Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Synced by @SULTAN KHILAF
Ini sangat menyegarkan.
Semua abnormal. Apa itu normal?
Kau tahu bahwa dulu dia adalah pria yang manis.
Tapi sebelum dan sesudah itu terlalu berbeda.
Astaga... Bukan ini...
Ini bukan datanya...
– Jung Hyun–woo! – Sadarlah!
– Carilah pekerjaan lain! – Maaf...
Lakukan dengan benar.
Astaga. Ini bukan datanya...
– Jung Hyun–woo! – Sadarlah!
Carilah pekerjaan lain!
Apa kau tertawa?
Ini bukan yang aku...
Teriakkan, "Apa yang kulakukan?" saat kau duduk...
...dan, "Aku gila," saat kau berdiri.
– Duduk! – Apa yang kulakukan?
– Berdiri! – Aku gila.
– Duduk! – Apa yang kulakukan?
– Berdiri! – Aku gila.
– Ini makanan pertama kami. – Maaf.
– Akan kubuatkan lagi. – Jangan khawatir.
Makan saja. Kau takkan mati.
– Apa ini? – Maaf.
– Akan kubuatkan lagi. – Jangan khawatir.
Aku menelepon untuk mengajukan keluhan.
Restoran in melanggar UU Sanitasi Makanan.
Apa alamatnya?
Dia mengajukan keluhan hanya karena sehelai rambut.
Ada perubahan lain selain perubahan kepribadian?
– Ada efek pascaoperasi? – Tidak. Dia tampak sehat.
Tapi kau tahu apa yang lebih menarik?
Ada wanita yang menyukai kepribadian anehnya.
Dokter Han menjadi nomor satu...
...yang dipilih para perawat dalam pemilihan popularitas.
– Benarkah? – Ya, mereka bilang...
...dia sangat jantan. Itu sangat konyol.
Mereka perlu disakiti hatinya setelah berkencan dengannya.
– Apa dr. Han punya pacar? – Kenapa kau bertanya?
Jangan membicarakan cinta dengan dr. Han.
Aku pribadi penasaran soal itu.
Pribadi? Coba kulihat...
Tidak. Tak ada yang mau menerima temperamennya.
Benarkah?
– Itu melegakan. – Dokter Joo In–ah?
Katakanlah semua yang kau ketahui.
Dokter Joo punya kepribadian sangat baik.
Dia menyenangkan, ramah, selalu tersenyum,...
...dan sangat berdedikasi kepada pasiennya.
Dia mengenal semua pasiennya dan menelepon mereka sendiri.
Dia bahkan mengunjungi rumah mereka untuk memeriksa.
Jadi, pasien yang mengenalnya...
...tak pernah mengganti dokter yang merawatnya.
– Dia sangat berhati–hati. – Apa?
Cukup soal rumor palsu itu.
– Apa dia punya pacar? – Pacar?
Pria seperti apa yang disukainya?
Pria kaya atau dia sering berganti pacar?
Atau dia pintar memburu pacarnya?
– Apa kau mendengar ada rumor? – Setahuku tidak.
Dia sungguh berhati–hati.
Tas ramah lingkungan dan pakaian asal.
Sepatu karet dan tak mengenakan aksesoris.
Dia sangat berhati–hati. Itu hebat.
Ada apa dengan kalian?
Dokter Joo bertanya kepadaku apa kau punya pacar.
– Apa? – Ya...
Dia tersenyum dan berkata dia penasaran.
Kubilang tak ada dan dia tampak bahagia.
Apa kalian bertanya kepadaku karena kalian saling menyukai?
Itu kabar besar! Selamat, Dokter!
Hasil CT pasien nomor 15 mungkin sudah keluar.
Pacar?
Dasar gila...
Akan pulang? Kau tak datang untuk tes hari ini.
Kapan kau akan datang?
Sampai jumpa! Berhati–hati menyetirnya!
Belok kiri!
Aku tak tahu kau di sini. Kapan kau akan datang untuk tes?
Apa kau makan sendiri lagi? Boleh aku bergabung denganmu?
Aku paham, akan kutinggalkan kau sendiri.
Dia tipe sensitif dan rewel.
Apa yang kau lakukan?
Aku tak pernah menyerah dengan pasienku.
Benarkah? Jadi, apa kau mau bertaruh siapa yang akan menang?
Dia punya semangat kompetitif.
Mari bertaruh siapa yang pertama akan menyerah.
Dia harus memenangkan segalanya.
Tidak, aku tak mau.
Kau takkan datang untuk tes jika kita bertaruh.
Jadi, untuk apa aku melakukannya? Aku tak terlalu bodoh.
Selamat menikmati makan siangmu.
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Lagi–lagi...
Kau dituduh menguntit pasien yang tak menginginkan tes.
Seharusnya, kini kau sudah belajar.
Tapi karena aku, pasien itu tahu dia mengidap kanker tiroid.
Dia bahkan mengirimiku surat terima kasih setelahnya.
– Tapi kali ini dr. Han. – Itu sebabnya, ini kasus spesial.
Selain itu, dia mungkin dalam kondisi sangat berbahaya.
Bagaimana bisa aku menelantarkan pasien yang dalam bahaya?
Aku tak bisa melakukannya.
Aku takkan pernah menyerah.
Dia bersikap kejam tanpa disengaja.
Itu mungkin gangguan eksplosif intermiten (IED).
Ada banyak gejala kemarahan,...
...tapi alih–alih menunjukkan kemarahan langsung,...
...dia memilih cara yang lebih cerdas.
Seperti yang dilakukannya kepadaku.
Kalian mendengarnya juga, 'kan? Dia menertawakan rasa sakit kami.
– Tentu aku mendengarnya. – Dia pintar.
Sangat mudah untuk seseorang menjadi bodoh.
Benar. Dia selalu impulsif dan agresif.
Dia mungkin akan meninggal beberapa hari lagi.
Tolong putuskan untuk donor organ besok pagi.
Entah apa ini akan membantu,...
...tapi ada imbalan kecil untuk donor.
Kurasa kau bukan dokter yang baik.
Dokter yang baik?
Jika hanya mengatakan hal baik, apa aku dokter baik?
Bagaimana pun aku mengatakan, hasilnya akan sama.
Jangan tertipu oleh ucapan manis...
...dan lebih baik jika kau cepat memutuskan.
Berhati dingin, berkepala dingin dengan mulut yang jahat.
Dia tak suka memahami orang lain.
Karena itu dia tak bisa berempati terhadap orang lain.
Yang terpenting,...
Dia sangat pintar untuk parkir. Kuakui itu.
Benarkah? Dia memahami ruang dengan baik.
Bukankah gejala ini mengingatkan pada sesuatu?
Kujelaskan semua gejalanya!
Bersikap impulsif serta agresif, dan berjiwa kompetitif serta IED.
Dia tak bisa berempati terhadap orang lain.
Yang terpenting, dia sangat pintar untuk parkir.
Ada apa soal itu? Orang gila yang pintar untuk parkir?
Bukan, psikopat yang pintar untuk parkir.
Dokter Psikopat!
Kalian tak mengerti?
Hanya ada satu kesimpulan untuk menjelaskan semua ini.
Kenapa kau di sini?
Jadi, kesimpulannya adalah...
Kau menguntitku selama ini?
Tidak, bukan begitu.
Kau bisa menganggapnya sebagai pengamatan saksama.
Kesimpulan dari pengamatan saksama itu...
...adalah aku impulsif serta agresif,...
...dan dipicu oleh jiwa kompetitif serta IED?
Aku tak bisa berempati dengan orang lain...
...dan sangat pintar untuk parkir?
Ingatanmu sangat bagus.
Kurasa kau tak seharusnya tertawa sekarang.
Maaf.
Tapi mungkin lebih baik seperti ini.
Lagi pula, aku memang akan bilang kepadamu.
– Aku tak mau mendengar apa pun... – Testosteron!
Pikirkanlah dengan baik. Semua masuk akal...
...jika kau menganggapnya sekresi testosteron berlebihan.
Apa kau tahu? Semua psikopat punya...
...level testosteron lebih tinggi. Itu juga bisa menyebabkan...
...gangguan kardiovaskular atau kanker prostat.
Apa kau punya masalah dengan prostatmu...
Belum? Tapi tetap saja, tak perlu terlalu khawatir.
Itu tak terlalu buruk.
Kau menjadi lebih berani, ada dorongan untuk berprestasi,...
...rasional, dan berkepala dingin.
Apa kau tahu? Semua pria sukses punya level testosteron tinggi.
Mereka jantan dan menarik.
Tapi jika terlalu banyak, itu bisa menjadi masalah.
Jadi, kita harus melakukan tes...
...dan melihat perawatan apa yang bisa kami berikan kepadamu.
– Apa itu saja? – Apa?
Apa niatmu yang sebenarnya dalam menguntitku?
Niat apa? Aku hanya dokter yang tertarik dengan pasien.
Kau pikir aku akan memercayaimu?
Dokter Joo, yang penuh cinta dan kepercayaan.
Kemunafikan itu mungkin berhasil untuk orang lain, tapi bukan aku.
Jadi, jangan pernah menggangguku lagi.
Jika kau melakukannya, entah apa yang akan kulakukan kepadamu!
Kau mengerti?
Astaga!
Apa itu benar–benar dr. Han?
Ahli bedah saraf, dr. Han?
– Apa kau mengenalnya? – Tentu aku sangat mengenalnya.
– Kudengar dia berubah, tapi... – Dia gila.
Seorang dokter dengan cinta dan kepercayaan.
Dokter Joo In–ah! Bagaimana ini? Aku sangat menyukaimu.
Jadi, apa yang akan kau lakukan? Kau tak menyerah, 'kan?
Pasti membosankan jika kau menyerah sekarang.
Aku tak melakukan ini untuk bersenang–senang.
– Tapi siapa kau? – Aku...
– Direktur menunggu. – Kurasa kalian salah orang.
Aku mengerti. Jadi, lepaskan aku! Aku takkan kabur!
Siapa dia?
Aku akan masuk sendiri.
Tempat ini sama seperti biasanya.
Hentikan omong kosong itu dan jelaskan apa yang terjadi.
Sudah sebulan sejak kau menghilang. Kau ke mana?
Aku hanya berlibur dan...
Aku perlu waktu untuk membersihkan pikiranku.
Bukankah kau sudah melakukannya?
Meski kau terkenal di Amerika,...
...kau pikir kau bisa bersantai di sini?
Kalau begitu, aku akan berhenti.
Hidup itu penuh dengan hal menyenangkan.
Aku tak kembali atas keinginanku sendiri.
Kau yang memohon agar aku kembali.
Ini bukan tentangku.
Aku melakukan ini untukmu, Nak.
Kau bisa membuat ini menjadi rumah sakit kelas dunia.
Bagaimana bisa seorang pria punya ambisi dan mimpi begitu kecil?
Aku punya mimpi, Ayah.
– Apa itu? – Batman!
Itu impianku sejak kecil.
Cha Jae–hwan!
Dia lulusan Sekolah Kedokteran Negara Bagian Vanlot di Amerika.
Dia ahli bedah saraf legendaris di RS Negara Bagian Vanlot.
Lihatlah makalah risetnya yang terkenal.
Dia memang berbeda.
Dia kaya, pintar, dan lulusan universitas terkenal.
Dia tinggi dan tampan, aku bisa melakukan ini seharian.
– Apa kubilang dia anggota Mensa? – Mensa?
Kurasa IQ–nya 160 atau 170.
– Yang benar 172. – Ya, 172!
IQ–mu di SMP adalah 83.
– Aku sengaja melakukannya. – Siapa yang akan memercayainya?
Seung–joo!
Mari pergi. Bagaimana dengan pesta penyambutan untukku?
Aku bertugas malam ini. Kita juga bertemu setiap hari.
Kembalilah bekerja!
Itu mengecewakan.
Di halte bus di dekat apartemen di Yongin–si, pukul delapan pagi.
Tn. Kim menyetir sambil mabuk.
Truknya yang seberat 18 ton dan menabrak bus serta haltenya.
– Itu menyebabkan 11 korban. – Berhenti.
– Kau tak puas? Akan kuulangi. – Itu cukup.
Apa masalahnya? Tolong katakan agar bisa kuperbaiki.
Nona Joo, apa menurutmu penampilan adalah segalanya...
...untuk pembaca berita? Bagaimana bisa...
...orang fokus pada berita saat kau berusaha tampak cantik?
– Maaf. Aku akan berhati–hati. – Mari kita akhiri hari ini.
Tim humas Rumah Sakit Darin memintaku merekomendasikan...
...reporter dan pembaca berita. Apa ada yang tertarik?
Kau harus menghadapi dokter,...
...jadi, orang itu harus punya kesan cerdas.
– Nona Han? – Ya, terima kasih.
– Kontaknya kuberi setelah kelas. – Baik.
Bukankah kau berencana memilih keponakanmu sejak awal?
– Apa? – Keponakannya?
Bukankah kau keponakannya?
Aku penasaran alasanmu sangat baik kepadanya...
...meski kemampuannya kurang. Jadi, aku mencari tahu.
Apa ini Rumah Sakit Darin? Bisa aku bicara dengan tim humas?
Halo, apa ini tim humas?
Aku direkomendasikan oleh Ny. Noh.
Ya, itu aku.
Bisa kukunjungi kau sekarang?
"Selamat! Pembukaan Pusat Global"
Mereka sungguh akan membuka Pusat Global.
Direktur memang selalu memenuhi janjinya.
– Siapa yang akan memimpinnya? – Apa kau bodoh? Tentu dr. Cha.
Dia bukan hanya putra direktur,...
...dia punya kemampuan dan pikiran yang luas.
Dia panutanku.
Tapi tetap saja kupikir kemampuan dr. Han lebih baik.
Tingkat keberhasilan operasinya 100 persen.
Berapa lama itu akan bertahan? Bagaimana dengan temperamennya?
Dia orang aneh yang seharusnya tinggal di ruang operasi saja.
Dia bukan orang yang bisa memimpin pusat ini.
Ya, bagian di kepalanya bisa menyebabkan masalah.
– Itu akan sulit baginya. – Tentu.
Sebenarnya aku merasa kasihan kepadanya.
Seharusnya kau kasihan kepadaku. Dia selalu...
Dokter, aku hanya bercanda dengan rekanku.
Katakan lagi.
Orang aneh? Tak cukup baik?
Merasa kasihan kepadaku?
Apa kau tahu siapa yang lebih kasihan?
Tolong, jangan di sana!
Kau tak apa–apa?
"Dokter Cha Jung–tae"
Ya, ini Han Seung–joo.
Setelah nota kesepahaman selesai, dana pemerintah...
...untuk pusat medis global akan sesuai rencana.
Mari kita merayakannya?
Mari merayakan setelah kita menyelesaikan kontrak.
Jangan khawatir, Pak. Kita membangun kepercayaan...
...melalui layanan medis sukarela setiap tahun.
Selain itu, ada dr. Cha di sini.
Respons mereka bagus saat aku membahasnya.
– Benarkah? – Tentu.
Mereka menilai karakter dengan baik.
Pastikan tak ada masalah.
– Bersikaplah dengan baik. – Tentu.
Dokter Han, tolong temani dr. Cha.
Kau sudah menjadi sukerlawan di sana setiap tahun,...
...kau seharusnya lebih akrab dibandingkan orang lain.
– Akan kuperiksa jadwal operasi. – Tak perlu.
Apa kau ingin hanya menjadi ahli bedah saraf yang mahir?
Jika tidak, bangunlah hubungan dengan orang–orang di sana.
Apa kau akan menjadikanku kepala pusat itu?
Jika benar, apa kau akan menerima posisinya?
– Kenapa tidak? – Itu untukmu,...
...jika kau punya kemampuannya.
Tapi apa yang tiba–tiba mengubah pikiranmu?
Dulu kau membenci gelar seperti itu.
Hidup mungkin akan lebih menarik jika aku berhasil.
Bagus, berikan semua yang kau punya.
Pria harus punya tujuan.
– Kau setuju, 'kan? – Tentu, Pak.
Itu saja.
Dokter Han banyak berubah setelah kecelakaan.
Ya, benar.
Tapi, Pak, apa kau serius?
– Soal apa? – Soal dia memimpin pusat itu.
Semua orang tahu bahwa pemimpinnya akan menjadi direktur rumah sakit.
Aneh bahwa kau tak memberikan gelar itu kepada putramu.
Jika dr. Han lebih mampu, kenapa tidak.
Tapi dr. Cha juga mampu.
Tapi dr. Cha tak punya banyak ambisi.
Dia mungkin berubah jika ada saingan bagus.
Terima kasih, aku takkan mengecewakanmu.
Aku menantikannya.
– Kau wanita yang sangat menarik. – Terima kasih.
Permisi.
Halo?
Apa? Han Jung–yeon?
Reporternya sudah di sini.
Dia dari akademi yang sama...
...dan sangat menginginkan pekerjaan itu.
Direktur berusaha mencegahnya,...
...tapi kurasa dia bersikeras meneleponmu.
Jika kau tak menyukaiku,...
...kau bisa memilih setelah bertemu dengannya.
Maaf, reporternya sudah dipilih.
– Kau yakin? – Tentu. Jadwal kami padat.
– Terima kasih. – Sampai jumpa lagi.
Terima kasih.
Tiga puluh detik sebelum ahli bedah saraf...
...menghabiskan makanannya! Itu bukan makan, itu menghirup.
Dokter Jung!
Dia kesulitan dengan telur dadar gulungnya.
Bangunlah.
Dokter, kalian tahu ada rapat pada pukul satu?
Bagaimana bisa kalian tepat waktu jika makan begitu lambat?
Kenapa ahli bedah saraf selalu makan begitu cepat?
Jika ini bukan kantin rumah sakit,...
...mereka akan tampak seperti pengemis di jalan.
Itu menjijikkan.
Aku tetap tak bisa terbiasa dengan mereka.
Abaikan para tukang jagal itu.
Apa kau akan mengatakannya saat rapat?
– Soal apa? – Mereka hanya merenovasi...
...kamar mandi bagian bedah saraf.
Kudengar ada masalah dalam sistem pipanya.
Kau memercayai itu? Jika sistem pipa masalahnya,...
...kenapa mereka menggantinya...
...menjadi interior hotel dengan bidet?
Karena itu orang menyebutmu Dokter Oksitoksin.
Orang menyebut oksitoksin sebagai hormon pecundang.
– Mereka sungguh punya bidet? – Ya.
Hebat.
Memang kudengar ini awalnya adalah rumah sakit bedah saraf,...
...tapi ini terlalu mendiskriminasi.
Bahkan kepala departemennya berbeda.
Apa kau melihat karisma dr. Jang?
Dia kepala departemen dan kandidat untuk direktur rumah sakit.
Kudengar kalian bersamaan masuk sekolah kedokteran.
Apa kau iri?
Jika kau bekerja dengan dr. Jang, kau sudah dipecat.
– Tolong siapkan datanya. – Ya, Dokter.
Ada apa di rambutmu?
Berpalinglah ke sini.
– Ya, kini tak apa–apa. – Lepaskan.
– Jangan menyentuhku! – Ada apa denganmu?
Jangan menyentuh kepala orang. Orang akan salah paham.
Ini bukan sopan santun, ini ikut campur.
Temperamenmu sama seperti saat kuliah.
Lakukan sesuatu terhadap rambutmu!
– Apa dr. Han melakukan tesnya? – Mereka masih bertengkar.
Kudengar dr. Joo ditolak dua kali.
Tunggu saja.
– Dokter Joo itu gigih. – Benarkah?
Kalau begitu, biarkan mereka beradu.
Setidaknya takkan ada yang menyerah.
– Aku akan diam saja. – Baik.
Tapi bukankah ini aneh? Apa untungnya untuk kita?
Aku tak melihat apa gunanya membuat mereka bertengkar.
Kau mau apa?
Ini salah. Perjalanan bisnis mendadak?
Bersama dr. Han?
Lupakan saja! Dia hanya akan mengomeliku terus.
Aku akan pergi dalam perjalanan bisnis.
Aku mungkin akan pergi selama lebih dari seminggu.
Aku tak peduli sama sekali apa itu sehari atau seminggu.
Diam saja jika kau takkan pindah!
Aku juga tak mau tinggal bersamamu.
Aku harus bekerja keras membayar bagianmu untuk rumah ini.
Berhenti bersikap sombong!
Apa kau lupa? Kau yang pindah ke rumah ini.
Bagaimana bisa kau mengatakan itu?
Kita keluarga.
Hanya karena kau memiliki rumah ini?
Yang benar saja! Ibu dan Ayah yang mengadopsimu,...
...tapi itu bukan pilihanku!
Kita akan berpisah setelah membayar cicilan.
Mereka sudah lama meninggal, dan aku muak denganmu!
Jangan merasa emosional.
Dia hanya marah karena hormon.
Orang takkan sekejam itu jika bukan karena hormon.
Jika kau begitu membenci seseorang,...
...kau akhirnya bisa mengerti.
Kau bisa memilikinya jika mau.
Itu hadiah untuk membayar cicilan.
Ada pria yang terobsesi denganku...
...dan dia mendapat pinjaman untuk membelikanku itu.
Itu lebih baik daripada membuangnya.
Kenapa kau membuangnya? Ini masih baru.
Ya, lebih baik kau mengambilnya daripada dibuang.
Bagaimanapun, terima kasih. Akan kuanggap ini hadiah darimu.
Jika pria itu mendapat pinjaman untuk membelikanmu ini,...
...dia pasti sangat mencintaimu.
Dia pasti merasa kasihan kepadaku.
Jangan khawatir, aku akan pergi bersamanya.
– Tentu. – Orang tuaku?
Aku akan menghubungimu saat kami kembali.
Aku akan mampir saat kami kembali.
Sampai jumpa.
Kau seharusnya menelepon orang tuamu...
...atau setidaknya mengangkat telepon mereka.
Mereka selalu mengkhawatirkanku tanpa arti.
Tentu mereka khawatir.
Putra tunggal mereka hampir mati.
Apa mereka tahu tentang kecelakaanku di Thailand?
Tentu tidak. Jangan khawatir, aku tak mengatakan apa pun.
– Ada apa? Siapa yang datang? – Itu dia.
Halo.
Synced by @SULTAN KHILAF
Cantik dari depan Cantik dari belakang
Apa kau bermain–main denganku?
– Menurutku dia manis. – Dokter Joo?
– Astaga! – Kau menikmatinya?
Itu sangat mengganggu dr. Han.
Dia sangat menyebalkan.
Terkadang kau tampak terkendali.
Astaga!
Kenapa kau sangat cemas mengenai orang yang kutemui?
Itu berbahaya! Kau bisa mati karena itu!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.