All language subtitles for Perfect Match E10

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kakak.

Putri dari keluarga Li ini sudah dijanjikan pada orang lain.

Aku tidak bisa menghentikan An'er.

Kita harus bagaimana?

Pasti di kehidupan lampau dia keledai keras kepala.

Jika tak bisa berdoa untuk itu, masih ada satu cara.

Cara apa?

Kita rebut.

Bibi.

Biasanya kau terlihat baik dan lembut,

tapi kau bicara seperti ini.

Benar-benar membuka mataku.

Lianghan.

Aku selalu baik padamu, 'kan?

Ya.

Yakinkan istrimu untuk jadi pembantu orang dalam.

Ini penyelamatan darurat, mengumpulkan kebajikan dan pahala,

meringankan kesulitan orang lain, menambah berkah dan rejeki.

Sayang.

Fuhui.

Konyol.

Tuan Chai bepergian ribuan kilometer demi Kangning,

memetik bunga plum merah dari rumah lama

karena belum musimnya bunga plum.

Takut Kangning akan kecewa,

dia mencari pengrajin terbaik

untuk menghiasnya dengan batu permata merah.

Tidak peduli berapa banyak kesalahan ibunya,

mengingat usaha tulusnya, tolong kau bisa lebih lunak.

Jadi, menurutmu,

pernikahan dengan keluarga Chai ini bisa berhasil?

Walaupun Tuan Du itu baik,

dia menikahi Kangning untuk membalas kebaikan.

Selama satu setengah tahun,

pernikahan mereka akan berhasil karena Kangning muda dan cantik.

Setelah sepuluh atau delapan tahun,

melalui pasang surut dalam jabatan resmi,

hatinya mengeras dan tak terelakkan, timbul rasa jijik.

Dia akan salahkan kita karena minta balas budi.

Dia tak punya keluarga berkuasa di pemerintahan untuk mendukungnya.

Saat itu, apa yang harus dilakukan Kangning?

Dia tidak akan berani.

Sifat manusia berubah-ubah.

Tapi keluarga Chai berbeda.

Mereka memohon untuk Kangning.

Ibu, tolong pertimbangkan baik-baik.

Melihat lahan-lahan itu ketika memasuki kota,

keluarga Chai itu kaya dan nyaman.

Kangning akan punya dukungan yang bisa diandalkan di masa depan.

Apa yang kau bicarakan dengan begitu antusias?

Ceritakan padaku juga.

Fuhui bilang padaku…

Bukan apa-apa.

Ibu, makanlah jeruk.

Kangning akan menikah.

Aku punya beberapa nasihat pribadi untuknya.

Shouhua, tetap di sini dengan ibu lebih lama lagi.

Coba pakailah lagi,

kalau ada bagian yang tidak pas.

Masih ada waktu untuk diubah.

Aku buat itu sendiri. Bagaimana bisa tidak pas?

Taruh di sana. Nanti kucoba.

Tapi…

Chunlai.

Chunlai, bisa pergi sekarang.

Fuhui.

Bagaimana bisa di sini di jam ini? Kau bertemu Ibu?

Kangning, seseorang dari keluarga Chai datang siang tadi.

Nyonya Chai bersujud dan membungkuk pada ibu kita.

Dia bersikeras menjadikanmu putri menantu.

Dan ada sesuatu yang kau harus tahu.

Tuan Chai mau pergi ke laut.

Pergi ke laut?

Fuhui, tepat setelah membujuk Ibu, bergegas ke kamar Kangning.

Larimu memang cepat.

Kangning, setidaknya pergi temui dia.

Cobalah yang terbaik untuk membujuknya.

Agar perkenalan tidak sia-sia.

Jika pernikahan gagal, biarlah.

Tuan Chai sering bantu.

Dia benar-benar penyelamat nyawa.

Jika kau pilih mengabaikan ini,

maka kau bukan manusia. Minggir.

Jika mau kirim seluruh keluarga Li menuju kehancuran, lakukan.

Shouhua, kau coba menakuti siapa?

- Keluarga Du itu… - Ibu mungkin tidak tahu.

Menurut adat dinasti kita,

tiga cendekiawan terbaik dalam ujian kerajaan

adalah pengawas kerajaan atau hakim Pengadilan Peninjauan Kembali Yudisial.

Sisanya juga ditunjuk ke posisi resmi masing-masing.

Awalnya, tiap posisi resmi tidak menonjol,

tapi yang unggul di ujian kerajaan

sering kali cepat naik pangkat dalam waktu sepuluh tahun.

Bahkan banyak yang jadi kanselir di dalam istana.

Beraninya meremehkan Du Yangxi?

Siapa tahu jika di masa depan

dia bukan Lv Mengzheng, menjabat perdana menteri tujuh tahun.

Membuat musuh yang tangguh

itu menghancurkan keluarga.

Keluarga Li pernah selamatkan dia, tapi dia balas kebaikan dengan kebencian.

Kalau dia orang murah hati, bagaimana mungkin tinggalkan bait memprovokasi

di pintu keluarga Liu?

Jika ingat balas budi,

kenapa tunggu sampai ibunya sendiri memaksa sebelum bahas itu?

Adik.

Toleransi terbesar pun tak bisa menahan penghinaan akibat pertunangan batal.

Dengan kepergianmu, hubungan baik dengan besan tidak bisa terbentuk.

Memang, wajah berpaling, dan musuh dibuat.

Karena dia punya rencana licik,

makin kita tak bisa nikahkan Kangning dengannya.

Kita tidak bisa mengalahkannya.

Fuhui, kembalilah.

Shouhua.

Aku selalu tahu kau dingin di luar tapi hangat di dalam.

Siapa kira kau sangat tak berperasaan?

Mulutmu penuh dengan kelicikan dan ketakutan.

Bagaimana prinsip berperilaku di masyarakat yang Ayah ajarkan?

Bagaimana bisa berdiam diri dan tidak menyelamatkan nyawa?

Baiklah, jika kau tidak mau pergi, aku akan pergi.

Fuhui, berdiri di sana.

Biar seluruh keluarga kita diskusikan itu.

Ibu mertua tak mudah dibodohi. Urusan ini pasti tak bisa diselesaikan.

Kalau begitu kita pakai strategi cerdas

untuk bujuk Nyonya Li lebih dahulu.

Nona.

Istriku, silakan duduk.

Kali ini, dia sungguh bersikap tegas.

Dia bahkan tidak bisa membujuk putrinya sendiri.

Fuhui, kita semua keluarga.

Kau perlu memikirkan cara baik

bantu bibimu dengan pernikahan.

Ibu.

Meski ibuku adalah kepala rumah tangga,

di dalam kelurga Li kami,

yang benar-benar tangguh itu orang lain.

Kakak sulungmu?

Shouhua biasanya tak bicara banyak, tapi, faktanya, ada rencana yang diperhitungkan.

Dan ibu biasanya mendengarkan nasihatnya.

Dia bertekad menikahkan Kangning dengan keluarga Du,

yang buat makin sulit bagi orang lain untuk membujuk.

Kalau begitu, menurutmu, urusan ini tidak perlu dilanjutkan.

Bibi.

Apa kau sangat mau Kangning jadi putri menantu keluarga Chai?

Jika aku berani tidak inginkan itu, aku akan dihukum Dewa.

Aku cuma takut ibu dan kakakmu tidak izinkan.

Dewa pun tidak bisa membujuk orang untuk berubah pikiran, apalagi kau.

Dengan kata-katamu, aku merasa tenang.

Keadaan sudah sampai pada titik ini, memang agak merepotkan.

Tapi itu bukan tidak mungkin.

Bagus, Istriku.

Apa idemu?

Ayo pakai pendekatan bercabang dua.

Di satu sisi, aku akan melangkah maju

dan coba bujuk Kangning untuk pertimbangkan kembali.

Di sisi lain,

kita akan menembus kamp musuh,

mengganggu pijakan mereka,

buat dia sulit untuk berdiri sendiri.

Kali ini, aku harus hadapi Shouhua dan bertengkar dengannya.

Sekarang berpakaian ceria dan semangat.

Semua dibuat baru di toko.

Kenapa repot dengan masalah ini?

Ini bukan masalah, sama sekali.

Ayo. Duduklah.

Bagaimana bisa itu yang dibuat di luar

dibanding apa yang dibuat di dalam keluarga?

Aku sudah tahu sejak lama putra menantuku bukan orang biasa.

Ditakdirkan jadi pejabat tinggi.

Itu hanya soal waktu.

Kau, bagaimanapun, ibu bangga dari cendekiawan top provinsi.

Kau perlu berdandan.

Shouhua datang.

Rasakan ini, Ny. Du.

Kangning sibuk menyulam gaun pernikahan.

Baju ini dibuat agar pas dengan ukuranmu.

Jika kau rasa ada yang tidak pas, akan kubantu menyesuaikan.

Semua sangat pas dan nyaman.

Ini dilakukan hanya dengan mata, tapi hasilnya sangat pas.

Sungguh kerajinan yang bagus.

Aku meminta seseorang mencari pakaian lama putra menantuku

dan minta Shouhua buat dua set baru.

Di masa depan,

akan ada ujian kerajaan dan pengumuman namanya.

Ada penghormatan pada orang bijak dan guru kuno.

Pesta untuk merayakan berita baik.

Tanpa beberapa set pakaian cerah dan segar, itu takkan berhasil.

Besanku Sayang.

Jika bukan karena perhatianmu,

aku tidak akan tahu

tentang semua tradisi yang mendasar ini.

Aku benar-benar tidak mengerti hal ini.

Berkat Shouhua mengingatkan,

jika tidak

aku hampir mengabaikan urusan penting putra menantuku.

Shouhua pastilah Gadis Penenun yang bereinkarnasi.

Jahitannya bagus sekali.

Kuharap aku punya dua putra

untuk dinikahkan dengan Shouhua dan membawanya pulang juga.

Sebelum aku pergi,

aku harus selesaikan semua pembukuan lama di toko.

Bereskan semuanya.

Baik.

Tuan, dapur di Kuil Xiangguo bocor.

Keluarga Chai menyumbang sejumlah besar kayu dan batu.

Kepala biara tua itu sangat berterima kasih.

Nyonya mau adakan ritual air dan tanah di kuil untuknya,

diselenggarakan oleh kepala biara tua.

Dia pun menyalin kitab suci secara khusus. Tolong antar sendiri besok.

Baik.

Kau curi gelang dari rumah kami, 'kan?

Ayo. Ikuti aku.

- Aku tidak tahu. - Pergi.

Sepupu.

- Apa? Apa yang kau lihat? - Bukan apa-apa.

Bukankah kita harus ke kuil untuk ritual air dan tanah?

Ayo. Ayo pergi.

KUIL XIANGGUO

Silakan lewat sini, Tuan Chai.

Kepala biara menunggu di dapur depan.

Tuan Chai.

Kepala biara menunggumu.

Guru kecil.

Aku sudah lama dengar kuilmu punya pemandangan bagus dan dupa menghias.

Aku juga mau mengaguminya. Kira-kira apa itu mungkin?

Hari ini aku belum dengar kabar tentang wanita keluarga terpandang datang ibadah.

Tuan, silakan jalan-jalan.

Jika bertemu wanita di perjalanan, hindari saja mereka.

Shouhua.

Aku undang Kangning persembahkan dupa.

Berdoa memohon berkah untuk ujian kerajaan calon suaminya,

tapi kau mengikuti. Kau takut aku menculik Kangning?

Ada pengkhianat di rumah.

Aku harus terus mengawasi Kangning.

Siapa yang kau sebut pengkhianat?

Pada akhirnya, kau salah satu dari keluarga Fan.

Cepat keluarlah.

Sayang, Shouhua cukup cerdik.

Seolah trikmu bisa membodohi siapa pun.

Dia berpikir dengan mengikuti, aku akan kehabisan opsi.

Mengira dirinya cerdas.

Benar, Sayang, tentang rumah…

Kau tidak perlu mengoceh.

Aku sudah sewa bantuan. Pergi cek itu sekarang.

- Jangan biarkan Shouhua tahu. - Baiklah.

Ini teh yang baru tiba, ya?

Aku akan buat inventaris sebelum simpan itu.

Haode.

Kau di sini periksa barang. Kenapa tak bawa buku besar?

Buku besarnya semua di pikiranku. Lanjutkan.

Percaya saja padaku.

Aku periksa dua kali saat terima barang di dermaga pagi ini.

Ini 45 wen teh lilin.

Teh 165 wen, gulungan besar ukuran sedang.

Ini Linghua, kecambah hijau.

Ini kertas kayu hawar dan rumput yang diminta pelayan.

Kau cuma bicara. Aku akan hitung pelan-pelan.

Kau di sini.

Tidak heran aku tidak bisa menemukanmu.

Shouhua memintaku tinggal.

Aku belajar buat inventaris dan terima barang di sini.

Kau bukan orang yang punya kesabaran untuk tugas berorientasi detail begitu.

Pergilah main dengan Leshan.

Haode, setelah kau kembali, pastikan pembukuan jelas.

Jangan cemas, aku takkan beri tahu dia.

Sungguh?

Qiongnu, kau baik sekali.

Kalau begitu, aku pergi. Aku akan bawa buah untukmu saat aku kembali.

Jangan lupa.

Pergilah.

- Hei, Wood! Cepat pindahkan ini ke dalam. - Baik.

Cepat, pindahkan ke dalam.

Cepat.

Ayo.

Kasih Sayang Agung, Belas Kasih Agung, Guan Yin.

Aku tidak meminta pernikahan

atau masa depan.

Hanya karena seseorang memulai perjalanan jauh.

Khusus berdoa untuk berkah Bodhisattva.

Jika perjalanannya berjalan lancar,

aku mohon pada Bodhisattva untuk ramalan baik. Jika tidak memungkinkan…

Kangning.

Ramalanmu ini, untukku?

Jika ini tidak akurat, aku akan lakukan lagi.

Siapa?

Ibu, di mana Kangning?

Dia sedang memuja Guan Yin di aula depan.

Shouhua.

Aku hanya pergi sebentar.

Aku bukan penjahat.

Tak perlu waspada sepanjang waktu.

Apa yang kau bicarakan?

Aku tidak mengerti.

Keluarga Du kirim hadiah pertunangan besok.

Ibu bilang kami perlu menikah sebelum ujian kerajaan.

Berkati aku.

Tanggal pernikahan ditentukan pada 18 Februari.

Shouhua berharap kau bisa menunda beberapa hari lagi.

Ragu selangkah demi selangkah, karena tak sanggup pisah denganmu.

Beberapa orang bilang ya secara verbal,

tapi di hatinya tidak begitu.

Aku orang konsisten di perkataan dan hatinya.

Shouhua, kalau begitu sudah ditetapkan.

Semua sudah ditetapkan. Kembali sekarang.

Bodhisattva, aku pergi.

Kesempatan sebesar itu dilewatkan.

Semua rencanaku yang susah payah sia-sia.

Tanggal pernikahan ditentukan pada 18 Februari.

Itu sangat terburu-buru.

Ibu mertua takut putra mertua direbut.

Tanggal 18 Februari.

Kebetulan sekali

aku juga pergi pada hari itu.

Aku takkan bisa ikut acara minum pernikahan.

Ingat untuk siapkan hadiah besar dariku.

Apa?

Siapkan hadiah?

Nyonya Li, selamat!

Keluarga Du sudah resmi melamar.

Cepat, bawakan kotak hadiah mak comblang.

Bergabunglah dalam kegembiraan.

Sedikit tanda ketulusan. Ini bukan rasa hormat yang besar.

- Bergabunglah dalam kegembiraan! - Berhenti!

Aku mau lihat siapa yang berani menikahkan paksa putri menantu keluarga Chai.

Li Kangning adalah putri menantu keluaga Chai-ku.

Walau kau keluarga pejabat bangsawan atau keluarga kaya.

Aku mau lihat siapa yang berani kirim lamaran pernikahan.

Aku hancurkan siapa pun yang datang.

- Nyonya Li. - Siapa buat keributan di luar?

- Kapan putrimu ditunangkan? - Ayo. Pergi lihat.

Shouhua beri instruksi.

Tidak peduli seberapa banyak keributan di luar sana,

kau tidak boleh keluar.

Kenapa?

Takut keluarga Chai mungkin menculikmu.

Keluarga Chai?

Menculikmu?

Benar-benar lelucon.

Sejak kapan Kangning jadi putri menantumu?

Demi putramu,

Tuan Chai,

aku menghormatimu.

Jika tidak,

aku sudah lama menendangmu keluar dengan tongkat.

Para bangsawan sekitar dan sesama penduduk desa yang terhormat.

Kalian harus jadi saksiku.

Keluargaku, Chai, bertempat tinggal di kota Bianjing.

Kami keluarga dengan nama dan reputasi baik.

Aku perlu memilih keluarga bergenerasi dalam jabatan resmi

yang menikah dalam keluargaku.

Lalu, kenapa aku mau paksakan hubungan dengan keluarga Li?

Biar aku tanya kau.

Pada awal Oktober, dua keluarga kita bertukar kartu dan menyetujui pernikahan.

Hal itu ada, 'kan?

Tengah bulan, keluargaku buat pertunangan,

dan keluarga Li-mu beri hadiah balasan.

Apa aku pernah bohong soal ini?

Dua mak comblang ternama bisa jadi saksiku.

Sepuluh kotak untuk hadiah pertunangan.

Beraninya keluarga Li ingkari pernikahan itu?

Kami 20 tahun jadi mak comblang.

Dikenal luas, orang bisa bersaksi.

Sungguh? Bagaimana bisa begini?

- Benar sekali. - Mahar yang sangat besar.

Lalu apa?

- Baiklah. - Kak, tolong selamatkan nyawa putraku.

Nyonya Chai.

Ucapan hari itu di Restoran Pan,

semua hilang mengalir bersama air.

Hanya komentar kritis tentang hadiah pertunangan.

Aku sudah datang langsung untuk meminta maaf.

Tapi aku tak pernah sekalipun bilang akan mundur dari pertunangan itu.

Fuhui, beri tahu mereka.

Kapan aku pernah bilang mundur dari pertunangan itu?

Jadi, itu benar.

Bulan Oktober, satu perjodohan dibuat. Sekarang, perjodohan lain menyusul.

Ibu Li, kau buat kesepakatan bagus.

Aku tahu.

Berjanji dua kali.

Tetangga yang terhormat.

Kalian semua harus membelaku.

Keluarga Li, mengawasi baik-baik

saat keluarga Du dapat juara akademik,

mengembangkan niat mata duitan

dan gunakan hal-hal sepele sebagai alasan

untuk batalkan pernikahan.

Ini…

Ini sungguh keterlaluan.

Nyonya Chai.

Dua keluarga kami berdiskusi tentang pernikahan

tanpa akhiri pertunangan.

Bagaimana bisa ada pembicaraan batalkan pernikahan untuk nikahi orang lain?

Siapa bilang aku tak beri hadiah pertunangan?

Hadiah pertunangan dari keluargaku jelas ada di rumahmu.

Ini gudang keluargaku.

Tak ada apa pun di dalam, hanya daun teh.

- Itu pasti ada di sini. - Tidak.

Seseorang kemarilah. Bantu cari.

- Ya. - Tidak.

Barang di sini

- terlalu rentan. - Ibu.

- Aku perlu jual itu untuk perak. - Ibu.

Mahar hanya bayang-bayang suatu perkara.

Biar dia cari dan lihat apa yang bisa dia temukan.

- Tidak, cari dan lihatlah. - Aku perlu jual itu untuk dapat perak.

Cuaca cerah dan hujan tiba-tiba bukan ciri mak comblang baik.

Secara tidak perlu menimbulkan masalah ini.

Sebaik apa pun Li Kangning itu,

aku takut ini mungkin bukan keberuntungan yang ditakdirkan untuk putraku.

Hati-hati!

Hati-hati. Aku perlu jual itu untuk dapat uang.

- Ny. Chai. - Kalau lembap, takkan laku.

Semua ini daun teh keluarga kami.

Semuanya, lihatlah.

Teh yang lembap tidak laku dijual.

Tidak apa.

Apa ini daun teh?

Lihat.

Semuanya, lihat.

Ini dari keluarga Chai.

Mahkota yang dipersiapkan bertabur manik dan giok.

Empat pasang gelang emas.

Ini adalah kue teh.

Ini arak luar negeri.

Lihat.

Bagaimana teh bagusku

semua jadi mahar?

Ibu, ada gadis di rumah berfungsi sebagai persembahan.

Dia khianati ibu dan saudarinya sendiri.

Benar, semua di dalam kotak ini punya kualitas terbaik.

Sutra bagus.

Buktinya sekuat gunung.

Berani kawinkan putrinya dengan orang lain?

Akan kubawa kau ke pengadilan karena ini.

Nyonya Li, ini salahmu.

Bagaimana bisa kau ingkari janjimu?

Harusnya tidak boleh bilang begini.

Hanya karena sayang pada putrimu,

- kau jadi mata duitan. - Ya.

Bagaimanapun, ini sifat asli manusia.

Tapi satu gunung selalu terlihat lebih tinggi dari di sebelahnya.

Punya pernikahan yang dijanjikan lalu berubah pikiran.

Ini melanggar hukum Song Agung.

Itu benar.

Tuntut aku. Terserah kau.

Tuntut aku. Silakan dan tuntut aku.

Awalnya keluargamu yang benci kemiskinan dan mencintai kekayaan

dan tidak menikahi keluargaku.

Sekarang, semua baik.

Sekarang, kau berbalik dan kembali merangkak.

Apa ada gugatan bodoh seperti itu?

Kira-kira siapa mau terima keluhanmu?

Cepat tanya dua putrimu.

Berani menunangkan putrinya dan menikahkan dengan orang lain.

Itu berarti hukuman seratus kali cambukan.

Hukuman satu orang, seratus kali cambukan.

Ibu.

- Tidak adil! - Bisanya, satu wanita, nikahi dua pria?

Ini buruk, Adik Keempat, Cepat pergi diskusi dengan keluarga Du.

Ini buat hidupku sulit.

Baiklah, aku harus segera pergi.

Tidak baik biarkan kelurga Du tahu.

Mak comblang sudah pergi.

Ribut begitu, mana mungkin tetangga tidak dengar?

- Tidak, cepat pergi. - Tapi…

Jangan dorong. Siapa ini?

Nyonya Li, Nyonya Chai.

Nyonya besarku bilang

kalian berdua berasal dari keluarga terhormat.

Jangan biarkan orang luar tertawakan itu.

Semua bisa didiskusikan.

Kalian berdua, silakan bicara di halaman.

Nyonya.

An'er, tenang saja.

Meski Keluarga Li itu pembuat masalah,

jika sampai harus berkelahi, Ibu tidak akan kalah.

Jika dia masih menolak untuk mundur,

maka aku akan bawa dia ke pengadilan.

Bibi, kau sungguh mengagumkan.

Berani bilang semua itu kau yang menghasut.

Ibu.

Sakit.

Apa?

- Bukankah semua ini untukmu? - Aku tidak perlu itu.

Karena pernikahan ini,

benar-benar menjebak keluarga Li atas pembatalan pernikahan.

Kau punya nyali memikirkannya, semua ide busuk.

Biar kuberi tahu.

Aku pasti akan pergi ke Quanzhou.

Tanggal sudah ditentukan. Tak ada yang bisa ubah pikiranku.

Jika ibuku buat drama lagi,

maka aku akan menghajarmu.

Bibi.

Apa sakit, mencakar dirimu sendiri begitu?

Bagaimana menurutmu?

- Kulitnya luka. - Benar sekali.

Kekuatanmu terlalu besar.

Apa mereka berdua sudah gila sampai bisa tertawa?

Tuan, untuk siapa Nyonya dan Tuan Fan ada di sini?

Kau tahu benar.

Bagaimanapun, terima kebaikan ini.

- Hanya… - Jaga lidahmu.

- Segera siapkan hadiah. - Ya, ayo ke keluarga Li sekarang.

Setelah tamparan ini, tanpa gula-gula, bukankah tanganku akan sakit sia-sia?

Ikut aku ke keluarga Du.

Keluarga Du.

Tuan.

Bukankah itu hanya menang peringkat pertama ujian provinsi?

Dua tahun lalu, saat Meng mau rumah, bukankah dia minta pinjaman ke tuan kita?

Dan dia bertingkah hebat di depanmu.

Dan Lingyao itu, contoh lain dari tidak tahu terima kasih.

Memang, sejak awal itu salah kita.

Itu hanya benar untuk menunggu lebih lama.

Apa? Ini sudah buat kakimu capai?

Aku tidak akan berani.

Yuanming.

Maaf membuatmu menunggu.

Lihat aku, begitu asyik baca sampai lupa segalanya.

Mohon maaf jika ada ketidaksopanan.

Kami yang mengganggumu.

Kemarin, ibuku berbuat salah lebih dahulu.

Aku tahu kau mungkin tersinggung.

Kami khusus datang ke rumahmu untuk minta maaf.

Kami bahkan berpikir Yuanming takkan izinkan kami masuk.

Omong kosong. Masuklah dan mari bicara.

Silakan.

Nyonya An.

- Pelan-pelan. - Siapa itu?

Itu pedagang kaya terkenal dari Bianjing, nama keluarganya Chai.

Chai.

Mungkinkah itu dia?

Nyonya An.

Dua tahun lalu,

waktu Tuan Chai dalam perjalanan bisnis, apa dia pernah lewat Ezhou?

Biar kuberi tahu.

Ketika sampai di sana, dia takkan membayangkan akan seperti ini.

Aku tahu.

Bukankah metode ini cukup bagus.

An'er.

- Sepupu. - Kau kembali.

Aku berpikir untuk diskusi denganmu.

Ibu, aku sudah minta maaf pada keluarga Du mewakilimu.

Jelaskan seluk-beluknya.

Aliansi pernikahan keluarga Du dan Li tetap seperti sebelumnya.

Biar masalah ini berakhir di sini.

Kau tidak mau lagi menikahi Li Kangning?

Tidak. Jika kalian berdua buat masalah lagi,

maka aku pergi ke Quanzhou besok.

An'er.

An'er.

Jika kau mau pergi ke Quanzhou, maka tidak akan kuhentikan.

Tapi harus menikah sebelum pergi.

- Menikah? - Ya.

Bagaimanapun, kau tak bisa menikahi Li Kangning lagi.

Siapa pun yang kau nikahi, sama saja.

Aku akan putuskan untukmu.

Kau pikir menikah itu seperti beli sesuatu di pasar?

Jika melewatkan pasar pagi, secara acak pilih satu agar impas.

Aku tak punya kebiasaan itu.

Kusarankan kau buang ide ini.

Aku membesarkanmu,

dan sekarang kau menggurui Ibu.

Pernikahan keluarga Du tanggal 18 Februari. Aku akan lakukan tanggal 16.

Aku akan membuatnya besar dan meriah.

Tunggu dan lihat.

Fan Lianghan, apa yang kau lakukan?

Sepupu, Bibi mengirimku untuk mengikatmu.

Sah saja seorang ibu mengikat putranya.

Jujur saja, dan kau tidak akan terlalu menderita.

Fan Lianghan.

Tak takut aku akan buat tulangmu terkilir?

Tidak.

Tidak.

Tidak.

Ayo, tolong topang dia.

Minggir.

Fan Lianghan, suruh mereka lepaskan aku. Siapa tuanmu?

Kau selalu mau beri pelajaran orang. Aku bertahan lebih dari sepuluh tahun.

Hari ini, aku akhirnya bisa percaya diri dan bernapas lega.

Chai An, kau tiran yang mendominasi.

Sekarang bertemu tandinganmu.

Ayo, bantu tutup mulutnya.

- Cepat. - Kuberi tahu kau, kau tamat.

Fan Lianghan.

Fan Lianghan.

Kenapa kau masih diikat? Ini tidak benar.

Ibu, tidak.

Lihat, kami baru memakaikan baju pengantin padanya.

Butuh enam orang menahannya.

Lihat, dia menggigitku.

- Ibu, lihat. - Lepaskan dia.

Berhenti di sana.

Coba pergi hari ini dan lihat apa yang terjadi.

Jika berani ke Quanzhou,

aku akan gantung diri tepat di depan matamu hari ini.

Aku akan mati sekarang untukmu.

Kau adalah putraku.

Sifatmu yang selalu menepati janji

itu tidak jatuh dari langit.

Anak laki-laki meniru ibunya.

Ibu, tolong jangan menipuku lagi.

Aku tak percaya kau mampu menanggungnya.

Kau sangat memahamiku.

Aku juga memahamimu.

Kau mau pergi, takkan kuhentikan,

tapi undangan pernikahan semua sudah dikirim.

Kenalan ayahmu dan teman lama.

Kerabat dekat dan teman keluarga Chai.

Dan rekan bisnismu,

aku sudah undang mereka semua.

Orang-orang ini

ada di luar menunggu diadakan pesta pernikahan.

Aku mau lihat apa kau bisa meninggalkan tamu-tamu ini.

Kau bisa naik perahu dengan tenang.

Ibu, jangan paksa aku.

Nyonya.

Kursi sedan mempelai wanita ada di pintu.

Aku tidak memaksamu. Pilihanmu.

Kau mau buat keluarga Chai kehilangan muka

dan jadi lelucon di kota.

Atau manajemen bergenerasi hancur dalam satu tindakan.

Pergi saja.

Dia benar-benar pergi, Bibi.

Kenapa buru-buru?

Kursi sedan mempelai wanita di pintu. Dia bisa lari ke mana?

Benar.

Kenapa hanya berdiri di sana?

Cepat sambut kursi sedan mempelai wanita.

- Cepat pergi. - Baik.

Semua sudah di sini.

Taburkan kacang-kacangan dan biji-bijian.

Menyambut keberuntungan sekarang.

Taburkan biji-bijian kacang.

Menyambut kegembiraan sekarang.

Sang mempelai pria datang.

Semuanya, beri jalan.

Selamat pada mempelai pria.

Tolong, Semuanya, tenang.

Ada yang mau kukatakan.

Keluarga Chai akan menikah,

tapi aku, mempelai pria bahkan tidak tahu dari keluarga mana

gadis yang kunikahi berasal.

Orang di kursi sedan ini mungkin

masih tidak tahu tentang ini.

Aku akan segera pergi ke Quanzhou

untuk berbisnis di luar negeri.

Mungkin butuh tiga hingga lima tahun untuk kembali.

Meski jika aku kembali, aku tidak akan mengakui pernikahan ini.

Begitu kau memasuki pintu ini,

itu hanya akan menyia-nyiakan masa mudamu.

Waktu akan berlalu sia-sia.

Untungnya, upacara pernikahan belum selesai.

Kau belum menyembah langit dan bumi bersamaku.

Tidak masuk kuil leluhur keluargaku, berarti kau bukan bagian keluarga Chai.

Aku akan langsung menulis surat perceraian

menjelaskan detail kejadian hari ini.

Hadiah pertunangan dari kelurga Chai-ku

semua untuk menyediakan mahar nona muda.

Semoga kau, Nona, segera meninggalkan penderitaan ini

dan sekali lagi memakai mahkota phoenix,

mencari keluarga terhormat dan berbakat lain

untuk membentuk perjodohan baik lainnya.

Dari mana asal sedan mempelai ini?

Bawa kembali ke tempat asalnya.

Kangning, kau dengar yang dikatakan mempelai prianya?

Dia perintahkan sedan mempelai wanita berbalik

dan kembali ke rumah.

Angkat sedannya.

Kangning.

Tuan Chai, mau ke mana?

- Bukankah kau biarkan sedannya berbalik? - Aku…

Sebagai kepala keluarga Chai terhormat, bagaimana bisa ingkar janji?

Kakak ipar.

Fuhui.

Kau baik sekali.

Jika kau tidak menunjukkan belas kasihan,

maka aku tidak akan berhasil.

Aku membungkuk di depanmu dan memberi hormat.

Lalu kau panggil aku apa? Panggil aku Kakak Ipar.

- Sudah waktunya. Silakan turun. - Mainkan musiknya.

Bagus.

Tunggu.

Jangan bahas kekasaran sebelumnya.

Sekarang, kita harus mengikuti adat ritual pernikahan.

- Jangan khawatir. Belum giliranmu, Nak. - Baiklah.

Ini.

Jika berani bersuara lagi, akan kulempar kau ke jurang.

- Akan kutusuk kau… - Tak berperasaan, kejam, tak tahu malu.

Sudah selesai?

Harapan pertama, untuk bunga teratai mekar dengan kelopak menyatu.

Harapan kedua, untuk kelahiran seorang anak yang berharga segera.

Harapan ketiga, untuk kekayaan, kehormatan, dan kemegahan.

Berkah keempat, untuk keberuntungan dan kedamaian.

Agar pasangan suami istri hidup rukun sampai tua.

Bagus.

Bagus.

Bagus.

Dua pengantin baru, silakan minum cawan pernikahan.

Memiringkan cangkir agar serupa dengan persatuan.

Yin dan Yang dalam harmoni.

Semoga beruntung dan sejahtera.

Jodoh yang dibuat di surga.

Bagus.

Mempelai pria, saatnya bersulang.

Ayo pergi.

Dah..

Bagus.

Ayo. Kita minum.

Ayo minum.

Ayo.

Ayo pergi.

Ayo pergi.

Menyenangkan sekali.

- Ayo. - Kita harus mabuk.

Chai An.

Tuan.

Jika hari ini di dalam kursi sedan itu bukan aku,

kau benar-benar ke Quanzhou?

Ya.

Tapi…

Tapi apa?

Tapi…

Aku akan membawamu bersamaku.

Baiklah.

Jadi aksimu itu tipu muslihat yang mengorbankan diri sendiri.

Tidak.

Istriku.

Yang sudah kulakukan

disebut "menempatkan diri dalam bahaya nyata, lalu pulih".

Keluarga Li penuh keluhan terhadapku.

Kau bahkan dipenuhi kesalahpahaman.

Ibuku keras kepala dan salah arah.

Jadi, tak ada pilihan lain selain pakai rencana terakhir.

Mendamaikan ibu mertuaku dengan ibuku dan hilangkan dendam masa lalunya

dan membuatmu terus memikirkanku

dengan cemas dan sangat khawatir.

Ternyata di dunia ini ada orang yang suka menipu sepertimu.

- Kau jelas menipuku menikahi… - Kangning.

Kangning Sayang.

Meski kau punya strategimu,

tanpa angin timur yang nyaman dariku

hanya menutup mata soal itu,

mari lihat caramu akan berhasil mengangkat layar

dan mengemudikan kapal.

Kangning.

Tidak ada orang asing di sini. Tidak perlu malu.

Urusan pernikahan.

Aku perlu mendengar pendapatmu.

Aku…

Pendapatnya…

Tidak perlu ditanyakan.

Kau bisa tahu.

Shouhua, kau sudah melihatnya dengan matamu sendiri.

Memaksa Kangning menikahi Du Shengyuan.

Takut dia akan tidak puas seumur hidup.

Aku tahu Du Yangxi sangat licik.

Tidak mudah untuk dihadapi.

Aku khawatir tidak mampu mengatasi itu sendiri.

Keluarga Li akan menderita karena ini.

Shouhua, Kakak yang baik.

Selamatkan aku.

Kalau dia tidak punya rencana, bagaimana bisa berdiri di pemerintahan?

Kau pandai menentukan peran.

Kupikir kau hanya tidak tahan berpisah dengan Chai An.

Apa sulitnya? Keluarga Du hanya mau membalas kebaikan.

Tidak harus soal siapa yang didapat.

Bagus.

Ibu bernegosiasi dengan ibu kepala keluarga Du.

Pilih seseorang gantikan Kangning.

Sudah kuduga.

Seperti biasa.

Seperti biasa, tidak ada yang mengingkari.

Shouhua bilang

dia punya cara untuk buat keluarga Du mengubah pendirian mereka.

Setujui strategi "ganti buah plum dengan buah persik" ini.

Baiklah.

Ternyata keluargamu sudah lama berkolusi.

Secara khusus berencana melawan orang bodoh yang sedang jatuh cinta ini.

Keributan itu tidak bisa dihindari.

Lagi pula, keluargaku dalam posisi sulit.

Harus melakukannya agar keluarga Du lihat.

Ibuku sudah bicara.

Pembatalan pernikahan keluarga Chai sebelumnya terlalu kejam.

Dia masih marah.

Dan kau, bahkan jadikan Fuhui mata-mata orang dalam.

Tentu harus pakai strategi antispionase ini.

Mau bagaimana lagi, selain membuatmu sangat khawatir.

Bagaimana bisa menunjukkan putri keluarga Li sulit didapat?

Sulit didapatkan.

Benar sekali.

Tapi ada satu hal

yang tak dimiliki Du Shengyuan, tapi hanya aku, Chai An, pemiliknya.

Apa?

Hatimu

adalah milikku.

Terjemahan subtitle oleh Nur Cholis

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.