Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Istriku, ini kue gandum manis yang kau mau.
Aku cari di seluruh kota.
Akhirnya aku menemukannya di Kuil Empat Raja.
Tadi, ibu kita melihat Tn. Du berjalan masuk ke Restoran Pan,
beberapa langkah di belakangmu.
Kau tak merencanakan pemberontakan, 'kan?
Pemberontakan melawan siapa?
Aku takkan berani melawanmu, Istriku!
Istriku, dengar!
Aku takut ini akan dingin, jadi aku simpan di dekat dadaku.
Ini membakarku!
Ketulusanku adalah bukti. Bahkan Surga bisa menjaminnya!
Masih tidak bicara jujur?
Hati-hati, Istriku. Jangan sampai kemarahanmu menyakiti bayinya.
Mereka memaksaku, sumpah!
Istriku!
Istriku!
Aku berbagi rahasia denganmu.
Bagaimana kau akan berterima kasih?
Aku tidak peduli dengan rahasiamu.
Tapi ini menyangkut reputasi Shouhua dan kehormatan keluarga Li.
Baik jika tak mau tahu.
- Sungguh! - Benar sekali.
Memalukan!
- Shouhua! - Ada apa?
Buru-buru panggil aku kembali.
Tetap di luar dan jangan biarkan siapa pun masuk.
Mengerti.
Kalian harus pergi sekarang.
Shouhua, masalah ini bukan hal sepele. Ini butuh perhatian serius.
Shouhua, apa benar kau kenal pria bernama Yan itu?
Kangning, hati nuraniku bersih. Tidak ada yang kusembunyikan.
Biar dia selidiki jika mau. Apa yang harus kutakutkan?
Aku hargai perhatianmu, tapi Nenek tidak bisa melihat,
dan dia butuh seseorang di sisinya.
Jika tidak ada hal lain, aku akan pergi.
Shouhua!
Dia bicara penuh percaya diri.
Dia pasti punya rencana. Jangan kehilangan ketenanganmu.
EMAS DAN PERAK
EMAS DAN PERAK
- Bawa ke sini dengan hati-hati! - Baik.
Beri jalan!
Tuan, apa kau cari air? Aku punya.
Ayo masuk. Ikuti aku.
Tidak ada masalah sama sekali, Shouhua.
Lebih murah beli di jalan.
Nyonya lebih suka yang digiling segar.
Rasanya lebih enak dari yang encer di luar.
- Biar kubantu. - Tidak perlu.
- Wow, kau luar biasa! - Hebat.
Lebih tinggi!
Masih lebih tinggi!
Ini sangat keren!
Lebih tinggi!
Sekarang dia terbang!
Cantik sekali!
Ayo pergi!
Shouhua,
itu tumpah.
Aku akan bukakan pintunya.
Aku datang!
Akhirnya kau datang!
Dia sudah menunggumu.
Nyonya, salam dan doa terbaik.
Keluarga Liu, yang jual obat di Jalan Guozi,
sedang mencari pembantu.
Nyonya mereka sangat pemilih.
Jalankan tugas untuk mereka buat kakiku sekurus kaki keledai!
Ny. Yang, kakimu jadi kurus
atau kaki keledainya?
Chunlai!
Berhenti menggodaku. Kaki keledai
dan kakiku keduanya jadi kurus!
Ny. Yang, masuklah bicara di dalam.
Jangan buru-buru.
Aku sudah beri tahu keluarga Chai dan Fan.
Tak ada tas kedap udara, dan berita akan bocor.
Jangan buru-buru.
Istriku!
Tuan, kau sudah kembali! Sudah makan?
Ya, sudah. Bagaimana batuk malammu, Istriku?
Aku minum obat dan batukku berkurang.
Terima kasih sudah bertanya.
Istriku,
apa belakangan ini ada tamu di rumah?
Dahulu, waktu pertama kali ke ibu kota, aku hanya membawa dua pembantu.
Ny. Liu sering membantu di toko. Chunlai sudah lama melayani Ibu.
Biar dia bantu di keluarga Du beberapa hari.
Setelah makelar dapat pembantu dapur, kita bisa kirim dia kembali lebih awal.
Makelar itu berkeliaran di jalan,
berbicara licin dan tajam, menipu uang, bahkan
menjual anak-anak dan wanita.
Mereka sungguh tercela.
Istriku, kau harus lebih hati-hati tentang siapa yang memasuki rumah.
Aku mengerti.
Terima kasih perhatianmu.
Tiga hari sudah berlalu.
Jika kau memang peduli, harusnya beri tahu aku lebih awal.
Jangan bilang kau…
Tidak, sama sekali tidak!
Pasti bajingan itu yang mengganggumu, Istriku.
Makanya kau tidak bisa bilang aku, 'kan?
Ya, tepat sekali.
Tenang.
Penjaga toko bilang kalau
Tn. Yan beli sepasang gelang untuk wanita muda.
Gelang!
AULA JINSI
Lingyao!
Tuan!
Makelar itu, Ny. Yang, datang lagi!
- Yuanming! - Dia…
- Jangan bilang. - Yuanming!
Yuanming!
Lihat catatan terima kasih ini.
Melayani tuanku dengan tulus dan hormat, tak menyimpang dari tekad seumur hidup,
atau berkorban demi negara, menjunjung tinggi kesetiaan sampai akhir.
Mana terdengar lebih baik?
Kupikir keduanya bagus.
Kau putuskan sendiri.
Ada yang harus kuhadiri. Permisi.
- Lingyao. - Yuanming!
Bendahara Wang akan segera datang. Sekarang kau mau ke mana?
Yuanming!
Ny. Yang, hati-hati!
Nona, kau harus kembali.
Berhenti!
Kemari.
Ny. Yang, kenapa kau lari tiap kali melihatku?
Mataku yang malang dan sudah tua tidak bisa mengenalimu.
Aku dengar orang memanggil di belakangku
dan mengira itu Nona Cui di sebelah rumah datang menagih utang untuk rumahnya.
Itu menakutiku setengah mati.
Aku sudah sering ke sini
tapi belum pernah dapat kehormatan bertemu kau.
Hari ini kau pulang cepat!
Ny. Yang, apa kau dapat orang yang kuminta?
Aku sudah dapat!
Dia pelayan dari keluarga Tuan Cao, pedagang perhiasan.
Dia sekuat lembu dan tangannya tangkas.
Sempurna untuk pekerjaan dapur.
Semua sudah siap.
Aku akan bawa dia ke sini saat siang untuk dilihat nyonya.
Aku baru mau datangi keluarga Cao untuk beri tahu.
Tolong, lepaskan aku! Aku mau ke keluarga Chao sekarang.
Apa ini?
Tuan.
Aku tidak suka riasan dan perona pipi,
hanya untuk menemukan gelang emas itu longgar di pergelangan tangan kurusku.
Setelah kita berpisah, aku jadi lesu,
kerinduanku lebih dalam dari yang bisa digambarkan kata-kata.
Ini jelas puisi wanita, merindukan kekasihnya.
Gelang emas longgar di pergelangan tangan kurusku.
Gelang emas.
Gelang emas yang bagus!
Tn. Du, kembalikan padaku!
- Tn. Du! - Lepaskan!
Tn. Du!
Tuan, kau kembali!
Jaga sayap timur.
- Jangan ganggu ibuku. - Mengerti.
Tuan, kau datang.
Apa yang sudah kau lakukan?
Apa yang terjadi?
Ya… Nyonyaku menemukan barang di aula utama yang sudah lawas dan lusuh.
Dia bawa beberapa barang dari rumah keluarganya.
Tapi tukang pindahan itu ceroboh dan memecahkan sebuah vas.
Itu tidak terdengar benar.
Siapa berani menipumu?
Semuanya, hati-hati jangan menabrak barang lain!
Nyonya besar, biar aku bantu ke dalam.
Keluarga Li sudah mendorongku sejauh ini.
Ini tidak bisa dibiarkan!
Hari ini, aku akan menceraikan istriku!
Apa yang terjadi pada istrinya? Semuanya tampak baik, jadi kenapa…
- Gawat! - Sekarang apa?
Tn. Du akan menceraikan istrinya!
Ibu!
Ini…
Ini…
Tidak, ini tidak bisa, Ibu!
- Beraninya dia menindas putriku! - Ibu!
Ibu!
- Ini sangat cocok. - Kau!
Jika dia berani menyentuh putriku, aku akan meratakan kuburan keluarganya!
Ibu, jangan dengarkan itu. Dia hanya mau buat masalah!
Tn. Du akan ditunjuk untuk menjabat.
Menyerang pejabat pemerintah itu kejahatan serius.
Aku ibu mertuanya!
Jika kau teruskan, besok, kau bukan ibu mertuanya lagi.
Kau benar juga.
Ayo pikirkan cara lain.
Kenapa beri ini padaku? Bawa pergi.
Punya keraguan itu tidak seru.
Ini payah.
Ayo pergi.
Meski Tn. Du itu orang yang sombong dan angkuh,
dia bukan orang yang bertindak gegabah tanpa rencana.
Begitu lulus ujian kerajaan, dia teriak-teriak mau ceraikan istrinya,
yang tak lain putri dari pendermanya.
Meski dia tak takut dicemooh bajingan tak tahu terima kasih,
kantor pengadilan juga tidak akan mengampuninya.
Dia bahkan belum ditempatkan.
Ini sama sekali tak masuk akal.
Apa alasan untuk perceraian ini?
Shouhua, beri tahu kami!
Dia menyerangku tanpa sebab dan menyebutku wanita plin-plan.
Tapi untuk alasan apa?
Di seluruh surga dan bumi, hanya dia sendiri yang tahu.
Aku tidak lakukan satu pun dari Tujuh Alasan Perceraian.
Tak ada alasan menyingkirkanku.
Beri tahu ini padanya.
Jika dia tak bisa ceraikan aku, kami harus berpisah.
Pergi cari kakak iparku dan tanyai dia dengan seksama.
Tidak perlu dikatakan lagi.
Kau selamatkan nyawaku hari itu,
dan kebaikanmu membebaniku seberat Gunung Tai.
Aku takkan pernah melupakannya.
Aku akan bayar utang ini dengan murah hati di masa depan.
Mengenai serangan gegabah hari ini, aku mohon maaf.
Surat cerai akan dikirim hari lain.
Sekarang, aku harus pergi.
Keluar! Cepat, hentikan kakak ipar kalian!
Yangxi, bukankah kau ke sini untuk ambil Shouhua kembali?
Kenapa kau pergi sendiri?
Dia tidak mau bilang apa pun dan kau menolak menjelaskan.
Bagaimana bisa siapa pun mati begini, tanpa tahu sebabnya?
Mana dari Tujuh Alasan yang dilanggar untuk membenarkan perceraian ini?
Tanpa alasan jelas,
keluargaku takkan berani menerima surat cerainya.
Kakak ipar!
Pertengkaran antara pasangan baru menikah itu wajar.
Kenapa harus ditingkatkan ke titik perpisahan?
Itu hanya akan mengundang ejekan.
Kau akan segera menjabat.
Tentunya, kau harus bermurah hati dan baik hati.
Meski Shouhua buat kesalahan, demi Ibu dan kami,
kami meminta maaf padamu.
Biar dia perbaiki, dan kalian tetap bisa jadi pasangan penuh kasih.
Kangning, itu omong kosong.
Shouhua tidak salah apa pun!
Dia cantik, lembut, dan berbudi luhur, terkenal di seluruh Luoyang!
Jika bukan karena sebelumnya lakukan upacara berkabung,
apa dia akan semudah itu menikahinya?
Hanya karena orang lain menyebutmu cendekiawan peringkat tiga
bukan berarti aku juga!
Jika mendorongku terlalu jauh,
aku akan ambil kontrak pernikahanmu dan hadiah pertunanganmu,
dan kita akan bertemu di Pengadilan Kaifeng.
Aku menuduhmu mendaki tangga sosial,
membuang istrimu, khianati kebaikan, tak termaafkan!
Masih bermimpi jadi pejabat?
Teruslah bermimpi!
Baik, aku takkan mendebat kalian.
Panggil Shouhua.
Kakak Ipar,
Leshan yang paling liar ketika dia buat masalah.
Dia tak peduli wibawamu di istana
atau peringkat apa yang akan kau miliki di masa depan.
Shouhua sangat sedih, dia sakit dan tak bisa keluar kamar.
Jika benar sesuatu terjadi padanya, maka…
Meski keluarga kami kecil,
tak ada pilihan selain bawa ini ke pengadilan demi keadilan.
Kakak ipar, dampaknya takkan baik padamu.
Pikirkan baik-baik!
Lingyao!
Tuan.
Tuan, aku pun tidak bisa lolos dari kekacauan ini!
Fuhui, pernikahanku dengan Shouhua tidak harmonis.
Alasannya rumit, dan aku terlalu malu untuk mengatakannya.
Tolong, tanya sendiri padanya.
Siapa beri dia sapu tangan bordir itu.
dan siapa yang tulis puisi cinta itu?
Aku sudah tanya langsung padanya,
tapi apa hati nuraninya bersih?
Kangning, aku mungkin dermawan dan baik, tapi tak bisa menoleransi ketidakjujuran.
Di keluargaku, kami tak menerima kesetiaan terbagi.
Seorang wanita tak bisa berpijak di dua perahu.
Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu. Kuharap kau mengerti.
Jika Leshan mau pergi, biarkan dia,
tapi jika ajukan tuduhan di pengadilan, tak ada keluarga yang tidak dipermalukan.
Selain itu, kau sendiri berisiko dituduh mencemarkan nama baik.
Aku khawatir kesehatanmu yang lemah takkan tahan dicambuk beberapa kali.
Kau…
- Haode! - Hentikan!
Aku tidak tahan lagi.
Tn. Chai!
Tn. Chai!
Yangxi!
- Kau! - Pergi!
Yangxi!
- Jangan lari cepat! - Haode!
- Kenapa biarkan dia lolos? - Yanxi!
- Ibu! - Aku tidak biarkan dia kabur!
Yangxi!
Yangxi!
Yangxi!
Berhenti lari begitu cepat!
Yangxi!
Yangxi!
Yangxi!
Tertangkap kau!
Jangan cemas, Lingyao itu cerdik.
Dia arahkan ibu mertuamu menjauh.
Dan kalian masih selera untuk bergurau?
Putri-putri itu semuanya tangguh.
Aku hampir tidak bisa kabur!
Kau layak mendapatkannya!
Kenapa kau menceraikan istrimu
dan menarik kami ke dalam kekacauan ini?
Salahku!
Aku cuma berniat kirim dia kembali ke keluarganya dengan tenang.
Siapa sangka ini akan mengingkat sangat cepat?
Tn. Fan,
aku takut keluarga Li takkan membiarkan hal ini.
Tolong pergilah sendiri
untuk menenangkan ibuku. Katakan padanya…
Katakan padanya, aku hadiri pertemuan ilmiah beberapa hari.
Aku berutang padamu. Kumohon, pergilah!
Menurutmu mengganggu sarang tawon itu ide bagus?
Kau tidak kenal takut!
Yah, sekarang dia sudah pergi.
- Waktunya mengatakan kebenaran. - Kebenaran apa?
Kupikir kau kirim orang bodoh itu pergi untuk bicara padaku.
Ternyata aku berpikir berlebihan.
Aku pergi.
Tn. Chai, aku salah.
Aku kirim dia pergi
karena…
Aku adalah informan!
Aku tahu Du itu punya niat jahat,
jadi aku di sisinya sejak awal.
Saat dia buat kesalahan, aku siap melaporkannya pada istriku.
Di antara semua putra menantu keluarga Li,
mereka semua suka berpura-pura.
Hanya aku yang asli!
Tidak percaya padaku?
Dia di ujung timur dekat Gang Air Manis dari Restoran Pan.
Sepupu juga ada di sana.
Suamiku?
Kangning, kau mungkin belum tahu.
Sepupu tahu pria itu berencana ceraikan istrinya,
tapi menolak biarkan siapa pun memberitahumu.
Menurutku, dia bukan hanya tidak memihak.
Dia siap tegakkan keadilan bahkan terhadap keluarganya!
Pria tak berperasaan.
Kangning, kau harus mengulitinya hidup-hidup.
Cukup!
Berhenti banyak bicara.
Apa Tn. Du mengatakan hal lain?
Tidak,
tidak ada yang lain.
Lalu kenapa kembali?
Pergi cari tahu lagi!
Cepat, pergi!
Baiklah, aku pergi.
Tidak berguna!
RESTORAN PAN
Tn. Chai bilang dia orang bodoh,
tapi menurutku tidak.
Tindakan pura-pura bodoh ini.
Dia mungkin sudah khianati kita berdua.
Sesuai ekspektasi.
Ya, aku juga putra menantu keluarga Li.
Tak takut aku juga berkhianat?
Seorang pria tunduk, begitu mereka bertutut di depan wanita
tak ada harapan tersisa untuknya.
Kau dikenal karena kesalehanmu
dan berhati kesatria. Aku percaya kau sepenuhnya.
Selain itu, sejauh ini,
kau hanya menekuk satu lutut.
Masih ada harapan!
Berhenti menggodaku.
Katakan saja apa maumu.
Tn. Chai, kau benar-benar tanggap.
Ada hal penting lain yang mau kupercayakan padamu.
Nyonya, semoga berkah menyertaimu.
Aku membawa pelayan dari keluarga Cao
ke pintu rumah tangga Du,
hanya untuk ditolak dengan kasar.
Waktu aku kembali kedua kalinya,
mereka cuma bilang Tn. Du tidak di rumah.
Mendengar bahwa kau ada di sini,
aku datang memberi hormat.
Shouhua. Nyonya sedang sibuk mengurus toko di depan.
Sebelum pergi, dia khusus menyuruhku jaga rumah dengan baik.
Jika dia tahu…
Jangan cemas, akan aku urus.
Pergi berjaga.
Orang ini mencurigakan. Ayo dengar apa yang dia katakan.
Aku pekerjakan pembantu dapur lewat kau,
dan uangnya sudah dibayar penuh.
Kau murah hati.
Depositnya tidak kurang sepeser pun.
Karena aku membayar jumlah penuh,
kenapa kau berkomplot dengan orang lain untuk merugikanku?
Aku tidak bersalah! Benar-benar tidak bersalah!
Aku kerja tanpa lelah sepanjang tahun,
mencari pembantu dan menyewakan rumah untuk orang lain,
hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Bagaimana mungkin aku berani menyinggung istri Tn. Du?
Berhenti bermain di dua sisi denganku.
Bicara jujur, maka aku mungkin memaafkanmu.
Tapi jika berani buat alasan lagi,
aku akan ikat dan kirim kau ke pihak berwenang.
Di pengadilan, di bawah interogasi keras, takkan punya kesempatan menyangkal.
Chunlai!
Nyonyaku, jangan teriak!
Nyonya, bukan aku berkomplot dengan orang lain melawan wanita ini.
Wanita ini yang tak berperasaan, membuat orang lain menderita.
Omong kosong apa ini?
Orang macam apa pria ini, yang terus memohon padaku?
Dia cuma memintaku antar kenang-kenangan lama.
Melihat orang bodoh yang dilanda cinta itu membuatku kasihan.
Wanita ini orang jujur.
Waktu aku melihatnya, seperti melihat peri.
Aku mengagumi dan menghormatinya.
Bagaimana aku berani sampaikan kata-katanya dengan enteng?
Tak disangka, sapu tangan itu berakhir di tangan Tn. Du,
buat masalah untuk wanita ini.
Jadi, itu kesalahan tidak disengaja.
Aku tidak percaya padamu. Bawa pria itu ke sini menemuiku.
Dia sangat menyesal sudah melibatkan wanita ini.
Jika kau setuju menemuinya walau sekali,
itu akan jadi kebaikan seolah beri dia kesempatan hidup baru.
Tapi ibumu sungguh tangguh, dan dia menjaga rumah tangganya dengan tegas.
Nyonyaku, jika hatimu tulus, kenapa tidak cari cara menemuinya di luar?
Jelas, dia pria yang sangat cakap, tapi bersembunyi seperti ini,
tapi memaksaku, wanita yang menyendiri, untuk keluar dari tirai.
Wanita ini tidak dimabuk asmara.
Lebih seperti pria ini patah kaki dan keberaniannya hilang.
Lebih baik tak bertemu.
Nyonya, jangan buru-buru!
Dengar, pada tanggal delapan April,
semua kuil adakan Festival Memandikan Buddha.
Keluarga Li pasti akan memberi hormat.
Pada hari itu, cari alasan untuk tinggal di rumah sendiri.
Aku akan diam-diam bawa dia ke sini.
Tidak akan ada yang tahu.
Kalian berdua bisa bicara di dalam, dan aku akan menjaga pintu.
Nyonyaku, harusnya kau jangan ke toko sekarang ini.
Kau belum melihatnya.
Banyak sekali orang datang untuk minta kaligrafi
dan lukisan Tn. Du.
Mereka bawa emas dan perak, membanjiri toko dengan permintaan mereka.
Itu buat Nyonya Cui di sebelah sangat iri.
Untungnya, masalah perceraian belum tersebar.
Ibu.
Ny. Liu, belakangan ini, Shouhua gelisah.
Aku sudah siapkan dua jantung babi di dapur.
Pergi dan masak itu.
Shouhua, kau sungguh tidak ikut?
Ikutlah dengan kami!
Pameran di luar Kuil Xiangguo untuk Festival Memandikan Buddha
itu meriah dan ramai!
Sudahlah. Shouhua sakit kepala.
Biar dia di rumah dan istirahat.
Fuhui, dan Kangning menunggu di Restoran Pan.
Jangan terlambat.
Chunlai, rawat Shouhua baik-baik di rumah.
Ya.
Ibu, hati-hati.
Baiklah, kami pergi!
Tuan, pikiranmu sangat kacau.
Di depanku, kau menawan bagaikan burung penyanyi,
berbicara dan bernyanyi merdu.
Tapi di depan nyonya, kau diam saja.
Ayo beri salam dengan layak!
Nyonya, aku sampaikan salam rendah hati.
Tuan. Aku tidak bisa menerima salam seperti itu.
Jangan salahkan dia jadi berhati dingin.
Sapu tangan itu menyebabkan masalah besar.
Siapa yang tidak akan marah?
Tuangkan anggur untuk minta maaf, lalu kau bisa bicara perlahan.
Ibu, kenapa pergi sangat cepat setelah sampai gerbang kuil?
Apa kau lupa sesuatu?
Aku akan suruh seseorang ambil.
Tidak perlu pergi sendiri.
Benar sekali!
Festivalnya bahkan belum dimulai.
Apa yang sangat mendesak
sampai harus pergi sebelum lihat kehebohan itu?
Leshan!
Nyonyaku.
Aku hanya mau tanya padamu.
Kita adalah orang asing, tanpa ada permusuhan di antara kita.
Kenapa ciptakan masalah yang membuatku diceraikan?
Bagaimana bisa bilang kita orang asing? Nyonya, sudah lupa?
Bertahun-tahun lalu, aku datang ke pintumu meminta untuk menikahimu.
Jadi, itu benar kau.
Nyonya punya ingatan bagus.
Tahun itu, aku melihatmu main ayunan di halaman,
lalu aku kehilangan hati dan jiwaku sekaligus.
Aku memohon pada orang tuaku untuk melamar mewakiliku.
Tapi kami terlambat satu langkah.
Keluarga Wu lebih dahulu sampai.
Perjodohan itu dibuat,
tapi perasaanku padamu tetap ada.
Kau menghantui mimpiku.
Kupikir itu takdir kita untuk berpisah selamanya.
Tapi orang bernama Wu itu ternyata berumur pendek.
Kurang dari dua tahun kemudian, dia meninggalkanmu.
Pada saat itu, keluargaku hadapi pergolakan besar,
dan dia harus jalankan upacara berkabung.
Aku tidak berani mengganggumu.
Saat aku bertanya lagi,
keluarga Li sudah pindah ke ibu kota.
Setelah banyak kesulitan, akhirnya aku temukan jalan ke pintumu,
tapi kau sudah dijanjikan untuk orang lain.
Kau benar-benar pria setia.
Meski begitu, harusnya kau jangan merusak reputasiku.
Aku tidak mencoba menyakitimu, Nyonya.
Aku membelamu.
Orang bernama Du itu, pengemis miskin dari keluarga sederhana,
mengandalkan lidahnya yang luwes untuk naik tangga sosial,
tak lain hanya pria rendahan dari jalanan.
Bagaimana dia pantas untukmu?
Aku yang tidak pantas untuk Tn. Du.
Nyonya, kau hanya tahu sebagian kisahnya.
Beberapa cendekiawan top yang lulus ujian kerajaan
naik ke posisi tinggi.
Yang lain tetap jadi pejabat kecil selama puluhan tahun.
Apa kau tahu dia yang mana?
Aku takut usaha dan pengorbananmu akan sia-sia.
Aku sudah menikahinya.
Apa pun yang terjadi kini terserah takdir.
Nyonya, kau bersikap bodoh.
Begitu kau menikahinya, dia tinggal di Majelis Cendekiawan,
makan, berpesta, dan buat puisi setiap hari.
Kapan dia pernah memikirkanmu?
Aku terluka melihatmu menderita. Makanya aku minta makelar mengujinya.
Jika dia benar-benar peduli padamu,
dia takkan abaikan dan membenci pengantin barunya,
membiarkanmu menanggung ejekan.
Juga tidak meragukanmu karena rumor dan bertindak hingga sejauh menceraikanmu.
Dia tidak bisa diandalkan.
Dan kau bisa?
Nyonya, keluarga Yan-ku kaya, dan aku dari garis keturunan bangsawan.
Seperti dia, aku juga lulus ujian kerajaan.
Dalam hal bakat dan penampilan, apa kekuranganku darinya?
Lagi pula, perasaanku padamu tulus. Langit dan Bumi bisa buktikan itu.
Nyonya, tolong terimalah aku.
Meski perbuatanmu salah,
aku melakukannya karena cinta.
Baiklah, untuk sekarang aku akan sedikit memaafkanmu.
Cukup jika nyonya mau maafkan aku.
Ayo, silakan minum cangkir ini,
mari tinggalkan semua keluhan masa lalu kita.
Tidak secepat itu.
Aku masih punya
satu hal untuk diperjelas.
Sapu tangan itu bisa dipalsukan, tapi bagaimana dengan gelangnya?
Nyonya, kau takkan menipuku, 'kan?
Dia sudah mau menceraikan aku.
Apa alasanku menipumu?
Kau banggakan ketulusan dan kasih sayang, tapi semua bohong, 'kan?
Nyonya, urusan ini tidak sulit.
Barang yang biasa kau sukai semua terdaftar di toko perhiasan.
Uang bisa melonggarkan lidah siapa pun.
Waktu kulihat kawan Du itu pindah ke Majelis Istana
sehari setelah pernikahannya,
aku curiga ada perselisihan di antara kalian.
Jadi, kuputuskan menguji dia.
Tn. Du yang disebut brilian itu
tak lebih dari orang bodoh yang mudah tertipu.
Jadi, begitu caranya.
Nyonya, silakan!
Tidak ada gunanya menyalahkanmu.
Bagaimanapun juga dia bertekad menceraikanku.
Jalu, kapan kau akan datang menikahiku?
Aku tidak tahan.
Fuhui, Kangning, dan Qiongnu, kalian bertiga, pergi tangkap dia!
Ibu, Shouhua tidak seperti itu.
Jangan permalukan dia.
Makanya aku suruh kau lihat sendiri!
Cepat!
Jika salah satu dari mereka lolos,
kau yang harus tanggung jawab.
Duduk.
Sedang apa di sini?
Istriku, sekarang dia di dalam.
Apa dia benar-benar masuk?
Chunlai, kami kembali!
Chunlai!
Biarkan kami masuk!
Ini aku! Cepat buka pintunya!
Chunlai, buka! Biarkan kami masuk!
Kalian di sini.
- Tak ada yang masuk atau keluar. - Mengerti.
Chunlai!
Apa? Kau sudah menikah? Lalu kenapa ke sini dan merusak hidupku.
Pernikahan itu dipaksa oleh ayahku.
Aku tidak mau.
Dia hanya penunggu rumah.
Begitu aku dapat jabatan aku akan membawamu bersamaku.
Di tanah yang jauh, kau akan jadi istriku.
Nyonya!
Tidak tahu malu!
Lagi pula dia bertekad menceraikanmu.
Kenapa tidak ikut aku saja?
Lebih baik dari menanggung hinaan orang.
Kau selalu jadi milikku. Kau bisa lari ke mana lagi?
Pelan-pelan!
Istriku, kau hamil. Tolong hati-hati.
- Kangning! - Aku baik.
- Kau menghalangi. - Fuhui, aku…
Aku…
Nyonya!
Nyonya!
Jika aku tidak layak, apa kau layak?
Kau lebih buruk dari binatang buas berpakaian manusia!
Ikat dia!
Kau tak bisa lakukan ini!
Aku punya gelar cendekiawan!
Tapi kau tak tahu apa pun soal kepatutan, kehormatan, dan rasa malu.
Beraninya mengeklaim jadi cendekiawan?
Kau permalukan semua orang terpelajar.
Istriku!
Tempat ini terlalu kecil. Bawa dia ke aula utama untuk ditanyai.
Tn. Yan memberiku lima untai koin
dan menjanjikan hadiah lebih besar begitu tugas diselesaikan.
Serakah dengan uang,
aku setuju menyampaikan pesannya.
Harusnya aku tidak membantu seseorang merayu istri Tn. Du.
Tapi watak Nyonya begitu jujur.
Tak ada yang bisa memikatnya.
Ketika tak bisa mendapatkannya,
dia terpaksa lakukan rencana jahat ini.
Dia menyebarkan rumor tanpa dasar
menghasut Tn. Du agar menceraikannya.
Aku sudah peringatkan dia, melakukan hal tak berperasaan itu
akan mendatangkan pembalasan.
Dia benar-benar tak berperasaan.
Kau coba cuci tangan dari ini?
Apa ini?
Tuan Chai, kasihanilah!
Dia memaksaku! Semua salahnya!
Ketika kau tak bisa merayu Shouhua,
kau lebih dahulu beri obat bius di anggur ini.
Berencana membuat dia pingsan
lalu membawanya pergi dalam kursi sedan, menghilang tanpa jejak.
Lalu, kau akan sebarkan berita
bahwa Shouhua kawin lari dengan seseorang dan menghilang.
Tn. Du akan sangat marah, tapi tak bisa ungkap itu ke publik,
menelan kemarahannya dalam diam.
Keluarga Li akan terlalu malu
untuk menyelidiki lebih jauh.
- Ini benar atau tidak? - Benar! Semuanya benar!
Tuan Chai, kau brilian.
Aku pantas mati!
Aku tidak bisa mengenali pria sejati!
Kau! Kau! Kalian!
Bukannya kami sembunyikan ini darimu.
Kami takut beritanya akan bocor, dan mereka tak ambil umpannya.
Jika dia benar-benar membawanya pergi, tak akan ada harapan lagi.
Kau takkan bertemu dia lagi dalam hidup ini.
Mengerikan sekali!
Cih. Jahat sekali! Kita harus mengungkapnya.
Biar seluruh kota tahu kebohongannya,
agar tak ada wanita lain yang jadi korbannya di masa depan.
Dan kapan Tn. Du mulai mencurigai aku?
Dari pertemuan pertama kita! Kau terlalu bersemangat dan perhatian.
Kita baru bertemu, tapi kau bicara secara mendalam dan pribadi.
Itu membuatku makin curiga.
Dan cerita tidak masuk akalmu itu penuh celah.
Jika kau sungguh mencintainya
kenapa tidak melamarnya secara terbuka dan jadi pasangan yang baik
alih-alih bicara cinta rahasia?
Tak tahukah kau cuma merugikan dia?
Kau bicara keadilan di publik
tapi melampaui batas dan menentang kesopanan secara pribadi.
Perkataan dan tindakanmu saling bertentangan.
Bagaimana aku bisa percaya padamu?
Jadi, hari itu…
Hari itu, kalian semua di rumah?
Keluarga Li sudah terlalu jauh mendorongku.
Ini tidak bisa dibiarkan!
Hari ini, aku akan menceraikan istriku!
Menangis!
Ayo menangislah!
Aku harus berterima kasih pada istriku sudah bantu melengkapi akting bersamaku,
jadi aku bisa menangkap basah kau, dalangnya.
Nyonya, kau dengar itu?
Ini putra menantu luar biasa yang kau pilih.
Penuh perhitungan,
dia akan berakhir menyakiti putrimu cepat atau lambat.
Nyonya, kau dengar itu?
- Penjaga! - Shouhua!
Tutup mulutnya!
Sekarang pun, tak berhenti menebar perselisihan.
Seret dia keluar!
- Ya! - Nyonya!
- Ibu. - Ibu.
Sudahlah.
Aku dengar semuanya di luar.
Benar-benar Putra Menantu baik.
Sangat berbakat!
Jadi, kau sudah tangkap komplotan itu?
Bagus. Menangkapnya membawa kedamaian pikiran.
Nyonya,
- kali ini semua berkat Tn. Chai. - Fuhui.
Satu lagi Putra Menantu baikku.
Chunlai, suruh Nyonya Liu siapkan pesta.
Ayo rayakan dengan layak.
Ya.
Jangan rayakan terlalu cepat.
Mereka belum dikirim ke pihak berwenang.
Tentu, mereka akan dikirim ke pihak berwenang,
tapi pertama, kami perlu konsultasi padamu.
Kenapa konsultasi? Mereka harus dihukum sangat berat!
Itu rumit.
Makelar itu harusnya
diusir dari ibu kota, tidak pernah diizinkan kembali.
Untuk si Yan itu,
pukulan keras sebagai peringatan kecil sudah cukup.
Dasar bajingan. Kenapa tidak langsung ditangkap saja?
Bukannya dilepas?
Pendapat Ibu juga begitu.
Bawa masalah ini ke pengadilan akan perlu ungkap penuh semua detailnya.
Karena dia punya gelar cendekiawan, menahannya tidaklah tepat.
Jika dia menyangkal semuanya,
kita perlu orang bersaksi secara hukum, dan Shouhua harus hadir di pengadilan.
Jika istri Tn. Du pergi ke pengadilan, itu akan buat skandal besar.
Apa itu akan menguntungkan dia?
Dan jika bajingan itu bicara omong kosong lagi,
itu akan sangat memalukan.
Itu akan buat dia lolos dengan mudah.
Jangan cemas.
Kakak Ipar tak mudah dihadapi.
Dia mungkin seperti cendekiawan lemah, tapi dia banyak akal dan tenang.
Sebelumnya, bukankah dia membodohi kita?
Kita mengira dia akan menceraikannya!
Shouhua, apa kau tidak senang?
Kau bicara omong kosong lagi. Shouhua bukan tidak senang.
Suaminya lebih pintar dari suamiku.
Sore ini, lihatlah betapa konyolnya Fan Lianghan!
Kau, kau…
- Tapi… - Haode!
Minta biji!
Leshan, ini sudah malam. Pergi cek jika pestanya sudah selesai.
Baik.
Fuhui!
Pergi cepat!
Tampaknya suamimu berkelahi!
Apa?
Ayo pergi!
Hei.
Ini bukan tontonan yang pantas untuk kalian.
Mainlah di tempat lain!
Hei!
Dia…
- Mainlah di tempat lain! - Aku tak mau makan.
Adik Fan, kita sepakat membentuk aliansi sebagai Putra Menantu.
Tapi kau berbalik dan melaporkan kami ke istrimu!
Bukankah kau yang khianati aku dan Adik Chai?
Kau tidak takut saat mengadu. Sekarang kau takut?
Fan Lianghan, keluar!
Aku takkan memukulmu. Keluar saja!
Tidak mau. Aku tidak mau keluar!
Banyak pria takut ke istrinya,
tapi level ketakutanmu tak ada duanya.
Apa yang salah dengan takut pada istri?
Takut pada istri itu
tradisi baik pria Tiongkok, yang diwariskan dari generasi ke generasi!
Itu bukan ketakutan.
Itu rasa hormat dan cinta.
Mereka yang mengejeknya, apa punya istri cantik dan berbudi luhur?
Mereka hanya orang-orang iri dan picik!
- Istriku! Istriku, selamatkan aku! - Keluar.
Bangun.
- Istriku. - Ada apa?
Istriku, selamatkan aku! Selamatkan aku!
- Ada apa? - Mereka…
- Dia… - Tadi kami minum dengannya,
dan untuk hindari minum lagi,
dia merangkak ke bawah meja.
- Ya! - Cuma bercanda.
- Tidak! - Cuma bercanda!
Aku sendiri terlalu banyak minum, merasa agak mabuk.
Aku akan duduk dulu.
Kakak Ipar, jangan kebanyakan minum.
Shouhua sudah ketakutan hari ini.
Waktu kau kembali, pastikan menghiburnya.
Ya, ini sudah malam.
Kita harus pulang.
Pestanya berakhir sekarang.
Terima kasih Fuhui, atas perhatianmu.
Terima kasih Kangning, sudah diingatkan.
Hidangan ginjalnya!
Tumisan ginjal leciku baru diangkat dari kompor,
dan kalian sudah mau pergi?
Ibu, Kakak Ipar harus bawa Shouhua kembali lebih awal.
Baiklah! Cepat panggil dia.
- Baik, aku akan panggil. - Tidak perlu!
Aku akan pergi sendiri.
Minumlah satu minuman lagi!
Sayang.
Tuan, tidak ada selimut di kereta.
Jangan tertidur,
atau haruskah aku bantu menyadarkanmu?
Apa aku tidak menekan cukup keras?
Membunuh suamimu?
- Bangun? - Aku bangun!
Istriku memerintah. Aku tidak berani tetap tidur.
Kenapa kau buat rencana jahat di belakangku?
Kau diam-diam bantu Tn. Du menangkap komplotan itu.
Sudah beri tahu aku sebelumnya?
Istriku, betapa tidak adil!
Pasangan itu putuskan bersama buat jebakan dan tangkap pencuri.
Aku bantu karena baik. Bagaimana bisa itu kejahatan?
Jika Shouhua setujui rencana itu, dia akan buktikan dia tidak bersalah.
Jika dia ragu-ragu, itu akan menegaskan dia bersalah.
Sungguh langkah cerdas Du Yangxi.
Dia pura-pura menyasar Yan Zimei, tapi kenyataannya, dia menguji Shouhua.
Mereka baru menikah beberapa hari.
Tidak kenal satu sama lain sebelum menikah itu normal.
Pengantin punya keraguan itu tidak mengherankan.
Selain itu, jika bukan karena kejahatan Yan,
bagaimana reputasi bersih Shouhua akan terungkap?
Setelah ini, dia seharusnya tidak punya keraguan lagi.
Dan kau, Istriku,
jangan marah padanya.
Lagi pula, pasangan seperti kita, tanpa kecurigaan dan penuh kasih sayang,
memang langka.
Hentikan keretanya!
Istriku!
Aku tidak marah padanya.
Aku marah padamu!
Kau setia pada Tn. Du.
Tapi selama itu aku merasa risau.
Tidak, Istriku, biar kujelaskan.
- Tn. Du. Dia… - Keluar kereta!
- Itu Shouhua! - Keluar!
- Cepat keluar! - Mereka.
Istriku!
Istriku!
Istriku!
Aku salah, Istriku!
Apa yang kau tertawakan!
Istriku!
Istriku, aku tahu aku salah! Istriku!
Istriku, kau tidak berperasaan sekali, meninggalkanku terdampar di tengah jalan!
Istriku!
Terjemahan subtitle oleh Dwi Retno Wati
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.