Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Nyonya Kangning sungguh meninggalkanmu di tengah jalan.
Tuan, wawasanmu luas menyuruhku diam-diam mengikutimu.
Yah, situasinya masih bisa dikendalikan untukku.
Tapi takutnya Tuan Du yang licik
mungkin kesulitan malam ini.
Ayo pergi dan kejar istriku.
Sayang, ini sudah larut malam.
Sayang,
menulis di waktu malam akan merusak matamu.
SURAT PERCERAIAN
Sayang, apa maksudmu dengan ini?
Kau terlihat kesal, dan sekarang mau menceraikanku.
Apa kau menyalahkanku karena menangkap Yan Zimei
dan melukai harga dirimu?
Hari itu, hanya ada kita berdua di kamar.
Yang lain mungkin tidak tahu, tapi kau tahu benar
bahwa aku menghancurkan tintaku sendiri,
merobek baju lamaku sendiri, dan melukai harga diriku sendiri.
Hanya ada satu atau dua perkataan yang berlebihan.
Tapi itu agar dipercaya.
Sayang, mengingat aku sudah membersihkan namamu,
kau harus memaafkanku.
Kenapa malah marah padaku?
Kau membersihkan namaku?
Tn. Du, tidakanmu
punya tiga tujuan, tapi tidak ada tujuan untukku,
semua untuk dirimu sendiri.
Aku mendengarkan.
Pertama, kau mengetesku untuk melihat
apa aku punya hubungan dengan Yan Zimei,
mencoreng reputasi keluargamu.
Kedua, aku akan kesal
karna tinggal sendiri sampai fajar pada malam pernikahan kita.
Kau coba memakai dua tamparan itu untuk menebus perbuatanmu,
perbaiki keretakan, dan menambah kasih sayang antara kita.
Ketiga,
kau sengaja menunjukkan keahlianmu di depan keluarga Li
agar mereka tahu aku sudah dapat suami yang cakap,
membuatnya masuk akal bagiku untuk lebih bersyukur
dan patuh padamu di masa depan.
Katakan. Apa aku salah tentang ini?
Ini salahku karena gagal melihat harta karun sejati.
Sayang, kau sangat pintar.
Tapi, kau salah menebak satu hal.
Meski aku mungkin tidak cakap, aku bisa bedakan orang lewat tulisannya.
Tulisan tanganmu
elegan dan murni,
dengan keanggunan mengagumkan menunjukkan seorang master.
Itu menunjukkan kau bukan orang plin-plan.
Aku menggunakan si bodoh itu
hanya untuk menenangkan amarahmu.
Aku beberapa tahun lebih tua darimu.
Dan aku pernah jadi janda. Jika kau punya…
Kuharap kau akan menghargaiku
- Kau… - Mulai kini aku juga lebih hargai kau.
Hentikan omong kosong itu.
Aku salah.
Kau sangat menghargai buku
sampai kamarmu penuh buku,
baik itu karya klasik, sejarah, filsafat, dan sastra.
Pergilah ke rak dan pilih buku apa saja untuk dibawa ke sini.
Shouhua, apa kau mau mengujiku?
Siapa itu?
Aku datang.
Di mana buku aneka ragam yang biasa kau baca?
Jangan lagi. Buku adalah buku.
Tak bisa dikategorikan resmi atau aneka ragam.
Di dalam kamar ini, ke mana pun kau melihat, tak ada apa pun selain buku.
Kau bisa pilih…
Bukankah katamu Tai Xuan Sutra dan Surangama
tak terkait kepegawaian, jadi kau tak pernah baca?
Tunggu. Tinggalkan satu untukku.
Kau ahli dalam sastra klasik dan sejarah
dan bisa ingat semua hanya dengan melihat.
Apa kau juga menguasai kitab suci Buddha?
Aku hanya orang yang lamban berpikir.
Aku tidak pernah paham artinya. Bisa kau beri aku pencerahan?
Dalam Agama Buddha, tertulis
jika kelima perenungan itu jelas, logam akan mudah diubah.
Tapi, tanpa selesaikan tiga pikiran itu, sulit melarutkan air sekalipun.
Apa artinya itu?
Kau baca Analek pada usia tujuh tahun.
Pasti tahu prinsip
"merefleksikan diri sendiri tiga kali sehari".
Bahkan orang luar paham pentingnya refleksi diri terus-menerus
dan mengikuti jalan kebaikan.
Jadi, saat penganut ajaran Buddha makan tiap butir nasi,
mereka secara alami punya lima perenungan, selalu memendam rasa malu,
dan membuang tiga pikiran ketamakan, kemarahan, dan kebodohan.
Hanya dengan latihan konsisten dalam semua tindakan dan istirahat orang bisa membina
sebuah hati bagai cermin terang yang memantulkan semua hal
dan mencapai dunia murni yang membebaskan semua makhluk.
Bagaimana bisa kau tidak paham
prinsip sesederhana itu?
- Itu dia. - Siapa?
Li Boyang nama keluarganya Li, terlahir dengan pengetahuan.
Dahulu, di perjodohan sastra keluarga Li,
baris pertama sebuah bait yang menurutmu indah,
ternyata orang yang buat pertanyaan itu adalah istriku.
Tanpa diduga, sebuah pernikahan kebetulan
membuatmu menikahi wanita berkarakter baik dan berhati murni.
Yuanming, keberuntunganmu
sungguh membuat iri.
Istri baikku yang baru menikah
akan membuangku.
Kau benar juga.
Pria terhormat selalu tekun berusaha perbaiki diri.
Ini sesuai dengan konten Zuo Zhuan
tentang bagaimana pria harusnya menegakkan kebajikan, tindakan, dan perkataan.
Mereka yang ada di dunia yang mati tapi tidak pernah binasa
mulai dengan ketekunan
dan berakhir dengan ketekunan juga.
Andao selalu menyimpan "Buku Perubahan" di bantalnya.
Jika malam ini dia juga di sini,
dia pasti akan membuatmu bertukar pengetahuan dengannya sepanjang malam.
Baiklah, aku takkan melanjutkkan bertanya lagi.
Aku khawatir, apa pun yang terjadi aku takkan membuatmu bingung, .
Silakan saja berbicara terus terang.
Dalam hal menulis
dan memerintah, aku tidak berani dibandingkan denganmu.
Aku hanya mengabdikan diri pada buku aneka ragam,
yang mungkin kau anggap lucu.
Karena kau sudah mengaku kalah,
surat cerai ini…
Siapa bilang aku mengaku kalah?
Kau berpengetahuan luas dan rendah hati tentang hal itu.
Sebagai suamimu, aku bukanlah orang bodoh
yang tak layak berpasangan denganmu.
Seperti kau tahu,
sebelumnya aku punya suami lain.
Setelah masa berkabung berakhir,
ibuku mendesakku menikah lagi berulang kali.
Tapi aku terus menunda persetujuanku.
Apa kau tahu kenapa?
Kenapa?
Dibanding mendiang suamiku, pembelajaranku
bagai cahaya kunang-kunang kalah terang dari cahaya bulan.
Sebelum mendiang suamiku wafat, dia memegang tanganku dan berkata,
"Jika kau tidak menikah lagi, aku takkan istirahat dalam damai."
Tidak apa-apa kalau dia hanya bilang itu.
Tapi dia juga bilang jika aku menikah lagi,
aku harus pilih suami dengan bakat dan karakter
yang jauh lebih unggul darinya.
Jika tidak, di seberang alam baka pun,
jiwanya masih akan menyimpan dendam.
Sebagai wanita,
jika kuhargai suami baruku dan melupakan yang lama,
pertimbangkan perasaan pribadi dan lupa kasih sayang masa lalu,
itu akan bertentangan dengan cara menjadi istri.
Jadi, tolong maafkan aku.
Apa yang kau tertawakan?
Apa kau begitu yakin bakat dan karakterku
tak sebanding dengan mendiang suaminya?
Di ranjang sakitnya, dia masih berpikir
mencarikan suami baik lain untuk istrinya.
Dia bahkan menambah maharnya di masa depan
dengan tirai mutiara warisan miliknya. Tn. Du,
apa hatimu sebesar itu?
Tidak.
Aku berpikiran sempit.
Aku tidak sanggup jika istriku tercinta bersama orang lain.
Aku akan berusaha agar bisa bertahan hidup bersamanya seumur hidup.
Aku takkan pernah melepaskannya di tengah jalan.
Dia tampak berhati besar di permukaan,
tapi nyatanya, dia buat Shouhua memikirkannya terus.
Kebaikan macam apa itu?
Dia salah menilaiku.
Aku pasti akan lulus ujian istriku.
Kalau begitu, apa kau tahu
apa yang akan dia uji, dan bagaimana dia mengujimu?
Kau tanya aku?
Bagaimana aku tahu?
Bunga delima segar! Mari lihat!
Buah musiman! Lihatlah!
Lihat bunga delima ini. Ini sangat segar.
Ini. Lihat buah kesemek ini. Bagaimana menurutmu?
- Segarnya. - Aku suka ini.
Ny. Du itu bermartabat dan anggun.
Bagaimana bisa ada hal begitu? Kau pasti asal bicara lagi.
Orang itu keluar dari rumah Li di tengah malam.
Aku melihatnya dengan jelas
dengan mataku sendiri.
Dia bahkan membawa pria ke pintunya.
Jelas dia bukan wanita yang sopan.
- Ini tidak bagus. - Ya.
Dia berpura-pura suci dan berbudi luhur.
Jadi, dia orang munafik.
Cuci bersih. Dengan begini, acar plum akan terasa lebih lezat.
Baik.
Ibu?
Kau tahu? Bicara soal latar belakang keluarga Li,
tak ada satu detail pun bisa disembunyikan dariku.
Nyonya Li!
Hari ini, aku akan beri tahu kau
bahwa tukang gosip akan berakhir dengan lidah busuk.
Kau wanita gila!
- Katakan lagi. - Dia memukulku! Tolong!
Wanita tua itu sudah gila.
- Dia memukulku. - Kau layak dapatkan.
- Wanita tua. - Kau layak dapatkan.
Kau layak dapatkan karena bergosip tentang orang baik.
Tepat sekali. Jangan marah, Nyonya Li.
Karakter putri sulungmu dipuji oleh semua orang.
Takkan ada yang percaya Nyonya Cui.
Kata-katamu agak aneh.
Shouhua jarang keluar, dan dia juga tidak bertemu orang luar.
Apa maksudmu dengan "dipuji semua orang"?
- Kami masih ada urusan. - Ya.
Ya, kami harus pergi.
Penggosip.
Katanya seseorang mengagumi Ny. Du karena bakat dan kecantikannya
dan coba segala cara untuk merayunya.
Tapi dia menolak untuk punya aib
dan bahkan minta suaminya
menangkap pria itu.
Sekarang, di Kota Bianjing,
semua orang memujinya karena murni,
suci, dan berbudi luhur.
Sekarang aku ingat.
Jadi, permainan judi yang dibuat Suihua adalah untuknya.
Tidak heran.
Yuanming, kau di sini.
Tn. Du datang. Kenapa tak kau antar ke atas?
- Ayo. - Tunggu.
Permainan judi apa maksudmu?
Aku tahu, ayo.
Ikuti aku, Yuanming.
- Itu permainan judi apa? - Ayo pergi.
Ayo naik dulu.
- Ayo minum. - Mereka minum banyak.
Ayo.
Chai, tolong beri tahu aku.
Permainan judi apa yang mereka bahas?
Seperti kau tahu, teman yang bersosialisasi denganku
punya beragam pekerjaan.
Aku dengar dengan telingaku sendiri
seseorang buat permainan judi di kota untuk bertaruh…
Bertaruh pada apa?
Mereka hanya segelintir orang rendah.
Karena gagal dalam ujian kerajaan, mereka merasa kesal.
Entah bagaimana mereka dengar rumornya, tapi mereka berani…
Teruskan.
Yuanming,
jangan marah jika kuberi tahu.
- Kau… - Mereka bertaruh tenang Shouhua,
mengeklaim siapa pun yang bisa memenangkan istri berbakti cendekiawan peringkat tiga
bisa menang 30 tahil emas.
Mereka jadikan istriku taruhan?
Emas?
Aku tidak tahu aku bernilai sebanyak itu.
Begitu Kangning dan aku dengar berita itu,
kami datang ke sini menunggumu.
Kami takut kau dengar ini dari tempat lain
untuk menambah kekesalan.
Itu salah kita. Harusnya kita lebih hati-hati malam itu.
Tak ada dinding yang tak bocor di dunia ini.
Bahkan kata-katanya tersebar, itu tidak mengejutkan.
Yang mengejutkan adalah orang lain hanya tahu dia,
tapi yang sebenarnya bersalah tetap tersembunyi.
Kalau ini bukan rencana Yan Zimei di balik layar, siapa lagi?
Dan Nyonya Cui di pintu sebelah
habiskan sepanjang hari menguping kita. Dia mungkin juga punya rencana jahat.
Kurasa dia punya andil dalam memicu gosip di kota ini.
Sekarang bukan waktunya cari tahu tentang itu.
Para pesolek gagah dan cendekiawan sembrono
yang suka cari kesenangan dari wanita
kini semua mencari Shouhua.
Shouhua, di mata mereka, kau adalah hadiah
dan sepotong daging kambing di talenan.
Apa ini seserius itu?
Mereka yang menyanjungmu akhirnya akan membunuhmu.
Sanjungan selalu diikuti niat membunuh.
Kini, orang memuji Shouhua karena berbudi luhur dan baik.
Aku takut gelombang akan berubah secara tiba-tiba
dan semua orang di kota akan mulai injak-injak dia.
Kenapa kau kembali?
Cepat kembali dan hibur istrimu.
Dia wanita yang sangat terhormat.
Sekarang pasti dia ketakutan.
Benar, kau harus cepat pergi.
Yuanming.
Jika dia wanita biasa,
waktu menghadapi situasi begini,
dia pasti akan sangat ketakutan dan panik.
Tapi Shouhua sangat pintar dan bijak.
Dia pasti punya solusi.
Jika aku ikut campur sekarang,
aku akan dituduh memamerkan kepintaranku
dan sangat menyinggungnya.
Jadi, aku tidak bisa pergi.
Bagaimana kalau pergi dan minta bantuan suamimu?
Jika kau merasa malu,
aku yang akan pergi. Bagaimanapun aku tidak malu.
Kita tidak boleh minta bantuannya.
Jika kita hanya tergantung padanya,
itu akan buat dia makin berpuas diri.
Haode, kau bisa melihat jangka panjang.
- Shouhua, aku khawatir… - Tanpa gelar istri cendekiawan,
keluarga kita sama seperti dahulu.
Bersama sebagai kakak adik, tak ada rintangan yang tak bisa diatasi.
Kenapa kalian jadi begitu rapuh dan lemah lembut
setelah menikah?
Shouhua benar juga.
Kita bisa pecahkan masalahnya meski tanpa bantuan Tn. Du.
Biarkan mereka lihat kekuatan kita.
Baiklah, kita semua akan dengarkan Shouhua.
Ya, kita semua akan dengarkan Shouhua.
Apa pun yang Shouhua katakan, akan kita lakukan.
Beberapa bajingan dan orang bodoh itu.
Mengingat metodeku biasanya,
anggota tubuh mereka harus dipotong.
Tidak. Tidak pantas.
dengan kesopanan dan keanggunan Shouhua,
dia akan anggap aku terlalu kejam jika lakukan itu.
Aku harus jadi cendekiawan peringkat tiga mulia dan baik hati.
Perlu berpikiran terbuka dan murah hati.
Ya, murah hati.
Jarang bertemu orang sepertimu yang terampil
dalam menulis, melukis, menyulam, dan memasak.
Dalam waktu yang singkat ini,
kau bahkan sudah pandai menenun.
Ibu, tolong jangan menggodaku.
Di antara saudariku, tanganku yang paling kaku.
Aku hanya sedikit lebih sabar dari yang lain.
Kalau begitu, mulai besok,
aku akan mengajarimu cara menenun kain polos.
Baik.
Dia benar-benar bisa duduk tenang.
Terburu-buru tidak akan berhasil.
Du Yangxi, kau harus lebih tenang.
Jangan menyodorkan dirimu dengan mudah, mengundang penghinaan.
Kenapa kau menyelinap di luar jendela…
- Apa maumu? - Kau tanya aku?
Ini sudah awal bulan kelima. Kau tak tahu apa mauku?
Besok kita akan beri hormat pada Jinshi kelas satu dan kunjungi para cendekiawan.
Zhang, cendekiawan terbaik, mencarimu di mana-mana tapi tidak ketemu.
Dia cemas sampai-sampai mulutnya terluka.
Kau malah di sini, bermalas-malasan.
- Cepat ikut aku. - Aku ada urusan.
Kau bisa ada urusan apa?
Nyonya Du,
hari ini nyonya kami sedang memilah pakaian musim panas.
Jubah dengan bunga mudan tidak bisa ditemukan di mana pun.
Tadinya itu disimpan Nyonya Shouhua.
Jadi, Nyonya suruh aku datang dan tanya.
Shouhua?
Bukankah itu jubah yang paling Ibu sukai?
Itu disimpan dengan baik di kamarnya oleh dia sendiri.
Kami cari di semua kotak dan lemari, tapi tidak menemukannya.
Dan katanya, dia perlu pakai itu untuk mengunjungi seseorang besok.
Kini, dia kesal soal itu.
Ibumu pemarah. Jangan membuatnya terus kesal.
Kembalilah dan bantu dia mencarinya.
Ya.
Shouhua, kau tahu?
Rumor buruk itu bahkan menyebar ke keluarga Fan.
Kami mengikuti saranmu untuk tetap diam,
tapi api di hatiku berkobar hebat.
Kuharap bisa langsung hadapi orang tak tahu malu itu.
Lupakan tentang aku menunggu tiga sampai lima bulan lagi.
Bahkan menunggu satu atau dua hari pun aku tidak tahan.
Shouhua, beri tahu kami.
Sebenarnya berapa lama kami harus menunggu?
Seperti kubilang, ini belum saatnya.
Kau tidak menginjakkan kaki di luar.
Tidak peduli beracunnya rumor itu, tak bisa mengotori telingamu.
Tapi suamimu harus keluar dan bersosialisasi.
Dia tak bilang apa pun?
Dia belum bilang atau tanya apa pun.
Dia benar-benar bisa tetap tenang.
Kupikir dia jelas menunggumu meminta bantuannya.
- Kue panggang. - Ibu.
- Dilapisi madu. - Dengar.
Mereka jualan di depan pintu.
Aku akan keluar beli dua kue panggang lalu kembali.
- Kulit renyah. - Ya?
Mereka punya yang dilapisi madu, kulit renyah.
- Tidak. Kau tidak boleh keluar. - Ibu!
Tadi malam, aku mendengarmu batuk kering.
Biar aku ambilkan dua dosis ramuan untuk menghilangkan dahak.
- Ibu. - Tidak perlu.
Semua tinggal di rumah saja.
Qiongnu dan Chunlai juga tidak boleh pergi keluar.
Jika kalian butuh sesuatu, suruh saja Ny. Liu membelinya.
Jika ada dari kalian berani keluar dan buat ribut…
akan kupatahkan kakimu.
Masuk ke dalam.
Kangning.
Ibu, keluarga kita bukan rumah tangga bangsawan.
Tidak ada aturan sebanyak itu.
Jangan batasi mereka terlalu ketat.
Benar sekali.
Shouhua, waktunya tidak pas.
Jika kubiarkan keluar, orang akan bicara hal buruk.
Suamimu ada di lingkungan pejabat. Dia harus menjaga reputasinya.
Aku tidak mau menempatkanmu di posisi sulit.
Shouhua, lihat. Ibu sekarang takut pada komentar negatif dan positif.
Sekarang dia mudah sekali terkejut.
Ibu, tenang saja.
Aku punya rencanaku sendiri untuk masalah ini.
Haode,
Ibu mertuaku baru-baru ini merasakan sesak di dada
dan kehilangan selera makan.
Pergilah ke apotek Cao
dan beli dua dosis pil Dali lagi
agar bisa atur pencernaannya.
Kau mau aku pergi?
Boleh aku pergi juga?
Ya. Siapa pun yang mau bisa pergi.
Tidak perlu buru-buru kembali. Bersantailah sejenak di pasar.
Festival Perahu Naga sudah dekat.
Aku juga akan keluar untuk beli dua potong kain ringan
untuk buat baju musim panas untuk ibu mertuaku.
Jika itu soal berhubungan dengan sesama cendekiawan,
apa harus sesuai umur?
Tidak bisakah didasarkan bakat saja?
Ini rutinitas untuk setiap sesi.
Tapi tahun ini, kita harus buat sesuatu.
Kau yang paling pintar.
Ayo bahas protokolnya dengan baik.
Jangan sampai pejabat Kementerian Ritus menemukan kesalahan.
Dia belum bahas itu denganmu. Jelas, dia tak memikirkanmu.
Du Yangxi,
dia tidak mau bantuanmu.
Jangan merendahkan dirimu sendiri.
- Sudah ketemu? - Aku bawa dia ke sini.
- Di mana dia? - Tepat di belakangku…
Du Yangxi!
Kantong-kantong di toko juga disulam oleh kami.
Kau menyukainya?
- Ya. - Mulai sekarang, seringlah datang.
- Pasti. - Baik.
- Silakan masuk, Tuan. - Nyonya Li.
Silakan lewat sini.
Pesanlah dupa apa pun yang kau suka, atau teh apa pun yang kau suka.
Baik.
Aneh, 'kan?
Ya, memang sangat aneh.
Aku bukan orang asing.
Aku di sini untuk minum teh dan menikmati pemandangan
selagi aku senggang.
Kau tidak perlu menghiburku secara pribadi.
Lanjutkan urusanmu.
Rumor tentang keluarga Li jadi cukup bising.
Pagi ini, bahkan ibuku secara tak langsung bertanya padaku.
Tapi yang aneh adalah
keluarga Li tetap sama seperti biasanya.
Bahkan Nyonya Li tidak mengerutkan kening sekali pun
atau minta bantuanmu secara pribadi.
Itu sungguh aneh.
Sejak kapan kau jadi peramal, Chai?
Bukankah itu jelas?
Jika dia minta bantuanmu, kau takkan asyik menunggu di sini.
Yuanming,
apa kau perlu bantuanku?
Karena kubilang takkan membantu, aku pasti takkan ikut campur.
Aku takkan merepotkanmu.
- Bukankah itu Shouhua? - Istriku?
Di mana dia?
Ibu,
kenapa Shouhua secara khusus mengirimku keluar kedai teh?
Bukankah ini mencolok?
Jangan terlalu banyak tanya.
Apa kau ingat semua yang dikatakan Shouhua waktu dia pergi?
Tentu. Aku harus lebih banyak melihat-lihat dan jalan-jalan.
Dan jika seseorang bicara padaku, aku akan…
Itu bagus. Pergilah.
Aku pergi.
Aku salah. Itu adalah Haode.
Yuanming, sebagai orang berpengalaman,
aku akan mengingatkanmu
bahwa jadi putra menantu keluarga Li itu tidak mudah.
Jika istrimu bertemu masalah dan kau bergegas membantu,
dia mungkin tak menghargainya.
Tantangannya terletak
pada kau perlu membantu dengan cara yang penuh perhatian dan tepat.
Tuan, pelanggan lama dari Xiangzhou tiba.
Duduk di sini. Aku akan urus itu.
Pergilah.
- Tunggu. Kau yakin… - Tidak perlu.
Pergilah.
Tuan, aku ke mana?
- Ikuti Haode. - Baik.
Li Shouhua,
sebenarnya apa niatmu?
Jangan ketinggalan saat kau lewat!
Sup ikan segar! Lima koin semangkuk!
Nona Muda, cobalah semangkuk sup ikan.
Apa ini sup ikan mas?
Bagaimana mungkin, Nona Muda?
Ini ikan hijau berkualitas tinggi.
Hiruplah aroma ini dan lihatlah warnanya.
- Mau satu mangkuk? - Ya.
Baiklah.
Lupakan. Aku tidak mau lagi.
Kenapa tidak? Ini hanya lima koin.
Aku sudah menyendok supnya.
- Aku tidak mau. - Semangkuk saja.
Tolong, tiga mangkuk sup ikan hijau.
- Aku traktir nona muda ini. - Baik.
Salam, Nona Muda.
Aku Liu Jing. Maafkan kekasaranku.
Terimalah salamku sebagai permintaan maaf.
Tak perlu minta maaf, aku berencana pulang ambil uang,
tapi kau datang menolongku.
Aku tidak perlu kelelahan. Kau benar-benar orang baik.
Bantuan kecil ini tidak layak dibahas.
Aku pintar beri bantuan tepat waktu.
Silakan lihat dan tentukan apa lagi yang mau kau makan.
Ini, ini, dan ini.
Tuan, apa kau beli semua ini?
Ny. Du, silakan lihat.
Kumpulan ini stok baru yang baru saja tiba di toko kami.
Barang yang berkualitas rendah!
Beraninya tunjukkan itu ke nyonyaku?
Nyonya,
kupikir toko Sheng tidak spesial sama sekali.
Mulai sekarang, kita tidak usah datangi tempat ini.
Ayo pergi.
Nyonya Muda, tolong tunggu sebentar.
Apa kau buta? Seorang wanita terhormat ada di sini.
Cepat ambil barang kelas satu.
Nyonya Muda,
beberapa barang bagus baru tiba kemarin.
Aku belum menunjukkannya pada pelanggan biasa.
Aku sudah menunggumu
untuk menghargai ini.
Berapa harganya?
Empat, tidak, tiga untai koin.
Tuan Muda, kita tak menjualnya
pada Nyonya Liu di seberang jalan lima untai sekalipun kemarin.
Bedak yang jatuh dari wanita cerewet itu
bisa menambal lubang di dinding. Dia tidak layak dapat ini.
Biaya buruh untuk tusuk konde ini sangat besar.
Bunga-bunga seindah itu harus dipadukan dengan kecantikan.
Jika Ny. Du menginginkannya,
aku akan tawarkan meski harus kubayar
dari sakuku sendiri.
Nona Muda, ini harganya hanya tiga untai koin.
Ambil.
Kami buru-buru keluar rumah
dan tidak bawa cukup uang.
Ambil koin ini sebagai deposit.
Baiklah.
Nyonya, mata terselubungnya masih menatapmu.
Tuan, tolong jangan jual itu ke orang lain.
Tidak akan. Tusuk konde itu sekarang milikmu.
Aku sendiri yang akan mengantarnya nanti.
Tuan Muda?
Bagaimana bisa kau jual rugi? Ayahmu pasti akan marah besar.
Apa yang kau tahu?
Hanya karena penampilanku yang gagah
wanita itu memperlakukanku dengan baik.
Surga pasti berpihak padaku.
Tampaknya emas 30 tahil itu
akan jadi milikku.
Sebelumnya, aku utang 20 tahil padamu.
Sebelum akhir bulan, total 25 tahil dengan bunga
akan diperoleh dari istri cendekiawan peringkat tiga ini.
Bicara soal empat sifat buruk utama yaitu arak, wanita, serakah, dan sombong,
wanita harus dapat peringkat pertama.
Terjebak dalam perangkap kelembutan,
tubuh yang terbuat dari logam pun akan membusuk dari dalam.
Ini bukan untuk senang-senang.
Liang, pelajaran dari kegagalan orang lain masih ada.
Wanita yang suci, tidak boleh dinodai.
Kusarankan kau tidak minta dipukuli.
Aku tidak suka wanita.
Aku hanya mengejar kekayaan.
Aku minta nyonya Liu wanita tua dari rumah mereka
membantuku selesaikan aksi ini.
Aku menjanjikan lima tahil emas padanya setelah aksi selesai.
Dari mana lima tahil emas itu?
Itu akan datang dari hadiah itu.
Dengan dia menunjukkan jalan,
aku bisa masuk rumah mereka
seperempat jam setelah tengah malam saat Festival Perahu Naga.
Ambil ini.
Buatlah cantik.
Seperempat jam setelah tengah malam saat Festival Perahu Naga,
aku akan biarkan pintu terbuka untuknya
untuk biarkan dia
bersembunyi di sudut tenggara halaman.
Aku menyuruhnya berada di sana
tepat pada saat itu.
Setengah jam setelah tengah malam selama Festival Perahu Naga,
di sudut barat laut halaman,
akan ada wanita tua dan pembantu muda di rumah itu.
Yang tua akan bangun pergi ke toilet, dan yang muda akan menjaga api.
Dia tidak boleh menakuti mereka.
Panggilan burung kukuk akan dipakai sebagai sinyal.
Seperempat jam setelah tengah malam saat Festival Perahu Naga,
di sudut timur laut halaman.
Dia diberi tahu bahwa kami tidak bawa cukup uang
dan disuruh bawa tusuk konde itu ke sini tengah malam
untuk hal baik yang akan terjadi.
Sudah menunggu sangat lama,
akhirnya tiba saatnya menangani pelakunya.
Raja gunung, lihatlah ke cermin.
Leshan!
Kau minta dihajar.
- Shouhua, tolong. - Pelan-pelan.
- Jangan lagi. - Pelan-pelan.
Jangan jatuh.
Berhenti di sana.
- Shouhua, tolong! - Pelan-pelan.
- Pelan-pelan! - Berhenti di sana!
Tangkap aku kalau bisa.
Berhenti berlari.
Berhenti berlari.
- Berhenti! - Jangan jatuh.
Aku menangkapmu. Jangan lari lagi.
Berhenti lari.
- Baik, cukup. - Berhenti.
KEDAI SIFU
FESTIVAL PERAHU NAGA HARI KELIMA BULAN LUNAR KELIMA
Rasakan ini.
Selesai.
Tuan, maafkan ocehanku.
Kau, teman sesama cendekiawan, sudah menentukan senioritas
dan saling memberi hormat. Hari ini perjamuan Festival Perahu Naga.
Dan Tuan Sang bilang padaku
terus ingatkan bahwa kau tidak boleh lupa.
Kau ditoleransi
untuk pertama atau kedua kali,
tapi jika ada ketiga atau keempat kali,
mereka akan bilang kau sombong dan lalai,
- dan Tuan Sang akan marah padamu. - Aku tahu.
Sudah bilang istriku aku tidak kembali malam ini?
Kau pasti bercanda, Tuan.
Para Jinshi adakan perjamuan Festival Perahu Naga.
Bagaimana bisa itu tanpamu, cendekiawan peringkat tiga?
Selain itu, bukankah kau bilang sendiri pada ibumu beberapa hari lalu?
Hentikan ocehanmu. Aku bertanya tentang istriku.
Apa kaitan dengan ibuku?
Waktu kau bicara saat itu,
istrimu sedang memijat ibumu.
Jadi, tentu, dia juga dengar.
Tuan, ini sudah terlambat.
Waktunya hadiri perjamuan.
Jangan buru-buru. Tunggu sebentar lagi.
Apa yang kau tunggu?
KEDAI SIFU
BUNGA MUSIMAN
Tuan, kita pergi?
Deqing.
Periksa lagi pembukuan dengan cermat.
Baik.
Pergilah.
Yuanming?
Chai, kau di sini.
Hari ini Festival Perahu Naga. Setiap rumah tangga ramai.
Kenapa kau tidak ke Majelis Cendekiawan
minum sepuasnya dan baca puisi di bawah bulan?
Malah duduk sendiri di sini, menghadap papan catur.
Bukankah ini menyia-nyiakan momen indah?
Chai, harusnya aku yang tanya kau.
Bukankah kau juga bertugas di Restoran Pan
alih-alih menikmati pemandangan indah di rumah bersama istrimu?
Ini semua salahmu karena mengabaikan istrimu tanpa alasan.
Shouhua, tidak ada acara, undang saudarinya untuk perjamuan.
Istriku juga diundang. Dengan siapa aku bisa menikmati pemandangan indah?
Maksudmu, keluarga Li juga adakan perjamuan malam ini?
Kakak adik Li sering berkumpul.
Main catur sendiri bisa membosankan.
Lagi pula, aku senggang. Bagaimana kalau kita main?
Yuanming?
Duduklah.
- Sekarang giliran siapa? - Aku.
Cui'er, cepat.
Antar Fuhui pulang.
- Ya, Nyonya. - Dia mabuk.
- Ibu. - Cepat. Hati-hati.
- Hati-hati. - Ayo minum nanti.
Ya. Baiklah.
- Hati-hati. - Pegang dia.
Ayo minum nanti.
Dia bahkan tidak bisa berjalan tegap.
Kangning.
- Waktunya kau pergi. - Ibu, kau tahu aku kuat minum miras.
Tidak perlu cemaskan aku.
- Kembali saja. - Baik.
- Kembali sekarang. - Baik.
- Hati-hati. - Hati-hatilah.
Pegang dia.
- Jaga Kangning baik-baik. - Baik.
Untungnya, aku berpandangan jauh ke depan.
Kalian bertiga menikah dekat dengan rumah.
Jika kalian menikah di tempat jauh,
itu seperti memotong bagian dari hatiku.
Karena sekarang kami menikah dengan baik,
berkatmu akan datang.
Tidak perlu mendesah.
Selain itu,
aku akan tinggal di dekatmu, tidak pernah jauh dari sisimu.
- Ayo kembali. - Aku tidak mengira
ibu mertuamu juga kuat minum miras.
Sekarang mereka sudah pergi,
kita berdua bisa minum beberapa cangkir dengannya
sampai dia terlalu mabuk untuk kembali.
Ayo masuk dan jangan minum lagi.
Tak ada yang jaga rumah keluarga Du.
Ibu mertuaku dan aku harus kembali sebelum tengah malam.
Kenapa buru-buru kembali?
Rumah itu sederhana.
Tidak ada yang bisa diambil pencuri.
Ibu.
Yuanming.
Yuanming.
Deqing.
Sekarang jam berapa?
Tuan, ini hampir tengah malam.
Tengah malam? Kita akhiri malam ini. Aku pergi.
Deqing, Tn. Du mau bertemu istrinya.
Siapkan kursi sedan bagus untuknya sekarang
dan antar dia pulang dengan aman.
Baik.
Bagaimana?
Siapa bilang aku kembali untuk bertemu dia?
Aku tinggal ibuku di rumah. Tak bisa berhenti khawatir.
Yuanming,
kau dan aku sudah saling kenal cukup lama.
Tak perlu pura-pura di depanku.
Jika kau tak bisa tinggal, biarlah. Takkan ada yang mentertawakanmu.
Mungkin sofaku ada pakunya,
menusukmu sampai tak bisa istirahat sejenak?
Chai, katakan padaku.
Kau kalah berapa babak malam ini?
Aku takut kau kesal jika terlalu banyak kalah.
Kau tak tahu terima kasih.
Ayo. Kita lanjutkan.
Yuanming, ini giliranku.
Pengangkatannya sudah dilakukan
untuk tigaperempat jam setelah tengah malam.
Mungkin sebaiknya aku masuk dahulu dan memanfaatkannya.
Karena takut aku ribut, wanita itu harus menelan kehilangan itu dalam diam.
Aku bisa manfaatkan ini dan dapat bukti untuk pamer.
Siapa tahu? Mungkin 30 tahil emas itu juga akan jadi milikku.
Apa…
Chai, tadi kau bilang keluarga Li mengadakan jamuan.
- Jadi, Li Fuhui juga kembali? - Tentu.
Apa kau tidak merasa ada yang hilang malam ini?
Bulan dingin, angin sedih,
catur tunggal, teh pahit,
dan dua orang pria yang juga menderita.
Apa yang mungkin kurang?
Tidak, harusnya ada tiga.
- Fan Lianghan. - Fan Lianghan.
Cepat.
Tangkap pencurinya!
Pencuri! Cepat tangkap pencurinya!
Seseorang, cepat kemari!
Cepat, tangkap pencurinya!
- Tangkap pencuri! - Pergi!
Tangkap pencurinya! Seseorang, cepat datang!
Pencuri! Cepat tangkap pencuri!
Di sini.
- Seseorang, cepat datang! - Aku yang pertama.
Tangkap pencurinya!
Cepat, tangkap pencurinya!
Pencuri?
- Di mana pencurinya? - Tangkap pencuri!
Tangkap pencurinya. Mereka di sini.
Mereka di sana.
Seseorang! Tangkap pencuri itu!
- Pencuri sialan! - Berhenti memukul!
Jangan pukul aku.
- Tangkap pencurinya. - Pukul mereka.
- Mereka pantas dipukul. - Jangan bergerak.
- Mereka harus dihajar. - Diam.
Jangan bergerak.
Jongkok dan jangan bergerak.
Apa yang terjadi di sini?
Nyonya Li,
pria sudah masuk rumah keluarga Du di tengah malam.
Kau tidak mau cepat memeriksa Shouhua?
Cepat masuk dan cek.
Cari tahu apa dia selamat.
Siapa? Shouhua?
Bukankah Shouhua ada di sini?
Shouhua ada di sini.
Tidak ada yang terjadi. Semua baik.
Hari ini Festival Perahu Naga.
Aku mengundang ibu mertua Shouhua untuk minum sedikit di rumah.
Dia mabuk, jadi kubiarkan dia menginap.
Di malam hari, aku tidak bisa tidur,
jadi aku memanggil putri-putriku
main Ma Diao bersamaku.
Chunlai, bukankah kau sudah kusuruh kunci gerbang?
Ada apa dengan semua keributan ini?
Aku baru mau kunci gerbangnya,
tapi tiba-tiba aku lihat sosok memanjat dinding. Itu sangat menakutkan.
Untungnya, tetangga cepat datang
dan tidak membiarkan mereka kabur.
- Terima kasih, Semua. - Sekarang cepat pergi dan cek.
Lihat jika ada yang hilang.
Aku akan pergi sekarang.
Aku bukan pencuri. Aku…
Jika bukan pencuri, kenapa masuk halaman belakang orang?
Apa karena tahu Tn. Du tak di rumah
dan mau hina keluarganya?
Tidak.
Bukan itu niatku untuk datang. Itu…
Apa? Orang lain mengundangmu ke sini
untuk ikut main Ma Diao?
Kau pikir tuduhan perzinaan begitu mudah dibuat-buat?
Jika kau mencoreng nama baik wanita,
bahkan hukuman cambuk dan pengasingan akan jadi hukuman ringan untukmu.
Kau mungkin dijatuhi hukuman gantung.
Benar.
Jika kau benar-benar di sini untuk menyentuh wanita,
lebih masuk akal untuk tak membiarkanmu lolos begitu saja.
Rambut mereka semua disisir rapi dan wajahnya pakai bedak.
Mereka tak seperti orang baik. Harus dihajar sampai mati.
Beberapa hari lalu, putri bungsu Tn. Li menghilang.
Mungkin orang-orang ini yang menculik dia.
Tidak.
- Tidak, bukan kami. - Mereka bukan pencuri kecil.
Mereka jelas kelompok penjahat. Tak bisa dibiarkan begitu saja.
Kenapa orang di tengah ini
tampak sangat familier?
Ya, aku pencuri kecil.
Tidak. Aku tidak mencuri apa pun.
Ini adalah perhiasan dari keluargaku.
Aku jual dengan harga diskon ke Ny. Du.
Lalu, wanita lain mau beli dengan harga lebih tinggi.
Jadi, aku bermitra dengan orang-orang ini untuk ambil kembali.
Kami tidak mencuri.
- Benar, kami tidak mencuri. - Katamu tidak mencuri?
Apa bukti yang kau punya?
Bagaimana kau bisa buktikan?
Lihat, ini ada di sini.
Jangan bergerak. Jongkok.
- Jongkok! - Kami menangkap basah kalian.
Ya. Tolong ampuni kami, Nyonya Muda.
Kami sadar kami salah. Tolong ampuni kami.
- Kami sadar kesalahan kami. - Tolong ampuni.
- Kami sadar kesalahan kami. - Sungguh.
Tolong ampuni kami.
Nyonyaku,
selain dua ikan kering yang digantung di koridor
tidak ada lagi yang hilang.
Ibu, mereka punya niat jahat sejak awal.
Mereka harus dikirim ke pihak berwenang untuk dihukum berat.
Tapi, hari ini Festival Perahu Naga.
Tidak baik menciptakan karma pembunuhan.
Karena tidak ada kehilangan properti di rumah,
pelajaran yang diajarkan sudah cukup.
Itu tidak boleh.
- Tn. Du kembali. - Tn. Du kembali.
- Tn. Du. - Tn. Du, rumahmu dibobol.
- Tn. Du. - Tn. Du, kau kembali tepat waktu.
Kami serahkan kelompok pencuri ini untuk kau urus.
Tetangga, aku berterima kasih atas bantuan kalian malam ini.
Pencuri ini pasti akan dikirim ke pihak berwenang.
Hanya setelah mereka dicambuk
akan tahu cara menebus dosa dan jadi orang lebih baik.
- Tunggu… - Tetangga, tolong
menjadi saksi saat waktunya tiba.
Tentu.
- Lagi pula kita tetangga. - Benar.
Bagaimana kalau kita menahan mereka untuk malam ini?
Beberapa dari kita bisa bergantian awasi mereka.
Kita bisa bawa mereka ke pihak berwenang besok pagi-pagi sekali.
Benar. Ide bagus.
Besok kita pergi bersama untuk bersaksi. Serahkan padaku.
- Tn. Du, percaya pada kami. - Terima kasih atas bantuan kalian.
Terima kasih.
- Ayo pergi. - Bangun.
- Bangun. - Kalian semua, bangun.
Bangun sekarang.
- Berhenti. - Bangun dan jalan.
Diam. Jangan berkeliaran.
Kalian seperti orang baik.
Kenapa memilih berbuat salah dengan jadi pencuri? Jalan.
Sungguh ribut!
- Cepat. - Pergi.
Kau…
- Sulit dipercaya. - Yangxi,
ibumu sudah tertidur.
Jangan ganggu dia lagi hari ini.
Tenang saja. Dia di rumahku.
Aku akan merawatnya dengan baik.
Kau bisa datang jemput dia besok pagi.
Terima kasih, Ibu Mertua.
Terima kasih, semua Ipar.
Ayo kembali.
Sayang,
kau pasti ketakutan malam ini.
Tuan, ibumu mabuk.
Dia butuh orang merawatnya di malam hari.
Aku tidak berani meninggalkannya.
Kau harus kembali ke rumah dan istirahat lebih awal.
Sayang.
Aku sudah menemukan pertanyaan pertama.
Tolong dengarkan baik-baik.
Empat orang bersaing memperebutkan jalan. Ini mengacu pada sebuah cerita lama.
Jawaban teka-teki ini sangat sederhana.
Kuharap kau segera memecahkannya.
Terjemahan subtitle oleh Dwi Retno Wati
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.