makamnya
untuk diotopsi.
Kalau sudah ketahuan penyebabnya,
terusimana? Hah?
Pengaruhnya buat Pina itu apa,
Nek?
Abah itu tidak tega sama Vina. Dia itu
sudah teman di sana.
Dari mana Abah tahu Vina udah tenang?
Dari mana, Bah? Baru kemarin kita dengar
langsung dari Vina Liwat Linda.
I kan
di
Marley setuju sama nenek Mbah.
Marley setuju bukan karena dendam atau
gimana, tapi Abah juga ngerasain kan
geng motor itu makin meresahkan.
Kalau mereka bebas nanti juga orang lain
bakal digituin.
Mereka harus dipenjara. Bah
berkali-kali
Vina nyebut nama Eggi. Egi.
Terus-terusan Egi. Bah.
Pokoknya aku mau orang itu dipencara.
Ah.
Ah. Ah.
[tertawa]
[tertawa]
Asalamualaikum. Asamualaikum.
Waalaikumsalam.
Waalaikumsalam.
Lennya mana?
Ada di dalam. Ibu mari masuk, Bu.
[musik]
Dek
ini silakan.
Mbak udah hapus rekamannya dari HP Mbak.
Mas Dani [musik] juga.
Maafin Mbak ya, Lin.
Gak apa-apa, Mbak.
Linda juga punya salah sama V.
Linda anggap ini sebagai bayarannya.
[musik]
[musik]
Iya.
Iya iya.
Kenapa
kenapa besnya sayang?
Vina bisa mati tenang.
Beh mana beh mana
sakit?
Iya. Halo. Asalamualaikum.
Kenapa, Mbak Mariana?
Pak Indra.
Pak, maaf saya mau minta tolong. Boleh
enggak, Pak?
Rambut tempel
behel sama
rambut tempel adik saya dicopot aja.
Behel dan tempelan rambut.
No, no, no. Dengerin, dengar sana no.
Bel sama rambut tempelnya udah diambil.
Iya,
no.
No. Sekarang tenang ya.
Ini yang Bapak minta. Terima kasih. Pak.
Terima kasih, Dokter. Perisi. Iya.
Halo
semuanya. Sekarang
pemirsa menyusun peristiwa pilu
pemerkosaan dan pembunuhan secara keji
yang terjadi pada seorang pelajar putri
Vina Dewi Arsita dan rekannya Ridwan
Muzaki beberapa waktu lalu. Polres
Cirebon berhasil menangkap para pelaku
yang kini berada dalam proses penyidikan
oleh pihak yang berenang.
Para pelaku yang ditangkap adalah Jaya,
Hadi Saputra, Rivaldi, Wardana,
Suprianto, Eko Ramdani, Eka Sandi,
Sudirman, dan Staka.
Para pelaku tersebut adalah delangka
masuk pemerkosaan dan pembunuhan Vina.
AKBP Indra Yudistira memastikan kasus
seperti ini tidak akan terjadi lagi
dengan memantau ketat kegiatan berbagai
kelompok geng motor yang mengkhawatirkan
warga Cirbon. yang kepolisian tidak beri
seorang pelaku yang
entah kenapa aku selalu yakin
kalau bully itu pasti akan kena bully
juga sama yang lebih kuat dari mereka.
Sementara ini kita nikmatin aja apa yang
kita punya.
Cuma ya itu apapun yang kita punya bisa
hilang kapan aja.
[musik]
Kita enggak tahu
[musik]
kalau kita emang benar-benar pisah
nanti, aku udah cukup bersyukur pernah
jadi sahabat kamu.
sempat jadi bagian dari hidup kamu.
[musik]
Maaf ya, Lin. Aku lagi belajar pasrah.
Biar enggak terlalu berat kalau harus
lepas apa yang kita punya.
[musik]
Kon tha wo? Tum janti ho pul tha? Ha
janti ho ek ladke ke sath zak bhag gaya.
To ladke zake. Hi.
Tum janti ho k?
Tumhe kisne mara pata hai?
Wo ek hi tha
mere sath hi padta tha pani leke ao mere
peich pada tha mujhe bah
linda ke jism ko chir kya hua tumhare
sir par itni chot kaise ai usne mujhe
patka
motorcycle pe fir maosh ho gayi
jisne mujhe mara tha mera rap kiya tha
uska naam
kaha tha nagi hi tha poli wale ka ladka
hai sab ladki ko ch hai tumhe pata hai
ki kaha rhta hai main nahi janti tumba
taman sumb
Wo mere peich aata tha
usne mujhe sala toet me bhi pakad liya
tha fir maine uske mh peh diya tha
tab se wo mere peich pada tha lekin un
sab ko pakadwa diya hai humne aur bhi
dost the uske
gya
ha janti hum dhund rah ha ko am se baat
karna abhi bhi mushkil hai wise bhi bah
am se is tarah matna wochari tumhare ba
me sunne ke baad kohal n rahi hai
matmi
ke sath wah koi bhi nahi hai
sab soch ke ammi kialat kharab ho rahi
hai kar thoda ek ko sa milenge sabko sa
milni chah
mere sath a ky hua maine kya kiya tha
muj pe buta bhi thay
mujhe b zor se
mere pe bar
mera hath to diya meri pe motorcycle
chalai
Hum har ek kound ke sa
hum nahi baithenge lekin abhi tum ja tum
achi ho na
linda k
leye
m dost
le
a pares
ke a to sab
kuch kehna tha iso isse poho pair kaise
to iske
tumhare pair kaise to bina mere pair pe
motorcycle chalaye
theek hai ab tum chali jao ben ha angun
bahu bhi bahut yaad karti hai beta tum
sukon se so jao tumhari sari dost aakar
tumhe yaad karte hate ha tumhare me
shant ho jao tum jao mere motorcycle
chalai
[musik]
[musik]
Tuhan
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.