All language subtitles for Dongji Rescue 2025 (china, Drama War)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian Download
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish Download
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Pada 27 September 1942,

kapal penumpang Jepang Lisbon Maru,

yang mengangkut 1.816 tawanan perang Inggris,

berangkat dari Hongkong ke Jepang.

Pada 1 Oktober, terkena serangan torpedo

dari kapal selam Amerika USS Grouper,

dan mulai telnggelam di pesisir Timur Cina.

Hanya 2 mil laut barat daya dari lokasi tersebut

terdapat sebuah pulau kecil,

oleh Cina dikenal dengan Pulau Dongji.

Angkatan Laut Kekaisaran Jepang, pasukan yang menguasai Pasifik.

Sampai hari ini, dari 10 Juli ke depan,

Angkatan Laut kita yang tak terkalahkan telah mencapai kemenangan berikut ini.

588 kapal musuh ditenggelamkan,

503 kapal musuh ditanggap,

dan 2.529 pesawat musuh ditembak jatuh.

Tenn ō heika (Semoga Kaisar hidup)

Banzai! (sepuluh ribu tahun!)

Banzai! Tenn ō heika Banzai!

Latihan harian, dimulai!

Latihan harian, dimulai!

Kebakaran di sana sini. Cepat padamkan!

Kebakaran di sana sini.

Cepat padamkan!

Ayo cepat! Ikuti standar latihan.

Lekas jalan! Cepat, cepat!

Di pulau kami ini, ada 58 KK.

Totalnya 263 jiwa.

Hidup disini dulunya damai,

sampai Jepang datang

dan menguasai pulau.

Mereka mengunci perahu dan kapal,

dan melarang kami melaut.

Setelah masa 3 tahun,

para nelayan ini bagai kura-kura terjebak di pulau.

Adikku dan aku diselamatkan dari laut oleh Kakek Wu.

Dia bermaksud merawat kami seperti anaknya sendiri.

Tapi karena tanda di leher kami,

tetua percaya kalau kami keturunan bajak laut.

Jujur saja, aku tak tahu dari mana kami berasal.

Aku tak peduli anggapan mereka.

Hidup tetap saja berlanjut.

Kepulauan Zhoushan,

rumah para nelayan turun-temurun, diberkahi oleh lautan,

dilindungi oleh rahmatnya.

Kakek Wu.

Persembahkan dupa.

Lautan nan luas,

tempat lahirnya semua kehidupan.

Dibawah peraturan yang mereka tetapkan,

kami hidup di sisi lain pulau itu,

utara dan selatan,

tak pernah bersimpangan..

Sampai hari ini,

semuanya berubah.

1 Jam Sebelumnya

Apa kau nyari mati?

Apa itu? Aku tak tahu.

Ayo kembali sana lapor.

Baik.

Sepertinya yang meledak itu kapal Jepang.

Tembakan yang mantap! Pelankan suaramu.

1 Oktober 1942, Kapal Selam As Uss Grouper Mentorpedo

Kapal Transportasi Jepang Lisbon Maru Di Perairan Dekat Pulau Dongji.

Namun, Amerika Tidak Menyadari Bila 1.816 Tahanan Perang Inggris Ada Di Dalamnya.

Dongji Rescue 2025 (china, Drama War)

Ini darurat.

Kapal diserang oleh torpedo.

Semua kru, segera berkumpul di dek.

Skuad 1, bersiap mencari tawanan.

Ah Bi, ada seseorang di sana.

Ada seseorang di sana!

Bocah tengik!

Ah Dang, talinya!

Tarik!

Kau naiklah dulu. Sini, kupegangi dia.

Apa yang kau lakukan?

Apa kau gila? Urusan ini tak boleh dinaikkan perahu ini.

Itu manusia.

Siapa yang tahu kaitannya dia sama kapal yang meledak itu?

Kau mau bawa masalah? Berhentilah menyusahkan.

Adikku

terus mengikutiku sejak kecil.

Dia tak mau tidur kecuali kuselimuti dia.

Katanya kakak tertua itu seperti ayah,

tapi anak ini tiba-tiba tumbuh dewasa

dan selalu menentangku.

Bahkan tak mau memanggilku kakak.

Bagaimanapun,

asalkan dia ada di sampingku,

aku tetap merasa tenang.

Aku akan periksa si Jepang.

Atau kita tak jadi melaut besok.

Kau nanti mengerti kalau sudah besar,

kau tak selalu bisa mendapatkan yang kau inginkan di dunia ini.

Kapal selam Amerika menyerang Lisbon Maru.

Markas pusat memerintahkan semua pasukan di Zhoushan bersiaga.

Ya, pak!

Bajak laut, miras, lain kali..

Bagaimana sinyalnya?

Masih diatur.

Cepat! Baik.

Dimana aku?

Kau ngomong apa?

Terima kasih.

Terima kasih telah menolongku.

Apa?

Namaku Thomas Newman.

Aku butuh bantuan.

Rekan-rekanku terjebak di kapal di laut sana, kami..

Bicara pakai bahasa kami. Kita harus tolong mereka.

Aku tak mengerti. Bicara pakai bahasa kami.

Kanton.

Bahasa Kanton.

Tolonglah, kumohon.

Aku butuh bantuan..

Rekan-rekanku terjebak di lautan sana.

Kau harus kirimkan pesan.

Kapalnya sebentar lagi akan tenggelam.

Lukamu parah.

Bisa berikan itu..

Oh, kau tak mengerti.

Ini, minumlah air.

Kenapa ambil parang? Apa maumu?

Jangan bergerak! Aku tak akan menyakitimu, percayalah!

Benda itu akan menyelamatkanku saat ini.

Aku mau panggang itu ke api lalu tempelkan lukaku.

Percayalah.

Percayalah.

Terima kasih.

Pak, pasukan kita yang ditempatkan di Pulau Nelayan Timur.

Melihat aktifitas warga sipil.

Ke daratan dan periksa.

Siap, pak.

Kapal kita diserang!

Tim penyelamat dalam perjalanan!

Semua tentara, berkumpul dan kirim persediaan!

Bersiap evakuasi.

Dari saat aku melihat dia,

aku sudah tahu

kami adalah sebangsa.

Dia juga orang luar.

Kakek Wu membawa dan membesarkannya seperti putrinya sendiri.

Semua wanita di pulau ini menjauhi kami,

tapi..

dia tidak.

Kami tumbuh bersama.

Selama masa sulit kami,

dia selalu ada untuk membantu.

Karena dia,

akhirnya kumerasakan disini seperti rumah.

Uang pensiunan Kakek Wu. Aku sudah punya cukup.

Berkemas dan siap-siaplah.

Kita akan pergi dalam beberapa hari. Tinggalkan pulau ini

bersama Ah Dang.

Ke Shanghai.

Ada apa?

Berubah pikiran?

Kenapa kuharus begitu?

Shanghai itu bagus.

Wanita boleh melaut bahkan mengemudikan kapal.

Kau mau mengemudikan kapal lagi?

Kalau kita sudah sampai sana, kuakan berlayar bersamamu tiap hari.

Bagaimana kalau aku..

tak mau pergi denganmu?

Kuminum darahmu,

maka kau jadi milikku. Aturan bajak laut.

Merasa lebih baikan?

Aku kangen keluargaku.

Sudah bertahun-tahun tak bersama mereka, sejak ada perang ini.

Aku tertangkap di Hongkong.

Jepang ingin membawa kami ke kamp tahanan perang di suatu tempat di Jepang.

Aku tak tahu.

Tapi kapal kami diserang.

Ada ratusan.. ribuan pria di kapal itu yang butuh bantuan kita.

Kau harus kirimkan pesan.

Apa ini?

Ini.

Rumahku.

Inggris. Birmingham.

Rumah.

Kau mengerti?

Bentar.

Cina, rumah

mu.

Yang disini..

ini..

adalah rumahmu.

Rumah.

Aku disini? Ya.

Ya, rumahmu.

Kita disini.

Kau paham.

Kode Morse: (Lambung kapal tertembak torpedo.)

Ruang Kargo 2

Kode Morse: (Kargo 2, Skuadron-3, Artileri Kerajaan)

Kode Morse: (mereka di dek yang hancur, beberapa terjatuh ke laut.)

Kode Morse: (Pasukan Jepang diduga menyisir di perairan sekitar.)

Ruang Kargo 3

Ada satu orang yang hilang di Kargo 2.

Siapa yang hilang?

Kode Morse: (Kargo 3, dimengerti Menanyakan nama dan pangkat tentara yang jatuh.)

Skuad 2, pendaratan pesawat siap.

Mulai pendaratan. Siap, pak.

♪Kuangkat mataku,♪

♪kuteriak ke langit..♪

Masih tak bisa mengingat?

Pak, aku lapar.

Tahumu cuma makan saja.

Tak mengingat, cuma mikir makan saja?

Ambil!

Chen.

Chen.

Kau bawakan miras?

Sebuah kapal meledak dan kau minum miras?

Sudah matang?

Atasan memerintahkan petugas kotapraja mengajarkan ini.

Buku Bacaan Sekolah Dasar Jepang.

Lihatlah.

Aku tak bisa!

Lebih baik mati ketimbang mengajarkan itu.

Anak-anak bicara bahasa Jepang? Sungguh hina!

Apa kau sendiri tak bisa?

Mengesankan, sungguh mengesankan. Ayo sana.

Lempar buku ini di hadapan orang Jepang.

Cuma ada 2 disini, lakukan.

Kau tahu betul apa di belakang mereka.

Satu peluru meriam, dan itu tak butuh sedetik saja.

Desa kita bakal hancur.

Lupa pertama kali Jepang datang ke pulau ini?

Kakek Wu yang mimpin perlawanan

berjuang sampai akhir.

Aula leluhur terkubur di dalam tanah.

Lihatlah Kakek Wu sekarang, kau lihatlah sendiri!

Kadang, kita hanya bisa bersabar.

Di bawah atap orang lain, kau harus menundukkan kepala.

Di bawah atap siapa?

Ini atap kita sendiri. Kenapa mesti menundukkan kepala?

Mana kode etik, martabat kita?

Bahkan dengan.. Dan mengajari kepala desamu

Melalui atap kemarahan meningkat. Ulangi!

Melalui atap kemarahan meningkat. Tenang.

Lebih keras! Kukasih tahu ya.

Kau dan aku cuma orang luar di pulau ini. Pak Chen.

Kita harus ngikuti arus.

Pak Chen.

Pak Chen.

Beres?

Kau menyukai Yu Fei?

Kau tahu berapa banyak putranya?

Banyak karakter yang tak kukenal. Satu persatu.

Adikmu berhenti setengah jalan. ♪Raja Bajak Laut, Mahkota Iblis,♪

♪Kengerian kota Laut Timur. Angkatan laut mengejar ke tepian Xisha.♪

Bajak laut datang! ♪Satu kru jatuh dari tepian!♪

♪Bajak laut tua, bajak laut muda.♪

Tunggulah aku di rumah. ♪Memeluk bayi di laut biru.♪

♪Mengapung ke timur di mana angin bertiup kencang.♪

♪Kencing di celana karena takut mereka bertindak! Belum lapar sekarang, huh?♪

Pak, aku menyelamatkan orang asing dari laut.

Kau bicara pakai bahasa mereka, ikutlah aku. Oke, tak masalah.

Segera aku ke sana. Sekarang.

Kasih saja secentong.

Kutunggu di rumah.

Baca syair 10 kali.

♪Rambut yang berdiri karena marah mengangkat helmku tinggi-tinggi.♪

♪Di tepi rel,♪

♪hujan deras mereda.♪

15 Jam Sebelum Tenggelamnya Lisbon Maru

Makanlah.

Bocah tengik.

Maaf mengganggumu.

Kapal yang kutumpangi diserang dan aku kecebur di laut.

Seorang Cina menyelamatkanku.

Aku harus mengirimkan pesan ini. Kau meminum mirasku?

Siapa suruh? Kenapa kau ini?

Enyah kau!

Pergi!

Pasti kuakan kembali ke kapal itu. Apa yang kau lakukan?

Lepas!

Lepas!

Lepaskan dia! Kau lepaskan dulu.

Kau lepaskan dulu. Dilepas barengan.

Kau lepaskan dulu. Jangan tarik rambutnya.

Kalian ini bersaudara.

Gurumu datang.

Aku ke sini sekarang.

Aku disini.

Apa-apaan ini?

Kau kira kau terhormat, huh?

Kubilang tak usah selamatkan dia. Apa kau dengar?

Apa kau mau bikin aku kesal? Ini nyawa manusia!

Masih saja menjawab? Akan kuhajar kau!

Lihat situasi sebelum bertindak.

Pakai aturan guru disini.

Ada apa disini?

Jangan pegang! Tak menyisakan buatku?

Kulihat kau mengajarinya dengan baik.

Jangan minum mirasku lagi.

Aku harus meminumnya.

Sana merokoklah.

Rokok.

Bocah tengik.

Aku akan bicara sama orang asing itu.

Dimana kau menemukan dia?

Menyelamatkannya dari laut.

Tanyai dulu, minumnya nanti saja.

Nama?

Kau bisa bahasa Inggris?

Namaku Thomas Newman. Teman.

Guru Chen. Murid.

Aku mengerti.

Bicaralah.

Kau siapa?

Nama?

Namaku Thomas Newman. Lihat.

Niu Men.

Niu Men, Tn. Niu.

Niu Men.

Namamu Niu Men? Amerika?

Dolar Amerika?

Ame..?

Dolar.

Aku tak punya uang.

Tapi ada ratusan orang yang butuh bantuan kita.

Kita harus selamatkan mereka.

Tolong berikan.. bisa ambilkan itu?

Aku Pasukan Bersenjata Inggirs.

Kami ditangkap di Hongkong. Jepang mau membawa kami

ke kamp Tawanan Perang di Jepang.

Tapi kapal kami diserang oleh torpedo pagi ini. Dia ngomong apa?

Aku berjasil kabur tapi harus kembali untuk menolong mereka. Tunggu!

Tidak! Kau bantu aku mencapai..

Tidak. Panjang! Kepanjangan!

Kepanjangan.

1.800 orang Inggris.

Orang Inggris?

Ya orang Inggris. Bangsa Inggris.

Di kapal, tenggelam. Butuh pertolongan.

Dia ngomong apa?

Pasukan Sekutu!

Apa itu?

Dulu waktu ikut militer, aku tahu semuanya.

Kukasih tahu. Apa itu Pasukan Sekutu?

Orang yang membantu kita melawan Jepang.

Sial!

Buka pintunya!

Tidak, kau akan menjual dia ke Jepang!

Menganggap sudah enak hidupmu?

Menyelamatkan nyawa itu tidak salah, Ah Bi.

Ini tindakan benar

dan patriotisme!

Kau kabur dari militer (desertir)

Tahu apa kau soal patriotisme? Itu satu-satunya cara saat itu.

Desertir tetap saja tentara!

Buka!

Buka pintunya, dengar tidak?

Ah Bi!

Jepang mungkin tidak tahu orang ini ada di pulau ini.

Sana intailah lebih dulu. Mengerti?

Pembawa masalah.

Ah Dang, ganti bajunya dulu.

Sembunyikan dia.

Kita harus bisa melewati ini dulu.

Lebih tinggi lagi, masih belum ada sinyal.

Kopral, alat ini sudah usang. Harus diganti

Akan kuperiksa yang di atas.

Baik.

Lewat sini. Fukuta.

Tidak. Lewat sini.

Pegangi lebih tinggi lagi. Lagi kuusahakan.

Banyak sekali kata-katanya.

Timur.

Ikan.

Orang.

Burung.

Tidak.

Pulau.

Pulau.

Inggris.

Tentara.

Tentara Inggris.

Dua.

Waktu ganda..

Nanti.

4 jam nanti..

Mendarat.

Ah Dang.

Ah Dang!

Siapa menyuruhmu ke sini?

Mundur.

Kakek Wu!

Siapa saja, hentikan dia!

Kau di selatan, kami di utara.

Potong ikatan demi nyawa. Itu aturannya. Kakek Wu!

Kuingin bicara denganmu tentang sesuatu masalah.

Aku bos disini. Bicara saja denganku.

Masa bodoh sama dia.

Sudah 3 tahun.

Mau jadi kura-kura selamanya?

Kecuali cuma mempersembahkan dupa hari demi hari,

apalagi yang bisa dia perbuat?

Minggirlah.

Ah Kui! Masuklah!

Ah Lu! Tolong aku!

Telingaku.

Minggir sana.

Jepang sedang mendarat..

mencari seseorang.

Siapa?

Orang Inggris berambut pirang bermata biru.

Orang yang membantu kita melawan Jepang.

Mengapa ada orang Inggris di pulau ini?

Aku menyelamatkannya dari laut.

Dimana dia?

Sudah pergi. Pergi kemana?

Kemana? Katakan!

Ayo, Niu Men! Cepat!

Berhenti!

Kau pergilah dulu! Niu Men. Kakakku datang, lekas pergilah!

Jangan campuri urusanku.

Aku ke sini cuma mau memberitahumu.

Jepang mungkin akan mendarat 4 jam lagi.

Berhati-hatilah.

Paman, aku tak bisa pegangi dia.

Kalian berdua pegangi tangannya.

Dia kuat sekali. Ayo, belok ke kiri.

Rumah kayu.

Geledah dia.

Dia bawa rokok.

Geledah.

Paman, apa dia tadi mengatakan menyelamatkan dari laut?

Seseorang.

Dari negara lain. Negara lain?

Orang Inggris. Orang apa?

Orang Inggris.

Telinga budeg-ku pun bisa dengar.

Apa itu orang Inggris?

Orang yang membantu kita melawan Jepang.

Paman, apa menurutmu kalau Jepang mengetahui,

apa mereka akan menyerang kita?

Kau jangan percayai bajak laut.

Mau menakuti kita?

Bersama orang-orang yang bisa melepaskan talinya?

Buat apa dia menakuti kita?

Serahkan saja dia pada Jepang.

Jangan.

Jepang sedang mencari orang Inggris, bukan dia.

Kalau kita biarkan mereka menemukan orang Inggris itu lebih dulu,

maka kita tak bisa jelaskan sendiri.

Kita yang harus temukan orang Inggris itu lebih dulu.

Harus.

Dimana orang Inggris ini?

Katakan jujur.

Menyingkir dariku!

Jauhi aku!

Apa maumu?

Tidak!

Tolong, jangan!

Kumohon!

Kembalilah ke asalmu.

Aku tak akan membunuhmu. Kumohon.

Lompatlah sendiri. Kumohon.

Lompat! Ah Bi!

Lepas!

Kau mau mati?

Lepaskan! Dia ini mau membantu kita.

Dia ini mau membantu kita. Jepang mau ke sini. Mencari dia!

Kau bisa mati karena melindunginya. Dia juga manusia!

Aku tak boleh mati disini! Biar aku mati bersamanya, ayo!

Masih banyak yang di kapal, aku harus tolong mereka.

Ah Bi!

Ah Bi!

Pergilah nanti malam. Tinggalkan pulau ini.

Kau sembunyikan dia.

Sembunyikan dia dengan aman.

Tunggulah aku kembali.

Niu Men.

Jangan salahkan kakakku. Dia cuma ingin melindungiku.

Maaf, aku tidak mengerti.

Aku..

membawamu..

ke tempat yang kau sebut rumah itu.

Home.

Home?

Ya. Home.

Kau mau mengantarku.. kembali ke Inggris?

Ya. Home.

Itu jauh sekali. Ada kapal.

Kapal.

Yang besar.

Dan sebuah bola. Aku akan..

mengantarmu, pulang

Kungin mengajak Chu ke Inggris.

Chu.

Pacarku.

Chu. Yeah.

Kami bertemu di Hongkong.

Itu cinta pada pandangan pertama.

Aku tak peduli meski tak bisa pulang.

Tapi Chu akan senang bila tahu aku masih hidup.

Aku tahu kau tak mengerti, tapi terima kasih.

Terima kasih.

Sini.

Tentu.

Cara Cina.

Kamu! Brengsek. Dari mana saja kau?

Satu orang Inggris berambut pirang bermata biru hilang.

Diduga ada di pulau kita.

Kita butuh semua warga desa untuk mencari dia.

Cepat, terjemahkan!

Mereka sedang mencari seorang pria berambut pirang bermata biru.

Kami sudah cari.

Sudah cari di seluruh gunung beberapa kali.

Tapi tak menemukan orang yang seperti itu.

Tidak ada yang melihat orang yang seperti itu.

Seluruh warga desa sudah mencarinya,

tapi tak ada yang melihatnya.

Kau goblok tak tahu soal ini?

Maaf, Letnan.

Apa kalian..

menyembunyikan dia?

Pak, itu..

itu..

itu..

Itu jelas mustahil, pak.

Kenapa tiba-tiba pergi? Kemasi barang-barangmu.

Barang yang penting saja.

Bagaimana kalau mereka menemukan orang Inggris itu?

Tak ada waktu membahas itu sekarang.

Kau jangan pergi..

Bagaimana dengan ayahku?

Dia mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkanku dari perdagangan manusia.

Bagaimana kutega mau pergi?

Aku tak akan pergi, kau saja. Ah Hua, Ah Hua!

Dan kalian berdua bajak laut cilik. Dulu hampir mati di laut.

Semua orang tidak suka.

Bukankah ayahku yang menyelamatkan kalian?

Satu di selatan, satu di utara.

Lepas semua ikatan.

Itulah aturan yang dia tetapkan.

Sudah kukatakan padanya sebisaku.

Dan meninggalkan uang cukup buatnya selama masa tua.

Apa lagi yang bisa kuperbuat?

Aku tak berhutang budi lagi padanya. Tapi aku, ya!

Aku berhutang budi padanya.

Kau punya seorang adik,

aku punya seorang ayah.

Tembak!

Itu granat. Itu peluncur granat.

Itu peluncur granat.

Itu tentara Jepang. Kau jangan bergerak.

Jepang datang. Mereka akan membunuhmu!

Mereka akan bunuh kalian semua!

Kau jangan kemana-mana. Tunggu aku disini.

Watari Hisao!

Itu perahu keluargaku.

Teganya kau..

Semuanya, diam di tempat!

Satu perahu hilang bisa dibuat lagi.

Satu nyawa itu hilang selamanya. Ayah!

Ayah! Mereka cuma menginginkan pria pirang bermata biru.

Kita tak akan kenapa-napa kalau menyerahkan dia.

Aku tahu kita saling kenal

tapi

sembunyikan pria itu kalian akan dihukum!

Pak,

kami sungguh tak tahu dimana orang itu.

Letnan, dia bilang pria itu tak ada di pulau ini.

Siap!

Hentikan!

Bicaralah padaku kalau kau ada masalah.

Petugas ingin berjabat tangan.

Kau tak mau mengatakan jujur, begitu?

Dia bilang kau tak mau mengatakan jujur.

Berhenti, berhenti!

Bunuh!

Berhenti!

Kau dengarkan aku, itu tentara Jepang. Mereka akan membunuh kalian semua!

Kembalilah.

Tunggu, kau tak mau dengarkan. Kembalilah.

Tak usah ikut campur! Ini urusanku.

Aku ke sana, ini tak ada kaitannya sama mereka.

Jangan berhenti.

Ayah!

Dia ngomong apa?

Dia bilang, bunuh.

Kakak!

Bantu aku berdiri.

Maafkan aku.

Akulah yang mereka inginkan. Maafkan aku.

Tak akan apa-apa. Percayalah.

Maafkan aku.

Bunuh!

Jangan membunuh lagi, jangan.

Jangan membunuh lagi. Bunuh!

Bunuh aku, bunuh aku. Akan terus kubunuh, sampai kalian bicara.

Hentikan, jangan mereka, hentikan.

Bunuh aku, biar aku saja yang terakhir.

Bunuh saja aku.

Hentikan!

Akulah yang kalian cari.

Tak ada kaitannya sama orang-orang ini.

Petugas, aku Thomas Newman.

Aku Lance Bombardier dari Batalyon-12

Resimen pesisir-8, Artileri Kerajaan.

Aku kecebur ke laut dari Lisbon Maru pagi ini

dan terdampar ke pulau ini.

Aku kesini untuk menyerahkan diri, pak.

Semua yang kulakukan sejak di pulau ini adalah kemauanku sendiri.

Tidak ada hubungannya dengan orang lain.

Aku siap melayani, pak.

Bawa dia! Siap, pak.

Berlutut!

Kalian berbohong.

Ada seseorang yang menyembunyikan dia.

Dia bilang kalian berbohong.

Ada seseorang yang menyembunyikan dia.

Apa saja yang kau kerjakan?

Kamu. Kau,

Wanliang. Kamu!

Dan Kamu. Ah Lu.

Kamu! Kau, Qianjin.

Dan kamu! Paman.

Ya, kamu!

Bawa orang-orang ini sebagai sandera.

Jika ada berita soal para tentara Inggris itu bocor, bunuh sandera ini.

Terjemahkan! Ya.

Orang-orang yang dia tunjuk

akan..

akan mereka bawa.

Tak ada yang akan dibawa.

Aku bosnya.

Aku yang menolong orang itu.

Tak ada hubungannya sama mereka.

Mereka akan membunuh lagi jika kau ke sana.

Diam saja disini.

Diamlah.

Mereka berdua juga jangan dilibatkan.

Aku sendiri yang ikut denganmu.

Aku yang menolong orang itu.

Aku bos disini.

Jangan ada orang disini yang pergi.

Kembalilah.

Kembali.

Pulanglah, tak ada yang perlu dilihat disini.

Pulanglah.

Pulanglah dan memasak.

Bawa saja bajumu.

Kalian bajingan.

Ayo.

Ayo.

Kau keparat!

Kakek Wu!

Kenapa kalian lakukan ini?

Kalian binatang!

Jangan bergerak!

Mereka semua tak bersalah!

Bawa mereka!

Er-ye.

Paman.

Kau akan kembali, kau pasti kembali.

Hati-hati saja bicara dan kalian akan kembali.

Semuanya akan kembali.

Aku juga akan pergi.

Tidak.

Sini kau!

Kau dari Kansai 'kan? Ya, pak!

Kutinggalkan 2 tentara ikut bersamamu. Tetap waspada dan tunggu perintah.

Ya, pak!

Lisbon Maru, ini Gokoku Maru.

Kita telah sampai di koordinat yang ditunjuk.

Siap menunggu perintah. Bersiap untuk penjemputan.

Lisbon Maru, ini Gokoku Maru.

Kita telah sampai di koordinat yang ditunjuk.

Siap menunggu perintah. Bersiap untuk penjemputan.

Kita lakukan pengawasan maritim

dan bersiap untuk operasi penyelamatan Lisbon Maru.

Lisbon Maru.

Ini Kuri.

Datang untuk menyelamatkan krumu.

Melanjutkan ke koordinatmu.

Kuri dan Gokoku Maru sudah di posisi yang ditunjuk.

Semua tentara! Siap evakuasi!

Tetaplah disini, lebih lama lagi.

Mengenai Ah Dang,

sekarang tergantung nasib. Tetap disini, demi garis keturunan keluargamu.

Kalau kau pergi, cuma akan menambah korban lagi.

Kakek Wu memperlakukanmu dengan baik.

Semuanya ini terjadi gara-gara kamu.

Semua nyawa itu tanggung jawabmu.

Apa itu adil? Semua yang dalam bahaya di laut harus ditolong.

Ini aturan pulau.

Kau orang daratan tak tahu apa-apa. Chen Zhusheng!

Seluruh desa menabung sebisanya untuk mendukungmu,

berharap kau mendidik

anak-anak kami dengan baik.

Kau sudah tahu soal orang Inggris itu 'kan? Aku sudah tahu.

Kenapa tak beritahu aku? Aku cuma ingin kedamaian.

Siapa sangka mereka datang dan membunuh.. Bagaimanapun aku ketua yang ditunjuk Jepang

Minimal aku bisa menegosiasikan.

Mengapa tak beritahu aku? Mengapa?

Ini tak akan terjadi.

Sudah tugasku melindungi orang-orang di pulau ini.

Cukup sudah nyawa yang melayang.

Sembunyi saja.

Pokoknya sembunyi.

2 Jepang?

Ya.

2 senjata. Ya.

Warga desa hampir 300 orang.

Ya. 3 tahun! Kita tidak melaut.

Kita harus berdiam diri. banyak warga terbunuh.

Kita harus berdiam diri. Mereka membawa adikku.

Kita harus berdiam diri.

Berdiam

diri.

Mau nambah lagi? Berdiam diri.

Bagaimana sekarang?

Berdiam diri. Saat waktunya diam, kita diam

Tapi saat waktunya lari, kita harus lari!

Kita bisa lari ke mana?

Satu anak dibunuh.

Tak ada yang melawan.

Ah Dang dibawa.

Kau adalah gurunya.

Kau sendiri yang membesarkan dia. Kau tetap tutup mulut.

Benar 'kan? Tuan Desertir.

Aku memang desertir!

Desertir tetaplah tentara.

Apa kau menemukan kedamaian dengan selalu melarikan diri?

Tidak sama sekali.

Maka tak seorangpun harus melarikan diri.

Sekarang semua memikirkan dirinya sendiri!

Lisbon Maru sedang tenggelam.

Tentara Kekaisaran, bawalah semangat para tentara yang gugur,

lanjutkan menyelesaikan misi yang dianugerahkan oleh Kaisar kita.

Tenn ō heika

Banzai!

Banzai!

Semua membantu kondisi darurat!

Ruang mesin bocor parah.

Kapal tak dapat bergerak.

Semua kru harus memindahkan persediaan dan evakuasi.

Skuad 3! Bersiap mendarat!

Bersiap mendarat!

Semua membantu kondisi darurat!

Ruang mesin bocor parah.

Kapal tak dapat bergerak.

Semua kru harus memindahkan persediaan dan evakuasi.

Kolonel, terima kasih telah naik ke kapal.

Kau tawanan Inggris, berusaha kabur?

Itu tak ada gunanya. Kami akan selalu menangkapmu.

Kabur?

Aku tidak berniat kabur.

Aku terjatuh dari kapal.

Serangan torpedo

dan kalian berusaha menembakku! Diam.

Tak usah membantah.

Aku benci kau! Jangan membantah.

Aku benci kau!

Sekarang kita hukum para desertir.

Jebloskan orang-orang Cina ini ke Kargo 3. Siap, pak!

Cepat! Lewat sini.

Hey kawan, kuingin tahu namamu.

Siapa namamu?

Namaku Thomas Newman.

Ingat itu.

Terima kasih. Terima kasih atas semuanya.

Aku akan selalu mengingatmu.

Jangan lupa yang kita bahas. "Home"!

Aku tak akan bisa selamat, tapi kau bisa!

Kau bisa! Kau bisa pulang!

Pulang!

Aku tak akan bisa selamat, tapi kau bisa!

Kau bisa pulang!

Pulang!

Buka pintu palka.

Jangan bergerak.

Jangan bertindak bodoh.

Tak usah macam-macam.

Tunggu, suruh mereka masuk satu persatu.

Jangan ngobrol, jangan mengganggu ketertiban.

Ruang Kargo 3

Begitu persediaan sudah dipindahkan,

kita akan segera kembali ke Jepang bersama Kuri.

Pertahankan 6 anggota Yuzuru dan 2 kapal pendarat.

Pastikan peringatan keamanan sampai Lisbon Maru tenggelam.

Setelah itu,

kirim pasukan ke Pulau Nelayan Timur.

Untuk mencegah kebocoran informasi,

para warga desa itu harus dibinasakan.

Siap, pak.

Bagaimana dengan tawanan perang di kapal ini?

Mereka akan tenggelam bersama Lisbon Maru. Tak seorangpun bisa hidup.

Siap, pak.

Tutup rapat pintu palka. Gunakan terpal tahan air.

Siap, pak.

Keluarkan kami, bajingan!

Kami bukan binatang!

Terus naik!

Jangan sampai mati kedinginan! Angkat dia!

Angkat dia!

Tetap diam. Jangan bersuara.

Letnan, 6 anggota Gyokusai sudah bersedia maju.

Mereka bersumpah mati bersama Lisbon Maru.

Banzai!

Banzai!

♪Perjalanan jauh ke Tipperary,♪

♪perjalanannya jauh♪

♪Perjalanan jauh ke Tipperary,♪

♪demi gadis manis yang kukenal♪

♪Selamat tinggal, Piccadilly,♪

♪selamat tinggal, Leicester Square♪

♪Perjalanan jauh ke Tipperary,♪

Home!

Ingatlah itu.

Terima kasih.

Terima kasih atas semuanya!

Terima kasih banyak. Terima kasih.

Terima kasih.

Jangan lupa yang kita bahas.

Home!

Kau bisa pulang!

Aku tak akan bisa selamat, tapi kau bisa.

Kau bisa pulang!

♪Demi gadis manis yang kukenal♪

♪Selamat tinggal, Piccadilly,♪

♪selamat tinggal, Leicester Square♪

Terima kasih telah menyelamatkan nyawaku.

Terima kasih.

Ingatlah aku.

Aku Thomas Newman.

Namaku Thomas.

Namaku Thomas.

Namaku Thomas.

♪Perjalanannya jauh♪

♪Perjalanan jauh ke Tipperary,♪

Buang mayatnya ke laut. Siap, pak.

Kembalilah pulang.

10 Jam Sebelum Tenggelamnya Lisbon Maru

Jangan tersesat, kembalilah ke pulau ini.

Kembalilah ke pulau ini.

Jiwa-jiwa tersesat, jadikan panji bendera panduanmu pulang.

Kembalilah pulang.

Jangan tersesat, kembalilah ke pulau ini.

Kembalilah ke pulau.

Jiwa-jiwa tersesat, jadikan panji bendera panduanmu pulang.

Kembalilah pulang.

Jangan tersesat, kembalilah ke pulau ini.

Kembalilah pulang.

Jangan tersesat, kembalilah ke pulau ini..

Kopral, warga desa melanggar jam malam.

Apa harus kami urus?

Kopral!

Kita harus hidup.

Kita harus hidup.

Akan kulakukan.

Biar aku saja.

Biar aku saja.

Hentikan.

Hentikan!

Jangan tembak!

Kalian harus menghormati yang sudah mati.

Jangan tembak!

Kalian harus menghormati yang sudah mati.

Jangan tembak!

Kalian harus menghormati yang sudah mati.

Ruang Kargo 3

Lari!

Aku tak bisa renang. Tolong aku.

Awas, air masuk. Naik tangga!

Tolong aku! Tolong!

Cepat, naik tangga!

Tangganya ambruk!

Terus tarik.

Kode Morse: (Air laut masuk di tingkat bawah Kargo 3.)

Kode Morse: (Ini sudah berakhir.)

Bocah bajak laut, apa yang kau lakukan?

Bocah bajak laut, cari pintu keluar!

Hormatilah yang sudah mati!

Hentikan!

Jangan tembak!

Hormatilah yang sudah mati!

Ayah!

Jangan tembak!

Jangan tembak!

Ayah!

Apa kalian tak punya orangtua?

Saat orangtua kalian meninggal,

bukankah harus kalian kubur?

Dasar binatang!

Bangsat!

Aku tak pergi.

Aku tak akan pergi, tidak.

Aku tak akan pergi, tidak.

Tarik!

Skuad 2, kumpul di dek, level 2!

Cek lagi area depan.

Siap, pak.

Apa yang kamu lakukan disini?

Bajingan!

Tunggu apa lagi?

Ah Dang!

6 anggota Gyokusai tetap disini.

Yang lain harus kumpul. Ayo!

Ayo!

Semua yang di pulau ini.

Kalian semua.

Ingatlah.

Inilah akibatnya

bagi mereka yang menentang Tentara Kekaisaran Jepang!

Berlutut!

Hukuman mati dimulai sekarang.

Li Yuanxing!

Jangan berlutut!

Makin lama kau berlutut,

semakin susah kau bangkit lagi.

Jangan berlutut! Eksekusi dia.

"Sungai Bersimbah Merah."

Rapalkan! 10 kali!

"Sungai Bersimbah Merah."

Rapalkan! 10 kali!

Mari kita pulang.

Ah Dang!

Ah Dang!

Patroli dek melapor: semua aman.

Dimengerti. Mengalihkan pengawasan sekarang

Ayo!

Banyak orang di bawah sana.

Kita harus selamatkan mereka.

Kakak.

Kakak.

Banyak sekali orang di bawah sana.

Ruang Kargo 3

Bocah bajak laut.

Lekas naik!

Semua unit berkumpul!

Jangan biarkan mereka kabur, bunuh mereka semua!

Cepat!

Wanliang!

Ah Dang.

Kau pembunuh bangsat!

Kau pembunuh bangsat!

Semuanya, lompat!

Mampuslah kau!

Bertahanlah.

Hampir sampai.

Hampir sampai rumah.

Bertahanlah.

Pada tim penugasan Pulau Nelayan Timur:

Tetap kendalikan penduduk pulau untuk mencegah kebocoran informasi.

Jangan ada yang diperbolehkan pergi. Pasukan kami akan mendarat 4 jam lagi

untuk membinasakan desa itu.

Misi ini harus dilaksanakan. Kuulangi,

misi ini harus dilaksanakan.

Komandan AU Armada Artileri-13, Yano Yoshitoshi.

Watanabe.

Watanabe!

Kopral, Watanabe terbunuh.

Bajak laut..

Fukuda, apa yang terjadi di situ?

1. Kebajikan & Kesetiaan

Mereka..

berambut pirang. Bermata biru.

Memakai seragam.

Ada yang mati kelaparan.

Ada yang mati tenggelam.

Mereka semua.

Tempat itu lebih bau dari bangkai ikan.

Ada yang penuh luka..

Ada yang sakit..

Mereka tertangkap lagi begitu keluar.

Orang-orang mati..

Terus makin banyak yang mati.

Ah Lu mati.

Wanliang mati.

Qianjin.

Qianjin.

Sana lepas ikatan perahu ayahku.

Omong kosong.

Wanita melaut melanggar aturan.

Terjemahkan.

Untuk menutupi yang terjadi disini,

Jepang akan membantai desa ini.

Semua akan mati.

Kita semua akan mati.

Kita semua akan mati!

Sudah kulepas semua ikatan perahu di pulau.

Soal jalan keluar..

Ah Hua yang tahu.

Yang ingin hidup,

ikutlah dengannya.

Pergilah sejauh mungkin.

Hiduplah

hari demi hari.

Berhenti!

Berhenti di situ!

Urusan Ah Dang harus diselesaikan.

Kubilang berhenti!

Meminum darah, itu ritual pernikahan bajak laut.

Kau milikku.

Kapal itu tenggelam.

Orang-orang sekarat.

Banyak nyawa dalam bahaya,

harus diselamatkan.

90 Menit Sebelum Tenggelamnya Lisbon Maru

Kebuka. Kau berhasil.

Ayo dorong!

Ruang Kargo 2

Lekas selamatkan mereka yang di kargo. Baik

Sambil sembunyi.

Darurat, para tawanan kabur!

Semuanya berlindung! Berlindung!

Apa itu?

Cuma ada beberapa tentara Jepang.

Posisi menyebar.

Enyahlah ke neraka!

Bajingan!

Kita selamat!

Hidup Raja Inggris!

6 anggota Gyokusai mati.

Meminta ijin untuk meluncurkan serangan.

Baik, dengarkan baik-baik!

Pertama, kita berhutang terima kasih pada pria Cina pemberani ini.

Keberanian dan semangatnya sebagai pria

yang membuat kita tetap hidup dan berdiri disini sekarang.

Tujuan kita sudah jelas, bertahan hidup.

Kapal ini akan tenggelam dengan cepat, jadi waktu kita tak banyak.

Kita harus segera evakuasi.

Kita sudah melewati masa sulit,

tapi sekarang, lebih sulit dari sebelumnya,

kalian harus ingat pelatihan dan disiplin.

Ingatlah alasan kita bertempur.

Ingatlah wajah-wajah mereka yang menunggu kita.

Mereka yang kita cintai, yang yakin pada kita,

dan rekan-rekan kita yang gugur.

60 Menit Sebelum Tenggelamnya Lisbon Maru

Beberapa kita mungkin beruntung bisa kembali pulang.

Merekalah yang akan cerita jujur tentang kejadian disini.

Banyak orang Cina yang menyerahkan nyawanya demi kita.

Rakyat bangsa ini masih melawan penjajahan.

Mereka tak akan dilupakan.

Dan kita tak berperang sendirian.

Sekarang, mari tetap hidup dari pertempuran ini.

Dan kita pulang!

Itu pasukan Jepang!

Itu peluncur granat!

Cepat, berlindung!

Perahu motor! Di sebelah lain!

Lompat, lompat!

Merunduk!

Lompat!

Senjata mesin!

Berlindung!

Resimen Middlesex, ikut aku!

Merunduk!

Tiang kapal ambruk!

Lompat!

Semuanya, lompat!

Kepala tetap di atas air!

Apa yang terjadi?

Mereka berhenti.

Ayo balikkan perahunya.

Kalau maju, kita maju sama-sama.

Ayo ke sana.

Enyahlah ke neraka!

Kalian tak akan lolos!

Resimen Middlesex,

pegangan talinya! Ya, pak!

Semuanya berpencar!

Orang Cina itu naik perahu. Kita harus bantu dia.

Jangan berhenti sampai kita naik ke dek.

Maju! Ya, pak!

Resimen Middlesex,

balikkan perahunya!

Lisbon Maru

Tenn ō heika Banzai!

Ayah,

kau berlutut di depan dinding ini tiap hari

Maafkan aku karena tidak patuh.

Aku hancurkan ini

agar para leluhur menyaksikan dengan matanya sendiri.

Jepang mengubur aula leluhur kita,

membunuh banyak warga kita, dan kau suruh kami tetap diam.

Sudah kami lakukan.

Mereka melarang melaut,

memaksa kami hidup kayak kura-kura bertempurung lunak,

dan kami tak berbuat apa-apa.

Lalu apa yang terjadi?

3 keluarga Bian mati.

Pak Chen mati.

Ah Dang mati.

Bahkan kau tiada.

Kau tetap diam.

Tetap diam..

Apa itu membantu?

Jepang

sekarang datang untuk membantai kami, apa kami harus tetap diam?

Banyak sekali orang yang mati, bagaimana kami tetap diam?

Dan mereka yang di lautan sana, bagaimana kami tetap diam?

Sampaikan perintah ini.

Perahu motor telah dihancurkan.

Tahanan Inggris kabur.

Meminta ijin untuk menyerang perairan yang ditunjuk.

Dimengerti.

Kami tak bisa berdiam diri lagi.

Dan kami tak mau diam.

Jepang punya senjata dan meriam.

Kami tak punya apa-apa

selain orang-orang ini.

Mereka membunuh kami semua

ataupun mereka gagal,

meski kami hanya tersisa satu,

hari ini kami akan berangkat ke laut.

Masa bodoh dengan blokade itu.

Leluhur kita mengatakan,

semua yang dalam bahaya di laut

harus diselamatkan.

Wanita tak boleh berlayar?

Aku, Ah Hua,

aku langgar aturan itu hari ini.

Kita harus selamatkan mereka.

Kita harus selamatkan mereka.

Kita harus selamatkan mereka.

Kita harus selamatkan mereka.

Kita harus selamatkan mereka.

30 Menit Sebelum Tenggelamnya Lisbon Maru

Aye, kawan-kawan,

angkat layar, dorong tiang!

Dayung sekarang,

dayung sepenuh jiwa!

Angin timur laut,

tak ingin kau tenang!

Perairan dangkal, menuju pantai!

Air pasang telah tiba!

Aye, kawan-kawan,

angkat layar, dorong tiang!

Dayung sekarang,

dayung sepenuh jiwa!

Angin timur laut,

tak ingin kau tenang!

Perairan dangkal, menuju pantai!

Para nelayan Cina itu menerobos blokade ranjau laut.

Ah Hua.

Mereka banyak sekali.

Kapal bom Jepang masih di sana.

Masa bodoh sama kapal bom.

Putar ke kiri!

Lemparkan jaring!

Untuk tangkap ikan besar. Putar kiri dan lempar jaring.

Putar kiri dan lempar jaring. Untuk tangkap ikan besar.

Lempar jaring, keluarkan mereka!

Putar kiri!

Lempar jaring!

Putar kiri!

Lempar jaring, keluarkan mereka!

Seru sekali!

Itu kapal Cina!

Itu kapal Cina!

Itu kapal Cina!

Tolong kami!

Lekas naik kapal!

Mereka ke sini untuk menyelamatkan kita.

Lempar jaring, keluarkan mereka!

Lempar jaring, keluarkan mereka!

Ayo, raih itu!

Lempar jaring!

Pegangan jaring!

Tarik! Naik!

Pegangan erat!

Komandan, artileri siap, meminta ijin untuk menembak.

Dimengerti.

Tarik talinya!

Renang ke sini, cepat!

Terima kasih. Cepat!

Renang ke sini, cepat!

Pusaran air besar!

Belok ke samping!

Belokkan kapal ke samping!

Pusaran air besar! Belok ke samping!

Cepat! Belok ke samping!

Pusaran air besar! Belok ke samping!

Berenang! Pusaran air besar!

Renang pakai kayu-kayu!

Raih tanganku!

Aku pegangi.

Tali!

Sudah!

Ayo!

Ah Hua, kirimu!

Paman Gui, sini bantu!

Ah Bi!

Ah Bi!

Sedotannya makin kuat!

Aku tak kuat menahan! Tarik!

Ah Hua, jangan maju lagi! Lepas!

Lepas!

Ah Bi!

Ah Bi!

Akan kutangani!

Raih jaringnya!

Ayo naik!

Tangkap talinya!

Pegang tanganku.

Pegang tanganku, ayo, naik!

Lepas sampannya! Lepas sampannya!

Lepas sampannya!

1, 2, ayo!

Raih tanganku. Pegangan.

Ayo, bertahanlah.

Ayo, lebih cepat!

Kita berputar lagi.

Kapalnya berputar!

Tetap membungkuk!

Untuk hentikan putaran.

Tetap membungkuk!

Mendekat.

Pegangan erat.

Li Yuanxing!

Li Yuanxing!

Kaitkan ke perahumu!

Tangkap!

Masa bodohlah!

Kembali!

Kau bisa mati disini.

Tidak.

Tidak.

Tarik!

Tarik talinya!

Tarik!

Raih talinya, cepat!

Raih talinya!

Ulurkan talinya!

Ulurkan talinya!

Ulurkan talinya!

Ulurkan talinya!

Coba pegang ini.

Terus berenang. Raih talinya.

Tarik!

Tarik!

Tarik!

Terus tarik!

Perintah diterima.

Karena kedatangan nelayan Cina dalam jumlah besar,

memulai tembakan bisa memicu reaksi negatif internasional.

Batalkan serangan. Tahan posisi dan tetap waspada.

Dimana dia?

Aku tak melihat dia.

Mana pria Cina itu?

Terima kasih. Terima kasih telah menolong kami.

Terima kasih.

Dayung dengan kuat!

Dayung sampai senja,

dengan perut tegang.

Dayung ikuti arus,

minum anggur.

Peluk anakmu,

tidur sepanjang malam.

Mereka datang dari laut,

dan pada akhirnya, kembali ke laut.

Aku percaya,

itulah rumah mereka.

Tempat mereka seharusnya untuk kembali.

Perhatian!

Resimen Kerajaan Skotlandia, berbaris!

Resimen Middlesex, berbaris!

Namaku Ah Hua.

Aku ingat bila kami menyelamatkan banyak nyawa.

Beberapa mereka bertahan hidup

dan pada akhirnya berhasil pulang.

Perhatian!

Angkatan Laut Kerajaan, lapor.

Hadir.

Kerajaan Skotlandia, lapor. Hadir.

Putar balik!

Hormat!

Seiring tahun-tahun berlalu,

ada seseorang menanyakan ini lagi,

mengapa kami mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan para tentara ini.

Aku tak begitu bisa menjelaskannya.

Aku cuma tahu,

siapapun mereka,

apapun bahasanya,

betapapun beda rupa mereka.

nyawa tetaplah nyawa.

Sebagai manusia,

kita seharusnya saling menolong,

bukankah begitu?

Menjelang Revensi Konvensi Jeneva, Komunitas Internasional Mengutuk Keras

Atas Perlakuan Brutal Terhadap Tahanan Perang Oleh Pihak Yang Terlibat.

Sementara Itu, Sejumlah Besar Nelayan Cina Yang Menembus

Blokade Dan Berangkat Ke Laut, Menarik Perhatian Luas.

Menghadapi Tekanan Internasional Yang Semakin Tinggi,

Tentara Jepang Memutuskan Untuk Menghentikan Serangannya

Dan Menghentikan Pembantaian Yang Telah Direncanakan Di Desa Tersebut.

Catatan Sejarah Menunjukkan Bahwa Nelayan Cina selamatkan 384 Tahanan Perang Inggris.

Setelah Perang, Beberapa Dari Mereka Akhirnya Pulang.

Namaku Danise Wynne.

Dan usiaku 76 tahun.

Ayahku, Dennis Morley,

yang meninggal pada 3 Januari 2021,

adalah penyintas yang selamat dari Lisbon Maru

Sebelum dia meninggal,

dia menyuruhku untuk menghormati nelayan Bongji mewakilinya.

Ayahku begitu emosional memikirkan semua tawanan perang

yang terperangkap di dek bawah begitu kapal tenggelam.

Lalu akhirnya lolos dan melompat ke laut

untuk ditembaki oleh tentara Jepang!

Shen Pinsheng, Inspirasi Nyata Untuk Karakter Ah Bi.

Lahir Tahun 1902, Seorang Nelayan Lokal Dari Bao Keempat,

Dan kemudian para pahlawan pemberani,

Pulau Miaozihu. Pada Tahun 1942,

Ia Ikut Serta Dalam Penyelamatan Tahanan Tentara Inggris Dari Lisbon Maru.

para Nelayan Cina, muncul

Lin Fuyun, Inspirasi Nyata Untuk Karakter Ah Dang.

dan mulai menyelamatkan para tawanan perang

Lahir 1925, Seorang Nelayan Lokal Dari Bao Keempat, Pulau Miaozihu.

Pada Tahun 1942, Ia Ikut Dalam Penyelamatan Tahanan Tentara Inggris Dari Lisbon Maru.

Ayahku mengingat

Putri Prajurit Dennis Morley, Resimen Kerajaan Skotlandia

nelayan Cina sebagai malaikat

datang bersama-sama untuk menyelamatkan mereka semua dari neraka.

Weng Liuxiang, Inspirasi Nyata Untuk Karakter Ah Hua.

Lahir Tahun 1921, Ia Berusia 21 Tahun Pada Saat Kejadian Terjadi.

Karena dia mengatakan itu memang neraka.

Pada Tahun 1942, Ia Ikut Dalam Penyelamatan Tahanan Tentara Inggris Dari Lisbon Maru.

Weng Ah Chuan, Inspirasi Nyata Untuk Karakter Kakek Wu.

Ada ledakan keras.

Lahir Tahun 1902, Seorang Nelayan Dari Qingbang Nantianwan,

Bao Ketiga, Di Bawah Kantor Kecamatan Dongji.

Pada Tahun 1942, Ia Ikut Dalam Penyelamatan Tahanan Tentara Inggris Dari Lisbon Maru.

Terutama di Pulau Qingbang, karena dia bisa melihatnya.

Wu Buwei, Cucu Wu Qisheng, Kepala Bao Kelima Pulau Miaozihu,

Kakekku dari Pulau Miaozihu. Dia bilang sebuah kapal tenggelam

Penyelenggara Utama Penyelamatan Tahanan Udara Britania Raya.

di luar Pulau Qingbang.

Dia menyuruh semua orang untuk berlayar ke sana.

Para saudara dan teman-teman, katanya. Banyak sekai mereka..

semua keluarga Wu, nama belakang sama.

Setiap perahu yang ada diberangkatkan.

Ayah mertuaku juga membantu penyelamatan.

Dia adalah ketua nelayan.

Kapalnya sendiri menyelamatkan puluhan orang.

Keturunan Nelayan Penyelamat

Ayahku menyelamatkan 14-15 orang.

Kapalnya tak cukup,

mereka berjongkok di dek.

Kakek dulu menceritakan kisah ini

bila begitu Kakekku berhasil naik di atas dek

dia mencebur ke laut untuk berenang.

Cucu Thomas Theodore Jones Telegrafis Au Kerajaan

Ada banyak tentara Jepang menembaki mereka.

Yang menyedihkan adalah

dia berenang melewati mayat-mayat mengambang di laut.

Surat Dari Thomas Untuk Istrinya, Ditulis Di Kamp Tawanan Perang Jepang

Dan tembakan terus memberondong

tapi pada titik itu beberapa Nelayan Cina dari pulau itu

telah melihat kejadian itu.

Ada tradisi di Pulau Dongji:

Semua yang dalam bahaya di laut, mereka akan berangkat untuk membantu.

Makin banyak yang kau selamatkan,

makin banyak nyawa yang tertolong.

Orang Inggris sangat sopan.

Shen Ah-Gui, Nelayan Penyelamat

Setelah diselamatkan dan dibawa ke pantai,

mereka meneteskan air mata,

menjabat tanganku, dan membungkuk tanda terima kasih.

Orang-orang ini bisa dibunuh oleh Tentara Jepang

Putra John Emanuel Borg Drummer, Resimen Kerajaan Skotlandia

jika mereka menemukan tawanan yang disembunyikan warga desa.

Saat ada orang tenggelam, kau menolongnya.

Tao Ah-Bao, Nelayan Penyelamat

Kau tak bisa biarkan orang mati begitu saja

Tak peduli asal mereka.

Tak tahan saja menyaksikan orang mati.

Semua kekejaman ini tak pernah terjadi

andai Jepang mematuhi Konvensi Jenewa.

Kurasa Jepang mengira, mereka ada di area yang tidak ada menyaksikan perbuatan mereka

Itu sebabnya mereka menghentikan tembakan saat nelayan Cina datang

karena, seperti kukatakan, mereka tiba-tiba sadar

ada banyak saksi terhadap kejahatan besar ini.

Kata ayahku jika bukan karena Nelayan Cina,

dan penembakan itu berhenti,

dia tak akan hidup

dia tak akan bisa pulang.

Dia tak akan bertemu istrinya

yang sangat dicintainya.

Pamanku tetap disini.

Mungkin memang takdirnya untuk tinggal di Cina

karena dia masih disini. Menatap ke seberang laut,

Lindsey Archer, Keponakan John Weaver & Liang Xiujin, Wanita Muda Dari Xiamen

mengetahui bangkai kapal ada di sana di arah itu.

Itu indah sekali. Akhir yang bagus bagi John Story.

Mereka adalah pahlawan sejati

dan mereka akan selalu dikenang.

Tak ada satupun yang masih hidup

yang di sana saat itu,

kecuali kerabatnya.

Para kerabat.

Kami semua disini karena tindakan tersebut.

Cinta tanpa syarat, bila para orang Cina harus pergi ke sana dan menolong mereka.

Untuk Orang-Orang Cina Yang Berani Dan Pantang Menyerah

Tamat

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.