Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Konsentrasi. Jaga baik-baik
Itu anak jadi bodoh.
Takut yah?
- Ya. - Jangan takut baru bisa bunuh musuh.
Yang berani baru bisa bertahan hidup.
Kau tahu ini menakutkan apa?
Tak ada akhir itu mati, seperti ayah kamu.
Tetap bisa di lewati.
Aku akan ingat.
Ini.
Kau mau minum, mereka tak berani bunuh kamu.
Satu teguk.
Bocah, kau jangan takut, ada hati nurani.
Tak akan bawa pergi - jangan khawatir.
Kau kabur, mati di tangan aku - Ayo jalan.
Hampir tiba.
- Kenapa? - Aku sama dengan kamu.
Aku orang kerajaan.
Kasih kamu uang
jadi kau ikut kita.
Aku paling benci begini.
Mari cepat ambil mayat.
Kenapa - Cepat.
Seperjalanan aman.
Hari ini berapa - 24.
Tahun depan bisa kembali han yang.
Tentu saja - Ini bajingan.
Kau dasar bodoh.
Kakak huan yin mati karena kamu - maaf.
Aku tak berani tusuk.
Tusuk, tusuk kasih lihat.
Kau tak berani tusuk kau mati, tusuk.
Barusan kau bunuh, kau sendiri.
Jadi kau sendiri
bahkan nama di lupakan.
Sialan - Apa pun tak kerjakan benar baik keadaannya.
Kita makan bersama - Mari semua.
Ya aku.
Sun thou si.
- Siapa? - Siapa? - Aku.
Nama aku susah di ingat - Cepat.
Pin ta cu - Kenapa - Siapa
mati - Cepat cari orang.
Akan muntah - Semua baru mati, ini keterlaluan.
Asal bicara - Siapa bilang mati.
Ini baik baik, roh kalian.
- Mati sama juga tak mati. - Jangan kasih aku uang.
Antara kalian - Jangan bilang lagi.
Bajingan.
Kau saja lakukan - Sialan.
Demi posisi atur sampai ke Han Yang.
Kalian andalkan siapa hidup.
Sisakan itu.
- Dia bukannya hun ce? - Kenapa percaya dia?
Semuanya raja neraka juga tak terima
jadi semua jangan mati.
Datang sendiri kemana - pergi berkumpul
bagus.
Di sini tunggu perintah.
Ada raja baru ada rakyat.
Benar - Asal bicara.
Sudah tertulis - rakyat ada negara.
Kerajaan bagaimana bisa tanggalkan rakyatnya.
Orang tak boleh mati, juga mati dalam bawah kaki negara.
Orang mau pergi ke negara.
Raja, ada bertarung.
Bagaimana bisa ini.
Diam dasar sembarangan.
Apa kita sengaja tanggalkan.
Di sini, orang harus tinggal.
Semua pergi ke negara ming, bisa terima.
Kasih pada pangeran.
Masih lama? Cepat bertindak
raja, sudah baikan dikit?
Makan obat lagi - Makan apa lagi?
Sudah lah, aku sudah minum obat.
Jangan bilang begitu.
Raja.
Ada semua.
Harus ada tanggung jawab.
Pengawal dan rakyat - tidak.
Ini jelas tak boleh.
Pergi ke pyong an.
Dia akan anggap kamu pangeran.
Bersama ini akan naik
pertarungan kematian - Ayahanda
sudah bersalah harus mati.
Tak tak berani.
You kuang hai benar jadi raja, Negara Ming dan kita akan bagaimana?
Apa kita masih lawan selamanya?
Kembali dengan aman dulu baru bilang.
Dalam kekacauan perang, sia yang bisa jaga keamanannya.
Mulai sekarang, kau ini satu satunya raja.
Raja - jangan menengok balik - Raja.
Kita siap mati - Raja.
Bunuh kita dulu.
Jangan pergi - sudah kabur
ini pasukan jelas tak cukup.
Lagian ini kabur
ini jelas tak mungkin.
Kenapa, kembali - Mereka siapa.
Orang datang dari utara.
Raja pergi ke negara ming.
Tapi ini.
- Tinggal di sini pasti mati dalam perang. - Raja.
Ini seperti hidup? Kita ini tak takut Tuhan ada mata.
Kerajaan kenapa bisa bagi dua kota.
Pada buat apa? Buka jalan.
Cepat buka jalan.
Jangan dorong.
Jangan pakai pisau - Minggir.
Mundur...
Kita tak mau rakyat di tanggalkan raja kabur
mundur.
Aku selamanya begini.
Tak sangka ini neraka dunia.
Tak bisa bawa pergi.
Cepat pergi - Tenang.
Bunuh tanpa kecuali - kau rasa.
Pergi ke Pyong yang kita masih bisa hidup kembali?
Se niu - Ya.
Kau lihat di sana, bilang pada kita cepat
- pergi kemana hindari kesusahan. - Biar raja kita.
Ini satu satunya jalan, berakhir, kita ikuti di belakang.
Cepat - Baik - jaga keamanan.
Negara mau mati, jaga posisi apa pentingnya?
Kita tak bisa.
Cepat bilang kasih raja dengar.
Dengar baik baik jika jaga ini tugas penting.
Penting kabur.
Kalian tak bisa hindari hukuman, mengerti
kasih kalian tugas.
Harus di selesaikan, kita kembali ke keluarga.
Kau bilang apa?
Kau tak mau hidup? Kenapa bilang kembali ke keluarga.
Walau ambil uang.
Tentu ada - Kau sudah bersalah mati.
Ini lagi buat apa?
Ini kenapa?
Kita ini bagi kerajaan, ini percobaan.
Karena kacau butuh busur.
Kembali ke prajurit.
Lalu jika begitu, anak kecil juga di tangkap?
Ya di tangkap.
Ini juga susahkan.
Kalian pilih jalan dulu.
Kita tak ada kesenangan.
Jika di tangkap ini.
Aku bilang waktu perang
kasih lihat
bagaimana bisa bilang
jangan harap banyak - Kita coba.
Kita masuk sendiri.
Mungkin takut.
Kita tak akan lagi.
Raja.
Pangeran kita di tangkap, tolong raja akhir perang.
Jangan biarkan orang banyak berkorban.
Ini adik kedua aku.
Kerajaan jadi dua bagian
jadi tangkap dia.
Lepaskan aku.
Masuk temukan raja.
Buru buru apaan?
Lagian kita sudah tangkap dia.
Pergi tangkap pangeran
hideyosi akan senang.
Harusnya 10 hari tiba.
Harus cepat, hindari musuh mengejar.
Paling penting baik baik jaga
mungkin juga akan kabur
malah begitu.
Aduh benaran.
Tapi aku bilang itu, kenapa jadi dua naga.
Bukannya satu jantan satu betina, jadi sendirian.
Aduh tiba hua sen juga periksa?
Siapa yang kacaukan, jadi pasukan.
Demi siapa?
Lap bokong ayahnya sendiri, buat begitu
itu tak bisa apa-apa.
Meng ce re
pangeran rakyat
rakyat akan berkumpul
di pangeran lain demi dunia
rakyat itu dalam medan perang.
Itu ayah ibu hatinya menjaga rakyat.
Sialan, ini bagaimana.
Benar menyebalkan - Aduh
ketemu sinar bulan, rindu dengan orang rumah
jangan khawatir se niu sangat pintar.
Dia akan jaga orang rumah.
Ini kekacauan perang.
Itu apaan? Itu api?
- Ada apa? - Ini apa.
Ada apa.
Awas.
Keluar.
Raja.
Raja kau tak apa-apa?
Sepertinya jadi tenang.
Siapa yah?
Mau gila.
Ini sangat berat, orang biasa tak bisa tembak.
Ini sangat jauh bisa membidik
ini tempatnya di serang.
Siapa yah?
Kau kemari.
Semua salahkan kamu.
Aku sekarang sudah terbakar.
Buku tak bisa di baca lagi.
Nyawa raja hanya satu.
Aku sudah bilang nyawa aku ini.
Sudah. Dia tolong kamu
kau bakar dia - kenapa?
Sebenarnya ada apa? Ini bagaimana
terjadi begini - maafkan
ini di periksa - dasar.
Kita tak bisa terus jalan?
Sudah setengah, mati yah mati kabur yah kabur - ya raja.
Pyong yang sangat bahaya, kita jalan jalan gunung
jangan banyak bicara - Bisa jalan?
Hanya jalan gunung - Omong kosong kau biarkan raja pergi?
Jangan ribut, kita tunggu perintah.
Raja hanya ada satu posisi
ini hanya bisa jalan jalan gunung.
Cari kesempatan bunuh mereka.
Tak ada orang lain?
Sialan ini tak tiba, mau angkat tandu sampai mati.
Ini grup, buat kita kesal
mau sakiti kita - Sudah lah.
Ini mati, juga pergi.
Pergi ke ciang se kita pasti dapatkan keuntungan?
Orang kabur banyak, tak jadi pasukan.
Jadi kabur - Aku mau coba.
Ini rubah takdir.
Bodoh, masih polos.
Kau percaya ini.
Kau ini mau cari mati.
Sekalian aku pergi goda wanita
mau rubah takdir itu lebih cepat.
Tidak. Ini kasih sui ciang.
Mungkin lebih cepat.
Jadi selamanya jadi.
Sudah lah.
Kau ini bajingan.
Lagian sui ciang datang, negara hampir mati, tak peduli bagaimana ini terakhir kali.
Kalian cepat tidur.
Cepat tidur bocah tengik.
Te li
pasukan akan berdiri?
- Ini susah, bagaimana pergi? - Raja jangan keterlaluan.
Jangan menyerah.
Aku tak mengerti ayah maksudnya apaan?
Biasa dengan aku sangat dingin.
Dan lagi ini perang kacau, aku bagaimana di dunia.
Sudah payah.
Aku pada perang tak mengerti.
Benar hambar - raja.
Jangan khawatir.
Aku benar ingin baik baik lakukan.
Biarkan ayah senang.
- Semua hati hati. - Hati hati.
Lagi
raja - kau tak apa-apa?
Tak bisa lagi jalan - Diam.
Pilih jalan gunung itu kalian.
Kita bagaimana ke sawah.
Katanya orang jadi pasukan.
Ini tak bisa terjadi?
Cepat.
Suruh kamu bangun.
Bangun.
Kau ini bajingan.
Bajingan.
Bajingan kau tahu kau buat apaan?
- Kau ini melakukan kesalahan besar. - Aku tak peduli
jika raja duduk di dalam. Bisa bagaimana
mati hidup dengan kita
tak bisa ada perintah lagi
tapi ini - diam
kau ajari aku - Diam.
Semuanya buat apaan
hajar mati.
Berhenti.
Raja, jangan simpan dalam hati.
Kata nya benar
Dan lagi ini aku tak mau duduk lagi.
Tak ada angin, sangat susah.
Jalan sangat jauh, cepat jalan.
Ini bangun.
Begini sungguh baik.
- Siapa? - Berhenti.
Ampun.
Ada di serang tapi.
Aku tahu ini kemana jalannya aku bawa pergi.
Dia tak tahu siapa yang serang.
Ini begitu cepat.
Ini alat aku.
Apa penjahat gunung?
Kita ini jaga dunia.
Ampun...
Cepat bertindak, mati hidup tak ada harganya.
Bilang kamp di ciang cie ketemu.
Di hutan akan muncul macan.
Tapi ini tak sangka.
Ada suara harimau - Dia ini tak ada yang bisa di makan.
Bau macan mati.
- Kenapa? - Tak bergerak?
Cepat.
Cepat bantu
mau tusuk cari tempatnya dulu.
Ini baru bisa orang mati
raja cepat bunuh.
Raja cepat bunuh.
Semua berakhir, kita bisa keluar
ini tempat harimau.
Ini benaran - Ya
tapi ini buat begini.
- Benar ada harimau? - Tentu.
Ini di badan aku.
Aku keluar, aku dengan orang
takut air kenapa masuk di sini?
Tampak macan takut air - Ini
takut ini keberanian.
Ini dalam perang melawan musuh.
Tampak tak di lihat
kau... terlihat
tak ada apa-apa.
Kita ini orang hanya di bagi jati diri begini
tak peduli berapa kali, jadi kebiasaan
ini kenyataan.
Aku takut, ini.
Bagaimana ini orang bisa mengejar kita?
- Kita ini sudah ke jalan gunung. - Kita dalam perangkap.
Jangan sembarangan bicara
kau ada petunjuk apaan?
Ada apa yang di lihat?
Ini chun ce rupanya tak kabur.
- Bilang lah. - Ini.
Di belakang mengikuti
tampak ada orang kembali.
Aku pikir lihat begini
tak sangka ini bajingan kabur
lalu aku di belakang
melihat ini kipas.
Berhenti
perang kacau ini hal
pasti ada nyawa orang mati - Apa itu orang
raja sudah itu orang
ini masalah dunia pastikan...
Kau asal bicara apa.
Siapa? Tentu kau datang dari sana.
Apa mungkin kamu?
Benar tidak?
Jawab aku - Sekarang ini.
Ini tempat raja.
- Raja... - Diam
tak boleh kurang ajar pada raja, kau dasar
malah berani bilang asal - Ayah aku.
Kau tahu alasannya?
Raja ibunya siapa?
Aku tak tahu kebenarannya.
Aku sudah lihat, itu dalam istana wanita antar makanan.
Beruntung raja lahirkan kamu
tapi ini hal tak bisa di lupakan.
- Ibu kandung kamu... - Diam.
Lalu - Dia mulai membenci kamu.
Benci kamu - Apa
raja.
Dengan raja jadi putra mahkota
Dan istri.
Ini masih saja pria.
Kau dasar asal bicara
hajar dia
hajar dengan keras.
Aku tak mau dengar jangan bicara.
Hanya kamu tak mau nyawa - Sialan.
Benaran.
Aku dengar perintah lakukan.
Aku tak mau dengar lagi.
Di sini bukan istana.
Kau tak merasa kasihan?
Dia harusnya sangat sedih.
Tak tahu diri sendiri baru kasihan.
Ini orang orang kita.
Tak sangka ini ada mayat - mati berapa banyak orang
tak sampai satu hari.
Ini orang bagaimana - Ampun
negara jadi ada pertarungan di dalam.
Aku bilang - ini
lagian begitu.
Kita ini - Aduh.
Kau tak apa-apa?
Bangun.
Kakek tua.
Sudah cukup?
Awasnya tak harus datang.
Ini sialan - ini perang bisa mati orang.
Dengan sui ciang perang sampai mati
tampak mereka bunuh rakyat aku tahu ini tak mudah.
Kau kira rubah hidup ini mudah?
Sialan, rubah hidup?
Kita ini mohon tak di tangkap.
Kau gunakan tangan kita.
Kenapa? Kasih kebaikan apa?
Itu dunia bilang baik baik kagumi kamu.
Terus menjaga dia.
Kenapa.
Dasar - Jangan berkelahi.
Jangan berkelahi - Kau kira penting?
Kau berubah.
Berubah - Benar
ini tak berubah.
Itu kau bertarung selamanya, lalu mati?
Dia sendiri tak bisa, mau kita tanggalkan dia
kau tak apa-apa? Ini sudah banyak.
Semua bersama pulang.
Raja tolong kau tambah tenaga.
Di banding badan, hati lebih susah.
Jika kau tak lahir, ibu
tak akan meninggal, awalnya.
Melakukan kejahatan berapa hari.
Jadi ayah lebih tampil lebih baik.
Sekarang aku mengerti.
Tiap kali lihat aku, dia melihat dirinya sendiri.
Jadi tak kasih aku, cinta ayah
raja ini kau bisa kurang ruang dan perasaan.
Ini tak bisa terus.
Ini perang kacau - ini kita bertahan.
- Tentu harus terus masuk gunung. - Semua salahkan kalian.
Aku sudah bilang ini tak bisa kabur.
Ayah anak di tempat.
Raja yang kabur.
Aku tak ada bakat jadi raja.
Juga tak rencana jadinya.
Kau ini bawa berapa banyak buku perang.
Bilang nyawa penting hanya di telinga aku.
Ini takdir aku.
Aku gantikan raja.
Ayah aku tanggalkan anaknya, hidup apa artinya?
Lagian tak jadi raja.
Aku ini tak mau terima dosa.
Aku mati hilang di dunia ini
lewati hidup ini.
Tak ada kehidupan akan datang.
Hu sui kau datang buat apa?
Tuan juga mati.
Kau tahu, dia hidup tak lama
jadi jaga dia karena ini.
Aku sekali pikir sekali jalan
ini pikir muka seseorang.
Su siu kau gila?
Kenapa? Apa ayah mau dia mati?
Lagian dia tak jadi raja, kita ributkan ini apa guna?
Mau hidup andalkan sui ciang ini kuat
taruh pedangnya, kau ini celakai kita.
Kita pergi bersama kakak.
Andalkan sui ciang
ini jadi musuh
itu jadi raja.
Ini negara...
Aku sudah tak tahan.
Takutnya neraka lebih baik
kau di sini jangan bunuh dia.
Biarkan aku bunuh habis itu orang.
Di sini berakhir.
Aku tak akan salahkan kamu membunuh.
Cepat su sui.
Walau mati.
Aku juga pikir mati di tangan rakyat.
Badan di neraka...
Aku terus jalan
tak ada hidung
ini di hajar, sui ciang ini jadi anggap kesuksesan.
Sui ciang sudah masuk.
Ini rakyat - Ribut apa?
Keluar. Cepat.
Tak apa-apa.
Biarkan mereka bagi makanan - Ini kita.
Kita ini tuannya.
Di bilang - ini.
Ada pemimpin baru ada negara
kau lindungi apa.
Berhenti berhenti.
Kerajaan tak bisa apa-apa.
Su ciang ini rakyat.
Kehilangan peran, tanggalkan kehilangan.
Tapi kalian.
Bagaimana aku kenyang sendiri
jahat.
Raja silakan makan.
Lama tak makan
ini repotkan, bagaimana buatnya - kau sangat hebat.
Aku juga berapa kali
ini masih ada.
Dasar.
Su siu mari nyanyi satu lagu.
Dengar ini.
Kau bisa potong.
Sudah tak mau menyanyi yang itu.
Ini menyanyi rasanya sedih.
Aku di istana juga ada pikiran ini.
Coba saja.
Su siu, kemarin malam aku dengar itu.
Tidak.
Tak bisa apa-apa - mari.
Raja
makan ini nyawa aku lebih penting
Aku pernah pikir jika raja sat negara ketemu.
Akan mati kan dia.
Dengan aku ini orang.
Dari negara dan rakyat di sana.
Ini lebih penting
ini lebih baik berhenti
ini bagaimana
ibu aku dengan orang lain
hidupi kita.
Demi makan, aku 12 tahun di antar ke istana.
Saat itu tak tahu menangis sangat lama.
Aku sudah akui takdir.
Aku selamanya.
Ini sudah takdir diri sendiri.
Sisa berapa jalan.
Dari sini - Ya
kita cepat jalannya.
Baik baik istirahat.
- Mau lihat? - Ya
ini bisa coba tidak.
Kau sudah cukup.
- Akan ada hari yang baik. - Aku juga pikir begitu.
Ini bendera naga
harus jaga bendera naga
raja tolong pada kamu.
- Bagaimana? - Kakak.
Dari hutan ketemu, barusan itu hutan.
Di sana - Kejar.
Merepotkan kamu. Tak ada apa-apa
ini sudah.
Semua di bakar, kabur.
Sejarah yang mati di sini.
Benar pantas mati.
Kita bagaimana - tinggal ini sudah beruntung.
Cepat tarik kembali.
Kau ini - Terjadi apaan?
Raja di sana.
Sui ciang datang mengejar - Ya
sekarang di mana - Semua di gunung gua nya sembunyi.
Aduh kau bilang kabar, diri sendiri lewati.
Itu kita tak apa-apa?
Ibu aku tak apa-apa?
Saat itu, semua mau naik kapal.
Ada beberapa orang jatuh ke air.
Itu ibu kamu
meninggal - maaf
ini anak sialan.
Su ya - kakak
raja tak ada waktu lagi.
Ini bagaimana
raja. Ini tak boleh
mau tunggu di sini.
Lalu ini.
Sekarang ini pasukan
kau tahu pasukan di mana.
Benar raja.
Kalian mau pergi - Sekarang tak bisa.
Kau juga lihat - Ini di jaga.
Kau ini bagaimana - jangan bilang.
Ini bagaimana.
Mereka. Sudah pastikan.
Tak tepati janji kita
kalian pergi lah - Maaf.
Tak apa-apa, lagian.
Tak ada tempat yang aku bisa pergi.
Masih ada ini. Barangnya
kalian bersama aku pergi.
Bercanda, aku pergi, kalian makan minum baik baik.
Gila.
Ini bocah.
Sekarang pasti pergi kemana
ini bisa bilang mereka biarkan mereka kabur.
Jangan asal bicara, sekarang hanya bisa ke sana.
Kita harus pergi.
Cepat ayo.
Masih bilang mereka - Kakak kau buat apa?
Aku bilang - aku bisa mengerti perasaan kamu
tapi aku tak ada alasan buat begitu - kalian pergi dulu.
Kakak pikir ini orang.
Kalian usaha, sampai akhir - Ini bagaimana pun juga yang di pikirkan.
Hanya tahu makan.
Semua akan mati.
Aku tak peduli, kau berubah apa.
Hei, aku sudah kasihan
ini apaan kakak? Begini buatnya?
Sebenarnya apaan?
Kenapa?
Mungkin ini.
Aduh jangan begitu.
Jangan jadi raja, siapa yang urus kita?
Jangan mimpi.
Tak bisa apa-apa.
Ini sudah berakhir. Kau kembali.
Thou er - kakak.
Kembali kakak.
Ini raja biarkan ini besar.
Benar. Tak mudah.
Biarkan hati jadi.
Biarkan aku kembali.
Di sini tak ada lagian.
Biarkan ini.
Tolong bertindak - Benar bagus.
Kita jaga - Ya benar.
Ini di urus.
Tolong biarkan kita jalan dengan aman.
Nanti ada orang tempel dan kabur
sama ayah dengan anaknya.
Di sini berkumpul - Ada apa
Cuen ce - Ya - Raja.
Kita tak bisa lawan perintah raja, kita harus cepat pergi.
Tak bisa ini
datang - ini biarkan orang sembunyi.
Kau masih tak tahu.
Hanya ini jadi raja.
Anak sulung masih ada.
Kau ini harus hati hati.
Kau lihat kita semua ini.
Menjaga kamu.
Ada rakyat sembunyi di tempat.
- Di mana? - Tak jauh dari gunung
mau pergi?
- Bisa tidak? - Di belakang gunung.
Ada bukit, itu menakutkan orang.
Kalian kenapa tak nurut - kakak sendiri
datang di jalan.
Katanya ini di sini ikut dengan aku
su sui - tak ada.
Ini tak mungkin mati di tanggalkan.
Apa hanya kasih hadiah ketemu.
Raja ini.
Kita malam ini pergi di sini
raja di sini kapal kecil.
Aku di istana tembak berapa kali
kau sebenarnya mau bagaimana
Yang bisa di buat sudah di buat
kau ini habis sudah.
Ini demi hal besar.
Aku ada baca dalam buku.
Rakyat lebih penting - ini.
Itu tinggakan rakyat itu raja
kau ini tanggalkan anak sendiri? Ayah kabur sudah.
Anak mati matian melawan raja apa akan tenang?
Ini hal mendasar, sekarang biarkan ayah lihat tak baik
jangan bilang dunia ini tak ada.
Kau mau jadi anak tak berbakti?
Kau bunuh aku dulu.
Ayah dan anak
masalah anak, ini waktu perang yang kacau
jadi demi keadilan.
Ini pisau jadi putus?
Raja semua orang sudah ada bagian dirinya sendiri.
Ini kasih kita.
Aku juga sama dengan kalian.
Kau tahu. Aku ini
tapi, Tuhan mau nyawa aku.
Sebenarnya bisa gantikan siapa
ini sudah orang lain jaga.
Bukan demi orang lain.
Aku sendiri bertarung.
Raja - oh.
Sungguh? Mau bertarung
terlalu memaksa.
Jika tidak - tak perlu.
Ini pasukan,
Kemarin malam mimpi.
Ada orang kenal mau bantu kita.
Kau lihat ini sendiri kita tangkap.
Asal kalian buka pintu kota.
Aku akan tangkap pangeran.
Siap perang - Ya.
Siap perang.
Di sini bahaya pergi - Tak apa-apa
lagian sangat banyak.
Siapkan pasukan - Baik.
Ibu
busur tak berguna.
Sudah dengar.
Semua dengar.
Biarkan pangeran keluar.
Ini segera pergi.
- Itu su sui? - Pangeran tak keluar.
Dia akan mati di depan pintu.
Aku sudah dengar.
Dia kehilangan ayah ibu.
Tolong aku.
Sialan, jangan bunuh orang tak bersalah.
Serahkan pangeran kalian tak dengar?
Raja buat negara jadi begini, orang apa tanggung jawab
kau biarkan rakyat terbunuh?
Kakak. Su sui.
Kalian kenapa di sini?
Kenapa, nyawa juga tak mau?
Kau ini benar gila su siu kau buat apa?
Kerajaan habis, semua berakhir
ini bagaimana artinya.
Su sui kau tak boleh mati.
Kita pasti hidup keluar bersama.
Kita tak akan benci kamu.
Dengar pangeran di sini.
Segera - kau ingat?
Kita ini dulu di gunung satu bulan.
Bahkan mayat, tunggu saja.
Mungkin tak datang, sekarang juga sama.
Pergi ke sana kelaparan dan mati, pergi kemari juga mati kelaparan.
Kalian ini aku sendiri hidup
raja tolong kau keluar
tolong kau keluar.
Tolong.
Tolong kita.
Aku tahu.
Tolong kita.
Tolong kita. Tolong kita raja.
Tolong kita lah.
Raja.
Raja kau sekarang buat apa?
- Aku keluar. - Kau tak boleh keluar, tak boleh.
Musuh targetnya aku.
Aku lebih mengerti perang, walau puncak.
Itu semua harus bertahan.
Kau mengerti tidak
- lalu biarkan aku lihat saja? - Ya.
Hanya aku keluar, orang baru bisa hidup - tak boleh.
Tak boleh keluar raja.
Tak boleh. Harus tegar
kau tahu takut apaan?
Melihat kalian semua mati.
Itu aku takut.
Datang benar.
Hei bocah tengik - Ada apa - kau ini pergi
pergi omong kosong.
Aku bilang rakyat di sini.
Sekarang di luar ada 100 orang lebih.
Ini besar.
Ini sangat besar goanya.
Kita jadi keluar hanya senyuman di muka
tapi di luar ada pasukan, bisa di coba.
Kau kembali dulu, biarkan mereka kepung.
Biarkan duduk pergi?
Kau sekarang tak mau jadi raja?
Kau mau aku jadi rakyat biasa?
Aku nama siapa?
Nama kamu.
Jika ini aman keluar, baru bilang kamu.
Semua orang hidup sampai jumpa.
Berangkat.
Kejar! Tak boleh lepas
semuanya serang
tolong jaga diri.
Raja jaga diri.
Sialan, tunggu sebentar.
Aku harus kembali ambil - tahu.
Harus begini yah?
Aku gila bilang ini
tak tahu lagi buat apa.
Ini.
Serang.
Jangan biarkan dia kabur.
Datang lagi rakyat - ya.
Ini... pasukannya
ini kamp pasukan jalan ke sana.
Aku tanya kamu, ini kemah pasukan
kau tanya kenapa
pergi bilang padanya
ini negara raja datang.
Raja.
Kau kembali.
Tahu ini bendera kenapa ada dua naga?
Satu itu raja, satu lagi rakyat.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.