Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tuan Du, kau cukup ceroboh.
Tuan Liu bukan pedagang kaya biasa.
Bisnisnya tersebar di ibu kota Song
dan di tiap negara bagian dan provinsi.
Bahkan bangsawan terhormat ibu kota
sering dapat dukungan finansialnya,
meski mereka berurusan dengannya secara pribadi.
Hari ini kau menyinggung dia.
Besok mungkin dia akan melumpuhkan tanganmu.
Lalu, bagaimana kau ujian?
Aku tahu.
Kau tahu?
Tahu ini, masih berani mengejeknya di depan umum?
Tuan Chai, kau tahu maksudku.
Jika aku tidak tuliskan kata-kata itu di gerbang rumahnya
dan biarkan seluruh Bianjing tahu
dia marah karena gagal mengambil pengantin pria,
dahulu,
kau tidak akan bisa menyelamatkanku
tapi mengambil mayatku.
Sedikit sakit jasmani
itu hal yang bisa kutanggung.
Kau benar.
Tapi Tuan Du,
putri Tuan Liu
karakter dan penampilannya baik, meski tak sebanding
dengan dewi bulan,
dan disertai mahar cukup besar dari keluarga Liu.
Kenapa tak ikuti arus dan jadikan itu acara bahagia?
Mungkinkah kau sudah punya istri di rumah?
Belum.
Aku belum mengambil istri.
Aku juga belum dijodohkan.
Tapi di Bianjing, saat ambil istri atau menikahkan putri,
orang tak pedulikan karakter moral
tapi mahar dan hadiah pertunangan.
Ini sungguh tidak terhormat.
Bukankah itu akan membuat semua Jinshi dan Juren
jadi pengemis dan parasit?
Aku benci praktik seperti itu.
Untukmu, Tuan Chai,
karena kau punya hubungan baik dengan keluarga Liu,
kenapa tak menikahi putri mereka?
Di buku, ada rumah dari emas.
Di buku, ada wanita secantik giok.
Bukan ini yang kalian para cedekiawan kejar?
Jika semua orang terpelajar di dunia
belajar untuk tujuan itu,
bukankah semua bakat yang dipilih negara
menjadi orang yang mengejar ketenaran dan keuntungan
melihat kecantikan di atas kebenaran?
Kita tidak sama.
Kita berpisah di sini.
Tuan Du, tunggu dulu.
Aku hanya mengetesmu.
Waktu berteman dengan seseorang,
aku tak lihat latar belakang atau bakat
tapi karakter dan ambisi mereka.
Tuan Du, aku yakin kita bisa berteman.
Aku bicara jujur. Tolong jangan tersinggung.
Jika tak keberatan dengan rumah sederhanaku,
kenapa tak pindah dan tinggal untuk sementara?
Jadi, kau bisa bersiap ujian
tanpa biarkan masalah sepele seperti uang mengganggumu.
Aku menginap di Kuil Xingguo,
bukan hanya karena uang.
Banyak pelajar miskin tinggal di sana.
Sangat nyaman bagi kami untuk diskusi sastra
dan bertukar pelajaran di sana.
- Aku takkan merepotkanmu lagi. - Tuan Du.
Ini bukan sekadar kesopanan.
Aku takut
tinggal di tempat orang kaya ini
akan mengurangi tekadku
untuk belajar tekun.
Terima kasih atas kebaikanmu.
- Aku akan pergi. - Tuan Du.
Tuan Muda, orang ini keras kepala sekali.
Dia tidak mau dirawat tabib tapi bersikeras pergi.
Baiklah, aku akan mengantarmu keluar.
Andao.
RESTORAN PAN
Tuan Du,
jika di masa depan Tuan Liu memberimu masalah lagi
atau jika kau butuh apa pun,
cari aku di Restoran Pan.
Terima kasih.
Jaga dirimu.
Hari ini akhirnya bertemu orang suci
yang memandang uang sebagai kotoran.
Kau percaya omong kosongnya?
Dia menyebut pertemuan kami, hanya untuk menunggu kuselamatkan.
Pendaftaran resmi negara
dimulai dari menjadi Jinshi di ujianmu.
Jangan memandang rendah dia karena sekarang rendah hati dan miskin.
Begitu dapat nilai tertinggi di ujian,
dia akan menikahi putri pejabat tinggi.
Bagaimana dia akan pedulikan putri seorang pedagang?
Kecuali dia bodoh dan tetap berpegang pada ilmu dan bacaannya.
Orang yang tak cari keuntungan kecil harus berhati teguh.
Kita jangan remehkan mereka.
Yang pendiam di sisinya
tampaknya juga tidak biasa.
Berikan perintah. Jika dia datang lagi,
langsung lapor padaku.
Ya.
- Masuklah. - Silakan masuk ke dalam.
- Silakan masuk. - Tuan Muda,
baru-baru ini Kedai Sifu mengadakan kontes literatur.
Setiap hari, mereka pilih topik dan minta semua orang tulis puisi.
Penulis karya sastra terbaik
akan dibebaskan biaya teh
dan diberi hadiah tambahan.
Dia tidak memilih penulis terbaik.
Dia jelas memilih putra menantu.
Tapi metode mereka
takkan bertahan lebih dari dua hari.
Yuanming.
Karena kau tidak berniat menikah,
harusnya sembunyikan bakatmu di hadapan Liu Tang.
Kenapa sengaja memamerkan bakatmu?
Di ibu kota ini, orang terperlajar terkemuka
jumlahnya banyak.
Jika aku tidak melakukannya, bagaimana
reputasiku akan dikenal orang? Merasa puas dengan kemiskinan,
pengabdian pada jalur, menegakkan kepatutan dan kebenaran.
Bagaimana mereka akan tahu?
Hati-hati.
Mari lihatlah.
Nona, lihatlah.
KUE
Baunya enak.
Tuan, mau beli kue?
Semua baru dipanggang dan masih hangat.
Lihat ini.
- Aku beli satu. - Oke.
Ini uangnya.
- Ini. - Oke.
Andao,
aku tahu kau benci
orang yang cari ketenaran.
Tapi harus kuberi tahu.
Untuk jadi pejabat yang baik,
selain peduli pada negara dan rakyat
serta tekun dan tidak bisa disuap,
kau juga harus fleksibel dan cerdas.
Tak harus kaku ikuti aturan.
Selain itu,
bagaimana cederamu?
Kau tak bisa berkelahi,
dan tidak menghindar.
Kau benar-benar jujur.
Urus urusanmu sendiri dahulu.
Tunggu.
Andao.
Apa kau ke sini untuk perjodohan sastra?
- Silakan masuk. - Apa ini?
Di sini.
Acara perjodohan sastra sudah mulai.
Silakan masuk.
Silakan.
KEDAI SIFU
Secangkir teh Qibao tumbuk
dan sepiring Sanzi datang.
- Oke, terima kasih. - Selamat menikmati.
Li, kau pakai kata "tatapan" ini dengan baik.
Zhang dan Wang,
lihat artikel ini.
Ini sangat bagus, 'kan?
- Semangkuk sup kedelai asin lagi. - Baik. Segera.
- Itu luar biasa. - Kecemerlangan pada goresan ini.
Lihat ini.
Ini ditulis sangat baik.
Syair yang sangat indah!
Dan yang ini.
Ini ditulis sangat baik.
Tuan Muda,
bisakah kau lihat?
Apa arti kalimat ini?
Kau salah baca kalimat ini.
Ini adalah puisi akrostik.
Kita baca secara horizontal
mulai dari sisi ini.
Aku mengerti.
Terima kasih.
Untuk menggambarkan angin…
Bagaimana kalau pakai karakter ini?
Memang ditulis dengan baik!
Sapuan kuas ini jelas dan kuat.
Semuanya, Restoran pan mengadakan kontes puisi.
Mereka undang cendekiawan hebat dari Kampus Kerajaan jadi juri.
Mereka juga menerbitkan daftar kandidat cendekiawan terbaik.
Daftar kandidat cendekiawan terbaik?
Jangan pergi! Kalian?
Tunggu. Jangan pergi.
Mereka semua pergi…
Kalian belum bayar.
Apa benar tidak ada satu pun
yang menarik perhatian?
Semua terlihat bagus untukku.
Aroma samar tercium,
tampak ada tapi belum.
Ini dupa paling cocok untuk penulis dan cendekiawan.
Kak, dupa hasil racikanmu kali ini bisa laku mahal.
Kami mencemaskanmu, tapi kau malah bahas hal lain.
Jika Shouhua bilang tidak bagus, itu pasti benar.
Lebih baik dilewatkan.
Tapi ini sudah tiga hari.
Kedai teh penuh setiap hari.
Tidak ada satupun memenuhi syarat?
Ada beberapa puisi di sini
yang belum kau baca, Kak.
Hari ini, aku lihat dengan Kangning dari gorden.
Tak ada yang tampan.
Tampan?
Kau pedulikan bakat puisi
atau penampilannya?
Bakat puisi memang penting,
tapi penampilan lebih penting.
Ujian kerajaan
memilih cendekiawan berbakat.
Bagaimana bisa kau nilai mereka berdasarkan penampilan?
Akan ada ujian provinsi tahun depan
dan ujian istana pada bulan Maret.
Sepuluh makalah terbaik dalam ujian istana
semua akan diperingkat di hadapan Yang Mulia.
Menurut tradisi,
Yang Mulia akan bertemu langsung dengan tiga terbaik
untuk menentukan peringkat akhir.
Selain karya tulis,
apa lagi yang dipertimbangkan Yang Mulia?
- Pengendalian diri? - Ini konvensi tidak tertulis.
Apalagi ini tiga terbaik.
Bukankah cendekiawan paling terkenal tahun ini
semua Juren berpenampilan berwibawa
dan luar biasa elegan?
Selain itu, kita memilih suami untuk Kangning.
Seorang pria jelek
tidak bisa diterima.
Shouhua.
Aku marah sekali.
Siapa lagi yang membuatmu kesal?
Tentu saja, Restoran Pan.
Mereka memulai taruhan para cendekiawan terbaik.
Mereka juga mengundang
cendekiawan sok tahu untuk menilai puisinya.
Mereka menarik semua orang ke sana.
Hentikan.
Kupikir mereka sengaja memberi kita masalah.
Memilih suami itu masalah kecil.
Bisnis adalah prioritas.
Aku mau ambil peluang bagus ini
untuk tingkatkan reputasi Kedai Sifu.
Sekarang, tampaknya kita harus cari cara lain.
Kangning.
Masuklah.
Shouhua.
Kau masih bangun larut malam begini?
Aku ingat dahulu waktu kecil Ayah ajari melukis bunga plum.
Jadi, aku terinspirasi dan mengambil kuas lagi.
Kak, kau ada perlu apa?
Aku punya sesuatu
untuk ditambahkan ke maharmu.
- Shao, cepat. - Li.
Maaf terlambat.
Kapan perjodohan sastra dimulai?
Li.
- Senang bertemu. - Ayo pergi.
Ayo pergi lihat.
KEDAI SIFU
Apa yang terjadi?
Tuan Muda,
Kedai Sifu memasang tontonan besar,
ada kontes sastra cari putra menantu.
Itu buat sensasi di seluruh kota.
Semua orang bergegas ke sana untuk menonton.
Zhao.
Nyonya Li,
ketika keluarga terkemuka adakan sesi perjodohan pun,
mereka harus perkenalkan putrinya
untuk dilihat para kandidat.
Ya. Benar sekali.
Kau menjanjikan perjodohan sastra secara pribadi,
tapi menyembunyikan putrimu.
Mungkinkah dia sama sekali tidak memukau,
sampai kau sengaja merencanakan ini?
- Ya. - Benar sekali.
Dia benar.
Tolong maafkan kelancanganku.
Seorang putri terlahir mirip ibunya.
Jika putrimu sangat mirip kau…
Baiklah.
Kupikir kita semua harus menuju
ke Restoran Pan di seberang jalan untuk evaluasi puisi.
- Betul? - Itu benar.
Nyonya Li, apa kau panggil kami
ke sini untuk giling tinta dengan malas?
Benar sekali.
Betapa tidak berseleranya kalian!
Siapa yang tidak pernah melewati masa mudanya?
Kembali ke masa mudaku,
mereka yang datang untuk melamar
merusak delapan ambang pintu rumahku.
Kalian semua, di sisi lain,
jangan memprovokasi aku lebih jauh.
Ini perjodohan sastra.
Aturan harus dipatuhi.
Aturan macam apa?
Keluarlah.
Ada hadiah juga?
Apa ini?
Tidak apa jika putrimu sedikit jelek.
Yang murah hati.
Keduanya bisa jadi pembantu dampingi pengantin wanita.
Itu penghinaan pada keanggunan pelajar.
Lu, tolong jangan kesal.
Di sini tidak ada
yang sungguh mau menikahi
putri pemilik kedai teh.
Untuk apa? Kemampuannya buat teh?
Kami semua di sini hanya untuk bersenang-senang.
- Itu benar. - Benar.
Yah…
- Apa ini… - Ini tirai mutiara.
Ini sangat berharga.
Ini memang sangat mahal.
Aku tidak bisa menerima ini.
Ini tanda mata dari mantan suamimu untukmu. Ambil kembali.
Tirai mutiara ini
ditinggalkan untukku oleh suamiku.
Dia sangat berharap
aku bisa hidup dengan baik di masa depan.
Tapi bagiku untuk hidup baik,
keluarga Li harus hidup baik.
Tirai mutiara ini
tak secara khusus untukmu.
Ini hadiah untuk seseorang
yang bisa lindungi keluarga Li dari angin dan hujan
dalam waktu dekat.
Kangning,
kau harus ingat
semua kata-kataku malam ini.
Besok, kau harus membuka lebar matamu
dan memilih dengan hati-hati.
Kami buat panggung besar,
bukan hanya untuk pernikahanmu.
Meski keluargaku bukan keluarga besar,
semua putriku dibesarkan dengan baik
dan diperlakukan seperti mutiara.
Di masa depan, tidak peduli keluarga mana yang dinikahi putriku
tirai mutiara ini
akan menemaninya ke keluarga barunya.
- Ini sepadan. - Memang bagus.
Tapi biar kukatakan di awal.
Putriku seratus kali lebih berharga
dari tirai mutiara ini.
Ini hanya hadiah keberuntungan.
Jika seseorang memenangkan dia,
itu akan jadi berkah untuk seluruh keluarganya
dan keberuntungan yang didoakan selama sembilan generasi leluhur.
Beri jalan.
Sejelek apa
putrimu
sampai kau mau berpisah
dengan harta itu, Nyonya Li?
Sebenarnya dia sejelek apa?
Dia cantik sekali.
- Memang. - Benar.
- Bisa dibilang menakjubkan. - Sangat cantik.
Dia sungguh cantik.
Dia sangat menawan.
Lihat.
Kita akan pilih topik puisi.
Tuan-tuan,
lihat baik-baik.
Bunga.
- Tuan, lihat. - Bunga?
Topik puisinya "bunga".
Bunga?
Bunga?
Awalnya sombong, sekarang penuh hormat.
Sikapmu berubah terlalu cepat, ya?
- Benar sekali. - Itu terlalu cepat berubah.
Benar sekali.
Itu benar.
Dia pria bermuka dua.
Nona Muda, jangan pergi.
- Kenapa kau pergi? - Jangan pergi.
KEDAI SIFU
- Tuan Muda. - Pergi.
Panggilkan seseorang.
- Siapa? - Du Yangxi.
Nyonya Li,
benarkah siapa pun pemenang kontes puisi ini
bisa menikahi putrimu?
Ibu Mertua.
- Minggir. - Kata-kata seseorang itu mengikat.
Jika aku terlalu serius
mulai menulis puisi,
jangan menarik kata-katamu.
Siapa yang ibu mertuamu?
Keahlian puisiku jauh lebih baik darimu.
Dalam hal bakat,
siapa yang bisa melampaui aku?
Konyol.
Lehernya ditekuk saat bernyanyi ke langit.
Ini untuk apa?
Ini…
Di dalam kedai ini,
tak ada batasan jelas antara pria dan wanita.
Putriku mau menunjukkan wajahnya
itu sudah pengecualian.
Yang aku panggang hari ini
adalah kue cendekiawan terbaik.
Kue cendekiawan terbaik?
Ini bagus.
Begitu kuenya matang dipanggang,
semua puisi kalian
juga harus siap.
Aku mengerti.
Apa yang kalian tunggu?
Cepat. Mulai menulis.
- Astaga! - Ambilkan aku dua kue.
Di luar sana banyak orang yang mau jadi putra menantuku.
Cepat beri jalan.
Minumlah satu cerek teh.
Bunga.
Baiklah.
Hanya dua orang ini punya puisi terbaik.
Puisi bunga plum itu biasa saja.
Tapi yang ini…
Baik dibaca dari kiri atau kanan,
ini tidak jadi puisi dengan cara apa pun.
Kembali dari melihat bunga Kuda terbang bagai angin
Kuda itu terbang bagai angin Aku mabuk dengan sedikit arak
Dengan arak, aku terbangun kala senja
Sudah senja waktu aku bangun Kembali dari melihat bunga
Ini adalah puisi palindromik.
Terlihat hanya ada satu "bunga",
tapi kedua baris sembunyikan kata "bunga".
Benar-benar pintar.
Tapi di antara mereka berdua,
siapa sebenarnya juara hari ini?
Keduanya.
Dan bukan keduanya.
Penciptaan puisi butuh inspirasi.
Ketika semua orang duduk di kedai teh ini,
menulis puisi itu tantangan,
bagaimana bisa menulis yang terbaik?
Tahu mereka tak bisa lakukan dengan baik,
kenapa buat tantangan itu?
Topik puisinya biasa.
Siapa tahu mereka ambil puisi orang lain
untuk membodohi kita?
Tulisan tangan yang sangat bagus ini
sangat langka.
Aku tak tahu banyak soal tulisan.
Bagaimana ini dibandingkan tulisanmu, Shouhua?
Ini jauh melampaui tulisanku.
Kaligrafinya butuh
setidaknya sepuluh tahun latihan tekun
sepanjang musim.
Bukan pekerjaan mudah.
Dengan ketekunan dan bakat seperti itu,
orang itu pasti berpendidikan.
Tapi
aku masih harus tes lagi.
Terbatas oleh waktu memanggang di ruang dalam
dan dikelilingi penonton di ruang luar,
putaran ini menguji
kecerdasan dan ketenangan mereka.
Tahu lebih banyak tentang mereka tidaklah sulit.
Apa tidak ada babak kedua?
Kangning, pergi uji mereka, kau akan tahu.
Sulit untuk menilai keunggulan puisi kalian berdua saat ini.
Aku punya bait di sini.
Bisa minta kalian cocokkan?
Silakan lanjutkan, Nona Muda.
Ini baris pertama.
Li Boyang nama keluarganya "Li",
terlahir dengan pengetahuan.
Li Boyang?
Itu mengacu
pada Laozi, yang lahir dengan pengetahuan tentang segala hal.
Kesulitan baris pertama ini terletak pada fakta
bahwa kalimat pertama ada dua karakter "Li".
Bukan hanya itu.
Karakter "lahir" di bawahnya
juga sejajar dengan lengan kanan karakter "nama keluarga" di atas.
Ini permainan pembedahan karakter.
Nona Muda, apa kau sengaja mempersulit keadaan?
Siapa bisa mencocokkan bait ini sekarang juga?
- Ya, sungguh. - Ini terlalu sulit.
Lebih baik dengarkan baik-baik.
Baitku adalah "Ma Wenyuan tubuhnya dibungkus dengan kulit kuda,
mati tanpa menyerah."
"Ma Yuan" sesuai dengan "Li Boyang".
"Mati tanpa menyerah" sesuai dengan "terlahir dengan pengetahuan".
Bagus sekali.
- Bagus. - Dan karakter "kematian"
sesuai dengan karakter "mayat".
Sangat pintar.
Pintar.
Bagus sekali.
Tuan Muda, siapa namamu?
Berapa umurmu, dan di mana rumahmu?
Aku punya putri
yang baik
dalam penampilan dan karakter.
Aku mau buat dia bertunangan denganmu.
Selamat, Tuan Muda.
Jangan-jangan kesuksesan besar
datang setelah pernikahan.
Selamat.
- Selamat. - Selamat.
Aku Jia Ming, dari Hongzhou.
Terima kasih atas saran baikmu, Nyonya.
Tapi apa kau yakin mau putrimu tunangan denganku?
Aku buat tantangan sastra di depan umum.
Semua orang di sini saksinya.
Bagaimana bisa salah?
Ini tidak bisa buru-buru.
Aku perlu selesaikan ujianku dan kembali ke rumah dahulu
lalu mendiskusikannya dengan istriku.
Istrimu?
Jadi, dia punya istri.
Nyonya Li,
kau takkan menunangkan putri cantikmu
dengannya sebagai selir, 'kan?
Semua keributan itu sia-sia.
Sebaiknya nikahkan putrimu denganku.
Tunggu.
Kau…
Jika kau sudah menikah,
kenapa tidak bilang dari awal?
Nyonya,
aku hanya lewat
dan melihat di sini sangat ramai.
Tadi kupikir sedang ada kontes puisi atau kontes sastra.
Mau cari teman lewat sastra.
Siapa yang mengira
keluargamu cari putra menantu
sebelum Kementerian Ritus mulai ujian?
Apa kau membodohiku?
Ha?
Ibu, tunggu.
Putri Ketigaku, dia membodohi kita di depan umum.
Tuan Muda, karena kau sudah punya istri di rumah,
wajar jika aku tidak bisa menikahimu.
Tidak perlu lagi membahas tirai mutiara.
Tapi kau tetaplah juara hari ini.
Jadi, kau bisa ambil hadiah lain.
- Ada hadiah lain? - Apa itu?
- Hadiah lain? - Ada hadiah lain.
Selain tirai mutiara dan kau,
ada hadiah lain?
Mata terang, telinga panjang, mulut besar,
dan kakinya bahkan lebih lincah.
Meski tak tahu ini tempat apa,
mereka menerobos masuk begitu saja.
Hadiah hari ini sungguh cocok denganmu.
Katanya aku punya mata tajam,
telinga panjang, dan mulut besar,
dan aku bergegas ke sana dengan riang,
di mana pun ada kegembiraan.
Awalnya, aku bingung.
Tapi setelah kupikirkan,
dia membicarakan keledai.
Tuan Chai, kau mungkin tidak tahu.
Tapi sekarang, perjodohan sastra keluarga Li
jadi lelucon terbaru di seluruh Bianjing.
Kau tahu di belakangku orang panggil apa?
Keledai Cendekiawan Terbaik.
Untungnya hari itu, aku menyamar.
Jika tidak, reputasiku
akan benar-benar dihancurkan Putri Ketiga.
Sayang sekali.
Apa?
Li Boyang punya nama keluarga "Li", terlahir dengan pengetahuan.
Dia bisa membuat bait ini.
Wanita muda ini pasti punya bakat yang tidak kalah dariku.
Sayang aku datang terlambat
dan tidak melihat kecantikannya.
Tapi membuat orang terpelajar tunduk,
dia pasti wanita cantik dengan bakat.
Aku tidak setuju.
Chai,
dendam apa yang kau punya terhadap Nona Ketiga?
Kenapa kau berniat menghancurkan pernikahannya?
Tidak ada dendam atau kemarahan.
Hanya saja kami bertemu dalam bisnis.
Kedai Sifu kecil itu
ambil bisnis seluruh jalan ini.
Tak bisakah aku sedikit membalasnya?
Maka, kau terlalu kasar.
Kau tidak lihat
wajah Nyonya Li itu hampir berubah hijau karena marah.
Sangat marah sampai bisa merobekku jadi dua.
Apa kau benar-benar berpikir Li Kangning akan rugi?
Dia sudah menghasilkan banyak uang.
Ini seperti mimpi.
Cepat simpan tirai mutiaraku yang berharga.
Tahun depan, Haode masih bisa memakainya.
Dan tahun depannya, Leshan masih bisa memakainya.
Kedua rumah ini awalnya adalah satu.
Hanya dipisahkan dinding.
Awalnya ini mau disewakan pada orang lain.
Aku menyimpannya khusus untukmu.
Sudah kubilang toko ini bawa keberuntungan, 'kan?
Sesuai dugaanku, itu belum lama.
Bisnis berkembang.
Kau perpanjang sewa toko dua tahun lagi.
Sekarang kau juga menyewa halaman ini.
Berkah masa depanmu
tidak akan ada habisnya.
Maaf kau menunggu.
Dinding antara dua rumah ini terlalu pendek.
Jika kau sewakan itu ke orang lain
mereka akan ambil peluang memata-matai halaman belakangku.
Betul?
Kau benar.
Kalau begitu,
aku serahkan kuncinya padamu.
- Pastikan simpan dengan aman. - Ya.
Kau harus panggil "wanita baik" untuk dapat bubur.
Wanita baik.
Gadis ini cukup cantik.
- Cukup. - Nyonya.
Baiklah. Sekarang aku punya kuncinya
mari hilangkan formalitasnya.
Aku akan datangi kau jika ada apa-apa. Kau bisa pergi sekarang.
- Pastikan datangi aku. - Hati-hati.
- Datanglah. - Aku tidak antar.
Datanglah padaku.
Ini. Ambil ini.
Para pedagang asongan yang berkeliaran di jalanan
sungguh licik dan berbahaya.
Mereka ahli cari celah menyelinap ke tempat pribadi orang.
Adikmu masih kecil.
Di masa depan, saat aku tak di rumah,
jangan buka pintu untuk mereka.
Aku tahu.
Ibu,
sejak perjodohan sastra itu,
banyak pengarakan berkeliaran di luar pintu kita sepanjang hari.
Aku beberapa kali lihat mereka waktu keluar.
- Itu menakutkan. - Benar sekali.
Rumah tangga kita semua wanita.
Tak terelakkan kita menarik perhatian bajingan.
Untung, kita sering saling berkunjung dengan keluarga Fan.
Jika tidak, hidup kita akan
- jauh dari damai. - Ini.
Aku harus lebih cepat menikahkan kalian berdua bukan lebih lambat.
Itu akan menyelesaikan salah satu kecemasanku.
Nyonya Li, tenang saja.
Kami di sini untuk menjaga gerbangmu.
Terima kasih.
Bubur ini sudah siap. Bawa kembali dan bagi dengan mereka.
Oke. Terima kasih, Nona Muda.
Pergilah. Jangan tumpah.
Ingat kembalikan mangkuknya.
Oke.
Aku pegang.
Di mana Shouhua?
Leshan kena flu.
Haode merawatnya di dalam.
Shouhua bilang dia memikirkan
resep mantan suaminya. Dia pergi untuk ambil obatnya.
Dia kembali.
Shouhua.
Kau…
- Apa yang terjadi padamu? - Dia membeku kaku di tengah jalan.
Tadi aku lewat.
Dia membeku.
Pria muda yang malang.
- Bisakah dia selamat? - Qiongnu, cepat.
- Airnya datang. - Dia membeku.
Dia kedinginan sekali. Cepat.
- Ambilkan dia sup jahe. - Oke.
Anak malang.
Tunggu.
Ini dia.
Jangan selamatkan dia. Berhenti.
Jangan tidur di sini.
- Turun dari ranjang. - Ibu, dia belum bangun.
- Apa yang kau lakukan? - Tunggu. Kangning,
kau tak ingat dia?
Dia pria dari beberapa hari lalu…
Dia orang dari hari perjodohan sastra.
Ini dia.
- Betul? Kau mengenalinya. - Memang dia.
Penjahat tak berperasaan sepertinya pantas mati kedinginan.
Ayo hajar dia sampai mati.
- Kami takkan selamatkan kau. - Ibu.
- Hentikan. - Ibu.
Jangan. Tidak apa jika kita biarkan dia mati kedinginan tadi,
tapi jika kau lempar dia keluar sekarang,
mereka yang tak tahu seluruh ceritanya
bisa mengutuk kita sebagai orang tak berperasaan dan tak beriman.
Ibu, aku yang diejek Aku bahkan tidak menyimpan dendam.
Bukankah menyelamatkan nyawa lebih baik dari derma makanan
- dan menyumbang uang? - Xing…
Kuil Xingguo…
Ada seseorang di sana.
Siapa di sana?
Ada seseorang di sana.
Dia terus menyebut Kuil Xingguo. Kira-kira siapa di sana?
Mungkin dia Juren yang datang ke sini dari ujian kerajaan
dan dia khawatirkan barang bawaannya.
Menurutku,
kita bisa kirim orang suruhan ke Kuil Xingguo
untuk cari tahu detailnya
dan mengurus barang miliknya,
terutama puisi dan esai yang rutin dia tulis,
- untuk pastikan itu tidak hilang. - Kau tak boleh pergi.
Kalian berdua terlalu baik.
Karena kita tahu asalnya,
kita kirim dia ke Kuil Xingguo.
Aku tak mau beri makan bajingan berhati serigala ini.
Ibu, dia terpaksa tinggal di Kuil Xingguo.
Di sana siapa yang merawatnya?
Jika kau kirim dia dan dia mati di jalan…
Ibu, bagaimanapun dia Juren.
Juren, ya?
Kita harus selamatkan dia.
Tapi kita harus cari tahu jika dia sudah menikah.
Takkan kita selamatkan jika sudah menikah.
- Kita takkan selamatkan. - Oke.
Kau pantas mati kedinginan.
Apa katamu?
Aku disuruh membawakan Tn. Du
arang dan baju berbahan katun untuk musim dingin.
Tapi kata penjaga kuil dia pindah.
Pindah ke mana?
Katanya teman baik Tn. Du demam.
Dia berkeliling cari obat untuknya.
Sayangnya, dia juga jatuh sakit di pinggir jalan
dan diselamatkan keluarga Li.
Keluarga Li juga ambil barangnya
bersama dengan temannya yang sakit.
Ya,
kenapa Keluarga Li dari semua orang?
Aku sudah periksa.
Leshan sudah minum obat dan berkeringat.
Sekarang dia tidur nyenyak.
Simpan ampas obatnya
dan kirim itu pada pria itu
untuk hindari cari tabib.
Jika tidak, mengingat Ibu hemat,
dia mau mengusir mereka berdua.
Aku mengerti.
Chunlai, kau bisa teruskan.
Dua orang itu
hidup di kamar sempit
sekecil kandang ayam.
Selain batu tulis usang,
beberapa kuas patah,
dan beberapa volume buku kuno,
yang tersisa lampu minyak
yang bahkan tak ada setetes minyak pun
meski kau gosok selama tiga hari.
Penjaga kuil bilang
jika ada hari saat mereka
tak buat kios untuk jual tulisan,
mereka mungkin tidak mengisi perutnya.
Di dunia ini, ada Juren yang benar-benar miskin.
Sungguh menakjubkan.
Kalau begitu, dia bohong
waktu bilang punya istri.
Semiskin itu, bagaimana bisa dia hidupi istri?
Demi kumpulkan uang perjalanan ke ibu kota untuk mengikuti ujian,
sudah umum orang menjual tanah dan meminjam uang.
Selain itu, aku menemukan dalam koleksi buku mereka
banyak edisi salinan tangan langka, jarang terlihat di jalanan.
Tampaknya,
kapan pun dua orang ini punya sedikit uang,
mereka habiskan di pasar buku di Kuil Xiangguo.
Shouhua, maksudmu mereka tuan dan pelayannya?
Tidak.
Penjaga kuil bilang dua orang ini cukup aneh.
Mereka sering bertukar pakaian.
Dan bergiliran jaga stan tulisan mereka.
Aku mengerti.
Meski mereka Juren miskin yang ke ibu kota untuk ujian,
pasti perlu mendatangi teman.
Tanpa pelayan di sisinya,
tak bisa masuk gerbang rumah orang lain.
Pura-pura jadi pelayan satu sama lain
itu cara baik menyelamatkan muka mereka.
Shouhua, temuanmu cukup hebat.
Sebenarnya kau temukan dua Juren.
Kedua cendekiawan sok tahu ini sungguh menarik.
Sungguh aneh.
- Dua cendekiawan. - Ibu.
- Leshan sekarang jauh lebih baik. - Dua.
Ibu?
Dua cendekiawan.
Apa Ibu mendengarnya?
Dengar apa?
Dia terlihat senang sekali.
Yuanming,
jika Sepupu Fan tak bilang,
aku takkan tahu kau pindah ke sini.
Bagaimana bisa kau hidup di tempat sangat sederhana?
Deqing.
Cepat kemasi barang Tn. Du. Bawa dia ke rumahku untuk memulihkan diri.
- Tuan Chai… - Yuanming,
kali ini, kau harus dengarkan aku.
Lakukan.
- Ibu Mertua. - Nyonya Li.
Ada apa dengan rumahku?
Dia tidak bisa tinggal di sini?
Seluruh keluargaku tinggal di sini,
dan kami baik-baik saja.
Nyonya Li, kau salah paham.
Aku tidak bermaksud begitu.
Ibu Mertua,
sepupuku tidak bermaksud begitu.
Maksudnya halaman ini awalnya dipakai untuk gudang.
Dan akan tidak nyaman bagi Tuan Du
jika dia mau belajar untuk ujian.
Apanya yang tak nyaman?
Dia tinggal di kamar sayap Kuil Xingguo.
Kini tak bisa hidup di sini?
Apa atapnya kurang genteng
atau lantainya kurang bata?
Ataukah rumah keluarga Chai punya satu dinding lebih banyak dari yang lain?
Nyonya Li,
aku sungguh bermaksud baik.
Rumah tangga Li semua wanita.
Akan tidak nyaman untuk pria muda tinggal lama di sini.
Dua halaman dipisahkan oleh dinding,
dan ada gerbang sendiri-sendiri.
Ini sama sekali tidak terhubung.
Bagiku, aku sudah merencanakan
untuk menyewakan sayap timur dan barat
dan memakai ruang utama sebagai gudang.
Tapi rumah tangga kami semua wanita.
Tak pantas menyewakan pada penyewa yang rumit.
Untuk kalian berdua, kalian pelajar yang baik.
Jika tinggal di tempatku,
kalian bisa belajar dengan pikiran damai
dan bantu aku menjaga rumahku.
Kedai Sifu sering dikunjungi banyak tamu sastra.
Jadi, tidak akan kekurangan satir.
Aku akan kurangi sewanya
dan sediakan makanan setiap hari.
Kau bisa bantu dengan tulisan di gerai.
Bukankah itu nyaman untuk kedua pihak?
Tapi Nyonya Li, jika Yuanming tinggal…
Tapi tabib juga bilang
situasi temanmu di kamar satunya
sangat lemah.
Dia seperti pohon yang akarnya rusak.
Jika pindah, itu bisa berarti kematian untuknya.
Tuan Muda Du,
kau harus putuskan sendiri.
Yuanming, katakan sesuatu.
Chai, Nyonya Li penuh niat baik
dan pertimbangkan semua aspek.
Untuk menolaknya itu benar-benar kasar.
Jadi, aku tidak punya pilihan selain menerima kebaikannya
dan membalas budi di masa depan.
Kau memanggilku keluar pagi-pagi
untuk menemani bertemu dua cendekiawan ini.
Jika kau tidak datang, akankah keluarga Li biarkan aku masuk?
Sepupu, apa yang kau inginkan?
Kau sedang apa?
Aku hanya mau tahu ada apa dengan dinding ini
sampai kau pandangi lama.
Dinding ini
terlalu tinggi.
Terlalu tinggi?
Ibu.
Shouhua. Kangning.
Cepat kemari.
- Cepat kemari. - Kenapa buru-buru?
Kalian sedang apa?
Ini untuk apa?
Kau… Ini…
Kau…
Siapa kalian?
Bagaimana bisa merobohkan dinding tanpa bicara dengan pemiliknya?
Siapa mereka?
Nyonya Li, jangan kesal.
Tuanku menyuruh kami bersih-bersih
dan menata ulang tempat ini
agar Tuan Du bisa hidup nyaman.
Aku akan suruh mereka lebih lembut
dan tidak mengganggumu.
Lalu, apa masalahnya dengan dinding ini?
Rumah tangga di balik dinding semua perempuan.
Pria sejati cegah masalah sebelum terjadi
dan hindari tempat mencurigakan.
Aku suruh mereka tinggikan dinding pendek ini beberapa puluh sentimeter
hilangkan alasan bergosip.
Dan Tuan Du setujui ini.
- Bagaimana menurutmu? - Menurutku…
Kau…
Yuanming, kau masih sakit.
Kau butuh orang untuk merawatmu.
Aku akan tinggal dua orang ini di sini
untuk siapkan obat, sajikan teh,
dan siapkan ranjangmu.
Kau tidak bisa selalu merepotkan keluarga Li.
Bagaimanapun, mereka semua wanita.
Chai,
kau mungkin tidak tahu
Andao, pria di sebelah itu,
dia bisa sekeras kepala apa.
Jika wanita melayani dia di dekatnya,
aku takut dia mungkin mau
lempar dirinya ke danau ketika bangun.
Untukku, waktu aku belajar,
tak ada yang lebih kutakuti selain kebisingan orang.
Tidak bisa minta mereka
untuk tidak bicara.
Mereka tak perlu tinggal.
Aku tahu kau tidak akan terbiasa.
- Lingyao - Ya.
Mulai hari ini.
kau tinggal di sini melayani Yuanming.
Mengerti.
Ya…
Kau tidak boleh menolak pelayan pria.
Jika menolak lagi,
aku akan sangat marah.
Baiklah.
Aku akan menerimanya.
Aku dengar Tuan Sang
masih belum pulih setelah meminum obat.
Mungkin tabib di sini tidak efektif.
Untuk hindari hal yang tak diinginkan, aku khusus undang
Tabib Liu dari Gang Yutang
ahli mengobati penyakit terkait flu.
Dia dijamin segera sembuh setelah diobati.
Hati-hati.
Hati-hati. Pelan-pelan. Aku pegangi.
Dia tidak hanya meninggikan dinding,
mereka juga tugaskan pelayan untuk awasi gerbang.
Mereka perlakukan kita bagai pencuri.
Tamu ambil alih jadi pemilik.
Pengunjung jadi tuan rumah.
Apa yang mereka mau?
Shouhua, apa yang kau tertawakan?
Hari ini, akhirnya aku paham
arti "kejahatan selalu menang
dari keadilan".
Kangning,
kita berhasil menahan mereka di sini.
Tapi masih sulit wujudkan keinginan kita.
Kalau begitu, tunggu dan lihat
pada akhirnya siapa yang jahat.
Tuan Muda,
halaman sudah dibersihkan.
Apa kau punya instruksi lagi?
Terlalu pendek.
Pendek?
Dari mana
datangnya suara seruling itu?
Seekor burung gagak bersarang di sini,
berisik siang dan malam
dan mengejutkan pasien, sampai tak bisa istirahat dengan baik.
Bagaimana bisa pulih jika ini berlanjut?
Kau tahu cara urus semua?
Tuan Muda, tadi aku sudah suruh mereka menebang pohon ini.
Tapi takut suara menebang pohon
akan mengganggu ketenangan.
Orang tua sering bilang
ketika gagak bersarang di suatu tempat,
pasti ada kemalangan.
Aku tidak peduli dengan takhayul ini.
Tapi mereka menghadapi ujian penting.
Jadi, rasanya tidak beruntung.
Selain itu,
menebang pohon cuma butuh setengah hari.
Jika orang tak tahan suara gergaji,
mereka harus tahan suara gagak selama dua bulan lagi.
Kau tak bisa berhitung?
Beraninya bilang itu bukan karena kemalasanmu?
Kau benar. Semua itu salahku.
Tuan Muda, kau memang bertekad.
Tanpa suara gagak di masa depan,
mereka bisa konsentrasi belajar.
Tidak.
Dia menungguku berdebat dengannya.
Jangan tertipu.
Kangning.
Kangning.
Berusaha lebih keras.
Bisa dapat dua hidangan lagi malam ini di Restoran Pan.
Baiklah.
Burung gagak berisik tiap malam,
membuat Tuan Sang berguling-guling tadi malam.
Itu sangat menyebalkan.
Menebang pohon itu hal bagus.
Lingyao,
tuanmu
sungguh orang yang menarik.
Tidak. Aku harus campur tangan. Jika tidak,
mereka akan merobohkan halamanku.
Ibu,
bukankah sebelumnya kau tidak suka burung gagak itu
karena itu berisik?
Kau juga mengeluh pohon itu gugurkan daun di seluruh taman,
tak bisa disapu bersih.
Katamu cepat atau lambat akan suruh orang menebangnya.
Mereka mengganggu penampilan Kangning.
Kangning, kau tidak terlihat baik. Kuharap kau tidak kesal.
Fuhui, berhenti menggodaku.
Tidak lihat Ibu juga kesal?
Itu sangat menyebalkan
sampai aku menggila.
Ibu, jika kau cemas,
sewa saja mak comblang bagus
untuk bicara pada mereka.
Kau gadis konyol, tidak tahu apa pun.
Pergi.
Kau pikir Ibu tidak mau?
Beberapa hari terakhir,
aku selidiki dengan jelas.
Du Yangxi itu sangat penyendiri.
Dia secara terbuka menolak lamaran pernikahan keluarga Liu.
Kau tahu keluarga Liu?
Mereka kaya dan kuat.
Di jalan utama di luar Gerbang Chongming,
lebih dari separuh toko-toko itu milik mereka.
Sekarang berita tersebar,
semua orang memujinya
karena kerendahan hatinya dan integritasnya yang tinggi
berpikir dia pria sejati.
Dia menolak keluarga kaya dan bangsawan.
Bagaimana mungkin dia suka
putri dari kedai teh miskin?
Sedangkan untuk Sang itu…
- Sang Yanrang. - Benar.
Waktu dia di Kuil Xingguo,
entah dia membaca di kamarnya
atau jual kaligrafi di kios mereka.
Dia tidak pernah bergaul
dengan pelajar lain.
Karena sifat diamnya,
orang menjulukinya "Sang si Batu".
Dia juga orang aneh.
Lalu apa?
Pada hari salju lebat,
bukankah keluargaku berbaik hati bawa dia masuk
menawarkan makanan dan obat,
dia bisa saja mati kelaparan atau kedinginan di suatu tempat.
Jika berani tidak membalas budi,
Ibu akan membuatnya terkenal di Bianjing.
Pernikahan yang didapat dari memaksakan rasa terima kasih
hanya akan membawa kebencian tak berujung
dan permusuhan.
Ibu, kami tahu kau mau menikahkan Kangning.
Tapi kau tidak bisa mendorongnya ke dalam lubang api.
Haode benar.
Kecuali pernikahan ini sesuatu yang dia kejar dengan segala cara.
Itu akan jadi lebih sulit.
Kita tidak bisa biarkan seorang gadis menunggu di kamar tidur
untuk melamar pertama, ya?
Apa itu di sana?
Ibu khawatir tidak ada dari mereka yang lulus ujian.
Jadi, dia suruh aku pindahkan semua buku dan tulisan lama mereka ke sini
untuk cari tahu lebih banyak tentang mereka.
Mengerti.
Katanya, orang tidak bisa berbisnis dengan hati terpaksa.
Jika kita mau mereka meminta dengan sukarela,
kita harus mengaturnya secara perlahan.
Minta mereka kembalikan bukunya padaku.
Andao,
tidak ada yang menculik bukumu.
Tabib yang bilang kau baru sadar.
- Tak boleh terlalu lelah. - Kukatakan lagi.
Aku mau bukuku. Suruh mereka kembalikan itu padaku.
Jika tak bisa mencium wangi buku, aku benar-benar akan mati.
Bukuku. Aku mau bukuku.
Terjemahan subtitle oleh Dwi Retno Wati
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.