Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BEIJING TRAWIND DIVISION Co. Ltd.
IMAGE MEDIA
CHINA WIT MEDIA Co. Ltd.
NEW STUDIOS MEDIA GROUP
Orang bisa memiliki gunung perak dan emas,
orang mungkin tak punya apa-apa.
Namun, semua itu hanya masalah uang.
Tak ada gunanya merengek dan mengeluh,
karena nasib manusia ditangannya sendiri.
Apakah yang akan kau pilih antara nyawa dan uang?
Apa yang hendak kau lakukan?
terjemahan broth3rmax
Percayalah, Tuanku Song,
aku tak akan lama-lama
untuk menyelamatkan nyawa putramu.
Mohon tolonglah.
Mengenai kawan tak diundang yang datang larut malam begini,
kusarankan jangan ikut campur urusan ini.
Mengapa?
Karena kau berada di Kota Baiyu.
Aku khawatir gunung tinggi dan sungai dalam disini,
sudah membuat keseleo pergelangan kakimu.
Semua kekuatan menyatulah dalam lampuku,
bersama ayam jantan emas berkokok menembus langit malam.
Tunjukkan dirimu!
Monster, sekarang saatnya kau lumpuh dengan mantraku.
Siapa kau sebenarnya?
Aku datang dari awan-9 dimana kuda terbang dengan sayapnya.
Aku dari Gunung Tiecha di cahaya awan.
Kau dari keluarga Ma di wilayah Timur-Laut.
Apa kau harus berulah begini?
Mengeraskan suara tak membuatmu jadi kuat.
Kawan, aku tak bermaksud mencuri gunturmu. Maafkan aku.
Ad 3 jenis tukang sihir di Timur-Laut.
Ma, Hei dan Dao pada dasarnya utuh tak terpisahkan.
Aku, Penyihir Li,
terimakasih telah menolongku.
Guru, apa kau tahu,
iblis apa
yang merasuki Tuan Muda Song? Apa itu "Si Tanpa-Wajah"?
Agak susah menghadapinya!
Andai aku bisa melihat dengan mataku!
Hanya ada 2 iblis yang bisa merasuki tubuh manusia.
Yang satu disebut "Si Rubah Malam".
Satunya "Si Tumor Karma".
Tn. Ma, kalau begitu yang ini jenis apa?
Bila kau tak keberatan,
boleh aku minta 2 muridmu mengambilkan patung kayu?
Dengan cahaya Bintang-Biduk,
Guru, berilah aku kekuatan. Keluarkan roh dari pemuda ini.
Sekarang akan kusucikan patung kayu ini,
kau akan bisa berjalan memasuki kuil,
kau akan bisa membawa uang dan makanan,
kau akan bisa melihat dunia manusia dan iblis.
Aku tak bisa melihat, namun, kusucikan hati, agar kau bisa hidup dan dibawah kendaliku.
Sudah kulakukan 3 penyucian. Sekarang keluarkan ketiga roh. Bangun!
Bertukar!
Kembali!
Putus!
Tn. Ma.
Bagaimana hasilnya?
Aku tak bisa membasmi si Tumor-Karma darinya.
Ini semacam ganjaran
yang hanya bisa terjadi pada iblis paling ganas.
Dia menyukai mereka yang terlahir kesurupan.
iblis ini terpatri dalam jiwanya. Sekarang, satu-satunya cara menyingkirkannya,
mengirimkan penggantinya
dengan mengadakan upacara-pemakaman palsu.
Taruh dalam kotak mayat selamat sehari dan bersihkan iblis itu.
Ini sungguh membuka mata.
Aku ini buta,
namun yang kau katakan barusan
benar-benar membuka mataku.
ini Tumor-Karma paling besar
yang pernah kulihat.
Dan Tuan Muda Song ini tak nampak begitu jahat.
Kau harus tahu
putraku selama ini baik. Dia tak pernah bikin masalah.
Tapi kemudian beberapa waktu lalu, ada rumah perjudian baru dibuka di kota ini.
Dia pergi ke sana untuk lihat-lihat, dan pulang dengan monster pada lidahnya.
Malang sekali!
Rumah perjudian?
Omong-omong, Tn. Ma,
Tahun Baru hampir tiba.
Apa kau mampir Kota Baiyu untuk pergi ke suatu tempat?
Aku bukan hanya sekedar mampir.
Aku ke sini untuk mencari seorang pria.
SERANGAN IBLIS DI KOTA BAIYU (2)
instagram: @broth3rmax
Saat itu musim dingin tahun 1915.
Hampir mendekati Tahun Baru.
Putra tertua paman jauhku
waktu itu adalah kapten polisi di kota sebelah.
Ada sesuatu yang tak biasa dengan kantor polisi mereka.
Pintu masuknya bersebrangan langsung dengan tempat hukuman-mati umum.
Katanya ada yang mengetuk pintu saat malam sejak itu sampai kini.
Suatu malam,
dia baru kembali dari menagih uang keamanan.
Dia mabuk berat,
dan pergi ke toilet dalam kantor polisi.
Agaknya dia tahu, hal yang paling aneh
akan terjadi padanya.
Ada apa ini?
Kau mau yang merah,
atau yang hijau?
Apaan ini, mengerikan!
Apa itu?
Menurut legenda ada jenis iblis yang sembunyi dalam toilet.
Bila kau apes ketemu iblis ini di toilet,
kau harus pilih salah satu kertas toliet yang dia tawarkan.
Itu bukan kertas biasa. Tapi kertas kutukan.
Kertas merah bisa membuatmu mati dalam 3 hari,
dan kertas hijau, 7 hari. Amat terkutuk.
Lalu yang mana
yang dipilih sepupumu?
Berkat alkohol yang dia minum, dia bilang...
Kurasa kau lagi cari masalah!
Apa yang sudah kukatakan? Pada waktu itu,
kita sedang fokus pada mereka yang punya masalah moral.
Tapi apa yang terjadi barusan? Ada orang yang berani ngintip toilet kantor polisi!
Memalukan! Ngintip
orang tua kayak aku!
Ini gila! Sungguh gila!
Lancang sekali dia menyuruhku milih kertas toilet!
Bawa keluar si pengintip toilet ini dari sini
dan hajar sampai dia tak bisa bawa kertas toilet!
Sepupumu memang pintar.
Selanjutnya apa yang terjadi? Apa dia bawa keluar monster itu lalu menghajarnya?
Tidak.
Waktu mereka melangkah keluar, ada asap muncul entah dari mana. Lalu tiba-tiba...
si pria kertas-toilet itu menghilang.
Memang, hal aneh sering terjadi akhir-akhir ini,
seperti waktu di hutan tua Gunung Panlong.
Jangan ceritakan.
Hidup di dunia yang kacau begini,
sepertinya kita tak bisa berbuat apa-apa, selain tetap sederhana dan ganteng.
Mari, mari!
Bersulang!
Bagus!
Tak ada yang bisa
tetap sederhana selamanya.
Apa itu?
Rumah perjudian baru. Katanya yang terbaik diantara desa-desa sebelah.
Tempat ini punya segalanya.
Katanya kau bisa masuk sebagai orang kaya,
tapi keluar jadi orang miskin.
Bapak-bapak, ibu-ibu, warga Kota Baiyu,
karena Tahun Baru hampir tiba,
pembukaan uji-coba Rumah Emas-&-Perak berakhir hari ini.
Kami akan buka secara resmi besok!
Mantap!
Bagus sekali!
Mantul!
Atas pembukaan resmi ini,
kami amat beruntung mengundang
wanita cantik kota kita, Sangu dari Rumah-Chunxiang
untuk memberikan penampilan terbaik pada kita.
Hebat!
Kehadiran kalian amat diharapkan.
Bagus!
Tak mungkin, cuma menyeramkan.
Tidaklah, aku tak suka.
Bagaimana denganmu?
Cukup bagus.
Halo!
Apa kabar!
Tuan Lai,
kok bisa ya, kemanapun aku pergi selalu saja ketemu dirimu?
Sedang apa kau disini?
Ayo,
beritahu pada kedua orang ini
alasan aku kemari.
Baiklah.
Kuakui aku kalah.
Bawa kemari.
Kau.
Kau yang akan menang jika kita berlomba menjilat terbaik.
"Rajanya Raja Debat"
Bagaimana kau bisa muncul ide begitu?
Lai Xiaohua, kenapa kau sombong sekali?
Kau pikir dirimu siapa? Entah apa yang bisa membuatmu...
Pelayan!
Ya sebentar!
Tuan Lai. Apa yang bisa kubantu?
Kau tahu
aku amat kaya. / Apa.. yang kau...?
Ini 50 perak.
Terimalah. / Beneran?
Untuk aku?
Tuan Lai, aku akan anggap dirimu keluarga paling tuaku, itu saja.
Aku mesti menyembahmu 100 kali.
Tak perlu. Kau boleh pergi, tak apa.
Kalau gitu kupeluk saja.
Terima kasih, terima kasih, Tuan Lai.
Aku kaya! Aku kaya!
Tadi kau tanya diriku siapa? / Kau punya banyak uang.
Bagaimana kau tahu?
Jangan bilang siapa-siapa.
Aku akan bersikap sederhana saja.
Lai Xiaohua. Janganlah melampai batas.
Apa? Aku melampaui batas?
Apa kalian lupa waktu
menyamar jadi hantu untuk menakutiku? Apa kalian lupa waktu
saat kau menyuruh penyihir kacangan untuk mengutukku?
Apa kau lupa kayak apa mukamu saat punya rencana buruk?
Aku tak peduli, itu tak membuatmu jadi pemenang!
Aku suka kalau kau memang ingin dihajar.
Ayo.
Mari kita tanding siapa yang lebih berani. / Lelaki tak perlu bersaing untuk tahu...
siapa yang lebih berani. Yang dipikirkan pria itu...
adalah keberuntungan.
Ya betul, keberuntungan. / Ya.
Ya, keberuntungan.
Kami tahu kau berasal dari keluarga kaya,
tapi apa kau mau ikut bersaing keberuntungan dengan kami?
Bicara keberuntungan,
kurasa aku sudah menang sejak lahir dalam keluarga kaya.
Apa lagi yang kau punya?
Rumah-judi Emas Perak baru dibuka di kota ini.
Apa kau berani ke sana berjudi bersama kami?
Apa menariknya berjudi?
Kalian tak perlu teknik untuk berjudi.
Berikan saja jawaban langsung!
Ya benar.
Selain emas dan perak,
ada banyak hal menarik lainnya
menunggu kalian di Rumah-judi Emas Perak.
Tuan, Tuan.
Siapa kau? / Aku pembantu barumu,
Little Bear. (berang kecil)
Sudahlah.
Apa kau tak lihat keriput di wajahmu? Aku yakin putramu cukup tua untuk jadi pembantu.
Aku memang terlihat agak tua.
Aku lahir sudah kayak begini, memang sudah takdirnya.
Kau tahu, Xio Yong pergi,
jadi Tuanku mengutusku untuk melayanimu. Jangan khawatir, Tuan Muda.
Aku
bisa main berbagai alat musik.
Aku juga bisa menirukan suara. Aku jago melakukannya.
Akan kutirukan suara wanita sekarang.
Tirukan suara di tempat lain saja.
Kau bilang apa?
Xiao Yong pergi. Kemana dia perginya? Kenapa tak ada yang memberitahuku?
Kudengar dia kembali ke kampung dan menikah dengan sepupunya.
Old Bear, kau tak bohong 'kan?
Tuan, namaku Little Bear. Bagaimana mungkin aku bohong?
Kudengar dia kawin-lari sama pria itu.
Tuan.
Mengapa aku merasa kehilangan cinta dalam hidupku?
Apa kira-kira kau tahu
cara berjudi dengan peluang menangnya 100%?
Kau bisa suruh Majikanku untuk buka rumah judi.
Aku yakin kau tak akan pernah kalah di sana. / Sudahlah.
Keluarga Lai
tak pernah cari uang yang bertentangan dengan hati nurani.
Lalu tadi soal apa? / Aku sedang nyari percekcokan.
Tapi entah kenapa akhir-akhir ini sial.
Tuan, kau tahu,
dulu aku kerja di pemakaman.
Ketika aku kerja, aku mendengar soal
cara merubah-nasib.
Cara bagaimana? / Merampok gandum.
Nyonya,
almarhum sudah tiada, kita yang hidup harus menjaganya.
Caranya?
Sialan,
tiba-tiba dia meninggal begitu saja,
bahkan Perayaan Musim Semi belum berakhir.
Lihat aku, seorang janda kesepian.
Bagaimana aku bisa hidup begini?
Akting berlebihan, tak akan membuatmu mendapat uang tambahan.
Aku harus tunjukkan sikap agak etis, begitu?
Kakak seperguruan, itu hanya patung kayu,
apa perlu nangis sekeras itu?
Kau tak tahu. Semua ini diatur oleh Ma.
Aku juga harus begitu. / Sejelas itu!
Bagaimana dengan keluarganya? / Sshh..
Dia menyelidiki ini.
Aku juga tak tahu.
Kalian diam saja. Jangan banyak bicara.
Ini masalah yang aneh.
Orang luar tak tahu kita lagi pura-pura melakukan upacara pemakaman untuk si pengganti.
Sebaiknya kita lakukan dengan cepat.
Aku akan ambil uangnya.
Kalian berdua disini saja dekat peti mati. Upacara penguburannya mungkin besok pagi, paham?
Ya.
Guru, itu cuma patung kayu,
apa kami juga perlu berjaga-jaga? Seolah nanti ada yang mencuri saja.
Kenapa repot begitu? / Kau banyak omong!
Apa kau sudah selesaikan yang kusuruh?
Ya.
Nangis. Nangis. Nangis.
Benarkah? / Aku lihat dengan mataku sendiri.
Tapi setelah mencuri gandumnya, kita harus belikan dia kue baru
dalam 7 hari sejak orang itu mati.
Kalau tidak, si mati tak akan bisa melewati Desa Anjing-Ganas,
dan akan membalasmu.
Aku bisa belikan dia kue 1 kereta,
masalahnya, apa ini bisa dipercaya?
Sebelum hari ke-7 setelah kematian si mati,
kau paling tidak bisa mendapatkan uang haram.
Masalahnya, apa kau berani memakainya?
Aku tak berani?
Hal yang tak berani kulakukan hanya berkeliaran di jalan sambil telanjang.
Cuma itu.
Mari kita beraksi nanti malam, dan kalahkan mereka yang kurang ajar
semuanya.
Bila tak kau halangi, pasti sudah kuhajar dia.
Tuan, tuan,
kapan aku boleh bawa papan-nama Tn. Lai? / Masa bodoh!
Akan kusiapkan upacara pemakaman buat dia beberapa hari lagi, dan kuremukkan dia pakai papan-nama itu.
Apa kau tak salah? Harusnya sang putra yang menyiapkan pemakaman orangtuanya.
Bisa tidak kau diam?
Tidak! Aku tak boleh tinggal diam.
Masalah, susah bagimu untuk menang.
Lalu aku harus bagaimana?
Tuan,
Apa kau ingat Tuan Xiu?
Xiu Sihai?
Kau ini bicara apa?
Sebenarnya, beberapa hari lalu kerabatnya
datang ke Kota Baiyu mencarinya.
Kerabat?
Di Rumah-judi Emas Perak.
broth3rmax
Lao ...Xiong apa? / Tuan,
namaku Little Bear.
Bagaimana kau tahu ada orang yang baru meninggal?
Kami punya siklus, dan ketika 1 orang meninggal,
kami akan tahu. Kurasa
mayatnya masih hangat.
Kita akan berikan saat mayatnya masih hangat.
Mana mungkinlah! Cepetan!
Aku akan mengunjungi Sangu.
Sana... / Sangu?
Siapa Sangu?
Besar, besar, besar... ayo, ayo, ayo!
Besar.
Aku bertaruh.
Buka angkanya!
Cepat! Cepat buka!
Aku sudah bertaruh.
Sungguh beruntung!
Pasang taruhan! Pasang taruhan!
Pasang! Pasang! Pasang!
Semuanya!
Pasang!
Semuanya!
Minggir semua tangannya.
Buka! Buka!
Buka! Buka!
Buka! Buka! / Jauhkan tangan!
Mohon tenang!
Mari kita sambut Sangu.
Bagus, bagus.
Bagus, bagus.
Mantap.
Bagus! / Bagus sekali!
Tuan, tuan.
Aku sudah siap.
Tapi kuingin kau main denganku beberapa ronde.
Bagaimanapun, ini tempat judi. Akan mudah beres setelah kita main disini.
Bagus! / Mari lewat sini, Tuan.
Jangan lihat, tuan. Ayo, ayo, cepat.
Tuan Kelima, babi gemuk telah masuk ke kandang.
Harus kita bunuh atau tidak?
Sabarlah.
Baiklah. Dengan babi ini,
kita bisa pancing yang lebih gemuk lagi.
Xiu Sihai terlalu bodoh
untuk menerima Kota Baiyu yang berharga ini,
dia tak perlu sekejam itu.
Tuan, hati-hati, sembunyi sini.
Tuan, tuan.
Hindari saja pertengkaran.
Kita harus mencuri.
Kalau tidak, ini akan sia-sia.
Lalu, apa yang mesti kita lakukan?
Pertama, kita amati dulu. Ayo.
Kakak seperguruan, kapan guru kita kembali?
Kayaknya lama. Mengapa? Kau ngantuk?
Disebelah patung kayu itu,
apa kau tak merasa ngantuk?
Kau pasti takut ya.
Andai itu orang sungguhan, aku akan lari lebih kencang dari yang lain.
Tapi itu cuma patung kayu. Tak ada yang perlu kutakuti.
Adik seperguruan,
karena kau bilang begitu,
aku beri tabak-tebakan. / Boleh.
Apa kau tahu,
mengapa harus ada yang berjaga-jaga
disampingnya mayat?
Aku tahu,
tapi kasih tahu jawabannya ya.
Katanya setelah orang meninggal,
jiwanya keluar dari tubuhnya,
tapi rohnya masih ada di dalam.
Disaat kita sedang menjaga mayat,
kita melindunginya dari 2 hal.
Yang pertama
dari binatang kayak kucing dan anjing. Anjing bisa menggigit mayat itu,
dan kalau kucing
akan jalan di atas peti mati,
mayatnya bisa bergerak nanti.
Jangan menakutiku.
Menakutkan kalau malam-malam. Lalu yang kedua
kita melindungi dari apa? / Yang kedua itu
iblis yang mencuri mayat.
iblis?
iblis apa? / Musang kuning.
Kukasih tahu, kalau musang-kuning ingin berubah bentuk jadi manusia,
ya harus masuk ke tubuh manusia dan mengendalikan agar bisa jalan.
Mayat orang yang baru meninggal,
bagi musang-kuning,
amatlah berharga.
Janganlah menakutiku.
Kenapa aku menakutimu?
Musang itu suka sembunyi-sembunyi.
Katanya, kalau mereka melihat mangsa,
mereka akan mencurinya di malam hari.
Sebelum itu,
mereka akan taruh uang di depan pintu
jadi kalau para penjaganya
keluar melihatnya,
lihat? Kayak itu...
Jangan takut, adik seperguruan, jangan takut. Aku akan melindungimu, akan kulindungi.
Jangan takut.
Kau bohong! Kau bohong! Kau sengaja ngomong begitu!
Aku tak mau bicara lagi denganmu!
Aku tak bohong.
Mayat dalam peti ini
tidaklah sungguhan
tapi orang lain tak ada yang tahu.
Mungkin ada musang-kuning yang
tahu ini.
Dimana ya guru kita? Kenapa belum balik juga?
Kakak seperguruan?
Bangun, aku tak memukul wanita.
Katamu ini mayat baru.
Kayaknya ini yang kerempeng.
Sudahlah.
Siklus apa yang kau bilang?
Memang soal apa?
Aku tak tahu, Tuan. Aku cuma dengar putranya orang kaya baru meninggal.
Apa anakmu terbuat dari kayu?
Kita mesti bagaimana ini? / Jangan khawatir, tuan.
Lihat? Ini pasti bisa bantu.
Bagaimanapun ini tetap gandum.
Dan kita tak perlu mengembalikannya.
Kalau ini tak membantu,
akan kuhajar kau jadi bubur kayu.
Apa makanan ini untuk ngusir anjing?
Keras sekali.
Apanya yang membantu?
Tak mungkin. Jika kita memakainya, ini akan hilang kekuatannya.
Aku akan mengawasimu.
Cepatlah. / Dia lagi pingsan, mengawasi apaan?
Tak ada yang datang ke tempat terpencil begini.
Yang kau pikirkan jadi kenyataan...
Lao Li di baratnya kota adalah orang buta.
Xiao Er, Xiao San.
Xiao Er, Xiao San.
Kita harus bagaimana sekarang? / Apa kalian bermalas-malasan?
Tuan, tolong cepetan. / Xiao Er...
Aku saja. / Xiao San...
Ayolah!
Xiao Er, Xiao San. / Ya aku datang, guru.
Xiao Er,
mana Xiao San? / Aku disini guru.
Kapan kau belajar ngomong centil begitu?
Kalian berdua kemarilah. / Cepetan.
Ya sebentar, sebentar.
Guru, ada apa?
Tak ada apa-apa. Aku khawatir saja kalian ketiduran,
mayat itu nanti bisa dicuri.
Dicuri? Orang bodoh mana yang mau nyuri mayat palsu?
Mayat palsu? Itu tubuh pengganti.
Kau tahu aturannya.
Siapapun yang mencuri mayat malam hari
akan dibunuh!
Sama guru ada disini, siapa yang berani datang?
Biar kusimpankan goloknya,
jaga-jaga biar guru tak terluka dalam kegelapan.
Oh Dewa! Dari mana asalnya pisau itu?
Siapa yang bicara ini?
Guru, akhir-akhir ini tenggorokanku sakit.
Guru, kenapa kau cepat kembalinya?
Jujur saja,
aku kembali
bukannya takut ada pencurian, tapi...
takut sama penukaran tubuh.
Masa mayat palsu bisa berubah?
Kukasih tahu,
mayat palsu itu dirasuki roh jahat kematian
dan diselimuti aura jahat.
Malam ini bulan purnama.
Di bawah cahaya bulan,
tak ada yang bisa jamin kalau tak ada sesuatu aneh bakal terjadi.
Sebaiknya kita berhati-hati.
Kudengar dari Ma kalau...
semacam roh jahat,
kalau bisa mengangkat mayat itu,
akan membawa malapetaka.
Dibawah pengaruhnya,
tubuh si pengganti
akan jadi sempurna utuh
lalu tangan dan kakinya akan bergerak.
Suara apa itu?
Guru, itu suara tikus.
Hush! Hush! Pergi kau brengsek!
Kemudian guru? / Kemudian...
mayat itu akan bergerak.
Tapi, peti mati yang dimantrai
bisa menjaga dari cahaya bulan.
Jadi tak akan ada masalah. Xiao San,
bagaimana efek terompetmu?
Terompet?
Jangan bilang kau tak latihan. / Ya aku latihan, guru.
Akan... akan kubunyikan sekarang.
Lakukan!
Sudah cukup!
Sudah cukup? Kurasa tidak.
Ayo lakukan.
Li Shu, kau bisa melihatnya.
Suara Little Bear payah sekali,
semua orang bisa mengenalinya. Katakan,
apa yang kau lakukan disini? Mencuri?
Tentu saja tidak.
Memang apa yang bisa kami curi?
Jangan pura-pura, Tuan.
Dia sudah tahu!
Li Shu tak akan berbuat apa-apa pada kita. / Si anu Lao Xiong, sini tolong aku!
Tuan...
Tuan, tuan.
Takut sekarang?
Kukasih tahu, aku tak butuh golok buat menghajar kalian.
Tidak, anunya disini, tidak, tidak... disini!
Lihat aku, Biksu Tao Berbudi,
memainkan jurus Tinju Belalang melawan Pencuri.
Tuan...
Gerakan kedua, belalang memetik anggur.
Little Bear,
kenapa tubuhmu keras sekali?
Kenapa diam saja? / Tidak, tidak...
Tidak? Lalu ini apa? / Itu yang di dalam peti.
Dan dia... aku tak makan apapun, lalu dia... / Kalian ini ngomong apa?
Kau...
Isi Peti mati...
5, 6, 6, Besar.
Tuan Zhang, kau kalah.
Serahkan nyawamu.
Tidak, tidak.... tak akan...
Aku kesini untuk...
Kau sudah kalah. Dan tak ada yang melihat.
Tukang-daging!
Kau berbohong.
Mana yang kau pilih, kertas tisu merah atau hijau?
Yang merah, yang hijau.
Ayo cepat.
Aku... aku pilih...
Tuan, cepat lari!
Lari kemana? Ayo tolong dia! / Tidak. Dia... kau...
Dia apa?
Monster? Kayak aku belum pernah lihat saja.
Lai Xiaohua,
ayo!
Kau ini cuma seonggok kayu. Kenapa tak berbaring saja disini?
Bangun menakuti orang...
berakibat tak baik buat dirimu.
Tak akan membuat kau terkenal di dunia kayu.
Aku tak akan bicara denganmu.
Pikirkanlah sendiri.
Ayo kita pergi.
Tuan, cepat lari!
Jangan takut. Jangan takut.
Setelah 1 jam 45 menit, semua akan kembali normal.
Sini kupinjam Api-Yang milikmu.
Bagaimana ini bisa terjadi? Sudah kubilang, jangan kau buka petinya.
Tn. Ma, dengarkan aku.
Tn. Ma? / Tuan Muda Lai ini,
kenapa kau...
Kau Tuan Lai?
Semoga Zhang tak...
Ada apa? / Dia bangun, dia bangun.
Sangu...
Apa yang terjadi denganku?
Tuan, apa yang terjadi?
Bagaimana kau bisa pingsan di bawah tangga?
Kau membuatku takut saja. / Pingsan disini
di depan tangga? / Ya.
Apa kau merasa kurang sehat?
Makan malam pasta potherb itu tak sehat.
Pasta potherb?
Sangu.
Tadi itu cuma mimpi.
Tuan, tenanglah. Ayo berdiri.
Tolong minggir.
Pelan-pelan.
Halo.
Tuan Zhang, mau pergi?
Tuanku ini agak kurang sehat.
Boleh aku bicara denganmu?
Tuan Zhang,
nyawamu akan tetap berada disini.
Kuharap mulai sekarang,
kau mau dengarkan aku.
Apa maksudmu?
Bukan apa-apa.
Periksa sakumu
dan tanganmu.
Semuanya penuh.
Maaf, semuanya.
Umm, aku harus mengatakan sesuatu.
Biar kuulangi, malam ini...
Kau adalah saudaranya Ma Yiheng.
Kau kesini mencari dia?
Mengapa dia menghilang?
Tadi aku sudah bilang.
Aku tak tahu. Kalau dia ada disini,
aku tak akan mengalami kejadian begini malam ini.
Anu... / Ini sudah takdirku.
Ini sudah ditentukan.
Katakan mengapa aku begitu beruntung
bertemu kalian berdua dari jauh-jauh membantuku.
Agar kau tak malu.
Siapa yang akan menolongmu?
Pengusir Setan No. 1 di Cina Timur-laut
adalah Keluarga Ma.
Kau baik sekali. Siapa lagi yang bisa kau bantu?
Betul 'kan?
Kau kau belajar memuji, tuan?
Dengar semuanya... / Begini...
Kau bilang betapa keluargaku berhutang budi padamu.
Ya, baiklah.
Li Shu, bersulang.
Ini beracun.
Apa?
Aku merasakannya.
Patung kayu itu pasti keracunan.
Kalau tidak, bagaimana bisa berdiri tanpa sebab?
Ya Dewa. / Betul 'kan?
Bikin kaget saja, tuan. / Betul 'kan?
Ini yang akan kukatakan.
Semua ini pasti ada kaitannya dengan Rumah Judi Emas Perak itu.
Maka biar keluargaku yang mempelopori
untuk menyatukan beberapa pedagang besar di kota ini
dan menghancurkan Rumah-judi itu.
Tuan,
kau bisa berbuat lebih dari sekedar menghamburkan uang.
Tak sangka kau bisa lakukan ini.
Enyah kau!
Menurutmu sesederhana itu?
Apa kau pernah ke Rumah-judi Emas Perak itu?
Tempat itu tak ada sama sekali.
Apa? / Kau bicara apa?
Untuk pergi ke sana,
harus ada yang menemanimu. Yang aneh adalah
saat kuketuk pintunya,
tak ada yang menjawab.
Aku sembunyi di pojokan selama 3 sampai 4 hari,
tapi masih saja tak melihat pintu itu terbuka.
Bisa dibilang, tempat itu tidak ada.
Itu hanya fatamorgana
dari roh jahat untuk menyakiti orang-orang.
Kalau begitu aku yang akan ke sana,
dan kau ikuti aku di belakang. / Kau terlalu banyak berkhayal.
Aku tak seperti saudaraku. Aku tak peduli sama orang lain.
Sebaiknya, kuberitahu keberuntunganmu.
Dalam nasibmu,
ada sebuah istilah yang disebut
sang Bodhisattva menggelengkan kepala karena tak tertarik,
sang Anicca datang untuk bermain tebak angka tiap hari.
Di bulan-bulan berikut,
kau akan terus kehilangan keberuntungan
dibarengi 1 bencana kecil tiap 3 hari
lalu bencana besar tiap 7 hari.
Hidupku kayak "Perjalanan Menuju ke Barat" di kehidupan nyata.
Bisa tidak kau perjelas lagi?
Artinya kau akan berada pada kesialan paling puncak.
Lalu kemudian?
Kau akan diselimuti aura kematian.
Lalu apapun dan siapapun yang berada di dekatmu
akan mati.
Kau mengutukku ya?
Mengutukku...
Siapa yang suka "mau mati" tiap hari?
Baik.
Lalu aku harus bagaimana?
Hanya ada 1 cara.
Tunggulah sampai...
kuhancurkan Rumah-judi Emas Perak itu.
Kau tetaplah di rumah dan jangan mudah percaya siapapun.
Siapapun?
Tak termasuk aku.
Tunggu!
Saudaramu memberiku jimat.
Apa kau tak memberiku apapun?
Lihat 'kan? Orang ini...
tak punya selera humor sedikitpun. / Aku tak bisa lihat.
instagram: @broth3rmax
Tuan, senang jumpa denganmu. Namaku Wu Sisheng.
Aku biasa membuat baju Orang-Meninggal.
Tuan, senang jumpa denganmu.
Namaku Yi Jinjing. Aku biasa buat peti-mati.
Tuan, senang jumpa denganmu.
Namaku Yao Laoyuan.
Aku biasa buat karangan bunga pemakaman.
Tuan, senang jumpa denganmu. Namaku Cui Zoufei.
Aku biasa meramal gambar dan garis.
Tuan, aku...
Inilah alasan kalian direkrut
dalam setengah bulan terakhir.
Bagaimana mereka?
Bagaimana mereka?
Kau saja yang jelaskan. Ditambah denganmu, pemain trompet,
kau bisa bentuk 1 tim Upacara-Pemakaman.
Apa kau mau menyiapkan Upacara-Pemakaman buatku?
Tidak. / Aku tak kerja buat pemakaman. Tidak.
Cepat bicara, jelaskan pada tuan kau bisanya apa,
lalu hiburlah dia. / Tuan, senang jumpa denganmu.
Namaku Liu Xuandi.
Biasanya aku menjarah makam.
Kau lihat... apa?
Penjarah makam? / Enyah kalian semua!
Tuan, jangan marah!
Enyah semua!
Tuan, tuan.
Tiap kali kau tak senang,
aku akan tampar diriku.
Yang dikatakan Ma benar.
Diselimuti aura kematian...
Memang, aku diselimuti aura kematian.
Kita harus bagaimana, tuan?
Aku tak bisa tinggal di rumah lama-lama.
Besok aku akan pergi ke tempatnya Sangu untuk berlindung.
Tapi kata Ma kau tak boleh keluar. Tak akan kubiarkan kau pergi.
Lalu aku harus bagaimana?
Tetap disini
dan terus diselimuti aura kematian begitu?
Siapa yang tahu
kau tak menyiapkan upacara pemakaman dan menguburku?
Apa yang bisa kuperbuat?
Baiklah.
Tak perlu dibahas.
Hidupmu baik-baik saja
dan selalu jujur.
Apapun yang terjadi,
aku akan menemanimu.
Aku ingin hidup jujur,
Sangu.
Begini saja.
Aku tebus dirimu
lalu kau menikah denganku.
Pernikahan itu hal yang membahagiakan
dan bisa menghalau kematian.
Inilah yang Direktur Lai dari Kotya Baiyu
bisa diperbuat.
Ganti pembicaraan.
Aku...
ada urusan yang harus dikerjakan 3 bulan ini. Bila urusanku selesai,
aku akan bicara denganmu.
Urusan apa? Meskipun kau bilang
kau mau jadi Walikota ini, aku bisa membantumu pakai uangku.
Percaya tidak?
Baiklah.
Kau tinggallah disini.
Setelah kuselesaikan urusanku,
kita akan rubah gaya hidup kita.
Kau selama ini bicara soal
merawat kucing dan anjing terlantar di kota ini.
Kalau begitu
akan aku bantu
untuk merawat mereka.
Bagaimana?
Merdu sekali.
Musik apa itu, Sangu?
Aku...
tak akan beritahu.
Baiklah.
Tidak.
Aku tak bisa terus begini.
Kau sudah selesai belum?
Kukasih tahu, Rumah-judi Emas Perak bukan tempat yang baik.
Sebaiknya kau jangan ke sana.
Aku tak ingin ke sana.
Tapi aku tak boleh kalah sama si Zhang Buhui brengsek itu.
Menurutmu, jika kuberitahu dia aku tak mau taruhan,
apa dia setuju?
Tentu saja dia setuju, Tuan Lai.
Apa kau paham? / Ya.
Sungguh.
Kita jangan taruhan saja, sungguh.
Matahari terbit dari barat?
Kau tak apa-apa? / Tentu.
Tuan Lai, sekarang aku sungguh benci sama judi.
Begini,
aku ingin ganti nama menjadi Zhang Budu (tak-berjudi).
Katakan, mana yang lebih penting,
nyawa atau hati nurani?
Nyawa.
Nyawa lebih penting.
Tahu harus berbuat apa?
Ya.
Zhang Buhui.
Zhang Buhui!
Kenapa kau ini? / Tak apa-apa.
Tuan Kelima, kita sudah mendapat banyak masalah
untuk menemukan obat pingsan.
Susah sekali.
Apa ini sepadan
hanya bagi seorang pemuda?
Siapa pemuda itu? / Orang paling kaya di Kota Baiyu.
Untuk menguasai kota ini,
apa yang paling penting?
Aku tahu, uanglah.
Kita harus mendapatkan uang darinya.
Itu langkah kedua.
Agar ini berjalan lancar,
kita harus selesaikan langkah pertama.
Saat orang paling kaya itu jadi gila,
industri di kota ini akan kacau, dan orang-orang akan terpecah-belah.
Kemudian, Sekte Jinniang kita akan tiba.
Tuan Lai,
ternyata aku salah, ijinkan aku bersulang.
Apa kau sudah keracunan?
Memang aku bisa keracunan apaan?
Apa istilahnya?
Pencerahan, aku tercerahkan.
Bagaimana aku bisa sebanding denganmu, Tuan Lai?
Kau jauh lebih baik dariku.
Aku senang mendengarnya.
Masa? Aku akan mengatakan itu tiap hari.
Ayo, bersulang.
Kami tak minum anggur. Sekarang tengah hari.
Tuan Lai, ini tak sesuai pendapatmu.
Kita begini saja,
kalau kau tak minum, biar aku minum untukmu.
Aku tak mencari percekcokan, sungguh.
Dengar yang baru saja kau katakan.
Ini sekedar minum, apa masalahnya.
Panggil teman-temanmu kemari.
Kita...
bisa minum 3 gelas denganmu.
Isi cangkirnya. / Baik baik.
Tuan, aku bisa bikin mereka muntah, percaya atau tidak.
Ayo bersulang!
Isi lagi! / Isi, isi!
Isi gelasnya, ayo minum, mari.
Mari tuan, ayo.
Cepat layani Tuan Lai.
Ayo ambil lagi. / Mari.
Ayo.
Ayo minum.
Biar kuisikan gelasnya.
Isi.
Tuan Lai.
Ayo.
Aku tak bisa.
Aku akan menemanimu.
Kebanyakan minum Tuan Lai, tak apa.
Tuan Lai, apa perlu kucarikan tempat menginap buat istirahat?
Tempat apa? / Tempat yang belum pernah kau kunjungi.
Tempat dengan gadis tercantik di kota ini.
Tempat yang belum pernah kukunjungi?
Ikut saja nanti kau akan tahu.
Ayo.
Apa ini yang tak pernah kumainkan?
Pelan-pelan.
Tn. Lai kebanyakan minum
dan ingin beristirahat disini.
Sebaiknya kau
merahasiakan hal ini.
Aku paham. Aku paham.
Saat kau keluar,
tutup pintunya.
Baik, baik.
Lai Xiaohua,
aku tak membuatmu berhalusinasi.
Tapi
kau memang punya keberuntungan.
Tuan Lai,
akhirnya kau bangun.
Dimana aku?
Disini pemandian terbaik di kota kita.
Tuan Zhang yang membawamu ke sini.
Pemandian?
Dimana Zhang Buhui?
Dia pergi,
dan menyuruh kami untuk melayanimu.
Pasti ini sesuatu yang baru bagimu.
Dan kau akan puas.
Sesuatu yang baru?
Kukasih tahu ya.
Semua yang kau ketahui
dan tak kau ketahui
bukanlah baru
bagiku.
Aku pernah main semuanya.
Semuanya.
Tuan Lai,
akhirnya kau bangun juga.
Mana Tuan Zhang? / Aku pernah mainkan semua disini.
Sesuatu yang tak pernah kumainkan...
mandi bersama para wanita...
Apa kau puas?
Aku...
Aku...
Aku lebih dari sekedar puas!
Ada apa? Bicara apa dia? / Entahlah.
Ada apa ini?
Ayi, sini, sini!
Dasar cabul!
Siapa namamu?
Panggil aku mbak. / Mbak?
Apa kau perlu dioles?
Parah, parah, Tuan Lai gila!
Tuan Lai gila! Tuan Lai gila!
Tuan Lai gila! Ayo cepat pergi!
Berhenti! / Tuan Lai gila!
Tuan Lai gila!
Lari!
Tuan Lai gila!
Lari, lari, Tuan Lai gila!
Lai Xiaohua, apa yang kau lakukan?
Oh Dewa!
RRC amat terbuka.
Tuan.
Tuan, kenapa dirimu? Tuan?
Kau dari mana saja?
Kenapa tak kau jaga tuanmu?
Aku mabuk berat. Tuan, kenapa dengan dia?
Pergilah,
pergi panggilkan seseorang. / Panggilkan orang?
Cepat pergi!
broth3rmax
Tuan, kenapa denganmu, tuan?
Kau, kau tertidur?
Guru,
lihat, kenapa dengan Tuan Lai?
Kurasa dia cuma mabuk.
Guru, apa kau bisa melihatnya?
Diam.
Oh Dewa!
Tuan, akhirnya kau bangun juga. / Xiaohua,
Ketika kau terbebas...
Janda Liu di desa timur punya bayi babi yang baru lahir.
Kau tahu itu? / Begini,
di istana kekaisaran di kota ini, Nona Sun kerja sebagai tukang sapu.
Sapu, sapu...
Sapu, sapu...
Ada apa ini? / Kayaknya dia gila.
Gila? / Kenapa, Tuan?
Kenapa, Xiaohua?
Tuan... / Dia bukan gila.
Little Bee.
Tn. Ma, akhirnya kau kembali.
Lihat? / Ikat dia lebih dulu.
Tuan... / Pelan-pelan.
Pelan... / He Xiaochuan,
kau yang salah!
Ya Dewa, siapa He Xiaochuan?
Ya Dewa, tuan kami jadi gila.
Dia tidak gila. Jiwa asalnya dirasuki roh jahat.
Kita usir saja. / Obat pingsan...
Obat pingsan... / Kau bersedia ambil resiko untuk menyelamatkan dia?
Aku bersedia. / Jika kau tak mau...
Kuberi kau 100 dolar.
Agar kau bersedia. / He Xiaochuan...
Unsur utama asli adalah Qi,
dan rohnya adalah Xi.
Ini dirasuki manusia.
3 unsur utama dan 7 roh merupakan nafas manusia.
Alasan kenapa Lai Xiaoha jadi gila
beberapa rohnya ada yang hilang.
Yang perlu kita lakukan adalah menemukan keempat roh yang hilang itu.
Apa kita mau tampil di panggung?
Guru, kami mau ngapain?
Ini memalukan.
Tak perlu malu.
Kalian hanya berakting sebagai 4 Raja Besar.
Jika ada 4 orang lagi, kalian bis berakting jadi 8 Dewa.
Tidak, tidak, tidak...
kami lebih suka 4 Raja Besar.
Jangan banyak omong.
Ketika kau melakukan apapun, lakukanlah dengan etos kerja.
Karena kau mengerjakan tugas,
lakukan dengan sebaik-baiknya.
Tn. Ma, selanjutnya,
kami mesti bagaimana?
Bernyanyi. / Bernyanyi?
Memanggil Dewa adalah sihir bahaya dan serius.
Kuingin kalian bekerjasama.
Dengan alat musik dan melodinya,
kita pancing roh utamanya Lai Xiaohua.
Ini harus dilakukan oleh orang yang dikenal oleh dia,
paham? / Ini alat musik?
Selanjutkan kau harus bernyanyi.
Kau bisa nyanyi?
Aku... menyanyi...
Cobalah. / Aku...
♪ Meraba-raba cewek... ♪ / Hey brengsek...
♪ Mengambil benih-benih melon... ♪
Kau... terlalu jorok...
Aku tak tahu lagu lainnya.
Nyanyikan ini.
Aku tak bisa melihat, Tn. Ma.
Biar kuajari.
♪ Di malam hari, ♪
♪ cahaya bulan menghiasi dinding ♪
♪ Aku yang hina, dalam kesedihan mendalam ♪
♪ berdiri di bawah atap ♪
♪ mengamati sekitar dengan hati-hati ♪
♪ Tuan, ingatlah bintangmu. ♪
♪ Namamu Lai Xiaohua ♪
♪ Sebelum tengah malam, ♪
♪ gagak mematuk kisi-kisi jendela ♪
♪ Katanya menjeritlah sekarang, ♪
♪ Aku turun dari ranjang untuk membuka pintu ♪
♪ Semua tersenyum, aku menyambutmu ♪
♪ Kuraih gagak itu ♪
♪ berkata, gagak, ♪
♪ aku mengandalkanmu ♪ ♪ untuk menuntun tuanku kembali ♪
Aku terus bernyanyi!
♪ Mestinya kau mengajakku ♪
♪ Kuingin pergi bersamamu ♪
♪ Cuma orang brengsek yang tak mau ikut denganmu ♪
♪ Mestinya kau mengajakku ♪
♪ Kuingin pergi bersamamu ♪
Aku meminta kekuatan dewa untuk mengerahkan bantuan iblis.
Bunyi gagak, gong dan suara drum. Di tengah malam, kupanggil Roh Darah.
Dengarkan perintahku, dewa dan roh halus. Kuasailah unsur jiwa dan roh utama, laksanakan!
♪ Mestinya kau mengajakku ♪
♪ Kuingin pergi bersamamu ♪
♪ Cuma orang brengsek yang tak mau ikut denganmu ♪
♪ Mestinya kau mengajakku ♪
Terus bernyanyi!
♪ Sebelum tengah malam ♪ / Kalian jangan panik!
♪ gagak mematuk kisi-kisi jendela ♪ / Ini hanya ilusi, tipuan murahan.
Lihat yang bisa kulakukan!
Beraksi!
♪ Tuan, ingatlah bintangmu. ♪
Bagus, ayo kita main serius.
♪ Aku turun dari ranjang untuk membuka pintu ♪
♪ Semua tersenyum, aku menyambutmu ♪
Kutanya, Tuan, kenapa tak masuk saja?
Dalam Tiga Balok-kayu ada 3 Bayi ajaib. Ada 3 bunga di kepalanya, mereka berubah jadi anak.
Tiupan angin ajaib berubah jadi Qi, membunyikan bel ajaib.
Terus bernyanyi!
Sudah hilang diterpa angin. / Apa?
Tn. Ma, apa yang harus kami lakukan? / Harus bagaimana?
♪ Ini adalah bunga dunia ♪
♪ Siapa yang meninggalkan emas dan perak? ♪
♪ Senyum dan debu ♪
Apapun yang terjadi,
aku akan menemanimu.
♪ Dibanding dengan orang murahan ♪
Lai Xiaohua, Lai Xiaohua!
Jangan dijawab.
Tuan Lai.
Tuan, Tuan, Tuan Lai.
Kita harus bagaimana, Tuan?
Lai Xiaohua,
sadarlah.
Sadarlah. Sadarlah. Sadarlah!
Gremlin amat jago soal beginian.
Dia masih menyekap 1 roh.
Takdir,
ini takdir.
Takdir atau bukan,
apa kau tak punya cara lain? Tn. Ma, tolong bantulah kami.
Aku sungguh ingin menolong dia,
tapi bila kita tak bisa menemukan Rumah-judi Emas Perak itu,
kita tak bisa membawa pulang roh itu.
Akan kuantar kau ke sana.
Kau yakin?
Aku tak akan menyesal meski aku mati.
Tuan kelima,
bagaimana keadaanmu?
Aku tak apa-apa. Mungkin saja Ma
sudah tahu keberadaan kita.
Lalu apa yang harus kita lakukan?
Apakah ini berkah atau bencana,
kita harus menghadapinya.
Jadi kita harus lawan dia.
Kau lakukan saja tugasmu.
Baiklah.
Untuk menemukan Rumah-judi Emas Perak,
kau harus bawa lentera ini.
Kumohon,
selamatkanlah dia.
Jangan kuatir, nona,
kami akan bawa balik dia.
Hadirin sekalian,
mari kita sambut relawan mangsa-buruan kita,
Keluarga Ma dari Cina Timur-laut.
Akhirnya kita bertemu juga.
Ma... / Sudah jangan banyak omong.
Serahkan pada kami rohnya Lai Xiaohua.
Ya! Serahkan!
Maksudmu yang ini?
Sayang sekali...
kau akan susah mendapatkannya.
Kau tahu yang lebih disayangkan lagi?
Kalian tak bisa pergi sekarang.
Sihir ecek-ecek macam itu tak akan membuatku takut.
Ini kayak lelucon saja.
Semua orang kenal aku, Luo Wuzhou, tak suka bertengkar.
Aku tak pernah suka bertengkar.
Namun terkadang
aku harus melakukannya.
Begini saja. Bagaimana kalau taruhan?
Jika kau menang, akan kuberikan
yang kau inginkan,
bagaimana?
Tn. Ma...
Tak masalah. Kau menjauhlah.
Jika kau yang menang... / Kau tahu permainan Rusia?
Negara dingin utara.
Dan negara itu di utaranya kita.
Tahun belakangan ini, satu permainan populer di sana.
Kau punya peluru terisi, dan enam peluang.
Siapapun yang kalah pasti menembak dirinya.
Kayak begini.
4, 4, 5... besar.
Lihat sendiri? Begitu saja.
Pembunuh! Pembunuh!
Pembunuh!
Jangan panik. Itu cuma sihir.
Sihir macam itu hanya membuat malu dirimu.
Itu demonstrasi terakhirku. Mari mulai bermain,
Ma.
3, 1, 3... kecil.
Kayaknya aku beruntung.
Memutuskan hidup dan mati sekaligus.
Bagus. Memutuskan hidup dan mati sekaligus.
Tipuan yang bagus.
Jadi sudah lama kau rencanakan perangkap ini.
Gadis cantik itu memang palsu.
Tapi mantel ini
sungguh terbuat dari kulit basaltic yang indah.
Dengan ini, kau tak bisa melihat kotak dadunya,
ayo,
kali ini, 6 peluru disini
dan 1 disini.
Ayo, kita main pakai cara lain.
Apa kau tahu kotak mana yang ada dadu aslinya?
Boleh aku tanya sesuatu?
Silahkan. Sampaikan saja.
Kota Baiyu dalam lokasi yang besar,
tapi Sekte Jinniang-mu hanya demi ini?
Kau kira sesederhana itu. Bagi kami, Kota Baiyu
hanya sebuah peta.
Tapi dia
adalah kuncinya.
Kunci apa? / Kuharap bisa mengabulkan keinginanmu,
tapi nampaknya lebih menarik membiarkanmu mati dengan 1 pertanyaan.
Ayo, kita kembali ke topik.
Kotak mana yang ada dadunya?
Susah mendapatkan informasi dari omong-kosongmu.
Omong-kosong?
Sebentar lagi kau akan mati.
Sekarang, matamu terhalangi.
Kau tak bisa melihat isi kotak sama sekali.
Ya.
Aku tak bisa melihatnya.
Tapi aku tanya padamu.
apa ini sihir?
Penyihir terhubung dengan roh dan sihir menunjukkan caranya.
Keluarga Ma dikenal
bukan untuk orang lain,
tapi untuk penyihir.
Berasal dari gunung tepi laut jauh di utara,
kami pergi dari gunung untuk menebarkan kebajikan.
9 zona langit, 9 bintang, 9 jalan.
Untuk hidup, untuk mati, untuk bertanya.
Matematika Basaltic.
Kau telah menghalangi mataku,
mungkin kau tak bisa menghalangi roh langit.
Harap akhiri...
tipuan membosankan ini
dan aku akan tahu kau tak akan mau mematuhi aturan.
Aturan? Aturan dibuat olehku.
Ma, kau punya beberapa trik,
tapi apa menurutmu itu semua
bisa menangkis peluru ini?
Kau benar, waktu telah berubah.
Tapi aku yakin, bagaimanapun masa berubah,
tak peduli seberapa tuanya kita,
keadilan
tak pernah kadaluarsa.
Baik, maka kau boleh mati dengan keadilanmu.
Aku tak pernah berharap bajingan sepertimu
bisa menepati janjimu. Tunjukkan saja kemampuanmu.
Kayaknya, kita harus bertarung.
Ma brengsek!
Jadi ini wujud aslimu.
Apakah ini kejutan?
Kau tetap saja kalah.
Susah ditebak.
Kita tandingan sepadan
Sekarang, kita akan terluka karena bertempur.
Kau lupa
trik terakhirku.
Kau kira cuma dirimu yang bisa memanggil roh?
Dengan auman membelah langit,
kupanggil leluhur untuk turun gunung.
Roh akan menjawab panggilanku,
iblis akan memathui perintahku. Datanglah, kelelawar betina dari barat.
Cepat datang untuk pencerahan.
Tak menyangka ya? Aku bisa panggil roh.
Bagaimana mungkin kau bisa menang?
Dengan memanggil roh?
Kau salah. Dan aku harus berterima kasih padamu.
Roh yang kau panggil
akan membuat ini makin mudah.
Kau bilang apa? / Jangan remehkan 3 dupa keluargaku.
Ma sebagai nama keluargaku, Yiyou nama pemberian,
Perintahku akan akan mengancam roh.
Mengalahkan iblis, kubawa kedamaian di dunia.
Zhingqiu, Rumah Penjaga-Kedamaian, mohon tunjukkan kekuatanmu.
Cepat datang bantulah aku!
Kau kira kau lebih sakti?
Kau cuma sedikit beruntung.
Setelah aku pulih,
Aku... aku akan kembali untuk balas dendam.
Kapan? / Sudah kubilang tak ada yang menantang orang yang tak mampu.
Kau orang palsu.
Bagus buatmu. Dasar musang-kuning. / Tunggu, tunggu, tunggu...
Jangan bertengkar lagi. Aku tak takut padamu,
aku takutnya pada...
Apa? katakan!
Takut sihir atau seni bela diri?
Batu bata menghancurkan medan energiku.
Oh Dewa!
Tuanku.
Bicaralah, Mad Zhang...
Luo Wuzhou telah gagal.
Seperti Xiu Xihai.
Jika dia kembali hidup-hidup,
kau tahu harus berbuat apa?
Mencincang dia,
dan mengambil jantungnya buat obat.
Yang benar saja.
Aku tak serius kok.
Apa ada lagi?
Ada satu lagi.
Aku temukan Fu San di Kota Baiyu.
Fu San?
Wanita itu ada di Kota Baiyu?
Berita bagus.
Wanita itu memang pilin-plan,
tapi rumah
tempat dia pulang,
bukankah begitu?
Ya.
Pergilah.
Lakukan kewajibanmu.
Baik!
"Ma Weizhi"
Terima kasih teman-teman yang selalu menyukai cerita ini di depan layar. Terima kasih karena tak membiarkan kami menyerah.
broth3rmax, 4 Juli 2019
no resync/re-upload/delete-credit broth3rmax, 4 Juli 2019
follow instagram: @broth3rmax
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.