Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tamu kita juga merupakan ketua bersama Gumamela Pictures.
Semuanya, mari tepuk tangan
untuk Pak Edd Anderson,
sutradara generasi keempat dari keluarga Anderson.
Terima kasih, Angela.
Aku senang bisa ada di sini.
Pak Anderson,
kudengar kau menyimpan sebuah film yang sangat spesial.
Itu sebuah film horor bisu dari akhir tahun 1920-an.
Kakekku adalah produsernya.
Salah satu yang paling awal dari genrenya di Filipina.
Selama puluhan tahun, kami pikir filmnya hilang.
Yang orang bilang hilang setelah perang, ya?
Jadi, bagaimana rasanya
merestorasi benda bersejarah ini?
Sejujurnya, aku menangis.
Rasanya, tidak nyata.
Tapi belum selesai.
Masih ada bagian penting yang hilang.
Satu adegan yang hilang.
Kami yakin adegan itu disensor
atau sengaja dipotong atau bahkan dihancurkan.
Tapi kurasa kami tahu di mana keberadaannya.
Jadi, film horor ini
bukan sekadar proyek bagi kakekmu, 'kan?
Dari semua film yang ada, dia membuat film horor.
Saat orang Amerika membawa bioskop kemari,
banyak yang melihatnya sebagai hal baru.
Tapi baginya itu adalah kenangan.
Film yang hilang ini adalah surat cinta dari kakekku untuk folklor Filipina.
Pak Anderson,
aku harus bertanya.
Kakekmu terlibat dalam sebuah kasus
terkait Stella Estuar.
Dia mengajukan tuntutan, kemudian membatalkannya.
Beberapa hari kemudian, dia bunuh diri.
Ya, aku tahu.
Cerita ini tak pernah hilang.
Stella juga sangat berbakat, tapi juga rapuh.
Sedangkan mengenai tuduhan kepada kakekku,
semuanya tak pernah terbukti.
Dia menarik kasusnya.
Begini, aku tak bermaksud menjelekkan orang yang sudah meninggal.
Tapi aku juga tak bisa diam saja membiarkan sejarah ditulis…
Sial.
…dari desas-desus.
Aku paham.
Ini topik yang sensitif.
Ini proyek restorasi yang spesial dan bersejarah.
Siapa yang bekerja denganmu dalam restorasi
dan pencarian adegan yang hilang itu?
Ruel Gallano. Dia teman lamaku.
Dia salah satu pengarsip film terbaik di negara ini.
Dia juga ayah baptis anakku, Cyril.
Kami sudah melakukan restorasi ini puluhan tahun.
Omong-omong soal anakmu,
apa dia akan menjadi bintang selanjutnya di perfilman Filipina sepertimu?
Kau memang keturunan Anderson!
Omong-omong, dia ini Rea.
Dia berasal dari keluarga pembuat film Anderson.
Dia adalah cicit H.N. Anderson.
- Cicitnya cicit. - H.N. Anderson, 'kan?
Aku menulis makalah tentangnya.
Ayahmu juga seorang perancang produksi, 'kan?
Ya.
Cyril Anderson?
Dia…
Dia seorang penyunting.
Dia fokus membuat iklan
dan jarang terlibat dalam film.
Bisa kita lanjut nanti?
Ini harus selesai.
Baiklah, maaf.
- Terima kasih. - Maaf.
Geser delapan frame. Mari kita coba.
Tidak, berhenti.
Kurasa…
Sedikit saja.
Mari kita coba. Aku kurang yakin.
Cut! Sudah.
Bagus, Cy. Kelihatannya bagus!
Tapi coba atur lagi, mungkin…
Lima, delapan, atau sepuluh frame.
Akhir videonya saja.
Ya, geser sedikit lagi.
Tunggu, bukan.
Kurasa… Kurasa ini soal kecerahannya.
Mungkin kita harus atur…
Mari kita atur kecerahannya.
Karena…
Kalau lihat warna kulitnya,
seharusnya lebih mencolok.
Bagus, 'kan? Sudah kubilang.
KESALAHAN FATAL
Apa itu?
Kenapa?
Bukan apa-apa.
Mungkin monitornya.
Tunggu, Pak.
Ternyata benar bermasalah.
Cy, cepat bereskan.
Baik, Pak.
Sial!
Ada apa, Cy?
Maaf, Pak.
Kau bersihkan timeline-nya?
Yang mana?
Aku tahu akhir-akhir ini kau mengalami banyak hal.
Kami turut berdua atas kehilanganmu, Cy.
Tapi yang terjadi tadi itu tak bisa diterima.
Perbaiki Proyek Silky.
Pak Bobby sangat stres tadi.
Akan kuperbaiki.
Perbaiki malam ini, Cy. Oke?
Sebentar lagi sudah Pekan Suci.
Jika tak selesai sebelum itu,
kau harus kemari saat libur. Tak apa-apa?
Ya.
- Ya. - Selesai sesuai tenggat?
Tentu.
Jeff mengacau sebelumnya.
Jangan salahkan dia.
Bukankah kau supervisornya?
Kau tidak mengawasinya?
Oke, soal itu.
Soal Jeff ini, benar-benar sulit.
Dia kurang pengalaman.
Kenapa dia ada di sini?
Siapa keluarganya yang membuatmu harus merekrutnya?
Jangan bicara soal nepotisme, Cy. Kau ada di sini karena…
Biarkan dia kerjakan proyeknya.
Kau terus meminta asisten,
tapi kau tak memberinya kesempatan.
Kenapa tak ajak Rea lagi?
Kuizinkan Jeff ikut.
Jika Jeff mengacau lagi,
aku akan cari penggantinya.
Baiklah, solusi yang bagus.
Proyek Silky, besok. Oke?
Jangan buat Pak Bobby kemari.
Periksa lewat tampilan jarak jauh.
Pengarsip film, penyunting, dan sutradara visioner,
Edd Anderson meninggalkan jejak abadi bagi perfilman Filipina.
Lahir pada tahun 1948,
dia adalah cucu dari H.N. Anderson,
salah satu pionir pembuatan film awal.
Walau dibesarkan di Amerika Serikat,
kecintaan Edd pada perfilman berakar dari legasi keluarganya.
Tertarik pada industri film Filipina yang penuh warna,
Edd pindah menetap pada akhir 1960-an,
mendalami sepenuhnya masa keemasan sinema itu.
Selama tahun 1970-an,
dia menjadi terkenal akan karyanya pada film epik sejarah dan drama,
dipuji atas narasinya yang luas
dan ketepatan detail sejarah yang teliti.
Di balik karier pembuatan filmnya,
Edd adalah seorang pelestari yang tulus,
berkolaborasi dengan sejarawan seni dan film, Ruel Gallano,
untuk merestorasi dan mengarsipkan film klasik Filipina.
Upaya mereka yang paling ambisius
adalah restorasi Ang Manananggal,
film horor bisu paling awal di Filipina.
Namun, karier Edd berubah drastis pada akhir 1980-an
saat tragedi keluarga menimpanya.
Pasca wafatnya sang istri dengan tragis
dalam insiden yang secara resmi dianggap sebagai perampokan rumah,
dia mencari suaka di Amerika Serikat,
mempersingkat kariernya di Filipina.
Walau kehadirannya di industri perlahan surut,
dampaknya tetap nyata dan tak terbantahkan.
Film-film ciptaannya,
film-film klasik yang dia lestarikan,
serta legasi yang dia bangun untuk terus
membentuk perfilman Filipina,
memastikan bahwa kisah-kisah terlupakan tak benar-benar hilang.
Edd Anderson sejak kecil tenggelam dalam dunia perfilman,
dia tumbuh besar di set film,
tempat kakeknya, H.N. Anderson,
menjadi seorang pionir pada masa-masa awal dunia perfilman.
Sebagai seorang anak, dia menghabiskan banyak waktu
mengamati keterampilan dalam penyuntingan, desain set, dan penceritaan…
Putra Edd, Cyril Anderson,
kini menjadi pemegang saham bersama serta anggota dewan di Terminus One,
meneruskan jejak panjang keluarganya dalam dunia perfilman Filipina.
Walau legasi ayahnya penuh lika-liku,
Terminus One menjadi sebuah wasiat
bagi dampak abadi Edd Anderson pada industri ini,
membuktikan bahkan di hadapan perubahan besar…
Berengsek.
…seni pascaproduksi tetap bertahan.
Bagus. Dialognya!
Sangat lembut!
Cut!
Ini.
Panas sekali di sini.
- Tolong, kipasnya. - Baik.
Kita rias ulang talenta kita sambil melihat rekamannya.
Take satu!
Tiga, dua, satu…
Action! Tatap kameranya.
Bagus…
Terima kasih.
Cut.
Kenapa kau tidur, Cyril?
Pekerjaanmu sangat banyak.
Aku tidak tidur, Bos.
Aku menekan-nekan tombol ini.
Ini penting bagi perusahaan.
Kenapa kau kemari?
Memang tidak boleh?
Tapi serius, kenapa kemari?
Iseng saja, ingin melihat keadaan Ayah.
Kami pikir Ayah akan cuti.
Oke, dengar. Ayah sungguh tak bisa…
Aku yakin Bu Jen akan paham situasi Ayah.
Apalagi Kakek baru saja meninggal, 'kan?
Apa kau butuh bantuan dari Ayah?
Butuh lebih banyak jam magang.
Itu alasanku kemari.
Kurasa mereka minta lebih banyak
karena mereka tahu aku keluarga Anderson.
Itu.
Bagi beban kerja dengan Jeff.
Sungguh?
Ya…
Ayah agak kewalahan di sini, jadi Ayah butuh semua bantuan.
Bagus!
Terima kasih, Ayah.
Terima kasih, Ayah. Ayah memang penyelamatku.
Terima kasihmu bisa disalurkan dengan mengerjakan ini.
Sinkronkan semuanya.
Mulai.
Apa ini?
Kotak-kotak milik Kakek Edd.
Ada nama Ayah di situ dan Ibu hampir membuangnya.
Untung aku bisa membawanya.
Bukankah itu
film 35 mm?
Tunggu.
Bukankah itu
film yang Kakek coba restorasi sebelum dia wafat?
Kakek pasti salah mengirimnya pada Ayah.
Tapi ada nama Ayah di situ. "Untuk Cyril," katanya.
Tapi Ayah…
akan kirim balik.
Apa? Kenapa?
Ayah, yang di tanganmu itu adalah sejarah!
Bukankah itu film horor Filipina pertama?
- Ayah tidak mau lihat? - Kakek tak selesai menyusunnya.
Ayah ragu Kakek sudah selesai merestorasinya.
Buang-buang waktu saja…
Ayo selesaikan iklannya.
- Aku bisa unggah ke kanalku. - Rea.
Ini bahkan bisa jadi tesisku!
Rea…
Ayo.
Kalau Ayah tidak mau, buatku saja.
Kita harus fokus pada iklannya. Ayo…
Ayah harus menyelesaikannya.
Halo? Rea…
Sudah jalan pulang?
Belum, mungkin aku akan bermalam di rumah produksi.
Aku akan membantu Ayah.
Bagaimana situasinya di sana?
Bagaimana keadaan ayahmu setelah semua ini?
Kurasa… Ayah baik-baik saja.
Baguslah.
Apa kau lihat ayahmu mabuk?
Ibu, Ayah tidak minum.
Sudah lama begitu.
Ayah hanya fokus bekerja.
Baguslah.
Tapi akan bagus kalau ayahmu bisa ikut bayar uang kuliahmu lagi.
Ayahmu terus bilang dia tak punya proyek.
Ayolah, Ibu tahu hidup di industri ini.
Ayah sering dibayar telat.
Tapi kau masih ingin masuk dunia film.
Ibu sudah bilang, Rea.
Coba pikirkan lagi.
Ibu, kita sudah bicarakan ini. Kenapa dibahas lagi?
Yang benar saja?
SEKARANG INI JADI MILIKMU. SELAMAT TINGGAL.
TIDAK BERHENTI SUDAH COBA KUPOTONG
MAAF. SEKARANG INI MILIKMU. SELAMAT TINGGAL.
MENGENANG SANG LEGENDA - EDD ANDERSON
TUDUHAN KELIRU: "PEMBUNUHAN DI MANILA"
SEORANG PRIA DITEMUKAN TEWAS DI RUMAHNYA, TENNESSEE
KORBAN BUNUH DIRI TENNESSEE DIIDENTIFIKASI SEBAGAI BURON KASUS PEMBUNUHAN FILIPINA
Kadang Ibu merasa menelantarkanmu.
Ibu bersyukur kau bisa dekat dengan ayahmu, tapi…
Ibu merasa ayahmu itu memberi pengaruh buruk untukmu.
Ibu, aku sudah cukup besar
untuk tahu sisi baik dan buruk Ayah, oke?
Aku hanya menemaninya.
Semoga Ibu paham.
Baiklah.
Tapi tolong jaga dirimu, ya?
Terus awasi ayahmu juga.
Baik, Ibu.
Aku menyayangimu.
Aku sayang Ibu juga.
Kenapa masih di sini, Rod? Ini sudah hampir Pekan Suci.
Karena ayahmu, Nona.
Sepertinya dia akan di sini sampai pagi.
Kasihan, Bu Jen memberinya banyak sekali pekerjaan.
Karenanya aku membantunya.
Baik, Nona.
Nona!
Kau lupa lapor masuk!
Kau baik-baik saja?
Jeff.
Kau mau? Agar kau lebih rileks.
Sepertinya kau butuh.
Tidak. Aku sudah lama berhenti.
Sebaiknya kau juga.
Penyunting, tidak merokok?
Baiklah.
Kau terlihat kesal dengan ayahmu.
Aku tak mau ada drama.
Kita tak bermasalah, 'kan?
Apa?
Tidak apa-apa, jangan khawatir.
Ayah terus bilang kalau dia
butuh seorang asisten
yang bukan anaknya.
Mereka bilang kerjamu bagus!
Potensimu besar.
Sungguh?
Tidak.
Aku bercanda.
Proyek terakhir Edd adalah film horor Filipina pertama.
Bagi banyak orang, itu hanya mitos.
Sebuah film bisu yang hilang dari tahun '20-an.
Tapi kami tahu film itu ada.
Hampir semua gulungan kami dapatkan pada tahun '87.
Tapi filmnya?
Filmnya tak pernah selesai.
Tidak setelah Edd pergi.
Ayah?
Kami mau ambil hard drive.
Ayah tak apa-apa?
Ya, tak apa-apa…
Kami akan pakai ruang lain untuk sinkronisasi.
Rea, bisa tolong tanya Rod di mana kunci studio disimpan?
Kenapa?
Sepertinya ada moviola lama di sana.
Ayah mau
mengecek ini.
Sungguh?
Akhirnya!
Kau urus ini.
Apa kau masih takut gelap?
Tentu saja tidak.
Duluan.
Aku di belakang Ayah.
Kita akan bekerja di sini.
Tapi Ayah butuh bantuan memindahkan barang dari studio.
Rea!
Di sini.
Ya.
Hei, Ayah!
Ya? Ayah di sini.
Apa semua ini poster film Kakek?
Boleh kupakai di tesisku?
- Jangan! - Apa?
- Kenapa? - Sudah Ayah bilang.
- Ayah! - Jangan.
Ayah, tunggu!
Ini seperti museum!
Ya.
Inilah masa kejayaan Gumamela Studios.
Selamat datang.
Yang ada di sini antara lain ada film-film bisu
sampai film horor '80-an.
Semuanya ada di sini.
Di sini.
Ayah, boleh kujadikan vlog?
Kebanyakan pelangganku penyuka horor. Mereka akan suka.
Mau tambah jam magang, 'kan? Urus ini dulu.
Apa?
Maaf.
Dari mana Ayah tahu tempatnya?
Ini milik Kakek.
Dia sumbangkan ke studio sebelum pergi.
Sampai sekarang Ayah belum paham.
Karena setahu Ayah, studio diperbarui dan menggunakan Steenbeck saat itu.
Ayah tahu cara pakainya?
Bisa tolong kau pegang dari sisi sana?
- Sudah? - Ya.
- Siap? - Ya.
Ayo.
Putar. Bagus.
Tahan agar tidak bergoyang.
Rea, bisa kau nyalakan lampu? Yang itu.
Bagus. Kau bertanya apa Ayah tahu cara pakainya.
Ayah tahu.
Kakek yang mengajarkannya?
Mau Ayah ajarkan?
Setidaknya Ayah bisa dasarnya. Tunggu.
Kau harus tahu sesuatu dulu.
Dengar, ini…
Apa?
Film ini bukan sekadar…
gulungan lama. Ayah berencana…
menyuntingnya, tapi butuh bantuan.
Kau harus serius.
Oke?
Ayah, kenapa bisa setelah puluhan tahun,
film ini masih tak selesai?
Rea, tolong dengar dulu.
Jadi, saat nenekmu…
Saat ibuku…
Jadi, nenekmu, saat…
dia dibunuh…
Ayah masih sangat kecil jadi tidak terlalu ingat,
tapi Ayah sangat yakin melihat sesuatu malam itu…
Mungkin ada sesuatu yang bisa menjelaskan apa yang terjadi malam itu.
Hanya saja…
Ayah tidak berharap kau akan percaya.
Ayah hanya ingin kau berjanji kita akan menyelesaikannya.
Kita berdua.
Tentu.
Tentu saja, Ayah.
Ayah butuh bantuan?
Sial.
Ayah harus ambil sesuatu.
Lihat?
Lalu perekatnya.
Pasang di sini.
- Aku harus… - Ya, yang ini.
- Bisakah kita… - Bisa rekatkan?
Lalu yang ini?
- Lalu? - Lalu direkatkan.
SEBUAH FILM OLEH HN ANDERSON
Akting mereka berlebihan sekali!
Namanya juga film bisu, jadi…
fokusnya kepada mimik wajah dan gerakan.
Mereka juga pemain teater. Biasanya mereka ditonton dari jauh.
Ayah?
Ayah tak apa-apa?
Ya.
Kita istirahat dulu.
Ayah lapar? Aku bisa pesan makanan.
Kau bisa pakai ponselmu dan rekam video…
Pilih saja salah satu klip, lalu…
Simpan di ponselmu dan kirim ke Ayah.
- Kenapa? - Akan Ayah kirim ke Paman Ruel.
Ayah harus verifikasi gulungan ini. Kau…
Kenapa tidak rekam seluruh film saja?
- Lebih mudah disusun di komputer. - Tidak, kita akan lakukan manual.
Seperti cara Kakek.
- Ayah mempersulit semuanya. - Rea! Lakukan saja perintahku.
Ayah kurang tidur, jadi…
Sial.
Semua soal timing.
Kau tahu Efek Kuleshov? Seperti itulah.
Apa itu?
Efek Kuleshov.
Coba bayangkan.
Tiga ambilan.
Pertama, pria berteriak.
Kedua, pistol meletup.
Ketiga, pria berlari.
Menurutmu, apa yang terjadi?
Pria ditembak, lalu berlari?
Bisa jadi.
Tapi bagaimana kalau…
kita susun gambar pistolnya lebih dulu?
Lalu pria itu berlari.
Lalu pria itu berteriak.
Ceritanya berbeda, 'kan?
Konteks adalah kunci.
Caramu menyusun gambarnya?
Itu memanipulasi maknanya.
Oke.
Kau cerdas.
Ingatlah, ini bukan film terbaikku.
Tapi sungguh,
kau tampak natural dalam membuat film.
Tidak juga.
Lebih tepat aku tak punya pilihan.
Pertama, ayahku penyunting.
Kakekku juga.
Setidaknya kau tahu kau ingin jadi apa.
Aku bahkan tak tahu…
aku menginginkan ini atau tidak.
Seperti ayahku.
Dia juga tidak yakin.
Kurasa dia menjadi penyunting karena tekanan.
Karena kakekmu?
Sudah lama dia ingin menjadi lebih dari kakekku.
Jadi saat kakekku wafat,
hatinya sangat hancur.
Dia tak bisa lagi lari dari ketakutannya.
Dia tak punya pilihan.
Lalu kepercayaan dirinya hilang.
Jika dia tak bangga pada dirinya,
apa dia akan bangga pada orang lain?
Dia mungkin tidak bilang,
tapi aku tahu dia bangga padamu.
Semoga.
Rea, bisa ambilkan spidol putih?
Ada di meja.
Rea…
Apa yang kau lakukan?
Kau pikir ini lelucon?
Gulungan itu tak ternilai harganya!
Dasar bodoh!
Kau bahkan tak bisa menuruti satu aturan di rumahku.
Rumahku!
Kau viral lagi.
TIDUR DI DALAM DINDING
Bagaimana kerja kalian di bawah?
Apa ayahmu sudah bisa mengerjakan iklannya?
GAGAL MENGUNGGAH
Kami punya tenggat.
Akan kuingatkan dia nanti.
Ayah?
Ayah tak apa-apa?
Ayah hanya…
Sudah selesai? Ayo bantu Ayah.
Ya.
Aku pergi dulu.
Filenya sudah disinkronkan?
Hampir selesai, Pak.
SENYUM SEORANG IBU,
TAWA CERIA SEORANG ANAK
SEBUAH MOMEN DAMAI DAN BAHAGIA…
JAUH DI SANA, DALAM SARANG KELAM PENUH KEBENCIAN,
MANANANGGAL ITU TERBANGUN… INGIN MENEBAR MALAPETAKA PADA YANG TAK BERDOSA.
AKU BISA MERASAKANNYA… SOSOK JAHAT ITU SEMAKIN DEKAT!
MANANANGGAL ITU LAPAR AKAN DARAH KITA!
JANGAN TAKUT, KASIHKU! AKAN KUHABISI MANANANGGAL TERKUTUK ITU!
Apa sudah dikeluarkan semua?
- Kau yakin? - Ya.
Gulungannya tidak lengkap.
- Tidak lengkap? - Hilang.
Di akhir ada adegan yang hilang. Hilang!
Bukankah Kakek juga mencari klip yang hilang?
Ayah pikir dia bisa menemukannya,
tapi sekarang Ayah tidak yakin…
Harusnya ada di sini.
Tunggu.
Sial!
Ada apa?
Apa yang kau lakukan?
Ini alat yang bagus.
Kau…
Pergi ke studio lain.
Ada alat lainnya di sana…
Maaf, Ayah…
Sekarang, Rea. Sekarang!
Maaf.
Rea.
Kenapa kau lama sekali? Ayah menunggumu.
Ayah.
Bukankah itu makhluk yang ada di film bisu?
Mungkin. Mungkin itu replika.
Kenapa ada di sini?
Film itu sudah dibuat lama sekali.
Lebih dari 100 tahun.
Seharusnya sudah hancur, 'kan?
Berarti replika, Rea.
Entahlah. Studio suka menyimpan benda seperti itu.
Tapi kenapa ada di sini? Ayah belum pernah melihatnya.
Siapa yang taruh di sini?
Entahlah, Rea.
Mereka terus membereskan tempat ini.
Mungkin staf.
Ini alatnya?
Baiklah, ayo.
Atur frame-nya. Tandai.
Pastikan itu frame yang tepat.
Sekali saja mengacau, kacau semuanya.
- Paham? - Ya.
Oke.
- Aku nyalakan ini? - Ya.
Ayah ingin kau sambung ini ke Adegan 7.
- Oke, Ayah. - Oke.
Bagaimana ibumu?
Ibu…
Baik-baik saja.
Ya?
Hei, Rea, soal sekolah.
Dia sudah memberi tahu Ayah. Ayah sangat ingin bantu.
Ayah ingin berkontribusi…
Ayah akan cari cara.
Hanya saja…
Ayah, tenang saja.
- Tidak… - Tidak apa-apa.
Ayah tanya Bu Jen.
Ayah tahu dia akan memberi cek…
Ayah.
Tenang saja.
Pak?
- Apa ini? - Jeff.
Maaf, Pak, tapi aku khawatir.
Bukan ini yang Bu Jen minta kita lakukan.
Dia sudah minta laporan.
Jeff.
Jeff, ini proyek sampingan.
Jika ada masalah dengan Jen, biar aku yang bicara.
Aku bisa minta tambahan tenggat.
Tidak masalah. Jika kau tak mau bantu,
- pergi saja. - Pak.
Apa! Apa?
Begini, biar kudengarkan. Cepat bicara. Ada apa?
Maaf, Pak, tapi aku harus laporkan ini ke Bu Jen.
Coba saja, Bajingan!
Coba saja.
Semoga kau bisa dapat pekerjaan lain. Coba saja.
- Ayah. - Bajingan!
Ayah, cukup. Dia hanya melakukan tugasnya.
Dia hanya membuat masalah.
Kita semua mencoba bekerja.
Kita tak butuh dia.
Oke.
Tak ada lagi gangguan.
Aku tak tahu kenapa kau tak mengerti.
Kita hampir menyelesaikan film ini. Filmnya…
Filmnya hampir selesai, dan dengan atau tanpa adegan itu,
belum pernah ada yang sedekat ini dalam merestorasinya.
Kau harusnya bangga. Ini…
Ini hasil kerja kita.
Rea.
Paman Ruel sedang kemari.
Bisa bantu siapkan gulungannya? Kita harus tunjukkan pratinjaunya.
Ini pertama kalinya aku menonton film bisu.
Siap?
MANANANGGAL YANG KEJI, DIDORONG OLEH RASA LAPARNYA,
TELAH MENCIUM BAU ANAK KECIL… KEMATIAN MENDEKAT!
Sialan!
Itu yang Ayah maksud! Kau lihat itu?
Intensitasnya, kekuatannya? Itu luar biasa!
Kita butuh adegan yang hilang itu.
Bagian akhirnya masih hilang.
Sial!
Paman Ruel!
Kau sudah menunggu lama?
Maaf.
Di mana filmnya?
Aku tak sabar untuk menunjukkannya.
- Ikuti aku. - Lewat sini, Pak.
Di sini, Paman. Masuklah.
Silakan duduk.
Itu gulungan pertama.
Aku sedang kerjakan yang kedua.
Sejujurnya, aku tak menyangka ayahku mengirimkannya padaku.
Aku tak tahu apa maksudnya. Mungkin harus kuselesaikan.
Inilah filmnya.
Sudah selesai kau sunting?
Ya.
Hampir, tapi kurasa…
Ada yang hilang, tidak lengkap.
Apa Paman tahu di mana ayahku menyembunyikan gulungannya?
Karena mungkin dia tak kirimkan semua…
Kau sedang apa?
Paman, apa yang kau lakukan? Jangan!
- Tolong! Apa yang kau… - Hentikan, Cy!
Paman… Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan?
Apa masalahmu? Kenapa kau melakukannya?
Kau terdengar seperti ayahmu
pada malam aku coba menghentikannya.
Ayah!
Film ini…
Film ini berbahaya!
Kau harus membakarnya.
Di mana studionya?
Kau sudah melihatnya, 'kan?
Paman…
Tetap di sini.
- Ayah… - Kubilang tetap di sini!
Paman, kulakukan ini demi jawaban. Kuhubungi kau demi dukunganmu.
Bisakah kau jelaskan
- ada apa? - Film itu
hanya membawa tragedi kepada keluargamu!
Film itu merenggut ayahmu.
Dia kehilangan segalanya, kariernya, ibumu…
Aku bukan ayahku.
Kau sudah lihat kostum Manananggal itu, 'kan?
Di mana kostumnya?
Tadi di sini.
Pasti ada di sini.
Terus cari!
AKTRIS STELLA ESTUAR TEWAS DI RSJ
SETELAH MENCABUT TUDUHAN PELECEHAN TERHADAP SUTRADARA
Jadi?
- Sudah ketemu? - Aku bersumpah tadi di sini.
Paman?
Cy!
Tetap di situ, biar kuperiksa.
Cy?
Mungkin pemutus dayanya. Sering terjadi.
Tenang, Paman.
Biar aku saja. Aku segera kembali.
Cy?
Cy!
Cy?
REKAMAN TERAKHIR STELLA ESTUAR YANG DIKETAHUI
Nama pasien, Stella Estuar.
Manila, 7 Januari 1941.
- Dia menghancurkanku… - Stella?
Apa kau berencana melukai diri sendiri?
Aku mengutuk garis keturunannya!
- Stella… - Aku mengutuk mereka semua!
Atas semua yang dia lakukan kepadaku!
Aku akan memburu mereka
satu per satu!
Stella! Tenanglah.
- Mereka tak bisa kabur dariku. - Stella!
Tahan dia.
- Aku akan datang! - Panggil bantuan!
Rasakan akibatnya!
Jeff.
Di mana Cyril?
Aku selesai menyinkronkannya.
Sepertinya kau belum selesai dengan proyek sampinganmu.
Ya, belum.
Maaf, tapi kita sungguh harus menyelesaikan iklan ini.
Apa yang kau lakukan?
Maaf, Rea.
Ayah pasti marah!
Bilang kepada Cy untuk menyelesaikan pekerjaannya dulu.
Jangan, akan kukerjakan…
Akan kuselesaikan iklannya! Akan kupastikan selesai!
Jeff, tolong!
Ambil ini setelah iklannya selesai. Maaf.
Jeff!
Sial.
Sial.
…tiba-tiba berubah drastis pada akhir 1980-an
saat tragedi keluarga menimpanya.
Pasca wafatnya sang istri dengan tragis
yang secara resmi dianggap sebagai perampokan rumah,
dia mencari suaka di Amerika Serikat,
mempersingkat kariernya di Filipina.
Meskipun kehadirannya di industri…
Ketemu!
Paman.
Kau masih di situ?
Paman?
Rea!
Ayah?
Kau baik-baik saja?
Kenapa?
Di mana…
Di mana Pak Ruel?
Ayah baik-baik saja?
Ayo kita…
kembali bekerja, aku…
Di mana gulungannya?
Di mana gulungannya? Tadi di sini.
Yang ada di situ.
Ayah, Jeff mengambilnya.
Katanya kita harus selesaikan iklannya dulu
dan dia akan kembalikan saat kita selesai menyunting.
Kau bercanda?
Apa kau bercanda?
Kita hampir selesai, Rea! Kenapa kau lakukan itu?
Ayah, maafkan aku.
Ayah, maafkan aku. aku coba menghentikannya, tapi…
dia mengambilnya. Maaf. Aku sudah berupaya!
Sial!
- Ayah, Maaf. - Tak apa-apa.
- Tak apa-apa, kita bisa. - Maafkan aku.
Ayah hanya…
Hanya…
- Ayah, maafkan aku. - Pergi saja, oke? Ayah bisa.
Biar Ayah tangani. Hanya saja…
Ayah, aku akan bantu. Aku akan…
Ayah, maafkan aku.
Ayah, maafkan aku.
Sial.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Rea?
Ibu?
Rea, ada apa?
Kau baik-baik saja?
Ibu, begini… Ayah…
Kenapa?
Dia menyakitimu?
Sudah Ibu duga.
Sudah Ibu bilang jangan ke sana lagi.
Ibu akan menjemputmu.
Jangan ke mana-mana.
Jangan mendekati ayahmu.
Ibu akan segera datang.
Rea.
Halo? Rea, kau dengar?
Rea!
SC32 AKHIR
KAU! KAU TELAH MEMBAWA MALAPETAKA INI KEPADA KAMI!
Cy.
Apa yang kau lakukan tengah malam?
Tidak apa-apa, Nak.
Ibumu dan aku hanya tidak sepakat terhadap beberapa hal.
Begini…
Dia ingin meninggalkan kita.
Meninggalkan Ayah.
Meninggalkanmu.
Karenanya Ayah jadi sangat, sangat sedih.
Tapi tidak apa-apa, Nak.
Ayah akan menanganinya.
Dia akan bersama kita…
selamanya.
Sekarang, Cy.
Tidak ada yang perlu ditakuti.
Kembali ke kasur, ya?
Sekarang.
Jadilah anak yang baik.
Tidak, kumohon!
Tidak, hentikan.
Aku bisa menyelesaikannya.
Aku bisa menyelesaikannya.
Aku bisa…
Rod…
Aku akan pulang. Sepertinya Ayah akan di sini sampai besok.
Rod…
Rea?
Rea?
Rea?
Rea?
Rea?
Ibu!
Sudah, sudah.
Aku di sini, Sayang.
Aku di sini. Tak apa. Ayah bersamamu.
Tidak apa-apa, Sayang. Sudah.
Sudah.
Ayah?
Ini Ayah.
Ayah, Ibu mati.
Ayah!
Aku tahu.
Ayah!
Tidak apa-apa, Sayang. Ayah bersamamu.
Ayah!
Penyunting kita sudah bangun.
Kau melihatnya, Rea?
Kau ada di premier.
Kau mendapatkan pemutaran privat. Bagus, 'kan?
Kau lihat itu?
Astaga, bagus sekali.
Film horor Filipina pertama…
sudah direstorasi.
Akhirnya.
Sempurna.
Tapi aku yakin, ada sesuatu yang ingin kau katakan.
Rea?
Katakan.
Apa lagi yang dapat kita lakukan agar film ini jadi lebih baik?
Coba beri tahu Ayah.
Ayah…
Ayah, aku tidak tahu.
Ayah, aku tidak tahu.
- Kau tidak tahu. - Aku tidak tahu lagi.
Jangan jawab begitu!
Kita menghabiskan banyak uang setiap tahun untuk kuliahmu itu
dan itu jawabanmu?
Kau pasti tahu, aku jadi mudah marah
setiap kali ibumu mulai mengoceh padaku
tentang biaya kuliah itu!
Sial!
Kumohon, Ayah.
- Tolong… - Kau tahu Ayah tidak sekolah film?
Percaya tidak?
Kau sangat dimanja.
Apa pun yang kau butuhkan, Ayah penuhi.
Saat kau bermasalah, Ayah yang selesaikan.
Bahkan jam magangmu
menjadi tanggungan Ayah.
Ayah juga punya mimpi.
Hanya saja saat kau datang dan mengacaukan semuanya…
Ayah memberimu segalanya…
Rea, dan untuk apa?
Menyunting iklan sabun!
Kau tak tahu apa yang Ayah alami.
Apa yang Ayah korbankan untuk sampai pada titik ini.
Untuk menyelesaikan sesuatu seperti ini!
Tahu apa yang membuat Ayah begini?
Rea?
Tahu apa yang menjadikan Ayah seperti ini?
Begini saja. Ayo kita…
Ayo anggap ini seperti…
sebuah latihan.
Oke?
Ini.
Ayah menggabungkan ini untukmu.
Jadi, inilah yang dinamakan Efek Kuleshov.
Kau pasti tahu ini, 'kan?
Sekarang, katakan.
Apa urutan yang tepat untuk ini?
Ayah menunggu, Rea.
Katakan apa lagi yang dapat kita lakukan
agar adegan ini masuk akal.
Mana yang lebih dulu,
anak kecil, tragedi, atau monsternya?
Anak kecil, tragedi, atau monster!
Cukup!
Hentikan!
Ayah, tolong. Hentikan!
Ayah masih menunggu jawabanmu, Rea.
Cukup.
Apa yang dapat kita lakukan agar adegan ini terasa lebih… nyata?
Kau akan rasakan rasa sakitku, Rea.
Bakar.
SELESAI MENGUNGGAH
TIDUR DI DALAM DINDING
FILM INI MERUPAKAN KARYA FIKSI.
ANG MANANGGAL (1927) OLEH JOSÉ NEPOMUCENO
FILM HOROR FILIPINA PERTAMA, ADALAH NYATA.
TIDAK ADA SALINAN YANG PERNAH DITEMUKAN.
SAMPAI HARI INI, TIDAK SATU PUN FILM SUNYI FILIPINA DITEMUKAN.
Ayah, boleh kujadikan vlog?
Semua pelangganku penyuka horor, mereka akan suka.
Kau mau bekerja, 'kan? Bisa kau membantuku saja?
Lakukan itu nanti.
Maaf.
Bagaimana Ayah tahu itu di sini?
Ini milik Kakek.
Dia sumbangkan ke studio sebelum pergi yang sampai sekarang Ayah tak tahu…
Maaf.
Maaf.
Ada yang terjatuh. Menakutkan.
Aku kaget.
Kita bisa gunakan itu!
Terjemahan subtitle oleh Luthfi Ismail
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.