All language subtitles for Terius Behind Me ep 1 - 2

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Hari ini adalah hari-H.

Jika aku tidak datang ke pertemuan kita selanjutnya...

Jangan khawatir.

Aku akan mengawasimu.

Ketahuilah bahwa ada yang salah.

Tidak!

Bunuh saja aku.

Target selanjutnya adalah...

Rumah wanita itu.

- Enam? - Ya.

Sebagian orang menghabiskan pagi mereka

dengan aturan dan ketertiban.

Mulai.

Lari.

Halo.

Aku berani.

Bu!

Hentikan.

Kubilang hentikan.

Lihat aku.

Aku berani.

- Bu. - Aku...

- Diam! - Hentikan.

- Hei. - Ibu akan memarahimu.

Bukankah ibu bilang kalian tidak boleh bertengkar?

Dia memukulku.

Aku tidak memukulnya. Aku bertabrakan dengannya.

Tidak. Dia memukulku, Bu.

Sakit sekali.

Joon Hee-ku sayang.

Apakah sakit?

- Ya. - Astaga.

Saatnya berhenti, Joon Soo.

Matikan televisinya.

Sudah waktunya menggosok gigi. Kalian akan terlambat.

Aku menyikat gigi tadi malam.

Apa?

Karena menyikat gigimu kemarin,

kamu tidak akan sikat gigi hari ini?

Benar.

Sungguh?

Karena semalam kita sudah makan,

kita tidak akan makan hari ini?

Kalian memakan camilan kemarin,

jangan makan camilan apa pun hari ini.

Kalian juga makan jeli kemarin.

Mari tidak makan jeli hari ini.

Di mana sikat gigiku?

Akan kucarikan untukmu.

Satu.

Dua.

Di mana yoghurtnya?

Aku juga harus mengerjai Ibu?

Ini dia.

- Pintunya tertutup. - Di mana itu? Astaga.

Astaga. Aduh, sakit.

Maafkan aku.

Astaga.

Bagaimana ini?

- Astaga. - Apa yang kamu lakukan?

Aku tidak maksud apa-apa. Aku minta maaf,

tapi hidungmu berdarah.

Tidak masalah.

Aku sangat minta maaf. Itu pasti sangat sakit.

- Aku baik-baik saja. - Tunggu.

Ini untukmu. Ambillah.

- Tidak perlu. - Astaga.

Mohon diterima.

Aku minta maaf tentang pagi ini.

Maafkan aku.

Dasar anak-anak nakal. Hei!

Sebagian orang menghabiskan pagi mereka

dalam kekacauan dan kebingungan.

Sampai jumpa lagi.

Halo.

Halo.

Sampai jumpa.

- Semoga harimu menyenangkan. - Ucapkan salam.

- Halo. - Pamitlah kepada ibumu.

- Benar. - Di mana keluarga Joon Hee?

Entahlah.

Ayo.

Tunggu, berhenti! Tunggu kami!

Semua temanmu ada di sini. Ayo.

Ayo.

Joon Soo. Tunggu.

Baiklah, ayo.

Ayolah, Joon Hee.

Bagaimana dengan aku, Bu?

Joon Hee.

Astaga, ada apa dengan semua keributan itu?

Keluarga itu terlalu berisik.

Keluarga Joon Soo memang berlebihan.

Sulit untuk mengurus dua anak.

Joon Soo dan Joon Hee bukan anak-anak biasa.

- Benar. - Tepat sekali.

Halo.

- Maafkan aku. - Halo.

Naik ke bis. Ayo.

Jangan nakal. Dengarkan gurumu.

Sampai jumpa, Joon Hee.

Sampai jumpa.

- Sampai jumpa. - Dah.

Dah.

Bagus, Ae Rin.

Astaga. Aku lupa melepasnya.

- Mari kita pulang. - Sampai jumpa.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Ada diskon di Bonjour Bakery untuk hari jadi pertama mereka.

Benarkah? Jika kita terlambat, tidak akan ada yang tersisa.

Aku harus pergi ke sana sekarang.

Benar juga. Daging goreng tepung di saluran belanja bagaimana?

Mari beli dan kita bagi dua.

Selain itu,

banyak informasi dipertukarkan selama pagi yang kacau.

Aku hampir lupa. Kamu sudah tahu?

Masalahnya,

aku menggunakan semua sumberku untuk mencari tahu.

Anehnya, aku tidak bisa menemukan informasi tentang perusahaan itu.

Kamu yakin perusahaan itu disebut J International?

Ya.

Karena ini adalah posisi sekretaris,

pakai setelan jas.

Setelan jas?

Kita lihat.

Ini dia.

Aku memakai ini sebelum menikah.

Apakah masih muat?

Kumohon.

Semangat.

Rok, tolong menutuplah.

Pinggang, kamu pasti bisa. Ayolah.

Benar.

Ya.

Bagus.

Ayo.

Tunggu.

Hari ini adalah hari yang penting.

Baca keberuntungan hari ini.

Di mana Aries? Ini dia.

"Aries"

Pesulap?

"Semuanya akan berjalan sesuai rencana."

"Kamu siap untuk memulai."

"Energinya kuat,

jadi, segera lanjutkan rencana barumu."

Ya!

- Peruntungan kartu Tarot bisa - Aku bisa melakukan itu.

- menjadi hiburan sederhana. - Ayo.

"Horoskop Hari Ini"

"Aries"

Itu dia.

"Aries"

Untuk sebagian,

pembacaan kartu tarot bisa menjadi informasi yang sangat penting.

Astaga, kita bertemu lagi.

Silakan masuk.

Pintu ditutup.

Hidungmu sudah tidak apa-apa?

Ya.

Aku biasanya tidak seceroboh itu.

Anak-anakku berulah pagi ini...

Kamu tidak perlu menjelaskannya.

Baik.

Kamu jarang keluar saat siang hari.

Kamu mau pergi ke suatu tempat hari ini?

Siapa wanita ini?

Kapan dia mengetahui jalur pergerakanku?

Karena kamu keluar, mampirlah ke Bonjour Bakery.

Ini hari jadi pertama mereka, jadi, 200 orang pertama

akan mendapatkan roti tawar gratis.

Kamu hanya membeli roti tawar, bukan?

Bagaimana dia tahu aku hanya membeli roti tawar?

Aku akan memberimu hadiah.

Tidak perlu.

Aneh. Di mana benda itu?

Ini dia.

Silakan ambil.

Pintu ditutup.

"Aku mengawasimu"

Kami tinggal di tempat yang sama,

tapi di dunia yang sangat berbeda.

"Saksi"

"Moon Sung Soo, Kepala Keamanan Nasional"

Dia baru saja mengambilnya.

Dia bertindak begitu rendah hati,

tapi ternyata munafik.

Minta calon pegawainya masuk.

Baik, Pak.

Kamu bisa masuk.

Baik.

Omong-omong, kenapa kamu berhenti?

Aku memberinya undangan ke pernikahanku,

dan dia meminta surat pengunduran diriku.

Apa?

Semoga berhasil.

"Resume"

- Kamu sudah menikah. - Ya.

Kamu juga punya dua anak.

Ya. Aku memiliki anak kembar berusia enam tahun.

Kembar?

Hei, Bu. Kamu tidak membaca prasyaratnya?

Aku mencari orang yang belum menikah.

Di sana tertulis orang yang sudah menikah

dan akan lebih baik jika memiliki lebih banyak anak.

Apa katamu?

Itu sebabnya aku sangat terkejut

dan terkesan saat mengirim aplikasi.

Anda ingin memeriksanya?

Aku yakin tulisannya seperti itu.

Astaga.

Baik.

- Kamu bisa pergi. - Apa?

Aku tidak akan mempekerjakanmu, jadi, pergilah.

Pak, Anda baru mengajukan dua pertanyaan.

Apakah kamu sudah menikah dan apakah kamu punya anak.

Pertanyaan macam apa itu?

Anda harus bertanya kepadaku tentang pengalaman yang kumiliki

dan apa yang kukuasai. Anda tidak menanyakan hal penting.

Kedua pertanyaan itu adalah yang paling penting bagiku.

Dengar. Aku pemberi kerjanya,

aku akan mempekerjakan orang berdasarkan persyaratanku.

Kenapa kamu mengeluh?

Jika kamu wanita yang sudah menikah, lakukan pekerjaan rumah tangga.

Kenapa kamu keluar dan membuat semua orang lelah?

Aku mencoba menghasilkan uang.

Kami memiliki hipotek apartemen dan aku harus membayar

uang pokoknya sambil membesarkan dua anak.

Aku kemari untuk mendapatkan uang. Paham?

Maaf aku sudah membuat lelah dan membuang-buang waktu Anda.

Tapi

Anda juga membuang waktuku yang berharga.

Lowongan pekerjaan Anda salah, Anda membuang waktu dan tenagaku.

Minta maaf kepadaku.

Baiklah.

Silakan duduk.

Bu Go Ae Rin.

Apa pekerjaanmu selama enam bulan terakhir?

Aku sedang menanyakan pengalaman kerja terbarumu.

Beri tahu aku.

- Aku... - Maksudku bukan seperti

memasak, mencuci, dan menjaga anak-anak.

Pekerjaan sungguhan.

Katakan.

Kubilang katakan.

Kenapa? Tidak ada?

Lantas, jangan sia-siakan waktuku dan keluar dari sini.

Katakan.

Perusahaan ini berkecimpung dalam bidang apa?

Tidak ada informasinya di daring.

Kami mengimpor tas. Puas?

Terima kasih.

Kenapa?

Uangnya tidak cukup?

Tempo hari Anda bersikeras, jadi, kami berniat

menyarankan hal lainnya.

Aku tidak butuh apa pun.

Setelah tahu caramu bersepakat,

sebaiknya siapkan dirimu untuk hal terburuk.

Pak Moon, tolong pertimbangkan.

Ini uang jutaan dolar.

Bukankah permainan ini akan sepadan

jika Anda hanya perlu meneken sebuah dokumen?

Aku tidak tertarik pada permainanmu.

Hubungan Korut dan Korsel sudah damai.

Ini saatnya Anda makin taktis dalam merencanakan

lokasi penempatan senjata Anda.

Lupakan semua masalah politik dan militer.

Aku tidak mengambil posisi ini untuk menghamburkan uang negara

pada jet tempur model lama

dengan harga tidak masuk akal itu!

Pak Moon, tampaknya tujuan kita berbeda.

Apa?

Maaf, aku sudah mengganggu orang berbudi luhur seperti Anda.

Baik kamu dan perusahaan ini

akan segera menerima ganjaran

karena telah menggangguku.

Aku tidak akan mengantar Anda.

Pak Moon.

Jaga kesehatan Anda.

"Menara Star"

Laksanakan Rencana B.

Aku yakin dia orangnya.

Astaga, datanglah saja.

Jika datang ke Seoul,

akan kutraktir minum mojito di Menara Namsan.

Saat sampai di Seoul,

kamu harus mentraktirku mojito

di Menara Namsan.

Baiklah.

Aku merindukan Ibu.

Baiklah. Sudah dahulu.

Astaga!

Hei.

Kamu

mengikutiku sampai sini?

Tidak.

Tampaknya begitu.

Peralatan yang kamu minta. Lihatlah.

Sekretaris?

Dia bilang jurusannya berhubungan dengan komputer, bukan?

Dahulu dia bekerja di bidang teknologi informasi.

Dia rehat selama lima tahun.

Dalam setahun saja, seluruh industri TI banyak berubah.

Teknologi baru bermunculan setiap harinya.

Rehat lima tahun sama saja

seperti kematian sebuah karier.

Kamu mempelajari teknik, bukan?

Karena itulah aku bahkan tidak berniat kembali bekerja.

Kamu bangga akan hal itu?

Jika mempekerjakan seseorang untuk melakukan pekerjaan rumah

dan menjaga anakku, seluruh gajiku bisa habis.

Gaji istriku cukup besar. Aku hanya perlu membantunya.

Beruntungnya dia.

Di mana dia menemukanmu?

Aku di sini.

Kenapa tiba-tiba

Ae Rin mencari pekerjaan?

Dia harus mulai melunasi hipotek apartemennya.

Pinjamannya sudah mencapai batas.

Astaga. Padahal dia sudah sangat berhemat.

Kini dia harus berusaha lebih keras.

Pernahkah kamu

melihatnya minum kopi di kafe?

Dia hanya minum kopi yang harganya satu dolar.

Lihatlah dia.

Saat ada barang diskon,

dia akan mengantre paling depan.

Halo.

- Sudah buka. - Ayo.

Pakaian, mainan, kebutuhan sekolah.

- Dia mengambil punyamu. - Kamu mau yang ini juga?

- Terima kasih. Jaga dirimu. - Dah.

Tapi aku menyukai dia karena dia tetap bermartabat.

Dia tidak tampak miskin.

Selain itu, dia cantik.

Dia cantik? Aku lebih cantik.

Aku tinggal di apartemen yang lebih besar.

Wajahmu juga lebih besar.

Kamu seperti mantis yang sedang berdoa.

Kucubit kamu, ya.

Kalian berdua, hentikan.

- Aku harus pergi. - Tunggu.

Itu Ae Rin.

Hei. Kami di sini.

- Hai. - Halo.

Aku mau roti.

Sapalah.

- Halo. - Halo.

- Halo. - Halo.

Bu, aku mau roti.

- Baiklah. - Aku juga.

Baik.

Halo.

Baju itu ketinggalan zaman.

Belilah yang baru.

Tapi ini masih muat,

bahkan setelah aku melahirkan anak kembar.

Bagaimana wawancaranya?

Kacau. Mustahil aku diterima.

Sudah kuduga.

Bahkan lulusan baru sulit mendapat pekerjaan.

Siapa yang mau mempekerjakan IRT yang diam di rumah lima tahun?

Haruskah kamu berkata kejam begitu?

Dia hanya iri.

Jangan hiraukan dia.

Dia tidak sepenuhnya salah.

- Omong-omong... - Perusahaan itu...

Itu robot.

Itu putri.

Duduklah saja. Mulutmu masih bau kekejaman.

- Hentikan. - Anak-anakmu.

Astaga.

Kalian berdua.

- Lihat ini. - Lihat, Bu. Bukankah ini keren?

Astaga.

Bu, lihat ini.

Bu, bukankah ini menggemaskan?

Yang ini bagaimana?

"Laporan pemakaian kartu kredit"

"Pesan teks baru"

"Bonjour Bakery"

"Bonjour Bakery"

114 dolar?

Kenapa dia membeli banyak...

Pegang yang benar!

Joon-Joon, berhenti. Berhenti.

Tetap di posisi kalian, jangan bergerak.

Halo?

Apa kamu kerasukan hantu yang tidak pernah makan roti?

Kenapa menghabiskan lebih dari 100 dolar untuk itu?

Aku punya alasan sendiri.

Perlukah kamu berteriak begitu aku mengangkat telepon?

Kamu hanya bisa menghabiskan uang.

Kini kamu berfoya-foya untuk membeli roti.

- Astaga. - Halo?

Go Ae Rin, kamu mendengarku?

Aku tidak akan merasa seburuk ini jika menghabiskan sedolar untukku.

Jangan tertawa.

Jalan.

- Pak Cha. - Ya?

- Ikut aku. - Baik.

Sial.

Sudah menghubungi Pak Heo?

Mana draf awalnya?

Begini, dia bilang

akan memberikannya kepadaku akhir bulan ini.

Selalu saja begitu.

Jika tampak ada masalah dengan penulisnya,

terus hubungi dan desak dia.

Terus saja tanya dan tekan dia sampai naskahnya selesai.

Tapi jangan sampai dia kesal.

Terus puji kinerjanya,

lalu berikan dia inspirasi.

Editor yang baik harus bagaimana?

Memikirkan banyak ide baru dan menghasilkan buku bagus.

Sebenarnya, aku sudah berniat untuk mendatangi Pak Heo besok.

Bukan baru terpikirkan tadi?

Tidak, tentu saja tidak.

Dia tinggal di Meta Palace, bukan?

- Ya. - Ada toko tar enak dekat sana.

Belikan dia itu.

Baiklah.

Bisa tolong lebih gesit?

Jika kamu tidak menerbitkan buku yang laku keras kali ini,

pekerjaanmu akan menjadi taruhannya, paham?

Enakkah?

Ini. Makanlah lagi.

Bu, kita akan makan malam apa?

Kamu sedang memakannya. Kue.

Untuk sarapan besok apa?

Kue.

Lalu, makan malam besok?

Tentu saja kue lagi.

Ini, ini, dan ini.

Sampai semua ini habis,

kalian akan terus memakan ini.

Benarkah?

Maka dari itu...

Kalian akan mencopot ini lagi?

Kalian akan asal sentuh dan copot tanpa seizin ibu lagi?

Jika datang ke Seoul,

akan kutraktir mojito di Menara Namsan.

Dasar wanita aneh.

Kamu selalu membeli roti tawar.

Dia mengawasiku?

Dasar anak-anak nakal. Hei!

Tidak mungkin.

"Gagal membelot. Tewas"

Dia selalu datang

tiap kali kartu Pesulap muncul setelah Aries.

Lalu seseorang pun tewas.

Mereka sedang bertindak.

"Pembunuh"

Kali ini siapa targetnya?

"Rumah Biru"

Anda tidak jadi membeli jet tempur Lucas Con?

Kamu tidak memahami ucapanku dalam sekali dengar?

Kenapa terus bertanya?

Mereka memberimu uang?

Tidak, Pak.

Pergilah.

Kenapa Sang Pesulap

ada di Menara Star?

"Episode 2"

Aduh.

Astaga.

Kamu sudah pulang.

Kenapa rumah ini berantakan sekali?

Kamu tidak membersihkannya sama sekali.

Apa yang kamu lakukan di rumah seharian?

Apa yang kulakukan?

Kamu sibuk menghabiskan uang di toko roti?

Aku sudah melarangmu melakukan itu.

Kamu tahu betapa sulitnya mengeluarkan itu dari bawah sofa?

Kamu tidak melakukan apa-apa di rumah.

Aku membantumu dengan memberimu pekerjaan.

Apa?

- Dia memukul bola dengan sempurna. - Benar.

Kukira bolanya akan masuk...

Apa-apaan kamu?

Yang kamu lakukan di rumah

hanya berbaring menonton TV.

Anak-anak kita sulit dikendalikan. Apa kamu pernah memandikan,

menyuapi, atau menidurkan mereka?

Tapi aku menghasilkan uang!

Aku ingin menonton TV setelah bekerja seharian.

Apa salahnya?

Aku juga bekerja seharian.

Aku bekerja tanpa istirahat dari pagi hingga malam.

Cuci baju, bebenah, cuci piring, dan merawat anak-anak.

Aku mengerjakan hal yang sama tanpa istirahat.

Kamu tahu betapa sulitnya itu?

Lebih baik aku keluar rumah dan bekerja.

Menyombongkan diri sepertimu.

Lantas kenapa tidak?

Tidak semua menawarkan pekerjaan hanya karena kamu ingin bekerja.

Pengalamanku sudah usang. Aku harus memulai dari awal lagi.

Karena aku seorang ibu, tidak ada yang mau mempekerjakanku.

Dahulu aku

benar-benar mahir dalam pekerjaanku.

Aku harus bagaimana dan harus mulai dari mana?

Aku bahkan tidak tahu.

Di lift tadi,

aku melihat selebaran orang yang mencari pengantar susu.

Kenapa kamu tidak mencobanya?

Kamu selalu menjalani diet aneh untuk menurunkan berat badan.

Selagi mengantarkan, kamu bisa mendapatkan uang

dan menurunkan berat badan. Sambil menyelam minum air.

Kamu serius?

Teganya kamu berkata begitu.

Kamu tahu kenapa aku berdiet?

Pakaianku sebelum hamil.

Aku berusaha mengembalikan ukuran tubuhku.

Aku bahkan tidak bisa membeli baju untuk diri sendiri.

Itu sebabnya aku berdiet.

Astaga.

Apakah begitu sayang mengeluarkan uang untuk aku?

Aku tidak melarangmu membeli baju.

Kamu sudah bersiap untuk pergi, ya?

Benar.

Sudah lama aku mencari alasan untuk pergi.

Puas?

Bagaimana kamu bisa menahan diri agar tidak pergi dari rumah?

Go Ae Rin!

"Kartu Tanda Penduduk, Go Ae Rin"

Go Ae Rin?

Andai rumah orang tuaku lebih dekat.

Kenapa malah di Pulau Jeju?

Kenapa hujan?

Dompetku hilang.

Apa aku menjatuhkannya?

Ponselku juga hilang.

Bagaimana ini?

Kenapa urusanku tidak pernah lancar?

Kardiganku kusimpan di mana?

Aku salah mengambil.

Ae Rin.

Kamu tidak membawa apa pun, ya?

Bagaimana ini?

Dengar.

Permisi.

Apa? Itu perampok?

- Permisi, Bu. - Orang mesum?

Hentikan!

Kamu mengikutiku lagi?

Turunkan pistolmu dahulu, Bu Go.

Kamu siapa? Bagaimana bisa tahu namaku?

Kamu penguntit?

Biar kutanyakan. Kamu siapa?

Kamu bekerja untuk siapa?

Kamu bahkan ingin tahu tempat kerjaku?

Aku...

Aku tidak bekerja. Aku pengangguran.

Kamu mengolok-olokku?

"Dor"

Apa-apaan dia?

Kamu pikir ini pistol asli?

Siapa yang membawa-bawa pistol asli?

Kamu terlalu banyak menonton film.

Kamu meninggalkan ini di lorong apartemen, Bu Go.

Astaga. Terima kasih banyak.

Selain itu, aku tidak pernah mengikutimu.

Jangan berpikir macam-macam.

Maaf, aku tidak tahu.

Aku mengagetkanmu, ya?

Tidak sama sekali.

Pasti karena itu kamu jatuh telentang.

Aku tidak jatuh telentang.

Kenapa membawa mainan?

Aku salah mengambil koper dan kabur dari rumah.

Kabur dari rumah? Bagaimana dengan anak-anakmu?

Aku tahu.

Bawa ini dan kembalilah ke rumah.

Sebaiknya kamu kembali dan mengambil koper yang benar.

Apa?

Tapi masalahnya...

Akan kuantar ini ke rumahmu.

Tunggu!

Astaga.

Aku baru saja pergi. Mana mungkin langsung kembali lagi?

Siapa dia sebenarnya?

Hei! Tunggu aku!

Hujannya deras. Astaga.

Karena ini milikku, aku akan mengambilnya.

Baik, terima kasih.

Sebaiknya kamu masuk.

Aku akan masuk nanti. Masuklah lebih dahulu.

Baiklah.

Bagaimana ini?

Kenapa kamu tidak masuk?

Aku akan masuk.

Kapan?

Sekarang.

Baiklah.

Kumaafkan kamu kali ini.

Rumah tetaplah tempat bersantai.

"Ayo berputar"

"Halo, Dadu"

"Halo, Carbot"

- "Aku sangat menyukainya" - Kalian terlalu berisik.

"Halo, kamu keren sekali"

"Halo, Carbot"

"Aku sangat menyukainya"

"Kamulah rahasia kami"

"Mobil robot"

"Carbot"

"Carbot"

"Maaf soal kemarin. Belilah baju baru"

Maaf soal kemarin. Belilah baju baru.

Sungguh?

Kamu berkemas dan kabur dari rumah pukul sebegitu?

Ya, sudah kubilang begitu.

Astaga, kamu lebih berani dari kelihatannya.

Hei, bagaimana dengan ini?

Ini dia yang cocok.

- Warna dan panjangnya - Yang ini bagus.

sangat cocok untukmu.

"179,5 dolar"

Bagian ini terlalu norak. Aku tidak menyukainya.

Hei! Kapan kamu akan membeli baju?

Aku akan membeli sesuatu.

Totalnya 130 dolar.

Baik.

- Ini. - Kamu memang istri yang baik.

Kamu juga ibu yang baik.

Aku tidak bisa membeli sesuatu di atas 50 dolar untuk diriku.

Itu penyakit. Kamu mengidap penyakit pembantu.

Bisakah kamu menyebutnya penyakit malaikat?

Tidak mungkin.

Kamu akan berbaikan dengan memberikan hadiah?

Akan kumasakkan sup tuna kesukaannya untuk makan malam selagi menunggu.

Kami sudah bertahun-tahun bersama.

Berbaikan bukan hal sulit.

Ini hanya tambahan.

- Terima kasih. - Terima kasih.

- Ayo. - Kenapa kamu membawaku kemari?

Aku akan mentraktirmu makan. Aku berterima kasih kepadamu.

Kumpulkan semuanya untuk rapat darurat.

Aku akan tiba dalam 30 menit.

Baik, aku mengerti.

Apa?

Baiklah.

Aku bisa keluar.

Sial.

Tampaknya ini mobil mahal.

Apa?

Astaga.

Aku tidak melihat apa pun.

Dia pulang terlambat.

"Sayang"

Kenapa dia tidak menjawab?

Hei.

Anda baik-baik saja?

Dia sudah tewas?

"Sayang"

Bu, tolong segera turun.

Suami Anda pingsan di lantai.

Apa?

"Unit Perawatan Intensif"

200 joule. Isi. Kejut.

300 joule. Isi. Kejut.

Sudah selesai.

31 Agustus 2018.

Pukul 22.50. Aku menyatakan Cha Jeong Il

sudah meninggal.

Itu tidak mungkin.

Sayang.

Bangunlah, Sayang.

Kamu mengisengiku?

Sayang. Bangunlah, Sayang.

Dokter, kemarin kami bertengkar lagi.

Dia begitu sehat sampai membentakku.

Dia belum meninggal, bukan?

Katakan itu bohong.

Kumohon, Dokter. Kumohon.

Sayang. Bangunlah, kumohon.

Apa-apaan kamu?

Tidak...

Sayang...

Sayang, kamu belum meninggal, bukan?

Sayang. Bangunlah, Sayang.

Kamu tidak boleh meninggalkanku.

Bangunlah.

Rekaman kamera CCTV Meta Palace

dan tempat parkir sudah dihapus.

Bagaimana dengan kamera dasbor?

Kamu harus menghapus semua rekamannya, bukan?

Untuk kepergianmu besok.

Ada masalah kecil.

Cari tahu soal pengemudi mobil ini.

Ada apa?

Aku membunuhnya.

Apa?

Aku membunuh pengemudinya.

"07-M-2674"

"Rumah Sakit Universitas Myeongin"

Detak jantungnya tidak teratur.

Anda meminta autopsi, jadi, kami akan menjalankannya,

tapi sejauh ini, kemungkinan dia terkena serangan jantung.

Kami memiliki kabar buruk.

Moon Sung Soo, kepala keamanan nasional,

ditemukan tidak sadarkan diri tadi malam.

Dia segera dilarikan ke rumah sakit, tapi, nyawanya tidak tertolong.

Berdasarkan keterangan saksi dari tempat dia ditemukan

dan fakta bahwa tubuhnya tidak menunjukkan trauma eksternal,

polisi menduga penyebabnya gagal jantung karena penyakit kronis.

Rumah Biru

menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya

atas kematian Moon Sung Soo.

Anggota Majelis Nasional

dari semua faksi dan partai berdukacita atas kepergiannya.

Berita selanjutnya. Pajak mobil

dilaporkan naik...

Targetnya

kepala keamanan nasional?

Kenapa?

"Badan Intelijen Nasional"

"Direktur, Shim Woo Cheol"

Kita harus menyelidikinya dengan saksama!

Kopinya panas.

Masalahmu adalah kamu terlalu berprasangka.

Kamu tidak memercayai hasil autopsi NISI

dan memaksakan agar segalanya cocok dengan skenariomu.

Kamu juga terlalu berisik.

Dia sangat menentang

pembelian jet tempur Lucas Con.

Dia dibenci banyak orang. Musuhnya banyak.

Banyak orang yang akan senang dia sudah meninggal.

Orang-orang Lucas Con

akan merasa jauh lebih baik sekarang.

Lantas kenapa? Maksudmu mereka membunuh kepala keamanan nasional?

Itu sangat mungkin.

Kamu pernah mendengar soal pisau Occam?

Belum pernah?

Aku tidak mau mendengarkan.

Solusi logis paling sederhana biasanya benar.

Pria itu sudah tua

dan sayangnya terkena serangan jantung.

Jika kamu punya bukti

atau hal lain yang menunjukkan adanya bahaya,

aku akan mempertimbangkan teorimu.

Sungguh?

Bukti...

Agen Yoo.

Halo, Bu Kwon.

Halo.

Kamu membicarakan apa dengan Direktur?

Aku hanya mampir untuk menyapanya.

Aku hanya menyampaikan salam tidak penting.

Salam?

Baiklah, aku mengerti.

Kamu boleh pergi.

Aku permisi.

Dia menyebalkan sekali.

Kenapa kamu berbohong kepada wanita menyebalkan itu?

Apa?

Kamu bukan menyampaikan salam tidak penting.

Kamu menguping lagi?

Yang benar saja.

Apa-apaan kamu?

Tanda cintaku.

Kamu memasangnya.

Siapa aku?

Penguji teknologi baru BIN.

Ikon urusan ilegal.

Jangan jatuh cinta meski aku sangat baik.

Kamu terus melupakan itu.

Dasar...

Tim teknologi mengirimkan ini

dan tampaknya tidak ada gangguan. Ini juga tampak bagus.

Lumayan.

Kamu bilang ini berfungsi.

Kamu tahu gayaku.

Ulasan bagus ini akan membuat mereka kaget.

Astaga.

"Moon Sung Soo"

"Berita Kematian"

"Gedung Pemakaman Rumah Sakit Universitas Myeongin"

Sikap terlalu jujur bisa menjadi masalah.

Hanya dia yang menentang pembelian

jet perang G38.

Benar sekali. Bayangkan betapa stresnya dia.

Dia pasti bermasalah dengan industri pertahanan.

Ini milikku.

- Ini milikku. - Jangan diambil.

Ini milikku.

Bukankah Jeong Il stres di tempat kerjanya?

Semua orang stres di tempat kerja.

Bahkan ibu rumah tangga pun stres.

Dia mengidap aritmia.

Ayahnya juga wafat dua tahun lalu

karena serangan jantung.

Astaga, berarti itu penyakit turunan.

Sayang sekali. Usianya bahkan belum 40.

Anak-anaknya masih kecil.

Hei.

Kasihan sekali Ae Rin.

Perusahaan asuransi tidak akan memberi banyak, bukan?

Kenapa begitu?

Mereka membayar premium rendah

karena berpikir dia akan berumur panjang.

Kasihan sekali.

"Cha Jeong Il, istri Go Ae Rin"

Ini keadaan darurat.

- Keadaan darurat? Kode Biru? - Ya.

Itu keadaan darurat. Ayo.

Anak-anak.

Aku akan menemani Seung Gi buang air kecil di sana.

Tetaplah di ayunan.

Jangan pergi ke mana-mana.

- Baik. - Baik.

Ini keadaan darurat.

"Gedung Pemakaman Rumah Sakit Universitas Myeongin"

Terius?

Kejar dia.

"Kepala Kwon Young Shil"

Bu?

Sambungkan ke kamera CCTV di gedung pemakaman

Rumah Sakit Universitas Myeongin.

Ada masalah apa?

Lakukan saja!

Sudah terhubung.

Kamera di luar ruang 13. Mundur ke satu menit lalu

dan perbesar wajah pria yang melarikan diri.

Kode nama Terius. Bandingkan dengan profilnya.

- Lakukan sekarang. - Terius?

"Kim Bon"

Kamu merasa lebih baik?

Joon Soo, Joon...

Joon Soo.

Joon Hee.

Joon Soo.

Joon Hee.

Mereka ke mana?

Ae Rin, ini gawat.

Anak-anak menghilang.

Apa?

Itu benar-benar Bon.

Ikuti dia. Jangan sampai hilang.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.