Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku tak pernah memikirkan cara aku akan mati.
Namun, mati menggantikan orang yang kucintai
sepertinya cara yang bagus.
Jadi, aku tak menyesali keputusanku untuk meninggalkan rumah.
Aku akan merindukan Phoenix.
Aku akan merindukan panasnya.
Aku akan rindu ibuku yang penyayang, labil, dan gegabah.
Baiklah.
- Renee, ayo. - Dan suami barunya.
Ayo. Aku sayang kalian. Kita bisa ketinggalan pesawat.
Namun, mereka ingin bepergian, jadi, aku akan habiskan waktu dengan ayahku,
dan ini keputusan yang tepat.
Kurasa begitu.
Di negara bagian Washington, yang sering mendung dan diguyur hujan,
ada kota kecil bernama Forks. Populasinya 3.120 jiwa.
Aku pindah ke sini.
Nama ayahku Charlie. Dia kepala polisi.
Rambutmu lebih panjang.
Kupotong sejak kali terakhir kita bertemu.
Sepertinya tumbuh lagi.
Dahulu, aku kemari selama dua pekan tiap musim panas. Namun, sudah lama tidak.
Ayah sudah kosongkan rak di kamar mandi.
Benar. Satu kamar mandi.
Lampu belajarnya bagus.
Staf penjualan memilihkan seprainya.
Kau suka warna ungu, 'kan?
Ungu bagus. Terima kasih.
Baiklah.
Salah satu sifat terbaik Charlie, dia tak mengawasiku.
Dari jauh, kudengar kalian datang. Senang bertemu dengan kalian.
Bella, kau ingat Billy Black.
- Ya. Kau tampak sehat. - Aku masih menari.
Syukurlah kau akhirnya tiba.
Charlie terus membahasnya sejak kau bilang akan datang.
Jangan melebih-lebihkan. Kugulingkan kau ke lumpur.
Setelah kakimu kutabrak.
- Kau menantang? - Ya. Majulah.
- Hai, aku Jacob. - Hei.
Kita pernah membuat pai lumpur saat masih kecil.
Ya, aku ingat.
Mereka selalu begitu?
- Makin tua, makin kekanak-kanakan. - Baiklah.
- Bagaimana menurutmu? - Soal apa?
- Hadiah kepulanganmu. - Ini?
- Ayah baru membelinya dari Billy. - Ya.
- Aku merakit ulang mesinnya. - Ayolah.
Astaga! Ini sempurna. Kau serius? Maaf.
Sudah kubilang dia akan menyukainya. Aku memahami anak-anak.
Ya, Kawan. Kau ahlinya.
Baiklah.
Injak koplingnya dua kali saat ganti gigi,
- tetapi selain itu, tak ada masalah. - Yang ini?
- Ya, yang itu. - Baiklah.
Mau kuantar ke sekolah?
- Aku bersekolah di reservasi Indian. - Ya, benar.
Sayang sekali. Pasti menyenangkan andai ada yang kukenal.
SMA FORKS MARKAS TIM SPARTANS
Hari pertamaku di sekolah baru. Maret, pertengahan semester.
Bagus.
- Mobilmu bagus. - Terima kasih.
Bagus.
Kau Isabella Swan, siswi baru.
Hai, aku Eric, sumber informasi sekolah ini.
Aku bisa menjadi pemandu tur, teman makan siang, tempat untuk bersandar.
Aku tipe orang yang cenderung pendiam.
Bagus untuk artikelmu.
Jika aku penulisnya, kau masuk koran halaman depan.
Tidak. Kau...
- Tolong jangan... - Tenang. Takkan kumuat.
- Baik, terima kasih. - Senang?
- Baik. Bagus. - Aku saja.
Tengah!
- Pukul! - Dapat.
- Untukmu! - Pukul!
Maaf. Sudah kuberi tahu mereka, jangan mengajakku bermain.
Tak apa-apa. Tidak, aku... Jangan...
- Kau Isabella, 'kan? - Bella saja.
Ya. Hei, aku Mike Newton.
- Salam kenal. - Ya.
- Pukulannya tajam, 'kan? - Ya, itu...
Omong-omong, aku Jessica.
- Kau dari Arizona, 'kan? - Ya.
Bukankah orang dari Arizona biasanya berkulit cokelat?
Ya. Mungkin karena itu aku diusir.
Kau lucu.
Lucu sekali.
- Ayo main lagi, Jess. - Kemari.
Seperti mahakarya,
piramida raksasa ini jatuh dari langit, kemudian...
- Dengan senang hati, Bu. - Kalian bisa tos.
- Mau burrito, Kawan? - Hei, Mikey!
Kenal tetanggaku, Bella?
- Tetanggamu? Ya? Itu... - Ya.
Pacarku.
- Maaf mengacaukan rayuanmu, Mike! - Tyler.
Astaga. Rasanya seperti kelas satu lagi.
Kau murid baru yang disukai.
- Senyum. - Baiklah.
Maaf. Aku butuh foto untuk artikel.
Tak ada artikel, Angela. Jangan diungkit lagi.
- Tak apa-apa, aku hanya... - Akan kubantu, Sayang.
Kurasa kami akan menulis tentang mabuk di kalangan remaja.
Kau bisa menulis artikel tentang penyimpangan perilaku makan.
- Penyumpalan celana di tim renang. - Sebenarnya itu topik yang bagus.
- Kirk, 'kan? - Ya.
Itulah yang kupikirkan.
Kemaluannya terlihat sangat besar.
Mustahil. Dia kurus. Tak masuk akal.
- Benar sekali. - Ya.
Siapa mereka?
Keluarga Cullen.
Mereka anak asuh Dokter dan Bu Cullen.
Mereka pindah kemari dari Alaska beberapa tahun lalu.
- Mereka selalu menyendiri. - Ya, karena mereka bersama.
Selalu bersama-sama.
Gadis berambut pirang bernama Rosalie, dan pria kekar berambut gelap, Emmett.
Mereka pasangan kekasih. Entah apa itu pantas.
- Jess, mereka tak sedarah. - Ya, tetapi mereka tinggal serumah. Aneh.
Dan gadis berambut hitam itu Alice.
Dia sangat aneh dan kekasihnya Jasper, lelaki pirang yang tampak kesakitan.
Dokter Cullen seperti ayah asuh sekaligus makcomblang.
Mungkin aku akan diadopsi.
Siapa dia?
Itu Edward Cullen. Dia tentu saja sangat tampan,
tetapi tampaknya tak ada gadis yang menarik perhatiannya.
Aku juga tak peduli. Jadi, begitulah.
- Serius, jangan buang-buang waktumu. - Aku tak berminat.
- Pak Molina. - Hei, Mike.
Ya. Nona Swan.
Hai.
Mana kertasmu?
Terima kasih. Selamat datang di kelas ini. Ini bukumu.
Ada kursi kosong di sebelah sana, jadi, duduklah.
Yang terakhir. Ikuti saja pelajarannya.
Baiklah, hari ini kita akan mengamati perilaku planaria,
alias cacing pipih. Jadi, kita akan...
...menghidupkannya lagi. Cacing zombi.
Simpan ponsel kalian. Mari kita mulai.
Area tertentu yang lunak. Tolong jangan potong di sini.
Jangan potong di sini. Ini luar biasa.
Mari kita coba berkonsentrasi saat mengamatinya.
Pasti ada tempat kosong. Fisika? Biokimia?
Tidak, semua kelas penuh.
Tunggu sebentar, Sayang. Tampaknya kau harus tetap di kelas biologi.
Baiklah. Aku harus menahannya.
Edward.
Apa?
Edward. Dia bukan seperti kita.
KAFE KORNER
Aku masih terkejut kau sudah dewasa, dan sangat cantik.
Hei, Bella.
Kau ingat aku?
Aku pernah menjadi Sinterklas.
Waylon, dia tak pernah Natal di sini sejak usia empat tahun.
Namun, aku meninggalkan kesan, 'kan?
- Tentu saja - Sinterklas pemberi bir?
Hei, anak-anak suka minuman itu.
Biarkan dia menikmati hamburger vegetariannya, Waylon.
Begitu selesai, aku akan menyajikan kesukaanmu.
Pai beri, ingat? Ayahmu masih memakannya. Setiap Kamis.
Terima kasih. Pasti enak.
Ini.
Terima kasih.
Jadi, Ayah makan di sini setiap malam?
Eh...
Lebih baik daripada mencuci piring.
Aku bisa memasak.
Aku terbiasa memasak di rumah, di Phoenix.
Ibu tidak pandai memasak.
Aku ingat.
Mmm.
Lilin cokelat.
Itu lucu.
Jadi, um...
Bagaimana sekolah?
Kau bertemu seseorang?
Ya. Ya, beberapa orang.
Apakah Ayah tahu Keluarga Cullen?
Ya, mengapa?
Apakah orang-orang membicarakannya lagi?
Mmm-hmm.
Sedikit.
Itu hanya karena mereka adalah pendatang baru.
Dengar, Keluarga Cullen, mereka
selalu baik sejak mereka pindah ke sini.
Orang-orang di sekitar sini, mereka pasti senang memiliki
ahli bedah seperti Dr. Cullen di rumah sakit kita.
Istrinya ingin pindah ke kota kecil.
Dan anak-anaknya?
Anak-anak itu tidak memberiku masalah.
Tidak seperti penggalang lain di sekitar sini.
Benar.
Ayah hanya tidak suka berpikiran sempit, tahu kan?
Hei, Sayang. Jika pelatihan musim semi lancar,
kami bisa pindah ke Florida.
Tolong masukkan 1,25 dolar untuk tiga menit lagi.
- Bu, di mana ponselmu? - Baik, jangan tertawa.
Kabel pengecas Ibu tak hilang. Ia kabur. Menjerit.
- Ibu kini menolak teknologi. - Aku merindukan Ibu.
Sayang, Ibu juga merindukanmu. Ceritakan lagi tentang sekolahmu.
Seperti apa murid-muridnya? Ada pria yang tampan?
Apa mereka bersikap ramah padamu?
Mereka semua sangat ramah.
- Ceritakan semuanya. - Itu tak penting.
- Ya, penting, Sayang. - Aku harus mengerjakan PR.
Nanti kita bicara lagi.
- Baiklah. Ibu menyayangimu. - Aku juga sayang Ibu.
Aku berencana mengonfrontasinya dan menanyakan apa masalahnya.
Namun, dia tak datang.
Bella!
Dan keesokan harinya, dia juga tak masuk.
Beberapa hari berlalu. Keadaan menjadi agak janggal.
- Kau tak apa? - Aku baik-baik saja.
Es memperparah masalah keseimbanganku.
Ya. Sebab itulah, ayah mengganti ban truknya.
Ban yang lama sudah botak.
Ayah pulang agak malam. Ayah harus ke Wilayah Mason.
Petugas keamanan di Grisham Mill dibunuh semacam hewan.
Hewan?
Ini bukan di Phoenix, Bells.
- Intinya, ayah berniat membantu. - Hati-hati.
Selalu.
- Terima kasih bannya. - Ya.
SMA FORKS MARKAS TIM SPARTANS
Komisi pesta dansa urusan perempuan, tetapi harus kuliput untuk koran,
dan pria diminta memilih musik, jadi, berikan daftar lagumu.
Hei, dengar, aku ingin tahu apa kau sudah punya pasangan untuk...
Apa kabar, Arizona? Apa?
Kau suka hujannya? Sebaiknya biasakan dirimu.
- Ya, Mike, kau manis sekali. - Memang...
- Sangat mengagumkan. - Kenapa kau mengganggu strategiku?
Biarkan kumainkan strategiku.
Ya, baiklah. Kau main apa? T-Ball?
Halo.
Maaf, aku tak sempat memperkenalkan diri pekan lalu.
Aku Edward Cullen. Kau Bella?
Ya.
Ada sel ujung akar bawang di kaca preparat kalian saat ini.
Pisahkan dan labeli sesuai dengan fase mitosisnya,
dan pasangan pertama yang benar akan memenangkan Bawang Emas.
Baiklah, bagus.
Wanita lebih dahulu.
Kau pergi.
Ya. Aku ke luar kota selama beberapa hari.
Urusan pribadi.
Profase.
Boleh kulihat?
Profase.
Seperti kubilang.
Kau suka hujan?
Apa?
Kau bertanya soal cuaca?
Aku tak begitu suka hujan.
Sesuatu yang dingin, basah, aku tak begitu...
- Apa? - Tak ada.
- Ini anafase. - Boleh kucek?
Tentu.
Anafase.
Seperti kubilang.
Jika benci udara dingin dan hujan,
kenapa kau pindah ke kota yang paling sering hujan di Amerika?
Jawabannya rumit.
Kurasa aku bisa mengerti.
Ibuku menikah lagi, dan...
- Kau tak suka pria itu, atau... - Tidak, bukan...
Phil sangat baik.
Metafase. Kau ingin melihatnya?
Aku memercayaimu.
Kenapa kau tak tinggal dengan ibumu dan Phil?
Phil pemain bisbol liga kecil dan sering bepergian.
Ibu di rumah bersamaku, tetapi aku tahu dia tak bahagia.
Jadi, kupikir sebaiknya aku tinggal bersama ayahku untuk sementara.
Kini kau tak bahagia.
Tidak.
Maaf, aku hanya... Aku hanya berusaha menebakmu.
- Aku kesulitan menebakmu. - Hei, kau memakai lensa kontak?
Tidak.
Matamu hitam kali terakhir aku melihatmu,
- dan sekarang cokelat kekuningan. - Ya, aku tahu, ini...
Ini fluoresen.
- Bella! - Bella!
- Telepon 911! - Sudah.
- Mereka akan segera kirim orang. - Bella, maaf. Aku panik.
Bella, aku berhasil menghubungi 911.
Bella. Kau baik-baik saja?
Nanti kita bicara. Kau terluka?
- Aku baik-baik saja, Yah. Tenanglah. - Maaf, Bella. Aku berusaha mengerem.
- Aku tahu. Tak apa-apa. - Tidak. Dia akan dapat ganjarannya.
- Ayah, bukan salahnya. - Kau bisa mati.
- Kau tahu itu? - Ya. Namun, aku selamat, jadi...
SIM-mu akan ditangguhkan.
Kabarnya ada putri kepala polisi.
- Dokter Cullen. - Charlie.
Biar kutangani, Jackie.
- Isabella. - Bella.
Bella, sepertinya kau terbentur. Bagaimana perasaanmu?
Baik.
Lihat ke depan.
Kau mungkin mengalami stres atau disorientasi pascatrauma,
tetapi tanda vitalmu bagus.
Tak ada tanda-tanda cedera kepala. Kurasa kau akan baik-baik saja.
Maaf, Bella. Aku sungguh...
Akan lebih parah jika tak ada Edward.
Dia menarikku.
Edward? Anakmu?
Ya, itu luar biasa. Dia menghampiriku begitu cepat.
- Padahal dia jauh dariku. - Kedengarannya kau sangat beruntung.
Charlie.
Ayah harus menandatangani dokumen. Kau harus...
Sebaiknya hubungi ibumu.
Ayah memberitahunya?
Dia mungkin hanya panik.
- ...belasan murid melihat kejadiannya. - Lalu aku harus bagaimana?
Membiarkan dia mati?
Ini bukan hanya tentangmu. Ini menyangkut kita semua.
Ayo kita bicarakan di ruanganku.
- Bisa bicara sebentar denganmu? - Rosalie.
Apa?
Bagaimana...
- Bagaimana kau menghampiriku secepat itu? - Aku berdiri di sebelahmu, Bella.
Tidak. Kau di samping mobilmu, di seberang area parkir.
Tidak.
Ya, kau di sana.
Bella, kau... Kepalamu terbentur. Kurasa kau linglung.
- Aku tahu yang kulihat. - Apa yang sebenarnya kau lihat?
Kau...
Kau menghentikan mobil van itu. Kau menahannya dengan tanganmu.
Takkan ada yang memercayaimu, jadi...
Aku tak berniat memberi tahu siapa pun. Aku hanya ingin tahu yang sebenarnya.
Bisakah berterima kasih dan lupakan?
Terima kasih.
- Kau takkan menyerah, 'kan? - Tidak.
Kalau begitu, selamat menikmati kekecewaanmu.
Dan itu malam pertama aku memimpikan Edward Cullen.
Aku butuh surat izin kalian. Sammy, tolong kumpulkan.
Ya. Anak-anak, ayo. Ayo masuk. Ayo!
Semuanya, ayo. Masuk...
- Lihat dirimu. Kau masih hidup. - Ya, benar. Kurasa aku hampir mati.
Ya. Aku ingin bertanya apa kau mau...
masih sebulan lagi, tetapi...
Maukah kau ke pesta dansa denganku?
Jadi, bagaimana menurutmu?
Soal apa?
Maukah kau datang?
Ke pesta dansa? Denganku?
Aku... Pesta dansa.
Berdansa. Bukan ide bagus untukku.
Lagi pula, aku ada urusan akhir pekan itu. Aku akan ke Jacksonville akhir pekan itu.
- Tak bisa di akhir pekan lain? - Tiketnya tak bisa dikembalikan.
Ajaklah Jessica. Aku tahu dia ingin pergi denganmu.
Baiklah.
Hei, Anak-anak, ayo. Saatnya berangkat.
Hijau itu apa? Bagus. Ayo, Anak-anak.
Bus lain. Ayo.
Cangkang telur, bonggol wortel. Kompos itu keren. Masukkan itu, Eric.
- Baik, Pak. - Bagus sekali.
Aku akan membuat secangkir teh kompos hangat.
- Baiklah. - Berikan.
Ya. Ini bentuk daur ulang paling mendasar.
Jangan diminum! Itu untuk tanaman.
Ada apa di Jacksonville?
Kau tahu dari mana soal itu?
Kau tak menjawab pertanyaanku.
Kau tak menjawab pertanyaanku, jadi... Kau bahkan tak menyapaku.
Hai.
Kau akan katakan cara menghentikan mobil van itu?
Ya. Aku mengalami lonjakan adrenalin. Itu sangat umum. Bisa dicari di Google.
Floridian. Itu yang ada di Jacksonville.
Bisakah kau memperhatikan langkahmu?
Maaf aku selalu bersikap kasar.
- Menurutku itu yang terbaik. - Bella! Tebak siapa yang mengajakku?
Siapa?
Ya, sebenarnya aku berpikir Mike akan mengajakmu.
- Kau tak keberatan, 'kan? - Sama sekali tak keberatan.
- Kalian serasi. - Benar, 'kan?
- Tyler... - Menjijikkan.
Bella, lihat. Cacing.
Bella, kita sebaiknya tak berteman.
Seharusnya kau menyadari itu sedikit lebih cepat.
Kenapa tak biarkan mobil van itu menabrakku,
jadi, kau tak perlu menyesali ini?
- Kau pikir aku menyesal telah menolongmu? - Kulihat kau menyesal. Aku hanya...
Entah kenapa.
Kau tak tahu apa-apa.
- Hai. Kau akan naik bus kami? - Tidak, bus kita sudah penuh.
Ibumu menelepon. Lagi.
Salahmu. Harusnya jangan bilang aku hampir kecelakaan.
- Ayah sudah selesai? - Sudah.
Ya, kurasa kau benar. Dia selalu khawatir.
Dia tampak berbeda.
Dia tampak bahagia.
Phil kedengarannya pria yang baik.
Ya, dia baik.
Baiklah.
Kau butuh sarung tangan itu.
Tidak, kenapa mempermasalahkannya? Kau membutuhkannya.
- Kau bisa kena radang dingin! - Entahlah.
Ya. Hei! La Push, Sayang. Kau ikut?
- Maksudnya? - Pantai La Push di Reservasi Quileute.
- Kami ke sana besok. - Akan ada ombak besar.
Aku juga jago berselancar.
Eric, kau berdiri sekali dan itu papan busa.
Kita juga bisa melihat paus. Ayo ikut.
La Push, Sayang. La Push.
Aku ikut jika kau berhenti bilang begitu.
- Sungguh, Kawan. Itu menakutkan. - Apa? Itu namanya.
- Jadi... - Karya seni yang bisa dimakan?
Bella.
Terima kasih.
Perubahan suasana hatimu membuatku agak pusing.
Aku hanya bilang sebaiknya tak berteman, bukannya tak mau.
Apa maksudnya?
Jika cerdas, kau akan menjauhiku.
Baik, demi menghindari perdebatan, anggaplah aku bodoh.
- Bisakah katakan yang sebenarnya? - Mungkin tidak.
Aku lebih suka dengar teorimu.
Aku ragu antara laba-laba radioaktif dan Kryptonite.
Itu kekuatan pahlawan super, 'kan?
Bagaimana jika aku bukan pahlawan? Bagaimana jika aku penjahatnya?
Tidak.
Kulihat kau sengaja bersikap dingin,
tetapi itu untuk menjaga jarak dari orang lain.
Itu kedok.
Bagaimana kalau kita...
bercengkerama?
Teman-teman akan pergi ke pantai. Ikutlah.
Maksudku, bersenang-senang.
- Pantai mana? - La Push.
Entahlah. Aku hanya...
Ada masalah dengan pantai itu?
Hanya agak ramai.
- Dingin sekali. - Aku akan berselancar, Pengecut.
- Entah apa ini sepadan. - Kita sudah di sini.
Setidaknya aku berselancar.
- Ya. Dia benar. - Kalian cengeng.
Aku terus berpikir Eric akan mengajakku ke pesta dansa,
tetapi ternyata tidak.
Kau saja yang mengajaknya.
Pegang kendali. Kau wanita kuat yang mandiri.
- Benarkah? - Ya.
- Hei, bisa naikkan ritsletingnya? - Ya.
- Bella! - Hai, Jacob. Semuanya, ini Jacob.
- Hai. Apa kabar? - Hai.
- Kau menguntitku? - Kau di reservasiku, ingat?
- Kau berselancar? - Tentu saja tidak.
- Terima kasih. - Kalian harus menemani Bella.
- Temannya batal ikut. - Siapa?
- Dia mengajak Edward. - Hanya basa-basi.
Kurasa bagus dia mengajaknya. Tak pernah ada yang begitu.
- Ya, karena Cullen aneh. - Kau benar.
Kalian mengenalnya?
Keluarga Cullen tak kemari.
Apa maksud teman-temanmu, keluarga Cullen tak kemari?
Kau menyadarinya, ya?
Aku tak seharusnya mengatakan apa-apa tentang itu.
Hei, aku bisa menjaga rahasia.
Serius, itu hanyalah kisah lama yang seram.
Aku ingin tahu.
Baiklah, tahukah kau konon suku Quileute keturunan serigala?
- Apa? Serigala? Serigala sungguhan? - Ya.
Begitulah legenda suku kami.
Baiklah. Lantas, bagaimana dengan keluarga Cullen?
Mereka konon keturunan klan musuh.
Kakek buyutku, kepala suku, memergoki mereka berburu di tanah kami.
Namun, mereka bilang mereka berbeda, jadi, kami membuat perjanjian.
Jika mereka berjanji untuk menghindari tanah Quileute,
kami takkan membongkar jadi diri mereka pada kawanan lainnya yang berwajah pucat.
Kukira mereka baru pindah.
Atau baru kembali lagi.
Benar.
Kena tanganku. Ular! Hentikan!
- Sebenarnya mereka apa? - Itu hanya cerita, Bella.
Ayo, pergi.
Ular!
Ibuku bilang aku tak tahu Cara membuat kucing mengeong
Halo?
Gerald?
Gerald?
Halo.
Jaket yang bagus.
- Siapa kau? - Pertanyaan bodoh yang selalu sama.
- "Siapa kau?" - "Apa maumu?"
"Kenapa kau melakukan ini?"
James,
jangan main-main dengan makanan kita.
LEGENDA QUILEUTE
HASIL CARI BUKU UNTUK LEGENDA QUILEUTE
BELI BUKU INI THUNDERBIRD & WHALE BOOKS
TOKO BUKU THUNDERBIRD & WHALE PORT ANGELES
PETA
Dia tak ada di sini.
Keluarga Cullen pergi saat cuaca cerah.
Mereka bolos begitu saja?
Tidak, Dokter dan Bu Cullen bawa mereka haiking, berkemah, dan hal lainnya.
Aku coba mengajak orang tuaku. Mereka menolak.
Aku akan ke pesta dansa dengan Eric. Aku mengajaknya. Aku mengambil kendali.
- Sudah kubilang, dia pasti mau. - Kau yakin harus ke luar kota?
Ya, ada urusan keluarga.
Ayo berbelanja ke Port Angeles
sebelum semua gaun bagus ludes.
Port Angeles? Boleh aku ikut?
Ya, aku butuh pendapatmu.
- Aku suka yang ini. - Keren.
Entahlah, aku kurang suka gaun satu bahu.
- Aku suka ini. - Maniknya bagus,
- tak perlu pakai perhiasan. - Yang mana? Warna lavender?
Bagus? Cocok untukku?
Aku menyukainya. Aku juga suka yang merah jambu.
Aku suka yang ini. Payudaraku tampak bagus.
- Hei. - Benar, 'kan?
Bagus.
Astaga.
- Rasanya canggung. - Menjijikkan.
Bella, bagaimana menurutmu? Bagus?
Itu tampak bagus.
Kau juga bilang, lima gaun terakhir bagus.
- Kurasa semua gaun itu cukup bagus. - Kau tak terlalu suka belanja, 'kan?
Sebenarnya, aku hanya ingin ke toko buku ini.
Kita bertemu di restoran?
- Kau yakin? - Ya. Sampai nanti.
- Baik. - Baik.
Namun, dia benar. Ini tampak luar biasa.
Silakan.
- Selamat malam. - Terima kasih.
- Aku melihatmu di toko baju. - Hei, kau mau lari ke mana?
- Itu dia. Ada apa? - Dia milikku.
- Apa kabar? - Lihat yang kami temukan.
- Apa kabar, Sayang? - Hei. Kau mau ke mana?
Kau mau ke mana?
- Minumlah dengan kami. - Ya, ayo ikut.
Ayolah. Ini menyenangkan.
- Ada apa? - Dia tak mau, Kawan.
- Kau cantik. - Jangan sentuh aku.
- Manis. Serius, ayo ikut. - Jangan sentuh aku.
Masuk ke mobil.
Itu manuver yang sangat berbahaya.
Aku harus kembali dan menghabisi mereka.
Tidak, jangan.
Kau tak tahu hal tercela dan kotor yang mereka pikirkan.
Dan kau tahu?
Mudah ditebak.
Bisa bicarakan hal lain? Alihkan aku agar tak putar balik.
Kenakanlah sabuk pengamanmu.
Kau kenakanlah sabuk pengamanmu.
Menurutku, seladanya enak.
- Hei, maaf. Aku... - Kau dari mana? Kami kirim pesan.
Ya, kami menunggu, tetapi kami kelaparan, jadi...
Maaf aku membuat Bella terlambat makan malam.
Kami kebetulan berpapasan dan berbincang.
- Ya. - Tidak.
Kami sangat maklum. Itu bisa saja terjadi, 'kan?
- Ya, kami... - Ya, kami baru mau pulang. Jadi...
- Ayo masukkan ini... - Bella, jika kau mau...
Kurasa aku harus memastikan Bella makan sesuatu.
Jika kau mau.
Aku akan mengantarmu pulang.
- Kau sangat perhatian. - Benar-benar perhatian. Ya.
- Ya. Aku harus makan sesuatu. - Ya.
Baiklah, sampai jumpa besok.
- Baiklah, ya. - Sampai jumpa.
Baiklah.
- Baiklah, satu ravioli jamur. - Terima kasih.
Ya, sama-sama.
Kau yakin tak ingin kubawakan sesuatu?
Tidak, terima kasih.
Panggil aku.
Kau serius takkan makan?
Tidak, aku sedang diet khusus.
Kau harus memberiku jawaban.
Ya, tidak. Untuk mencapai sisi lain.
1,77245...
Aku tak peduli berapa akar kuadrat pi.
Kau tahu itu?
Bagaimana kau tahu aku ada di mana?
Aku tak tahu.
Baiklah.
Apa? Jangan pergi. Aku...
Kau membuntutiku?
Aku merasa sangat protektif terhadapmu.
Jadi, kau membuntutiku.
Aku berusaha menjaga jarak, kecuali kau butuh bantuanku,
lalu aku mendengar isi pikiran orang-orang rendahan itu.
Tunggu.
Kau bilang mendengar apa pikiran mereka?
Berarti kau...
Kau membaca pikiran?
Aku bisa membaca semua pikiran orang di ruangan ini, kecuali kau.
Ada uang, seks,
uang,
seks,
kucing.
Sementara kau, tak ada.
Itu sangat menyebalkan.
Ada yang salah denganku?
Aku memberitahumu aku bisa membaca pikiran,
dan kau berpikir ada yang salah denganmu.
Ada apa?
Aku tak punya tenaga untuk menjauhimu lagi.
Kalau begitu, jangan.
Aku merasa cukup hangat sekarang.
Tanganmu dingin sekali.
Apa yang terjadi?
SHERIFF WILAYAH CLALLAM
Ayahku masih di sini. Bisakah kau berhenti?
Mobil ayahku terparkir di sana.
Sedang apa dia di sini?
KANTOR POLISI FORKS
Carlisle, ada apa?
Waylon Forge ditemukan tewas di kapal di dekat rumahnya.
Aku memeriksa jasadnya.
Dia tewas?
- Bagaimana? - Serangan hewan.
Sama dengan yang menewaskan petugas keamanan di Mason?
- Kemungkinan besar. - Ia makin dekat ke kota.
Bella, masuklah. Waylon teman ayahmu.
Baiklah.
Sampai nanti.
- Hei. - Hei.
Ayah, aku turut berdukacita.
Ayah sudah mengenalnya selama 30 tahun.
Jangan khawatir, kami akan temukan makhluk ini.
Sementara itu,
Ayah ingin kau membawa ini ke mana pun.
- Entah apa... - Buatlah ayahmu
tenang.
Baik.
Ayo pulang.
DARURAT
TOPENG YANG MENGGAMBARKAN "YANG BERDARAH DINGIN"
"Yang berdarah dingin."
YANG BERDARAH DINGIN: APOTAMKIN
BARAT LAUT PASIFIK MESIR
ORANG MESIR: MINUMAN ABADI
MOMOK SUNGAI GANGGA
PEMUTILASIAN DEMON
MAYAT HIDUP
KECEPATAN
KEKUATAN
BERKULIT DINGIN
ABADI
MINUM DARAH
VAMPIR
Kau sangat cepat dan kuat.
Kulitmu putih pucat dan sedingin es. Matamu berubah warna.
Terkadang kau bicara serasa dari zaman berbeda.
Kau tak pernah makan atau minum. Kau menghindari sinar matahari.
Berapa umurmu?
Tujuh belas tahun.
Sudah berapa lama kau berumur 17 tahun?
Cukup lama.
Aku tahu kau ini apa.
Katakanlah.
Dengan lantang.
Katakan.
Vampir.
Kau takut?
Tidak.
Kalau begitu, tanyakan hal paling mendasar. Apa makanan kami?
Kau takkan menyakitiku.
Kita mau ke mana?
Puncak gunung. Tempat yang disinari matahari.
Kau harus melihat rupaku saat terpapar sinar matahari.
Ini alasan kami menghindari matahari.
Orang akan tahu kami berbeda.
Inilah aku.
Seperti berlian.
Kau indah.
Indah? Ini kulit pembunuh, Bella.
Aku pembunuh.
Aku tak percaya.
Itu karena kau percaya kebohongan.
Ini kamuflase.
Aku predator paling berbahaya di dunia.
Segala sesuatu tentang diriku membuatmu mendekat.
Suara, wajah, bahkan aromaku.
Serasa aku membutuhkan semua itu.
Serasa kau bisa lari dariku!
Serasa kau bisa melawanku.
Aku dirancang untuk membunuh.
Aku tak peduli.
Aku pernah membunuh orang.
Tak masalah.
Aku ingin membunuhmu.
Aku tak pernah begitu menginginkan darah manusia seumur hidupku.
Aku memercayaimu.
Jangan.
Aku di sini. Aku memercayaimu.
Keluargaku berbeda daripada kaum kami yang lain.
Kami hanya berburu hewan. Kami belajar mengendalikan dahaga.
Namun kau, aromamu,
seperti narkoba bagiku.
Kau seperti heroin bagiku.
Kenapa kau membenciku saat kita bertemu?
Benar. Kau membuatku begitu menginginkanmu.
Aku belum tahu apa diriku bisa dikendalikan.
Aku yakin kau bisa.
Aku tak bisa membaca pikiranmu.
Kau harus memberitahuku apa yang kau pikirkan.
Sekarang aku takut.
Bagus.
Aku tak takut padamu.
Aku hanya takut kehilangan dirimu. Aku merasa kau akan menghilang.
Kau tak tahu berapa lama aku menunggumu.
Jadi, singa jatuh cinta pada domba.
- Domba bodoh. - Singa masokistik yang menjijikkan.
Jika aku pernah menyakitimu, aku akan menderita.
Hal tersebut begitu menyiksaku.
Edward.
Aku lebih baik mati daripada menjauh darimu.
Ada tiga hal yang kuyakini kebenarannya.
Pertama, Edward vampir.
Kedua, ada bagian dari dirinya,
dan entah seberapa besar bagian itu,
yang haus akan darahku.
Dan ketiga, aku jatuh cinta kepadanya, tanpa syarat dan selamanya.
SMA FORKS MARKAS TIM SPARTANS
Monte Carlo? Itu tema pesta dansa kita?
Judi, tuksedo, dan Bond. James Bond.
Astaga.
Astaga.
Semua orang menatap kita.
Pria itu tidak. Tidak, dia hanya melihat.
Lagi pula, aku melanggar semua peraturan sekarang.
Karena aku akan ke neraka.
Apa seseorang harus dalam kondisi sekarat
untuk menjadi sepertimu?
Tidak, hanya Carlisle.
Dia takkan mengubah orang yang punya pilihan lain.
Sudah berapa lama kau seperti ini?
Sejak tahun 1918, Carlisle mendapatiku sekarat karena flu Spanyol.
Bagaimana rasanya?
Racunnya sangat menyakitkan.
Namun, yang Carlisle lakukan jauh lebih sulit.
Tak banyak yang punya pengendalian diri sepertinya.
Bukankah dia hanya perlu menggigit?
Tidak juga. Saat kami mencicipi...
darah manusia, kami mulai lepas kendali
dan nyaris mustahil untuk berhenti.
Namun, Carlisle bisa.
Pertama denganku, lalu dengan istrinya, Esme.
Jadi, Carlisle-lah alasan sebenarnya kau tak membunuh orang?
Bukan hanya dia alasannya.
Aku tak ingin menjadi monster.
Keluargaku menganggap diri kami sebagai vegetarian
karena bertahan hidup dari darah hewan.
Namun, itu... ibarat manusia yang hidup hanya dengan makan tahu.
Itu membuatmu kuat, tetapi tak pernah memuaskan rasa lapar.
Misalnya, itu takkan seperti minum darahmu.
Apa Waylon dibunuh vampir lain?
Ya. Ada vampir lain di luar sana, dan kami sering kali berpapasan mereka.
Bisakah seluruh keluargamu membaca pikiran orang sepertimu?
Tidak. Hanya aku.
Namun, Alice bisa melihat masa depan.
Aku yakin dia melihatku datang.
Penglihatan Alice subjektif. Maksudku, masa depan selalu bisa berubah.
Bisa berperilaku seperti manusia? Ada tetanggaku.
Aku akan membawamu ke rumahku besok.
Terima kasih. Tunggu, menemui keluargamu?
Ya.
Bagaimana jika mereka tak suka aku?
Kau cemas bukan karena kau akan berada di rumah penuh vampir,
tetapi karena kau pikir mereka takkan menerimamu?
Syukurlah kau terhibur.
Ada apa?
Masalah.
Aku akan menjemputmu besok.
Hei.
Datang menengok trukmu?
- Tampak bagus. Yang penyok diperbaiki. - Ya.
Sebenarnya, kami datang untuk menonton TV.
Pertandingan pertama Mariners musim ini.
Selain itu, Jacob terus mengajakku untuk menemuimu lagi.
- Bagus, Yah. Terima kasih. - Hanya berusaha jujur, Nak.
Bir kaleng.
Bagus, Pak Kepala.
- Ikan goreng buatan Harry Clearwater. - Baik sekali.
Ada petunjuk soal kasus Waylon?
Kurasa bukan hewan yang membunuhnya.
Sudah kuduga.
Sebarkan beritanya di reservasi.
- Suruh anak-anak menjauhi hutan. - Tentu.
Kita tak mau ada yang terluka lagi, 'kan?
Ini luar biasa.
Sangat terang dan terbuka.
Apa yang kau harapkan, peti mati, ruang bawah tanah, dan jagang?
Tidak, bukan jagangnya.
Bukan jagangnya.
Hanya di sini tempat kami tak perlu bersembunyi.
Kularang mereka lakukan ini.
Tambahkan sedikit minyak zaitun ke wajan antilengket
dan panaskan minyak zaitun dengan api sedang.
Aku memotongnya dengan tipis, lalu kita akan mengiris...
Memangnya dia orang Italia?
- Namanya Bella. - Aku yakin dia akan menyukainya.
Cium aromanya. Manusianya sudah datang.
Bella, kami menyiapkan makanan Italia untukmu.
Bella, ini Esme. Ibuku untuk segala maksud dan tujuan.
- Selamat pagi. - Bagus sekali.
Kau memberi kami alasan untuk menggunakan dapur.
- Kuharap kau lapar. - Ya, tentu saja.
Dia sudah makan.
Sempurna.
Ya, karena aku tahu kalian tak makan...
Tentu saja. Kau sangat perhatian.
Abaikan Rosalie. Aku pun begitu.
Ya. Mari terus berpura-pura ini tak berbahaya bagi kita semua.
Aku takkan memberi tahu siapa pun.
Dia tahu itu.
Masalahnya, kalian berpacaran secara terang-terangan,
- jadi... - Emmett.
Tidak, dia harus tahu.
Seluruh keluarga akan terlibat jika ini berakhir buruk.
Buruk, maksudnya...
Aku akan menjadi santapan.
Hai, Bella.
Aku Alice.
- Hai. - Hai.
Kau memang harum.
- Alice, apa yang kau... - Tak apa-apa.
Bella dan aku akan berteman baik.
Maaf, Jasper vegetarian terbaru kami. Ini agak sulit baginya.
Senang bertemu denganmu.
Tak apa-apa, Jasper. Kau takkan menyakitinya.
Baiklah, aku akan mengajakmu melihat-lihat rumah ini.
Baik.
- Sampai nanti. - Baik.
- Manis! - Benar.
- Kurasa semua berjalan lancar. - Bersihkan ini. Sekarang.
Apa kau juga merasa situasi itu janggal?
Entahlah.
Topi toga?
Ya. Lelucon pribadi. Kami mendaftar sekolah berulang kali.
Rasanya agak menyedihkan.
Maksudku, mengulang SMA berkali-kali.
Ya, tetapi makin muda umur kami di tempat baru,
makin lama bisa tinggal di sana.
Ayo.
Dia memberinya semangat hidup.
Dia sendirian terlalu lama.
Bagaimana bisa berakhir dengan baik?
Alice pernah salah sebelumnya.
Tidak sering.
Carlisle, yang dia inginkan adalah Bella.
Ini akan berhasil, entah bagaimana.
Kau adalah seorang yang romantis tanpa harapan.
Eh...
Ya, ini kamarku.
Wow.
Apakah kau menyadari betapa kerennya ini?
Ini seperti jurnal kuno yang sangat berharga.
Ya, aku tidak akan, um...
Aku tidak akan membacanya.
Kecuali jika kau kesulitan tidur.
Tetapi kau bisa jika kau mau.
Tak ada tempat tidur?
Tidak, aku tak tidur.
- Sama sekali? - Tidak sama sekali.
Baiklah.
Aku dulu membuat ini.
- Ya? - Batang hujan. Ya.
Aku dulu punya seekor chinchilla.
Aku dan ibuku biasa membuat
ini dari kotoran chinchilla
dan, seperti, gulungan handuk kertas.
Mungkin itu aneh.
Astaga, koleksi musikmu banyak. Apa yang kau dengarkan?
Debussy.
- Aku tak tahu... - Ya.
"Claire De Lune" bagus.
Apa?
Aku tak bisa berdansa.
Aku selalu bisa membuatmu berdansa.
Aku tak takut padamu.
Kau seharusnya tak mengatakan itu.
Pegangan yang erat, Monyet Laba-laba.
Kau memercayaiku?
Secara teori.
Kalau begitu, pejamkan matamu.
Apa?
Ini tak nyata.
- Hal seperti ini tak ada. - Ada di duniaku.
Tunggu.
Manusia.
Mereka mengambil umpan.
Besok, mereka sudah setengah jalan menuju Winnipeg.
Aku suka ketika pria mengejarku.
Arizona. Apa yang terjadi?
Kau pacaran dengan Cullen? Itu... Aku tak menyukainya.
Entahlah, dia menatapmu seolah-olah kau makanan.
Hidangan vegetarianmu, Stephenie.
Hei, maaf aku terlambat. Proyek biologi.
Ayah memesankan selada bayam. Semoga tak apa.
Pesanlah seporsi untuk Ayah sendiri lain kali. Kurangi steiknya.
Hei, ayah sangat bugar.
Pak Kepala Polisi, semua orang penasaran
apa ada petunjuk di Sungai Queets hari ini?
Ya, didapati jejak telanjang kaki manusia. Namun, sepertinya siapa pun itu, dia
menuju timur, jadi, kepala polisi Kitsap akan mengambil alih kasusnya.
- Baiklah. Semoga dia segera ditangkap. - Ya?
Tampaknya teman-temanmu mencari perhatianmu.
Kau boleh bergabung dengan mereka. Lagi pula, ayah akan tidur cepat.
- Aku juga. - Bella, ini Jumat malam. Keluarlah.
Sepertinya Newton tersenyum lebar padamu.
Ya, dia teman yang baik.
Bagaimana dengan bocah lain di kota ini?
Ada yang menarikmu?
Ayah, kita akan bicara soal pria?
Kurasa tidak.
Ayah hanya merasa terlalu sering meninggalkanmu.
Kau harus dikelilingi orang-orang.
Aku tak masalah sendirian.
Kurasa aku agak mirip ayahku dalam hal itu.
Bagaimana perkembangan soal bisbol?
Phil berlatih begitu keras. Pelatihan musim semi.
Kami mencari rumah kontrakan siapa tahu dia dikontrak.
- Kau akan suka Jacksonville, Sayang. - Sungguh?
Aku sangat menyukai Forks.
Apa?
Aku mulai menyukai Forks.
Mungkinkah itu ada kaitannya dengan pria?
- Ya. - Sudah Ibu duga. Ceritakan semuanya.
Siapa dia? Atlet? Musikus?
Ibu yakin dia pintar. Dia pintar?
- Bu, bisa kita bicara nanti? - Ayolah, kita harus bicara soal pria.
Kau pakai pengaman, 'kan?
Bagaimana kau bisa masuk ke sini?
Jendela.
Kau sering melakukan itu?
Beberapa bulan terakhir.
Aku suka melihatmu tidur.
Agak menarik bagiku.
Aku selalu ingin mencoba satu hal.
Bergeminglah.
Jangan bergerak.
Hentikan!
Maafkan aku.
Aku lebih kuat daripada dugaanku.
Ya. Andai aku bisa mengatakan itu.
Aku tak boleh hilang kendali diri akanmu.
Hei, jangan pergi.
- Hei, kuambilkan satu lagi. - Terima kasih.
Aku ada kencan dengan Edward Cullen.
Dia agak tua untukmu, 'kan?
Tidak. Kami sama-sama murid junior.
Kukira Ayah suka keluarga Cullen.
Ayah kira kau tak tertarik dengan pria di kota ini.
Edward tak tinggal di kota.
Secara teknis.
- Dia ada di luar. - Benarkah?
Ya, dia ingin bertemu dengan Ayah secara resmi.
Baiklah. Suruh dia masuk.
Bisakah Ayah bersikap baik? Dia penting.
Kepala Polisi Swan.
Aku ingin memperkenalkan diri secara resmi. Aku Edward Cullen.
Hai, Edward.
Bella takkan pulang terlalu larut.
Dia hanya bermain bisbol dengan keluargaku.
Bisbol?
Ya, Pak. Itulah rencananya.
Bella akan bermain bisbol.
Semoga sukses.
Aku akan menjaganya. Aku berjanji.
Hei.
- Semprotan mericanya masih ada? - Ya, Ayah.
Itu lucu. Ayahmu mengira kau bersekolah di sekolah khusus perempuan.
Oh, itu tidak adil. Jangan membaca pikiran Charlie.
Sejak kapan vampir menyukai bisbol?
Itu permainan bangsa Amerika di masa lalu, dan akan ada badai.
Itu satu-satunya waktu kami bisa bermain. Kau akan tahu alasannya.
Hei.
Syukurlah kau ikut. Kami butuh wasit.
- Dia pikir kami curang. - Aku tahu kau curang.
- Katakan jika ada pelanggaran, Bella. - Baik.
Sekarang saatnya.
Kini aku paham alasan kalian butuh guntur.
Itu pasti home run, 'kan?
Edward sangat cepat.
Lari, Rosalie!
- Kau out. - Out!
Sayang, ayolah. Ini hanya permainan.
Bagus, Sayang.
- Apa yang kau lakukan? - Ayolah.
Monyet kesayanganku.
Berhenti!
Mereka akan pergi, tetapi mendengar kita.
- Ayo. - Sudah terlambat.
Uraikan rambutmu.
Percuma. Aku bisa mencium baunya dari seberang lapangan.
Seharusnya aku tak membawamu. Maaf.
- Apa? Apa maksud... - Diam dan berdiri di belakangku.
Aku yakin ini punya kalian.
- Terima kasih. - Aku Laurent.
Ini Victoria...
dan James.
Aku Carlisle. Ini keluargaku.
Halo.
Kegiatan berburu kalian membuat kami terganggu.
Maaf. Kami tak tahu wilayah ini telah diklaim.
Ya, kami memiliki tempat tinggal permanen di dekat sini.
Benarkah?
Kami takkan mengganggu lagi. Kami hanya melintas.
Manusia melacak kami, tetapi kami mengarahkan mereka ke timur.
Kalian akan aman.
Bagus sekali.
Kau butuh tiga pemain lagi?
Ayolah. Satu permainan saja.
- Tentu. Kenapa tidak? - Beberapa dari kami akan pergi.
Kalian bisa gantikan mereka. Kami memukul lebih dahulu.
Aku yang jago melemparkan bola lengkung.
Kurasa kami bisa mengatasinya.
Kita lihat saja nanti.
Kau membawa camilan.
Manusia?
Gadis ini bersama kami. Kurasa sebaiknya kalian pergi.
Kulihat pertandingannya berakhir. Kami akan pergi sekarang.
James.
Bawa Bella pergi dari sini. Pergilah.
Baiklah, biar aku saja! Aku baik-baik saja!
Kini, dia mengejarku?
Dengarkan aku. James itu pelacak.
Obsesinya berburu. Aku membaca pikirannya.
Reaksiku di lapangan memancingnya.
Aku menjadikan ini permainan yang paling menarik baginya.
- Dia takkan berhenti. - Lalu bagaimana?
Kami harus membunuhnya. Mencabiknya, lalu membakarnya.
Kita mau ke mana?
Pergi dari Forks. Kita naik feri ke Vancouver.
Aku harus pulang. Sekarang. Antar saja aku pulang.
Kau tak bisa pulang.
Dia akan melacak baumu ke sana.
- Itu tujuan pertamanya. - Namun, ayahku di sana.
Tak masalah!
Ya, masalah! Dia bisa terbunuh karena kita!
Biar kubawa kau pergi dahulu.
Dia ayahku! Kita harus kembali!
Kita cari cara mengecoh pelacak itu.
Entahlah. Namun, kita harus bertindak.
Edward, jangan ganggu aku.
- Bella, tolong jangan begini. - Kita putus! Pergi!
Hei! Bella? Ada apa?
Aku harus pergi dari sini. Aku pergi sekarang.
Hei.
Bella?
Aku harus bilang apa kepadanya?
Aku tak tega menyakitinya.
- Bella, ada apa? - Harus kau lakukan.
Aku akan menunggu di truk.
Dia menyakitimu?
Tidak.
Dia mencampakkanmu?
Tidak, aku yang mencampakkannya.
Ayah kira kau menyukainya.
Ya, karena itu aku harus pergi. Aku tak mau begini. Aku harus pulang.
Pulang?
Ibumu tak ada di Phoenix.
Dia akan pulang. Aku akan telepon dari jalan.
Jangan berkendara pulang sekarang.
Tidurlah malam ini.
Jika kau ingin pergi besok, akan ayah antar ke bandara.
Tidak. Aku ingin menyetir. Aku butuh waktu untuk berpikir.
Jika merasa lelah, aku akan mampir di motel. Aku berjanji.
Bella, ayah memang membosankan, tetapi ayah bisa berubah.
Kita bisa melakukan lebih banyak kegiatan bersama.
Seperti apa? Menonton bisbol di TV?
Makan di kedai tiap malam? Steik dan pai?
Itu hidup Ayah, bukan aku.
Bella, ayolah. Ayah baru mendapatkanmu kembali.
Ya, dan jika tak pergi sekarang,
aku akan terjebak di sini seperti ibu.
Ayahmu akan memaafkanmu.
Biar aku saja yang menyetir.
Dia takkan memaafkanku.
Seharusnya kau melihat wajahnya.
Aku mengucapkan hal yang dikatakan ibuku saat meninggalkan ayahku.
Hanya itu cara agar dia merelakanmu.
Jangan cemaskan dia sekarang. Dia aman. Si pelacak mengikuti kita.
- Astaga. - Itu hanya Emmett.
Alice ada di mobil di belakang kita.
Tunggu.
Dia datang untuk memperingati kita soal James.
Ini bukan pertarunganku, dan aku muak dengan kelakuannya,
tetapi indranya tak tertandingi, sangat mematikan.
Tak pernah lihat yang sekuat dia selama 300 tahun aku hidup.
Sementara wanita itu, Victoria... Jangan remehkan dia.
Aku pernah harus melawan jenis kita. Sulit dibunuh.
Namun, bukan mustahil. Kita akan mencabik mereka dan membakarnya.
Aku tak ingin membunuh makhluk lain,
sekalipun yang sadis seperti James.
Bagaimana jika kita dibunuh lebih dahulu?
Aku akan bawa Bella ke selatan. Bisakah kalian mengecohnya?
Jangan, Edward. James tahu kau selalu dengan Bella. Dia akan mengikutimu.
Aku akan menemani Bella. Jasper dan aku akan membawanya ke selatan.
- Aku akan menjaganya, Edward. - Bisa kendalikan pikiranmu?
Ya.
Rosalie, Esme, bisa pakai ini agar si pelacak mencium aroma Bella?
Untuk apa? Dia siapaku?
Rosalie, Bella bersama Edward.
Kini dia bagian dari keluarga ini,
dan kita melindungi keluarga kita.
Astaga. Jika terjadi sesuatu... Bagaimana jika...
- Jika terjadi sesuatu, aku bersumpah... - Takkan terjadi apa-apa.
Kami bertujuh, dan mereka berdua,
setelah bahaya berlalu, aku akan kembali dan menjemputmu.
Ya.
Bella, kau adalah hidupku sekarang.
KOTA FORKS MENYAMBUTMU
Hei, Bu. Ini aku lagi.
Ibu pasti lupa mengisi daya ponsel.
Aku tidak di Forks, tetapi semuanya baik, dan akan kujelaskan nanti.
Rosalie, tandai pohonnya.
Bagus.
Ada apa? Apa yang kau lihat?
Dia menyadarinya.
Pelacak baru saja mengubah haluan.
- Dia pergi ke mana, Alice? - Cermin. Ruangan penuh cermin.
Edward bilang penglihatannya tak selalu pasti.
Dia melihat keputusan orang.
Jika mereka berubah pikiran, penglihatannya berubah.
Baiklah, jadi, tujuan si pelacak itu akan mengarah ke studio balet?
- Kau pernah ke sini? - Aku les balet saat masih kecil.
Ada lengkungan itu di tempat lesku.
- Tempat lesmu di Phoenix? - Ya.
- Edward, kau baik-baik saja? - Dia hilang.
Wanita itu masih di sekitar sini.
Rosalie dan Esme kembali ke Forks untuk melindungi ayahmu.
Aku akan menjemputmu.
Lalu kita berdua akan pergi ke suatu tempat.
Yang lain akan terus memburu.
Aku akan melakukan apa pun untuk membuatmu aman lagi.
RUMAH MEMANGGIL
Hei, Bu. Syukurlah Ibu menerima pesanku.
- Ibu sedang apa di rumah? - Bella? Bella, di mana kau?
- Tenang, semua baik-baik saja. - Bella?
Akan kujelaskan semuanya nanti. Ibu mendengarku?
SMA Forks tak menjaga privasi muridnya dengan baik.
Victoria bisa mencari alamat lamamu dengan begitu mudah.
Rumahmu bagus.
Aku siap menunggumu, tetapi kemudian ibumu pulang
setelah menerima telepon yang sangat mengkhawatirkan dari ayahmu,
dan segalanya berjalan lancar.
- Tunggu... - Jangan sakiti dia!
- Jangan... - Kau bisa menyelamatkannya.
Namun, kau harus meninggalkan teman-temanmu. Kau bisa melakukannya?
Di mana kita bertemu?
Bagaimana kalau studio balet lamamu?
Aku akan tahu jika kau membawa seseorang.
Ibumu yang malang akan menanggung kesalahan itu.
Aku tak pernah memikirkan cara aku akan mati.
Namun, mati menggantikan orang yang kucintai sepertinya cara yang bagus.
SEKOLAH TARI MIMI
Aku tak menyesali keputusan
yang mempertemukanku dengan kematian.
Hal itu pun mempertemukanku dengan Edward.
- Bella? Bella, di mana kau? - Bu?
- Bella? Di sini kau rupanya. - Bu?
- Sedang apa kau di sini? - Semua orang mengejekku.
Ayolah, kau penari yang hebat.
Bu, aku payah.
Kau tak payah.
Itu bagian favoritku.
Kau anak yang keras kepala, 'kan?
Ibuku tak ada di sini.
Tidak.
Maaf.
Namun, kau membuatnya terlalu mudah.
Jadi, agar segalanya lebih menghibur,
aku akan merekam film pendek tentang kebersamaan kita.
Aku meminjam ini dari rumahmu. Kuharap kau tak keberatan.
Bagus. Mulai.
- Hati Edward akan hancur. - Kau punya...
- Edward tak ada kaitannya dengan ini! - Namun, dia berkaitan.
Kemarahannya membuat permainan ini lebih menarik
ketimbang upaya lemahnya untuk melindungimu.
Mari kita lanjutkan.
Cantik. Sangat dinamis secara visual.
Aku tak salah memilih tempat.
Sayang sekali dia tak punya kekuatan untuk mengubahmu.
Kau malah dipertahankan sebagai manusia kecil yang rapuh.
Itu sebenarnya kejam.
Beri tahu Edward seberapa sakitnya.
- Suruh dia membalas dendam. Katakan! - Edward, jangan!
Katakan padanya!
Kau sendirian karena kau lebih cepat daripada yang lain.
Namun, tak lebih kuat.
Aku cukup kuat untuk membunuhmu.
Maafkan aku.
- Bella, tenanglah. - Nak.
Cukup. Ingat siapa dirimu.
- Bella, kau baik-baik saja. - Bella membutuhkanmu.
Tenanglah. Astaga.
Carlisle? Darahnya.
Saudaramu akan menanganinya.
- Kupegangi. - Carlisle!
- Nyalakan apinya. - Ambil papan lantainya.
- Alice! - Alice, pergilah.
Arteri femoralnya putus. Dia pendarahan.
Tidak, kepalaku terbakar!
Itu efek racunnya.
Kau harus memilih. Kau bisa membiarkan dia berubah.
Tidak.
Pasti terjadi, Edward. Aku melihatnya.
Tak harus begitu. Dia masih mengalami pendarahan.
- Alice, tahan lukanya. Ikat pinggangmu. - Carlisle, apa pilihan lain untukku?
Ikat di atas tanganku.
Carlisle!
Pergilah.
Coba mengisap racunnya.
- Aku takkan bisa berhenti. - Carilah alasan untuk berhenti.
Tentukan pilihanmu. Waktunya tinggal beberapa menit lagi.
Akan kuhilangkan sakitnya, Bella.
Akan kuhilangkan sakitnya.
Edward, berhenti. Darahnya bersih. Kau membunuhnya.
Edward.
Berhenti.
Berhenti.
Carilah alasannya.
Kematian itu damai, mudah.
Hidup lebih sulit.
Bella?
Sayang?
Bella.
- Ibu? - Hei.
Di mana dia? Di mana...
- Di mana Edward? - Dia tertidur.
Dia selalu menemanimu. Ayahmu ada di kantin.
Apa yang terjadi?
Saat terjatuh, kakimu patah dan kau kehilangan banyak darah.
Kau tak ingat semua ini, 'kan?
Edward datang bersama ayahnya untuk membujukmu agar kembali ke Forks.
Kau pergi ke hotel mereka, lalu tersandung,
dan kau jatuh dari dua deret anak tangga.
Menembus jendela.
- Ya, aku memang ceroboh. - Sayang, maafkan Ibu.
Dari Phil. Dia sangat mencemaskanmu.
- Ibu mengirim pesan. - Ya, akhirnya.
Ibu menyuruhnya tetap di Florida. Sayang, kau akan suka Jacksonville.
Cuacanya selalu cerah, dan kami menemukan rumah kecil termanis,
- dan kau dapat kamar mandi sendiri. - Bu, aku masih ingin tinggal di Forks.
- Apa? - Aku ingin tinggal di Forks.
Baiklah, tetapi kita akan membicarakannya.
Bisa tolong panggilkan Ayah? Aku harus bicara dengannya. Minta maaf.
Baiklah, Sayang. Ibu akan memanggilnya.
- Ibu akan memanggil perawat, ya? - Baiklah.
Apa yang terjadi? Di mana James?
Kami sudah membereskannya.
Sementara wanita itu, Victoria, melarikan diri.
- Aku selamat karena kau. - Tidak, kau di sini karena aku.
Bagian terburuknya, kupikir aku takkan bisa berhenti.
Namun, kau berhenti.
Bella, pergilah ke Jacksonville agar aku tak bisa menyakitimu lagi.
Apa?
Kau... Tidak!
Aku tak mengerti... Bagaimana...
Apa maksudmu? Kau mau aku pergi? Aku tak bisa...
Tak bisa... Aku tak bisa meninggalkanmu...
Aku tahu.
Kita tak boleh berpisah. Jangan tinggalkan aku.
Aku di sini.
Baiklah, jangan...
Jangan katakan hal seperti itu kepadaku. Jangan pernah.
Ke mana lagi aku bisa pergi?
Alice meminjamkan gaunnya. Gipsnya...
Kau cantik.
Aku akan menjaganya, Kepala Swan.
Kau pernah menjanjikan itu.
Baiklah, Bells.
Ayah menaruh semprotan merica baru di tasmu.
Ayah.
Dan...
Kau tampak cantik.
Terima kasih.
Sampai nanti.
Hei. Aku segera kembali.
- Bella. - Jacob.
Hei.
Cantik.
Kau juga.
Kau menghadiri pesta dansa? Kau bawa teman kencan?
Tidak.
Ayahku membayarku untuk bicara denganmu.
Dua puluh dolar.
Katakan saja.
Jangan marah, ya?
Dia ingin kau putus dengan pacarmu.
Ayahku mengatakan, "Kami akan mengawasimu."
Sampaikan terima kasihku.
- Baiklah. - Minta bayarannya.
Baiklah. Biar kubantu.
Jacob, biar aku saja.
Sampai jumpa lagi, Bella.
Baiklah.
Aku meninggalkanmu sebentar, dan serigala menghampiri.
Tak kusangka kau membuatku melakukan ini.
Tersenyumlah.
KASINO MONTE-CARLO
Astaga. Kau sungguh berusaha membunuhku.
Pesta dansa adalah ritual penting.
Aku tak mau kau melewatkan sesuatu.
Bella, hei!
- Kau mau pergi? - Ya.
Baiklah, perlambat musiknya.
Mau berdansa?
Kau serius?
Kenapa tidak?
Lihat, kau berdansa.
Di pesta dansa.
Edward, kenapa kau menyelamatkanku?
Jika kau biarkan racunnya menyebar, aku bisa menjadi sepertimu sekarang.
Kau tak tahu apa yang kau minta.
- Kau tak menginginkan ini. - Aku menginginkanmu. Selalu.
Aku takkan mengakhiri hidupmu.
Aku sudah sekarat.
Tiap detik, kematian makin dekat.
Menua.
Itulah yang seharusnya terjadi.
Alice bilang dia melihatku sepertimu.
- Aku mendengarnya. - Penglihatannya berubah.
Ya, berdasarkan keputusan orang.
Aku sudah memutuskan.
Jadi, itu impianmu. Menjadi monster.
- Aku memimpikan bersamamu selamanya. - Selamanya?
Kau kini sudah siap?
Ya.
Tidakkah cukup hidup lama dan bahagia denganku?
Ya.
Untuk saat ini.
Tak ada yang akan menyerah malam ini,
tetapi aku takkan menyerah.
Aku tahu keinginanku.
BERDASARKAN NOVEL TWILIGHT KARYA STEPHENIE MEYER
Terjemahan subtitle oleh Maria Lisbet
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.